Kenali Bahaya dan Tips Mengatasi Flu Saat Hamil
Flu merupakan penyakit yang umum terjadi, termasuk pada ibu hamil. Meski memiliki gejala yang ringan dan merupakan self limiting disease (dapat sembuh sendiri) dimana kondisi umumnya akan membaik dalam waktu sekitar 3 – 7 hari, akan tetapi pada ibu hamil flu dapat berlangsung lebih lama. Selain itu, flu pada ibu hamil juga dapat memicu munculnya komplikasi, seperti meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.
Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Mendapatkan perawatan di rumah dan mengonsumsi obat flu yang dijual bebas di apotik sebenarnya mampu mengatasi gejala flu dan membuat Anda lebih baik. Namun, beda halnya saat Anda terkena flu saat hamil. Ini karena ibu hamil tidak boleh mengonsumsi sembarang obat pereda flu.
Apakah Bahaya Terkena Flu saat Hamil?
Flu akibat infeksi virus biasanya akan membuat penderitanya mengalami berbagai gejala flu, seperti pilek, lemas, batuk, bersin, demam, hingga radang tenggorokan. Sedangkan pada ibu hamil, gejala flu tersebut dapat memburuk karena perubahan sistem kekebalan tubuh, fungsi paru dan jantung selama kehamilan.
Perubahan yang dimaksud pada ibu hamil salah satunya adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh yang membuatnya lebih lebih rentan terhadap infeksi sehingga lebih berisiko mengalami komplikasi.
Adapun beberapa komplikasi yang mungkin dialami ibu hamil, yakni:
- Pneumonia
- Bronkitis
- Infeksi sinus
Tak hanya itu, apapun yang dialami ibu hamil tidak hanya memengaruhi dirinya, tetapi juga janin dalam kandungannya. Itulah mengapa penanganan penyakit pada ibu hamil jauh lebih rumit dan berisiko.
Tips Mengatasi Flu saat Hamil
Apabila Anda sedang hamil dan terkena flu, segeralah berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, penanganan flu untuk ibu hamil akan lebih kompleks, karena tidak hanya memprioritaskan kesembuhan si Ibu, tapi juga memikirkan efek samping yang mungkin berdampak pada janin dalam kandungan.
Oleh sebab itu, biasanya dokter akan memberikan kombinasi dua cara untuk mengatasi flu saat hamil seperti berikut ini:
- Minum obat
Konsumsi obat flu untuk ibu hamil sebenarnya tidak direkomendasikan, terutama pada trimester awal kehamilan. Sebab, beberapa jenis obat dapat mengganggu tumbuh kembang janin, bahkan dapat menyebabkan keguguran.
Para ahli tidak merekomendasikan untuk memberikan obat pada ibu hamil dengan usia kehamilan 12 minggu hingga 28 minggu. Periode tersebut merupakan masa kritis bagi perkembangan organ janin.
Namun jika ibu hamil merasa sangat terganggu dengan gejalanya, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.
Ada beberapa obat flu yang dapat dikonsumsi ibu hamil untuk meredakan gejalanya, seperti paracetamol untuk mengatasi demam dan meredakan nyeri. Selain itu, ibu hamil juga dapat menggunakan obat dextromethorphan saat flu guna meredakan batuk.
Penggunaan semprot atau tetes hidung saline dapat digunakan untuk mengurangi lendir hidung sekaligus menenangkan jaringan hidung yang meradang. Alat ini dapat berguna untuk meredakan hidung tersumbat pada ibu hamil. Meski demikian, berkonsultasi dengan dokter tetap diperlukan guna memastikan keamanannya.
Baca Juga: Awas, Batuk Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin! Ini Solusinya
- Cara alami
Selain menggunakan obat yang diresepkan dokter, Anda juga dapat mengatasi flu ringan secara alami saat hamil. Berikut beberapa cara yang ibu hamil bisa lakukan:
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih sekitar 2,5 – 3 liter, atau diselingi dengan jus buah, teh hangat, maupun makanan yang banyak mengandung air seperti sup, air kaldu, atau buah-buahan.
- Konsumsi makanan hangat, seperti berbagai sup, atau bubur.
- Kurangi aktivitas dan istirahat yang cukup
- Jaga sirkulasi udara agar tetap bersih, misalnnya dengan tidak merokok di dalam ruangan, menggunakan pelembab udara (humidifier), maupun membuka jendela agar udara dapat berganti.
- Kumur dengan campuran garam dan air hangat. Ini bermanfaat untuk meredakan batuk dan radang tenggorokan.
- Olahraga rutin. Rutin melakukan aktifitas fisik atau olahraga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, misalnya seperti berjalan kaki, yoga, dan senam.
Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?
Cara Mencegah Flu saat Hamil
Pada dasarnya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karenanya, para ahli merekomendasikan ibu hamil untuk segera mendapatkan vaksin flu sedini mungkin. Selain sebagai upaya pencegahan, vaksin flu ini juga mampu mengurangi gejala dan risiko komplikasi flu pada ibu hamil.
Selain mendapatkan vaksinasi flu, para ahli juga menyarankan melakukan beberapa perilaku berikut ini guna mencegah terserang flu, diantaranya:
- Menghindari kontak dengan orang yang sakit dan menjauhi kerumunan.
- Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menggunakan tisu, kain, atau lengan bagian dalam.
- Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin.
- Menggunakan masker saat sakit atau ketika pergi ke rumah sakit dan tempat keramaian.
Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?
Nah Sahabat Sehat, itu adalah tips untuk ibu hamil dalam mengatasi flu. Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa memerlukan obat-obatan untuk meredakan gejala. Jika Sahabat Sehat ingin vaksinasi flu, Anda bisa menggunakan layanan vaksinasi dari Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat.
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul L
Referensi
- Aida Erebara, G. Treating the common cold during pregnancy.
- CDC. Pregnant? You Need a Flushot!
- Verywell Family. Treating Your Cold and Flu Symptoms While You Are Pregnant.
- American Pregnancy Association. Cough and Cold During Pregnancy.
- Healthline. Treating a Cold or Flu When Pregnant.
- Center for Disease Control and Prevention. Flu & Pregnant Women.
![Kenali Bahaya dan Tips Mengatasi Flu Saat Hamil Flu merupakan penyakit yang umum terjadi, termasuk pada ibu hamil. Meski memiliki gejala yang ringan dan merupakan self limiting disease (dapat sembuh sendiri) dimana kondisi umumnya akan membaik dalam waktu sekitar 3 – 7 hari, akan tetapi pada ibu hamil flu dapat berlangsung lebih lama. Selain itu, flu pada ibu hamil juga dapat memicu munculnya […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Bahaya-dan-Tips-Mengatasi-Flu-Saat-Hamil.jpg)

![Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil Penyakit hepatitis B merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B pada hati yang dapat menyebabkan penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Sahabat Sehat dapat tertular hepatitis B melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, contohnya melalui jarum suntik bekas penderita hepatitis B, maupun kontak seksual dengan penderita hepatitis B. Selain itu, hepatitis […]](/wp-content/uploads/2022/06/Begini-Penanganan-Hepatitis-B-Pada-Ibu-Hamil.jpg)

![Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes Diabetes Melitus atau yang disebut dengan kencing manis, diartikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi faktor penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula didalam darah dan juga disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan karena adanya insufisiensi gangguan insulin. Insufisiensi fungsi insulin disebabkan karena gangguan pada sel beta pancreas […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Berbagai-Macam-Komplikasi-Akibat-Diabetes.jpg)
![Kenali Bahaya dan Cara Mencegah Rubella Saat Hamil Rubella atau yang disebut juga campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Meskipun sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Selain disebabkan oleh virus yang berbeda jenisnya, umumnya campak memiliki efek samping yang lebih parah dari rubella. Tapi jangan sampai dianggap sepele ya, Moms. Rubella dapat menginfeksi […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Bahaya-dan-Cara-Mencegah-Rubella-Saat-Hamil.jpg)
![Obesitas Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya Obesitas atau kelebihan berat badan pada anak merupakan kondisi medis serius yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak dan remaja. Meski terlihat menggemaskan, namun kondisi sangat meresahkan karena obesitas kerap membuat anak-anak mengalami gangguan kesehatan yang wajarnya adalah masalah orang dewasa, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Saat ini, kasus obesitas pada anak telah […]](/wp-content/uploads/2022/06/Obesitas-Pada-Anak-Begini-Cara-Mengatasinya.jpg)
![Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh? Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit atau dalam keadaan cukup istirahat atau dengan kondisi tenang. Diperkirakan sebanyak 1.28 milyar orang dengan rentang usia 30-79 tahun di seluruh […]](/wp-content/uploads/2022/06/Apa-Saja-Dampak-Hipertensi-Bagi-Tubuh.jpg)
![5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak Gondongan atau disebut juga mumps merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang umumnya menyerang anak dan balita usia 5 hingga 9 tahun. Infeksi paramyxovirus menyerang kelenjar penghasil air liur yang terletak di sekitar telinga. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah dan lendir saat penderita gondongan bersin atau batuk. Meski demikian, […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Cara-Mengatasi-Gondongan-Pada-Anak.jpg)

![Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria Secara normal, tubuh membutuhkan asupan glukosa dan oksigen untuk metabolisme tubuh, khususnya pada organ vital seperti otak. Meski demikian, asupan glukosa ke tubuh juga perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan kalori per harinya. Mengkonsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit kencing manis atau yang dikenal dengan istilah Diabetes Mellitus (DM). Sahabat Sehat, mari […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Berbagai-Bahaya-Diabetes-Pada-Pria.jpg)
![3 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini yang Aman Pada Pria Salah satu permasalahan yang kerap dialami pria adalah ejakulasi dini. Masalah ini tentu dapat berdampak pada keharmonisan hubungan dengan pasangan. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya ejakulasi dini. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Ejakulasi Dini ? Sebelum masuk dalam pengertian apakah yang dimaksud dengan ejakulasi […]](/wp-content/uploads/2022/06/3-Cara-Mengatasi-Ejakulasi-Dini-yang-Aman-Pada-Pria.jpg)
![7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui Angka kasus penyakit kanker di Indonesia kini berada di urutan ke-8 di Asia Tenggara, dan peringkat ke-23 di Asia. Angka penderita kanker payudara pada perempuan mencapai 42, 1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian mencapai 17 kasus per 100.000 jiwa. Tak heran jika pemerintah saat ini sangat menekankan masyarakat, terutama wanita untuk melakukan upaya deteksi […]](/wp-content/uploads/2022/06/7-Langkah-Pencegahan-Kanker-Payudara-yang-Perlu-Wanita-Ketahui.jpg)
