Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 41–50 of 109 results

  • Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya. Pada anak, diare seringkali […]

    Sakit Perut Pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya.

    Pada anak, diare seringkali disebabkan karena virus yaitu Rotavirus. Penyakit diare dapat disembuhkan dengan memberikan obat-obat diare khusus untuk anak ataupun berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ada juga makanan-makanan yang dapat  membantu untuk meredakan sakit perut pada anak. Sebaiknya, hal ini wajib diketahui bagi para orang tua.

    Pepaya

    Buah papaya menjadi salah satu makanan yang dapat membantu serta memudahkan pencernaan. Kandungan chymopapain dan papain yang ada di dalam papaya dalam membantu memecah protein. Kandungan zat inilah yang memberikan lingkungan asam sehat di dalam perut.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut Pada Anak

    Pisang

    Pisang sangat mudah dicerna oleh anak serta meredakan sakit perut. Buah ini memiliki kandungan pektin yang mana dapat membantu gerakan usus di dalam tubuh secara alami.  Selain itu, tingkat elektrolit dan kalium di dalam pisang sangat tinggi yang dapat mengurangi dehidrasi pada tubuh.

    Yogurt

    Makanan yang satu ini mungkin banyak disukai anak-anak, ditambah lagi dengan manfaatnya yang dapat meredakan sakit perut membuat orang tua tak perlu khawatir untuk dapat memberikannya pada anak ketika mengalami diare. Kandungan aktif di dalam yogurt dapat meningkatkan bakteri baik di dalam usus, mengurangi kembung, membantu pencernaan.

    Jus Wortel

    Cara terbaik lainnya untuk mengatasi masalah sakit perut pada anak adalah dengan memberikan jus wortel. Anda dapat menambahkan beberapa helai daun mint di dalam  jus wortel tersebut. Obat ini akan sangat efektif untuk menenangkan perut yang sedang sakit.

    Oat

    Jika anak menderita sakit perut yang hingga melilit, maka cobalah untuk memberikannya semangkuk gandum hangat yang dicampurkan dengan susu. Makanan yang kaya serat ini sangat baik dalam penyembuhan sakit perut.

    Beras Putih

    Siapa sangka jika beras putih menjadi salah satu makanan sehat lainnya yang dapat membantu menyembuhkan perut sakit. Anda dapat memberikan anak makanan seperti nasi, kentang, atau roti. Jenis makanan ini sangat efektif membantu mengatasi diare dengan cara menyerap cairan serta mengeluarkannya bersama tinja

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Air Kelapa

    Gula alami yang ada di dalam air kelapa dapat membantu memberikan kalori dan elektrolit. Kandungan kalium di dalam air kelapa dapat membantu mendetoks perut.

    Setelah anak sembuh dari diare, jangan lupa untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi anak. Pastikan anak untuk makan makanan yang sehat dan bersih sehingga tidak lagi mengalami sakit perut. Cuci buah dan sayuran sebelum di masak sehingga tidak ada lagi kuman atau bakteri di dalamnya. Perhatikan pula kondisi kebersihan lingkungan di sekitar anak-anak sehingga kesehatan anak tetap terjaga. Namun jika cara-cara di atas belum berhasil membuat sakit perut pada anak mereda, maka segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Semoga informasi diatas dapat membantu anda.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. 10 makanan ini bisa meringankan sakit perut. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/sehat/10-makanan-ini-dapat-meringankan-sakit-perut.html (1.12.18)
    2. com. Orang tau harus tau pilihan makanan yang tepat saat anak diare. 2018.[Internet]. Available at: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2018/01/11/140000220/orangtua-harus-tahu-pilihan-makanan-tepat-saat-anak-diare (1.12.18)
    3. Yusepi TT. 6 makanan terbaik untuk meringankan sakit perut. 2017. [Internet]. Available at: liputan6(dot)com/health/read/3101298/6-makanan-terbaik-untuk-meringankan-sakit-perut (1.12.18)
    Read More
  • Rambut yang rontok mungkin merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap orang. Namun, jika rambut yang rontok tersebut terlalu banyak dan menyebabkan rambut menjadi tipis hingga menuju pada kebotakan,tentunya akan sangat mengganggu penampilan Anda, bukan ? Banyak sekali yang menjadi penyebab rambut rontok hingga kebotakan, dari mulai faktor genetik, stres atau banyak pikiran, kurang nya […]

    7 Makanan Mencegah Kebotakan Pada Pria

    Rambut yang rontok mungkin merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap orang. Namun, jika rambut yang rontok tersebut terlalu banyak dan menyebabkan rambut menjadi tipis hingga menuju pada kebotakan,tentunya akan sangat mengganggu penampilan Anda, bukan ?

    Banyak sekali yang menjadi penyebab rambut rontok hingga kebotakan, dari mulai faktor genetik, stres atau banyak pikiran, kurang nya nutrisi, minum – minuman beralkohol dan juga merokok. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk melakukan pencegahan sebelum hal tersebut terjadi, yaitu dengan mulai merawat rambut, baik itu melakukan perawatan dari dalam maupun dari luar. Perawatan dari luar dapat menggunakan bahan – bahan alami, seperti lidah buaya. Adapun perawatan dari dalam yang tak kalah pentingnya, Anda dapat melakukannya dengan mengonsumsi makanan sehat yang dapat mencegah kerontokan hingga kebotakan pada rambut, diantara makanan tersebut diantaranya yaitu :

    Bayam

    sayur bayam

    Bayam memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi di dalamnya. Selain itu, kandungan vitamin A dan C nya juga sangat baik untuk pertumbuhan rambut dan juga menjaga kekuatan rambut sehingga tidak mudah dan rontok. Yuk, mulai sekarang konsumsi bayam secara rutin!

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik Untuk Otak Anak

    Brokoli

    Kandungan zat besi dan nutrisi lainnya pada brokoli juga sangat baik untuk merawat dan menjaga kekuatan rambut agar tidak mudah patah dan rontok.  Brokoli bisa Anda jadikan pilihan pada menu sarapan, cemilan serta makan malam Anda. Selain mampu mencegah kebotakan, juga sangat baik untuk melengkapi gizi dan nutrisi pada tubuh.

    Ikan Tuna

    Ikan tuna selain nikmat juga kaya akan kandungan gizi nya. Salah satunya yaitu omega 3 yang terkandung di dalamnya yang sangat baik untuk rambut. Omega 3 pada tuna ini mampu menutrisi batang rambut dan juga akar rambut, sehingga mencegah  dari kerusakan, kerapuhan serta kerontokan pada rambut.

    Gandum

    Siapa yang suka sarapan dengan gandum? Gandum itu ternyata memiliki kandungan omega 6, serat dan juga beta glucan yang sangat baik untuk membantu pertumbuhan rambut serta memperkuat folikel rambut, sehingga dapat mencegah rambut dari kebotakan.

    Kacang – kacangan

    Kacang – kacangan seperti kacang almond memiliki kandungan magnesium dan juga biotin yang sangat baik untuk pertumbuhan rambut. Dengan baik nya pertumbuhan rambut, membuat rambut Anda terhindar dari resiko kebotakan.

    Baca Juga: Cara Mudah Bakar 500 Kalori Agar Terbebas dari Diabetes

    Stroberi

    Stroberi yang memiliki bentuk dan warna yang cantik, ternyata tidak hanya tampilan nya saja yang cantik, tapi kandungan di dalamnya juga sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan mineral silica yang ada di dalamnya sangat berperan penting dalam merangsang pertumbuhan rambut.

    Daging merah

    Ferritin yang terdapat pada daging merah, perannya sangat untuk mencegah kerontokan pada rambut serta merangsang pertumbuhan rambut. Oleh karena itu, jika ingin mengurangi resiko dari kebotakan, konsumsilah daging merah paling tidak seminggu sekali.

    Baik, itulah tadi beberapa makanan ampuh cegah kebotakan. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :

    1. Ratnasari ED. 5 Makanan pencegah kebotakan. 2018. [Internet]. Available at: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180417193843-255-291520/5-makanan-pencegah-kebotakan (1.12.18)
    2. Surya F. Yuk kepoin 5 makanan pencegah kebotakan. 2018. [Internet]. Available at: grid.id/read/04203974/yuk-kepoin-5-makanan-pencegah-kebotakan?page=2 (1.12.18)

     

    Read More
  • Pernahkah Anda melihat orang yang terlihat pucat, lemah, letih dan lesu  ? atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal tersebut adalah tanda – tanda dari anemia dan biasanya tanda – tanda lainnya adalah Anda akan merasakan pusing, mudah lelah dan mual. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin yang terdapat di dalam  sel darah merah […]

    Tips Menu Sehat Cegah Anemia

    Pernahkah Anda melihat orang yang terlihat pucat, lemah, letih dan lesu  ? atau Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal tersebut adalah tanda – tanda dari anemia dan biasanya tanda – tanda lainnya adalah Anda akan merasakan pusing, mudah lelah dan mual. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin yang terdapat di dalam  sel darah merah dan terjadi karena tubuh kita kekurangan zat besi, sehingga dengan kurang nya zat besi, tubuh menjadi berkurang dalam memproduksi hemoglobin. Hemoglobin memiliki fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga hal tersebut menyebabkan seseorang yang mengalami anemia akan merasakan pusing, mudah lelah, lesu dan mual karena kekurangan pasokan oksigen.

    Agar tubuh  kita ini tidak mengalami anemi,  maka harus mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kaya akan zat besi.

    Berikut adalah  beberapa daftar menu makanan yang kaya akan zat besi :

    Daging merah

    source: healthfreedoms

    Daging merah seperti yang terdapat pada daging sapi, kambing, kerbau dan sejenisnya merupakan sumber zat besi yang sangat mudah kita dapatkan . Sekitar 100 gram daging merah saja sudah mencukupi 15% dari kebutuhan zat besi yang disarankan. Anda dapat mengonsumsi daging merah  seminggu 1 kali atau 2 kali. Anda dapat membuat menu sehat dari daging merah ini dengan berbagai macam olahan, seperti daging teriyaki, daging panggang atau yang lainnya,. Jangan lupa untuk menambahkan aneka macam sayuran sebagai pendampingnya.

    Baca Juga: 10 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Osteoporosis

    Bayam

    Siapa yang tidak tahu sayuran yang satu ini? Bayam merupakan sayuran yang sudah dikenal kaya akan kandungan vitamin, kalsium dan zat besi nya, yang tentunya sangat baik dalam mencegah anemia. Bila Anda mengonsumsi bayam secara rutin, maka kebutuhan zat besi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga produksi sel darah merah pun akan maksimal. Anda dapat membuat menu sehat dengan bayam, dengan mengolah nya menjadi sayur bayam atau bisa juga dengan menambahkannya pada omelet Anda.

    Buah bit

    Buah yang berwarna merah ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, diantaranya yaitu, asam folat, vitamin C, kalsium dan zat besi. Perpaduan antara asam folat serta zat besi di dalam nya mampu mencukupi produksi sel darah merah dalam tubuh tentunya, sehingga mencegah tubuh dari resiko terkena anemia. Buah ini dapat Anda olah dengan membuatnya menjadi jus sebagai tambahan pada menu sehat Anda.

    Kurma

    Mudah sekali untuk menemukan makanan yang mengandung kaya akan kandungan zat besi, seperti buah satu ini contohnya. Buah kurma ini mudah sekali didapat sehingga kita tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen sebagai penambah darah,, kita dapat mendapatkannya secara alami pada buah dan jug sayuran serta lauk pauk di sekitar kita. Tidak hanya sebagai makanan pencegah anemia, buah kurma memiliki banyak lagi kandungan gizi dan nutrisi di dalam nya yang sangat baik untuk kesehatan kita.

    Baca Juga: Ternyata 5 Menu Korea Ini Sangat Menyehatkan

    Telur

    Selain mengandung protein yang cukup tinggi serta omega 3, telur juga mengandung kaya akan zat besi di dalamnya. Sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsinya agar tubuh sehat dan tentunya terhindar dari anemia. Telur dapat kita olah dengan berbagai macam menu sehat, contohnya saja seperti omelet, macaroni schotel, tambahan pada sayur capcay dan yang lainnya.

    Sangat mudah bukan menemukan sumber zat besi pada menu sehat yang ingin kita konsumsi? Jangan lupa pula untuk berolahraga secara rutin serta menjauhi rokok dan juga minum – minuman beralkohol, karena hal tersebut dapat menghambat produksi zat besi dalam tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seringkali banyak diantara kita yang mengalami sakit kepala dan menganggap sepele, biasa terjadi karena kelelahan dan dengan beristirahat akan hilang dengan sendirinya. Memang betul, ada sakit kepala yang tergolong ringan dan tidak berbahaya sehingga dapat hilang sendiri nya tanpa obat atau penanganan khusus. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa sakit kepala itu banyak sekali faktor penyebabnya, […]

    Pusing Kepala Berkurang Jika Anda Sering Mengonsumsi Sayur Buah Berikut

    Seringkali banyak diantara kita yang mengalami sakit kepala dan menganggap sepele, biasa terjadi karena kelelahan dan dengan beristirahat akan hilang dengan sendirinya. Memang betul, ada sakit kepala yang tergolong ringan dan tidak berbahaya sehingga dapat hilang sendiri nya tanpa obat atau penanganan khusus. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa sakit kepala itu banyak sekali faktor penyebabnya, ada yang tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus.Namun, ada juga yang termasuk sakit kepala yang berbahaya yang membutuhkan penanganan khusus.

    Oleh sebab itulah mulai sekarang alangkah baiknya, kita untuk tidak meremehkan pusing kepala yang dialami. Konsumsilah makanan sehat seperti sayuran serta buah – buahan yang dapat mencegah dan mengobati sakit kepala.

    Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dibagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer dan sekunder.

    • Sakit kepala primer : sakit kepala primer ini adalah jenis sakit kepala yang biasa timbul akibat dari salah mengonsumsi makanan, aktifitas fisik yang terlalu berat, posisi duduk yang salah, posisi berdiri dan tidur yang salah, merokok, minum – minuman beralkohol.

    Baca Juga: 7 Makanan Mengatasi Migren

    Contoh sakit kepala primer ini yaitu : migrain, sakit kepala tegang, sakit kepala kluster. Biasanya sakit kepala primer dapat diobati sendiri di rumah, dengan mengonsumsi banyak sayur dan juga buah serta istirahat cukup dan rutin berolahraga serta melakukan pijatan pada bagian kepala yang sakit.

    • Sakit kepala sekunder : sakit kepala sekunder ini biasanya terjadi karena adanya suatu penyakit tertentu. Contoh sakit kepala sekunder : sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu seperti, flu, sinusitis, meningitis, infeksi pada telinga, kanker otak, perdarahan, dll. Sakit kepala sekunder ini butuh penanganan khusus dari dokter.

    Demikian beberapa penyebab dari timbulnya sakit kepala. Oleh karena itu, mulai sekarang sebaiknya dibiasakan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah guna mencegah serta mengobati sakit kepala. Berikut beberapa macam sayur dan juga buah yang dapat mengurangi sakit kepala Anda :

    Semangka

    Semangka kaya akan kandungan air dan juga magnesiumnya yang sangat baik dalam membantu mengurangi sakit kepala. Diketahui, bahwa penyebab sakit kepala salah satunya adalah karena dehidrasi atau kekurangan cairan, sehingga buah semangka ini yang kaya akan kandungan air nya sangat membantu untuk mengurangi gejala sakit kepala tersebut.

    Kismis

     Kandungan dari kismis yang kaya akan serat dan juga kalium, mampu memberikan efek relaksasi pada otot – otot di kepala dan juga otot jantung yang menjadi penyebab timbulnya sakit kepala.

    Pisang

    Kalium yang terkandung dalam buah pisang cukup tinggi, sehingga sangat baik dalam mengurangi sakit kepala yang dialami. Kalium tersebut memiliki fungsi untuk merelaksasikan otot – otot yang tegang pada kepala penyebab sakit kepala. Selain kalium, kandungan magnesium nya juga ampuh dalam mengurangi sakit kepala.

    Anggur

    Buah anggur kaya akan kandungan vitamin C dan A serta mineral yang efektif mengurangi berbagai penyebab timbulnya sakit kepala. Selain nikmat, anggur memang terkenal akan khasiat nya dalam menjaga kesehatan tubuh.

    Baca Juga: 7 Makanan Peningkat Stamina Berhubungan

    Brokoli

    Kandungan CoQ10 dan juga zat besi serta nutrisi lainnya yang terdapat pada brokoli, terbukti sangat efektif dalam mengurangi sakit kepala yang menyerang.

    Selain itu, jangan lupa untuk selalu rutin berolahraga, aktifitas fisik, istirahat teratur, kelola stres serta menjauhi rokok dan juga minuman beralkohol, sakit kepala hilang, pikiran pun senang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud […]

    Mencegah Overeating “Kelebihan Makan” Saat Berlibur

    Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud dengan overeating itu?Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Mari kita baca artikel berikut.

    Overeating adalah suatu kondisi dimana seseorang makan terlalu banyak, asupan yang masuk ke tubuh melebihi energi yang dikeluarkan oleh orang tersebut. Overeating sering terjadi pada saat berlibur, terutama untuk orang-orang yang hobi berwisata kuliner. Kondisi overeating berbeda dengan binge eating disorder, yang merupakan kelainan dimana orang tersebut akan makan terus menerus karena ada permasalahan psikologis ataupun masalah sosial. Saat berlibur akan mempengaruhi kondisi emosional kita, dan dapat meningkatkan kemungkinan kita makan lebih banyak daripada biasanya.

    Baca Juga: 9 Makanan Untuk Mencegah Flu

    Makan yang terlalu banyak meskipun hanya pada saat liburan juga tidak baik, terutama apabila makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak. Hal Ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan obesitas atau kegemukan. Keadaan obesitas dan kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, hipertensi, stroke, batu empedu, diabetes, dan masih banyak lainnya.

    Tentu anda tidak ingin terkena kondisi seperti di atas bukan? Solusinya adalah menjaga pola hidup sehat dan jangan makan berlebih. Kunci agar kita tidak makan terlalu banyak adalah, makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah ketika kamu sudah kenyang sedang, jangan makan hingga kekenyangan. Umumnya dalam waktu 4 jam sisa makanan di lambung tinggal 10%, maka umumnya kita dapat makan setelah 4 jam dari makan sebelumnya.

    Berikut adalah cara-cara untuk mencegah overeating pada saat kita berlibur:

    • Makan perlahan, Ini berupakan merupakan konsep baru dalam menjaga makan. Tubuh kita memerlukan waktu 12 menit atau lebih untuk berproses hingga otak kita menangkap kita sudah kenyang, dan pada orang gemuk membutuhkan waktu 20 menit atau lebih. Sehingga, apabila kita makan dengan perlahan akan memastikan bahwa sinyal-sinyal kenyang ini sudah mencapai ke otak sebelum kita makan terlalu banyak.
    • Jangan makan ketika sedang melakukan pekerjaan lain, Apabila kita makan ketika sedang berkendara ataupun sedang bekerja di depan komputer otak kita akan terdistraksi, sehingga sinyal kenyang itu tidak tersampaikan optimal di otak dan kita akan makan lebih banyak dari biasanya. Usahakan pikiran fokus untuk menikmati makanan anda, karena hal itu akan mempercepat sinyal kenyang sampai ke otak.
    • Nikmati suapan pertama anda, sensor rasa pada lidah kita akan sangat sensitif ketika pada saat pertama kali kita makan. Apabila pada suapan pertama anda makan dengan perlahan dan benar-benar menikmatinya, saat suapan-suapan selanjutnya sudah tidak akan senikmat yang pertama, ini akan membantu anda saat akan berhenti makan.
    • Tampilan makanan, saat menggunakan piring sajian lebih kecil, dan mengatur agar kondisi piring tetap tertata, secara psikologis akan membuat kita menjadi lebih cepat kenyang
    • Pemilihan jenis makanan, Hindari makanan bervolume kecil dengan kalori yang besar seperti coklat, milkshake, mentega. Hal ini karena seringkali makanan ringan seperti coklat yang kita konsumsi berulang kali kalorinya dapat lebih besar dari makan berat kita.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Makan Siang

    Demikian informasi mengenai bagaimana cara mencegah overeating saat berlibur, semoga dapat bermanfaat untuk Sobat. Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Magee E. How to Stop Overeating [Internet]. WebMD. 2007 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/overcoming-overeating#1
    2. Zelman K. Getting Over Overeating [Internet]. WebMD. 2005 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/getting-over-overeating#2
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Hamdy O. Obesity: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 1990 [cited 19 February 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/123702-overview
    5. Meule A. The Psychology of Overeating: Food and the Culture of Consumerism. Food, Culture & Society. 2016;19(4):735-736.
    Read More
  • Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya? […]

    Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya?

    Penyakit yang sering timbul pada saat berlibur biasanya adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan, karena saat berlibur berburu kuliner merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Tiga penyakit tersering yang biasa muncul saat berlibur adalah keracunan makanan, gastroenteritis akut, dan tifoid.

    KERACUNAN MAKANAN

    Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri, parasit, virus, maupun zat kimia. Gejala dari keracunan makanan dapat sangat bervariasi, tergantung dari derajat penyakit dan tingkat keparahannya.

    • Nyeri perut, gejala ini merupakan efek dari peradangan saluran pencernaan.
    • Muntah, termasuk gejala yang sering ditemukan terutama dari penyebab infeksi bakteri dan virus.
    • Diare, biasanya gejala ini kurang dari 2 minggu.
    • Nyeri kepala.
    • Demam, tergantung dari tingkat keparahan penyakit, apabila berat, kondisi keracunan makanan dapat menimbulkan demam.
    • Perubahan pada BAB, apabila terjadi kerusakan yang invasif pada saluran pencernaan, BAB bisa berdarah.

    Baca Juga: 7 Lokasi Snorkeling di Jakarta

    Keracunan makanan depat dicegah dengan  menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan saat akan makan, makanlah masakan yang benar-benar matang, dan jagalah bekal Anda pada suhu yang sesuai agar tidak basi.

    Penanganan yang dapat segera dilakukan adalah memberikan cairan agar tidak mengalami kondisi dehidrasi, dan hindari produk-produk yang mengandung susu terutama apabila terdapat gejala diare karena dapat memperparah diarenya, dan segera bawa ke dokter.

     GASTROENTERITIS AKUT

    Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, penyebab yang paling sering pada penyakit ini adalah virus dan terkadang juga bakteri. Pada gastroenteris viral akut sering ditandai dengan demam ringan, muntah, diikuti diare cair dan bukan diare berdarah. Gastroenteritis viral akut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi kita tetap harus memerhatikan kadar cairan di tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

    Maka dari itu penanganan yang utama adalah cairan, pastikan minum harus cukup, usahakan konsumsi cairan yang isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat muntah dan diare. Pencegahan paling penting adalah melakukan vaksinasi rotavirus sebelum berlibur, karena virus yang umumnya menyebabkan penyakit ini adalah rotavirus.

    Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum HoneyMoon

    DEMAM TIFOID

    Demam tifoid masih merupakan penyakit endemis di Indonesia. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi yang masuk ke dalam tubuh manusia, terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Gejala yang timbul dapat sangat bervariasi dari ringan sampai berat. Biasanya jarak antara kuman masuk ke tubuh sampai timbul gejala cukup panjang sekitar 10-14 hari.  Pada minggu pertama gejala yang sering muncul demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, sulit BAB, ataupun diare.

    Pada minggu ke dua gejala menjadi semakin jelas, umumnya gejala yang sangat dominan adalah demam, lidah yang kotor di tengah umumnya lidah berwarna putih. Apabila sobat melihat gejala seperti ini pada keluarga atau kerabat saat atau sesudah berlibur segeralah bawa ke dokter, karena butuh penanganan yang adekuat. Umumnya pasien demam tifoid akan membutuhkan istirahat yang cukup dan terapi pengobatan.

    Baca Juga: 5 Penyebab Tifus dan Pencegahannya

    Nah, Sobat itulah sekilas informasi mengenai penyakit yang sering muncul saat dan sesudah berlibur. Jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    2. Gamarra R. Food Poisoning: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/175569-overview
    3. Lin B. Viral Gastroenteritis: Background, Pathophysiology, Etiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/176515-overview
    Read More
  • Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana […]

    Hindari 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana yang tidak baik dan tidak layak dikonsumsi oleh tubuh kita. Akibat nya jika kita tidak pandai dalam memilih makanan tersebut akan berdampak pada suatu kondisi yang disebut kolesterol tinggi yang banyak terjadi pada kaum muda pada zaman sekarang ini.

    Pada dasarnya kolesterol merupakan suatu lipid atau lemak yang berperan penting dalam tubuh kita. Kolesterol memiliki fungsi penting bagi tubuh seperti untuk memproduksi sejumlah hormon, vitamin D, empedu untuk memproses makanan, serta memproduksi berbagai zat yang membantu dalam proses pencernaan.Namun tentunya dalam kadar normal. Sebaliknya jika terlalu berlebihan kadar kolesterol dalam tubuh kita, maka akan berdampak pada kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit stroke bahkan jantung. Oleh karena itu, betapa pentingnya bagi kita untuk memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tersebut agar tidak berlebihan.

    Berikut di bawah ini beberapa makanan pemicu kolesterol yang penting untuk diperhatikan dalam mengonsumsi nya :

    1. Junk food atau makanan cepat saji

    Telah kita ketahui, bahwa makanan junk food atau cepat saji seperti burger dan sejenisnya merupakan makanan dengan kandungan gizi rendah dan memiliki kandungan kolesterol serta lemak jahat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya bagi kita untuk mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi junk food tersebut sebisa mungkin. Namun, jika ingin tetap mengonsumsi nya, ada baik nya untuk mengonsumsi nya dalam porsi kecil. Maka tidak dapat dipungkiri jika makanan junk food ini merupakan makanan penyumbang kolesterol yang cukup tinggi.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    1. Es krim

    Tahukah kalian? Bahwa semangkuk es krim ternyata mengandung kolesterol yang lebih tinggi dari makanan junk food lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya mulai sekarang untuk mencoba mengganti menu es krim kita dengan yogurt dan juga buah – buahan, yang memiliki kandungan yang lebih sehat dan yang tak kalah nikmat tentunya.

    1. Kuning telur

    Kuning telur ini tentu sudah tidak asing lagi, sebagai salah satu makanan yang terkenal dengan kandungan kolesterol nya yang tinggi. 1 butir kuning telur saja mengandung kurang lebih sebanyak 186 mg kolesterol. Hal tersebut tentunya penting bagi kita untuk memperhatikan dalam mengonsumsi nya agar tidak berlebihan.

    1. Daging merah

    source: healthfreedoms

    Daging merah kaya akan kandungan protein dan juga zat besi nya yang sangat baik dikonsumsi bagi para penderita anemia. Namun, pada daging merah ini telah terbukti memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Tidak hanya kolesterol, lemak jenuh pada daging merah ini pun tergolong lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging putih.Oleh karena itu, banyak para ahli dan peneliti kesehatan menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan jenis daging putih seperti pada ikan – ikanan dan juga ayam yang juga mengandung protein yang cukup tinggi serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh dan omega 3 yang cukup tinggi pula.

    1. Jeroan

    Jeroan memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi dari daging merah. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging merah ada baik nya pilihlah daging yang bebas lemak dan jeroan, seperti pada bagian tenderloin.

    1. Hati

    Hati merupakan tempat dimana dibuat kolesterol dalam tubuh serta penyimpanan nya.Tidak heran jika kandungan kolesterol dalam hati yang cukup tinggi.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    1. Mentega

    Tentunya akan terasa lebih lezat lagi jika makanan yang kita konsumsi seperti ayam atau roti diberi margarin sebelum digoreng atau dipanggang. Namun tahukah Anda? Kalau mentega termasuk pada makanan yang mengandung kolesterol cukup tinggi? Sebab itulah disarankan untuk menggantinya dengan margarin yang mengandung lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol lebih rendah.

    Itulah tadi 7 makanan pemicu kolesterol tinggi yang dianjurkan untuk dihindari, disamping itu perlu pula untuk diperhatikan dalam pengolahan makanannya. Karena makanan yang diolah dengan cara digoreng, lebih tinggi kandungan kolesterol nya. Oleh karena itu, dalam pengolahan makanan lebih disarankan untuk mengolahnya dengan cara dikukus atau dipanggang. Selamat memulai hidup sehat dan jauh dari kolesterol tinggi!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urin kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, maka akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, maka dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid. Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala […]

    Yuk, Kita Kenali Gejala Leukimia Sejak Dini

    Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid.

    Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala umum yang dapat dirasakan antara lain, demam, kelelahan, sering terkena infeksi, pembesaran kelenjar getah bening, hati atau limpa, berat badan yang tiba-tiba menurun, mimisan yang berulang, mudah memar/berdarah, nyeri pada tulang dan keringat berlebihan.

    Baca Juga: 10 Tanya Jawab Seputar Leukemia

    Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya leukemia pada seseorang antara lain:

    1. Riwayat keluarga menderita leukemia
    2. Merokok
    3. Terpapar bahan kimia seperti benzene yang sering ditemukan pada industri kimia dan bahan bakar mobil.
    4. Kelainan genetik
    5. Riwayat terapi kanker sebelumnya.

    Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit ini antara lain dengan pemeriksaan darah, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sum-sum tulang belakang. Pada pemeriksaan darah ditemukan peningkatan sel darah putih yang sangat tinggi diikuti dengan penurunan sel darah merah dan trombosit.

    Mengapa kanker darah ini seringkali lambat terdeteksi?Hal ini karena gejala yang dialami tidak terlalu kelihatan dan gejalanya tidak spesifik. Belum lagi terkadang kita tidak terlalu memperhatikan kesehatan diri dan melewati jadwal Medical Check Up tiap tahunnya.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Leukemia Pada Anak

    Lalu, bila sudah terkena leukemia apakah bisa sembuh?Kesembuhan penderita leukemia tergantung beberapa faktor antara lain stadium saat pertama kali didiagnosa, usia penderita, dan terapi yang memadai. Jadi, bukan tergantung dari berapa lama penyakit leukimia sudah diderita pasien. Hal ini karena penderita leukemia yang sudah sembuh pun masih harus check up rutin, karena masih ada kemungkinan kambuh kembali.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. cancer.org/cancer/leukemia.html
    2. mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
    3. tanyadok.com/artikel-konsultasi/penyakit-leukemia-bisakah-sembuh
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja