Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 1–10 of 319 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Menjaga daya tahan tubuh menjadi cara mencegah batuk pilek paling efektif. Apalagi musim penghujan memang identik dengan batuk pilek. Sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu […]

    6 Cara Mencegah Batuk Pilek dan Flu Selama Musim Hujan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Menjaga Imunitas Tubuh Menjadi Cara Mencegah Batuk Pilek yang Paling Efektif

    Menjaga daya tahan tubuh menjadi cara mencegah batuk pilek paling efektif. Apalagi musim penghujan memang identik dengan batuk pilek. Sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu panas. Hal ini menyebabkan risiko flu dan batuk pilek jadi lebih tinggi di musim penghujan.

    Oleh sebab itu, beberapa pencegahan harus dilakukan agar tubuh tidak terkena pilek. Terutama bagi anak-anak yang sedang memasuki semester baru di sekolah. Juga bagi orang dewasa yang harus bekerja dengan kondisi fit agar pekerjaan bisa selesai dengan baik.

    Cara Mencegah Batuk Pilek saat Musim Hujan

    Sebenarnya perubahan cuaca tidak berperan langsung dalam menyebabkan seseorang sakit, namun virus penyebab flu dapat berkembang biak dengan mudah dan menyebar pada suhu udara yang lebih rendah. 

    Infeksi yang disebabkan oleh rhinovirus dapat menimbulkan pilek ringan. Namun pada kasus yang lebih parah, rhinovirus juga dapat menyebabkan penyakit kronis seperti pneumonia dan bronkitis terutama pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. 

    Virus ini umumnya akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung, namun karena di dalam rongga hidung terdapat mekanisme pertahanan yang dapat membantu tubuh melawan gangguan mikroba maka hidung akan mengeluarkan lendir sebagai salah satu bentuk pertahanan.

    Udara dingin saat musim hujan dapat menurunkan suhu di saluran hidung serta memperlambat pembersihan lendir. Akibatnya, virus akan bertahan lebih lama di rongga hidung dan berpotensi lebih besar untuk masuk ke dalam tubuh. Saat virus berhasil masuk ke dalam sistem pertahanan, maka sistem kekebalan tubuh akan mengambil alih melawan virus tersebut. 

    Secara umum Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut untuk mencegah pilek ketika musim hujan tiba, yakni:

    Rajin Mencuci Tangan

    Cuci tangan dengan benar dan sering merupakan langkah terpenting dalam mencegah penyebaran kuman, virus, maupun bakteri. Dengan menjaga diri Anda sendiri sehat, maka Anda juga turut mengurangi kemungkinan penyebaran kuman ke orang lain. Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

    • Basahi tangan dan oleskan sabun
    • Busakan sabun ke seluruh permukaan tangan dan gosok sekitar 20 detik
    • Bilas tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir
    • Keringkan tangan dengan udara atau handuk bersih

    Pastikan juga untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, merawat luka atau saat terluka, sebelum dan setelah makan, sebelum menyentuh wajah, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hidung, setelah menyentuh binatang, atau setelah menyentuh sampah. 

    Gunakan Hand Sanitizer

    Air dan sabun mungkin tidak akan selalu tersedia, maka Sahabat Sehat tidak memiliki pilihan lain untuk mencuci tangan selain menggunakan hand sanitizer. Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% agar tangan menjadi bersih. Berikut cara penggunaan hand sanitizer yang benar, yakni:

    • Tuang beberapa tetes (gel) atau semprotkan (cair) hand sanitizer ke salah satu telapak tangan
    • Gosok-gosokkan kedua tangan hingga gel tersebut menyebar
    • Gosong hingga hand sanitizer mengering
    • Lakukan gerakan gosok tersebut sekitar 20 detik

    Vaksinasi Influenza

    Sahabat Sehat mungkin mengira flu hanyalah penyakit ringan, namun perlu diketahui bahwa penyakit ini telah memakan korban hingga puluhan ribu orang setiap tahunnya dan ratusan ribu lainnya dirawat di rumah sakit. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki gangguan daya tahan tubuh,  serta berusia lebih dari 65 tahun, dianjurkan mendapatkan vaksin pneumonia untuk memberikan perlindungan terhadap komplikasi yang disebabkan oleh flu. 

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali dan menjadi cara mencegah batuk pilek yang sangat direkomendasikan, khususnya saat musim penghujan.

    Penuhi Asupan Vitamin

    Saat menyadari bahwa tubuh kekurangan vitamin atau mineral tertentu, Sahabat Sehat dianjurkan memenuhi asupan vitamin dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi maupun suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh misalnya vitamin C yang dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    Selain itu, vitamin C juga cukup mudah ditemukan di berbagai jenis makanan, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun jika dirasa masih kurang, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

    Gaya Hidup Sehat

    Dengan mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat, maka sistem kekebalan tubuh Sahabat Sehat juga akan tetap sehat. Artinya, tubuh akan menjadi lebih kuat dalam melawan serangan penyakit. Terapkan gaya hidup sehat, seperti mengkonsumsi makan makanan sehat, olahraga teratur, cukup tidur, dan menghindari pemicu stres akan membantu memperkuat sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

    Minum Air yang Cukup

    Cara mencegah batuk pilek serta flu jugga bisa dilakukan dengan meminum air putih setiap hari. Minum cukup air setiap hari akan membantu tubuh Sahabat Sehat berfungsi sebagaimana mestinya. Minumlah air putih minimal delapan gelas atau 2 liter per hari. Jika urin tampak berwarna kuning muda, artinya Sahabat Sehat telah cukup minum air. Sementara jika urin tampak berwarna kuning gelap, artinya Sahabat Sehat kurang minum air.

    Lihat Juga: Cara Mengatasi Karyawan yang Sering Sakit Flu

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai cara mencegah batuk pilek selama musim penghujan. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk mendapatkan layanan vaksinasi flu dari Prosehat, silahkan cek: Layanan Vaksinasi Flu Prosehat

    Referensi:

    1. Verywell Health. Simple Tips to Prevent Catching the Cold or Flu
    2. Sunshine Hospitals. Tips to Avoid Flu in Rainy Season
    3. Verywell Health. Can Cold Weather Make You Sick?
    4. WebMD. Ways to Boost Your Immune System
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Masih banyak pemahaman yang keliru mengenai cara penularan HIV Aids pada manusia. Padahal mengenali cara penularan HIV sangat penting. Terutama agar terhindar dari penyakit menular tersebut. Ada banyak jenis penyakit menular di dunia yang dapat menyerang siapa saja. Penyebabnya pun beragam, mulai dari virus hingga […]

    Yuk Cek: Mitos dan Fakta Seputar Cara Penularan HIV Aids

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Penularan HIV Aids Melalui Hubungan Seksual Dapat Dihentikan dengan Melakukan Rapid Test HIV Sebelum Menikah

    Masih banyak pemahaman yang keliru mengenai cara penularan HIV Aids pada manusia. Padahal mengenali cara penularan HIV sangat penting. Terutama agar terhindar dari penyakit menular tersebut.

    Ada banyak jenis penyakit menular di dunia yang dapat menyerang siapa saja. Penyebabnya pun beragam, mulai dari virus hingga bakteri jahat. Maka, mengenali cara penularannya sangat penting dilakukan agar terhindar dari penyakit menular tersebut.

    Meski sebagian besar penyakit dapat diobati, tetapi beberapa diantaranya tidak. Ada sejumlah penyakit yang belum dapat diobati secara efektif, termasuk AIDS. Pasalnya, belum ditemukan obat yang secara pasti dapat menyembuhkan seseorang dari penyakit AIDS, atau yang juga dikenal sebagai penyakit HIV AIDS. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara penularan HIV/Aids? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa itu HIV AIDS?

    Menjelang peringatan Hari AIDS sedunia tahun ini, mari kenali lebih jauh HIV AIDS. Tanggal 1 Desember merupakan peringatan Hari AIDS sedunia sejak 1988. Pada tahun 2021 ini, Hari AIDS sedunia yang ke-32 jatuh pada Selasa 1 Desember 2021. Peringatan Hari AIDS sedunia ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap virus HIV AIDS dan cara penularannya. 

    HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga akan melemahkan kemampuan tubuhnya dalam melawan adanya infeksi atau penyakit lain. Sementara AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yang merupakan kondisi infeksi tahap akhir dari serangan penyakit HIV. Saat seseorang telah menderita AIDS, maka tubuhnya betul-betul tidak lagi memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. 

    Cara Penularan HIV Aids

    Menurut CDC (Center for Disease Control and Prevention), cara penularan HIV Aids pada umumnya melalui perantara cairan tubuh tertentu seperti darah, cairan ejakulasi, air mani, cairan pra ejakulasi, cairan vagina, ciran anus, dan ASI. Cairan tubuh dari penderita HIV dapat ditularkan ke tubuh orang yang sehat, melalui:

    • Terdapat luka lecet pada anus
    • Aliran darah dari suntikan jarum
    • Selaput lendir pada dinding vagina
    • Luka terbuka pada kulit, seperti sariawan terbuka di bibir, luka di sekitar kemaluan, atau luka pada gusi atau lidah

    Untuk penularannya sendiri, biasanya melalui beberapa metode. Adapun beberapa metode penularan HIV AIDS yang paling sering terjadi adalah:

    Hubungan seks tanpa alat pengaman (Kondom)

    Cara penularan yang pertama ialah melalui hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman atau kondom. Pada kasus ini, virus HIV akan mudah menginfeksi seseorang yang melakukan hubungan seks dengan seseorang pengidap HIV tanpa menggunakan kondom.

    Ini terjadi akibat adanya pertukaran cairan  saat berhubungan intim sehingga menjadi peluang untuk virus tersebut berpindah dan menyebar ke orang lain. 

    Menggunakan alat suntik bekas

    Berbagi alat suntik atau menggunakan alat suntik bekas dengan orang lain merupakan cara penularan HIV AIDS yang paling banyak terjadi. Saat jarum tersebut telah digunakan orang lain, biasanya akan ada darah atau virus dan bakteri yang menempel pada permukaan jarum.

    Jika orang tersebut pengidap HIV AIDS, maka jarum itu telah terkontaminasi virus pembawa HIV dan akan menularkan ke tubuh pengguna jarum selanjutnya melalui luka bekas suntikan. 

    Penularan HIV dari ibu ke bayinya

    Ibu hamil yang dinyatakan positif HIV AIDS sebaiknya tidak memberikan ASI-nya kepada bayinya kelak. Meski demikian, anak di dalam kandungan tersebut telah memiliki potensi sendiri untuk tertular virus HIV/Aids dari ibunya.

    Oleh karenanya, ibu hamil pengidap HIV memiliki risiko besar menularkan virus ini kepada sang buah hati saat persalinan, maupun ketika menyusui. 

    ASI yang diminum bayi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ibu hamil yang menderita HIV/Aids berisiko besar menularkan virus berbahaya ini ke bayi yang sedang dikandungnya, terlebih saat bayinya telah lahir. Ibu yang menderita HIV tidak diperkenankan menyusui atau memberikan ASI kepada bayinya.

    DIlarangnya ibu penderita HIV untuk menyusui si kecil perlu dilakukan untuk melindungi si bayi dari paparan virus HIV AIDS yang terkandung dalam ASI ibu. Sebagai pencegahan, ibu hamil dapat mengkonsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV guna melindungi sang janin dari infeksi HIV AIDS. 

    Melalui transfusi darah

    Cara penularan HIV Aids selanjutnya adalah melalui transfusi darah. Saat melakukan transfusi darah, virus HIV akan dapat cepat menyebar melalui donor darah yang diperoleh dari pendonor yang positif memiliki virus HIV/Aids di tubuhnya. Atau melalui transfusi darah yang telah terkontaminasi virus HIV.

    Oleh sebab itu, sebelum melakukan transfusi darah sangat penting untuk mengetahui status kesehatan pendonor. Alangkah lebih baik jika transfusi darah berasal dari keluarga, atau kerabat yang sudah diyakini berada dalam status sehat.

    Melalui seks oral

    Hubungan seks dapat dilakukan dengan bermacam cara, termasuk dengan melakukan seks oral. Seks oral merupakan aktivitas seks dengan memberikan rangsangan atau stimulus pada alat kelamin pasangannya dengan menggunakan mulut, gigi, ludah, atau lidah. Saat melakukan seks oral, orang yang menggunakan mulut untuk merangsang pasangannya akan mudah tertular virus HIV. Itulah mengapa melakukan seks oral dapat menjadi penyebab penularan virus HIV.

    Terkena atau tertukarnya cairan vagina atau sperma

    Tak hanya dapat menular saat berhubungan seks, virus HIV juga dapat menyebar saat sisa-sisa cairan vagina atau sperma yang terdapat di toilet umum secara tidak sengaja mengenai alat kelamin Anda saat buang air. Selain itu, cara penyebaran ini juga berlaku bagi Anda yang suka bertukar pakaian dalam, terutama celana dalam.

    Lihat Juga: Fakta dan Mitos Seputar Gejala dan Cara Mencegah HIV Aids

    Cara Mencegah Penularan HIV AIDS

    HIV merupakan jenis virus yang rapuh sehingga virus ini tidak dapat bertahan lama diluar tubuh manusia. HIV hanya bisa ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang telah terinfeksi virus HIV, seperti cairan vagina, cairan sperma, cairan anus, ASI, dan darah. Meski demikian, perlu diketahui pula bahwa HIV tidak dapat menyebar melalui urine ataupun keringat. 

    Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi virus HIV AIDS, diantaranya:

    • Lakukan hubungan secara aman, yakni dengan melakukan hubungan seks setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan
    • Setia dengan pasangan
    • Sebelum menjalankan pernikahan, sebaiknya lakukan pemeriksaan infeksi HIV terlebih dahulu untuk melindungi diri dari infeksi HIV
    • Hindari penggunaan narkoba. Penggunaan narkoba dengan cara suntikan dan berbagi alat suntik merupakan salah satu penyebab penularan HIV AIDS yang paling besar
    • Tidak berbagi jarum suntik atau peralatan medis lainnya yang berhubungan dengan darah atau cairan di dalam tubuh
    • Bayi akan mudah tertular HIV AIDS melalui plasenta atau ASI ibunya. Untuk itu ibu hamil penderita HIV tidak disarankan untuk memberikan ASInya kepada sang bayi setelah dilahirkan
    • Jika ibu hamil menderita HIV, konsumsi obat secara rutin untuk melindungi bayi dari penularan HIV AIDS
    • Melakukan kampanye atau sosialisasi kepada lingkungan sekitar untuk memberikan bimbingan moral kepada anak remaja atau anak muda untuk mencegah penularan HIV dan AIDS
    • Bagi remaja yang masih dalam kondisi labil, beri mereka pemahaman bahaya Penyakit HIV AIDS untuk menghindari pergaulan bebas
    • Tidak berbagi alat atau produk pribadi yang dapat berpotensi dalam penularan HIV AIDS, seperti pisau cukur, sikat gigi, atau peralatan lainnya

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara penularan HIV Aids yang perlu kita hindari. HIV Aids yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Desember semoga mengingatkan kita untuk terus hidup sehat. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) maupun produk kesehatan terbaik untuk melawan HIV Aids. Cek: Produk dan Layanan Terkait HIV Aids

    Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut mengenai HIV Aids, ssegera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. inas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. 7 Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya [Internet]. Indonesia : Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan; [citd 2021 Nov 15].
    2. Mardhatillah A. Peringati Hari AIDS Sedunia, Waspadai Cara Penularannya Berikut Ini [Internet]. Indonesia : Pyfa Health; [cited 2021 Nov 15].
    3. Wiley. ABC of HIV and AIDS, 6th Edition [Internet]. USA : Wiley; [cited 2021 Nov 21].
    4. Centers for Disease Control and Prevention. HIV Transmission [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; [cited 2021 Nov 15].
    5. Avert. Blood transfusions & transplants and HIV [Internet]. USA : Avert; [cited 2021 Nov 15].
    6. American College of Obstetricians and Gynaecology. HIV and Pregnancy [Internet]. USA :  American College of Obstetricians and Gynaecology; [cited 2021 Nov 15].
    Read More
  • Kasus hipotiroid pada perempuan lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa kaum hawa lebih rentan pada penyakit ini. Walaupun hipotiroid dapat menyerang segala usia dan dapat menyerang laki-laki maupun wanita, namun kasus hipotiroid memang lebih sering menimpa para wanita. Pada tubuh manusia, dapat dijumpai berbagai organ dengan fungsinya masing-masing yang berperan dalam menjaga […]

    Hipotiroid pada Perempuan | Kenali Gejala & Penanganannya

    Pengecekan Gejala Hipotiroid pada Perempuan Perlu Dilakukan Sejak Dini untuk Percepatan Penyembuhan

    Kasus hipotiroid pada perempuan lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa kaum hawa lebih rentan pada penyakit ini. Walaupun hipotiroid dapat menyerang segala usia dan dapat menyerang laki-laki maupun wanita, namun kasus hipotiroid memang lebih sering menimpa para wanita.

    Pada tubuh manusia, dapat dijumpai berbagai organ dengan fungsinya masing-masing yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Terdapat beberapa organ yang berperan dalam memproduksi hormon untuk mengatur metabolisme tubuh, diantaranya adalah kelenjar tiroid.

    Bila dijumpai kelainan pada kelenjar tiroid, maka proses metabolisme tubuh dapat terganggu.  Mengapa dari berbagai penelitian diketahui bahwa gangguan tiroid lebih sering terjadi pada wanita? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Kelenjar Tiroid?

    Kelenjar tiroid terletak di bagian tengah leher yang berbentuk seperti kupu-kupu. Hormon yang diproduksi kelenjar tiroid berperan dalam proses metabolisme tubuh manusia. Bila terdapat gangguan pada kelenjar tiroid maka proses metabolisme tubuh pastinya akan terganggu. Gangguan tiroid dapat berupa perubahan bentuk kelenjar tiroid maupun perubahan fungsi kelenjar tiroid.

    Gangguan Hipotiroid Pada Perempuan

    Gangguan hipotiroid merupakan gangguan sistem metabolik kedua yang paling sering diderita oleh wanita. Hipotiroid merupakan suatu kondisi ketika kelenjar tiroid mengalami penurunan fungsi sehingga hormon tiroid yang diproduksi menjadi berkurang. Risiko hipotiroid pada wanita meningkat seiring dengan usia, saat masa kehamilan, setelah hamil, dan pada masa menopause.

    Terdapat beberapa penyebab tersering gangguan hipotiroid, seperti kurangnya asupan iodin dan akibat gangguan autoimun (Hashimoto’s thyroiditis). Peradangan kronis pada kelenjar tiroid akibat gangguan autoimun 5-10 kali lebih sering diderita wanita dibandingkan pria. 

    Gejala Hipotiroid

    Penurunan hormon tiroid dalam tubuh dapat ditandai dengan berbagai gejala, seperti:

    • Mudah merasa lelah
    • Berat badan bertambah 
    • Nyeri otot
    • Mudah merasa kedinginan
    • Kulit kering
    • Rambut menipis
    • Denyut jantung melambat
    • Siklus menstruasi tidak teratur
    • Gangguan fertilitas
    • Gangguan tidur
    • Disfungsi seksual
    • Gangguan mengingat
    • Konstipasi
    • Pembesaran kelenjar tiroid pada leher

    Pada kondisi yang normal, kelenjar pituitari di otak berfungsi untuk mengeluarkan hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang dapat merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid yaitu Thyroxine (T4). Bila produksi hormon T4 berkurang, tubuh dapat menyadarinya dan memproduksi hormon TSH lebih banyak untuk meningkatkan produksi hormon T4 dari kelenjar tiroid.

    Bagaimana Mendeteksi Gangguan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis penyakit hipotiroid pada perempuan, dokter akan melakukan wawancara dan memeriksa kondisi tubuh Anda. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang kemudian diikuti dengan pemeriksaan laboratorium. Pada kondisi hipotiroid, hasil laboratorium menunjukan kadar hormon TSH tinggi sementara kadar hormon T4 rendah.

    Namun terkadang dapat dijumpai hasil laboratorium dengan kadar hormon TSH yang tinggi dan kadar hormon T4 normal, kondisi ini disebut hipotiroid subklinis. Terdapat pula kondisi lain yang disebut sebagai hipotiroid sentral, yang ditandai dengan kadar hormon T4 normal dengan kadar hormon TSH rendah, normal, atau bahkan tinggi.

    Bagaimana Penanganan Hipotiroid ?

    Penanganan hipotiroid pada perempuan akan disesuaikan dengan berbagai macam penyebabnya. Secara umum pengobatan hipotiroid berupa pemberian obat hormon tiroid sintetis. Pemeriksaan laboratorium seperti TSH dapat dilakukan kembali dalam kurun waktu 6-10 minggu setelah mengkonsumsi obat. Anda mungkin memerlukan pemeriksaan berkala lebih sering apabila sedang hamil, atau jika mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kerja obat tiroid.

    Apabila Anda merasakan tanda atau gejala yang disebutkan diatas, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar dapat diperiksa dan diberi penanganan sejak dini.

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan RI 2015. Situasi dan Analisis Penyakit Tiroid. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2015 Mei. 
    2. Dunn D, Turner C. Hypothyroidism in Women. Nurs Womens Health. 2016 Feb 1;20(1):93–8. 
    3. Chaker L, Bianco AC, Jonklaas J, Peeters RP. Hypothyroidism. Lancet Lond Engl. 2017 Sep 23;390(10101):1550–62. 
    4. American Thyroid Association. Hypothyroid [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Dec 03].

    ID-NONT-00081

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Penderita HIV Aids seringkali mendapat diskriminasi. Stigma buruk pada orang dengan HIV AIDS menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial. Hal ini harus diakhiri karena banyak sekali stigma paada ODHA (orang dengan HIV AIDS) adalah stigma yang keliru dan tidak benar. Apalagi sebenarnya ODHA memerlukan bantuan […]

    Mengakhiri Diskriminasi dan Stigma pada Penderita HIV Aids

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Hari Aids Sedunia Mari Hentikan Stigma dan Diskriminasi pada Orang dengan HIV AIDS

    Penderita HIV Aids seringkali mendapat diskriminasi. Stigma buruk pada orang dengan HIV AIDS menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial. Hal ini harus diakhiri karena banyak sekali stigma paada ODHA (orang dengan HIV AIDS) adalah stigma yang keliru dan tidak benar. Apalagi sebenarnya ODHA memerlukan bantuan dalam menghadapi kondisi yang sedang dihadapi.

    Dalam rangka Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2021, Sahabat Sehat perlu mengenali Human Immunodeficiency Virus (HIV) terlebih dahulu sebab kondisi AIDS awalnya diakibatkan oleh HIV.Ya, seseorang yang terinfeksi HIV belum tentu mengidap AIDS. Untuk lebih lengkapnya, Sahabat Sehat dapat menyimak penjelasan berikut:

    Mengenal Apa Itu HIV dan AIDS

    HIV merupakan sebuah virus yang menyerang sel tubuh yang berfungsi untuk menjaga imun tubuh. Hal ini menyebabkan kondisi imun tubuh menjadi menurun dan orang dengan HIV lebih mudah terinfeksi virus ataupun bakteri lain. Sementara AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome yang berarti suatu sindrom penurunan imun.

    Lihat Juga: Penyebab HIV AIDS serta Fakta dan Mitos Seputar HIV AIDS

    Istilah AIDS pertama kali digunakan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tanggal 24 September 1982, namun kasus pertama yang menggambarkan AIDS ditemukan 1 tahun sebelumnya, yaitu pada tanggal 5 Juni 1981.1 Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2020, terdapat sekitar 37,7 juta orang yang hidup dengan HIV dan 680.000 orang yang meninggal akibat komplikasi HIV.

    Cara Penularan HIV/AIDS

    HIV merupakan sebuah virus yang dapat ditularkan dari beberapa cairan tubuh seperti darah. Sebagai contoh, penularan dapat terjadi apabila menggunakan jarum suntik yang telah digunakan oleh penderita HIV sebelumnya atau saat melakukan aktivitas seksual yang tidak terproteksi (tidak menggunakan kondom). Selain itu, penularan juga dapat terjadi dari ibu ke janin yang dikandungnya saat hamil dan melahirkan.

    Bagi penderita HIV yang berobat rutin, virusnya disupresi dengan obat sehingga tidak menularkan HIV ke pasangan seksualnya. Perlu diingat bahwa kontak sehari-hari seperti berjabat tangan, memeluk, mencium atau membagi alat atau makanan tidak menularkan HIV.

    Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengucilkan penderita HIV AIDS karena takut tertular. Padahal kontak sehari-hari dengan penderita HIV/AIDS tidak menyebabkan penularan dari penderita ke orang di sekitarnya (kecuali melakukan hubungan seksual).

    Gejala Seseorang Mengidap HIV / AIDS

    Bagi penderita HIV yang terinfeksi, gejala yang timbul tergantung dari tahap penyakit tersebut. Pada tahap awal terinfeksi mungkin penderita tidak bergejala, atau dapat merasakan demam, badan pegal, sakit kepala atau nyeri tenggorokan seperti gejala influenza. Pada tahap yang lebih lanjut, kondisi imun tubuh akan semakin menurun, yang menyebabkan penderita HIV lebih rentan untuk terinfeksi virus atau bakteri lainnya sehingga sering sakit. 

    Beberapa infeksi yang sering dijumpai dapat berupa tuberkulosis, meningitis Cryptococcus (disebabkan oleh jamur), atau infeksi bakteri berat. Apabila tidak diobati, tahap HIV dapat terus berlanjut hingga menjadi AIDS. Beberapa dari gejala AIDS adalah sebagai berikut:1

    • Penurunan berat badan cepat
    • Demam hilang timbul
    • Sering berkeringat di malam hari
    • Mudah lelah
    • Bengkaknya kelenjar getah bening pada ketiak, leher, atau daerah paha
    • Diare yang dialami hingga lebih dari 1 minggu
    • Luka pada mulut, genital, atau anus
    • Infeksi paru-paru (pneumonia)
    • Bercak-bercak merah, coklat, atau ungu pada kulit daerah mulut, hidung, atau kelopak mata
    • Gangguan mengingat, depresi, atau gangguan neurologis lain

    Jika merasa memiliki gejala-gejala di atas, sangat disarankan untuk segera melakukan medical check up. Terutama pemeriksaan atau tes HIV Aids. Tes HIV ini juga sangat dianjurkan sebelum menikah, bahkan diatur oleh pemerintah sebagai syarat pernikahan.

    Lihat Juga: Tes HIV Sebelum Menikah

    Dengan mendeteksi dini HIV, dapat mencegah HIV berkembang menjadi AIDS. Selain itu, konsumsi obat antiretroviral dapat menekan jumlah virus HIV sehingga gejala maupun perkembangan virus dapat ditekan.

    Pengobatan HIV AIDS

    Hingga saat ini belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan HIV maupun AIDS. Obat yang diberikan kepada penderita HIV atau AIDS merupakan obat antiretroviral (ART). Dengan konsumsi rutin obat tersebut, maka HIV dapat ditekan sehingga penderita HIV dapat menjalani hidupnya dengan normal. Pengobatan ini berjalan lama, bahkan seumur hidup sehingga sangat penting untuk tetap rutin kontrol.

    Sebelum didiagnosa dengan HIV, seseorang perlu menjalani tes laboratorium terlebih dahulu. Setelah hasilnya positif, tes tersebut perlu diulang untuk memastikan hasil yang pertama. Apabila hasilnya positif, orang tersebut dapat menularkan HIV ke orang lain sehingga pengobatan harus diberikan secepatnya untuk mencegah penularan dan memperbaiki kondisi imun tubuh orang tersebut

    Tim khusus untuk penderita HIV maupun AIDS dapat membantu baik dari sisi konseling hingga pengobatan. Oleh karena penyakit ini merupakan penyakit jangka panjang, sangat penting agar penderita HIV maupun AIDS untuk memiliki dukungan dari keluarga dan orang-orang disekitarnya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai HIV/Aids yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Desember. Hingga saat ini, ketimpangan bagi penderita HIV atau AIDS masih terjadi. Namun demikian, mari stop diskriminasi dan stigma keliru kepada penderita HIV AIDS. Bagaimanapun juga, HIV maupun AIDS merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan imun tubuh menurun dan merupakan penyakit jangka panjang sehingga dukungan keluarga maupun orang-orang sekitar sangat berperan penting bagi pemulihan fisik dan mental penderita. 

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) dan tes HIV segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Silahkan cek: Layanan Tes HIV dari Prosehat

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. HIV Gov. What Are HIV and AIDS? [Internet]. USA : HIV  Gov. 2021 [cited 27 November 2021].
    2. World Health Organization. HIV/AIDS [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [cited 27 November 2021].
    3. UN AIDS. Condoms are a critical part of combination prevention [Internet]. USA : UN AIDS. 2021 [cited 27 November 2021]
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Ditinjau oleh : dr. Monica C Aritmia atau gangguan irama jantung dapat menyerang siapa saja. Usia tua maupun muda. Atlet maupun orang biasa. Cegah sedini mungkin. Karena sama seperti masalah jantung lainnya, penakit ini tidak memandang usia, jenis kelamin, maupun ras. Baru-baru ini kita dikejutkan salah satu artis muda Indonesia […]

    Aritmia – Gangguan Irama Jantung yang Mengintai Kita Semua

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Aritmia atau Gangguan Irama Jantung Harus Segera Ditangani Secara Medis

    Aritmia atau gangguan irama jantung dapat menyerang siapa saja. Usia tua maupun muda. Atlet maupun orang biasa. Cegah sedini mungkin. Karena sama seperti masalah jantung lainnya, penakit ini tidak memandang usia, jenis kelamin, maupun ras.

    Baru-baru ini kita dikejutkan salah satu artis muda Indonesia yang meninggal akibat gangguan jantung. Juga berita bahwa penyerang Barcelona, Segio Aguero, mengalami aritmia.

    Bagaimanapun juga penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut badan kesehatan dunia atau disebut WHO (World Health Organization), jumlah kematian karena penyakit jantung sebanyak 17,7 juta orang di dunia pada tahun 2019.

    Pada 2020 saja hampir 10 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung. Angka ini belum termasuk angka di tahun 2021. WHO bahkan memprediksi pada 2030 mendatang orang yang meninggal akibat gangguan jantung bisa menyentuh angka 50 juta per tahunnya.

    Sebagai salah satu masalah jantung, aritmia kerap tidak terdeteksi dengan baik sejak dini. Padahal hal ini dapat berakibat fatal dan dapat berakhir dengan kematian mendadak. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenali apa itu gangguan irama jantung, penyebab, cara mencegah, dan cara mengobatinya.

    Mengenal Aritmia Atau Gangguan Irama Jantung

    Permasalahan irama jantung dapat terjadi detak jantung yang terlampau cepat atau disebut takikardia adalah kondisi ketika jantung memompa darah terlampau cepat yaitu lebih dari 100x/menit. 

    Sementara jika detak jantung sangat lambat, disebut bradikardi merupakan kondisi ketika jantung memompa darah kurang dari 60x/menit atau detak jantung dengan irama yang tidak beraturan.

    Irama jantung dengan detak yang lambat akan mengganggu aliran darah ke otak sehingga penderitanya sewaktu-waktu dapat pingsan. Sebaliknya, apabila detak jantung terlampau cepat dalam jangka waktu yang lama maka fungsi pompa jantung akan melemah.

    Aritmia atau gangguan irama jantung adalah kondisi saat detak jantung tidak semestinya. Masalah irama jantung ini biasanya terjadi ketika sinyal listrik yang mengkordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), ataupun tidak beraturan.

    Berbagai Jenis Aritmia (Gangguan Irama pada Jantung)

    Ada beberapa jenis gangguan irama jantung. Beberapa bersifat ringat, namun yang lain bersifat berbahaya dan perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Jenis aritmia yang kerap terjadi antara lain adalah:

    Atrial Fibrilasi

    Merupakan gangguan irama jantung dimana jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur. Gejala ini biasa disebut juga takikardia.

    AV Blok

    Kondisi ini merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih lambat karena adanya blok atau hambatan aliran listrik jantung. Gejala ini biasa disebut juga bradikardia.

    Supraventrikular Takikardia (SVT)

    SVT merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih cepat.

    Ventrikel Ekstra Sistol (VES)

    VES merupakan kondisi dimana ada denyutan tambahan lain diluar denyut jantung normal. Segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber denyutan sebelum risiko masalah jantung semakin besar.

    Ventrikel Fibrilasi

    Merupakan kondisi dimana jantung hanya bergetar saja dan tidak memompa darah secara maksimal. Inipun merupakan kondisi yang berbahaya. Segera minta bantuan medis jika kondisi ini terjadi.

    Lihat Juga: Pentingnya Cek Rutin untuk Jantung

    Gejala Seseorang Mengalami Aritmia

    Sahabat Sehat, seringkali gangguan irama jantung tidak memiliki gejala sehingga pasien tidak sadar mengalami gangguan irama jantung. Namun, berikut ini gejala yang biasanya dialami pasien dengan gangguan irama jantung :

    • Dada terasa berdebar
    • Denyut nadi tidak beraturan
    • Pusing
    • Sesak nafas
    • Dada terasa tidak nyaman
    • Kelemahan atau kelelahan (merasa capek)
    • Pingsan

    Perhatian: Gejala di atas muncul setelah masalah aritmia sudah cukup serius. Oleh sebab itu, sangat penting melakukan medical check up secara berkala untuk memastikan deteksi aritmia sejak dini.

    Dapatkan layanan medical check up untuk memastikan kesehatan jantung: Reservasi Layanan Medical Check Up

    Penyebab dan Kondisi yang Memicu Aritmia

    Aritmia atau gangguan irama jantung terjadi karena sumber listrik yang mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Berikut adalah berbagai kondisi yang dapat memicu aritmia :

    • Penyakit jantung koroner
    • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
    • Gangguan otot jantung (Kardiomiopati)
    • Gangguan katup jantung
    • Gangguan elektrolit dalam darah seperti natrium dan kalium
    • Kerusakan jantung akibat serangan jantung
    • Penyembuhan pasca operasi jantung
    • Kondisi penyakit lainnya (hipertiroid, diabetes)
    • Efek samping obat
    • Stress
    • Kurang tidur
    • Alkohol dan kafein
    • Penggunaan obat-obatan terlarang

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk membiasakan pola hidup sehat seperti menjauhi stress, cukup tidur, menghindari alkohol dan kafein, serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Dengan demikian, dapat menurunkan risiko terkena gangguan irama jantung atau aritmia.

    Penanganan Bagi Penderita Aritmia

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala aritmia, atau memiliki pola hidup yang berisiko memicu aritmia, dianjurkan melakukan konsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat terdeteksi, kemungkinan sembuh akan semakin tinggi.

    Pada umumnya aritmia dapat diatasi dengan berbagai cara, seperti:

    Pemberian Obat-Obatan

    Dokter akan meresepkan berbagai obat-obatan antiaritmia yang dikonsumsi secara rutin. Hindari konsumsi obat tanpa resep dokter untuk mencegah efek samping tertentu yang mungkin tidak sesuai dengan kondisi tubuh.

    Manuver Vagal

    Manuver vagal atau pijat sinus karotis dilakukan dengan cara merelaksasi saraf vagus yang dapat membantu mengontrol detak jantung. Namun terapi ini tidak disarankan pada orang dengan riwayat serangan jantung, atau mengalami gangguan irama jantung serius.

    Prosedur Medis

    Selain dengan melakukan prosedur diatas, untuk mengatasi aritmia juga dapat dilakukan prosedur berikut :

    Ablasi

    Prosedur ini bertujuan untuk menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama jantung.

    Alat Pacu Jantung

    Alat ini bermanfaat untuk mengembalikan irama jantung yang melambat hingga menjadi normal. Alat pacu jantung dipasang dibawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.

    ICD

    ICD atau disebut juga Implantable Cardioverter Defibrillator adalah alat yang berukuran kecil dan dipasang di dada, yang digunakan pada penderita yang beresiko mengalami henti jantung mendadak. Alat ini akan mendeteksi tanda henti jantung dan otomatis mengalirkan listrik untuk mengatasi saat jantung berhenti mendadak.

    Panggil Dokter Jantung

    Seringkali masalah irama jantung ini menyebabkan rasa lemas dan butuh berbaring agar irama bisa kembali stabil. Namun demikian bukan berarti masalah pada irama jantung sudah selesai. Segera lakukan panggil dokter jantung untuk mendapatkan penanganan medis, mendapatkan obat yang sesuai, dan mendapat rekomendasi medis lanjutan (seperti rujukan ke rumah sakit).

    Untuk memanggil dokter jantung ke rumah bisa memanfaatkan layanan berikut ini:
    Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Perubahan Gaya Hidup

    Gaya hidup yang kurang baik dapat memicu gangguan irama jantung. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mengurangi faktor risiko terjadinya gangguan irama jantung, seperti :

    • Hindari merokok
    • Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan
    • Hindari mengkonsumsi kafein 
    • Hindari penggunaan obat yang bersifat stimulan, seperti penggunaan obat flu dan alergi sembarangan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat

    Mengapa harus menghindari kafein? Beberapa orang yang sensitif terhadap kafein seperti coklat, teh dan kopi akan memperberat resiko terjadinya aritmia.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aritmia atau gangguan irama jantung yang kerap dialami pada usia muda. Untuk mendeteksi adanya gangguan jantung, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Medical Check Up, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Info Datin : Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta: Kemenkes RI;. 
    2. CNN Indonesia : Angka Kematian Akibat Jantung Masih Lebih Tinggi dari Covid [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia; [cited 4 November 2021].
    3. Muhammad H. Gangguan Irama Jantung [Internet]. Indonesia : Hermina Hospitals; [cited 4 November 2021].
    4. RSUP Dr.Sardjito. Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung [Internet]. Indonesia : RSUP Dr. Sardjito; [cited 4 November 2021].
    5. Mayo Clinic. Heart arrhythmia – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 4 November 2021].
    6. Beckerman J. Arrhythmia: Types, Symptoms, Causes, Diagnosis & Treatments [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 4 November 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya banyak bahaya burnout atau kerja berlebihan. Namun hal ini kerap diabaikan oleh atasan, maupun oleh karyawan itu sendiri. Akibatnya banyak karyawan yang kemudian sering jatuh sakit ataupun performa kerjanya semakin menurun. Cari Tahu: Solusi Agar Karyawan Bebas Stress Tumpukan pekerjaan seringkali […]

    Awas Bahaya Burnout atau Kerja Berlebihan, Bisa Stroke!

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Bahaya Burnout Bukan Sekedar Menyebabkan Stres Namun Dapat Mengganggu Jantung dan Meningkatkan Risiko Stroke

    Bahaya Burnout Bukan Sekedar Menyebabkan Stres Namun Dapat Mengganggu Jantung dan Meningkatkan Risiko Stroke

    Sebenarnya banyak bahaya burnout atau kerja berlebihan. Namun hal ini kerap diabaikan oleh atasan, maupun oleh karyawan itu sendiri. Akibatnya banyak karyawan yang kemudian sering jatuh sakit ataupun performa kerjanya semakin menurun.

    Cari Tahu: Solusi Agar Karyawan Bebas Stress

    Tumpukan pekerjaan seringkali memang tidak ada habisnya, seringkali kita mengabaikan waktu istirahat agar pekerjaan menjadi cepat selesai. Namun, ada baiknya, bila tubuh sudah merasa lelah, sebaiknya berikan waktu untuk tubuh beristirahat demi kesehatan jantung. Istilah “burnout” atau kelelahan akibat pekerjaan disebut sebagai salah satu kondisi stres kronis oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization).

    Salah satu komplikasi yang diakibatkan “burnout” akibat pekerjaan adalah timbulnya penyakit stroke. Sahabat Sehat, bagaimana cara mencegah stroke yang diakibatkan oleh burnout ini? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Stroke?

    Penyakit stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Stroke menurut World Health Organization adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda klinis yang berkembang cepat berupa gangguan saraf secara lokal atau menyeluruh, yang dapat berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain gangguan pembuluh darah.

    Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan otak. Data dari World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke dan sekitar 5,5 juta kematian yang terjadi akibat stroke.

    Selain penyakit jantung yang disebabkan karena “burnout”, penyakit stroke juga dapat menyerang sehingga menyebabkan disabilitas jangka panjang hingga kematian. Semua orang takut akan penyakit stroke, namun sayangnya hanya sedikit saja yang tergerak untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Untuk itu, bagi para pekerja kantoran, diharapkan agar tetap waspada terhadap penyakit stroke karena para pekerja kantoran lebih rentan terkena stroke.

    Kenali Tanda Burnout

    Karena burnout dapat menyebabkan stroke, maka sudah seharusnya karyawan maupun atasan mengetahui tanda bahwa telah terjadi burnout dalam bekerja. Dengan sedini mungkin mengetahui adanya burnout di tempat kerja, tindakan penegahan risiko dapat segera dilakukan.

    WHO mengungkapkan berikut adalah berbagai gejala “burnout” yang perlu Sahabat Sehat waspadai, yaitu:

    • Waktu untuk kehidupan pribadi berkurang drastis untuk bekerja
    • Kurang tidur karena sebagian waktu tidur digunakan untuk bekerja
    • Merasa lelah, bosan, dan kehabisan energi akibat terus menerus bekerja
    • Merasa terasing dalam pekerjaan, perasaan negatif dan pesimis terhadap pekerjaan
    • Kinerja atau performa kerja menurun

    Seseorang yang mengalami burnout biasanya mengalami hal tersebut karena merasa tertekan sehingga mau tidak mau pada akhirnya bekerja secara berlebihan. Terdapat dua jenis golongan tekanan dalam pekerjaan, yaitu :

    Tuntutan pekerjaan psikologis

    Tuntutan pekerjaan psikologis diidentifikasikan sebagai tekanan waktu, beban mental dan tingkat tanggung jawab seseorang terhadap pekerjaannya.

    Tekanan kontrol pekerjaan

    Sementara tekanan kontrol terhadap pekerjaan diidentifikasi sebagai kontrol seseorang terhadap keputusan.

    Pengaruh Stres Akibat Burnout dengan Stroke

    Orang yang mengalami burnout atau kerja berlebihan cepat atau lambat akan mengalami stres. Jika stres dialami berkepanjangan, stres dapat memicu berbagai masalah medis seperti gangguan jantung, stroke, dan masalah medis lainnya. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan peradangan, tekanan darah tinggi dan masalah pada pembuluh darah. Masalah-masalah inilah yang kemudian berpotensi dapat menyebabkan stroke.

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa meningkatnya tekanan psikososial (seperti tekanan pada tempat kerja) berkaitan erat dengan resiko stroke fatal dan non-fatal pada orang dewasa.

    Pada sebuah penelitian di China yang mengumpulkan data dari enam penelitian dengan 138.782 peserta, dengan mengevaluasi hubungan antara stres kerja dan resiko stroke di masa depan. Sebuat studi dari Jurnal Neurology menunjukkan bahwa:

    • Stroke yang disebabkan stres memang dapat terjadi
    • Stres dalam bentuk dan penyebab apapun cukup berbahaya bagi kesehatan dan harus dianggap serius

    Bahaya Burnout pada Kesehatan Seseorang

    Para peneliti menemukan bahwa pekerjaan dengan tuntutan tinggi dan kontrol rendah (seperti pelayan dan asisten perawat) dan memicu burnout dikaitkan dengan 22% peningkatan resiko stroke dibandingkan dengan pekerjaan dengan tuntutan rendah dan kontrol tinggi seperti arsitek atau ilmuan.

    Sebuah penelitian pada tahun 2010  mengatakan bahwa stres terkait pekerjaan dapat memicu beberapa hal seperti depresi, hipertensi, merokok, pola hidup yang tidak berkualitas (jarang olahraga, pola makan buruk sampai penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

    Sedangkan penelitian lain mengatakan bahwa terjadinya stroke ringan atau TIA (Transient Ischemic Acute) pada orang dewasa dipengaruhi oleh tingkat stres dan gejala depresi yang dialami akibat pekerjaan.

    Ada satu penelitian dari Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS), yang hasilnya cukup menarik. Penelitian menemukan bahwa saat seseorang mengalami stres, area otak tertentu (yaitu amigdala) akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih.

    Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja Akibat Burnout

    Memang ada kalanya kita harus bekerja extra. Misalnya lembur. Namun jangan sampai pekerjaan extra tersebut menjadi penyebab burnout yang kemudian menyebabkan terjadinya stes. Sahabat Sehat, berikut ini beberapa saran yang dapat digunakan untuk mencegah bahaya burnout dan menghilangkan stres akibat tekanan pekerjaan:

    1. Ketika merasa lelah dan stres, coba untuk menarik napas dalam-dalam
    2. Sempatkan waktu untuk mencoba bermeditasi atau mencoba yoga
    3. Gunakan musik sebagai media untuk menenangkan suasana hati.
    4. Buat waktu untuk kegiatan olahraga dengan teman-teman untuk meningkatkan mood
    5. Hindari alkohol, baik saat senang maupun ketika stres
    6. Coba untuk melakukan hobi baru 
    7. Hidupkan ruangan pekerjaan dengan mengganti desain ruangan atau menambah tanaman
    8. Berikan nuansa warna lembut pada ruangan kerja untuk membantu menciptakan ruang yang menyenangkan.
    9. Fokus pada satu tugas terlebih dahulu, karena apabila anda mengerjakan tugas secara multitasking sering kali dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres
    10. Berani bicara dan diskusikan dengan atasan jika memang terjadi penumpukan pekerjaan

    Selengkapnya: Cara Mengatasi Stress

    Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak dan bahaya burnout karena bekerja yang berlebihan terhadap resiko stroke. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) maupun konsultasi kesehatan segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih, yang turut menyediakan layanan pemeriksaan kerumah dan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kompas. Bagaimana Kelelahan Kerja Sebabkan Gangguan Jantung Halaman all – Kompas.com [Internet]. Indonesia : Kompas. 2020 [cited 12 November 2021].
    2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Stroke Don’t be The One. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2019. 
    3. Gorvett Z. Waspada stres akut karena kelelahan bekerja: Bagaimana mengatasinya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2019 [cited 12 November 2021].
    4. World Health Organization. Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases [Internet]. Who.int. 2019 [cited 12 November 2021].
    5. Cleveland Clinic. Can Stress Cause a Stroke? [Internet]. Cleveland Clinic. 2021 [cited 12 November 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Jika gejala kanker prostat pada pria terdeteksi sejak dini, potensi untuk sembuh akan lebih tinggi. Sayangnya, masih banyak yang abai. Merasa bahwa masalah yang sedang terjadi pada tubuh hanyalah masalah sepele yang akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Padahal membiarkan masalah pada tubuh hanya […]

    10 Hal yang Menjadi Tanda Gejala Kanker Prostat Pada Pria

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Satu Gejala Kanker Prostat pada Pria yang Sering Muncul Berupa Rasa Sakit Setiap Kali Menahan Buang Air Kecil

    Jika gejala kanker prostat pada pria terdeteksi sejak dini, potensi untuk sembuh akan lebih tinggi. Sayangnya, masih banyak yang abai. Merasa bahwa masalah yang sedang terjadi pada tubuh hanyalah masalah sepele yang akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Padahal membiarkan masalah pada tubuh hanya akan membuat masalah tersebut berkembang ke tingkat yang lebih serius.

    Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari gejala kanker prostat sehingga dapat mengetahui apakah benar tubuh terkena penyakit tersebut. Dengan demikian, langkah pengobatan yang tepat dapat dipilih dan diaplikasikan.

    Mengenal Kanker Prostat dan Risikonya

    Kanker prostat adalah jenis kanker yang menyerang pria dan berlokasi di dalam kelenjar prostat. Sedangkan, prostat merupakan kelenjar kecil berbentuk kenari yang berfungsi memproduksi cairan mani untuk memberi nutrisi dan mengangkut sperma. 

    Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi, khususnya pada pria. Dalam beberapa kasus, kanker prostat dapat tumbuh lambat dan terbatas pada kelenjar prostat, di mana mereka mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan yang serius dan hanya membutuhkan pengobatan sederhana atau bahkan tanpa pengobatan sekalipun. Namun, pada sejumlah kasus lainnya kanker jenis ini dapat bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat. 

    Kanker prostat yang terdeteksi lebih awal biasanya akan memiliki peluang lebih besar dalam keberhasilan pengobatan. Karena itu, penting bagi setiap pria untuk mengenali tanda atau gejala dari penyakit ini. Lantas, apa saja gejala seperti apa yang menjadi tanda kemungkinan kanker prostat?

    Tanda dan Gejala Kanker Prostat pada Pria

    Pada dasarnya, kanker prostat tidak memiliki gejala yang spesifik, terutama pada stadium awal. Menurut Cancer Research UK, hampir semua kanker prostat muncul di bagian luar kelenjar prostat. Pada kondisi ini, biasanya sel kanker tidak terlalu besar dan dekat untuk menekan saluran kencing atau uretra yang berada di sekitarnya. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami penderita kanker prostat:

    Sulit ereksi

    Sulit ereksi atau disfungsi ereksi merupakan salah satu gejala kanker prostat yang banyak terjadi. Gangguan reproduksi ini juga dikenal sebagai impotensi. Pada kondisi ini, Anda mungkin tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi penis dalam waktu lama. 

    Urin atau air mani mengeluarkan darah

    Adanya darah dalam urin atau air mani setelah proses ejakulasi juga menjadi tanda adanya kanker prostat. Meski darah yang dikeluarkan hanya bercak atau berwarna merah muda, namun gejala ini seringkali diabaikan. Selain dipengaruhi kanker prostat, adanya infeksi pada saluran kemih juga dapat menjadi pemicu munculnya darah di urin atau air mani.

    Sulit menahan buang air 

    Saat mengalami kanker prostat, tungkai dan kaki Anda mungkin akan melemah atau mengalami mati rasa. Namun, biasanya penderita kanker prostat akan kesulitan dalam mengontrol buang air kecil atau buang air besar karena kanker menekan sumsum tulang belakang. 

    Sulit berkemih

    Meski penderita akan sering merasa kebelet, namun saat akan berkemih justru urin yang keluar hanya sedikit. Bahkan, banyak penderita kanker prostat yang harus menunggu beberapa saat untuk berkemih agar urine dapat keluar dengan maksimal. 

    Nyeri saat berkemih

    Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kanker prostat yang menekan saluran kemih. Namun, rasa nyeri saat berkemih juga dapat menjadi tanda adanya gejala infeksi prostat yang dikenal sebagai prostatitis. Selain itu, rasanya nyeri saat buang air kecil juga dapat menjadi gejala lain seperti hyperplasia prostat (bukan kanker ganas).

    Nyeri area punggung dan pinggul

    Sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain disebut dengan metastasis. Kanker prostat yang bermetastasis umumnya akan menyerang tulang. Akibatnya, pinggul, punggung (tulang belakang), dada (tulang rusuk), atau bagian lain disekitar tumor akan terasa ngilu dan nyeri.

    Pancaran urin lemah

    Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, sehingga kondisi buang air kecil akan terganggu saat kanker muncul. Sel kanker yang tumbuh di kelenjar prostat dan menekan kandung kemih dapat membuat pancaran urine menjadi tidak lancar atau bahkan hanya sekedar menetes.

    Sering buang air kecil (terutama malam hari)

    Rasa ingin buang air kecil atau sensasi seperti anyang-anyangan yang sering terjadi malam hari bisa menjadi pertanda kanker prostat. Saat kondisi ini terus terjadi dalam jangka Panjang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dibidang ini. 

    Masalah pencernaan

    Lokasi kelenjar prostat yang terletak di depan rectum atau anus dan di bawah kandung kemih. Saat kanker muncul, maka area tersebut tertekan sehingga menyebabkan sulit buang air besar. 

    Penurunan berat badan

    Setidaknya sebanyak 40 persen pengidap kanker prostat stadium awal akan mengalami penurunan berat badan. Ini karena sel-sel kanker yang terus tumbuh dan berkembang membuat penyerapan nutrisi dan metabolisme tubuh terganggu. 

    Pencegahan Kanker Prostat

    Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat akan membantu dalam mengurangi risiko terjadinya kanker prostat. Beberapa contoh perubahan gaya hidup yang dapat mencegah risiko kanker prostat antara lain adalah:

    • Rutin konsumsi sayur dan buah-buahan setiap hari
    • Rutin olahraga
    • Mempertahankan berat badan ideal
    • Tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
    • Mengelola stres dengan baik

    Temukan produk yang tepat untuk membantu mengatasi masalah prostat anda
    Check sekarang juga:

    Produk Kesehatan untuk Mengatasi Masalah Prostat

    Penyebab kanker prostat memang belum diketahui secara pasti. Namun, faktor usia dan keturunan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat. Agar gejala kanker prostat pada pria dapat terdeteksi sedini mungkin, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan MCU (Medical Check Up), segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik tombol di bawah ini:

    Referensi:

    1. Cancer Research. Symptoms of prostate cancer [Internet]. UK : Cancer Research; [cited 2021 Nov 04]. 
    2. Cancer. Prostate Cancer Signs and Symptoms [Internet]. UK : Cancer; [cited 2021 Nov 04].
    3. Hopkins Medicine. Prostate Cancer Symptoms [Internet]. USA : Hopkins Medicine; [cited 2021 Nov 04].
    4. National Health Service. Prostate cancer – Symptoms [Internet]. UK : National Health Service; [cited 2021 Nov 04].
    5. Prostate Cancer UK. What are the symptoms of prostate cancer? [Internet]. UK : Prostate Cancer UK; [cited 2021 Nov 04].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam