Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

Kanker payudara sebagian besar terjadi pada wanita, meski tidak menutup kemungkinan pria juga dapat menderita kanker payudara. Pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita terdiagnosis  kanker payudara dengan angka kematian di dunia mencapai 685.000 kasus. Pada akhir 2020, terdapat 7,8 juta orang wanita yang masih bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis kanker payudara.

Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya

Data dari Global Cancer Observatory 2018 dan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni mencapai 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Disusul dengan kanker serviks (kanker leher rahim) yang merupakan jenis kanker kedua yang paling sering terjadi di Indonesia yaitu mencapai 32.469 kasus atau 9.3% dari total kasus.

Data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa angka kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk, dengan rata-rata angka kematian akibat kanker mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Apa Penyebab Kanker Payudara?

Sekitar 15% kasus kanker payudara terjadi pada jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) sementara 85% kasus kanker payudara terjadi di saluran air susu (ductus) yang mengalirkan air susu ke puting payudara. Disamping itu, kanker juga dapat terjadi pada jaringan lemak atau jaringan ikat di payudara.

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kanker payudara. Namun terdapat dugaan bahwa faktor genetik, gaya hidup, lingkungan dan perubahan hormon mempunyai kaitan erat terbentuknya kanker payudara. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa faktor resiko penyebab kanker payudara:

  • Usia
    Seiring bertambahnya usia, angka kejadian kanker payudara juga semakin meningkat yaitu mencapai 0,06% setiap tahunnya. Setelah usia 70 tahun, angka kejadian kanker payudara mencapai 3,84%.

Baca Juga: Usia Tepat untuk Menjalani Pemeriksaan Mamografi

  • Genetik
    Kelainan dan mutasi dari gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui berkaitan dengan kejadian kanker payudara, kanker ovarium atau keduanya. Mutasi dari gen TP53 juga memiliki kaitan dengan terjadinya resiko kanker payudara. Kemungkinan terjadinya kanker payudara akan meningkat apabila, dalam satu keluarga kandung terdapat riwayat kanker payudara.
  • Riwayat kanker payudara sebelumnya
    Wanita yang pernah didiagnosa kanker payudara sebelumnya beresiko menderita kanker payudara kembali di kemudian hari.
  • Perubahan Hormon
    Kadar hormon estrogen yang tinggi, misalnya pada wanita yang mengalami mens pertama kali terlalu cepat dan pada awal masa menopause, memiliki kadar estrogen yang cukup tinggi sehingga resiko kanker payudara juga meningkat. Bagi ibu menyusui terutama yang memberikan ASI lebih dari 1 tahun, diketahui mengurangi resiko terjadinya kanker payudara karena kadar hormon estrogen yang rendah. Begitu juga wanita hamil, diketahui memiliki kadar estrogen yang cukup rendah.
  • Berat Badan
    Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas beresiko menderita kanker payudara karena berkaitan dengan kadar hormon estrogen yang tinggi.

Baca Juga: Mitos/Fakta: Pakai Bra Saat Tidur Sebabkan Kanker Payudara?

  • Konsumsi Alkohol
    National Cancer Institute mengungkapkan bahwa wanita yang mengkonsumsi alkohol akan lebih beresiko menderita kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol.
  • Terpapar Sinar Radiasi
    Adanya paparan sinar radiasi dari pengobatan kanker pada tubuh wanita meningkatkan resiko terjadinya kanker pada payudara akibat efek samping dari sinar radiasi dan kemoterapi.
  • Pengobatan Hormonal
    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita yang menerima pengobatan hormon, misal menggunakan pil KB, suntik KB, maupun terapi pengganti hormon, beresiko menderita kanker payudara.

Baca Juga: Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Payudara?

Untuk mencegah terjadinya kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai tips berikut di rumah:

  • Hindari minuman beralkohol
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal. 
  • Olahraga teratur antara 75 – 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan tubuh. 
  • Hindari penggunaan terapi hormon setelah menopause. 
  • Menyusui.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah dan sayur.
  • Menghindari menu makanan daging yang sudah diproses, seperti sosis, ham, bacon yang meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Baca Juga: 6 Cara Akurat Deteksi Kanker Payudara pada Wanita

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai faktor penyebab dan cara mencegah kanker payudara. Untuk mendeteksi dini kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara secara berkala.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh: dr. Monica C

 

Referensi

  1. World Health Organization. Breast cancer.
  2. Widiowati H. Kasus Kanker Payudara Paling Banyak Terjadi di Indonesia.
  3. Ranchod R. Breast cancer: Symptoms, causes, and treatment.
  4. Breast Cancer Now. Breast cancer causes.Mayo Clinic. Breast cancer: How to reduce your risk.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com