Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Imunisasi

Showing 51–60 of 71 results

  • Kapan terakhir kali kalian mendapatkan vaksin? Apakah kalian sering melihat saudara atau sepupu kalian memberikan vaksin terhadap anaknya? Vaksin adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan karena vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya imun anak dan pastinya bermanfaat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Jenis dari vaksin sendiri bermacam-macam yang bisa diberikan […]

    Bagaimana Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT atau Sering Disebut KIPI

    Kapan terakhir kali kalian mendapatkan vaksin? Apakah kalian sering melihat saudara atau sepupu kalian memberikan vaksin terhadap anaknya? Vaksin adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan karena vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya imun anak dan pastinya bermanfaat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Jenis dari vaksin sendiri bermacam-macam yang bisa diberikan pada usia tertentu dan kebanyakan dari vaksin dapat diberikan sejak anak barusan lahir. Lalu bagaimana dengan vaksin DPT? Vaksin DPT adalah salah satu jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

    Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    Lalu kapan kita bisa memberikan vaksinasi DPT pada anak? Vaksin DPT sendiri perlu diberikan berkala sebanyak lima kali, lebih tepatnya sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Vaksinasi pertama dilakukan pada usia 2, 3, dan 4 bulan yang kemudian akan diulangi ketika anak sudah menginjak usia 18 bulan. Vaksinasi DPT akan terakhir diberikan ketika anak berusia 5 tahun dan perlu dilakukan booster atau imunasi ulang setiap 10 tahun sekali.

    Apakah ada reaksi setelah pemberian vaksinasi DPT pada anak? Tentu saja ada, demam ringan dan terjadinya pembengkakan pada daerah suntikan adalah contoh reaksi dari vaksinasi DPT yang biasanya hanya berlangsung selama satu hingga tiga hari.

    Sejatinya, kita tidak perlu mencemaskan ketika anak menjadi demam setelah mendapatkan vaksinasi DPT karena hal ini adalah hal yang lumrah. Namun, pastinya kita tidak mau melihat anak menderita karena demam kan? Selain demam, anak biasanya akan menjadi lebih rewel daripada biasanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk permasalahan yang satu ini?

    Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi demam anak setelah vaksinasi DPT:

    1. Diberikan obat penurun panas

    Parasetamol adalah salah satu jenis obat pereda rasa sakit yang aman untuk berikan kepada anak dan pastinya dengan pengawasan tertentu sehingga dosis yang diberikan tidak berlebihan. Kita bisa memberikan parasetamol 15 mg setiap 3 atau 4 jam sekali dan maksimal kita berikan sebanyak 6 kali dalam rentang waktu 24 jam.

    2. Memberikan ASI lebih banyak

    Cara berikutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan menyusui anak lebih sering, karena anak akan merasa lebih nyaman dan dipercaya dapat mengurangi rasa sakit anak. Cara ini bisa dilakukan apabila anak masih menyusu dan apabila anak sudah tidak menyusu kita bisa menggantinya dengan memberikan anak buah. Fungsi buah di sini adalah untuk menyegarkan tubuh anak.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    3. Memakaikan baju tipis

    Ketika anak demam, kita bisa mengganti baju tebal anak dengan baju yang lebih tipis sehingga anak akan merasa lebih nyaman dalam kesehariannya. Memperhatikan tebal baju anak juga berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh dan pastinya mempercepat suhu tubuh anak turun. Selain itu, kita juga bisa mengompres bekas suntikan anak dengan air dingin sehingga anak tidak terlalu rewel.

    4. Berendam dengan air hangat

    Air hangat adalah hal yang cocok untuk diberikan pada anak terutama ketika kondisi tubuh mereka sedang tidak fit. Berendam air hangat juga sangat cocok untuk mempercepat suhu tubuh anak kembali menjadi normal dan pastinya juag membuat anak menjadi rileks dan nyaman.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    5. Kompres hangat

    Kompres hangat dapat diberikan pada anak yang sedang demam. Daerah yang dikompres biasanya adalah dahi, kedua ketiak, dan kedua lipat selangkangan. Berikan kompres hangat pada anak setiap 5-10 menit sekali.
    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menangani demam anak setelah mendapatkan vaksinasi DPT. Pastinya mudah untuk diingat untuk dilakukan bukan? So, mulai sekarang sudah tidak perlu panik lagi ketika anak mengalami demam setelah melakukan vaksinasi ya mom!

    Untuk vaksinasi dan imunisasi anak ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi anak ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB […]

    Masih Kena TB padahal Sudah Imunisasi?

    TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB menyerang anak yang berusia 0 sampai 14 tahun.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Parahnya lagi, ketika seseorang terserang TBC hal ini sulit diketahui alias gejalanya sulit untuk dikenali. Hal inilah yang menyebabkan penanganan TB terlambat dan dapat berujung pada kematian. Namun terdapat beberapa gejala TB yang bisa kita amati dan perlu kita waspadai ketika anak mulai menunjukkan beberapa perubahan dan pastinya tim dokter juga mengetahui hal ini. Beberapa gejala TB pada anak antara lain adalah nafsu makan yang berkurang atau justru tidak nafsu makan sama sekali, anak yang mudah lelah atau tidak bersemangat sama sekali ketika diajak bermain, mengalami demam dan batuk dalam jangka waktu yang lama; yaitu bisa lebih dari 2 minggu, ataupun berkeringat saat malam hari. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya penyakit ini pada anak?

    Vaksin BCG

    Pemberian vaksin BCG adalah langkah yang tepat untuk mencegah timbulnya penyakit TB menjadi lebih berat di kemudian hari. Vaksin BCG berisi kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan dan tujuan diberikannya vaksin BCG ini adalah untuk membuat mencegah TB yang lebih berat kedepannya. Vaksin BCG dianjurkan untuk diberikan sejak dini karena berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti mengurangi kemungkinan terserang penyakit TB sebanyak 50 persen ketika dewasa bahkan memberikan efek perlindungan yang berlangsung hingga 10 tahun.

    Vaksin BCG sendiri wajib diberikan saat anak barusan lahir hingga berusia 2 bulan dan hal ini perlu diulangi di kemudian hari apabila kita bekerja di bidang yang berinteraksi langsung dengan penderita penyakit TB aktif.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Lalu seberapa efektif vaksinasi BCG ini? Apakah dengan mendapatkan vaksin BCG berarti kita tidak mungkin terserang penyakit TB di kemudian hari? Faktanya, meskipun telah melakukan vaksin BCG kita tetap berisiko mengalami penyakit TB. Kok bisa? Pemberian vaksin ini hanya berfungsi untuk membuat tubuh kita kebal terhadap Mycobacterium bovis, yaitu penyebab utama penyakit TB. Faktor lingkungan dan pola hidup juga mempengaruhi hal ini, yang berarti ketika pola hidup kita kurang sehat ataupun lingkungan cenderung kotor maka meningkatkan kemungkinan penyakit TB di kemudian hari.

    Bukan hanya faktor lingkungan, kondisi tubuh juga bisa menjadi faktor kita terserang penyakit TB. Ketika daya tahan tubuh menurun atau ketika kita sedang sakit maka akan memudahkan kuman Mycobacterium bovis untuk masuk tubuh dan menyerang sistem imun tubuh kita. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita terserang penyakit TB? Tentu saja kita harus menemui dokter segera untuk mencegah penyakit ini bertambah parah dan kita bisa mendapatkan pelayanan kesehatan serta obat gratis melalui puskemas ataupun pusat layanan kesehatan lainnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Apakah ada reaksi setelah vaksinasi dengan melakukan vaksinasi BCG? Meskipun timbul efek samping dengan pemberian vaksinasi, kita tidak perlu khawatir mengenai hal ini karena hanya akan berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Contoh beberapa reaksi yang mungkin timbul adalah timbulnya rasa sakit, kemerahan, ataupun pembengkakan pada daerah sekitar suntikan. Demam jarang terjadi sebagai salah satu bentuk reaksi yang biasanya muncul setelah vaksinasi.

    Nah itu tadi adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penyakit TB dan vaksinasi BCG sebagai cara untuk mencegahnya. Pastinya tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi BCG? So, tunggu apalagi untuk membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat dan melakukan vaksin?

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Mewabahnya penyakit difteri membuat cemas para ibu-ibu terhadap anak-anaknya akibat virus yang menular dan mematikan ini. Hal yang dilakukan pemerintah adalah mencegah virus menular ini dengan pemberian vaksinasi yang diberi nama DPT. Apa itu DPT? DPT adalah sebuah singkatan 3 penyakit yaitu difteri,pertusis dan tetanus. Pemberian vaksinasi DPT dilakukan agar tiga penyakit itu tidak menular […]

    Kapan Waktu Tepat Beri Anak Vaksinasi Difteri?

    Mewabahnya penyakit difteri membuat cemas para ibu-ibu terhadap anak-anaknya akibat virus yang menular dan mematikan ini. Hal yang dilakukan pemerintah adalah mencegah virus menular ini dengan pemberian vaksinasi yang diberi nama DPT. Apa itu DPT? DPT adalah sebuah singkatan 3 penyakit yaitu difteri,pertusis dan tetanus. Pemberian vaksinasi DPT dilakukan agar tiga penyakit itu tidak menular pada anak-anak yang lain.

    Vaksinasi DPT sangat efektif diberikan untuk anda agar terhindar dari penyakit difteri. Vaksinasi DPT diberikan sebanyak 3 kali dan dengan penguatan (booster) sebanyak 4 kali Meskipun diberikan tidak hanya satu kali, para orang tua juga harus tau kapan diberikannya imunisasi DPT. Vaksinasi ini sangat disarankan untuk semua anak agar anak sehat dan terhindari dari penyakit tersebut.

    Kapan waktu yang tepat beri anak vaksinasi difteri?

    • Vaksinasi difteri diberikan tiga kali pada anak yang berusia 2 bulan sampai 6 bulan
    • Pemberian pertama dilakukan dalam 3 tahap ketika anak sudah memasuki usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan
    • Imunisasi DPT ke-4 dilakukan pada usia 18 bulan.
    • Vaksinasi DPT ke-5 ketika anak memasuki usia 5 tahun
    • Anak usia lebih dari 7 tahun dapat diberikan Td atau Tdap
    • DPT ke enam dapat diberikan pada anak usia 10-12 tahun dalam bentuk Td atau Tdap
    • Anak dianjurkan imunisasi ulang setiap 10 tahun

    Jenis Imunisasi difteri

    Ada 3 jenis vaksinasi yang berbeda ketika diberikan kepada anak. Jika menggunakan ORI (Outbreak Response Imunization)

    • Vaksinasi DT-HB-HIB untuk anak di bawah satu tahun diberikan 3 dosis dengan jarak 1 bulan, kemudian diberikan penguatan pada usia 18 bulan
    • Vaksinasi DT untuk anak yang berusia 5 sampai 7 tahun (kelas 1 SD)
    • Vaksinasi Td biasanya diberikan saat anak berusia 7 tahun (kelas 2 SD) dan kelas 5 SD

    Manfaat yang di dapat ketika anak menjalankan vaksinasi difteri adalah kekebalan sistem imun atau agar anak terhindari dari penyakit difteri. Tetapi vaksinasi ini juga sama halnya seperti vaksinasi yang lain, yang bisa mempunyai reaksi setelah dilakukannya vaksinasi pada anak tersebut.

    Apa saja reaksi yang dapat terjadi pada anak yang telah melakukan vaksinasi difteri

    • Demam ringan
    • Anak menjadi lemas karena kurangnya nafsu makan
    • Anak menjadi rewel karena menahan sakit
    • Pembengkakan yang terjadi di tempat suntikan

    Meskipun tidak semua anak mengalami hal tersebut, tetapi orangtua juga harus memperhatikannya. Biasanya anak akan mengalami hal seperti itu karena kekebalan tubuh yang kurang sehat, kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan. Tapi jika anak anda terkena demam, anda bisa memberinya dengan obat penurun panas sesuai dengan usia anak anda saat diberi vaksinasi tersebut.

    Bila anak mengalami 3 reaksi paska imunisasi berikut, segera periksakan anak ke dokter:

    • Anak menangis selama 3 jam berturut-turut
    • Anak mengalami demam tinggi diatas 40 derajat celcius
    • Anak mengalami kejang-kejang kemudian pingsan

    Orang tua harus memperhatikan itu pada anak setelah vaksinasi difteri karena dengan pengawasan orang tua anak tersebut bisa selalu sehat. Jangan lupa memberi vaksinasi difteri ketika umur anak sudah seharusnya diberi vaksinasi difteri. Anda bisa melakukan vaksinasi difteri di puskesmas atau dokter anak. Namun, biasanya vaksinasi difteri akan dilakukan serentak di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang ingin mengetahu kapan waktu yang tepat beri anak vaksinasi difteri, Terima Kasih

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio yaitu vaksin oral dan suntik. Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam. Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin. Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Jika Sobat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan diatas. Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sobat.

     

    Apabila Sobat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika […]

    Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan agar kamu melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui. Jenis tersebut yaitu trivalent dan quadrivalent. Vaksin trivalent yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalent memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Vaksinasi trivalent merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun. Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pda telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalent hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun keatas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapapun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza. Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasc avaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeridanmerahsertaterkadangbengkak di area yang disuntik. Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza. Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jikareaksipasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh […]

    Suntik Rubella Amankah Buat Anak?

    Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh menteri kesehatan.

    Baca Juga: Rubella dan Kehamilan Serta Dampaknya pada Janin

    Lantas amankah suntik rubella bagi anak? Mari baca penjelasan di bawah ini

    Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program suntik rubella. Tentu program ini memiliki tujuan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari penyakit yang dibawanya saat lahir seperti kelainan jantung, gangguan pendengaran, dan gangguan mental akibat adanya virus pada rahim ibu. Mengetahui tujuan dari suntik rubella tentu dapat disimpulkan bahwa upaya ini memang memberi manfaat yang baik bagi kesehatan anak Sobat kelak.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR

    Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Tentunya upaya ini tidak akan dikampanyekan jika memberikan dampak buruk bagi warganya. Pemerintah telah memikirkan dengan matang upaya pencegahan penyakit rubella dengan melakukan vaksinasi. Jadi, tak seharusnya timbul keraguan pada diri orang tua untuk melakukan suntik rubella. Terlebih di negara lain, rubella menjadi penyebab terbesar beragam penyakit bawaan yang menjangkit anak. Sehingga upaya ini seharusnya benar-benar dijalankan dengan baik.

    Penyakit rubella merupakan penyakit yang umumnya menjangkit anak-anak. Penyakit ini memang bersifat ringan. Meski demikian, tidak seharusnya masyarakat mengabaikan upaya suntik rubella sebagai pencegahan. Sebab apabila penyakit ini menular pada ibu hamil, virus akan merusak janin yang dikandung dan berdampak pada kelahiran bayi yang tidak normal atau dengan membawa penyakit bawaan sejak lahir.

    Selain berakibat buruk bagi bayi yang lahir nantinya, ini juga akan berakibat pada kandungan saat belum lahir yaitu keguguran karena janin tidak mampu bertahan hidup meneriama serangan virus penyebab rubella. Justru dapat disimpulkan penyakit ini ringan bagi anak tetapi berdampak buruk bagi ibu hamil yang tertular.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Oleh karena itu, semakin diyakini bukan bahwa suntik rubella memang sangat diperlukan bagi setiap kalangan masyarakat dari usia berapapun. Pencegahan selalu menjadi prioritas sebelum terjangkit penyakit yang berbahaya. Hal ini juga sudah diperbolehkan oleh MUI terkait aman tidaknya pemberikan suntik rubella.

    MUI memperbolehkan karena suntik rubella adalah upaya pencegahan demi kebaikan masa depan. Selain MUI, suntik ini juga telah direkomendasikan oleh badan kesehatan internasional dan sudah digunakan oleh ratusan negara di dunia. Lantas apa yang menyebabkan suntik rubella tidak aman?

    Pemberian obat akan selalu memberikan efek samping bagi penggunanya. Begitu juga suntik rubella yang akan memberikan reaksipascaimunisasi yang ringan seperti:
    • Demam
    • Luka pada lengan akibat disuntik
    • Ruam
    • Merasapegalkaku di lengan

    Efek ini tidak akan memberi dampak berbahaya sebab tidak akan terjadi pada jangka waktu yang lama. Jadi Sobat tak perlu khawatir apabila mengalami hal demikian. Hal di atas adalah bentuk respon tubuh terhadap zat baru yang masuk dan dikenali oleh tubuhmu.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Campak

    Namun, jika memang efek samping tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama, Sobat tak perlu khawatir dan segeralah ke dokter untuk mendapat perawatan medis dari dokter. Dokter akan memberikan beberapa penanganan yang sesuai dengan kondisi dan keluhanmu. Percayakan kesehatan kepada dokter dan tak perlu alergi melakukan suntik rubella terutama kepada anak.

    Untuk vaksinasi MMR ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi anak ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang […]

    Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang diwakilkan melalui badan World Health Organization (WHO) menjelaskan tentang bahaya penularan penyakit flu, untuk itu WHO merekomendasikan untuk semua orang melakukan vaksinasi flu setiap tahunnya.

    Vaksinasi flu memiliki cara kerja dengan membentuk sebuah benteng untuk mencegah masuknya berbagai virus flu. Saat diberikan suntikan vaksinasi flu, perlu waktu minimal 2 minggu untuk merasakan dampak positifnya dan reaksi antibodinya. Indonesia merupakan negara tropis yang menyebabkan tidak terbacanya kapan virus flu akan menyebar secara cepat, sehingga penggunaan vaksinasi ini akan sangat tepat.

    Seberapa penting vaksinasi flu?

    Vaksinasi flu sangatlah penting karena dapat mencegah manusia untuk tertular infeksi flu yang sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak orang sehat yang tiba-tiba sakit flu dan kemudian berdampak pada kinerja sehari-hari di kantor karena harus absen. Tidak hanya dari Kementrian Kesehatan yang menganjurkan melakukan vaksinasi tapi WHO pun sangat menganjurkan untuk melakukan suntik vaksinasi flu.

    Siapa saja yang harus dapat vaksinasi flu?

    Semua orang memang memerlukan vaksinasi flu untuk dapat terhindar dari penularan penyakit ini. Namun, ada beberapa kriteria yang harus melakukan vaksinasi diantaranya berusia diatas 6 bulan, memiliki riwayat penyakit yang kronis dan wanita yang sedang hamil. Saat akan berpergian jauhpun perlu dilakukan vaksinasi flu demi mencegah penularan flu dari dunia luar seperti saat akan melaksanakan umroh karena di sana seringkali kita akan bertemu dengan berbagai manusia yang berasal dari berbagai kalangan dan memiliki tingkat penyakit yang bervariasi.

    Siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi flu:

    Penularan penyakit memang sangatlah cepat dan berbahaya. Namun, tidak semua orang dapat melakukan vaksinasi dikarenakan berbagai alasan dan orang-orang yang tidak boleh diberi vaksinasi flu adalah anak-anak yang usianya masih dibawah 6 bulan, memiliki alergi terhadap telur dan memiliki riwayat penyakit lumpuh. Bahkan ada orang yang memiliki alergi tehadap komponen vaksin flu sangat tidak dianjurkan karena akan berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

    Apa yang harus saya lakukan sebelum mendapatkan vaksinasi flu?

    Jagalah kondisi badan Sobat bila hendak diberikan vaksinasi flu. Bila Sobat merasa kurang sehat dan sedikit demam, vaksinasi hendaklah ditunda terlebih dahulu hingga Sobat sudah sembuh. Tidak ada ketentuan khusus yang harus dilakukan sebelum dilaksanakannya vaksinasi flu.

    Reaksi pasca vaksinasi flu?

    Selain manfaat yang didapat dari vaksinasi flu ada juga beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi flu diantaranya rasa pegal, merah dan bengkak di lokasi penyuntikan. Namun, reaksi ini tidak akan membuat hal yang berbahaya pada tubuh dan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter bila reaksi lokal ini berlangsung lama.

    Itulah beberapa manfaat yang didapat dari vaksinasi flu yang menjelaskan seberapa pentingnya kegunaan vaksinasi flu bagi kesehatan dan pencegahan tubuh dari penularan penyakit flu. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi terbaik untuk terhindar dari virus flu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    vivahealth.co.id/article/detail/12271/seberapa-penting-vaksinasi-influenza

    Read More
  • Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi. Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak? Tentu […]

    Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi.

    Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak?

    Tentu sangat berbahaya kalo anak tidak pernah mendapatkan vaksinasi campak. Vaksinasi campak menjadi cara yang paling efektif bagi kesehatan karena dapat mencegah dari penyebaran penyakit campak. Vaksinasi berguna untuk kesehatan kita tetapi juga berguna untuk mencegah penyebaran penyakit terhadap orang lain yang disebabkan oleh kita.

    Penggunaan vaksinasi campak sangatlah baik bagi kesehatan dan sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seperti campak. Pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi dunia yaitu WHO sangat menganjurkan untuk melakukannya.

    Penyakit campak bahayanya akan semakin bertambah apalagi kalo anak yang menderita campak juga sedang mengalami gizi buruk dan mengalami penyakit tertentu. Campak paling utamanya akan menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh, itulah penyebab mengapa seseorang memiliki penyakit campak akan rentan terkena penyakit lainnya seperti diare.

    Kapan waktu pemberian vaksinasi campak bagi anak?

    Ikatan Dokter Indonesia(IDAI) mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 9 bulan untuk segera melakukan vaksinasi campak dan berulang ketika bayi sudah berusia 59 bulan. Bagi seorang anak yang terlambat untuk melakukan vaksinasi dan sudah lewat waktu 9 bulan segeralah bawa anak untuk melakukan vaksinasi campak.

    Apakah orang dewasa perlu melakukan vaksinasi campak?

    Sebenarnya tidak melulu anak-anak yang mendapatkan vaksinasi campak karena orang dewasapun sangat perlu mendapatkan vaksinasi ini tentunya dengan dosis yang berbeda. Meskipun, fokus pemerintah sekarang ada pada anak-anak.

    Apakah ada reaksi pasca penyuntikan dari vaksinasi campak?

    Vaksinasi campak dapat menimbulkan beberapa reaksi ringan dan berat pasca penyuntikannya. Reaksi lokal yang dapat timbul adalah kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan. Kemudian, reaksi lain yang mungkin timbul adalah demam ringan yang dapat diredakan dengan pemberian obat penurun panas dosis anak.

    Salah satu program pemerintah mengenai campak adalah Health Universal Coverage yang artinya bahwa program ini mengharuskan seluruh anak mendapatkan vaksinasi campak. Tahap demi tahap terus dilakukan pemerintah agar program pemberian vaksinasi campak bakal sampai ke semua anak yang berada di seluruh Insonesia.

    Vaksinasi campak ini sifatnya wajib bagi anak-anak yang lahir di seluruh penjuru nusantara. Program pemberian vaksinasi campak dilakukan di beberapa tempat seperti sekolah, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).

    Vaksinasi juga ada yang dikombinasikan salah satunya adalah Vaksinasi MR. Vaksinasi MR adalah sebuah pemberian vaksinasi yang mengkombinasikan 2 vaksin sekaligus yaitu vaksin campak dan rubella dan kombinasi kedua vaksin ini telah mendapat persetujuan dari WHO dan Badan POM. Vaksinasi MR bahkan sudah digunakan di berbagai belahan dunia dan telah memberikan jaminan kesehatan pada banyak anak.

    Itulah beberapa ulasan singkat mengenai vaksinasi campak yang telah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Pro dan kontra mengenai program ini sangatlah banyak dan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjangkau seluruh anak yang ada di seluruh Indonesia. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi campak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling […]

    Bahaya Bila Anak Tidak Menerima Vaksin Campak

    Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering menyerang anak-anak atau lebih tepatnya mereka yang masih berusia di bawah lima tahun (balita). Lalu gejala apa yang biasanya muncul ketika anak terserang campak?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Campak-Berikut Penjelasannya

    Gejala campak sendiri biasanya akan timbul setelah beberapa hari, yaitu sekitar 8 hingga 10 hari setelah terjadi infeksi virus campak. Virus campak sangat mudah untuk ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, dengan virus ini dapat bertahan hidup hingga 2 jam di udara sebelum seseorang terjangkit virus tersebut. Salah satu gejala utama dari penyakit campak ini adalah timbulnya ruam di seluruh tubuh serta muncul bercak pada mulut serta terjadinya radang tenggorokan pada anak.

    Apakah hanya itu saja gejala dari penyakit campak? Tentu saja tidak! Masih banyak gejala campak lainnya, seperti demam, mata merah, nyeri tenggorokan dan diare. Diare yang dialami anak pun juga bisa berlangsung selama beberapa hari dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Bukan hanya itu saja, anak juga biasanya akan mengalami radang telinga dan hal ini pastilah juga menimbulkan rasa sakit pada telinga anak.

    Pastinya kita tidak mau kan melihat anak kita tersiksa karena penyakit campak? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit campak pada anak? Yup, jawabannya tepat sekali yaitu dengan melakukan vaksinasi campak. Namun, sayangnya banyak orang tua masih enggan melakukan vaksinasi campak karena berbagai isu alias kabar burung mengenai dampak yang akan timbul setelah anak mendapatkan vaksinasi campak. Namun, apa jadinya jika anak tidak mendapatkan vaksinasi campak sejak dini?

    Waktu Vaksinasi Campak

    Yup, pastinya banyak dari kita bertanya-tanya kapankah saat yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini pada anak. Jawabannya adalah vaksinasi campak ini harus diberikan sedini mungkin, lebih tepatnya ketika anak sudah menginjak usia 9 bulan. Vaksin campak lebih dikenal dengan vaksin MMR atau MR di mana vaksin ini bukan saja hanya berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak namun juga jenis penyakit berbahaya lainnya, seperti virus rubella ataupun gondok. Apakah vaksin campak hanya perlu diberikan sekali pada anak?

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Campak ke Rumah

    Tentu saja tidak! Vaksinasi campak perlu diberikan secara bertahap, alias sebanyak tiga kali. Setelah dilakukan vaksinasi campak pertama pada anak, kita perlu mengulangi vaksin campak ini ketika anak berusia 18 bulan dan vaksinasi campak terakhir ketika anak menginjak usia 6 hingga 7 tahun. Namun, kita tidak perlu melakukan vaksinasi kedua, atau tepatnya ketika anak berusia 18 bulan apabila vaksinasi pertama yang diberikan berupa vaksinasi MMR.

    Bahaya Campak

    Pertanyaan berikutnya yang sering muncul di benak kita adalah apa dampak dari penyait campak ketika anak terlambat melakukan vaksinasi – atau justru tidak melakukan vaksinasi sama sekali sejak mereka masih kanak-kanak. Tentu saja dampaknya sangat fatal, di mana penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi dan tentu saja memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Memangnya apa yang dimaksud dengan penyakit berbahaya di sini? Tentu saja banyak, salah satu contohnya adalah komplikasi campak dapat memicu terjadinya radang paru atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia, radang otak (meningitis) yang dapat menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Bahaya dari campak bukan saja hanya akan dirasakan ketika kita masih kanak-kanak, tetapi dapat mengenai Ibu hamil yang akan menyebabkan dampak panjang yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun. Yup, benar sekali, komplikasi penyakit campak dapat menyebabkan terjadinya gangguan kehamilan dan pastinya hal ini juga mengganggu janin ibu. Beberapa kasus yang sering terjadi terkait dengan ibu hamil adalah mereka mengalami keguguran, lahir prematur, ataupun berat badan bayi lahir rendah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa informasi mengenai campak yang harus kita tahu. Pastinya sekarang sudah tahu kan mengenai pentingnya melakukan vaksinasi campak pada anak? Selain itu, pastinya kita sudah tidak ragu lagi kan melakukan vaksinasi campak sejak dini? So, tunggu apalagi untuk melakukan vaksinasi campak? Yuk, bawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat! Untuk vaksinasi campak ini Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    lifestyle.kompas.com/read/2016/05/26/200500823/Kenali.Gejala.Campak.dan.Pencegahannya
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan. Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa […]

    Jika Imunisasi Terlambat, Apa Dampaknya?

    Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan.

    Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa orang tuaberanggapan bahwa pemberian imunisasi akan menyebabkan anak terjangkit penyakit pasca imunisasi. Padahal, pembuatan jadwal imunisasi yang telah dirancang oleh dokterdanpemerintah tentunya perlu ditaati dan dijalankan agar memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Lantas, apa akibatnya jika imunisasi diabaikan? Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui.

    Pemberian imunisasi tepat waktu tentunya memiliki tujuan agar anak segera memiliki bentuk proteksi terhadap tubuh. Dengan memiliki proteksi lebih dini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya dini pencegahan terjangkitnya suatu penyakit. Dokter mengatakan tidak ada kata terlambat melakukan imunisasi selama anak masih dalam keadaan yang sehat. Tapi, hal itu tentunya akan meningkatkan resiko bagi anak untuk cepat terkena beragam penyakit.

    Kebanyakan orang tua mungkin menunda imunisasi akibat adanya reaksipascaimunisasi setelah pemberian imunisasi seperti demam ringan,bengkakdannyeri di lokasipenyuntikan. Orang tua beranggapan pemberian imunisasi justru memberikan masalah kesehatan pada anak. Padahal, pernyataan tersebut keliru. Hal tersebut hanyalah respon tubuh yang baru mengenali zat pembentuk daya tahan tubuh. Hal ini normal dan tidak berbahaya sebab beberapa hari kemudian tubuh anak akan kembali normal. Jadi, tak ada alasan yang dapat mendukung anak harus terlambat mendapatkan imunisasi.

    Menunda imunisasi masih diperbolehkan oleh dokter ketika anak sedang tidak fit saat memasuki jadwal imunisasi. Namun, penundaan ini tidak boleh berjangka waktu terlalu lama. Sebab semakin terlambat tubuh menerima pembentukan daya tahan tubuh, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit. Selain alasan tersebut, dokter juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki antibodi alami yang justru akan memerangi imunisasi yang diberikan ketika waktunya tidak tepat. Alhasil, imunisasi tidak akan berperan maksimal dalam menjaga kesehatan anak.

    Bagi kamu para orang tua, ada beberapa manfaat yang perlu diketahui agar tidak menunda memberikan imunisasi. Pemberian imunisasi sangat penting agar mencegah tubuh terjangkit penyakit yang membahayakan tubuh. Selain itu, pemberian imunisasi juga mengurangi tingkat resiko tubuh mengalami kematian dan cacat. Tidak hanya itu, imunisasi juga merupakan investasi kesehatan terbesar yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Bukankah mencegah selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengobati? Pemberian imunisasi tersebut merupakan upaya pencegahan agar menghemat biaya yang bisa jadi dikeluarkan saat terkena penyakit nantinya.

    Dari penjelasan di atasdapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan imunisasi justru lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan masalah. Reaksi pasca imunisasi mungkin dapat mengkhawatirkan orang tua, padahal reaksi tersebut dapat ditangani.

    Perlu diingat pula bahwa menunda imunisasi, berarti pula bahwa kamu menunda pemberian daya tahan tubuh kepada anak sekaligus meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang serius yang pada akhirnya membuat anak cacat dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Jika kamu masih saja ragu terhadap manfaat imunisasi dan memilih tidak memberikan hak tersebut pada anak, maka konsultasikan hal tersebut pada dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan membuka pandangan pada kamu bahwa imunisasi sangat penting dilakukan demi kesehatan tubuh di masa depan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 51–60 of 71 results

Chat Asisten ProSehat aja