Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 1–10 of 57 results

  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Ternyata influenza dan salesma atau common cold itu sangat berbeda sekali. Begitulah yang dipaparkan oleh dr. Patricia Yulita Gunawan Sp.A ketika memberikan materi pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 8 Oktober 2020 pukul 20.000 hingga 21.000. Pada webinar yang berjudul “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak” […]

    Rangkuman Webinar Prosehat x Kenapa Harus Vaksin “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak 8 Oktober 2020

    Ternyata influenza dan salesma atau common cold itu sangat berbeda sekali. Begitulah yang dipaparkan oleh dr. Patricia Yulita Gunawan Sp.A ketika memberikan materi pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 8 Oktober 2020 pukul 20.000 hingga 21.000. Pada webinar yang berjudul “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak” dokter spesialis anak yang bekerja di Siloam Hospital Lippo Village dan Kelapa Dua itu memaparkan secara jelas perbedaan influenza dan salesma yang sering sekali disalahkaprahkan dan dipertukarkan.

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Flu dan Pilek Si Kecil

    Pada acara yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat itu, dr. Patricia memaparkan materi-materinya mengenai influenza itu sendiri dan perbedaannya pada salesma. Dari pemaparan itu diketahui bahwa ternyata perbedaan mendasar influenza dan salesma adalah influenza yang disebabkan oleh virus influenza bisa menyebabkan radang saluran pernapasan atas hingga paru, gejalanya berat, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Sementara salesma hanya menginfeksi  saluran pernapasan atas dan gejalanya biasa ringan, serta penderita bisa sembuh sendiri. Yang menarik dalam pemaparan tersebut bahwa influenza memerlukan pemeriksaan khusus berupa diagnosis PCR, rapid test, dan tes kultur sedangkan salesma hanya berdasarkan gejala sehingga jarang ada pemeriksaan. Karena diagnosisnya menggunakan PCR dan rapid, dr. Patricia menyimpulkan bahwa influenza mempunyai kemiripan dengan Covid-19. Tak lupa, dia juga mengatakan bahwa sering yang dialami bukanlah influenza melainkan selesma yang berupa batuk dan pilek.

    Mengenai kemiripan dengan Covid-19 karena penyebaran influenza bisa melalui droplet atau permukaan yang sudah terkontaminasi. Dalam paparan tersebut, dr. Yulita juga menjelaskan bahwa yang rentan terkena influenza adalah anak-anak dan lansia. Jika sudah terkena agar sebaiknya diberi obat seperti Paracetamol, dan untuk sebaiknya di rumah saja sering mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk yang benar. Hal inilah yang juga membuat influenza, menurut dr. Patricia, sangat mirip dengan Covid-19.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Lalu bagaimana supaya anak tidak terkena influenza?

    Dokter spesialis yang juga sebagai staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan ini menganjurkan yang pertama kali dilakukan untuk pencegahan adalah melakukan vaksinasi yang juga berdasarkan rekomendasi dari IDAI. Vaksin influenza ini perlu diberikan setiap tahun karena sifat virus influenza yang terus bermutasi. Selain itu, dr. Yulita memaparkan mengenai efek samping yang dihasilkan dari vaksin influenza seperti mual dan sakit kepala, dan jarang terjadi. Apabila terjadi hanya bersifat sementara. Vaksin perlu diberikan kepada anak-anak karena mereka sangat rentan dan berisiko tinggi terkena influenza.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Webinar yang diikuti oleh peserta yang tidak hanya dari Jabodetabek tetapi bahkan juga ada yang dari Pontianak ini dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Tampak sekali para peserta cukup antusias dan semangat menanyakan mengenai influenza pada anak seperti ibu Sri Pertiwi yang menanyakan apakah semua virus influenza bisa bermutasi, dan apakah hanya dengan beristirahat dapat disembuhkan? Untuk hal ini, dr. Patricia menjawab semua tergantung daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh kuat, virus influenza bisa dihilangkan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza

    Itulah Sobat Sehat ternyata vaksin influenza itu sangat penting dan cukup berperan dalam pencegahan influenza pada anak. Apabila Sobat ingin melihat lebih lanjut dan dalam soal pembahasan influenza dan vaksinasinya pada anak, yuk silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Sobat Sehat juga bisa melakukan vaksinasi flu atau influenza di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa. Jangan lupa gunakan Voucher Hemat Vaksinasi apabila Sobat Sehat termasuk 250 pendaftar pertama pada webinar ini ya!

     

    Read More
  • Segala macam agenda yang sudah Anda buat dapat berantakan karena pilek dan flu saat traveling. Pada akhirnya Anda akan sendirian di kamar hotel untuk memulihkan stamina Anda. Karena itu, sebelum melakukan traveling lebih baik cegah dari sekarang dengan beberapa cara di bawah ini :  1. Cuci Tangan Anda dengan Sabun atau Pembersih Tangan Sebelum atau […]

    Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga

    Segala macam agenda yang sudah Anda buat dapat berantakan karena pilek dan flu saat traveling. Pada akhirnya Anda akan sendirian di kamar hotel untuk memulihkan stamina Anda. Karena itu, sebelum melakukan traveling lebih baik cegah dari sekarang dengan beberapa cara di bawah ini :

    Pilek dan Flu Saat Traveling 1. Cuci Tangan Anda dengan Sabun atau Pembersih Tangan

    Sebelum atau setelah beraktivitas sangatlah penting untuk mencuci tangan agar terhindar dari penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan juga virus.

    Baca Juga : Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

     2. Tidur Yang Cukup

    Buat Anda yang suka begadang akan mudah terserang flu. Sedangkan bagi yang tidur selama 7-8 jam setiap harinya mampu mencegah berbagai penyakit. Karena pada saat Anda tidur, sel-sel di dalam tubuh mengalami perbaikan dan perubahan hormon yang lebih baik sehingga dapat memperbaiki sistem imun dalam tubuh.

     3. Makan Sayur dan Buah

    Masih tidak suka sayur dan buah? Rugi loh, karena sayur dan buah sangat baik untuk mencegah penyakit termasuk flu. Makanlah variasi satur dan juga buah berwarna hijau, merah dan juga kuning untuk mencegah infeksi penyakit serta sebagai antioksidan dan membuat daya tahan tubuh Anda menjadi lebih baik.

    Produk Terkait: Vegefrut Kapsul

     4Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur & Rutin

    Memang sangat berat melakukan aktivitas secara teratur dan juga rutin. Tetapi apakah kalian tahu? Bahwa berlari ataupun berjalan minimal 30 menit dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit infeksi.

    Baca Juga : Lagi Flu? Konsumsi 9 Makanan Tepat Untuk Penderita Flu

    5. Kurangi Stress

    Penyakit flu yang Anda alami dapat berasal dari tingkat stress yang tinggi loh.  Maka dari itu lakukanlah hal-hal yang dapat merelaksasikan tubuh Anda seperti yoga atau kegiatan lainnya. Selalu tersenyum dan berpikir positif dapat menurunkan stress dan flu Anda.

     6. Minum Air Minimal 8 Gelas Per Hari

    Nggak mau jadi dehidrasikan? Maka dari itu penuhi cairan dalam tubuh dengan minum air mineral minimal 8 gelas per hari.

      7Lakukan Vaksinasi Flu

    Cara lainnya untuk mencegah flu dengan cara vaksinasi flu.  Vaksin flu efektif mencegah penyakit flu pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 bulan.Vaksin flu ini dilakukan selama setahun sekali. lakukanlah vaksinasi flu sebelum musim flu, karena tubuh membutuhkan penyesuaian untuk menerima vaksin flu.

    Lalu bagaimana sih cara melakukannya? Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber : tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu

    cdc.gov/flu/protect/keyfacts.htm

    Read More
  • Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti […]

    Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti Eropa, tubuh Anda bisa saja belum dapat beradaptasi. Serangan virus influenza pun bisa datang tiba-tiba. Jika Anda berencana liburan ke negara beriklim dingin, pastikan seluruh keluarga sudah mendapatkan vaksinasi influenza. And here is why getting vaccinated is important…

    prosehat vaksinasi

    Baca Juga: Pentingntya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Pentingnya Vaksinasi

    Imunisasi atau vaksinasi merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Ketika Anda berencana untuk berlibur bersama keluarga, akan sangat disayangkan bila salah satu anak Anda atau malah Anda sendiri terjangkit influenza. Sebagai antisipasi, ada baiknya untuk melakukan upaya pencegahan agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi prima saat liburan. Salah satu caranya adalah dengan vaksinasi.

    Baca juga: Liburan ke Afrika Selatan: Jangan Lupa Vaksin Yellow Fever

    Hindari Penularan Penyakit

    Selain mencari tahu informasi terkait negara tujuan untuk habiskan waktu liburan tahun ini, hal lain yang harus dilakukan adalah dengan melengkapi keluarga Anda dengan vaksinasi. Hal ini diamini oleh Dr. dr. Iris Rengganis, Perwakilan dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dimana proteksi diri sebelum melakukan perjalanan wisata sangat penting, termasuk vaksinasi untuk orang dewasa sebelum ke luar negeri. Saat berwisata Anda sekeluarga rentan tertular penyakit karena sebenarnya Anda tidak tahu kapan ketahanan tubuh anda sekeluarga akan turun. Dengan banyaknya penyakit yang ditularkan secara sederhana, yakni melalui batuk, bersin dan bicara, seperti influenza, meningitis dan pneumonia dimana penularannya sangat cepat, vaksinasi memiliki peran yang sangat penting. Selain itu penularan melalui karier pun cukup banyak kasusnya. Karier merupakan seseorang yang terlihat sehat, tapi berpotensi menyebarkan virus karena virus tersebut sudah bertengger di tubuhnya.

    klik di sini beli vaksin di prosehat

    Beli di sini: Vaksin Flu untuk Anda dan Keluarga

    Vaksinasi Influenza

    Vaksin influenza tidak hanya diberikan kepada anak-anak. Anda yang sudah dewasa juga memerlukan vaksin ini. CDC merekomendasikan bahwa pemberian vaksin untuk orang berusia 6 bulan ke atas dilakukan setahun sekali. Hal ini dikarenakan virus influenza ini beredar terutama di musim dingin, pada daerah beriklim dingin dan salju (biasanya November-April di belahan bumi utara dan April-September di belahan bumi selatan), dan dapat juga terjadi sepanjang tahun di negara-negara dengan iklim tropis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tavel ke Rumah

    Karena virus ini dapat beredar setiap saat sepanjang tahun, maka peraturan untuk para wisatawan sebelum melakukan perjalanan ke daerah beriklim dingin adalah:

    • Wisatawan berusia ≥6 bulan yang tidak divaksinasi selama musim influenza di negara tempat tinggalnya harus divaksinasi ≥2 minggu sebelum keberangkatan jika vaksinnya tersedia.
    • Anak-anak berusia 6 bulan sampai 8 tahun yang baru pertama kali mendapatkan vaksin influenza membutuhkan 2 dosis yang diberikan dalam jangka waktu setiap 4 minggu. 1 dosis untuk anak Anda yang sudah pernah divaksin sebelumnya.
    • Diperlukan waktu 2 minggu setelah diberi vaksin untuk melindungi anak Anda dari serangan influenza. Oleh karena itu, lakukan vaksinasi 2 minggu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
    • Ada 2 jenis vaksin influenza untuk anak, yaitu nasal spray dan suntik. Untuk nasal spray dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun ke atas. Dan suntikan atau cara umum pemberian vaksini ini boleh diberikan pada anak berusia mulai dari 6 bulan dan harus dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan.
    • Tetap update dengan perkembangan kesehatan di negara tujuan liburan Anda sekeluarga. Dengan mengetahui perkembangannya, Anda dapat terhindar dari serangan virus apapun karena sebelumnya Anda dan keluarga telah divaksin.
    • Vaksin influenza seperti trivalent akan melindungi Anda dari ancaman 3 jenis virus influenza, yaitu H1N1, H3N2 dan virus influenza B.
    • Cara kerja vaksin influenza mengembangkan imunitas dalam tubuh untuk kembali ke kondisi primanya. Imunitas Anda yang sudah divaksin lah yang akan melindungi Anda sekeluarga dari penularan virus penyakit yang ada di dalam vaksin Anda.

    Baca Juga: Infografik Fakta Influenza dan Vaksinasinya

    And that is why getting vaccinated is important, terutama ketika Anda sekeluarga merencanakan liburan panjang di luar negeri atau negara yang beriklim dingin. Lindungi tubuh Anda dan keluarga dengan vaksin dan jangan sampai jatuh sakit saat liburan.

    download gratis di sini ebook prosehat p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Sobat Sehat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
  • Infografik Fakta Influenza dan Vaksinasinya

    Di bawah ini adalah infografik fakta mengenai influenza beserta vaksinasinya yang digunakan untuk terhindar dari penyakit flu yang disebabkan virus influenza.

    fakta influenza dan vaksinasinya

    Sobat Sehat tentunya bisa memanfaatkan layanan vaksinasi influenza ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Infografik Pentingnya Vaksin Influenza untuk Pencegahan Flu di Musim Hujan

    Di bawah ini adalah infografik mengenai pentingnya vaksin influenza sebagai salah satu cara mencegah diri dari terkena penyakit flu terutama di musim hujan

     

    Layanan  vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Baca Juga: Pneumonia: Pembunuh Utama Balita di Dunia

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari -pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya. Gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan –lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia ke Rumah

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Baca juga: Vaksinasi HiB Bantu Cegah Pneumonia pada Anak

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitu pun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa karena ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agar terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    Produk Terkait: Imunisasi Pneumonia ke Rumah

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, ketika anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak. Untuk bisa melindungi anak dari pneumonia, yuk segera manfaatkan layanan imunisasi anak ke rumah dari Prosehat. Layanan ini tentu saja mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang […]

    Cara Mencegah Pilek pada Anak

    Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang kita pikir selama ini? Siapa sebenarnya yang rentan untuk terserang pilek?

    mencegah pilek pada anak

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu pada Si Kecil

    Pada penderita pilek, masa inkubasi virus biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari dan gejala penyakit ini justru muncul setelah masa inkubasi selesai. Pliek merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, alias bisa menyerang dari mereka yang masih balita hingga yang sudah berusia paruh baya bahkan berusia lanjut. Lalu siapa yang paling rentan terserang virus pilek?

    Seperti berbagai penyakit lainnya, tentu saja penyakit pilek sangat mudah untuk menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah. Balita cenderung lebih menderita ketika terserang pilek karena daya tahan tubuh mereka lemah dan penyakit pilek ini cenderung lebih lama daripada golongan usia lainnya, yaitu dengan rentang waktu 10 hingga 14 hari. Hal ini cukup berbeda ketika anak sudah menginjak usia lebih besar, di mana penyakit pilek ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

    Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena daya tahan tubuh kita yang semakin kuat dari hari ke hari. Anak-anak diperkirakan bisa mengalami penyakit ini sebanyak 8 hingga 12 kali dalam setahun sedangkan orang dewasa hanya 2 hingga 4 kali. Perbedaan yang cukup mencolok bukan?

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pilek cenderung muncul hanya dalam bulan-bulan tertentu, lebih tepatnya ketika dalam masa pergantian antara musim kemarau ke musim penghujan – lebih tepatnya terjadi antara bulan Oktober hingga Februari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terserang virus pilek ini? Apa yang menandakan kita atau anak sedang terserang virus pilek? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai gejala pilek serta upaya mencegah terjangkit virus pilek yang pastinya praktis untuk dilakukan. Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

    Gejala Pilek Anak

    Meskipun pilek bukan suatu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, tentu saja kita sebaiknya segera menanganinya ketika muncul beberapa gejala pilek agar penyakit ini tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa gejala pilek awal yang mudah dikenali pada anak:

    1. Anak mengalami kelelahan yang berlebih atau lebih cepat lelah daripada sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama. Kelelahan ini juga disertai dengan terjadinya gangguan pada sistem pernafasan anak seperti tidak berhenti bersin ataupun batuk kering.
    2. Anak mengalami demam. Demam yang dialami oleh anak pun tidak biasa, alias anak tiba-tiba mengalami demam bahkan bisa berlangsung selama beberapa hari. Demam yang dimaksud di sini pun tidak main-main alias bisa mencapai 38,3 derajat celcius dan apabila tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan kejang. Parahnya lagi, anak yang mengalami pilek dan berusia di atas 6 bulan suhunya dapat mencapai hingga 39,3 derajat ataupun lebih.
    3. Nafsu makan anak menurun. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi tubuh anak yang tidak enak bahkan untuk menelan saja terasa sakit yang membuat anak enggan untuk makan, meskipun hanya mengemil atau biasanya nafsu makan anak besar. Bukan saja hanya nafsu makan menurun, anak juga bisa mengalami muntah ataupun diare ketika penanganan pilek terlambat.
    4. Anak mengalami gangguan pernafasan. Meskipun kita sudah tahu jika virus pilek menyerang saluran pernafasan, gejalanya akan terlihat sebagai gejala awal pilek di mana nafas anak akan menjadi pendek-pendek atau justru nafas anak menjadi sangat cepat dan tidak terkendali. Timbulnya gejala yang satu ini biasanya juga disertai dengan anak mengeluhkan timbulnya rasa nyeri pada bagian telinga.

    Cara Mencegah Pilek Pada Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah paham, kan mengenai apa saja gejala pilek anak yang harus kita waspadai dan segera kita lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya virus ini ke anak? Tentu saja ada! Wah apa saja ya kira-kira cara mencegah pilek pada anak yang mudah untuk dilakukan? Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Mencuci tangan

    Meskipun kelihatannya hal ini sepele, mencuci tangan merupakan hal yang efektif untuk dilakukan untuk mencegah anak terjangkit virus pilek. Tentu saja mencuci tangan yang dimaksud di sini pun bukan sembarangan alias kita perlu melakukan teknik cuci tangan yang tepat agar kuman dan bakteri dapat mati. Teknk cuci tangan yang dimaksud di sini pun mudah dilakukan , yaitu mencuci kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    2. Menjauhkan anak dari orang sakit

    Cara ini juga mudah untuk dilakukan sekaligus efektif untuk meminimalisir anak terserang penyakit. Seperti yang kita tahu pula, daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa sehingga sebaiknya kita menjauhkan anak dari orang lain yang sedang mengalami penyakit tertentu; setidaknya 6 meter agar kesehatan anak tetap terjaga. Hal ini juga bisa kita terapkan di rumah, di mana ketika ada anggota keluarga lainnya yang sakit sebaiknya anak tidak berada di satu ruangan dengan mereka.

    3. Vaksinasi Flu

    Seperti layaknya penyakit berbahaya lainnya, kita juga bisa memberikan vaksin flu pada anak sehingga daya tahan tubuh anak semakin kuat dan pastinya anak semakin kebal terhadap virus flu ataupun pilek. Vaksin flu bisa kita berikan sejak anak menginjak usia 6 bulan dan bisa kita berikan secara berkala alias setiap tahun yang berfungsi sebagai penguat (booster). Vaksin pilek bisa diberikan dalam dua bentuk, yaitu suntikan ataupun semprotan di mana vaksin ini diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung atau biasa kita kenal dengan “flu mist”. Flu mist sendiri bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 2 tahun dan juga bisa diberikan pada kita yang sudah tidak muda lagi – lebih tepatnya vaksin ini tetap bisa bekerja dengan efektif untuk mereka yang sudah menginjak usia 49 tahun.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pilek –lebih tepatnya bagaimana pilek menyerang anak dan gejala apa yang biasanya muncul. Mengetahui bagaimana cara mencegah anak terserang virus pilek juga merupakan hal penting supaya anak selalu dalam kondisi fit dan pastinya bisa riang gembira sepanjang hari. Bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan untuk mencegah anak terserang pilek?

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi tapi tak sempat maka bisa mencoba salah satu layanan imunisasi flu datang ke rumah dari prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu
    Read More
  • Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat […]

    10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat alirannya mampet dan terjadilah banjir.

    penyakit karena banjir, penyakit akibat banjir, penyakit pasca banjir

    Baca Juga: Sakit Perut pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Nah, air banjir ini pada umumnya membawa berbagai macam material mulai dari sampah, lumpur, bahkan bangkai yang bisa menjadi sarang penyakit dan virus. Selain itu, tingkat kelembapan akibat banjir  meningkat sehingga bakteri menjadi mudah berkembang biak. Sehingga tidak heran jika saat setelah musibah banjir terjadi, banyak penyakit yang menjangkit manusia. Penyakit apa sajakah yang muncul pasca banjir tersebut? Yuk, mari disimak supaya Sobat Sehat bisa tahu dan waspada.

    Penyakit-penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    1. Demam Tifoid

    Penyakit pertama adalah demam tifoid atau yang populer dengan nama tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terdapat dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini tertular melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejalanya berupa sakit kepala, hilang nafsu makan, demam tinggi, dan diare. Apabila tidak segera ditangani, penderitanya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tifoid ke Rumah

    2. Kolera

    Penyakit selanjutnya adalah kolera yang mirip dengan demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio Cholerae yang menyebar di air minum dan makanan melalui serangga, terutama lalat. Kolera dapat menyebabkan keluhan diare air, muntah, dan nyeri perut yang merupakan gejala umum penyakit tersebut.

    3. Leptospirosis

    Penyakit karena banjir lainnya yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis atau kencing tikus. Indonesia mempunyai beberapa wilayah yang endemik untuk penyakit ini dan hingga saat ini masih menjadi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan tingginya populasi tikus sebagai salah salah satu faktor risiko, dan karena buruknya sanitasi lingkungan serta semakin meluasnya daerah banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira yang biasanya terdapat dalam urine hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau yang tergenang bersama air banjir. Penularannya bisa melalui luka terbuka atau melalui kulit yang berada di dalam air dalam waktu yang lama, ataupun selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya berupa flu dengan sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah, dan mata berair. Apabila tidak segera ditangani penderitanya akan mengalami koma dan kematian.

    4. Hepatitis A

    Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat terbawa oleh air banjir. Serangan virus akan menimbulkan infeksi akut pada hati. Gejala awalnya berupa berkurangnya nafsu makan, muntah, sakit perut, mual, mudah lelah, flu, demam ringan, sakit kuning, dan mata kuning. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh makanan yang tidak higenis atau tidak masak, dan penyebab lainnya adalah air banjir. Jadi, ketika musim hujan, dan Sobat Sehat sudah memiliki anak, jangan biarkan mereka bermain air banjir karena berpotensi terkena penyakit tersebut. Untuk mencegahnya bisa dengan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah untuk Dewasa

    5. Malaria dan Demam Berdarah

    Ketika musim penghujan datang, sudah pasti nyamuk yang berkembang biak dengan cepat dan akan berkeliaran ke mana-mana mencari mangsa dengan cara mengisap darah. Nyamuk ini, baik Anopheles maupun Aedes aegypti, pada akhirnya akan menyebarkan virus yang menginfeksi tubuh sehingga seseorang yang terkena gigitan nyamuk ini menderita malaria dan demam berdarah. Gejalanya berupa demam berkepanjangan yang bisa mencapai 5-10 hari atau bahkan 15 hari, sakit kepala, dan badan terasa menggigil. Sedangkan pada demam berdarah, kondisi seluruh badan menjadi sakit-sakit. Karena itu, supaya tidak terkena, selalu gunakan obat nyamuk dan pastikan tidak ada genangan air tempat nyamuk berkembang biak.

    Baca Juga: Cegah Keluarga Terkena Malaria Saat Liburan ke Papua dan Nusa Tenggara

    6. Hipotermia

    Penyakit akibat banjir berikutnya adalah hipotermia, yaitu keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas. Hal ini mengakibatkan suhu tubuh sangat rendah, di bawah 35 derajat celcius. Anak-anak dan orang tua berisiko mengalami hipotermia selama banjir. Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan penyakit tersebut. Pada hipotermia ringan, ada rasa menggigil dan kebingungan mental sedangkan pada hipotermia sedang ada peningkatan risiko kebingungan mental, bicara cadel, dan refleks menurun saat menggigil berhenti. Pada hipotermia yang parah malah dapat menyebabkan halusinasi.

    7. Influenza

    Influenza atau flu merupakan penyakit yang kerap menyapa masyarakat setelah banjir melanda. Penyebabnya adalah suhu dingin pada tubuh akibat banjir membuat tubuh menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit ini. Gejala awalnya berupa demam, badan terasa pegal dan linu, kemudian timbul batuk dan pilek. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga badan tetap hangat, perbanyak minum air putih dan vitamin, serta tidak lupa vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza ke Rumah

    8. Diare

    Diare juga menjadi penyakit yang kerap muncul pasca banjir. Penyebabnya adalah karena sumber air bersih banyak tercemar virus maupun bakteri penyebab diare seperti Cholera, Shigellosis, dan Salmonella. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar serta feses yang encer. Untuk mencegahnya, Sobat Sehat sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, dan sudah dimasak sampai matang.

    9. Penyakit Kulit

    Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai setelah banjir adalah penyakit kulit yang terjadi akibat terlalu lama berada di air banjir yang membawa banyak virus dan bakteri. Kuman-kuman ini kemudian bisa masuk ke pori-pori dan menimbulkan beragam penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal, alergi, hingga infeksi. Penyakit kulit sendiri termasuk yang menular, karena itu, Sobat Sehat perlu berhati-hati. Supaya tidak terkena, segeralah cuci tangan dan bersihkan seluruh bagian kulit dengan air bersih dan sabun setelah bersentuhan dengan air banjir.

    10. Asma

    Penyakit karena banjir yang terakhir adalah asma. Penyakit ini timbul karena alergi seperti debu ataupun suhu lingkungan yang dingin. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dan karena itu sebaiknya untuk mencegahnya, usahakan tubuh tetap hangat dengan menggunakan jaket, selimut, penghangat ruangan, atau bisa juga berolahraga ringan.

    Apakah Banjir Dapat Menyebabkan Corona?

    Itulah 10 penyakit akibat banjir yang perlu diwaspadai, dan tentunya akan menjangkiti siapa saja termasuk yang gemar bermain air banjir. Namun ada pertanyaan juga, apakah banjir dapat menyebabkan virus Corona yang sekarang ini sedang mewabah?

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Virus Corona atau Covid-19 dalam beberapa penelitian disebutkan bisa hidup di dalam genangan atau air banjir karena droplet atau tinja seseorang. Meski begitu, keberadaan virus tersebut dalam air ternyata mempunyai daya infeksi yang rendah. Hal ini juga ditegaskan oleh WHO dalam sebuah panduan berjudul “Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS CoV-2”. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan bahwa daya menular virus Wuhan tersebut sangat rendah melalui air, bahkan pada air yang ada kotorannya. Hal ini membuktikan bahwa banjir tidak dapat menyebabkan atau menularkan Virus Corona. Namun, virus ini akan tertular apabila ada kerumunan atau keramaian di tempat pengungsian banjir, dan tidak ada protokol kesehatan sama sekali seperti menjaga jarak. Hal ini yang terlihat pada banjir di Jepang Juli lalu.

    Cara Menangani Diri Supaya Tidak Terkena Penyakit Pasca Banjir

    Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Sobat Sehat lakukan supaya tidak terjangkit penyakit akibat banjir.

    • Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluwarsa dari makanan yang dikonsumsi, baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.
    • Usahakan mengonsumsi makanan segar. Cuci tangan pakai sabun atau antiseptik untuk menghindari infeksi. Ajari anak-anak untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
    • Selalu menjaga kebersihan lingkungan dan segera bersihkan lokasi yang terkena banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri (seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boot) bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran khususnya lumpur.
    • Konsumsi suplemen berisi multivitamin dan mineral apabila ada keterbatasan makanan dan minuman dengan gizi yang lengkap
    • Menyetok obat-obatan seperti obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala, dan oralit
    • Mencegah anak-anak untuk tidak bermain di air banjir yang berpotensi menyebabkan penyakit

    Selain itu penanganan bisa dilakukan dengan vaksinasi dari Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Tak Hanya Diare, 8 Penyakit Akibat Banjir Ini Bisa Membahayakan Jiwa [Internet]. Blog. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/8-penyakit-akibat-banjir-ini-bisa-membahayakan-jiwa/
    2. Media K. Waspada 7 Penyakit Pasca-banjir dan Pencegahannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2020/02/26/130200923/waspada-7-penyakit-pasca-banjir-dan-pencegahannya?page=all
    3. Mustinda L. Banjir Bandang di Sukabumi, Ini 6 Penyakit Akibat Banjir [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5186802/banjir-bandang-di-sukabumi-ini-6-penyakit-akibat-banjir
    4. [Internet]. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/8-penyakit-akibat-banjir-yang-harus-diwaspadai-perlu-penanganan-tepat-kln.html?page=8
    5. Damarjati D. Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5183187/apakah-banjir-bisa-memperparah-penularan-covid-19/2
    6. Media K. Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/08/170000323/banjir-jepang-tingkatkan-risiko-penyebaran-virus-corona
    Read More

Showing 1–10 of 57 results

Chat Asisten ProSehat aja