Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 1–10 of 54 results

  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    PRIA, SEX, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    hpv

    Siapa saja yang dapat tertular HPV? Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian diantaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Namun, meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan kita dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, sex dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus        sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?

    Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bagi Sobat yang belum dapat membayangkan bagaimana pemeriksaan pap smear, mungkin gambar diatas dapat menjelaskan semuanya. Pada pap smear yang diperiksa adalah sel-sel apusan dari leher rahim atau serviks. Setelah diambil sampel sel itu kemudian diperiksa di bawah mikroskop lalu terlihatlah bagaimana kondisi sel yang ada di area leher rahim. Pengambilan sampelnya tidak nyeri tapi […]

    Fakta tentang Pap Smear yang Perlu Diketahui

    Bagi Sobat yang belum dapat membayangkan bagaimana pemeriksaan pap smear, mungkin gambar diatas dapat menjelaskan semuanya. Pada pap smear yang diperiksa adalah sel-sel apusan dari leher rahim atau serviks. Setelah diambil sampel sel itu kemudian diperiksa di bawah mikroskop lalu terlihatlah bagaimana kondisi sel yang ada di area leher rahim. Pengambilan sampelnya tidak nyeri tapi lebih tepat mungkin terasa agak tidak nyaman pada saat alat yang dinamakan “spekulum” atau mudahnya corong untuk membuka liang vagina. Pada saat pengambilan akan digunakan alat seperti lidi berkapas yang panjang  (cotton bud), sehingga tidak akan terasa sakit sama sekali.

    Siapa saja yang perlu dilakukan pap smear? Mereka adalah wanita yang sudah aktif secara seksual. Kalo gitu kapan sih kita perlu pap smear? Jika sudah menikah maka biasanya dianjurkan setiap setahun sekali atau kalau baru melahirkan boleh diperiksakan 6 bulan-1 tahun setelah melahirkan. Tapi perlu diingat bahwa pap smear hanya untuk menilai bagaimana kondisi sel leher rahim atau serviks kita. Jadi tidak bisa untuk mengecek spesifik infeksi-infeksi lain. Misal infeksi syphilis atau kencing nanah dsb.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) PAP SMEAR

    1. Apakah saat pemeriksaan pap smear bisa berdarah?
      Pada umumnya tidak bisa berdarah karena prinsipnya pemeriksaan pap smear itu adalah mengambil sampel memakai sejenis brush ke dalam leher rahim.
    1. Apakah pemeriksaan pap smear dianjurkan pada wanita single yang belum aktif secara seksual?Pemeriksaan pap smear tidak dianjurkan pada wanita single dan belum aktif secara   seksual karena akan merusak selaput dara.
    1. Apakah pap smear dapat dilakukan untuk memeriksa adanya kista pada indung telur?
      Pap smear tidak dapat dilakukan untuk memeriksa adanya kista pada indung telur.    Pemeriksaan kista pada indung telur biasa dilakukan dengan USG.
    1. Kalau misalnya kita gak merasa ada gangguan apapun pada vagina? Hanya untuk deteksi saja dan ingin tau apakah ada infeksi lain, apakah bisa dengan pap smear?
      Apakah sudah aktif secara seksual? Kalau ada infeksi biasa ada gejala, kecuali kanker serviks ini yang sering tidak bergejala pada awalnya sehingga dibuatlah rutin pap smear untuk deteksi dini. Tapi kalau infeksi menular seksual (IMS) biasanya bergejala dan sebaiknya periksakan dulu ke dokter.
    1. Kenapa pada luka di leher rahim yang mengeluarkan darah setelah berhubungan seksual disarankan pemeriksaan pap smear?
      Kalau masih muda,luka di leher rahim itu biasa. Kita sebut itu erosi serviks atau bahasa gampangnya lecet di leher rahim.Biasanya sering terjadi pada wanita muda. Hal  ini karena sel dari dalam serviks keluar ke bagian luar serviks sehingga terjadi peradangan. Pap smear digunakan untuk melihat lebih jelas luka tersebut.
    1. Saat pap smear, apa saja yang bisa dideteksi selain potensi kanker serviks? Apakah termasuk penyakit kelamin lainnya seperti kutil kelamin, dll?
      Pemeriksaan pap smear memang lebih fokus untuk melihat adanya perubahan sel leher rahim yang menuju ke arah tumor/kanker. Tidak semua penyakit kelamin bisa dideteksi dengan pap smear, misalnya seperti kencing nanah atau sifilis tidak bisa dideteksi dengan pap smear tapi kalau kutil kelamin (genital warts) terjadi karena proses perubahan sel oleh virus HPV. Sedangkan pada sifilis dan kencing nanah tidak ada perubahan sel pada leher rahim.
    1. Bila pada saat pap smear ditemukan hasil abnormal atau ada penyakit, apakah vaksin tetap dapat dilakukan?
      Jika pada saat pap smear ditemukan sel yang abnormal maka vaksin tidak dianjurkan karena belum ada data penelitian pemberian vaksin sebagai terapi.
    1. Apakah pap smear dapat dilakukan saat sedang menstruasi?
      Pap smear sebaiknya dilakukan seminggu setelah haid bersih.
    1. Apakah  urutan pemeriksaan untuk mengecek kondisi vagina dan rahim kita sehat dan tidak ada gejala adalah adalah dengan pap smear, test HPV, USG?
      Jika tidak ada gejala jawabannya, iya. Jadi memang hanya untuk check up. Kalau ada gejala baiknya tetap dikonsultasikan dulu ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    1. Bagaimana langkah-langkah untuk menjaga vagina tetap sehat?

    (a) Mencuci vagina dengan benar (tidak perlu sabun khusus atau antiseptik setiap hari)

    (b) Menggunakan celana dalam dengan bahan yang menyerap, misal katun

    (c) Saat mencuci vagina setelah BAB arahnya depan ke belakang dan bukan sebaliknya

    (d) Tidak berganti- ganti pasangan seksual

    1. Apabila menggunakan KB apakah bisa melakukan pap smear?
      Pap smear dapat dilakukan bila sedang menggunakan KB.
    1. Apabila sudah melahirkan apa bisa diberikan vaksin HPV?
      Wanita yang pernah melahirkan boleh diberikan vaksin HPV tetapi sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dulu.
    1. Apakah pap smear harus dilakukan terus menerus?
      Pap smear harus rutin dilakukan setahun sekali,  tapi kalau 3x hasilnya baik boleh diperpanjang jedanya misalnya 2-3 tahun sekali.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Menu diet diabetes mellitus memang selalu diidentikkan dengan penderita diabetes melitus atau yang oleh kebanyakan orang sering disebut penyakit kencing manis, penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pankreas yang merupakan organ penghasil insulin . Seperti yang kita ketahui bahwa dua pilar utama pengobatan diabetes melitus adalah dengan pengaturan pola makan dan olahraga yang teratur. Tapi, […]

    Cermat Memilih Menu Diet Diabetes Melitus

    Menu diet diabetes mellitus memang selalu diidentikkan dengan penderita diabetes melitus atau yang oleh kebanyakan orang sering disebut penyakit kencing manis, penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pankreas yang merupakan organ penghasil insulin . Seperti yang kita ketahui bahwa dua pilar utama pengobatan diabetes melitus adalah dengan pengaturan pola makan dan olahraga yang teratur.

    Tapi, tahukah Sobat, diet diabetes melitus juga berguna untuk kita, terutama yang memiliki risiko untuk terjangkit penyakit tersebut. Hal ini dapat kita prediksi jika adanya penderita diabetes mellitus dalam keluarga kita atau bahkan orang tua kita sendiri atau karena kita memang menyadari bahwa pola makan kita selama ini sangatlah tidak sehat.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai menu diet diabetes mellitus, ada baiknya kita mengetahui tujuan dari disusunnya menu diet, yaitu mengontrol kadar gula darah, mencapai atau mempertahankan berat badan tetap dalam ukuran normal dan mencegah komplikasi seperti gangguan ginjal atau gangguan jantung. Selain tujuan-tujuan di atas, Sobat juga harus mengetahui beberapa syarat dan prinsip dalam menu diet diabetes mellitus. Pertama, menu diet yang diberikan harus sesuai dengan keadaan penderita, apakah ia sedang hamil, menderita penyakit tertentu atau umurnya yang masih kanak-kanak atau lanjut usia. Kedua, menu diet diabetes mellitus haruslah menarik dan mudah diaplikasikan.

    Berdasarkan waktu pemberiannya, menu diet diabetes mellitus dapat diberikan dengan interval setiap tiga jam, dengan tiga kali makan utama (pagi, siang dan malam) dan masing-masing diikuti sekali snack atau buah. Selain mengatur waktu pemberian, kita juga harus mengatur komponen-komponen yang harus diberikan. Secara garis besar, berdasarkan persentase zat gizi maka menu diet diabetes mellitus harus mengandung tiga zat gizi utama dimana setidaknya 55-60% karbohidrat, 15-20% protein dan tidak lebih dari 25% lemak perharinya dengan catatan tidak mengonsumsi gula murni, tapi mengonsumsi makanan yang tinggi serat terutama serat larut.

    Dalam pemilihan atau penyusunan menu diet diabetes mellitus, Sobat harus memerhatikan hal-hal berikut ini;

    • Semua jenis karbohidrat baik berupa nasi, kentang, gandum, ubi atau lainnya haruslah dibatasi,
    • Sumber protein hewani dapat berupa ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, ikan dan telur rendah kolesterol
    • Membatasi makanan tinggi lemak jenuh seperti kornet, sosis dan kuning telur serta menghindari keju, abon dan dendeng.
    • Alangkah baiknya jika sumber protein utama yang Anda konsumsi berasal dari tumbuhan seperti tempe, tahu dan kacang-kacangan.
    • Konsumsilah sayur dan buah yang tinggi serat serta hindari buah-buahan yang terlalu manis dan diawetkan seperti durian, nangka, alpukat, kurma dan manisan buah.
    • Hindarilah konsumsi minuman yang manis, mengandung alkohol, susu kental manis, minuman ringan, es krim, susu maupun yoghurt.

    Pada dasarnya tidak ada patokan bagaimana menu diet diabetes mellitus harus disusun dan dapat dipergunakan secara universal oleh setiap orang. Agar lebih efektif, menu diet diabetes mellitus harus disesuaikan untuk tiap-tiap orang berdasarkan keunikan atau kekhususan yang dimiliki orang tersebut. Oleh karena itu, selain waktu pemberian dan jenis makanan yang harus dikonsumsi.

    Baca Juga: Jamu Ampuh Atasi Obesitas yang Harus Dicoba

    Sobat sekalian juga harus menyesuaikan jumlah kalori yang masuk, hal ini dapat dihitung dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan juga berat badan. Jadi, amat dianjurkan Sobat sekalian untuk  mendatangi dokter maupun ahli gizi yang dapat membantu menyusun menu diet diabetes ini. Jangan lupa dibarengi olahraga yang teratur, sehingga hidup yang sehat pun akan tercapai.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Evert A, Boucher J, Cypress M, Dunbar S, Franz M, Mayer-Davis E et al. Nutrition Therapy Recommendations for the Management of Adults With Diabetes. Diabetes Care. 2013;37(Supplement_1):S120-S143.
    2. Kajinuma H. Guidelines For Diet Control In Diabetes Mellitus. Asian Medical Journal. 2001;44(2):57-63.
    3. Kementerian Kesehatan RI. Diet Diabetes Mellitus. 2011.
    4. Asiah N. Diet Untuk Penderita Diabetes Mellitus. Lecture presented at; 2011; Universitas YARSI.
    5. Rahmawati F. Perencanaan Diet Untuk Penderita Diabetes Mellitus. Presentation presented at; 2012; Fakultas Teknik, Universitas Negri Yogyakarta.
    Read More
  • Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan. DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. […]

    Kenali Perbedaan DHF, Chikungunya, Leptospirosis

    Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan.

    DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Seekor nyamuk pembawa virus ini dapat menginfeksi lebih dari selusin orang-seumur hidup nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti lebih cenderung menyebarkan demam berdarah dan nyamuk tipe Aedes albopictus lebih cenderung menyebarkan virus chikungunya. Tak jarang seseorang dapat terinfeksi dua virus tersebut secara bersamaan. Sedangkan leptospira merupakan infeksi bakteri yang sering ditemukan baik di daerah pedesaan dan perkotaan, dimana faktor lingkungan dan gaya hidup memengaruhi perkembangan penyakit ini. Bakteri leptospira ditularkan ke manusia melalui kontak tidak langsung lewat urin atau jaringan hewan yang terinfeksi.

    Baca Juga: Nyamuk Pembunuh No 1 Dunia

    Gejala awal dari DHF dan chikungunya sangat mirip yaitu demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada bagian mata, nyeri sendi, ruam dan lesu. Gejala kelelahan yang diakibatkan oleh kedua penyakit virus ini dapat berlangsung berminggu-minggu bahkan hingga bulan. Dalam beberapa kasus bahkan nyeri sendi dapat bertahan sampai beberapa bulan, atau bahkan tahun.

    Sedangkan gejala leptospira dapat terlihat setelah masa inkubasi 1 atau 2 minggu, yang terkadang tidak menunjukkan gejala, tapi dapat pula menyebabkan gejala demam tinggi yang mirip dengan DHF dan chikungunya, nyeri kepala, muntah, diare, ruam kulit dan penyakit kuning (pada kulit dan mata dapat terlihat lebih kuning). Sehingga, ketika Sobat menemukan gejala-gejala tersebut, segeralah berobat ke dokter terdekat untuk dilakukan beberapa tes darah sederhana untuk membedakan penyakit.

    Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan diagnosis dari gejala-gejala dari DHF, chikungunya serta leptospirosis, yaitu dengan tes darah sederhana. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi virus DHF atau virus chikungunya selama beberapa hari dalam darah selama beberapa hari setelah infeksi atau antibodi terhadap virus tersebut. Tes ini dilakukan oleh dokter jika ada kecurigaan pasien menderita infeksi DHF atau chikungunya.

    Penyakit chikungunya jarang berakibat fatal, tapi DHF dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

    Pemeriksaan leptospira dapat dilakukan dengan tes darah sederhana dan memeriksa darah Sobat untuk mengetahui apakah Sobat memiliki antibodi terhadap leptospira, yang menandakan bahwa Sobat sedang terinfeksi bakteri tersebut. Jika Sobat telah memiliki infeksi ini sebelumnya, maka hasil ini dapat mengakibatkan hasil positif palsu, sehingga dokter mungkin saja meminta untuk melakukan tes ulang seminggu kemudian untuk memastikan hasilnya benar. Selain itu pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah tes DNA. Cara ini lebih tepat dalam menentukan diagnosis, tapi mahal dan membutuhkan waktu yang lama.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Penyakit DHF dan chikungunya tidak memiliki obat khusus. Jika Sobat merasa menderita kedua penyakit tersebut, maka Sobat dapat mengonsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri dan menghindari obat-obatan jenis aspirin karena dapat menyebabkan perdarahan. Sobat juga tentunya perlu beristirahat, banyak minum cairan, dan mengunjungi dokter terutama jika gejala bertambah buruk.

    Leptospirosis dapat diobati dengan menggunakan antibiotik dan dokter mungkin juga akan menyarankan Sobat mengonsumsi obat penurun demam untuk mengurangi gejala demam dan nyeri otot. Leptospira akan berlangsung selama 1 minggu dan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya. Bila gejala bertambah parah seperti gejala gagal ginjal, meningitis (infeksi selaput otak), dan masalah paru-paru, maka Sobat sebaiknya segera berobat ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

    Itulah perbedaan dan terapi dari DHF, Chikungunya dan Leptospirosis. Jika Sobat mulai memiliki gejala yang kita bahas di atas, segeralah konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut sakit yang diderita. Untuk informasi kesehatan lainnya, bisa diperoleh melalui www.prosehat.com atau install aplikasi di google play atau app store. Atau jika Anda membutuhkan produk kesehatan, dapat menghubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Differences between dengue and chikungunya – ttsh.com.sg/about-us/newsroom/news/article.aspx?id=4999, diakses pada tanggal 7-1-2019
    2. Dengue virus infection : Clinical manifestations and diagnosis – uptodate.com/contents/dengue-virus-infection-clinical-manifestations-and-diagnosis, diakses pada tanggal 7-1-2019
    3. Dengue vs Leptospirosis, diagnosis and treatment from the first contact – medtube.net/science/wp-content/uploads/2014/03/Dengue-vs.-Leptospirosis-diagnosis-and-treatment-from-the-first-contact.pdf, diakses pada tanggal 7-1-2019
    4. Dengue fever – webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#1, diakses pada tanggal 7-1-2019
    5. Chikungunya virus – cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html, diakses pada tanggal 7-1-2019
    Read More
  • Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga […]

    6 Cara Mengatasi Uban yang Efektif

    Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga gaya hidup sehat. Oleh karena itu, makan makanan sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, namun juga membantu menjaga warna rambut agar tetap hitam selama beberapa tahun ke depan.

    Berikut ini adalah 6 makanan yang dapat mengatasi uban yang efektif:

    Buah-buahan dan sayur-sayuran

    Buah dan sayur bersifat penting bagi tubuh. Penelitan terbaru menunjukkan bahwa bukanlah kehilangan pigmen rambut yang menyebabkan rambut menjadi uban, tapi karena menumpuknya hidrogen peroksida pada folikel rambut yang mengakibatkan perubahan warna ini. Hidrogen peroksida secara alami diproduksi di dalam tubuh sebagai produk sampingan hasil metabolisme rutin tubuh. Zat ini juga dibentuk sebagai hasil paparan sinar X, perokok pasif, stres, dan polusi udara. Selain itu, kandungan hidrogen peroksida yang tinggi dapat menjadi gejala penuaan, seperti kerutan, artritis, degenerasi otak, dan penyakit jantung.

    Baca Juga: 5 Olaharaga Terbaik Untuk Kesehatan Jantung

    Bagaimana cara memerangi hidrogen peroksida? Caranya cukup mudah. Cukup mengonsumsi antioksidan yang lebih banyak. Buah dan sayur memiliki kandungan antioksidan yang membantu menurunkan proses penuaan dan menjaga rambut tetap sehat dan baik. Makanan yang seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi? Anda tidak perlu mengonsumsi buah dan sayuran yang mahal dan eksotis. Cukup makan buah lokal musiman. Hal ini disebabkan buah seperti itu lebih segar dan cenderung lebih nikmat dan bernutrisi. Selain itu, Anda juga dapat mendukung petani lokal.

     

    Konsumsi Indian Goosebery (Amla)

    Pada obat tradisional dari India, amla dianggap sebagai salah satu herbal yang membantu awet muda. Amla dianggap sangat baik untuk mencegah rambut uban – dalam istilah Ayurvedic, gejala kelebihan pitta doscha (kelebihan panas tubuh). Amla membantu mendinginkan dan menurunkan pitta dosha. Selain itu, amla jug amengandung banyak vitamin C, antioksidan dan nutrien lain – yang membantu memperlambat kerontokan rambut dan timbulnya rambut uban, sebagai penundaan gejala penuaan.

    Konsumsi Bawang

    Mengonsumsi bawang sehari dapat membantu menghindarkan terjadinya rambut uban. Bawang kaya akan antioksidan yaitu enzim katalase, yang membantu mengembalikan warna rambut secara alami. Selain itu, fitonutrien pada bawang bersamaa dengan vitamin C, asam folat, dan tembaga akan membantu menunda rambut uban. Konsumsi bawang adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan warna rambut. Sleain itu, penggunaan jus bawang pada kulit kepala Anda dapat mengurangi pembentukan hidrogen peroksida. Nyatanya, masker rambut dengan jus bawang telah digunakan sejak lama untuk mengobati rambut uban. Bahkan, bawang dapat membantu mencegah kerontoan rambut dan membantu tumbuh kembang rambut menjadi lebih cepat, halus, dan mengkilap.

    Konsumsi Kacang almond

    Kacang almond terbukti mencegah rambut uban. Makan makanan kaya antioksidan adalah salah satu cara untuk menghindarkan hidrogen peroksida dari dalam tubuh. Selain tubuh kita mampu mengonversi hidrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Hal ini akan dibantu dengan bantuan enzim katalase – yang dikenal sebagai antioksidan. Namun, semakin bertambahnya usia, maka tubuh akan memproduksi semakin sedikit enzim katalase. Alhasil, peroksida akan meningkat menyebabkan peningkatan rambut uban. Bahkan faktor stres dan nutrisi yang rendah akan menyebabkan kadar katalase menurun. Namun, kacang almond diketahui dapat meningkatkan enzim katalase di dalam tubuh. Oleh karena itu, kacang ini dapat mencegah rambut uban dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kacang almond juga kaya akan vitamin E yagn baik bagi kulit.

    Bagaimana cara mengonsumsi almond? Cukup rendam almond semalaman di dalam air dan konsumsi pada pagi hari bersamaan dengan sarapan. Bahkan, Anda juga dapat mengonsumsi almond dalam keadaan kering, sebagai cemilan. Proses perendaman akan meningkatkan kandungan nutrient dan menyebabkan kacang almond lebih bersifat basa sehingga mudah dicerna.

    Gunakan Minyak kelapa

    Minyak kelapa dapat memberikan keajaiban bagi rambut – dari ketombe hingga menghaluskan, bahkan memperlebat rambut. Minyak kelapa merupakan pengobatan yang sederhana dan efektif untuk menjaga rambut. Minyak kelapa adalah salah satu bahan yang dapat mencegah rambut menjadi uban.  Hal ini disebabkan kelapa kaya akan antioksidan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak

    Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12

    Defisiensi vitamin B12 akan mengakibatkan peningkatan jumlah rambut uban, kelelahan, napas pendek, dan kebingungan. Vitamin B12 terdapat pada makanan hewani seperti daging, ikan, telur, susu, dan produk susu lainnya. Rambut uban yang disebabkan defisiensi vitamin B12 dapat dikembalikan dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12. Namun, jika Anda seorang vegetarian, maka vitamin B12 dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi suplemen.

    Oleh karena itu, segeralah mengonsumsi 6 makanan yang telah terbukti mencegah terjadinya rambut uban untuk menghindari penuaan dini.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Top 3 food to reduce and prevent grey hair. [Internet]. Available at; hairbuddha.net/tired-of-fighting-grey-hair/ (1.12.18)
    2. 8 makanan yang mencegah timbulnya uban. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/gaya/8-makanan-yang-mencegah-timbulnya-uban.html (1.12.18)

    Read More
  • Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes? Simak ulasan di bawah ini:

    Diabetes melitus atau penyakit gula adalah kondisi dimana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berguna dalam mengatur kadar gula darah, memastikan agar gula darah didistribusikan ke dalam sel sebagai sumber energi. Di saat fungsi ini terganggu, maka kadar gula darah akan meningkat dan terjadilah penyakit gulaini. Terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2. Apapun tipe diabetes yang dialami, tidak semua makanan dan minuman baik untuk dikonsumsi. Porsi makan para diabetesi yang dianjurkan pun tidak sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan perencanaan makan untuk dapat mencapai kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik tapi tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal, yaitu:

    • Perhitungkan karbohidrat yang Anda konsumsi setiap saat makan,
    • Pertimbangkan dan kontrol porsi makanan Anda tidak berlebihan,
    • Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yang baik untuk gula darah Anda.

    Lalu, bagaimana dengan susu, terutama susu rendah kalori, apakah cocok untuk untuk penderita diabetes?American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa setiap pasien diabetes memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat, sehingga konsumsi susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D cukup penting agar dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Selain itu, susu mengandung indeks glikemik yang rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko hipertensi dan sindrom metabolik lainnya, bahkan menurunkan risiko diabetes kemudian hari bagi mereka yang belum terkena diabetes.

    Prinsipnya sebenarnya sama, pada kondisi diabetes maka tidak semua susubaik untuk Anda. Pastinya perlu diperhatikan kandungan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh pada masing-masing produk susu. Setelah itu, sesuaikan dengan total asupan harian agar tidak berlebihan. Oleh karena itu, hindarilah produk susu yang diberikan pemanis tambahan, serta susu yang tinggi akan kandungan lemak jenuh. Jadi untuk para diabetesi, beberapa pilihan susu yang rendah kalori dan baik untuk pasien diabetes adalah sebagai berikut:

    1. Susu tanpa lemak
    2. Susu rendah lemak
    3. Susu kedelai terfortifikasi

    Para diabetesi perlu tahu bahwa sebagian besar susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi yang lain. Itu sebabnya, meskipun diberi keterangan ‘bebas gula’ atau ‘rendah gula’ tapi tidak selalu benar adanya. Penting untuk para diabetesi mencermati label kandungan nutrisi yang tertera pada masing-masing kemasan susu rendah kalori apapun yang ingin dikonsumsi. Rasa dari susu juga perlu diperhatikan. Pilihlah susu tanpa rasa karena susu dengan rasa tertentu seperti cokelat dan vanila, biasanya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi.

    Nah,bila Sobat membutuhkan produk susu rendah kalori, aneka makanan-minuman kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, bisa dipesan melalui www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Susu rendah kalori pengganti makanan diabetesi. Diupadate 16 November 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/susu-rendah-kalori-pengganti-makanan-diabetesi
    2. What are the best milk options for people with diabetes? Diupdate 18 April 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/best-milk-for-diabetics
    3. What is the best milk for people with diabetes? Diupdate 28 Agustus 2018. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/311107.php
    4. Daily Nutrition. Milk products and type 2 diabetes. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: dairynutrition.ca/scientific-evidence/roles-on-certain-health-conditions/milk-products-and-type-2-diabetes
    5. Spero D. Is milk bad for you? Diabetes and milk. Diupdate 20 Juni 2017. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: diabetesselfmanagement.com/blog/is-milk-bad-for-you-diabetes-and-milk/
    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Penyebab sakit kepala […]

    Sakit Kepala Sebelah Tak Kunjung Reda? Coba Kurangi Makanan Ini!

    Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Penyebab sakit kepala sebelah secara pasti belum diketahui, faktor keturunan atau genetik seperti memiliki riwayat keluarga dengan sakit kepala sebelah dapat menjadi suatu faktor risiko terjadinya sakit kepala sebelah pada seseorang. Sakit kepala sebelah terjadi akibat adanya kejadian penyempitan pembuluh darah otak (vasokonstriksi) yang kemudian diikuti dengan pelebaran pembuluh darah itu sendiri (vasodilatasi).

    Teori lain yakni adanya gangguan pada keseimbangan zat kimia (neurotransmitter) di otak. Beberapa faktor telah ditemukan dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah, seperti stres, kurang tidur, merokok, atau perubahan hormon dalam tubuh (seperti yang umum pada wanita yaitu saat menstruasi). Nah, yang tidak kalah penting adalah pola makan dan juga jenis makanan yang kita makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa telat makan atau berpuasa dapat memicu terjadinya sakit kepala sebelah. Hal ini disebabkan karena terganggunya suplai glukosake otak sehingga terjadi ketidak seimbangan antara sistem penghantaran saraf yang pada akhirnya berujung pada gangguan pembuluh darah di otak dan timbulsakit kepala sebelah. Oleh karena itu, bagi Moms yang sibuk beraktivitas, ingat untuk selalu siapkan snack ya agar perut tidak kosong. Para penderita sakit kepala sebelah dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit tapi sering.

    Beberapa jenis makanan ditemukan dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, hal ini terkait dengan mekanisme terjadinya sakit kepala sebelah yang telah dijelaskan diatas, sehingga sebaiknya dihindari oleh Moms yang sering menderita sakit kepala sebelah. Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya Moms hindari untuk mencegah tercetusnya sakit kepala sebelah:

    1. Cokelat
    2. Minumanberalkohol (anggurmerahdanbir). Serangan sakit kepala sebelah dapat muncul dalam beberapa menit hingga hari setelah konsumsi alkohol.
    3. Buah-buahan seperti pepaya, alpukat, plum dan pisang yang terlalu matang
    4. Roti dan gandum seperti pizza, roti dan biskuit yang mengandung keju, cokelat dan kacang.
    5. Makanan dengan tambahan Monosodium glutamate (MSG)
      Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan kaleng, snack yang siap untuk dimakan, mie instan, dan sebagainya. Batasi juga penggunaan garam di rumah.
    1. Keju, mengandung zat bernama tiramin yang dapat mencetuskan serangan sakit kepala sebelah.
    2. Daging yang diproses (seperti daging kalengan, sarden, sosis), karena mengandung zat nitrit dan juga tiramin
    3. Kafein, ternyata kafein dapat menjadi pencetus maupun untuk mengobatisakit kepala sebelah. Jadi, jangan heran jika Namun yang dimaksud ialah caffeine withdrawal, setelah seseorang yang biasanya mengonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak dan sering lalu menghentikannya secara langsung. Meskipun seorang penderita sakit kepala sebelah masih diperbolehkan mengonsumsi kafein sebanyak 200 mg per hari (2 cangkir), namun TheNational Headache Foundation menyarankan bila seseorang sudah sering sakit kepala sebelah, sebaiknya menghindari kafein.
    4. Pemanisbuatan (aspartame/sakarin)
    5. Kacang-kacanganan seperti fava, kacangpolon

    Tidak semua makanan dan minuman dari daftar di atas dapat mencetuskan terjadinya sakit kepala sebelah pada semua orang, karena bagaimanapun juga efek makanan tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Moms disarankan untuk selalu membuat catatan harian makanan, dengan hal ini Moms dapat mengetahui makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah. Jika Anda sudah tahu dan mencatat makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, cobalah untuk tidak megonsumsi makanan tersebut selama satu bulan, lalu dipantau apakah dengan tidak mengonsumsi makanan yang dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah tersebut, terjadi perbaikan atau tidak.

    Tetapi ada hal yang harus selalu diingat, yaitu ada beberapa makanan yang dapat secara langsung mencetuskan timbulnya sakit kepala sebelah, tapi beberapa makanan lainnya dapat juga mencetuskan sakit kepala sebelah setelah 24 jam dikonsumsi. Jangan terlalu ketat membatasi makanan, terdapat risiko apabila Moms menjauhi makanan yang sebenarnya bukan pencetus dari sakit kepala sebelah, yaitu kurangnya nutrisi yang sangat penting bagi tubuh.

    Berikut ini adalah serangkaian tips untuk memiliki pola hidup yang sehat terbebas dari sakit kepala sebelah:

    1. Jangan pernah melewatkan waktu makan. Selalu sediakan snack di dalam tas Anda.
    2. Makan sebanyak lima kali sehari dengan porsi yang kecil.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang baik untuk menjaga perut tetap kenyang dan jangan biarkan perut kosong.
    4. Jangan memakan atau meminum sesuatu yang Anda sudah ketahui merupakan pencetus dari sakit kepala sebelah. Terdapat beberapa makanan yang umumnya sering mencetuskan sakit kepala sebelah pada kebanyakan orang, seperti alkohol, keju, kafein dan cokelat.
    5. Lebih baik meminum air putih saja setiap harinya dan hindari minum-minuman manis dan bersoda.
    6. Menghindari makan makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan olahan, makanan kaleng dan makanan cepat saji lainnya

    Nah, itulah sederet rangkaian makanan yang perlu Anda hindari agar sakit kepala sebelah menjauh. Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan termasuk produk kesehatan, bisa ditemukan lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Angel T. What Foods can You Eat to Prevent Migraines? Healthline. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/migraine/what-to-eat-when-you-have-a-migraine#1.
    2. Dalkara T, Kilic K. How Does Fasting Trigger Migraine? A Hypothesis. Curr Pain Headcahe.2017;17:368.
    3. Does Caffeine Trigger or Treat Headaches. National Headache Foundation. [cited 19 September 2018]. Available from: headaches.org/2009/07/24/does-caffeine-trigger-or-treat-headaches/.
    4. Migraine Triggers. American Council for Headache Education. [cited 19 September 2018]. Available from: static1.squarespace.com/static/530d1c5be4b0e5f490d6eaef/t/53334ce1 e4b05b79d04b113c/1395870945113/triggers.pdf
    5. Alpay K, Ertas M, Orhan EK, Ustay DK, Lieners C, Baykan B. Diet Restriction in Migraine, Based on IgG Against Foods: A Clinical Double-Blind, Randomised, Cross-over Trial. Cephalgia. 2010;30(7):829-34.
    6. Halker R, Ailani J, Dougherty C, Slavin M. Migraine and Diet. American Migraine Foundation. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/migraine-and-diet/.
    Read More
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan […]

    Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

    Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

    Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

    1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

    Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

    Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

    Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

    1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

    Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

    1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

    Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

    1. ROKOK

    Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

    1. ALKOHOL

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    1. MALAS BEROLAHRAGA

    Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
    2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
    3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
    4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
    5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
    6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
    7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
    8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
    9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
    10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
    11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.
    Read More

Showing 1–10 of 54 results