Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 11–20 of 130 results

  • Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, salah satunya akibat Covid-19. Sebagian besar batuk dapat hilang dengan sendirinya, namun Mama perlu waspada apabila batuk Si Kecil sulit sembuh karena dikhawatirkan mengalami batuk rejan. Sahabat Sehat, apa itu penyakit batuk rejan dan […]

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, salah satunya akibat Covid-19.

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Sebagian besar batuk dapat hilang dengan sendirinya, namun Mama perlu waspada apabila batuk Si Kecil sulit sembuh karena dikhawatirkan mengalami batuk rejan. Sahabat Sehat, apa itu penyakit batuk rejan dan mengapa harus diwaspadai? 

    Apa Itu Batuk Rejan?

    Batuk rejan atau nama lainnya adalah pertusis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis.2,3  Pada tahun 2018, terdapat 151.000 kasus batuk rejan di seluruh dunia yang dicatat oleh World Health Organization (WHO).

    Batuk rejan sangat mudah untuk menular, dan berbahaya bagi si Kecil karena dapat mengakibatkan sakit berat hingga kematian. Penyakit ini menular melalui cipratan air liur atau droplet dari penderita batuk rejan.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Gejala Batuk Rejan

    Tanda dan gejala dari batuk rejan pertama kali timbul setelah 5-10 hari terpapar bakteri pertusis. Beberapa tanda dan gejala dari batuk rejan adalah sebagai berikut:

    • Batuk
    • Demam ringan – sedang
    • Hidung mampet
    • Kelelahan
    • Sulit bernapas

    Sesuai dengan nama penyakit ini, batuk merupakan ciri khas dari penyakit batuk rejan. Batuk dapat dideskripsikan sangat keras dan tidak berhenti, bahkan bisa menyebabkan sulit bernapas hingga muntah. Keluhan batuk ini terjadi karena bakteri pertusis menginfeksi dinding saluran nafas.

    Bakteri tersebut kemudian mengeluarkan racun yang membuat penderita batuk.5 Hal ini dapat menyebabkan sulit bernafas dan komplikasi lainnya. Batuk rejan juga sangat menular hingga 3 minggu sejak mengeluhkan batuk pertama. Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan secara langsung serta pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium, dan lainnya.

    Baca Juga: 5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Tips Mencegah Batuk Rejan

    Mencegah lebih baik dari pada mengobati, oleh sebab itu Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan berbagai hal berikut di rumah untuk mencegah batuk rejan:

    • Pastikan Si Kecil menggunakan masker dan menjaga jarak dari penderita yang sedang batuk.
    • Mencuci tangan dengan rutin untuk membunuh bakteri yang mungkin ada di tangan.
    • Memberikan imunisasi DPT (Difteri, Pertussis, Tetanus) yang dapat mencegah pertusis. Imunisasi DPT dapat diberikan saat Si Kecil berusia 2, 3, dan 4 bulan.
    • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengkonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai batuk sulit sembuh yang diakibatkan oleh batuk rejan. Apabila si Kecil menderita beberapa tanda dan gejala batuk rejan yang disebutkan diatas, kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Coronavirus.
    2. Center of Disease Control and Prevention. Whooping Cough (Pertussis).
    3. World Health Organization. Pertussis.
    4. Topics H. Whooping Cough Symptoms.
    5. Lauria A, Zabbo C. Pertussis.
    6. Melbourne T. Clinical Practice Guidelines : Whooping cough (pertussis).
    Read More
  • Moms, bayi dan anak-anak diketahui memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga membuatnya rentan terserang penyakit. Salah satu penyakit yang pernah mewabah di Indonesia dan masih perlu diwaspadai keberadaannya adalah polio. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di negara yang pernah wabah polio […]

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Polio Suntik Untuk Bayi

    Moms, bayi dan anak-anak diketahui memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga membuatnya rentan terserang penyakit. Salah satu penyakit yang pernah mewabah di Indonesia dan masih perlu diwaspadai keberadaannya adalah polio.

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Polio Suntik Untuk Bayi

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Polio Suntik Untuk Bayi

    Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di negara yang pernah wabah polio seperti Indonesia, vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi lahir atau sampai dengan usia 1 bulan dalam bentuk vaksin oral (oral polio vaccine/ OPV) atau tetes.

    Tapi, sudah tahukah Moms, ternyata vaksin polio ada juga dalam bentuk suntik? Yuk cari tahu usia berapa anak boleh diberikan vaksin polio suntik, Moms!

    Pentingnya Imunisasi Polio

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi polio menjadi salah satu bagian dari jadwal rutin imunisasi anak. pasalnya, melengkapi imunisasi anak sangat penting guna meningkatkan kekebalan tubuhnya dalam melawan penyakit. 

    Berdasarkan jadwal imunisasi IDAI 2020, vaksin polio oral direkomendasikan diberikan sebanyak empat kali sedangkan vaksin polio suntik (IPV) sebanyak dua kali. Hal ini juga didukung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni akan ada perubahan pada tahun 2023 untuk mewajibkan semua negara melakukan imunisasi polio suntik atau IPV sebanyak 2 kali. 

    Polio sendiri merupakan penyakit menular yang mematikan lantaran menyerang sistem saraf otak. Kondisi ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen hingga kematian pada penderitanya.

    Itulah mengapa setiap anak wajib mendapat suntikan vaksin polio, karena vaksin ini secara efektif melindungi anak dari penyakit polio dan komplikasinya yang mungkin terjadi. Pemerintah pun telah menetapkan vaksin polio sebagai vaksin yang wajib diberikan pada anak. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Usia Berapa Anak Vaksin Polio Suntik?

    Setiap jenis vaksin memiliki jadwal pemberiannya masing-masing. Vaksin polio sendiri memiliki dua bentuk, yakni oral/ tetes (OPV) dan suntik/ injeksi (IPV). Hanya vaksin polio oral yang boleh diberikan saat bayi baru lahir atau sampai dengan bulan pertama.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Perbedaan dari kedua jenis vaksin polio ini adalah OPV berisi virus polio yang dilemahkan sedangkan IPV berisi virus polio yang dimatikan.

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, anak-anak harus mendapatkan vaksin polio total empat dosis sebagai berikut:

    • Dosis 1: saat lahir sampai dengan 1 bulan
    • Dosis 2: usia 2 bulan
    • Dosis 3: usia 3 bulan
    • Dosis 4: usia 4 bulan

    Untuk dosis booster sendiri diberikan saat anak berusia 18 bulan.

    Vaksin polio suntik (IPV) diberikan minimal 2 kali sebelum anak berusia 1 tahun bersamaan dengan imunisasi DPT.

    Efek Samping Vaksin Polio

    Serupa dengan jenis vaksin lainnya, efek samping yang mungkin terjadi akibat suntikan vaksin polio adalah reaksi alergi, meskipun hal tersebut jarang terjadi. 

    CDC memperkirakan bahwa ada sekitar 1 dari 1 juta dosis vaksin polio yang dapat memicu reaksi alergi. Reaksi tersebut biasanya terjadi dalam beberapa menit atau jam usai mendapat suntikan vaksin. Bahkan beberapa orang juga akan merasakan sakit di tempat dimana suntikan vaksin diberikan. 

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Nah Moms, itulah berbagai informasi mengenai pentingnya vaksin polio pada anak serta usia tepat untuk anak mendapatkan imunisasi polio. Semua orang tua tentunya mendambakan anaknya selalu dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, pastikan Si kecil mendapatkan semua vaksin wajib yang telah direkomendasikan agar terhindar dari penularan penyakit dan risiko komplikasinya. 

    Prosehat melayani imunisasi polio oral dan suntik. Jika Si Kecil belum mendapatkan imunisasinya, segera hubungi Prosehat untuk layanan imunisasi di klinik Prosehat di Jakarta dan Bekasi, atau layanan imunisasi di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil. Ada juga paket imunisasi yang berisikan beberapa jenis vaksin yang Si Kecil butuhkan sesuai usianya. Semua lengkap di Prosehat!

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Polio Vaccine.
    2. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. CDC. Routine Polio Vaccination.
    4. Kidshealth.org. Your Child’s Immunizations (for Parents) – Nemours KidsHealth.
    Read More
  • Tahukah, Moms, kalau imunisasi masih dibutuhkan saat anak remaja? Ya, langkah pencegahan yang efektif melindungi diri dari berbagai penyakit menular ini masih berperan penting pada usia remaja. Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi karena semakin luas ruang eksplorasi dan pertemanannya. Seiring pertambahan usia, perlindungan dari vaksin yang ia dapat semasa kecil juga akan […]

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Tahukah, Moms, kalau imunisasi masih dibutuhkan saat anak remaja? Ya, langkah pencegahan yang efektif melindungi diri dari berbagai penyakit menular ini masih berperan penting pada usia remaja.

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi karena semakin luas ruang eksplorasi dan pertemanannya. Seiring pertambahan usia, perlindungan dari vaksin yang ia dapat semasa kecil juga akan berkurang, sehingga diperlukan imunisasi penguat atau booster agar ia tetap terlindungi. 

    Berikut beberapa jenis vaksin yang penting bagi remaja beserta kisaran biayanya:

    Vaksin Tdap

    Tdap adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah tetanus, difteri dan pertussis (batuk rejan). Vaksin ini merupakan kelanjutan dari vaksin DPT yang diberikan sewaktu bayi. 

    Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan bakteri yang dapat ditemukan di tanah dan masuk ke tubuh melalui luka terbuka. Penyakit ini dapat menyebabkan kejang otot yang dapat memicu kematian akibat kesulitan bernapas. 

    Difteri adalah penyakit yang mungkin jarang terjadi, tetapi pernah mewabah di Indonesia beberapa tahun silam karena penularannya yang mudah. Ketika seseorang terkena difteri akan muncul selaput tebal di bagian belakang hidung atau tenggorokan yang membuat penderitanya kesulitan bernapas atau menelan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan otot hingga gagal jantung. 

    Pertusis atau batuk rejan, atau yang dikenal juga sebagai batuk seratus hari, termasuk salah satu penyakit yang sangat mudah menular melalui batuk atau bersin. Penderita pertusis biasakan akan mengalami batuk berat yang bisa membuatnya sulit bernafas.

    Vaksin Tdap diberikan pada remaja mulai usia 10 tahun dan pemberiannya perlu diulang setiap 10 tahun. 

    Biaya paket Imunisasi Tetanus, Difteri, Pertussis (Tdap) dari Prosehat berkisar antara Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000, tergantung berapa kali suntik dan lokasi penyuntikan (di klinik Prosehat atau di rumah).

     

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin Influenza

    Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan umumnya penderitanya mengalami gejala batuk, demam, menggigil, nyeri otot, dan merasa lemas. Virus Influenza sangat mudah menular melalui bersin, batuk, atau kontak langsung dengan cairan orang yang terinfeksi.

    Walau sering dianggap remeh karena gejalanya mirip dengan batuk pilek biasa, sebenarnya virus influenza dapat berakibat fatal, terutama pada orang yang memiliki penyakit paru atau jantung, usia sangat muda atau tua, dan wanita hamil. 

    Vaksin influenza dianjurkan untuk diberikan kepada anak mulai dari usia 6 bulan ke atas. Sedangkan untuk anak usia 9 tahun atau lebih, imunisasi influenza direkomendasikan untuk diberikan setiap tahun sekali. 

    Imunisasi Influenza yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat berkisar antara harga Rp 500.000 – Rp 550.000.

    Vaksin HPV

    Human papillomavirus (HPV) merupakan jenis virus penyebab kanker serviks yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker ini adalah kanker yang banyak menyebabkan kematian pada wanita Indonesia. Siapapun yang pernah melakukan hubungan seksual memiliki risiko untuk terinfeksi oleh HPV. 

    Vaksin HPV direkomendasikan untuk diberikan pada anak mulai usia 10 tahun. Vaksin ini perlu diberikan sebanyak 2 kali jika anak berusia antara 9-14 tahun, dan 3 kali jika berusia 15 tahun ke atas.

    Ada dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalent (2 strain) dan HPV quadrivalent (4 strain). Kedua vaksin ini tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat dengan harga berkisar antara Rp. 1.700.000 – Rp. 6.000.000, tergantung jenis paketnya dan berapa kali suntik. 

    Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Vaksin Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Infeksi bakteri ini menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penderita tipes biasanya akan mengalami gejala berupa demam, diare, lemas, hingga nyeri kepala. 

    Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, gejala tipes mungkin akan menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti perdarahan dan pecahnya usus hingga memicu kematian. 

    Vaksin tifoid dapat diberikan sejak anak usia 2 tahun. Sedangkan pada remaja, imunisasi ini dapat diulang setiap 3 tahun sekali. 

    Imunisasi tifoid yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat berkisar antara harga Rp. 300.000 – Rp. 350.000. 

    Vaksin Hepatitis A

    Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut dapat ditemukan pada feses orang yang terinfeksi, kemudian menyebar ke orang lain melalui makanan dan air. 

    Orang yang terinfeksi hepatitis A umumnya akan mengalami gejala berupa kulit dan mata yang berwarna kuning. 

    Vaksin hepatitis A dapat diberikan pada anak sejak usia 2 tahun. Namun pada remaja, vaksin ini dapat diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 6-12 bulan jika ia belum mendapatkannya saat anak-anak.

    Kisaran harga imunisasi hepatitis A yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat mulai dari Rp. 450.000 – Rp. 1.440.000, tergantung jenis paket dan berapa kali suntik.

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Moms, itulah jenis-jenis imunisasi yang perlu diberikan kepada anak remaja. Cek kembali apakah ia sudah melengkapi imunisasinya dan jika belum, segera lakukan imunisasi kejar. Moms bisa mendapatkan layanan imunisasi di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kemudahan dan kenyamanan Moms dan anak.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. HealthyChildren.org. Vaccines for Teenagers & Young Adults.
    2. CDC. Teen Vaccines.
    3. IDAI. Imunisasi Pada Remaja.
    4. Primaya Hospital. Daftar Vaksin Penting untuk Usia Remaja.
    5. ProSehat. ProSehat sedia Vaksinasi Dewasa.
    Read More
  • Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi kronis pada paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyebar melalui percikan air liur (droplet) yang mengandung bakteri TBC dari orang yang terinfeksi. Di Indonesia, kasus penyakit TBC masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun, dan Indonesia berada di peringkat kedua setelah India. TBC pada anak biasanya […]

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi kronis pada paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyebar melalui percikan air liur (droplet) yang mengandung bakteri TBC dari orang yang terinfeksi.

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Di Indonesia, kasus penyakit TBC masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun, dan Indonesia berada di peringkat kedua setelah India.

    TBC pada anak biasanya terjadi akibat anak menghirup bakteri TBC yang berada di udara. Bakteri ini kemudian terjebak didalam paru-paru dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, bahkan otak.

    Anak-anak berpeluang besar tertular TBC dari orang dewasa disekitarnya yang menderita penyakit tersebut, dibanding tertular dari teman sebayanya. Cara yang efektif untuk melindungi anak hingga mereka dewasa adalah dengan melakukan imunisasi BCG.

    Gejala TBC Pada Anak

    Gejala TBC pada anak bisa berbeda-beda dan cenderung lebih sulit dideteksi sehingga kerap terlambat mendapatkan penanganan. Berikut adalah beberapa gejala umumnya:

    • Demam
    • Penurunan berat badan
    • Pertumbuhan yang buruk
    • Batuk
    • Kelenjar getah bening tampak bengkak, beberapa lainnya mungkin mulai mengeluarkan cairan melalui kulit
    • Panas dingin

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Sedangkan pada anak yang lebih besar, berikut adalah beberapa gejala TBC yang paling umum ditemukan :

    • Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu
    • Sakit atau nyeri di dada
    • Batu disertai darah
    • Mudah lelah
    • Kelenjar getah bening bengkak
    • Penurunan berat bdan
    • Nafsu makan menurun
    • Demam
    • Berkeringat di malam hari
    • Panas dingin

    Gejala TBC terkadang terlihat seperti penyakit lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk memastikannya.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Gejala Saat TB Menyerang Organ Tubuh Lain

    Infeksi TBC pada anak tidak hanya membahayakan paru-paru, tetapi juga seluruh organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu, ada gejala khusus yang akan timbul saat organ tubuh tertentu diserang oleh bakteri tuberkulosis. Berikut beberapa organ tubuh anak yang paling sering di serang oleh infeksi TBC:

    Tuberkulosis kelenjar

    Biasanya terjadi pada kelenjar getah bening di leher, dengan ukuran diameter kurang lebih 1 cm. Benjolan terlihat seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi yang kenyal, tetapi tidak nyeri.

    Tuberculosis otak dan selaput otak (meningitis TB)

    Infeksi TBC juga sangat mudah menyebar ke otak. Saat mengenai selaput otak, biasanya akan menjadi rewel, sakit kepala, kejang hingga kaku.

    Tuberkulosis tulang

    Gejala yang ditimbulkan tergantung pada bagian tulang yang terkena infeksi tuberkulosis, misalnya :

    • TB tulang belakang (spondylitis), ditandai dengan penonjolan tulang belakang (gibbus).
    • TB tulang panggul (koksitis), ditandai dengan gangguan berjalan, pincang, atau terjadi peradangan di daerah panggul.
    • TB tulang lutut (gonitis), ditandai dengan pincang dan/ bengkak pada area lutut tanpa ada sebab yang jelas. 
    • TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/ dactylitis), ditandai dengan pembengkakan pada area persendian kaki atau tangan. 

    Skrofuloderma

    Disebut juga sebagai tuberkulosis kulit. Ditandai dengan timbulnya luka atau borok yang disertai dengan fistula atau jembatan kulit antar tepi luka. Anak biasanya mengalami demam.

    Tuberkulosis usus

    Kondisi ini biasanya memiliki gejala berupa gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, kembung, dan nyeri perut. Infeksi TBC pada usus beresiko menyebabkan infeksi dan peradangan pada saluran cerna, yang disebut peritonitis TB.

    Tuberkulosis ginjal

    Infeksi ini akan dicurigai saat ditemukan gejala seperti gangguan buang air kecil, dimana urin yang keluar berwarna terlalu pekat dan menimbulkan nyeri pada pinggang tanpa adanya sebab yang jelas. 

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Pentingnya Imunisasi BCG

    Dengan memberikan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin), si Kecil dapat terlindungi dari bahaya infeksi bakteri tuberkulosis. Imunisasi BCG sudah dapat diberikan sejak si Kecil lahir hingga berusia 1 bulan. Jika Si Kecil sudah berusia diatas 3 bulan, vaksin BCG masih bisa diberikan. Namun, sebelum melakukan imunisasi BCG dianjurkan untuk pemeriksaan tuberkulin terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengapa imunisasi BCG sangat penting bagi anak-anak Indonesia. Tidak hanya melindungi saat kecil, tapi juga kelak ia dewasa. Dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan mendapatkan imunisasi lengkap, anak terlindungi dari penyakit-penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. IDAI. Buku Ajar Respirologi Anak Edisi I.
    2. CDC. Tuberculosis (TB) – TB Treatment for Children.
    3. TB Facts. TB in Children – Getting, diagnosing & treating TB.
    4. University of Rochester Medical Center. Tuberculosis (TB) in Children – Health Encyclopedia.
    5. Kids Health. Tuberculosis (for Parents).
    Read More
  • Moms, apakah waktu Anda terbatas untuk membawa Si Kecil imunisasi di fasilitas layanan kesehatan? Apakah Si Kecil trauma dibawa ke rumah sakit? Jika ya, Moms tak perlu lagi khawatir karena kini sudah tersedia layanan imunisasi ke rumah di Bekasi dari Klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu.  Manfaat Imunisasi Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu […]

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Moms, apakah waktu Anda terbatas untuk membawa Si Kecil imunisasi di fasilitas layanan kesehatan? Apakah Si Kecil trauma dibawa ke rumah sakit? Jika ya, Moms tak perlu lagi khawatir karena kini sudah tersedia layanan imunisasi ke rumah di Bekasi dari Klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu. 

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Manfaat Imunisasi

    Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu membentuk kekebalan tubuh terhadap satu atau lebih penyakit berbahaya. 

    Beberapa penyakit di Indonesia telah berhasil ditekan dengan vaksinasi sehingga pemerintah mewajibkan sejumlah imunisasi untuk anak terhadap penyakit seperti – Hepatitis B, Polio, BCG, Campak Rubella, DPT-HB-HiB dan banyak lagi. 

    Vaksinasi dilakukan dengan tujuan utama sebagai berikut:

    1. Melindungi diri dari penyakit berbahaya
    2. Mencegah terjadinya wabah penyakit
    3. Mengurangi beban perawatan jika terjadi infeksi.

    Baca Juga: 5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Kemudahan Imunisasi di Rumah

    Imunisasi kini dapat dengan mudah dilakukan di rumah untuk semua kelompok umur. Dengan adanya kemudahan dan kenyamanan ini diharapkan semakin banyak lagi anak-anak yang dapat melengkapi imunisasinya dan terlindungi dari penyakit.

    Berikut adalah tiga manfaat utama dari layanan imunisasi di rumah.

    • Nyaman dan hemat waktu

    Manfaat paling nyata dari layanan imunisasi di rumah adalah Moms dan Si Kecil bisa mendapatkan kenyamanan rumah sendiri saat melakukan layanan kesehatan.

    Moms juga tidak harus pergi ke rumah sakit atau klinik dan menunggu giliran dalam antrian panjang. Jadi, tidak hanya Moms menghemat biaya perjalanan tetapi juga waktu dan energi yang berharga.

    • Anak rileks dalam suasana rumah yang familiar

    Umumnya, imunisasi dapat menimbulkan stres pada anak-anak sehingga orang tua menunda jadwal imunisasi. Dengan berada di dalam suasana yang anak sudah familiar, ia akan merasa lebih rileks dan memudahkan orang tua atau pendamping saat menghiburnya setelah imunisasi.

    • Jadwal yang fleksibel

    Tersedianya layanan imunisasi ke rumah juga memungkinkan orang tua untuk memilih dan menyesuaikan tanggal dan waktu untuk vaksinasi sesuai kesibukan Anda. Jadi, bagi orang tua yang bekerja atau padat jadwal, Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu ekstra sebelum atau setelah kerja untuk imunisasi anak.

    Bagaimana, Moms? Nyaman dan mudah ya imunisasi anak di rumah! Tidak hanya itu, ternyata lengkap sekali manfaat dari imunisasi di rumah. Ayo Moms, manfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. 

    Baca Juga: Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Biaya Layanan Imunisasi di Rumah

    ProSehat adalah penyedia layanan kesehatan unggulan yang dapat diandalkan keluarga Indonesia untuk layanan kesehatan yang terpercaya. Bagi Moms yang tinggal di Bekasi, kini Prosehat hadir semakin dekat dengan Anda melalui klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu. 

    Berikut kisaran harga layanan imunisasi anak di rumah oleh Prosehat:

    Layanan Imunisasi di Rumah
    Imunisasi Hepatitis B Rp 480.000
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Combo 5 (DPT – Hib – Hepatitis B) Rp 550.000
    Imunisasi Campak Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus Rp 700.000
    Imunisasi BCG Rp 720.000
    Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) Rp 770.000
    Imunisasi Polio (Suntik) Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) Rp 900.000
    Paket Imunisasi Flu 4 Strain Anak (2 kali suntik) Rp 990.000
    Paket Imunisasi Balita 3 tahun (Hepatitis A + Flu 4 Strain) Rp 1.050.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 Strain Rp 1.100.000
    Paket Imunisasi Combo 5 (DPT, Hib, Polio) Rp 1.200.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Bayi 9 Bulan – MR + Flu 4 Strain Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) Rp 1.250.000
    Paket Imunisasi Hepatitis B (untuk Anak) (3 kali suntik) Rp 1.360.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Flu 4 Strain Rp 1.400.000
    Paket Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) (2 kali suntik) Rp 1.440.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp 1.600.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13) Rp 1.750.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

    Semua layanan imunisasi dari Prosehat dilakukan oleh dokter profesional dan berpengalaman, serta menggunakan vaksin dengan kualitas terbaik dan terjaga.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Apabila Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. ProSehat sedia BEKASI Klinik Kasih Grand Wisata.
    2. Health @ Homes. Benefits of Availing Vaccination Services at Home.
    3. Kemenkes – Sehat Negeriku. Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda.
    Read More
  • Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 sudah dimulai. Kegiatan ini diawali di 7 Kabupaten/ Kota di Kepulauan Riau dengan sekitar 24 ribu sasaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi. […]

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 sudah dimulai. Kegiatan ini diawali di 7 Kabupaten/ Kota di Kepulauan Riau dengan sekitar 24 ribu sasaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19.

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi. Terbanyak di Jawa Barat, lalu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

    Pemberian imunisasi efektif melindungi anak-anak dari penyakit menular berbahaya sehingga anak lebih sehat dan produktif. Manfaat dari imunisasi juga diketahui jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

    Pelaksanaan BIAN bertahap

    Pelaksanaan BIAN dilakukan selama satu bulan secara bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tahap kedua dilaksanakan mulai Agustus 2022 di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

    Terlaksananya Bulan Imunisasi Anak Nasional meliputi kegiatan imunisasi tambahan Campak Rubela dan imunisasi kejar (OPV, IPV dan DPT-HB-Hib) dengan baik dan dapat mencapai target yang diharapkan. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Imunisasi Anak di Rumah, Mudah, dan Nyaman

    Bagi Moms yang tinggal di Jakarta dan anak-anaknya belum melengkapi imunisasi dasar akibat pandemi atau ingin imunisasi karena sudah waktunya, Prosehat melayani program imunisasi agar Si Kecil terlindungi dari berbagai bahaya penyakit menular. Dalam program imunisasi rutin maupun imunisasi kejar Prosehat, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait jenis imunisasi yang akan diberikan dan jadwalnya.

    Selain imunisasi dasar, Prosehat juga melayani imunisasi rekomendasi sesuai jadwal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2020. Antara lain imunisasi influenza, hepatitis A, tifoid, yellow fever, varicella, Japanese encephalitis, dan sebagainya.

    Tidak hanya itu, layanan imunisasi dapat dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Berikut beberapa daftar imunisasi yang tersedia di layanan vaksinasi di rumah.

    Layanan Vaksinasi di Rumah Prosehat
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Campak  Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus Rp 700.000
    Imunisasi BCG  Rp 720.000
    Imunisasi Polio (Suntik)  Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR)  Rp 900.000
    Imunisasi Varicella (Cacar Air)  Rp 1.100.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak  Rp 1.200.000

    Program layanan vaksinasi ke rumah menjadi cara imunisasi yang aman dan efektif untuk anak. Dengan vaksinasi di rumah maka Moms dapat meminimalisir paparan virus dan penyakit di luar rumah. Selain itu, proses vaksinasi menjadi lebih nyaman bagi anak dan jadwal imunisasi yang fleksibel bisa menyesuaikan dengan kesibukan Moms.

    Baca Juga: 5 Manfaat Vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B) pada Anak!

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat mempunyai berbagai keunggulan. Prosehat memberikan layanan panggil dokter imunisasi ke rumah dengan harga hemat dan terjangkau. Terdapat berbagai macam pilihan imunisasi dari satuan hingga paket lengkap dengan berbagai promo menarik. 

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter profesional berizin resmi
    • Mudah tanya jawab tentang vaksinasi dengan asisten Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. Paket Layanan Imunisasi Anak, Bayi & Balita Bersama Prosehat.
    2. Kemenkes – Sehat Negeriku. Kemenkes Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau.
    3. Okezone. Gubernur Anies Ajak Warga Jakarta Lengkapi Imunisasi Anak.
    Read More
  • Pada dasarnya bayi yang baru lahir telah memiliki kekebalan tubuh pasif yang diperoleh dari ibunya sewaktu di dalam kandungan. Namun kekebalan tubuh tersebut hanya dapat bertahan dalam hitungan bulan, bahkan hanya dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, sehingga bayi diwajibkan menerima imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Salah satu imunisasi wajib yang […]

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya

    Pada dasarnya bayi yang baru lahir telah memiliki kekebalan tubuh pasif yang diperoleh dari ibunya sewaktu di dalam kandungan. Namun kekebalan tubuh tersebut hanya dapat bertahan dalam hitungan bulan, bahkan hanya dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, sehingga bayi diwajibkan menerima imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Salah satu imunisasi wajib yang dianjurkan Pemerintah adalah imunisasi BCG yang berguna untuk mencegah infeksi Tuberkulosis. 

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG Begini Penjelasannya

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya

    Setelah menerima imunisasi, tidak jarang bayi mengalami demam, nyeri, bahkan bengkak pada lengan. Salah satu kejadian yang kerap dikeluhkan adalah munculnya benjolan atau bisul di bekas suntikan. Sahabat Sehat, apakah kemunculan bisul pada bekas suntikan vaksin BCG adalah hal yang wajar? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Imunisasi BCG?

    Imunisasi Bacille Calmette-Guerin (BCG) merupakan jenis vaksin yang didalamnya mengandung kuman Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) berat dan radang otak akibat tuberkulosis. 

    Imunisasi BCG mulai diberikan pada bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan dan hanya diberikan satu kali untuk seumur hidup. Jika imunisasi BCG diberikan saat bayi berusia diatas 3 bulan, perlu melakukan pemeriksaan Tuberkulin terlebih dahulu. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Apakah Bisul Setelah Imunisasi BCG Merupakan Hal Wajar?

    World Health Organization (WHO) menyarankan imunisasi BCG disuntikan pada bagian lengan atas (otot deltoid) sebelah kanan. Selanjutnya sistem daya tahan tubuh akan merespon bakteri hidup yang terkandung dalam vaksin BCG. 

    Setelah disuntik, lokasi bekas suntikan akan tampak kemerahan dan membentuk bisul yang berisi nanah yang akan sembuh dan mengering dengan sendirinya. Pada akhirnya akan terbentuk jaringan parut datar (scar) dengan diameter 2-6 mm.

    Reaksi bisul akibat imunisasi BCG umumnya muncul dalam jangka waktu 2 hingga 12 minggu (paling sering terjadi dalam kurun waktu 4 sampai 6 minggu) pada anak atau bayi yang belum pernah terpapar kuman tuberkulosis. 

    Jika bisul telah muncul dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu, kemungkinan anak tersebut telah terpapar kuman tuberculosis sebelumnya sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Reaksi ini dikenal sebagai reaksi cepat BCG (accelerate BCG reaction).

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika tidak terbentuk reaksi bisul atau jaringan parut pada bekas suntikan sebab bukan berarti imunisasi BCG gagal memberi perlindungan bagi tubuh, sehingga pada umumnya tidak perlu mengulang imunisasi BCG.

    Baca Juga: Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Hal yang Perlu Diwaspadai

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila setelah imunisasi BCG, Si kecil mengalami beberapa keluhan seperti berikut:

    • Bengkak di sekitar lokasi penyuntikan 
    • Reaksi bisul muncul lebih cepat, kurang dari satu minggu setelah penyuntikan vaksin.
    • Demam tinggi
    • Nanah pada bekas suntikan
    • Timbul keloid pada bekas suntikan. 

    Jika Si Kecil mengalami keluhan diatas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Tips Setelah Si Kecil Diberi Imunisasi BCG

    Ada beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat lakukan untuk merawat luka akibat suntikan imunisasi BCG, di antaranya:

    • Jaga area bekas suntikan tetap kering dan bersih.
    • Hindari meremas, memencet, menggaruk, menggosok, atau menekan area luka atau bisul. 
    • Jika bisul pecah dan mengeluarkan cairan, segera balut dengan kasa steril.
    • Hindari menempel plester langsung pada luka atau bisul.
    • Bersihkan area luka secara berkala 
    • Hindari penggunaan bedak, salep, krim antiseptic, minyak, atau produk apapun pada bagian luka tanpa saran dokter, sebab beresiko mengalami infeksi pada bekas luka. 

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG Bagi Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai bisul yang timbul setelah Si Kecil menjalani imunisasi BCG. Di masa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Skar BCG.
    2. Healthed. BCG Vaccine: After Care for Parents.
    3. The Royal Children’s Hospital Melbourne. Kids Health Information : BCG vaccine for TB.
    4. National Health Service. BCG (TB) vaccine side effects.
    Read More
  • Tingkat imunisasi anak secara nasional menurun semenjak Covid-19. Ini tentunya berisiko menyebabkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa. Pemberian imunisasi pada anak pada program imunisasi nasional maupun yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan swasta diketahui menurun semenjak Covid-19. Kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit dapat mengakibatkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB). […]

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Tingkat imunisasi anak secara nasional menurun semenjak Covid-19. Ini tentunya berisiko menyebabkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa.

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Pemberian imunisasi pada anak pada program imunisasi nasional maupun yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan swasta diketahui menurun semenjak Covid-19. Kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit dapat mengakibatkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

    Penurunan cakupan imunisasi ini diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19, sehingga para orang tua takut untuk memberikan imunisasi untuk anak-anaknya. Para orangtua rata-rata khawatir anaknya tertular Covid-19 saat membawa anak ke fasilitas kesehatan.Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Anak Indonesia, Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A (K) mengatakan para orang tua dianjurkan segera melengkapi imunisasi anaknya meski sedang pandemi Covid-19 sehingga Si Kecil menerima imunisasi dasar lengkap.

    Menurut UNICEF, sejak Maret 2020, terjadi penurunan angka imunisasi anak di seluruh Indonesia. Pada Mei 2020 misalnya, vaksinasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT3) serta campak dan Rubella turun sebanyak 35% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ikatan Dokter Anak Indonesia Menegaskan bahwa program imunisasi dasar anak, sangatlah penting untuk kesehatan anak dan menurunkan resiko terkena penyakit menular pada masa mendatang.

    Badan Kesehatan Dunia atau yang disebut WHO (World Health Organization) mengatakan bahwa pemberian imunisasi anak diwajibkan guna melindungi Si Kecil dari sejumlah penyakit infeksi. Lewat imunisasi, Si Kecil mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan dan bahkan mengancam jiwa.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    IDAI meminta orangtua agar tidak menunda imunisasi anak demi kepentingan bersama. Ketika menunda imunisasi, resiko terjadinya wabah suatu penyakit menular akan bertambah. Sebab, imunisasi pada dasarnya bertujuan untuk mencegah munculnya wabah.

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi sebaiknya mengikuti jadwal seharusnya untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi Covid-19 dapat memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak. Bila terjadi lebih dari satu pandemi dalam waktu yang bersamaan, tidak dapat dibayangkan dampak yang terasa oleh masyarakat.

    Baca Juga: Terlambat Imunisasi BCG? Ini yang Harus Dilakukan!

    Pentingnya Imunisasi Dasar

    Setiap manusia yang lahir, pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan tubuh alami sejak Si Kecil berada didalam kandungan untuk melindunginya dari serangan penyakit. Namun, sistem kekebalan tubuh Si Kecil masih belum sempurna dan optimal seperti sistem imun orang dewasa sehingga mereka gampang sakit. Jadi, pentingnya imunisasi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil sejak baru dilahirkan.

    Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil sehingga kebal akan serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit dan lainnya. Melalui imunisasi dasar, berarti orang tua membantu melindungi Si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang. Imunisasi akan membantu daya tahan tubuh Si Kecil agar memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis penyakit tertentu.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jenis Imunisasi yang Dapat Dilakukan Pada Anak

    Berikut ini imunisasi wajib yang diberikan pada usia anak-anak menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.42 Tahun 2013 dan No.12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi, disebutkan bahwa ada 5 jenis imunisasi wajib yang harus diperoleh Si Kecil yaitu:

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali. Pemberian pertama segera setelah bayi lahir dan paling lambat 12 jam setelah bayi dilahirkan, kemudian dilanjutkan pada usia 2,3,dan 4 bulan.

    Imunisasi Polio

    Imunisasi polio diberikan dalam bentuk tetes mulut, namun ada juga yang berbentuk suntikan. Imunisasi polio diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada saat bayi baru lahir atau paling lambat usia 1 bulan, kemudian usia 2, 3 dan 4 bulan. Sedangkan vaksin suntik diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada usia 4 bulan.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG atau imunisasi yang dilakukan untuk mencegah penyakit TBC, dilakukan  sebanyak 1 kali dan diberikan pada saat bayi berusia 2 atau 3 bulan. Imunisasi ini diberikan melalui suntikan pada kulit Si Kecil.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi campak pada anak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun. Namun, apabila Si Kecil sudah melakukan pemberian imunisasi MR/MMR pada usia 15 bulan, maka imunisasi campak pada usia 18 bulan tidak diperlukan lagi.

    Imunisasi DPT-HB-Hib

    Imunisasi ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Imunisasi ini diberikan pada usia 2,3,4, dan 18 bulan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Apabila Si Kecil Tidak di Imunisasi

    Berikut ini resiko bila si kecil tidak diimunisasi:

    Sistem kekebalan tubuh tidak kuat dalam menghadapi penyakit

    Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap dan tepat waktu akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti hepatitis, TBC, batuk rejan dan difteri.  

    Resiko komplikasi akibat penyakit menular

    Anak yang tidak diimunisasi memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang menyebabkan kecacatan pada bayi bahkan kematian. Hal ini disebabkan tubuh Si Kecil tidak mendapatkan kekuatan dari sistem pertahanan khusus yang dapat mendeteksi jenis penyakit berbahaya tertentu. Sehingga, kuman akan lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi.

    Membahayakan anak atau orang lain disekitarnya

    Kasus-kasus penyakit menular di kalangan kelompok rentan dapat berkembang menjadi wabah di masyarakat. Untuk alasan inilah pemerintah masih memberikan imunisasi polio kepada anak untuk mencegah penyakit ini kembali mewabah.

    Penurunan kualitas hidup

    Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi memiliki resiko komplikasi yang mengakibatkan disabilitas atau cacat menetap. Contohnya, campak dapat menyebabkan komplikasi kebutaan. Atau polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan cacat permanen.

    Resiko penurunan harapan hidup

    Vaksinasi yang tidak lengkap akan menyumbang kepada penurunan angka harapan hidup. Data menunjukkan bahwa anak yang tidak menerima imunisasi lengkap akan mudah tertular berbagai penyakit saat masih kanak-kanak, sehingga angka harapan hidupnya menurun.

    Tips Mencegah Penularan Covid-19 Saat Imunisasi Anak

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona saat membawa si kecil vaksinasi ke fasilitas kesehatan:

    1. Buat janji temu dengan Dokter atau Fasilitas Kesehatan penyedia jasa imunisasi
    2. Seleksi tempat imunisasi yang memenuhi standar protokol kesehatan
    3. Terapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan atau membawa hand sanitizer.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya memberikan imunisasi untuk Si Kecil meski dalam masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan. Orang Tua Wajib Lengkapi Imunisasi Dasar Anak Meski Pandemi COVID-19.
    2. UNICEF. Imunisasi Rutin pada Anak Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia: Persepsi Orang tua dan Pengasuh.
    3. Dahlan. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19?
    4. IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun.
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya.
    6. UNICEF. 7 konsekuensi dan risiko jika anak tidak mendapatkan imunisasi rutin.
    7. Centers of Disease Control and Prevention. Not Vaccine Risk.
    Read More
  • Tuberkulosis pada anak perlu mendapat perhatian karena kesulitan dalam mendiagnosis dan peningkatan risiko efek samping obat TB pada anak. Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait salah satu penyakit menular paling mematikan. Tanggal tersebut ditetapkan bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert […]

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Tuberkulosis pada anak perlu mendapat perhatian karena kesulitan dalam mendiagnosis dan peningkatan risiko efek samping obat TB pada anak.

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait salah satu penyakit menular paling mematikan. Tanggal tersebut ditetapkan bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert pada tahun 1882. 

    Indonesia berada pada peringkat ketiga dari delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TB tertinggi di seluruh dunia dengan persentase 8% setelah India 27% dan China 9%. Pada tahun 2021, diperkirakan ada 824.000 kasus TB dengan total kematian sebanyak 13.110 orang. 

    Meski mematikan dan mudah menular, TB sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Berdasarkan data WHO, upaya pemberantasan TB secara global telah menyelamatkan sekitar 66 juta jiwa sejak tahun 2020. Akan tetapi, mengonsumsi obat-obatan TB diketahui juga dapat menimbulkan berbagai efek samping terhadap penderita, terutama pada anak-anak penderita TB. Apa saja yang perlu diwaspadai? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu Tuberkulosis?

    Tuberkulosis (TB) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menyerang organ vital lain seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak. 

    Umumnya, bakteri penyebab TB menyebar melalui udara saat penderita batuk, berbicara, atau tertawa. Bakteri yang terhirup oleh individu yang sehat akan meningkatkan risiko terinfeksi TB. Gejala TB pada anak berupa gejala umum (sistemik) dan sesuai organ terkait. Gejala umumnya meliputi:

    • Berat badan turun, tidak naik selama 2 bulan terakhir, atau gagal tumbuh (failure to thrive)
    • Demam lama (> 2 minggu) atau berulang
    • Batuk lama (> 2 minggu) dan memburuk
    • Lesu dan anak kurang aktif bermain

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Selain paru-paru, TB dapat menginfeksi organ tubuh lain, atau disebut juga sebagai tuberkulosis ekstra paru. Dengan demikian, gejala yang timbul juga bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat seperti kelenjar getah bening, sistem saraf pusat (otak), tulang, mata, kulit, dan sebagainya.

    Orang dengan HIV/AIDS, kanker dan penyakit kronis lebih rentan terinfeksi TB. Namun, penularan TB dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta menerapkan protokol kesehatan. Khusus bagi anak, jangan lupa untuk vaksinasi TB anak (BCG) di usia 1 bulan. Bila telat, vaksinasi dapat dikejar sampai dengan usia 12 bulan. 

    Pengobatan Infeksi TB untuk Anak

    Penyakit TB pada anak dapat diobati dengan mengonsumsi beberapa obat anti-TB (OAT) selama enam bulan atau lebih, tergantung pada respon pengobatan. Pengobatan dibagi menjadi dua fase, yaitu fase intensif selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 4 bulan.

    Pengobatan TB harus dilakukan dengan benar karena anak dapat kembali sakit bila terapi tidak diselesaikan. Selain itu, apabila obat tidak diminum dengan benar, bakteri yang masih hidup dapat menjadi resisten atau kebal terhadap obat tersebut. TB yang resisten terhadap obat akan lebih sulit disembuhkan dan lebih mahal biaya pengobatannya bila suatu hari anak kembali sakit. Durasi pengobatan juga akan berlangsung lebih lama sampai 18-24 bulan. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Efek Samping Obat Anti TB pada Anak

    Serupa dengan obat-obatan pada umumnya, pengobatan TB juga memiliki risiko menimbulkan berbagai efek samping, baik ringan maupun berat. Namun, efek samping obat TB pada anak lebih jarang terjadi dibandingkan dewasa.

    Efek samping yang ditimbulkan pun dapat bervariasi antar individu walau menjalani pengobatan yang sama. Berikut beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat tuberkulosis:

    • Mual atau muntah dan gangguan nafsu makan
    • Gangguan saraf seperti kram, kesemutan, dsb.
    • Gangguan pengelihatan
    • Peradangan hati
    • Kerusakan ginjal
    • Reaksi alergi
    • Gangguan fungsi pendengaran.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Penanganan Efek Samping dari Obat Anti TB

    Apabila Si Kecil mulai menunjukkan efek samping OAT, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Umumnya, dokter akan menyesuaikan dosis obat, mengganti obat, dan/atau menambahkan obat penangkal setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. 

    Tapi ingat, jangan langsung menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab, hal itu justru akan membuat Anda lebih berisiko mengalami TB resisten obat (TB-MDR). Kondisi tersebut akan membuat bakteri kebal terhadap obat TB sehingga lebih menyulitkan pengobatan.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Sahabat Sehat, infeksi tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan. Bila anak Anda terinfeksi, berikan dukungan penuh selama proses pengobatan agar ia mampu menyelesaikannya dengan sempurna. Waspadai juga gejala-gejala dari efek samping obat TB pada anak seperti di atas dan konsultasikan dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi 

    1. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2021.
    2. Humanities, A. Hari Tuberkulosis Sedunia 2021.
    3. WHO. World TB Day.
    4. Rxlist. Side Effects Drug Center.
    5. Mayo Clinic. Tuberculosis – Symptoms and causes.
    6. TB Alert. Side effects – TB Alert.
    7. TB Indonesia. Dashboard TB.
    Read More
  • Disaat dunia bergulat dengan pandemi Covid-19, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) terus memastikan agar anak-anak mendapatkan vaksinasi Covid-19 Pada tanggal 2 November 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait vaksin Covid-19 bagi anak berusia 6 tahun ke atas. Sebagaimana diketahui, virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga […]

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Disaat dunia bergulat dengan pandemi Covid-19, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) terus memastikan agar anak-anak mendapatkan vaksinasi Covid-19

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Pada tanggal 2 November 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait vaksin Covid-19 bagi anak berusia 6 tahun ke atas. Sebagaimana diketahui, virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Anak-anak bisa tertular dari orang tua, tamu, teman, guru, dan lain-lain, walau mungkin tidak bergejala.

    IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Covid-19 jenis Coronavac pada anak usia 6 tahun ke atas dengan dosis 3 ug atau 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi anak sebelum menjalani vaksinasi COVID-19. Diantaranya, kondisi fisik anak harus dalam keadaan sehat, tidak memiliki penyakit kronis tertentu, dan juga tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh misalnya obatan-obatan kanker dan pengobatan menggunakan steroid jangka panjang.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Dapatkah Anak Melakukan Vaksinasi COVID-19 saat Anak Pilek atau Flu?

    dr. Anggraini Alam, Sp. A (K), ketua UKK Infeksi Penyakit Tropis IDAI mengatakan bahwa anak dengan keluhan batuk, pilek dan demam sebaiknya ditunda dulu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sampai kondisi anak benar-benar sehat.

    Center for Disease Control Amerika Serikat (CDC) juga mengatakan bahwa tidak ada bukti penyakit akut seperti flu mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 atau meningkatkan reaksi alergi dan efek samping vaksin. Walau begitu, CDC tetap menganjurkan agar anak yang sedang sakit untuk menunda divaksinasi.

    Anak yang mengalami gejala mirip Covid-19 sebaiknya melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu dan menunggu untuk divaksinasi sampai kondisi kesehatan sudah membaik. Hal ini dikarenakan agar gejala flu yang sedang dialami tidak semakin parah akibat efek samping vaksinasi maka vaksinasi COVID-19 perlu ditunda hingga gejala Flu atau pilek mereda.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Kontra Indikasi Vaksinasi COVID-19

    Berikut ini kontraindikasi lainnya yang perlu diketahui untuk melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak:

    1. Anak mengalami defisiensi Imun Primer, penyakit autoimun yang tidak terkontrol.
    2. Penyakit Sindrom Guillain Barre, myelitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
    3. Anak yang didiagnosis kanker dan sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
    4. Sedang menjalani pengobatan Imunosupresan/ sitostatika berat.
    5. Demam 37,50 atau lebih.
    6. Baru saja sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan.
    7. Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan.
    8. Hamil.
    9. Hipertensi tidak terkendali.
    10. Diabetes melitus yang tidak terkendali.
    11. Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

    Sahabat Sehat, bila Si Kecil belum divaksinasi Covid-19, segera ajak ke sentra vaksin atau fasilitas kesehatan agar ia memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Bila ia juga belum melengkapi imunisasinya dikarenakan pandemi, sudah saatnya ia mengikuti Program Imunisasi Kejar. Sekarang imunisasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dan di rumah. Pilihlah yang nyaman bagi Moms dan Si Kecil.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi 

    1. WHO. COVID-19 Vaccines Advice.
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. IDAI Rekomendasikan Pemberian Vaksin COVID-19 Sinovac Pada Anak Usia 6 Tahun ke Atas.
    3. IDAI. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Pemberian Vaksin COVID-19 (Coronavac®) pada anak usia 6 tahun ke atas Pemutakhiran 2 November 2021.
    4. Desideria, B. Anak Batuk Pilek, Sebaiknya Tetap Ikut atau Tunda Vaksinasi COVID-19?
    5. Smith, J. and Miller, K. Can You Get the COVID-19 Vaccine if You’re Sick With Cold-Like Symptoms?
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com