Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 1–10 of 295 results

  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid. Lantas […]

    5 Dampak Infeksi Covid Disertai Flu pada Tubuh Penderita

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Anosmia dan Pilek Menjadi Gejala Infeksi Covid Disertai Flu

    Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid.

    Lantas apa ciri dari tubuh yang menderita twindemic covid diserta flu ini? Apa dampaknya pada tubuh? Bagaimana penangaan dan pencegahannya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kasus Infeksi Covid Disertai Flu Kerap Terjadi

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Infeksi bakteri dan virus yang bersamaan dengan Covid-19 meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit dan meningkatkan angka kesakitan.

    Diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat harus menjaga tubuh agar terhindar dari Covid maupun virus influenza.

    Beberapa dampak infeksi covid jika disertai infeksi influenza antara lain adalah:

    • Gejala covid menjadi lebih parah, misal demam menjadi lebih panjang
    • Anosmia bisa disertai dengan pilek sehingga anosmia tidak disadari penderita
    • Gejala covid menjadi lebih lama daripada kebanakan orang lain yang terkena virus ini
    • Meningkatkan risiko butuh perawatan intensif
    • Risiko kritis hingga meninggal akibat paparan covid menjadi lebih tinggi

    Tips Menghindari Infeksi Covid yang Disertai Influenza

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan untuk mencegah infeksi influenza dan Covid-19 selama masa pandemi, yaitu:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
    • Beristirahatlah sejenak di rumah jika kurang enak badan
    • Menggunakan masker untuk menutupi area wajah dan hidung
    • Menghindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol setelah menyentuh benda di fasilitas umum.
    • Hindari menyentuh area wajah, apabila di luar rumah dan belum mencuci tangan
    • Membersihkan rumah secara rutin dan membuka jendela agar ventilasi udara tetap baik.
    • Menerima vaksin influenza
    • Konsumsi buah dan sayur, serta multivitamin
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Itulah beberapa hal yang menjadi gejala infeksi covid disertai flu yang kerap terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Vaksinasi HPV menjadi cara mencegah kutil kelamin yang paling efektif. Namun sayang, tingkat vaksinasi HPV di Indonesia masih rendah. Akibatnya, kasus kutil kelamin di Indonesia cukup tinggi. Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini dapat dialami baik pria maupun wanita. Kutil kelamin […]

    6 Cara Mencegah Kutil Kelamin yang Dianjurkan Para Ahli

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Daripda Sakit Lebih Baik Menerapkan Cara Mencegah Kutil Kelamin yang Disebabkan oleh Virus Human Papilloma

    Vaksinasi HPV menjadi cara mencegah kutil kelamin yang paling efektif. Namun sayang, tingkat vaksinasi HPV di Indonesia masih rendah. Akibatnya, kasus kutil kelamin di Indonesia cukup tinggi.

    Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini dapat dialami baik pria maupun wanita. Kutil kelamin terlihat berbentuk seperti kembang kol, yang disebabkan oleh infeksi virus Human Papiloma (HPV). Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi kutil kelamin ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Kutil Kelamin

    Pada wanita, kutil kelamin dapat dialami di area vulva, dinding vagina, area antara anus dan vagina, anus, serta serviks. Pada pria, kutil kelamin dapat dialami pada penis, skrotum, maupun anus. Kutil kelamin juga dapat terjadi pada mulut atau tenggorokan apabila Sahabat Sehat melakukan seks oral dengan penderita kutil kelamin. Kutil kelamin ditandai dengan :

    • Tonjolan kecil berwarna coklat atau merah muda
    • Berbentuk seperti kembang kol
    • Terasa gatal atau tidak nyaman di area kemaluan
    • Perdarahan dari kemaluan saat berhubungan seksual.

    Kutil kelamin umumnya berukuran kecil. Namun pada beberapa kasus yang dialami penderita gangguan sistem imun, dapat terlihat beberapa kutil bergabung menjadi satu sehingga terlihat berukuran besar.

    Faktor Resiko Kutil Kelamin

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang meningkatkan resiko penularan kutil kelamin :

    • Berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi (misal kondom)
    • Berhubungan seksual dengan penderita kutil kelamin
    • Berhubungan seksual dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat seksualnya
    • Aktif berhubungan seksual di usia dini
    • Menggunakan alat bantu seks bersama dengan orang lain
    • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, misal penderita HIV dan penerima transplantasi organ.

    Komplikasi Kutil Kelamin

    Kutil kelamin meningkatkan resiko terjadinya kanker, yang disebabkan akibat infeksi virus HPV. Beberapa tipe virus HPV berkaitan dengan kanker pada vulva, anus, mulut dan tenggorokan.

    Sementara itu jika ibu hamil menderita kutil kelamin, dikhawatirkan ukuran kutil kelamin semakin membesar selama hamil sehingga meningkatkan resiko sulit buang air kecil. Jika kutil kelamin muncul pada dinding vagina, dapat menghambat peregangan jaringan vagina saat proses bersalin. Kutil kelamin yang berukuran besar pada vulva dan vagin, beresiko mengalami perdarahan saat proses bersalin. 

    Tips dan Cara Mencegah Kutil Kelamin

    Untuk mencegah kutil kelamin, Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan beberapa hal berikut :

    • Menjaga kebersihan kulit dan mandi secara teratur
    • Menggunakan alat mandi dan pakaian pribadi
    • Tidak berganti pasangan seksual
    • Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom
    • Hindari berbagi penggunaan alat bantu seks dengan orang lain
    • Mengikuti vaksinasi HPV

    Pentingnya Vaksinasi HPV

    Vaksin HPV diketahui berperan untuk mencegah kanker serviks, namun ternyata vaksinasi HPV turut bermanfaat dalam mencegah timbulnya kutil kelamin. Dengan mengikuti vaksinasi HPV, Sahabat Sehat dapat mencegah berbagai penyakit lain seperti kanker serviks, kanker anus, kanker penis, kanker vulva vagina, kanker tenggorokan, dan papiloma (kutil). Di Indonesia, pemberian vaksin HPV diberikan mulai pada usia 10-13 tahun keatas sebanyak 2 dosis. Pada anak berusia 16-18 tahun atau remaja akhir, diberikan vaksin HPV sebanyak 3 dosis. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara mencegah kutil kelamin. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi HPV, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Genital Warts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Nov 20; cited 2021 Aug 23].
    2. National Health Services. Genital Warts [Internet]. UK : National Health Service. 2020 [updated 2020 Aug 24; cited 2021 Aug 23]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Penderita Covid-19 berisiko alami badai sitokin yang dapat sebabkan beberapa masalah serius. Mulai dari gagal organ, hingga kematian.Oleh sebab itu, pastinya penting untuk mengenal lebih dekat apa itu badai sitokin serta solusi yang harus dilakukan  jika mengalami penyakit ini. Apa Itu Sitokin ? […]

    Penyebab dan Gejala Badai Sitokin serta Cara Mengatasinya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Penderita Badai Sitokin Perlu Mendapatkan Tocilizumab

    Penderita Covid-19 berisiko alami badai sitokin yang dapat sebabkan beberapa masalah serius. Mulai dari gagal organ, hingga kematian.Oleh sebab itu, pastinya penting untuk mengenal lebih dekat apa itu badai sitokin serta solusi yang harus dilakukan  jika mengalami penyakit ini.

    Apa Itu Sitokin ?

    Sitokin adalah nama salah satu protein yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi normal, sitokin bertugas membantu sistem imun untuk melawan bakteri maupun virus penyebab infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Karena fungsinya inilah sitokin disebut juga sebagai protein inflamasi imun.

    Seperti halnya sel darah putih yang jumlahnya tidak terkontrol dapat mengganggu kondisi tubuh, sitokin juga akan menyebabkan penyakit bernama badai sitokin ketika tubuh tidak berhasil mengontrolnya.

    Badai Sitokin, Ketika Protein Inflamasi Imun Tidak Terkontrol

    Ketika sitokin dalam tubuh tidak terkontrol dan diproduksi secara berlebihan, sitokin justru menyebabkan kerusakan dalam tubuh. Hal inilah yang disebut dengan istilah badai sitokin atau cytokine storm.

    Penyakit ini terjadi ketika tubuh melepas sitokin dalam jumlah melebihi batas normal ke dalam darah dalam waktu yang sangat cepat. Atas kejadian tersebut, sel imun bereaksi dengan menyerang jaringan serta sel tubuh yang masih sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan serta sel tubuh.

    Dampak dari penyakit ini pada penderita Covid-19 cukup beragam. Namun biasanya akan menyerang jaringan paru serta pembuluh darah. Serangan pada penderita Covid-19 akan menyebabkan kantung udara kecil di paru-paru (alveolus) dipenuhi cairan. Kondisi ini menyebabkan penderita Covid-19 menjadi sulit bernafas karena pertukaran oksigen di paru-paru tersumbat oleh cairan.

    Gejala Badai Sitokin

    Saat ini cukup banyak laporan penderita ataupun penyintas Covid-19 mengalami badai sitokin. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin Sahabat Sehat alami ketika menderita penyakit ini:

    • Demam
    • Sesak nafas hingga membutuhkan alat bantu napas (ventilator)
    • Kedinginan dan menggigil
    • Lelah
    • Mual dan muntah
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot dan sendi
    • Penurunan tekanan darah
    • Kesadaran menurun

    Penanganan Badai Sitokin

    Penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU) untuk memantau tanda-tanda vital, serta pemberian penanganan lanjutan seperti penggunaan alat bantu nafas, cuci darah, dan penanganan lainnya. Jika Sahabat Sehat mengalami gejala diatas, jangan tunda memeriksakan ke dokter terdekat agar dilakukan berbagai pemeriksaan lanjutan sehingga dapat ditangani dengan baik.

    Nah, Sahabat Sehat itulah beberapa hal penting mengenai badai sitokin yang terjadi pada penderita ataupun penyintas Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Jdentistry UI, Peran Sitokin dalam Patogenesis Berbagai Kelainan Mukosa
    • Panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 6 Juli 2021, Tocilizumab & Sarilumab 
    Read More
  • Perubahan fungsi tiroid cukup umum terjadi pada wanita hamil. Selama masa kehamilan terjadi peningkatan hormon estrogen dan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) Hormon kehamilan mempengaruhi kinerja dari kelenjar tiroid sehingga terjadi peningkatan distribusi hormon tiroid hingga 20-40% dimulai sejak usia kandungan 4 minggu.  Kadar hormon tiroid yang tidak terkontrol dengan baik selama hamil dapat meningkatkan […]

    Tindakan Pencegahan Prenatal: Fungsi Tiroid pada Kehamilan

    sistem imun dan gangguan tiroid

    Perubahan fungsi tiroid cukup umum terjadi pada wanita hamil. Selama masa kehamilan terjadi peningkatan hormon estrogen dan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) Hormon kehamilan mempengaruhi kinerja dari kelenjar tiroid sehingga terjadi peningkatan distribusi hormon tiroid hingga 20-40% dimulai sejak usia kandungan 4 minggu. 

    Kadar hormon tiroid yang tidak terkontrol dengan baik selama hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, pertumbuhan janin terhambat, maupun diabetes melitus dan hipertensi saat masa kehamilan. Penting bagi Bunda melakukan deteksi dini sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan Bunda dan Si Kecil.

    Apa Itu Kelenjar Tiroid ?

    Kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar dalam tubuh yang berbentuk seperti kupu-kupu dan berada di area leher. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh dan menunjang kinerja organ lainnya. 

    Saat masa kehamilan, hormon tiroid berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Pada trimester pertama, Si Kecil bergantung seluruhnya pada produksi hormon tiroid Bunda yang disalurkan melalui plasenta. Pada usia kandungan sekitar 12 minggu, kelenjar tiroid Si Kecil sudah mulai bekerja dengan sendirinya namun baru akan mulai menghasilkan hormon tiroid yang cukup pada saat usia kandungan mencapai 18-20 minggu.

    Gangguan Tiroid Pada Masa Kehamilan

    Terkadang kelenjar tiroid dapat mengalami gangguan, misal kelebihan produksi hormon tiroid (disebut Hipertiroid) maupun rendahnya hormon tiroid (disebut Hipotiroid). Apa dampak gangguan tiroid pada masa kehamilan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Hipertiroid Selama Masa Kehamilan

    Hipertiroid adalah kondisi ketika produksi hormon tiroid berlebih sehingga meningkatkan fungsi dan metabolisme tubuh. Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang cepat, mudah merasa panas, gemetaran, dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. 

    Penyebab tersering hipertiroid selama masa kehamilan adalah Penyakit Graves. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada Bunda dan Si Kecil, seperti keguguran, preeklamsia, badai tiroid, kelahiran prematur, gagal jantung kongestif, dan lainnya. 

    Pada kondisi hipertiroid ringan biasanya dokter tidak memberikan obat khusus melainkan hanya obat untuk mengurangi keluhannya saja, sedangkan pada kondisi hipertiroid yang berat dokter akan memberikan obat seperti propiltiourasil (PTU) dan methimazole.

    Hipotiroid Selama Masa Kehamilan

    Produksi hormon tiroid yang rendah, dikenal sebagai Hipotiroid. Kondisi ini dapat menurunkan fungsi tubuh secara keseluruhan. Gejala yang dialami akibat hipotiroid yaitu rasa lelah berlebihan, mudah kedinginan, konstipasi, gangguan mengingat, serta konsentrasi menurun. 

    Penyebab tersering hipotiroid selama masa kehamilan adalah Penyakit Hashimoto, yang merupakan suatu penyakit autoimun. Kondisi hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi, seperti preeklampsia, anemia, keguguran, dan gagal jantung kongestif. Dampak hipotiroid yang terjadi pada trimester pertama dapat menyebabkan penurunan kemampuan intelektual (IQ) dan perkembangan janin terhambat. Pada kondisi hipotiroid, dokter akan memberikan obat untuk menggantikan kinerja hormon tiroid.

    Pentingnya Skrining Tiroid Saat Hamil

    Pemeriksaan skrining tiroid di masa kehamilan masih menjadi suatu kontroversi karena dapat meningkatkan resiko diagnosa berlebihan, serta menambah pengeluaran biaya.  Pemeriksaan skrining tiroid direkomendasikan bagi seorang wanita yang berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid, seperti:

    • Memiliki riwayat penyakit tiroid sebelumnya
    • Menderita diabetes melitus dan penyakit autoimun
    • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita penyakit tiroid.
    • Riwayat menjalani terapi radiasi atau operasi di leher
    • Usia diatas 30 tahun
    • Riwayat keguguran, lahir prematur, maupun infertilitas.

    Pemeriksaan skrining dapat dilakukan sejak trimester pertama kehamilan yaitu pada usia kandungan 10-14 minggu. Namun karena kadar hormon tiroid dapat berubah, maka pemeriksaan skrining juga dianjurkan pada usia kandungan 15-26 minggu. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan pada rentang usia kandungan 27-31 minggu, dan antara 33-39 minggu.

    Dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium Thyroid Stimulating Hormone (TSH), T4, T3, dan antibodi tiroid. Selain itu pemeriksaan lainnya, seperti pencitraan dengan ultrasound pada area leher, scan tiroid, dan pemeriksaan radioaktif iodin turut dapat dilakukan. Bila dokter mencurigai adanya benjolan pada kelenjar tiroid dari hasil pemeriksaan fisik maupun pencitraan, maka pemeriksaan penunjang lanjutan yang disarankan adalah pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan biopsi dilakukan dengan cara mengambil jaringan benjolan dan diperiksa di laboratorium, sehingga dapat menyingkirkan kemungkinan terjadinya keganasan pada kelenjar tiroid.

    Lihat Juga: Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Anda Menderita Tiroid

    Nah itulah mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin serta peranan hormon tiroid selama masa kehamilan. Penting bagi Bunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti yang disebutkan diatas, sehingga dapat diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan penanganan segera.

    Untuk para dokter yang ingin mendalamkan ilmu mengenai kelainan Thyroid, ikuti webinar Zoom dengan tema “Thyroiditis: Leads to Hypo or Hyperthyroidism?” pada tanggal 29 Juli 2021. Daftar sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

    Webinar Tiroid Kamis 29 Juli 2021

    Referensi :

    1. Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, Brown RS, Chen H, Dosiou C, et al. 2017 Guidelines of the American Thyroid Association for the Diagnosis and Management of Thyroid Disease During Pregnancy and the Postpartum. Thyroid. 2017 Jan 6;27(3):315–89. 
    2. Carney LA, Quinlan JD, West JM. Thyroid Disease in Pregnancy. Am Fam Physician. 2014 Feb 15;89(4):273–8. 
    3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Thyroid Disease & Pregnancy [Internet]. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2017 [updated 2017 Dec; cited 2021 July 14].
    4. Horvath K. Prenatal Precautions: Thyroid Function in Pregnancy [Internet]. USA : Endocrine News. 2019 [updated 2019 Jan; cited 2021 July 14]
    5. Healthline. Thyroid Screening During Pregnancy [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Nov 07; cited 2021 July 14]
    6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Thyroid Tests [Internet]. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2017 [updated 2017 Nov; cited 2021 July 14]
    Read More
  • Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher, dan berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid nantinya digunakan tubuh untuk proses metabolisme, menghasilkan energi untu beraktivitas, serta proses pertumbuhan. 1 Gangguan pada kelenjar tiroid dapat berupa hiperaktifnya kelenjar tiroid (disebut hipertiroid) dan kurang aktifnya kelenjar tiroid (disebut hipotiroid). Untuk menegakan diagnosa, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan […]

    Tiroid yang Kurang Aktif

    seputar gangguan tiroid

    Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher, dan berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid nantinya digunakan tubuh untuk proses metabolisme, menghasilkan energi untu beraktivitas, serta proses pertumbuhan. 1

    Gangguan pada kelenjar tiroid dapat berupa hiperaktifnya kelenjar tiroid (disebut hipertiroid) dan kurang aktifnya kelenjar tiroid (disebut hipotiroid). Untuk menegakan diagnosa, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Kebanyakan gangguan tiroid dapat
    diatasi dengan baik apabila terdeteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat. 2

    Baca juga : Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid

    Hipotiroid merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid mengalami gangguan dalam memproduksi hormon tiroid sehingga kadar hormon tiroid dalam tubuh menjadi rendah. Kondisi ini dapat berimbas pada proses metabolisme dan proses pertumbuhan yang berjalan lambat 3

    Gangguan hipotiroid lebih sering dialami perempuan, secara umum 1 dari 8 orang perempuan beresiko menderita hipotiroid. 4

    Gejala Hipotiroid

    Berikut ini gejala yang dapat Anda alami apabila menderita Hipotiroid :

    • Gangguan siklus menstruasi. 3
    • Sulit buang air besar. 3
    • Depresi. 3
    • Rambut kering dan rontok. 4
    • Kulit kering. 3
    • Kadar kolesterol meningkat. 3
    • Kelelahan. 3
    • Sensitif terhadap udara dingin. 3
    • Suara serak. 3
    • Sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak. 3
    • Gangguan mengingat. 3
    • Otot terasa nyeri dan kaku. 3
    • Denyut jantung melambat. 3
    • Berat badan bertambah. 4
    • Menurunnya gairah seksual. 5
    • Kelenjar tiroid membesar (goiter). 5

    Pada bayi yang menderita hipotiroid, mungkin saja tidak bergejala. Namun, dapat pula menimbulkan gejala seperti:

    • Tangan dan kaki terasa dingin. 3
    • Sulit buang air besar. 3
    • Mudah mengantuk. 3
    • Suara tangisan serak. 3
    • Gangguan pertumbuhan. 3
    • Otot lemah. 3
    • Mata dan kulit tampak kekuningan. 3
    • Sulit makan. 3
    • Wajah tampak bengkak. 3
    • Perut kembung. 3
    • Lidah bengkak. 3
    • Hernia umbilikalis. 3

    Pada anak dan remaja, jika kondisi hipotiroid tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan efek samping berupa :

    • Keterlambatan pubertas. 3
    • Keterlambatan tumbuh kembang. 3
    • Keterlambatan perkembangan mental. 3
    • Gigi permanen terlambat tumbuh. 3

    Baca juga : Seputar gangguan tiroid

    Penyebab Hipotiroid

    Hipotiroid paling sering disebabkan oleh penyakit hashimoto, yaitu salah satu jenis penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid. 3 Selain itu, berikut beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan hipotiroid :

    • Efek samping radiasi di area leher. 3
    • Efek samping dari terapi radioaktif yodium yang dijalani oleh pasien hipertiroid. 3
    • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat amiodarone (Cordarone, Pacerone), interferon alpha dan interleukin-2. 3
    • Operasi kelenjar tiroid. 3
    • Terlalu sedikit asupan yodium dalam makanan. Makanan yang merupakan sumber yodium misalnya ikan laut, telur, produk olahan susu dan rumput laut. 3
    • Kehamilan. 3
    • Hipotiroid kongenital. Hal ini diakibatkan karena adanya gangguan perkembangan kelenjar tiroid saat didalam kandungan. 3
    • Gangguan kelenjar pituitari dan hipotalamus di dalam otak. 3

    Pemeriksaan Hipotiroid

    Untuk menegakan diagnosa hipotiroid, Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat penyakit terdahulu. Selanjutnya dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kadar hormon tiroid dalam tubuh, meliputi TSH (Thyroid Stimulating Hormone) dan T4 (Thyroxine). Jika kadar T4 rendah sementara kadar TSH tinggi maka kemungkinan besar Anda menderita hipotiroid. 4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Penanganan Hipotiroid

    Jika dari hasil pemeriksaan Anda dinyatakan menderita hipotiroid, maka Dokter akan memberikan penanganan berupa hormon tiroid (T4) sintetik yang harus diminum setiap hari. 3 Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar hormon tiroid akan dilakukan dalam 6-8 minggu setelah mulai mengkonsumsi obat dan selanjutnya pemeriksaan laboratorium akan dilakukan tiap 6 bulan sekali. 3

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Komplikasi Hipotiroid

    Apabila tidak ditangani dengan baik, hipotiroid dapat menimbulkan komplikasi berupa :

    • Gangguan keseimbangan tubuh. 3
    • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter). 3
    • Kesulitan menelan. 3
    • Gangguan jantung dan peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein). 3
    • Gangguan kesuburan akibat terganggunya produksi sel telur. 3
    • Keracunan kehamilan (preeklampsia). 4
    • Gangguan mental pada janin, apabila Ibu hamil menderita hipotiroid dalam trimester awal kehamilan. 3
    • Menurunnya daya ingat dan konsentrasi. 3
    • Obesitas. 3
    • Gangguan saraf tepi. 3
    • Sindroma terowongan karpal. 4
    • Menurunnya fungsi ginjal, pada beberapa kondisi hipotiroid yang berat. 4
    • Koma miksedema, yaitu kondisi penurunan kesadaran akibat rendahnya hormon tiroid. 3

    Bila Anda mengalami salah satu dari gejala hipotiroid, maka segera periksakan diri ke dokter terdekat sehingga dapat dideteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat untuk meminimalisir komplikasi akibat hipotiroid.

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    ID-NONT-00031

    Daftar Pustaka :

    1. Shahid M, Ashraf M, Sharma S. Physiology, Thyroid Hormone [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2020 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500006/
    2. Ambardekar, MD N. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2019 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics
    3. Pathak, MD N. Hypothyroidism (Underactive Thyroid) [Internet]. WebMD. 2020 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/hypothyroidism- underactive-thyroid-symptoms-causes-treatments
    4. Wood, MD K. What You Need to Know About Hypothyroidism [Internet]. Healthline. 2020 [cited 7 April 2021]. Available from:
    https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/symptoms-treatments-more
    5. Norman MD J. Hypothyroidism: Overview, Causes, and Symptoms [Internet]. EndocrineWeb. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.endocrineweb.com/conditions/thyroid/hypothyroidism-too-little-thyroid- hormone

    Read More
  • Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi terutama saat Lebaran yang sebentar lagi datang? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sahabat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan […]

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum Selama Pandemi Saat Lebaran

    Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi terutama saat Lebaran yang sebentar lagi datang? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sahabat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia.

    Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya.

    Di transportasi inilah terkadang kita tidak mengetahui orang yang menaikinya terkena virus atau tidak sama sekali. Pada akhirnya, ada Sahabat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.1

    transportasi umum selama pandemi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Namun, bagaimana untuk mereka yang tidak mempunyai kendaraan pribadi? Tentu saja harus menggunakan transportasi umum sebagai satu-satunya jalan.

    Dalam hal ini pun pemerintah sudah mengupayakan beberapa hal, seperti menerapkan protokol kesehatan untuk ketersediaan layanan, mulai dari tempat pemberangkatan, baik selama perjalanan maupun di tempat kedatangan, dan melakukan integrasi antarmoda yang cepat sehingga membuat penumpang tidak perlu berlama-lama menunggu dan berpindah dari satu moda ke moda lainnya.1

    Untuk Sahabat Sehat yang harus menggunakan transportasi umum, Sahabat bisa melakukan beberapa tips di bawah ini supaya aman dan nyaman menggunakan transportasi umum yang ada.

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum

    Pastikan Tubuh dalam Keadaan Sehat

    Tips pertama adalah tubuh harus selalu dalam keadaan sehat. Tubuh sehat yang didukung imun tubuh yang kuat merupakan kunci untuk bisa menangkal penyakit, termasuk Covid-19.

    Apabila Sobat mengalami gejala seperti demam, batuk, pusing, dan mual sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum dan tetap di rumah.2

    Menggunakan Masker

    Penggunaan masker menjadi hal paling penting dalam menggunakan transportasi umum di masa pandemi. Hingga saat ini, masker bisa dibilang merupakan cara paling efektif untuk menangkal virus yang berasal dari droplet.

    Namun, gunakanlah masker medis atau kain, bukan masker buff atau scuba yang terbukti tidak efektif. Selain dengan masker, Sahabat juga bisa menggunakan face shield, namun penggunaannya harus dengan masker karena face shield saja kenyataannya juga tidak terbukti efektif.2

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer

    Mencuci tangan juga merupakan hal yang perlu dalam berkendara umum. Sobat bisa melakukannya sejak berangkat dari rumah atau di tempat-tempat transportasi umum, seperti di stasiun, bandara, dan terminal.

    Cucilah tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik dengan sabun. Apabila di tempat-tempat tersebut tidak ada tempat cuci tangan, Sobat bisa menggunakan hand sanitizer yang praktis dibawa ke mana-mana.2

    Jangan Menyentuh Area Wajah

    Menyentuh area wajah yang terdapat mata, mulut, dan hidung akan mempermudah penyebaran virus, terutama setelah Sobat menyentuh permukaan benda-benda yang ada di transportasi umum tersebut.2

    Jangan Berbicara

    Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan transportasi umum selama pandemi adalah jangan berbicara secara langsung atau tidak lansung melalui telepon genggam.

    Hal ini karena dapat menyebabkan droplet-droplet kecil keluar dan bertahan di udara selama 15 menit atau virus dapat menempel pada permukaan telepon genggam selama 5 hari.

    Hal ini perlu, mengingat tentu Sobat tidak akan mengetahui kondisi orang yang sedang mengajak atau diajak bicara; apakah OTG atau bukan.3

     Jaga Jarak

    Hal ini penting dan perlu dilakukan sebab Covid-19 berpotensi menular pada jarak yang berdekatan. Karena itu, jaga jarak selama 1-2 meter itu perlu. Apabila tidak ada jaga jarak sama sekali, Sobat hendaknya tidak perlu khawatir. Usahakan tetap memakai masker dan face shield, menjaga kebersihan, serta kekebalan tubuh yang kuat.2

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

     Gunakan Transportasi dengan Penumpang Terbatas

    Menggunakan transportasi dengan penumpang terbatas juga perlu dilakukan bagi Sobat yang ingin aman dalam menggunakan transportasi umum. Karena itu, pilihlah transportasi yang sepi dan tidak ramai. Jangan lupa catat jadwal kedatangan transportasi yang diinginkan tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Itulah tips menggunakan transportasi umum selama pandemi saat Lebaran untuk silaturahmi atau bepergian ke tempat-tempat wisata lokal supaya Sahabat aman dan nyaman jika harus menggunakan transportasi umum karena tidak mempunyai kendaraan pribadi dan Sahabat ingin Lebaran tidak di rumah saja. Namun ada baiknya Sahabat Lebaran di rumah saja supaya dapat terhindar dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara aman menggunakan transportasi umum saat Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Anwar M. Corona Bikin Orang Takut Naik Angkutan Umum, Apa Solusinya? [Internet]. news. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200805124230-4-177559/corona-bikin-orang-takut-naik-angkutan-umum-apa-solusinya
    2. Mediatama G. Kenapa kita dilarang ngobrol saat naik transportasi umum selama pandemi corona? [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/kenapa-kita-dilarang-ngobrol-saat-naik-transportasi-umum-selama-pandemi-corona
    3. 7 Tips Naik Transportasi Umum di Tengah Pandemi Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4295922/7-tips-naik-transportasi-umum-di-tengah-pandemi-corona
    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja