Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 1–10 of 72 results

  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]

    Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan.

    Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati.

    Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk si buah hati, ada baiknya kita jabarkan kembali mengenai imunisasi itu sendiri.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    jadwal vaksinasi bayi

    Apakah Imunisasi Itu?

    Imunisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

    Prosesnya dilakukan dengan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal terhadap penyakit yang menyerang tubuh.

    Imunisasi sangat diperlukan terutama bagi orang-orang yang tinggal di kawasan yang sanitasinya tidak bagus, dan berpotensi menimbulkan wabah-wabah yang mematikan, dan mudah menyerang siapa pun, baik itu oran dewasa, anak kecil, atau bayi.

    Mengapa Diperlukan Imunisasi?

    Imunisasi bayi adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi yang baru lahir atau baru berumur beberapa bulan. Lebih tepatnya berumur 0-9 bulan. Sebenarnya ketika baru lahir bayi sudah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif, dan didapatkan dari sang ibu ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

    Akan tetapi, rupanya kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Karena sifatnya yang hanya sebentar itulah, bayi kemudian akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itulah, imunisasi bayi sangat diperlukan.

    Imunisasi Seperti Apakah yang Perlu Diberikan?

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis  B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi ini mempunyai manfaat dapat memberikan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap virus hepatitis B.

    Hepatitis B sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi organ hati yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker hati dan sirosis hati. Karena itu, bagi Sobat yang sudah mempunyai bagi dianjurkan untuk melakukan imunisasi supaya si buah hati terhindar penyakit-penyakit kronis tersebut.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Imunisasi Polio

    Imunisasi kedua yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi polio atau imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.

    Manfaat pemberian imunisasi ini salah satunya untuk kekebalan sistem tubuh terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Apalagi ternyata penyakit ini termasuk penyakit menular.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC, dan merupakan salah satu penyakit menular, dan biasanya menyerang salah satu organ pernapasan penting manusia, yaitu paru-paru.

    Karena merupakan penyakit yang mudah menular, bayi pun rentan terkena penyakit ini karena belum memiliki sistem imun yang kuat. Karena itulah, imunisasi BCG sangat diperlukan untuk memberikan kekebalah tubuh pada bayi.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPTadalah imunisasi yang juga perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah tiga penyakit yang berbahaya dan mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus yang disebabkan oleh bakteri, dan karenanya imunisasi ini tidak boleh terlewatkan.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi terakhir yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi campak yang berguna melindungi bayi dari serangan penyakit campak.

    Penyakit campak adalah penyakit yang akan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernapas, dan bintik-bintik merah pada bagian kulit. Tak hanya itu, campak ternyat dapat juga menyebabkan kematian.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Setiap vaksin yang diberikan kepada bayi tentu saja mempunyai efek samping. Efek-efek samping itu adalah sebagai berikut:

    Imunisasi Hepatitis B

    Untuk hepatitis B efek sampingnya adalah akan muncul reaksi seperti demam ringan dan bengkak pada bagian kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Polio

    Efek samping yang dihasilkan dari imunisasi polio adalah menimbulkan demam hingga 39 derajat Celcius, dan menyebabkan gatal-gatal, kulit kemerahan, sulit bernapas, sulit menelan, serta menimbulkan bengkak pada wajah.

    Imunisasi BCG

    Untuk imunisasi BCG adalah munculnya reaksi seperti demam ringan dan sakit di bagian tubuh bekas suntikan. Namun reaksi ini hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan akan sembuh sendiri.

    Imunisasi DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT adalah bayi akan mengalami demam yang terjadi sekitar satu hingga tiga hari sehingga membuat tidak nyaman, dan menyebabkan si bayi menangis. Efek samping lainnya adalah bengkak pada kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Campak

    Pada imunisasi campak efek samping yang akan dihasilkan adalah nyeri dan kemerahan pada tubuh yang disuntik, demam ringan, ruam, dan nyeri otot pada kulit bekas bagian suntikan.

    Seperti Apakah Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat?

    Setelah Sobat mengetahui manfaat, jenis imunisasi, dan efek samping pada bayi, kini Sobat juga harus mengetahui jadwal imunisasi bayi yang tepat.

    Di Indonesia, jadwal imunisasi untuk si buah hati ini bisa Sobat lihat pada jadwal yang sudah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang dapat dengan gratis diunduh dan dilihat secara lengkap.

    IDAI sendiri sebagai organisasi untuk kesehatan ibu dan anak mengeluarkan panduan jadwal imunisasi sebagai berikut:

    • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi hepatitis B
    • Bayi berusia 1 bulan: BCG dan Polio 1
    • Bayi berusia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
    • Bayi berusia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 9  bulan: Campak atau MR

    Kemenkes dan IDAI juga mengingatkan bahwa imunisasi dasar secara lengkap saja tidak cukup untuk bayi, dan karena itu bayi juga perlu diberikan imunisasi secara rutin dan lengkap, dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar ke imunisasi lanjutan.

    Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, hanya perlu imunisasi DPT-HB-Hib, dan campak/MR yang diberikan ketika mereka sudah mencapai 18 bulan. Imunisasi lanjutan ini akan berlanjut saat bayi sudah menjadi anak kelas 1 dan 2 SD.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Mengapa Harus Sesuai Jadwal?

    Menurut IDAI, untuk melindungi tubuh dari penuyakit, vaksin dari imunisasi bekerja dengan cara membentuk zat antibodi yang punya kadar tertentu hingga mencapai kadar protektif.

    Supaya kadar perlindungan yang maksimal tercapai, imunisasi diberikan dalam dua periode, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Ada jenis-jenis vaksin yang cukup diberikan hanya sekali, namun ada pua yang berulang supaya pertahanan tubuh maksimal. 

    Jadwal imunisasi yang sudah ditentukan bukanlah jadwal yang disusun secara asal dan acak, melainkan telah melewati berbagai penelitian klinis. Untuk Indonesia, jadwal yang ada dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organiasi profesi.

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Manfaat yang didapat dari pemberian jadwal yang rutin dan terstruktur tentu saja akan memberikan kekebalan pada tubuh bayi secara bertahap dari serangan penyakit-penyakit yang menular dan mematikan.

    Selain itu, jadwal imunisasi yang rutin juga akan membuat pertumbuhan bayi menjadi normal, tidak ada cacat sekalipun, yang tentu saja ini akan berpengaruh pada usia dewasa.

    Dengan demikian, hal ini akan memberikan jaminan keselamatan pada si buah hati, dan tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua mempunyai bayi yang tumbuh normal.

    Adakah Dampak Jika Tidak Sesuai Jadwal?

    Apabila Sobat terlambat memberikan vaksin kepada bayi atau tidak sesuai jadwal sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh.

    Meski begitu, dampak yang akan ditimbulkan tetap saja ada, yaitu antibodi bayi akan melemah dan rentan terhadap serangan penyakit.

    Apabila memang Sobat terlambat memberikan, Sobat tidak perlu mengulang pemberian vaksin dari awal, tetapi cukup memberikan vaksinasi lanjutan. 

    Di Mana Bisa Melakukan Imunisasi?

    Sobat bisa melakukan imunisasi untuk bayi di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam fasilitas-fasilitas yang disebut di atas. Apabila Sahabat menginginkan pemberian vaksin secara gratis, Sahabat bisa melakukannya di posyandu. 

    Salah satu fasilitas kesehatan ini menyediakan semua jenis imunisasi utama sesuai anjuran dari Kemenkes dan IDAI. Namun apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin yang bukan sekadar vaksin utama saja, Sobat bisa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit. Tentu saja pemberian vaksin ini dipungut biaya.

    Berapa Biayanya?

    Biaya vaksinasi untuk bayi tentu saja beragam sesuai dengan jenis vaksinasi yang diberikan. Untuk hepatitis B dimulai dari harga Rp 90.000 hingga hingga Rp 120.000.

    Untuk Polio adalah Rp 85.000 hingga Rp 300.000, BCG Rp 250.000 hingga Rp 275.000, DTP Rp 135.000 hingga Rp 300.000, dan Campak Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Apa saja Kendala Jadwal Imunisasi Bayi Secara Tepat?

    Pemberian jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi tentu saja mempunyai beberapa kendala meskipun sudah disusun secara teratur oleh otoritas kesehatan terkait untuk memudahkan para orang tua.

    Kendala-kendala yang dialami biasanya berpusar pada masalah orang tua, anak sedang sakit, jarak fasilitas kesehatan yang jauh atau biaya yang tidak terjangkau. 

    Apalagi pada masa pandemi Corona, banyak sekali orang tua yang khawatir dan waswas apakah tetap harus ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksin pada anaknya sesuai dengan jadwal yang berlaku.

    Cara yang dilakukan supaya vaksinasi tetap aman adalah memisahkan ruang untuk anak yang sehat dan sakit untuk mencegah penularan virus. Selain itu, orang tua bisa membuat janji terlebih dahulu dengan pihak fasilitas kesehatan.

    Cara lainnya adalah melakukan imunisasi di  rumah dengan memanggil dokter melalui layanan imunisasi anak ke rumah yang disediakan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sahabat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/jadwal-imunisasi-anak
    2.  Jenis Imunisasi untuk Bayi Baru Lahir [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/jenis-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir-1534680301428105127/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.generasimaju.co.id/hal-ini-perlu-bunda-pertimbangkan-saat-memilih-tempat-imunisasi
    4. Alizanovic V. Biaya Vaksinasi Tahun 2020 untuk Bayi Usia 0-3 Tahun [Internet]. Imaos. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.imaos.id/neraca/biaya-vaksinasi-bayi-2020/
    5. Yang Perlu Orang Tua Pahami Soal Jadwal Imunisasi Bayi Saat Pandemi Virus Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/yang-perlu-orang-tua-pahami-soal-jadwal-imunisasi-bayi-saat-pandemi-virus-corona-1t5madFNVMc/full
    Read More
  • Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]

    Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19

    Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

    pekan imunisasi dunia

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa angka kesakitan dan kematian masyarakat golongan lanjut usia (lansia) akibat penyakit  Covid-19 mencapai 50%. Hal ini yang membuat para lansia menjadi golongan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemenkes.go.id. per 26 April 2021, diketahui jumlah lansia yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 11.2% dan baru 6.18% lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dari target 21.553.18 orang lansia.

    Beberapa faktor seperti masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19, dan riwayat penyakit yang diderita sebelumnya menjadi alasan jumlah peserta vaksin lansia masih rendah.

    Baca Juga: Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Pentingnya edukasi pada Pekan Imunisasi Dunia juga diungkapkan oleh Prof. Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang merupakan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) bahwa edukasi sangat penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi jangka panjang.

    Meskipun seseorang sudah pernah divaksin Covid-19 masih tetap berisiko terpapar penyakit, gejala yang dialami akan lebih ringan karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi.

    Prof. Soedjatmiko meminta kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal serta meminta kepada semua pihak untuk terus aktif mengkampanyekan pentingnya vaksin dan imunisasi karena lebih banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan efek samping yang dialami.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, rupanya vaksin dan imunisasi sangat penting. Sahabat Sehat dan keluarga disarankan agar tidak ragu untuk disuntik vaksin, sehingga dapat melindungi dari beragam penyakit. Sahabat Sehat dapat menggunakan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pekan Imunisasi Dunia Jadi Momentum Dorong Lansia Vaksinasi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/25/130500223/pekan-imunisasi-dunia-jadi-momentum-dorong-lansia-vaksinasi-covid-19?page=all
    2. Pekan Imunisasi Dunia, momentum edukasi vaksinasi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2122886/pekan-imunisasi-dunia-momentum-edukasi-vaksinasi-covid-19
    3. Vaksin Dashboard [Internet]. Vaksin.kemkes.go.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini […]

    Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020, sehat di rumah, di rumah aja

    Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia.

    Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini pada 2017 lalu. Tentu saja terdapat banyak beberapa perbedaan yang merupakan poin penting jika dibandingkan dengan jadwal 2017 lalu. Apa saja perbedaannya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini supaya Sahabat siap ketika akan mengimunisasi anak.

    jadwal terbaru imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi bayi 2020, jadwal imunisasi anak dan bayi terbaru 2020

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Poin-poin penting dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020

    Ada 15 Jenis Imunisasi Wajib

    Pada jadwal imunisasi 2017, IDAI merekomendasikan sebanyak 16 imunisasi wajib untuk anak. Namun pada jadwal terbaru 2020 ini IDAI hanya merekomendasikan 15 imunisasi wajib. Hal itu karena ada pemberian vaksin yang digabung menjadi satu, yaitu MR dan MMR.

    Pemberiannya mulai umur 9 bulan adalah diberikan vaksin MR terlebih dahulu. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan diberikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun diberikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR ke Rumah

    Perubahan pada Pemberian Vaksin Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B terutama yang monovalen sangat penting diberikan pada bayi segera setelah lahir supaya tidak terkena virus Hepatitis B.

    Pada jadwal 2017, pemberiannya dilakukan 12 jam setelah lahir, pada jadwal imunisasi 2020 ini pemberiannya harus segera sebelum 24 jam, dan didahului dengan penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.

    Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram untuk pemberiannya sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif, dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

    Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif segera diberikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, yaitu maksimal 7 hari setelah lahir.

    Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. Untuk rekomendasi pemberian pada jadwal imunisasi 2020 adalah sampai 5 kali yaitu hingga anak berusia 18 bulan dari yang hanya pada 4 kali pada jadwal 2017.

    Pemberian Vaksin BCG Sampai Anak Berusia 2 Bulan

    Pada jadwal terbaru Imunisasi Anak 2020 ini untuk vaksin BCG orang tua diberikan keleluasaan melakukan vaksinasi maksimal sampai anak berusia 2 bulan.

    Keleluasaan ini melengkapi rekomendasi terbaik pemberian vaksin BCG segera setelah bayi lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif.

    Apabila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Pemberian Vaksin DTP Sampai Umur 18 Tahun

    Pada jadwal imunisasi 2017, pemberian vaksin DTP untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

    Pada jadwal imunisasi 2020 suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan untuk perlindungan jangka panjang.

    Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia dari 5 hingga 7 tahun. Kemudian pada umur 7 tahun atau lebih diberikan vaksin Td atau Tdap yang berlanjut pada umur 10 hingga 18 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pemberian Vaksin PCV pada Usia 12-15 Bulan untuk Imunisasi Keempat

    Vaksin PCV atau Pnemukokus yang pada jadwal 2017 hanya direkomendasikan pada saat anak berusia 15 hingga 18 bulan, pada jadwal terbaru diberikan pada usia 12 hingga 15 tahun untuk imunisasi keempat.

    Rekomendasi ini menambahkan rekomendasi sebelumnya untuk mengimunisasi anak dengan PCV sebanyak 3 kali masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

    Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan jaraknya adalah 2 bulan dari dosis sebelumnya.

    Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 cukup 1 kali.

    Vaksin Influenza Wajib Diberikan pada Saat Anak Mulai 6 Bulan

    Vaksin influenza wajib diberikan pada saat anak berusia mulai 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

    Pada anak umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama diberikan 1 dosis hingga 18 tahun agar memberikan perlindungan maksimal setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Vaksin Varisela Diberikan 1 Kali pada Saat Anak Berusia 12-18 Bulan

    Pada jadwal terbaru imunisasi anak 2020 vaksin varisela untuk mencegah penyakit cacar air diberikan 1 kali saat anak berusia dari 12 bulan hingga 18 bulan.

    Hal ini tentu berbeda pada jadwal sebelumnya yang mengharuskan pemberian  sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan. Kemudian pada umur 1-12 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan jarak 4 sampai 6 minggu.

    Vaksin Hepatitis A Mulai Diberikan Pada Anak Usia 12-24 bulan

    Di jadwal imunisasi anak terbaru 2020 vaksin Hepatitis A mulai diberikan pada saat anak berusia 12 bulan hingga 24 bulan. Hal ini tentu berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A menunggu sampai anak berusia 24 bulan. Pemberiannya sebanyak 1 dosis saja. Untuk 2 dosis dimulai saat umur 1 tahun.

    Pemberian Vaksin Tifoid Wajib Saat Anak Berusia 24 Bulan

    Vaksin Tifoid yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit tifus pada jadwal terbaru wajib diberikan pada saat anak berusia 24 bulan.

    Hal ini berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian dari saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun. Setelah pemberian di usia 24 bulan, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali saat anak berusia 5 tahun.

    Pemberian Vaksin HPV Sebanyak 2 Kali

    Pada jadwal terbaru vaksin HPV yang diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks diberikan sebanyak 2 kali dari usia 9 hingga 14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalen).

    Vaksin Dengue untuk Anak Umur 9-16 Tahun

    Vaksin dengue untuk mencegah terkena penyakit demam berdarah diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan pernah mempunyai dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-positif.

    Vaksin Japanese Encephalitis untuk Anak Usia 9 Bulan di Daerah Endemis

    Vaksin Japanese Encephalitis atau JE wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

    Untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin dapat diberikan booster saat anak berusia 1 tahun hingga 2 tahun setelah suntikan pertama.

    Vaksin JE diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik Barat.

    Catch-Up Immunization Pada Jadwal Baru

    Selain perubahan dalam jadwal imunisasi anak 2020 itu juga terdapat istilah baru, yaitu catch-up immunization. Istilah untuk merujuk pada mengejar imunisasi anak yang belum dilakukan sama sekali atau terpenuhi, yang seharusnya sudah dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun atau paling maksimal saat masuk sekolah. Imunisasi yang biasanya belum dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada adalah DPT, Influenza, dan Pneumonia.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Cara Sukses Berikan Vaksin Lengkap pada Anak

    Memberikan vaksinasi dan imunisasi lengkap pada anak tentu merupakan dambaan dan keharusan bagi orang tua supaya anak tidak gampang terkena sakit serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut ini adalah cara suksesnya:

    Gunakan Satu Buku Kesehatan atau KMS

    Fungsi KMS atau kartu menuju sehat yang diberikan oleh pihak rumah sakit atau puskesmas adalah untuk sebagai pencatat dan pengingat bagi Sahabat Sehat kala akan mengimunisasi anak untuk mengetahui imunisasi apa saja dan yang belum diberikan.

    KMS biasanya diberikan segera setelah bayi lahir dan diberikan vaksin Hepatitis B. Gunakanlah KMS yang sama karena hal itu juga berguna untuk mengontrol kesehatan bayi, obat-obatan yang pernah diberikan, hingga perawatan yang pernah dilakukan. Hal ini juga akan memudahkan dokter yang memeriksa walaupun dokternya berganti-ganti.

    Gunakan Trik Hemat Biaya

    Beberapa imunisasi dasar yang wajib memang diberikan secara gratis karena masuk ke dalam subsidi pemerintah, tetapi imunisasi lainnya  tidak ditanggung pemerintah.

    Sehingga Sahabat hendaknya mempersiapkan biaya imunisasi tambahan ini. Alangkah baiknya jika biaya tersebut disimpan sebagai dana untuk imunisasi yang tidak ditanggung seperti Flu, Rotavirus, dan Pneumokokus.

    Memprediksi Efek Samping

    Efek samping dapat terjadi pasca penyuntikan. Beberapa vaksinasi dapat menyebabkan demam atau bengkak di daerah bekas suntikan. Sahabat dapat menanyakan kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek yang terjadi.

    Anak dalam Kondisi Sehat

    Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat karena hal itu akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja melawan penyakit secara maksimal. Apabila keadaan sebaliknya akan membuat kerja tidak maksimal dan imunisasi malah memperparah kondisi tersebut.

    Gali Informasi dari Sumber Terpercaya

    Selalu untuk mencari informasi seputar imunusasi anak selain dari dokter atau situs resmi IDAI terutama jika berkaitan dengan isu-isu vaksin dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi dan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

    Cara Imunisasi Anak dengan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 memang membuat jadwal imunisasi anak menjadi berantakan karena ketakutan para orang tua akan tertular virus yang juga dapat menulari anak mereka.

    Hal tersebut berdampak pada sedikitnya kunjungan vaksinasi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tertentu seperti puskesmas dan rumah sakit.

    Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi mengingat imunisasi anak itu wajib sekali terutama untuk tumbuh-kembang mereka. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

    • Dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan melakukan protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak
    • Lakukan di ruangan terpisah yang sudah disemprotkan desinfektan secara rutin saat di fasyankes
    • Mencatat waktu kunjungan ke fasyankes
    • Dilakukan di rumah pribadi dokter
    • Dilakukan di rumah

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Itulah mengenai jadwal terbaru imunisasi anak 2020 yang sudah bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan imunisasi terutama di masa pandemi Covid-19.

    Apabila Sahabat menginginkan layanan imunisasi anak yang aman, nyaman, dan berkualitas dengan di rumah saja supaya terhindar dari Covid-19, Sahabat bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat.

    Sahabat cukup mengakses via website atau aplikasi lalu pilih kategori Imunisasi Anak. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. IDAI. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Lengkap dengan Penjelasan 15 Vaksin Anak 0-18 Tahun [Internet]. kumparan. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/jadwal-imunisasi-idai-2020-lengkap-dengan-penjelasan-15-vaksin-anak-0-18-tahun-1unPj8bpc08/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312175517_Jadwal_Imunisasi_Rekomenda
    4. Jadwal Imunisasi Anak di 2020 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191224121128-255-459589/jadwal-imunisasi-anak-di-2020
    5. Anwar F. 8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5074488/8-protokol-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona
    6. Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/imunisasi-anak-di-masa-pandemi
    7. [Internet]. Covid19.idionline.org. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/15.IDAI-Imunisasipdf.pdf
    Read More
  • Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap. Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang […]

    Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap.

    Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang sama sekali belum diimunisasi atau belum lengkap sama sekali status pemberian imunisasinya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    vaksinasi dasar lengkap

    Hal inilah yang menyebabkan kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia sangat rentan terhadap segala penyakit termasuk penyakit menular yang mematikan sehingga upaya pemberian imunisasi harus terus digalakkan supaya dapat menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

    Tentu Sobat Sehat akan bertanya-tanya apakah imunisasi dasar yang dimaksud dan bagaimana cara pemberiannya? Tanpa berlama-lama silakan disimak poin-poin berikut di bawah ini.

    Apakah Imunisasi Dasar Lengkap Itu?

    Imunisasi dasar yang sudah disinggung pada paragraf awal mempunyai pengertian, yaitu pemberian imunisasi dasar secara lengkap kepada bayi yang berumur 0-9 bulan. Imunisasi ini merupakan salah satu program wajib dari pemerintah di bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. 

    Untuk Apa Tujuannya dan Seberapa Penting?

    Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk membuat bayi yang baru lahir atau sudah berumur beberapa bulan kebal terhadap segala serangan penyakit seperti TBC, Hepatitis B, difteri, polio, dan campak. Karena tujuannya seperti itu, pemberian imunisasi melalui vaksin merupakan hal yang cukup penting.

    Sebab, imunisasi itu sendiri pada dasarnya adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk merangsang keluarnya antibodi sehingga tubuh sudah tahu cara melawan ketika ada virus sejenis yang menyerang.

    Pemberian vaksin selain mencegah penularan penyakit berbahaya pada bayi, juga untuk mencegah menularkan penyakit tersebut pada orang lain sampai usia dewasa.

    Apabila bayi atau anak tidak diimunisasi, risiko terkena penyakit menular yang berbahaya akan lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Selain cepat dan aman, imunisasi juga hampir 100% efektif, dan apabila anak ternyata masih tetap terkena penyakit menular, gejalanya pun lebih ringan.

    Baca Juga: Vaksinasi Antre? Yuk, Vaksinasi di Rumah Saja

    Imunisasi Apa Sajakah yang Harus Diberikan?

    Untuk imunisasi dasar ini terdapat  5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

    • Hepatitis B
    • Polio
    • BCG
    • Pentavalen (DPT, HB, HIB)
    • Campak

    Seperti Apakah Prosedurnya?

    Prosedur pemberian imunisasi dasar ini tentu harus berdasarkan usia. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI, yang tentu saja membuat prosedur ini berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    Untuk prosedurnya adalah sebagai berikut:

    Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B diberikan pada saat bayi baru lahir, yaitu paling lambat 12 jam setelah lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

    Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Polio

    Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini kepada bayi untuk mencegah tertularnya bayi terkena penyakit polio.

    Produk Terkait: Vaksinasi Polio

    Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan, dan dapat mengakibarkan kelumpuhan kaki, tangan, otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian.

    BCG

    Vaksin BCG diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah anak terkena kuman penyebab penyakit tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG

    Pentavalen

    Pentavalen adalah vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin diberikan pada saat bayi mencapai usia 2,3, dan 4 bulan.

    Campak

    Terakhir adalah vaksin campak yang diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

    Produk Terkait: Imunisasi Campak

    Sampai Kapan Pemberiannya?

    Kelima jenis imunisasi dasar lengkap di atas tersebut harus diberikan pada bayi dan anak sebelum mereka berusia 1 tahun.

    Meski begitu, ada tiga jenis vaksin yang perlu diulang di usia batita atau di bawah tiga tahun, yaitu vaksin polio, campak, dan DPT karema kadar antibodinya akan turun setelah setahun. Sedangkan, imunisasi BCG cukup sekali saja karena antibodinya yang tidak pernah turun.

    Seperti Apa Cara Pemberiannya?

    Untuk pemberian vaksin imunisasi ini terdiri dari dua macam, yaitu bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntikkan di bagian bawah lapisan kulit. Selain dengan cara disuntik, cara lainnya adalah dengan meneteskan cairan ke bagian mulut atau oral. Semua disesuaikan dengan jenis vaksin yang akan diberikan.

    Untuk Penyuntikan, Di Manakah Lokasinya Pada Tubuh?

    Lokasi penyuntikan pada tubuh biasanya pada paha atas dan lengan atas. Untuk paha atas, biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 bulan. Sedangkan untuk lengan atas pada anak-anak di atas 12 bulan. Jenis suntikannya disebut dengan subkutan atau SC. Selain jenis suntikan SC, ada lagi jenis suntikan bernama IM untuk penyuntikan vaksin intramuscular, yang diberikan pada anak berusai di bawah 12 bulan, dengan menyuntikkan bagian paha atas.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Tetes vs Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya

    Di Manakah Tempat Mendapatkan Imunisasi Dasar Ini?

    Untuk bisa mendapatkan imunisasi dasar, Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua bisa mendapatkanya untuk bayi dan anak Sobat dengan mendatangi posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak atau bidan. Untuk puskesmas vaksin yang digunakan disediakan langsung dari pemerintah sementara untuk vaksin tambahan seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A yang tidak disediakan langsung dapat diperoleh di rumah sakit atau dokter anak.

    Adakah Efek Samping yang Dihasilkan?

    Mengenai efek samping dari imunisasi wajib untuk bayi dan anak tentu saja ada, dan biasa disebut dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Biasanya, bayi atau anak yang terkena KIPI akan mengalami demam ringan hingga tinggi, kemudian mengalami bengkak, kemerahan, dan menjadi agak rewel.

    Umumnya KPI akan hilang dalam waktu 3-4 hari meskipun juga bisa berlangsung lebih lama. Selama bayi dan anak mengalami KIPI, sobat tidak perlu panik. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, mengompres dahi dengan air hangat, memberikan ASI, susu, atau jus buah apabila sudah bisa mengonsumsi makanan padat. KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat apalagi kelumpuhan, serta kematian.Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi atau bawa ke dokter.

    Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Imunisasi Dasar?

    Setelah Sobat memberikan semua vaksin dari imunisasi dasar secara lengkap, dan sesuai usia, bukan berarti pemberian imunisasi selesai begitu saja sebab ada yang namanya imunisasi lanjutan. Imunisasi jenis ini juga tercakup dalam program pemerintah di bidang kesehatan, dan masuk pada imunisasi rutin lengkap sebagai pengembangan dari imunisasi dasar lengkap. Pemberian imunisasi lanjutan ini diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal mengingat imunisasi dasar saja ternyata belum cukup memberikan kekebalan.

    Adapun vaksin yang diberikan saat imunisasi lanjutan mencakup vaksin-vaksin yang sudah pernah diberikan pada imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, dan DPT, lalu ditambahkan beberapa vaksin seperti MMR, Influenza, hingga hepatitis A. Imunisasi lanjutan dimulai dari anak berusia 12 bulan hingga 18 tahun.

    Bagaimanakah Supaya Pemberian Imunisasi Lancar?

    Supaya pemberian imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan anak itu lancar, Sobat  perlu memperhatikan pada jadwal pemberian imunisasi yang telah disusun oleh Kemenkes dan IDAI, serta berdasarkan rekomendasi dari WHO. Di dalamnya ada pemberian vaksin sesuai usia. Selain itu, yang  perlu diperhatikan adalah jadwal jeda pemberian vaksin satu dengan yang lainnya terutama untuk vaksin hidup.

    Apabila yang diberikan adalah vaksin hidup dalam imunisasi, jeda waktu pemberiannya adalah 4 minggu. Hal ini untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara satu vaksin dan yang lainnya. Meski begitu, untuk vaksin hidup yang pemberiannya dilakukan dengan meneteskan cairan ke mulut seperti polio dan rotavirus, pemberiannya tidak harus menunnggu jeda waktu minimal dengan proses pemberian vaksin jenis lainnya, dan berlaku juga untuk jenis vaksin mati.

    Baca Juga: Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Karena itu, pemberian imunisasi sesuai  jadwal sangatlah penting sebab bila tidak sesuai jadwal akan mempengaruhi kekebalan tubuh pada bayi dan anak sehingga anak mereka akan rentan terhadap penyakit. Meski begitu, ada saja kendala-kendala yang dialami mulai dari kondisi anak yang tidak sehat, permasalahan orang tua, dan virus Corona.

    Salah satu solusi paling tepat untuk masalah ini adalah mengadakan layanan vaksinasi dengan memanggil dokter ke rumah supaya vaksinasi tetap berjalan lancar dan aman yang diberikan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sobat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sahabat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Daftar Lengkap Imunisasi Dasar untuk Bayi Rekomendasi dari Kemenkes – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://tirto.id/daftar-lengkap-imunisasi-dasar-untuk-bayi-rekomendasi-dari-kemenkes-dk2Y
    2. [Internet]. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/
    3. Cara Tepat Pemberian Vaksin/Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/cara-tepat-pemberian-vaksin-imunisasi-yang-wajib-anda-ketahui
    4. Harsono F. Imunisasi Dasar Lengkap Belum Cukup Lindungi Anak dari Penyakit [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3948967/imunisasi-dasar-lengkap-belum-cukup-lindungi-anak-dari-penyakit
    5. Memahami KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/memahami-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-1qxGY3P6TN
    Read More
  • Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, […]

    Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella.

    Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, kelumpuhan, bahkan kematian. Oleh karena itu, imunisasi pada anak begitu penting untuk dilakukan.1

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    vaksinasi anak, imunisasi anak di masa Corona

    Namun, ketika COVID-19 mewabah, banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah imunisasi masih perlu dilakukan? Hal ini disebabkan virus corona adalah salah satu virus mematikan yang dapat menyebar begitu cepat sehingga membuat banyak orang tua khawatir dirinya dan anaknya tertular bila pergi ke luar rumah.2

    Jawabannya adalah perlu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai imunisasi, menyatakan bahwa imunisasi untuk anak-anak tetap harus dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari WHO.

    Penetapan jadwal juga melihat kondisi perkembangan anak di Indonesia sehingga jadwal pemberian imunisasi yang sesuai dan bertahap akan membantu perkembangan anak.2

    Karena imunisasi anak tetap harus dilakukan, pelaksanaannya pun menyesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu menerapkan protokol kesehatan sebagai tindak lanjut upaya mengurangi penyebaran corona.

    Hal itu tertuang dalam Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.1 Lalu, seperti apakah imunisasi anak di masa pandemi? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak, Sobat Sehat!

    Dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan

    Fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak, namun dengan berbagai protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang baik untuk mencegah terjadinya penularan corona secara airborne, dan petugas medis diharuskan memakai APD lengkap.1

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah kunjungan dengan disemprotkan cairan desinfektan.

    Tak lupa, setiap orang yang membawa anaknya untuk imunisasi harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua dan anak lama menunggu untuk meminimalkan paparan virus.

    Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter.1

    Dapat Dilaksanakan di Tempat Pribadi Dokter atau Layanan ke Rumah

    Apabila Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua masih begitu khawatir mengenai pelayanan pemberian imunisasi secara langsung di fasilitas kesehatan yang menjadi tempat rentan penyebaran virus, Sahabat juga bisa melakukannya di tempat pribadi dokter yang membuka praktik pribadi sehingga bersifat lebih privat. Pilihan lainnya dapat berupa layanan imunisasi ke rumah sebagai salah satu cara mengurangi penyebaran virus.3

    Untuk layanan imunisasi ini, Sobat juga dapat memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Imunisasi Tidak Dilakukan di Wilayah Rawan Corona

    Imunisasi anak boleh saja tidak dilakukan di wilayah yang menurut pemerintah merupakan wilayah rawan COVID-19. Penundaannya adalah satu bulan jika memang imunisasi tidak memungkinkan dan sangat berisiko. Namun, apabila memungkinkan, imunisasi harus dijalankan.3

    Dapat Diberikan Imunisasi Tambahan dan Kombinasi

    Jika sebelum datangnya virus corona imunisasi yang diberikan sebatas pemberian vaksinasi dasar seperti hepatitis, polio, BCG, DPT, HiB, dan campak/MR, di masa pandemi ini, pemberian imunisasi tambahan dan kombinasi, seperti influenza dan PCV dapat sangat bermanfaat dalam mencegah pneumonia pada anak.2

    Catat Waktu Kunjungan

    Agar imunisasi dasar anak di masa pandemi dapat berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sebaiknya Sobat mencatat waktu kunjungan ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan imunisasi.

    Pencatatan ini akan membuat jadwal kunjungan menjadi teratur. Dari pencatatan ini pun Sobat bisa merencanakan jadwal kunjungan setelahnya.3

    Physical Distancing untuk Anak di Rumah

    Ketika di rumah, anak yang sudah diimunisasi sebaiknya diusahakan jangan keluar rumah supaya tidak tertular virus corona.

    ASI juga harus tetap diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jauhkan anak dari orang-orang dengan gejala flu, seperti batuk dan pilek yang diindikasikan sebagai gejala COVID-19.

    Itulah gambaran mengenai imunisasi anak di masa pandemi corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah.

    Apabila Sahabat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai imunisasi di masa pandemi silakan tonton YouTube di bawah ini,  dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada Masa Pandemi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Protokol/Final%20Juknis%20Pelayanan%20Imunisasi%20pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
    2. Ada jadwal imunisasi anak saat pandemi corona? Ini yang wajib Parents tahu! [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/anak-imunisasi-saat-pandemi-corona
    3. Media K. Selama Pandemi, Jadwal Imunisasi Anak Tetap Dilakukan atau Ditunda? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/02/152505420/selama-pandemi-jadwal-imunisasi-anak-tetap-dilakukan-atau-ditunda?page=all
    Read More

Showing 1–10 of 72 results

Chat Asisten ProSehat aja