Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 1–10 of 160 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, saat ini tengah marak aplikasi bermain game online maupun media sosial yang digemari anak hingga dewasa. Tidak jarang anak-anak di rumah menjadi lebih sering bermain gadget dibandingkan menghabiskan waktu bersama keluarga.  Bagaimana cara mengatasi kecanduan gadget pada anak? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini […]

    Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

    dampak kecanduan game online di tengah pandemi

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, saat ini tengah marak aplikasi bermain game online maupun media sosial yang digemari anak hingga dewasa. Tidak jarang anak-anak di rumah menjadi lebih sering bermain gadget dibandingkan menghabiskan waktu bersama keluarga. 

    Bagaimana cara mengatasi kecanduan gadget pada anak? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Kecanduan Bermain Gadget Pada Anak

    Tercatat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Bogor sejak bulan Januari hingga Februari 2021 telah merawat 14 orang anak akibat kecanduan gadget. Sementara pada Januari hingga Desember 2020, sekitar 98 orang anak telah menjalani rawat jalan karena kecanduan gadget. 

    Menurut psikolog anak, Maryana, Mpsi, Psi mengungkapkan bahwa gadget bermanfaat untuk perkembangan anak namun perlu diatur penggunaannya supaya tidak mengalami kecanduan menatap layar baik gadget, tablet ataupun televisi.

    Ciri Kecanduan Bermain Gadget

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila anak mengalami beberapa gejala berikut yang menunjukan tanda mengalami kecanduan gadget, yaitu :

    • Perubahan mood,
    • Fokus pada internet dan media digital sehingga mengabaikan aktivitas lainnya.
    • Tidak dapat mengontrol waktu selama menggunakan gadget.
    • Butuh bermain game atau gadget untuk tetap merasa senang.
    • Mengabaikan tanggung jawab, misal sekolah, bekerja, dan lainnya.
    • Berusaha untuk mengurangi atau menghentikan bermain gadget, namun selalu gagal.
    • Membutuhkan waktu semakin lama untuk mendapatkan kepuasan saat bermain gadget maupun game online.
    • Menggunakan gadget dan game online untuk mengalihkan rasa sedih, marah, hingga kecewa.
    • Merasa sedih, cemas, gelisah saat tidak bermain gadget atau game online.
    • Memiliki masalah di sekolah baik dengan teman, guru, maupun orang tua karena penggunaan gadget dan game online.

    Baca Juga : Mencegah Kecanduan Game Online

    Dampak Anak Kecanduan Gadget

    Rata-rata anak yang memiliki hobi membaca ataupun hobi lainnya memiliki daya konsentrasi yang lebih baik, jika dibandingkan anak yang keranjingan bermain gadget. Terlebih saat ini marak konten, permainan, maupun tontonan yang kurang baik bagi anak dan memicu perilaku kekerasan atau bullying sehingga rentan diikuti anak. 

    Selain itu secara tidak langsung gadget dapat mengganggu kehidupan, misalnya mengalami gangguan tidur, menurunnya nafsu makan, kurangnya motivasi belajar, perilaku agresif dan kurangnya interaksi dengan orang lain.

    Tips Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

    Untuk membantu mengatasi kecanduan gadget, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut dirumah :

    • Orang tua harus tegas dan menentukan jadwal anak menggunakan gadget. Anak usia di bawah dua tahun sebaiknya tidak menggunakan gadget. Sementara anak berusia di atas dua tahun dapat dibatasi menggunakan gadget hanya satu jam sehari.
    • Buat jadwal aktivitas anak, misal jadwal menonton, belajar, maupun bermain.
    • Orang tua mencontohkan anak dengan membatasi penggunaan gadget selama dirumah, sebab anak umumnya mencontoh perilaku orang tua.
    • Ajak anak membuat daftar alasan untuk berhenti atau membatasi penggunaan gadget dan game online.
    • Hapus aplikasi game online maupun media sosial yang tidak dibutuhkan dari gadget.
    • Ajak anak melakukan kegiatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, misal berolahraga, memasak, maupun mendalami kegiatan keagamaan.
    • Berkonsultasi dengan Psikolog maupun Dokter Psikiater.

    Baca Juga : Maksimalkan Screen Time untuk Tumbuh Kembang si Kecil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips dalam mengatasi kecanduan gadget pada anak. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter melalui layanan Chat Dokter Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Septiani A. Seratusan Anak di Jabar Dirawat karena Kecanduan Gadget, Kenali Gejalanya [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2021 [updated 2021 Mar 20; cited 2021 June 14]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5500669/seratusan-anak-di-jabar-dirawat-karena-kecanduan-gadget-kenali-gejalanya 
    2. RS Awal Bros. Kecanduan Gadget, Empati Anak Berkurang [Internet]. Indonesia : RS Awal Bros; [cited 2021 June 14]. Available from : http://awalbros.com/kejiwaan/anak-kecanduan-gadget/
    3. Tyler M. What Does It Mean to Have a Technology or Video Game Addiction? [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 Mar 15; cited 2021 June 14]. Available from : https://www.healthline.com/health/addiction/gaming-and-technology#types 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini. Gejala Influenza Infeksi virus influenza pada tubuh […]

    Perlukah Anak Diberi Vaksin Influenza ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini.

    Gejala Influenza

    Infeksi virus influenza pada tubuh ditandai dengan demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung berair ataupun tersumbat, badan terasa nyeri, sakit kepala hingga tubuh terasa lemas.

    Komplikasi Influenza Pada Anak

    Rata-rata infeksi influenza pada anak berusia dibawah 5 tahun memerlukan penanganan medis sebab virus influenza dapat menyebabkan anak sakit hingga dirawat. Tercatat selama periode tahun 2019 hingga 2020 di Amerika Serikat, sebanyak 68,2% dari total 100.000 populasi anak telah menjalani perawatan akibat infeksi influenza. Beberapa komplikasi yang dapat dialami akibat infeksi virus influenza, yaitu :

    • Infeksi dan peradangan paru, misal pneumonia
    • Kekurangan cairan tubuh
    • Gangguan jangka panjang seperti asma
    • Gangguan sinus dan infeksi telinga
    • Gangguan otak, seperti ensefalopati

    Pentingnya Vaksin Influenza Bagi Anak

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Selain itu pemberian vaksin influenza pada anak terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, dapat menurunkan resiko komplikasi akibat influenza.

    Baca Juga : Seberapa Penting Vaksin Influenza

    Kapan Anak Diberikan Vaksin Influenza ?

    Vaksin influenza dapat diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan saat anak berusia 6 bulan keatas. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin influenza sebagai berikut :

    • Pada anak berusia 6-35 bulan, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,25 mL.
    • Pada anak berusia diatas 3 tahun, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,5 mL. 

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 Strain ke rumah 4-8 tahun

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Efek samping pasca pemberian vaksin influenza rata-rata bersifat ringan, seperti nyeri di bekas suntikan, nyeri otot, maupun demam. Jika keluhan berlanjut hingga lebih dari 3 hari, segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

    Sahabat Sehat, selain dengan memberikan vaksin influenza sebaiknya jaga kebersihan rumah dan beri asupan bergizi seimbang untuk mencegah infeksi influenza pada anak. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan vaksinasi untuk anak, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 strain ke rumah

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine for Flu Influenza [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2019 [updated 2019 Aug 2; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/flu.html
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Flu & Young Children [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2021 [updated 2021 May 6; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.cdc.gov/flu/highrisk/children.htm
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III) [internet]; 2015 [updated 2015 May 30; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii 
    Read More
  • Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Diare merupakan salah satu jenis penyakit tersering yang diderita anak. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa penyebab tersering diare pada anak berusia dibawah 5 tahun adalah infeksi Rotavirus.  Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Rotavirus ? Rotavirus merupakan salah satu […]

    Hati-Hati Diare Rotavirus Menyerang Anak Anda !

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Diare merupakan salah satu jenis penyakit tersering yang diderita anak. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa penyebab tersering diare pada anak berusia dibawah 5 tahun adalah infeksi Rotavirus. 

    Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rotavirus ?

    Rotavirus merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan diare maupun radang saluran cerna pada anak. Seringkali menginfeksi anak usia dibawah 5 tahun dan diperkirakan setiap anak berusia 3-5 tahun di dunia pernah terinfeksi Rotavirus. Infeksi Rotavirus dikaitkan dengan kurangnya higienitas, terbatasnya akses kesehatan, riwayat penyakit komorbid (misal malnutrisi) maupun akibat faktor lain.

    Rotavirus terdeteksi pada feses dalam 2 hari sebelum timbul gejala hingga 10 hari setelah gejala mereda. Virus dapat menyebar melalui kontak tangan-mulut, terutama jika kurang menjaga higienitas setelah menggunakan toilet. 

    Baca Juga : Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Gejala Akibat Infeksi Rotavirus

    Gejala mulai dirasakan dalam 2 hari setelah seseorang terinfeksi Rotavirus, ditandai dengan demam, nyeri perut, muntah dan diare. Perlu diwaspadai jika anak terlihat lemas, malas makan, demam, pucat, bibir kering, jarang buang air kecil, maka sebaiknya segera diperiksakan ke Dokter terdekat karena dikhawatirkan mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    Penanganan Dirumah

    Pada umumnya infeksi Rotavirus dapat membaik dengan sendirinya dalam 3-7 hari. Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa hal berikut dirumah :

    • Berikan air yang cukup untuk anak agar mencegah dehidrasi. 
    • Berikan makanan lunak seperti sup maupun bubur agar saluran pencernaan anak mudah mencerna makanan. 
    • Berikan makanan dengan jumlah sedikit namun sering, untuk mengurangi mual dan muntah.
    • Hindari memberikan makanan tinggi gula dan penyedap rasa karena dapat memperburuk diare.
    • Berikan obat-obatan sesuai petunjuk dokter

    Bagaimana Mencegah Diare Akibat Rotavirus ?

    Untuk mencegah infeksi Rotavirus, Sahabat Sehat sebaiknya menjaga kebersihan baik sebelum dan setelah menyajikan makanan serta setelah menggunakan toilet. 

    Selain itu, Sahabat Sehat dapat memberikan vaksin Rotavirus untuk anak yang merupakan salah satu cara melindungi anak dari infeksi Rotavirus. Diperkirakan 9 dari 10 orang anak yang telah mendapatkan vaksin, terlindungi dari penyakit Rotavirus.

    Produk Terkait : Imunisasi Rotavirus ke rumah 1 kali suntik

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin Rotavirus. Vaksin Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis dengan pemberian dosis pertama pada bayi berusia 6-14 minggu, dosis kedua diberikan setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosis ketiga diberikan maksimal pada bayi berusia 8 bulan.

    Vaksin Rotavirus jenis Rotarix diberikan sebanyak 2 dosis dengan dosis pertama diberikan pada bayi berusia 10 minggu dan dosis kedua diberikan pada saat bayi berusia 14 minggu (maksimal diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan).

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai infeksi Rotavirus yang seringkali menyebabkan diare pada anak. Sebagai pencegahan infeksi Rotavirus, Sahabat Sehat dapat memanfaatkan layanan vaksinasi kerumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Rotavirus ke rumah

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. MayoClinic. Rotavirus [internet]. USA : MayoClinic; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/symptoms-causes/syc-20351300#:~:text=Rotavirus%20is%20a%20very%20contagious,extra%20fluids%20to%20prevent%20dehydration.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Rotavirus Vaccination [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/index.html
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III) [internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia; [cited 20 Mei 2021]. Available from : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii 
    Read More
  • Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita […]

    8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

    Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita bahas mengenai vaksin PCV.

    Baca Juga: Apa Saja Fungsi Vaksin PCV?

    Pengertian Vaksin PCV

    Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Pneumokokus atau biasa disebut juga Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri ini masuk kategori yang berbahaya karena cepat masuk kedalam sirkulasi darah dan tentunya merusak selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Pneumokokus adalah bakteri, sama menakutkan seperti halnya virus.

    Vaksin PCV dibuat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri tersebut dengan cara memasukkan vaksin ke dalam imun tubuh, mengingat bakteri ini mudah sekali menyerang dan sangat cepat maka diatasi dengan membekali imun dengan antivirusnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PC-13 ke Rumah untuk Dewasa

    Penelitian menjelaskan bahwa beberapa anak dan bayi yang usianya masih dibawah 2 tahun bisa menjad pembawa bakteri aktif dan masuk ke dalam saluran pernafasan mereka, setelah itu bisa menularkan ke manusia lainnya baik ke anak-anak kembali atau ke orang dewasa. Sehingga disimpulkan bahwa bayi atau anak yang berusia 0 bulan hingga 2 tahun berisiko tinggi terkena Pneumonia.

    Pemberian imunisasi PCV

    Setelah membahas mengenai pengertian dan fungsi, selanjutnya adalah aturan pemberian vaksin yang bisa Sobat pelajari, meskipun nantinya akan diarahkan oleh dokter anak ataupun dokter yang ada di puskesmas. Aturannya yaitu :

    • <6 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 6-12 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 2 kali, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 12-24 bulan: diberikan dasar 2 kali, tidak perlu penguat (booster).
    • >24 bulan: diberikan hanya 1 kali.

    Jika Sobat sudah tahu mengenai aturannya, berikut ini penjelasan dua jenis vaksin pneumokokus yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diberikan berdasarkan keamanan untuk anak serta kemungkinan bakteri tersebut menyebar di Indonesia.

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 13) berisi 13 serotype Vaksin PCV ini aman dan dapat diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan bersamaan dengan vaksin BCG namun hanya harinya saja yang berbeda.
    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PCV 23) berisi 23 serotype Vaksin ini aman diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun.

    Lalu, bagaimana jika anak Sobat memiliki jadwal lain dalam imunisasi? tenang saja, adanya vaksin PCV tidak mengganti atau menghapus jadwal imunisasi lainya.

    Sahabat tetap bisa konsultasi dan mengatakan pada dokter bahwa ingin melakukan imunisasi tambahan PCV sehingga dokter bisa membuat rentang kartunya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PCV ke rumah untuk Anak

    8 Alasan Mengapa Anak Perlu Vaksin PCV

    Meskipun bukan vaksin yang dipromosikan pemerintah dan wajib, tetapi banyak orang tua bertanya apakah PCV ini wajib dan dibutuhkan. Berikut ini 8 alasan mengapa anak perlu di vaksin PCV. Apa saja ?

    1. Menghindari Wabah

    Pertama tentu saja mengurangi wabah yang bisa terjadi di Indonesia. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pneumokokus merupakan bakteri yang bisa menyebar hanya melalui bersin, cairan dan juga udara. Jelas jika ada yang terjangkit maka kemungkinan akan bertambah pasien lainnya menjadi lebih tinggi.

    2. Mencegah Kematian

    Kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan kapan Pneumokokus ini menyerang. Sebagai orang awam bahkan kita tidak pernah tahu bentuk penyakit dan bakterinya seperti apa. Hal seperti ini menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai pencegah kematian karena pneumokokus ini bisa menyebabkan radang selaput otak sampai permasalahan pernafasan yang bisa menyebabkan gagal nafas bahkan pada anak sekalipun.

    3. Mencegah Kecacatan

    Selanjutnya, vaksin PCV dapat mencegah kecacatan yang terjadi pada anak atau bayi. Meskipun beberapa kasus pneumokokus menyebabkan pasien langsung meninggal bahkan tidak memiliki kesempatan hidup lama.

    Namun, beberapa kasus lagi meninggalkan masalah bagi bayi atau anak yaitu gangguan pada perkembangannya. Mereka harus tumbuh dalam bayang-bayang kecacatan.

    Jelas bagi sebagian orang tua hal ini sulit diatasi dan tentu saja membebani mereka baik fisik maupun mental. Tidak ada yang ingin anaknya berubah menjadi cacat khususnya karena bakteri yang tidak diketahui kapan dan dimana menyerangnya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19?

    4. Infeksi Mendadak

    Sobat tidak pernah tahu bahwa pneumokokus ternyata berada di lingkungan sekitar Sobat, bakteri ini menyerang secara mendadak dan menakutkan. Hal tersebut juga berlaku bagi petugas medis, mereka harus melewati serangkaian tes untuk memastikan apakah anak terkena penyakit PCV atau tidak.

    5. Mudah Menular

    Sama seperti menghindari wabah, PCV ini mudah menular bahkan yang bukan anak-anak sekalipun bisa langsung tertular. Mereka yang melakukan kontak fisik jelas akan mendapatkan efek sampingnya, meskipun masing-masing imun tubuh orang berbeda-beda.

    6. Komplikasi yang menakutkan

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memberikan masalah lain yang nantinya. Seperti halnya komplikasi pada organ lainnya yang justru memperparah kondisi anak-anak yang terserang PCV.

    Mereka harus berjuang melawan penyakit yang sulit untuk dilawan hanya karena tidak melakukan vaksinasi. Komplikasi pneumokokus yang paling sering adalah radang selaput otak (meningitis) dan menyebarnya bakteri ke dalam darah (bakteremia).

    7. Anak Bebas dan terlindungi

    Anak yang sudah diberikan vaksin PCV jelas lebih bebas melakukan berbagai hal dan bisa bermain kemana dan dimana saja.

    Termasuk ke luar negeri sebagai tempat yang kurang tahu kebersihan dan juga kondisi lingkungannya. Jika sudah vaksin tidak perlu khawatir lagi bukan?

    8. Merugikan fisik dan Mental

    Fisik dan mental merupakan hal yang paling terkuras baik dari sisi anak maupun orang tua. Sobat harus mengurus mereka yang terkena penyakit PCV dan mengeluarkan banyak biaya serta tenaga. Tentu kita tahu kesehatan mahal harganya bukan?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sudah jelas, kan kenapa kita harus memberikan anak vaksin PCV. Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Segera lakukan vaksinasi PCV di layanan kesehatan setampat atau juga bisa dengan memesan layanan di Prosehat yang bisa datang ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

    Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah.

    Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    2. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2

    Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    3. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar.

    Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    4. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami.

    Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    5. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3

    Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    6. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    7. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat.

    Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya. Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui? Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan […]

    Menu Makanan Anak Selama Berpuasa, Perhatikan Gizi dan Nutrisinya!

    Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya.

    menu makanan anak selama berpuasa

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan terserang penyakit. Sahabat Sehat, mari simak menu makanan sehat bagi anak selama berpuasa!

    Menu Makanan Sehat Saat Sahur

    Menu makanan saat sahur perlu diperhatikan agar mencukupi energi yang dibutuhkan anak untuk beraktivitas seharian.

    Menu yang disarankan saat sahur sebaiknya meliputi buah, sayur, susu, sumber karbohidrat (nasi, beras merah, roti, jagung), serta sumber protein (ikan, telur, daging, tahu, dan tempe) untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    Anak juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dikukus dan ditumis serta hindari makanan gorengan. Sajikan menu makanan yang bervariasi agar anak tidak mudah bosan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Pilih sumber makanan dengan indeks glikemik rendah seperti beras merah, ubi rebus, pisang, apel, jeruk, dan kacang hijau yang mampu memberikan rasa kenyang yang lama sehingga anak tidak mudah merasa lapar saat berpuasa.

    Menu Makanan Sehat Saat Berbuka Puasa

    Berbuka puasa tentu merupakan momen yang ditunggu saat berpuasa, karena Sahabat Sehat dapat mengisi kembali energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Oleh sebab itu, Sahabat tentunya juga perlu memperhatikan menu makanan yang bergizi bagi anak saat berbuka puasa.

    Berikanlah menu makanan sehat seperti kurma, kolak hangat, puding, ataupun segelas susu yang mengandung gula. Hindari memberikan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan sebab ternyata kurang baik bagi kesehatan anak.

    Untuk hidangan utama, Sahabat Sehat dapat memilih menu karbohidrat yang dilengkapi dengan protein dan serat. Pilihlah jenis makanan yang disukai anak agar anak semakin lahap menyantap menu berbuka puasa.

    Untuk menu makanan penutup, Sahabat Sehat dapat menambahkan beberapa potong buah segar yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin tubuh.

    Apabila anak masih merasa lapar beberapa jam setelah berbuka puasa, berikanlah camilan sehat seperti cookies buah dan yogurt yang kaya serat.

    Produk Terkait: Jual Hilo Teen Yoghurt Banana 250 gram

    Tips Agar Anak Tidak Kekurangan Nutrisi di Bulan Puasa

    Agar anak tidak kekurangan nutrisi selama menjalani ibadah puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan hal-hal berikut:

    • Penuhi kebutuhan kalori anak saat sahur dan berbuka. Kebutuhan kalori ini dapatberbeda-beda tergantung umur. Misal, anak umur 7 tahun kebutuhan kalori hariannya sebesar 1.200-1.600.
    • Informasikan pada anak apabila saat berpuasa merasakan pusing berkunang-kunang, segera beritahu orang tua dan minum segelas air putih.
    • Beritahu anak untuk tidak memaksakan diri berpuasa seharian jika tubuh terasa lemas.
    • Perhatikan asupan nutrisi anak saat berpuasa agar tetap dapat beraktivitas seperti biasanya.

    Sahabat Sehat, itulah berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika anak mulai belajar berpuasa. Sahabat Sehat perlu memperhatikan asupan nutrisi bagi anak agar tetap aktif seharian.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan menu makanan sehat serta suplemen kesehatan di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ini Menu Sehat untuk Anak saat Berpuasa, Yuk Coba! [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/anak-berpuasa-perhatikan-menu-sahur-dan-berbukanya/
    2. 7 Menu Buka Puasa Sehat untuk Si Kecil – seruni.id [Internet]. seruni.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://seruni.id/7-menu-buka-puasa-sehat-untuk-si-kecil/
    Read More
  • Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya. Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

    nutrisi puasa bagi anak

    Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya.

    Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro, seperti vitamin dan mineral

    Penyerapan nutrisi yang baik bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal dan tidak lemas, meskipun anak sedang belajar berpuasa. Berikut nutrisi puasa bagi anak:

    Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan nutrisi puasa bagi anak yang penting karena memiliki sumber energi utama di dalam tubuh. Biasanya makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih lama dicerna, sehingga energi tetap bisa stabil sepanjang hari. Contohnya adalah nasi merah, kentang, sereal gandum, roti gandum, dan lain sebagainya.

    Protein

    Protein juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang sudah mulai berpuasa, karena ini termasuk zat utama pembangun tubuh yang membantu pembentukan otot, memproduksi hormon, memperkuat tulang, serta mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.

    Selain itu, protein  berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Jika anak kekurangan protein, akan mengakibatkan anak menjadi mudah lelah serta memiliki daya tahan tubuh yang buruk. Contoh makanan sehat yang mengandung protein adalah daging tanpa lemak, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    Lemak

    Selain karbohidrat dan protein, lemak juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang berpuasa karena merupakan sumber energi yang dapat disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Tapi perhatikan, lemak itu ada dua jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Nah, sebaiknya anak diberikan makanan dari sumber lemak yang tidak jenuh seperti alpukat, minyak zaitun, ikan, dan kacang-kacangan.

    Vitamin A

    Vitamin dan mineral merupakan jenis dari nutrisi mikro yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah vitamin A, yang selain baik untuk mata juga berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Vitamin ini terkandung dalam minyak ikan, hati sapi, hati ayam, kuning telur, wortel, mentega, bayam, labu kuning, ubi jalar, kangkung, dan sebagainya.

    Vitamin C

    Guna menunjang daya tahan tubuh selama anak puasa, Vitamin C memiliki penting bagi anak yang berpuasa. Bahkan, tidak hanya saat berpuasa, vitamin ini juga disarankan untuk dikonsumsi saat masa pemulihan pasca sakit karena peran pentingnya dalam meningkatkan daya tahan tubuh tersebut. Sumber vitamin C terbaik bisa ditemukan dalam jambu biji dan juga jeruk.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin E

    Vitamin E merupakan nutrisi penting juga bagi anak karena besifat sebagai antioksidan serta berfungsi untuk melawan infeksi dalam tubuh.

    Vitamin ini bisa diperoleh dari brokoli, bayam, kacang almond, kedelai, biji bunga matahari, mangga, kiwi, alpukat, dan lainnya.

    Zinc

    Zinc yang banyak terkandung dalam daging, produk susu, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian ini merupakan nutrisi penting yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak. Selain itu, mineral jenis ini juga diperlukan untuk proses penyembuhan luka, pembekuan darah, fungsi tiroid, serta fungsi organ lain di dalam tubuh.

    Bila anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa, maka bisa saja mengakibatkan gejala seperti mulut kering, mata terlihat cekung, kulit kering dan dingin, mengeluh pusing, mudah marah, lesu, dan sulit konsentrasi.

    Jangan Lewatkan Sahur

    Bagi anak yang ingin berpuasa, sebaiknya jangan melewatkan sahur karena di waktu inilah tubuh dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan di bulan puasa, sahur memiliki peran yang sama pentingnya dengan sarapan di hari biasa.

    Saat sahur, tubuh anak akan mendapat pasokan bahan bakar yang dibutuhkan sebagai bekal nutrisi puasa bagi anak dalam satu hari. Pemilihan menu yang mengandung nutrisi juga perlu diperhatikan saat makan sahur.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

    Walaupun makan sahur tidak seenak saat berbuka puasa, karena pastinya anak masih mengantuk, maka sebagai orangtua, Sahabat Sehat bisa menyiapkan menu sehat dengan nutrisi puasa bagi anak yang memang disukainya.

    Jadi sebaiknya cobalah untuk membuat makanan kesukaannya agar membuat nafsu makan anak lebih baik di kala sahur.

    Cara lainnya yang bisa dicoba juga adalah mengajak anak saat berbelanja, memasak, dan menyiapkan menu buka puasa ataupun sahur.

    Karena anak biasanya akan lebih bersemangat untuk makan apabila mereka terlibat di dalamnya. Tentunya, orangtua juga harus memberi pengetahuan nutrisi puasa bagi anak, yang cocok dikonsumsi oleh anak selama berpuasa.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah tahu kan nutrisi puasa bagi anak yang harus terpenuhi apa saja. Semoga bisa diterapkan di kehidupan Sahabat Sehat, ya! Agar puasa anak bisa menjadi maksimal lagi. Semoga ibadah puasa tahun ini, tetap bisa berjalan lancar walaupun kita semua masih berada di kondisi pandemi Covid-19.

    Ingin konsultasi kesehatan anak berpuasa? Manfaatkan layanan chat dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Gaya hidup. 2021. 5 Nutrisi Penting Selama Puasa di Tengah Pandemi. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413060756-255-629060/5-nutrisi-penting-selama-puasa-di-tengah-pandemi> [Accessed 25 April 2021].
    2. unimus.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-srisulastr-5283-2-bab2.pdf> [Accessed 25 April 2021].
    3. Media, K., 2021. Nutrisi yang Diperlukan Anak Selama Berpuasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/14/200000768/nutrisi-yang-diperlukan-anak-selama-berpuasa?page=all> [Accessed 25 April 2021].
    4. com. 2021. 5 Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Saat Puasa Ramadan. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233012/5-cara-memenuhi-kebutuhan-gizi-anak-saat-puasa-ramadan#> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja