Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 101–110 of 403 results

  • Sahabat Sehat mungkin pernah mengalami pusing berputar. Kondisi ini sering disebut sebagai vertigo. Vertigo dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita dari berbagai usia.  Vertigo umum dapat mereda dengan sendirinya, namun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa pilihan tatalaksana untuk keluhan vertigo, salah satunya adalah fisioterapi. Lalu apakah perlu bagi semua penderita vertigo untuk melakukan […]

    Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Sahabat Sehat mungkin pernah mengalami pusing berputar. Kondisi ini sering disebut sebagai vertigo. Vertigo dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita dari berbagai usia. 

    Vertigo umum dapat mereda dengan sendirinya, namun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa pilihan tatalaksana untuk keluhan vertigo, salah satunya adalah fisioterapi. Lalu apakah perlu bagi semua penderita vertigo untuk melakukan fisioterapi? Mari simak penjelasan berikut.

    Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi

    Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Penyebab Vertigo

    Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan vertigo. Beberapa contohnya adalah adanya infeksi, rasa cemas berlebih, atau bahkan tumor yang mengganggu bagian pengatur keseimbangan tubuh.

    Berdasarkan penyebab-penyebabnya, tentu tidak semua vertigo langsung disarankan untuk menjalani fisioterapi. Penyebab vertigo yang dapat disarankan untuk melakukan fisioterapi adalah endapan pada saluran keseimbangan tubuh atau disebut juga Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

    Dapatkan: Layanan Fisioterapi Lansia Vertigo ke Rumah

    Sebagian besar BPPV yaitu 50-70% terjadi tanpa ada faktor pencetusnya.4 Sisanya dapat terjadi akibat riwayat kepala pernah terbentur, riwayat infeksi telinga, dan kurangnya oksigen. BPPV paling banyak dijumpai pada usia 50-70 tahun, usia muda jarang dijumpai namun dapat terjadi apabila terdapat riwayat trauma kepala.

    Untuk mengetahui apakah Sahabat Sehat mengalami BPPV, Sahabat Sehat harus memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan saat ini dan riwayat Sahabat Sehat, lalu akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium atau pencitraan seperti CT-scan atau MRI mungkin diperlukan agar dokter dapat menyingkirkan penyebab vertigo lainnya sehingga diagnosis BPPV dapat tegak.

    Baca Juga: Alami Tekanan Darah Rendah? Siapkan 6 Jenis Makanan Ini di Rumah

    Fisioterapi Bagi Penderita Vertigo

    Penanganan pada penderita vertigo (BPPV) berupa pemberian obat dan fisioterapi. Obat-obatan yang diberikan secara umum dapat meredakan gejala. Pada sebuah penelitian diketahui bahwa dua per tiga dari penderita BPPV yang melakukan fisioterapi, mengalami perbaikan dari  keluhan vertigonya meski tidak diberikan tatalaksana lain.

    Fisioterapi yang dilakukan kepada penderita vertigo disebut Vestibular Rehabilitation. Tujuan dilakukannya fisioterapi ini adalah untuk melatih input yang diterima oleh organ yang mengatur keseimbangan tubuh dan yang penglihatan mata agar dapat diproses dengan baik dalam otak, sehingga persepsi keseimbangan tubuh dapat diperbaiki.

    Dengan membaiknya persepsi keseimbangan tubuh, diharapkan keluhan vertigo akan semakin berkurang dan Sahabat Sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan keseimbangan. Dalam fisioterapi ini, Sahabat Sehat dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan stretching dan memutarkan kepala untuk melatih rangsangan keseimbangan tersebut. 

    Fisioterapi dapat dilakukan selama 40-60 menit setiap sesinya, diharapkan Sahabat Sehat dapat melanjutkannya dirumah. Kontrol untuk fisioterapi secara umum dilakukan 1 kali setiap 1-2 minggu.5 Dengan melakukan fisioterapi tersebut, diharapkan keluhan vertigo secara perlahan akan berkurang hingga nantinya menghilang.

    Baca Juga: Benarkah Fisioterapi Bantu Atasi Saraf Terjepit ?

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai fisioterapi sebagai salah satu penanganan bagi penderita vertigo. Tidak semua pasien vertigo dapat diberikan fisioterapi yang disebut dengan Vestibular Rehabilitation. Harus dicari tahu terlebih dahulu penyebab dari vertigo yang mungkin Sahabat Sehat alami. Sebelum ingin memulai fisioterapi tersebut, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau tenaga medis terlebih dahulu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. National Health Service. Vertigo [Internet]. UK : National Health Service. 2022.
    2. National Health Service. Vertigo causes and treatment [Internet]. UK : National Health Service. 2022.
    3. Stanton M, Freeman A. Vertigo [Internet]. USA : Pubmed.. 2022.
    4. Palmeri R, Kumar A. Benign Paroxysmal Positional Vertigo [Internet]. USA : Pubmed. 2022.
    5. Han B, Song H, Kim J. Vestibular Rehabilitation Therapy: Review of Indications, Mechanisms, and Key Exercises. Journal of Clinical Neurology. 2011;7(4):184.
    6. Northwell Health. Vestibular rehabilitation – Rehabilitation Network [Internet]. USA : Northwell Health. 2022.
    Read More
  • Pneumonia atau disebut juga paru-paru basah, merupakan kondisi peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi kuman maupun mikroorganisme lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru. Pada pasien yang mengalami pneumonia, alveoli dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah akibat infeksi sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit untuk bernapas. Faktor […]

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Pneumonia atau disebut juga paru-paru basah, merupakan kondisi peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi kuman maupun mikroorganisme lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru. Pada pasien yang mengalami pneumonia, alveoli dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah akibat infeksi sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit untuk bernapas.

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Faktor Resiko Pneumonia

    Pneumonia dapat menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berikut adalah beberapa orang yang beresiko menderita pneumonia:

    • Perokok aktif
    • Memiliki riwayat stroke
    • Bayi berusia 0-2 tahun dan lansia berusia diatas 65 tahun
    • Penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan masalah pada sistem imun, seperti penggunaan steroid dan antibiotik dalam jangka panjang
    • Memiliki riwayat asma, gagal jantung, diabetes, HIV/AIDS, cystic fibrosis dan penyakit kronis lainnya
    • Sedang menjalani pengobatan anti kanker kemoterapi sehingga menekan sistem kekebalan tubuh.

    Pneumonia juga dapat disebabkan oleh infeksi virus SARS-COV-2 atau yang dikenal dengan Covid-19. 

    Dapatkan: Imunisasi Pneumonia dari ProSehat

    Gejala Pneumonia

    Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami apabila menderita pneumonia :

    • Batuk berdahak
    • Demam
    • Keringat dingin hingga menggigil
    • Sesak nafas hingga kesulitan bernafas
    • Nyeri dada yang semakin memberat bila bernafas dan batuk
    • Kelelahan dan lemas
    • Tidak nafsu makan
    • Mual dan muntah
    • Nyeri kepala berat

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Penyebab Pneumonia

    Selain mengenali gejala pneumonia, Sahabat Sehat perlu mengetahui sumber penyebab pneumonia agar dapat dihindari. Berikut ini adalah berbagai penyebab pneumonia:

    • Infeksi Bakteri

    Infeksi bakteri pada saluran nafas dan paru-paru merupakan penyebab tersering pneumonia. Salah satu bakteri penyebab tersering pneumonia, yaitu Streptococcus pneumoniae. Bakteri lainnya antara lain Mycoplasma pneumoniae, Haemophilus influenzae, Legionella pneumophila.

    • Infeksi Virus

    Selain infeksi bakteri, infeksi virus turut dapat mengakibatkan pneumonia. Virus penyebab pneumonia, antara lain Influenza (Flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinoviruses (Common cold), Human Parainfluenza Virus, Human metapneumovirus infection (HMPV), Chickenpox (Varicella zoster virus), Adenovirus, dan SARS-CoV-2.

    • Infeksi Jamur

    Jamur penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah atau kotoran burung yang terhirup. Infeksi jamur pada tubuh biasanya dialami pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Contoh jamur penyebab pneumonia, antara lain Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus species, Histoplasmosis species.

    Imunisasi Pneumonia

    Pneumonia dapat dicegah dengan pemberian imunisasi pneumonia. Berikut ini beberapa jenis vaksin pneumonia :

    Pneumococcal Conjugate Vaccine 13 (PCV 13)

    Melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin ini diberikan untuk bayi, anak-anak dan juga dewasa yang memiliki resiko terkena infeksi pneumonia.

    Pneumococcal Polysaccharide Vaccine 23 (PPSV 23)

    Vaksin tipe ini melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin PPSV 23 diberikan untuk lansia, dewasa dan anak berusia lebih dari 2 tahun. Selain itu, vaksin ini dapat diberikan untuk Sahabat Sehat yang memiliki kebiasaan merokok.

    Setiap orang yang memiliki resiko tinggi menderita pneumonia, dianjurkan untuk mengikuti imunisasi pneumonia. Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai penyebab pneumonia dan jenis imunisasi pneumonia. 

    Baca Juga: Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. UNICEF. Kenali 6 Fakta tentang Pneumonia pada Anak.
    2. Adiputra D. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals.
    3. Normandin B, Castiello L. Everything You Need to Know About Pneumonia.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Vaccination: What Everyone Should Know.
    5. Garcia D. Vaksinasi Pneumonia dan Jenisnya.
    6. Centers for Disease Control and Prevention. Prevent pneumonia.
    Read More
  • Kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang menyebabkan kematian kedua terbanyak setelah kanker payudara. Sayangnya, gejala kanker serviks tidak muncul pada awal-awal infeksi, melainkan gejala baru dirasakan setelah memasuki stadium lanjut dimana harapan hidup penderita sudah menurun jauh. Banyak sekali komplikasi yang ditimbulkan dari kanker serviks, mulai terhadap organ kewanitaan sampai organ lainnya. Sebelum mengetahui […]

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang menyebabkan kematian kedua terbanyak setelah kanker payudara. Sayangnya, gejala kanker serviks tidak muncul pada awal-awal infeksi, melainkan gejala baru dirasakan setelah memasuki stadium lanjut dimana harapan hidup penderita sudah menurun jauh.

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Banyak sekali komplikasi yang ditimbulkan dari kanker serviks, mulai terhadap organ kewanitaan sampai organ lainnya. Sebelum mengetahui komplikasi yang timbul akibat kanker serviks, ada baiknya kita memahami dulu apa itu kanker serviks dan gejala yang dialaminya.

    Kanker Serviks

    Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut.

    Serviks merupakan organ kewanitaan di sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.

    Hampir 95% kanker serviks pada wanita disebabkan oleh human papillomavirus. Ada dua golongan HPV, yaitu HPV resiko tinggi atau HPV onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58. Sedangkan HPV yang resiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan sebagainya.

    Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Cek: Harga Vaksin HPV di ProSehat

    Gejala Kanker Serviks

    Pada stadium awal, sebagian besar pasien tidak mengalami gejala apapun sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut yang baru menimbulkan gejala. Gejala yang mungkin timbul berupa :

    • Perdarahan vagina
    • Keputihan
    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubungan intim.

    Kanker serviks kemungkinan akan bermetastasis atau menyebar ke organ tubuh lainnya seperti panggul, kelenjar getah bening, dan paru-paru pada stadium lanjut. Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang).

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Komplikasi

    Wajib untuk Diwaspadai, Inilah Beberapa risiko komplikasi akibat kanker serviks yang bisa terjadi adalah seperti berikut: 

    Menopause dini

    Menopause dini biasanya disebabkan akibat komplikasi dari pengobatan radioterapi yang dapat merusak ovarium, sehingga banyak wanita mengalami menopause dini.

    Penyempitan vagina

    Radioterapi seringkali dapat menyebabkan vagina menjadi lebih sempit. Hal ini dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.

    Limfedema

    Yaitu pembengkakan tungkai akibat penyumbatan pada pembuluh darah getah bening oleh sel kanker.

    Dampak emosional

    Bagi penderita kanker serviks, banyak sekali yang mengalami dampak emosional seperti rasa sedih yang berlebihan akibat didiagnosis kanker serviks yang berujung pada depresi.

    Komplikasi lainnya:

    • Nyeri hebat akibat kanker yang menyebar ke tulang, otot dan saraf.
    • Kejang jika sel kanker bermetastasis ke otak.
    • Penumpukan urin di ginjal (hidronefrosis) yang dapat memicu gagal ginjal.
    • Perdarahan akibat kanker menyebar ke vagina dan kandung kemih dan rektum.

    Vaksin HPV Melindungi dari Kanker Serviks

    Kabar baiknya, kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat diberikan pada wanita mulai dari usia 9 tahun dan memang lebih efektif jika wanita tersebut belum pernah melakukan hubungan seksual.

    Pada wanita yang sudah pernah berhubungan seksual juga tetap bisa mendapatkan vaksinasi HPV. Dokter akan menyarankan untuk pemeriksaan Pap smear terlebih dahulu sebagai salah satu cara memastikan tidak adanya perubahan sel di leher rahim yang dicurigai sebagai sel kanker.

    Untuk mendapatkan perlindungan yang efektif, Anda memerlukan 3 dosis vaksin HPV dengan interval waktu 2 bulan dan 4 bulan.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Segera jadwalkan vaksinasi HPV bersama ProSehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. PPKServiks.
    2. Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia.
    3. Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
    4. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    5. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    6. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    7. HSE.ie. 2022. Cervical cancer – complications.
    Read More
  • Ginjal merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam menyaring limbah atau zat beracun dalam tubuh. Organ ini juga menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah, mengontrol produksi sel darah merah, dan berbagai fungsi lainnya. Maka, menjaga kesehatan ginjal harus dilakukan agar tubuh tetap dalam kondisi optimal. Simak tips apa saja yang perlu dilakukan untuk […]

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Ginjal merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam menyaring limbah atau zat beracun dalam tubuh. Organ ini juga menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah, mengontrol produksi sel darah merah, dan berbagai fungsi lainnya. Maka, menjaga kesehatan ginjal harus dilakukan agar tubuh tetap dalam kondisi optimal. Simak tips apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal. 

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Pola Makan Sehat

    Menjalani pola makan sehat memberikan manfaat baik bagi tubuh, termasuk ginjal. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan. 

    Beberapa jenis sayur dan buah yang baik untuk kesehatan ginjal diantaranya:

    • Sayuran rendah kalium, seperti lobak, terong, jagung, timun, wortel, jamur shiitake, dan kol.
    • Buah rendah kalium, seperti apel, beri-berian, anggur, jeruk Bali, semangka, dan nanas. 

    Usahakan juga untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi purin, seperti jeroan. Sebab, makanan yang mengandung purin dapat meningkatkan kadar asam urat yang dapat mengganggu fungsi ginjal. 

    Dapatkan: Paket Medical Check Up dari ProSehat

    Batasi Asupan Garam

    Mengonsumsi garam dan sodium secara berlebihan dapat memberatkan kerja ginjal. Salah satu penyakit yang dapat timbul adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan rempah-rempah seperti bawang untuk menggantikan sodium. Kandungan quercetin pada bawang juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan membantu mengoptimalkan fungsi ginjal saat menyaring darah. 

    Tidak Mengonsumsi Protein Berlebihan

    Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara struktur tubuh, sebagai salah satu sumber energi, dan pembentuk zat-zat penting seperti enzim. Namun, mengonsumsi terlalu banyak protein juga tidak baik untuk ginjal. ini karena setiap bagian tubuh membutuhkan jumlah protein yang berbeda-beda, maka semakin banyak protein yang harus disaring oleh ginjal, semakin berat ginjal harus bekerja. Oleh sebab itu, konsumsilah protein dalam jumlah yang cukup. 

    Baca Juga: Tanda-Tanda Gangguan Ginjal

    Penuhi Kebutuhan Cairan

    Minum air putih terbukti mampu menjaga kesehatan ginjal karena melancarkan proses penyaringan darah saat membuang limbah beracun. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, ginjal yang sehat mampu menyaring sekitar 150 liter darah setiap hari. 

    Pada proses penyaringan ini, ginjal membuang limbah dalam darah seperti natrium, fosfor dan kalium. Air dalam tubuh berfungsi untuk menjaga pembuluh darah terbuka, sehingga darah dapat melewati ginjal dengan lancar. 

    Tak hanya itu, minum air putih yang cukup juga dapat menjaga keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Keseimbangan ini yang akan membuat otot, saraf, dan jaringan tubuh berfungsi normal. 

    Rutin Olahraga

    Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu tubuh dalam mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan glukosa. Ketiga komponen ini adalah hal yang harus dikendalikan untuk mencegah penyakit ginjal.

    Ada beberapa jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan, seperti jalan santai, menari, atau bersepeda.

    Jangan Sembarangan Minum Obat atau Vitamin

    Mengonsumsi obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat merusak ginjal Anda. Ini karena ginjal berfungsi untuk memproses pembuangan sisa-sisa obat dari tubuh.

    Oleh sebab itu, jangan pernah sembarangan dalam mengonsumsi obat. 

    Baca Juga: Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Batasi Konsumsi Alkohol

    Alkohol memiliki dampak yang cukup besar bagi kesehatan tubuh. Berbagai kerusakan pun dapat terjadi jika Anda tidak membatasi asupan alkohol yang masuk kedalam tubuh, salah satunya penurunan fungsi ginjal. 

    Alkohol memiliki efek diuretik yang menyebabkan peningkatan jumlah urin dan cairan tubuh, termasuk mengendalikan ion natrium, klorida, dan kalium. Apabila hal ini terjadi, maka tubuh akan mengalami ketidakseimbangan cairan elektrolit yang membuat tubuh dehidrasi. 

    Berhenti Merokok

    Kandungan dalam rokok terbukti dapat merusak tubuh. Oleh sebab itu, bagi para perokok sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk tersebut karena zat dalam rokok yang masuk kedalam tubuh dapat menghambat aliran darah dan merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di ginjal. 

    Lakukan Medical Check Up Berkala

    Selain menjalani pola hidup sehat, Sahabat Sehat juga perlu melakukan medical check up berkala. Yang disarankan adalah setiap satu tahun sekali meskipun tanpa adanya keluhan. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau keluhan terkait ginjal, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih sering sebagai cara pemantauan.

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Sahabat Sehat, menjaga kesehatan ginjal sangat penting untuk dilakukan. Mulailah dengan melakukan perubahan pola hidup menjadi lebih baik secara konsisten seperti tips di atas dan lakukan medical check up secara berkala. Dengan ginjal yang sehat, kesehatan tubuh pun terpelihara.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Work, Y. and Health, N., 2022. Your Kidneys & How They Work | NIDDK.
    2. National Kidney Foundation. 2022. Top 5 Ways to Stop A-Salting Your Kidneys.
    3. Healthdirect.gov.au. 2022. Chronic kidney disease.
    4. National Institute on Drug Abuse. 2022. Commonly Used Drugs Charts | National Institute on Drug Abuse.
    5. kidney.org. 2022. icelandic glacial hydraation.
    Read More
  • Kembali pulih seperti sedia kala adalah harapan setiap orang yang sakit. Pada penyakit-penyakit tertentu, seperti stroke, pemulihan memerlukan terapi khusus untuk mengembalikan fungsi tubuh. Bagi sebagian orang yang mengalami stroke dapat lebih cepat kembali pulih seperti sedia kala. Namun, pada beberapa kasus tertentu, gejala stroke justru bertahan lebih lama. Oleh karena itu, menjalani terapi pasca […]

    Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Kembali pulih seperti sedia kala adalah harapan setiap orang yang sakit. Pada penyakit-penyakit tertentu, seperti stroke, pemulihan memerlukan terapi khusus untuk mengembalikan fungsi tubuh. Bagi sebagian orang yang mengalami stroke dapat lebih cepat kembali pulih seperti sedia kala. Namun, pada beberapa kasus tertentu, gejala stroke justru bertahan lebih lama. Oleh karena itu, menjalani terapi pasca stroke sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke.

    Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Terapi pasca stroke merupakan salah satu dari berbagai perawatan yang harus dilakukan oleh penderita stroke agar cepat pulih. Latihan yang dilakukan selama terapi memiliki peran penting dalam memulihkan dan menjaga kondisi kesehatan fisik serta mental penderitanya. Selain itu, terapi pasca stroke juga bertujuan untuk mengembalikan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari, serta memelihara fungsi otak yang masih dapat dipertahankan.

    Seperti apa terapinya? Mari simak penjelasannya.

    Pentingnya Menjalani Terapi Pasca Stroke

    Stroke terjadi saat pembuluh darah di otak pecah atau aliran darah yang menuju ke otak terhambat akibat adanya sumbatan. Setelah terkena stroke, penderita umumnya akan mengalami penurunan fungsi otak yang ditandai dengan gangguan mengingat, bergerak, dan berbicara. Hal ini tentunya akan menghambat penderita dalam menjalani rutinitasnya.

    Penderita stroke biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama pasca perawatan di rumah sakit. Hal ini menyebabkan munculnya gangguan kesehatan baru, seperti infeksi saluran kencing, cedera karena jatuh, pembentukan gumpalan darah, hingga pneumonia.  Menjalani terapi pasca stroke dapat mencegah dan memperbaiki kondisi tersebut.

    Tingkat keparahan stroke berbeda-beda pada setiap orang. Oleh sebab itu, kemungkinan masing-masing penderita stroke untuk kembali pulih seperti semula juga dapat berbeda-beda. Namun, dengan menjalani terapi, kondisi penderita stroke bisa jauh lebih baik dibanding penderita yang tidak menjalani terapi pasca stroke sama sekali. 

    Dapatkan: Layanan Fisioterapi ke Rumah dari ProSehat

    Jenis terapi pasca stroke yang umum dilakukan

    Terapi pasca stroke dapat dilakukan dalam 24-48 jam setelah kondisi penderita stabil dan akan didampingi oleh terapis khusus. Terapi dapat meliputi terapi fisik, wicara, okupasi, dan sebagainya. Dokter akan merekomendasikan terapi yang diperlukan dan aman bagi penderita. Berikut beberapa jenis terapi pasca stroke yang dapat dilakukan oleh penderita:

    • Terapi meningkatkan kemampuan fisik

    Terapi ini dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan fisik yang melemah setelah mengalami serangan stroke. Untuk melatih kemampuan fisik atau kemampuan motorik pasien, terapis akan fokus pada kekuatan otot dan koordinasi tubuh yang tentunya telah disesuaikan dengan kondisi pasien.

    Misalnya, apabila penderita stroke mengalami kesulitan mengunyah makanan, maka latihan fisik akan fokus untuk melatih kemampuan mengunyah makanan. Namun, jika stroke menyebabkan sebagian tubuh mengalami kelumpuhan, latihan fisik akan fokus untuk meningkatkan kembali kemampuan dan variasi gerakan pada bagian tersebut. 

    Pada kondisi tertentu, pasien mungkin akan diminta untuk menggunakan alat bantu terlebih dahulu, seperti tongkat, kursi roda, atau walker. Selain itu, ankle brace atau penjepit pergelangan kaki juga dapat digunakan untuk membantu pergelangan kaki agar tetap stabil dan kuat untuk menopang massa tubuh saat sedang latihan berjalan kaki. 

    • Terapi fisik dengan bantuan teknologi

    Saat ini terapi fisik juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Terapi jenis ini memiliki banyak variasi, salah satunya dilakukan dengan menstimulasi otot yang lemah menggunakan kekuatan listrik. 

    Terapi ini bertujuan untuk membuat otot tersebut berkontraksi sehingga dapat membantu mengembalikan kekuatan otot. Selain itu, ada pula terapi yang menggunakan perangkat robotik yang dapat membantu bagian tubuh yang lumpuh untuk melakukan gerakan repetitif atau berulang. 

    • Terapi kognitif dan emosi

    Stroke tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, namun juga dapat memengaruhi seseorang dalam berbicara, memahami ucapan orang lain, dan sebagainya. Itulah mengapa stroke bisa melemahkan mental penderitanya.

    Hal ini dapat dipicu oleh rasa sedih, putus asa, dan beberapa faktor lainnya karena perubahan yang terjadi pada tubuhnya. oleh karena itu, selain menjalani terapi fisik, penderita stroke juga membutuhkan terapi kognitif dan emosi untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya. 

    Terapi ini bisa membantu meningkatkan kembali kemampuan kognitifnya, seperti mengingat, memproses informasi, mengambil keputusan serta kemampuan bersosialisasi yang menurun akibat stroke. Selain itu, menjalani terapi bicara juga dapat mengembalikan kemampuan bicara pasien yang melemah, serta meningkatkan kemampuannya dalam mendengar dan menulis saat menjalani terapi ini. 

    Tergantung keparahan pasiennya, dokter bisa juga merekomendasikan penggunaan antidepresan atau obat-obatan sejenis lainnya bila dinilai diperlukan. 

    • Terapi alternatif

    Pada kasus tertentu, penderita stroke mungkin merasa lebih nyaman untuk menjalani terapi alternatif, seperti akupuntur, pijat, mengonsumsi obat-obatan herbal, ataupun terapi oksigen. Meski demikian, terapi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

    Untuk itu, sebelum melakukan terapi alternatif, pastikan bahwa dokter Anda mengetahui rencana terapi yang akan Anda lakukan. Selain itu, alangkah baiknya jika mengutamakan terapi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. 

    Baca Juga: 4 Jenis Vitamin yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

    Faktor memengaruhi keberhasilan terapi pasca stroke

    Terapi pasca stroke akan memberikan dampak baik bagi pasien bila dilakukan dengan benar dan konsisten, serta dimulai sedini mungkin dengan arahan dari dokter. Selain tiga hal tersebut, hal lain yang memengaruhi keberhasilan terapi pasca stroke antara lain:

    • tingkat keparahan dari kerusakan pada otak
    • usia
    • intensitas dan frekuensi dari terapi yang dijalani
    • kondisi kesehatan lainnya
    • kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien, dan
    • keluarga atau pendamping pasien yang memberikan dukungan serta kerjasama dalam membantu pasien menjalani terapi.

    Baca Juga:  Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

    Sahabat Sehat, dari penjelasan di atas bisa dipahami bahwa peran terapi pasca stroke sangat penting bagi penderita. Melalui terapi, diharapkan kualitas hidup bisa menjadi lebih baik. Tidak lupa, dukungan dari orang-orang terdekat juga memegang peranan penting dalam pemulihan. Pilihlah terapis profesional dan rutin berkonsultasi dengan dokter untuk hasil yang optimal.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Cleveland Clinic. 2022. Stroke Rehabilitation & Stroke Recovery.
    2. Uofmhealth.org. 2022. Emergency Stroke Therapy | Michigan Medicine
    3. Cdc.gov. 2022. Recovering From Stroke | cdc.gov.
    4. Ninds.nih.gov. 2022. Post-Stroke Rehabilitation Fact Sheet | National Institute of Neurological Disorders and Stroke.
    5. Healthline. 2022. Stroke Recovery: Rehabilitation, Recovery, and Complications.
    6. WebMD. 2022. Stroke: Overview & Symptoms.
    Read More
  • Walaupun merasa sehat, skrining penyakit jantung perlu dilakukan. Karena kebanyakan orang tidak sadar dirinya mengidap masalah jantung. Jangan sampai masalah jantung tidak terdeteksi sejak dini. Karena kematian akibat masalah jantung masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Survei Sample Registration System (SRS) pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian […]

    Berbagai Jenis Pemeriksaan Penyakit Jantung

    Walaupun merasa sehat, skrining penyakit jantung perlu dilakukan. Karena kebanyakan orang tidak sadar dirinya mengidap masalah jantung. Jangan sampai masalah jantung tidak terdeteksi sejak dini. Karena kematian akibat masalah jantung masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

    Skrining Penyakit Jantung dengan Elektrokardiogram

    Skrining Penyakit Jantung dengan Elektrokardiogram


    Survei
    Sample Registration System (SRS) pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke di Indonesia, yaitu sebesar 12,9%.1 Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 angka tingkat kematian akibat penyakit jantung, mencapai 122 orang per 100.000 populasi.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menghimbau agar masyarakat tetap melakukan pemeriksaan rutin atau pemeriksaan kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, rajin beraktivitas fisik, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup dan mengelola stress untuk mengendalikan faktor resiko terjadinya penyakit jantung.

    Sahabat Sehat, apa saja pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Penyakit Jantung

    Penyakit jantung berbeda-beda pada setiap orang. Gejalanya juga bisa berbeda-beda. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai jenis penyakit jantung yang sering terjadi di Indonesia:

    Penyakit jantung koroner

    Kondisi ini diakibatkan sumbatan pada pembuluh darah utama jantung sehingga mengganggu aliran darah ke otot jantung, ditandai dengan nyeri dada 

    Gangguan irama jantung

    Aritmia atau disebut juga gangguan irama jantung, merupakan gangguan denyut jantung yang berdetak secara abnormal seperti tidak berirama, lambat maupun terlalu cepat.

    Gagal jantung

    Kondisi ini diakibatkan jantung tidak dapat memompa darah. Biasanya gagal jantung merupakan dampak dari penyakit jantung koroner dan komplikasi dari penyakit lainnya seperti hipertensi, penyakit tiroid, dan gangguan otot jantung (kardiomiopati).

    Gangguan katup jantung

    Jantung memiliki katup yang bertugas membuka dan menutup antara jantung dengan paru-paru dan juga pembuluh darah. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pada sirkulasi darah dari paru-paru atau darah yang menuju jantung.

    Penyakit jantung bawaan

    Penyakit jantung bawaan disebabkan karena kelainan genetik yang biasanya terjadi saat Si Kecil masih berada di dalam kandungan. Kelainan jantung bawaan dapat menyebabkan kelainan pada jantung saat bayi dilahirkan.

    Oleh sebab itu, seseorang perlu memeriksakan dirinya apakah memiliki tanda-tanda masalah jantung yang bisa muncul sewaktu-waktu. Dengan demikian, tindakan pencegahan dini bisa dilakukan.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Metode yang Digunakan untuk Skrining Penyakit Jantung

    Untuk mendeteksi dan mendiagnosis gangguan jantung, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai pemeriksaan berikut :

    Elektrokardiogram

    Elektrokardiogram atau yang disebut dengan EKG merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung. EKG sangat mudah dilakukan dan cepat sehingga seringkali digunakan untuk memantau kondisi jantung dan mendeteksi gangguan jantung dengan cepat.

    Ekokardiografi

    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara. Ekokardiografi berguna untuk memantau kondisi jantung, termasuk kondisi katup, irama jantung dan kemampuan jantung dalam memompa darah.

    Uji tekanan (stress test)

    Uji tekanan atau stress test adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung pada saat pasien melakukan aktivitas fisik, seperti berlari atau bersepeda. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah telah terjadi gangguan aliran darah dari dan atau ke jantung.

    Holter

    Pemeriksaan Holter dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang dipasang seperti EKG pada tubuh, yang bertujuan untuk memantau dan merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam. 

    Tilt-Table Test

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk pasien dengan keluhan sering pingsan, sehingga diketahui penyebab pasien sering pingsan apakah akibat gangguan tekanan darah atau adanya gangguan irama jantung yang menyebabkan pompa jantung tidak berjalan seperti seharusnya.

    Pemindaian Jantung

    Pemeriksaan seperti rontgen dada, CT Scan, maupun MRI dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien serta pertimbangan lainnya. Pemeriksaan pemindaian tidak hanya dapat menilai kondisi jantung, namun juga organ lain disekitarnya seperti paru-paru dan tulang.

    Elektrofisiologi Jantung

    Merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memetakan aktivitas jantung. Pemeriksaan ini ditujukan bagi penderita gangguan irama jantung (aritmia) atau pada pasien yang mengalami henti jantung mendadak.

    Angiografi 

    Angiografi atau yang disebut dengan pemeriksaan kateterisasi jantung, bertujuan untuk mendeteksi dan memeriksa sumbatan pada pembuluh darah koroner, fungsi jantung, katup jantung, tekanan ruang jantung dan kadar oksigen pada jantung.

    Tes Darah

    Pemeriksaan ini dilakukan pada penderita serangan jantung atau orang yang memiliki resiko penyakit jantung. Saat otot jantung mengalami kerusakan, tubuh akan melepaskan zat enzim ke dalam darah sehingga Sahabat Sehat dapat mengukur seberapa berat kerusakan pada otot jantung. Selain itu, tes darah juga dapat menilai faktor resiko terjadinya gangguan atau penyakit jantung seperti pemeriksaan kolesterol dan trigliserida, vitamin, mineral dan kadar elektrolit yang mempengaruhi aktivitas jantung.

    Temukan Berbagai Produk untuk Kebutuhan Jantung Anda

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai metode pemeriksaan yang bisa dipilih untuk skrining penyakit jantung dan untuk memantau kondisi kesehatan jantung. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan terkait kondisi jantung, segera manfaatkan layanan panggil dokter ke rumah dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Buleleng. 2017 [updated 2017 July 01; cited 2021 Sep 23].
    2. Lidwina A. Jantung Koroner, Pembunuh Nomor Satu di Indonesia [Internet]. Indonesia : Kata data. 2020 [updated 2020 Feb 22; cited 2021 Sep 23].
    3. Beckerman J. Heart Disease: Types, Causes, and Symptoms [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 June 14; cited 2021 Sep 23].
    4. Grey H. Heart Checkup: When to Get One, Test Types, and More [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Sep 23].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Pendarahan otak atau perdarahan otak yang dialami Tukul Arwana mengejutkan masyarakat. Penyakit ini mengharuskan Tukul terbaring di ICU. Selain harus terbaring di ICU, Tukul Arwana juga harus menjalani serangkaian operasi untuk memulihkan keadaannya. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan perdarahan otak? Dan bagaimana […]

    Mengenal Pendarahan Otak Berdasarkan Penyebab dan Gejala

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Operasi Pada Pasien dengan Kasus Pendarahan Otak

    Operasi Pada Pasien dengan Kasus Pendarahan Otak

    Pendarahan otak atau perdarahan otak yang dialami Tukul Arwana mengejutkan masyarakat. Penyakit ini mengharuskan Tukul terbaring di ICU. Selain harus terbaring di ICU, Tukul Arwana juga harus menjalani serangkaian operasi untuk memulihkan keadaannya.

    Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan perdarahan otak? Dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Mengapa perdarahan atau pendarahan otak bisa muncul dan terjadi secara tiba-tiba? 

    Mengenal Pendarahan Otak atau Perdarahan Otak

    Perdarahan otak dikenal juga dengan sebutan Intracerebral hemorrhage (ICH) adalah kondisi adanya perdarahan di dalam jaringan dan sistem ventrikel otak yang penyebab biasanya bukan diakibatkan oleh trauma pada kepala. Perdarahan otak merupakan 15% penyebab stroke, dengan angka kematian sebesar 62% dalam satu tahun pertama.1 Perdarahan otak diakibatkan pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak, sehingga terjadi perdarahan lokal di jaringan sekitarnya sehingga mengakibatkan matinya sel-sel otak.

    Berikut ini beberapa fakta mengenai perdarahan otak:

    Penyebab Perdarahan Otak

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai hal yang dapat menjadi penyebab perdarahan pada otak yaitu :

    Trauma kepala

    Trauma atau cedera kepala merupakan salah satu penyebab tersering perdarahan otak pada usia kurang dari 50 tahun.

    Tekanan darah tinggi 

    Hipertensi, atau disebut juga sebagai tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis dan berlangsung lama. Pada penderita tekanan darah tinggi, pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah misalnya pada pembuluh darah otak.

    Aneurisma pembuluh darah

    Aneurisma atau disebut juga pembengkakan pembuluh darah dapat menyebabkan pembuluh darah melemah sehingga beresiko pecah dan mengakibatkan perdarahan didalam otak. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke perdarahan.

    Kelainan pembuluh darah

    Kondisi ini dapat diakibatkan oleh faktor genetik, sehingga dinding pembuluh darah disekitar dan didalam otak menjadi lemah. Kelainan ini disebut dengan malformasi vena. Penderitanya tidak selalu merasakan gejala, namun apabila pembuluh darah pecah dapat mengakibatkan perdarahan otak.

    Amyloid angiopati

    Kondisi ini diakibatkan kelainan pada dinding pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Hal ini disebabkan karena faktor usia, dan tekanan darah tinggi.

    Gangguan pembekuan darah

    Gangguan pembekuan darah ditandai dengan turunnya jumlah trombosit yang menyebabkan perdarahan otak. Beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan pembekuan darah, yaitu anemia sel sabit (sel darah merah berbentuk tidak normal seperti bulan sabit), hemofilia (kekurangan protein untuk pembekuan darah), hingga kondisi medis yang membutuhkan penanganan dengan obat pengencer darah dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perdarahan otak.

    Penyakit hati

    Gangguan pada hati dapat meningkatkan resiko perdarahan pada organ tubuh, termasuk pembuluh darah di dalam otak.

    Tumor otak (tumor intracranial)

    Tumor pada jaringan otak dapat mendesak pembuluh darah di sekitarnya dan mengakibatkan perdarahan pada otak akibat pecahnya pembuluh darah yang terdesak.

    Gejala Perdarahan Otak

    Sahabat Sehat, gejala perdarahan otak beragam tergantung luasnya perdarahan pada jaringan otak. Berikut ini berbagai gejala yang mungkin timbul akibat perdarahan pada otak :

    • Nyeri kepala hebat secara tiba-tiba
    • Kejang, meski tanpa ada riwayat kejang sebelumnya
    • Kelemahan pada salah satu sisi anggota tubuh
    • Mual hingga muntah hebat
    • Lemah
    • Perubahan daya penglihatan
    • Mati rasa
    • Hilangnya kemampuan berbicara dan menelan
    • Kesulitan menulis dan membaca
    • Kesulitan menggerakan tangan 
    • Hilangnya koordinasi dan keseimbangan
    • Gangguan indra perasa
    • Bila perdarahan otak cukup luas, dapat mengakibatkan penurunan kesadaran hingga koma. 3-5

    Pencegahan Perdarahan Otak

    Untuk mencegah terjadinya perdarahan otak, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut dirumah :

    • Mengontrol tekanan darah secara berkala 
    • Hindari merokok
    • Hindari penggunaan obat terlarang, misalnya kokain karena meningkatkan resiko terjadinya perdarahan otak.
    • Berhati-hati dalam berkendara untuk mencegah terjadinya cedera kepala, serta menggunakan helm dan sabuk pengaman.
    • Hindari penggunaan obat pengencer darah tanpa pengawasan dokter. 3-5

    Nah Sahabat Sehat, itulah fakta mengenai penyakit pendarahan otak atau perdarahan otak yang dialami selebriti Tukul Arwana. Untuk memantau kondisi tubuh Sahabat Sehat, dianjurkan melakukan pemeriksaan MCU (Medical Check Up) secara berkala. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan MCU, segera manfaatkan layanan pemeriksaan dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Khairunnisa N. Faktor-Faktor yang Memprediksi Prognosis Pasien ICH Batang Otak Primer di RSUD Cileungsi Tahun 2020 [Internet]. Indonesia : Universitas Pembangunan Veteran Jakarta. 2021 [cited 27 September 2021].
    2. Moawad H. Brain hemorrhage: Causes, symptoms, and treatments [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 July 12; cited 2021 September 27].
    3. Wright S. Brain Hemorrhage: Causes, Symptoms, Treatments [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 Sep 14; cited 2021 September 27].
    4. Cleveland Clinic. Brain Bleed, Hemorrhage (Intracranial Hemorrhage): Causes, Symptoms, Treatment [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2021 [cited 27 September 2021].
    5. Pietrangelo A. Intracerebral Hemorrhage: Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 May 17; cited 2021 September 27].
    Read More
  • Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Covid-19 selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit penyerta atau disebut juga penyakit komorbid. Salah satu penyakit komorbid adalah gangguan tiroid. Bagaimana dampak gangguan hipotiroid (rendahnya hormon tiroid dalam tubuh) pada penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut. Dampak Penyakit Covid-19 Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Severe […]

    Hubungan Hipotiroid dan Covid-19 Berdasarkan Studi Medis

    Pengecekan Kondisi Hipotiroid pada Penderita Covid 19 dengan Menekan Leher Mencari Ada Tidaknya Benjola Tiroid

    Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Covid-19 selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit penyerta atau disebut juga penyakit komorbid. Salah satu penyakit komorbid adalah gangguan tiroid. Bagaimana dampak gangguan hipotiroid (rendahnya hormon tiroid dalam tubuh) pada penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Penyakit Covid-19

    Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Severe Acute Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang telah menyebar di seluruh dunia. Gejala yang dapat dialami penderitanya cukup beragam, mulai dari tanpa gejala hingga menyebabkan infeksi paru berat yang mengakibatkan gagal nafas bahkan kematian. Pasien usia lanjut dan penderita penyakit penyerta (komorbid) lebih berisiko tinggi menderita kondisi berat apabila terinfeksi Covid-19.

    Mengenali Penyakit Hipotiroid

    Hipotiroid merupakan salah satu jenis gangguan hormon tiroid yang ditandai dengan rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Penyebab dari hipotiroid cukup beragam yaitu akibat penyakit autoimun, menjalani terapi radioiodin, maupun pasca operasi pengangkatan kelenjar tiroid.

    Saat kadar hormon tiroid di dalam tubuh rendah, metabolisme tubuh melambat sehingga tubuh mudah merasa kedinginan, kulit menjadi kering, mudah lupa, konstipasi, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lupa, serta dapat mengalami depresi. Untuk mendiagnosa hipotiroid dapat dilakukan pemeriksaan hormon tiroid. Tatalaksana hipotiroid dengan pemberian levotiroksin yaitu hormon pengganti untuk menjaga kestabilan hormon TSH dalam darah.

    Kaitan Hipotiroid dan Covid-19

    Berdasarkan berbagai penelitian, gangguan hipotiroid tidak berkaitan dengan perawatan dan perburukan penyakit akibat Covid-19 maupun penyakit infeksi lainnya.1,3 Meski demikian kondisi hipotiroid yang tidak terkontrol dengan baik, lebih beresiko tinggi terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Lembaga tiroid dunia seperti British Thyroid Association, The Society for Endocrinology, dan American Thyroid Association menyarankan agar penderita gangguan tiroid tetap melanjutkan pengobatan sesuai jadwal untuk mencegah disregulasi tiroid.

    Banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit tiroid yang disebabkan oleh autoimun dapat menyebabkan lebih rentan terhadap infeksi virus atau tidak, namun diketahui bahwa gangguan sistem imun yang menimbulkan penyakit tiroid berbeda dengan sistem imun yang bertugas untuk melawan penyakit infeksi virus seperti Covid-19.

    Beberapa bukti dari berbagai penelitian mengungkapkan bahwa gangguan hormon dan penghancuran kelenjar tiroid mungkin merupakan salah satu komplikasi akibat Covid-19, bahkan pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan hormon.

    Diketahui bahwa virus Sars-CoV yang bertanggung jawab pada wabah SARS di tahun 2003 dan virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, menggunakan reseptor ACE-2 (Angiotensin-converting enzyme-2) untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia. Sementara itu reseptor ACE-2 tersebar dalam berbagai sel tubuh, termasuk diantaranya adalah kelenjar tiroid. Hingga kini masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hancurnya kelenjar tiroid dan gangguan tiroid permanen akibat Covid-19.

    Apakah Obat Tiroid Menekan Sistem Imun?

    Obat tiroid seperti Levothyroxine, Carbimazole, maupun Propiltiourasil tidak memperlemah sistem imun. Sementara pada penderita gangguan tiroid lain yang mengkonsumsi obat steroid diketahui dapat menekan sistem imun.3 Konsultasikan kembali dengan dokter yang menangani agar dievaluasi kondisi dan penanganan yang diberikan.

    Vaksinasi Bagi Penderita Gangguan Tiroid

    Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada penderita gangguan hipotiroid baik akibat penyakit autoimun ataupun non-autoimun, agar tetap mendapatkan vaksin Covid-19 dengan catatan telah mendapatkan pengobatan dan dalam kondisi klinis yang stabil. Apabila terdapat keraguan, maka dianjurkan berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat. 5

    Mengkonsumsi obat sesuai dengan rekomendasi dokter dan melakukan kontrol secara rutin merupakan hal yang sangat direkomendasikan bagi penderita hipotiroid selama masa pandemi ini. Adanya pembatasan aktivitas dan kurangnya tenaga kesehatan yang mungkin terjadi pada daerah tertentu dapat mempengaruhi pertemuan tatap muka dengan pasien, sehingga pusat perawatan endokrin perlu lebih aktif mengatur prioritas jadwal kontrol pasien.

    Terapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari infeksi Covid-19, seperti mencuci tangan dengan rutin dibawah air mengalir maupun menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol saat bepergian, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari menyentuh mulut, hidung, maupun mata dengan tangan yang kotor; serta menggunakan masker sesuai dengan anjuran.

    Referensi

    • van Gerwen M, Alsen M, Little C, Barlow J, Naymagon L, Tremblay D, et al. Outcomes of Patients With Hypothyroidism and COVID-19: A Retrospective Cohort Study. Front Endocrinol. 2020;11:565.
    • American Thyroid Association. Hypothyroidism [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
    • British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (Covid-19) [Internet]. UK : British Thyroid Foundation. 2021 [updated 2021 Feb 25; cited 2021 Sep 19].
    • American Thyroid Association. COVID-19 Vaccine: Frequently Asked Questions [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
    • Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021) [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 March 18; cited 2021 Sep 19].

    ID-NONT-00063

    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid. Lantas […]

    5 Dampak Infeksi Covid Disertai Flu pada Tubuh Penderita

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Anosmia dan Pilek Menjadi Gejala Infeksi Covid Disertai Flu

    Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid.

    Lantas apa ciri dari tubuh yang menderita twindemic covid diserta flu ini? Apa dampaknya pada tubuh? Bagaimana penangaan dan pencegahannya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kasus Infeksi Covid Disertai Flu Kerap Terjadi

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Infeksi bakteri dan virus yang bersamaan dengan Covid-19 meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit dan meningkatkan angka kesakitan.

    Diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat harus menjaga tubuh agar terhindar dari Covid maupun virus influenza.

    Beberapa dampak infeksi covid jika disertai infeksi influenza antara lain adalah:

    • Gejala covid menjadi lebih parah, misal demam menjadi lebih panjang
    • Anosmia bisa disertai dengan pilek sehingga anosmia tidak disadari penderita
    • Gejala covid menjadi lebih lama daripada kebanakan orang lain yang terkena virus ini
    • Meningkatkan risiko butuh perawatan intensif
    • Risiko kritis hingga meninggal akibat paparan covid menjadi lebih tinggi

    Tips Menghindari Infeksi Covid yang Disertai Influenza

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan untuk mencegah infeksi influenza dan Covid-19 selama masa pandemi, yaitu:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
    • Beristirahatlah sejenak di rumah jika kurang enak badan
    • Menggunakan masker untuk menutupi area wajah dan hidung
    • Menghindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol setelah menyentuh benda di fasilitas umum.
    • Hindari menyentuh area wajah, apabila di luar rumah dan belum mencuci tangan
    • Membersihkan rumah secara rutin dan membuka jendela agar ventilasi udara tetap baik.
    • Menerima vaksin influenza
    • Konsumsi buah dan sayur, serta multivitamin
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Itulah beberapa hal yang menjadi gejala infeksi covid disertai flu yang kerap terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com