Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 51–60 of 130 results

  • Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada. Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada […]

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada.

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada Jadwal Imunisasi Anak Tahun 2020.

    Saat ini ada lima imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DTP, campak (MR/ MMR). Namun, IDAI menyarankan agar anak diberikan imunisasi lainnya sehingga memiliki kekebalan tubuh yang lengkap terhadap penyakit-penyakit menular yang bisa menyebabkan sakit berat, kecacatan, hingga kematian.

    Berikut adalah imunisasi yang direkomendasikan oleh IDAI, yaitu:

    • HiB: melindungi terhadap virus haemophilus influenza B yang menyebabkan meningitis.
    • Rotavirus: melindungi dari diare yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita.
    • PCV: melindungi terhadap paru-paru basah (pneumonia).
    • Influenza: melindungi dari virus flu yang dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi telinga.
    • Varisela: melindungi terhadap virus penyebab cacar air.
    • Tifoid: melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab sakit tipes/ tifus (tifoid).
    • Hepatitis A: melindungi terhadap virus hepatitis A yang menyebabkan radang hati.
    • HPV: melindungi dari kanker serviks.
    • Japanese encephalitis (JE): melindungi terhadap virus JE yang menyebabkan radang otak.
    • Dengue: melindungi dari virus dengue (demam dengue/ demam berdarah).

    Bagaimana jadwal imunisasi bagi bayi usia 3 bulan? Apa saja jenis vaksin yang diberikan? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

    Dapatkan: Layanan Imunisasi Combo 6 di Klinik Kasih Palmerah 

    Jadwal Imunisasi Bayi 3 Bulan

    Sesuai rekomendasi IDAI, bayi berusia 3 bulan terjadwal untuk mendapatkan vaksin hepatitis B dosis ketiga, polio dosis ketiga, DPT dosis kedua, dan HiB dosis kedua.

    Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B pada bayi usia 3 bulan umumnya menggunakan vaksin Hepatitis B kombinasi dengan DTPw (whole cell). Jenis vaksin ini biasanya akan menimbulkan reaksi panas, merah, bengkak, dan nyeri di tempat suntikan setelah bayi diimunisasi. 

    Bila melihat dari table jadwal imunisasi bayi yang direkomendasikan IDAI, imunisasi hepatitis B pertama kali diberikan saat bayi usia 1 bulan. Kemudian pengulangan imunisasi hepatitis B ini perlu dilakukan kembali sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan. 

    Jarak pemberian vaksin ini adalah satu bulan, yakni saat bayi baru lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Polio

    Polio merupakan penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat pada otak. Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya lumpuh, atau yang dikenal sebagai penyakit lumpuh layu.

    Vaksin polio dapat diberikan secara Oral Poliovirus (OPV) atau suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV). Umumnya, bayi akan mendapatkan vaksin polio tipe OPV ketika ia baru lahir sampai usia 1 bulan. kemudian, vaksin polio akan diberikan kembali saat bayi berusia 2, 3, 4 bulan. 

    DTP

    DTP atau singkatan dari difteri, tetanus, dan pertussis (batuk rejan), merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian pada anak. 

    Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah anak terinfeksi ketiga penyakit dalam satu suntikan sekaligus. Imunisasi DPT pertama kali diberikan pada bayi usia dua bulan dengan interval atau jarak satu bulan. Maka bayi harus mendapatkan vaksin DPT pada usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis yang diberikan satu kali suntikan pada setiap jadwa imunisasi. 

    Hib

    Haemophilus influenzae type b (hib) adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di beberapa bagian tubuh, seperti otak, saluran pernapasan, paru-paru, jantung, hingga tulang. Bakteri Hib cenderung terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Oleh sebab itu, vaksin Hib sangat penting diberikan pada anak-anak.

    Berdasarkan rekomendasi IDAI, pemberian vaksin Hib pada anak harus di lakukan secara bertahap sebanyak 3 kali, yakni pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. kemudian, vaksin Hib dapat diberikan lagi satu tahun kemudian saat anak berusia 15 – 18 bulan. 

    Vaksin Hib bertujuan untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri penyebab pneumonia, meningitis, dan epiglottitis.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Biaya Imunisasi Bayi 3 Bulan di ProSehat

    Imunisasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Moms bisa dengan mudah menjadwalkan imunisasi Si Kecil dengan menghubungi customer service Prosehat. Tidak hanya itu, Moms juga bisa pilih untuk melakukan vaksinasi di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah. Gunakan vaksinasi combo agar si Kecil mendapatkan perlindungan lebih banyak dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit.

    Berikut adalah biaya layanan imunisasi ke rumah untuk bayi usia 3 bulan:

    Hepatitis B Rp. 480.000
    Polio suntik (IPV) Rp. 800.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 3 kali suntik Rp. 3.550.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 1 kali suntik Rp. 1.250.000

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah jenis imunisasi rutin pada anak usia 3 bulan dan manfaat dari masing-masing vaksin yang diberikan. Pastikan untuk memenuhi jadwal imunisasi anak bersama Prosehat untuk vaksin yang berkualitas dan aman. Layanan imunisasi dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah agar Moms tidak perlu bersusah payah keluar rumah dan antri.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Idai.or.id. 2022. IDAI | Jadwal Imunisasi 2017.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Sekilas Vaksin Pneumokokus.
    3. Idai.or.id 2022. Imunisasi Penting untuk Mencegah Penyakit Berbahaya.
    4. Idai.or.id. 2022. Jadwal Imunisasi 2017.
    5. Researchgate.net. 2022. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017.
    Read More
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa. Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini […]

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa.

    Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini bisa berupa virus atau bakteri.

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Vaksin bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seakan-akan benar-benar ada infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini akan menangkis infeksi buatan efek dari vaksinasi dan mengingat kuman yang masuk.

    Nantinya, ketika anak terserang bakteri atau virus yang sama, sistem kekebalan tubuh sudah mengenalinya sehingga bisa langsung melawan infeksi tersebut.

    Sistem Kekebalan Tubuh Anak 0-1 Tahun

    Bayi ketika dilahirkan sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang mereka dapatkan dari Ibu. Selain itu, selepas dari kelahirannya, bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat. Menyusui Si Kecil selama 6 bulan pertama kehidupannya membantu melindungi si kecil dari berbagai penyakit.

    Seiring bertambahnya usia, anak bertambah aktif dan mulai mengeksplorasi lingkungan. Sehingga, paparan terhadap kuman menjadi meningkat. Untuk itu, diperlukan imunisasi terutama imunisasi dasar pada usia 1 tahun kehidupan si kecil.

    Melalui imunisasi dasar, Moms telah membantu melindungi si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah dari ProSehat

    Imunisasi Dasar untuk Anak 1 Tahun

    Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan terjangkitnya penyakit tertentu yaitu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), diantaranya yaitu Tuberkulosis, Difteri, Pertussis, Tetanus, Hepatitis, Polio dan Campak.

    Setiap bayi yang berusia 0-11 bulan wajib mendapatkan imunisasi dasar. Berikut ini tabel imunisasi dasar yang wajib diberikan sesuai dengan usia si kecil.

    Usia Jenis Imunisasi yang Diberikan
    Dibawah 24 jam Hepatitis B (HB-0)
    1 Bulan BCG, Polio 1 (OPV 1)
    2 Bulan DPT-HB1, Polio 2 (OPV 2), Hib 1
    3 Bulan DPT-HB 2, Polio 3 (OPV 3), Hib 2
    4 Bulan DPT-HB 3, Polio 4 (OPV 4) dan IPV, Hib 3
    9 Bulan MR

    Tabel jadwal imunisasi dasar anak dibawah 1 tahun.

    • Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah anak dari Hepatitis tipe B.
    • Imunisasi BCG merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada si kecil dalam mencegah penyakit Tuberkulosis atau TBC.
    • Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah 3 penyakit yaitu penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus, dimana ketiga penyakit ini dapat berakibat fatal bila terinfeksi.
    • Imunisasi MR atau Measles dan Rubella Vaccine adalah vaksinasi untuk mencegah campak dan juga rubella.
    • Imunisasi Hib diberikan kepada si kecil dengan tujuan melindungi tubuh mereka dari infeksi virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) penyebab paru-paru basah (pneumonia) dan komplikasinya.
    • Vaksin OPV atau Oral Polio Vaccine melindungi tubuh anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi Polio. OPV merupakan jenis vaksin dari virus yang masih aktif namun telah dilemahkan. Cara pemberiannya yaitu dengan diteteskan ke mulut si kecil.
    • Vaksin IPV atau Inactive Polio Vaccine berisi virus polio yang sudah tidak aktif atau mati yang cara pemberiannya yaitu dengan disuntikkan pada lengan si kecil.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Imunisasi Rekomendasi

    Moms, selain imunisasi dasar di atas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengeluarkan saran imunisasi tambahan untuk melindungi terhadap penyakit menular lain yang memiliki dampak berat bagi anak bila terpapar.

    Imunisasi rekomendasinya antara lain:

    1. PCV. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin PCV melindungi anak dari penyakit paru-paru basah atau pneumonia.
    2. Rotavirus. Virus ini adalah penyebab diare tersering pada anak dan diare saat ini masih menjadi pembunuh terbesar pada anak balita. Vaksin ini diberikan 2-3 kali tergantung dari jenisnya. Pemberiannya dilakukan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
    3. Influenza. Vaksin ini rutin diberikan setiap setahun sekali. Virus influenza menyebabkan flu dan sering ditemukan pada anak-anak. Komplikasi virus ini antara lain pneumonia dan infeksi telinga.

    Baca Juga: Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi tepat jadwal penting untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi COVID-19 bisa memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak.

    Namun, jika Moms terlewat jadwal imunisasi si Kecil, Moms bisa mengikuti program imunisasi kejar dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah berbagai imunisasi yang diperlukan anak pada tahun pertamanya. Lengkapi segera imunisasinya agar ia terlindungi dari berbagai kemungkinan paparan kuman yang dapat menyebabkan komplikasi berat. Jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat dan dapatkan harga imunisasi terbaik. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat maupun di rumah agar Moms dan Si Kecil nyaman tanpa harus repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Karyani, Sp. A, d., n.d. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital
    2. First 5 Los Angeles. 2022. Ages and Stages: Building a Healthy Immune System – First 5 Los Angeles.
    3. Primaya Hospital. 2021. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    4. n.d. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Situasi dan Analysis Imunisasi
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2021. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    6. Jones, MSN-ED RN-BC, B. and Combs, MD, D., 2022. 1-Year-Old Shots: What You Should Know.
    7. Dahlan, SpA, d., 2020. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19? – Primaya Hospital.
    Read More
  • Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis. Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar […]

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis.

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar atau benjolan. Namun, apabila tak ada tanda atau benjolan sama sekali apakah artinya vaksin tetap efektif? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Imunisasi BCG Melindungi dari Kuman Tuberkulosis

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette Guerin adalah pemberian vaksin yang dilakukan untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru serta organ lainnya seperti tulang, usus, otak, dan sebagainya.

    Vaksin BCG biasanya hanya diberikan satu kali seumur hidup. Pemberian vaksin BCG ini dinilai paling efektif saat bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan. 

    Tidak hanya pada bayi yang baru lahir, orang yang memiliki risiko terpapar penyakit tuberkulosis di tempat kerja dan orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi BCG saat bayi juga bisa menerima vaksin BCG saat dewasa. 

    Dapatkan: Layanan Imunisasi BCG Ke Rumah dari ProSehat

    Mengapa Ada Bekas Benjolan Setelah Imunisasi BCG?

    Imunisasi BCG umumnya dilakukan pada lengan kanan bagian atas. Usai bayi menerima suntikan vaksin BCG, biasanya akan muncul benjolan atau bisul kecil yang terkadang berisi nanah pada bekas suntikan. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tak perlu dikhawatirkan orang tua. 

    Hal ini merupakan respon alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Biasanya, benjolan atau bisul akan muncul pada waktu yang berbeda-beda pada setiap bayi. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Tidak Muncul Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Bekas suntikan awalnya berupa benjolan besar yang kemudian berubah menjadi bisul kecil yang memiliki nanah di dalamnya. Bisul kecil bernanah ini tidak boleh dipencet karena dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi atau luka baru.

    Jadi, lebih baik dibiarkan saja hingga pecah sendiri. Setelah itu, akan muncul benjolan kecil atau seperti digigit nyamuk yang merupakan tanda berhasilnya imunisasi.

    Tanda ini akan mulai terlihat paling lambat 3 bulan atau paling cepat 1 bulan setelah mendapatkan imunisasi. 

    Namun, jika tanda ini tidak muncul, ada beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi penyebabnya, seperti:

    1. Teknik penyuntikan yang salah
    2. Dosis vaksin yang terlalu sedikit
    3. Penyimpanan vaksin yang kurang baik sehingga kualitasnya menurun
    4. Daya tahan tubuh bayi yang menurun
    5. Kadar antibodi yang dihasilkan tubuh bayi kecil

    Menurut Ikatan Dokter Indonesia, bisul atau luka nanah yang tidak muncul setelah imunisasi BCG bukan berarti vaksin yang dilakukan gagal. Oleh karena itu, orangtua tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan imunisasi ulang. 

    Selama seluruh vaksin masuk kedalam tubuh, vaksin seharusnya sudah bekerja dengan baik terlepas dari apakah anak mengalami pembengkakan atau tidak.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, tidak munculnya benjolan setelah imunisasi BCG bukan pertanda vaksin tidak efektif ya. Sebelum melakukan imunisasi, Moms boleh ikut memastikan bahwa vaksin dalam keadaan baik dan masih jauh dari masa kedaluarsa.

    Bagi anak yang belum mendapatkan vaksinasi BCG saat bayi, segera kejar imunisasinya dengan mengkonsultasikannya dahulu dengan dokter di Prosehat karena imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah sehingga Moms dan Si Kecil nyaman dan tidak perlu repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. idai.or.id. 2022. seputar kesehatan anak.
    2. nhs.uk. 2022. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    3. cdc.gov. 2022. vaccines.
    Read More
  • Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).  Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. […]

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 

    Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Berapa biayanya? Biaya vaksinasi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan. Untuk melakukan vaksinasi mandiri, pastikan Anda mendapatkan harga terbaik dari fasilitas kesehatan yang berkualitas.

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri Ini Kisaran Harganya

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Biaya Vaksinasi HPV di ProSehat

    Biaya untuk melakukan Vaksinasi HPV bervariasi, tergantung fasilitas kesehatan yang menyediakan. Vaksin diberikan oleh dokter dalam bentuk suntikan.

    Vaksinasi HPV adalah salah satu layanan unggulan di ProSehat. Sebagai upaya melawan kanker serviks, ProSehat menyediakan Layanan Vaksinasi Kanker Serviks yang dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat, seperti Klinik Kasih di Palmerah, dan di rumah dengan kisaran harga paket vaksin HPV sebagai berikut:

    Dapatkan:

    Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear ke Rumah

    Layanan di Klinik Kasih Palmerah

    1 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 1.100.000
    2 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 990.000
    3 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 1.900.000
    4 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun) Rp 5.850.000
    5 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun) Rp 4.880.000
    6 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 2.800.000

    Layanan ke Rumah

    7 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain Rp 1.250.000
    8 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Rp 1.700.000
    9 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10-13 Tahun) Rp 6.700.000
    10 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan >13 Tahun)  Rp 7.500.000
    11 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 2.800.000
    12 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain 

    (3 kali suntik)

    Rp 3.600.000
    13 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 4.500.000
    14 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 3 Orang)

    (1 kali suntik)

    Rp 1.250.000
    15 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 5 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 13.500.000
    16 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 10 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 25.800.000
    17 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek Pap Smear

    (3 kali suntik)

    Rp 4.800.000
    18 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek pap Smear

    (1 kali suntik)

    Rp 1.700.000

    Baca Juga: Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Harga paket layanan vaksinasi HPV yang ditawarkan oleh Prosehat berkisar 3 jutaan untuk 3 kali suntik. Lokasi vaksinasinya pun dapat Anda tentukan sendiri, bisa di klinik yang disediakan Prosehat maupun mendatangkan dokter ke rumah Anda. Jadi, Anda tak perlu repot keluar rumah. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya. 

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani langsung oleh dokter berizin resmi
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
    • Proses pembayaran mudah dan dapat dicicil
    • Mudah tanya informasi melalui Asisten Kesehatan Maya

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV di Jabodetabek 

    Sementara itu, beberapa rumah sakit swasta juga menyediakan layanan vaksinasi HPV dengan harga yang bervariasi. Anda perlu memastikan jenis vaksinnya dan apa saja yang sudah dan belum termasuk dalam biaya tersebut. Misalnya buku vaksinasi, biaya administrasi rumah sakit, biaya tindakan penyuntikan, dan sebagainya.

    Oleh sebab itu, dianjurkan agar Anda mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin HPV yang diperkirakan.

    Berikut daftar harga layanan vaksinasi HPV di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Siloam Hospital, Bogor Rp 2.500.000
    2 RS EMC, Tangerang Rp 2.300.000
    3 RS EMC, Sentul Rp 2.475.000
    4 Rumah Sakit Umum Melania, Bogor  Rp 1.120.515
    5 RSIA Family Penjaringan, Jakarta Rp 2.838.000
    6 Mitra Keluarga, Kemayoran Rp 2.800.000
    7 RSIA Grand Family, Pantai Indah Kapuk Rp 2.838.000

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin HPV di ProSehat dan di rumah sakit sekitar Jabodetabek. Segera hubungi ProSehat untuk layanan vaksinasi HPV di klinik maupun di rumah. Ajak juga keluarga dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Harga Paket Layanan Vaksinasi HPV Datang ke Rumah – Prosehat.
    2. Media, K., 2022. Bukan Sasaran Program Pemerintah, Berapa Harga Vaksin HPV Mandiri? Halaman all – Kompas.com.
    3. Keluarga, M., 2022. Promosi – Mitra Keluarga – Promo Vaksin Kanker Serviks
    4. Family, G., 2022. RSIA Grand Family – Paket Vaksin Kanker Serviks.
    Read More
  • Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi. Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit […]

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi.

    Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit yang memiliki dampak sakit berat hingga kematian. Salah satunya adalah vaksin measles, mumps and rubella (MR/ MMR) yang melindungi bayi dari campak, gondongan dan rubella (campak Jerman).

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Memang seperti apa bahayanya campak, gondongan, dan rubella? Bagaimana jika anak sudah pernah terinfeksi campak sebelum waktunya vaksinasi? Yuk simak ulasannya.

    Measles (Campak)

    Measles atau campak adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem pernapasan. Virus tersebut menyebar melalui percikan air liur atau lendir yang keluar dari mulut penderita campak. Itulah mengapa tidak disarankan juga untuk meniup makanan atau minuman anak yang masih panas saat menyuapinya.

    Penyakit campak juga mudah menular melalui kontak atau sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, serta menular lewat kebiasaan saling berbagi barang pribadi, seperti pinjam meminjam peralatan makan atau minum yang sama atau berbagi makanan dan minuman. 

    Gejala campak yang perlu diwaspadai:

    • Batuk
    • Muncul ruam merah di kulit
    • Hidung mengeluarkan ingus
    • Demam
    • Bintik putih di mulut (bintik koplik)

    Kondisi campak yang berat dapat menyebabkan pneumonia pada anak (radang paru), kerusakan otak, dan infeksi telinga. Komplikasi fatal lainnya yang juga mungkin muncul adalah ensefalitis (radang otak) yang dapat membuat anak kejang.

    Dapatkan:  Layanan Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di ProSehat

    Mumps (Gondongan)

    Mumps atau parotitis, di Indonesia disebut juga sebagai gondongan, adalah infeksi virus menular yang menyerang kelenjar ludah. Penyakit menular ini dapat menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada anak berusia 2 – 12 tahun. 

    Virus penyebab gondongan dapat menular melalui percikan air liur yang keluar bersama hembusan nafas saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Penyakit ini juga mudah menular saat anak bersentuhan langsung atau menggunakan barang penderita gondongan.

    Gejala gondongan yang paling mudah dideteksi adalah pembengkakan kelenjar ludah yang membuat area pipi dan sekitar leher terlihat bengkak, bulat, dan membesar. 

    Berikut gejala gondongan lainnya yang perlu diwaspadai:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Pembengkakan kelenjar ludah
    • Rasa nyeri dan sakit saat mengunyah dan menelan
    • Nyeri pada wajah atau kedua sisi pipi
    • Sakit tenggorokan

    Virus penyebab gondongan terkadang juga dapat menyebabkan peradangan pada ovarium, testis, pancreas, dan selaput otak. Selain itu, tuli dan meningitis adalah risiko komplikasi lainnya yang mungkin terjadi akibat gondongan.

    Baca Juga: Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Rubella (Campak Jerman)

    Rubella atau campak Jerman adalah infeksi yang menyebabkan munculnya bintik-bintik merah pada kulit penderitanya. Selain itu, virus rubella juga dapat menyebabkan kelenjar getah bening di belakang telinga membengkak.

    Umumnya gejala rubella muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terpapar virus. Gejala sebagai berikut:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Hidung tersumbat atau pilek
    • Mata merah meradang
    • Ruam merah muda halus pada wajah yang cepat menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, dan akan menghilang dalam urutan yang sama. 
    • Nyeri sendi. 

    Penyakit ini umumnya jarang menyebabkan komplikasi serius. Namun pada beberapa kasus, campak Jerman juga bisa jadi sangat berbahaya apabila terjadi pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kecacatan pada janin atau bahkan bayi lahir mati. 

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Vaksin MMR Wajib untuk Anak Kecil dan Balita

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR pertama kali diberikan pada bayi di usia 9 bulan sebagai dosis primer.

    Setelah suntikan pertama, anak akan menerima dosis booster pada usia 18 minggu, bisa menggunakan jenis vaksin yang sama (MR) atau MMR yang memiliki tambahan daya tahan tubuh terhadap mumps atau gondongan.

    Saat anak berusia 5-7 tahun, ia bisa mendapatkan dosis booster kembali untuk memperbarui dan menambah kekebalan tubuhnya.

    Apa Perlu Vaksin MR/ MMR jika sudah Pernah Campak?

    Vaksinasi MR/ MMR setelah terkena campak/ gondongan/ rubella aman untuk dilakukan. Justru, dengan tetap mendapatkan vaksin MMR, anak menjadi terlindungi terhadap penyakit tersebut di kemudian hari, atau memiliki gejala yang lebih ringan.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Sahabat Sehat, ayo kita lindungi Si Kecil dari penyakit-penyakit menular dengan vaksin yang sudah tersedia luas. Berikan ia daya tahan tubuh yang maksimal agar ia terlindungi semasa tumbuh kembangnya. Jika jadwal vaksinasinya terlewat, si Kecil masih bisa kejar imunisasi. Konsultasikan dengan dokter dari ProSehat untuk jadwal vaksinasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. cdc.gov. 2022. vaccine mmr.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). [
    3. Mayo Clinic. 2022. Rubella – Symptoms and causes.
    4. cdc.gov. 2022. mmr vaccine.
    5. Immunize.org. 2022. indonesian mmr.
    6. nhs.uk. 2022. MMR (measles, mumps and rubella) vaccine.
    Read More
  • Campak atau yang disebut dengan measles merupakan salah satu penyakit sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak yang ditandai dengan ruam kemerahan namun tidak berisi cairan seperti ruam kemerahan yang terjadi pada cacar air. Campak merupakan infeksi menular saluran napas yang disebabkan oleh virus. Si kecil yang belum mendapatkan imunisasi campak lebih berisiko tertular penyakit ini. […]

    Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Campak atau yang disebut dengan measles merupakan salah satu penyakit sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak yang ditandai dengan ruam kemerahan namun tidak berisi cairan seperti ruam kemerahan yang terjadi pada cacar air. Campak merupakan infeksi menular saluran napas yang disebabkan oleh virus. Si kecil yang belum mendapatkan imunisasi campak lebih berisiko tertular penyakit ini.

    Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Risiko Penyakit Campak

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kelompok anak yang berisiko tinggi tertular campak yaitu:

    1. Anak yang belum divaksin campak.
    2. Ibu hamil yang tidak divaksinasi.

    Campak masih kerap terjadi di beberapa negara berkembang terutama pada beberapa negara bagian Afrika dan Asia. Sebagian besar (lebih dari 95%) kematian akibat komplikasi campak terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah dan infrastruktur kesehatan yang lemah.

    Dapatkan:  Layanan Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di ProSehat

    Bagaimana Penularan Campak?

    Campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia. Campak menyebar melalui batuk dan bersin, kontak pribadi atau kontak langsung dengan sekresi atau cairan hidung dan tenggorokan dari pasien yang terinfeksi.

    Virus tetap aktif dan dapat ditemukan di udara atau permukaan benda hingga mencapai 2 jam. Virus dapat ditularkan oleh penderita campak sejak 4 hari sebelum munculnya ruam kemerahan pada kulit hingga 4 hari setelah ruam kemerahan mereda.

    Bagaimana Cara Mencegah Campak?

    Penyakit campak dapat dicegah dengan cara melakukan vaksinasi MR (Measles dan Rubella), yang diberikan pada saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD atau usia 6 tahun.

    Selain itu juga dapat diberikan vaksin gabungan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) yakni vaksin gabungan untuk campak, gondongan dan campak jerman. Vaksin MMR dapat diberikan sebanyak 2 kali pada anak berusia 12 bulan dan 5 tahun.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Apa Perbedaan Vaksinasi MR dan MMR?

    Saat berusia kurang dari 1 tahun, terdapat berbagai jenis imunisasi dasar yang harus diberikan, salah satunya adalah vaksin measles (campak) dan rubella (campak jerman) atau vaksin MR.

    Perbedaan dari kedua vaksin tersebut hanyalah cakupan penyakit yang dicegah. Vaksin MR hanya bertujuan mencegah terjangkitnya penyakit campak dan rubella, sedangkan vaksin MMR dapat mengatasi kedua masalah kesehatan tersebut ditambah dengan mencegah penyakit gondongan.

    Komplikasi Gondongan, Campak, dan Rubella

    Pemberian vaksinasi MMR maupun vaksin MR sangat diperlukan karena dapat mencegah Si Kecil menderita campak, gondongan dan cacar jerman (rubella) serta komplikasi nya. Berikut adalah beberapa komplikasinya: 

    Campak

    Campak dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga, radang paru dan radang otak

    Gondongan

    Gondongan dapat menyebabkan komplikasi seperti radang selaput otak, gangguan pendengaran permanen dan radang buah zakar yang dapat menimbulkan kemandulan bagi pria.

    Rubella

    Komplikasi penyakit rubella cukup serius karena dapat menyebabkan cacat lahir pada janin atau disebut dengan sindrom rubella kongenital.

    Baca Juga: Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Nah Sahabat Sehat, itulah perbedaan imunisasi MR dan MMR. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    2. Universitas Andalas. Pendahuluan.
    3. World Health Organization. Measles.
    4. RSUD Kota Bogor. Campak atau Measles.
    5. Centers for Disease Control and Prevention. MMR or MMRV Vaccine: Discussing Options with Parents.
    Read More
  • Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin adalah salah satu jenis imunisasi wajib bagi bayi yang diberikan saat ia baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Imunisasi ini diberikan agar bayi memiliki kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab tuberkulosis yang masih banyak ditemui di Indonesia. Seperti bayi pada umumnya, si Kecil pasti menangis dan rewel selama beberapa saat […]

    Begini Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin adalah salah satu jenis imunisasi wajib bagi bayi yang diberikan saat ia baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Imunisasi ini diberikan agar bayi memiliki kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab tuberkulosis yang masih banyak ditemui di Indonesia.

    Begini Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Begini Tips Mengatasi Anak Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Seperti bayi pada umumnya, si Kecil pasti menangis dan rewel selama beberapa saat setelah disuntik. Tapi Moms tak perlu khawatir, karena rewel dan menangis pasca imunisasi sangat wajar sebab ia merasa sakit dan tidak nyaman.

    Berbeda dengan imunisasi lainnya yang menyuntikkan vaksin ke dalam otot, penyuntikan imunisasi BCG disuntikkan ke bagian bawah kulit sehingga terasa sedikit lebih sakit dari biasanya. Ini karena bagian bawah kulit memiliki banyak saraf. Setelah penyuntikan, akan tampak pembengkakan kecil di lokasi bekas penyuntikannya.

    Dapatkan: Layanan Imunisasi BCG dari ProSehat

    Lalu bagaimana cara mengatasi anak rewel setelah imunisasi? Simak ulasannya di bawah ini.

    Mengapa Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG?

    Umumnya, bayi yang baru diberi imunisasi BCG akan menjadi lebih rewel dari biasanya. Hal ini bisa saja terjadi sebagai efek samping dari suntikan. Nah, sebelum memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya, Mama juga perlu tahu apa saja yang menjadi penyebab anak menjadi rewel atau sering menangis. Berikut beberapa kondisi umum yang menjadi penyebabnya, diantaranya:

    • Demam

    Salah satu efek samping yang paling umum setelah imunisasi adalah demam. Peningkatan suhu tubuh ini diakibatkan oleh masuknya vaksin ke dalam tubuh anak. Biasanya ia akan demam beberapa jam setelah diimunisasi. Demam bisa menjadi penanda bahwa tubuhnya beraksi terhadap vaksin dan sedang membentuk kekebalan tubuh.

    • Panik

    Panik merupakan faktor psikologi penyebab ketidaknyamanan. Selain panik karena rasa sakit saat disuntik, kepanikan dan kekhawatiran orang tua juga bisa menjadi penambah kepanikan anak. Sebab ikatan ibu dan anak sangat kuat.

    • Bekas luka suntikan

    Selain rasa sakit, bekas suntikan imunisasi juga dapat menimbulkan sensasi pegal dan nyeri di lokasi penyuntikan, terutama pada imunisasi BCG. Meski demikian, luka dan rasa nyeri pasca imunisasi BCG ini dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari. 

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Tips Mengatasi Anak Rewel Setelah Imunisasi

    Meski dapat pulih dengan sendirinya, namun anak yang rewel dan menangis dapat membuat Moms khawatir dan tidak tega melihatnya. Untuk mengatasinya, Moms dapat melakukan beberapa tips dibawah ini

    • Pantau kondisi anak

    Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Apabila suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celcius, berikan kompres air hangat di dahi dan pada bekas luka suntikannya. Pastikan pula si Kecil memakai pakaian yang nyaman, longar, dan mudah menyerap keringat. Sehingga ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman dan tenang. Berikan obat penurun demam bila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

    • Ciptakan suasana yang tenang

    Suasana yang tenang dapat memberikan ketenangan pula bagi anak. Moms bisa menggendong si Kecil untuk bantu menenangkannya, mengatur suhu ruangan agar sejuk, pakaikan pakaian yang nyaman untuknya, dan temani ia hingga tertidur. Tidak hanya Moms akan membuatnya nyaman dan tenang, anak pun akan merasa aman sehingga bonding ibu dan anak juga tercipta. 

    • Beri minum yang cukup

    Beri susu (ASI atau formula) yang cukup. Usahakan Moms menyusui si Kecil sebelum dan setelah melakukan imunisasi. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips mengatasi anak rewel setelah  imunisasi BCG. Bagi Sahabat Sehat yang membutuhkan produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, maupun produk multivitamin, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. The Chart. The ‘5 S’s’: Easing baby pain after vaccine shots. USA : The Chart.
    2. KidsHealth. How Can I Comfort My Baby During Shots? (for Parents) – Nemours KidsHealth.
    3. Healthline. Dissociative Identity Disorder: Symptoms and Treatment.
    Read More
  • Sahabat Sehat, salah satu imunisasi wajib untuk Si Kecil adalah imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Pemberian imunisasi BCG dinilai paling efektif ketika bayi baru lahir atau paling lambat sebelum berusia 3 bulan, yang bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel penghasil antibodi sehingga melindungi tubuh dari infeksi bakteri […]

    Terlambat Imunisasi BCG? Ini yang Harus Dilakukan!

    Sahabat Sehat, salah satu imunisasi wajib untuk Si Kecil adalah imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Pemberian imunisasi BCG dinilai paling efektif ketika bayi baru lahir atau paling lambat sebelum berusia 3 bulan, yang bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel penghasil antibodi sehingga melindungi tubuh dari infeksi bakteri TBC.

    Terlambat Imunisasi BCG Ini yang Harus Dilakukan!

    Terlambat Imunisasi BCG Ini yang Harus Dilakukan!

    Pentingnya Imunisasi BCG untuk Si Kecil

    Bakteri tuberkulosis dapat menyerang paru-paru, tulang, ginjal, hingga selaput otak (meningen). Imunisasi BCG penting diberikan untuk Si Kecil sebab bakteri tuberkulosis mudah menular melalui cipratan air liur (droplet), yang tersebar saat penderita TBC bersin atau batuk. Semua anak berusia 6 tahun atau lebih yang akan diberi imunisasi BCG harus melakukan pemeriksaan Tuberkulin lebih dulu untuk mengetahui hipersensitivitasnya terhadap tuberkuloprotein. 

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah dari ProSehat

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi BCG

    Lokasi penyuntikan imunisasi BCG adalah pada bagian lengan atas. Meski termasuk dalam jenis imunisasi wajib, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pemberian imunisasi  BCG ditunda yaitu: 

    • Demam
    • Infeksi kulit
    • Gangguan pada kekebalan tubuh
    • Sedang mengalami efek samping dari obat-obatan, misalnya obat penekan sistem imun
    • Memiliki riwayat alergi atau reaksi anafilaktik terhadap komposisi imunisasi BCG
    • Riwayat menderita tuberkulosis atau tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis yang tidak menjalani pengobatan. 

    Imunisasi BCG merupakan langkah penting dalam mencegah dan melindungi kesehatan Si Kecil dari penyakit tuberkulosis. 

    Bagaimana Jika Si kecil Terlambat Diberikan Imunisasi BCG? 

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir apabila Si Kecil telat mendapatkan imunisasi BCG sebab, Si Kecil tetap dapat menerima imunisasi dengan beberapa ketentuan.

    Jika Si Kecil berusia diatas 3 bulan, harus melakukan tes tuberkulin (Tes Mantoux) terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin BCG. Jika muncul benjolan merah pada area penyuntikan, hal ini menunjukan bahwa kulit bereaksi terhadap antigen yang artinya Si Kecil sudah pernah terpapar kuman tuberkulosis sebelumnya.

    Tetapi jika hasil tes menunjukan negatif, maka Si Kecil dapat diberikan imunisasi BCG.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Tips Agar Si Kecil Tidak Terlambat Diberi Imunisasi

    Rutinitas sehari-hari sering kali membuat orang tua sibuk hingga terkadang lupa jadwal imunisasi Si Kecil. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan agar Sahabat Sehat tidak melewatkan jadwal imunisasi Si Kecil :

    • Catat jadwal imunisasi

    Dengan mencatat jadwal imunisasi, Sahabat Sehat lebih mudah mengetahui imunisasi apa saja yang sudah Si Kecil dapatkan. Catat jadwal tersebut di kalender ponsel maupun di buku agenda harian 

    • Baca buku kesehatan ibu dan anak

    Pasti Sahabat Sehat memiliki buku kesehatan yang biasa didapatkan dari rumah sakit. Jika iya, jangan malas membaca buku tersebut sebab didalamnya berisi informasi penting mengenai imunisasi (jadwal imunisasi, cara pemberian, hingga penanganan efek samping pasca imunisasi), serta tips membuat makanan pendamping ASI. 

    • Koordinasi dengan fasilitas kesehatan yang dikunjungi

    Beberapa fasilitas kesehatan memberi kemudahan, seperti mengingatkan jadwal kunjungan imunisasi selanjutnya. Maka buatlah janji untuk kunjungan berikutnya agar nama Si kecil masuk ke dalam daftar kunjungan, dengan begitu pihak klinik atau fasilitas kesehatan akan mengirimkan  pesan singkat untuk mengingatkan Sahabat Sehat satu atau dua hari sebelum jadwal imunisasi. 

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian imunisasi BCG. Meski Si kecil telat di imunisasi, sebaiknya tetap lengkapi jadwal imunisasi yang ada. Lebih baik terlambat daripada tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. 

    Di masa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. BPOM. VAKSIN BCG [Internet]. Indonesia : BPOM. 2021.
    2. Idai.or.id. 2021. IDAI | Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. nhs.uk. 2021. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    4. En.wikipedia.org. 2021. BCG vaccine – Wikipedia.
    5. GOV.UK. 2021. TB, BCG and your baby.
    6. nhs.uk. 2021. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV selama pandemi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020].
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. 
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com