Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 71–80 of 255 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Teratur melakukan tes deteksi kanker payudara adalah hal yang sangat penting. Tujuannya tentu agar bisa segera diobati sedini mungkin. Karena pada kebanyakan kasus kanker payudara, seorang wanita baru mengetahui dirinya terkena penyakit ini ketika kanker sudah cukup ganas. Sahabat Sehat, angka […]

    6 Cara Akurat Deteksi Kanker Payudara pada Wanita

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Proses Deteksi Kanker Payudara Sendiri Dengan Mengecek Ada Tidaknya Gejala Kanker Payudara

    Teratur melakukan tes deteksi kanker payudara adalah hal yang sangat penting. Tujuannya tentu agar bisa segera diobati sedini mungkin. Karena pada kebanyakan kasus kanker payudara, seorang wanita baru mengetahui dirinya terkena penyakit ini ketika kanker sudah cukup ganas.

    Sahabat Sehat, angka kejadian kanker di Indonesia berada pada urutan ke 8 se-Asia Tenggara serta urutan ke 23 se-Asia. Jenis kanker tersering yang dialami kaum perempuan di Indonesia adalah kanker payudara. dengan jumlah rasio 42,1 per 100.000 penduduk. Angka kematian yang disebabkan akibat kanker payudara mencapai 17 per 100.000 penduduk. 

    Tingginya angka kanker payudara di Indonesia menyebabkan pemerintah mengupayakan sejumlah cara untuk deteksi dini kanker payudara, dengan tujuan meningkatkan angka harapan hidup. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara deteksi kanker payudara dengan akurat? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Apa yang Dimaksud Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kondisi adanya benjolan ganas pada jaringan payudara akibat pertumbuhan sel abnormal yang cepat, serta tidak terkendali sehingga mengganggu jaringan payudara normal disekitarnya. Sekitar 15% kasus kanker payudara terjadi pada jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus), dan sekitar 85% kasus kanker payudara terjadi pada saluran air susu (ductus) yang mengalirkan air susu dari kelenjar susu menuju puting payudara. Selain itu, kanker payudara juga dapat terjadi pada jaringan lemak atau jaringan ikat di payudara.

    Gejala Kanker Payudara

    Walaupun tidak bisa menjadi patokan akurat Sahabat Sehat terkena kanker payudara atau tidak, namun biasanyaa kanker payudara ini memberikan beberapa gejala pada tubuh. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala yang dapat dialami penderita kanker payudara :

    • Ukuran kedua payudara berbeda
    • Perubahan bentuk payudara dan puting payudara.
    • Puting payudara tertarik kedalam.
    • Keluarnya cairan berupa cairan bening, nanah atau darah dari puting payudara.
    • Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak.
    • Teraba benjolan di payudara
    • Ruam kemerahan di sekitar puting payudara.
    • Nyeri pada payudara.

    Jika beberapa hari terakhir mengalami satu atau lebih gejala-gejala tersebut maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan segera. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dengan akurat deteksi kanker payudara di tubuh.

    Cara Deteksi Kanker Payudara Secara Akurat

    Proses Mammografi untuk Mengecek Ada Tidaknya Kanker di Payudara

    Proses Mammografi untuk Mengecek Ada Tidaknya Kanker di Payudara

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan sesuai gejala kanker payudara maka sangat disarankan melakukan pemeriksaan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik terutama pada area payudara. Selain itu dokter juga akan menanyakan riwayat masalah kesehatan sebelumnya, serta riwayat kanker dalam keluarga.

    Jika dicurigai menderita kanker payudara, maka dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang berikut untuk menegakkan diagnosis kanker payudara :

    Mammografi

    Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X. Pada pemeriksaan ini, payudara akan ditekan oleh dua plat untuk meratakan dan menyebarkan jaringan payudara. Pemeriksaan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman namun bermanfaat untuk memberi gambaran kondisi payudara.

    USG Payudara

    USG Payudara dilakukan dengan menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk menilai masalah payudara yang sebelumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mammografi. Pemeriksaan USG payudara cukup nyaman dilakukan, sehingga direkomendasikan bagi pasien berusia dibawah 30 tahun.

    Biopsi

    Biopsi merupakan pemeriksaan penunjang dengan mengambil sampel jaringan pada payudara dan kelenjar getah bening, kemudian diperiksa secara mikroskopis di laboratorium untuk mendeteksi adanya sel ganas

    MRI Payudara

    Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang dapat mendeteksi kanker dan dinilai lebih sensitif daripada pemeriksaan mamografi. Namun pemeriksaan MRI dapat menunjukan hasil negatif palsu, artinya sering kali muncul gambaran kelainan payudara yang ternyata bukan akibat sel kanker.

    PET (Positron Emission Tomography)

    Pemeriksaan ini merupakan metode pemeriksaan baru, dilakukan dengan penyuntikan zat kontras melalui pembuluh darah balik sehingga akan diserap oleh sel kanker. Derajat penyerapan zat kontras oleh sel kanker dapat menggambarkan derajat histologis dan potensi tumor berkembang menjadi ganas.

    Pemeriksaan Penanda Tumor

    Penanda tumor atau disebut juga tumor marker merupakan zat yang ditemukan di darah, jaringan, dan cairan tubuh. Penanda tumor untuk kanker payudara adalah CA (Cancer Antigen) 15-3, dan Carcinoembryonic antigen (CEA).

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai beragam jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk deteksi kanker payudara secara akurat. Sebagai cara mudah mendeteksi kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan meraba area payudara secara berkala.

    Lihat Juga: Makanan Penyebab ASI Tidak Keluar

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Penyakit Kanker di Indonesia Berada Pada Urutan 8 di Asia Tenggara dan Urutan 23 di Asia [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 Aug 03].
    2. World Health Organization. Breast cancer [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 March 26; cited 2021 Aug 03].
    3. National Health Service. Breast cancer in women [Internet]. UK : National Health Service. 2019 [updated 2019 Oct 28; cited 2021 Aug 03].
    4. Canadian Cancer Society. Diagnosis of breast cancer [Internet]. Canada : Canadian Cancer Society; [cited 2021 August 02].
    5. Mayo Clinic. Breast cancer [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 June 04; cited 2021 August 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Selain masalah kesehatan, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab ASI sedikit saat dipompa atau saat sedang menyusui langsung. Berbeda faktor penyebabnya tentu saja berbeda solusi yang harus dilakukan. Pastikan untuk mengetahui apa saja faktor tersebut dan tahu solusinya sehingga si […]

    10 Faktor yang Menjadi Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Ibu Bingung Apa Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa

    Selain masalah kesehatan, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab ASI sedikit saat dipompa atau saat sedang menyusui langsung. Berbeda faktor penyebabnya tentu saja berbeda solusi yang harus dilakukan. Pastikan untuk mengetahui apa saja faktor tersebut dan tahu solusinya sehingga si Kecil bisa mendapatkan asupan terbaik dari ibunya sendiri.

    ASI memiliki manfaat yang penting bagi Si Kecil karena kaya akan vitamin dan mikronutrien. Nutrisi yang terkandung pada ASI mampu mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil baik secara fisik, daya tahan tubuh, serta kecerdasan Si Kecil. American Academy of Pediatric (AAP) menganjurkan pemberian ASI selama 6 bulan pertama tanpa campuran air putih, susu formula maupun jus. Selanjutnya, Si Kecil dapat diberikan pengenalan makanan pendamping ASI ketika memasuki usia diatas 6 bulan. Meski demikian, ASI disarankan tetap diberikan selama 2 tahun pertama kehidupan Si Kecil.1

    Salah satu masalah yang mungkin Sahabat Sehat alami selama menyusui yaitu produksi ASI yang sedikit. Nah Sahabat Sehat, apa saja penyebab produksi ASI sedikit ? mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa dan Solusinya

    Sangat banyak faktor yang menyebabkan produksi ASI seorang ibu menjadi sedikit. Entah itu karena pola makan, masalah kesehatan ibu, hingga faktor-faktor penyebab lainnya. Setidaknya ada 10 faktor yang biasa menjadi penyebab produksi ASI Sahabat Sehat menurun, yaitu:

    Posisi Mulut Si Kecil yang Tidak Tepat

    Sahabat Sehat perlu memperhatikan posisi mulut Si Kecil agar pas dengan puting payudara. Posisi mulut Si Kecil yang tidak pas akan menyebabkan berkurangnya rangsangan payudara sehingga hormon oksitosin tidak terangsang secara maksimal, akibatnya produksi ASI akan berkurang.

    Sangat disarankan mencoba melakukan penggantian posisi menyusui. Jika biasanya meletkkan kepala bayi di sebelah kiri dada maka cobalah untuk di sebelah kanan, dan sebaliknya. Karena bisa saja mulut si kecil yang tidak pass karena dia merasa tidak nyaman dengan posisi tersebut.

    Stress dan Cemas

    Jika Sahabat Sehat mengalami stress atau cemas dapat menyebabkan penurunan hormon oksitosin. Hormon oksitosin berperan dalam produksi ASI, jika kadar hormon tersebut menurun maka berimbas pada menurunnya produksi ASI.

    Oleh sebab itu, ibu menyusui harus bisa menjaga kestabilan emosi agar tidak emosi dan cemas berlebihan. Untuk meningkatkan hormon oksitosin bisa dirangsang dengan berpelukan lebih sering dengan suami atau dengan si kecil. Hormon oksitosin juga meningkat ketika seseorang diberi pijatan ataupun karena melihat hal-hal lucu dan menyenangkan di social media.

    Pemberian Susu Formula

    Tidak jarang Sahabat Sehat memberikan susu formula sebagai tambahan asupan nutrisi Si Kecil. Namun, pemberian susu formula dapat berimbas pada menurunnya intensitas Si Kecil menyusu langsung pada payudara. Hal ini turut berdampak pada menurunnya produksi ASI. Karena ketika si Kecil mulai berkurang minatnya terhadap ASI maka payudara biasanya ikut bereaksi menurunkan intensitas produksinya.

    Agar hal ini tidak terjadi atau agar hal ini bisa terselesaikan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Solusi yang sebaiknya dilakukan adalah untuk tetap menawarkan ASI kepada si kecil. Susu formula diberikan sebisa mungkin hanya ketika si Kecil sudah tidak mau lagi ASI atau ketika memang produksi ASI sudah tidak lagi keluar karena satu dan lain sebab.

    Kurangnya Gizi Ibu

    Masalah gizi pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab ASI sedikit saat dipompa. Menyusui diketahui dapat membakar sekitar 500 kalori. Tanpa gizi yang mencukupi sudah pasti produksi ASI ibu akan berkurang karena ibu dalam kondisi lelah dan tidak memiliki energi yang cukup.

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menyusui dianjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum air putih minimal 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas per hari agar kualitas dan volume ASI tetap baik.

    Banyak sekali makanan bergizi yang sangat baik dikonsumsi ibu menyusui. Sebut saja buah-buahan, ikan, sayuran, kacang-kacangan, maupun daging. Hal paling penting adalah untuk menghindari mengkonsumsi makanan yang dapat merusak metabolisme dan kesehatan Sahabat Sehat. Misalnya merokok, minum alkohol, ataupun penggunaan obat-obatan terlarang.

    Kondisi Stamina Ibu

    Jika Sahabat Sehat mengalami flu, kelelahan, diare, muntah, maupun kehilangan nafsu makan dapat berdampak pada menurunnya produksi ASI.

    Maka dari itu, seorang ibu yang masih dalam fase harus menyusui anak maka sangat disarankan mengatur jadwal kegiatan sehari-harinya. Pastikan memiliki waktu untuk beristirahat, rileksasi, dan bersenang-senang. Waktu istirahat misalnya jam tidur malam, jam tidur siang, dan jam menonton televisi. Waktu rileksasi dan bersenang-senang misalnya makan bersama suami, atau sekedar duduk santai melihat orang yang berlalu lalang.

    Efek Samping Obat

    Beberapa obat, seperti pseudoefedrin, methergine diketahui dapat berdampak pada produksi ASI. Konsultasikan ke Dokter lebih lanjut jika Sahabat Sehat merasa penyebab ASI sedikit saat dipompa adalah konsumsi obat yang akhir-akhir diminum.

    Silahkan konsultasikan kepada dokter agar diberikan resep obat yang sekiranya tidak menurunkan produksi ASI, atau solusi lain agar obat bisa diminum dan produksi ASI tetap dalam kondisi stabil.

    Alat Kontrasepsi

    Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon dapat berdampak pada penurunan produksi ASI. Oleh sebab itu, konsultasi lebih dahulu dengan dokter jika Sahabat Sehat ingin menggunakan alat kontrasepsi.

    Jika tidak ingin terjadi pembuahan di masa sedang menyusui, cobalah meminta suami untuk memakai alat kontrasepsi. Pil-pil yang dapat merubah hormon sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui karena berdampak pada kesehatan, juga produksi ASI bagi si Kecil.

    Gangguan Hormon

    Apabila Sahabat Sehat memiliki riwayat gangguan hormon, seperti diabetes melitus (kencing manis), PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), gangguan hormon tiroid, diperkirakan turut berdampak pada produksi ASI.

    Namun bukan berarti masalah gangguan hormon menyebabkan si Kecil tidak mendapatkan ASI dari ibunya sendiri. Sahabat Sehat bisa memompa ASI ke dalam dot bayi dan menyimpannya. Memang akan memakan waktu lebih lama agar ASI penuh, tetapi cara ini menjadi solusi terbaik. Selain itu, pastikan mengkonsumsi makanan maupun obat yang diresepkan oleh dokter untuk meningkatkan produksi ASI.

    Riwayat Operasi Payudara

    Riwayat operasi pada payudara yang sebelumnya pernah dilakukan dapat berimbas pada tersumbatnya atau rusaknya saluran air susu. Hal ini tentu menjadi salah satu penyebab ASI sedikit saat dipompa yang dialami oleh para ibu yang pernah melakukan operasi pada bagian payudara. Pada beberapa kasus bahkan ASI tidak keluar sama sekali akibat rusaknya beberapa area yang berhubungan dengan produksi ASI.

    Oleh sebab itu, operasi payudara harus dilakukan pada ahlinya dan harus menanyakan risiko-risiko pasca operasi. Karena kesalahan ataupun kebutuhan penyayatan yang besar dapat merusak area di sekitar aerola yang akan menyebabkan gangguan dalam produksi ASI.

    Minuman Berkafein

    Minuman berkafein, seperti teh dan kopi dapat menarik air keluar dari tubuh. Hal ini berdampak pada penurunan produksi ASI. Selain itu, kafein dapat terserap ke dalam ASI sehingga beresiko mengganggu kualitas tidur Si Kecil. Sahabat Sehat dianjurkan membatasi asupan minuman berkafein. Jika diperlukan, hindari minum minuman berkafein.

    Lihat Juga: Cara Menghilangkan Stretch Mark

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab ASI sedikit saat dipompa di masa menyusui. Untuk menunjang produksi ASI, Sahabat Sehat dianjurkan pula mengkonsumsi multivitamin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama dirumah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. WebMD. Breastfeeding Overview [Internet]. USA : WebMD; [cited 1 August 2021].
    2. Wibowo S. Masalah Ibu Menyusui: Produksi ASI Sedikit [Internet]. Indonesia : Mother and Baby. 2018 [updated 2018 Sep 25; cited 2021 Aug 01].
    3. Patel S. 4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it [Internet].USA : UT Southwestern Medical Centre. 2018 [updated 2018 Aug 21; cited 2021 Aug 01]. Available from: https://utswmed.org/medblog/decrease-breast-milk-supply/
    4. Pitman T. 10 reasons for low milk supply, plus tips to increase breast milk [Internet]. USA : Today’s Parent. 2019 [updated 2019 July 27; cited 2021 August 01].
    5. Murray D. Make Changes in Your Life If You Notice a Decrease in Breast Milk Supply [Internet]. USA : Verywell Family. 2020 [updated 2020 July 05; cited 2021 Aug 01].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Banyak ibu setelah melahirkan takut melakukan pijat, padahal pijat memiliki segudang manfaat bagi ibu setelah melahirkan. Pijat dipercaya mampu mengembalikan kebugaran tubuh ibu. Biasanya saat proses melahirkan, otot tubuh menegang sehingga dapat dikembalikan dengan metode pemijatan yang benar. Sahabat Sehat, bagian tubuh seperti […]

    Manfaat Pijat Bagi Ibu Setelah Melahirkan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Banyak ibu setelah melahirkan takut melakukan pijat, padahal pijat memiliki segudang manfaat bagi ibu setelah melahirkan. Pijat dipercaya mampu mengembalikan kebugaran tubuh ibu. Biasanya saat proses melahirkan, otot tubuh menegang sehingga dapat dikembalikan dengan metode pemijatan yang benar.

    Sahabat Sehat, bagian tubuh seperti tangan, kaki, dan kepala dapat diurut dengan memperhatikan tekanan pada area pijatan tersebut. Sementara pijatan pada bagian perut dapat dilakukan setelah 40 hari pasca melahirkan agar rahim kembali dalam kondisi normal.

    Bagi Sahabat Sehat yang melahirkan melalui prosedur operasi atau Sectio Caesar, pemijatan pada bagian perut sebaiknya dilakukan setelah luka jahitan kering atau dilakukan dalam waktu 3 hingga 6 bulan pasca melahirkan karena proses penyembuhan luka lebih lama dibandingkan melahirkan secara normal.

    Apa Manfaat Pijat Bagi Ibu Setelah Melahirkan ? 

    Sahabat Sehat, berikut beragam manfaat pijat bagi ibu setelah melahirkan :

    • Memulihkan Rahim

    Pijat bagi ibu setelah melahirkan dapat membantu proses pemulihan rahim ibu. Pijatan pada area rahim dapat membantu rahim berkontraksi dan berguna untuk membersihkan sisa darah serta cairan lainnya dalam rahim. 

    • Mengurangi Resiko Depresi Postpartum

    Saat Sahabat Sehat dipijat, otot tubuh menjadi lebih rileks dan peredaran darah semakin lancar selain itu kadar hormon stres akan menurun. Nah, pijat bagi ibu setelah melahirkan atau relaksasi tentunya sangat penting karena bermanfaat untuk mencegah depresi setelah bersalin (depresi postpartum).

    Produk Terkait : Ucups Nifas Care untuk Ibu Sehabis Melahirkan

    • Mengurangi Bengkak

    Setelah Sahabat Sehat melahirkan, aktivitas hormon tidak langsung kembali seperti semula. Pada beberapa kondisi, hormon tubuh tidak seimbang sehingga berdampak pada peningkatan tekanan pembuluh darah, penumpukan cairan dan pembengkakan sendi. Dengan dipijat, dapat membantu melancarkan sirkulasi darah pada ibu setelah melahirkan.

    • Mengurangi Rasa Nyeri

    Setelah melahirkan, tidak jarang ibu mengeluhkan kelelahan atau nyeri di tubuh akibat aktivitas merawat bayi. Dengan melakukan pijatan, otot-otot Sahabat Sehat yang semula tegang menjadi lebih rileks.

    Produk Terkait : Alat Pijat

    • Memperlancar Proses Menyusui

    Setelah masa kehamilan sudah dilewati, Ibu akan memasuki masa menyusui. Perlu diketahui, pada enam bulan pertama di masa kehidupan bayi sangatlah penting untuk menjaga agar asupan ASI tetap lancar. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pijatan setelah lahir untuk menstimulasi jaringan payudara memproduksi hormon oksitosin yang berperan dalam produksi ASI.

    Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pijat?

    Secara umum, Sahabat Sehat diperkenankan pijat setelah merasa nyaman,  tentunya hal ini berlaku bagi Sahabat Sehat yang melahirkan secara normal. Sementara bagi Sahabat Sehat yang melahirkan melalui operasi caesar, hanya diperkenankan memijat area kaki, tangan, wajah, dan kepala dahulu. Hindari pemijatan pada daerah perut maupun luka hingga 14 sampai 16 minggu pertama pasca melahirkan secara caesar.

    Bila Sahabat Sehat belum yakin kapan waktu yang tepat untuk dipijat, maka Sahabat Sehat disarankan berkonsultasi kembali dengan dokter yang menangani sebelumnya..

    Posisi Saat Dipijat

    Posisi saat dipijat dapat disesuaikan dengan kenyamanan Sahabat Sehat.  Misalnya ada Sahabat Sehat yang lebih suka dipijat dalam posisi tengkurap, namun ada juga yang justru merasa tidak nyaman dipijat tengkurap karena payudaranya (yang sedang penuh ASI) menjadi tertekan. Sementara ini, posisi berbaring merupakan posisi yang paling nyaman untuk memijat ibu setelah melahirkan.

    Baca Juga : Melahirkan Tidak Harus Nyeri ini Caranya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai manfaat pijat bagi ibu setelah melahirkan. Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Referensi :

    1. Kumparan. 5 Manfaat Pijat Setelah Melahirkan [Internet]. Indonesia : Kumparan. 2019 [updated 2019 Feb 08; cited 12 June 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/5-manfaat-pijat-setelah-melahirkan-1549595743252202611
    2. Rezkisari I. Bolehkah Pijat Setelah Melahirkan? [Internet]. Indonesia : Republika. 2015 [updated 2015 July 31; cited 2021 June 12]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/nscdt5328/bolehkah-pijat-setelah-melahirkan 
    3. Ellyta A, Asiah N. Massage Postpartum dan Status Fungsional Ibu Pasca Salin di Medan. Buletin Farmatera. 2018, Feb; Vol 3(1): 24-32.
    4. Kumparan. Moms, Ini Panduan Pijat Setelah Melahirkan [Internet]. Indonesia : Kumparan. 2018 [updated July 11; cited 2021 June 12]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/moms-ini-panduan-pijat-setelah-melahirkan-27431110790541820 
    Read More
  • Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut. Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan […]

    4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut.

    ibu melahirkan


    Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan terdepan dalam menghadapi Covid-19. Tak ketinggalan protokol kesehatan untuk ibu hamil.

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Protokol diperlukan mengingat Corona adalah virus yang mudah menyebar dan cepat masuk ke dalam sistem pernafasan utama seperti paru-paru. Apalagi ibu hamil merupakan orang yang mudah terpapar virus tersebut karena daya tahan tubuh yang menurun. 

    Tidak hanya ibu hamil, bayi yang dikandung juga terpapar virus sehingga setelah dilahirkan harus segera dijauhkan dari sang ibu.

    Meskipun penelitian belum bisa dengan pasti mengungkapkan tingkat penularan tersebut. Adanya Corona yang mempunyai efek sangat mematikan juga membuat ibu hamil menjadi enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau mengikuti kelas khusus ibu hamil. Ketakutan juga ditambah dengan belum adanya standarisasi yang lengkap untuk APD tenaga medis.

    Lalu seperti apakah protokol atau pedoman kesehatan untuk ibu hamil pada masa pandemi atau new normal? Simak poin-poin di bawah ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Toto Wisnu Hendarto dari PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

    1. Memulai Pencegahan dengan Membaca KIA

    Seperti yang sudah diumumkan oleh WHO pada akhir 2019 bahwa untuk mencegah dan memutus penyebaran virus Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik.

    Perihal mencuci tangan yang baik dan benar ini juga ada dalam buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang telah direvisi.

    Di dalam buku pegangan utama tersebut juga dijabarkan bahwa mencuci tangan untuk ibu hamil harus memakai juga hand sanitizer dengan kandungan alkohol sebanyak 70% apabila sabun cuci tangan tidak tersedia.

    KIA untuk Corona ini juga memuat beberapa poin penting seperti penggunaan masker untuk mencegah cipratan air liur, baik langsung maupun tidak langsung.

    Kemudian menghindari kontak dengan tidak bepergian ke daerah-daerah rawan Corona serta tidak berinteraksi dengan hewan-hewan penyebab virus tersebut seperti kelelawar, tikus, dan musang.

    2. Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Protokol Covid-19

    Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang harus dilakukan untuk ibu hamil supaya bisa mengetahui kesehatan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan terpercaya milik pemerintah atau swasta.

    Namun dalam masa pandemi atau new normal ini, diusahakan agar bumil tidak terlalu menunggu lama dalam memeriksakan kehamilan. Karena itu, perlu dibuat perjanjian antara ibu hamil dan pihak pemeriksa.

    Untuk panduan pemeriksaan kesehatan, bumil dapat membaca panduannya melalui KIA 2020 yang telah direvisi. KIA juga memuat beberapa risiko tanda bahaya yang mesti diketahui oleh si ibu hamil untuk bayi yang dikandungnya.

    Apabila si ibu hamil merasa ada tanda bahaya seperti yang termuat dalam KIA, disarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Baca Juga: 9 Tips ASI setelah melahirkan


    Untuk masa pandemi ini, petugas kesehatan bisa mendatangi rumah supaya ibu hamil bisa menghindari virus Corona, dan ibu hamil dapat mengikuti kelas pelatihan kehamilan secara online. Apabila bumil terindikasi terkena Covid-19, pemeriksaan USG bisa ditunda sampai masa isolasi berakhir.

    Untuk ibu hamil yang terindikasi terkena Covid-19 juga memerlukan beberapa penanganan khusus seperti tidak memberikan tablet tambah darah, petugas kesehatan melakukan antenatal care selama 14 hari setelah isolasi, dan pembentukan tim multi-disiplin yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, serta pemberian konseling.

    3. Ketahui Beberapa Tingkatan Pelayanan

    Toto Wisnu Hendarto juga memaparkan tingkatan pelayanan kelahiran pada masa pandemi dan new normal. Terdapat tiga level seperti yang tercantum di KIA 2020 hasil revisi yaitu,

    • Level I untuk kemampuan penanganan dasar
    • Level II A dan B untuk kemampuan penanganan khusus
    • Level III A dan B untuk penanganan dasar namun subspesial 
    • Level III C dan D untuk penanganan lanjutan

    Level-level ini diberikan kepada fasilitas kesehatan sesuai dengan standar dan APD yang dimiliki untuk pengananan ibu hamil saat pandemi. Juga sesuai dengan status yang disandang si ibu hamil apakah penderita atau bukan. Jika ia penderita, tentu harus diketahui status penderitanya.

    Untuk level 1 di Indonesia berlaku ketentuan pelayanan umum seperti pasca kelahiran bayi, yaitu 37-42 minggu, dengan berat berkisar di 2.500-4.000 gram. Sedangkan pelayanan luar biasa ada pada level III plus.

    Karena level atau tingkatan yang berbeda, tentu saja APD yang digunakan juga berbeda seperti level III harus menggunakan delivery chamber.

    4. Pemberian Pelayanan untuk Bayi Baru Lahir

    Bayi yang baru lahir rentan terkena Corona dikarenakan belum mempunyai daya imunitas yang bagus. Untuk hal ini dalam pemaparannya IDAI memberikan 4 tahapan periode waktu dalam penanganan pasca-kelahiran.

    • Tahapan pertama adalah berdasarkan detik (30 detik)
    • Tahapan kedua berdasarkan jam (6-12 jam)
    • Tahapan ketiga berdasarkan hari (47-72 jam)
    • Tahapan  keempat berdasarkan minggu

    Pada tahapan pertama penanganan yang perlu dilakukan adalah resusitasi neonatal kurang lebih 30 detik yang meliputi pemberian kehangatan, pemberian posisi kepala untuk bernafas, pengeringan, dan perangsangan taktil.

    Apabila dalam tahapan ini bayi terindikasi Corona, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan prosedur aerosol generated secara isolatif.

    Pada tahapan kedua prosedur yang perlu dilakukan adalah neonatal esensial, pemberian vitamin K1, antibiotik, dan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang?

    Apabila bayi terkena Corona, neonatal esensial tetap dilakukan namun dengan melakukan isolasi selama 14 hari. Pada kategori ketiga perawatan yang perlu dilakukan adalah rooming in, pemeriksaan detak jantung, dan pemeriksaan hipotiroidisme.

    Apabila bayi terkena Covid-19 langkah yang perlu dilakukan adalah isolasi khusus berdasarkan protokol Covid-19, dan boleh meninggalkan rumah sakit.

    Tahapan terakhir adalah berdasarkan minggu yaitu dimulainya pemberian ASI secara terkontrol, monitor berat badan, dan monitor metabolisme bilirubin.

    Jika bayi pada tahapan ini terkena Corona, prosedur yang dilakukan adalah identifikasi final berdasarkan protokol Covid-19.

    Nah, itulah 4 poin penting dari IDAI mengenai prosedur melahirkan pada masa pandemi. Semoga bermanfaat bagi para ibu hamil yang ingin tetap melahirkan dalam keadaan sehat dan aman.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV selama pandemi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020].
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. 
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis.

    Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  

    Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks.

    Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

    FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan).

    Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker yang […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”.
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” .
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”.
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”.
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”.
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”.
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018].
    Read More
  • Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang […]

    9 Ciri Wanita Sehat yang Sahabat Perlu Tahu!

    Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya.

    ciri wanita sehat

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang sehat:

    1. Memiliki Siklus Haid yang Teratur

    Siklus haid yang teratur dengan interval 27 sampai 35 hari merupakan tanda organ reproduksi yang sehat. Hal ini menunjukkan ovulasi dan keseimbangan hormonal dari otak ke ovarium yang normal. Biasanya, wanita yang tidak sehat seperti bertubuh gemuk atau terlalu kurus cenderung mengalami menstruasi yang tidak teratur.

    2. Memiliki Rambut Tebal dan Kuku Kuat

    Memiliki rambut yang tebal dan kuat serta memiliki kuku yang cepat tumbuh dan tidak mudah patah juga merupakan tanda kesehatan yang baik.

    Sebaliknya, apabila memiliki rambut yang tipis atau kuku yang rapuh tandanya kekurangan nutrisi dalam tubuhnya seperti karenaa kurangnya zat besi, vitamin D, serta nutrisi penting lainnya. Tidak hanya itu, kondisi stres juga bisa mempengaruhi kesehatan kuku dan rambut.

    3. Jarang Sakit Kepala

    Keluhan sakit kepala pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Sakit kepala sendiri merupakan efek dari stres atau otot yang tegang, hal tersebut merupakan hal yang normal.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Namun, pada orang yang sehat, sakit kepala hanya akan berlangsung dalam waktu sebentar dan jarang terjadi. Nah, pada orang yang tidak sehat biasanya akan sering mengalami sakit kepala yang berat dan bahkan tidak kunjung membaik meskipun setelah minum obat.

    4. Berenergi

    Apabila Sahabat Sehat bangun pagi dengan perasaan segar dan siap menghadapi hari, artinya tubuh memiliki energi yang cukup. Sedangkan kebanyakan orang yang sedang sakit atau kekurangan vitamin tubuhnya akan merasa mudah lelah, kurang berenergi, dan sering mengantuk.

    5. Memiliki Napas yang Segar

    Memiliki bau mulut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan gigi, namun hal tersebut juga merupakan petunjuk kesehatan secara umum. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang juga berada di usus.

    Jika Sahabat Sehat memiliki napas yang segar, itu merupakan indikasi dari mikroba usus yang seimbang. Dan sebaliknya, apabila mulutnya berbau tidak sedap tandanya ada penyakit tersembunyi, seperti penyakit diabetes, penyakit lambung, atau gangguan ginjal.

    6. Memiliki Kulit yang Tampak Sehat

    Kulit merupakan salah satu organ terbesar di dalam tubuh manusia. Kondisi kulit wajah dan leher tidak hanya menggambarkan ciri genetik seseorang, namun juga kesehatannya dan pengaruh lingkungan.

    Seseorang yang memiliki kulit yang tampak sehat dapat menandakan kondisi kesehatan tubuhnya secara keseluruhan cukup baik.

    7. Memiliki Mata yang Jernih

    Selain kulit, mata juga merupakan penggambaran dari kesehatan tubuh wanita. Mata yang terlihat jernih menunjukkan tidak adanya penyakit tersembunyi. Selain itu, mata juga merupakan jendela jiwa.

    Misalnya pada orang yang kurang istirahat ataupun sedang merasa sedih dan depresi, akan terlihat dari matanya bahwa jiwanya sedang tidak tenang.

    8. Komposisi Lemak Tubuh Normal

    Apabila Sahabat Sehat memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi, artinya tubuh lebih banyak menumpuk jaringan lemak dibandingkan otot. Lemak tubuh yang tinggi akan memberikan dampak negatif pada metabolisme, gula darah, pergerakan tubuh, dan kesejahteraan mental.

    Baca Juga: Hati-hati! 10 Daftar Makanan Mengandung Lemak Jenuh Tinggi!

    Maka dari itu, ciri-ciri wanita sehat salah satunya adalah memiliki komposisi lemak tubuh yang normal dan tidak berlebihan.

    9. Nyeri Haid Ringan

    Setiap wanita dewasa pasti memiliki kondisi dimana nyeri saat sedang haid. Namun, salah satu ciri wanita sehat adalah yang hanya memiliki nyeri haid ringan.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki nyeri haid yang berat, bisa menandakan adanya endometriosis dan harus segera diperiksakan ke dokter.

    Selain ciri-ciri di atas, wanita yang sehat juga pastinya memiliki kulih wajah yang sehat. Maka dari itu, penting juga untuk mengenali ciri-ciri kulit wajah sehat. Berikut ciri-ciri kulit wajah yang sehat:

    Terhidrasi dengan Baik

    Ciri-ciri wanita yang memiliki wajah sehat adalah memiliki wajah yang lembab. Kelembapan ini biasanya dipengaruhi oleh hidrasi kulit yang baik.

    Kulit wajah yang terhidrasi dengan baik akan memiliki tingkat kekenyalan yang tinggi, sehingga tidak mudah keriput. Agar memiliki kulit wajah yang lembap dan terus terhidrasi, Sahabat Sehat bisa menggunakan pelembap secara rutin di pagi dan malam hari.

    Selain itu jangan lupa juga untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari, serta rajin mengonsumsi buah dan sayur ya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Memiliki Warna Kulit yang Merata

    Adanya warna kulit wajah yang tidak merata, seperti adanya area wajah yang terlalu merah atau ditemukannya dark spots pada kulit wajah, bisa menandakan kulit yang tidak sehat.

    Salah satu penyebab warna kulit wajah tidak merata adalah paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan. Hal ini yang menjadi alasan bahwa setiap wanita harus menggunakan sunscreen dengan tingkat SPF tinggi, serta mengaplikasikan ulang setiap tiga atau empat jam sekali.

    Memiliki Tekstur yang Lembut

    Sahabat Sehat bisa mengenali ciri-ciri kulit wajah yang sehat dengan merasakan teksturnya. Tekstur kulit wajah yang halus, lembut, dan lembab merupakan penandanya. Jika Sahabat Sehat ingin mendapatkan kulit wajah yang halus dan lembut bisa menerapkan eksfloasi dengan rutin.

    Kulit Wajah Bebas dari Jerawat

    Memiliki kulit wajah yang bebas jerawat dan keriput merupakan ciri-ciri kulit wajah sehat. Kondisi kulit wajah yang bebas dari kedua masalah tersebut bisa didapatkan apabila Sahabat Sehat merawat kulit kalian dengan tepat dan benar.

    Adapun penyebab jerawat di antaranya adalah terlalu sering begadang, stres, dan bisa juga karena faktor keturunan. Gaya hidup yang kurang sehat juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit, seperti mengonsumsi makanan yang manis, gorengan, alkohol, dan merokok.

    Nah, dengan demikian sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui ciri-ciri tubuh yang sehat seperti apa. Namun, walaupun begitu, Sahabat Sehat tetap disarankan untuk melakukan medical check up agar bisa memastikan tubuh dalam kondisi baik-baik saja dan bisa terhindar dari berbagai penyakit berat nantinya salah satunya kanker serviks.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Untuk itu, Sahabat bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 10 Tanda Tubuh yang Sehat pada Perempuan Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/13/071000220/10-tanda-tubuh-yang-sehat-pada-perempuan?page=2> [Accessed 20 April 2021].
    2. Kustiani, R., 2021. 7 Ciri Orang Sehat Sempurna. [online] Tempo. Available at: <https://cantik.tempo.co/read/899602/7-ciri-orang-sehat-sempurna/full&view=ok> [Accessed 20 April 2021].
    3. Tysara, L., 2021. 8 Ciri-Ciri Kulit Wajah Sehat, Pahami Tips Mudah Memilikinya. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4455020/8-ciri-ciri-kulit-wajah-sehat-pahami-tips-mudah-memilikinya> [Accessed 20 April 2021].
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com