Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 1–10 of 70 results

  • Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]

    Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

    HPV bivalen dan tetravalen

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

    • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
    • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
    • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

    Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

    • Bivalen

    Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

    • Tetravalen

    Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

    Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

    Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
    2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
    3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
    5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
    6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    Read More
  • Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini […]

    Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini pada 2017 lalu. Tentu saja terdapat banyak beberapa perbedaan yang merupakan poin penting jika dibandingkan dengan jadwal 2017 lalu. Apa saja perbedaannya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini supaya Sahabat siap ketika akan mengimunisasi anak.

    jadwal terbaru imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi bayi 2020, jadwal imunisasi anak dan bayi terbaru 2020

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Poin-poin penting dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020

    Ada 15 Jenis Imunisasi Wajib

    Pada jadwal imunisasi 2017, IDAI merekomendasikan sebanyak 16 imunisasi wajib untuk anak. Namun pada jadwal terbaru 2020 ini IDAI hanya merekomendasikan 15 imunisasi wajib. Hal itu karena ada pemberian vaksin yang digabung menjadi satu, yaitu MR dan MMR. Pemberiannya mulai umur 9 bulan adalah diberikan vaksin MR terlebih dahulu. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan diberikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun diberikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR ke Rumah

    Perubahan pada Pemberian Vaksin Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B terutama yang monovalen sangat penting diberikan pada bayi segera setelah lahir supaya tidak terkena virus Hepatitis B. Pada jadwal 2017, pemberiannya dilakukan 12 jam setelah lahir, pada jadwal imunisasi 2020 ini pemberiannya harus segera sebelum 24 jam, dan didahului dengan penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram untuk pemberiannya sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif, dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

    Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif segera diberikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, yaitu maksimal 7 hari setelah lahir. Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. Untuk rekomendasi pemberian pada jadwal imunisasi 2020 adalah sampai 5 kali yaitu hingga anak berusia 18 bulan dari yang hanya pada 4 kali pada jadwal 2017.

    Pemberian Vaksin BCG Sampai Anak Berusia 2 Bulan

    Pada jadwal terbaru Imunisasi Anak 2020 ini untuk vaksin BCG orang tua diberikan keleluasaan melakukan vaksinasi maksimal sampai anak berusia 2 bulan. Keleluasaan ini melengkapi rekomendasi terbaik pemberian vaksin BCG segera setelah bayi lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif. Apabila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Pemberian Vaksin DTP Sampai Umur 18 Tahun

    Pada jadwal imunisasi 2017, pemberian vaksin DTP untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pada jadwal imunisasi 2020 suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan untuk perlindungan jangka panjang. Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia dari 5 hingga 7 tahun. Kemudian pada umur 7 tahun atau lebih diberikan vaksin Td atau Tdap yang berlanjut pada umur 10 hingga 18 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pemberian Vaksin PCV pada Usia 12-15 Bulan untuk Imunisasi Keempat

    Vaksin PCV atau Pnemukokus yang pada jadwal 2017 hanya direkomendasikan pada saat anak berusia 15 hingga 18 bulan, pada jadwal terbaru diberikan pada usia 12 hingga 15 tahun untuk imunisasi keempat. Rekomendasi ini menambahkan rekomendasi sebelumnya untuk mengimunisasi anak dengan PCV sebanyak 3 kali masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan jaraknya adalah 2 bulan dari dosis sebelumnya. Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 cukup 1 kali.

    Vaksin Influenza Wajib Diberikan pada Saat Anak Mulai 6 Bulan

    Vaksin influenza wajib diberikan pada saat anak berusia mulai 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Pada anak umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama diberikan 1 dosis hingga 18 tahun agar memberikan perlindungan maksimal setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Vaksin Varisela Diberikan 1 Kali pada Saat Anak Berusia 12-18 Bulan

    Pada jadwal terbaru imunisasi anak 2020 vaksin varisela untuk mencegah penyakit cacar air diberikan 1 kali saat anak berusia dari 12 bulan hingga 18 bulan. Hal ini tentu berbeda pada jadwal sebelumnya yang mengharuskan pemberian  sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan. Kemudian pada umur 1-12 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan jarak 4 sampai 6 minggu.

    Vaksin Hepatitis A Mulai Diberikan Pada Anak Usia 12-24 bulan

    Di jadwal imunisasi anak terbaru 2020 vaksin Hepatitis A mulai diberikan pada saat anak berusia 12 bulan hingga 24 bulan. Hal ini tentu berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A menunggu sampai anak berusia 24 bulan. Pemberiannya sebanyak 1 dosis saja. Untuk 2 dosis dimulai saat umur 1 tahun.

    Pemberian Vaksin Tifoid Wajib Saat Anak Berusia 24 Bulan

    Vaksin Tifoid yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit tifus pada jadwal terbaru wajib diberikan pada saat anak berusia 24 bulan. Hal ini berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian dari saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun. Setelah pemberian di usia 24 bulan, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali saat anak berusia 5 tahun.

    Pemberian Vaksin HPV Sebanyak 2 Kali

    Pada jadwal terbaru vaksin HPV yang diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks diberikan sebanyak 2 kali dari usia 9 hingga 14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalen).

    Vaksin Dengue untuk Anak Umur 9-16 Tahun

    Vaksin dengue untuk mencegah terkena penyakit demam berdarah diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan pernah mempunyai dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-positif.

    Vaksin Japanese Encephalitis untuk Anak Usia 9 Bulan di Daerah Endemis

    Vaksin Japanese Encephalitis atau JE wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin dapat diberikan booster saat anak berusia 1 tahun hingga 2 tahun setelah suntikan pertama. Vaksin JE diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik Barat.

    Catch-Up Immunization Pada Jadwal Baru

    Selain perubahan dalam jadwal imunisasi anak 2020 itu juga terdapat istilah baru, yaitu catch-up immunization. Istilah untuk merujuk pada mengejar imunisasi anak yang belum dilakukan sama sekali atau terpenuhi, yang seharusnya sudah dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun atau paling maksimal saat masuk sekolah. Imunisasi yang biasanya belum dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada adalah DPT, Influenza, dan Pneumonia.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Cara Sukses Berikan Vaksin Lengkap pada Anak

    Memberikan vaksinasi dan imunisasi lengkap pada anak tentu merupakan dambaan dan keharusan bagi orang tua supaya anak tidak gampang terkena sakit serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut ini adalah cara suksesnya:

    Gunakan Satu Buku Kesehatan atau KMS

    Fungsi KMS atau kartu menuju sehat yang diberikan oleh pihak rumah sakit atau puskesmas adalah untuk sebagai pencatat dan pengingat bagi Sahabat Sehat kala akan mengimunisasi anak untuk mengetahui imunisasi apa saja dan yang belum diberikan. KMS biasanya diberikan segera setelah bayi lahir dan diberikan vaksin Hepatitis B. Gunakanlah KMS yang sama karena hal itu juga berguna untuk mengontrol kesehatan bayi, obat-obatan yang pernah diberikan, hingga perawatan yang pernah dilakukan. Hal ini juga akan memudahkan dokter yang memeriksa walaupun dokternya berganti-ganti.

    Gunakan Trik Hemat Biaya

    Beberapa imunisasi dasar yang wajib memang diberikan secara gratis karena masuk ke dalam subsidi pemerintah, tetapi imunisasi lainnya  tidak ditanggung pemerintah. Sehingga Sahabat hendaknya mempersiapkan biaya imunisasi tambahan ini. Alangkah baiknya jika biaya tersebut disimpan sebagai dana untuk imunisasi yang tidak ditanggung seperti Flu, Rotavirus, dan Pneumokokus.

    Memprediksi Efek Samping

    Efek samping dapat terjadi pasca penyuntikan. Beberapa vaksinasi dapat menyebabkan demam atau bengkak di daerah bekas suntikan. Sahabat dapat menanyakan kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek yang terjadi.

    Anak dalam Kondisi Sehat

    Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat karena hal itu akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja melawan penyakit secara maksimal. Apabila keadaan sebaliknya akan membuat kerja tidak maksimal dan imunisasi malah memperparah kondisi tersebut.

    Gali Informasi dari Sumber Terpercaya

    Selalu untuk mencari informasi seputar imunusasi anak selain dari dokter atau situs resmi IDAI terutama jika berkaitan dengan isu-isu vaksin dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi dan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

    Cara Imunisasi Anak dengan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 memang membuat jadwal imunisasi anak menjadi berantakan karena ketakutan para orang tua akan tertular virus yang juga dapat menulari anak mereka. Hal tersebut berdampak pada sedikitnya kunjungan vaksinasi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tertentu seperti puskesmas dan rumah sakit. Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi mengingat imunisasi anak itu wajib sekali terutama untuk tumbuh-kembang mereka. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

    • Dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan melakukan protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak
    • Lakukan di ruangan terpisah yang sudah disemprotkan desinfektan secara rutin saat di fasyankes
    • Mencatat waktu kunjungan ke fasyankes
    • Dilakukan di rumah pribadi dokter
    • Dilakukan di rumah

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Itulah mengenai jadwal terbaru imunisasi anak 2020 yang sudah bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan imunisasi terutama di masa pandemi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan layanan imunisasi anak yang aman, nyaman, dan berkualitas dengan di rumah saja supaya terhindar dari Covid-19, Sahabat bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. Sahabat cukup mengakses via website atau aplikasi lalu pilih kategori Imunisasi Anak. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. IDAI. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Lengkap dengan Penjelasan 15 Vaksin Anak 0-18 Tahun [Internet]. kumparan. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/jadwal-imunisasi-idai-2020-lengkap-dengan-penjelasan-15-vaksin-anak-0-18-tahun-1unPj8bpc08/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312175517_Jadwal_Imunisasi_Rekomenda
    4. Jadwal Imunisasi Anak di 2020 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191224121128-255-459589/jadwal-imunisasi-anak-di-2020
    5. Anwar F. 8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5074488/8-protokol-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona
    6. Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/imunisasi-anak-di-masa-pandemi
    7. [Internet]. Covid19.idionline.org. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/15.IDAI-Imunisasipdf.pdf
    Read More
  • Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini […]

    Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini tidak bisa memberikan kekebalan terhadap penularan virus asal Wuhan tersebut. Sebuah penelitian awal menyatakan bahwa vaksin influenza kenyataannya bukan hanya mencegah tetapi juga menghasilkan molekul yang disebut bisa melawan COVID-19, serta bisa menciptakan imun tubuh yang kuat. Bahkan disebutkan jika orang yang diberikan vaksin flu peluangnya lebih kecil terkena COVID-19. Sebab, jika seseorang terkena flu akan berakibat pada turunnya daya tahan tubuh sehingga menjadi pintu masuk yang lebih mudah bagi Covid-19 untuk menginfeksi.

    flu selama pandemi

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza dan COVID-19 mempunyai gejala yang hampir mirip, karena itu pemberian vaksin dilakukan sebagai tindakan preventif bagi penderita dengan penyakit penyerta, lansia, tenaga kesehatan, anak-anak, dan ibu hamil. Perlu diketahui hingga saat ini, penyakit flu merupakan penyakit yang telah mengakibatkan 650 orang meninggal. Kematian yang dikarenakan kasus flu berat berkisar di angka 3-5 juta dari total 1 miliar kasus flu di seluruh dunia. Penyebab flu bisa menjadi penyakit yang mematikan karena masih banyak orang yang menganggap remeh penyakit ini serta menyamakannya dengan selesma sehingga bisa dengan sendirinya sembuh, dan tentu saja kurangnya pengetahuan mengenai flu dan vaksinasinya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan. Jika hal yang demikian terjadi akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan di suatu negara sebab akan banyak pasien penderita kedua penyakit tersebut yang berduyun-duyun datang ke fasilitas kesehatan untuk dirawat. Karena sifatnya menular, tentu saja akan semakin menambah jumlah penderita dengan sangat cepat serta mengakibatkan bertambahnya jumlah kematian sehingga pemberian vaksin flu pada masa pandemi benar-benar penting dilakukan, dan lebih cepat lebih baik.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mengenai pemberian vaksin flu tetap harus dilakukan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan apabila di fasilitas layanan kesehatan serta menjalankan pembatasan pengunjung. Layanan vaksianasi ke rumah juga bisa dilakukan untuk mencegah transmisi virus. Untuk layanan vaksinasi flu ke rumah ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Septiani A. WHO Sarankan Pentingnya Vaksin Flu di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5142623/who-sarankan-pentingnya-vaksin-flu-di-tengah-pandemi-corona
    2. Media K. Kenapa Vaksin Influenza Penting di Masa Pandemi Corona? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/09/201500368/kenapa-vaksin-influenza-penting-di-masa-pandemi-corona-?page=all
    3. Media K. Studi Awal, Vaksin Flu Dapat Kurangi Infeksi Virus Corona Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/03/080300123/studi-awal-vaksin-flu-dapat-kurangi-infeksi-virus-corona-covid-19?page=all
    4. Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5229363/waspada-flu-musiman-who-rekomendasikan-vaksin-flu-saat-wabah-corona
    5. id I. Inspiring Better Health – Gridhealth.id [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352348709/vaksinasi-influenza-menyelamatkan-di-masa-pandemi-sebabnya-serangan-flu-sekaligus-covid-19-bisa-tingkatkan-risiko-kematian?page=all
    Read More
  • Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 10 November 2020: Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Perlu Vaksinasi

    Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 10 November 2020 pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Webinar yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian itu mengambil tema vaksinasi flu pada orang dewasa dan berjudul Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Juga Perlu Vaksinasi.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 8 Oktober 2020

    Selain mengurangi tingkat keparahan influenza pada kelompok rentan, dr. Delia yang juga bekerja di RS Siloam Tb Simatupang dan RS Atma Jaya ini juga memaparkan bahwa vaksinasi influenza pada orang dewasa juga dapat mencegah serangan penyakit flu sebesar 70%-90% pada orang dewasa sehat, dan rupanya juga mampu menurunkan tingkat ketidakhadiran di kantor akibat flu sebesar 78%. Vaksinasi flu pada orang dewasa sangatlah penting mengingat flu atau influenza adalah virus yang dapat menyerang siapa saja termasuk orang dewasa. Virus ini penyebarannya sangat massif dan cepat seperti halnya Covid-19, dan mempunyai gejala-gejala terkena yang hampir sama terutama pada sistem pernapasan. Dalam pemaparannya, dr. Delia yang juga bekerja sebagai salah satu staf pengajar fakultas kedokteran di sebuah universitas di Jakarta itu juga memberikan contoh kasus menyebarnya virus dengan cepat pada orang dewasa pada saat di pesawat dan kapal pesiar. Kemudian masih banyak orang dalam pemaparan tersebut kerap menyamakan flu dengan selesma yang tentu saja sangat berakibat fatal.

    Produk terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Selain membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu untuk orang dewasa, dr. Delia juga membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu di masa pandemi. Pemberian vaksin flu tetap harus diberikan pada masa pandemi karena pemberiannya sendiri dapat menghindari ko-infeksi atau menderita infeksi gabungan, baik flu maupun Covid-19 secara bersamaan, dan kerancuan dalam mendiagnosis Covid-19 mengingat, baik flu maupun Covid-19 sama-sama mempunyai gejala dan penyebab yang hampir sama. Hal ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO dan beberapa lembaga kesehatan. Tak lupa, dr. Delia juga memaparkan mengenai jadwal vaksinasi flu untuk orang dewasa yang perlu diberikan 1 dosis setiap tahun meskipun ada yang menderita penyakit jantung dan paru.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. Ada peserta bernama Yunita Gouwtama yang menanyakan tentang mengenai vaksin lain yang disarankan selain vaksin influenza dan berapa rentang waktu antara 1 vaksin dengan vaksin lainnya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Delia bahwa vaksin lain yang disarankan terutama di masa pandemi Covid-19 adalah influenza dan pneumokokus, dan pemberiannya boleh bersamaan dengan efek samping merasakan kesakitan.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai webinar bisa menyaksikannya pada video berikut ini, dan jangan lupa untuk subscribe YouTube Prosehat.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Bagi Sobat yang sedang ingin mencegah terkena virus influenza karena musim hujan yang sudah datang tidak perlu khawatir karena banyak sekali tempat vaksinasi flu di Jakarta, baik rumah sakit maupun klinik. Vaksinasi flu sendiri sangat penting untuk mencegah flu yang disebabkan oleh virus influenza. Ini adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sebelah mata karena bisa […]

    Rumah Sakit dan Klinik Tempat Vaksinasi Flu di Jakarta

    Bagi Sobat yang sedang ingin mencegah terkena virus influenza karena musim hujan yang sudah datang tidak perlu khawatir karena banyak sekali tempat vaksinasi flu di Jakarta, baik rumah sakit maupun klinik. Vaksinasi flu sendiri sangat penting untuk mencegah flu yang disebabkan oleh virus influenza. Ini adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sebelah mata karena bisa menjadi penyakit yang mematikan. Vaksinasi influenza pun sangat penting terutama di masa pandemi Corona karena menurut WHO dapat mengurangi keparahan infeksi Covid-19 meskipun tidak dapat mencegah secara efektif terkena virus asal Wuhan tersebut. Vaksinasi penyakit flu juga penting bagi Sobat Sehat yang hendak bepergian ke luar kota untuk liburan atau berbisnis. Berikut ini adalah lokasi untuk melakukan vaksinasi flu di Ibu Kota.

    tempat vaksinasi flu di Jakarta, lokasi vaksinasi flu di Jakarta

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Rumah Sakit

    Rumah Sakit Haji Jakarta

    Rumah sakit pertama di Jakarta yang menyediakan layanan vaksinasi flu adalah Rumah Sakit Haji Jakarta. Rumah sakit ini terletak di Jalan Raya Pondok Gede Nomor 4 RW 1 Lubang Buaya, Makasar, Jakarta Timur. Layanan vaksinasi flu di rumah sakit khusus jemaah haji dan umrah dimulai dari Rp 305.000. Untuk info lebih lengkap silakan kontak 0218000694.

    Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta

    Rumah sakit kedua di Jakarta untuk vaksinasi influenza adalah Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Indonesia Healthcare Corporation ini beralamat di Jalan Kramat Raya Nomor 14 RT 5/RW 14 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Info mengenai harga layanan dan lainnya silakan kontak 0214403026.

    Rumah Sakit Pelni

    Beralamat di Jalan Karel Satsuitubun Nomor 92-94 RT 13/RW 1, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Rumah Sakit Pelni juga menyediakan layanan vaksinasi flu yang dimulai dari harga Rp 390.000. Untuk info selengkapnya silakan kontak 0215306901.

    Rumah Sakit Mitra Keluarga

    Rumah Sakit Mitra Keluarga yang di Jakarta terdapat di berbagai lokasi, yaitu Kelapa Gading, Kalideres, dan Kemayoran juga mempunyai layanan vaksinasi influenza. Harganya dimulai dari Rp 385.000 untuk dewasa sedangkan untuk anak-anak dimulai dari Rp 340.000. Info lebih lengkap silakan kontak 02189999222.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Rumah Sakit Medistra

    Sebagai salah satu rumah sakit swasta di Jakarta yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 59, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rumah Sakit Medistra mempunyai layanan vaksinasi flu yang dimulai dari harga Rp 250.000. Info selengkapnya silakan kontak 0215210200.

    Rumah Sakit Awal Bros Evasari

    Rumah Sakit Awal Bros Jakarta sebagai cabang dari RS Awal Bros Pekanbaru bisa Sobat Sehat jadikan sebagai rujukan untuk vaksinasi flu. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Rawamangun Nomor 47, RT 03/RW 07, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mengenai info harga dan lain-lainnya silakan kontak 0214201515.

    Rumah Sakit Atmajaya

    Rumah sakit terakhir di Jakarta yang mempunyai layanan vaksinasi flu adalah Rumah Sakit Atmajaya yang beralamat di Jalan Pluit Raya Nomor 2 RT 021/RW 08, Penjaringan, Jakarta Utara. Info mengenai harga dan lainnya silakan klik tautan berikut.

    Klinik

    Selain rumah sakit, tempat vaksinasi flu di Jakarta juga mencakup klinik. Berikut klinik-klinik tersebut.

    Klinik Vaksinasi In Harmony

    Klinik pertama di Jakarta yang menyediakan layanan vaksinasi flu adalah Klinik Vaksinasi In Harmony yang beralamat di Jalan Percetakan Negara. Tarif layanan vaksinasi flu di klinik dimulai dari harga Rp 300.000. Untuk info lebih lengkap silakan kontak 0214220214.

    Rumah Vaksinasi Pusat

    Rumah Vaksinasi Pusat yang beralamat di Jalan Raya Inpres Nomor 81 RT 05/RW 09, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur ini menyediakan layanan vaksinasi flu yang dimulai dari harga Rp 400.000. Info lebih lengkap silakan kontak 02187798431.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    ZAP Clinic

    Beralamat di 5 wilayah kota di Jakarta, ZAP Clinic menyediakan layanan vaksinasi flu yang dimulai dari harga Rp 499.000. Untuk informasi mengenai layanan pada klinik yang juga berada di luar Jakarta dan seluruh Indonesia silakan kontak 1500310.

    GC Aesthetic Clinic

    GC Aesthetic Clinic yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 84AH, RT 01/RW 04, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mempunyai layanan vaksinasi influenza yang dimulai dari harga Rp 500.000. Info lebih lengkap silakan kontak 0217398967.

    Klinik RHC

    Klinik RHC atau Royal Health Clinic beralamat di Wisma Yakyf Lantai 1, Jalan Buncit Raya Nomor 99, Pancoran, RT 07/RW 05, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Harga vaksinasiu flu di klinik ini dimulai dari harga Rp 350.000. Info lebih lengkao silakan hubungi 0217940015.

    Klinik Kasih

    Klinik Kasih adalah salah satu klinik yang juga menyediakan layanan vaksinasi flu. Terletak di  Jalan Palmerah Barat Nomor 45, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mematok harga dimulai dari Rp 280.000 untuk vaksinasi influenza. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi di nomor WA 08111512800.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Prosehat

    Selain di rumah sakit dan klinik, tempat vaksinasi flu di Jakarta yang bisa Sobat jadikan rujukan adalah Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi flu ke rumah. Layanan ini tentu saja mempermudah Sobat yang bisa saja tidak mempunyai waktu sama sekali atau merasa kemahalan jika melakukan vaksinasi di rumah sakit, dan juga membuat Sobat tidak perlu khawatir jika keluar rumah karena virus Corona. Untuk layanan dari Prosehat ini Sobat akan mendapat banyak keuntungan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Septiani A. WHO Sarankan Pentingnya Vaksin Flu di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5142623/who-sarankan-pentingnya-vaksin-flu-di-tengah-pandemi-corona
    2. Haji R. Vaksin Influenza | RS HAJI Jakarta [Internet]. Rshaji-jakarta.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.rshaji-jakarta.com/produk/detail/12-vaksin-influenza
    3. Praktis! Ini Daftar 8 Klinik di Jakarta yang Menyediakan Fasilitas Vaksin ke Rumah [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/vaksin-ke-rumah-di-jakarta
    4. Vaksinasi [Internet]. Rspelabuhan.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://rspelabuhan.com/id/layanan-unggulan/medis-khusus/vaksinasi-rsp
    5. Cegah Flu Dengan Vaksin – RS Awal Bros [Internet]. RS Awal Bros. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: http://awalbros.com/anak/cegah-flu-dengan-vaksin/
    6. Prawira A. RS PELNI Buka Pusat Layanan Vaksin Internasional untuk Warga Jakarta [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4089794/rs-pelni-buka-pusat-layanan-vaksin-internasional-untuk-warga-jakarta
    7. Medistra M. Harga Khusus Vaksinasi Influenza [Internet]. Medistra.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=385
    8. Mediatama G. Kisaran harga vaksin Covid-19 Rp 581.000, ini perbandingannya dengan vaksin lainnya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/kisaran-harga-vaksin-covid-19-rp-581000-ini-perbandingannya-dengan-vaksin-lainnya?page=all
    9. Clinic Z. ZAP Clinic | Ampuhkah Vaksinasi Dewasa di Masa Pandemi? Inovasi Vaksinasi di ZAP Clinic [Internet]. Zapclinic.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: http://zapclinic.com/press-release/ampuhkah-vaksinasi-dewasa-di-masa-pandemi-inovasi-vaksinasi-di-zap-clinic/292#:~:text=Flu%20Shot%20bisa%20didapatkan%20dengan,tinggi%2C%20ke
    10. Royal Health Care – RHC [Internet]. Web.facebook.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://web.facebook.com/klinikrhc/posts/promo-vaksiinnnn-is-coming-karena-musim-hujan-sudah-datang-pastikan-si-buah-hati/1270734363112185/?_rdc=1&_rdr
    Read More
  • Di bawah ini adalah infografik tips mengantipasi serangan penyakit flu atau influenza, penyakit yang disebabkan oleh virus influenza, dan dapat bersifat mematikan jika tidak segera ditangani. Sobat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu: Produk dijamin asli Ditangani oleh dokter yang profesional dan […]

    Infografik Tips Mengantisipasi Serangan Flu

    Di bawah ini adalah infografik tips mengantipasi serangan penyakit flu atau influenza, penyakit yang disebabkan oleh virus influenza, dan dapat bersifat mematikan jika tidak segera ditangani.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh […]

    Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh dan dapat menghidarkan resiko komplikasi penyakitnya. Namun beberapa orang yang telah melakukan vaksinasi mengeluhkan bahwa mereka masih mengalami pilek setelah selesai melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Seseorang yang baru saja selesai melakukan vaksinasi memang masih sangat bisa tertular virus influenza, karena vaksinnya baru akan efektif setelah 2 minggu pemakaian hingga satu bulan setelah vaksinasi. Jadi apabila seseorang melakukan vaksinasi dan besoknya terkena pilek bukan berarti vaksinnya tidak bermanfaat tapi antibodinya yang belum berjalan dengan baik. Bukan hanya virus influenza saja yang dapat menyebabkan batuk dan pilek tapi ada beberapa virus lainnya diantaranya adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan hMPV

    Pilek cenderung dikategorikan penyakit ringan dan berbeda dari flu yang dapat menyebabkan sebuah komplikasi penyakit yang berbahaya seperti radang paru (pneumonia), infeksi telinga otitis media akut, infeksi sinus, bronkitis hingga bronkiolitis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Berbeda dari selesma yang cenderung ringan, flu dapat menyebabkan beragam komplikasi seperti penyakit jantung koroner, penyakit paru obstruktif kronik(PPOK), asma, dan diabetes mellitus. Flu juga ternyata sudah berkembang dan dikategorikan sebagai salah satu penyakit mematikan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa ada sekitar 500 ribu kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit influenza dan sekitar 70 persen yang meninggal akibat penyakit influenza adalah lansia.

    Vaksinasi Influenza sangatlah penting dilakukan dan baiknya satu kali setiap tahun vaksin ini dilakukan, karena virus ini sangatlah cepat menular. Efektivitas yang didapat dari vaksin influenza sangatlah baik bagi tubuh. Vaksinasi sangat berguna untuk diberikan pada anak-anak dan lansia karena di usia anak yang menginjak enam bulan ke atas maka vaksinasi sudah boleh dilakukan. Reaksi paska vakasinasi biasanya hanya akan menimbulkan sakit dan bengkak pada bagian bekas suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO menyarankan vaksin influenza untuk kategori seperti, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, orang lanjut usia(lebih dari 65 tahun), wanita hamil, penderita penyakit kronis dan pekerja medis.
    Seusai melakukan vaksin influenza pasti menimbulkan suatu reaksi yang berbeda-beda. Jika reaksi yang terjadi sangat berbahaya maka segeralah datang dan menghubungi dokter untuk mendapatkan penangganan yang baik dengan tenaga medis. Selain dengan vaksinasi, pencegahan flu dapat juga dilakukan dengan beberapa hal seperti mengurangi kedekatan dan kontak dengan orang yang yang sedang sakit, istirahat yang cukup, makan dan minum yang sesuai pola hidup sehat, gunakan masker saat melakukan sosialisasi dan selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pola hidup sehat memang menjadi penentu untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan janganlah mencoba untuk melakukan pola hidup yang kurang baik seperti kurang tidur, telat makan dan sering memakan gorengan. Semua hal itu dapat menyebabnya timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh.
    Itulah ulasan mengenai pilek yang dapat dicegah dengan vaksinasi influenza. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya dan dapat dijadikan referensi terbaik untuk mencari tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

    Untuk vaksinasi flu ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi artikel:
    sains.kompas.com/read/2018/05/05/120500223/sudah-vaksin-influenza-kok-masih-batuk-dan-pilek-
    republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/17/11/21/ozqiu3359-sudah-vaksinasi-influenza-masih-batukpilek-ini-alasannya

    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan. Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus. Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4 Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis. Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda. Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen. Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV). Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas. Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang. Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Virus dan bakteri adalah kata-kata yang sering terdengar di telinga kita terutama jika berhubungan dengan dunia kesehatan. Namun, apakah Sobat Sehat sudah mengetahui bahwa keduanya ternyata serupa tapi tak sama. Sebagian orang menganggap keduanya sama karena keduanya adalah mikroba yang kerap menimbulkan berbagai penyakit. Tak hanya penyakit, baik virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan infeksi […]

    Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

    Virus dan bakteri adalah kata-kata yang sering terdengar di telinga kita terutama jika berhubungan dengan dunia kesehatan. Namun, apakah Sobat Sehat sudah mengetahui bahwa keduanya ternyata serupa tapi tak sama. Sebagian orang menganggap keduanya sama karena keduanya adalah mikroba yang kerap menimbulkan berbagai penyakit. Tak hanya penyakit, baik virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan infeksi yang berujung pada komplikasi serius di dalam tubuh manusia dan bersifat menular. Mereka juga bisa hidup di dalam atau di permukaan tubuh manusia, serta memiliki berbagai bentuk dan struktur.

    virus dan bakteri

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Contoh terkini yang familiar dibicarakan sekarang ini adalah Covid-19 salah satu jenis virus Corona, yaitu virus SARS CoV-2. Masyarakat pun mengetahui namun tetap saja kerap menyamakan dengan bakteri. Karena itulah, supaya tidak tercampur aduk dan salah kaprah mengenai keduanya, yuk Sobat Sehat, marik simak perbedaan mengenai virus dan bakteri.

    Perbedaan virus dan bakteri

    Ukuran dan bentuk

    Ukuran adalah perbedaan dasar pertama bagi keduanya. Jika dilihat dari ukurannya, virus merupakan mikroorganisme yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Selain ukuran, keduanya juga memiliki wujud yang berbeda. Bakteri berbentuk batang sel tunggal yang memiliki DNA. Struktur pembentuknya pun sangat sederhana karena tidak memiliki inti dan kerangka sel, dan dapat dilihat melalui mikroskop cahaya.  Bakteri biasanya bereproduksi dengan cara membelah diri di berbagai macam lingkungan serta tidak harus menginvasi sel hidup yang sehat. Untuk virus, ia tidak ada membran sel, dan biasanya mengandung asam nukleat yang genetiknya bisa RNA, bisa juga DNA. Karena tidak memiliki membran sel inilah virus membutuhkan sel untuk bertahan hidup dan mereplikasi dirinya sendiri sehingga ia akan menyerang sel hidup yang sehat untuk dijadikan sebagai rumah atau inang yang selanjutnya digunakan untuk bertahan hidup dengan memperbanyak diri. Virus sendiri hanya bisa dilihat melalui mikroskop elektron.

    Penyakit yang Ditimbulkan

    Karena tugasnya adalah merusak sel-sel hidup yang sehat, virus dapat menyebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan mematikan, dan hanya bisa dicegah melalui vaksinasi. Contoh dari penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus adalah HIV, Ebola, HPV, Influenza, kanker, dan terakhir Corona. Sebagian dari penyakit-penyakit tersebut sudah ada vaksinnya namun untuk Corona atau Covid-19 belum ada dan masih dalam pengembangan. Hal ini tentu saja berbeda pada bakteri yang memang tidak mempunyai kemampuan mutasi sebagus virus. Bakteri pun dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bakteri pembawa penyakit dan bakteri pemberi manfaat. Dalam beberapa kasus, ada penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri berakibat fatal, namun melalui penanganan medis yang tepat penyakit yang disebabkan oleh bakteri bisa disembuhkan. Contoh penyakit-penyakit ini adalah: Tuberkulosis, Meningitis, Sepsis dan Leptospirosis.

    Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Status

    Apakah virus dan bakteri merupakan makhluk hidup? Hingga saat ini peneliti masih terus mencari jawaban mengenai virus; apakah makhluk hidup atau bukan? Sifat virus yang seperti zombie dan menyerang sel sehat untuk dijadikan sebagai inang membuat para peneliti masih meragukan status hidup virus, dan akhirnya disimpulkan bahwa virus bukan merupakan makhluk hidup. Hal ini tentu saja berbeda halnya dengan bakteri yang sudah bisa dimasukkan sebagai makhluk hidup yang tidak perlu membutukan inang untuk berkembang biak.

    Manfaat Keduanya

    Untuk urusan manfaat, baik virus maupun bakteri jelas mempunyain perbedaan. Virus sendiri karena sifatnya yang lihai dalam bermutasi serta susah ditaklukkan akhirnya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai antivirus. Antivirus ini berupa virus yang sudah dilemahkan untuk digunakan melawan virus itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa antivirus hanya untuk mencegah penyebaran virus supaya semakin tidak massif. Perbedaan yang cukup jauh terlihat pada bakteri yang malah oleh manusia bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada pengolahan makanan. Perlu diketahui makanan seperti keju, acar, dan tempe memanfaatkan bakteri. Selain di sektor pangan, bakteri juga dimanfatkan pada sektor pengolahan limbah hingga medis dan sains.

    Pengobatan

    Pengobatan pada keduanya juga berbeda. Virus bisa diobati dengan memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan untuk melawan virus jahat, dan tentu saja melalui antivirus berbentuk vaksinasi. Antivirus ini dirancang untuk melawan dengan mengganggu kemampuan regenerasi virus dan melemahkan serangan virus terhadap sel-sel sehat. Sementara itu, bakteri bisa diobati dengan antibiotik yang bekerja dengan mengganggu salah satu fungsi vital sel bakteri. Meskipun demikian berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik sebab bakteri bisa resisten terhadap obat tersebut. Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri bisa dicegah dengan menggunakan vaksin.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Pepatah mengatakan: pencegahan lebih baik daripada mengobati. Karena itulah, virus dan bakteri pun sebenarnya bisa dicegah tanpa harus dilakukan tindakan pengobatan yang belum tentu memberikan hasil yang maksimal.

    Rutin Mencuci Tangan

    Cara pertama untuk mencegah keduanya adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alkohol. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2018 mencuci tangan yang benar mengurangi jumlah bakteri dan virus dengan cara membunuh dan menghilangkannya dari kulit. Lalu bagaimana jika tidak ada alkohol? Sobat Sehat tentunya bisa menggunakan beberapa bahan berikut sebagai alternatif, yaitu:

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Cuka

    Cuka bisa menjadi alternatif pembersih mikroba alami, dan terbuat dari asam asetat yang memiliki daya pembersih. Asam asetat juga dapat membunuh mikroba. Keasaman yang tinggi membuat cuka bisa membunuh bakteri di permukaan benda.

    Lemon

    Lemon mengandung asam sitrat yang dapat bekerja sama seperti sabun. Buah ini dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang tidak berpori dan memurnikan logam yang teroksidsi seperti panci dan wajah tembaga. Studi juga menunjukkan bahwa lemon dapat mengurangi bakteri pada permukaan yang keras meskipun kurang efektif jika dibandingkan dengan cuka.

    Minyak esensial

    Selain berkhasiat sebagai obat penyembuh, minyak esensial ternyata dapat juga melawan bakteri dengan membunuhnya pada benda mati. Kemungkinan minyak esensial berpotensi dijadikan sebagai antibiotik di masa yang akan datang.

    Produk Terkait: Jual Owellness Calming Diffuser Oil 10 ml

    Uap Air

    Uap air yang tercipta dari air dan panas dapat menjadi desinfektan alami. Saat air dipanaskan secara alami lebih dari 90 derajat Celcius, maka dapat membunuh bakteri dan virus pada permukaan yang keras dan lunak. Butuh waktu hingga 20 detik untuk membuat virus dan bakteri mati saat terpapar uap air.

    Hindari Menyentuh wajah dan Tutuplah Mulut Saat Batuk dan Bersin

    Selain mencuci tangan, hindarilah menyentuh wajah karena virus dan bakteri bisa memasuki tubuh melalui selaput lendir di wajah. Selain itu, tutuplah mulut saat batuk dan bersin karena tetesan cairan yang keluar saat saat batuk dan bersin bisa menyebarkan bakteri dan virus. Jika kita sedang sakit, sebaiknya tetap berada di rumah dan menjauh dari orang lain untuk menghindari penyebaran virus dan bakteri.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Nah, itulah Sobat Sehat perbedaan virus dan bakteri dan cara mencegahnya. Pengobatan yang bisa dilakukan tentu saja melalui vaksinasi, dan Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ketahui 6. 6 Perbedaan Virus dengan Bakteri yang Wajib Kamu Ketahui [Internet]. Blog Hotel Bobobox Indonesia. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.bobobox.co.id/blog/perbedaan-virus-bakteri/
    2. Mengenal Perbedaan Antara Virus dan Bakteri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://tirto.id/mengenal-perbedaan-antara-virus-dan-bakteri-eH4m
    3. Penting! Ini 7 Perbedaan Virus dan Bakteri Sesuai Penjelasan Peneliti [Internet]. 99 Berita Properti. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.99.co/blog/indonesia/perbedaan-virus-dan-bakteri/
    4. Media K. Terlihat Sama, Apa Beda Virus dan Bakteri? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/03/15/103500868/terlihat-sama-apa-beda-virus-dan-bakteri-?page=all
    5. 5 Antibakteri Alami yang Dapat Membunuh Kuman dan Virus [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200302190718-255-479895/5-antibakteri-alami-yang-dapat-membunuh-kuman-dan-virus
    Read More
  • Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 […]

    Musim Flu Telah Datang, Cegah Sekarang Dengan Vaksinasi Flu

    Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 orang dirawat di rumah sakit karena gejala flu. Sebanyak 13 anak meninggal dunia akibat virus di musim flu pada laporan tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Selanjutnya, CDC mengatakan bahwa di seluruh Amerika, sekitar 5% pasien berobat dengan gejala mirip flu. Rumah sakit di California cukup kewalahan akibat musim flu  hingga beberapa apotek kehabisan obat flu. Pada harian Los Angeles Times yang dilansir dari VOA, pejabat-pejabat kesehatan di California mengatakan sebanyak 27 orang dengan usia kurang dari 65 tahun meninggal dunia akibat flu yang sama pada tahun sebelumnya.

    Sebuah konsultan, Challenger, Gray & Christmas, INC mengestimasikan bahwa flu bisa membuat para pekerjanya kehilangan produktivitas dan merugi hingga US$ 9,4 Juta atau Rp 119 miliar. Faktor tersebut dilihat dari jumlah orang dewasa yang sakit di musim flu sebelumnya dan juga rasio jumlah pekerja dengan jumlah penduduk sebanyak 60,1%, rata-rata gaji perjam serta 4 hari cuti untuk tiap pekerja hingga pulih.

    CDC merekomendasikan untuk mengurangi penyebaran flu serta menurunkan potensi kerugian, maka para pekerja yang menderita flu dilarang untuk pergi ke kantor walaupun hanya baru merasakan gejala flu seperti demam, batuk, radang tenggorokan, tubuh sakit, hidung tersumbat atau meler, sakit kepala, dan lemas,. Banyak orang yang mengeluh hidung mampet, tetapi tetap pergi kerja. Sebaiknya, orang-orang yang sakit tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Lalu, tidak lupa untuk istirahat setidaknya 24 jam setelah demam turun.

    CDC dan pejabat kesehatan menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi flu. Antibodi yang dibuat digunakan untuk merespons vaksin dari virus flu. Vaksin ini juga bisa memberikan perlindungan untuk diri Anda dari berberapa virus penyebab flu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Agar tidak terjadi wabah flu di Indonesia,  lakukan 6 langkah mudah yang ampuh mencegah virus flu. Berikut 8 langkahnya:

    1. Cuci Tangan Anda menggunakan sabun atau pembersih tangan.

    Mencuci tangan dengan sabun penting dilakukan di setiap aktivitas Anda karena penularan bakteri dan virus dapat terjadi dimanapun. Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun sesudah makan.

    2. Beristirahat Dengan Cukup

    Istirahat cukup selama 7-8 jam sehari dapat menghindarkan Anda dari penyakit Flu dan berbagai penyakit lainnya. Tidur juga dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki sel dan perubahan hormon di  tubuh, sehingga dapat memperbaiki sistem imun di tubuh kita.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    3. Melakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik dapat dilakukan bagi anda yang sering terkena flu. Cobalah memilih aktivitas fisik yang ringan seperti berlari ataupun berjalan kaki kurang lebih 30 menit setiap hari yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda sehingga terhindar dari penyakit.

    4. Jangan Terlalu Stress

    Stres yang tinggi dapat membuat sistem kekebaan tubuh menurun dan orang mudah terserang berbagai penyakit seperti flu. Mulai dari sekarang, lakukanlah hal yang dapat membuat tubuh menjadi rileks seperti olahraga yoga atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan pikiran positif kita sehingga stres pun hilang.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    5. Memperbanyak Minum Air Putih

    Sesibuk apapun Anda, pastikan untuk memperbanyak minum air putih yang cukup. Air putih dapat memberikan banyak manfaat seperti menghindari kita dari dehidrasi, menjaga kelembaban organ dan kulit, mengurangi tingkat stress serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh Minumlah air putih minimal 8 gelas per harinya.

    6. Melakukan Vaksinasi Flu

    Vaksinasi flu menjadi hal yang terbaik dalam menjaga diri sendiri serta orang-orang disekitar tetap sehat dan terlindungi dari flu. Vaksinasi flu dapat diberikan untuk orang dewasa serta anak-anak diatas usia 6 bulan dan dapat diulang setiap tahunnya.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mari cegah bersama-sama musim flu dengan melalukan vaksinasi flu untuk melindungi Anda dan keluarga. Dapatkan layanan vaksinasi di rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. Kompas.com. “Amerika, Musim Flu Terburuk”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. VOA. “Musim Flu Parah Landa Amerika”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Ratnasari, Elise Dwi. “Wabah Flu, AS Larang Pekerja yang Sakit Pergi ke Kantor”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    4. Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Aduh… Flu Nih!!!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. TanyaDok. “8 Jurun Ampuh Cegah Flu”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Visnu, Jodi. “Perlunya Suasana Bebas Stress dalam Keluarga”. Diakses pada 8 Maret 2018
    7. Tanyadok. Kumala, Vinka. “Air VS Minuman Lain”. Diakses pada 8 Maret 2018
    Read More

Showing 1–10 of 70 results

Chat Asisten ProSehat aja