Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 21–30 of 130 results

  • Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat […]

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat divaksinasi Covid-19. Maka, imunisasi yang lengkap adalah solusinya.

    Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentunya anak akan lebih siap menghadapi berbagai virus dan penyakit di masa tumbuh kembangnya.

    Bila kunjungan ke rumah sakit atau klinik di masa pandemi menjadi mengkhawatirkan bagi Anda, kini sudah banyak tersedia pelayanan imunisasi di rumah oleh berbagai fasilitas kesehatan. Dengan demikian, anak dapat melengkapi imunisasinya tanpa harus keluar rumah.

    Kelebihan dari Imunisasi di Rumah

    Imunisasi penting sekali untuk dilengkapi agar terhindar dari wabah penyakit dan anak mendapatkan kekebalan tubuh yang ia perlukan. Melakukan imunisasi di rumah sakit, klinik, ataupun di rumah sama-sama bermanfaat. Namun, bagi orang tua yang khawatir untuk mengajak Si Kecil yang sehat ke rumah sakit atau klinik, imunisasi di rumah bisa menjadi alternatif.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Ada beberapa kelebihan dari imunisasi di rumah:

    1. Aman

    Sama dengan di fasilitas kesehatan pada umumnya, imunisasi di rumah juga dilakukan oleh dokter yang tersertifikasi dan kompeten. Vaksin disimpan di dalam carrier khusus dengan suhu penyimpanan yang disarankan agar kualitas vaksin terjaga. Selain itu, standar protokol kesehatan juga diterapkan. 

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    2. Praktis

    Registrasi biasanya dapat dilakukan melalui handphone. Anak bisa menunggu sambil bermain seperti biasa dengan leluasa di rumah dan waktu kedatangan tenaga kesehatan dapat disesuaikan dengan jadwal keseharian Anda dan Si Kecil. Bila Anda memiliki beberapa anak, Anda pun tidak perlu khawatir untuk meninggalkannya.

    3. Nyaman

    Bagi sebagian anak, kunjungan ke rumah sakit atau klinik adalah sebuah trauma. Anak-anak bisa menjadi tantrum dan histeris bertemu dokter atau saat perjalanan menuju ke rumah sakit atau klinik. Tetapi, bila dilakukan di rumah, di zona nyaman anak, maka kejadian-kejadian tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, vaksinasi di rumah juga sangat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan safety zone.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Apa yang harus dilakukan jika imunisasi terlambat?

    Bila anak terlewat jadwal imunisasinya, maka anak perlu segera melakukan Imunisasi Kejar. Konsultasikan dengan dokter untuk jadwal Imunisasi Kejar Si Kecil agar kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Imunisasi Kejar adalah upaya memberikan imunisasi bagi anak yang tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari waktu yang terjadwal.

    Dengan imunisasi kejar, anak menjadi terlindungi dan bersama-sama membentuk herd immunity/ imunitas kelompok. Bila imunitas kelompok terbentuk, maka KLB (kejadian luar biasa) atau wabah dapat dicegah.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun.
    Read More
  • Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek? Kuman Penyebab Pilek Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas […]

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek?

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek Begini Cara Mencegahnya

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Kuman Penyebab Pilek

    Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas yang memicu peradangan, responnya berupa pembengkakan jaringan dan produksi mukus atau “ingus” yang berlebih. Namun terkadang tanda dan gejala yang dijumpai dapat lebih dari pilek, seperti demam, mual muntah, tubuh lemas, otot pegal-pegal, bahkan yang jarang namun dapat terjadi yaitu sesak nafas.

    Jumlah virus yang dapat menyebabkan pilek lebih dari 200 jenis virus, namun yang paling sering adalah rhinovirus. Virus tersebut dapat menular melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi. Saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet berisi virus dapat dikeluarkan dan dapat menginfeksi seseorang apabila masuk melalui hidung, mulut, atau mata.

    Pada anak kecil, pilek terjadi lebih sering karena beberapa hal:

    1. Anak memiliki sistem imun yang masih belum sempurna.
    2. Bermain dengan teman sebayanya yang sedang pilek dalam jarak yang dekat. Hal ini lebih sering dijumpai apabila anak sedang bersekolah, di penitipan daycare, atau berkumpul dengan teman-temannya.
    3. Tangan yang kotor menyentuh bagian hidung, mulut, atau mata menyebabkan infeksi virus sehingga menjadi pilek.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Penyebab Gejala Pilek Berat

    Pilek memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Tetapi terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pilek menjadi berat, contohnya saat kekebalan tubuhnya sedang turun, terinfeksi penyakit lain, atau dalam mengalami kelainan sistem imun (immunosuppressed). Virus pilek tersebut dapat menyebabkan sesak nafas karena menginfeksi hingga saluran napas bawah yang disebut dengan pneumonia atau paru-paru basah.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Kiat Mencegah Pilek Berulang

    Infeksi virus yang menyebabkan pilek tentu dapat dicegah, misalnya dengan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, juga sebelum menyentuh wajah. Selain itu apabila Anda yang sedang batuk atau bersin, maka disarankan untuk memakai masker agar droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker. 

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Secara umum pilek dengan gejala yang ringan tidak memerlukan obat-obatan seperti antibiotik. Obat yang diberikan dapat berupa obat demam dan untuk pengencer mukus saja. Selain itu makan, minum dan istirahat yang cukup bisa membantu imun tubuh anak untuk melawan infeksi tersebut.

    Sahabat Sehat, karena anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, maka orang tua perlu memberikan perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikuti kiat pencegahan pilek di atas agar Si Kecil senantiasa terlindungi.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health. Key Points About The Common Cold in Children.
    2. Pediatrics and Child Health. Colds in children.
    3. CDC. Common Cold.
    4. CDC. Cold Versus Flu.
    5. Pneumonia – What Is Pneumonia? | NHLBI, NIH.
    Read More
  • Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita.  Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada […]

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita. 

    Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada tahun 2016 dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya. 

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Moms, sebenarnya penyakit ini mudah untuk dicegah. Ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini untuk menurunkan risiko penularan.

    Penyebab Paru-Paru Basah

    Paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua paru-paru dan akan menghambat pertukaran oksigen.

    Anak yang terinfeksi akan mengalami batuk, demam, nafas cepat, dan tampak kesulitan menarik nafas. Pada kasus berat, anak akan merasa sesak nafas hingga bibirnya kebiruan, tidak bisa makan dan minum, muntah, dan tidak sadarkan diri.

    Penyebab dari paru-paru basah bermacam-macam, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Kuman-kuman ini umum ditemui di lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan polusi udara yang berat.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mencegah Paru-Paru Basah pada Anak

    Moms, bantu si Kecil agar terhindar dari penularan paru-paru basah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkahnya adalah seperti di bawah ini:

    ASI eksklusif

    ASI terbukti memberikan kekebalan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit menular pada anak. Untuk anak yang sudah melewati masa ASI eksklusif, berikan MPASI dan makanan sehari-hari bergizi seimbang.

    Imunisasi lengkap

    Sesuai anjuran Jadwal Imunisasi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Selain imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah, berikan anak imunisasi yang spesifik melindunginya terhadap pneumonia atau penyakit menular lainnya yang dapat menyebabkan pneumonia. Contohnya vaksin Hib, pneumokokus (PCV), dan influenza.

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Paru-Paru Basah pada Anak

    Mencuci tangan

    Mencuci tangan dengan benar perlu diajarkan dan dibiasakan pada anak karena jutaan kuman menempel di tangan. Disarankan agar mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Bila air tidak tersedia, Moms bisa mengajarkannya menggunakan hand sanitizer.

    Membiasakan mencuci tangan memiliki dampak besar terhadap kesehatan anak. Kegiatan sederhana ini akan menghindarinya dari penyakit-penyakit menular seperti pneumonia dan diare.

    Kurangi polusi udara di dalam rumah

    Mengurangi polusi udara seperti asap rokok. Orang tua atau anggota keluarga yang merokok sebaiknya tidak merokok dalam satu ruangan dengan balita maupun menggendongnya sebelum mengganti pakaian.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Tidak berbagi peralatan makan

    Tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi diri dari paparan virus atau bakteri yang bisa saja didapatkan dari orang lain saat berbagi peralatan makan. Selain itu, langkah ini juga berlaku untuk tisu wajah dan saputangan.

    Menghindari orang sakit

    Anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, oleh karena itu ia lebih rentan tertular penyakit. Maka, jauhkan dia dari orang sedang sakit. 

    Sahabat Sehat, itulah cara mencegah paru-paru basah pada anak. Mudah bukan? Ajarkan anak untuk mulai berperilaku bersih sejak dini agar ia terbiasa juga menjalani hidup bersih di kemudian hari.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Jangan lupa untuk melengkapi imunisasinya dengan segera. Bila Moms khawatir untuk membawanya ke fasilitas kesehatan, pilihlah alternatif imunisasi di rumah.

    Jika Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WebMD. What to Know About Pneumonia in Children.
    2. Children’s Hospital Colorado. Pneumonia In Children.
    3. Standford Children’s Health. Pneumonia in Children.
    4. Dallas, M. and Sanjai Sinha, M. Pneumonia in Children: What You Need to Know.
    5. IDAI. Cara Mudah Hindari Pneumonia Pada Anak.
    Read More
  • Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian. Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak […]

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak di Indonesia, bahkan seluruh dunia, mengalami penurunan drastis. Artinya, banyak anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit menular.

    Oleh sebab itu, bagi Moms yang anaknya masih belum lengkap imunisasinya, segera lakukan imunisasi kejar (catch up immunization) untuk melindunginya.

    Jadwal Imunisasi Kejar

    Agar imunisasi dapat memberikan efek yang optimal, ada jadwal imunisasi yang harus diikuti sesuai saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020.

    Bagi Moms yang ingin mengejar imunisasi yang tertinggal, maka jadwalnya perlu dikonsultasikan dengan dokter karena jadwal tergantung dari jenis imunisasi yang akan diterima dan usia anak saat akan divaksinasi.

    Misalnya, bila saat ini si Kecil berusia 8 bulan dan ia belum melakukan imunisasi dasar DPT dan polio ketiga dan hepatitis B keempat, maka imunisasi dapat segera diberikan. Moms dapat pula menambahkan imunisasi rekomendasi misalnya rotavirus, PCV, dan influenza karena masih dalam batas waktu yang memungkinkan.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Amankah Imunisasi Kejar?

    Apakah aman mengejar ketertinggalan imunisasi sebanyak itu? Ya, pemberian beberapa jenis imunisasi dalam waktu yang bersamaan aman dilakukan bila sudah disesuaikan dengan rekomendasi dokter. Saat ini juga sudah ada vaksinasi combo, artinya dalam satu suntikan sudah terdapat beberapa jenis vaksin. Jadi, anak tidak perlu disuntik terlalu banyak dalam sekali waktu.

    Pemberian imunisasi yang terlalu cepat atau sudah melewati masa kejarnya (catch up time) dapat menyebabkan pembentukan imun yang tidak sempurna sehingga efektivitas vaksin yang diberikan dapat berkurang.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Jenis Imunisasi yang Diperlukan

    Pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi dasar bagi anak, yaitu Hepatitis B, polio, BCG, DTP, dan MR.

    Selain kelima imunisasi di atas, IDAI merekomendasikan imunisasi tambahan terhadap penyakit-penyakit menular lainnya yang umum ditemukan dan dapat berdampak fatal bila terinfeksi, antara lain vaksinasi Hib, PCV, rotavirus, influenza, Japanese encephalitis (JE), varisela, Hepatitis A, tifoid, HPV, dan dengue.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Mungkinkah Imunisasi Kejar di Rumah Saja?

    Ada kabar baik untuk para Moms karena imunisasi dapat dilakukan di rumah, maka Moms tidak perlu takut jadwal imunisasi si Kecil tertinggal.

    Ada beberapa keunggulan melakukan imunisasi di rumah, antara lain paparan terhadap Covid-19 jauh lebih kecil dan orang tua dan anak tidak perlu menunggu lama di dalam rumah sakit. Sehingga, anak dan orang tua bisa merasa lebih aman dan nyaman.

    Untuk vaksin yang digunakan saat imunisasi terdapat berbagai merk, sehingga Moms dapat bertanya terlebih dahulu merk apa yang digunakan, namun secara umum isi dari vaksin untuk imunisasi dasar si Kecil sama saja.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, pandemi Covid-19 belum selesai dan sayangnya belum ada vaksinasi Covid-19 bagi anak usia di bawah 6 tahun. Dengan demikian, pemberian imunisasi bagi si Kecil menjadi sangat penting. Segera lakukan imunisasi kejar bila ia belum mendapatkan perlindungan lengkap terhadap penyakit-penyakit menular.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. CDC. Reasons to Follow CDC’s Recommended Immunization Schedule.
    Read More
  • Moms, masa ujian sekolah sebentar lagi tiba. Pasti anak-anak sudah mulai banyak meluangkan waktu untuk mengkaji ulang pelajaran-pelajaran yang lalu ya. Untuk yang akan kenaikan kelas ke jenjang sekolah lebih tinggi dan tingkat universitas, masa ujian menjadi waktu yang menegangkan. Nah, jangan sampai anak-anak kelelahan dari belajar terlalu lama ya, Moms. Katanya sih kelelahan bisa […]

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Moms, masa ujian sekolah sebentar lagi tiba. Pasti anak-anak sudah mulai banyak meluangkan waktu untuk mengkaji ulang pelajaran-pelajaran yang lalu ya. Untuk yang akan kenaikan kelas ke jenjang sekolah lebih tinggi dan tingkat universitas, masa ujian menjadi waktu yang menegangkan.

    Nah, jangan sampai anak-anak kelelahan dari belajar terlalu lama ya, Moms. Katanya sih kelelahan bisa menyebabkan tipes, betulkah begitu? Moms, yuk simak tips agar anak terhindar dari tipes menjelang waktu yang penting dalam masa pendidikannya!

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Benarkah Kelelahan Sebabkan Tipes?

    Tipes adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini menginfeksi saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

    Salah satu faktor penyebab tipes adalah kelelahan. Sama seperti mesin, perlu diingat bahwa tubuh juga perlu istirahat agar dapat tetap berfungsi baik dalam menjalani tugasnya. Jika tidak, sistem kekebalan tubuh pun akan mengalami penurunan performa sehingga tidak mampu melindungi si pemilik tubuh dalam melawan penyakit. 

    Terlalu sibuk dan lama belajar hingga tidak makan dan istirahat dengan teratur adalah beberapa alasan mengapa anak lebih mudah terserang penyakit. Membagi waktu untuk belajar, makan, dan istirahat menjadi sulit sehingga mendorong anak untuk jajan atau memilih makanan yang mudah diakses tanpa memikirkan gizi dan kebersihannya. Jika tidak dipilih dengan baik, anak rentan terinfeksi tipes atau demam tifoid.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Cegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Moms, bantu persiapkan anak meraih hasil yang terbaik baginya. Dampingi ia agar kegiatannya tetap seimbang, tetap sehat, dan ia mampu fokus saat ujian nanti. Ikuti tips di bawah ini ya, Moms.

    Atur waktu belajar

    Luangkan waktu rutin setiap hari untuk mengulang pelajaran dan belajarlah hanya pada waktu tersebut. Istirahat selama 10-15 menit setiap satu jam belajar. Waktu istirahat ini bisa digunakan juga untuk stretching agar otot-otot relaks.

    Makan teratur 3 kali sehari

    Asupan makanan bergizi seimbang sangat dibutuhkan sehari-hari, terutama di saat beban otak lebih tinggi seperti belajar menjelang ujian. Moms, berikan ia makanan yang tinggi protein untuk meningkatkan kemampuan otaknya dalam mencerna dan memahami pelajaran, sayur dan buah untuk vitamin dan serat, juga karbohidrat agar ia memiliki cukup tenaga. Tidak lupa, pastikan anak minum air putih minimal 8 gelas sehari.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Istirahat yang cukup

    Dalam waktu “genting” seperti ini, jangan anggap istirahat sebagai membuang waktu, ya! Justru istirahat sangat penting perannya agar anak mampu berkonsentrasi. Luangkan minimal 7 jam untuk tidur malam. Tidur malam tidak bisa digantikan atau dicicil dengan tidur siang atau waktu lainnya ya, Moms.

    Jangan lupa mandi

    Mandi adalah salah satu cara untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Anak boleh mandi menggunakan air hangat atau air biasa. Selain menyegarkan tubuh, tubuh juga menjadi bersih dan wangi.

    Vaksinasi tifoid untuk melindungi dari dalam

    Memberikan kekebalan tubuh melalui vaksinasi adalah salah satu langkah tepat dalam mencegah penyakit. Agar terhindar dari tipes, Moms dapat berikan anak vaksinasi tifoid. Vaksinasi ini hanya diperlukan satu kali suntik setiap tiga tahun. Jika Moms ingin memberikan perlindungan ekstra, anak juga bisa mendapatkan kombinasi vaksin tifoid dan hepatitis A karena hepatitis A juga ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi seperti tipes.

    Moms, itulah tips jitu dalam mencegah tipes menjelang ujian sekolah. Sudahkah anak Moms divaksinasi tifoid dan/ atau hepatitis A? Yuk segera jadwalkan vaksinasinya bersama Prosehat. Vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan dari Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu atau di Palmerah Jakarta Barat, namun anak bisa juga divaksinasi di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan anak.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Healthline. How many hours of sleep do you really need?
    2. Learning Habbit Hole. How many hours a day can you effectively study?
    3. IDAI. Jadwal Imunisasi Anak 2020.
    4. Prosehat. Manfaat Vaksin Tifoid.
    Read More
  • Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting. Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. […]

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting.

    Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. Hal ini dikarenakan kebanyakan negara-negara di Asia memiliki sanitasi air dan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum baik.

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Bagaimana dengan menetap di negara-negara maju, seperti di Amerika atau Eropa? Yuk simak ulasannya agar Anda bisa terlindungi sebelum keberangkatan dan bisa menikmati pendidikan tanpa khawatir penyakit menular. 

    Persiapan Vaksinasi Sebelum Keberangkatan

    Apabila Sahabat Sehat berencana untuk belajar di luar negeri, sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memastikan Anda aman dan sehat selama perjalanan. 

    Perbanyak Informasi

    Anda dapat mencari tahu penyakit apa yang banyak ditemui atau yang menjadi risiko di negara tersebut. Hal ini bisa didapat dari informasi di Internet, universitas atau sekolah yang dituju, atau bagian imigrasi.

    Pastikan Anda sudah update semua vaksin rutin

    Vaksin rutin bagi dewasa adalah vaksin dasar yang didapat saat anak-anak, yaitu Hepatitis B, Polio, MMR, Tdap (saat anak-anak bernama DPT). Kelima vaksin ini perlu untuk diupdate atau booster agar tingkat kekebalannya cukup untuk melindungi Anda. Selain ini ada juga vaksinasi yang disarankan seperti influenza, hepatitis A, PCV, dan lain-lain.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Bawa semua dokumen vaksinasi Anda

    Semua catatan yang menjadi bukti Anda telah divaksinasi harus dibawa serta saat Anda pergi keluar negeri. Ini karena kemungkinan universitas dan imigrasi akan mempertanyakannya. 

    Kewajiban vaksinasi ini sebenarnya bukan hanya untuk melindungi diri, namun juga untuk mencegah terjadinya wabah di negara tujuan karena beragamnya orang berkumpul dari segala penjuru dunia.

    Setiap vaksinasi harus dicatat dan distempel resmi yang disetujui pada formulir kuning yang berjudul “Sertifikat Vaksinasi Internasional”, sebagaimana yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Formulir atau kartu yang tidak dicap dengan benar berisiko tidak diterima oleh otoritas kesehatan di banyak negara. 

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Rekomendasi Vaksinasi

    Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diperlukan calon siswa yang akan kuliah di luar negeri, diantaranya:

    • Vaksin Tdap (tetanus, difteri dan pertusis), polio dan meningokokus (meningitis), terutama bagi yang akan tinggal di asrama. 
    • Vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR)
    • Vaksin hepatitis A dan B
    • Vaksin PCV untuk menurunkan risiko infeksi pneumonia dan meningitis.
    • Vaksin influenza, terutama dalam menghadapi musim flu akhir/ awal tahun.
    • Vaksin HPV
    • Vaksin Tifoid untuk melindungi terhadap kontaminasi makanan/ minuman dari kuman Salmonella typhi.

    Sebagian besar universitas meminta calon mahasiswa untuk vaksinasi sebelum melanjutkan pendidikan di negara tersebut. Beberapa diantaranya juga menawarkan layanan vaksinasi di kampus untuk mahasiswa Internasional.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Harga Vaksinasi untuk Sekolah Di Luar Negeri

    Selain jenis-jenis vaksin, Sahabat Sehat yang hendak pergi belajar di luar negeri juga perlu mempersiapkan dana untuk mendapatkan vaksin internasional. Pasalnya, setiap fasilitas kesehatan memiliki harga vaksinasi yang bervariasi. Apalagi jika melakukannya di luar negeri seperti yang ditawarkan oleh universitas.

    Jadi, ada baiknya jika Sahabat Sehat melengkapi vaksinasi sebelum keberangkatan agar efek perlindungan dari vaksin juga sudah bekerja.

    Optimalkan rencana pendidikan Anda bersama Prosehat dengan layanan vaksinasi study sebagai berikut:

    Layanan Vaksinasi di Klinik*
    Vaksinasi Meningitis dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 320.000
    Paket Vaksinasi Meningitis + Flu 4 Strain dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 590.000
    Vaksinasi Yellow Fever dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 700.000
    Paket Vaksinasi Yellow Fever & Flu 4 Strain  Rp. 890.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) ke rumah Rp. 710.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) + Flu 4 strain ke rumah Rp. 900.000
    Vaksinasi Hepatitis A dan B 1 kali suntik ke rumah Rp. 890.000
    Vaksinasi Tifoid ke rumah Rp. 660.000
    Vaksinasi Japanese Encephalitis ke rumah Rp. 800.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 1 kali suntik ke rumah Rp. 1.700.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 3 kali suntik ke rumah Rp. 4.500.000
    Vaksinasi PCV-13 ke rumah Rp. 1.200.000
    Vaksinasi PCV-13 + Flu 4 strain ke rumah Rp. 1.400.000

    *harga di Klinik Kasih (klinik mitra Prosehat), Palmerah, Jakarta Barat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Cek website Prosehat untuk update harga terkini.

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai vaksin wajib sebelum studi di luar negeri. Pemberian vaksin tetap menjadi syarat meski Sahabat Sehat sekolah di negara maju. Mencegah segala risiko gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus tertentu selama Pendidikan lebih baik daripada mengobati.

    Baca Juga: Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar Sahabat Sehat terlindungi, aman, dan nyaman selama pendidikan. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan berbagai jenis vaksin dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Studying Abroad.
    2. University of the South. Study Abroad Travel and Vaccinations.
    3. International Student Exchange Programs. Immunizations.
    4. The Times of India. Flying abroad for studies? Make sure you know your university’s vaccination requirements.
    Read More
  • Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit. Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon […]

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit.

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika juga memerlukan jenis vaksin lain seperti vaksin influenza.

    Vaksin Flu Melindungi saat Musim Flu

    Pentingnya vaksinasi influenza bagi pendatang disebabkan karena Amerika dan negara-negara di belahan dunia bagian utara, mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah sekali menyebar.

    Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Walau virus influenza sebenarnya ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi dapat berlangsung hingga akhir Mei.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Pilihan Jenis Vaksinasi Flu

    Flu merupakan penyakit pernapasan yang menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Badan kesehatan dunia atau WHO memperkirakan terjadi 290-650 ribu kematian setiap tahunnya akibat gangguan pernapasan yang berasal dari infeksi virus influenza. Oleh karena itu, WHO menilai flu tetap menjadi ancaman global sehingga WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dapat melindungi seseorang dari 4 strain virus penyebab influenza selama musim flu. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan ulang (booster) setiap satu tahun sekali.

    Ada dua jenis vaksin influenza, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Vaksin trivalent memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus influenza, yaitu influenza A (H1N1), Influenza A (H3N3 ) dan Influenza B.

    Sementara vaksin quadrivalent dapat memberikan perlindungan terhadap dua varian virus influenza A dan dua varian virus influenza B.

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Komplikasi dari Virus Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Amerika karena pada musim flu angka kejadian infeksi influenza menjadi meningkat. Cegah gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus influenza selama pendidikan di Amerika. Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat mengeksplorasi Amerika dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Seasonal Flu Vaccines
    2. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for the United States.
    3. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    4. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Weekly U.S. Influenza Surveillance Report.
    Read More
  • Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru. Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada […]

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru.

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada anak kecil, orang tua, dan kondisi penyakit tertentu.

    Di Australia, terdapat National Immunization Programme (NIP) yang menyarankan vaksin Influenza setiap tahunnya bagi yang tinggal dan akan tinggal di Australia dikarenakan adanya “musim flu”. Maka, bagi kamu yang akan kuliah atau sekolah di Australia di pertengahan tahun ini, sebaiknya kamu sudah divaksinasi influenza sebelum berangkat. 

    Virus Influenza Terus Bermutasi

    Vaksin Influenza membantu sistem imun tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus Influenza dalam 2 minggu setelah vaksinasi.3 Setelah divaksin, maka tubuh Anda akan kebal terhadap jenis virus Influenza tersebut. Dengan demikian menurunkan risiko gejala berat serta komplikasi.

    Setiap tahunnya para peneliti memeriksa tipe virus Influenza apa yang dapat menyebar karena sifatnya yang terus bermutasi. Maka, vaksin influenza selalu diperbarui setiap tahun dengan tipe virus baru tersebut.

    Departemen kesehatan Australia menyarankan untuk mendapatkan vaksin Influenza dimulai dari pertengahan bulan April sebagai persiapan “musim flu” yang akan mendatang nantinya pada bulan Juni hingga September.4 Efek proteksi tertinggi didapatkan 3-4 bulan setelah seseorang menerima vaksin Influenza.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Komplikasi dari Infeksi Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Australia. Dengan adanya “musim flu” mulai bulan Mei hingga September, maka vaksin Influenza lebih baik didapatkan dari pertengahan bulan April. Sehingga ketika sekolah atau kuliah dimulai, kamu sudah siap menghadapi musim flu. Vaksin Influenza juga aman untuk diberikan dalam hari yang sama dengan pemberian vaksin Covid-19.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. About Flu [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    2. National Immunisation Program Schedule [Internet]. health.gov.au. 
    3. Different Types of Flu Vaccines [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    4. Seasonal influenza vaccine [Internet]. Health.vic.gov.au. 2022. 
    5. Influenza (flu) vaccine [Internet]. health.gov.au. 2022. 
    Read More
  • Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali. Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar […]

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali.

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar masyarakat baru saja bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang selama Idul Fitri.

    Tidak hanya risiko penularan Covid-19, tapi ada juga risiko penularan penyakit lainnya seperti flu, tifoid (tipes), dan juga penyakit baru yang ramai dibicarakan belakangan ini, yaitu hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya. 

    Maka dari itu, orang tua perlu persiapkan kesehatan anak-anak dengan baik sebelum kembali ke sekolah. Simak apa saja yang orang tua perlu siapkan.

    Perkuat Daya Tahan Tubuh

    Untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, tentunya sangat penting untuk memperkuat pertahanan tubuh dalam menghadapi kemungkinan paparan berbagai macam virus dan bakteri. 

    Menjaga sistem imunitas bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya:

    • Memberikan anak makanan yang sehat dan penuh nutrisi
    • Menjaga kebersihan makan dan minumannya
    • Cukupi waktu tidur malam anak minimal 9 jam
    • Mengajak anak untuk tetap aktif atau berolahraga
    • Menjaga kondisi mental anak, misalnya bermain bersama, bercanda, dan sebagainya
    • Mengonsumi suplemen vitamin dan daya tahan tubuh bila diperlukan.

    Sedangkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya vaksinasi yang ia butuhkan.

    Vaksinasi memerlukan waktu sekitar 2 minggu sebelum benar-benar efektif melindungi. Walau sekolah mulai dalam beberapa hari lagi, tidak ada salahnya jika orang tua menyegerakan vaksinasi saat anak dalam keadaan sehat. Sehingga, ia sudah terlindungi di minggu kedua sekolah.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin yang disarankan antara lain:

    • Influenza

    Penyakit influenza/ flu paling mudah ditularkan di lingkungan sekolah saat siswa, guru, atau staff yang sakit berbicara, batuk, atau bersin.

    • Tifoid

    Tangan yang kotor serta makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi akan menyebabkan penyakit tipes/ tifus/ tifoid yang menimbulkan gejala pencernaan.

    • Hepatitis A

    Virus hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan setelah BAB, juga menjadi jalur penularannya. Hepatitis A menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis akut misterius, yaitu gejala pencernaan (mual, muntah, diare, demam) dan gejala lanjut (mata dan kulit menguning, warna air kencing pekat, warna BAB pucat, dll).

    Cek Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat

    Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan Moms selalu mengecek kondisi tubuh Si Kecil terlebih dahulu. Tujuannya, untuk memastikan bahwa Si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat saat ke sekolah.

    Apabila tubuh anak terasa panas dan mengeluhkan gejala lainnya, sebaiknya tunda ke sekolah sampai ia benar-benar sehat dan bugar.

    Selain mengecek kesehatan Si Kecil, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya dalam keluarga juga melakukan tes Covid-19 untuk mengetahui status kesehatannya terhadap Covid-19 pasca Lebaran.

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Bawa Bekal dari Rumah

    Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya. Sebab waktu di sekolah lebih dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga tidak ada pelajaran diluar kelas maupun waktu istirahat untuk bermain di luar kelas. Termasuk larangan untuk membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya Moms bawakan Si Kecil bekal sendiri dari rumah, seperti air minum dan snack. Membawa bekal sendiri bisa menjadi cara yang efektif untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan menghindari penyajian makanan/ minuman yang kurang bersih.

    Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

    Seperti yang diketahui, penyebaran kuman bisa dari mana saja. Untuk itu, beri anak pemahaman agar tidak saling bertukar atau pinjam meminjam alat tulis dan buku selama di sekolah. 

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Mengingatkan Bahaya Covid-19 dan Hepatitis Akut Misterius

    Setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), anak pasti gembira bahwa ia sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa dan bertemu dengan teman-teman dan guru.

    Namun, jangan sampai euphoria ini membuatnya lupa bahwa paparan virus corona dan hepatitis akut bisa mengintai dimana saja. 

    Oleh sebab itu, Moms harus lebih rutin mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sambil memberikan pemahaman akan bahayanya penyakit-penyakit ini dengan bahasa yang mudah dicerna.

    Selain protokol kesehatan, Kementerian Kesehatan mengimbau agar:

    1. Rutin cuci tangan dengan sabun
    2. Makan makanan yang sudah matang dan bersih
    3. Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
    4. Menghindari kontak dengan orang lain
    5. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Nah, itulah beberapa tips yang orang tua bisa lakukan dalam mempersiapkan anak kembali sekolah tatap muka setelah libur Lebaran. Tetap waspada terhadap virus corona, flu, tifoid, dan hepatitis akut yang rentan terjadi. Berikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Anisya, N., 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka, Berikut Tips dari WHO
    2. liputan6.com. 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
    3. merdeka.com. 2022. 6 Langkah Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah secara Aman | merdeka.com.
    4. pintek.id. 2022. persiapan anak kembali ke sekolah.
    Read More
  • India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang. Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat […]

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang.

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat penduduk. Bahkan lebih padat. Hal ini menyebabkan beberapa penyakit menular masih endemi di negara ini, salah satunya adalah hepatitis A.

    Sebenarnya, sebagian besar masyarakat India telah terinfeksi hepatitis A sehingga mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap hepatitis A. Namun, wabah ini terus bermunculan dan membuat hampir 50% anak usia 1-5 tahun di India rentan terhadap virus Hepatitis A.

    Tingginya kasus hepatitis A di India dikaitkan dengan pasokan air bersih, higienitas diri, dan sanitasi yang buruk di India. Oleh karena itu, Badan Kesehatan di India menggalakkan program vaksinasi hepatitis A bagi anak-anak dan pendatang yang hendak melakukan perjalanan ke India atau menetap di India.

    Virus hepatitis A mengganggu fungsi hati

    Hepatitis A merupakan penyakit hati atau liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Infeksi virus hepatitis A terjadi akibat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari pasien yang terinfeksi.

    Ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Pada kasus tertentu, virus dapat mengganggu fungsi hati.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala hepatitis A

    Gejala yang timbul pada setiap orang dapat berbeda-beda, mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Gejala pada seseorang yang terinfeksi akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Gejala hepatitis A antara lain :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata berwarna kuning
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih/ pucat seperti dempul.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, Hepatitis A jarang sekali menyebabkan penyakit gagal hati kronis, tetapi apabila tidak diterapi dengan segera akan berakibat fatal. WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa pada tahun 2016, 7134 orang meninggal karena Hepatitis A di seluruh dunia atau menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis.

    Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis A, terutama tinggal di daerah dengan sanitasi buruk akan mudah sekali tertular. Berikut ini resiko tinggi terinfeksi Hepatitis A antara lain :

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Menggunakan obat suntik bersamaan
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah dengan kasus Hepatitis A tinggi
    • Makan makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Lindungi diri dengan vaksin Hepatitis A

    Vaksin hepatitis A sudah lama tersedia di Indonesia. Vaksin ini disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) untuk diberikan pada anak-anak dan dewasa.

    Bagi orang dewasa, diperlukan 2 dosis vaksin hepatitis A. Setelah vaksin pertama, dosis kedua diberikan 6 hingga 12 bulan kemudian. Maka, pastikan kamu telah melengkapi kedua dosisnya untuk mendapatkan perlindungan sempurna sebelum pergi berangkat ke negara tujuan.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    Efek Samping Vaksinasi

    Sama seperti vaksinasi pada umumnya, efek samping vaksinasi hepatitis A tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek sampingnya meliputi:

    • Nyeri, kemerahan dan bengkak di area penyuntikan
    • Demam
    • Nyeri kepala
    • Kelelahan.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, kalau kamu akan melanjutkan kuliah di India atau negara lainnya di Asia Timur, pastikan kamu sudah divaksinasi hepatitis A yang lengkap. Sehingga, risiko sakit berat dapat diminimalisir selama pendidikan di negara orang. Ayo segera jadwalkan vaksinasimu bersama ProSehat dan dapatkan harga yang terbaik! Selain bisa dilakukan di klinik, tersedia juga layanan vaksinasi di rumah untuk kenyamananmu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC- Centers of Disease Control and Prevention. 2015. Viral Hepatitis Surveillance — India, 2011–2013.
    2. Verma, R. and Khanna, P., 2022. Hepatitis A vaccine should receive priority in National Immunization Schedule in India.
    3. Hikmah Laila N, Mahkota R. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun 2016.
    4. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA.
    5. Hepatitis A [Internet]. Who.int. 2021.
    6. Papdi.or.id. 2021. JADWAL IMUNISASI DEWASA.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com