Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 61–70 of 71 results

  • Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan […]

    Checklist Persiapan Kesehatan Agar Travelling Sukses

    Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan oleh semua orang dan tentu saja kita harus mempersiapkan banyak hal sebelum berangkat.

    Memangnya apa yang kita perlu siapkan sebelum berangkat liburan? Tentu saja banyak! Contohnya saja kita perlu mempersiapkan pakaian yang cukup dan lebih baik lagi jika kita menyiapkan pakaian lebih sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan – seperti pakaian yang tiba-tiba basah karena hujan ataupun insiden lainnya. Bukan hanya pakaian, kita juga perlu mempersiapkan biaya dengan baik sehingga kita tidak kehabisan uang ketika bepergian dan pastinya hal ini akan merepotkan kita nantinya.

    Apakah hanya hal ini saja yang perlu kita siapkan ketika akan pergi liburan? Tentu saja tidak! Ada satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika akan pergi berlibur, yaitu persiapan kesehatan. Yup, melakukan persiapan kesehatan sama pentingnya kita dengan mempersiapkan pakaian dan biaya karena pastinya tidak ada yang mau jatuh sakit ketika pergi berlibur. Bila kita sakit saat ketika bepergian karena akan menyebabkan gagalnya beberapa hal yang sudah direncanakan sebelumnya.

    Lalu, apa saja persiapan kesehatan yang harus kita siapkan sebelum kita pergi berlibur? Apakah hanya melakukan cek kesehatan ke dokter sebelum beberapa hari keberangkatan sudah cukup? Apa yang perlu kita lakukan selama berlibur supaya tidak jatuh sakit? Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa hal yang harus kita persiapkan dengan baik sebelum pergi berlibur dan kita bisa membuat checklist dari berbagai hal ini supaya kegiatan liburan kita berjalan dengan lancar. Daripada semakin penasaran mengenai apa saja yang harus kita persiapkan, yuk mending kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Melakukan vaksinasi flu

    Seperti yang kita tahu, flu adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya dan bukan suatu hal yang baru pula jika flu adalah penyakit yang sering menyerang kita yang sedang pergi berlibur. Flu dapat menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas liburan kita terlebih ketika kita tidak segera memberikan penanganan terhadap penyakit ini, salah-salah kita bisa harus berdiam diri di kamar hotel bahkan rumah sakit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, kita bisa melakukan vaksinasi flu terlebih dahulu  yang bisa dilakukan setidaknya satu atau dua minggu sebelum perjalanan. Bentuk dari vaksin flu ini berupa suntikan yang akan disuntikkan pada lengan atas Sobat.

    1. Berkonsultasi dengan dokter

    Hal yang satu ini sangatlah disarankan mengingat kita tidak bisa bertemu dengan dokter yang biasa menangani kita selama liburan berlangsung. Berkonsultasi dengan dokter sebelum pergi liburan merupakan langkah cerdas karena kita bisa mengetahui obat apa saja yang aman untuk dikonsumsi ketika kita jatuh sakit dan pastinya sesuai tubuh kita masing-masing. Ceritakan riwayat kesehatan Sobat pada dokter karena tidak semua obat cocok untuk satu orang dengan orang lainnya.

    1. Menggunakan asuransi perjalanan wisata

    Apakah  kalian biasa menggunakan asuransi perjalanan wisata ketika berlibur ke suatu tempat? Jenis asuransi yang satu ini biasanya dipilih oleh seseorang ketika mereka bepergian dalam jarak jauh, contohnya saja ketika kita akan pergi berlibur ke luar negeri utnuk memiliki asuransi perjalanan wisata adalah hal yang sangat disarankan. Kenapa begitu? Tentu saja jawabannya karena memiliki asuransi memberikan keamanan tersendiri bagi kita sehingga sewaktu-waktu kita jatuh sakit, tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Asuransi perjalanan wisata ini bisa kita dapatkan dari agen travel liburan dan pastinya dibanderol dengan harga yang bervariasi dan bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.

    1. Memperhatikan makanan yang kita konsumsi

    Yup, makanan adalah salah satu tujuan lain ketika kita pergi berlibur setelah kita mendapatkan pemandangan ataupun waktu bersantai yang kita inginkan. Bahkan, saat ini banyak dari kita yang pergi ke suatu tempat karena tertarik dengan makanan khas dari daerah tertentu dan bukan suatu hal yang mengherankan jika kita bisa menghabiskan banyak biaya untuk menikmati jenis makanan tertentu. Namun, apakah kalian memperhatikan kebersihan dari makanan yang dikonsumsi? Seringkali ketika kita kurang memperhatikan kebersihan dari makanan yang kita beli – dan ketika kebersihannya kurang terjaga maka kita bisa jatuh sakit. Sakit perut hingga diare bukanlah suatu hal yang baru ketika kita salah makan ketika berpergian. Bukan hanya saat berlibur saja kita perlu memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi, tapi setiap hari hendaklah kita menghindari konsumsi berbagai makanan yang dapat mengganggu sistem pencernaan kita

    1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

    Hal terakhir yang perlu kita masukkan dalam checklist persiapan kita sebelum berlibur adalah untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap waktu. Yup, hal ini sangatlah penting untuk dilakukan mengingat ketika kebutuhan cairan kita tidak terpenuhi dalam sehari maka kita akan berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan menjadi halangan untuk kita dalam mendapatkan liburan yang menyenangankan dan sebaliknya kita harus berdiam diri di kamar hotel ataupun rumah sakit hingga badan kita kembali fit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan? Konsumsilah air putih dengan cukup dalam sehari, setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih.

    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita masukkan dalam checklist persiapan kesehatan sebelum kita berlibur. Mempersiapkan kesehatan kita dengan baik adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan terlebih ketika kita ingin kegiatan berlibur kita dapat berjalan dengan lancar. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi, kan bagaimana cara untuk menjaga tubuh tetap fit selama liburan? So, kapan kalian akan berangkat liburan?

    Untuk sobat yang ingin melakukan vaksinasi flu dan tidak mau antri atau capek maka sobat bisa memesannya di prosehat. Berbagai layanan vaksinasi dan kebutuhan kesehatan kamu juga tersedia di Prosehat. Instal aplikasinya dan dapatkan berbagai kelebihan dari ProSehat. Ingat Sehat Ingat Prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih […]

    Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih sering ditemui di Indonesia? Jika iya, seberapa seringkah seseorang mengalami penyakit ini?

    Polio merupakan salah satu penyakit yang sangat sering menyerang balita bahkan juga bisa menyerang kita yang sudah tidak muda lagi. Seperti layaknya penyakit campak ataupun cacar, penyakit polio sangat mudah menyerang mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Data UNICEF menyatakan jika 20 tahun silam setidaknya 1.000 anak menjadi lumpuh karena penyakit ini. Dampak yang sangat mengerikan dari polio bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit polio?

    Dokter melakukan gerakan inovatif, lebih tepatnya Gerakan Pemberantasan Polio Global yang digalakkan sejak tahun 1988. Apakah gerakan ini berhasil? Kabar bahagianya, pada tahun 2004 hanya ditemukan 1.266 kasus polio di seluruh dunia berkat dilakukannya gerakan ini. Penurunan yang cukup drastis bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus polio di Indonesia setelah dilakukannya gerakan ini? Apakah juga menurun layaknya di negara lain?

    Angka Polio Indonesia

    Apakah Gerakan Pemberantasan Polio Global juga memiliki pengaruh positif di Indonesia? Sayangnya kasus polio ini muncul kembali di Indonesia pada tahun 2005, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia 20 bulan. Semenjak kasus ini terjadi, polio juga mulai bermunculan di berbagai daerah Indonesia lainnya – terlebih anak yang belum mendapatkan imunisasi polio. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di peringkat ke 16 yang kembali terserang virus polio bahkan dikhawatirkan dapat menjadi pengekspor virus polio ke negara tetangga, bahkan Asia Timur. Lalu, apa upaya pemerintah untuk mengatasi hal ini?

    Yup, bukan rahasia lagi jika virus polio adalah virus ganas yang dapat menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya; baik cepat ataupun lambat. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu mengatasi polio sehingga WHO (World Health Organization) menggalakkan program imunisasi polio dan hal ini juga dilakukan di Indonesia. Kabar baiknya, sejak tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio seperti halnya beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, Pasifik Barat, juga Amerika Serikat. Sebemarnya bagaimana sih asal mula polio ini terjadi? Kapan kita tahu seseorang terjangkit virus mematikan yang satu ini?

    Diagnosis Polio

    Meskipun Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio, bukan berarti kita sudah 100 persen aman dari penyakit ini. Ketika seseorang terserang virus polio, cepat atau lambat virus ini akan menyerang sistem pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu – terutama pada bagian kaki. Virus polio  merupakan salah satu virus yang cepat menyebar dari satu orang ke orang lainnya terutama melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi dengan tinja virus tersebut (fekal-oral). Seramnya lagi, virus polio juga bisa menyebar dengan cepat melalui udara atau lebih tepatnya ketika sesorang bersin ataupun batuk. Lalu, siapa saja yang rentan terserang virus polio?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, virus polio sangatlah rentan menyerang kita yang tidak memiliki daya imun yang bagus. Namun, bukan hanya itu saja, virus polio juga mudah menyerang mereka yang bepergian ke suatu tempat yang masih rawan virus polio seperti beberapa negara di Afrika; misalnya saja Nigeria, Afganistan, ataupun Pakistan. Seseorang yang juga sudah melakukan operasi amandel juga lebih mudah mengalami penyakit polio karena daya tahan tubuh yang lebih rendah daripada orang lainnya. Kapan kita bisa mengetahui seseorang terjangkit polio? Gejala apakah yang biasanya muncul dari penyakit polio ini?

    Gejala Polio

    Apa saja, ya kira-kira gejala dari penyakit polio? Sebelum kita membahas apa saja gejala polio, ada baiknya kita mengetahui apa saja jenis dari penyakit polio. Wah, memangnya polio terdiri dari berbagai jenis ya?

    Penyakit polio sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, serta sindrom pasca-polio. Memangnya, apa sih perbedaan antara satu jenis polio dengan jenis polio lainnya? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    1. Polio non-paralisis

    Jenis penyakit polio yang pertama sering kali dikenal dengan poli non-paralisis. Jenis polio yang satu ini tidak berbahaya seperti jenis polio lainnya alias tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejala polio non-paralisis antara lain adalah radang selaput otak (meningitis) yang biasanya ditandai dengan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Kemudian, gejala polio non-paralisis lainnya adalah merasa cepat lelah, sakit tenggorokan, demam, melemahnya otot serta rasa sakit pada bagian kaki, tangan, leher serta punggung.

    2. Polio paralisis

    Jenis polio berikutnya adalah jenis polio yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu. Lalu bagaimana dengan gejala polio paralisis? Gejalanya sendiri sama dengan gejala polio non-paralisis dan biasanya berlangsung dalam rentang waktu satu pekan. Sedangkan kelumpuhan sendiri bisa terjadi sewaktu-waktu alias tanpa prediksi yang jelas, contohnya saja bisa terjad dalam hitungan jam setelah kita terinfeksi virus polio ataupun dalam hitungan hari.

    3. Sindrom pasca-polio

    Jenis polio terakhir biasa kita kenal dengan sindrom pasca-polio, terjadi pada seseorang yang mengalami polio sebelumnya dan muncul pada usia sudah dewasa – lebih tepatnya dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun. Beberapa gejala yang menandakan kita mengalami sindrom pasca-polio adalah sebagai berikut:

    • Sulit berkonsentrasi atau bahkan mudah lupa;
    • Bagian persendian atau otot yang melemah atau sering terasa sakit;
    • Mengalami depresi atau suasana hati yang mudah berubah;
    • Kesulitan untuk tidur disertai dengan kesulitan bernafas;
    • Tidak kuat terhadap suhu dingin.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai polio. Yup, polio adalah sebuah penyakit yang mudah untuk menular sehingga kita perlu rutin melakukan vaksin polio sehingga kita tidak terserang penyakit mematikan ini. Vaksin polio sendiri sudah bisa diberikan sejak balita, lebih tepatnya sejak anak lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan yang terakhir adalah ketika anak berusia 18 bulan sesuai dengan rekomendasi pemerintah. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan vaksin polio ketika kecil?

    Menariknya, kita yang sudah beranjak dewasa tetapi belum pernah mendapatkan vaksin polio sebelumnya juga bisa mendapatkan vaksin ini sebanyak tiga kali. Vaksin polio untuk orang dewasa bisa dilakukan sebanyak tiga kali, di mana rentang antara vaksin pertama dengan vaksin kedua adalah 1 hingga 2 bulan sedangkan dengan vaksin ke-tiga dengan rentang waktu antara 6 hingga 12 bulan. Tentu saja kita bisa mendapatkan vaksin ini pada pelayanan kesehatan terdekat sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas melakukan vaksin polio. Pastinya sekarang sudah tidak takut lagi dengan penyakit polio bukan?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin polio di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/anak/polio-tidak-hanya-menyerang-kaki-anda
    Read More
  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Resikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernafasan anak.1 Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih. Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosa TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4 Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh. Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1 Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB. Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sobat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4 Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya. TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orangtua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen. TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6 Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi. Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya. Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi dimana satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan. Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orangtua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
  • Daya tahan tubuh bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, masih lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Mereka sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TB). Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Penularan TB sangat mudah melalui udara, yaitu ketika penderita TB bersin, batuk, meludah atau berbicara, membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab […]

    Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Daya tahan tubuh bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, masih lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Mereka sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TB).

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Penularan TB sangat mudah melalui udara, yaitu ketika penderita TB bersin, batuk, meludah atau berbicara, membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit ini ikut terbang dan mudah terhirup oleh orang di sekitarnya, termasuk bayi Moms. Terlebih jika saat itu bayi berdekatan dengan penderita TB dalam ruangan tertutup dan berventilasi buruk, peluang untuk tertular, sangat besar.

    Pencegahan, tentu lebih baik daripada pengobatan. Itulah sebabnya, bayi perlu mendapatkan imunisasi BCG sejak usia dini. Suntik BCG seringkali menimbulkan bekas di kulit bayi, apakah itu aman? Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Tuberkulosis?

    Sebelum membahas soal imunisasi BCG dan suntik BCG yang berbekas di kulit bayi, ada baiknya kita ketahui apa itu penyakit TB. Penyakit TB merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang bayi, anak-anak maupun dewasa.

    TB umumnya mempengaruhi paru-paru, tetapi dapat  juga menyebar ke organ lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi dan ginjal (TB milier). Pada keadaan lebih lanjut, penyakit TB yang serius dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak (meningitis TB). Hal ini bisa sangat berbahaya sekaligus mematikan dan sering menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 3 tahun.

    Gejala TB pada Bayi dan Dewasa

    Penyakit TB masih menjadi permasalahan di dunia. Bahkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 mencatat ada sekitar 1.020.000 kasus penyakit TB di Indonesia. Namun, di antara sekian banyak jumlah tersebut, baru 420.000 kasus yang terlaporkan di Kementerian Kesehatan RI.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Banyak orang tak tahu kalau dirinya terjangkit TB sebab gejalanya bisa pula ditemui pada penyakit lain. Berikut beberapa gejala yang biasanya terdapat pada penderita TB, yaitu:

    – Batuk. Pada tahap yang lebih lanjut, penderita mengalami batu berdahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa pula bercampur dengan darah
    – Adanya penurunan berat badan yang signifikan dan tak bisa dijelaskan
    – Kelelahan, demam, panas dingin hingga sesak napas
    – Turunnya nafsu makan

    Namun, bila bayi terkena TB, gejala yang ditimbulkan tidak sama dengan orang dewasa, Moms. Ia tidak mengalami batuk berdahak seperti kebanyakan penderita TB dewasa. Namun, beberapa gejala yang umumnya menyertai, antara lain:

    Demam berkepanjangan. Nah, ini juga kerap membingungkan orangtua. Kebanyakan Moms bahkan tidak sadar kalau bayinya terkena TB. Sebab, bayi akan alami demam atau panas yang hilang timbul selama 1 – 2 bulan. Suhu demam juga hanya berkisar 37,8°C – 38°C.

    Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut. Kita tahu, kenaikan berat badan sangat penting bagi seorang bayi. Jika angka berat badan bayi Moms tidak merangkak naik selama 2 bulan berturut-turut, sepatutnya perlu waspada!

    Meskipun kedua tanda di atas bisa dijadikan patokan apakah bayi terkena TB atau tidak, sebaiknya bayi perlu dilakukan tes Mantoux atau uji tuberkulin agar hasilnya lebih akurat. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah diagnosis maupun over-diagnosis. Sebab, berbeda pada orang dewasa yang bisa membuktikan infeksi TB dengan memeriksakan dahaknya di laboratorium, bayi tak mengeluarkan dahak saat batuk. Ini salah satu faktor yang menyebabkan diagnosis TB pada anak-anak lebih sulit.

    Vaksin BCG

    Mengingat bayi dan anak-anak lebih berisiko menderita infeksi TB berat sehingga bisa menimbulkan kesakitan dan kematian tinggi, maka imunisasi BCG pada bayi perlu diberikan sejak dini.

    Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) adalah suntikan yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi TB yang parah. Vaksin ini terbuat dari bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Bakteri ini yang paling mendekati kemiripan dengan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TB.

    Vaksin BCG cukup diberikan 1 kali yang biasanya dilakukan pada bayi saat berusia 1 – 3 bulan. Namun, jika imunisasi BCG diberikan pada anak berusia lebih dari 3 bulan,  sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Perlu diketahui, pemberian vaksin BCG ini hanya efektif untuk mencegah infeksi TB yang lebih berat yaitu infeksi TB milier dan meningitis tetapi tidak untuk infeksi TB paru.

    Produk Terkait: Imunisasi BCG ke Rumah

    Suntik BCG Aman untuk Bayi

    Adapun suntik BCG dilakukan secara intrakutan, yakni tepat di bawah kulit. Saat dilakukan penyuntikan, posisi jarum harus datar sehingga vaksin bisa masuk ke jaringan lemak di bawah kulit. Untuk lokasi penyuntikan vaksin BCG, biasanya dilakukan  di kulit lengan kiri bagian atas.

    Umumnya setelah bayi menerima suntik BCG, area terjadinya suntikan akan mengeras diikuti dengan kondisi kulit yang sedikit melepuh. Namun jangan khawatir ya, Moms, hal ini adalah reaksi yang normal (terjadi pada 9 dari 10 bayi).

    Lalu, dalam dua hingga enam minggu setelah penyuntikan,  akan timbul suatu titik kecil di tempat suntikan yang kemudian membesar atau membengkak seperti benjolan. Kulit bekas suntikan ini dapat terasa sakit dan memar selama beberapa hari, tapi pada akhirnya akan sembuh. Biasanya, bekas suntik BCG ini akan meninggalkan bekas luka kecil di kulit. Namun, Moms tak perlu risau berlebihan! Bekas luka suntik yang berbekas di kulit bayi ini, lama-lama juga akan menghilang dengan sendirinya seiring usia anak yang semakin besar.

    Namun, kadang-kadang, pada beberapa bayi mungkin terjadi reaksi kulit yang lebih parah, tetapi ini juga biasanya akan sembuh dalam beberapa minggu. Tapi jika Moms menduga bahwa reaksi kulit bayi Anda tidak normal atau mungkin mengalami  infeksi,  jangan ragu dan sungkan untuk menanyakan langsung pada dokter Anda.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Diajukan

    Selain itu, efek samping seperti reaksi anafilaktik (reaksi alergi yang serius) setelah mendapatkan vaksin BCG, sangat jarang terjadi. Mungkin ini hanya terjadi pada satu dari sejuta kasus. Jadi, tak perlu khawatir ya, Moms. Suntik BCG aman diberikan pada bayi selama hal tersebut dilakukan oleh ahlinya.

    Nah, jika bayi Moms ingin diberikan vaksin BCG, tak perlu repot mencari informasinya. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. BCG vaccine | medicine [Internet]. Encyclopedia Britannica. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: britannica.com
    2. BCG Vaccine: Information for Parents – English version | HealthEd [Internet]. Healthed.govt.nz. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: healthed.govt.nz
    3. BCG Vaccine (TB vaccine) | Vaccine Knowledge [Internet]. Vk.ovg.ox.ac.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: vk.ovg.ox.ac.uk
    4. Bukan Batuk Biasa, Waspadai TBC dengan 8 Gejala Khasnya [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: liputan6.com
    5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peduli TBC, Indonesia Sehat. 2018.[Internet]. Available at: depkes.go.id
    6. Ratnasari E. Waspada Tuberkulosis pada Anak [Internet]. gaya hidup. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: cnnindonesia.com
    7. Yolanda N. Skar BCG. 2016. [Internet]. Available at: idai.or.id
    8. BCG (TB) vaccine side effects [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: nhs.uk
    9. Media K. Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: lifestyle.kompas.com
    Read More
  • Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya. Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin […]

    Virus Rubella – Gejala, Resiko, Penyebab dan Pencegahannya

    Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya.

    Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin berhasil mengurangi masalah atau kasus rubella hingga 95%. Indonesia terbebas dari masalah tersebut, meskipun masih ada beberapa daerah yang harus hidup dalam sanitasi yang buruk dan rentan terkena Rubella. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai virus rubella dan serba-serbinya.

    Apa itu Virus Rubella

    Rubella biasa disebut juga sebagai campak jerman, dimana penyakit menular ini berasal dari virus yang bernama virus Rubella. Gejala yang ditimbulkan pertama kali yakni ruam disertai dengan masalah tubuh lainnya. Meskipun gejalanya hampir sama dengan demam berdarah tetapi rubella tidak menimbulkan demam tinggi hanya demam ringan saja.

    Mereka yang terserang rubella memang tidak separah terserang virus lainnya seperti polio. Rubella biasa terjadi pada anak dan remaja terutama untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin. Walaupun begitu, tetap saja masih banyak masyarakat tidak mengenal apa itu rubella dan belum sadar seberapa penting vaksin rubella untuk tubuh.

    Jika berbicara soal penyerangan apakah virus rubella hanya bisa menyerang anak-anak ? maka jawabannya tidak. Hal ini karena virus dapat juga menyerang orang dewasa bahkan ibu hamil sekalipun, bahayannya pada ibu hamil rubella mempengaruhi perkembangan janin ketika di perut.

    Usia berapapun ibu hamil yang kemungkinan terserang rubella berpotensi mengalami cacat bawaan ataupun kematian janin. Kasus atau masalah ini dinamakan sebagai Sindroma Rubella Kongenital (CRS).  Menurut data WHO, dari semua kasus yang ada di dunia minimal 100.000 bayi di dunia lahir setiap tahunnya akibat CRS ini. jelas hal yang sebenarnya bisa dicegah menjadi polemik tersendiri bagi penderitanya.

    Gejala-gejala Rubella

    Beberapa kasus menjelaskan bahwa pasien anak-anak yang terjangkit rubella lebih ringan dibandingkan penderita dewasa. Namun, Sobat tetap tidak bisa menyepelekan gejala dari penyakit ini. Adapun gejala umum yang bisa dikenali jika ada pasien atau anak yang terjangkit virus rubella, yaitu :

    • Tanda atau gejala ini akan muncul 14-21 hari dari serangan, sehingga gejala tidak akan berhenti selama kurun waktu tersebut
    • Demam disertai dengan sakit kepala berkala dan sulit hilang meskipun sudah menggunakan obat generik atau obat biasa
    • Menurunnya nafsu makan
    • Mata merah dan adanya pembengkakan di bagian dekat telinga dan belakang kepala.
    • Adanya ruam yang muncul di wajah kemudian menyebar di bagian tangan dan kaki serta seluruh badan khususnya punggung. Ruam ini bisa berlangsung selama 1-3 hari setelah muncul demam.
    • Nyeri sendi yang berlebih khususnya pada

    Penyebab Rubella

    Jika berbicara soal penyebab maka sudah jelas penyebabnya adalah virus Rubella yang bertengger dan memperbanyak diri di dalam tubuh manusia khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab rubella memang tidak bisa ditebak dimana saja dan kapan saja, sehingga vaksin jelas memudahkan perlindungan yang sudah ada dalam tubuh anak-anak tanpa perlu khawatir membatasi gerak dan area mereka.

    Penyebab rubella juga bisa jadi kondisi anak yang tidak fit atau sedang tidak sehat, virus bersama dengan bakteri dan biasa disebut bakteriofage yang masuk kedalam tubuh, serta makanan yang kurang sehat menyebabkan penyakit rubella ini bisa masuk dalam tubuh.

    Metode Penanganan Rubella

    Rubella memang tidak membutuhkan penanganan khusus jika gejalanya masih ringan, pengobatan saja sudah cukup terutama Sobat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit atau klinik layaknya di daerah. Namun, jika Sobat memiliki kesempatan untuk ke dokter baiknya Sobat konsultasikan kondisi tubuh Sobat.

    Berikut ini ada beberapa tips mencegah rubella selain dari mendapatkan vaksin dari rumah sakit atua klinik :

    • Istirahatlah yang cukup dan berkualitas, jangan terganggu oleh smartphone atau gadget dan alat elektronik lainnya. Tidur yang berkualitas tentu akan membentuk sistem imun yang bagus juga.
    • Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin agar bisa mencegah dehidrasi yang dialami
    • Mengurangi nyeri sendi sementara akibat rubella dengan antinyeri yang bisa menurunkan demam sekaligus.
    • Vaksinasi rutin

    Rubella dan Kematian

    Meskipun rubella masuk kedalam virus yang hampir sejenis dengan flu, tetapi bukan berarti virus ini tidak bisa menyebabkan kematian atau masalah serius yang bisa membahayakan. Jarang memang terjadi tetapi ada beberapa penyakit yang mengakibatkan komplikasi serius setelah terjangkit virus ini.

    Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella yang menyerang manusia bisa menyebabkan radang otak. Selain itu satu dari 3000 kasus rubella yang menyerang dapat mempengaruhi pembekuan darah yang dilakukan tubuh. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan, sebaiknya dalam masa inkubasi tersebut Sobat mengistirahatkan tubuh dan membiarkan tubuh membaik.

    Tingkat kematian rubella memang tidak setinggi virus dan penyakit lainnya tetapi bukan berarti Sobat bisa bebas dari gangguan dan juga ancaman virus rubella. Penularannya cukup mudah yaitu dari udara, kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang terjangkit dan dimana tempat yang sanitasinya bersih. Segera lakukan vaksin yang akan mencegah terkena Rubella.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu. Baca Juga: […]

    Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi Wajib VS Dianjurkan!

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

    Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Hepatitis B

    hepatitis b

    Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

    2. DPT-HB

    Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

    3. Campak

    Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

    4. Polio

    Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    5. DPT

    Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DPT 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

     

    6. BCG

    Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG di Klinik

    7. MR

    Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

    Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

    Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah.

    Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

    1. HiB

    Vaksin HiB adalah vaksin yang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

    2. PCV

    Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

    3. Rotavirus

    Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

    4. Varisela

    Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

    5. Influenza

    Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu ke Rumah

    6. Tifoid

    Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

    7. HPV

    Vaksin HPV berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV

    Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Untuk Sobat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka. Isu ini membuat pemerintah […]

    Bagaimana Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak ?

    Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka.

    Isu ini membuat pemerintah cepat menangani wabah sebelum menyebar ke tempat anak-anak lainnya. Salah satu cara pemerintah dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi difteri ulang yang dilakukan oleh tiga provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebelum mengenal regulasi dan juga aturan vaksinnya, yuk kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan Difteri ?

    Difteri dan Serangannya

    Penyakit difteri merupakan infeksi yang termasuk ke dalam penyakit menular dan disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Difteri menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk serta kontak langsung dengan penderitanya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin BCG Pada Anak

    Gejala-gejala Difteri

    Sobat harus waspada bila ada gejala di bawah ini, kemungkinan anak terkena  penyakit difteri:

    • Tenggorokan terasa gatal dan jika dilihat menggunakan senter seperti dilapisi selaput tebal berwarna abu
    • Radang tenggorokan disertai suara yang serak dan sulit berbicara
    • Adanya pembengkakan pada leher dan juga kelenjar
    • Kesulitan menelan bahkan hingga bernafas
    • Demam disertai menggigil
    • Batuk yang keras disertai dahak

    Produk Terkait: Jual Vaksin Difteri Lengkap dari Prosehat

    Kemudian, pada beberapa kasus, difteri diperparah dengan adanya infeksi yang menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung sampai sistem saraf. Tak hanya itu, kulit juga bisa menjadi bagian tubuh yang terserang bakteri ini dan akhirnya meracuni seluruh tubuh. Kondisi  lainnya dapat disertai dengan jantung berdebar dan juga perasaan tidak nyaman, khusus bagi anak-anak akan terus rewel karena rasa sakit pada tenggorokan dan tubuh mereka.

    Aturan Vaksin Difteri

    Agar terlindungi dari penyakit difteri, Sobat bisa langsung datang ke Puskesmas maupun sekolah khusus di 3 provinsi yang sudah disebutkan di atas untuk mendapatkan vaksin difteri. Namun, bila Sobat berada diluar 3 provinsi tersebut, Sobat dapat mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Lalu, bagaimanakah aturan vaksin untuk anak ?

    • Berapa kali dilakukan?
      Anak harus mendapatkan imunisasi difteri minimal enam kali sampai usia 18 tahun. Biasanya vaksin tergabung dalam pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
    • Imuniasi 1 – 3 tiga kali imunisasi dilakukan ketika bayi, pada saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan.
    • Imunisasi 4 dilakukan satu tahun setelah mendapat imunisasi yang ketiga tepatnya saat bayi berusia 18 bulan. Jika belum maka selesaikan dulu 3 imunisasi awal.
    • Kemudian Sobat bisa melakukan imunisasi 5 tiga tahun setelah mendapat imunisasi keempat saat anak berusia 5 tahun.
    • Sobat bisa melakukan imunisasi 6 lima tahun setelah mendapat imunisasi kelima saat anak berusia 10-12 tahun.
    • Saat anak berusia 18 tahun dapat diberikan tambahan penguat imunisasi dan dapat diulang setiap 10 tahun.

    Catatan tambahan dimana Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disebut BIAS, vaksin akan diberikan di sekolah pada anak kelas I, II, dan V dan telah menjadi program sekolah. Sobat bisa memberikan pengajuan atau proposal kepada pemerintah dan menjadikan sekolah anak Sobat sebagai salah satu anggota penerima vaksin.

    Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul, apakah imunisasi harus dilakukan enam kali sesuai panduan ? maka jawaban pastinya adalah YA. Mengapa ?

    Kekebalan terhadap bakteri difteri akan turun 2-3 tahun setelah imunisasi ketiga saat bayi. Sehingga 3 vaksin ketika bayi hanya mencegah sementara saja. Imunisasi lengkap dibutuhkan sampai enamh kali pada anak-anak sehingga perbekalan mereka untuk melawan difteri tercukupi. Setelah dewasa, tubuh akan mencoba melawan bakteri  dengan kekebalan nutrisi yang lebih banyak. Sobat juga bisa membekali tubuh dengan olahraga dan makanan yang sehat serta bernutrisi.

    Baca Juga: Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana jika Terlambat ?

    Bagiamana jika Sobat sebagai orang tua atau justru diri Sobat sendiri belum pernah mendapatkan vaksin difteri ? bagaimana jika memang sudah terlambat ?

    Bagi Sobat yang sudah dewasa, vaksin difteri memiliki aturannya sendiri termasuk dosis dan juga boosternya. Sobat dapat mendatangi rumah sakit terdekat, tetapi jika sudah berusia lanjut tidak akan bisa diberikan vaksin. Maksimal usia atau rentang usia hanya sampai 64 tahun itu pun melalui serangkaian tes, apakah memang sudah terjangkit difteri atau belum.

    Bagi anak-anak yang terlambat imunisasi DTP dapat dilakukan imunisasi kejaran yang diberikan dan tidak akan mengulang dari awal. Anak yang masih dibawah usia 7 tahun yang belum pernah melakukan imunisasi DTP ataupun tidak lengkap maka masih bisa diberikan  vaksin difteri dengan imunisasi kejaran sesuai anjuran dokter anak.

    Bagaimana dengan anak sudah memasuki usia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP ? terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan dan bisa berfungsi sama yaitu melindungi tubuh dari bakteri penyebab difteri. Kita sebagai orang tua tidak boleh  menyerah dalam  memberikan anak perlindungan agar sehat dan tidak berpotensi terserang penyakit difteri. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi difteri pada anak Sobat agar tidak tertular penyakit yang berbahaya ini.

    Baca Juga: Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Untuk yang tidak ingin terlambat mendapatkan layanan vaksinasi, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi prosehat yang memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah loh jadi tidak perlu khawatir ketika tidak ada waktu untuk ke tempat layanan kesehatan. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis. Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil. Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama. Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin diatas juga tersedia di ProSehat loh. Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, maka Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Seiring dengan perubahan gaya hidup, semakin banyak orang yang mengidap sirosis hati, atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebutan sirosis hepatis. Banyak masyarakat bertanya dapatkah sirosis hati disembuhkan? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu sirosis hati. Sirosis hati adalah penyakit kronis hepar atau hati yang bersifat irreversible yang […]

    Sirosis Hati, Penyakit Hati Kronis Yang Tidak Dapat Disembuhkan

    Seiring dengan perubahan gaya hidup, semakin banyak orang yang mengidap sirosis hati, atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebutan sirosis hepatis. Banyak masyarakat bertanya dapatkah sirosis hati disembuhkan? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu sirosis hati.

    penyakit hati kronis

    Sirosis hati adalah penyakit kronis hepar atau hati yang bersifat irreversible yang artinya tidak dapat kembali seperti semula. Khas pada penyakit ini adalah ditandai dengan penggantian jaringan hati oleh fibrosis, jaringan parut dan nodul regeneratif (benjolan yang terjadi sebagai hasil dari sebuah proses regenerasi jaringan yang rusak) akibat nekrosis hepatoseluler (kematian sel hati), yang mengakibatkan penurunan hingga hilangnya fungsi hati. Dalam bahasa awam penyakit sirosis hati ini dikenal juga dengan sebutan penyakit liver.

    Keseluruhan insiden sirosis hati di Amerika diperkirakan 360 per 100.000 penduduk. WHO tahun 2002 memperkirakan 783.000 pasien di dunia meninggal akibat sirosis hati. Sirosis hati paling banyak disebabkan oleh penyalahgunaan akohol dan infeksi virus hepatitis. Di Indonesia,  sirosis hati banyak dihubungkan dengan infeksi virus hepatitis B dan C, sekitar 20 % pasien hepatitis kronik berkembang menjadi sirosis hati. Data menunjukkan hampir sekitar 57 % pasien sirosis hati juga terinfeksi hepatitis B atau C.

    Penelitian di Korea menyatakan bahwa sirosis hati adalah salah satu penyebab kesakitan dan kematian di Korea. Data lain juga menunjukkan bahwa sirosis hati menduduki urutan ke-8 penyebab kematian di Korea pada tahun 2007. South East Asia Regional Office (SEARO) tahun 2011 melaporkan sekitar 5,6 juta orang di Asia Tenggara adalah pembawa hepatitis B dan sekitar 480.000 orang di Asia Tenggara pembawa hepatitis C.

    Baca Juga: 
    8 Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Perlu Suntik Hepatitis B
    12 Cara Pencegah Hepatitis B

    Di Indonesia, data prevalensi sirosis hati belum ada secara pasti. Di RS Sardjito Yogyakarta pada tahun 2004 mendata terdapat sekitar 4,1% dari pasien penyakit dalam yang dirawat di rumah sakit menderita sirosis hati. Lebih dari 40 % pasien sirosis adalah asimptomatis atau sering tanpa gejala sehingga kadang ditemukan pada waktu pasien melakukan pemeriksaan rutin atau karena penyakit yang lain.

    Beberapa faktor pencetus timbulnya sirosis hati, yaitu infeksi virus hepatitis (B, C, dan D), alkohol, kelainan metabolik berupa hemakromatosis (kelebihan beban besi), penyakit Wilson (kelebihan beban tembaga), defisiensi Alphal-antitripsin, glikonosis type-IV, galaktosemia, dan tirosinemia, malnutrisis (gizi kurang ataupun gizi buruk), toksin dan obat, sistosomiasis, sumbatan saluran empedu, sumbatan aliran pembuluh darah vena, dan autoimun. Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, di negara barat penyebab terbanyak sirosis hati adalah konsumsi alkohol, sedangkan di Indonesia terutama disebabkan oleh virus hepatitis B maupun C.

    Sirosis hati secara klinis dibagi menjadi dua, yaitu sirosis hati kompensata di mana pada kondisi ini sirosis hati masih belum menunjukkan gejala klinis dan sirosis hati dekompensata yaitu sirosis hati yang menunjukkan gejala-gejala yang jelas. Pada stadium kompensasi sempurna sulit menegakkan diagnosis sirosis hati. Pada proses lanjutan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis dengan bantuan pemeriksaan klinis yang cermat, dan pemeriksaan penunjang lain seperti pemeriksaan laboratorium darah. Namun tetap golden standard penegakan diagnosis sirosis hati adalah dengan biopsi hati, yaitu mengambil sedikit jaringan hati

    Pada stadium awal (kompensata), di mana kompensasi tubuh terhadap kerusakan hati masih baik, sirosis hati seringkali muncul tanpa gejala. Gejala-gejala awal sirosis hati meliputi perasaan mudah lelah dan lemas, selera makan berkurang, perasaan perut kembung, mual, berat badan menurun, pada laki-laki dapat timbul impotensi, testis mengecil dan dada membesar, serta hilangnya dorongan seksualitas. Pada stadium ini sering muncul pertanyaan, sirosis hati bisakah disembuhkan? Belum ada bukti bahwa penyakit sirosis hati dapat bersifat reversible (kembali seperti semula), tetapi dengan kontrol pasien yang teratur pada fase ini diharapkan dapat memperpanjang status kompensasi dalam waktu yang lama dan mencegah timbulnya komplikasi, tapi tetap tidak dapat disembuhkan.

    Baca Juga:
    5 Cara Pencegahan Hepatitis A Pada Anak
    10 Ciri – Ciri Terkena Hepatitis B

    Bila sudah lanjut (berkembang menjadi sirosis dekompensata) gejala-gejala akan menjadi lebih menonjol terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi porta, meliputi kerontokan rambut badan, gangguan tidur, dan demam yang tidak begitu tinggi. Selain itu, dapat pula disertai dengan gangguan pembekuan darah, perdarahan gusi, epistaksis (mimisan), gangguan siklus haid pada wanita, ikterus (kuning pada badan), air kemih berwarna seperti teh pekat, hematemesis (muntah darah) dan melena (BAB berwarna hitam pekat seperti aspal), asites (perut membesar berisi air) dengan  atau tanpa edema (pembengkakan) serta perubahan mental, meliputi mudah lupa, sukar konsentrasi, bingung, agitasi, sampai koma.

    Penatalaksanaan kasus sirosis hepatis dipengaruhi oleh penyebab penyakit tersebut. Terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi progresifitas dari penyakit. Penanganan sirosis hati memerlukan kerja sama tim medis, pasien, serta keluarga dan lingkungan dalam pengelolaan penyakit ini. Edukasi terhadap pasien dan keluarganya tentang penyakit dan komplikasi yang mungkin terjadi akan sangat membantu memperbaiki hasil pengobatan, serta diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas hidup pasien. Selain menggunakan obat-obatan untuk mengurangi gejala, pasien dengan sirosis hepatis juga dianjurkan untuk melakukan diet rendah garam, serta pembatasan jumlah cairan  kurang lebih 1 liter per hari.

    Prognosis sirosis hati sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya penyebab, beratnya kerusakan hati, komplikasi, dan penyakit yang menyertai. Sirosis hati tidak dapat disembuhkan, tapi berdasarkan kriteria child plug angka kelangsungan hidupnya selama setahun dapat mencapai 100% hingga 45%.

    Produk Terkait:
    Vaksin Hepatitis B ke Rumah
    Vaksinasi Hepatitis A dan B ke Rumah

    Oleh karena itu, jika Sobat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, Sobat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah dari Prosehat loh yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Sumber:

    1. Runyon BA. A Primer on DetectingCirrhosis and Caring for These Patientswithout Causing Harm. InternationalJournal of Hepatology. 2015.
    2. Jang, JW. Current status of liver diseasesin Korea: liver cirrhosis. Korean J Hepatol.2013.
    3. WHO. Viral hepatitis in the WHO South-East Asia region. 2014.
    4. McPherson S, Stewart SF, Henderson E,Burt AD, Day CP. Simple non-invasivefibrosis scoring system can reliablyexclude advanced fibrosis in patients withnon-alcoholic fatty liver disease. BritishMed Journal. 2014.
    5. Khan MU, Ghaffar A, Amin Z, Niazi F,Qayyum A, Saqib R. Role of ultrasound inearly detection of cirrhosis liver.PakistanArmed forces med Journal.2014.
    6. EASL. Management of Chronic Hepatitis B:EASL clinical practice guidelines.Switzerland, Journal of Hepatol. 2013.
    Read More
  • Pekerjaan kantor yang padat membuat waktu dengan keluarga menjadi berkurang. Dengan  kesibukan Ayah dan Bunda, hal tersebut bisa mengancam jiwanya loh. Loh kok bisa? Karena kesibukan tersebut bisa saja membuat jadwal imunisasi si kecil jadi terlewat dan pada akhirnya penyakit-penyakit berbahaya dapat mengancamnya. Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020 Pada […]

    Orangtua Boleh Sibuk Asal Tepat Waktu

    Pekerjaan kantor yang padat membuat waktu dengan keluarga menjadi berkurang. Dengan  kesibukan Ayah dan Bunda, hal tersebut bisa mengancam jiwanya loh. Loh kok bisa? Karena kesibukan tersebut bisa saja membuat jadwal imunisasi si kecil jadi terlewat dan pada akhirnya penyakit-penyakit berbahaya dapat mengancamnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020

    Pada laporan Unicef, di tahun 2012 sebanyak 150.000 anak Indonesia meninggal dunia dan lebih dari 400 anak-anak yang meninggal setiap harinya. Tingginya kematian ini diakibatkan dari penyakit pneumonia dan diare. Pada nyatanya untuk mencegah hal tersebut dapat dihindari dengan imunisasi.

    Imunisasi dapat menurunkan tingkat penyakit yang berat hingga mencegah kematian dan kecacatan yang menjadi beban bagi sebagian orang. Hampir 80-95% anak akan terhindari dari penyakit infeksi yang ganas dan semakin banyak bayi atau anak melakukan imunisasi, maka penyebaran penyakit akan semakin sedikit dan rantai penularan menjadi terputus.

    Hal tersebut dapat mencegah penularan dari anak ke anak lain ataupun ke orang dewasa yang tinggal bersamanya. Karena dengan imunisasi yang Ayah dan Bunda lakukan, maka dapat melindungi si kecil dan orang-orang disekitar agar terhindar dari berbagai penyakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan jadwal imunisasi yang dapat Bunda atau Ayah lakukan untuk si kecil. Seperti gambar dibawah ini

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Bila Bunda dan Ayah sudah melihat jadwalnya maka jangan sampai terlambat ya, karena imunisasi yang dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil terhadap suatu penyakit.

    Respons kekebalan tubuh terhadap pada imunisasi sebenarnya sangat lemah jika dibandingkan dengan respons pada infeksi alamiah sehingga diperlukan imunisasi penguat (booster). Ada beberapa imunisasi yang perlu dilakukan secara berulang, karena semakin bertambahnya usia si kecil maka tingkat kekebalannya secara perlahan akan memudar.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Anak ke Rumah

    Terutama pada bayi dan anak kecil yang memerlukan imunisasi, hal ini karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang dan produksi asam lambung mereka masih sedikit. Sehingga bakteri dan virus akan mudah masuk dan berkembang biak sehingga rentan terkena penyakit. Maka dari itu perlu memperhatikan tiga hal berikut ini:

    1. Apakah bayi sudah memiliki kekebalan yang berasal dari Bunda. Berapa lama kekebalan yang di dapat secara pasif menurun sehinggga harus imunisasi untuk perlindungan si kecil.
    2. Pada usia berapa penyakit paling sering menyerang sehingga imunisasi diperlukan sebelum anak mencapai usia rentan.
    3. Kenaikan sisitem kekebalan tubuh sebagai respons pada imunisasi yang berbeda-beda untuk setiap penyakit.

    Dengan mengikuti jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hal tersebut untuk memastikan si kecil mendapatkan perlindungan maksimal yang dapat dicapai. Walaupun jadwal tersebut terlewat akibat lupa, sakit ataupun alasan lainnya segera konsultasikan kepada dokter untuk menanyakan kelanjutan imunisasi yang baik untuk si kecil.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Mungkin dokter akan melakukan kejar imunisasi, memberikan vaksin kombinasi serta pemberian beberapa imunisasi pada waktu yang sama, dilihat dari yang terbaik bagi keadaan dan usia anak saat itu. Sebagai orangtua harus memahami keuntungan serta resiko imunisasi dengan informasi yang jelas.

    Kini layanan imunisasi anak di ProSehat dapat membantu Ayah dan Bunda untuk mengatasi jadwal imunisasi si kecil yang mungkin terlewat. Karena di ProSehat, Ayah dan Bunda dapat menyesuaikan jadwal imunisasi dan tempat yang nyaman untuk si kecil saat imunisasi, serta bisa dilakukan di rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Widodo, Ariani Dewi.”Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal? ”. https://www.tanyadok.com/anak/mengapa-imunisasi-seharus-sesuai-jadwal . Diakses Pada 25 Januari 2018

    IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 7 Februari 2018

    Unicef Indonesia. “Sekitar 35 juta balita masih beresiko jika target angka kematian anak tidak tercapai”. https://www.unicef.org/indonesia/id/media_21393.html. Diakses pada 7 Februari 2018

    Read More

Showing 61–70 of 71 results

Chat Asisten ProSehat aja