Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 1–10 of 90 results

  • Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun,  ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi […]

    8 Cara Mencegah Uban Tumbuh di Usia 30an

    Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun,  ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi jika masalah rambut yang timbul adalah uban dan usia Anda masih tergolong muda, tentu sangat mengganggu penampilan Anda bukan? Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti, ras, nutrisi, dan lingkungan tempat tinggal. Berikut ini beberapa cara mencegah uban tumbuh di usia Anda yang masih tergolong muda :

    Cobalah untuk memenuhi nutrisi rambut Anda

    Memenuhi nutrisi rambut ternyata sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya uban. Rambut yang tidak ternutrisi dengan baik akan menjadi penyebab tumbuhnya uban di usia Anda yang masih tergolong muda. Oleh karena itu, menurut para ahli, penting bagi Anda yang tidak ingin tumbuh uban di usia muda,  untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B9, vitamin B12, tembaga, dan zink. Hal ini karena dengan nutrisi tersebut rambut akan ternutrisi dengan baik dan mencegah uban yang tumbuh di usia 30 tahunan. Makanan yang mengandung vitamin dan nutrisi tersebut antara lain, ikan, telur, daging sapi, bayam, sawi hijau, asparagus, kacang mede, hazelnut dan kerang serta tiram. Mulailah untuk mengonsumsi makanan tersebut untuk mencegah dari tumbuhnya uban.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga dapat membantu dalam pencegahan tumbuhnya uban di usia dini. Sebaliknya, minuman beralkohol dan berkafein, sebisa mungkin untuk dihindari karena memicu tumbuhnya uban pada rambut.  Yang paling baik adalah air putih dalam pemenuhan cairan pada tubuh. Oleh karena itu cukupilah kebutuhan air putih Anda.

    Kelola  stres

    Stres dapat menimbulkan banyak masalah pada kesehatan Anda, rambut Anda pun akan lebih cepat beruban jika Anda sering stres. Cobalah untuk mengelola stres Anda dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melakukan hobi atau kegiatan yang Anda sukai, dan juga berolahraga secara teratur seperti berenang atau yoga yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan stres Anda. Apapun yang Anda suka, ya!

    Hindari rokok

    Ketahuilah bahwa rokok  bukan hanya dapat merusak organ tubuh dan memberikan masalah pada kesehatan Anda, tetapi  juga dapat merusak penampilan Anda, dengan menumbuhkan uban pada rambut Anda lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Merokok jangka panjang dipercaya dapat menghilangkan pigmen pada rambut Anda. Oleh karena itu, jangan pernah coba-coba untuk mendekati rokok ya!

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    Istirahat yang cukup

    Bila  waktu istirahat Anda cukup, maka organ-organ dalam tubuh Anda pun akan bekerja secara maksimal, dan semua zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen rambut. Sebaliknya, jika tubuh Anda tidak diistirahatkan dengan cukup, membuat organ-organ dalam tubuh Anda tidak dapat bekerja secara maksimal dan membuat zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen pada rambut menjadi tidak diproduksi maksimal, sehingga menyebabkan rambut menjadi cepat berubah warna menjadi putih keabu-abuan atau beruban.

    Menghindari makanan tertentu

    diet karbohidrat

    Ada beberapa makanan yang dianggap dapat menjadi penyebab tumbuhnya uban pada rambut Anda di usia muda. Makanan tersebut diantaranya adalah, gorengan, makanan yang mempunyai rasa pedas dan makanan-makanan yang pedas karena makanan tersebut dapat mengurangi kadar kelembapan pada rambut Anda.

    Hindari mencabut uban

    Mencabut uban akan membuat rambut yang kita cabut tersebut, tercabut sampai akar-akarnya dan pada akhirnya akar tersebut akan rusak dan merusak saraf rambut, sehingga akan menghambat dan menimbulkan masalah pada produksi pigmen rambut.

    Baca Juga: 10 Hal Tentang Kanker Prostat yang Perlu Diketahui Pria

    Rutin mengecek kesehatan

    Ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan tumbuhnya uban pada rambut. Anda dapat mengecek nya pada dokter untuk mengetahui penyakit penyebab rambut beruban lebih cepat. Penyakit tersebut diantaranya adalah vitiligo, yaitu suatu kondisi dimana adanya gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel yang bertugas memproduksi pigmen pada rambut tidak dapat memproduksi lagi. Penyakit  ini hanya bisa ditangani oleh dokter spesialis. Selain vitiligo, kondisi penyakit lainnya yang menyebabkan uban tumbuh lebih cepat yaitu hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid pada tubuh yang menyebabkan rambut menjadi rusak, kusam dan rentan beruban.

    Itulah tadi beberapa cara pencegahan tumbuhnya uban di usia 30 tahunan. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual dan muntah.

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita, jika Anda masih membutuhkan artikel maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, maka tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sobat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sobat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu Anda, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek. Hubungan seksual berisiko […]

    Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi?

    Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek.

    Hubungan seksual berisiko tanpa pengaman

    Apakah yang dimaksud dengan hubungan seksual berisiko tanpa pengaman? Artinya Sobat melakukan hubungan seksual melalui vagina, anal maupun oral tanpa menggunakan kondom dengan pasangan seks lebih dari satu. Tentunya kita tidak tahu bukan pasangan seksual kita sehat apa tidak. Terutama bila Sobat berhubungan dengan Wanita Pekerja Seksual (WPS). Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena HIV dan Penyakit Menular Seksual (PMS). Cairan tubuh seperti darah dan air mani dapat menularkan PMS ketika Sobat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Jadi jika pasangan Sobat menderita HIV atau PMS lainnya, meskipun Anda tidak mengetahuinya, dapat ditularkan ke Sobat loh! Untuk itu, gunakanlah selalu kondom saat berhubungan. Hal ini dapat mengurangi risiko Anda terkena PMS tertentu. Sobat masih bisa terkena herpes dan papillomavirus (HPV) dari pasangan meskipun sudah menggunakan kondom.

    Berganti–ganti pasangan seksual

    Sobat lebih mungkin terkena HIV atau PMS lainnya jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau banyak pasangan seks selama hidup. Hal ini disebabkan lebih banyak orang tentunya makin banyak peluang bahwa salah satu dari mereka akan memiliki HIV dan terinfeksi. Sehingga, setialah pada satu pasangan. Jika Sobat tidak tahu apakah pasangan Sobat telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain, ada baiknya Sobat dan pasangan sama–sama memeriksakan diri untuk pemeriksaan awal PMS dan berbagi hasilnya satu sama lain.

    Seks anal

    Hal ini melibatkan semua aktivitas seksual di sekitar area anus. Ini merupakan jenis seks yang paling berisiko, baik bagi pria maupun wanita dalam menularkan HIV dan PMS lainnya. Hal ini disebabkan oleh lapisan anus yang jauh lebih tipis dari vagina, sehingga lebih muda untuk terluka dan rentan terhadap infeksi. Sebaiknya hindari jenis aktivitas seksual ini. Namun, jika Sobat dan pasangan ingin melakukannya, gunakan kondom dan pelumas untuk menurunkan risiko terluka saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Lindungi si Gadis dari Kanker Serviks

    Seks dan obat–obatan

    Sobat tidak hanya dapat terkena penyakit HIV dan PMS, termasuk hepatitis, dari hubungan seksual saja. Sobat juga bisa terkena penyakit tersebut dari seseorang yang menggunakan narkoba melalui suntikan. Jika orang yang berhubungan seks dengan Sobat berbagi peralatan narkoba dengan seseorang yang positif HIV, ia dapat tertular virus tersebut. Lalu menularkannya pada Sobat melalui hubungan seks yang tidak terlindungi. Jika Sobat menggunakan narkoba jenis lainnya, termasuk minum–minuman beralkohol, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Sobat membuat keputusan yang buruk dan cenderung melakukan hubungan seksual yang berisiko tinggi.

    Selain itu, ada sederet alasan mengapa pasangan–pasangan tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi:

    • Kurang memahami tentang PMS dan bagaimana penyakit tersebut ditularkan.
    • Tidak berbicara terlebih dahulu dengan pasangan mengenai praktik seks yang lebih aman.
    • Tidak siap dan kurang mengerti tentang bagaimana cara menggunakan pelindung untuk mencegah PMS.
    • Tidak menyadari gejala awal PMS.
    • Tidak mencari perawatan medis untuk PMS yang diderita.

    Apa saja efek yang dapat terjadi jika tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi?

    Kehamilan yang tidak diinginkan

    Kehamilan yang tidak diinginkan dapat berdampak pada keluarga yang belum siap untuk menerima edukasi, dan kurangnya kesempatan sosial dan ekonomi untuk keluarga.

    Penyakit Menular Seksual dan HIV

    PMS sering tanpa gejala, sehingga bisa saja orang tidak sadar telah menularkan penyakit tersebut ke orang lain. HIV akan bergejala dalam 10 tahun setelah orang tersebut pertama kali terpapar virus tersebut.

    Baca Juga: Wajibkah Wanita Menikah Melakukan Pap Smear

    Hepatitis B dan C

    Hepatitis B ditularkan melalu hubungan seks dan kontak terhadap cairan tubuh penderita. Infeksi dari hepatitis B juga dapat terjadi tanpa gejala. Hepatitis C ditularkan melalui kontak terhadap darah dari penderita, sehingga perilaku seks berisiko tinggi juga dapat meningkatkan faktor risiko.

    Kanker serviks dan organ lainnya

    Faktor yang paling berpengaruh pada kanker serviks adalah virus human papilloma, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Semakin banyak pasangan seksual seorang wanita tanpa menggunakan kondom, maka semakin besar juga risiko tertular virus tersebut dan nantinya akan berkembang menjadi kanker serviks

    Herpes genital berulang

    Partner yang memiliki herpes aktif dapat menularkan pada pasangannya saat berhubungan seksual. Herpes pada kemaluan dapat terjadi berulang karena virus yang ada dapat tidur di dalam tubuh dan aktif kembali bila dipicu oleh hubungan seksual berisiko.

    Hubungan yang tidak harmonis

    PMS dapat berpengaruh pada hubungan pasangan. Hubungan seksual dapat menjadi tidak nyaman bahkan nyeri, dan juga risiko tinggi tertular penyakit. Jika pasangan tidak diberitahu sebelumnya, dapat berujung pada PMS yang tidak diketahui sumbernya, dan kurangnya rasa percaya dalam suatu hubungan.

    Jangan lupa Sobat, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. What’s Risky sex – webmd.com/sex/whats-risky-sex#1, diakses pada tanggal 20-11-2018
    2. High-Risk Sexual Behavior – cigna.com/individuals-families/health-wellness/hw/medical-topics/high-risk-sexual-behavior-tw9064, diakses pada tanggal 20-11-2018
    3. Sexual Risk Behaviors : HIV, STD, & Teen Pregnancy Prevention – cdc.gov/healthyyouth/sexualbehaviors/, diakses pada tanggal 20-11-2018
    4. Top 9 Risk Factors for Sexually Transmitted Diseases – verywellhealth.com/top-risk-factors-for-acquiring-an-std-3133104, diakses pada tanggal 20-11-2018
    5. The Effects on Health of Sexual behavior and combating the issue – healthknowledge.org.uk/public-health-textbook/disease-causation-diagnostic/2e-health-social-behaviour/sexual-behaviour, diakses pada tanggal 20-11-2018
    Read More
  • Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat […]

    9 Trik Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

    Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat hamil muda tanpa  menggunakan pengobatan.

    Konsumsi Jahe

    jahe

    Jahe adalah pengobatan alami yang terkenal dan umum digunakan untuk mengobati mual. Cara jahe bekerja belum diketahui seutuhnya. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa senyawa di dalam jahe bekerja dengan cara serupa dengan obat antimual. Nyatanya, beberapa studi efektif dalam mengurangi mual dalam berbagai situasi. Konsumsi jahe merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi mual selama kehamilan.

    Baca Juga: 7 Resep Menu Diet Rendah Kalori

    Jahe juga efektif dalma mengurangi mual yang umum dialami oleh pasien  yang mengalami kemoterapi atau operasi. Tidak ada ketentuan khusus terkait dengan dosis yang paling efektif. Namun, kebanyakan studi mempelajari konsumsi sebanyak 0.5 – 1.5 gram per hari. Jahe juga bersifat aman bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, Anda perlu membatasi asupan jahe apabila cenderung memiliki darah rendah atau gula darah rendah.

    Aromaterapi peppermint

    Aromaterapi peppermint merupakan alternatif lain yang digunakan untuk membantu mencegah  mual. Suatu studi melakukan penilaian terhadap wanita yang baru saja melahirkan dengan seksi C. Orang yang terpapar bau peppermint mengalami kadar mual yang lebih rendah dibandingkan obat antimual atau plasebo. Pada studi ketiga, penggunaan inhaler yang mengandung minyak peppermint pada onset pengurangan gejala mual – dalam dua menit pengobatan. Beberapa orang menyedu secangkir teh peppermint yang berfungsi sebagai antimual. Menghirup aroma minyak peppermint bersifat aman dan diperkirakan bersifat ampuh untuk mengatasi mual pada sebagian orang.

    Mencoba akupuntur atau acupressure

    Doctor uses needles for treatment of the patient. acupuncture needles. alternative healthcare

    Akupuntur dan acupressure adalah dua teknik yang umum digunakan pada obat China tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Selama akupuntur, jarum tipis akan dimasukkan ke dalam titik tertentu pada tubuh. Acupressure bertujuan untuk merangsang titik tertentu pada tubuh, tapi menggunakan tekanan, bukan jarum. Kedua teknik akan merangsang serabut saraf yang melakukan transmisi sinyal menuju otak dan sumsum tulang belakang.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantung

    Sinyal ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menurunkan mual. Sebagai contoh, dua review terakhir menyatakan bahwa akupuntur dan acupressure mengurangi risiko rasa ingin mual setelah operasi sekitar 28 – 75%. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua teknik tersebut berfungsi sebagai obat antimual yang mengurangi gejala mual tanpa adanya efek samping yang negatif.

    Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa titik akupuntur Neiguan, atau yang dikenal sebagai P6. Anda dapat merangsang saraf di dalam diri Anda dengan meletakkan ibu jari Anda dengan jarak 2 – 3 jari dari pergelangan tangan Anda, di antara dua tendon. Saat Anda telah berhasil melakukannya, tekan dengan ibu jari Anda selama 1 menit sebelum mulai melakukan prosedur yang sama pada lengan Anda.

    Mengiris lemon

    Bau lemon, seperti lemon segar yang baru diiris, akan membantu mengurangi mual pada wanita hamil. Pada suatu studi, sekelompok wanita hamil berjumlah 100 orang diinstruksikan untuk menghirup lemon atau minyak almon saat mereka merasa mual. Wanita hamil yang menghirup lemon akan mengalami rasa ingin mual yang lebih rendah sebesar 9% dibandingkan dengan yang menghirup minyak almond.

    Mengontrol laju pernapasan

    Bernapaslah dengan perlahan dan mendalam akan membantu mengurangi rasa ingin mual. Pada sebuah studi, peneliti mencoba untuk menentukan apakah bau aromaterapi bersifat sangat efektif dalam mengurangi rasa mual. Dalam studi tersebut, partisipan diinstruksikan untuk bernapas perlahan melalui hidung dan membuang napas melalui mulut sebanyak tiga kali, bersamaan dengan pemberian aroma.

    Seluruh partisipan melaporkan terjadinya penurunan rasa mual. Hal ini menunjukkan bahwa pengontrolan laju pernapasan akan membantu memberikan rasa lega. Pola pernapasan yang digunakan pada studi tersebut mengarahkan partisipan untuk bernapas melalui hidung hingga hitungan ketiga, menahan napas hingga hitungan ketiga, dan kemudian mengeluarkan napas hingga hitungan ketiga.

    Penggunaan rempah-rempah khusus

    kayu manis

    Beberapa rempah-rempah terkenal sebagai pengobatan rumahan yang seringkali direkomendasikan untuk mengatasi mual. Kebanyakan rempah yang berfungsi untuk mengatasi mual adalah:

    1. Kayu manis mungkin akan menurunkan tingkat keparahan rasa mual pada wanita yang mengalami menstruasi
    2. Ekstrak kumin akan membantu meningkatkan gejala seperti nyeri perut, mual, konstipasi, dan diare pada individu yang mengalami Irritation Bowel Syndrome.

    Relaksasi otot

    Cobalah merelaksasi otot Anda akan membantu meredakan rasa mual. Suatu teknik yang seringkali digunakan untuk mencapai efek ini dikenal sebagai progressive muscle relaxation (PMR). PMR membutuhkan individual untuk menegangkan dan merelaksasi otot mereka secara kontinu sebagai cara untuk mencapai relaksasi mental dan fisik.

    PMR merupakan cara terbaik untuk mengurangi keparahan rasa mual yang berasal dari kemoterapi. Cara lain untuk melegakan ketegangan otot adalah melalui pijatan. Suatu studi menunjukkan bahwa pasien yang diberikan pijatan pada lengan bawah atau lengan kaki selama 20 menit akan mengalami rasa mual yang lebih rendah sekitar 24% dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pijatan.

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Konsumsi suplemen vitamin B6

    Vitamin B6 direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk wanita hamil untuk mencegah penggunan antimual. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen vitamin B6, yang dikenal sebagai piridoksin mampu mengatasi rasa mual selama kehamilan. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk konsumsi suplemen vitamin B6 selama kehamialn sebagai pengobatan lini pertama untuk rasa mual. Vitamin B6 dengan dosis mencapai 200 mg per hari dianggap aman selama kehamilan dan tidak menunjukkan adanya efek samping. Oleh karena itu, terapi alternatif ini patut untuk dicoba.

    Hindari makanan pedas dan makanan berlemak

    menghindari konsumsi makanan pedas dan makanan berlemak dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, sebaiknya konsumsi pisang, nasi, biskuit atau kentang panggang dapat melegakan rasa mual dan menurunkan rasa tidak nyaman pada perut.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Umumnya, mual seringkali terjadi pada wanita hamil. Seiring usia kehamilan yang bertambah tiap bulannya, rasa mual itu akan berkurang. Nah, itulah tips alami di atas diharapkan dapat membantu mengurangi rasa mual tanpa menggunakan obat-obatan antimual.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    Petre A. 17 natural ways to get rid of nausea. 2017. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/nausea-remedies (10.12.18).

    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk didalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunaka seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Bila fungsi ginjal menurun, maka akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urin. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak,caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut maka ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urin bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urin akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar anda, sehingga anda tidak begitu saja untuk mempercayainya. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Ayo Sobat sehat, pasti sudah pernah mencicipi jajanan yang terkenal di Bandung, dong, yang namanya seblak. Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang telah direndam semalaman atau disiram air panas sehingga menjadi kenyal dan ditambah dengan bumbu khas kencur disertai rasa pedas. Makanan ini sangat digemari oleh semua kalangan karena rasa pedasnya yang seringkali […]

    Mitos atau Fakta? Makan Seblak dari Kerupuk Mentah dapat Menyebabkan Usus Buntu

    Ayo Sobat sehat, pasti sudah pernah mencicipi jajanan yang terkenal di Bandung, dong, yang namanya seblak. Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang telah direndam semalaman atau disiram air panas sehingga menjadi kenyal dan ditambah dengan bumbu khas kencur disertai rasa pedas. Makanan ini sangat digemari oleh semua kalangan karena rasa pedasnya yang seringkali ada dalam beberapa level.

    Satu porsi seblak mengandung 262 kalori dengan 45% karbohidrat, 43% lemak, dan 12% protein. Kandungan karbohidrat dan lemaknya yang tinggi menyebabkan seblak sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Makanan tinggi lemak seringkali berhubungan dengan risiko terjadinya peningkatan kolesterol dalam darah yang berpotensi menimbulkan serangan jantung, stroke, penurunan memori dan fungsi mental, dan batu empedu.

    Nah, sebuah berita mengenai seblak tersebar ramai di media sosial. Postingan tersebut menceritakan mengenai seorang anak yang terkena usus buntu karena memakan seblak. Menurut dokter yang memeriksa anak tersebut, usus buntu yang dialami anak itu bukanlah karena cabai melainkan karena kerupuk mentah yang direndam di dalam air tapi tidak dihancurkan malah menjadi kenyal. Namun, apakah benar seperti itu?

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat Sehari – Hari

    Radang usus buntu atau appendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendiks, bagian dari usus besar kita. Sumbatan yang terjadi di appendiks menyebabkan kuman normal yang ada disana bertambah banyak dan menyebabkan infeksi. Sumbatan dapat disebabkan karena tinja, parasit, pembesaran jaringan kelenjar getah bening sekitar appendiks, adanya penyakit Inflammatory Bowel Disease (IBD), dan benturan/trauma pada perut.

    Jadi, berita mengenai seblak yang memakai kerupuk mentah yang direndam sehingga menyebabkan usus buntu adalah mitos dan hoaks belaka. Sistem pencernaan kita yang kompleks dapat mengolah makanan dengan baik sehingga dapat diserap dan dikeluarkan dengan baik. Sobat tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi seblak karena tidak menyebaban usus buntu.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/seblak
    2. Marcin J. The effects of high cholesterol on the body. 2018. Available at: healthline.com/health/cholesterol/effects-on-body#1
    3. National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Appendicitis. niddk.nih.gov/-/media/Files/Digestive-Diseases/appendicitis_508.pdf.
    Read More
  • Semuanya pasti sudah tahu donk, kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Selain mengandung lebih dari 7000 zat kimia yang berbahaya yang akan dihisap oleh perokok, rokok juga merupakan faktor risiko terjadinya berbagai macam penyakit, tak terkecuali kanker. Penyakit lain yang diakibatkan rokok adalah penyakit paru kronis, penyakit metabolik dan jantung, dan sebagainya. Di Indonesia, […]

    Mitos vs Fakta: Minum Soda Susu dapat Membersihkan Nikotin dari Paru

    Semuanya pasti sudah tahu donk, kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Selain mengandung lebih dari 7000 zat kimia yang berbahaya yang akan dihisap oleh perokok, rokok juga merupakan faktor risiko terjadinya berbagai macam penyakit, tak terkecuali kanker. Penyakit lain yang diakibatkan rokok adalah penyakit paru kronis, penyakit metabolik dan jantung, dan sebagainya.

    Di Indonesia, sekitar lebih dari 60 juta orang merupakan perokok aktif dan banyak diantaranya berumur 10 hingga 18 tahun. Kebayang donk, ke depannya generasi kita bisa-bisa menjadi generasi “Asap Rokok” dan generasi sakit. Lalu, apakah ada penetral zat-zat yang ada di rokok?

    Beberapa waktu lalu kita sempat dikejutkan dengan beredarnya kabar bahwa minum soda susu dapat membersihkan nikotin yang ada di paru-paru. Benarkah?Mari kita lihat sama-sama penjelasannya. Bagaimana cara kerja nikotin dalam tubuh kita?jadi, ketika perokok menghirup asapnya, nikotin akan terserap melalui kulit dan permukaan mukosa hidung, mulut, paru dan menyebar ke otak. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan nadi dan tekanan darah. Nikotin juga aka nada di dalam tubuh hanya beberapa jam saja. 6 jam setelah merokok, nikotin yang tertinggal di tubuh sekitar 0,031 mg dari 1 mg nikotin yang dihisap.

    Baca Juga: Wanita Harus Konsumsi 10 Makanan Ini

    Tidak ada hubungan antara konsumsi soda susu dengan hilangnya nikotin di paru. Soda susu yang dikonsumsi tidak dapat menghilangkan nikotin yang ada di paru. Efek soda bagi tubuh justru sama-sama kurang baik dengan efek nikotin. Soda dapat meningkatkan risiko perlemakan di hati, penyakit jantung dan stroke, diabetes, batu ginjal, osteoporosis dan kanker pancreas.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. US Food and Drug Administration. Cigarettes. 2019. Available at: fda.gov/TobaccoProducts/Labeling/ProductsIngredientsComponents/ucm482563.htm.
    2. jogja.tribunnews.com/2018/04/17/perokok-aktif-di-indonesia-capai-60-juta-orang-70-persennya-warga-miskin-dan-anak-anak
    3. Trimarchi M, Meeker-O’coneal A. How nicotine works. Available at: science.howstuffworks.com/nicotine1.htm
    4. Cooley J. How does soda do to your body?7 reasons to kick the habit. 2018. Available at: universityhealthnews.com/daily/nutrition/what-does-soda-do-to-your-body/
    Read More
  • Diet kini menjadi salah satu pilihan banyak orang yang ingin menurunkan berat badan menjadi ideal. Hal ini karena kelebihan berat badan tentunya akan sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh, sehingga penting menjaga berat tubuh tetap ideal dan tidak berlebihan. Saat ini ada banyak program diet dengan berbagai metode yang digunakan untuk menurunkan berat badan, tapi perlu […]

    Diet Yoyo dan Efek Yang Mengancam

    Diet kini menjadi salah satu pilihan banyak orang yang ingin menurunkan berat badan menjadi ideal. Hal ini karena kelebihan berat badan tentunya akan sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh, sehingga penting menjaga berat tubuh tetap ideal dan tidak berlebihan. Saat ini ada banyak program diet dengan berbagai metode yang digunakan untuk menurunkan berat badan, tapi perlu anda ketahui jika tak semua diet dikategorikan sebagai diet yang aman dan sehat. Salah satunya yaitu diet yoyo, yaitu jenis program diet tarik ulur atau diet yang dijalani tapi tidak konsisten.

    Anda harus ketat untuk menjaga asupan kalori dan untuk beberapa saatnya lagi anda bisa bebas makan apapun yang anda inginkan seperti “balas dendam”. Sehingga berat badan anda akan naik turun dalam waktu singkat. jenis diet seperti ini nyatanya juga berdampak bagi kesehatan, tak hanya fisik tapi juga mental.  Jelas ini bukan cara yang sehat bagi anda untuk menurunkan berat badan secara efektif.

    diet golongan darah

    Lalu apa saja efek yang mengancam jika anda melakukan program diet yoyo? Berikut ini penjelasannya.

    Siklus Tidak Sehat

    Diet yoyo jelas bukan merupakan siklus yang sehat. Tubuh anda membutuhkan makanan seimbang serta nutrisi. Namun, pada diet yoyo, pelakunya bergantian memilih menu makanan yang sehat seperti buah dan sayuran kemudian berganti menjadi makanan yang kurang sehat semisal makanan manis, kue, donat, dan lainnya. Padahal harusnya anda selalu berusaha unutk menjaga agar mengonsumsi menu-menu yang sehat dan seimbang.

    Baca Juga: Yakin Sudah Sehat? 6 Zat Gizi Ini Mungkin Terlewatkan

    Berat Badan Bisa Melebihi Angka Sebelumnya

    Meskipun mengalami penurunan berat badan yang drastis, tapi diet yoyo juga bisa menyebabkan orang yang melakukannya mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan bahkan bisa melebihi dari angka sebelum melakukan diet. Bisa jadi ini terjadi dikarenakan tubuh yang lapar dan memberikan sinyal untuk menyediakan cadangan lemak lebih banyak lagi untuk disimpan. Sehingga akan lebih baik untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat dan sesekali saja menikmati makanan yang manis dibandingkan dengan anda melakukan diet ketat yang dapat menyiksa diri.

    Gangguan Makan

    Masalah lain yang perlu diwaspadai saat menjalani diet yoyo ini adalah kemungkinan terjadi resiko gangguan makan. Meskipun tak semua ciri mengarah pada gangguan makan, tapi lebih baik untuk mewaspadai dan mengetahui sejak awal sehingga lebih mudah untuk mencegahnya.

    Meningkatkan Resiko Kanker Endometriosis

    Sebuah  penelitian yang dipublikasikan European Journal of Cancer di tahun 2013 menjelaskan jika wanita yang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan yang tidak konsisten memiliki resiko 1-2 kali menderita kanker endometriosis. Resiko tertinggi juga terjadi pada mereka yang mengalami obesitas dan kemudian mengalami kehilangan berat badan hingga 9 kilogram hingga lebih dalam waktu singkat. Sehingga akan lebih baik untuk menghindari jenis diet seperti ini.

    Membahayakan Kondisi Jantung

    Seorang peneliti yang berasal dari Wake Forest University yang berada di North Carolina menemukan fakta jika berat badan yang kembali meningkat setelah melakukan program diet dapat menyebabkan resiko penyakit jantung. Dalam beberapa kasus lainnya, tekanan darah, kolestrol jahat, gula darah, dan trigliserida di dalam tubuh bisa lebih meningkat lagi saat berat badan meningkat.

    Menghancurkan sistem metabolisme

    Baru-baru ini diluncurkan sebuah artikel yang dimuat oleh International Journal of Obesity yang menjelaskan bawah wanita yang mengalami fluktuasi pada berat badannya akan lebih mudah mengalami kehilangan energi. Bahkan meskipun hanya duduk diam saja, proses pembakaran kalori dalam tubuh tetap terjadi. Sehingga membuat badan menjadi mudah letih dan mengantuk. Hal ini terjadi dikarenakan proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh menjadi kacau dikarenakan pola diet salah yang dilakukan.

    Baca Juga: Begadang Menyebabkan Gairah Seks Menurun

    Melemahkan Sistem Imun Tubuh

    Tanpa disadari, perubahan berat badan yang terjadi secara signifikan dalam waktu yang singkat juga dapat mempengaruhi sistem imun tubuh. Program diet yoyo diketahui dapat menurunkan hingga 30%. Seseorang yang berulang kali mengalami penurunan dan kenaikan berat badan secara drastis, bisa mengalami penurunan daya tahan tubuh. Jumlah sel-sel yang membunuh kanker di dalam tubuh juga mengalami penurunan. Padahal sel-sel ini sangat penting untuk mengurangi terjadinya infeksi dan penting untuk memerangi kanker di tahap awal

    Membahayakan kesehatan hati 

    Jika seseorang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan yang tidak konsisten dalam waktu singkat, ternyata juga dapat mempengaruhi kesehatan hati. Berat badan yang mengalami ketidakstabilan ini dapat meningkatkan jumlah lemak yang ada di dalam maupun sekitar hati. Saat tubuh tertutup dengan lemak, maka kerja organ hati menajdi tidak maksimal serta resiko stroke dapat ikut meningkat. Hal ini dijelaskan dalam Journal Physiology of Gastrointestinal and Liver.

    Frustasi dan Stres

    Tak hanya berpengaruh pada fisik, tapi diet yoyo juga memberikan efek yang serius pada mental pelakunya. Salah satu faktor yang menyebabkan diet yoyo adalah saat seseorang tidak dapat mencapai target yang diinginkan. Sehingga motiviasi yang dimilikinya menurun dan malah mengakibatkan stres dan frustasi pada makanan. Kondisi inilah yang malah membuat berat badan meningkat bahkan jauh lebih besar dibandingkan sebelum melakukan diet.

    Baca Juga: Tips Cepat Kurus Dalam Sebulan

    Mungkin hal ini akan tampak biasa saat berat badan menurun dalam beberapa minggu, dan kemudian kembali lagi naik saat mengonsumsi dengan bebas makanan-makanan apapun. Namun, ini bukanlah cara yang sehat jika anda menginginkan penurunan pada berat badan. Seharusnya diet sehat yang bisa anda lakukan adalah menjaga gaya hidup sehat sehingga berat badan tetap stabil dalam waktu panjang. Jika anda kesulitan mencari program diet mana yang sesuai dengan kondisi anda, maka anda bisa berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi. Sehingga diet yang anda jalani nantinya akan berhasil dan tidak akan membahayakan kesehatan anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 1–10 of 90 results

WhatsApp Asisten Maya saja