Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 1–10 of 182 results

  • Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut. Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan […]

    4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut.

    ibu melahirkan


    Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan terdepan dalam menghadapi Covid-19. Tak ketinggalan protokol kesehatan untuk ibu hamil.

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Protokol diperlukan mengingat Corona adalah virus yang mudah menyebar dan cepat masuk ke dalam sistem pernafasan utama seperti paru-paru. Apalagi ibu hamil merupakan orang yang mudah terpapar virus tersebut karena daya tahan tubuh yang menurun. 

    Tidak hanya ibu hamil, bayi yang dikandung juga terpapar virus sehingga setelah dilahirkan harus segera dijauhkan dari sang ibu.

    Meskipun penelitian belum bisa dengan pasti mengungkapkan tingkat penularan tersebut. Adanya Corona yang mempunyai efek sangat mematikan juga membuat ibu hamil menjadi enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau mengikuti kelas khusus ibu hamil. Ketakutan juga ditambah dengan belum adanya standarisasi yang lengkap untuk APD tenaga medis.

    Lalu seperti apakah protokol atau pedoman kesehatan untuk ibu hamil pada masa pandemi atau new normal? Simak poin-poin di bawah ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Toto Wisnu Hendarto dari PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

    1. Memulai Pencegahan dengan Membaca KIA

    Seperti yang sudah diumumkan oleh WHO pada akhir 2019 bahwa untuk mencegah dan memutus penyebaran virus Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik.

    Perihal mencuci tangan yang baik dan benar ini juga ada dalam buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang telah direvisi.

    Di dalam buku pegangan utama tersebut juga dijabarkan bahwa mencuci tangan untuk ibu hamil harus memakai juga hand sanitizer dengan kandungan alkohol sebanyak 70% apabila sabun cuci tangan tidak tersedia.

    KIA untuk Corona ini juga memuat beberapa poin penting seperti penggunaan masker untuk mencegah cipratan air liur, baik langsung maupun tidak langsung.

    Kemudian menghindari kontak dengan tidak bepergian ke daerah-daerah rawan Corona serta tidak berinteraksi dengan hewan-hewan penyebab virus tersebut seperti kelelawar, tikus, dan musang.

    2. Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Protokol Covid-19

    Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang harus dilakukan untuk ibu hamil supaya bisa mengetahui kesehatan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan terpercaya milik pemerintah atau swasta.

    Namun dalam masa pandemi atau new normal ini, diusahakan agar bumil tidak terlalu menunggu lama dalam memeriksakan kehamilan. Karena itu, perlu dibuat perjanjian antara ibu hamil dan pihak pemeriksa.

    Untuk panduan pemeriksaan kesehatan, bumil dapat membaca panduannya melalui KIA 2020 yang telah direvisi. KIA juga memuat beberapa risiko tanda bahaya yang mesti diketahui oleh si ibu hamil untuk bayi yang dikandungnya.

    Apabila si ibu hamil merasa ada tanda bahaya seperti yang termuat dalam KIA, disarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Baca Juga: 9 Tips ASI setelah melahirkan


    Untuk masa pandemi ini, petugas kesehatan bisa mendatangi rumah supaya ibu hamil bisa menghindari virus Corona, dan ibu hamil dapat mengikuti kelas pelatihan kehamilan secara online. Apabila bumil terindikasi terkena Covid-19, pemeriksaan USG bisa ditunda sampai masa isolasi berakhir.

    Untuk ibu hamil yang terindikasi terkena Covid-19 juga memerlukan beberapa penanganan khusus seperti tidak memberikan tablet tambah darah, petugas kesehatan melakukan antenatal care selama 14 hari setelah isolasi, dan pembentukan tim multi-disiplin yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, serta pemberian konseling.

    3. Ketahui Beberapa Tingkatan Pelayanan

    Toto Wisnu Hendarto juga memaparkan tingkatan pelayanan kelahiran pada masa pandemi dan new normal. Terdapat tiga level seperti yang tercantum di KIA 2020 hasil revisi yaitu,

    • Level I untuk kemampuan penanganan dasar
    • Level II A dan B untuk kemampuan penanganan khusus
    • Level III A dan B untuk penanganan dasar namun subspesial 
    • Level III C dan D untuk penanganan lanjutan

    Level-level ini diberikan kepada fasilitas kesehatan sesuai dengan standar dan APD yang dimiliki untuk pengananan ibu hamil saat pandemi. Juga sesuai dengan status yang disandang si ibu hamil apakah penderita atau bukan. Jika ia penderita, tentu harus diketahui status penderitanya.

    Untuk level 1 di Indonesia berlaku ketentuan pelayanan umum seperti pasca kelahiran bayi, yaitu 37-42 minggu, dengan berat berkisar di 2.500-4.000 gram. Sedangkan pelayanan luar biasa ada pada level III plus.

    Karena level atau tingkatan yang berbeda, tentu saja APD yang digunakan juga berbeda seperti level III harus menggunakan delivery chamber.

    4. Pemberian Pelayanan untuk Bayi Baru Lahir

    Bayi yang baru lahir rentan terkena Corona dikarenakan belum mempunyai daya imunitas yang bagus. Untuk hal ini dalam pemaparannya IDAI memberikan 4 tahapan periode waktu dalam penanganan pasca-kelahiran.

    • Tahapan pertama adalah berdasarkan detik (30 detik)
    • Tahapan kedua berdasarkan jam (6-12 jam)
    • Tahapan ketiga berdasarkan hari (47-72 jam)
    • Tahapan  keempat berdasarkan minggu

    Pada tahapan pertama penanganan yang perlu dilakukan adalah resusitasi neonatal kurang lebih 30 detik yang meliputi pemberian kehangatan, pemberian posisi kepala untuk bernafas, pengeringan, dan perangsangan taktil.

    Apabila dalam tahapan ini bayi terindikasi Corona, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan prosedur aerosol generated secara isolatif.

    Pada tahapan kedua prosedur yang perlu dilakukan adalah neonatal esensial, pemberian vitamin K1, antibiotik, dan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang?

    Apabila bayi terkena Corona, neonatal esensial tetap dilakukan namun dengan melakukan isolasi selama 14 hari. Pada kategori ketiga perawatan yang perlu dilakukan adalah rooming in, pemeriksaan detak jantung, dan pemeriksaan hipotiroidisme.

    Apabila bayi terkena Covid-19 langkah yang perlu dilakukan adalah isolasi khusus berdasarkan protokol Covid-19, dan boleh meninggalkan rumah sakit.

    Tahapan terakhir adalah berdasarkan minggu yaitu dimulainya pemberian ASI secara terkontrol, monitor berat badan, dan monitor metabolisme bilirubin.

    Jika bayi pada tahapan ini terkena Corona, prosedur yang dilakukan adalah identifikasi final berdasarkan protokol Covid-19.

    Nah, itulah 4 poin penting dari IDAI mengenai prosedur melahirkan pada masa pandemi. Semoga bermanfaat bagi para ibu hamil yang ingin tetap melahirkan dalam keadaan sehat dan aman.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis.

    Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  

    Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks.

    Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

    FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan).

    Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang […]

    9 Ciri Wanita Sehat yang Sahabat Perlu Tahu!

    Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya.

    ciri wanita sehat

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang sehat:

    1. Memiliki Siklus Haid yang Teratur

    Siklus haid yang teratur dengan interval 27 sampai 35 hari merupakan tanda organ reproduksi yang sehat. Hal ini menunjukkan ovulasi dan keseimbangan hormonal dari otak ke ovarium yang normal. Biasanya, wanita yang tidak sehat seperti bertubuh gemuk atau terlalu kurus cenderung mengalami menstruasi yang tidak teratur.

    2. Memiliki Rambut Tebal dan Kuku Kuat

    Memiliki rambut yang tebal dan kuat serta memiliki kuku yang cepat tumbuh dan tidak mudah patah juga merupakan tanda kesehatan yang baik.

    Sebaliknya, apabila memiliki rambut yang tipis atau kuku yang rapuh tandanya kekurangan nutrisi dalam tubuhnya seperti karenaa kurangnya zat besi, vitamin D, serta nutrisi penting lainnya. Tidak hanya itu, kondisi stres juga bisa mempengaruhi kesehatan kuku dan rambut.

    3. Jarang Sakit Kepala

    Keluhan sakit kepala pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Sakit kepala sendiri merupakan efek dari stres atau otot yang tegang, hal tersebut merupakan hal yang normal.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Namun, pada orang yang sehat, sakit kepala hanya akan berlangsung dalam waktu sebentar dan jarang terjadi. Nah, pada orang yang tidak sehat biasanya akan sering mengalami sakit kepala yang berat dan bahkan tidak kunjung membaik meskipun setelah minum obat.

    4. Berenergi

    Apabila Sahabat Sehat bangun pagi dengan perasaan segar dan siap menghadapi hari, artinya tubuh memiliki energi yang cukup. Sedangkan kebanyakan orang yang sedang sakit atau kekurangan vitamin tubuhnya akan merasa mudah lelah, kurang berenergi, dan sering mengantuk.

    5. Memiliki Napas yang Segar

    Memiliki bau mulut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan gigi, namun hal tersebut juga merupakan petunjuk kesehatan secara umum. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang juga berada di usus.

    Jika Sahabat Sehat memiliki napas yang segar, itu merupakan indikasi dari mikroba usus yang seimbang. Dan sebaliknya, apabila mulutnya berbau tidak sedap tandanya ada penyakit tersembunyi, seperti penyakit diabetes, penyakit lambung, atau gangguan ginjal.

    6. Memiliki Kulit yang Tampak Sehat

    Kulit merupakan salah satu organ terbesar di dalam tubuh manusia. Kondisi kulit wajah dan leher tidak hanya menggambarkan ciri genetik seseorang, namun juga kesehatannya dan pengaruh lingkungan.

    Seseorang yang memiliki kulit yang tampak sehat dapat menandakan kondisi kesehatan tubuhnya secara keseluruhan cukup baik.

    7. Memiliki Mata yang Jernih

    Selain kulit, mata juga merupakan penggambaran dari kesehatan tubuh wanita. Mata yang terlihat jernih menunjukkan tidak adanya penyakit tersembunyi. Selain itu, mata juga merupakan jendela jiwa.

    Misalnya pada orang yang kurang istirahat ataupun sedang merasa sedih dan depresi, akan terlihat dari matanya bahwa jiwanya sedang tidak tenang.

    8. Komposisi Lemak Tubuh Normal

    Apabila Sahabat Sehat memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi, artinya tubuh lebih banyak menumpuk jaringan lemak dibandingkan otot. Lemak tubuh yang tinggi akan memberikan dampak negatif pada metabolisme, gula darah, pergerakan tubuh, dan kesejahteraan mental.

    Baca Juga: Hati-hati! 10 Daftar Makanan Mengandung Lemak Jenuh Tinggi!

    Maka dari itu, ciri-ciri wanita sehat salah satunya adalah memiliki komposisi lemak tubuh yang normal dan tidak berlebihan.

    9. Nyeri Haid Ringan

    Setiap wanita dewasa pasti memiliki kondisi dimana nyeri saat sedang haid. Namun, salah satu ciri wanita sehat adalah yang hanya memiliki nyeri haid ringan.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki nyeri haid yang berat, bisa menandakan adanya endometriosis dan harus segera diperiksakan ke dokter.

    Selain ciri-ciri di atas, wanita yang sehat juga pastinya memiliki kulih wajah yang sehat. Maka dari itu, penting juga untuk mengenali ciri-ciri kulit wajah sehat. Berikut ciri-ciri kulit wajah yang sehat:

    Terhidrasi dengan Baik

    Ciri-ciri wanita yang memiliki wajah sehat adalah memiliki wajah yang lembab. Kelembapan ini biasanya dipengaruhi oleh hidrasi kulit yang baik.

    Kulit wajah yang terhidrasi dengan baik akan memiliki tingkat kekenyalan yang tinggi, sehingga tidak mudah keriput. Agar memiliki kulit wajah yang lembap dan terus terhidrasi, Sahabat Sehat bisa menggunakan pelembap secara rutin di pagi dan malam hari.

    Selain itu jangan lupa juga untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari, serta rajin mengonsumsi buah dan sayur ya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Memiliki Warna Kulit yang Merata

    Adanya warna kulit wajah yang tidak merata, seperti adanya area wajah yang terlalu merah atau ditemukannya dark spots pada kulit wajah, bisa menandakan kulit yang tidak sehat.

    Salah satu penyebab warna kulit wajah tidak merata adalah paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan. Hal ini yang menjadi alasan bahwa setiap wanita harus menggunakan sunscreen dengan tingkat SPF tinggi, serta mengaplikasikan ulang setiap tiga atau empat jam sekali.

    Memiliki Tekstur yang Lembut

    Sahabat Sehat bisa mengenali ciri-ciri kulit wajah yang sehat dengan merasakan teksturnya. Tekstur kulit wajah yang halus, lembut, dan lembab merupakan penandanya. Jika Sahabat Sehat ingin mendapatkan kulit wajah yang halus dan lembut bisa menerapkan eksfloasi dengan rutin.

    Kulit Wajah Bebas dari Jerawat

    Memiliki kulit wajah yang bebas jerawat dan keriput merupakan ciri-ciri kulit wajah sehat. Kondisi kulit wajah yang bebas dari kedua masalah tersebut bisa didapatkan apabila Sahabat Sehat merawat kulit kalian dengan tepat dan benar.

    Adapun penyebab jerawat di antaranya adalah terlalu sering begadang, stres, dan bisa juga karena faktor keturunan. Gaya hidup yang kurang sehat juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit, seperti mengonsumsi makanan yang manis, gorengan, alkohol, dan merokok.

    Nah, dengan demikian sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui ciri-ciri tubuh yang sehat seperti apa. Namun, walaupun begitu, Sahabat Sehat tetap disarankan untuk melakukan medical check up agar bisa memastikan tubuh dalam kondisi baik-baik saja dan bisa terhindar dari berbagai penyakit berat nantinya salah satunya kanker serviks.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Untuk itu, Sahabat bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 10 Tanda Tubuh yang Sehat pada Perempuan Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/13/071000220/10-tanda-tubuh-yang-sehat-pada-perempuan?page=2> [Accessed 20 April 2021].
    2. Kustiani, R., 2021. 7 Ciri Orang Sehat Sempurna. [online] Tempo. Available at: <https://cantik.tempo.co/read/899602/7-ciri-orang-sehat-sempurna/full&view=ok> [Accessed 20 April 2021].
    3. Tysara, L., 2021. 8 Ciri-Ciri Kulit Wajah Sehat, Pahami Tips Mudah Memilikinya. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4455020/8-ciri-ciri-kulit-wajah-sehat-pahami-tips-mudah-memilikinya> [Accessed 20 April 2021].
    Read More
  • Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini! Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat […]

    Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

    menjaga reproduksi kesehatan wanita

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini!

    Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh yang mencakup fisik, mental, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat.

    Fungsi dari proses reproduksi sendiri bukanlah kondisi yang terbebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

    Tujuan Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Kesehatan Reproduksi yang menjamin setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan, dimana peraturan ini juga menjamin kesehatan perempuan dalam usia reproduksi sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas yang nantinya berdampak pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

    Berdasarkan peraturan diatas bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada perempuan termasuk kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi perempuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya yang pada akhirnya dapat membawa pada peningkatan kualitas hidupnya itu sendiri.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Dukungan yang dapat menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksi berupa pengadaan informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesehatan reproduksi secara optimal. Berikut tujuan utama menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya

    – Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.

    – Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dan anak-anaknya.

    Dampak Apabila Tidak Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjaga Kesehatan reproduksi adalah kebersihan di area intim, terutama saat menjelang datang bulan. Pada saat haid, kelembaban di area intim meningkat karena pembalut yang menampung darah. Wanita disarankan untuk sering mengganti pembalut, agar tidak terkena infeksi dan menjaga kebersihan diri.

    Adapun risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika tidak menjaga kesehatan alat reproduksi yaitu akan lebih rentan terkena infeksi atau peradangan, infeksi jamur yang memiliki gejala seperti gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tidak sedap bahkan keputihan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Cara Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berikut cara-cara untuk menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Menggunakan handuk yang lembut, kering, bersih, tidak berbau atau lembab untuk menjaga reproduksi wanita

    – Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat

    – Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari

    – Sesudah buang air kecil, bersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang. Hal ini berfungsi agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk kedalam organ reproduksi.

    Oleh sebab itu, setiap wanita wajib bertanggung jawab menjaga kesehatan reproduksinya sendiri dengan menerapkan perilaku yang sehat setiap harinya.

    Sistem reproduksi yang sehat menjadi salah satu keharusan bagi wanita, terlebih lagi mereka menginginkan kesuburan ada dirinya. Makan, minum, olahraga, dan menjaga metabolisme tubuh memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tersebut.

    Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

    Nah, sahabat ada beberapa tips bagi Anda untuk menjaga kesehatan reproduksi, antara lain:

    – Menjaga Berat Badan

    Menjaga berat badan merupakan hal sangat penting, terlebih lagi jika ingin merencanakan kehamilan. Bila memiliki berat badan yang berlebihan, maka tubuh tidak menghasilkan cukup estrogen dan sistem reproduksi akan terganggu.

    – Tidak merokok

    Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, baik pria maupun wanita. Ketika kalian merokok, dapat merusak perkembangan estrogen dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan sel telur yang terdapat dalam tubuh akan mengalami kelainan genetik.

    – Berhubungan seks yang aman

    Para ahli menyatakan, penyakit menular yang diakibatkan melalui seksual dapat membuat organ reproduksi tidak subur. Oleh karena itu, penting untuk melakukan seks dengan aman. Jangan berganti pasangan untuk melakukan hubungan seks.

    – Pola hidup sehat

    Makan makanan yang sehat, olahraga teratur dan manajemen stres akan membuat sistem reproduksi tetap sehat dan sistem tubuh dalam kondisi baik.

    Baca Juga: Healthy Sexual Life in Women

    Jadi, Sahabat Sehat sudah paham kan akan pentingnya menjaga reproduksi kesehatan wanita? Kalau sudah paham, mari lebih menjaga reproduksi kesehatan yuk, agar tubuh ini menjadi lebih sehat dan bebas dari penyakit.

    Supaya kesehatan reproduksi terjaga terutama dari virus HPV, yuk Sahabat mari vaksinasi HPV di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Republika Online. 2021. 4 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita |Republika Online. [online] Available at: <https://republika.co.id/berita/nsw4v7359/4-cara-menjaga-kesehatan-reproduksi-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    2. bantulkab.go.id. 2021. Kesehatan Reproduksi Remaja – DPPKBPMD Bantul. [online] Available at: <https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/kesehatan-reproduksi-remaja/> [Accessed 29 January 2021].
    3. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. [online] Available at: <https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-menjaga-kebersihan-alat-reproduksi> [Accessed 29 January 2021].
    4. [online] Available at: <http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kespro-dan-KB-Komprehensi.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari. Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya. Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter. […]

    Waspada, Mitos Kesehatan Wanita yang Berbahaya!

    Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari.

    Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya.

    Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter.

    mitos kesehatan wanita

    Baca Juga: Hubungan antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Banyak sekali mitos yang beredar terkait kesehatan pada wanita. Jadi, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya dengan informasi tentang kesehatan wanita sebelum tahu informasi yang sebenar-benarnya. Yuk, sekarang kita bahas beberapa mitos yang harus diketahui.

    1. Gairah seksual wanita akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia

    Terkait menopause atau berhentinya menstruasi pada wanita akibatnya menurun hormon estrogen mungkin membuat gairah seks pada wanita juga menurun.

    Tetapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan menghilangnya gairah seks pada wanita. Karena menurut sebagian besar responden perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun justru tetap bisa melakukan hubungan seks beberapa kali dalam sebulan.

    2. Air kencing wanita lebih sedikit daripada pria

    Pada umumnya, wanita sering sekali ke toilet untuk buang air kecil dalam jeda waktu yang dekat. Akan tetapi, pria jarang sekali ke toilet untuk buang air kecil, namun bukan berarti air kencing wanita lebih sedikt dari pria. Hanya saja yang membedakan adalah jeda waktunya dan pastinya tergantung dengan apa yang mereka minum.

    3. Berbahaya jika sering berolahraga

    Setiap tubuh memiliki kondisi kesehatan fisik yang berbeda, artinya setiap orang juga memiliki pola hidup yang berbeda-beda. Mengenai apakah seseorang membutuhkan olahraga yang intens atau secukupnya saja, tergantung pada kondisi kebutuhan fisik masing-masing orang.

    Jadi, wanita boleh-boleh saja jika ingin melakukan olahraga yang intens seperti atlet. Namun, pada wanita yang sedang menstruasi memang disarankan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas berat, karena bisa menyebabkan kram perut sehingga menstruasi semakin berat atau bahkan mengganggu siklus menstruasi.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    4. Tidak akan hamil saat menstruasi

    Banyak sekali pasangan yang gagal mencegah kehamilan dengan sistem kontrasepsi kalendar. Mengapa? Karena sperma sebenarnya akan bertahan di dalam organ reproduksi wanita selama satu minggu.

    Nah, sperma yang sabar menanti akan sangat besar kemungkinannya untuk membuahi sel telur yang sudah matang sehingga tetap bisa terjadi kehamilan meskipun sedang menstruasi.

    5. Dokter bisa mengetahui wanita yang tidak perawan

    Dokter tidak bisa mengetahui secara kasat mata, mana wanita yang sudah tidak perawan atau masih perawan. Namun, dengan perubahan fisik wanita yang sudah pernah melahirkan atau mempunyai anak, dokter bisa lebih mudah untuk membedakannya dengan wanita yang belum pernah melahirkan.

    6. Wanita yang mempunyai kerabat dekat atau tinggal bersama punya jadwal menstruasi yang sama

    Banyak sekali yang percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa jika wanita sering tinggal bersama dengan teman wanita lainnya akan memiliki jadwal menstruasi yang hamper serupa.

    Nah, awalnya berdasarkan penelitian dari ahli psikologi menunjukkan bahwa hal ini adalah benar. Namun, setelah dipelajari lebih detail lagi, ternyata ada keselahan dalam statisnya, sehingga bisa dikatakan mitos ini tidak benar.

    7. Ejakulasi di luar tidak akan menyebabkan hamil

    Siapa bilang ejakulasi di luar tidak bisa menyebabkan hamil? Kesalahan paling besar adalah ketika percaya dengan mitos satu ini. Saat berhubungan seksual, pria mengeluarkan sejumlah cairan yang disebut dengan pre-ejakulat yang berfungsi sebagai pelumas.

    Nah, cairan ini meskipun jumlahnya sedikit namun didalamnya tetap mengandung sperma. Jadi, saat penis penetrasi di dalam vagina dan cairan tersebut keluar bisa tetap menyebabkan kehamilan, walaupun penis ditarik keluar sebelum ejakulasi.

    8. Wanita yang baru pertama kalinya berhubungan seks tidak akan hamil

    Saat wanita sudah mendapat menstruasi, kapanpun hubungan seks dilakukan, sel telur dalam organ reproduksinya akan selalu siap untuk dibuahi. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan mitos seperti ini. Karena bahkan pada wanita yang usianya masih sangat muda justru lebih subur dan cepat untuk memperoleh kehamilan dibandingkan dengan wanita yang sudah berumur.

    Apalagi jika melakukan hubungan seks di masa masa setelah selesai menstruasi, kemungkinan untuk memperoleh kehamilannya akan lebih besar. Jadi, tetap harus waspada dan jangan sesekali melakukan hubungan seks diluar status menikah ya.

    9. Mengonsumsi pil KB tidak akan terkena penyakit menular seksual

    Manfaat dari penggunaan pil KB adalah untuk menunda kehamilan, dan akan efektif selama dikonsumsi secara teratur. Jenis kontrasepsi ini tidak dapat mencegah penyakit menular seksual. Jadi, jika melakukan hubungan seksual berisiko dan ingin terhindar dari penyakit menular seksual, sebaiknya tetap gunakan kondom ya.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin bagi Kesehatan

    Setelah membaca fakta yang telah dipaparkan terhadap mitos yang beredar di masyarakat dapat disimpulkan bahwa penting untuk selalu menyaring informasi yang diterima, apalagi jika terkait dengan kesehatan wanita.

    Usahakan untuk tidak hanya membaca dari satu sumber informasi saja, dan coba konfirmasi informasi tersebut secara langsung ke dokter agar lebih terjamin validitasnya.

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan wanita dan produk-produk kesehatan yang terkait seperti vaksinasi HPV Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. Sulaeman S. Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3878362/hai-wanita-saatnya-kamu-berhenti-percaya-pada-mitos-kesehatan-ini
    2. Utama H, Sehat H, Diketahui 8. 8 Mitos Kesehatan Wanita yang Perlu Diketahui [Internet]. @CekAja. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.cekaja.com/info/terungkapnya-8-mitos-tentang-kesehatan-wanita
    3. Media K. 5 Mitos Kesehatan Wanita [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/12/19/10455433/5.Mitos.Kesehatan.Wanita
    4. Media K. Mitos dan Fakta Reproduksi, Hati-hati Keliru [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/10/06/12283222/mitos.dan.fakta.reproduksi.hati-hati.keliru
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja