Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 1–10 of 238 results

  • Kanker serviks adalah kanker paling umum keempat pada wanita di seluruh dunia, dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian pada tahun 2020. Sekitar 90% dari kasus baru dan kematian di seluruh dunia pada tahun 2020 terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Indonesia. Sebagian besar kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh human […]

    Vaksinasi Turunkan Risiko Kanker Serviks Pada Wanita Muda

    Kanker serviks adalah kanker paling umum keempat pada wanita di seluruh dunia, dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian pada tahun 2020. Sekitar 90% dari kasus baru dan kematian di seluruh dunia pada tahun 2020 terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Indonesia. Sebagian besar kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Sekitar 50% pra kanker serviks disebabkan oleh dua jenis human papillomavirus (HPV) yakni strain 16 dan 18.

    Apa peran vaksinasi dalam mencegah kanker serviks? Mari simak penjelasannya.

    Vaksinasi Turunkan Risiko Kanker Serviks Pada Wanita Muda

    Vaksinasi Turunkan Risiko Kanker Serviks Pada Wanita Muda

    Kanker Serviks Berkembang secara Perlahan

    HPV adalah infeksi virus yang paling umum pada saluran reproduksi. Jalur penularan utama HPV adalah melalui hubungan seksual. Meskipun sebagian besar infeksi HPV sembuh dengan sendirinya dan sebagian besar lesi pra-kanker sembuh secara spontan, ada risiko bagi semua wanita bahwa infeksi HPV dapat menjadi kronis dan lesi pra-kanker berkembang menjadi kanker serviks invasif.

    Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan, sekitar 15-20 tahun setelah infeksi HPV awal. Sementara pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, waktu kanker serviks lebih singkat, yakni hanya 5 sampai 10 tahun pasca infeksi HIV yang tidak diobati. Vaksinasi HPV, skrining awal serta pengobatan lesi pra-kanker secara dini adalah cara yang efektif dan hemat biaya untuk mencegah kanker serviks.

    Dapatakan: Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Proteksi Vaksin HPV terhadap Kanker Serviks

    Kini terdapat beberapa tipe vaksin HPV yang sudah diakui oleh WHO, semuanya melindungi dari HPV tipe 16 dan 18. Strain ini adalah strain onkogenik yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Beberapa vaksin HPV ialah:

    • Vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9, 9vHPV): mengandung 9 strain (16,18 dan 5 strain onkogenik tambahan), belum tersedia di Indonesia.
    • Vaksin quadrivalent HPV (Gardasil, 4vHPV) : mengandung 4 strain (16,18, 11, 6), sudah tersedia di Indonesia; strain 6 &11 dapat memproteksi terhadap kutil kemaluan dan anus.
    • Vaksin HPV bivalen (Cervarix, 2vHPV): mengandung 2 strain (16,18), sudah tersedia di Indonesia.

    Berikut ini adalah berbagai fungsi vaksin HPV:

    • Mencegah timbulnya kutil pada kemaluan dan anus 
    • Infeksi HPV dapat menimbulkan papilloma/ kutil seperti kembang kol pada area kemaluan. Vaksin HPV berfungsi untuk mencegah hal ini.
    • Mencegah lesi pra kanker yang disebabkan oleh HPV
    • Mencegah lesi kanker yang invasif
    • Vaksin HPV berfungsi untuk melindungi terhadap kanker serviks sebesar 90%.

    Vaksin HPV bekerja dengan optimal bila diberikan sebelum paparan virus HPV. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan vaksinasi HPV pada perempuan mulai usia 9 tahun, dimana mayoritas perempuan belum berhubungan seksual.

    Baca Juga: Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Jadwal Vaksinasi HPV

    Ada 2 jenis jadwal pemberian vaksin HPV:

    • Jadwal 2 dosis direkomendasikan untuk orang yang mendapatkan dosis pertama sebelum usia 15 tahun. Dalam seri 2 dosis, dosis kedua harus diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama (jadwal 6-12 bulan).
    • Jadwal 3-dosis dianjurkan untuk orang-orang yang mendapatkan dosis pertama pada atau setelah usia 15 tahun, dan untuk orang-orang dengan kondisi imun rendah. Dalam seri 3 dosis, dosis kedua harus diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga harus diberikan 6 bulan setelah dosis pertama (jadwal 0, 1-2, 6 bulan).

    Di Indonesia, vaksin HPV sudah diwajibkan pada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Hal ini dilaksanakan dalam program kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap tahunnya.

    Baca Juga: Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Bagi Moms yang anaknya tidak mendapatkan kesempatan vaksinasi HPV di sekolah, vaksin HPV juga dapat dilakukan dengan pembiayaan mandiri bersama ProSehat. Layanan ini dapat dilakukan di rumah maupun di klinik mitra ProSehat. Ayo, jangan tunda untuk vaksin HPV.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, et al. Global cancer statistics 2020.
    2. World Health Organization. Cervical Cancer [Internet]. Geneva: WHO; 2022 [updated 2022 Feb 22; cited 2022.
    3. National Cancer Institute. Large Study Confirms that HPV Vaccine Prevents Cervical Cancer [Internet]. Maryland: National Cancer Institute; 2020.
    4. CDC. HPV Vaccine Schedule and Dosing [Internet]. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2021.
    Read More
  • Serviks atau leher rahim tentunya berbeda dengan rahim menurut anatominya. Berdasarkan gambar dibawah ini, rahim atau kandungan (uterus) berada di bagian, sedangkan serviks atau leher rahim berada tepat di bawah rahim. Selain anatominya, bagaimana dengan penyebab dan gejalanya? Yuk simak ulasannya. Gambar 1. Anatomi Sistem Reproduksi pada Wanita Kanker Serviks Kanker serviks adalah kanker atau […]

    Yuk, Kenali Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Rahim

    Serviks atau leher rahim tentunya berbeda dengan rahim menurut anatominya. Berdasarkan gambar dibawah ini, rahim atau kandungan (uterus) berada di bagian, sedangkan serviks atau leher rahim berada tepat di bawah rahim. Selain anatominya, bagaimana dengan penyebab dan gejalanya? Yuk simak ulasannya.

    Anatomi Sistem Reproduksi pada Wanita

    Gambar 1. Anatomi Sistem Reproduksi pada Wanita

    Kanker Serviks

    Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut.

    Serviks merupakan organ kewanitaan sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.

    Secara umum, kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dari total kematian 234.511 kasus.

    Kanker serviks menempati urutan tertinggi kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia.

    Hampir 95% kanker serviks pada wanita disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus). Infeksi virus HPV biasanya terjadi pada perempuan di usia reproduksi.

    Ada dua golongan HPV, yaitu HPV risiko tinggi atau HPV onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58; dan HPV risiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan lainnya.

    Cegah Kanker Serviks sejak dini: Cek Harga Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Gejala Awal Kanker Serviks

    Umumnya pasien kanker serviks tidak mengalami gejala apapun pada stadium awal sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut.

    Gejala yang mungkin timbul berupa :

    • Perdarahan vagina
    • Keputihan
    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Gejala Lanjut Kanker Serviks

    Kanker serviks kemungkinan akan bermetastasis atau menyebar ke organ lainnya seperti panggul sampai ke kelenjar getah bening yang ada pada seluruh tubuh.

    Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa :

    • Nyeri kaki
    • Berat badan menurun drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang).

    Kanker Rahim

    Kanker rahim atau kanker uterus adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam rahim. Kanker rahim paling sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa-masa menopause atau berusia diatas 50 tahun.

    Kanker rahim terjadi ketika sel-sel rahim tumbuh tidak terkendali sehingga membentuk tumor atau benjolan yang bersifat ganas.

    Baca Juga: Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Penyebab Kanker Rahim

    Setiap perempuan berpeluang terkena kanker. Diduga perubahan hormon esterogen menjadi pemicu utama terjadinya kanker rahim. Berikut ini faktor resiko yang menyebabkan tingginya kadar estrogen dalam tubuh:

    • Berat badan berlebih (overweight)
    • Sedang menjalani terapi hormon pengganti atau Hormon Replacement Therapy
    • Pernah menderita polycystic ovarian syndrome (PCOS)
    • Menopause diatas 55 tahun
    • Memiliki riwayat diabetes melitus
    • Mempunyai keluarga dengan riwayat kanker ovarium atau kanker uterus.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Gejala Kanker Rahim

    Gejala kanker rahim mirip dengan gejala kanker serviks, diantaranya:

    • Perdarahan atau timbul bercak darah yang timbul setelah menopause
    • Perdarahan pervaginam yang berlebihan pada saat menstruasi
    • Perdarahan pervagina diluar periode menstruasi
    • Nyeri pada pinggang yang menjalar ke belakang
    • Nyeri saat berhubungan seksual
    • Munculnya darah saat buang air kecil.

    Untuk dapat membedakannya, konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut dan mendalam. Baik Anda memiliki risiko kanker atau tidak, pencegahan adalah salah satu langkah penting untuk melindungi Anda. Sayangnya, belum ada vaksinasi yang melindungi spesifik dari kanker rahim, tapi Anda bisa terlindungi dari virus HPV.

    Baca Juga: Tahapan dan Cara Membaca Hasil Tes Pemeriksaan Pap Smear

    Sahabat Sehat, jadwalkan vaksinasi HPV Anda, keluarga, dan kerabat perempuan Anda dengan Prosehat. Anda bisa melakukannya di klinik mitra Prosehat maupun di rumah untuk kenyamanan Anda dengan harga mulai dari 1.000.000-an. Layanan vaksin di Prosehat ini tentu saja mempermudah Sobat yang bisa saja tidak mempunyai waktu sama sekali atau merasa kemahalan jika melakukan vaksinasi di rumah sakit, dan juga membuat Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika keluar rumah karena virus corona.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasaimunisasi anak, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. [online] Available at: <http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf
    2. Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia.
    3. Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
    4. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    5. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    6. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    7. Cancer.org.au. 2021. Uterine cancer | Causes, Symptoms & Treatments.
    8. nhs.uk. 2021. Womb (uterus) cancer – Symptoms.
    Read More
  • Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. […]

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. Maka dari itu, gejalanya pun berbeda-beda. Yuk, simak pengelompokan tingkat keparahan kanker serviks dan gejala yang menyertainya.

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Stadium dan Gejala Kanker Serviks

    Stadium 0

    Pada stadium 0, sel pra kanker sudah muncul di area dinding rahim, namun belum sampai masuk ke dalam leher rahim. Kanker stadium 0 disebut juga dengan carcinoma in situ.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium ini. Biasanya seseorang dengan stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Dapatkan: Vaksinasi HPV ke Rumah dari ProSehat

    Stadium 1

    Pada kanker serviks stadium 1, di permukaan serviks sudah ditemukan sel kanker dan masuk semakin dalam ke jaringan. Namun, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Stadium 1 memiliki dua tingkatan, yaitu:

    • Stadium 1A

    Pada tahap ini sel kanker masih sangat sedikit sehingga belum ada gejala fisik. Sel kanker belum menyebar jauh dari area sel kanker pertama kali muncul.

    • Stadium 1A.1

    Jumlah sel kanker masih sangat sedikit dan pertumbuhannya masih kurang dari 3 mm dari permukaan serviks.

    • Stadium 1A.2

    Ukuran sel kanker sedikit lebih besar yaitu sekitar 3-5 mm ke dalam jaringan serviks.

    • Stadium 1B

    Kanker stadium 1B belum menyebar ke jaringan lain yang berada di dekat maupun jauh dari lokasi awal timbulnya kanker. Ada tiga tingkatan Stadium 1B:

    • Stadium 1B.1

    Sel kanker tumbuh sekitar 5 mm ke dalam jaringan serviks, namun ukurannya kurang dari 2 cm.

    • Stadium 1B.2

    Ukuran sel kanker kurang lebih mencapai 2-4 cm.

    • Stadium 1B.3

    Ukuran sel kanker berkembang hingga 4 cm. Lokasi kanker masih pada area serviks.

    Orang dengan kanker serviks stadium 1 biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejalanya tidak begitu tampak. Gejala yang mungkin dikeluhkan juga biasanya tidak khas, diantaranya:

    • Perdarahan vagina

    Perdarahan ini menyerupai perdarahan menstruasi namun dengan durasi yang lama atau jumlah darah yang lebih banyak dari biasanya. Sebagian orang juga mengeluhkan timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.

    • Keputihan

    Pada pasien kanker serviks, keputihan berwarna merah muda atau coklat, berdarah, dan berbau busuk. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan seperti gumpalan darah.

    • Nyeri panggul

    Sebagian orang merasakan nyeri pada area panggul tanpa alasan jelas. Selain nyeri panggul, sebagian lainnya mengalami sakit pada punggung bawah, serta nyeri pada bagian bawah perut.

    • Nyeri saat berhubungan intim

    Selain perdarahan dari vagina, sebagian penderita kanker serviks juga mengalami nyeri pada bagian bawah perut saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Stadium 2

    Kanker serviks stadium 2 diartikan sel kanker sudah menyebar ke jaringan serviks dan rahim namun belum terdapat penyebaran ke dinding panggul atau vagina bagian bawah. Pada stadium ini terdapat dua tingkatan:

    • Stadium 2A

    Sel kanker menyebar dari jaringan serviks dan rahim namun belum ke jaringan sebelah serviks (parametrium).

    • Stadium 2A.1

    Ukuran kanker kurang dari 4 cm.

    • Stadium 2A.2

    Ukuran kanker sudah melebihi dari 4 cm.

    • Stadium 2B

    Sel kanker menyebar ke seluruh jaringan serviks, rahim dan parametrium.5

    Gejala pada stadium 2, sama dengan gejala awal yang terjadi pada stadium 1.

    Stadium 3

    Kanker serviks stadium 3 ditandai dengan menyebarnya sel kanker ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih. Ada tiga tingkatan pada stadium ini:

    • Stadium 3A

    Sel kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, namun belum sampai ke dinding panggul dan kelenjar getah bening.

    • Stadium 3B

    Sel kanker menyebar ke dinding panggul dan menyebabkan sumbatan di salah satu saluran kemih. Pada stadium ini pasien biasanya ginjal pasien mengalami pembengkakan (hidronefrosis). Akibatnya, pasien sulit berkemih dan terjadi nyeri hebat di pinggang.

    • Stadium 3C

    Pada stadium 3C, kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan pembuluh darah besar (para aorta).

    Stadium 4

    Pada kanker serviks stadium 4, kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru.

    • Stadium 4A

    Kanker sudah menyebar ke kandung kemih dan rektum sampai ke area luar panggul.

    • Stadium 4B

    Tahapan paling parah kanker stadium 4 ditandai dengan penyebaran sel kanker ke organ yang sangat jauh seperti kelenjar getah bening di area jauh dari rahim, paru-paru dan tulang.

    Gejala kanker serviks stadium 4 mirip dengan gejala pada stadium awal namun dengan intensitas dan keparahan yang lebih tinggi. Berikut gejala yang timbul pada stadium lanjut kanker serviks:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang). 

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Sahabat Sehat, gejala kanker serviks sangat beragam. Sayangnya, kanker serviks stadium awal jarang menunjukkan gejala yang khas. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala melalui pemeriksaan Pap smear. Jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi HPV dan hindari faktor risiko yang masih dapat dicegah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk vaksinasi dewasa, imunisasi anak,  multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021.
    2. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    3. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    4. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    5. Hertiwi Putri, N. and Utari, d., 2021. Stadium Kanker Serviks dari 0 hingga 4, Ini Perbedaannya.
    Read More
  • Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).  Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. […]

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 

    Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Berapa biayanya? Biaya vaksinasi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan. Untuk melakukan vaksinasi mandiri, pastikan Anda mendapatkan harga terbaik dari fasilitas kesehatan yang berkualitas.

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri Ini Kisaran Harganya

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV

    Biaya Vaksinasi HPV di ProSehat

    Biaya untuk melakukan vaksinasi HPV bervariasi, tergantung fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang menyediakan. Di fasilitas kesehatan atau rumah sakit swasta di Indonesia, harga vaksinasi HPV dimulai dari Rp.990.000 hingga lebih dari 1.250.000 per satu kali suntik. Disarankan untuk mempersiapkan dana lebih untuk kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

    Vaksinasi HPV adalah salah satu layanan unggulan di ProSehat. Sebagai upaya melawan kanker serviks, ProSehat menyediakan Layanan Vaksinasi Kanker Serviks yang dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat, seperti Klinik Kasih di Palmerah, dan di rumah dengan kisaran harga paket vaksin HPV sebagai berikut:

    Layanan di Klinik Kasih Palmerah

    1 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 1.100.000
    2 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 990.000
    3 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 1.900.000
    4 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun) Rp 5.850.000
    5 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun) Rp 4.880.000
    6 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 2.800.000

    Layanan ke Rumah

    7 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain Rp 1.250.000
    8 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Rp 1.700.000
    9 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10-13 Tahun) Rp 6.700.000
    10 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan >13 Tahun)  Rp 7.500.000
    11 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 2.800.000
    12 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain 

    (3 kali suntik)

    Rp 3.600.000
    13 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 4.500.000
    14 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 3 Orang)

    (1 kali suntik)

    Rp 1.250.000
    15 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 5 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 13.500.000
    16 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 10 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 25.800.000
    17 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek Pap Smear

    (3 kali suntik)

    Rp 4.800.000
    18 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek pap Smear

    (1 kali suntik)

    Rp 1.700.000

     

    Harga vaksinasi HPV yang ditawarkan oleh ProSehat pun bervariasi untuk 3 kali suntik. Lokasi vaksinasinya pun dapat Anda tentukan sendiri, bisa di klinik yang disediakan Prosehat maupun mendatangkan dokter ke rumah Anda. Jadi, Anda tak perlu repot keluar rumah. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya. 

    Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan Layanan Vaksinasi ke Rumah dari ProSehat.

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani langsung oleh dokter berizin resmi
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
    • Proses pembayaran mudah dan dapat dicicil
    • Mudah tanya informasi melalui Asisten Kesehatan Maya

    Baca Juga:

    Kenali Apa Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya
    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Vaksin Kanker Serviks?

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV di Jabodetabek

    Sementara itu, beberapa rumah sakit swasta juga menyediakan layanan vaksinasi HPV dengan harga yang bervariasi. Anda perlu memastikan jenis vaksinnya dan apa saja yang sudah dan belum termasuk dalam biaya tersebut. Misalnya buku vaksinasi, biaya administrasi rumah sakit, biaya tindakan penyuntikan, dan sebagainya.

    Oleh sebab itu, dianjurkan agar Anda mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin HPV yang diperkirakan.

    Berikut daftar harga layanan vaksinasi HPV di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Siloam Hospital, Bogor Rp 2.500.000
    2 RS EMC, Tangerang Rp 2.300.000
    3 RS EMC, Sentul Rp 2.475.000
    4 Rumah Sakit Umum Melania, Bogor  Rp 1.120.515
    5 RSIA Family Penjaringan, Jakarta Rp 2.838.000
    6 Mitra Keluarga, Kemayoran Rp 2.800.000
    7 RSIA Grand Family, Pantai Indah Kapuk Rp 2.838.000

    Baca Juga:
    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks
    Prosedur Pemeriksaan IVA untuk Mendeteksi Kanker Serviks

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin HPV di ProSehat dan di rumah sakit sekitar Jabodetabek. Segera hubungi ProSehat untuk layanan vaksinasi HPV di klinik maupun di rumah. Ajak juga keluarga dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasi, imunisasi anak, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga vaksinasi HPV terbaik dari ProSehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Harga Paket Layanan Vaksinasi HPV Datang ke Rumah.
    2. Media, K., 2022. Bukan Sasaran Program Pemerintah, Berapa Harga Vaksin HPV Mandiri?.
    3. Keluarga, M., 2022. Promosi – Mitra Keluarga – Promo Vaksin Kanker Serviks.
    4. Family, G., 2022. RSIA Grand Family – Paket Vaksin Kanker Serviks.
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim? Perdarahan seperti ini dapat menjadi sebuah kekhawatiran bagi wanita. Sebelum berpikir terlalu jauh, Sahabat perlu pahami bahwa ada banyak penyebab perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim. Yuk, kenali penyebab serta bagaimana cara mengatasinya. Vaginal Dryness Sebagian besar dari […]

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim? Perdarahan seperti ini dapat menjadi sebuah kekhawatiran bagi wanita. Sebelum berpikir terlalu jauh, Sahabat perlu pahami bahwa ada banyak penyebab perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim.

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Yuk, kenali penyebab serta bagaimana cara mengatasinya.

    Vaginal Dryness

    Sebagian besar dari kondisi vagina kering atau vaginal dryness disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

    Gangguan kadar estrogen akan menyebabkan pengeluaran cairan/ lendir vagina berkurang sehingga menyebabkan vagina kering. Sehingga, gesekan berulang saat berhubungan intim akan menyebabkan iritasi pada vagina yang menyebabkan rasa nyeri serta timbulnya perdarahan.

    Ketidakseimbangan hormon dapat terjadi pada:

    • Ibu menyusui
    • Wanita setelah melahirkan
    • Mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon, obat flu dan anti alergi
    • Sedang menjalani terapi dan pengobatan kanker 
    • Sindrom Sjögren
    • Menopause.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV

    Peradangan Serviks

    Peradangan serviks (leher rahim), atau servisitis, biasanya terjadi tanpa adanya gejala. Sering kali, kondisi ini didahului oleh infeksi menular seksual yang tidak diobati dengan baik, contohnya klamidia, gonorrhea, sifilis, infeksi bakteri dan parasit.

    Polip Serviks

    Polip di area serviks biasanya berukuran 1-2 sentimeter dan timbul pada perbatasan antara leher rahim dan vagina. Gesekan dengan polip ini yang biasanya akan menyebabkan perdarahan saat berhubungan intim.

    Perdarahan Normal Uterus

    Kondisi pre-menstruasi juga dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dari vagina. Sebelum khawatir, pastikan apakah perdarahan setelah berhubungan intim disebabkan karena memasuki jadwal menstruasi atau tidak.

    Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Vaksin HPV Sebelum Menikah Itu Penting

    Kanker Serviks

    Kemungkinan paling buruk dari terjadinya perdarahan setelah berhubungan intim adalah kanker serviks. Sebanyak 11% wanita yang didiagnosis kanker serviks memiliki gejala perdarahan setelah berhubungan intim. Hal ini merupakan salah satu gejala tersering yang dialami oleh seorang wanita dengan kanker serviks.

    Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada area leher rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar. Di Indonesia, kanker serviks adalah penyebab kematian terbanyak kedua yang disebabkan oleh kanker setelah kanker payudara.

    Seseorang akan berpotensi terkena kanker serviks apabila memiliki:

    • Riwayat berhubungan seksual sejak usia dini
    • Partner seksual lebih dari satu
    • Riwayat infeksi menular seksual (gonorrhea, klamidia, sifilis)
    • Sistem imun yang lemah (misalnya HIV/AIDS)
    • Riwayat melahirkan lebih dari 5 anak atau melahirkan dibawah usia 17 tahun
    • Riwayat mengonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun.

    Cegah kanker serviks dengan Vaksin HPV

    Sayangnya, gejala kanker serviks biasanya muncul saat sudah memasuki stadium lanjut dimana sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Sehingga, hal terbaik dan termudah yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan rutin deteksi dini dan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks.

    Beberapa gejala kanker serviks yang biasa dikeluhkan berupa:

    1. Perdarahan vagina diluar masa menstruasi, biasanya setelah berhubungan intim atau setelah menopause
    2. Menstruasi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya
    3. Keluarnya cairan dari vagina berbau tidak sedap (berbau busuk) yang biasanya bercampur darah
    4. Rasa nyeri setiap kali berhubungan intim
    5. Nyeri panggul
    6. Urin bercampur darah
    7. Sulit buang air kecil
    8. Penurunan berat badan secara drastis
    9. Perut membengkak
    10. Nafsu makan berkurang.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, itulah penjelasan mengenai perdarahan setelah hubungan intim, jika Anda memiliki gejala seperti di atas atau khawatir akan kanker serviks, segera berkonsultasi dengan dokter. Lakukan juga vaksinasi HPV agar Anda terlindungi dari kanker serviks dan berbagai penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus yang sama.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, vaksinasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga terbaik vaksinasi HPV di Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. mobile product for women’s health. 2021. Marhol A. Vaginal Bleeding During and After Sex: Causes and Risk Factors.
    2. Cleveland Clinic. 2021. Do You Bleed After Sex? When to See a Doctor.
    3. Verywell Health. 2021. Rainford, MD M, Cornforth T. Why Am I Bleeding During or After Sex?.
    4. WebMD. 2020. Machalinski A, Pathak, MD N. What Causes Bleeding After Sex?.
    5. Healthline. 2020. Kay, M.D C, York Morri S. Bleeding After Sex: Causes, Risk Factors, and More.
    6. Cancer.org.au. 2021. Cervical cancer | Causes, Symptoms & Treatments.
    7. dikes.badungkab.go.id. 2021. Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahan Kanker Serviks.
    Read More
  • Pap smear merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan perempuan, terutama bagi yang sudah menikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini atau skrining kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker serviks adalah penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia karena kanker setelah kanker payudara. Tidak seperti penyakit biasa yang memberikan gejala di awal sakit, orang yang […]

    Kapan Waktu yang Tepat bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Pap smear merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan perempuan, terutama bagi yang sudah menikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini atau skrining kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

    Kapan Waktu yang Tepat bagi Perempuan untuk Pap Smear

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Pap Smear?

    Kanker serviks adalah penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia karena kanker setelah kanker payudara. Tidak seperti penyakit biasa yang memberikan gejala di awal sakit, orang yang menderita kanker serviks baru akan menunjukkan gejalanya ketika sudah masuk ke stadium lanjut.

    Jadi, untuk mewaspadainya, perempuan perlu rutin memeriksakan diri, yaitu dengan melakukan Pap smear. Kapan waktu yang tepat untuk Pap smear? Yuk simak penjelasannya.

    Frekuensi Pap Smear

    Pap smear atau yang disebut juga dengan Pap test adalah prosedur skrining terhadap kemungkinan kanker serviks. Keberadaan sel kanker atau pra-kanker pada serviks atau leher rahim wanita dapat diketahui melalui pemeriksaan ini.

    Skrining kanker serviks sudah mulai dapat dilakukan pada usia 21 tahun, bila sudah aktif secara seksual dengan frekuensi sebagai berikut:

    • Wanita berusia 21-29 tahun harus melakukan tes Pap smear setiap 3 tahun sekali. Jika tes Pap smear menunjukkan hasil abnormal, dapat dilakukan pemeriksaan HPV DNA.
    • Dimulai usia 30 tahun, semua wanita direkomendasikan untuk mendapatkan pemeriksaan Pap smear yang dikombinasi dengan pemeriksaan HPV DNA setiap 5 tahun sekali, pemeriksaan ini dapat dilakukan sampai usia 65 tahun.

    Cegah Kanker Serviks sejak dini: Harga Vaksinasi HPV ke Rumah

    Indikasi Pemeriksaan Pap-Smear

    Menurut Yayasan Kanker Indonesia, wanita yang telah aktif secara seksual wajib melakukan pemeriksaan Pap smear secara berkala. Tanda seorang wanita memerlukan pemeriksaan Pap smear antara lain:

    • Mengalami keputihan yang berwarna kekuningan dan kehijauan yang terasa gatal
    • Terjadi pendarahan seusai berhubungan seksual
    • Terjadi perdarahan diluar jadwal menstruasi
    • Terlambat menstruasi namun tidak ada tanda-tanda kehamilan
    • Nyeri ketika berhubungan seksual.

    Selain itu, pemeriksaan pap smear juga ditujukan kepada:

    • Wanita yang memiliki riwayat seksual pada saat remaja
    • Saat akan diperiksa mempunyai riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda
    • Memiliki riwayat menderita penyakit menular seksual sebelumnya
    • Keluarga mempunyai riwayat kanker leher rahim atau kanker serviks
    • Adanya infeksi human papillomavirus (HPV)
    • Wanita sebagai perokok aktif maupun pasif.
    • Riwayat infeksi kuman, jamur atau virus sebelumnya pada organ reproduksi
    • Sistem imun yang lemah, misalnya pada pasien dengan riwayat transplantasi organ, sedang menjalani pengobatan kanker atau kemoterapi dan penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
    • Pasien dengan riwayat HIV.

    Baca Juga: Tahapan dan Cara Membaca Hasil Tes Pemeriksaan Pap Smear

    Manfaat Pap Smear

    Berikut ini manfaat melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala :

    • Melakukan tes pap smear meyakinkan seseorang terbebas dari kanker serviks bila hasilnya negatif
    • Test pap smear secara teratur membantu untuk mendeteksi secara dini apabila ditemukan keganasan, shingga dapat segera dilakukan penanganan
    • Test pap smear mampu mendeteksi kanker servik lebih awal sebelum memiliki gejala
    • Test pap smear mampu mendeteksi kanker serviks lebih awal sebelum kanker menyebar ke organ lain
    • Semakin cepat kanker serviks dideteksi maka akan semakin peluang untuk sembuh dan semakin tinggi harapan hidup.

    Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Pap-Smear

    Agar pap-smear menunjukkan hasil yang optimal, sebaiknya pap-smear dilakukan pada kondisi berikut ini :

    • Pasien sedang tidak dalam siklus menstruasi 
    • Tidak melakukan hubungan intim setidaknya selama 24 jam sebelum pemeriksaan pap-smear dilakukan
    • Tidak menggunakan pembersih kewanitaan, douche, obat yang dimasukkan kedalam vagina atau krim kontrasepsi yang dioleskan ke dalam vagina setidaknya dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan pap-smear dilakukan
    • Tidak sedang dalam pengobatan untuk mengatasi keputihan akibat infeksi vagina atau serviks.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, itulah mengenai kapan harus Pap Smear. Lantas kapan waktu yang tepat untuk pap smear? Segera Jadwalkan pemeriksaan Anda segera dan sempurnakan pemeriksaan dengan vaksinasi HPV sebagai perlindungan terbaik dari kanker serviks. Dapatkan harga terbaik pemeriksaan Pap smear dan vaksin HPV di Prosehat.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Budiman Syahputra, SpOG. MKes, d., n.d. Manfaat dan Cara Kerja Pemeriksaan Pap Smear – Primaya Hospital.
    2. Kesehatan, D., 2016. PEMERIKSAAN PAP SMEAR PENTING BAGI WANITA | Dinas Kesehatan Kab. Pakpak Bharat.
    3. Mayoclinic.org. n.d. Pap smear – Mayo Clinic.
    4. Lee, S., 2021. Benefits and limitations of screening for cervical cancer
    5. Fatmawati, Sp.OG, d., 2021. Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Papsmear Rutin.
    6. Acog.org. 2021. Cervical Cancer Screening.
    Read More
  • Kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang menyebabkan kematian kedua terbanyak setelah kanker payudara. Sayangnya, gejala kanker serviks tidak muncul pada awal-awal infeksi, melainkan gejala baru dirasakan setelah memasuki stadium lanjut dimana harapan hidup penderita sudah menurun jauh. Banyak sekali komplikasi yang ditimbulkan dari kanker serviks, mulai terhadap organ kewanitaan sampai organ lainnya. Sebelum […]

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang menyebabkan kematian kedua terbanyak setelah kanker payudara. Sayangnya, gejala kanker serviks tidak muncul pada awal-awal infeksi, melainkan gejala baru dirasakan setelah memasuki stadium lanjut dimana harapan hidup penderita sudah menurun jauh.

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Banyak sekali komplikasi yang ditimbulkan dari kanker serviks, mulai terhadap organ kewanitaan sampai organ lainnya. Sebelum mengetahui komplikasi yang timbul akibat kanker serviks, ada baiknya kita memahami dulu apa itu kanker serviks dan gejala yang dialaminya.

    Kanker Serviks

    Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut.

    Serviks merupakan organ kewanitaan di sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.

    Hampir 95% kanker serviks pada wanita disebabkan oleh human papillomavirus. Ada dua golongan HPV, yaitu HPV resiko tinggi atau HPV onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58. Sedangkan HPV yang resiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan sebagainya.

    Cegah Kanker Serviks sebelum terlambat, Cek: Harga Vaksinasi HPV ke Rumah

    Gejala Kanker Serviks

    Pada stadium awal, sebagian besar pasien tidak mengalami gejala apapun sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut yang baru menimbulkan gejala. Gejala yang mungkin timbul berupa :

    • Perdarahan vagina
    • Keputihan
    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubungan intim.

    Kanker serviks kemungkinan akan bermetastasis atau menyebar ke organ tubuh lainnya seperti panggul, kelenjar getah bening, dan paru-paru pada stadium lanjut. Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang).

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Komplikasi

    Wajib untuk Diwaspadai, Inilah Beberapa risiko komplikasi akibat kanker serviks yang bisa terjadi adalah seperti berikut:

    Menopause dini

    Menopause dini biasanya disebabkan akibat komplikasi dari pengobatan radioterapi yang dapat merusak ovarium, sehingga banyak wanita mengalami menopause dini.

    Penyempitan vagina

    Radioterapi seringkali dapat menyebabkan vagina menjadi lebih sempit. Hal ini dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.

    Limfedema

    Yaitu pembengkakan tungkai akibat penyumbatan pada pembuluh darah getah bening oleh sel kanker.

    Dampak emosional

    Bagi penderita kanker serviks, banyak sekali yang mengalami dampak emosional seperti rasa sedih yang berlebihan akibat didiagnosis kanker serviks yang berujung pada depresi.

    Komplikasi lainnya :

    • Nyeri hebat akibat kanker yang menyebar ke tulang, otot dan saraf.
    • Kejang jika sel kanker bermetastasis ke otak.
    • Penumpukan urin di ginjal (hidronefrosis) yang dapat memicu gagal ginjal.
    • Perdarahan akibat kanker menyebar ke vagina dan kandung kemih dan rektum.

    Vaksin HPV Melindungi dari Kanker Serviks

    Kabar baiknya, kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat diberikan pada wanita mulai dari usia 9 tahun dan memang lebih efektif jika wanita tersebut belum pernah melakukan hubungan seksual.

    Pada wanita yang sudah pernah berhubungan seksual juga tetap bisa mendapatkan vaksinasi HPV. Dokter akan menyarankan untuk pemeriksaan Pap smear terlebih dahulu sebagai salah satu cara memastikan tidak adanya perubahan sel di leher rahim yang dicurigai sebagai sel kanker.

    Untuk mendapatkan perlindungan yang efektif, Anda memerlukan 3 dosis vaksin HPV dengan interval waktu 2 bulan dan 4 bulan.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Segera jadwalkan vaksinasi HPV bersama Prosehat melalui WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa dan dapatkan harga promo vaksinasi HPV terbaik. Jika Anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik, hubungi Chat Dokter 24 Jam.

    Jangan lupa untuk mengajak saudara dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. PPKServiks.
    2. Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia
    3. Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
    4. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    5. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    6. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    7. HSE.ie. 2022. Cervical cancer – complications
    Read More
  • Persiapan kuliah di luar negeri harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Persiapkan perlindungan diri untuk menjelajah Australia dengan vaksinasi lengkap. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia. Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 […]

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Persiapan kuliah di luar negeri harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Persiapkan perlindungan diri untuk menjelajah Australia dengan vaksinasi lengkap. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia.

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati oleh calon mahasiswa atau pelajar dari negara Indonesia.

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Agar dapat menikmati pendidikan berkualitas tinggi dan leluasa menjelajah setiap bagian dari Australia, pastikan kamu sudah memiliki kekebalan tubuh yang bagus melalui vaksinasi. Tidak hanya vaksinasi terhadap Covid-19 yang sedang marak, tapi juga jenis lainnya yang tidak kalah penting. Simak penjelasan berikut.

    Vaksinasi Covid-19

    Saat ini vaksinasi Covid-19 sudah menjadi syarat wajib untuk masuk ke seluruh negara.

    Berikut ini jenis vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia:

    • Dua dosis dengan jarak pemberian minimal 14 hari:
      • Astra Zeneca Vaxzevria
      • Astra Zeneca Covishield
      • Pfizer/Biontech Comirnaty
      • Moderna Spikevax ot Takeda
      • Sinovac Coronavac
      • Bharat Biotech Covaxin
      • Sinopharm BBIBP-CorV, untuk pasien dibawah usia 60 tahun
      • Gamaleya Research Institute Sputnik V
      • Novavax/Biocelect Nuvaxoid
    • Atau 1 dosis dari vaksin:
      • Johnson & Johnson / Janssen-Cilag COVID Vaccine

    Pemberian vaksinasi COVID-19 ini paling lambat diberikan 7 hari sebelum melakukan perjalanan ke Australia.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Australia dikagetkan dengan kemunculan virus Japanese encephalitis yang baru muncul pada Maret 2022 lalu. Virus ini telah menginfeksi 17 warga dan menyebabkan 2 diantaranya meninggal dunia. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi.

    Walau virus ini tidak menular antar manusia, sehingga mungkin tidak akan membawa ancaman sebesar virus Corona, akan tetapi konsekuensi dari infeksi virus ini tidak dapat dianggap enteng.

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan atau infeksi otak (ensefalitis) yang serius, ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Tidak hanya dewasa, anak-anak juga dapat terinfeksi virus ini, terutama usia 0-14 tahun.

    Baca Juga: Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin Hepatitis A dan B

    Vaksin hepatitis A dan B biasanya sudah dilengkapi saat usia anak-anak. Namun, ada baiknya Anda meng-update status kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis karena ada kemungkinan kadar antibodi sudah menurun.

    Kedua jenis virus ini sama-sama menyebabkan peradangan hati. Bedanya, virus hepatitis B menyebabkan kerusakan hati yang berkelanjutan. Maka, penting sekali untuk memiliki perlindungan terhadap kedua penyakit menular ini.

    Vaksin Rabies

    Vaksinasi rabies direkomendasikan oleh Australia jika Anda berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan yang meningkatkan risiko terkena gigitan kelelawar ataupun hewan lainnya yang terinfeksi.

    Vaksin Flu

    Virus influenza adalah jenis virus yang mudah ditemukan dimana-mana dan menjadi masalah kesehatan global karena galur virus influenza terus menerus bermutasi.

    Selain melindungi terhadap virus influenza, vaksin flu juga melindungi dari penyakit meningitis atau peradangan selaput otak. Lakukan vaksinasi flu setiap setahun sekali untuk perlindungan optimal.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR melindungi diri dari campak, gondongan, dan cacar Jerman (rubella). Meskipun penyakit ini umumnya ditemui pada anak-anak, orang dewasa masih memiliki risiko tertular dan menularkan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum pernah atau tidak diketahui riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, segera luangkan waktu untuk melakukan vaksinasi. Tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi syarat kuliah, Sahabat Sehat juga menjadi lebih leluasa bereksplorasi selama di Australia.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    2. Australia Government Department of Health. 2022. Vaksin COVID-19.
    3. Australia Government Department of Health. 2022. Communicable diseases.
    4. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus, Japanese Encephalitis, tak Bisa Diremehkan |Republika Online
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    7. Kemkes.go.id. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    8. Yoanita SpA, d., 2020. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak – Primaya Hospital.
    9. Australia Online Visa. 2022. Vaccines needed to travel to Australia.
    10. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J., 2020. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    11. Cdc.gov. n.d. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination | CDC.
    Read More
  • Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit […]

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman?

    Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia.

    Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit dan kelamin. Cara yang paling ampuh untuk pencegahan kanker serviks adalah dengan vaksinasi, Tapi Pentingkah Vaksinasi HPV untuk anak-anak? Mari simak penjelasannya.

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman?

    Penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan jumlah kasus kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor dua terbanyak bagi perempuan di Indonesia.

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks (HPV).

    Cegah Kanker Serviks Pada Anak: Harga Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pentingnya Vaksinasi HPV

    Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa vaksinasi HPV untuk anak-anak tidak diperlukan. Alasannya karena anak-anak belum berhubungan seksual di usia tersebut.

    Tapi sebenarnya efek perlindungan dari vaksin ini lebih bagus bila orang tersebut belum melakukan hubungan seksual. Justru, akan terlambat jika vaksin HPV diberikan setelah seseorang melakukan hubungan seksual karena ada risiko ia sudah terinfeksi.

    HPV tidak hanya menimbulkan penyakit pada wanita namun juga dapat menyerang pria karena virus ini bisa menyebabkan kanker penis.

    Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus), yang disebabkan oleh tipe 16 dan 18 (sebanyak 70% kasus di dunia). Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin.

    Vaksinasi HPV

    Vaksinasi HPV untuk anak-anak dianjurkan diberikan pada usia 9-14 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan.

    Sedangkan, bagi anak usia 15 tahun ke atas, HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi pada bulan 0, 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama (tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan, apakah bivalen ataukah tetravalent) dan terakhir adalah 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu bivalen dan tetravalent yang beredar. Bivalen mengandung 2 tipe HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sedangkan vaksin tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (tipe 6, 11, 16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Efek Samping Vaksinasi HPV

    Efek samping yang mungkin timbul setelah dilakukan vaksinasi paling umum adalah reaksi lokal di tempat penyuntikan seperti nyeri, kemerahan, memar atau bengkak.

    Selain itu, gejala lainnya antara lain demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, ruam, urtikaria, pusing dan rasa lelah.

    Tidak Disarankan Pemberian Vaksinasi HPV

    Vaksinasi HPV umumnya tidak dapat diberikan atau perlu dilakukan penundaan pemberian apabila adanya kondisi sebagai berikut :

    • Memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin HPV
    • Memiliki reaksi alergi atau hipersensitif terhadap lateks atau ragi.
    • Sedang hamil
    • Mengalami penyakit berat, kronis atau keganasan.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Sahabat Sehat, jadi vaksin HPV aman untuk diberikan ke anak-anak selama ia tidak memiliki kontraindikasi yang disebutkan di atas. Efek perlindungannya juga lebih bagus bila diberikan di usia dini sesuai rekomendasi ahli. Segera vaksinasi anak Anda agar ia terlindungi. Bila Anda khawatir untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, vaksinasi juga bisa dilakukan dengan layanan ke rumah (home care).

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan imunisasi ke rumah, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.



    Referensi 

    1. Wijaya, d., 2021. Pentingnya Vaksin HPV Pada Anak dan Dewasa. [Internet] RS Bunda Group.
    2. Armstrong, MD, M. and Whelan, C., 2022. HPV Vaccine for Kids: What You Need to Know.
    3. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Perdoski.id. 2021.
    4. IDAI | Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Idai.or.id. 2017.
    5. HPV Vaccination: What Everyone Should Know | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2021.
    6. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Plannedparenthood.org. 2021.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Cacar air atau disebut juga varicella atau chickenpox, dapat menyerang siapa saja baik anak, dewasa dan wanita hamil. Ibu hamil yang menderita cacar air beresiko membahayakan dirinya dan janin dalam kandungan. Lalu apa dampak jika cacar air saat hamil? Mari simak penjelasan berikut. Cacar Air Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi […]

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Cacar air atau disebut juga varicella atau chickenpox, dapat menyerang siapa saja baik anak, dewasa dan wanita hamil. Ibu hamil yang menderita cacar air beresiko membahayakan dirinya dan janin dalam kandungan. Lalu apa dampak jika cacar air saat hamil? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya Ini Penjelasannya

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Cacar Air

    Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster virus. Virus ini menyebar dari penderita cacar air ke orang lain melalui kontak dengan pasien yang terinfeksi. Virus menyebar melalui udara yang terkontaminasi dari droplet bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Cacar air sangat menular mulai dari 1-2 hari sebelum timbul kemerahan sampai dengan lentingan kecil kemerahan pada tubuh mengering, yang dialami kurang lebih selama 14-16 hari.

    Cegah dengan Vaksinasi: Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Apa Gejala Cacar Air ?

    Cacar air menimbulkan bintik kemerahan berisi lentingan cairan pada anggota tubuh yang dapat pecah. Beberapa orang terjadi lentingan hanya di beberapa bagian tubuh, namun ada juga di seluruh area tubuh terutama di area wajah, telinga, kulit kepala, lengan, dada, perut dan kaki. Selain itu, Sahabat Sehat dapat mengalami demam dan tidak enak badan disertai dengan batuk dan bersin.

    Apa Dampak Cacar Air Pada Masa Kehamilan ?

    Kebanyakan ibu hamil yang terkena cacar air dapat sembuh tanpa efek apapun. Namun, sebagian lagi mengalami komplikasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu hamil berisiko terjadi komplikasi cacar air pada saat kehamilan seperti merokok, riwayat penyakit paru-paru, mengkonsumsi obat-obatan kortikosteroid dan mengandung lebih dari 20 minggu.

    Salah satu komplikasi cacar air pada ibu ketika hamil yang paling ditakutkan adalah terjadinya pneumonia. Infeksi pneumonia cukup mengkhawatirkan dan serius. Gejala pneumonia meliputi batuk, nyeri dada ketika bernapas dan batuk, demam, lelah dan napas pendek. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai resiko yang dapat dialami janin jika ibu cacar air saat hamil: 

    • Jika cacar air terjadi pada usia kehamilan 20 minggu pertama, meningkatkan resiko gejala sindrom kongenital atau cacat bawaan pada janin seperti :
      Bekas luka (scar) pada kulit
      Kelainan atau cacat pada anggota gerak tubuh janin (tangan dan kaki) dan mata (kebutaan)
      Gangguan pencernaan
      Berat badan lahir rendah
      Ukuran kepala kecil
      Gangguan pada otak hingga timbul kejang sampai keterbelakangan mental.
    • Jika cacar air terjadi diantara 2 minggu sebelum melahirkan sampai 2 minggu setelah melahirkan, biasanya bayi tidak ikut terinfeksi. Namun apabila bayi ikut tertular, biasanya gejala yang dialami cukup ringan. Apabila virus kembali aktif dapat menyebabkan herpes zoster (cacar api) pada tahun pertama kehidupan Si Kecil.
    • Apabila cacar air terjadi 5 hari sebelum melahirkan sampai 2 hari setelah melahirkan, biasanya bayi berisiko terinfeksi. Penanganan yang optimal dapat meringankan gejala.
    • Apabila melahirkan secara prematur yaitu sebelum usia kehamilan 37 minggu maka resiko terjadinya komplikasi akan semakin meningkat.

    Baca Juga: Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Penanganan Cacar Air Saat Masa Kehamilan

    Apabila ibu hamil lupa apakah masa kecilnya sudah pernah mengalami cacar air atau belum, sebaiknya diperiksakan ke dokter agar diketahui kadar antibodi dalam darah terhadap virus varicella zoster. 

    Apabila ibu hamil tidak sengaja kontak dengan penderita cacar air, maka segera lakukan konsultasi ke Dokter agar diberi penanganan lanjutan seperti imunoglobulin atau antibodi untuk memberikan kekebalan terhadap virus varicella. Immunoglobulin umumnya dapat diberikan maksimal 10 hari setelah riwayat kontak dengan pasien yang terkena cacar air.

    Namun, apabila ibu hamil sudah mengalami gejala yang mengarah pada cacar air, maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan termasuk anti virus untuk meringankan gejala dan keparahan komplikasi.

    Kapan Harus Segera Menemui Dokter ?

    Berikut ini gejala yang mengharuskan ibu hamil yang terkena cacar air untuk segera ke Dokter :

    • Kesulitan bernapas dan sesak pada dada
    • Nyeri kepala, muntah dan tidak enak badan
    • Perdarahan vagina
    • Lentingan kemerahan nyeri dan berdarah

    Baca Juga: Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai resiko yang dapat dialami janin jika ibu cacar air saat hamil. Untuk mencegah berbagai komplikasi tersebut, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan vaksinasi Varicella sebelum program hamil maupun sebelum menikah untuk mencegah cacar air. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Jika berminat melakukan vaksinasi Varicella, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah maupun di Klinik Kasih Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health. Chickenpox (Varicella) and Pregnancy [Internet]. UK : Stanford Children’s Health.
    2. Marple K. Chicken pox during pregnancy [Internet]. USA : BabyCenter.
    3. RCOG. Chickenpox and pregnancy [Internet]. UK : RCOG.
    4. March of Dimes. Chickenpox during pregnancy [Internet]. USA : March of Dimes. 2021.
    5. Danielsson K. Will Exposure to Chickenpox During Pregnancy Cause a Miscarriage? [Internet]. USA : Verywell Family. 2021.

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Read More
Chat Dokter 24 Jam