Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 31–40 of 130 results

  • Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih […]

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih belum sebersih negara maju. Maka lebih berisiko terkontaminasi kuman penyebab demam tifoid. Ditambah, masih banyak makanan dan minuman dijual di pinggir jalan tanpa memerhatikan kebersihan. 

    pada tahun 2015 lalu misalnya, Malaysia pernah mengalami peningkatan kasus demam tifoid dan sejak itu Badan Kesehatan Malaysia menyarankan untuk menghindari makan makanan di restauran dan memperhatikan kebersihan penyajian makanan.

    Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi tifoid sebelum keberangkatan agar terlindungi selama masa pendidikan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Demam Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal sebagai tipes merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.

    Bakteri penyebab demam tifoid bisa menyebar ke seluruh organ tubuh. Penularan bakteri bisa melalui:

    • Feses dan urin
    • Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan urin atau feses penderita tifoid (misalnya ia tidak mencuci tangan setelah buang air besar)
    • Mengonsumsi makanan yang ditangani orang yang sedang sakit dan belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

    Gejala yang timbul karena infeksi Salmonella typhi diantaranya demam, mual/ muntah, nyeri sendi, diare atau sembelit, tidak nafsu makan, dan sakit perut.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Vaksinasi Tifoid

    Vaksinasi tifoid adalah salah satu program dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi demam tifoid termasuk di Indonesia sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

    Ada 3 jenis vaksinasi tifoid yang dianjurkan oleh WHO, yaitu :

    1. Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak usia 6 bulan hingga dewasa berusia 45 tahun.
    2. Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak yang berusia 2 tahun keatas.
    3. Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan akan diberikan secara oral bagi anak berusia diatas 6 tahun.

    Tujuan dari vaksinasi tifoid adalah untuk mengurangi risiko sakit berat dan kematian ketika terjangkit kuman penyebab demam tifoid.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Efek Samping Vaksinasi Tifoid

    Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul setelah vaksinasi adalah nyeri, kemerahan dan bengkak ditempat suntikan, demam, pusing dan mual.

    Vaksin ini aman untuk diberikan kepada siapa saja kecuali orang-orang di bawah ini, antara lain:

    • Memiliki riwayat alergi berat vaksinasi
    • Mempunyai masalah sistem imun
    • Sedang hamil dan menyusui
    • Sedang mengalami pengobatan malaria atau minum antibiotik.

    Maka, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kamu sudah siap untuk divaksinasi. Setelah itu segera jadwalkan vaksinasinya agar tidak terlalu dekat dengan jadwal keberangkatanmu! Sebab, vaksin membutuhkan sekitar 2 minggu untuk bekerja efektif melindungimu.

    Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Muhammad, E., Abdul Mutalip, M., Hasim, M., Paiwai, F., Pan, S., Mahmud, M., Yeop, N., Tee, G., Senin, A. and Aris, T., 2020. The burden of typhoid fever in Klang Valley, Malaysia, 2011–2015.
    2. The Straits Times. 2015. Amid KL typhoid outbreak, Malaysia’s Health Ministry assures disease preventable and treatable.
    3. U.S. Embassy in Malaysia. 2022. Typhoid Outbreak
    4. Rumah Sakit Universitas Udayana. 2022. Tipes / Demam Tifoid – Rumah Sakit Universitas Udayana
    5. Primayahospital.com. 2022. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan – Primaya Hospital | Primaya Hospital.
    Read More
  • Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia. Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara […]

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia.

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara Australia dan Utara Victoria. Kejadian terbanyak terjadi di dekat sungai Murai dan area sekitarnya, daerah perbatasan Victoria dan New South Wales.

    Oleh karena itu, untuk keamanan kesehatan diri dan masyarakat, saat ini pemerintah Australia merekomendasikan pendatang yang akan tinggal lama untuk mendapatkan vaksin Japanese encephalitis (JE).

    Memang seperti apa penyakitnya hingga disarankan untuk vaksinasi? Simak ulasannya berikut ini ya!

    Temuan Kasus Baru JE

    Badan Kesehatan Australia telah memperkirakan bahwa per tanggal 28 April 2022 sudah ada sekitar 37 kasus Japanese encephalitis di Australia, diantaranya 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium sedangkan 12 pasien lainnya masih dicurigai terinfeksi JE.

    Dua kasus kematian terkait infeksi virus Japanese encephalitis juga diketahui telah mengenai dua orang pasien lansia berusia 60an dan 70an tahun.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Radang Otak yang Mematikan

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang serius. Virus ini bisa ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi, khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

    Kasus kematian akibat radang otak yang disebabkan penyakit ini mencapai 20-30%. Sedangkan, sekitar 30-50% kasus pada pasien yang mengalami perbaikan kondisi menunjukkan gejala gangguan saraf sisa.

    Baca Juga: Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Gejala JE

    Setelah seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus JE, gejala akan timbul dalam 5-15 hari. Gejala awalnya termasuk:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Menggigil
    • Mual dan muntah

    Setelah penyakit berkembang, maka akan muncul gejala lanjutan yang menandakan adanya peradangan atau infeksi, seperti:

    • Tubuh terasa lemah
    • Linglung
    • Kaku kuduk/ tengkuk
    • Kejang
    • Lumpuh bagian tubuh
    • Penurunan kesadaran hingga koma.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Cegah JE dengan Vaksin

    Penyakit Japanese encephalitis sudah ada vaksinnya. Vaksin ditujukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan diri agar bila terinfeksi, risiko sakit berat, kecacatan dan kematian dapat diminimalisir.

    Vaksin ini merupakan jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis, termasuk Australia.

    Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal di daerah endemis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Nah Sahabat Sehat, itulah alasan mengapa vaksin JE diperlukan untuk kuliah ataupun menetap di Australia. Segera jadwalkan vaksinasi bersama ProSehat agar kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Australia Government Department of Health. 2022. Japanese encephalitis virus (JEV).
    2. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Japanese Encephalitis in Australia
    3. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus Japanese Encephalitis tak Bisa Diremehkan |Republika Online.
    4. Who.int. 2022. Japanese Encephalitis – Australia.
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis
    Read More
  • Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi? Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular […]

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi?

    Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah 1 hingga 2 minggu.

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi Ini Penjelasannya

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Untuk menghindari perburukan gejala, banyak informasi beredar yang mengatakan bahwa penderita cacar tidak diperbolehkan mandi, bahkan disarankan untuk menghindari air. Jadi, sebenarnya bolehkah anak yang terkena cacar air dimandikan? Simak penjelasannya berikut ini. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Apakah Anak yang Cacar Boleh Dimandikan?

    Secara medis, tidak ada larangan mandi bagi penderita cacar air. Bahkan, mandi saat cacar air sangat dianjurkan. Selain untuk menjaga higienitas tubuh, mandi juga mampu meredakan sensasi gatal luar biasa akibat lentingan cacar air. Dampaknya, ia akan mengurangi menggaruk area yang gatal. 

    Namun, anak tetap perlu berhati-hati saat mandi. Usahakan untuk tidak menggosoknya terlalu kuat. Pasalnya, lenting cacar air yang pecah, tergores atau terluka akan meningkatkan risiko penularan hingga memperparah infeksi pada kulit.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Memandikan Anak yang Cacar

    Saat terkena cacar, mandikan anak menggunakan air hangat dan waktu mandi sebaiknya tidak lebih dari 25 menit. Selain itu, hindari penggunaan sabun kimia yang banyak mengandung pewangi. Bahan kimia pada sabun hanya akan menimbulkan rasa perih pada area cacar dan memperparah sensasi gatal. Untuk itu, gunakanlah sabun khusus kulit sensitif atau sabun khusus bayi yang baru lahir. Saat mengaplikasikan sabun, usahakan untuk tidak menggosok kulit si Kecil terlalu keras agar lenting cacar tidak terkelupas atau terluka. 

    Selain menggunakan sabun, ada lho bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk memandikan anak agar rasa gatalnya berkurang, diantaranya: 

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Oatmeal 

    Oatmeal memiliki kandungan anti-inflamasi yang bernama beta glukan yang mampu meringankan sensasi gatal luar biasa akibat cacar air. 

    Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan produk mandi berbahan dasar oatmeal yang biasanya banyak dijual di supermarket atau apotek. Namun, Anda juga dapat meracik bubuk oatmeal sendiri sebagai berikut:

    1. Untuk balita, haluskan 1/3 gelas oatmeal menggunakan blender hingga halus seperti bubuk sehingga oatmeal dapat larut ke dalam air. 
    2. Setelah oatmeal cukup halus, masukan bubuk oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat lalu aduk hingga rata.
    3. Ajak anak Anda untuk berendam di dalam campuran air dan bubuk oatmeal kurang lebih selama 15 hingga 20 menit.
    4. Selama berendam, usapkan larutan oatmeal perlahan-lahan ke permukaan kulit. 

    Baca Juga: Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Soda kue

    Kandungan sodium dan ion bikarbonat pada soda kue mudah larut di dalam air. Bahan pengembang makanan ini juga dikenal sebagai zat pembersih karena mampu mengangkat kotoran, bau tak sedap, hingga memusnahkan bakteri penyebab penyakit secara menyeluruh pada permukaan benda. Hebatnya lagi, soda kue juga aman digunakan untuk mandi tanpa kehilangan khasiatnya. Berikut caranya:

    1. Takar soda kue sebanyak 1/4 gelas (sekitar 30 mg) hingga 1 gelas (sekitar 130 mg), lalu masukkan ke dalam bak berisi air hangat dan aduk rata. Takaran disesuaikan dengan jumlah air yang digunakan.
    2. Rendam tubuh anak ke dalam larutan air soda tersebut selama 15-20 menit, sambil mengusap permukaan kulit. 
    3. Mandi dengan soda kue dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
    4. Larutan air soda ini dapat Anda campurkan dengan teh chamomile maupun bubuk oatmeal yang dihaluskan.  

    Baca Juga: Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Aturan setelah mandi

    Setelah mandi, usahakan untuk tidak menggosok kulit anak dengan handuk saat mengeringkan badannya. Keringkan badan anak dengan menepuk-nepuk permukaan kulitnya secara lembut menggunakan handuk yang halus. 

    Untuk lebih meredakan rasa gatal, Anda dapat memberikan lotion calamine sesaat setelah kulit anak kering. Penggunaan lotion setelah mandi juga dapat melembabkan bagian kulit yang terdampak. Jika ada lenting cacar yang yang pecah, segera bersihkan menggunakan air mengalir.

    Untuk mempercepat masa penyembuhan, berikan anak asupan makanan bergizi seimbang. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak setiap harinya, pastikan pula anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup. 

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Sahabat Sehat, menjaga kebersihan tubuh termasuk upaya perawatan yang diperlukan guna mempercepat proses penyembuhan cacar air. Jadi jangan ragu untuk memandikan Si Kecil, ya! Anda juga bisa tambahkan bahan-bahan alami di atas untuk bantu meredakan rasa gatal yang mengganggu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up berkalalayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Aad.org. 2021. How to care for children with chickenpox.
    2. Verywell Family. 2021. Soothe Your Child’s Skin by Making an Oatmeal Bath.
    3. Medicalnewstoday.com. 2021. Baking soda bath: 10 benefits and risks.
    4. Uofmhealth.org. 2021. Chickenpox: Controlling the Itch | Michigan Medicine.
    Read More
  • Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi. Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, […]

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi.

    Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Utara, Cambodia, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Timor leste dan Papua New Guinea. Virus ini juga ditemukan di seluruh dunia, namun terbanyak di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak kurang lebih 67.900 kasus Japanese encephalitis setiap tahun terjadi di 24 negara endemis, dan 75% kasus terjadi pada anak-anak usia 0-14 tahun.

    Di Indonesia, kasus Japanese encephalitis pertama yang dikonfirmasi berdasarkan pemeriksaan laboratorium yaitu pada tahun 1996. Kasus Japanese encephalitis terjadi sepanjang tahun, terutama pada musim hujan.

    Penularan virus ini terutama terjadi di daerah pertanian dan pedesaan. Namun, pada beberapa wilayah di Asia, kondisi ini dapat terjadi di dekat kota besar.

    Gejala Japanese Encephalitis

    Biasanya Japanese encephalitis tidak bergejala atau bergejala tetapi tidak spesifik. Tanda dan gejala penyakit radang otak biasanya muncul dalam 4-14 hari setelah gigitan nyamuk, seperti:

    • Nyeri kepala
    • Demam tinggi mendadak
    • Perubahan status mental/ gangguan kesadaran
    • Gangguan pencernaan
    • Perubahan cara berbicara dan berjalan

    Sedangkan pada anak, gejala dapat berupa :

    • Demam
    • Anak tampak rewel
    • Muntah
    • Diare 
    • Kejang.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mengapa Japanese Encephalitis Berbahaya?

    Japanese encephalitis dapat menyebabkan kematian. Didapatkan 67.900 kasus anak setiap tahunnya, dengan angka kematian sebanyak 20-30%. Angka kematian ini terbilang cukup tinggi, terutama pada anak berusia di bawah 10 tahun.

    Pada anak yang bertahan hidup, biasanya akan mengalami gejala sisa atau komplikasi, antara lain:

    • Gangguan sistem motorik (motorik halus, kelumpuhan, gerakan-gerakan abnormal)
    • Gangguan perilaku (agresif, emosi tak terkontrol, gangguan perhatian, dan depresi)
    • Gangguan intelektual (retardasi)
    • Gangguan fungsi saraf lain (gangguan daya ingat, epilepsi, dan kebutaan).

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Pentingnya Imunisasi Japanese Encephalitis

    Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat untuk mengatasi Japanese encephalitis. Namun, dengan vaksinasi, penyakit ini dapat dicegah. Vaksin ini pun sudah luas tersedia di berbagai negara guna mencegah dan menurunkan beban akibat dari penyakit ini.

    Pada tahun 2017, Indonesia melaksanakan pengenalan imunisasi Japanese encephalitis dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun dan dilakukan di seluruh provinsi Bali pada tahun 2017. Setelah pelaksanaan program imunisasi Japanese encephalitis di Bali, imunisasi ini dimasukkan ke dalam imunisasi rekomendasi bagi anak usia 9 bulan.

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis seperti Indonesia. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Rekomendasi Vaksin Japanese Encephalitis

    Vaksinasi ini direkomendasikan bagi:

    • Orang yang berencana tinggal dan menetap di negara tinggi kasus Japanese encephalitis
    • Orang yang berencana mengunjungi negara dimana Japanese encephalitis terjadi untuk waktu yang lama (misalnya satu bulan atau lebih)
    • Orang yang sering bepergian ke daerah yang banyak terjadi kasus Japanese encephalitis
    • Mengunjungi daerah pedesaan dan memiliki risiko tinggi gigitan nyamuk.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, vaksinasi Japanese encephalitis adalah salah satu vaksinasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingat Indonesia adalah salah satu negara endemis Japanese encephalitis. Selain itu, bila Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke luar negeri bersama Si Kecil, baik untuk berlibur atau kunjungan lainnya, disarankan agar Anda dan Si Kecil mendapatkan vaksin Japanese encephalitis sebelum keberangkatan sebagai bentuk perlindungan tubuh.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    2. VAXCORP INDONESIA. 2020. Daftar Negara Endemis Japanese Encephalitis – VAXCORP INDONESIA.
    3. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    4. Kemkes.go.id. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    5. Yoanita SpA, d., 2020. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak – Primaya Hospital.
    6. HealthyChildren.org. 2021. Japanese Encephalitis Vaccine: What You Need to Know (VIS).
    Read More
  • Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun. Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? […]

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun.

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rotavirus ?

    Rotavirus merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan diare maupun radang saluran cerna pada anak. Seringkali menginfeksi anak usia dibawah 5 tahun dan diperkirakan setiap anak berusia 3-5 tahun di dunia pernah terinfeksi Rotavirus. Infeksi Rotavirus dikaitkan dengan kurangnya higienitas, terbatasnya akses kesehatan, riwayat penyakit komorbid (misal malnutrisi) maupun akibat faktor lain.

    Rotavirus terdeteksi pada feses dalam 2 hari sebelum timbul gejala hingga 10 hari setelah gejala mereda. Virus dapat menyebar melalui kontak tangan-mulut, terutama jika kurang menjaga higienitas setelah menggunakan toilet. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Gejala Akibat Infeksi Rotavirus

    Si Kecil mulai merasakan keluhan dalam 2 hari setelah terinfeksi Rotavirus, ditandai dengan :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Muntah
    • Diare. 

    Perlu diwaspadai jika anak terlihat lemas, malas makan, demam, pucat, bibir kering, jarang buang air kecil, maka sebaiknya segera diperiksakan ke Dokter terdekat karena dikhawatirkan mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Bagaimana Mencegah Diare Akibat Rotavirus ?

    Untuk mencegah Si Kecil terinfeksi Rotavirus, Sahabat Sehat sebaiknya menjaga kebersihan baik sebelum dan setelah menyajikan makanan serta setelah menggunakan toilet.  Selain itu, berikan imunisasi Rotavirus untuk anak yang merupakan salah satu cara melindungi anak dari infeksi Rotavirus. 

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin Rotavirus. Vaksin Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis dengan pemberian dosis pertama pada bayi berusia 6-14 minggu, dosis kedua diberikan setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosis ketiga diberikan maksimal pada bayi berusia 8 bulan.

    Vaksin Rotavirus jenis Rotarix diberikan sebanyak 2 dosis dengan dosis pertama diberikan pada bayi berusia 10 minggu dan dosis kedua diberikan pada saat bayi berusia 14 minggu (maksimal diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan).

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai infeksi Rotavirus yang seringkali menyebabkan diare pada anak. Sebagai pencegahan infeksi Rotavirus, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki berbagai keunggulan :

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. MayoClinic. Rotavirus.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Rotavirus Vaccination.
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III).
    Read More
  • Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan […]

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan dahak, ludah, atau cairan yang berasal dari ruam.

    Sahabat Sehat, bagaimana gejala cacar air pada anak dan cara mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Cacar Air Pada Anak

    Cacar air ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang kemudian tampak menjadi luka lepuhan yang terasa gatal. Ruam muncul pada hari ke-10 hingga ke-21 setelah terpapar virus penyebab cacar air. 

    Lepuhan pada kulit dapat ditemui pertama kali pada area batang tubuh dan kulit kepala. Kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti wajah, lengan, dan kaki. Seiring waktu, lepuh akan mengering dengan sendirinya dan menjadi kerak setelah 1-2 hari sebelum akhirnya sembuh. Sebagian besar anak biasanya mengalami demam ringan.

    Meski dapat sembuh dengan sendirinya, namun cacar air perlu diwaspadai bagi penderita gangguan sistem kekebalan tubuh seperti leukemia, dan bagi yang sedang menjalani pengobatan dengan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mengatasi Cacar Air Pada Anak

    Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit atau kondisi lain yang menyertainya. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut dirumah :

    • Menjaga asupan makanan dan cairan tubuh. Jika Si Kecil sudah dapat mengkonsumsi makanan padat, Bunda dianjurkan memberikan sup hangat, makanan yang halus, lembut, atau membuat makanan kesukaan Si Kecil untuk mengembalikan nafsu makan Si kecil.
    • Oleskan losion yang mengandung calamine ke tubuh Si Kecil. Losion ini dapat membantu memberikan sensasi dingin dan meredakan gatal pada kulit.
    • Pakaikan sarung tangan agar Si Kecil tidak menggaruk luka untuk meminimalisir terjadinya infeksi pada luka.
    • Kenakan pakaian yang nyaman untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit. Pilihlah pakaian yang berbahan katun, lembut, dan longgar.
    • Mandikan Si Kecil dengan air hangat suam-suam kuku dan sabun berbahan lembut untuk mengurangi rasa nyeri maupun gatal di kulit.
    • Istirahat yang cukup agar mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh dalam melawan infeksi. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Air ?

    Cacar air merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Oleh sebab itu, saat Si Kecil mulai menunjukan gejala cacar air sebaiknya segera batasi aktivitasnya di luar rumah hingga lepuh cacar air tampak mengering serta tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul.

    Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%.

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala dan cara mengatasi cacar air yang kerap dialami Si Kecil. Untuk memberi perlindungan terhadap cacar air, Sahabat Sehat dianjurkan memberikan imunisasi Varicella untuk Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Healthline. Chickenpox in Babies: Symptoms, Treatment, Complications, Prevent [Internet]. USA : Healthline.
    2. BabyCentre UK. Chickenpox [Internet]. UK : BabyCentre.
    3. Medline. Chickenpox: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. USA : Medline.
    4. National Health Service. Chickenpox [Internet]. UK : National Health Service.
    5. Healthy Children. Varicella (Chickenpox) [Internet]. USA : Healthy Children.
    Read More
  • Cacar air pada anak adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya.  Virus penyebab cacar air pada […]

    Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Cacar air pada anak adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya. 

    Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Virus penyebab cacar air pada anak sangat mudah menular melalui percikan dahak atau ludah, serta kontak langsung dengan penderita. Cacar air memiliki gejala yang sangat khas sehingga mudah untuk dikenali, yakni berupa ruam merah gatal berisi cairan atau seperti lepuhan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak mengalami nyeri otot dan demam.

    Sahabat Sehat, apa yang dapat kita lakukan jika Si Kecil menderita cacar air? Mari simak penjelasan berikut.

    Tips Penanganan Cacar Air Pada Anak

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah cacar air yang dialami Si Kecil menjadi lebih parah yakni :

    • Jangan Menggaruk Ruam

    Munculnya ruam atau lepuhan di permukaan kulit merupakan gejala paling khas dari cacar air. Untuk mencegah gejalanya semakin berat, pastikan Si Kecil untuk tidak menggaruk ruam tersebut. Menggaruk ruam atau lepuhan cacar air hanya akan menyebabkan infeksi kulit dan membuat luka jadi berbekas setelah sembuh. 

    Gunting kuku Si Kecil, oleskan lotion yang mengandung calamine, kenakan pakaian yang nyaman dan longgar, gunakan krim pelembab, gel pendingin, atau obat antihistamin yang dikenal dengan chlorpheniramine yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    • Berikan Obat Pereda Nyeri dan Demam

    Selain menyebabkan ruam di permukaan kulit, umumnya cacar air pada anak juga akan menimbulkan gejala lainnya seperti rasa nyeri diseluruh tubuh hingga demam tinggi. Sebagai penanganan awal, Sahabat Sehat dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam yang dijual bebas. Apabila demam berlanjut hingga lebih dari 3 hari, konsultasikan dengan dokter.

    • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

    Gejala ruam atau lepuhan tidak hanya muncul pada permukaan kulit, kondisi ini juga dapat muncul di dalam kulit dan tenggorokan sehingga akan menimbulkan rasa panas dan tidak nyaman saat menelan makanan. Akibatnya, Si Kecil dapat kehilangan nafsu makan dan membuatnya menolak makan dan minum. 

    Meski demikian, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan asupan makanan sehat dan kaya nutrisi, serta cukupi kebutuhan cairannya dengan memberinya lebih banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi dan mempercepat penyembuhan. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    • Mencegah Penularan Di Rumah

    Cacar air mudah menular, maka pastikan Si Kecil agar beristirahat di rumah. Selain itu, batasi pula ruang geraknya di dalam rumah selain agar cepat pulih dan mencegah penularan terhadap orang lain. 

    Biarkan Si Kecil tetap di rumah dan batasi bertemu orang lain hingga semua lepuhan cacar air di permukaan kulitnya mengering membentuk koreng dan tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul. 

    • Memeriksakan Ke Dokter

    Meski dapat sembuh tanpa pengobatan atau pertolongan medis. Namun pada beberapa kasus, Sahabat Sehat harus memeriksakan Si Kecil ke dokter. Berikut beberapa kasus cacar air yang memiliki risiko komplikasi sehingga perlu menghubungi dokter saat gejala pertama cacar air muncul, yakni:

    • Cacar air diderita ibu hamil
    • Bayi yang baru lahir
    • Anak-anak usia diatas 12 tahun
    • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
    • Penderita gangguan paru kronis 
    • Penderita penyakit yang sedang menjalani terapi steroid

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

    Mencegah Cacar Air Dengan Vaksinasi

    Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%. Vaksin cacar air dapat mulai diberikan saat Si Kecil berusia 12 bulan keatas. Diberikan dalam 2 dosis terpisah dengan jarak pemberian 6 minggu hingga 3 bulan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai informasi perihal cacar air serta hal-hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan jika Si Kecil menderita cacar air. Waspadai apabila Si Kecil mengalami hal berikut :

    • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari 
    • Nanah yang mengalir dari lepuhan cacar air
    • Kesulitan bernapas, berjalan, atau bangun
    • Muntah
    • Kekakuan di leher
    • Sakit perut yang parah

    Baca Juga: Cacar Air dan Pencegahan yang Bisa Kamu Coba

    Jika Si Kecil mengalami keluhan diatas, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kidshealth.org. Chickenpox (for Parents) – Nemours KidsHealth.
    2. American Academy of Dermatology Association. How to care for children with chickenpox.
    3. Healthy Children. Varicella.
    4. Healthline. 7 Home Remedies for Chickenpox.
    Read More
  • Begitu besar  manfaat imunisasi Hib bagi bayi terutama bagi kesehatannya. Imunisasi merupakan salah satu cara agar Si Kecil kebal terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi sangat penting dan bermanfaat karena dapat mencegah infeksi oleh berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dihindari. Hingga saat ini tercatat ada lebih dari 20 jenis penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi. Salah satu […]

    Manfaat Imunisasi Hib Bagi Bayi dan Kapan Harus Diberikan

    Begitu besar  manfaat imunisasi Hib bagi bayi terutama bagi kesehatannya. Imunisasi merupakan salah satu cara agar Si Kecil kebal terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi sangat penting dan bermanfaat karena dapat mencegah infeksi oleh berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dihindari. Hingga saat ini tercatat ada lebih dari 20 jenis penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi. Salah satu dari imunisasi yang dapat diberikan untuk Si Kecil adalah imunisasi Haemophilus influenzae Type B (HiB). 

    Manfaat Imunisasi Hib Bagi Bayi dan Kapan Harus Diberikan

    Manfaat Imunisasi Hib Bagi Bayi dan Kapan Harus Diberikan

    Nah Moms, apa saja penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi Haemophilus influenzae Type B (HiB)? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Bakteri HiB ?

    Haemophilus influenzae Type B (HiB) merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan berbagai macam infeksi pada tubuh. Infeksi bakteri ini dapat terjadi pada telinga, paru-paru, sendi, kulit, hingga ke cairan otak dan selaput otak (meninges).

    Dampak infeksi Haemophilus influenzae Type B (HiB) bergantung pada organ yang terlibat, contohnya infeksi pada paru dapat menyebabkan pneumonia. Sementara infeksi pada selaput otak dapat menyebabkan peradangan selaput otak atau disebut Meningitis. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan Si Kecil.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Bagaimana Cara Penularan Bakteri HiB ?

    Bakteri Haemophilus influenzae Type B (HiB) dengan mudah menular ke Si Kecil maupun Moms melalui droplet dari orang yang terinfeksi. Cipratan air liur dari seorang penderita yang batuk atau bersin lalu masuk ke saluran pernafasan Si Kecil atau Moms maka dapat menularkan infeksi HiB. 

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Bantu Cegah Pneumonia Pada Anak

    Bagaimana Cara Mencegah Penularan Bakteri HiB ?

    Penting bagi Si Kecil dan Moms untuk selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain. Melakukan imunisasi turut membantu mencegah Si Kecil terinfeksi bakteri HiB. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi Haemophilus influenzae Type B (HiB), yaitu :

    • Infeksi telinga
    • Infeksi sendi
    • Pneumonia
    • Radang selaput otak (Meningitis)
    • Radang selaput jantung (Perikarditis)

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Kapan Jadwal Imunisasi HiB ?

    Imunisasi HiB dapat diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dan diulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB juga dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Apabila Si Kecil datang pada usia 1 – 5 tahun, vaksin HiB hanya diberikan 1 kali saja. Bagi Si Kecil yang sudah berusia 5 tahun atau lebih maka tidak perlu mendapatkan vaksinasi tersebut, kecuali memiliki kondisi lain seperti gangguan sistem imun maka pemberian imunisasi dapat dipertimbangkan.

    Imunisasi HiB sampai saat ini sudah berjalan lama dan efektif sehingga menurunkan resiko berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri HiB.  Mama dapat melihat buku atau kartu imunisasi si Kecil untuk memastikan jadwal imunisasi tidak terlewat. 

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Nah Moms, itulah informasi mengenai imunisasi Haemophilus influenzae Type B (HiB) yang dapat mencegah berbagai penyakit. Jika Momst membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Centres for Disease Control and Prevention. Immunisation Basics.
    2. World Health Organization. Vaccines and immunisation.
    3. Centres for Disease Control and Prevention. Haemophilus influenzae: Types of Infection and Causes.
    4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III).
    5. Nemours Kids Health. Your Child’s Immunizations: Hib Vaccine (for Parents).
    6. Brundage H, Mukka S. Haemophilus Influenza Type B Vaccine.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan […]

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan protokol kesehatan, kasus Covid-19 terus melandai hingga kini.

    Imunisasi Lengkap Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Dari kejadian pandemi, kita bisa memahami betapa pentingnya vaksinasi dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Sama halnya juga dengan imunisasi anak yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun.

    Sayangnya, selama pandemi Covid-19 banyak anak-anak yang melewati jadwal imunisasi rutinnya karena kekhawatiran orang tua akan paparan virus corona. Sehingga, cakupan imunisasi turun drastis.

    Menanggapi kondisi ini, pemerintah dengan sigap mengimbau orang tua dan tenaga kesehatan untuk melakukan dan menggencarkan kegiatan Imunisasi Kejar, terlebih dengan kasus Covid-19 yang sudah menurun.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Apa yang dilakukan saat Imunisasi Kejar?

    Imunisasi Kejar sangat penting untuk dilakukan karena anak perlu dilindungi dari berbagai macam penyakit menular yang seharus bisa dicegah dengan vaksinasi. Terlebih, dengan belum adanya vaksinasi Covid-19 untuk anak balita, imunisasi rutin menjadi perlindungan utama baginya.

    Saat melakukan Imunisasi Kejar, orang tua butuh berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui vaksin apa saja yang anaknya perlu kejar. Karena, jadwal imunisasi kejar disesuaikan dengan usia anak saat ini, jenis vaksin yang terlewatkan, dan kondisi kesehatannya.

    Misalnya, anak berusia 18 bulan (1,5 tahun) yang belum diimunisasi setelah usia 6 bulan memerlukan imunisasi MR (campak dan cacar Jerman), hepatitis B, polio, DPT, HiB, dan PCV. Adapula tambahan imunisasi lainnya seperti varisela dan hepatitis A.

    Dengan jumlah vaksin yang multipel seperti ini, diperlukan saran dari dokter untuk penjadwalan yang terbaik bagi anak. Namun, dengan adanya vaksin combo, orang tua tidak perlu khawatir anaknya disuntik berkali-kali. Sebagian jenis vaksin sudah tergabung dalam satu suntikan. Sehingga anak pun bisa lebih nyaman.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Mengapa Perlu Imunisasi Lengkap?

    Imunisasi adalah cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular yang memiliki dampak berat. Apalagi, daya tahan tubuh anak belum sempurna dan tidak semua anak memiliki daya tahan tubuh yang baik.

    Dalam proses imunisasi, virus dan bakteri yang sudah dilemahkan akan dimasukkan ke dalam tubuh agar dapat merangsang timbulnya daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga menurunkan risiko komplikasi sakit berat, kecacatan, dan kematian.

    Ada 15 jenis imunisasi yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan didukung oleh Pemerintah, yaitu:

    1. BCG – melindungi dari infeksi tuberkulosis (TBC).
    2. Hepatitis B – melindungi dari virus hepatitis B yang menyebabkan peradangan dan merusak hati.
    3. Polio – melindungi dari virus polio yang menyebabkan paralisis (tidak bisa menggerakkan tubuh).
    4. DPT – melindungi dari virus penyebab difteri, pertussis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini bisa berakibat fatal bila terinfeksi.
    5. MR – melindungi dari virus measles (campak) dan rubella (cacar Jerman) yang dampak beratnya yaitu pneumonia (paru-paru basah), meningitis, dan radang sendi.
    6. HiB – melindungi dari infeksi meningitis (radang selaput otak) yang berakibat fatal pada anak-anak.
    7. PCV – melindungi dari virus pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi darah.
    8. Rotavirus – melindungi dari virus penyebab diare. Diare adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di Indonesia.
    9. Influenza – melindungi dari virus penyebab flu yang dampak beratnya adalah pneumonia.
    10. Hepatitis A – melindungi dari peradangan hati.
    11. HPV – melindungi dari virus penyebab kanker serviks dan kelamin.
    12. Tifoid – melindungi dari virus penyebab tipes yang mudah sekali ditemui di Indonesia.
    13. Varisela – melindungi dari cacar air yang dampak beratnya termasuk pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan herpes zoster di kemudian hari.
    14. Japanese encephalitis (JE) – melindungi dari pembengkakan otak bila digigit nyamuk terinfeksi JE.
    15. Dengue – melindungi dari virus dengue yang rentan menyebabkan syok bila terinfeksi.

    Dengan melengkapi imunisasi lengkap sesuai rekomendasi dan jadwal dari IDAI, anak-anak dan keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang optimal dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jadi, jangan tunda lagi jadwal imunisasinya. Segera lindungi anak-anak kita dari bahayanya penyakit karena mencegah selalu lebih baik dari mengobati.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and Immunization.
    2. Omer SB et al. Vaccine Refusal, Mandatory Immunization, and the Risks of Vaccine-Preventable Diseases.
    3. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    Read More
  • Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal. Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja […]

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal.

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja anak perlu diimunisasi MMR? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

    Puluhan ribu kasus campak dan rubella di Indonesia

    Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 23 ribu kasus campak dan 30 ribu kasus rubella sepanjang 2010 hingga 2015. Penyakit-penyakit ini mudah penularannya dan rentan menginfeksi anak-anak. Itulah mengapa pemberian imunisasi MMR pada bayi sangat diperlukan ya, Moms. 

    Dapatkan: Layanan Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) ke Rumah

    Campak merupakan penyakit dengan gejala utama yang khas seperti ruam merah pada kulit yang muncul bertahap dan disertai demam. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat memicu infeksi paru, kerusakan otak, hingga kematian. 

    Berbeda dengan campak, penyakit gondongan menyerang kelenjar air liur (parotis) dan menyebabkan pembengkakan. Komplikasi akibat gondongan jarang terjadi, namun sebagian komplikasinya bersifat serius, diantaranya peradangan otak, testikel (buah zakar), selaput otak, dan pankreas. 

    Sama seperti campak dan gondongan, penularan virus rubella juga melalui droplet. Jika terinfeksi, penderita akan menunjukkan gejala ruam merah yang gatal, yang timbul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyebaran ruam juga secara bertahap dimulai dari wajah lalu ke seluruh tubuh. Komplikasi serius rubella antara lain tuli dan kerusakan hati dan limpa.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Usia berapa anak harus mendapatkan imunisasi MMR?

    Imunisasi MMR adalah bagian dari program imunisasi wajib pemerintah. Berdasarkan jadwal imunisasi yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, dosis pertama vaksin MMR adalah saat anak berusia 18 bulan dan dilanjutkan di usia 5-7 tahun. Umumnya, booster MMR di usia 5-7 tahun dilakukan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

    Jika sampai dengan usia 12 bulan anak belum menerima dosis primer MR yang seharusnya diberikan di usia 9 bulan, maka anak boleh langsung diberikan imunisasi MMR. Jangan lupa untuk melengkapi dosis boosternya agar perlindungannya sempurna ya, Moms!

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Harga imunisasi MMR di Prosehat

    Imunisasi MMR adalah salah satu imunisasi yang diwajibkan pemerintah, namun tidak semua fasilitas pelayanan kesehatan melayani imunisasi MMR. Sebagian hanya memiliki imunisasi MR.

    Moms tidak perlu khawatir karena di Prosehat selalu tersedia layanan imunisasi MMR bagi si Kecil. Layanan imunisasi di Prosehat bisa dilakukan di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil, atau bisa juga diberikan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta.

    Berikut kisaran harga paket imunisasi MMR di ProSehat:

    Layanan di Rumah
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) Rp 900.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 strain Rp 1.100.000
    Vaksinasi MMRV (Campak, Gondong, Rubella, Cacar Air) Rp 1.600.000
    Paket Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) (2 kali suntik) Rp 1.700.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13)  Rp 1.750.000
    Layanan di Klinik Mitra Prosehat
    Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di Klinik Kasih Palmerah Rp 550.000
    Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di Klinik Bekasi Satu Rp 550.000

    Yuk Moms jadwalkan imunisasi MMR untuk Si Kecil. Imunisasi bersama Prosehat aman, nyaman, dan mudah!

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Primaya Hospital. Seputar Imunisasi MMR pada Anak.
    2. KOMINFO. Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan.
    3. IDAI. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    4. CDC. MMR.
    5. ProSehat. Mencari mmr.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com