Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 1–10 of 168 results

  • Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]

    Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

    HPV bivalen dan tetravalen

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

    • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
    • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
    • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

    Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

    • Bivalen

    Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

    • Tetravalen

    Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

    Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

    Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
    2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
    3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
    5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
    6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    Read More
  • Peran seorang ibu di masa pandemi Covid-19 penting karena sebagian besar pesan ibu itu mudah dipahami dan diingat oleh para anggota keluarga. Ibu dapat mengayomi, mendidik, dan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Hal ini dikarenakan sifat perempuan yang cenderung lebih perhatian dan teliti jika dibandingkan dengan laki-laki. Peran yang cukup besar di masa pandemik terlihat saat […]

    Peran Seorang Ibu di Masa Pandemi Bagi Kesehatan dan Ekonomi Keluarga

    Peran seorang ibu di masa pandemi Covid-19 penting karena sebagian besar pesan ibu itu mudah dipahami dan diingat oleh para anggota keluarga. Ibu dapat mengayomi, mendidik, dan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Hal ini dikarenakan sifat perempuan yang cenderung lebih perhatian dan teliti jika dibandingkan dengan laki-laki. Peran yang cukup besar di masa pandemik terlihat saat ibu memberikan edukasi kepada anaknya yang sedang menjalani pembelajaran jarak jauh kemudian memberikan contoh bagi anak dalam mentaati perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku 3M supaya anak tidak mudah terpapar Covid-19.

    peran seorang ibu di masa pandemi

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Selain berperan besar dalam kesehatan, seorang ibu juga mempunyai peran yang tidak kalah pentingnya dalam ekonomi keluarga terutama di masa pandemi. Kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 cukup berdampak besar pada sektor ekonomi yang ditandai dengan menurunnya pendapatan dan pemecatan para karyawan. Hal ini tentu berpengaruh pada kondisi finansial keluarga, dan bisa mengakibatkan dampak psikologis yang cukup besar. Keadaan yang demikian juga membuat para ibu akhirnya turun tangan secara langsung untuk menyelamatkan ekonomi keluarga dengan berjualan atau ikut bekerja.

    Ibu yang bekerja rentan memiliki masalah kesehatan dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja.  Hal itu karena mereka menyandang dua peran sekaligus, sebagai ibu dan juga pencari nafkah. Gangguan kesehatan yang biasanya sering menimpa wanita yang bekerja berlebihan karena peran yang diembannya adalah stres yang tentunya berpengaruh secara fisik dan mental. Tak hanya itu, wanita yang kerja berlebihan juga meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit serius seperti gangguan hati, diabetes, radang sendi, dan anemia. Sebuah riset menyatakan bahwa wanita lebih mudah terkena gangguan kesehatan saat bekerja berlebihan daripada pria. Pada wanita yang bekerja, imunitas sering menurun disertai dengan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker, pada wanita adalah kanker mulut rahim/serviks.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker serviks atau HPV yang disebabkan oleh virus HPV. Virus ini berdasarkan catatan Kemenkes telah menyebabkan 15.000 kasus penderita pada setiap tahunnya. Jumlah penderitanya sendiri adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%. Pencegahan terbaiknya adalah dengan memberikan vaksin HPV. Namun di masa pandemi seringkali pemberian vaksin HPV menjadi tertunda padahal  Indonesia telah mempunyai program vaksinasi  HPV yang menargetkan perempuan pada usia 30-50 tahun, dengan pencapaian target harus mencapai 50% sesuai rekomendasi WHO.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    WHO mencatat sebanyak 103 negara mengalami penundaan terhadap layanan kesehatan untuk wanita. Penyebab penundaan tersebut adalah adanya karantina wilayah atau lockdown, pembatasan perjalanan, gangguan rantai pasokan, peralihan besar-besaran sumber daya kesehatan untuk memerangi Covid-19, dan ketakutan terhadap infeksi menyebabkan para wanita menunda memeriksakan diri ke fasilitas layanan Kesehatan.

    Sahabat tidak perlu khawatir karena beberapa fasilitas kesehatan sudah menerapkan protokol-protokol kesehatan saat pasien berkunjung dan melakukan pembatasan kunjungan supaya layanan kesehatan terhadap wanita tetap berjalan secara efektif. Selain itu, juga terdapat layanan kesehatan ke rumah terutama layanan vaksinasi sehingga ibu tidak perlu khawatir serta merasa aman dan nyaman, dan terhindar dari paparan Covid-19.

    Baca Juga: Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga vs Bekerja?

    Seperti itulah peran seorang ibu di masa pandemi yang cukup besar tidak hanya untuk kesehatan keluarga tetapi juga ekonomi keluarga. Peran yang cukup besar ini tentunya harus diimbangi dengan kondisi tubuh yang sehat secara fisik dan rohani sehingga membuat para ibu tidak goyah sama sekali. Sahabat dapat melakukan vaksinasi HPV melalui layanan di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Psikolog: Ibu, Kunci Pertahanan Keluarga di Tengah Pandemi [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/682417/psikolog-ibu-kunci-pertahanan-keluarga-di-tengah-pandemi
    2. [Internet]. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/325948434_Challenges_of_working_moth
    3. [Internet]. ncbi. 2009 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3151456/
    4. Pekerja Perempuan Rentan Terhadap Anemia Gizi – Sehat Negeriku [Internet]. Sehat Negeriku. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20151105/2813674/pekerja-perempuan-rentan-terhadap-anemia-gizi/
    5. Kemenkes: Pekerja Perempuan Harus Sehat untuk Sehatkan Keluarga – Sehat Negeriku [Internet]. Sehat Negeriku. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180207/1924786/kemenkes-pekerja-perempuan-harus-sehat-sehatkan-keluarga/
    6. Febrida M. 9 Risiko Gangguan Kesehatan Perempuan di Tempat Kerja [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/2058507/9-risiko-gangguan-kesehatan-perempuan-di-tempat-kerja
    7. Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/vaksinasi-hpv-selama-pandemi
    Read More
  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

     

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

     Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ibu rumah tangga dan wanita karier serta membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ekstrvert dan introvert dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.


    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih.  Jika membutuhkan produk kesehatan berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Pada 4 November 2020 Prosehat kembali mengadakan webinar dengan dengan tema kecantikan. Judul webinar itu sendiri adalah Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Prosehat pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Tema kecantikan ini diangkat karena sebelum pandemi Covid-19 banyak wanita yang rajin ke salon dan klinik kecantikan  akhirnya […]

    Rangkuman Webinar Prosehat 4 November 2020: Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi, Salah Satu Pembicara dr. Sonia Wibisono

    Pada 4 November 2020 Prosehat kembali mengadakan webinar dengan dengan tema kecantikan. Judul webinar itu sendiri adalah Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Prosehat pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Tema kecantikan ini diangkat karena sebelum pandemi Covid-19 banyak wanita yang rajin ke salon dan klinik kecantikan  akhirnya tidak lagi meneruskan karena takut tertular virus serta banyak juga yang terdampak secara ekonomi setelah pandemi terjadi. Yang spesial webinar ini menghadirkan salah satu pembicara yang sudah tersohor, dr. Sonia Wibisono, yang memang terkenal sebagai dokter kecantikan dan presenter di berbagai acara. Selain dr. Sonia, webinar ini juga menghadirkan dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp. PD, CHt yang sudah sering menjadi pembicara di webinar yang diadakan oleh Prosehat. Acara ini dimoderatori oleh dr. Rosa Widian.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19

    Di webinar ini dr. Jeff-panggilan akrab dr. Jeffri-dipersilakan oleh moderator sebagai yang pertama memaparkan materi. Di dalam materinya ini, dr. Jeff banyak menyoroti dampak pandemi Covid-19 terhadap wanita yang ternyata lebih banyak terpapar virus daripada laki-laki. Kebanyakan wanita bekerja sebagai pekerja layanan publik atau langsung berinteraksi dengan masyarakat seperti tenaga kesehatan, kasir di minimarket, dan lainnya. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang disajikan dalam materi bahwa di Spanyol, sebagai negara contoh kasus, yang berpotensi besar terpapar virus adalah wanita, dengan perincian 76% tenaga kesehatan, 90% petugas kebersihan, 85% pekerja supermarket, dan 70% pekerja farmasi. Selain di Spanyol, negara contoh kasus wanita mengalami dampak besar akibat Covid-19 adalah Italia, yaitu sebanyak 69% dari total keseluruhan. Tidak hanya berpotensi besar terkena virus, pendapatan mereka pun juga kalah besar dari pria sehingga tidak sebanding dengan apa yang mereka kerjakan. Hal itu tentu saja akan menjadi beban apabila terdampak langsung lalu diberhentikan mengingat para wanita itu juga ada yang menjadi tulang punggung keluarga.

    Selain membahas mengenai dampak Covid-19 kepada wanita, baik secara langsung maupun tidak, dr. Jeff juga membahas mengenai jenis perawatan yang bisa dilakukan oleh kaum Hawa selama pandemi seperti:

    • Vaksinasi kanker serviks, Hepatitis
    • Perawatan penyakit komorbid
    • Perawatan kesehatan finansial
    • Perawatan kesehatan mental
    • Perawatan kecantikan

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Lalu bagaimana pandangan mengenai kesehatan dan kecantikan dari dr. Sonia Wibisono yang diberikan kesempatan berbicara setelah dr. Jeff?

    Dalam paparannya, dr. Sonia yang merupakan alumnus FKUI ini menjelaskan bahwa dampak Covid-19 pada wanita bukan hanya dari segi ekonomi tetapi juga pada kondisi tubuh. Hal ini karena selama pandemic wanita juga mempunyai tugas domestik seperti mengurus suami, mengurus anak terutama membantu anak-anak belajar secara online, dan mengurus hal-hal yang berbau rumah tangga. Keadaan yang demikian tentu saja membuat banyak wanita yang stres dan pusing. dr. Sonia menyebut wanita sebagai “penolong”. Supaya mereka tidak stres, dr. Sonia menyarankan perlunya ketahanan mental yang bisa dimulai dari istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah, oat, beras cokelat dan kurangi garam, jangan merokok, serta berolaharaga. Karena tanpa adanya ketahanan mental mustahil wanita bisa mengerjakan semua. Karena itu, dalam paparan ini menyarankan beberapa terapi untuk menenangkan diri dari stres supaya tubuh kuat dan penampilan tetap cantik seperti meditasi, yoga, Ayurveda, akupuntur, dan Chi Gong. dr. Sonia juga membagikan tips supaya langsing karena stres sendiri bisa mengakibatkan makan banyak seperti ngemil sehat, banyak minum air, dan makan malam sebelum jam 6 sore.

    Baca Juga: 10 Tips Langsing Alami, Mudah Kok!

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan kepada dua pembicara secara bergantian. Misalnya pertanyaan dari Kartika Wijaya yang bertanya mengenai apakah minuman yang mengandung kolagen bermanfaat untuk tubuh terutama untuk penyembuhan kulit yang bermasalah. Atas pertanyaan ini, dr. Sonia mengatakan bahwa sebaiknya untuk penyembuhan kulit yang paling efektif adalah meminum vitamin dan mengonsumsi buah antioksidan. Sedangkan untuk dr. Jeffri adalah pertanyaan yang berkenaan dengan vaksinasi HPV yang diajukan oleh Megawati Wijaya. Ia bertanya mengenai syarat vaksinasi HPV bagi remaja apa perlu melakukan pap smear, dan apakah yang belum menikah bisa juga melakukannya? dr. Jeff menjawab bahwa vaksinasi bisa diberikan pada anak perempuan usia 11 tahun atau sebelum usia reproduksi, dan hanya diperlukan dua dosis pemberian sebelum usia 15 tahun, dan jika sudah melebihi usia 15 harus 3 kali dosis. Sedangkan untuk pap smear lebih bersifat deteksi dini pra-kanker dan berbeda dari vaksinasi yang merupakan pencegahan, dan dilakukan untuk wanita yang sudah menjalani fase reproduksi.

    Baca Juga: 8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah Memudarkan Flek Hitam

    Untuk lebih lanjut dan dalam mengenai webinar ini Sobat Sehat bisa menyaksikan video di bawah ini, dan jangan lupa untuk subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan dan kecantikan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Batuk dan pilek sudah menjadi kata-kata yang begitu akrab di telinga. Apabila mengalaminya, tentu saja Sobat merasa tidak nyaman, apalagi jika batuk dan pilek terjadi berulang kali. Sobat mungkin bertanya-tanya mengapa Sobat bisa menjadi langganan untuk penyakit umum yang satu ini. Batuk dan pilek sering kali merupakan gejala flu. Flu itu sendiri dapat disebabkan oleh […]

    Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Batuk dan pilek sudah menjadi kata-kata yang begitu akrab di telinga. Apabila mengalaminya, tentu saja Sobat merasa tidak nyaman, apalagi jika batuk dan pilek terjadi berulang kali. Sobat mungkin bertanya-tanya mengapa Sobat bisa menjadi langganan untuk penyakit umum yang satu ini. Batuk dan pilek sering kali merupakan gejala flu. Flu itu sendiri dapat disebabkan oleh berbagai virus, salah satunya virus influenza. Selain itu, faktor-faktor tertentu juga bisa memicu seseorang terkena flu. Orang dewasa bisa tertular 2-3 hari sebelum munculnya gejala. Artinya, seseorang dapat menularkan virus influenza bahkan sebelum ia tahu bahwa ia terinfeksi. Selain orang dewasa, penyakit ini juga menyerang anak-anak, terutama bayi.1

    gejala batuk pilek

    Namun, sebelum mengetahui cara mengatasinya, ada baiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebab batuk dan pilek.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Penyebab Flu dengan Gejala Batuk Pilek

    Flu kebanyakan disebabkan oleh human rhinovirus atau HRV. Selain HRV, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV), dan respiratory syncytial virus atau RSV. Virus ini masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, atau bahkan mata. Virus bahkan bisa masuk ke dalam tubuh ketika Sobat tanpa sengaja menghirup percikan liur penderita melalui bersin atau batuk. Selain itu, virus bisa masuk ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi percikan liur yang mengandung virus, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata sendiri dengan tangan.

    Selain disebabkan oleh virus, flu juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan kondisi di bawah ini, yaitu:

    • Berada di tempat publik seperti pasar, sekolah, dan kantor
    • Sistem kekebalan tubuh yang rendah
    • Punya riwayat penyakit kronis
    • Usia anak-anak yang masih rentan penyakit
    • Sering merokok
    • Terpapar udara dingin

    Baca Juga: Infografik Tips Mengantisipasi Serangan Flu

    Gejala Flu

    Lalu seperti apakah gejala flu?1

    • Demam
    • Batuk
    • Nyeri otot
    • Sakit kepala
    • Kelelahan
    • Bersin-bersin
    • Hidung tersumbat
    • Suara serak
    • Tenggorokan gatal
    • Mata berair
    • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan
    • Merasa ada tekanan pada wajah dan telinga
    • Nyeri telinga
    • Hilang nafsu makan 

    Cara Tepat Mencegah Batuk dan Pilek Datang Kembali

    Untuk bisa mencegah batuk dan pilek, Sobat Sehat bisa melakukan beberapa cara di bawah ini. Apa saja caranya? Yuk, mari simak!

    1. Cuci tangan secara teratur

    Cara pertama yang bisa Sobat lakukan untuk bisa mencegah batuk dan pilek adalah mulailah mencuci tangan secara teratur dengan memakai sabun selama 20 detik pada air yang mengalir sesuai dengan protokol kesehatan. Cucilah dengan menyentuh area wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut. Selain itu, sebisa mungkin hindari kontak dengan penderita, dan terapkan etika yang baik dalam batuk dan bersin.

    2. Hindari merokok dan mengonsumsi alkohol

    Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk dan pilek datang lagi adalah Sobat sebaiknya mulai mengurangi atau tidak sama sekali merokok, baik aktif maupun pasif. Merokok bisa meperburuk gejala batuk dan pilek karena rokok sendiri mengandung zat kimia yang menempel di tenggorokan, sehingga terjadi batuk untuk membersihkan zat kimia tersebut. Selain merokok, mengonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan batuk dan pilek karena kandungan dalam alkohol yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan tubuh menganggap alkohol sebagai racun. Karena itu, mulailah menghindari dengan mengurangi atau tidak sama sekali mengonsumsi keduanya.

    3. Konsumsi Makanan Bergizi

    Konsumsi makanan bergizi dan seimbang bisa mencegah batuk dan pilek. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur serta makanan tinggi protein. Biasakan untuk mengonsumsi karbohidrat yang beragam, alias tidak bergantung pada nasi saja sebagai makanan pokok. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dan banyak gula. 

    4. Berolahraga Secara Teratur

    Olahraga secara teratur juga dianjurkan karena olahraga akan meningkatkan daya imunitas tubuh Sobat secara alami. Mulailah dengan berolahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, lari, dan bersepeda setiap hari selama 30 menit. Karena sedang pandemi corona, jangan lupa memakai masker ya! 

    5. Cek Kesehatan Secara Rutin

    Cek kesehatan secara rutin juga perlu dilakukan sebagai salah satu cara mencegah batuk dan pilek datang kembali. Yang perlu dicek rutin adalah tekanan darah, berat badan, kolestrol total, lingkar perut, dan kadar gula darah. Sobat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, atau bisa juga di rumah dengan mengikuti layanan cek kesehatan di rumah dari Prosehat.

    6. Hindari Kerumunan

    Kerumunan dan keramaian merupakan salah satu situasi yang dapat menyebabkan munculnya batuk dan pilek, sebaiknya Sobat menghindari kerumunan supaya tidak terjangkit infeksi lagi dan memutuskan rantai penularan penyakit. Usahakan untuk tetap di rumah saja, terutama di masa pandemi Corona sekarang ini. 

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    7. Perbanyak Minum 

    Batuk dan pilek biasanya menyebabkan lendir atau ingus berlebihan menumpuk di bagian belakang tenggorokan atau postnasal drip. Dengan memperbanyak minum, tubuh Sobat akan terhidrasi dengan baik dan selaput lendir akan tetap lembap. Selain itu, lendir postnasal drip akan menipis. Minuman yang disarakan adalah teh hangat yang dicampur madu. Cara ini cocok untuk Sobat yang ingin meredakan gejala batuk dan pilek dengan cepat.

    8. Mandi atau Berendam Air Hangat

    Cara yang satu ini juga sangat sederhana, yaitu mandi atau berendam air hangat. Sebab, batuk dan pilek akan semakin terasa saat udara kering. Mandi dan berendam air hangat bisa Sobat lakukan untuk mengurangi gejala. Selain berendam air hangat, Sobat juga bisa menggunakan alternatif lain, yaitu dengan humidifier atau pelembap ruangan.

    9. Tidur yang Cukup

    Cara terakhir supaya batuk dan pilek tidak datang kembali adalah tidur dengan cukup di waktu malam supaya dapat memberikan kesegaran dan mood yang bagus, serta bisa memberikan respons yang baik dalam beraktivitas. Karena itu, usahakan jangan bergadang agar tubuh Sobat tetap fit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Itulah 9 cara yang bisa Sobat lakukan supaya tidak menjadi langganan batuk dan pilek. Cara ini cukup mudah karena umumnya tidak memerlukan obat sama sekali. Namun, supaya Sobat ingin terlindungi dari virus influenza, Sobat bisa melakukan vaksinasi influenza, dan dapat memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang tentunya mempunyai banyak kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai batuk dan pilek silakan tonton video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Sendari A. Penyebab Flu dan Batuk, Serta Gejalanya yang Beda dengan Pilek Biasa [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: http://liputan6.com/read/4054285/penyebab-flu-dan-batuk-serta-gejalanya-yang-beda-dengan-pilek-biasa
    2. Gak Perlu Obat, Ini 7 Cara Mudah Mengobati Batuk & Pilek dalam Semalam [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/viktor-yudha/cara-mengobati-batuk-dan-pilek-dalam-semalam-tanpa-obat/7
    3. Rutin Olahraga 30 Menit Sehari Hasilnya Lebih Maksimal [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 5 August 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/09/21/0959235/Rutin.Olahraga.30.Menit.Seh
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus. Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4 Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis. Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda. Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen. Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV). Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas. Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang. Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Salah satu alasan kulit Sobat menunjukkan penuaan dini adalah akibat paparan sinar ultraviolet yang merusak kolagen pada kulit dan merangsang terjadinya iritasi kulit, sehingga pada wanita berusia di atas 30 tahun, flek hitam dapat dengan mudah muncul akibat menurunnya produksi kolagen pada kulit. Hal ini bisa merusak kepercayaan diri para wanita. Cara merawat kulit yang […]

    7 Cara Merawat Kulit dari Dalam yang Sobat Harus Coba!

    Salah satu alasan kulit Sobat menunjukkan penuaan dini adalah akibat paparan sinar ultraviolet yang merusak kolagen pada kulit dan merangsang terjadinya iritasi kulit, sehingga pada wanita berusia di atas 30 tahun, flek hitam dapat dengan mudah muncul akibat menurunnya produksi kolagen pada kulit. Hal ini bisa merusak kepercayaan diri para wanita. Cara merawat kulit yang paling mudah adalah dengan mengkonsumsi suplemen tepat yang memiliki keuntungan bagi kulit setelah sebelumnya sudah menjalani gaya hidup yang sehat, seperti rutin minum air mineral dan berhenti konsumsi junk food.

    Produk Terkait: Jual Produk Suplemen Kulit

    7 cara merawat kulit dari dalam

    Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini 7 tips merawat kulit dari dalam dengan mudah, tanpa menghabiskan waktu dan uang di salon, semudah mengubah gaya hidup Sobat:

    1. Stay Hydrated!

    Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh Anda yang dengan mudah menyerap hingga 60% benda apa pun yang berada di permukaannya. Kulit yang terlalu sering terpapar sinar matahari, akan terpengaruh kesehatannya. Hal pertama yang dapat Sobat lakukan dengan mudah adalah dengan penuhi asupan cairan tubuh setiap harinya, walaupun akibatnya Sobat akan sering ke kamar mandi, setidaknya 2 liter air mineral harus habis setiap harinya. Tubuh yang terpenuhi cairannya dengan baik akan membawa banyak manfaat pada sel kulit, seperti menjaga kilau kulit, menjaga kelembabannya dan membuat kencang kulit Sobat.

    Baca Juga: Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    2. Take Supplements!

    Mengkonsumsi suplemen bukanlah jalan satu-satunya untuk mendapatkan kulit yang cantik. Seperti tubuh yang perlu dijaga agar tidak mudah sakit, peran suplemen untuk merawat kulit dari dalam juga hampir mirip. Perlu diketahui bahwa suplemen yang dimaksud bukanlah jenis suplemen yang menjanjikan perubahan cepat pada kulit. Yang terpenting dari suplemen tersebut adalah komposisi dari suplemen tersebut. Seperti contoh salah satu suplemen kulit yang dijual bebas memiliki komposisi vitamin E, C, D, A, serta kebaikan dari minyak ikan. Jadi ketika Anda sibuk dengan pekerjaan dan urusan di rumah, Anda hanya perlu meminumnya dalam 1 tegukan dan langsung mendapatkan kebaikan dari kandungan tersebut. Banyak sekali jenis suplemen dengan kandungan murni seperti di atas yang dapat Anda pilih.

    Beli Produk Pilihan Perawatan Kesehatan Kulit di Sini

    3. Kurangi Konsumsi Gula

    Selain khawatir dengan ancaman diabetes, konsumsi gula yang berkurang ternyata juga berpengaruh pada kesehatan kulit. Konsumsi gula berlebihan dalam makanan harian Sobat akan berdampak buruk pada kesehatan kulit Anda. Ya, banyak peneliti yang menemukan bahwa konsumsi makanan manis secara berlebihan dapat membuat kulit keriput!

    4. Stop Eating Junk Foods!

    Tips lainnya dalam merawat kulit dari dalam adalah dengan menyeleksi apapun yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan clean eating. Cara yang paling mudah adalah mengurangi ‘jajan’ hamburger atau pizza. Daripada harus konsumsi 1 burger berikut dengan soft drink, lebih baik konsumsi daging yang ditumis dan diberi bumbu lada dan sedikit garam yang kemudian ditemani dengan sayuran hijau segar. Banyak sekali alternatif menu makanan sehat yang memberikan kepuasan sama dengan makanan junk foods di luar sana.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    5. More Veggies!

    Mungkin konsep yang harus diluruskan adalah konsumsi sayuran tanpa melalui proses masak apapun untuk mendapatkan 100% manfaat yang terkandung di dalamnya. Salad pun menjadi pilihan yang modern dan sudah banyak dilakukan oleh wanita masa kini. Dengan beralih membawa bekal hasil olahan sendiri dengan sayuran segar tentunya akan membawa perubahan yang signifikan pada kulit Sobat.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Ekstrak Kapsul Sayur dan Buah

    6. Seleksi Penggunaan Produk Kecantikan

    Parabens dan merkuri merupakan dua contoh zat berbahaya yang sering ditemukan pada produk kecantikan. Keduanya dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor hingga kanker bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, mulai dari sekarang kenali kandungan produk kecantikan Anda. Jangan sampai Anda tidak mengetahui kandungannya sama sekali atau pilihan lain dengan beralih pada produk yang mengandung bahan alami.

    7. Olahraga Teratur

    Selain membentuk tubuh lebih ideal, olahraga yang dilakukan secara teratur tentunya juga memberikan banyak keuntungan pada kulit Sobat seperti melancarkan peredaran darah yang membawa oksigen dan nutrisi penting lainnya bagi tubuh, termasuk kulit Anda.

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    7 tips merawat kulit dari dalam tidak akan lengkap tanpa pikiran positif dan energi yang Sobat tangkap dan keluarkan. Sebaik-baiknya tubuh yang sehat, masih lebih sehat lagi jika Sobat menjaga pikiran positif dan wajah yang selalu tersenyum sepanjang hari.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai perawatan kulit alami dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia


     

    Referensi:

    • Prevention.com: How Sugar Ages Your Skin
    • TanyaDok.com: Vitamin C untuk Kesehatan Kulit?
    • TanyaDok.com: Cara Meremajakan Kulit
    Read More
  • Jerawat seringkali merupakan masalah pada kulit wajah yang sangat sensitif. Jerawat juga dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri pada semua wanita. Banyak cara yang sering dilakukan kaum hawa untuk menyingkirkan jerawat. Mulai dari memakai pencuci muka yang mahal, perawatan dokter, atau memakai krim tertentu yang justru bisa membahayakan wajah. Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan […]

    Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    Jerawat seringkali merupakan masalah pada kulit wajah yang sangat sensitif. Jerawat juga dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri pada semua wanita. Banyak cara yang sering dilakukan kaum hawa untuk menyingkirkan jerawat. Mulai dari memakai pencuci muka yang mahal, perawatan dokter, atau memakai krim tertentu yang justru bisa membahayakan wajah.

    Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan Cara Mencegahnya

    Ada juga beberapa dari kaum hawa pergi ke salon dan klinik kecantikan hanya untuk perawatan wajah, sehingga tidak akan ada jerawat yang muncul di wajah mereka. Namun, beberapa dari kaum hawa ada yang tidak ingin tersentuh dari bahan kimia. Tahukah Sobat bahwa makanan dan ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat di wajah.

    Beberapa hal yang bisa Sobat lakukan agar terbebas dari jerawat yang sering muncul di wajah Sobat, simak ulasannya berikut ini

    1. Membiasakan membersihkan make up pada wajah

    Wajah yang kurang bersih, biasanya dapat menimbulkan jerawat. Terkadang kalian lupa bahwa make up yang terlalu lama dipakai dan tidak cocok di kulit kalian dapat menimbulkan masalah pada wajah Sobat berupa jerawat. Sobat bisa membersihkannya dengan make up remover, milk cleanser dan sejenisnya.

    Produk Terkait: Emina Creamy Milk Cleansing Lotion

    2. Memegang wajah dan menekan jerawat

    Hindari memegang wajah dengan tangan kotor, hal ini akan mengakibatkan jerawat karena wajah Sobat rentan oleh bakteri dan kuman penyebab jerawat. Terkadang jika kita mengetahui jerawat akan muncul di wajah, sebagian kaum hawa akan menekan jerawat dan di pencet-pencet, hal itu juga memicu penyumbatan pada pori-pori dan membuat jerawat semakin meradang.

    3. Olahraga

    Olahraga dilakukan bukan hanya untuk tubuh yang sehat atau menurunkan berat badan, olahraga juga bermanfaat untuk kulit wajah Sobat menjadi lebih sehat. Olahraga akan memperlancar peredaran darah dan berpengaruh pada kulit wajah Sobat serta membuat kulit wajah semakin cantik dan bebas dari jerawat

    4. Hindari makanan Junk Food

    Banyak sekali kaum hawa yang tidak pernah memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan junk food atau makanan yang tidak menyehatkan tubuh. Hal tersebut merupakan salah satu pemicu jerawat yang muncul di wajah.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    Sobat harus mengurangi berbagai makanan yang menjadi pemicu jerawat di antaranya berupa:

    • susu yang berlebihan,
    • makanan cepat saji seperti mie instan
    • pizza
    • minuman yang bersoda dan beralkohol

    5. Konsumsi Makanan Sehat

    Jerawat bisa muncul dikarenakan makanan yang tidak menyehatkan atau mengandung zat tertentu. Mengonsumsi makanan sehat juga penting bagi tubuh dan wajah. Beberapa buah juga dapat membantumu mencegah jerawat.

    Beberapa contoh sayur atau buah yang dapat menghilangkan jerawat:

    • Makanan sehat yang mengandung vitamin A
    • Mengandung Vitamin C dan E
    • Mengandung Omega 3
    • Mengandung selenium dan zinc

    Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih minimal 5-8 gelas pada wanita perhari.

    6. Masker Alami

    Jika kalian tidak ingin merogoh kantong yang mahal, Sobat bisa membat masker secara alami sendiri di rumah. Masker yang bisa mencegah jerawat serta membuat kulit tampak lebih cerah, lembut dan bersih dari jerawat yang mengganggu.

    Baca Juga: Kulit Wajah Kusam? Yuk, Cegah dengan Masker Alami dari Buah

    Beberapa bahan yang akan kita bahas dibawah ini bisa Sobat pergunakan untuk membuat masker alami.

    • Masker madu dan alpukat
    • Masker lemon
    • Masker dari soda kue dan air
    • Masker madu dan yoghurt
    • Masker jeruk nipis
    • Masker kunyit dan pisang

    Ingin wajah bebeas dari jerawat membandel? Yuukk lakukan langkah diatas untuk mencegah wajah berjerawat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, dan jangan lupa hidup sehat dengan pola makan yang sehat serta olahraga agar badan dan kulitmu sehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan wajah berjerawat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja