Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 101–110 of 275 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Penting bagi orang tua untuk meningkatkan rasa percaya diri anak sejak dini. Tujuannya tentu agar anak dapat berkembang dengan baik. Ya, anak yang pemalu akan cenderung pasif dan tidak bisa mengeluarkan ide-ide hebat yang ada di pikirannya. Para pakar psikologi menyebutkan bahwa anak […]

    7 Cara Terbaik Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Pemalu

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Agar Lebih Berani dan Ekspresif Dalam

    Penting bagi orang tua untuk meningkatkan rasa percaya diri anak sejak dini. Tujuannya tentu agar anak dapat berkembang dengan baik. Ya, anak yang pemalu akan cenderung pasif dan tidak bisa mengeluarkan ide-ide hebat yang ada di pikirannya.

    Para pakar psikologi menyebutkan bahwa anak yang kurang percaya diri akan merasa enggan mencoba hal baru sebab takut merasa gagal dan khawatir akan mengecewakan orang lain. Padahal keberanian untuk mencoba hal-hal baru adalah kunci kesuksesan di zaman seperti sekarang ini. Sahabat Sehat, bagaimana cara membangun kepercayaan diri Si Kecil sejak dini? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

    Pada dasarnya anak mempelajari situasi di sekelilingnya. Sifat pemalu pada dasarnya terbentuk sejak dini akibat melihat situasi yang ada. Oleh sebab itu, agar anak memiliki keberanian dan rasa percaya diri maka sebagai orang tua harus merangsangnya sejak dini.

    Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak antara lain:

    Biasakan Si Kecil Bertemu Banyak Orang

    Anak yang tidak terbiasa bertemu dengan orang asing akan cenderung pemalu dan kesulitan untuk bersosialisasi. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat bisa lebih membiasakan Si Kecil untuk bertemu dengan orang-orang seusianya maupun yang jauh lebih tua darinya. Semakin banyak dia bertemu dan mampu berinteraksi maka rasa percaya dirinya akan semaking meningkat.

    Pada mulanya mungkin dia hanya akan berani bertemu orang ketika Sahabat Sehat ada di sampingnya, tetapi secara perlahan-lahan Sahabat Sehat juga harus mencoba agar dia berani bertemu orang lain dan mampu berbincang dengan orang lain tanpa Sahabat Sehat dampingi. Namun pastikan hal ini dilakukan tetap dengan pengawasan.

    Beri Si Kecil Motivasi

    Si Kecil mungkin memiliki sifat pemalu karena takut mengecewakan Sahabat Sehat sebagai orang tuanya. Hal ini kerap terjadi karena pola asuh dengan kalimat-kalimat seperti “nanti mama nangis loh”, “nanti mama marah loh”, dan berbagai kalimat yang sebenarnya mengancam perasaan si kecil.

    Alih-alih memberikannya ancaman yang membuatnya takut mengecewakan orang tua, Sahabat Sehat bisa mulai memberikannya motivasi. Motivasi berperan dalam meningkatkan usaha Si Kecil dalam mencapai keinginannya. Sembari mengajak Si Kecil bermain, Sahabat Sehat sebaiknya mengucapkan kalimat positif yang dapat memberi motivasi Si Kecil seperti “Ayo kakak pasti bisa”. Apabila Si Kecil sering mendengarkan kalimat positif, maka dapat meningkatkan rasa kepercayaan dirinya.

    Ajari Si Kecil Bersyukur

    Meski Sahabat Sehat sibuk menjalani aktivitas sehari-hari, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk mengajak Si Kecil berbicara dari hati ke hati. Bagi anak yang mulai beranjak remaja, kerap kali muncul rasa kurang percaya diri dengan kondisi fisiknya. Dengan belajar bersyukur, Si Kecil mulai menumbuhkan rasa percaya diri terhadap semua yang dimiliki saat ini.

    Tingkatkan Pertumbuhan Fisiknya

    Tidak dapat dipungkiri bahwa cepat atau lambat seorang anak akan menghadapi realita dunia. Beberapa orang akan menilai orang lain secara fisik dan membully yang terlihat jauh lebih lemah. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri anak harus diiringi dengan kondisi fisik yang baik. Caranya tentu dengan memberikannya asupan makanan bergizi seimbang dan multivitamin.

    Selain memberikannya makanan bergizi seimbang, pola hidupnya juga harus diperhatikan dengan baik. Mulai dari kecukupan istirahat, dan jadwal untuk berolahraga. Dengan fisik yang baik dan diperhatikan dengan baik sejak dini, otomatis rasa percaya diri anak akan meningkat.

    Berikan Bekal Ilmu dan Pendidikan yang Baik

    Ketika Si Kecil memiliki pengetahuan yang luas, dia akan lebih mudah bersosialisasi. Namun bukan berarti Si Kecil harus dipaksa mengikuti berbagai jenis les atau kursus yang tidak dia sukai. Cobalah Sahabat Sehat mencari tahu kegiatan apa yang dia sukai dan tawarkan dia untuk mengikuti les atau kursus tersebut.

    Kegiatan-kegiatan tersebut akan membuatnya menimba ilmu sembari mendapatkan banyak teman yang dapat membantunya mengembangkan minatnya selama ini. Hal ini akan sangat membantunya mengembangkan rasa percaya diri dan menghindarkan dirinya dari sifat penyendiri, pemalu, dan pemurung.

    Jadilah Pendengar dan Pemberi Solusi yang Baik

    Saat Si Kecil meminta perhatian, cobalah untuk mendengarkan dan menanggapi Si Kecil. Jika Sahabat Sehat acuh dan mengabaikan Si Kecil, hal ini dapat menimbulkan rasa kecewa dan tidak berharga.

    Selain itu, mungkin ada beberapa hal yang Sahabat Sehat lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak namun sebenarnya dia sangat tidak menyukainya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk semakin terbuka dengan Si Kecil mengenai keluh kesahnya. Cobalah untuk bukan menjadi penasihat bagi Si Kecil, namun menjadi solusi untuk tiap masalah atau kegundahan yang Si Kecil alami.

    Sebagi contoh, Si Kecil mungkin tidak berani untuk datang ke sekolah jika tidak ditemani oleh orang tuanya. Solusi untuk masalah ini bukanlah dengan memberikannya nasihat pentingnya sekolah dan hal-hal semacam itu. Sahabat Sehat harus mulai mencoba menjadi solusi dan menanyakan mengapa dia takut. Ketika dia menceritakan bahwa dia takut pada temannya yang snakal, Sahabat Sehat dapat menawarkan solusi seperti akan datang ke sekolah dan melaporkan anak nakal tersebut agar dimarahi oleh wali kelasnya.

    Disiplinkan Si Kecil Dengan Hormat

    Mengajarkan Si Kecil ikut melakukan pekerjaan rumah tangga dapat membantu mengasah rasa tanggung jawab Si Kecil. Jika Si Kecil melakukan kesalahan atau melanggar aturan, berikan konsekuensi yang wajar atas pelanggaran yang dilakukan tanpa memarahi secara berlebihan. Mendisiplinkan Si Kecil tanpa amarah akan membuat Si Kecil tumbuh percaya diri.

    Dalam mendisiplinkan anak, pastikan untuk melakukannya dengan menghargai perasaan Si Kecil. Misalnya Si Kecil ingin menyiapkan makanan untuk Sahabat Sehat sebagai orang tuanya, namun tanpa sengaja dia menjatuhkan piring. Sebagai bentuk mendisiplinkan Si Kecil sebaiknya tidak dengan memarahinya. Agar dia belajar tanggung jawab, ajak dia membantu membersihkan piring pecah dengan memintanya ambilkan sapu dan pengki. Setelah Sahabat Sehat membersihkan semua pecahan kaca, mintalah dia ambilkan lagi piring, dan puji dia ketika membawakan Sahabat Sehat piring tersebut.

    Menghargai Pilihan Si Kecil

    Sebagai orang tua, pastinya Sahabat Sehat memiliki harapan yang tinggi terhadap Si Kecil. Meskipun begitu, Sahabat Sehat tidak dianjurkan memaksakan kehendak dan mengatur hidup nya. Berikan Si Kecil kebebasan dalam berekspresi dan menentukan pilihan agar melatih tanggung jawab serta rasa percaya diri.

    Cara termudah agar menjadikan si kecil lebih percaya diri misalnya ketika mengajak dia berjalan-jalan. Tanyakan kepadanya jalan mana yang harus Sahabat Sehat dan Si Kecil lalui bersama. Berikan dia kesempatan memimpin dan menentukan pilihan. Dengan cara ini, rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinannya dapat tumbuh dengan baik.

    Minta Si Kecil Memimpin Doa

    Untuk membuat Si Kecil berani dan lebih percaya diri, Sahabat Sehat bisa memintanya untuk memimpin doa. Misalnya ketika doa sebelum dan setelah makan, doa berbuka puasa, ataupun doa sebelum dan setelah bangun tidur. Selain meningkatkan kesehatan spiritualnya, cara ini juga meningkatkan rasa percaya dirinya dan kemampuannya untuk membangun kata yang terstruktur baik.

    Nah, itulah berbagai tips meningkatkan rasa percaya diri anak yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan terkait kondisi Si Kecil, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kapanewon Wates. Peran Orang Tua Dalam Membangun Rasa Percaya Diri Anak [Internet]. Indonesia : Kapanewon Wates. 2019 [updated 2019 Oct 28; cited 2021 Aug 10].
    2. Rahmadani A. Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Tidak Percaya Diri [Internet]. Indonesia : Generasi Maju. 2020 [updated 2020 Jul 02; cited 2021 Aug 10].
    3. theAsianparent.17 Cara untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak [Internet]. Indonesia:  theAsianparent Indonesia; [cited 2021 Aug 10].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Umumnya gejala tipes pada anak berupa nafsu makan menurun dan disertai demam. Gejala tipes atau demam typhoid ini harus segera diatasi. Jika dibiarkan, komplikasi serius pada pencernaan anak bisa saja terjadi. Contoh komplikasi yang sering dialami, yaitu peradangan dan luka pada saluran cerna akibat infeksi bakteri Salmonella typhi […]

    Penyebab Gejala Tipes Pada Anak Serta Cara Mengobatinya

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Gejala Tipes Pada Anak yang Wajib Diketahui Oleh Semua Orang Tua

    Umumnya gejala tipes pada anak berupa nafsu makan menurun dan disertai demam. Gejala tipes atau demam typhoid ini harus segera diatasi. Jika dibiarkan, komplikasi serius pada pencernaan anak bisa saja terjadi. Contoh komplikasi yang sering dialami, yaitu peradangan dan luka pada saluran cerna akibat infeksi bakteri Salmonella typhi pada lapisan usus.

    Ya, tipes atau biasa disebut tifus adalah salah satu penyakit yang kerap kali dialami Si Kecil. Tipes biasa juga disebut demam tifoid merupakan salah satu jenis penyakit yang sering terjadi di negara berkembang. Saat terkena tipes, Si Kecil mungkin mengalami demam, nafsu makan menurun, dan keluhan lainnya. Nah Sahabat Sehat, apa saja tanda jika Si Kecil terserang tipes? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Tipes

    Tipes disebabkan akibat infeksi bakteri Salmonella typhi, yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar feses penderita tipes. Bakteri Salmonella dapat ditemukan pada feses dan urin penderita tipes.

    Biasanya tipes terjadi di negara-negara berkembang yang memiliki sanitasi dan aturan mengenai kebersihan yang buruk. Penyakit ini bisa ditularkan antar manusia dan seringkali menyerang anak-anak. Salah satu media penyebaran tipes adalah melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri Salmonella yang kemudian dibeli anak ketika dia jajan.

    Gejala Tipes Pada Anak

    Sebagai orang tua, Sahabat Sehat harus memperhatikan kondisi kesehatan Si Kecil. Sahabat Sehat perlu untuk sensitif terhadap kesehatan anak. Ada beberapa tanda yang menjadi gejala si kecil mengalami tipes.

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa keluhan yang menjadi gejala tipes pada anak, yaitu :

    • Suhu badan mencapai lebih dari 38 derajat Celcius
    • Demam yang berlangsung hingga 1 minggu, dan cenderung pada sore hari.
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Diare, atau pun sembelit
    • Perut kembung

    Keluhan umumnya dapat membaik dalam 3-4 minggu, namun jika stamina tubuh kurang baik maka proses pemulihan dapat berjalan lebih lambat. Namun tentunya Sahabat Sehat tidak ingin menunggu Si Kecil mengalami tipes hingga hampir 1 bulan lamanya. Oleh sebab itu, jika menemukan gejala tipes pada anak maka sebaiknya segera periksakan ke dokter.

    Komplikasi Atau Dampak Buruk Akibat Tipes

    Komplikasi sangat mungkin terjadi, terutama jika penanganan terlambat diberikan. Komplikasi akibat tipes perlu diwaspadai pada akhir minggu kedua demam atau awal minggu ketiga. Contoh komplikasi yang sering dialami, yaitu peradangan dan luka pada saluran cerna akibat infeksi bakteri Salmonella typhi pada lapisan usus.

    Komplikasi lainnya akibat tipes adalah kekurangan cairan tubuh, terutama jika Si Kecil malas minum serta muntah terus menerus. Demam turut beresiko mengakibatkan kejang demam pada anak balita.

    Gejala tipes juga menyababkan anak malas makan sehingga tentunya tubuhnya akan kekurangan gizi serta nutrisi. Hal ini tentunya membuat pertumbuhan Si Kecil akan terhambat. Tidak heran, jika anak yang menderita tipes akan terlihat kurus, mudah lemas, dan sulit berkonsentrasi.

    Cara Mencegah Tipes pada Anak

    Karena tipes dapat mengganggu pertumbuhan anak, maka dari itu Sahabat Sehat perlu melakukan pencegahan. Sebagai orang tua, Sahabat Sehat dapat mencegah tipes pada anak dengan cara:

    Mengajarkan Anak Mencuci Tangan

    Ajarkan anak kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah makan, setelah bermain, dan setiap habis dari toilet. Jika memang habis bermain dari luar rumah, ada baiknya juga untuk mengajarkan anak mencuci kaki, bahkan membiasakan mereka mandi setelah bermain di luar.

    Jaga Kebersihan Rumah dan Toilet

    Kebersihan rumah dan toilet sangatlah penting. Bakteri Salmonella biasa ada pada tempat-tempat yang kotor dan sanitasi yang buruk. Oleh sebab itu, kegiatan menyapu, mengepel, membuang sampah, dan membersihkan toilet secara berkala perlu dilakukan.

    Sebagai orang tua mungkin Sahabat Sehat terkena bakteri Salmonella, namun tidak sadar terjangkit bakteri tersebut karena daya tahan tubuh kuat sehingga gejala tipes tidak muncul. Sayangnya, jika Sahabat Sehat tidak menjaga kebersihan rumah dan toiler, bakteri Salmonella tersebut dapat menyebar dari orang tua ke anak.

    Jaga Kebersihan Makanan dan Minuman

    Sahabat Sehat perlu memastikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan untuk Si Kecil. Masak makanan hingga matang, dan selalu mencuci tangan baik sebelum dan sesudah menyajikan makanan.

    Jika membeli buah, ada baiknya untuk mencuci terlebih dahulu buah tersebut hingga bersih. Selain itu, pastikan Sahabat Sehat membeli buah yang dalam keadaan segar, bersih, dan tidak memiliki rasa yang berbeda dari seharusnya.

    Hindari Jajan Sembarangan

    Jika Sahabat Sehat membeli makanan, sebaiknya pastikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu kebiasaan anak adalah jajan dari pedagang yang lewat di pinggir jalan. Pastikan untuk melihat higienitas makanan yang dijual. Jika ragu pada higienitas makanan tersebut sebaiknya memberikan nasihat pada Si Kecil untuk tidak membeli makanan tersebut.

    Memberikan Imunisasi Tifoid

    Imunisasi tifoid dapat mulai diberikan pada saat Si Kecil berusia 24 bulan keatas, dan diulang setiap 3 tahun sekali. Dengan imunisasi ini, tubuh si kecil akan siap jika terserang bakteri Salmonella sehingga tubuh tidak gampang jatuh sakit, lebih kebal, dan proses penyembuhan jadi jauh lebih cepat.

    Pengobatan Jika Ada Gejala Tipes Pada Anak

    Tipes pada anak harus segera diatasi karena mempengaruhi pertumbuhan anak. Jika Sahabat Sehat menemukan gejala tipes, segera lakukan beberapa langkah berikut ini:

    1. Segera periksakan ke dokter untuk melihat apa penyakit yang sedang dialami Si Kecil
    2. Minta Si Kecil untuk melakukan istirahat total
    3. Beri kompres hangat untuk menurunkan demam
    4. Beri makanan dengan kalori dan protein tinggi, contohnya adalah bubur saring
    5. Beri minum untuk mencegah dehidrasi pada anak
    6. Berikan obat penurun demam seperti parasetamol
    7. Hanya berikan obat untuk mengatasi tipes setelah mendapatkan resep dokter

    Biasanya demam karena tipes akan sembuh setelah 7 hari. Namun bukan berarti tipes telah sembuh total. Tipes pada anak bersifat kambuhan. Ada kemungkinan bakteri penyebab tipes dalam kondisi dorman (tidur) di dalam tubuh. Jika kekebalan tubuh menurun maka bakteri dapat aktif kembali dan menyebabkan Si Kecil kembali mengalami tipes.

    Oleh sebab itu, kebersihan harus terus dijaga, daya tahan tubuh Si Kecil harus diperhatikan. Berikan dia makanan cukup nutrisi, gizi, dan vitamin. Selain itu, ajak Si Kecil berolahraga secara teratur, hindarkan dia dari kebiasaan buruk seperti tidur terlalu larut secara bermain game berlebihan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tanda dan gejala tipes pada anak beserta cara mencegahnya, serta pengobatan yang perlu dilakukan. Salah satu cara untuk menghindari tipes adalah dengan pemberian vaksin tifoid. Jika Sahabat Sehat berminat mendapatkan vaksin tifoid, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal Demam Tifoid [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2016 [cited 2021 Aug 14].
    • Dowshen S. Typhoid Fever [Internet]. USA : Nemours Kids Health. 2017 [updated 2017 Oct; cited 2021 Aug 14].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya cara menambah tinggi badan anak itu mudah. Kuncinya adalah sabar dan konsisten, serta mau mengikuti petunjuk ahli kesehatan. Dengan demikian, anak bisa tumbuh tinggi dengan bentuk fisik yang ideal. Ya, banyak kasus orang tua yang ingin membuat anaknya tinggi  namun akhirnya tubuh anak terlalu kurus, atau tulang-tulangnya […]

    Panduan Cara Menambah Tinggi Badan Anak Menurut Para Ahli

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Menambah Tinggi Badan Anak Akan Berhasil Jika Didukung Peran Serta Orang Tua

    Sebenarnya cara menambah tinggi badan anak itu mudah. Kuncinya adalah sabar dan konsisten, serta mau mengikuti petunjuk ahli kesehatan. Dengan demikian, anak bisa tumbuh tinggi dengan bentuk fisik yang ideal. Ya, banyak kasus orang tua yang ingin membuat anaknya tinggi  namun akhirnya tubuh anak terlalu kurus, atau tulang-tulangnya menjadi lemah sehingga mudah lelah.

    Tinggi badan anak memang menjadi indikator asupan gizi dan nutrisi anak. Selain faktor asupan gizi dan nutrisi, tinggi badan Si Kecil dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti keturunan dari orang tua, aktivitas fisik, serta asupan gizi nya sehari-hari. Lantas bagaimana membuat anak menjadi lebih tinggi jika saat ini badannya terlihat lebih pendek dari teman-temannya? Yuk simak jawabannya!

    Cara Menambah Tinggi Badan Anak

    Mungkin Sahabat Sehat pernah mendapatkan iklan obat penambah tinggi badan anak secara cepat. Obat tersebut tampak menjanjikan karena testimoni yang begitu hebat serta meyakinkan. Namun sebenarnya kebanyakan obat yang diiklankan tersebut sangat tidak direkomendasikan. Alasan pertama adalah karena kebanyakan obat tersebut tidak berizin. Alasan kedua tentu karena efek samping dari obat tersebut cenderung membahayakan kesehatan anak.

    Oleh sebab itu, cara terbaik menambah tinggi badan anak yang aman menurut para ahli adalah:

    Berikan Asupan Gizi Seimbang

    Pilihlah makanan bergizi seimbang termasuk makanan sumber kalsium dan protein, seperti sayur, buah, daging tanpa lemak, ikan, ayam, telur, susu dan produk olahannya, serta kacang kedelai untuk memenuhi asupan gizi harian. Makanan sumber protein dan kalsium dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil. Hindarilah makanan seperti makanan instan dan cemilan berpemanis buatan.

    Kalsium dalam pertumbuhan anak sangatlah penting. Jika Si Kecil tumbuh tinggi dalam kondisi asupan kalsium kurang, maka tulang-tulangnya cenderung akan lemah, bentuk badan akan terlihat sangat kurus. Asupan kalsium bisa didapatkan dari susu, jeruk, ikan salmon, serta labu kuning.

    Istirahat yang Cukup

    Untuk menambah tinggi badan Si Kecil, sebaiknya pastikan Si Kecil tidur tepat waktu dan hindari begadang. Dengan beristirahat yang cukup, proses tumbuh kembang berlangsung dengan baik. Sewaktu istirahat, tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan yang membantu meningkatkan pertumbuhan tulang sehingga menyebabkan penambahan tinggi badan.

    Selama anak tidur, Sahabat Sehat sebagai orang tua sebaiknya memeriksa posisi tidur anak, karena posisi tidur akan mempengaruhi postur tubuh. Postur tubuh yang kurang baik akan mempengaruhi tinggi badan serta bentuk badannya kelak.

    Perbaiki Postur Tubuh

    Postur tubuh yang baik turut berdampak pada penambahan tinggi badan Si Kecil. Namun mungkin Si Kecil mengabaikan hal ini dan cenderung lebih sering membungkuk, terutama saat duduk dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan tulang belakang menekuk dan membuat badan terlihat lebih pendek. Sahabat Sehat dianjurkan mengingatkan Si Kecil jika terlihat membungkuk, agar kembali memperbaiki posisi tubuhnya.

    Posisi tidur juga mempengaruhi postur tubuh. Sebaiknya anak menghindari posisi tidur menekuk bagian kaki. Posisi tubuh yang melengkung ini akan memperlambat perkembangan tubuh anak. Agar anak tumbuh tinggi, Sahabat Sehat juga sebaiknya tidak memberikan bantal yang terlalu tinggi pada anak. Malahan sebaiknya bantal diberikan di bawah lutut anak sehingga proses pertumbuhannya dapat menjadi lebih cepat.

    Hindari Faktor Penghambat Tinggi Badan

    Semua cara menambah tinggi badan anak yang Sahabat Sehat lakukan akan sia-sia jika faktor penghambat pertumbuhannya tidak diatasi. Pertumbuhan tinggi badan dapat terhambat apabila Si Kecil mengkonsumsi minuman beralkohol, minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, maupun merokok. Sahabat Sehat disarankan memantau aktivitas dan makanan serta minuman yang dikonsumsi Si Kecil.

    Selain jenis makanan yang dikonsumsi, beberapa kegiatan juga bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan anak. Misalnya sering mengangkat barang dengan beban yang cukup berat. Beban berat yang mungkin tidak disadari orang tua adalah tas ransel yang terlalu penuh saat anak berangkat ke sekolah.

    Paparan Sinar Matahari dan Vitamin D

    Salah satu faktor yang dapat meningkatkan tinggi badan adalah paparan sinar matahari pagi yang dapat mengaktifkan vitamin D untuk memperkuat tulang dalam tubuh Si Kecil. Ajak Si Kecil berjemur atau berjalan santai di pagi hari. Selain itu, Sahabat Sehat dapat memberikan makanan sumber vitamin D seperti ikan, merah telur, jamur, makanan laut, serta multivitamin.

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sinar matahari pagi, Sahabat Sehat dapat mengajak anak berolahraga bersama di pagi hari. Olahraga yang bisa dilakukan misalnya jalan-jalan pagi mengeliling kompleks, ataupun bersepeda bersama.

    Rutin Berolahraga

    Berolahraga dapat membantu Si Kecil menambah tinggi badan. Lakukan olahraga seperti bermain basket, voli, berenang, yoga, maupun lari. Dengan berolahraga, jumlah hormon pertumbuhan meningkat sehingga tinggi badan Si Kecil bertambah.

    Namun demikian beberapa jenis olahraga sebaiknya tidak dilakukan oleh anak jika Sahabat Sehat ingin anak tumbuh tinggi. Olahraga seperti angkat beban dapat menyebabkan pertumbuhan tulang dan otot jadi lebih padat, namun pertumbuhan tinggi badan akan lebih lambat sehingga anak akan lebih pendek daripada teman-teman sebayanya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips dan cara menambah tinggi badan anak sehingga dia bisa tumbuh dengan sehat dan ideal. Selain memperhatikan asupan gizi Si Kecil, berikan multivitamin untuk menunjang kesehatan dan daya tahan tubuh Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat berminat pada produk multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Barrell A. What factors influence a person’s height? [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 Nov 09; cited 2021 Aug 14].
    • Nair A. Top 10 Ways to Increase Height in Children [Internet]. India : First Cry Parenting. 2018 [updated 2018 June 26; cited 2021 Aug 12].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Komunikasi yang kurang lancar di keluarga jadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain. Masalah ini perlu untuk segera diatasi. Karena anak yang sulit berkomunikasi dengan orang lain cenderung akan mengalami banyak kesulitan di masa dewasanya. Dalam menjaga keharmonisan keluarga, diperlukan komunikasi yang […]

    6 Faktor Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Trauma Terhadap Orang Asing Menjadi Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

    Komunikasi yang kurang lancar di keluarga jadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain. Masalah ini perlu untuk segera diatasi. Karena anak yang sulit berkomunikasi dengan orang lain cenderung akan mengalami banyak kesulitan di masa dewasanya.

    Dalam menjaga keharmonisan keluarga, diperlukan komunikasi yang baik dan transparan antar anggota keluarga. Hal ini bertujuan agar semua anggota keluarga dapat memberikan saran, dan masukan yang positif terutama pada hubungan anak dengan orang tua.

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang merasa hubungan dengan Si Kecil terasa canggung dan terkesan menjauh. Sahabat Sehat, apa saja penyebab Si  Kecil takut berbicara baik kepada orang tua maupun kepada orang lain sehingga dia sulit bersosialisasi? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

    Kepribadian seoang anak akan terbentuk dari keadaan di sekitarnya. Begitu juga dengan keberanian seorang anak untuk berbicara dengan orang lain. Nah, bagaimana jika anak takut berbicara dengan orang lain? Apa yang harus dilakukan?

    Solusi untuk masalah ini tentunya dengan mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi faktor penyebab munculnya masalah ini. Pada dasarnya anak jadi takut bicara dengan orang asing karena:

    Sikap Orang Tua yang Pasif

    Orang tua yang jarang mengajak anaknya berbicara atau terlihat kurang berminat saat Si Kecil mengajak berbicara dapat menyebabkan kurang eratnya hubungan antara anak dengan orang tua. Hal ini tentunya dapat menyebabkan Si Kecil enggan, canggung, serta kurang terbuka dengan Sahabat Sehat.

    Karena dengan orang terdekatnya saja Si Kecil merasa tidak bisa membangun komunikasi dengan baik maka dia akan merasa malas dan takut untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama orang asing. Jika hal ini berlanjut, kepribadian anak akan menjadi pemalu, cenderung minder, tidak mampu berkompetisi, dan tentunya hal tersebut akan kurang baik bagi masa depannya.

    Orang Tua Bersifat Emosional

    Terkadang penyebab Si Kecil kurang terbuka adalah akibat sikap orang tua yang emosional, misalnya mudah marah dan menghakimi jika sikap Si Kecil tidak sesuai dengan harapan Sahabat Sehat. Pada dasarnya Si Kecil hanya ingin merasa dimengerti dan merasa nyaman saat berbicara dengan orang tuanya, sehingga hal ini turut menyebabkan Si Kecil kurang terbuka.

    Sifat emosional orang tua dapat menjadi penyebab trauma anak. Si Kecil akan terus mengira jika dia berbicara maka orang yang mendengar akan marah dan emosi. Oleh sebab itu, jika ingin anak menjadi lebih terbuka dan bisa bergaul dengan banyak orang, peran serta orang tua menjadi sangat penting.

    Orang Tua Sibuk Bermain Gadget

    Di masa kini hampir semua orang memiliki gadget. Namun Sahabat Sehat sebaiknya membatasi penggunaan gadget selama di rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Jika Si Kecil sering diabaikan oleh Sahabat Sehat, secara otomatis Si Kecil menjadi malas bercerita dan hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

    Karena komunikasi antara anak dan orang tua tidak terjalin, anak tidak mendapatkan pengalaman berkomunikasi yang baik dan benar. Hal ini menyebabkan anak ketika berhadapan dengan orang asing akan bingung harus berkata apa.

    Orang Tua Tidak Dapat Menjaga Rahasia

    Si Kecil mungkin merasa kecewa dan kesal jika Sahabat Sehat tidak dapat menjaga rahasianya. Si Kecil, terutama yang menginjak usia remaja sedang dalam masa transisi dan mencari identitas diri. Sering kali Si Kecil merasa sulit mencari orang yang dapat dipercaya untuk berbagi keluh kesah dan rahasia. Sebaiknya Sahabat Sehat mendengarkan cerita Si Kecil secara keseluruhan tanpa menghakimi, dengarkan keluhannya dan berikan tanggapan secara netral.

    Si Kecil mungkin akan berbagi momen sedih, lucu, bahagia, atau memalukan yang dia alami. Bagi si kecil momen tersebut mungkin bersifat rahasia. Namun kadang orang tua justru menceritakan hal tersebut kepada orang lain karena tidak tahu bahwa sebenarnya si anak tidak ingin hal tersebut dibagikan pada orang lain. Hal ini membuat anak menjadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain, bukan hanya bercerita soal rahasia, namun juga hal-hal seperti kisah bahagianya, atau masalah yang sedang dia hadapi.

    Si Kecil Tidak Ingin Mengecewakan Orang Tua

    Terkadang Si Kecil tidak mau terbuka sebab tidak ingin mengecewakan orang tua. Tingginya harapan orang tua menjadi salah satu penyebabnya. Sahabat Sehat dianjurkan untuk tidak terlalu menekan psikis Si Kecil, namun tetap mengarahkan Si Kecil untuk mengikuti norma yang berlaku.

    Kalimat “coba ceritain kamu ada masalah apa” kepada anak dapat membantunya mau bercerita. Apapun cerita yang dia berikan, cobalah menjawabnya dengan “lalu papa dan mama bisa bantu apa nih?”. Hal ini penting karena pada dasarnya anak akan berani berkomunikasi jika orang tua menjadi tempat berlindung. Namun jika si kecil memiliki trauma dimarahi akibat bercerita secara jujur, hal ini akan menyebabkan anak menjadi sulit dan malas berkomunikasi. Bukan hanya sulit dan malas berkomunikasi dengan orang tua, anak bahkan akan malas dan sulit berkomunikasi dengan orang asing.

    Orang Tua Otoriter

    Jika Si Kecil cenderung kurang terbuka, sebaiknya Sahabat Sehat mengevaluasi terlebih dahulu pola dalam mendidik Si Kecil. Pola didik yang otoriter, mudah marah, dan selalu tidak mau mendengar pendapat Si Kecil dapat merenggangkan hubungan Sahabat Sehat dengan Si Kecil.  Alih-alih mendapatkan solusi, Si Kecil justru merasa cemas akan mendapat masalah baru jika menceritakan sesuatu secara terbuka.

    Faktanya, masalah orang tua yang terlalu otoriter ini menjadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain dengan persentase kasus lebih dari 75 persen.

    Pengalaman Buruk Berbicara dengan Orang Lain

    Satu kejadian bisa berbekas dan menjadi trauma bagi anak. Misalnya ketika dia mengajak berbicara kepada orang lain lalu Sahabat Sehat memarahinya dengan berkata “jangan berbicara dengan orang asing”. Bisa juga karena lawan bicara si kecil kebetulan kurang ramah dan hal ini menyebabkannya mengira semua orang memiliki kepribadian seperti itu.

    Oleh sebab itu, sebagai orang tua sebaiknya mengajarkan si kecil untuk bersosialisasi sejak dini. Misalnya dengan mengajaknya bertemu dengan teman-teman sebayanya. Memperkenalkannya dengan berbagai tipe orang, baik itu perempuan, laki-laki, sebaya, ataupun lebih tua. Dengan demikian dia tidak akan canggung lagi ketika berhadapan dengan orang asing.

    Catatan: Sahabat Sehat harus memahami perbedaan antara anak berani berbicara dengan orang lain dengan anak mudah percaya kepada orang asing. Karena bagaimanapun kasus kejahatan terhadap anak cukup tinggi. Oleh sebab itu, berikan pengertian bahwa berani bicara kepada orang asing berarti berani juga untuk menolak dan melawan kemauan orang asing tersebut.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai penyebab anak takut berbicara dengan orang lain dan beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal ini. Sahabat Sehat dianjurkan untuk lebih banyak mendengarkan cerita Si Kecil, hindari emosi berlebihan, serta habiskan waktu luang lebih banyak bersama keluarga.

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Munirah. Jangan Sampai Menyesal! Ini 5 Alasan Anak Tak Terbuka dengan Orang Tua [Internet]. Indonesia : Your Say Suara. 2021 [updated 2021 April 06; cited 2021 Aug 09].
    2. Universitas Medan Area. Bagaimana Meningkatkan Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak · [Internet]. Indonesia : Universitas Medan Area. 2020 [updated 2020 Oct 22; cited 2021 Aug 09]. 
    3. Alfon K. 5 Penyebab Anak Takut untuk Terbuka pada Orangtua [Internet]. Indonesia : Pop Mama. 2020 [updated 2020 June 11; cited 2021 Aug 09].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebagai orang tua kita harus tahu cara mengembalikan semangat belajar anak yang mulai malas belajar. Semua demi masa depan si kecil. Jangan membiarkan rasa malas si kecil karena dapat membuat dia ketinggalan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Sejak pandemi Covid-19, anak diwajibkan melakukan […]

    Cara Mengembalikan Semangat Belajar Anak Agar Kembali Rajin

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Setiap Cara Mengembalikan Semangat Belajar Anak Memerlukan Peran Penting Orang Tua

    Sebagai orang tua kita harus tahu cara mengembalikan semangat belajar anak yang mulai malas belajar. Semua demi masa depan si kecil. Jangan membiarkan rasa malas si kecil karena dapat membuat dia ketinggalan dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

    Sejak pandemi Covid-19, anak diwajibkan melakukan kegiatan belajar-mengajar secara daring dari rumah. Kondisi seperti ini sering kali membuat para orang tua kewalahan. Mulai dari menurunnya semangat belajar Si Kecil hingga sulitnya mempertahankan konsentrasi. Mau tidak mau, Sahabat Sehat harus mencari cara agar Si Kecil tetap semangat belajar dan fokus saat mengikuti mata pelajaran secara daring. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengembalikan semangat belajar Si Kecil selama masa pandemi Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    8 Cara Mengembalikan Semangat Belajar Anak

    Kemauan anak untuk belajar harus dipupuk sejak dini. Cara memupuk semangat belajar ini bukan dengan cara memarahi atau memukulnya. Cara-cara kekerasan seperti itu memang akan membuatnya belajar, namun tidak dengan sepenuh hati.

    Langkah terbaik dalam mengembalikan semangat belajar si kecil antara lain adalah:

    Pahami Mengapa Dia Mulai Malas Belajar

    Ada banyak alasan seorang anak mulai malas belajar. Sebagai orang tua maka sudah seharusnya Sahabat Sehat mencari tahu apa faktor penyebab si kecil mulai malas belajar. Biasanya anak jadi malas belajar karena:

    Tipe Cara Mengajar yang Tidak Sesuai

    Beberapa anak merupakan tipe visual. Lebih senang melihat gambar-gambar. Jika diberikan materi pelajaran berupa audio saja atau tulisan saja lama kelamaan dia akan jenuh dan mulai malas mengikuti pelajaran tersebut. Oleh sebab itu, cobalah cari tahu cara mengajar seperti apa yang disukai oleh Si Kecil.

    Tidak Memahami Pelajaran

    Materi pelajaran pada umumnya urut dari dasar hingga ke tingkat yang semakin rumit. Ketika ada materi yang tidak dipahami maka materi-materi selanjutnya akan tidak dipahami oleh Si Kecil. Hal ini akan membuatnya malas mengikuti materi pelajaran tersebut. Oleh karena itu, cari tahu materi dasar apa yang membuat bingung si kecil. Setelah materi tersebut dipahami, dan dia bisa memahami materi-materi selanjutnya, maka secara otomatis minat belajarnya akan kembali pulih.

    Ketinggalan Pelajaran

    Karena satu dan lain hal si kecil mungkin ketingalan materi pelajaran. Hal ini membuatnya tidak paham materi selanjutnya yang harus dia pelajari. Oleh sebab itu, sebagai orang tua maka Sahabat Sehat perlu memastikan bahwa Si Kecil memang mengikuti setiap materi yang diajarkan. Pastikan dia bukan sekedar mengikuti namun juga memahami materi tersebut.

    Punya Minat Lain

    Kemarin mungkin si kecil rajin belajar, namun karena dia ada minat lain maka semangat belajarnya jadi hilang. Sebagai orang tua sudah seharusnya menjaga agar minat si kecil tidak mengganggu keinginannya belajar. Saat ini yang biasanya membuat minat belajar si kecil hilang adalah game-game yang terdapat di telepon pintar orang tuanya. Namun bukan berarti orang tua harus mengekang minat si kecil. Sebagai cara mengembalikan semangat belajar anak maka orang tua dapat memberikan minatnya sebagai “hadiah” jika dia belajar dengan baik.

    Tanamkan Motivasi yang Kuat

    Agar semangat belajar Si Kecil tidak hilang, maka diperlukan motivasi yang kuat sehingga Si Kecil mau dan lebih bersemangat saat belajar. Motivasi ini bisa terdiri dari menanamkan pikiran positif, memberikan semangat belajar, mengadakan sistem hadiah jika dia rajin belajar, ataupun selalu mendampinginya ketika belajar sehingga dia lebih fokus belajar.

    Ya, kebanyakan anak menjadi malas belajar karena merasa kesepian ketika belajar. Tidak semua anak menyukai kesendirian saat belajar. Jadi ketika dia mulai merasa malas, temani si kecil. Hal ini dapat memberikannya motivasi dan semangat untuk kembali belajar.

    Beri Dukungan

    Dukungan merupakan cara mengembalikan semangat belajar anak paling sederhana dan paling mudah dilakukan. Beri dukungan dan masukan terhadap apapun yang Si Kecil lakukan dalam meraih cita-citanya. Dengan memberi dukungan, Sahabat Sehat dapat memberikan motivasi belajar dan mendalami hobinya. Selain itu, Si Kecil juga menjadi lebih bertanggung jawab terhadap keputusannya.

    Sebagai bentuk dukungan pada si kecil, Sahabat Sehat bisa mencari tahu pelajaaran apa yang paling dia senangi dan pelajaran apa yang paling membuatnya malas. Sahabat Sehat bisa lebih banyak menemani dia dan mengajari dia pelajaran yang dia senangi sembari menyelipkan pelajaran-pelajaran yang tidak dia suka sehingga membuat pelajaran yang tidak dia sukai tersebut tampak mengasikkan.

    Terapkan Metode Mindfulness

    Metode mindfulness merupakan kondisi tubuh ketika melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran. Metode ini secara tidak langsung mengajarkan Si Kecil tahu waktu berkonsentrasi dan waktu beristirahat. Penerapan metode ini terbukti cukup efektif dalam meningkatkan fokus, konsentrasi, serta semangat belajar si kecil. Caranya cukup mudah, mintalah Si Kecil duduk tenang dan latihan bernapas bersama.

    Jika si kecil merasa bosan dengan kegiatan tersebut, Sahabat Sehat bisa menggantinya dengan kegiatan lain seperti berolahraga yang membantunya berkonsentrasi. Misalnya bermain bola dimana si kecil bertindak sebagai penjaga gawang. Atau melakukan permainan melempar ke arah keranjang yang tentunya mengharuskan dia berkonsentrasi penuh. Setelah berolahraga bersama, ajak dia melakukan pendinginan bersama.

    Penuhi Kecukupan Nutrisi Si Kecil

    Badan yang kurang fit dapat menjadi alasan si kecil malas belajar. Biasanya karena si kecil kurang mendapatkan makanan dan nutrisi seimbang. Padahal selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, asupan nutrisi seimbang yang dikonsumsi Si Kecil berperan penting dalam membantu kemampuan kognitif dan fungsi otak Si Kecil.

    Berikut adalah beberapa kebutuhan nutrisi Si Kecil yang perlu Sahabat Sehat penuhi:

    • Buah, sayur, dan susu.
    • Lauk pauk, misal daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe.
    • Multivitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, C, D, asam folat, zink, kalsium, selenium, omega 3 dan omega 6.
    • Minum air putih yang cukup.

    Pastikan Si Kecil Beristirahat yang Cukup

    Aktivitas sekolah yang padat dan monoton seringkali membuat Si Kecil merasa lelah dan bosan, sehingga dapat mempengaruhi mood-nya. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan Si Kecil beristirahat yang cukup. Idealnya, Si Kecil membutuhkan waktu istirahat sekitar 8 hingga 10 jam per hari. Selain itu, waktu istirahat yang cukup akan membantu tubuh Si Kecil kembali bugar sehingga meningkatkan semangat dalam menjalankan kegiatan sekolah.

    Perlu dipahami bahwa istirahat di sini bukan hanya sekedar tidur yang cukup. Beristirahat ini termasuk refreshing seperti bermain game, berkumpul bersama orang tua dan saling bercanda, ataupun menonton televisi bersama. Namun pastikan memberikan batasan untuk setiap kegiatan agar kegiatan-kegiatan tersebut tidak justru menjadi alasan si kecil malas belajar.

    Terapi Hypnosleep

    Hypnosleep merupakan cara mengembalikan semangat belajar anak yang perlu dilakukan saat Si Kecil tertidur. Metode ini dilakukan dengan cara Sahabat Sehat mengucapkan kata-kata positif berupa doa, motivasi, dan pujian terhadap Si Kecil. Terlebih dahulu pastikan Si Kecil benar-benar sudah terlelap, sehingga alam bawah sadarnya dapat menangkap kata-kata yang Sahabat Sehat ucapkan. 

    Terapi ini juga harus didukung dengan kata-kata positif saat dia bangun. Hindari menggunakan kata-kata negatif ketika Sahabat Sehat menegur Si Kecil. Hindari kata-kata seperti “kamu ini kok males banget”, “gini aja kok gak bisa”, dan kata-kata negatif lainnya.

    Melakukan Peregangan Tubuh

    Runtutan tugas sekolah semakin menumpuk setiap harinya. Kondisi seperti inilah yang kerap kali membuat Si Kecil harus belajar dengan ekstra hingga melebihi jadwal belajar yang telah dibuat sebelumnya. Salah satu cara menjaga kesehatan selama belajar adalah dengan mengatur pola duduk yang benar saat belajar, serta melakukan senam peregangan di sela-sela waktu belajar.

    Peregangan ini akan membantu si kecil agar tidak mengantuk saat menerima materi pelajaran. Sahabat Sehat bisa menemani dia belajar, ketika si kecil mulai terlihat mengantuk, ajak dia untuk melakukan peregangan, senam kecil, atau bahkan menggelitik dia agar tertawa dan menghilangkan rasa kantuknya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai cara mengembalikan semangat belajar anak yang perlu dilakukan oleh Sahabat Sehat sebagai orang tua. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin untuk mendukung kegiatan belajar Si Kecil, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi. Tips Belajar Sehat Di Rumah Selama Pandemi Covid 19 [Internet]. Indonesia : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi. 2020 [updated 2020 May 29; cited 2021 Aug 06].
    2. Lestari I.8 Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Belajar[Internet]. Indonesia : Tips Pengembangan Diri; [cited 2021 Aug 06].
    3. Baertlein L. Healthy Snacking Benefits [Internet]. USA : Everyday Health. 2016 [updated 2016 Feb 02; cited 2021 Aug 06].
    4. Bacher R. 6 Ways to Motivate Your Kids [Internet]. USA : Parents. 2013 [updated 2013 Aug 18; cited 2021 Aug 06].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, […]

    Wah, Begini Seharusnya Cara Mensterilkan Botol ASI Perah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mensterilkan Botol ASI Agar Layak Dipakai Si Kecil

    Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, namun jika cara membersihkannya masih sembarangan, tentunya akan percuma.

    Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mensterilkan botol susu Si Kecil? Mari kita simak penjelasan berikut.

    Urutan Cara Mensterilkan Botol ASI yang Baik dan Benar

    Semua hal perlu dilakukan dengan urut, baik, dan benar. Termasuk bagaimana membersihkan dan mensterilkan botol ASI sehingga layak dipakai oleh si kecil. Karena masa-masa awal pertumbuhannya, kesehatannya masih sangat rentan.

    Agar botol ASI layak dipakai, urutan mensterilkan botol ASInya adalah sebagai berikut:

    Bersihkan Tangan Terlebih Dahulu

    Cuci tangan Sahabat Sehat dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, setiap sebelum dan sesudah mencuci botol susu Si Kecil serta saat hendak menyajikan susu. Hal ini penting karena sebenarnya benda paling dengan dengan si kecil tentu adalah tangan ibu itu sendiri. Jangan sampai justru tangan ibu menjadi sumber datangnya masalah kesehatan pada si kecil.

    Kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh ibu menyusui ketika mencucui tangannya adalah dengan mengelap tangan menggunakan kain yang tidak bersih. Selain itu, kesalahan lain yang biasa dilakukan adalah memegang benda-benda lain yang kurang higienis setelah mencuci tangan. Jika ingin mensterilkan botol ASI, hal-hal ini tidak boleh dilakukan lagi ya Sahabat Sehat.

    Bersihkan Botol Si Kecil dengan Sabun

    Mensterilkan adalah memastikan tidak ada bakteri ataupun mikroorganisme pembawa penyakit di botol ASI. Namun sebelum disterilkan, botol ASI perlu dicuci terlebih dahulu. Tujuannya agar kotoran-kotoran, sisa ASI yang menempel, dan bau-bau yang masih menempel di botol ASI bisa dihilangkan.

    Ada 3 hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat mencucui botol ASI. Pertama, pastikan untuk membersihkan botol ASI dengan sebaik mungkin. Sahabat Sehat bisa gunakan sikat khusus untuk memudahkan proses membersihkan botol susu. Kedua adalah pastikan hanya menggunakan sabun cuci yang khusus untuk membersihkan botol bayi. Ketiga dan yang paling penting, Sahabat Sehat wajib bilas botol hingga bersih, pastikan tidak ada lagi sisa-sisa sabun yang menempel pada botol susu.

    Pilih Cara Sterilisasi yang Praktis Menurut Sahabat Sehat

    Setelah botol susu dibersihkan, Sahabat Sehat dapat mensterilkan botol susu untuk menjaga higienitas. Apabila tidak disterilkan dapat meningkatkan resiko infeksi pencernaan yang ditandai dengan muntah dan diare.

    Ada beberapa pilihan bagaimana mensterilkan botol ASI. Sahabat Sehat bisa memilih cara mana saja yang paling praktis karena pada dasarnya proses sterilisasi tersebut efisien selama dilakukan dengan baik dan benar. Beberapa pilihan cara mensterilkan botol ASI tersebut antara lain adalah:

    Merebus Dengan Air Panas

    Cara mudah untuk mensterilkan botol susu Si Kecil adalah dengan merebus menggunakan air mendidih selama kurang lebih 5 menit. Setelahnya, angkat dan biarkan botol susu kering. Jika sudah tidak panas, maka botol susu dapat digunakan.

    Menggunakan Microwave

    Jika Sahabat Sehat memiliki microwave, dapat digunakan untuk mensterilkan botol susu. Masukan air setengah botol susu lalu panaskan dengan microwave selama 1-2 menit. Setelahnya, buang sisa air dalam botol susu dan keringkan sebelum digunakan.

    Menggunakan Alat Uap Listrik

    Kini tersedia alat uap listrik di pasaran, dengan berbagai kapasitas. Sahabat Sehat sebaiknya melepaskan semua bagian botol susu dan pastikan tidak ada sabun yang masih menempel pada botol susu. Ikuti instruksi penggunaan alat uap listrik, sesuai anjuran yang tertera pada alat.

    Tablet Khusus Sterilisasi

    Perkembangan zaman kian pesat, kini tersedia tablet khusus untuk mensterilkan botol susu. Tablet yang berbahan dasar chlorine, umumnya aman digunakan untuk wadah makanan dan botol bayi. Tablet tersebut dapat menghilangkan mikroba, sehingga digunakan sebagai salah satu cara mensterilkan botol susu Si Kecil. Ikuti instruksi penggunaannya, sesuai anjuran yang tertera pada kemasannya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara mensterilkan botol asi perah yang benar demi kebaikan dan kesehatan Si Kecil. Jika Sahabat Sehat memerlukan alat uap listrik untuk mensterilkan botol susu Si Kecil, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 Oct 26; cited 2021 Aug 06].
    2. National Health Services. Sterilising baby bottles [Internet]. UK : National Health Services. 2019 [updated 2019 Sep 24; cited 2021 Aug 06].
    3. Stephanie T. 5 Cara Sterilisasi Botol Bayi, Perlu Seberapa Sering Dilakukan? [Internet]. Indonesia : PopMama. 2021 [updated 2021 July 31; cited 2021 Aug 06].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Berbagai penelitian menyebut banyak sekali manfaat menyusui bayi secara langsung. Terutama untuk kesehatan ibu dan si buah hati. Oleh sebab itu, pemberian ASI secara langsung sangat disarankan dilakukan, terutama pada awal masa pertumbuhan si kecil. Walaupun pemberian ASI perah yang disimpan […]

    8 Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung Bagi Kesehatan Ibu

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung Bagi Kesehatan Ibu dan Si Kecil

    Berbagai penelitian menyebut banyak sekali manfaat menyusui bayi secara langsung. Terutama untuk kesehatan ibu dan si buah hati. Oleh sebab itu, pemberian ASI secara langsung sangat disarankan dilakukan, terutama pada awal masa pertumbuhan si kecil.

    Walaupun pemberian ASI perah yang disimpan dalam wadah khusus juga baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang si kecil, namun tentunya ada manfaat yang hanya bisa didapatkan jika Sahabat Sehat menyusui si kecil secara langsung. Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat menyusui Si Kecil langsung dari payudara ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Menyusui Langsung Bagi Si Kecil

    Bayi yang Diberi ASI Ekslusif Secara Langsung

    ASI (Air Susu Ibu) mengandung nutrisi yang baik bagi Si Kecil karena mengandung sejumlah vitamin dan mineral untuk tumbuh kembang Si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaat menyusui secara langsung (direct breastfeeding) bagi Si Kecil :

    Menjalin Ikatan Batin dengan Si Kecil

    Saat memberikan ASI secara langsung, pada dasarnya Sahabat Sehat sedang meningkatkan ikatan batin antara ibu dan si kecil. Si kecil akan merasa tenang dan percaya penuh kepada orang tuanya, dan rasa percaya ini akan terus berkembang hingga dewasa.

    Pada beberapa penelitian, disebut bayi yang disusui secara langsung akan memiliki rasa menyayangi dan peduli kepada keluarganya. Walaupun hal ini masih diperdebatkan, namun tentunya menunjukkan bahwa menyusui secara langsung adalah hal yang sangat baik dan bermanfaat.

    Meningkatkan IQ Bayi

    Bayi yang terbiasa menyusui secara langsung cenderung memiliki tingkat IQ yang lebih baik, terutama jika dibandingkan mereka yang diberi susu formula.

    Pemberian ASI secara langsung juga menjadi penunjang kemampuan kognitif Si Kecil saat memasuki usia sekolah. Namun demikian hal ini harus didukung dengan gizi dan nutrisi seimbang selama proses tumbuh kembangnya.

    Meningkatkan Sistem Pencernaan Si Kecil

    Diketahui bahwa bayi yang menyusui secara langsung memiliki jauh lebih sedikit laporan masalah diare dan sakit perut. Hal ini umumnya berkaitan dengan fakta bahwa ASI jauh lebih higienis jika diberikan secara langsung dibandingkan dengan jenis makanan-makanan lainnya. Walaupun ASI perah juga sehat namun selalu ada risiko ASI tercemar karena adanya kesalahan cara simpan.

    Selain itu, bayi juga cenderung tumbuh dengan sistem pencernaan yang lebih sehat hingga masa dewasanya karena ASI pada dasarnya memiliki nutrisi yang baik untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

    Mengurangi Risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) 

    SIDS atau kematian mendadak pada bayi merupakan masalah kesehatan bayi yang menyebabkan kematian secara mendadak pada bayi yang terlihat sehat. Pemberian ASI pada bayi dapat menurunkan risiko SIDS sebesar 50 persen.

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bakteri menjadi salah satu penyebab terjadinya sindrom kematian bayi secara mendadak. Bakteri ini bisa menginfeksi bayi salah satunya melalui susu yang tercemar. Dengan pemberian ASI secara langsung, bayi cenderung mendapatkan ASI yang lebih higienis dan mendapatkan nutrisi yang berguna untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya.

    Selama menyusui, ibu menyusui sebaiknya jangan minum alkohol karena dapat menyebabkan kualitas ASI menurun, bahkan dapat mencemari ASI. ASI dari ibu yang mengkonsumsi alkihol dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.

    Bagi Ibu, Ini 8 Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung

    Ibu yang Sehat dan Bahagia Karena Bisa Menyusui Bayinya Secara Langsung

    Ketika Sahabat Sehat menyusui si kecil secara langsung, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan. Beberapa manfaat menyusui bayi secara langsung antara lain adalah:

    1. Meningkatkan produksi ASI

    Apabila Si Kecil rutin menyusu langsung pada payudara, maka menstimulasi produksi ASI sehingga jumlah ASI akan selalu cukup. Walaupun memompa ASI juga dapat menstimulasi produksi ASI agar meningkat, namun stimulasi pada puting yang diberikan oleh si kecil akan jauh lebih efektif.

    Peningkatan produksi ASI ini tentunya harus didukung dengan konsumsi makanan bergizi. Karena jika produksi ASI meningkat sementara konsumsi makanan bergizi cenderung turun justru akan kurang baik bagi kesehatan ibu.

    2. Membakar Lebih Banyak Energi dan Kalori

    Lebih banyak energi dan kalori yang dibakar akan membantu menurunkan berat badan secara melahirkan. Hal ini tentu akan sangat baik bagi Sahabat Sehat yang ingin cepat mendapatkan bentuk ideal tubuhnya.

    Selain itu, membakar energi dan kalori dari menyusui akan membantu membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan tahan terhadap berbagai penyakit.

    3. Mengembalikan Ukuran Rahim

    Menyusui secara langsung dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin yang membantu rahim kembali ke ukuran semula seperti waktu sebelum melahirkan. Dengan kembalinya rahim ke ukuran semula maka perut akan mengecil sehingga badan akan kembali seperti bentuk idealnya.

    Oh iya, Sahabat Sehat juga perlu tahu bahwa hormon oksitosin juga berperan dalam menurunkan resiko perdarahan pasca persalinan sehingga kesehatan sehabis melahirkan menjadi lebih terjaga.

    4. Mengurangi Risiko Terjadinya Depresi Pasca Melahirkan

    Menyusui si kecil, memeluknya, dan melihatnya sedang asik menyusui adalah hal-hal yang sangat membahagiakan. Kebahagiaan yang dirasakan ini menjadi salah satu manfaat menyusui bayi secara langsung. Bahkan dengan menyusui secara langsung Sahabat Sehat dapat menghilangkan rasa depresi yang kerap muncul pasca melahirkan.

    Dilaporkan bahwa banyak ibu menyusui secara langsung cenderung lebih tahan stress dan terhindar dari depresi dibandingkan ibu yang memberikan ASI perah pada si kecil.

    5. Menumbuhkan Ikatan Emosional dengan Si Kecil

    Selain membuat si kecil memiliki ikatan emosional dengan ibunya hingga dewasa, menyusui si kecil secara langsung juga akan menumbuhkan ikatan emosional ibu pada bayinya kapanpun, bahkan hingga si kecil telah dewasa.

    Stress yang sedang dialami seorang ibu juga akan cenderung turun ketika melihat anaknya. Hal ini terjadi karena kuatnya ikatan emosional ibu dengan anaknya meskipun anaknya kelak tumbuh dewasa.

    6. Mencegah Terjadinya Kanker Payudara

    Selama menyusui, masa tidak menstruasi setelah melahirkan akan menjadi lebih panjang. Hal ini menyebabkan tubuh lebih sedikit terpapar hormon estrogen yang berperan dalam terjadinya kanker payudara. Semakin sedikit paparan hormon estrogen, risiko kanker payudara juga akan semakin menurun.

    Selain itu, selama menyusui secara langsung dan mendapatkan stimulasi dari mulut si kecil maka akan membuat jaringan payudara luruh. Luruhnya jaringan ini akan membantu menghilangkan sel yang berpotensi memicu kerusakan DNA sehingga risiko terkena kanker payudara akan menurun secara cukup signifikan.

    7. Mencegah Kanker Ovarium

    Manfaat menyusui bayi secara langsung berikutnya adalah membantu mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium. Proses menyusui secara langsung akan merangsang penundaan periode ovulasi. Semakin sedikit periode ovulasi semakin sedikit juga paparan estrogen dan sel-sel abnormal yang bisa menjadi kanker.

    Namun tentunya manfaat mencegah kanker ovarium ini harus diiringi dengan konsumsi makanan sehat dan menghindari makanan-makanan yang dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Misalnya makanan berlemak jenuh dan makanan-makanan yang digoreng.

    8. Praktis

    Keuntungan dari memberikan ASI secara langsung adalah Sahabat Sehat tidak perlu repot menyiapkan alat pompa ASI, botol susu serta perlengkapan penyimpanan ASI. Selain itu, Sahabat Sehat jika tidak perlu khawatir masalah higienitas pada ASI maupun perlengkapan penyimpanan ASI perah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai manfaat menyusui Si Kecil secara langsung. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. WebMD. Breastfeeding Overview [Internet]. USA : WebMD; [cited 2021 July 31].
    2. Bjarnadottir A. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 Aug 13; cited 2021 July 31].
    3. NI Direct. Health benefits of breastfeeding babies [Internet]. UK : NI Direct. 2020 [updated 2021 Aug 04; cited 2021 Aug 04].
    4. Villines Z. Breastfeeding vs. pumping: The pros and cons of each [Internet]. USA : Medical News Today. 2018 [updated 2018 Aug 22; cited 2021 July 31].
    5. Pregnancy Birth and Baby. Let-down reflex [Internet]. Australia : Pregnancy Birth and Baby. 2020 [updated 2020 April; cited 2021 July 31].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Semua cara mengatasi depresi pada remaja akan kurang berhasil jika tidak disertai peran orang terdekat. Khususnya peran orang tua. Perubahan emosi di masa remaja bisa saja hal wajar namun harus segera diberikan penanganan yang tepat apabilamuncul keinginan menyakiti diri sendiri maupun orang lain. […]

    6 Cara Mengatasi Depresi pada Remaja di Masa Pandemi Covid

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Memahami Cara Mengatasi Depresi pada Remaja Merupakan Hal yang Penting

    Semua cara mengatasi depresi pada remaja akan kurang berhasil jika tidak disertai peran orang terdekat. Khususnya peran orang tua. Perubahan emosi di masa remaja bisa saja hal wajar namun harus segera diberikan penanganan yang tepat apabilamuncul keinginan menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

    Untuk memahami bagaimana menangani depresi, tentunya Sahabat Sehat harus mencari tahu juga apa yang menyebabkan depresi tersebut terjadi dan tentunya bersedia melakukan beberapa tahapan sampai depresi tersebut benar-benar teratasi.

    Memahami Apa Itu Depresi

    Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang menyebabkan perasaan sedih berkepanjangan, serta kehilangan minat dalam melakukan aktivitas. Kondisi ini dapat mempengaruhi pola pikir, cara berperilaku sehingga turut berdampak pada kehidupan sehari-hari.

    Jika depresi dialami remaja, hal ini tentu mempengaruhi aspek kehidupan pribadi, sosial, keluarga, dan sekolah. Remaja perempuan diketahui tiga kali lebih beresiko menderita depresi dibandingkan laki-laki.

    Penyebab Depresi Pada Remaja

    Belum diketahui pasti secara biologis komponen mana yang bertanggung jawab terhadap perasaan depresi. Namun hingga kini diperkirakan berkaitan dengan ketidak seimbangan zat kimiawi dalam otak (Neurotransmitter), ketidak seimbangan hormon dalam tubuh, faktor keturunan, dan trauma psikologis.

    Secara umum ada beberapa hal yang menjadi penyebab remaja menjadi depresi, antara lain:

    1. Trauma Psikologi
    2. Perubahan Hormon
    3. Kondisi Lingkungan Sosial
    4. Faktor Genetik dan Keturunan

    Ciri Remaja yang Mengalami Depresi

    Umumnya orang tua kesulitan dalam mengenali depresi pada anak remaja. Begitu juga beberapa remaja sulit menyadari bahwa dirinya sedang mengalami depresi. Sebab masalah kesehatan ini sering kali disalah artikan sebagai perubahan emosional akibat masa pubertas. Beberapa menganggap rasa depresi sehingga menjadi penyendiri karena rasa introvert pada diri. Padahal seseorang yang menjadi penyendiri belum tentu karen dirinya adalah seorang introvert.

    Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), depresi pada remaja ditandai dengan:

    • Perubahan nafsu makan dan berat badan
    • Penurunan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai
    • Murung, sedih, mudah tersinggung, dan menangis
    • Energi menurun
    • Sulit berkonsentrasi
    • Perasaan bersalah, tidak berdaya, dan tidak berharga 
    • Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang
    • Menarik diri dari lingkungan sosial
    • Menurunnya kinerja di sekolah

    Lihat Juga: Dampak Negatif Memarahi Anak

    Namun ada juga kasus anak remaja yang sebenarnya depresi tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala depresi. Oleh sebab itu, orang tua harus berperan menjadi teman sekaligus tempat berbagi keluh kesah para remaja. Dengan demikian depresi pada remaja yang tidak kelihatan ini bisa dilihat dengan lebih jelas. Apalagi jika rasa depresi remaja berpotensi melukai diri sendiri ataupun orang lain.

    Cara Mengatasi Depresi pada Remaja

    Sahabat Sehat, depresi akan memburuk jika tidak segera diatasi. Untuk mengatasi depresi pada remaja, ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

    1. Bicarakan Dengan Orang Dewasa

    Apapun kondisinya, seorang remaja masih memerlukan bimbingan untuk pembentukan diri dan karakternya. Oleh sebab itu, seorang remaja membutuhkan teman baik yang seusia dengannya, maupun teman yang lebih tua dan bijak seperti orang tuanya sendiri, kakak, keluarga dekat, guru, ataupun psikolog. Membicarakan hal yang sedang dirasakan atau beban yang sedang terpendam dapat mengurangi bahkan menghilangkan seluruh potensi depresi pada diri seseorang.

    2. Membuka Diri

    Menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga dapat membuat seorang remaja merasa lebih baik. Tetapi perlu dipahami bahwa seorang remaja sebaiknya menghindari bergaul dengan teman yang mengajak penggunaan alkohol dan obat terlarang, sebab dapat membuat terjerumus dalam dunia kelam dan rasa depresi yang semakin dalam. Libatkan diri dengan berbagai kegiatan  dapat membuat bahagia seperti olahraga, kelas tari, seni maupun bermain musik.

    3. Terapkan Pola Hidup Sehat

    Konsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan dapat membuat tubuh lebih tenang dan tentunya menjadi solusi dan cara mengatasi depresi pada remaja yang cukup ampuh. Konsumsi buah dan serat dapat menjauhkan remaja dari stress dan depresi yang mungkin diakibatkan oleh masalah kulit, masalah kesehatan, maupun masalah kurang bertenaga.

    4. Menulis Buku Harian

    Buku harian menjadi solusi terbaik bagi remaja yang masih merasa kesulitan dalam mengungkapkan perasaan secara langsung. Menulis semua keluh kesah di buku harian dapat membantu melepas beban yang terpendam di perasaan.

    5. Hindari Penggunaan Obat

    Beberapa obat dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang dan menghilangkan rasa depresi yang sedang dialami. Sayangnya cara ini kurang dianjurkan, terutama jika tanpa persetujuan dokter yang memang berkompeten di bidang kesehatan mental. Penggunaan obat juga dikhawatirkan dapat membuat reaksi ketergantungan dimana ketika obat berhenti digunakan maka kecemasan dan depresi akan muncul kembali dalam tingkat yang lebih tinggi.

    6. Kurangi Penggunaan Gadget

    Menurut penelitian, penggunaan gadget untuk membuka sosial media dapat menjadi sumber kecemasan dan rasa depresi pada remaja. Apalagi jika merasa kondisinya saat ini tidak seindah yang sedang dirasakan oleh orang lain. Mengurangi penggunaan gadget menjadi solusi tepat. Cobalah membatasi gadget dimana hanya digunakan untuk kebutuhan interaksi dan kordinasi tugas sekolah serta untuk komunikasi dengan orang tua serta anggota keluarga lainnya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai beragam tips dan cara mengatasi depresi pada remaja khususnya di era pandemi seperti sekarang ini. Jika setelah melakukan tips diatas, keluhan belum membaik, maka dianjurkan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter maupun psikolog.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Teen depression – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 June 05; cited 2021 July 31]. 
    2. Krans B. All You Need to Know About Teen Depression, From Causes to Coping [Internet]. USA : Healthline. 2021 [updated 2021 Feb 18; cited 2021 July 31].
    3. Smith M, Robinson L, Segal J. Dealing with Teen Depression – HelpGuide.org [Internet].USA : HelpGuide. 2021 [updated 2021 July; cited 2021 July 31].
    4. Smith M, Robinson L, Segal J. Parent’s Guide to Teen Depression – HelpGuide.org [Internet].USA : HelpGuide. 2021 [updated 2021 July; cited 2021 July 31].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebagai seorang ibu, memilih susu formula yang tepat untuk bayinya. Karena pemberian susu formula akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Kesalahan dalam pemberian jenis susu dapat berakibat masalah seperti alergi maupun gejala keracunan. Bagi sebagian Sahabat Sehat yang mengalami kendala dalam memberikan ASI, susu formula menjadi salah satu solusi untuk […]

    Panduan Bagaimana Memilih Susu Formula untuk Si Kecil

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Memilih Susu Formula yang Tepat dan Disukai si Kecil

    Sebagai seorang ibu, memilih susu formula yang tepat untuk bayinya. Karena pemberian susu formula akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Kesalahan dalam pemberian jenis susu dapat berakibat masalah seperti alergi maupun gejala keracunan.

    Bagi sebagian Sahabat Sehat yang mengalami kendala dalam memberikan ASI, susu formula menjadi salah satu solusi untuk tetap memberikan asupan nutrisi Si Kecil. Kini tersedia berbagai jenis susu formula di pasaran. Lantas, bagaimana cara memilih susu formula untuk Si Kecil? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Cek Bahan dari Susu Formula

    Ada beberapa jenis susu formula yang biasa tersedia di pasaran. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa jenis susu formula berdasarkan jenis komposisi yang terkandung di dalamnya :

    Susu Formula Berbahan Dasar Susu Sapi

    Rata-rata susu formula anak berbahan dasar susu sapi, dan mayoritas anak dapat menyerap susu sapi dengan baik. Meski demikian, sebagian kecil anak dapat mengalami reaksi alergi terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi.

    Susu Formula Berbahan Dasar Soya

    Susu soya dapat Sahabat Sehat berikan sebagai solusi jika Si Kecil tidak mampu mencerna protein susu sapi (intoleransi laktosa). Susu soya mengandung protein yang berasal dari kacang kedelai.

    Susu Formula Terhidrolisa

    Susu formula jenis ini mengandung protein yang telah terhidrolisa menjadi ukuran yang lebih kecil dari pada susu sapi dan susu kedelai. Susu formula terhidrolisa dapat diberikan untuk bayi yang tidak dapat mencerna susu sapi atau susu soya.

    Berdasarkan jenis susu tersebut, Sahabat Sehat dapat menentukan susu formula mana yang cocok untuk si kecil. Jika si kecil mampu mencerna susu sapi tentunya susu formula berbahan susu sapi menjadi pilihan. Apabila memiliki masalah dengan susu sapi bisa menggunakan susu soy ataupun susu terhidrolisa (jika memiliki masalah dengan susu sapi maupun protein kacang).

    Sahabat Sehat dianjurkan juga membaca komposisi susu formula. Pastikan mengandung multivitamin dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil. Pilih susu formula yang mengandung zat besi, docosahexaenoic acid (DHA) and arachidonic acid (ARA) yang merupakan asam lemak omega-3. DHA dan ARA diketahui turut ditemukan pada ASI, yang penting untuk perkembangan otak dan penglihatan Si Kecil. Komposisi zat gizi penting lainnya yang perlu Sahabat pastikan ada dalam susu formula Si Kecil yaitu lemak, protein, kalsium, serta vitamin D3.

    Kenali Tanda Alergi Susu Formula

    Sahabat Sehat perlu memperhatikan kondisi Si Kecil selama mengkonsumsi susu formula sebab sebagian anak memiliki alergi terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi. Berikut adalah tanda Si Kecil mengalami alergi susu formula :

    • Batuk
    • Sulit bernafas
    • Muntah
    • Diare
    • Kulit kemerahan
    • Mata bengkak dan kemerahan
    • Tekanan darah menurun

    Pada kondisi lebih lanjut, reaksi alergi susu formula dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Jika Si Kecil mengalami keluhan diatas, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter terdekat.

    Cek Kondisi Susu

    Kondisi susu yang dibeli dan akan diberikan pada si kecil juga harus diperhatikan. Sahabat Sehat, sebelum memberikan susu formula untuk Si Kecil sebaiknya waspada dan mengecek beberapa hal berikut :

    • Pastikan susu formula belum kadaluarsa
    • Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan masih tersegel
    • Cek keaslian susu formula
    • Sebisa mungkin hindari susu formula dari merk yang tidak dikenal
    • Cek ada tidaknya kode BPOM pada susu formula
    • Pastikan setelah diseduh susu formula tidak asam dan dalam kondisi baik

    Memilih Susu Formula Menurut Usia Anak

    Komposisi bahan dan kandungan vitamin serta mineral pada susu formula berbeda-beda. Ada susu formula yang ditujukan untuk anak usia 6 bulan, ada juga untuk anak 1 tahun, 3 tahun, ataupun di bawah 5 tahun.

    Silahkan cek susu formula tersebut diperuntukkan untuk bayi umur berapa tahun yang biasanya tertulis di kemasan susu formula.

    Rasa Susu Formula yang Disukai Anak

    Sahabat Sehat juga dapat menentukan susu formula seperti apa yang disukai anak. Terutama ketika si kecil mulai menolak minum susu karenaa tidak lagi menyukai rasanya. Ada beberapa pilihan rasa susu formula yang cukup populer seperti cokelat, strawberry, maupun susu formula dengan rasa yang menyerupai ASI.

    Namun pada beberapa anak, rasa tertentu pada susu formula menjadikannya lebih menyukai rasa tersebut hingga kemudian hari. Oleh sebab itu, pemberian susu formula dengan rasa tertentu sebaiknya dilakukan dengan bijak, khususnya hanya ketika anak mengalami masalah tidak mau lagi menyusu.

    Lihat Juga: Bayi Tidak Mau Menyusu

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips dalam memilih susu formula untuk Si Kecil. Jika Sahabat Sehat memerlukan susu maupun multivitamin untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

      1. Mayo Clinic. Infant formula: Your questions answered [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 March 02; cited 2021 July 30].
      2. Clark M, Gordon H. What Is a Milk Allergy? [Internet]. USA : KidsHealth Nemours. 2018 [updated 2018 Sep; cited 2021 July 30]
      3. Centers for Disease Control and Prevention. Choosing an Infant Formula [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 22; cited 2021 July 30] 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D  Ketika bayi tidak mau menyusu tentunya membuat Sahabat Sehat kebingungan. Karena bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Pada awal kehidupan, ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber makanan dan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya. ASI mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh […]

    Cara Terbaik Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu – ProSehat

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D 

    Bayi Tidak Mau Menyusu Karena Sedang Merasa Sakit Gigi di Gusinya

    Ketika bayi tidak mau menyusu tentunya membuat Sahabat Sehat kebingungan. Karena bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Pada awal kehidupan, ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber makanan dan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya.

    ASI mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh Si Kecil, yaitu kekebalan tubuh alami (antibodi), antioksidan, dan enzim dari tubuh ibu. Antibodi dari tubuh ibu akan melindungi Si Kecil dari paparan infeksi virus dan bakteri. ASI mengandung antibodi Imunoglobulin A yang berfungsi melapisi usus bayi yang belum sempurna sehingga membantu melawan kuman dan alergan (zat penyebab alergi) yang masuk ke dalam tubuh.2

    Oleh sebab itu, penting bagi Sahabat Sehat memastikan Si Kecil mendapatkan asupan ASI yang cukup yang berguna bagi tumbuh kembangnya. Namun apabila Si Kecil tidak mau menyusu, Sahabat Sehat harus tahu tindakan seperti apa yang harus dilakukan.

    Penyebab dan Solusi Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu

    Si kecil yang menolak atau mogok menyusu disebut juga milk strike atau breastfeeding strike. Hal ini umumnya terjadi pada usia sekitar 3 bulan.3 Si Kecil yang belum dapat berkomunikasi dengan jelas, menyebabkan Sahabat Sehat kebingungan dan hanya dapat menebak-nebak mengapa Si Kecil menolak menyusu.

    Sebagai orang tua, sangat penting untuk tahu apa yang menyebabkan si kecil mogok menyusu. Dengan demikian Sahabat Sehat bisa menentukan solusi terbaik apa yang harus dilakukan.

    Berikut ini adalah berbagai hal yang sering menjadi penyebab Si Kecil sulit menyusu :

    Si Kecil Tidak Sedang Lapar

    Bisa jadi sebenarnya si kecil sedang tidak merasa lapar. Oleh sebab itu cobalah tunggu beberapa saat. Tidak harus memaksa si kecil harus menyusu di jam yang Sahabat Sehat mau.

    Namun jika setelah lebih dari 2 jam dari jadwal biasa menyusu si kecil tetap mogok menyusu bisa jadi ada masalah lain yang harus Sahabat Sehat cari tahu.

    Si Kecil Merasa Sakit

    Ketika bayi kecil Sahabat Sehat mogok menyusu maka kemungkinan hal tersebut terjadi karena dia hendak tumbuh gigi atau sedang mengalami pilek, maupun demam. Karenanya cek kesehatan bayi secara berkala dan bila perlu baw ke dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

    Untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit si kecil akibat tumbuh gigi bisa dengan mengusap gusi dengan handuk dingin atau dengan jari ibu sebelum menyusuinya. Pastikan menggunakan handuk bersih ataupun jari yang sudah dicuci dan dibersihkan dengan baik. Jika diperlukan, bawa si kecil ke Dokter untuk mendapatkan pertolongan menghilangkan rasa sakit si kecil atau agar dia mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

    Posisi Menyusu yang Tidak Nyaman

    Posisi yang membuat ibu nyaman dalam menyusui belum tentu merupakan posisi yang disukai oleh si kecil. Ketika si bayi merasa jauh lebih nyaman berada di satu posisi, dia akan menolak posisi yang tentunya membuatnya tidak nyaman.

    Maka dari itu, sangat penting mencoba memindahkan posisi misalnya ketika si kecil tidak suka posisi di sebelah kanan, gantilah dengan memberikan asi dari payudara di sebelah kiri.

    Lingkungan Panas

    Suasana juga mempengaruhi bayi mau menyusu atau tidak. Udara yang terasa kering dan panas dapat membuat bayi malas menyusu. Pada beberapa kasus bayi juga ditemukan tidak menyukai tempat menyusu yang terlalu dingin.

    Jika bayi tidak mau menyusu karena masalah lingkungan yang tidak dia sukai, cobalah untuk pindah ruangan. Bisa ke ruangan yang lebih teduh, atau ruangan yang memiliki udara lebih segar.

    Masalah di Rasa ASI

    Si Kecil mungkin tidak menyukai suhu air susu, rasa atau tekstur susu yang diberikan. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang baru saja diberikan susu formula atau karena jenis makanan tertentu yang ibu makan sehingga rasa ASI-nya berubah.

    Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi ibu yang sedang menyusu untuk menjaga pola makannya agar rasa ASI yang diberikan tidak sampai berubah. Hindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan perubahan hormon tubuh secara mendadak karena dapat ikut merubah rasa ASI.

    Tidak Menyukai Tekstur Dot dan Puting

    Bayi juga bisa jadi tidak menyukai tekstur dot ataupun bentuk puting ibu sehingga dia menjadi tidak mau menyusu. Pada bentuk puting, beberapa bayi diketahui melakukan mogok menyusu karena merasa kesulitan akibat puting ibu yang datar (tidak terlalu menonjol).

    Jika masalahnya adalah karena puting, silahkan Sahabat Sehat mencoba menggunakan dot sebagai solusi. Namun jika si bayi tidak mau menyusu karena tidak suka dotnya, cobalah gunakan dot dengan bentuk dan ukuran lain, atau coba untuk kembali kepada puting ibu (menyusui secara langsung).

    ASI di Payudara Sedikit

    Bayi juga dapat merasa kecewa ketika ASI yang keluar hanya sedikit. Akibatnya bayi jadi malas menyusui karena tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang dibutuhkan.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Misalnya mengkonsumsi sayuran dan biji-bijian. Stress juga dapat mengurangi produksi ASI, oleh sebab itu stress harus dihindari pada ibu hamil. Selama ASI masih hanya sedikit, ibu menyusui bisa memompa asi sehingga stok asi tersedia dan dapat dicoba berikan pada bayi menggunakan dot. Hal ini dapat merangsang bayi untuk kembali doyan menyusui.

    Aroma Tubuh Ibu Berubah

    Perubahan aroma tubuh membuat bayi tidak mengenali tubuh ibuny sendiri. Hal ini dapat membuat bayi menolak menyusui. Faktor makanan, stress, dan perubahan hormon dapat menyebabkan aroma tubuh ibu berubah. Selain itu, bergonta-ganti parfum juga dapat membuat bayi tidak mengenali aroma tubuh ibunya.

    Oleh sebab itu, ketika menyusui sangat disarankan untuk membiarkan tubuh dalam kondisi aroma natural tubuh. Selain itu, hindari makanan-makanan yang dapat membuat aroma tubuh ataupun hormon ibu berubah. Selama aroma tubuh masih belum kembali seperti semula, Sahabat sehat bisa mencoba memberikan asi dengan menggunakan dot ataupun cara-cara lainnya. Jangan menyerah untuk memberikan ASI karena hanya itu sumber nutrisi utama bagi si kecil.

    Lihat Juga: Mineral untuk Pertumbuhan Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips untuk mengatasi bayi tidak mau menyusu yang wajib dipahami terutama oleh ibu bayi. Namun Sahabat Sehat perlu mewaspadai, jika Si Kecil tidak mau menyusu disertai dengan  keluhan lain misalnya demam, muntah, rewel, diare dan kesulitan bernapas maka sebaiknya diperiksakan ke dokter terdekat.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kam R. Breast Refusal 13 Tips For A Baby That Refuses The Breast [Internet]. USA : Belly Belly. 2021 [updated 2021 April 27; cited 2021 July 30].
    2. Cleveland Clinic. Benefits of Breastfeeding: For Baby and Mom [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2018 [updated 2018 Jan 01; cited 2021 July 30].
    3. Chin F. Bottle-Feeding Your Baby Is Easy With These Helpful Tips [Internet]. Singapore : TheAsianparent [Internet]; [cited 2021 July 30].
    4. Gill K. Baby Refusing the Bottle? Try These Tips [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 June 29; cited 2021 July 30].
    5. Garcia N. 4 Effective Tricks to Get Your Baby to Drink Milk [Internet]. USA : Sleeping Should Be Easy. 2020 [updated 2020 July 30; cited 2021 July 30].
    6. Catton G. Why has my bottle-fed baby started to refuse the bottle? [Internet]. BabyCentre UK. 2020 [updated 2020 Sep; cited 2021 July 30].
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com