Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks

Anda mungkin sudah cukup sering mendengar tentang penyakit kanker serviks. Ya, penyakit kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Tahukah Anda bahwa harapan hidup dan keberhasilan pengobatan kanker serviks bergantung dari stadium penyakit saat didiagnosis pertama kali?

Semakin awal ditemukan lesi kankernya, maka semakin baik pula prognosis dan tingkat keberhasilan pengobatan. Maka, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks menjadi penting bagi wanita dan sangat disarankan untuk dilakukan rutin. Mari simak penjelasan di bawah ini.

Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks

Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks

Usia Harapan Hidup Pasien dengan Kanker Serviks

Berdasarkan data dari National Cancer Institute, Amerika Serikat, orang dengan kanker serviks yang terlokalisir (belum menyebar ke area sekitar atau organ

jauh) memiliki harapan hidup 5 tahun ke depan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 92%.

Bila saat didiagnosa kanker sudah mencapai area sekitar, maka harapan hidupnya selama 5 tahun ke depan menurun drastis menjadi 58%. Sedangkan, sel kanker yang sudah menyebar ke organ yang jauh saat didiagnosa pertama kali (misalnya paru-paru), maka harapan hidup 5 tahun kedepan menurun lebih drastis hingga 18%.

Oleh karena itu, deteksi dini kanker serviks sangatlah penting, khususnya pada wanita dengan faktor risiko.

harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

Faktor Risiko Kanker Serviks

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus (HPV). Tetapi tidak semua wanita dengan infeksi HPV akan mengidap kanker serviks. Beberapa infeksi HPV hilang tanpa pengobatan. Dari berbagai jenis HPV, hanya beberapa di antaranya yang menyebabkan pertumbuhan sel serviks berlebihan menjadi kanker, yaitu tipe 16 dan 18.

Infeksi HPV menyebar terutama melalui kontak seksual. Wanita yang menjadi aktif secara seksual pada usia muda dan memiliki banyak pasangan seksual memiliki risiko tinggi terinfeksi HPV.

Faktor risiko lainnya meliputi merokok, mempunyai banyak anak, sosial ekonomi rendah, pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif), penyakit menular seksual, dan gangguan imunitas.

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Macam-macam Pemeriksaan Kanker Serviks

Secara umum, deteksi dini bertujuan untuk menemukan kelainan sebelum adanya perburukan atau perkembangan lanjut dengan cara pemeriksaan secara berkala, biasanya sebelum ada gejala. Deteksi dini dapat dilakukan di puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit, oleh dokter atau bidan terlatih

Ada beberapa macam pemeriksaan deteksi dini kanker serviks, yaitu:

Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)

Tes IVA merupakan pemeriksaan sederhana dan murah yang sering dilakukan di Puskesmas dan klinik. Tes ini menggunakan cairan asam asetat yang sudah diencerkan (3-5%). Bagian leher rahim/ serviks akan dioleskan asam asetat, lalu dilihat apakah ada perubahan warna. Bila area yang dioleskan berubah menjadi warna putih dan berbatas tegas (acetowhite), maka hasil mengindikasikan bahwa leher rahim mungkin memiliki lesi prakanker.

Tes IVA dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat menstruasi dan saat asuhan nifas atau pasca keguguran. Pemeriksaan IVA juga boleh dilakukan pada perempuan yang dicurigai atau diketahui mengidap infeksi menular seksual.

Pap Smear

Pemeriksaan Pap smear biasanya dilakukan rutin pada wanita usia 21 tahun hingga 65 tahun untuk mendeteksi kanker serviks. Pemeriksaan ini menggunakan sikat kecil untuk mengumpulkan sampel dari permukaan serviks dan area di sekitarnya. Sampel akan dilihat di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah mereka abnormal.

Sebagian dokter menyarankan agar pemeriksaan Pap smear dilakukan setiap tahun. Tetapi studi terbaru menunjukkan bahwa, bila hasil pap smear normal, maka seorang wanita dapat mengulang pemeriksaan tersebut setiap 2-3 tahun.

Tes Inspeksi Visual Lugol Iodine (VILI)

Di daerah dengan sumber daya terbatas, skrining kanker serviks dengan Pap smear dapat diganti dengan metode visual seperti VILI. Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas tertinggi (100%) untuk mendeteksi kelainan sel, dan spesifisitas yang baik (93,3%).

Pada pemeriksaannya, serviks akan diolesi dengan iodine lugol (VILI). Bila tampak perubahan warna pada serviks menjadi coklat atau kuning coklat, maka artinya VILI negatif atau normal. Sedangkan, bila berwarna kuning sawi, maka dianggap VILI positif.

Test DNA HPV (genotyping / hybrid capture) 

Tes DNA HPV dapat dilakukan bila hasil tes Pap smear positif atau dicurigai abnormal. Tes DNA HPV adalah uji laboratorium yang digunakan untuk memeriksa DNA/ RNA untuk jenis infeksi HPV tertentu. Sel dari serviks akan dikumpulkan dan DNA/ RNA dari sel diperiksa untuk mengetahui apakah ada infeksi yang disebabkan oleh jenis human papillomavirus yang terkait dengan kanker serviks. 

Untuk menyaring kanker serviks, tes DNA HPV dapat dilakukan dengan atau tanpa tes Pap smear pada wanita berusia 25 tahun ke atas.

Biopsi

Biopsi adalah mengambil sebagian kecil jaringan serviks untuk diperiksakan. Prosedur ini dilakukan bila ditemukan hasil abnormal atau mencurigakan dari hasil tes skrining lainnya, misalnya IVA. Sampel jaringan akan dikirim ke bagian patologi anatomi untuk diperiksa dan dinilai lebih jauh.

Baca Juga: 10 Makanan Si Pencegah Kanker Serviks

Sahabat Sehat, periksakan diri Anda untuk deteksi dini kanker serviks. Berikan proteksi terbaik bagi diri Anda sebagai langkah pencegahan, salah satunya dengan vaksinasi HPV. Bagaimanapun juga, pencegahan tetap lebih baik dari mengobati.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

 

Referensi

  1. The Global Cancer Observatory. Indonesia.
  2. NHS. What happens at your appointment : Cervical screening.
  3. American Cancer Society. Cervical cancer: detection-diagnosis-staging-survival.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PROGRAM NASIONAL GERAKAN PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI KANKER : KANKER LEHER RAHIM DAN KANKER PAYUDARA.
  6. National Cancer Institute. Cervical cancer screening (PDQ)- patient version.
  7. Ghosh P et al. Visual inspection of cervix with Lugol’s iodine for early detection of premalignant & malignant lesions of cervix.
  8. NCCN. Guidelines for Patients: Cervical Cancer [internet].

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com