Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 1–10 of 147 results

  • Selain masalah anak susah makan, ada permasalahan lain yang kerap dihadapi para orang tua, yaitu anak susah minum obat. Ketika anak sakit, umumnya orang tua akan membawa anak ke dokter atau rumah sakit, lalu mendapatkan obat. Awalnya, mungkin orang tua menanggap hal ini mudah karena dengan meminum obat semua permasalahan akan selesai, tetapi ternyata sebaliknya. […]

    Lakukan Tips-tips Berikut Jika Anak Susah Minum Obat

    Selain masalah anak susah makan, ada permasalahan lain yang kerap dihadapi para orang tua, yaitu anak susah minum obat. Ketika anak sakit, umumnya orang tua akan membawa anak ke dokter atau rumah sakit, lalu mendapatkan obat. Awalnya, mungkin orang tua menanggap hal ini mudah karena dengan meminum obat semua permasalahan akan selesai, tetapi ternyata sebaliknya. Anak sering tidak mau minum obat karena obat yang dikonsumsi itu pahit atau hambar. Sikap penolakan ini ditunjukkan anak secara tegas, bahkan dengan menangis.1

    anak susah minum obat, anak takut minum obat, anak ogah minum obat, anak malas minum obat

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Sebagai orang tua, Sobat Sehat tentunya tidak menyukai hal yang seperti ini, bukan? Dan, Sobat pasti berusaha “memaksa” anak supaya tetap minum obat agar si buah hati sembuh dari penyakit. Cara tersebut mungkin berhasil, tetapi dapat menimbulkan trauma setelahnya. Supaya Sobat bisa membujuk anak mau minum obat, cobalah lakukan cara-cara berikut ini.

    Jelaskan Cara Obat Bisa Membuat Sembuh

    Supaya anak mau minum obat, Sobat bisa memberikan penjelasan mengenai cara kerja obat dengan menjelaskan bahwa obat yang diminum ini akan membantunya agar bisa kembali bermain bersama teman-teman di taman. Sobat juga bisa mengatakan, “kemarin malam kamu tidur nyenyak sekali, tidak terbangun-bangun. Itu tandanya obat yang kamu minum sudah menghilangkan sakit kamu.”2

    Produk Terkait: OB Herbal Junior Sirup 60 ml

    Memberi Penghargaan

    Penghargaan atau reward bisa juga Sobat Sehat berikan supaya anak mau minum obat. Soalnya, anak-anak terutama yang lebih besar sering merespons dengan imbalan. Anak akan senang jika ada imbalan atas hal yang mereka lakukan, walau sekecil apapun. Misalnya, Sobat dapat memberikan stiker dan meletakkan di kalender setelah minum obat. Dengan begitu, anak merasa akan merasa dihargai dan bisa melihat kemajuannya. Cara ini merupakan salah satu cara yang dianjurkan, selain memberikan pujian verbal.1

    Mencampurkan Obat

    Umumnya, obat itu memang rasanya pahit. Jarang sekali ada obat yang rasanya manis, rasa yang sangat disukai anak-anak. Oleh karena itu, Sobat bisa memberikan tambahan rasa manis pada obat supaya anak mau minum dengan cara memasukkan obat ke dalam jus atau menambahkan rasa ke dalamnya. Namun, sebelum mencampurkan obat, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter, apoteker, atau perawat khusus anak.2

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah untuk Obat Batuk Anak

    Tunjukkan Sikap yang Positif

    Sobat tentu sangat frustasi ketika anak terus-menerus menolak meminum obat. Namun, sebaiknya Sobat jangan menunjukkan yang Sobat rasakan. Mengapa? Karena hal tersebut malah akan membuat anak semakin tersudutkan dan merasa dipaksa. Akibatnya, ia akan semakin bersikeras menolak.3 Sikap yang harus Sobat tunjukkan adalah tenang dan sabar dalam membujuk anak, terutama anak yang masih kecil. Dengan begitu, anak akan mengalah dan percaya kepada Sobat bahwa dirinya akan baik-baik saja saat meminum obat.1

    Tenangkan dengan Benda Favoritnya

    Selain karena rasa obat yang pahit, alasan yang membuat anak susah minum obat adalah anggapan bahwa obat merupakan sesuatu yang menakutkan, sehingga anak tidak mau membiarkan obat masuk ke mulutnya. Oleh sebab itu, Sobat bisa menjaga anak tetap tenang dengan memberikan benda-benda favoritnya, seperti mainan. Hal ini dipercaya akan membuat anak merasa lebih aman ketika meminum obat. Supaya lebih efektif, cobalah untuk menggenggam tangan si Kecil saat hendak menyuapi obat ke dalam mulutnya.1

    Kombinasikan dengan Makanan

    Sobat juga bisa mengombinasikan obat dengan makanan supaya anak mau minum obat. Cara ini bisa menyamarkan rasa pahit yang membuat anak tidak mau minum obat. Usahakan makanan yang dikombinasikan dengan obat adalah makanan yang tidak asing di lidah anak. Kalau sediaan obat berupa tablet, coba kombinasikan dengan potongan roti tawar kecil, kemudian cepat-cepat diberikan minuman air hangat supaya dapat ditelan dengan aman. Sedangkan jika obatnya berupa sirup, coba kombinasikan dengan air putih segera setelah obat diminum.1 Jangan lupa untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.3

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk-Pilek, Coba Perhatikan Asupannya

    Alihkan Perhatiannya

    Salah satu cara yang disebut sangat efektif membuat anak mau minum obat adalah dengan mengalihkan perhatiannya, sehingga anak tidak fokus kalau ia akan meminum obat. Cara yang bisa dilakukan adalah memutarkan lagu-lagu kesukaan atau menyalakan televisi yang mempertontonkan film kartun kesukaannya. Ketika fokusnya teralihkan, dorong si kecil untuk membuka mulutnya, dan saat itulah Sobat dapat memasukkan obat ke mulutnya. Cara lain adalah berpura-pura memberikan makanan favoritnya dari arah yang berbeda. Ketika anak membuka mulutnya untuk hendak melahap, segera masukkan obat dan berikan air putih supaya dapat ditelan.1

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Semuanya Gagal?

    Itulah beberapa cara yang bisa Sobat Sehat lakukan agar anak mau minum obat. Namun, bagaimana jika semuanya gagal dan Sobat sudah kebingungan serta kehabisan pilihan? Dalam kondisi ini, mungkin anak bisa dipegang atau ditahan dengan bantuan pengasuh atau orang lain. Akan tetapi, usahakan untuk tetap menggunakan cara lembut terlebih dahulu, misalnya dengan memeluk anak menggunakan selimut.3 Pilihan lain adalah melibatkan orang lain selain orang tua.2 Untuk mengetahui gambaran lebih dalam silakan tonton video YouTube berikut ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat ya, Sobat!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai anak susah minum obat beserta dosis pemberian obat yang tepat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Inilah Cara Efektif Membuat si Kecil Mau Minum Obat [Internet]. popmama.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/mariana-politton/cara-membuat-si-kecil-mau-minum-obat/8
    2. 8 Cara Agar Anak Mau Minum Obat dengan Gampang [Internet]. medcom.id. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/gNQxGGWK-8-cara-agar-anak-mau-minum-obat-dengan-gampang
    3. Amida Y. 6 Tips Jitu agar Anak Mau Minum Obat Tanpa Drama [Internet]. haibunda.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20191112210554-60-66701/6-tips-jitu-agar-anak-mau-minum-obat-tanpa-drama
    Read More
  • Anak-anak rentan terserang penyakit cacingan terutama di usia dini karena banyak dari mereka senang bermain di tempat-tempat yang terkontaminasi telur cacing di dalamnya atau tempat yang tidak higienis. Apabila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani akan berakibat fatal serta dapat menimbulkan kesehatan yang cukup serius. Cacing yang biasanya menyerang anak-anak adalah cacing kremi. Baca […]

    Inilah 4 Ciri Anak Terserang Penyakit Cacingan

    Anak-anak rentan terserang penyakit cacingan terutama di usia dini karena banyak dari mereka senang bermain di tempat-tempat yang terkontaminasi telur cacing di dalamnya atau tempat yang tidak higienis. Apabila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani akan berakibat fatal serta dapat menimbulkan kesehatan yang cukup serius. Cacing yang biasanya menyerang anak-anak adalah cacing kremi.

    terserang penyakit cacingan, terkena penyakit cacingan

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Cacing kremi merupakan salah satu jenis cacing gelang yang banyak ditemukan pada anak usia prasekolah dan sekolah, dan sering menyebabkan pantat terasa gatal, dan hal tersebut akan sangat terasa pada malam hari. Selain cacing, penyebab lain anak terkena cacingan adalah parasit dalam usus yang biasanya berbentuk cacing kremi dan pita. Selain itu, penyebab lainnya adalah kebersihan makanan dan minuman sehingga anak-anak terkena cacingan. Lalu bagaimana caranya mengetahui ciri-ciri anak terkena penyakit cacingan. Yuk, simak penjelasan di bawah ini seperti dilansir Herstory.

    1.     Sering Mengeluh Sakit Perut

    Anak yang terkena cacingan mengalami berbagai keluhan di sistem pencernaan. Salah satu yang sering dikeluhkan ialah sakit perut. Biasanya, sakit perut yang ditimbulkan akibat cacingan muncul secara berulang kali dengan intensitas yang tidak begitu parah. Apabila anak sering mengalami hal tersebut, hendaknya Sobat Sehat segera membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    2.     Gatal Pada Anus

    Gatal pada anus adalah ciri yang paling terlihat jika anak terserang penyakit cacingan, dan gatal yang dirasakan cukup berkepanjangan, dan sangat terasa hebat apabila di malam hari. Gejala ini perlu segera ditangani supaya anak tidak merasakan nyeri atau iritasi pada anusnya. Karena itu, supaya tidak terserang, berilah edukasi pada mereka untuk tidak bermain di tempat yang kotor.

    Produk Terkait: Obat Cacing Askamex

    3.     Terlihat Pucat dan Lemas

    Penyebab lainnya adalah anak bakal terlihat pucat dan lemas, dan mengalami anemia. Namun, cacing yang menyebabkan hal ini adalah bukan cacing kremi, melainkan cacing tambang. Cacing jenis ini mampu mengisap darah dari dinding usus.

    4.     Terlihat Kurus

    Ciri terakhir adalah badan si anak akan terlihat kurus namun dengan perut yang buncit. Hal ini terjadi karena cacing yang singgah di usus terus-menerus mengisap darah dan nutrisi anak.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Nah, itulah 4 ciri anak terserang penyakit cacingan yang perlu Sobat Sehat ketahui. Cara terbaik adalah usahakan setelah anak bermain di tempat yang tidak higienis untuk meminta mereka membersihkan tangan dan tubuh mengingat tidak mungkin Sobat melarang anak untuk bermain dan bereksplorasi sebagai bagian dari tumbuh kembang anak, serta perhatikan pola makan mereka. Apabila sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan cacingan pada anak dan produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Moms, Ini 4 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Perlu Kamu Tahu, Cegah Sebelum Terlambat! [Internet]. HerStory. 2020 [cited 16 September 2020]. Available from: https://herstory.co.id/read7444/moms-ini-4-ciri-ciri-anak-cacingan-yang-perlu-kamu-tahu-cegah-sebelum-terlambat?page=all
    Read More
  • Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan […]

    Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan terjadi karena baru pertama kali mengalami momen yang seperti ini meskipun sebelumnya sudah disarankan agar tidak gugup atau bingung.

    merawat bayi baru lahir, merawat newborn, merawat neonatus

     

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Lalu bagaimana caranya supaya para Ibu tidak gugup ketika menangani sang buah hati yang baru lahir. Yuk, Sobat Sehat yang sudah menjadi ibu atau sedang menantikan kelahiran sang anak, silakan simak beberapa poin di bawah ini ya!

    Cara Merawat Bayi Baru Lahir

    Merawat Tali Pusar

    Langkah pertama yang harus dilakukan saat merawat newborn adalah tali pusarnya. Biasanya tali pusar ini akan terlepas sendiri dalam kurun waktu 4 hari. Namun, pada beberapa kondisi lepasnya tali pusar bisa memakan waktu lebih lama, yaitu mencapai beberapa minggu. Tali pusar ini harus selalu diberikan perhatian khusus untuk selalu dijaga kebersihannya supaya bayi terhindar dari risiko infeksi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusar:

    • Pastikan tali pusar selalu dalam keadaan kering. Apabila basah terkena air, segera bersihkan dengan kasa steril yang diberikan alkohol 70%
    • Hindari dari paparan kotoran apapun

    Menjaga Kebersihan

    Menjaga kebersihan merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan ketika merawat bayi baru lahir, sebab tubuhnya masih sangat rentan mengalami penyakit saat terpapar kotoran. Untuk menjaga kebersihan si bayi, mandikan badannya dua kali sehari. Gunakanlah produk-produk yang aman, pastikan kamar bayi bersih, dan mendapatkan sirkulasi udara yang lancar. Apabila tali pusar pada bayi belum mongering, sebaiknya tidak perlu dimandikan terlebih dahulu tetapi cukup diseka menggunakan kain. Jika ingin menggunakan produk kosmetika pada bayi seperti baby lotion, baby powder, dan baby oil, gunakanlah produk-produk yang sudah teruji secara klinis, dan baik untuk kulit bayi. Apabila terdapat bercak-bercak merah pada kulit saat pemakaian, disarankan untuk menghentikannya.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Beri ASI Ekslusif

    ASI merupakan makanan yang paling baik untuk diberikan pada bayi yang baru lahir. ASI mengandung colostrum dan zat lain yang baik untuk menjaga imunitas dan tumbuh kembang bayi. Umumnya bayi diberi susu sekitar 10 kali dalam sehari, tetapi akan lebih baik jika ibu memberikan ASI sesering mungkin sebelum bayi menangis. Menyusui bayi secara langsung juga dapat memberikan banyak manfaat. Selain membangun ikatan alami ibu dan anak, ASI ternyata mampu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, serta baik juga untuk kesehatan ibu.

    Ganti Popok

    Mengganti popok juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi. Karena selain untuk menjaga kebersihan tubuhnya, hal ini juga dapat memberikan belaian dan kasih sayang yang hangat untuk menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan bayi. Pada masa ini, bayi akan perlu diganti popoknya sekitar 10 kali sehari atau 70 kali seminggu. Apabila bayi buang air besar maupun buang air kecil dan popoknya sudah basah, gunakan bola kapas atau lap yang dibasahi air untuk membersihkan area genitalnya dengan lembut. Saat popoknya diganti, lakukanlah dengan hati-hati karena paparan udara dingin dapat membuatnya buang air kecil kembali atau bahkan menjadi lebih sering. Saat menyeka bagian bokong anak perempuan, usap pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jika timbul ruam popok, untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskanlah salep. Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok ya.

    Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

    Perhatikan Pakaiannya

    Pilihlah pakaian dari bahan yang lembut, menyerap air, dan tidak kaku. Bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana, selimut, dan topi jika sedang merasa kedinginan. Selain itu, tidak dianjurkan pula untuk terus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba yang merupakan alat untuk belajar pada bayi. Selain itu, jangan gunakan gurita karena dapat menghambat otot-otot perut bayi yang digunakannya untuk bernapas.

    Mengenal Isyarat Lapar

    Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggenggam tangan, mengeluarkan suara seperti mengecap-ngecap. Karena itu, jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, dan jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menyusui selama 5-30 menit. Apabila di luar waktu tersebut, segera evaluasi. Jika ibu terpisah dari bayi, lakukanlah pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika Ibu sudah bersama bayi lagi agar bayi tetap dapat menyusui dengan ibu.

    Bersihkan Mata, Telinga, dan Hidung

    Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bersihkan mata, telinga, dan hidung. Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat mulai dari arah hidung keluar. Jika didapati ada tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah, segeralah bawa ke dokter. Untuk kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus. Cukup mengelapnya saat mandi.

    Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menguning?

    Kulit bayi kuning adalah permasalahan yang sering dihadapi para ibu ketika mendapati bayinya yang baru lahir dalam keadaan seperti itu. Kuning pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa diolah oleh hati bayi. Padahal saat masih dalam janin, bilirubin ini dikeluarkan melalui plasenta ibu. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kulit, telapak, dan mata bayi menjadi kekuningan. Untuk hal ini, Sobat tidak perlu panik, dan lakukan beberapa langkah seperti memberi banyak ASI, menjemur saat pagi hari, dan terus cukupi kebutuhan cairan pada bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Itulah beberapa poin yang bisa Sobat lakukan untuk merawat bayi baru lahir atau newborn. Semoga poin ini bermanfaat sehingga Sobat tidak perlu gugup dan bingung kala menangani si buah hati. Untuk lebih jelas dan dalam mengenai cara merawat newborn, Sobat bisa melihat video di bawah ini:, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bayi baru lahir dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. 10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Pasangan Muda | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/10-cara-merawat-bayi-baru-lahir-bagi-pasangan-muda-kln.html
    2. Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-merawat-bayi-baru-lahir/
    3. Irawan D. Tips Lengkap Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah (1) [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3329356/tips-lengkap-perawatan-bayi-baru-lahir-di-rumah-1
    4. Ulfah S. Jangan Panik, Ini Cara Ampuh Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir! [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/baby/0-6-months/sarrah-ulfah/cara-atasi-bayi-kuning/5
    Read More
  • Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena […]

    Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena pada kelompok usia ini ternyata seringkali berinteraksi dengan orang dewasa, dan physical distancing sulit diterapkan oleh mereka. Apalagi berdasarkan riset terbaru, anak remaja ternyata lebih berpotensi terinfeksi virus Corona jika dibandingkan dengan dengan anak-anak yang usianya muda. Masker untuk anak ini setidaknya dapat mencegah penularan virus Corona pada mereka, walaupun bukti mengenai hal tersebut masih sedikit dan cara penularannya pun masih dipelajari. 

    masker untuk anak, masker bagi anak

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Anjuran WHO Mengenai Pemakaian Masker Pada Anak Sesuai Umur

    Anak Usia 12 Tahun ke Atas

    Anak-anak usia ini diwajibkan memakai masker seperti orang dewasa terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain, karena mereka lebih rentan dan berisiko lebih tinggi tertular virus Corona.

    Anak Usia 6-11 Tahun

    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, keharusan memakai masker tergantung pada beberapa faktor risiko yang harus diperhitungkan, antara lain intensitas penularan di suatu daerah, kemampuan anak untuk menggunakan masker, serta apakah anak berinteraksi dengan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona atau tidak. WHO juga menekankan perlunya pengawasan orang dewasa untuk membantu anak memakai dan melepaskan masker dengan aman.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Anak Usia 5 Tahun ke Bawah

    Menurut WHO, balita atau anak-anak berusia dibawah 5 tahun dalam keadaan normal tidak diharuskan mengenakan masker.

    Itulah aturan penggunaan masker untuk anak. Lalu bagaimana caranya anak mau menggunakan masker supaya mereka tidak tertular virus Corona terutama anak usia 12 tahun ke atas yang harus memakai masker ketika di tempat-tempat umum? Yuk, tanpa berlama-lama, simak tipsnya berikut ini.

    Tips Memakai Masker Pada Anak

    Ajak Mereka Langsung Memilih Masker yang Ingin Dipakai

    Ketika Sobat membeli masker buat anak terutama masker kain sesuai anjuran American Academy of Pediaterics (APA), coba ajaklah anak untuk memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Atau ketika Sobat membuat masker kain itu sendiri, libatkanlah mereka dalam proses pembuatannya. Namun bagaimana jika masker sudah telanjur dibeli? Siasatilah dengan mengajak mereka untuk membuat dekorasi tambahan seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker sehingga mereka juga secara tidak langsung menyadari menjadi bagian dari pencegahan penularan virus Corona.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Jadilah Contoh untuk Anak

    Anak-anak akan selalu meniru apa yang diperbuat dan diucapkan oleh orang tuanya. Jadi, biarkan anak melihat secara langsung jika Sobat sebagai orang tua juga bisa beraktivitas seperti biasa ketika menggunakan masker dan tetap terlihat nyaman.

    Jelaskan Pada Anak Memakai Masker Itu Menyehatkan

    Orang tua sebaiknya tidak lupa mengedukasi anak-anak mengenai fungsi masker di masa pandemi seperti sekarang ini. Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker tidak hanya berguna sebagai pelindung diri tapi juga pelindung orang-orang di sekitar. Apabila anak tidak merasa nyaman dan takut, janganlah dimarahi, tetapi coba dengarkan hal-hal yang membuatnya takut kemudian tenangkan, dan yakinkan bahwa memakai masker itu adalah salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat selama pandemi.

    Buatlah Jadwal Rutin di Rumah Latihan Memakai Masker

    Cara lain supaya supaya anak mau menggunakan masker adalah dengan latihan memakai masker di dalam rumah seperti membuat semacam ritual memakai masker bersama seluruh anggota keluarga di rumah selama 30 menit. Hal ini tentu akan membentuk persepsi anak bahwa menggunakan masker bukanlah hal yang aneh, sehingga nantinya mereka akan percaya diri memakai masker di tempat umum seperti di sekolah.

    Cari Masker yang Paling Nyaman Digunakan

    Apakah masker kain yang selama ini digunakan cukup nyaman untuk anak Sobat? Hal ini sungguh sesuatu yang relatif karena masker kain itu bisa nyaman, bisa tidak. Karena itu, coba tanyakan apakah masker yang sudah dipakai anak itu nyaman atau tidak sama sekali? Kalau nyaman, bersyukurlah. Tetapi kalau tidak nyaman, sebaiknya Sobat segera mempelajari bahan kain apa saja yang bisa membuat anak bisa lebih tenang ketika menggunakan masker kain. Cobalah lakukan pengujian bahan tersebut setelahnya apakah nyaman untuk bernapas atau berbicara.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Jangan Terlalu Memaksa

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu memaksa terutama pada anak usia 3 tahun ke bawah, dimana memang menurut WHO dalam keadaan normal tidak perlu memakai masker. Karena itu, lakukan secara bertahap, biarkan hingga mereka benar-benar merasa nyaman memakai masker.

    Bolehkah Anak Memakai Masker Medis?

    Jawabannya tentu saja tidak boleh, karena masker medis diperuntukkan bagi petugas medis. Itu artinya anak harus memakai masker kain seperti yang sudah dianjurkan. Akan tetapi, bagi anak-anak dengan penyakit tertentu, seperti fibrosis kistik atau kanker, justru sebaiknya menggunakan masker medis, yang tentu harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada penyedia layanan kesehatan. Hal ini dikarenakan anak dengan penyakit berat seperti ini akan memiliki risiko tertular virus Corona yang lebih tinggi, atau justru bisa menularkan penyakit mereka ke orang lain. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19. Mereka sebaiknya menggunakan masker medis selama berada dalam masa isolasi. Selama periode ini, anggota keluarga atau pengasuh yang datang dalam jarak 1 meter juga harus memakai masker supaya tidak tertular.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengenai penggunaan masker pada anak yang sudah menjadi keharusan di masa pandemi virus Corona seperti saat ini, terutama pada kelompok anak berusia 12 tahun ke atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian masker itu tetap merupakan hal yang penting selama masa pandemi. Karena itu, hal ini jangan disepelekan supaya virus Corona tidak menyebar terlalu luas sehingga penananganannya pun tidak membuat repot pihak-pihak yang terkait, terutama petugas medis.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai virus Corona beserta rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Pedoman Baru WHO soal Covid-19, Anak Usia 12 Tahun Wajib Pakai Masker Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/24/080200423/pedoman-baru-who-soal-covid-19-anak-usia-12-tahun-wajib-pakai-masker?page=all
    2. Pramudiarja A. 3 Saran WHO Soal Penggunaan Masker pada Anak [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5143825/3-saran-who-soal-penggunaan-masker-pada-anak
    3. Prasasti G. Saran Pemakaian Masker pada Anak Dengan Kondisi Khusus dan Disabilitas Dari WHO [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4337874/saran-pemakaian-masker-pada-anak-dengan-kondisi-khusus-dan-disabilitas-dari-who
    4. 6 Cara Agar Anak Mau Memakai Masker | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/6-cara-agar-anak-mau-memakai-masker
    Read More
  • Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul […]

    9 Brand Makanan Sehat Asli Buatan Indonesia

    Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul sebagai reaksi atas gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin lama tidak menyehatkan sehingga memunculkan banyak penyakit kronis terutama di usia-usia produktif. Keadaan ini sungguh mengkhawatirkan. Ketika akhirnya banyak masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya hidup sehat dan memulai tren tersebut, makanan-makanan ini muncul sebagai penunjang. Tentu saja supaya diminati merek-merek tersebut bermain di harga murah supaya tidak anggapan mau menjadi sehat itu mahal. Lalu merek-merek makanan sehat apa sajakah itu? Yuk, mari simak, Sobat Sehat yang ingin gaya hidup sehat dan juga bangga buatan Indonesia.

    Baca Juga: Inilah Jumlah Kalori 7 Menu Makan Siang dan Cara Membakarnya

    1. Lemonilo

    Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengonsumsi mi instan di dunia selain Jepang dan Cina. Merek yang terkenal di Indonesia adalah Indomie dan Mie Sedaappp. Namun, ternyata mi instan di Indonesia punya banyak masalah jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan nasi sehingga menjadi double-carbo. Hal-hal ini sering menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan tekanan darah tinggi. Penyebabnya adalah kandungan sodium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat hingga indeks glikemik yang tinggi.

    Namun tidak halnya jika Sobat mengonsumsi Lemonilo. Mi instan yang satu ini adalah mi yang terbuat dari bahan dasar organik, yakni bayam, tepung mocaf (tapioca), tepung terigu, garam, dan air. Bumbu-bumbu yang digunakan umumnya adalah kaldu ayam alami, saus cabai alami, bubuk cabau, bawang merah, kecap manis serta minyak nabati yang terjamin bebas dari MSG dan 3P (pengawet, perasa, dan pewarna buatan). Mi ini berwarna hijau dan tidak dibuat melalui proses penggorengan, tetapi dengan teknik ovenisasi menggunakan oven sehingga mi menjadi lebih kering, kaku, dan awet, serta rendah lemak sehingga aman dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Apabila Sobat menginginkan Lemonilo, silakan cek di sini ya!

    2. FITmee

    Selain Lemonilo, mi instan sehat lain yang bisa Sobat jadikan sebagai makanan penunjang gaya hidup sehat adalah FITmee. Mi instan ini diproduksi oleh PT Fit Indonesia Tama. FitMee hadir dalam dua varian ras, yakni rasa mie soto dan mie goreng Korea. Kalori yang terkandung pada rasa soto hanya 60 kaloro dan mie goreng 150 kalori. Jumlah ini tentu saja lebih rendah daripada mi instan pada umumnya yang mempunyai kalori di kisaran 360-500 kalori per bungkus. Dapat dikatakan bahwa FITmee sangat rendah kalori sehingga aman buat para pecinta mi instan yang doyan olahraga atau sedang menjalani program diet. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    3. Tropicana Slim

    Sebagai sebuah merek makanan sehat, nama Tropicana Slim tentu sudah tidak asing lagi terutama bagi pecinta makanan manis yang harus membatasi jumlah gula dalam makanan akibat terserang diabetes. Produk asli Indonesia ini diproduksi oleh PT Nutrifood Indonesia, dan produk yang dipasarkan cukup beragam mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak. Selain tersedia dalam produk bebas gula, Tropicana Slim juga tersedia dalam produk susu bebas lemak dan pelengkap masakan. Kehadiran Tropicana Slim sendiri tentunya untuk mengurangi jumlah penderita diabetes di Indonesia yang semakin meningkat, dan diabetes sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia selain jantung. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    4. Madu TJ

    Selain makanan sehat asli buatan Indonesia berbentuk mi instan dan pemanis rendah kalori, juga terdapat yang berbentuk madu. Salah satunya adalah Madu Tresno Joyo atau yang populer dengan nama Madu TJ. Produk madu yang satu ini memang paling populer di Indonesia. Salah satu varian yang paling banyak dibeli oleh konsumen adalah Madu TJ Murni yang diproduksi oleh lebah pagi. Madu ini dipanen pada saat dalam keadaan matang dan fresh. Produk ini mengandung vitamin, mineral, dan enzim lengkap untuk kesehatan tubuh, dan daot menjaga daya tahan tubuh dan memberikan manfaat positif bagi kesehatan. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini ya!

    5. Madurasa

    Selain Madu TJ, brand makanan sehat asli buatan Indonesia lainnya yang dalam bentuk madu adalah Madurasa. Merek ini dikenal sebagai pelopor madu dalam kemasan terbaik di Indonesia. Madurasa awalnya tersedia dalam bentuk sachet, dan seiring perkembangan zaman hadir dalam kemasan botol yang ekonomis, dan juga lebih praktis. Salah satu varian Masurasa yang terkenal adalah Madurasa Murni yang merupakan merek madu asli yang bagus dengan perpadian rasa natural dan aroma yang sangat khas. Proses pengemasan Madurasa Murni ini dilakukan tanpa pemanasan apa pun sehingga khasiatnya tetap terjaga. Selain di Indonesia, Madurasa juga tersedia di Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Apabila Sobat berminat silakan cek di sini ya!

    6. Oatbits

    Buat Sobat Sehat yang suka ngemil namun yang sehat dan tetap gurih, Sobat bisa menjadikan Oatbits sebagai camilan. Ini adalah biskuit oat bergizi yang dilengkapi dengan buah asli. Kombinasi antara oat alami dan buah asli menjadikan biskuit ini sangat lezat dan komplet gizinya sehingga tepat untuk dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Salah satu varian produk produksi PT Agel Langgeng yang patut Sobat Sehat coba adalah Oatbits 8 Almond yang memiliki kandungan nutrisi  dapat menjaga kesehatan tubuh serta menjaga Sobat tetap berenergi lebih lama. Kandungan kalsium di dalamnya baik untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu saja, camilan ini juga banyak mengandung Serat, Vitamin E, vitamin B1, B2 dan B6 serta mineral yang memberikan ekstra energi untuk tubuh. Omega 6 di dalamnya juga baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: Tips Membuat Cemilan Sehat untuk Anak

    7. East Bali Cashews Coconut Banana Granola

    Sobat Sehat tentu sudah tidak asing dengan granola sebagai salah satu camilan sehat yang banyak digemari saat ini. Ada banyak sekali merek granola namun untuk yang asli Indonesia adalah East Bali Cashews Coconut Banana Granola. Sereal granola ini berasal dari Bali. Kombinasi khas tropis dari oat, pisang, dan kacang mete yang lezat menjadikan sereal ini sangat pas untuk disantap sebagai sarapan. Terbuat dari bahan-bahan alami dan menyegarkan yang diproduksi oleh petani lokal membuat granola ini begitu spesial. Merek granola yang satu ini juga cocok untuk Sobat vegan, serta bebas kolestrol, tanpa pengawet dan pemanis buatan. Apabila Sobat berminat dengan produk yang satu ini, yuk cek di sini!

    8. Fitbar

    Camilan sehat dalam bentuk kemasan dan asli buatan Indonesia itu sudah banyak beredar di pasaran. Salah satunya adalah Fitbar. Snack produksi PT Kalbe Farma ini adalah snack sehat yang terbuat dari Oat, Quinoa, dan Whole Great yang merupakan sumber serat yang bisa menjaga kesehatan, saluran cerna, dan kesehatan jantung. Fitbar bebas dari kolestrol, bebas dari lemak trans, dan memilki kandungan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan snack-snack lainnya. Produk ini mempunyai keunggulan lain yaitu mengandung vitamin A, B12, dan C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Fitbar tersedia dalam tiga varian, yaitu Fitbar Fruits, Chocolate, dan Nuts. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini!

    9. Heavenly Blush

    Brand makanan sehat asli Indonesia yang terakhir adalah Heavenly Blush. Produk ini berbentuk yoghurt yang merupakan salah satu camilan sehat dan tepat untuk Sobat Sehat yang sedang menjalani gaya hidup sehat dan diet. Selain memproduksi yoghurt dalam bentuk susu, Heavenly Blush juga memproduksi yoghurt dalam bentuk bar. Produk yang diproduksi oleh PT Heavenly Nutrition Indonesia itu mengunggulkan salah satu variannya, yaitu Heavenly Blush Greek Yoghurt yang di dalamnya mengandung yoghurt Yunani yang sangat terkenal karena kelezatannya dan kandungan protein yang tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai pengganjal lapar karena memiliki efek yang sangat mengenyangkan. Apabila Sobat berminat dengan produk kesehatan yang satu ini, yuk silakan cek di sini!

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Itulah 9 merek makanan sehat asli buatan Indonesia, yang tentu saja tidak kalah dari merek makanan sehat dari luar negeri yang sudah berseliweran di pasar-pasar Indonesia. Adanya merek-merek lokal ini tentu saja membuat kita harus bangga buatan Indonesia, sehingga nantinya tidak ada ketergantungan terhadap produk-produk kesehatan dari luar. Apabila Sobat berminat untuk membeli produk-produk di atas, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ramdhani G. Makan Mie Instan Setiap Hari Tetap Bisa Sehat? Kok bisa? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4279112/makan-mie-instan-setiap-hari-tetap-bisa-sehat-kok-bisa
    2. Resmi Diluncurkan, FITMee Gandeng Tokopedia – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/bisnis/2018/05/09/resmi-diluncurkan-fitmee-gandeng-tokopedia
    3. Tropicana Slim [Internet]. Id.wikipedia.org. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://id.wikipedia.org/wiki/Tropicana_Slim
    4. 10 Merk Madu Asli yang Enak dan Bergizi Tinggi [Internet]. Bacaterus. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://bacaterus.com/merk-madu-asli-yang-bagus/
    5. Daftar 10 Merk Granola yang Enak di Indonesia 2020 | ProductNation [Internet]. Indonesia. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://productnation.co/id/kuliner/makanan/15334/merk-granola-enak-indonesia/#:~:text=Sereal%20granola%20ini%20merupakan%20produk,pas%20unt
    6. Oatbits (ID) | Agel Langgeng [Internet]. Agellanggeng.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: http://agellanggeng.com/pop-up/oatbits-id/
    7. Oatbits Oat 8 Almond, Camilan Sehat Kaya Nutrisi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/beauty-health/read/3739144/oatbits-oat-8-almond-camilan-sehat-kaya-nutrisi
    8. Santoso W. Heavenly Blush Bawa Yogurt Yunani ke Indonesia [Internet]. SINDOnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://ekbis.sindonews.com/berita/1287070/34/heavenly-blush-bawa-yogurt-yunani-ke-indonesia#:~:text=Yogurt%20Yunani%20(Greek%20yogurt)%20sangat,kaya%20manfaa
    9. Bella A. Bisnis F&B Kian Sehat Berkat Tren Gaya Hidup Sehat [Internet]. Marketeers – Majalah Bisnis & Marketing Online – Marketeers.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://marketeers.com/bisnis-fb-kian-sehat-berkat-tren-gaya-hidup-sehat/
    Read More
  • Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. […]

    Seperti Apa Persiapan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi?

    Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. Orang tua juga diharapkan untuk tetap mengimunisasi anak tepat waktu supaya proses tumbuh kembangnya tidak terganggu.

    persiapan tumbuh kembang anak

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Situasi yang sungguh berbeda ini sudah pasti membuat orang tua harus mempersiapkan segala hal dengan hati-hati terutama untuk menyesuaikan aktivitas harian akibat virus corona yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan di rumah. Lalu persiapan apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk tumbuh kembang anak saat pandemi? Yuk, mari simak!

    Menetapkan Jadwal Berkegiatan Bersama Anak

    Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah membuat dan menetapkan jadwal berkegiatan bersama anak selama berada di rumah. Terapkan durasi waktu kegiatan minimal 20 menit, dan lakukan pada jam yang sama setiap harinya. Mintalah pada anak untuk memilih jenis kegiatan. Apabila anak meminta kegiatan di tempat ramai, coba diskusikan mengenai situasi yang sedang berlangsung.

    Kegiatan harian yang dipilih bisa disesuaikan dengan usia anak. Apabila anak Sobat masih bayi atau balita, cobalah meniru ekspresi wajah dan mendongeng. Apabila anak sudah di tingkat TK atau SD, libatkanlah mereka dalam pekerjaan rumah dan bantulah mereka untuk mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan jika anak pada usia remaja, ajak mereka berdiskusi mengenai topik yang disukai dan ajak olahraga bersama di dalam ruangan. Dengan adanya jadwal kegiatan bersama setidaknya Sobat sudah mempunyai persiapan untuk tetap ada rutinitas walaupun sedang dalam pandemi.

    Menetapkan Jadwal Makan

    Supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama masa pandemi, persiapan berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat jadwal makan disertai dengan asupan gizi yang seimbang. Dalam situasi akibat virus Corona seperti saat ini, memberikan asupan yang terbaik dan mengurangi konsumsi makanan dari luar adalah sebuah keputusan yang bijak. Untuk sajian yang bergizi bisa dilihat pada resep-resep online. Selain itu, Sobat juga bisa membuat camilan-camilan sehat yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya konsentrasi anak.

    Selalu Memberikan Nutrisi yang Tepat

    Nutrisi yang tepat dan seimbang tetap dibutuhkan oleh anak-anak selama masa tumbuh kembang mereka, terutama di masa pandemi ini. Oleh karenanya, Sobat tetap harus memberikan mereka nutrisi yang tepat berupa vitamin seperti cucurmin, yang merupakan ekstrak temulawak untuk menambah nafsu makan anak supaya tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Ajak Anak Berjemur

    Salah satu persiapan lain yang bisa Sobat lakukan untuk tumbuh kembang anak adalah kegiatan berjemur. Ketika virus Corona merebak, ada anjuran untuk berjemur tiap pagi terutama pada jam 10. Tujuannya selain dapat membunuh virus-virus dan bakteri, ternyata sinar matahari juga sangat bagus untuk tulang anak pada masa pertumbuhannya. Untuk berjemur pun tak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja. Kegiatan berjemur pun bisa diselingi dengan kegiatan lain seperti bermain puzzle atau membacakan buku cerita supaya mereka tidak bosan.

    Belajar di Rumah dengan Homeschooling

    Karena virus Corona membuat semua aktivitas dialihkan ke dalam rumah, homeschooling menjadi pilihan yang tepat untuk persiapan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun untuk homeschooling ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kemauan anak, kesiapan mental, serta kesiapan sarana dan keterampilan untuk anak. Karena itu, perlu persiapan yang matang dan khusus sebelum memutuskan untuk homeschooling supaya perkembangan otak pada anak tetap lancar.

    Latih Persiapan Mental

    Persiapan untuk tumbuh kembang anak di masa pandemi tidak melulu persiapan fisik namun juga ada persiapan mental supaya anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Untuk hal ini, Sobat bisa mengajari mereka untuk mandiri dengan menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang bisa selesaikan seperti masalah-masalah yang sepele. Beri dukungan pada mereka supaya mereka yakin dapat menyelesaikannya. Hal ini tentunya akan berguna bagi mereka di kemudian hari.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Atur Jam Tidur

    Mengatur jam tidur siang maupun tidur malam sangat baik dalam menjaga tumbuh kembang anak di saat pandemi. Tidur siang sendiri memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kreativitas anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Namun, jangan terlalu lama. Cukup 1 jam saja supaya anak bisa tidur pada malam harinya. Karena, jika anak tidak bisa tidur pada malam hari atau tidur pada larut malam dapat membuat metabolisme tubuhnya menjadi tidak bekerja secara maksimal, dan hal tersebut akan sangat menganggu tumbuh kembangnya.

    Itulah 7 persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk tumbuh kembang anak selama masa pandemi. Selain persiapan untuk anak, orang tua pun harus mempersiapkan juga untuk diri mereka sendiri, terutama persiapan mental seperti menghadapi rasa panik dan kecemasan karena virus Corona. Karena itu, orang tua harus tenang dan yakin pada anak. Dengan begitu, anak pun akan tetap ceria dan bahagia.

    Apabila Sobat menginginkan tumbuh kembang anak tetap optimal di masa pandemi, Sobat bisa berkonsultasi dengan pakarnya, dan apabila Sobat menginginkan produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak, Sobat bisa mengklik Prosehat, dan jika ingin memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. 6 tips pengasuhan di tengah wabah virus corona (COVID-19) [Internet]. Unicef.org. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/kiat-pengasuhan-COVID-19#1
    2. 7 Tips Menjaga Tumbuh Kembang Anak Saat di Tengah Pandemi Corona Covid-19 [Internet]. Plus.kapanlagi.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://plus.kapanlagi.com/7-tips-menjaga-tumbuh-kembang-anak-saat-social-distancing-825848.html
    3. Virus Corona Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mengatasinya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200512/106/1239247/virus-corona-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak-ini-cara-mengatasinya
    4. 7 Persiapan Sebelum Menempuh Homeschooling di Tengah Pandemi [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200604105439-284-509761/7-persiapan-sebelum-menempuh-homeschooling-di-tengah-pandemi
    Read More
  • Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan […]

    Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan anak-anak harus terus selalu berada di rumah dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Para orang tua yang ingin anaknya mempunyai interaksi sosial dengan bermain dan bersekolah sudah pasti khawatir anak-anak mereka akan mengalami gangguan kesehatan mental.

    mengasuh anak di tengah pandemi

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Kekhawatiran tersebut tentu saja wajar, namun tidak boleh dikhawatirkan secara berlebihan. Dalam kondisi seperti ini para orang tua harus memainkan peran yang tepat dalam membesarkan anak supaya mereka menjadi tangguh, dan Sobat sebagai orang tua juga mempunyai mental yang sama sehingga sama-sama kuat. Tips-tips di bawah ini bisa Sobat jadikan sebagai referensi dalam mengasuh dan membesarkan anak selama virus Corona masih merebak. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak!

    Tips Membesarkan Anak di Tengah Pandemi

    1. Pastikan Dahulu Kebahagiaan Diri Sendiri

    Stres yang dirasakan orang tua ketika mengasuh anak selama masa pandemi Corona ini disebabkan karena kebanyakan dari mereka seringkali terlalu fokus merawat anak sehingga kerap melupakan diri sendiri. Apabila orang tua stres, tentu saja anak juga akan menjadi stres. Oleh karenanya, pastikan Sobat sebagai orang tua untuk membahagiakan diri sendiri dahulu karena jika Sobat bahagia, anak juga akan menjadi bahagia dan ceria dengan melakukan aktivitas positif saat memulai hari.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    2. Usahakan Tetap Tenang dan Jangan Menyebarkan Hal-hal Negatif

    Tips selanjutnya yang bisa Sobat lakukan adalah Sobat sebagai orang tua harus tetap tenang dan tidak panik, dan jangan menyebarkan hal-hal yang negatif dari informasi yang Sobat baca di media sosial kepada anak. Apabila Sobat berperilaku seperti itu, hal tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi anak. Karena itu, usahakan Sobat tetap tenang, tidak cemas, dan panik serta usahakan memilah-milah berita yang diterima. Pilih dengan hati-hati apa yang ingin ditonton, didengar, dan dibaca. Apabila memicu kepanikan, berhentilah membaca informasi tersebut.

    3. Berdiskusilah

    Pandemi merupakan momen yang tepat bagi Sobat untuk bisa berkumpul dan berdiskusi lebih intens bersama anak karena kondisi yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Cobalah berdiskusi dengan mengenai situasi yang sedang terjadi, misalnya tentang perkembangan virus Corona, lalu tanyakan pendapat kepada mereka hal-hal apa yang perlu dilakukan. Anak akan memberikan jawaban yang bisa Sobat jadikan sebagai masukan. Hal ini tentu membantu dalam mengurangi perasaan cemas. Jangan lupa untuk meyakinkan anak bahwa semua bisa melewati pandemi secara bersama-sama.

    4. Ajak Anak untuk Mandiri

    Pandemi juga bisa menjadi momen yang tepat bagi Sobat untuk mengajak anak menjadi mandiri dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Apabila sebelum pandemi, Sobat seringkali membantu anak dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin cukup sepele, sekarang saatnya bagi Sobat untuk mengajarkan mereka agar dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini bertujuan agar mereka bisa menjadi anak yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi masalahnya sendiri. Selain itu, anak menjadi percaya diri dan bisa belajar bangkit dari kegagalan. Terus dorong mereka melakukan hal tersebut supaya mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikan masalah. Jangan lupa juga untuk memberikan contohnya, ya.

    5. Berikan Dukungan

    Supaya anak semakin tangguh secara emosional, percaya diri, dan mudah beradaptasi, cobalah beri mereka dukungan dan semangat dalam setiap permasalahan yang mereka hadapi supaya anak nyaman ketika diberikan kendali. Sehingga anak dapat mengenali perasaan mereka sendiri dan tidak melarikan diri.

    6. Lakukan Aktivitas yang Disenangi

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan momen yang tepat untuk bisa melakukan aktivitas yang disenangi secara bersama-sama. Apalagi jika aktivitas itu adalah yang tertunda karena kesibukan sebelum pandemi. Melakukannya bersama anak-anak akan membuat mereka tetap bahagia dan ceria. Bagi Sobat, aktivitas seperti ini juga akan membantu meminimalkan stres dan kecemasan yang ada.

    7. Tetap Melakukan Aktivitas Rutin

    Dengan adanya penyebaran virus Corona bukan berarti aktivitas rutin anak menjadi dihilangkan, sebab bagaimana pun hal tersebut tetap dibutuhkan oleh anak-anak. Namun yang membedakan adalah selama masa pandemi ini, aktivitas rutin mereka harus dibatasi dengan hanya di rumah saja. Oleh karena itu, cobalah ciptakan beberapa rutinitas baru supaya mereka tidak menjadi bosan untuk selalu berada di rumah.

    8. Sosialisasi Secara Virtual

    Hanya karena adanya physical distancing sebagai salah satu syarat pemutusan penyebaran virus Corona, bukan berarti sosialisasi menjadi terhenti. Karena bagaimana pun sosialisasi dengan teman sebayanya juga merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Namun yang berbeda, dalam masa pandemi seperti saat ini, sosialisasi yang dapat dilakukan adalah secara virtual, seperti melalui chat, telepon, dan conference call. Jadi, Sobat bisa saja mengajak anak untuk conference call dengan teman-temannya di akhir pekan supaya anak tetap bisa mengobrol dan saling bertukar cerita.

    9. Jangan Menyalahkan Keadaan

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan dalam mengasuh anak saat pandemi ini adalah jangan menyalahkan keadaan karena hal yang demikian tidak akan membantu sama sekali. Yang terpenting adalah secara bersama-sama kuat dan tangguh dalam menghadapi pandemi. Sobat bisa mengajak anak untuk bersyukur atas hal-hal baik yang terjadi. Rasa syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan mereka, menghadapi kesulitan dan membangun hubungan yang kuat. Ingatlah, semua akan baik-baik saja, dan pada akhirnya hidup akan kembali normal.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Itulah tips yang bisa Sobat lakukan sebagai pegangan dalam membesarkan anak di tengah pandemi. Intinya, Sobat harus tetap yakin, tenang, dan tidak panik, sebab jika Sobat panik dan cemas maka anak akan mengikuti tingkah laku Sobat sebagai panutan. Apabila Sobat mengingkan cara tepat mengasuh anak selama pandemi, silakan konsultasikan kepada para ahlinya. Jangan lupa untuk memberikan produk-produk kesehatan yang tepat supaya anak tetap tumbuh sehat. Jika Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Ketahui 8 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/tips-mengasuh-anak-di-tengah-pandemi/
    2. Cara Mengasuh Anak Saat Pandemi COVID-19 Menurut Psikolog – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengasuh-anak-saat-pandemi-covid-19-menurut-psikolog-fdGz
    3. Wulan A. Tips Mendidik Anak agar Tangguh di Tengah Pandemi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/parenting/read/4257877/tips-mendidik-anak-agar-tangguh-di-tengah-pandemi
    4. Media K. Efek Pandemi Covid-19, Orang Tua di AS Stres Pikirkan Anaknya, Kenapa? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2020/07/17/211241770/efek-pandemi-covid-19-orang-tua-di-as-stres-pikirkan-anaknya-kenapa?page=all
    Read More
  • Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan […]

    3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan otak begitu pesat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan dasar buah hati dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang serta melindungi mereka dari berbagai penyakit.

    tumbuh kembang anak selama corona

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir jika tumbuh kembang anak mereka akan terhambat. Hal ini karena ruang eksplorasi anak seperti bermain di luar rumah harus dibatasi demi mencegah penularan virus tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama anak harus terus di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tercinta. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak sampai tuntas!

    Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Perhatikan Nutrisi dan Beri Stimulasi yang Tepat

    Tips pertama untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara tepat di masa pandemi virus Corona adalah perhatikan nutrisi anak secara tepat, dan juga berikan stimulasinya dengan tepat. Pada usia balita perkembangan otak menjadi pesat. Nutrisi merupakan bahan baku utama untuk membentuk struktur otak. Hal ini ibarat komputer, nutrisi menyusun rangkaian microchip menjadi prosesor. Ibarat dalam komputer juga prosesor yang bagus tanpa perangkat lunak yang bagus kinerjanya juga tidak akan bagus. Karena itu, selain pemberian nutrisi yang tepat, juga harus ada pemberian stimulasi yang tepat. Pada saat fase belajar, anak akan meniru, melihat, dan mendengar. Dengan begitu, orang tua perlu memberikan contoh praktis, misalnya cara bermain, menyelesaikan masalah yang sederhana, dan jangan lupa berikan pujian sekecil apa pun pada anak.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    2. Cegah Anak Terkena Penyakit Menular

    Tips kedua adalah orang tua harus semampu mungkin mencegah anak terkena penyakit terutama penyakit menular. Caranya, selain dengan memberikan nutrisi yang cukup, ajarilah mereka hidup bersih dan sehat (PHBS). Di masa pandemi, hal tersebut sangat penting. Ajari mereka memakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak ketika di keramaian serta tidak lupa ajari cara mencuci tangan yang benar dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik. Tentunya dengan diberikan contoh ya, supaya mereka bisa menirukan.

    3. Jangan Lupa Imunisasi

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak adalah jangan lupa imunisasi. Imunisasi pada anak terutama imunisasi dasar lengkap tetap harus dijalankan meskipun di masa pandemic namun tetap dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit menular yang biasa menyerang anak-anak seperti difteri, influenza, pneumonia, diare, dan campak tetap ada. Kemudian pada masa Corona imunisasi dasar dilengkapi dengan imunisasi tambahan sehingga mereka tetap terlindung dari penyakit.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Itulah 3 tips yang bisa Sobat jalankan untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun yang terpenting, Sobat jangan sampai lupa melakukan imunisasi sebagai kebutuhan dasar supaya anak terlindung dari penyakit dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Apabila Sobat ingin melakukan imunisasi anak dengan aman dan nyaman tanpa perlu mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhawatirkan menyebarkan Corona, Sobat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan layanan imunisasi anak di rumah dari Prosehat.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah atau produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Referensi

    1. Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tips-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-di-masa-pandemi-corona-1tjlDBlKpNn/full
    2. Ketahui 3 Hal Penting Soal Tumbuh Kembang Balita Saat Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/ketahui-3-hal-penting-soal-tumbuh-kembang-balita-saat-pandemi-fH2s
    3. Novita M. Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi, Jangan Lupa Imunisasi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1353989/dukung-tumbuh-kembang-anak-saat-pandemi-jangan-lupa-imunisasi
    Read More
  • Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, […]

    Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, kelumpuhan, bahkan kematian. Oleh karena itu, imunisasi pada anak begitu penting untuk dilakukan.1

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    vaksinasi anak, imunisasi anak di masa Corona

    Namun, ketika COVID-19 mewabah, banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah imunisasi masih perlu dilakukan? Hal ini disebabkan virus corona adalah salah satu virus mematikan yang dapat menyebar begitu cepat sehingga membuat banyak orang tua khawatir dirinya dan anaknya tertular bila pergi ke luar rumah.2

    Jawabannya adalah perlu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai imunisasi, menyatakan bahwa imunisasi untuk anak-anak tetap harus dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari WHO. Penetapan jadwal juga melihat kondisi perkembangan anak di Indonesia sehingga jadwal pemberian imunisasi yang sesuai dan bertahap akan membantu perkembangan anak.2

    Karena imunisasi anak tetap harus dilakukan, pelaksanaannya pun menyesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu menerapkan protokol kesehatan sebagai tindak lanjut upaya mengurangi penyebaran corona. Hal itu tertuang dalam Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.1 Lalu, seperti apakah imunisasi anak di masa pandemi? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak, Sobat Sehat!

    Dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan

    Fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak, namun dengan berbagai protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang baik untuk mencegah terjadinya penularan corona secara airborne, dan petugas medis diharuskan memakai APD lengkap.1

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah kunjungan dengan disemprotkan cairan desinfektan. Tak lupa, setiap orang yang membawa anaknya untuk imunisasi harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua dan anak lama menunggu untuk meminimalkan paparan virus. Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter.1

    Dapat Dilaksanakan di Tempat Pribadi Dokter atau Layanan ke Rumah

    Apabila Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua masih begitu khawatir mengenai pelayanan pemberian imunisasi secara langsung di fasilitas kesehatan yang menjadi tempat rentan penyebaran virus, Sobat juga bisa melakukannya di tempat pribadi dokter yang membuka praktik pribadi sehingga bersifat lebih privat. Pilihan lainnya dapat berupa layanan imunisasi ke rumah sebagai salah satu cara mengurangi penyebaran virus.3

    Untuk layanan imunisasi ini, Sobat juga dapat memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Imunisasi Tidak Dilakukan di Wilayah Rawan Corona

    Imunisasi anak boleh saja tidak dilakukan di wilayah yang menurut pemerintah merupakan wilayah rawan COVID-19. Penundaannya adalah satu bulan jika memang imunisasi tidak memungkinkan dan sangat berisiko. Namun, apabila memungkinkan, imunisasi harus dijalankan.3

    Dapat Diberikan Imunisasi Tambahan dan Kombinasi

    Jika sebelum datangnya virus corona imunisasi yang diberikan sebatas pemberian vaksinasi dasar seperti hepatitis, polio, BCG, DPT, HiB, dan campak/MR, di masa pandemi ini, pemberian imunisasi tambahan dan kombinasi, seperti influenza dan PCV dapat sangat bermanfaat dalam mencegah pneumonia pada anak.2

    Catat Waktu Kunjungan

    Agar imunisasi dasar anak di masa pandemi dapat berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sebaiknya Sobat mencatat waktu kunjungan ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan imunisasi. Pencatatan ini akan membuat jadwal kunjungan menjadi teratur. Dari pencatatan ini pun Sobat bisa merencanakan jadwal kunjungan setelahnya.3

    Physical Distancing untuk Anak di Rumah

    Ketika di rumah, anak yang sudah diimunisasi sebaiknya diusahakan jangan keluar rumah supaya tidak tertular virus corona. ASI juga harus tetap diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jauhkan anak dari orang-orang dengan gejala flu, seperti batuk dan pilek yang diindikasikan sebagai gejala COVID-19.

    Itulah gambaran mengenai imunisasi anak di masa pandemi corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah. Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai imunisasi di masa pandemi silakan tonton YouTube di bawah ini,  dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada Masa Pandemi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Protokol/Final%20Juknis%20Pelayanan%20Imunisasi%20pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
    2. Ada jadwal imunisasi anak saat pandemi corona? Ini yang wajib Parents tahu! [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/anak-imunisasi-saat-pandemi-corona
    3. Media K. Selama Pandemi, Jadwal Imunisasi Anak Tetap Dilakukan atau Ditunda? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/02/152505420/selama-pandemi-jadwal-imunisasi-anak-tetap-dilakukan-atau-ditunda?page=all
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus. Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4 Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis. Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda. Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen. Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV). Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas. Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang. Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja