Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 1–10 of 71 results

  • TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB […]

    Masih Kena TB padahal Sudah Imunisasi?

    TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik.

    TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB menyerang anak yang berusia 0 sampai 14 tahun.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Parahnya lagi, ketika seseorang terserang TBC hal ini sulit diketahui alias gejalanya sulit untuk dikenali. Hal inilah yang menyebabkan penanganan TB terlambat dan dapat berujung pada kematian.

    Namun terdapat beberapa gejala TB yang bisa kita amati dan perlu kita waspadai ketika anak mulai menunjukkan beberapa perubahan dan pastinya tim dokter juga mengetahui hal ini.

    Beberapa gejala TB pada anak antara lain adalah nafsu makan yang berkurang atau justru tidak nafsu makan sama sekali, anak yang mudah lelah atau tidak bersemangat sama sekali ketika diajak bermain, mengalami demam dan batuk dalam jangka waktu yang lama; yaitu bisa lebih dari 2 minggu, ataupun berkeringat saat malam hari. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya penyakit ini pada anak?

    Vaksin BCG

    Pemberian vaksin BCG adalah langkah yang tepat untuk mencegah timbulnya penyakit TB menjadi lebih berat di kemudian hari. Vaksin BCG berisi kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan dan tujuan diberikannya vaksin BCG ini adalah untuk membuat mencegah TB yang lebih berat kedepannya.

    Vaksin BCG dianjurkan untuk diberikan sejak dini karena berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti mengurangi kemungkinan terserang penyakit TB sebanyak 50 persen ketika dewasa bahkan memberikan efek perlindungan yang berlangsung hingga 10 tahun.

    Vaksin BCG sendiri wajib diberikan saat anak barusan lahir hingga berusia 2 bulan dan hal ini perlu diulangi di kemudian hari apabila kita bekerja di bidang yang berinteraksi langsung dengan penderita penyakit TB aktif.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Lalu seberapa efektif vaksinasi BCG ini? Apakah dengan mendapatkan vaksin BCG berarti kita tidak mungkin terserang penyakit TB di kemudian hari? Faktanya, meskipun telah melakukan vaksin BCG kita tetap berisiko mengalami penyakit TB.

    Kok bisa? Pemberian vaksin ini hanya berfungsi untuk membuat tubuh kita kebal terhadap Mycobacterium bovis, yaitu penyebab utama penyakit TB. Faktor lingkungan dan pola hidup juga mempengaruhi hal ini, yang berarti ketika pola hidup kita kurang sehat ataupun lingkungan cenderung kotor maka meningkatkan kemungkinan penyakit TB di kemudian hari.

    Bukan hanya faktor lingkungan, kondisi tubuh juga bisa menjadi faktor kita terserang penyakit TB. Ketika daya tahan tubuh menurun atau ketika kita sedang sakit maka akan memudahkan kuman Mycobacterium bovis untuk masuk tubuh dan menyerang sistem imun tubuh kita.

    Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita terserang penyakit TB? Tentu saja kita harus menemui dokter segera untuk mencegah penyakit ini bertambah parah dan kita bisa mendapatkan pelayanan kesehatan serta obat gratis melalui puskemas ataupun pusat layanan kesehatan lainnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Apakah ada reaksi setelah vaksinasi dengan melakukan vaksinasi BCG? Meskipun timbul efek samping dengan pemberian vaksinasi, kita tidak perlu khawatir mengenai hal ini karena hanya akan berlangsung selama 2 hingga 3 hari.

    Contoh beberapa reaksi yang mungkin timbul adalah timbulnya rasa sakit, kemerahan, ataupun pembengkakan pada daerah sekitar suntikan. Demam jarang terjadi sebagai salah satu bentuk reaksi yang biasanya muncul setelah vaksinasi.

    Nah itu tadi adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penyakit TB dan vaksinasi BCG sebagai cara untuk mencegahnya. Pastinya tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi BCG? So, tunggu apalagi untuk membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat dan melakukan vaksin?

    Sahabat bisa melakukannya juga di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

    tb pada anak, tbc pada anak

    Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat

    Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Risikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernapasan anak.1

    Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih.

    Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosis TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4

    Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1

    Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB.

    Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sahabat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4

    Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya.

    TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orang tua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen.

    TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis.

    Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6

    Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi.

    Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya.

    Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi  satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan.

    Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orang tua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Baca Juga: Masih Kena TB Padahal Sudah Imunisasi?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar TB pada anak dan produk kesehatan untuk pencegahan seperti vaksinasi BCG, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
  • Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]

    Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara yang hanya dapat dicegah dengan skrining rutin.  Kanker ini disebut sebagai silent killer karena gejalanya seringkali tidak muncul. Kebanyakan pasien penderita kanker ini datang berobat ketika sudah berada pada stadium lanjut.

    vaksinasi kanker serviks untuk anak SD

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis dari Kanker Serviks

    Mengapa vaksinasi penting pada perempuan usia dini?

    Vaksinasi kanker serviks sangatlah penting pada perempuan usia dini terutama pada anak-anak SD karena hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV. Pemberian bisa dilakukan pada usia 9-10 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh pada perempuan di usia tersebut ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi proses infeksi virus HPV yang berubah menjadi kanker cukuplah panjang, yaitu sekitar 7-15 tahun. Namun, hal tersebut kurang disadari dan baru diketahui setelah menjadi kanker melalui pemeriksaan. Dengan demikian vaksinasi pada usia dini cukup untuk menghalau infeksi virus dalam jangka waktu yang panjang dari masa SD hingga dewasa.

    Apa saja keuntungan vaksinasi di usia dini?

    Selain memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ternyata juga dapat memberikan keamanan yang cukup efektif terutama pada masa perempuan memasuki periode berhubungan seksual terutama setelah menikah. Ketika berhubungan seksual itu tanpa disadari virus HPV masuk ketika ada celah luka pada lapisan kulit atau epitel di serviks. Celah luka ini terjadi dari berhubungan seksual tersebut. HPV ini kemudian menginvasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel serviks laalu menggandakan diri, dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker. HPV ini hanya masuk ke epitel dan tidak memasuki pembuluh darah sehingga tidak dikenali sistem imun tubuh. Karena itu, vaksinasi sendiri adalah untuk dapat mengenali virus serta membentuk antibodi.

    Bagaimana dengan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks untuk anak SD ini hendaknya diberikan sebanyak dua kali, dengan rentang jarak waktu 6-12 bulan dari dosis pertama. Barulah pada usia dewasa, dosisnya adalah 3.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Kanker Serviks

    Jenis Vaksin Kanker Serviks Apa Saja yang Dapat Diberikan? Apakah Sama dengan Orang Dewasa?

    Pada dasarnya, jenis vaksin kanker serviks yang diberikan pada anak perempuan usia dini sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim sedangkan tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker leher rahim serta kutil kelamin. Vaksin jenis terbaru adalah vaksin HPV kuadrivalen, mengandung 8 jenis virus HPV. Efektivitasnya lebih tinggi, namun belum tersedia di Indonesia.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Bagaimana dengan Metodenya?

    Untuk metodenya seperti vaksinasi pada umumnya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin secara intramuskular di deltoid, yaitu otot bahu yang terbesar.

    Adakah Efek Samping yang Dirasakan?

    Setiap vaksinasi tentu saja akan ada efek sampingnya. Hal itu wajar karena tubuh sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh dalam melawan virus. Pada vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ini efek samping yang dirasakan adalah alergi, rasa sakit, kemerahan, serta bengkak di bekas suntikan, bentol kecil sementara di tempat suntikan, demam rendah, merasa kurang sehat, sakit kepala, dan pingsan.

    Untuk mengatasinya, Sahabat bisa melakukan beberapa langkah seperti minum cairan cukup banyak, tidak menggunakan baju tebal saat demam, mengompres bekas luka dengan air dingin, dan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa sakit. Apabila efek samping ini belum mereda segera hubungi dan ke fasilitas layanan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg

    Berapa Harganya?

    Untuk vaksin kanker serviks harganya berkisar dari angka Rp 750.000 hingga Rp 1,3 juta sekali suntik.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Itulah mengenai vaksinasi HPV untuk anak SD yang ternyata sangat penting untuk mencegah dan melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Intinya, perlindungan dari usia dini akan cukup membantu perempuan saat mereka memasuki masa remaja dan dewasa sehingga tidak perlu khawatir mengenai virus HPV penyebab kanker serviks ini. Sahabat bisa mendapatkan vaksinasi HPV ini di rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anak Perempuan Usia 9 Tahun Sudah Bisa Diberi Vaksin HPV |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qo2754366/anak-perempuan-usia-9-tahun-sudah-bisa-diberi-vaksin-hpv
    2. Media K. Vaksin HPV sejak Dini untuk Cegah Kanker Serviks [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2015/02/05/140152923/.Vaksin.HPV.sejak.Dini.unt
    3. Pentingnya Vaksinasi HPV Sejak Dini | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/pentingnya-vaksinasi-hpv-sejak-dini
    4. Tanya Jawab Lengkap Seputar Imunisasi HPV untuk Anak [Internet]. kumparan. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tanya-jawab-lengkap-seputar-imunisasi-hpv-untuk-anak-1s445Nfku3q
    5. Ternyata V. Ternyata, Vaksin Kanker Serviks Juga Punya Efek Samping ini! – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://nakita.grid.id/read/021741236/ternyata-vaksin-kanker-serviks-juga-punya-efek-samping-ini?page=all
    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV […]

    Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Kenapa harus di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai banyak kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat […]

    10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat alirannya mampet dan terjadilah banjir.

    penyakit karena banjir, penyakit akibat banjir, penyakit pasca banjir

    Baca Juga: Sakit Perut pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Nah, air banjir ini pada umumnya membawa berbagai macam material mulai dari sampah, lumpur, bahkan bangkai yang bisa menjadi sarang penyakit dan virus. Selain itu, tingkat kelembapan akibat banjir  meningkat sehingga bakteri menjadi mudah berkembang biak. Sehingga tidak heran jika saat setelah musibah banjir terjadi, banyak penyakit yang menjangkit manusia. Penyakit apa sajakah yang muncul pasca banjir tersebut? Yuk, mari disimak supaya Sahabat Sehat bisa tahu dan waspada.

    Penyakit-penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    1. Demam Tifoid

    Penyakit pertama adalah demam tifoid atau yang populer dengan nama tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terdapat dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini tertular melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejalanya berupa sakit kepala, hilang nafsu makan, demam tinggi, dan diare. Apabila tidak segera ditangani, penderitanya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tifoid ke Rumah

    2. Kolera

    Penyakit selanjutnya adalah kolera yang mirip dengan demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio Cholerae yang menyebar di air minum dan makanan melalui serangga, terutama lalat. Kolera dapat menyebabkan keluhan diare air, muntah, dan nyeri perut yang merupakan gejala umum penyakit tersebut.

    3. Leptospirosis

    Penyakit karena banjir lainnya yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis atau kencing tikus. Indonesia mempunyai beberapa wilayah yang endemik untuk penyakit ini dan hingga saat ini masih menjadi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan tingginya populasi tikus sebagai salah salah satu faktor risiko, dan karena buruknya sanitasi lingkungan serta semakin meluasnya daerah banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira yang biasanya terdapat dalam urine hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau yang tergenang bersama air banjir. Penularannya bisa melalui luka terbuka atau melalui kulit yang berada di dalam air dalam waktu yang lama, ataupun selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya berupa flu dengan sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah, dan mata berair. Apabila tidak segera ditangani penderitanya akan mengalami koma dan kematian.

    4. Hepatitis A

    Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat terbawa oleh air banjir. Serangan virus akan menimbulkan infeksi akut pada hati. Gejala awalnya berupa berkurangnya nafsu makan, muntah, sakit perut, mual, mudah lelah, flu, demam ringan, sakit kuning, dan mata kuning. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh makanan yang tidak higenis atau tidak masak, dan penyebab lainnya adalah air banjir. Jadi, ketika musim hujan, dan Sahabat Sehat sudah memiliki anak, jangan biarkan mereka bermain air banjir karena berpotensi terkena penyakit tersebut. Untuk mencegahnya bisa dengan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah untuk Dewasa

    5. Malaria dan Demam Berdarah

    Ketika musim penghujan datang, sudah pasti nyamuk yang berkembang biak dengan cepat dan akan berkeliaran ke mana-mana mencari mangsa dengan cara mengisap darah. Nyamuk ini, baik Anopheles maupun Aedes aegypti, pada akhirnya akan menyebarkan virus yang menginfeksi tubuh sehingga seseorang yang terkena gigitan nyamuk ini menderita malaria dan demam berdarah. Gejalanya berupa demam berkepanjangan yang bisa mencapai 5-10 hari atau bahkan 15 hari, sakit kepala, dan badan terasa menggigil. Sedangkan pada demam berdarah, kondisi seluruh badan menjadi sakit-sakit. Karena itu, supaya tidak terkena, selalu gunakan obat nyamuk dan pastikan tidak ada genangan air tempat nyamuk berkembang biak.

    Baca Juga: Cegah Keluarga Terkena Malaria Saat Liburan ke Papua dan Nusa Tenggara

    6. Hipotermia

    Penyakit akibat banjir berikutnya adalah hipotermia, yaitu keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas. Hal ini mengakibatkan suhu tubuh sangat rendah, di bawah 35 derajat celcius. Anak-anak dan orang tua berisiko mengalami hipotermia selama banjir. Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan penyakit tersebut. Pada hipotermia ringan, ada rasa menggigil dan kebingungan mental sedangkan pada hipotermia sedang ada peningkatan risiko kebingungan mental, bicara cadel, dan refleks menurun saat menggigil berhenti. Pada hipotermia yang parah malah dapat menyebabkan halusinasi.

    7. Influenza

    Influenza atau flu merupakan penyakit yang kerap menyapa masyarakat setelah banjir melanda. Penyebabnya adalah suhu dingin pada tubuh akibat banjir membuat tubuh menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit ini. Gejala awalnya berupa demam, badan terasa pegal dan linu, kemudian timbul batuk dan pilek. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga badan tetap hangat, perbanyak minum air putih dan vitamin, serta tidak lupa vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza ke Rumah

    8. Diare

    Diare juga menjadi penyakit yang kerap muncul pasca banjir. Penyebabnya adalah karena sumber air bersih banyak tercemar virus maupun bakteri penyebab diare seperti Cholera, Shigellosis, dan Salmonella. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar serta feses yang encer. Untuk mencegahnya, Sahabat Sehat sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, dan sudah dimasak sampai matang.

    9. Penyakit Kulit

    Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai setelah banjir adalah penyakit kulit yang terjadi akibat terlalu lama berada di air banjir yang membawa banyak virus dan bakteri. Kuman-kuman ini kemudian bisa masuk ke pori-pori dan menimbulkan beragam penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal, alergi, hingga infeksi. Penyakit kulit sendiri termasuk yang menular, karena itu, Sahabat Sehat perlu berhati-hati. Supaya tidak terkena, segeralah cuci tangan dan bersihkan seluruh bagian kulit dengan air bersih dan sabun setelah bersentuhan dengan air banjir.

    10. Asma

    Penyakit karena banjir yang terakhir adalah asma. Penyakit ini timbul karena alergi seperti debu ataupun suhu lingkungan yang dingin. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dan karena itu sebaiknya untuk mencegahnya, usahakan tubuh tetap hangat dengan menggunakan jaket, selimut, penghangat ruangan, atau bisa juga berolahraga ringan.

    Apakah Banjir Dapat Menyebabkan Corona?

    Itulah 10 penyakit akibat banjir yang perlu diwaspadai, dan tentunya akan menjangkiti siapa saja termasuk yang gemar bermain air banjir. Namun ada pertanyaan juga, apakah banjir dapat menyebabkan virus Corona yang sekarang ini sedang mewabah?

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Virus Corona atau Covid-19 dalam beberapa penelitian disebutkan bisa hidup di dalam genangan atau air banjir karena droplet atau tinja seseorang. Meski begitu, keberadaan virus tersebut dalam air ternyata mempunyai daya infeksi yang rendah. Hal ini juga ditegaskan oleh WHO dalam sebuah panduan berjudul “Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS CoV-2”. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan bahwa daya menular virus Wuhan tersebut sangat rendah melalui air, bahkan pada air yang ada kotorannya. Hal ini membuktikan bahwa banjir tidak dapat menyebabkan atau menularkan Virus Corona. Namun, virus ini akan tertular apabila ada kerumunan atau keramaian di tempat pengungsian banjir, dan tidak ada protokol kesehatan sama sekali seperti menjaga jarak. Hal ini yang terlihat pada banjir di Jepang Juli lalu.

    Cara Menangani Diri Supaya Tidak Terkena Penyakit Pasca Banjir

    Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Sahabat Sehat lakukan supaya tidak terjangkit penyakit akibat banjir.

    • Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluwarsa dari makanan yang dikonsumsi, baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.
    • Usahakan mengonsumsi makanan segar. Cuci tangan pakai sabun atau antiseptik untuk menghindari infeksi. Ajari anak-anak untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
    • Selalu menjaga kebersihan lingkungan dan segera bersihkan lokasi yang terkena banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri (seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boot) bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran khususnya lumpur.
    • Konsumsi suplemen berisi multivitamin dan mineral apabila ada keterbatasan makanan dan minuman dengan gizi yang lengkap
    • Menyetok obat-obatan seperti obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala, dan oralit
    • Mencegah anak-anak untuk tidak bermain di air banjir yang berpotensi menyebabkan penyakit

    Selain itu penanganan bisa dilakukan dengan vaksinasi dari Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Tak Hanya Diare, 8 Penyakit Akibat Banjir Ini Bisa Membahayakan Jiwa [Internet]. Blog. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/8-penyakit-akibat-banjir-ini-bisa-membahayakan-jiwa/
    2. Media K. Waspada 7 Penyakit Pasca-banjir dan Pencegahannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2020/02/26/130200923/waspada-7-penyakit-pasca-banjir-dan-pencegahannya?page=all
    3. Mustinda L. Banjir Bandang di Sukabumi, Ini 6 Penyakit Akibat Banjir [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5186802/banjir-bandang-di-sukabumi-ini-6-penyakit-akibat-banjir
    4. [Internet]. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/8-penyakit-akibat-banjir-yang-harus-diwaspadai-perlu-penanganan-tepat-kln.html?page=8
    5. Damarjati D. Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5183187/apakah-banjir-bisa-memperparah-penularan-covid-19/2
    6. Media K. Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/08/170000323/banjir-jepang-tingkatkan-risiko-penyebaran-virus-corona
    Read More
  • Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]

    Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

    HPV bivalen dan tetravalen

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

    • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
    • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
    • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

    Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

    • Bivalen

    Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

    • Tetravalen

    Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

    Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

    Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
    2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
    3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
    5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
    6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    Read More
  • Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini […]

    Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini pada 2017 lalu. Tentu saja terdapat banyak beberapa perbedaan yang merupakan poin penting jika dibandingkan dengan jadwal 2017 lalu. Apa saja perbedaannya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini supaya Sahabat siap ketika akan mengimunisasi anak.

    jadwal terbaru imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi bayi 2020, jadwal imunisasi anak dan bayi terbaru 2020

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Poin-poin penting dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020

    Ada 15 Jenis Imunisasi Wajib

    Pada jadwal imunisasi 2017, IDAI merekomendasikan sebanyak 16 imunisasi wajib untuk anak. Namun pada jadwal terbaru 2020 ini IDAI hanya merekomendasikan 15 imunisasi wajib. Hal itu karena ada pemberian vaksin yang digabung menjadi satu, yaitu MR dan MMR. Pemberiannya mulai umur 9 bulan adalah diberikan vaksin MR terlebih dahulu. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan diberikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun diberikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR ke Rumah

    Perubahan pada Pemberian Vaksin Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B terutama yang monovalen sangat penting diberikan pada bayi segera setelah lahir supaya tidak terkena virus Hepatitis B. Pada jadwal 2017, pemberiannya dilakukan 12 jam setelah lahir, pada jadwal imunisasi 2020 ini pemberiannya harus segera sebelum 24 jam, dan didahului dengan penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram untuk pemberiannya sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif, dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

    Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif segera diberikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, yaitu maksimal 7 hari setelah lahir. Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. Untuk rekomendasi pemberian pada jadwal imunisasi 2020 adalah sampai 5 kali yaitu hingga anak berusia 18 bulan dari yang hanya pada 4 kali pada jadwal 2017.

    Pemberian Vaksin BCG Sampai Anak Berusia 2 Bulan

    Pada jadwal terbaru Imunisasi Anak 2020 ini untuk vaksin BCG orang tua diberikan keleluasaan melakukan vaksinasi maksimal sampai anak berusia 2 bulan. Keleluasaan ini melengkapi rekomendasi terbaik pemberian vaksin BCG segera setelah bayi lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif. Apabila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Pemberian Vaksin DTP Sampai Umur 18 Tahun

    Pada jadwal imunisasi 2017, pemberian vaksin DTP untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pada jadwal imunisasi 2020 suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan untuk perlindungan jangka panjang. Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia dari 5 hingga 7 tahun. Kemudian pada umur 7 tahun atau lebih diberikan vaksin Td atau Tdap yang berlanjut pada umur 10 hingga 18 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pemberian Vaksin PCV pada Usia 12-15 Bulan untuk Imunisasi Keempat

    Vaksin PCV atau Pnemukokus yang pada jadwal 2017 hanya direkomendasikan pada saat anak berusia 15 hingga 18 bulan, pada jadwal terbaru diberikan pada usia 12 hingga 15 tahun untuk imunisasi keempat. Rekomendasi ini menambahkan rekomendasi sebelumnya untuk mengimunisasi anak dengan PCV sebanyak 3 kali masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan jaraknya adalah 2 bulan dari dosis sebelumnya. Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 cukup 1 kali.

    Vaksin Influenza Wajib Diberikan pada Saat Anak Mulai 6 Bulan

    Vaksin influenza wajib diberikan pada saat anak berusia mulai 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Pada anak umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama diberikan 1 dosis hingga 18 tahun agar memberikan perlindungan maksimal setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Vaksin Varisela Diberikan 1 Kali pada Saat Anak Berusia 12-18 Bulan

    Pada jadwal terbaru imunisasi anak 2020 vaksin varisela untuk mencegah penyakit cacar air diberikan 1 kali saat anak berusia dari 12 bulan hingga 18 bulan. Hal ini tentu berbeda pada jadwal sebelumnya yang mengharuskan pemberian  sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan. Kemudian pada umur 1-12 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan jarak 4 sampai 6 minggu.

    Vaksin Hepatitis A Mulai Diberikan Pada Anak Usia 12-24 bulan

    Di jadwal imunisasi anak terbaru 2020 vaksin Hepatitis A mulai diberikan pada saat anak berusia 12 bulan hingga 24 bulan. Hal ini tentu berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A menunggu sampai anak berusia 24 bulan. Pemberiannya sebanyak 1 dosis saja. Untuk 2 dosis dimulai saat umur 1 tahun.

    Pemberian Vaksin Tifoid Wajib Saat Anak Berusia 24 Bulan

    Vaksin Tifoid yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit tifus pada jadwal terbaru wajib diberikan pada saat anak berusia 24 bulan. Hal ini berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian dari saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun. Setelah pemberian di usia 24 bulan, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali saat anak berusia 5 tahun.

    Pemberian Vaksin HPV Sebanyak 2 Kali

    Pada jadwal terbaru vaksin HPV yang diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks diberikan sebanyak 2 kali dari usia 9 hingga 14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalen).

    Vaksin Dengue untuk Anak Umur 9-16 Tahun

    Vaksin dengue untuk mencegah terkena penyakit demam berdarah diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan pernah mempunyai dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-positif.

    Vaksin Japanese Encephalitis untuk Anak Usia 9 Bulan di Daerah Endemis

    Vaksin Japanese Encephalitis atau JE wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin dapat diberikan booster saat anak berusia 1 tahun hingga 2 tahun setelah suntikan pertama. Vaksin JE diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik Barat.

    Catch-Up Immunization Pada Jadwal Baru

    Selain perubahan dalam jadwal imunisasi anak 2020 itu juga terdapat istilah baru, yaitu catch-up immunization. Istilah untuk merujuk pada mengejar imunisasi anak yang belum dilakukan sama sekali atau terpenuhi, yang seharusnya sudah dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun atau paling maksimal saat masuk sekolah. Imunisasi yang biasanya belum dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada adalah DPT, Influenza, dan Pneumonia.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Cara Sukses Berikan Vaksin Lengkap pada Anak

    Memberikan vaksinasi dan imunisasi lengkap pada anak tentu merupakan dambaan dan keharusan bagi orang tua supaya anak tidak gampang terkena sakit serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut ini adalah cara suksesnya:

    Gunakan Satu Buku Kesehatan atau KMS

    Fungsi KMS atau kartu menuju sehat yang diberikan oleh pihak rumah sakit atau puskesmas adalah untuk sebagai pencatat dan pengingat bagi Sahabat Sehat kala akan mengimunisasi anak untuk mengetahui imunisasi apa saja dan yang belum diberikan. KMS biasanya diberikan segera setelah bayi lahir dan diberikan vaksin Hepatitis B. Gunakanlah KMS yang sama karena hal itu juga berguna untuk mengontrol kesehatan bayi, obat-obatan yang pernah diberikan, hingga perawatan yang pernah dilakukan. Hal ini juga akan memudahkan dokter yang memeriksa walaupun dokternya berganti-ganti.

    Gunakan Trik Hemat Biaya

    Beberapa imunisasi dasar yang wajib memang diberikan secara gratis karena masuk ke dalam subsidi pemerintah, tetapi imunisasi lainnya  tidak ditanggung pemerintah. Sehingga Sahabat hendaknya mempersiapkan biaya imunisasi tambahan ini. Alangkah baiknya jika biaya tersebut disimpan sebagai dana untuk imunisasi yang tidak ditanggung seperti Flu, Rotavirus, dan Pneumokokus.

    Memprediksi Efek Samping

    Efek samping dapat terjadi pasca penyuntikan. Beberapa vaksinasi dapat menyebabkan demam atau bengkak di daerah bekas suntikan. Sahabat dapat menanyakan kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek yang terjadi.

    Anak dalam Kondisi Sehat

    Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat karena hal itu akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja melawan penyakit secara maksimal. Apabila keadaan sebaliknya akan membuat kerja tidak maksimal dan imunisasi malah memperparah kondisi tersebut.

    Gali Informasi dari Sumber Terpercaya

    Selalu untuk mencari informasi seputar imunusasi anak selain dari dokter atau situs resmi IDAI terutama jika berkaitan dengan isu-isu vaksin dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi dan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

    Cara Imunisasi Anak dengan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 memang membuat jadwal imunisasi anak menjadi berantakan karena ketakutan para orang tua akan tertular virus yang juga dapat menulari anak mereka. Hal tersebut berdampak pada sedikitnya kunjungan vaksinasi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tertentu seperti puskesmas dan rumah sakit. Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi mengingat imunisasi anak itu wajib sekali terutama untuk tumbuh-kembang mereka. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

    • Dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan melakukan protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak
    • Lakukan di ruangan terpisah yang sudah disemprotkan desinfektan secara rutin saat di fasyankes
    • Mencatat waktu kunjungan ke fasyankes
    • Dilakukan di rumah pribadi dokter
    • Dilakukan di rumah

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Itulah mengenai jadwal terbaru imunisasi anak 2020 yang sudah bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan imunisasi terutama di masa pandemi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan layanan imunisasi anak yang aman, nyaman, dan berkualitas dengan di rumah saja supaya terhindar dari Covid-19, Sahabat bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. Sahabat cukup mengakses via website atau aplikasi lalu pilih kategori Imunisasi Anak. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. IDAI. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Lengkap dengan Penjelasan 15 Vaksin Anak 0-18 Tahun [Internet]. kumparan. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/jadwal-imunisasi-idai-2020-lengkap-dengan-penjelasan-15-vaksin-anak-0-18-tahun-1unPj8bpc08/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312175517_Jadwal_Imunisasi_Rekomenda
    4. Jadwal Imunisasi Anak di 2020 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191224121128-255-459589/jadwal-imunisasi-anak-di-2020
    5. Anwar F. 8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5074488/8-protokol-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona
    6. Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/imunisasi-anak-di-masa-pandemi
    7. [Internet]. Covid19.idionline.org. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/15.IDAI-Imunisasipdf.pdf
    Read More
  • Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini […]

    Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini tidak bisa memberikan kekebalan terhadap penularan virus asal Wuhan tersebut. Sebuah penelitian awal menyatakan bahwa vaksin influenza kenyataannya bukan hanya mencegah tetapi juga menghasilkan molekul yang disebut bisa melawan COVID-19, serta bisa menciptakan imun tubuh yang kuat. Bahkan disebutkan jika orang yang diberikan vaksin flu peluangnya lebih kecil terkena COVID-19. Sebab, jika seseorang terkena flu akan berakibat pada turunnya daya tahan tubuh sehingga menjadi pintu masuk yang lebih mudah bagi Covid-19 untuk menginfeksi.

    flu selama pandemi

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza dan COVID-19 mempunyai gejala yang hampir mirip, karena itu pemberian vaksin dilakukan sebagai tindakan preventif bagi penderita dengan penyakit penyerta, lansia, tenaga kesehatan, anak-anak, dan ibu hamil. Perlu diketahui hingga saat ini, penyakit flu merupakan penyakit yang telah mengakibatkan 650 orang meninggal. Kematian yang dikarenakan kasus flu berat berkisar di angka 3-5 juta dari total 1 miliar kasus flu di seluruh dunia. Penyebab flu bisa menjadi penyakit yang mematikan karena masih banyak orang yang menganggap remeh penyakit ini serta menyamakannya dengan selesma sehingga bisa dengan sendirinya sembuh, dan tentu saja kurangnya pengetahuan mengenai flu dan vaksinasinya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan. Jika hal yang demikian terjadi akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan di suatu negara sebab akan banyak pasien penderita kedua penyakit tersebut yang berduyun-duyun datang ke fasilitas kesehatan untuk dirawat. Karena sifatnya menular, tentu saja akan semakin menambah jumlah penderita dengan sangat cepat serta mengakibatkan bertambahnya jumlah kematian sehingga pemberian vaksin flu pada masa pandemi benar-benar penting dilakukan, dan lebih cepat lebih baik.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mengenai pemberian vaksin flu tetap harus dilakukan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan apabila di fasilitas layanan kesehatan serta menjalankan pembatasan pengunjung. Layanan vaksianasi ke rumah juga bisa dilakukan untuk mencegah transmisi virus. Untuk layanan vaksinasi flu ke rumah ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Septiani A. WHO Sarankan Pentingnya Vaksin Flu di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5142623/who-sarankan-pentingnya-vaksin-flu-di-tengah-pandemi-corona
    2. Media K. Kenapa Vaksin Influenza Penting di Masa Pandemi Corona? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/09/201500368/kenapa-vaksin-influenza-penting-di-masa-pandemi-corona-?page=all
    3. Media K. Studi Awal, Vaksin Flu Dapat Kurangi Infeksi Virus Corona Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/03/080300123/studi-awal-vaksin-flu-dapat-kurangi-infeksi-virus-corona-covid-19?page=all
    4. Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5229363/waspada-flu-musiman-who-rekomendasikan-vaksin-flu-saat-wabah-corona
    5. id I. Inspiring Better Health – Gridhealth.id [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352348709/vaksinasi-influenza-menyelamatkan-di-masa-pandemi-sebabnya-serangan-flu-sekaligus-covid-19-bisa-tingkatkan-risiko-kematian?page=all
    Read More
  • Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 10 November 2020: Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Perlu Vaksinasi

    Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 10 November 2020 pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Webinar yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian itu mengambil tema vaksinasi flu pada orang dewasa dan berjudul Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Juga Perlu Vaksinasi.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 8 Oktober 2020

    Selain mengurangi tingkat keparahan influenza pada kelompok rentan, dr. Delia yang juga bekerja di RS Siloam Tb Simatupang dan RS Atma Jaya ini juga memaparkan bahwa vaksinasi influenza pada orang dewasa juga dapat mencegah serangan penyakit flu sebesar 70%-90% pada orang dewasa sehat, dan rupanya juga mampu menurunkan tingkat ketidakhadiran di kantor akibat flu sebesar 78%. Vaksinasi flu pada orang dewasa sangatlah penting mengingat flu atau influenza adalah virus yang dapat menyerang siapa saja termasuk orang dewasa. Virus ini penyebarannya sangat massif dan cepat seperti halnya Covid-19, dan mempunyai gejala-gejala terkena yang hampir sama terutama pada sistem pernapasan. Dalam pemaparannya, dr. Delia yang juga bekerja sebagai salah satu staf pengajar fakultas kedokteran di sebuah universitas di Jakarta itu juga memberikan contoh kasus menyebarnya virus dengan cepat pada orang dewasa pada saat di pesawat dan kapal pesiar. Kemudian masih banyak orang dalam pemaparan tersebut kerap menyamakan flu dengan selesma yang tentu saja sangat berakibat fatal.

    Produk terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Selain membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu untuk orang dewasa, dr. Delia juga membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu di masa pandemi. Pemberian vaksin flu tetap harus diberikan pada masa pandemi karena pemberiannya sendiri dapat menghindari ko-infeksi atau menderita infeksi gabungan, baik flu maupun Covid-19 secara bersamaan, dan kerancuan dalam mendiagnosis Covid-19 mengingat, baik flu maupun Covid-19 sama-sama mempunyai gejala dan penyebab yang hampir sama. Hal ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO dan beberapa lembaga kesehatan. Tak lupa, dr. Delia juga memaparkan mengenai jadwal vaksinasi flu untuk orang dewasa yang perlu diberikan 1 dosis setiap tahun meskipun ada yang menderita penyakit jantung dan paru.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. Ada peserta bernama Yunita Gouwtama yang menanyakan tentang mengenai vaksin lain yang disarankan selain vaksin influenza dan berapa rentang waktu antara 1 vaksin dengan vaksin lainnya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Delia bahwa vaksin lain yang disarankan terutama di masa pandemi Covid-19 adalah influenza dan pneumokokus, dan pemberiannya boleh bersamaan dengan efek samping merasakan kesakitan.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai webinar bisa menyaksikannya pada video berikut ini, dan jangan lupa untuk subscribe YouTube Prosehat.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

Showing 1–10 of 71 results

Chat Asisten ProSehat aja