Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 1–10 of 121 results

  • Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya. Pada anak, diare seringkali […]

    Sakit Perut Pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya.

    Pada anak, diare seringkali disebabkan karena virus yaitu Rotavirus. Penyakit diare dapat disembuhkan dengan memberikan obat-obat diare khusus untuk anak ataupun berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ada juga makanan-makanan yang dapat  membantu untuk meredakan sakit perut pada anak. Sebaiknya, hal ini wajib diketahui bagi para orang tua.

    Pepaya

    Buah papaya menjadi salah satu makanan yang dapat membantu serta memudahkan pencernaan. Kandungan chymopapain dan papain yang ada di dalam papaya dalam membantu memecah protein. Kandungan zat inilah yang memberikan lingkungan asam sehat di dalam perut.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut Pada Anak

    Pisang

    Pisang sangat mudah dicerna oleh anak serta meredakan sakit perut. Buah ini memiliki kandungan pektin yang mana dapat membantu gerakan usus di dalam tubuh secara alami.  Selain itu, tingkat elektrolit dan kalium di dalam pisang sangat tinggi yang dapat mengurangi dehidrasi pada tubuh.

    Yogurt

    Makanan yang satu ini mungkin banyak disukai anak-anak, ditambah lagi dengan manfaatnya yang dapat meredakan sakit perut membuat orang tua tak perlu khawatir untuk dapat memberikannya pada anak ketika mengalami diare. Kandungan aktif di dalam yogurt dapat meningkatkan bakteri baik di dalam usus, mengurangi kembung, membantu pencernaan.

    Jus Wortel

    Cara terbaik lainnya untuk mengatasi masalah sakit perut pada anak adalah dengan memberikan jus wortel. Anda dapat menambahkan beberapa helai daun mint di dalam  jus wortel tersebut. Obat ini akan sangat efektif untuk menenangkan perut yang sedang sakit.

    Oat

    Jika anak menderita sakit perut yang hingga melilit, maka cobalah untuk memberikannya semangkuk gandum hangat yang dicampurkan dengan susu. Makanan yang kaya serat ini sangat baik dalam penyembuhan sakit perut.

    Beras Putih

    Siapa sangka jika beras putih menjadi salah satu makanan sehat lainnya yang dapat membantu menyembuhkan perut sakit. Anda dapat memberikan anak makanan seperti nasi, kentang, atau roti. Jenis makanan ini sangat efektif membantu mengatasi diare dengan cara menyerap cairan serta mengeluarkannya bersama tinja

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Air Kelapa

    Gula alami yang ada di dalam air kelapa dapat membantu memberikan kalori dan elektrolit. Kandungan kalium di dalam air kelapa dapat membantu mendetoks perut.

    Setelah anak sembuh dari diare, jangan lupa untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi anak. Pastikan anak untuk makan makanan yang sehat dan bersih sehingga tidak lagi mengalami sakit perut. Cuci buah dan sayuran sebelum di masak sehingga tidak ada lagi kuman atau bakteri di dalamnya. Perhatikan pula kondisi kebersihan lingkungan di sekitar anak-anak sehingga kesehatan anak tetap terjaga. Namun jika cara-cara di atas belum berhasil membuat sakit perut pada anak mereda, maka segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Semoga informasi diatas dapat membantu anda.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. 10 makanan ini bisa meringankan sakit perut. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/sehat/10-makanan-ini-dapat-meringankan-sakit-perut.html (1.12.18)
    2. com. Orang tau harus tau pilihan makanan yang tepat saat anak diare. 2018.[Internet]. Available at: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2018/01/11/140000220/orangtua-harus-tahu-pilihan-makanan-tepat-saat-anak-diare (1.12.18)
    3. Yusepi TT. 6 makanan terbaik untuk meringankan sakit perut. 2017. [Internet]. Available at: liputan6(dot)com/health/read/3101298/6-makanan-terbaik-untuk-meringankan-sakit-perut (1.12.18)
    Read More
  • Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang […]

    Maksimalkan Screen Time untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

    Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan/memainkan perangkat elektronik yang menggunakan layar, seperti smart phone, tablet, televisi, video games, komputer dll. Jadi, screen time monitoring dapat didefinisikan sebagai pengawasan terhadap waktu penggunaan perangkat teknologi berlayar.

    Seperti diketahui, ada beberapa risiko yang patut diwaspadai dan menjadi alasan untuk mengawasi screen time Si Kecil, beberapa risiko tersebut antara lain:

    – Keterlambatan berbicara.
    – Sulit berkonsentrasi.
    – Masalah dalam belajar.
    – Kecemasan.
    – Depresi, dll.

    Baca Juga: 10 Makan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Meskipun memiliki dampak kurang baik, tapi faktanya menjauhkan gadget dari anak pada masa sekarang ini rasanya tidak mungkin. Jadi, hal utama yang perlu dilakukan Mama adalah pengawasan. The American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan rekomendasi dalam membantu Mama mengawasi screen time anak, yaitu:

    • Hindari penggunaan media digital pada anak kurang dari 18 bulan.
    • Ketika mulai memperkenalkan media digital, pastikan program yang Mama berikan berkualitas dan gunakan bersama-sama dengan Si Kecil.
    • Saat Si Kecil berusia 2-5 tahun, batasi hanya 1 jam dan gunakan konten yang berkualitas secara bersama-sama serta bantu Si Kecil untuk memahami konten yang sedang dilihat dan bantu mereka untuk mengaplikasikannya di dunia nyata.
    • Hindari konten yang terlalu cepat, banyak distraksi (misalnya iklan) maupun konten yang memberi pengaruh buruk.
    • Matikan televisi atau perangkat lainnya ketika tidak digunakan.
    • Jangan gunakan media digital hanya untuk menenangkan Si Kecil, hal ini kelak akan mengakibatkan gangguan regulasi emosi Si Kecil.
    • Awasi selalu konten atau aplikasi yang digunakan
    • Tetap sediakan waktu untuk interaksi dengan Si Kecil yang tidak melibatkan perangkat digital, misalnya bermain di taman bersama-sama
    • Tidak bermain media digital 1 jam sebelum tidur dan singkirkan semua perangkat digital dari tempat tidur.

    Tak dapat dipungkiri, persaingan dunia sekarang menuntut semua orang untuk fasih dalam penggunaan gadget atau teknologi. Nah, Mama pun perlu menyikapi screen time dari segi manfaat positifnya untuk tumbuh kembang Si Kecil, yaitu:

    1. Belajar Disiplin & Menepati Janji
      Semuanya tergantung dari bagaimana Mama mengatur screen time untuk anak. Misalnya ada ‘perjanjian’ dengan Si Kecil, kapan waktu dan durasinya ia boleh menggunakan gadget. Mama harus konsisten dengan aturan tersebut sehingga anak pun belajar disiplin dan ia sekaligus belajar contoh perilaku menepati janji dari orang tuanya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap

    1. Menunjang Proses Belajar
      Hal yang perlu menjadi fokus perhatian Mama ialah pemilihan konten. Kini Mama tak perlu khawatir, asalkan Anda selektif dan teliti, ada banyak konten berkualitas yang justru dapat meningkatkan kemampuan sosial dan berbahasa Si Kecil, terutama yang berusia lebih dari 2 tahun. Contohnya permainan edukasi via gadget mengenal huruf, angka, berhitung, warna, dsb. Lewat permainan (games), pastinya akan lebih menyenangkan buat anak, otomatis lebih mudah masuk dalam ingatannya, alias Si Kecil jadi lebih cepat hafal. Selain itu, kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris anak ikut terasah, karena umumnya aplikasi atau games menggunakan bahasa Inggris.
    2. Belajar Bersaing (Kompetitif)
      Dengan adanya skor dari hasil permainan (games) yang ada, Mama dapat mengajak Si Kecil memahami pentingnya berkompetisi. Dunia yang kelak akan dihadapi Si Kecil kelak saat mereka dewasa pasti penuh persaingan. Di sinilah perlunya Mama memberi pengarahan, “Bagaimana cara meraih peringkat yang baik? Apa saja usaha untuk meraih skor yang diinginkan tersebut? Jika gagal, apa yang perlu dipelajari dan diperbaiki dari kegagalan tersebut? dll. Si Kecil pun perlu diberi pemahaman bahwa menjadi juara 1 bukan satu-satunya tujuan, namun bagaimana meraih suatu kemenangan atau keberhasilan dengan cara yang tepat (fair).
    3. Melatih Kesabaran & Empati
      Jika sebelumnya Mama sudah menerapkan poin 1 (perjanjian seputar waktu dan durasi penggunaan gadget pada anak), maka secara tidak langsung, Si Kecil akan belajar bersabar menunggu waktu yang ditentukan, belajar bersabar untuk bergantian main dengan saudaranya (jika gadget yang dimiliki 1 untuk bersama), dll.
      Kemudian, lewat beragam aplikasi maupun games, Mama bisa sekaligus menanamkan pentingnya empati. Sejumlah permainan kebanyakan menggunakan tokoh tertentu, saat berhasil maupun gagal memenuhi tugas atau misi, biasanya akan tampak ekspresi gembira, sedih, atau kecewa dari si tokoh tersebut. Mama bisa menyelipkan pesan moral berupa, “Yah…Adek kalah ya, itu lihat mukanya sedih (sambil menunjuk tokoh di permainan). Tapi nggak apa-apa, yuk dicoba lagi!” Jadi, anak pun belajar mengenal beragam emosi dan pentingnya berempati.

    Baca Juga: Hati-Hati Obesitas Pada Anak

    Dapat disimpulkan lewat screen time, Mama dapat memanfaatkan program yang bersifat mendidik, yang dirancang dengan baik dan sesuai umur Si Kecil. Semuanya ini dapat secara kuat mendorong rasa sosial, membantu mereka mempelajari sikap anti kekerasan, empati, toleransi dan bagaimana menghormati orang lain.⁴ Namun jangan lupakan interaksi antara Si Kecil dan orang tua. Keseimbangan antara kedua unsur ini akan membentuk Si Kecil menjadi anak tangguh yang siap hadapi tantangan dan siap hadapi masa depan.

    Ditulis Oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2018;23(1):83-83.
    2. Sanders W, Parent J, Forehand R. Parenting to Reduce Child Screen Time. Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. 2017;:1.
    3. M S. The Impact of using Gadgets on Children. Journal of Depression and Anxiety. 2017;07(01).
    4. Ponti M, Bélanger S, Grimes R, Heard J, Johnson M, Moreau E et al. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2017;22(8):461-468.
    5. Media and Young Minds. Pediatrics. 2016;138(5):e20162591.
    Read More
  • Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan […]

    Karakter itu Penting Untuk Dukung Kesuksesan Si Kecil

    Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan tambahan selain sekolah, misalnya kursus bahasa, musik, menggambar dan pelajaran tambahan.

    Namun, apakah Mama sadar bahwa pendidikan Si Kecil yang terpenting berawal dari rumah? Seperti salah satu kutipan “Childreen see, children do” atau Si Kecil selalu melakukan apa yang dilihatnya. Dengan kata lain, karakter dan sikap Si Kecil sebagian besar diperoleh dari meniru perilaku orang tuanya di rumah. Misalnya, Si Kecil yang selalu diajak bercerita setiap pulang sekolah oleh kedua orangtuanya, didampingi setiap mengerjakan tugas rumah, diajari bertanggung jawab dalam hal mudah seperti merapikan tempat tidur atau mainannya sendiri, maka Si Kecil akan tumbuh menjadi lebih peduli dengan sesamanya, serta bertanggung jawab.

    Para ahli American Psychological Association (APA) berpendapat bahwa kesuksesan pada usia dewasa dipengaruhi oleh 98% atittude dan 2% IQ atau kecerdasan. Lalu bagaimana dan apa sajakah yang dapat dilakukan Mama dalam mendidik Si Kecil?

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Pencegahannya

    1. Memberikan Contoh (Modeling)

    Jangan hanya memberikan perintah bagi Si Kecil, tetapi mulailah dengan memberikan contoh tindakan kepadanya. Menurut APA (American Psychological Association), Si Kecil akan selalu memerhatikan setiap gerak-gerik orangtuanya secara seksama. Apabila Mama menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sikap baik, maka berikanlah selalu contoh positif.1,2

    1. Mencintai

    Hati-hati dalam hal mencintai. Mencintai bukan memberikan apa saja yang Si Kecil inginkan, baik berupa materi maupun tindakan, atau terlalu melindungi dan mencemaskan Si Kecil. Hal tersebut dapat membentuknya menjadi seseorang yang manja. Yang dimaksud dengan mencintai adalah memberikan waktu luang bagi Si Kecil, mendampinginya, dan mendengarkannya saat dalam masalah. Hal ini dapat membangun ikatan antara Si Kecil dan orangtuanya, sehingga nantinya mereka akan lebih peduli terhadap orang lain di sekitarnya.

    1. Lakukan Sentuhan Fisik

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepribadian Si Kecil pada saat bayi yang diperlakukan dengan penuh kasih seperti digendong, dicium dan dipeluk, dibandingkan dengan yang diperlakukan tanpa kontak fisik oleh orang tuanya.  Sentuhan fisik merupakan bentuk nyata dari cinta yang menjadikan Si Kecil akan mudah bergaul dan peka dengan sesamanya.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat Pegawai Kantoran

    1. Berikan Waktu yang Berkualitas

    Perkembangan emosional Si Kecil sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak waktu yang dihabiskan Mama bersama Si Kecil, kontak mata dengan penuh kasih, saling berbagi pikiran, cerita dan bercakap-cakap dengannya. Tahap komunikasi ini sangat penting bagi Si Kecil, karena saat Si Kecil nantinya menginjak usia dewasa akan menentukan hubungan dengan sesama, menjadikannya mudah bergaul, menentukan hubungan pernikahannya kelak serta hubungan dengan rekan sepekerjaannya.

    1. Hadiah

    Hadiah yang dimaksud ialah ungkapan cinta. Misalnya, memberikan hadiah seperti seragam sekolah atau alat tulis yang dibungkus kertas kado rapi, dan diberikan ketika berkumpul bersama keluarga. Membuka hadiah akan menggetarkan emosi Si Kecil, perasaan bahagia yang muncul akan menjadikannya paham dan mengerti bahwa orang tuanya mencintainya. Pemberian hadiah juga harus ada tujuannya, misalnya pemberian alat tulis atau seragam sekolah agar Si Kecil tetap semangat bersekolah, hadiah tidak semata-mata mainan yang sedang diinginkannya yang akan menjadikannya manja.

    Pemberian hadiah dengan tulus, secara tidak langsung juga memberikan pelajaran bagaimana cara Si Kecil menanggapi orang lain yang memberikannya hadiah.

    1. Memberikan Rasa Aman dan Nyaman

    Dukungan orang tua akan sangat memengaruhi perkembangan emosional dan kesehatan mental Si Kecil saat usia dewasa.

    1. Komunikasi

    Meluangkan waktu untuk berbicara dengan Si Kecil dan mendengarkan apa yang menjadi curahan hatinya akan meningkatkan hubungan personal Si Kecil dengan orang tua, sehingga ketika Si Kecil dalam masalah, mereka tidak akan lari ke dalam hal-hal negatif sebagai pelampiasan, karena mereka mempunyai orang tua yang selalu mendengarkan mereka.

    1. Memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk memecahkan masalah

    Mama tidak perlu terlalu banyak mengekang maupun mengatur Si Kecil, segala tindakan yang dilakukannya atau setiap masalah yang Si Kecil hadapi, ajaklah untuk selalu berdiskusi dan kembalikan kepada Si Kecil apakah tindakan yang dilakukannya baik atau buruk. Apabila Si Kecil melakukan kesalahan, biarkan mereka berpikir, lalu kemudian jelaskan.

    Misalnya, Si Kecil berlari di jalan, kemudian jatuh, Mama berikan kesempatan bagi si Kecil apakah yang dilakukannya baik atau buruk dan jelaskan akibatnya. Kemudian, kembalikan lagi pada Si Kecil, apakah boleh diulangi kembali tindakan seperti itu. Dibandingkan Mama memberikan aturan-aturan yang dapat membebani Si Kecil, cara ini lebih membantu Si Kecil untuk belajar dari kesalahannya sendiri.

    1. Jadikan Sebuah Tantangan

    Pada umumnya, anak-anak sangatlah suka bermain, oleh karena itu mengajarkan perilaku yang baik dapat dengan sebuah permainan. Misalnya, ketika Mama ingin mengajarkan untuk menggosok gigi secara rutin, setiap malam buatlah permainan tantangan “Mama ingin tahu, siapa yang bisa menggosok gigi dengan baik, Mama atau Kamu?” atau mengajarkan Si Kecil untuk membersihkan kembali mainannya, “Coba siapa yang dapat membersihkan mainan dalam hitungan ke 10”. Hal ini lebih mudah dilakukan oleh Si Kecil.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    1. Memberikan Kebiasaan yang Baik dan Positif

    Lakukan kebiasaan yang baik dengan memulai kebiasaan yang baik seperti berolah raga, makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, berperilaku yang baik, bertutur kata sopan, membiasakan diri mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, dan “terimakasih” setelahnya akan membentuk Si Kecil menjadi seseorang yang memiliki kebiasaan baik secara mental dan jasmani.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Chapman, G. and Campbell, R. (2012). The 5 love languages of children. Chicago: Northfield Pub.
    2. HealthyChildren.org. (2018). Normal Child Behavior. [online] Available at: healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Normal-Child-Behavior.aspx [Accessed 23 Dec. 2018].
    3. Parenting For Brain. (2018). 10 Good Parenting Tips – Parenting For Brain. [online] Available at: parentingforbrain.com/how-to-be-a-good-parent-10-parenting-tips/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    4. Tashijan, S. (2018). Parenting Styles and Child Behavior. [online] Psychology In Action. Available at: psychologyinaction.org/psychology-in-action-1/2018/4/23/k17ziyfqt1vy9tlytr9l9k48epdnur [Accessed 23 Dec. 2018].
    5. Westen, R. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Parents.com. Available at: parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/the-surprising-secret-to-raising-a-well-behaved-kid/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    6. Pepper, Leslie. (2018). Get Your Kids Behave The First Time You Ask. [online] Parents.com. Available at : parents.com/kids/discipline/strategies/get-your-kids-to-behave-the-first-time/ [Accessed 3 Jan. 2018].
    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urin kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, maka akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, maka dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang […]

    8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang harus dilakukan pada saat si kecil diare, mari kita bahas lebih lanjut tentang diare dan apa saja makanan yang dapat membantu pemulihan serta makanan mana yang perlu dihindari.

    Diare adalah bagian dari tinja yang berair, merupakan suatu cara daritubuh anak untuk mengeluarkan bakteri–bakteri jahat dan biasanya berlangsung hanya beberapa hari hingga minggu. Gejala–gejala yang dapat terjadi bersamaan dengan diare sepertidemam, mual, muntah, mulas dan dehidrasi. Untuk beberapa anak, diare akan hilang dalam beberapa hari tapi dapat juga berlangsung lama pada beberapa anak lainnya.

    Perhatian terbesar tentang diare pada anak–anak karena diare dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena kehilangan cairan dan elektrolit dalam tinja, atau kurangnya konsumsi makanan dan minuman untuk mengganti kehilangan cairan. Pada saat anak–anak mulai mengalami dehidrasi, Moms dapat melihat si kecil mulai menunjukkan lebih banyak rasa haus, kencing jadi lebih sedikit, dan tampak lesu.

    Moms perlu meningkatkan pemberian cairan dan makanan pada si kecil. Jika si kecil masih menyusu, berikan susu yang lebih banyak dengan frekuensi lebih sering. Terkadang perlu diberikan larutan yang berfungsimengembalikancairansi Kecil seperti oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang bersamaan dengan diare.

    Pada kebanyakan kasus diare ringan hingga sedang dapat dilakukan perubahan sederhana pada pola makan, selama anak tidak muntah atau dehidrasi berat. Menggunakan diet teratur bahkan dapat memperpendek diare, dan tentunya membantu si kecil mendapatkan nutrisi yang optimal.

    Apa kemungkinan penyebab diare pada bayi?

    Ada beberapa penyebab umum diarepadaanak, antara lain alergi makanan, bakteri Salmonella,  Rotavirus, parasit Giardia, obat–obatan, dangangguan pada usus.Anak–anak dapat mengalami diare dalam jangka waktu pendek atau panjang. Salah satu penyebab diare pada anak adalah infeksi Rotavirus. Diare akibat Rotavirus biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari. Anak–anak yang berusia 6 hingga 32 minggu dapat diberikan vaksinasi terhadap rotavirus sehingga dapat terhindar dari diare.

    Jika si kecil mengalami diare, jangan ragu menghubungi dokter untuk meminta nasihat. Diare sangat berbahaya pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan dehidrasi hanya dalam satu atau dua hari. Saat hendak mengobati diare yang diakibatkan oleh virus, hal yang penting untuk dilakukan adalah mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Berikan ASI atau pengganti cairan tubuh seperti oralit setiap kali anak diare untuk mengganti cairan di dalam tubuh. Jika Moms hanya memberikan air saat anak diare, maka nutrisi dan kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium akan berkurang.

    Apa yang dapat Moms lakukan saat anak terkena diare?

    • Perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak.

    Perhatikan dan catat makanan apa saja yang si kecil makan, mulai dari jumlah, frekuensi dan waktu pemberian. Hal ini dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan dari diare seperti alergi makanan.

    • Perhatikan darah pada tinja.

    Pastikan tidak ada darah pada tinja anak. Biasanya dapat terlihat jika anak menggunakan popok. Jika Anda menemukan darah pada tinja anak, segera bawa anak ke dokter. Kadang–kadang darah pada tinja tidak tampak oleh mata, sehingga dokter anak akan meminta agar tinja anak diperiksa.

    Konsultasikan juga pada dokter, apakah anak Moms mengalami penurunan berat badan yang drastis, muntah, demam, nyeri pada perut, atau pada tinja terdapat minyak atau berwarna putih abu–abu.

    • Konsumsi probiotik

    Probiotik merupakan bakteri hidup yang berguna untuk tubuh dan dapat membantu saluran percernaan si kecil.

    Asupan yang tepat untuk mengatasi diare si kecil merupakanmakanan terbaik yang mudah dicerna, menjaga si kecil tetap makan, dan memberi nutrisi yang cukup untuk perkembangan si kecil. Makanan yang mengandung sedikit garam dapat membantu mengganti elektrolit natrium dan klorida yang hilang dalam tinja. Berikut 8 makanan yang dapat diberikan pada anak dengan diare:

    1. Pisang
    2. Nasi atau bubur tim
    3. Tepung apel, mengandung pectin yang dapat memadatkan tinja
    4. Roti panggang
    5. Daging ayam, ikan yang direbus atau dipanggang
    6. Wortel matang
    7. Kentang putih
    8. Yoghurt

    Tujuan dari pemberian diet ialah untuk membantu tinja lebih memadat. Dapat ditambahkan juga biji–bijian dan buah–buahan tertentu. Moms boleh memberikan makanan yang berukuran kecil saat si kecil diare. Hal ini memungkinkan sistem pencernaan bayi dapat bekerja dengan lambat. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan membutuhkan waktu untuk sembuh.

    Hindari Jenis Makanan Ini!

    Ada beberapa jenis makanan juga yang perlu si kecil hindari agar tidak menambah diare. Moms perlu menghindari makanan yang biasanya digunakan untuk mengurangi sembelit/konstipasi. Berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan:

    • Produk susu (yoghurt merupakan pengecualian karena mengandung bakteri baik, namun konsultasikan pada dokter terlebih dahulu tentang memberi yoghurt pada anak).
    • Buah – buahan yang biasanya digunakan untuk membantu konstipasi seperti pepaya, persik, pir, plum perlu dihindari.
    • Makanan serat tinggi.
    • Makanan yang mengandung gula tinggi. Soda, jus, limun dan minuman sejenis lainnya jangan diberikan saat anak diare, karena dapat memperburuk dan memperpanjang diare.
    • Makanan berlemak tinggi. Keripik, kentang goreng, dan kue kering harus dihindari sampai diare telah teratasi. Hati–hati dengan daging berlemak seperti bacon dan sosis.
    • Makanan berserat tinggi. Brokoli, jagung, dan kacang polong adalah sayuran berserat tinggi dan dapat memperburuk diare
    • Kafein memiliki efek laksatif dan dapat membuat diare lebih buruk. Hindari kopi, teh, cokelat, dan makanan yang mengandung kafein lainnya.
    • Buah kering. Kurma, kismis, dan plum adalah makanan yang mengandung gula tinggi dan dapat memperburuk diare pada si kecil.

    Nah, kini Moms sudah tak bingung lagi kan dengan asupan yang tepat saat anak diare. Jika membutuhkan produk maupun artikel kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehatDaftar Pustaka

    1. Diarrhea in Children : Why It Happens – webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1, diakses pada tanggal 14-9-2018
    2. How to ease Toddler Diarrhea – healthline.com/health/parenting/food-for-toddler-with-diarrhea, diakses pada tanggal 14-9-2018
    3. When your child has diarrhea – medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    4. Baby Diarrhea Foods – wholesomebabyfood.momtastic.com/baby_diarrhea_foods.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    5. Pengobatan Diare – , diakses pada tanggal 14-9-2018
    6. Best and worst food to feed a child with diarrhea – bundoo.com/articles/best-and-worst-foods-to-feed-a-child-with-diarrhea/ , diakses pada tanggal 14-9-2018
    Read More
  • Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Anda ya. Tentu tak akan ada satupun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung dari […]

    Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Anda ya. Tentu tak akan ada satupun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung dari kemungkinan terpaparnya penyakit.

    Pada bayi yang baru lahir, sistem imun di dalam tubuhnya belum terbentuk sempurna, bahkan selama beberapa bulan kehidupannya, seorang bayi masih menggunakan imun atau kekebalan tubuh yang didapat dari ibunya. Pastinya kasihan sekali Moms, bayi yang masih begitu mungil dengan segala keterbatasan sistem organ tubuh yang belum matang, harus berperang melawan penyakit. Itulah gunanya dilakukan vaksinasi. Oleh karena itu, vaksinasi sangat penting bagi bayi, jangan melewatkan jadwal vaksinasi buah hati ya Moms. Jadwal imunisasi di Indonesia direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Meskipun vaksin terbukti efektif, tak sedikit para ibu mengeluhkan tentang si kecil yang menjadi demam atau rewel setelah vaksin. Hal ini membuat Moms khawatir dan bingung untuk menanganinya atau mungkin menjadi ragu untuk membawa si kecil untuk imunisasi. Mari kita bahas tentang kejadian demam setelah imunisasi dan apa beda vaksin yang bikin anak demam dan tidak.

    Demam merupakan salah satu bentuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yaitureaksi yang dapat terjadi setelah dilakukannya imunisasi. Tapi tenang saja Moms, tidak semua vaksin memberikan respons demam, hanya beberapa vaksin saja yang sering memberikan respons tubuh berupa demam. Contoh vaksin yang umumnya memberikan respons demam adalah campak dan difteri-pertusis-tetanus (DPT). Sebanyak 42,9% anak yang divaksinasi DPT mengalami demam ringan dan sekitar 2,2% anak mengalami demam berat. Kemudian, tercatat 5-15% kasus demam dijumpai pada anak yang divaksinasi campak. Demam ringan ini biasanya mulai dijumpai pada hari kelima sampai keenam sesudah imunisasi dan demam ini dapat terus berlangsung selama 5 hari. Namun, Momstak perlu khawatir, mengingatsetiap respons imun manusia berbeda-beda, maka tidak semua anak yang diimunisasi campak dan DPT akan mengalami respons tubuh berupa demam. Ada anak yang setelah diimunisasi campak atau DPT akan baik-baik saja, tidak ada demam sama sekali.

    Hal yang sering menjadi pertanyaan banyak orang adalah apa beda antara vaksin yang bikin anak demam dan tidak? Salah satu alasan utama pembedanya adalah komponen vaksin tersebut. Vaksin dapat terbuat dari kuman yang sudah mati, atau kuman yang hanya dilemahkan, ada yang seluruh bagian utuh, atau sebagian, dan ada juga yang berupa toksin (zat racun) dari mikroorganisme tersebut. Reaksi yang ditimbulkan setelah imunisasi sering kali lebih hebat bila imunisasi berisi kuman hidup yang dilemahkan yang terbuat dari seluruh komponen antigen kuman. Hal ini terjadi karena reaksi pertahanan tubuh akan lebih kuat melawan kuman yang utuh dibandingkan hanya sebagian kecil dari komponen kuman. Reaksi tubuh terhadap antigen kuman dari vaksin inilah yang merupakan proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

    Salah satu contoh, saat ini terdapat dua jenis vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT), atau sering dituliskan sebagai DPT dan DPaT. Lantas apa bedanya? Vaksin DPT terbuat dari seluruh komponen antigen kuman Pertusis, sedangkan vaksin DPaT hanya mengandung bagian antigen kuman Pertusis tertentu yang diperlukan untuk kekebalan tubuh. Perbedaan jenis antigen inilah yang menyebabkan DPT lebih sering menimbulkan efek samping seperti demam dan ruam setelah penyuntikan, dibandingkan dengan DPaT. Atas dasar tersebut, beberapa Moms memilih untuk vaksin DPaT dibandingkan dengan DPT. Dari segi efektivitas sendiri, DPaT terbukti juga efektif dalam memberikan perlindungan optimal bagi si kecil dari kuman difteri-pertusis-tetanus. Untuk menjaga keefektifan vaksin, perlu dilakukan pengulangan imunisasi DPT pada jadwal yang telah ditentukan.

    Setelah mengetahui perbedaan vaksin yang membuat anak demam dan tidak, sudahkah Moms tahu bagaimana cara menangani anak yang demam pasca dilakukan vaksinasi? Pastinya setiap ibu akan merasa panik saat menghadapi anak yang demam pasca vaksinasi, tidak tahu apakah hal ini normal, tidak tahu kapan anak yang demam harus dibawa ke rumah sakit dan tidak tahu apa yang dapat dilakukan saat di rumah.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian parasetamol (penurun panas) pada anak, 30 menit sebelum akan dilakukan imunisasi DPT/DT. Hal ini tidak hanya untuk mengurangi demam tetapi juga mengurangi nyeri pasca vaksinasi. Setelah itu, obat penurun panas dapat dilanjutkan setiap 3-4 jam sekali apabila masih terjadi demam dan maksimal sebanyak 6 kali dalam 24 jam. Hal lainnya yang dapat dilakukan ialah memberikan minum atau ASI lebih banyak kepada anak, memakaikan anak pakaian yang tipis dan memberikan kompres hangat agar demam turun. Apabila anak tetap demam, segera bawa anak ke dokter. Moms tidak perlu takut, obat penurun demam tidak memengaruhi potensi vaksin.

    Parasetamol sebagai Pencegahan dan Pengobatan Demam Pasca Vaksinasi

    Nah, bagi Moms yang ingin melakukan vaksin pada si kecil, kini tak perlu repot. Ada layanan vaksin ke rumah loh! Silakan cek lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan vaksinasi maupun kesehatan. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Baratawidjaja KG, Rengganis I. Imunologi Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009;8: 557.
    2. Fuleihan, R. Imunologi. Dalam: Endaryanto A, Sumadiono, editor. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Edisi VI. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2011:311-4.
    3. Hadinegoro SRS. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Sari Pediatri. 2000; 2(1):2-10.
    4. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. 2013.
    5. Penjelasan Kepada Orangtua Mengenai Imunisasi [Internet]. IDAI. 2018 [cited 31 August 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/penjelasan-kepada-orangtua-mengenai-imunisasi.
    6. Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Pedoman Imunisasi di Indonesia.Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014;5:404.
    Read More
  • Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit […]

    6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat

    Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit pikun akibat alzheimer, dan lainnya. Nah, jika Sobatsibuk dengan aktivitas sehari-hari dan sering berhadapan dengan stres, yuk intip disini bagaimana memilih asupan untuk kesehatan otak kita.

    1. Kurangi Makanan Tinggi Lemak Jenuh

    source: healthfreedoms

    Tahukah Sobat sekalian kalau mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh seperti daging merah, mentega dan produk olahan susu lainnya berhubungan dengan perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit pikun akibat Alzheimer? Oleh karena itu, dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, tapi bukan tidak boleh sama sekali ya.

    1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Omega 3

    Omega 3 merupakan asam lemak tidak jenuh yang sangat bermanfaat dalam menjaga fungsi kognitif seseorang dan juga memperlambat perkembangan penuaan otak. Berbeda dengan nutrisi lainnya, asam lemak omega 3 tidak secara alami dihasilkan oleh tubuh.Oleh karena itu,Sobat harus memastikan sudah cukup mengonsumsi omega 3 sehari-harinya. Sumber omega 3 terbaik tentu saja yang berasal dari alami. Ikan terutama ikan laut dikenal sebagai sumber omega 3 yang utama. Beberapa ikan yang banyak mengandung omega 3 dapat berupa ikan sarden, tuna dan salmon. Sumber makanan lainnya yang kaya akan omega 3 adalah kacang-kacangan yaitu kacang almond, kacang mete, pistachios dan walnut.

    1. Perbanyak Asupan Buah & Sayuran

    Banyakmengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sehari-harinya, ternyata tidak hanya bermanfaat untuh tubuh, tapi bermanfaat untuk kesehatan otak sebab kandungan vitamin dan mineral yang kaya terkandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Sebaiknya buah dan sayuran yang dikonsumsi beragam, agar tubuh kita mendapatkan variasi vitamin dan mineral. Sebut saja vitamin B, vitamin C, vitamin E, karoten, zinc, asam folat, dan zat besi, dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak akibat penuaan. Beberapa contoh makanan atau minuman yang dapat kamu konsumsi adalah asparagus, alpukat, bayam, blueberry, kacang kedelai dan sebagainya.

    1. Kopi

    Apakah Sobat merupakan penggemar setia kopi yang selalu meminum kopi setiap pagi harinya? Berapa banyak kopi yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari? Apakah bila belum meminum kopi rasanya sangat berbeda dan tidak bersemangat bekerja?

    Bagi kalian para penggemar setia kopi, tentunya akan senang setelah mengetahui kabar bahwa ternyata kopi dapat menjaga kesehatan otak. Terdapat dua komponen dalam kopi yang dapat membantu kinerja otak, yaitu kafein dan antioksidan.

    Kopi bermanfaat dalam meningkatkan kesiagaan, meningkatkan kondisi mood karena merangsang pelepasan serotonin, serta dapat meningkatkan konsentrasi. Namun jangan lupa Sobat, konsumsi kopi tetap harus dibatasi mengingat kopi yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jantung kita. Sebaiknya satu harihanya mengonsumsi satu cangkir kopi saja. Segala sesuatu yang berlebihan tentunya juga tak akan baik untuk kesehatan bukan?

    1. Pentingnya Makanan yang Mengandung Vitamin E

    Vitamin E selama ini kerap dihubungkan dengan fungsi memori, penglihatan dan perkembangan bahasa. Vitamin E juga merupakan antioksidan yang melindungi diri dari radikal bebas. Sobat mulai sekarang dapat mencoba perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan vitamin E. Berikut adalah contoh makanan yang mengandung vitamin E, yaitu bayam, asparagus, brokoli, labu, kacang-kacangan, hazelnut dan kacang almond.

    1. Dark Chocolate & Teh Hijau

    Flavonoid merupakan salah satu bentuk antioksidan kuat yang banyak ditemukan pada cokelat, teh hijau, gingko biloba dan buah lainnya. Flavonoid dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dari pasien yang sudah tua. Tapi ingat, jangan berlebihan juga ya Sobat.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu asupan apa saja yang baik untuk kesehatan otak. Yuk, mulai terapkan 6 kunci rahasia menciptakan otak sehat seperti uraian di atas. Bila Sobat membutuhkan produk kesehatan maupun informasi penting seputar kesehatan lain, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lanjut. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Dyall SC. Long-chain omega-3 fatty acids and the brain: a review of the independent and shared effects of EPA, DPA and DHA. Front Aging Neurosci. 2015;7:52/
    2. Gomez-Pinilla F. Brain Foods: The Effects of Nutrients on Brain Function. Nat Rev Neurosci. 2008; 9(7): 568–78.
    3. Grassi D, Ferri C, Desideri G. Brain Protection and Cognitive Function: Cocoa Flavonoids as Nutraceuticals.Curr Pharm Des. 2016;22(2):145-51.
    4. Scarmeas N, Anastasiou CA, Yannakoulia M. Nutrition and Prevention of Cognitive Impairment. Lancet Neurol. 2018. Pii:S1474-4422(18)30338-7.
    5. Schuster J, Mitchell ES. More than just caffeine: psychopharmacology of methylxanthine interactions with plant-derived phytochemicals. ProgNeuropsychopharmacolBiol Psychiatry. 2018 Sep 10. pii: S0278-5846(18)30172-6.
    Read More
  • Bagi Moms yang suka masak, rasanya senang ya, kalau makanan Moms disukai suami dan anak. Rasanya bahagia berkali lipat. Sebaliknya, dunia terasa runtuh kala melihat suami atau anak membuka tudung saji, melihatnya dengan raut wajah bosan lalu menghela napas. Wah, semua energi yang telah ditumpahkan untuk memasak, terasa berkuras berkali lipat. Lelah lahir batin, he…he… […]

    5 Trik Kreatif Menghias Makanan yang Bikin Ngiler

    Bagi Moms yang suka masak, rasanya senang ya, kalau makanan Moms disukai suami dan anak. Rasanya bahagia berkali lipat. Sebaliknya, dunia terasa runtuh kala melihat suami atau anak membuka tudung saji, melihatnya dengan raut wajah bosan lalu menghela napas. Wah, semua energi yang telah ditumpahkan untuk memasak, terasa berkuras berkali lipat. Lelah lahir batin, he…he…

    Jika keluarga Anda bosan dengan menu sehari-hari, yuk, coba trik kreatif menghias makanan berikut!

    Selain rasa, aroma dan efek visual memainkan peran penting untuk menggugah selera makan. Hidangan yang paling lezat pun bisa membosankan bila tidak memiliki aroma yang sedap dan tampilan yang menarik. Tak heran, kalau kita makan di restoran, dekorasi makanannya yang cantik membuat makanan itu terasa enak, walaupun belum kita cicipi.

    Nah, bagi Moms yang suka berkreasi di dapur, jangan hanya fokus pada rasa makanan yang lezat saja. Berikut tips dan trik kreatif menghias makanan yang bisa dicoba:

    1. Pilih Piring yang Tepat

    Memilih piring, mangkuk atau wadah makanan yang tepat adalah kunci menyajikan makanan yang menarik. Anggaplah diri Moms seorang pelukis, dan piring adalah kanvas, dan makanan adalah medium Anda. Tuangkan segala kreasi Moms di sana. Piring berwarna putih sangat populer untuk menciptakan kontras tinggi dan latar belakang yang netral untuk kreasi makanan yang berwarna-warni.

    Dalam sebuah studi mengenai food plating atau tata penyajian makanan, peralatan makan berperan dalam memengaruhi persepsi orang terhadap makanan. Baik itu ukuran, warna atau komposisi peletakan makanan. Bahkan warna piring bisa mengubah indra perasa seseorang saat mencicipi makanan. Hasil penelitian menyebutkan, strawberry mousse di piring bulat putih terasa lebih enak daripada yang berada di piring persegi hitam.

    Selain warna, perhatikan pula komposisi makanan. Jangan terlalu baku untuk selalu meletakkan makanan utama di tengah piring. Coba atur letaknya di sisi kiri atau kanan piring dengan komposisi 1 banding 3, misalnya, dan manfaatkan ruang kosong lainnya untuk mendekorasi makanan.

    2. Potong Buah dan Sayuran Menjadi Bentuk yang Lucu

    Ketika hendak memotong bahan makanan, maksimalkan fungsi pisau atau gunting. Gunakan pisau secara efektif, bukan hanya memotong saja, namun untuk tujuan estetika. Moms bisa memotong sayuran atau buah-buahan menjadi bentuk-bentuk yang lucu dan digunakan sebagai garnish (hiasan) makanan. Misalnya, bila biasanya Moms memotong tomat atau wortel dengan bentuk standar bulat atau petak sebagai penghias nasi goreng, maka buatlah bentuk lain misalnya sekuntum bunga yang sedang mekar. Atau Moms bisa mengiris tipis-tipis, lalu disusun menjadi berbagai bentuk.

    Moms dapat menjadikan cabai menarik dengan membentuknya menjadi bunga. Carilah cabai yang gemuk, potong menjadi 2 bagian. Bagian yang bersatu dengan tangkai dipotong-potong kecil memanjang seperti bentuk bunga, buang bijinya.

    Memotong buah atau sayuran untuk dijadikan hiasan memang terasa sebagai ‘PR’ alias pekerjaan rumah pada awalnya. Tapi, garnish (hiasan untuk makanan) berfungsi untuk membuat makanan yang Moms sajikan menjadi berlipat cantiknya.

    Berkreasilah sesuai daya imajinasi Anda. Moms bisa membuat berbagai bentuk bunga, karakter binatang atau kartun, mobil-mobilan, dan sebagainya.

    Moms juga bisa membuat kreasi bento untuk bekal makanan si kecil. Bentuk nasi dan lauk-pauknya menjadi potongan-potongan yang lucu dan menarik.

    3. Warna Cerah, Selalu Menarik

    Misalnya Moms memutuskan untuk membuat garnish dari sayuran atau buah, selalu gunakan sayuran atau buah segar dan berwarna cerah untuk menghias piring Anda. Selalu ingat untuk mencuci bersih sayur atau buah sebelum Moms desain. Meskipun pada beberapa kasus, hiasan sayur atau buah tersebut tidak dimakan dan hanya sebagai daya tarik, tapi jika kotor, hal itu bisa mencemari makanan utama.

    Misalnya, kulit tomat yang diiris tipis panjang lalu dibentuk menjadi bunga mawar. Ini biasanya hanya sebagai penghias, tidak dimakan, maka pastikan garnish tersebut dalam keadaan bersih saat Moms menyajikannya. Meskipun begitu, akan lebih baik jika Moms menyajikan garnish yang juga bisa dimakan, bukan hanya sebagai penghias saja.

    Sayur dan buah yang bisa Moms jadikan garnish antara lain: tomat, brokoli, seledri, selada, wortel, jeruk, stroberi, ceri, anggur, dan sebagainya. Namun, tentu saja, sesuaikan hiasan sayur atau buah dengan menu utama Anda.

    Tak semua sayur atau buah cocok dikombinasikan untuk setiap menu. Misalnya, Moms ingin menyajikan menu ikan gurami, maka tomat, selada, wortel atau jeruk adalah pilihan hiasan yang baik. Namun, jika Moms mengkreasikannya dengan buah ceri, misalnya, tampak ganjil dan kurang sesuai dengan rasa makanan utama, meskipun warnanya cerah. Namun, akan sangat sesuai ketika Moms menjadikannya hiasan untuk kue. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan dan kecocokan.

    4. Atur Peletakan Garnish

    Tempatkan garnish atau hiasan di tempat yang membuat mata kita langsung terfokus padanya. Jangan hanya menumpuk garnish di salah satu sudut piring saja. Moms bisa menyebarkannya di piring untuk menambah warna makanan. Hindari pemilihan garnish yang tidak menggugah selera, seperti bumbu mentah atau apapun yang memiliki aroma yang tajam dan kuat sehingga menghilangkan aroma makanan utama.

    Selain itu, hindari penggunaan garnish yang dapat berubah warna saat terkena udara (seperti apel) atau layu selama jangka waktu tertentu, kecuali Moms langsung menyajikan makanan tersebut untuk disantap.

    Perhatikan pula komposisi garnish dan makanan utama. Jangan sampai piring terlihat kacau karena hiasan jauh lebih banyak daripada makanan utama.

    5. Tambahkan Saus Lezat

    Menu utama sudah tersedia dan dihias, Moms bisa melengkapinya dengan menambahkan saus yang lezat. Jangan hanya menuang saus sembarangan di piring, tapi tuangkan saus dengan cara yang menarik di tempat yang pas.

    Misalnya, Moms bisa meletakkan saus di titik-titik tertentu di piring, atau menuangkannya tipis memanjang dengan berbagai bentuk, lingkaran, oval, dan sebagainya. Tampilan saus yang tak biasanya akan menggugah selera orang untuk segera mencicipinya.

    Demikianlah beberapa trik untuk menghias makanan yang bisa Moms coba. Jangan bosan untuk berkreasi sesuai imajinasi Moms. Dengan tampilan makanan yang menarik, yakin deh, si kecil akan lebih tertarik untuk mencicipi makanan yang Moms sajikan. Meskipun menu yang Moms hidangkan tak berbeda jauh, misalnya nasi goreng, sup, ayam goreng, dan sebagainya, tapi cara penyajian yang berbeda dan menarik akan membuat menu masakan di rumah terasa seperti hotel bintang lima. Selamat berkreasi tanpa batas!

    Nah, untuk informasi tambahan seputar makanan sehat, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. A Basic Guide to Food Presentation [Internet]. WebstaurantStore. 2018 [cited 24 September 2018]. Available from: webstaurantstore.com/article/200/basic-guide-to-food-presentation.html
    2. Simple Food Decorating Tips for the Kitchen Newbie | [Internet]. Psychologydegree.com. 2018 [cited 24 September 2018]. Available from: psychologydegree.com/simple-food-decorating-tips-for-the-kitchen-newbie
    3. Stewart P, Goss E. Plate shape and colour interact to influence taste and quality judgments. Flavour. 2013;2(1):27.
    Read More
WhatsAppp Asisten Maya saja