Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 1–10 of 15 results

  • Mungkin Bunda sering membaca artikel mengenai pijat bayi atau bahkan menonton video cara melaksanakannya di youtube, sehingga bertanya-tanya apa sebenarnya yang istimewa dari pijat bayi. Pijat bayi menjadi sangat penting manfaatnya sebagai penyalur kasih sayang orang tua kepada bayinya. Melalui pemijatan akan terbuka kesempatan bagi orang tua untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Sentuhan pijatan […]

    Apa yang Perlu Bunda Ketahui tentang Pijat Bayi?

    Mungkin Bunda sering membaca artikel mengenai pijat bayi atau bahkan menonton video cara melaksanakannya di youtube, sehingga bertanya-tanya apa sebenarnya yang istimewa dari pijat bayi. Pijat bayi menjadi sangat penting manfaatnya sebagai penyalur kasih sayang orang tua kepada bayinya. Melalui pemijatan akan terbuka kesempatan bagi orang tua untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Sentuhan pijatan orang tua atau pemijatnya akan merangsang perkembangan fungsi panca indranya. Pijatan lembut setiap hari membantu pertumbuhan fisik, emosional dan mempererat hubungan Bunda dan bayi. Pijatan merupakan sentuhan dan sentuhan adalah Cinta. Sentuhan anda akan  membentuk masa depan si kecil yang lebih baik.

    pemijatan bayi

    Pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mengutamakan sentuhan dan pandangan antara orang tua dan bayinya yang merupakan bagian dari komunikasi untuk mempererat keduanya. Manfaat pijat bayi sangat banyak, antara lain:

    • Memperbaiki gangguan tidur
    • Mengurangi emosi, stres, dan tekanan
    • Memberikan rasa nyaman
    • Meningkatkan massa otot
    • Memperlancar pencernaan
    • Meningkatkan nafsu makan dan berat badan
    • Stimulasi saraf otak
    • Meningkatkan daya tahan tubuh
    • Melancarkan peredaran darah

    Selain itu, pemijatan bayi bermanfaat untuk meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak, memberikan rasa percaya diri untung mengurus bayinya, mengurangi risiko kecemasan, depresi, dan stres pada orang tua serta membantu memahami bahasa tubuh bayi.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Bayi

    Pijat bayi dilakukan saat bayi baru lahir hingga usia enam atau tujuh bulan. Pemijatan dilakukan dua kali sehari, saat pagi sebelum mandi dan sebelum tidur. Bayi boleh dipijat dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan lapar dan telah selesai minum susu satu jam yang lalu.

    Hal yang harus dipersiapkan sebelum dilakukan pemijatan:

    • Bersihkan tangan sebelum dilakukan pemijatan
    • Hindari goresan akibat kuku atau perhiasaan, sehingga harus melepaskan perhiasan dan menggunting kuku sebelum memijat
    • Ruangan hangat, nyaman, dan tidak pengap
    • Bayi sudah selesai makan atau tidak dalam keadaan lapar
    • Sediakan waktu khusus selama 15 menit
    • Duduklah dengan posisi nyaman dan tenang
    • Baringkan bayi diatas permukaan yang rata, hangat, lembut, dan bersih
    • Siapkan handuk, baju ganti, popok, baby oil atau minyak zaitun.
    • Minta izin pada bayi sebelum dilakukan pemijatan dengan membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya berbicara.

    Teknik pijat bayi sangat mudah dipelajari sekitar 15 menit, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi itu sendiri maupun pemijatnya, tak ada teknik atau cara pijat yang baku, sehingga kita dapat melakukan sesuai teknik, cara dan keinginan sendiri. Kemudian, urutan pemijatan juga dapat disesuaikan secara individual.

    Apakah ada cara untuk memijat anak yang super aktif?.

    Pemijatan untuk anak usia 8 bulan ke atas sampai dengan 5 tahun, dapat dilakukan sambil bermain,  atau sambil mengikuti apa yang mereka lakukan. Kita tidak bisa memaksa mereka, menyuruh mereka diam, memaksa pemijatan sesuai dengan posisi atau sesuai dengan keinginan Bunda. Disini memang butuh kesabaran dan kelemahlembutan untuk memijat anak yang sedang dalam masa pertumbuhan atau sedang aktif-aktifnya, ya, bunda. Salah satu manfaat pemijatan adalah menurunkan kadar hormon stress anak-anak dan memberi ketenangan pada anak yang lebih aktif. Usahakan jangan melarang anak-anak  yang aktif untuk diam atau mengikuti kata Bunda. Biarkan mereka berkreasi dan aktif sesuai dengan usia mereka. Anak yang aktif adalah salah satu ciri anak sehat, normal dan cerdas.

    Berapakah umum yang disarankan untuk dilakukan pijat bayi?

    Pijat bayi dapat dilakukan sejak lahir dari 0 hingga 6 bulan.

    Apakah bayi yang baru lahir dapat dilakukan pemijatan?

    Bayi baru lahir memang diharuskan untuk dilakukan pemijatan karena masa-masa bayi baru lahir sangat membutuhkan kehangatan, sentuhan dan kenyamanan.

    Apakah hal yang normal bila saat dilakukan pemijatan bayi menangis kencang?

    Nah, ini adalah hal yang keliru, Bunda. Pijat tidak boleh dipaksakan dan diteruskan jika anak sudah tidak nyaman, takut, cemas, nangis dan lain-lain. Hentikan pemijatan jika anak tidak nyaman karena salah satu fungsi serta manfaat pijat adalah menurunkan hormon stres, memberikan ketenangan, kenyamanan, rasa hangat, aman dan nyaman pada anak Bunda. Jangan lakukan dan jangan paksakan lagi, ya Bunda jika anak menangis dan tidak mau dipijat.

    Apakah hal yang tidak dianjurkan atau tidak diperbolehkan pada pemijatan bayi?

    Tindakan atau hal yang tidak dianjurkan serta harus diperhatikan orang tua agar tujuan pemijatan tercapai:

    1. Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan atau minum
    2. Jangan memijat bayi saat bayi lapar atau haus, rewel, kondisi badan sedang sakit, tidak mau disentuh/dipijat
    3. Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan
    4. Jangan memijat bayi pada saat bayi dalam keadaan sedang sakit
    5. Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.
    6. Jika bayi saat dipijat menimbulkan kemerahan atau ada efek alergi karena sesuatu hal misalkan dari minyak  atau kondisi bayi yang sudah tidak nyaman, jangan lanjutkan, ya Bunda

    Bagaimana membiasakan anak yang tidak biasa dipijat supaya mau dipijat?

    Pemijatan adalah sentuhan cinta dan sentuhan kenyamanan. Jika anak-anak menolak dan tidak nyaman, jangan paksakan dan teruskan,ya Bunda.. Tapi lakukan perlahan sesuai kondisi dan keadaan anak-anak Bunda. Bunda harus sabar dan jika anak menolak untuk dipijat oleh terapis atau tukang pijat, saya sarankan Bunda yang harus melakukan sentuhan pijatan tersebut dengan cara yang menyenangkan seperti sambil bermain, sambil ngobrol, sambil bersantai. Jangan paksakan jika anak belum dan tidak mau dipijat karena jika dipaksakan akan menimbulkan efek trauma, kecemasan serta nyeri.

    Minyak jenis apakah yang dapat digunakan selama pemijatan?

    Jenis minyak pijat yang dapat digunakan adalah yang aman dan tidak menimbulkan alergi. Bunda bisa menggunakan minyak zaitun 100 % yang olive oil bukan yang untuk masak atau salad ya Bunda, tapi yang ada tulisan 100% olive oil yang biasa  di supermarket besar. Selain olive oil, Bunda bisa menggunakan minyak kelapa murni, baby oil, baby lotion, atau minyak untuk pijat bayi yang aman. Minyak kutus tidak disarankan untuk digunakan dulu pada bayi usia 0 sampai 2 tahun.

    Minyak kutus dapat untuk anak 5 tahun ke atas. Hal ini karena minyak tersebut bisa menimbulkan perih di mata dan terkadang untuk anak yang kulitnya sangat sensitif dapat menimbulkan  kemerahan dan rasa terbakar. Bunda juga perlu memperhatikan saat mengoles minyak ke tubuh bayi/anak ketika  minyak tersebut menimbulkan iritasi, kemerahan, rasa terbakar, bentol, anak atau bayi tidak nyaman. Bila hal ini terjadi, jangan melanjutkan pemijatan. Segera cuci bersih atau lap kulit bayi jika minyak yang bunda gunakan menimbulkan alergi atau ketidaknyamanan.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Ditanyakan

    Apakah pemijatan dapat dilakukan bila bayi/anak sedang sakit atau terkilir?

    Pemijatan untuk bayi atau anak dilakukan saat kondisi anak atau bayi sehat. Pemijatan bayi atau anak tidak disarankan untuk mereka yang kondisinya sedang tidak sehat. Pemijatan bayi atau anak merupakan pemijatan yang ringan, nyaman, menyenangkan dan memberi rasa aman.

    Jika bayi atau anak yang jatuh dan terkilir atau keseleo sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan tidak boleh dipijat. Kenapa tidak boleh dipijat? Sebaiknya, hal pertama harus dilakukan adalah pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan nantinya atau menyebabkan kondisi lebih parah lagi.

    Kemudian, Bunda dan para orang tua tidak tahu terapis atau tukang pijat nya apakah sudah ahli, sudah pengalaman atau belum, tahu, bisa atau mengerti dan bersertifikat. Jangan sampai mereka salah pijat, nanti malah membahayakan kondisi anak.

    Apakah ada bagian yang tidak boleh dipijat pada bayi/anak?

    Bagian yang tidak boleh dipijat adalah daerah kepala seperti ubun-ubun, sekitar atau dekat dengan mata, daerah sekitar ulu hati bayi atau anak dan daerah tulang belakang. Pijatan dilakukan di hanya di area atau bagian tubuh mulai dari wajah, dada, perut, lengan dan tangan, kaki serta punggung. Tekanan tiap gerakan pijatan tidak boleh terlalu keras atau dipaksakan.

    Setiap gerakan pijatan dilakukan sambil melihat kondisi bayi, apakah bayi nyaman saat di pijat di bagian tubuhnya atau tidak. Jika bayi terlihat nyaman maka teruskan dan lanjutkan. Tapi jika kita melihat bayi saat bayi dipijat dan terlihat tidak nyaman, jangan dilanjutkan, ya Bunda. Berhenti lakukan pemijatan jika bayi sudah tidak nyaman walaupun rangkaian pijatan belum selesai.

    Apakah gerakan mengangkat tangan/kaki bayi pada saat pemijatan berbahaya?

    Pada pemijatan bayi atau anak, memang ada gerakan-gerakan seperti mengangkat tangan bayi atau kaki bayi. Gerakan ini ada manfaatnya serta dilakukan secara perlahan dan tidak memaksa jika bayi tidak nyaman atau tidak mau melakukannya. Gerakan-gerakan ini aman dilakukan ke bayi jika terapisnya sudah mengerti, tahu serta dilakukan secara hati-hati.

    Sekali lagi gerakan ini tidak boleh dipaksakan jika bayi tidak mau, seperti yang saya bilang tadi jangan paksakan bayi pada posisi tertentu. Jika dilakukan dengan aman dan oleh terapis yang benar serta tidak memaksakan, tidak masalah untuk melakukan gerakan ini. Jika bunda khawatir melihat gerakan tersebut, Bunda bisa berbicara kepada terapisnya untuk tidak melakukan gerakan itu.

    Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Dicek Untuk Ibu dan Bayi Sebelum Naik Pesawat

    Pada gerakan pijat telapak kaki apakah betul gerakannya harus dari bawah ke atas? Apakah hal ini bagus untuk perkembangan motoriknya?

    Pada gerakan pijat telapak kaki, lakukan tekanan titik telapak kaki dengan kedua ibu jari berjalan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah bunda. Gerakan ini membantu untuk perkembangan motorik. Contoh perkembangan motoriknya seperti berjinjit, berjalan, berlari, menendang, melompat dengan kedua jari. Ini sangat membantu agar anak-anak siap melakukan apa yang mereka ingin lakukan atau sesuai dengan perkembangan usia dan  motorik mereka.

    Seberapa sering pemijatan pada bayi boleh dilakukan?

    Pijat bayi dilakukan sebaiknya 2 kali sehari dan dilakukan secara rutin sambil melihat kondisi bayi, orang tua serta seberapa banyak waktu untuk dilakukan pemijatan. Waktu pemijatan sekitar 15 menit sampai dengan 20 menit sesuai kebutuhan.

    LINK VIDEO PIJAT BAYI: https://www.youtube.com/channel/UCjl6_LAhZUrUJj8ssqRnDbQ

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berusia 8 bulan? Saatnya ia dikenalkan dengan camilan berupa finger food alias makanan yang bisa dipegang sendiri. Kira-kira, camilan atau finger food seperti apa yang cocok dan baik untuknya? Yuk, simak trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan berikut: Sesuai istilahnya, finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi dan […]

    Trik Memberikan Finger Food untuk Bayi 8 Bulan

    Bayi Moms sudah berusia 8 bulan? Saatnya ia dikenalkan dengan camilan berupa finger food alias makanan yang bisa dipegang sendiri. Kira-kira, camilan atau finger food seperti apa yang cocok dan baik untuknya? Yuk, simak trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan berikut:

    Sesuai istilahnya, finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi dan diperuntukkan pada bayi yang sudah diperkenalkan dengan MPASI. Artinya makanan tersebut mudah digigit, mudah dikunyah, mudah diambil dengan jari dan mudah dipegang. Tahap makan finger food ini sangat penting bagi si kecil.

    Selain menyenangkan, ini adalah langkah awal bayi untuk belajar makan sendiri dan melatih kemandiriannya. Tahap ini juga membantu bayi untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Mula-mula, bayi Moms mungkin akan meremas finger food dengan tangannya lalu membawanya ke mulut. Pelan-pelan dan sabar saja, Moms. Lama-lama nanti dia akan tahu, kok, bagaimana menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk mengambil makanan dengan baik.

    Perhatikan Segi Keamanan

    Ketika memilih finger food untuk bayi, mulailah dengan potongan kecil makanan lunak yang mudah hancur/lumer ketika dikunyah dengan gusinya, misalnya potongan buah pisang, roti tawar, biskuit bayi. Maklum, gigi bayi belum banyak tumbuh. Nanti, ketika ia sudah mulai nyaman dengan makanan yang diberikan, Moms bisa memberikan ia pilihan lain yang lebih banyak.

    Namun, pada tahap awal, hindari memberi bayi potongan finger food yang besar, lengket dan tidak mudah lumer dalam mulut bayi. Panduan Pemberian Makanan Bayi dari Departemen Kesehatan Australia menegaskan bahwa makanan dengan risiko tinggi tersedak seperti kacang utuh, anggur utuh, biji-bijian, wortel mentah, popcorn, seledri dan potongan apel harus dihindari selama 3 tahun pertama karena ukuran atau konsistensi makanan tersebut meningkatkan risiko tersedak. Dianjurkan juga agar orangtua selalu mengawasi bayi maupun batita saat mereka makan untuk mencegah tersedak.

    Selain itu, tahan diri pula untuk tidak memberikan camilan atau makanan ringan yang biasanya dikonsumsi oleh Moms. Banyak camilan dewasa memiliki rasa yang sangat manis atau sangat asin, misalnya kue-kue manis atau keripik yang memiliki jumlah kandungan natrium yang besar. Ingat, bayi Moms membutuhkan makanan kaya nutrisi, bukan kalori kosong.

    Rekomendasi Finger Food untuk Bayi 8 Bulan

    Berikut adalah beberapa finger food terbaik untuk bayi 8 bulan Anda, termasuk untuk bayi yang belum mempunyai gigi sama sekali.

    1. Puffs Sereal. Sereal kering berbentuk O ini adalah makanan ringan yang populer untuk bayi yang belajar menjepit makanan dengan jarinya. Terbuat dari gandum utuh yang kaya nutrisi dan mudah lumer ketika bercampur dengan ludah di mulut bayi.
    2. Roti tawar dan biskuit bayi. Potongan-potongan kecil roti tawar lunak (tanpa kulit pinggiran) maupun biskuit bayi sangat bagus dijadikan sebagai camilan untuk bayi sebab mudah hancur ketika dikunyah. Saat bayi bertambah besar (usia 9 hingga 12 bulan), Moms bisa mencoba memberikan potongan yang sedikit lebih besar atau menyajikan roti dengan lapisan pisang atau alpukat tumbuk, atau selai kacang.
    3. Buah lunak. Buah yang sangat matang akan lembut secara alami, sehingga bagus dijadikan finger food. Pisang matang, peach, semangka, raspberry, blueberry dan melon yang dipotong kecil-kecil adalah alternatif pilihan yang baik.
    4. Buah yang mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi ini dapat membantu meningkatkan perkembangan otak bayi. Seperti layaknya puff sereal, alpukat matang kerap dijadikan sebagai camilan atau finger food pertama untuk bayi. Sangat aman untuk diberikan pada bayi, bahkan yang giginya belum tumbuh sekalipun.  Memang sih, saat si kecil makan alpukat, biasanya tangan dan mulut, bahkan meja ataupun lantai, akan belepotan dan berantakan. Namun, itu momen yang berharga, kok, Moms, dan sangat bagus untuk diabadikan lewat kamera foto.
    5. Tahu adalah sumber protein nabati yang luar biasa dan finger food yang sempurna untuk bayi. Pilih tahu yang keras, yang masih cukup lunak, dibandingkan dengan tahu yang super lunak atau tahu sutra, yang kemungkinan akan hancur di tangan bayi dan membuatnya frustrasi.
    6. Sayuran yang dimasak. Agar tetap mendapatkan nutrisi dari sayuran, kukus atau rebuslah sayur hingga lembut, dan, tentu saja, potong kecil-kecil. Cobalah sayuran seperti ubi manis, wortel, brokoli, kembang kol, atau bit (pilihlah bit kuning agar tidak terlalu berantakan) untuk diberikan kepada bayi 8 bulan. Pastikan Moms mencuci bersih semua sayuran sebelum mengolahnya. Saat bayi bertambah besar dan giginya sudah lebih banyak tumbuh, Moms dapat memberikan potongan wortel kukus atau irisan kentang manis yang dikupas.
    7. Jika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda alergi susu, maka sangat aman untuk memperkenalkan keju setelah bayi mulai mengenal MPASI. Namun, pilihlah keju yang telah dipasteurisasi, yang lembut tetapi tidak terlalu lengket atau bau, seperti keju cheddar. Potong keju tersebut kecil-kecil.
    8. Kue Muffin Buatan Sendiri. Muffin yang dibeli di toko biasanya bertabur gula. Namun, banyak kok resep muffin yang sehat. Moms bisa membuat sendiri, gunakan tepung gandum utuh, tambahkan saus apel sebagai pengganti gula dan lengkapi dengan bahan-bahan sehat seperti pisang tumbuk. Panggang dalam loyang muffin mini. Lalu pecahkan menjadi potongan-potongan kecil untuk bayi.

    Demikianlah beberapa trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan. Nanti, saat bayi Moms sudah berusia 9 bulan ke atas, kontrol atau penguasaan jari-jarinya akan lebih berkembang. Inilah saat yang tepat untuk mendorong bayi belajar lebih sering makan sendiri, baik makanan utama maupun camilan. Penting untuk dicatat bahwa saat ia makan finger food, jangan pernah membiarkan bayi sendirian. Selalu awasi dan usahakan mereka duduk tenang saat makan, tidak sambil berdiri, merangkak atau bergerak ke sana kemari sebab hal ini bisa meningkatkan risiko tersedak.

    Nah, Moms, siap memberikan finger food untuk si kecil? Sekarang Moms tak perlu repot, untuk mencari informasi atau panduan tentang makanan sehat bayi lainnya, Moms bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Ditunggu, ya!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. 13 Best Finger Foods for Baby [Internet]. Thebump.com. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: thebump.com/a/finger-foods-for-baby
    2. Foods S, Basics S. Finger foods for your baby | BabyCenter [Internet]. BabyCenter. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: babycenter.com/finger-foods
    3. The Importance of Finger Food – One Handed Cooks [Internet]. One Handed Cooks. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: onehandedcooks.com.au/the-importance-of-finger-food/
    Read More
  • Saat memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah MPASI si kecil sudah memenuhi asupan gizi seimbang? Ya, pada usia 6 bulan, bayi Moms mulai membutuhkan lebih banyak kalori, dan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh bayi 6 bulan? Yuk, Moms, simak ulasan berikut! Kebutuhan Kalori Bayi 6-24 […]

    Pastikan MPASI Si Kecil Mengandung Nutrisi Penting Ini!

    Saat memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah MPASI si kecil sudah memenuhi asupan gizi seimbang? Ya, pada usia 6 bulan, bayi Moms mulai membutuhkan lebih banyak kalori, dan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh bayi 6 bulan? Yuk, Moms, simak ulasan berikut!

    Kebutuhan Kalori Bayi 6-24 Bulan

    Ketika berusia 0-6 bulan, sumber kalori utama bayi adalah ASI. Kemudian, kalori dari ASI mulai berkurang karena ia sudah mulai mendapatkan MPASI. Menginjak 24 bulan atau setahun, sumber kalori utama bayi adalah makanan.

    International Lactation Consultant Association (ILCA) merekomendasikan kebutuhan kalori untuk bayi menyusui per hari adalah sebagai berikut:

    • Usia 6-8 bulan, bayi butuh 682 kalori, terdiri dari ASI (486 kalori) dari MPASI (196 kalori)
    • Usia 9-11 bulan,bayi butuh 830 kalori, terdiri dari AS( (375 kalori) dan MPASI (455 kalori)
    • Usia 12-24 bulan, bayi butuh 1.092 kalori, terdiri dari ASI (313 kalori) dan MPASI (779 kalori)

    Pada usia 6 bulan, ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Moms agar ia bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik, antara lain zat besi, vitamin A, kalsium dan vitamin D. Jadikan hal ini patokan saat Moms hendak membuat menu MPASI untuk si kecil.

    Zat Besi untuk Perkembangan Otak

    Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang membawa oksigen melalui darah ke seluruh sel tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, maka akan menyebabkan anemia. Hal ini berarti, oksigen tidak diangkut dengan baik ke organ dan otot tubuh. Pada periode satu tahun pertama kehidupan bayi, zat besi sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat.

    Jika bayi tidak cukup mendapatkan asupan zat besi, mereka akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

    • Mengalami peningkatan berat badan yang lambat.
    • Kulit pucat.
    • Tidak nafsu makan/menyusu.
    • Sering rewel dan gelisah.
    • Tak hanya itu, bayi dengan defisiensi zat besi akan tampak kurang aktif secara fisik dan perkembangan kemampuannya lebih lambat dibandingkan bayi yang cukup mendapat asupan zat besi.

    Makanan Kaya Zat besi

    Bayi dilahirkan dengan simpanan zat besi dalam tubuhnya, yang diambil dari tubuh ibu sejak mereka dalam kandungan. Namun, cadangan zat besi pada tubuh bayi umumnya menurun setelah ia menginjak usia 6 bulan. Itu sebabnya, Moms perlu mengenalkan makanan tambahan yang kaya zat besi pada tahap pemberian MPASI. Bayi berusia 6-12 bulan setidaknya membutuhkan 11 mg zat besi.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi usia 6 bulan diberikan makanan yang lumat atau halus, seperti bubur saring dan puree (makanan yang ditumbuk/dihaluskan). Teksturnya tidak terlalu cair atau encer. Tandanya bisa dilihat dari makanan yang tidak tumpah bila sendok dimiringkan.

    Nah, banyak sekali bahan makanan kaya zat besi yang bisa Moms olah untuk dijadikan MPASI. Pertama, zat besi heme (yang terikat dengan protein) dan lebih mudah diserap oleh tubuh, berasal dari hewan. Kedua, zat besi non heme (tidak terikat pada protein) yang berasal dari nabati.

    Berikut ini contoh daftar makanan yang bisa Moms tambahkan dalam asupan MPASI si kecil:

    • Zat Besi Heme: hati ayam, hati sapi, ikan sarden, daging sapi, daging ayam
    • Zat Besi Non Heme: labu, tahu, kentang, bayam, brokoli, kacang hijau, kacang polong

    Agar tubuh lebih mudah menyerap zat besi, kombinasikan makanan sumber zat besi tersebut dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu merah atau tomat.

    Vitamin A untuk Kesehatan Mata

    Vitamin A sangat penting untuk kesehatan mata dan mencegah bayi dari kebutaan. Baik pula untuk pertumbuhan sel dan jaringan di dalam tubuh (khususnya rambut, kuku dan kulit) maupun pertumbuhan tulang. Tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin A sendiri. Oleh karena itu, Moms harus memberi asupan vitamin A melalui makanan pada si kecil, atau suplemen tambahan seperti tetes vitamin A.

    Banyak sekali bahan makanan kaya akan vitamin A yang bisa Moms tambahkan ke dalam menu MPASI si kecil. Daftar berikut ialah sumber vitamin A yang baik, yaitu: sayuran seperti wortel, ubi jalar, labu, bayam, kale, brokoli, kacang polong;  bijian-bijian seperti gandum; dan buah-buahan seperti aprikot, melon, mangga dan persik.

    Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang

    Nutrisi penting lain yang dibutuhkan bayi Moms adalah vitamin D yang diperlukan untuk pertumbuhan dan membangun tulang yang kuat, membantu penyerapan kalsium dan menjaga kekebalan tubuh. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan semua bayi yang minum ASI maupun susu formula (yang mengasup kurang dari 32 ons susu formula per hari), harus mendapatkan suplemen vitamin D dalam beberapa hari setelah lahir.

    Di Amerika Serikat, AAP merekomendasikan bahwa semua anak (mulai dari usia bayi hingga remaja) menerima 400 IU (10 mcg) vitamin D per hari. Paparan sinar matahari adalah sumber vitamin D terbaik. Indonesia adalah negara tropis sehingga seharusnya bayi tidak kesulitan untuk menerima sinar matahari pagi yang bermanfaat untuk merangsang pembentukan vitamin D bagi tubuh.  Moms bisa menjemur bayi pagi hari antara pukul 07.00 – 08.00 saat matahari tidak bersinar terik. Tak perlu lama-lama, cukup 15 menit.

    Selain itu, Moms bisa memasukkan bahan makanan yang mengandung vitamin D ke dalam menu MPASI si kecil, seperti minyak ikan, oatmeal, salmon, tuna, jus jeruk, keju impor yang difortifikasi, mackerel, dan margarin.

    Nah, demikianlah pentingnya beberapa nutrisi seperti zat besi, vitamin A dan D yang dibutuhkan bayi pada 6 bulan di tahap MPASI. Informasi lain perihal makanan sehat atau masalah kesehatan lain, Moms bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. International Lactation Consultant Association. (2013). Core Curriculum for Lactation Consultant 3rd Edition. Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning, p.340.
    2. Who.int. (2018). WHO | What is the recommended food for children in their very early years?. [online] Available at: who.int/features/qa/57/en/ [Accessed 9 Oct. 2018].
    3. Nutrition, F., Toddlers, H. and Staff, B. (2018). Vitamin D in your child’s diet | BabyCenter. [online] BabyCenter. Available at: babycenter.com/0_vitamin-d-in-your-childs-diet_10324696.bc [Accessed 9 Oct. 2018].
    4. PubMed Central (PMC). (2018). Iron needs of babies and children. [online] Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528681/ [Accessed 9 Oct. 2018].
    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan […]

    10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan kacang–kacangan yang penuh dengan protein sehingga baik dikonsumsi oleh anak kita.

    Tentunya makanan yang terbaik untuk bayi tetap saja adalah ASI karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan sesuai kebutuhan bayi, tapi setelah itu tentunya Moms harus mempersiapkan anak untuk menerima Makanan Pendamping selain ASI (MPASI).

    Sebelum mulai memberikan makanan, diskusikan dulu kepada dokter anak tentang kesiapan bayi Moms untuk makanan, mulai dari mengetahui makanan apa yang akan diperkenalkan, dan kapan. Kemudian Moms bisa mengenalkan makanan satu per satu, tunggu setidaknya 3 hari untuk mengawasi reaksi alergi yang mungkin terjadi.

    ASI eksklusif diberikan hingga anak berusia 6 bulan, tapi tetap direkomendasikan untuk diberikan bersamaan dengan makanan padat hingga anak berusia 12 bulan atau bahkan lebih lama. Banyak jenis makanan padat yang dapat diberikan kepada anak sejak usia 6 bulan. Si kecil akan mendapatkan banyak manfaat jika ia sudah terbiasa dengan tekstur dan rasa dari berbagai makanan, mulai dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, hingga kebiasaan makan yang sehat sejak kecil.

    Berikut ini adalah 10 makanan sehat yang dapat Moms berikan pada bayi:

    1. ALPUKAT

    Buah ini mengandung banyak protein dan lemah tak jenuh yang sehat dan dapat membantu meningkatkan perkembangan otak. Bahkan komposisi lemak alpukat agak mirip dengan ASI karena mengandung banyak lemak, alpukat dapat membuat anak kenyang lebih cepat, sehingga berikan sedikit di samping makanan lainnya seperti potongan daging ayam. Jika Moms hendak memberikan alpukat, hancurkan buah hingga menjadi bubur dan berikan pada anak. Makanan ini baik diberikan pada bayi usia 6 bulan atau lebih.

    1. PISANG

    Pisang mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi serta serat yang membantu pencernaan anak. Pisang juga mengandung sumber potassium yang baik, buah yang mudah didapat ini juga mengandung vitamin B6 dan vitamin C, kalsium, dan zat besi. Pastikan pisang yang Moms berikan kepada anak sudah matang dan benar–benar dihaluskan.

    1. BLUEBERRY

    Blueberry mengandung banyak antioksidan. Buah ini juga mengandung flavonoid yang bermanfaat bagi mata, otak, dan saluran kemih anak.

    1. BROKOLI

    Sayuran ini mengandung serat, flat, dan kalsium. Perkenalkan anak Anda dengan brokoli lebih awal, sebab ini dapat membantunya untuk menyukai sayuran–sayuran hijau lainnya sehingga baik untuk pengenalan awal anak terhadap sayur.

    1. DAGING

    Daging ayam, kambing atau sapi merupakan sumber protein yang baik dan juga seng, riboflavin, niasin, vitamin B6 dan zinc. Pastikan daging yang diberikan pada anak lunak. Bayi lebih mudah menyerap zat besi dari daging dibanding dari sereal yang diperkaya zat besi. Makanan ini sebaiknya diberikan pada bayi usia 7 hingga 10 bulan atau lebih.

    1. PLUM

    Buah plum mengandung banyak serat, lembut dan manis. Ketika bayi Moms mulai berganti ke makanan padat, bayi dapat mengalami konstipasi. Tambahkan buah plum yang sudah dikeringkan untuk membantu pencernaan.

    1. TELUR

    Telur mengandung banyak kandungan. Putih telur mengandung protein dan kuning telur mengandung seng, vitamin A, D, E dan B12. Kuning telur juga mengandung kolin yang sangat penting untuk perkembangan dan kesehatan otak. Namun bila anak Moms menunjukkan gejala alergi pada telur, maka hentikan pemberiannya dan konsultasikan segera pada dokter.

    1. UBI JALAR

    Ubi jalar merupakan makanan yang lumayan popular untuk bayi karena teksturnya yang lembut dan manis. Makanan ini mengandung beta karoten (yang nantinya akan diubah badan menjadi vitamin A), vitamin C, anti oksidan dan mineral, termasuk besi dan tembaga. Baik diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan atau lebih.

    1. LABU

    Makanan ini sangat kaya beta karoten dan diakui bagus untuk mata. Labu juga mengandung vitamin C, dan teksturnya yang lembut menambah daya tarik.

    1. YOGHURT

    Yoghurt mengandung banyak kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi. Moms dapat memberikannya pada anak, mulai dari usia 6 bulan, jauh sebelum anak siap untuk diberikan susu sapi. Berikan yoghurt yang tidak ditambahkan pemanis buatan dan carilah yoghurt yang asli karena mengandung banyak bakteri yang baik untuk pencernaan anak. Yoghurt dapat diberikan pada bayi usia 9 bulan atau lebih.

    Moms juga perlu tahu, ada beberapa makanan yang TIDAK direkomendasikan untuk diberikan pada bayi, seperti:

    Madu

    Jika Moms ingin menambah manis pada makanan bayi, tidak disarankan menggunakan madu karena terdapat botulisme pada madu. Perut bayi di bawah usia 1 tahun belum dapat melawan spora botulisme, sehingga hindari pemberian madu pada bayi hingga usia lebih dari 1 tahun.

    Kacang dan kacang tanah

    Moms dapat mengenalkan kacang pada bayi usia 1 tahun dengan jumlah kecil dalam bentuk selai, namun hindari kacang dalam bentuk utuh sampai anak usia 4 tahun agar anak tidak tersedak.

    Susu sapi

    Susu sapi tidak mudah dicerna oleh perut bayi, sehingga para ahli merekomendasi pemberian susu sapi pada anak usia lebih dari 1 tahun.

    Jus buah

    Bayi yang kurang dari 12 bulan tidak boleh diberi jus. Jus dapat mengurangi nafsu makan untuk makanan lain yang lebih bergizi, termasuk ASI, susu formula, atau keduanya. Terlalu banyak jus juga dapat menyebabkan ruam pada popok, diare, atau kenaikan berat badan yang berlebihan.

    Kini Moms tidak perlu bingung lagi jika hendak memilih menu makanan untuk anak. Jika Moms ingin mencoba menu baru, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada ahli gizi dan dokter. Pastikan perkembangan dan nutrisi anak selalu terpenuhi.

    Selain itu, jika Moms ingin mencari tahu informasi kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Makanan Sehat Untuk Bayi – http://gizi. Depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Bayi1.pdf, diunduh pada tanggal 18-9-2018.
    2. The 10 best foods for babies – babycenter.com/0_the-10-best-foods-for-babies_10320505.bc, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Best food for baby – thebump.com/a/best-foods-for-baby, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    4. Five best foods for babies – babycentre.co.uk/a25010529/five-best-foods-for-babies, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    5. Baby nutrition in the First year: What to Feed your Baby Now – webmd.com/parenting/baby/baby-food-timeline#1, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    6. Starting Solid Foods – htealthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    Read More
  • Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun […]

    Tip Membuat Bubur Bayi 6 Bulan yang Sehat dan Bergizi

    Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun bervariasi, mulai dari anak yang mengalami sakit ringan hingga berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Pastinya kita tidak ingin kehilangan buah hati karena sebuah penyakit bukan?

    Pastinya bukan rahasia lagi jika anak-anak; terutama bayi sangat rentan terhadap penyakit. Kok bisa? Faktor daya imun bayi yang belum sekuat atau sebaik orang dewasa adalah alasan utama mengapa mereka lebih rentan terhadap penyakit, sekalipun penyakit tersebut hanyalah influenza. Lalu, bagaiman cara menjaga kesehatan anak ketika mereka masih berusia hitungan bulan? Tentu saja banyak! Salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak adalah melalui asupan makan mereka. Lho, bukankah bayi belum boleh mengonsumsi makanan selain ASI ketika mereka belum menginjak usia satu tahun?

    Eits jangan salah, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan sejak usia 6 bulan lho! ASI eksklusif memang disarankan untuk diberikan hingga anak menginjak usia 2 tahun, tapi kita juga bisa memberikan MPASI alias makanan pendamping ASI sejak anak berusia 6 bulan. Memberikan MPASI juga sangat disarankan karena berarti bayi akan mendapatkan tambahan nutrisi selain dari ASI dan membuat mereka tidak rentan terhadap penyakit. MPASI yang dimaksud di sini tentu saja berbentuk bubur, mengingat bayi berusia 6 bulan belum bisa mengonsumsi makanan keras karena gigi mereka masih dalam masa pertumbuhan. Kira-kira apa saja ya bahan makanan yang aman untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak tips membuat bubur bayi 6 bulan yang sehat dan bergizi!

    1. Bubur pir

    Bubur bayi 6 bulan pertama berasal dari buah-buahan, lebih tepatnya kita akan membuat bubur pir. Ketika kita membuat bubur pir, sebaiknya tidak usah kita berikan tambahan gula karena gula justru memicu anak mengalami obesitas. Tidak ditambahkannya gula pada bubur buah ini juga akan mengajarkan anak mengenai rasa alami dari buah pir. Untuk membuat bubur buah yang satu ini bisa dibilang sangat mudah karena yang perlu kita lakukan adalah mengupas kulit buah pir terlebih dahulu lalu menghaluskannya menggunakan blender.

    2. Bubur susu

    Bubur bayi yang satu ini sangatlah bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selain kita memberikan asupan nutrisi melalui ASI. Pada pembuatan bubur susu, sebaiknya kita menggunakan beras merah karena kandungan nutrisi yang terdapat pada beras merah jauh lebih tinggi daripada yang terkandung pada beras putih.

    3. Bubur tim brokoli

    Bukan hanya buah-buahan, anak berusia 6 bulan juga sudah bisa mengonsumsi beberapa sayuran yang pastinya perlu kita olah menjadi lembut terlebih dahulu sehingga bayi tidak kesulitan untuk mencernanya. Untuk membuat bubur tim brokoli, tentu saja kita memerlukan beras dan kita juga bisa menambahkan wortel serta hati ayam agar cita rasa bubur bayi ini semakin lezat. Terlebih dahulu kita perlu mengukus brokoli, hati ayam, serta wortel dan setelah matang baru kita campurkan dengan bubur nasi yang sudah kita buat sebelumnya. Sebaiknya kita menghaluskanya lagi menggunakan blender supaya anak semakin menikmati buburnya.

    4. Bubur kentang

    Bukan hanya berasal dari buah dan sayuran, mengolah sumber karbohidrat juga sangatlah disarankan untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kentang sangatlah aman untuk diolah menjadi bubur karena mengandung karbohidrat serta serang yang tinggi. Kedua kandungan ini akan membantu melawan bakteri dan virus yang dapat menyerang usus dan berarti menjauhkan anak dari mengalami gangguan pencernaan. Pembuatan bubur kentang pun sangat mudah, yaitu dengan mengukus beberapa kentang terlebih dahulu dan setelah dingin kita bisa menghaluskannya menggunakan sendok ataupun blender. Kita juga bisa menambahkan ASI pada bubur kentang ini supaya anak semakin mudah untuk mencernanya.

    5. Bubur alpukat

    Alpukat adalah buah berikutnya yang aman untuk dikonsumsi buah hati dan pastinya juga memberikan banyak manfaat untuk mereka. Tingginya kandungan asam folat pada alpukat mampu untuk meningkatkan berat badan dan membuat kulit anak semakin sehat. Bukan hanya itu saja, berbagai kandungan lainnya yang terdapat dalam alpukat berfungsi untuk mencegah terjadinya peradangan yang berarti mencegah datangnya berbagai penyakit pada si kecil. Untuk membuat bubur alpukat ini juga bisa dibilang sangat mudah, yaitu dengan memotong-motong kecil alpukat lalu menghaluskannya dengan blender hingga tekstur alpukat menjadi lembut. Setelah dirasa lembut, maka bubur alpukat ini siap dihidangkan untuk si kecil.

    6. Bubur kacang hijau

    Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi bubur dan kabar baiknya bubur kacang hijau juga aman untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kandungan protein serta serat yang tinggi pada kacang hijau efektif untuk meningkatkan metabolisme bayi sehingga mereka tidak akan mudah jatuh sakit. Membuat bubur kacang hijau juga bukan suatu hal yang sulit karena kita hanya peru merebus kacang hijau hingga lembut kemudian menyaringnya. Sari kacang hijau inilah yang akan kita berikan pada bayi dan bisa kita berikan secara rutin setiap hari.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips bubur bayi 6 bulan yang bisa kita buat sewaktu-waktu. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai makanan apa yang tepat untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan? Bubur bayi ini pastinya juga menyehatkan sehingga aman untuk dikonsumsi dan bisa kita berikan sewaktu-waktu. So, kapan kalian akan memberikan bubur bayi menyehatkan ini untuk anak?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot […]

    Simpan Resep MPASI 9 Bulan Berikut

    MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot oromotor (otot yang ada pada mulut bayi) serta motorik bayi sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

    Satu hal yang perlu kita ingat ketika memberikan MPASI pada bayi adalah memberikannya dengan perlahan. Ketika kita memberikannya terlalu cepat atau makanan yang diberikan tidak cocok dengan kondisi bayi maka yang terjadi justru bukan suatu hal yang kita inginkan – alias akan timbul berbagai masalah pada bayi. Bukan hanya itu saja, meskipun bayi sudah mulai dapat mengonsumsi makanan bukan berarti kita dapat menghentikan pemberian ASI pada bayi. Menghentikan ASI sebelum waktunya akan menimbulkan berbagai masalah dan salah satu contoh sederhananya adalah bayi akan rentan terhadap penyakit. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Apakah ada tanda lainnya yang perlu kita perhatikan sebelum bayi diberikan MPASI? Jawabannya tentu saja ada! Terdapat beberapa tanda yang dapat kita perhatikan sebelum memberikan MPASI pada bayi seperti bayi yang sudah mampu berdiri jika dibantu, bayi yang mampu menegakkan kepala dan leher, ataupun bayi sudah mampu menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Sebenarnya kenapa sih bayi perlu diberikan MPASI? MPASI sendiri berfungsi sebagai tambahan nutrisi selain yang didapatkan mereka melalui ASI.
    Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas berbagai resep MPASI yang cocok dan pastinya aman untuk diberikan pada buah hati. Kita tidak membahas MPASI pertama untuk bayi, tapi akan membahas beberapa resep MPASI untuk bayi yang sudah menginjak usia 9 bulan.

    Kira-kira apa saja ya resep MPASI yang mudah untuk kita coba di rumah?

    1. Tim nasi jamur

    Nasi tim adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi bayi karena tekstur dari nasi yang lembut sehingga mudah untuk dicerna oleh anak. Kita juga dapat menggabungkan nasi dengan beberapa sayuran dan lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam sehari. Bahan yang kita butuhkan hanya 20 gram beras, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram jamur kecil, 25 gram tomat cincang, 30 gram tahu, 5 gram keju prut (sesusai selera), 650 ml air. Cara mengolahnya pun sangat mudah yaitu dengan merebus beras bersamaan dengan bahan lainnya dan ditunggu hingga mengental. Setelahnya kita dapat mengangkat masakan ini dan menunggunya hingga dingin sebelum kita berikan pada anak.

    2. Finger food sayuran

    Finger food sendiri merupakan salah satu jenis makanan yang berukuran kecil sehingga memudahkan anak untuk mencernanya. Kita dapat mengolah berbagai jenis makanan menjadi finger food, dan salah satunya adalah berbagai sayuran yang pastinya kaya akan vitamin dan gizi untuk anak. Contohnya saja kita dapat merebus kentang, wortel, ataupun buncis yang sebelumnya telah dipotong kecil terlebih dahulu seukuran jari tangan orang dewasa. Memberikan anak finger food sayuran akan membuat anak menyukai sayuran ketika mereka beranjak dewasa.

    3. Oat udang dan sayur

    Siapa bilang oatmeal hanya dapat dikonsumsi oleh kita yang sudah dewasa? Oatmeal adalah salah satu jenis makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan menariknya lagi aman untuk dikonsumsi anak. Ketika kita ingin memberikan oatmeal sebagai MPASI, kita sebaiknya memasak oatmeal supaya lebih mudah dicerna anak dan dapat kita padukan dengan berbagai sayuran ataupun lauk lainnya supaya semakin banyak nutrisi yang didapatkan oleh anak.

    Bahan yang kita butuhkan untuk membuat oat udang dan sayur pun cukup sederhana, yaitu 4 sendok makan oat, segenggam kacang hijau yang sudah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 1 jam, 1 buah wortel yang sudah dipotong kecil-kecil, 4 kuantum brokoli, 4 udang ukuran sedang, 1 batang serai geprek, serta 1 siung bawang putih. Untuk mengolahnya, kita terlebih dahulu perlu menumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum sebelum memasukkan bahan lainnya. Setelah dirasa cukup empuk, kita dapat memasukkan oatmeal berserta kacang hijau dan perlu kita tunggu hingga matang sebelum diberikan pada anak.

    4. Sup ayam kampung brokoli

    Seperti yang kita tahu, anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga tidak ada permasalahan yang timbul dalam perkembangannya. Cara membuat hidangan yang satu ini sangat mudah karena yang kita butuhkan adalah ayam kampung secukupnya, 5 kuntum brokoli, 2 siung bawang merah yang diiris tipis, 1 siung bawang putih yang digeprek, dan tentu saja air. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menumis bawang putih dan bawah merah hingga harum lalu ungkep ayam hingga mengeluarkan kaldu dan pastinya hingga daging ayam tersebut empuk. Sesudahnya kita dapat menambahkan brokoli dan dimasak hingga matang dan pastinya siap untuk disajikan.

    5. Cake pisang keju kukus

    Siapa bilang bayi tidak dapat mengonsumsi roti? Hal ini terbukti salah karena bayi dapat mengonsumsi kue dengan aman dan pastinya menggunakan bahan yang aman dan empuk untuk dikonsumsi pula. Bahan yang kita butuhkan adalah 2 buah pisang ambon yang sudah dihaluskan, 1 butir telur, 5 sendok makan tepung terigu, 3 sendok makan margarin cair, serta keju parut secukupnya. Terlebih dahulu kita perlu mengocok telur hingga mengembang lalu kita dapat memasukkan bahan lainnya hingga tercampur rata. Setelahnya kita perlu mengukus adonan ini hingga matang dan dapat kita sajikan untuk anak.

    Bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai MPASI yang tepat untuk anak berusia 9 bulan? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk menyeimbangkan sayuran dan buah untuk anak sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk memberikan makanan bergizi bagi buah hati?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI. Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi […]

    Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan

    Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI.

    Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi ASI dan makanan padat alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Makanan pendamping seperti apakah yang sebaiknya diberikan? Kali ini, kami akan membahas panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan. Cari tahu, yuk, Moms!

    Tetap Berikan ASI

    Perlu diingat, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi untuk bayi Moms. Makanan padat hanya merupakan pendamping, dan Moms harus tetap menyusui bayi setiap dua hingga tiga jam atau sesuai permintaan. Atau, berikan sekitar 700 – 1000 ml susu formula setiap hari.

    Berikan Makanan Pokok yang Dilumatkan

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali diberikan adalah makanan pokok yang dilumatkan (Jagung, beras,kentang, ubi). Moms bisa memberikan bubur beras terlebih dulu. Moms juga harus cermat dalam memilih sereal bayi yang telah ditambahkan kandungan vitamin dan mineralnya. Pada umumnya bubur sereal mudah dicerna, tidak memicu alergi dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh. Sehingga menjadi peralihan yang tepat bagi bayi dari mengasup makanan yang murni cair (ASI) hingga makanan semi padat.

    Moms bisa memberikan sereal berbutir seperti beras, campurkan dengan air atau susu formula.

    Bila Moms menyusui, jangan campurkan ASI dengan sereal untuk tahap-tahap awal. Tunggu sampai bayi Moms benar-benar mau memakan atau menerima sereal sebagai makanan pertamanya. Biasanya, sih, percobaan ke-1, 2 atau 3, bubur sereal akan berakhir di baki, atau lantai.

    ASI Moms terlalu berharga untuk dibuang. Jadi, campurkan sereal dengan sedikit air pada awalnya. Ketika bayi Anda akhirnya bisa memakan sereal dengan baik, Moms bisa mencampurnya dengan ASI.

    Buatlah sereal sedikit encer pada awalnya dan berikan ia beberapa sendok. Setelah bayi Moms cukup piawai dan mau menerima sereal dengan baik, cobalah menyusui dua kali sehari. Setelah ia makan sereal selama 1-2 minggu, Moms bisa mencoba menu makanan lain yang dihaluskan (pure).

    Pure Sayur dan Buah

    Moms bisa membuat pure buah atau pure sayur. Buah-buahan seperti pisang, alpukat, apel, labu, mangga, cocok diberikan untuk makanan pertama bayi. Bayi juga dapat mencerna sayuran rebus yang dihaluskan seperti kacang hijau, wortel, ubi jalar, atau kentang.

    Namun, saat memberikan satu jenis makanan yang belum pernah dicoba bayi, berikan setidaknya 3 hari berturut-turut sebelum bayi mencoba makanan baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi makanan yang mungkin alergi atau tidak toleran pada bayi Anda.

    Daging

    Daging adalah sumber protein yang baik. Kebanyakan bayi mendapatkan protein dari ASI atau susu formula. Namun, simpanan zat besi dalam tubuh bayi mulai berkurang antara usia 6 – 9 bulan. Itulah mengapa, memasukkan daging ke dalam makanan bayi bermanfaat sebagai tambahan zat besi untuk tubuhnya.

    Moms bisa memberikan bubur dengan campuran daging ayam, atau unggas, maupun ikan (rendah merkuri) yang direbus dan sudah dihaluskan. Pastikan Moms sudah menyingkirkan semua tulang atau duri ikan ketika menyajikan menu bubur daging ini.

    Perlu diperhatikan, hindari daging olahan seperti ham atau hot-dog. Daging olahan biasanya asin alias ditambahkan bumbu-bumbu penyedap dan tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan bayi Moms.

    Hindari Memberikan Hal Ini!

    Ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada tahap ini, antara lain:

    1. Madu

    Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan. Sebab, bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi biasanya tumbuh subur di tanah dan debu, dan dapat mencemari makanan tertentu, khususnya madu.
    Botulisme pada bayi dapat menyebabkan kelemahan otot, yang ditandai dengan kemampuan mengisap bayi yang lemah, tangisan yang lemah, konstipasi, dan penurunan tonus otot (floppiness).

    Cegah botulisme pada bayi dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu. Jika ingin memberikan madu, tunggulah setidaknya hingga si kecil berusia 1 atau 2 tahun.

    2. Susu sapi

    Produk susu sapi seperti keju atau yoghurt, boleh diberikan kepada bayi Moms. Namun khusus untuk susu sapi, tunda dulu pemberiannya hingga bayi berusia satu tahun ke atas.

    Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi tidak menyediakan cukup vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Selain itu, bayi juga belum mampu mencerna dengan baik kandungan protein dan lemak dalam susu sapi. Sehingga jika dipaksakan untuk minum, bisa menimbulkan perdarahan mikroskopis pada feses bayi.

    Susu sapi, juga termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang bisa memicu alergi.

    3. Makanan yang Berisiko Tersedak

    Pada usia 6 bulan, jangan dulu berikan makanan yang keras, berpotongan besar dan bisa menimbulkan risiko tersedak pada bayi. Moms boleh memberikan wortel lunak/dihaluskan yang dicampurkan dalam bubur, misalnya, namun bukan wortel dengan potongan besar, atau bulat, yang bisa membuat bayi tersedak.

    4. Makanan Pemicu Alergi

    Tunda pemberian makanan yang bisa memicu alergi pada bayi, seperti telur, susu sapi, kacang (kacang tanah, kacang mede), ikan tertentu (tuna, cod, salmon), kerang-kerangan (termasuk lobster, udang, kepiting).
    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan ini sebenarnya dapat membantu mencegah alergi. Namun, untuk lebih aman, tunggulah setidaknya hingga bayi berusia setahun.

    Jika Moms khawatir dengan potensi alergi pada bayi karena riwayat keluarga, atau bayi mungkin mengalami reaksi alergi, bicarakan pada dokter anak Anda mengenai rekomendasi makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan kepada bayi Anda.

    Demikianlah panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan yang bisa Moms coba. Untuk informasi atau panduan mengenai makanan sehat untuk bayi, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Can I Feed My Baby Honey? [Internet]. Kidshealth.org. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
    2. infants C. Cow’s milk – infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/article/002448.htm
    3. 6-Month-Old Feeding Schedule: A Doctor-Recommended Plan [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#1
    4. [Internet]. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: quora.com/What-solid-food-can-we-give-to-6-month-old-baby
    5. Maheswari S. 6 Months Baby Food Chart And Recipes [Internet]. MomJunction. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: momjunction.com/articles/top-10-food-ideas-6-months-baby_006689/

    Read More
  • Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]

    Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?

    Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.

    Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?

    Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:

    • Demam,
    • Batuk dan pilek,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.

    Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.

    Ruam kemerahan akibat campak

    Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:

    • Demam,
    • Nyeri tenggorokan,
    • Sakit kepala,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.

    Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.

    Bahaya penyakit rubella

    Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.

    Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:

    • Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
    • Wanita hamil,
    • Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
    • Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
    • Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.

    Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?

    Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:

    • Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
    • Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).

    Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:

    • Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
    • Nyeri sendi (0-3%),
    • Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
    • Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).

    Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.

    Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.

    Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.

    Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
    2. CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
    3. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
    4. Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
    5. IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan […]

    10 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara terus menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan […]

    Trik Kreatif Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat dan Bergizi

    Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan bisa memberi kita energi tambahan yang pastinya mencegah kita menjadi lemas.

    Sarapan merupakan suatu kebiasaan yang bisa dimulai sejak kecil bahkan sejak anak berusia dini. Seperti memulai kebiasaan baik lainnya, kita perlu membuat semenarik mungkin sehingga anak tertarik untuk memulai pola hidup yang sehat dan pastinya membuat sarapan mereka terasa menyenangkan. Nah, kira-kira apa ya trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita lakukan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak trik kreatif menu sarapan pagi

    1. Membuat menu kesukaannya

    Yup, cara yang satu ini bisa kita lakukan supaya si kecil tidak bermalas-malasan untuk menghabiskan sarapannya di saat pagi. Kita pun bisa mendiskusikan makanan apa yang diinginkan oleh si kecil saat sarapan dan pastinya tidak lupa untuk memberikannya asupan gizi yang seimbang, seperti terdiri dari 4 sehat 5 sempurna.

    2. Membuat menu bervariasi

    Hal ini juga penting untuk diingat sehingga anak tidak bosan untuk mengonsumsi menu yang sama tiap kali sarapan. Membuat menu bervariasi tanpa memberi tahu mereka dahulu apa yang mereka santap juga bisa membuat mereka penasaran dan bersemangat untuk berangkat ke meja makan dan segera menghabiskan sarapannya.

    3. Menyajikan smoothies

    Smoothies adalah salah satu jenis minuman yang menyegarkan dan pastinya disukai oleh anak karena rasanya yang lezat bahkan juga aman untuk dikonsumsi sebagai sarapan. Beberapa buah yang bisa kita olah menjadi smoothies saat sarapan adalah pisang ataupun stroberi. Pisang sangat cocok untuk kita konsumsi sebagai sarapan karena buah yang satu ini tinggi akan nutrisi dan pastinya membuat anak bersemangat sepanjang hari. Kita juga bisa menambakan madu ataupun susu kedelai pada smoothies stroberi kita untuk mengimbangi rasa asam yang dihasilkan oleh stroberi. Tentu saja kita bisa mengolah berbagai buah lainnya sebagai smoothies yang pastinya tidak kalah dengan pisang ataupun stroberi.

    4. Mengolah kentang

    Siapa bilang jika sarapan harus melulu makan nasi? Ketika kita membuat sarapan untuk anak, sebaiknya kita tidak memaksakan kehendak kita agar anak mau mengonsumsi makanan tertentu karena hal ini akan menyebabkan anak menjadi malas makan bahkan bisa membuat mereka membenci sarapan. Sebagai ganti nasi, kita bisa mengolah kentang yang juga kaya akan kandungan karbohidrat. Contohnya saja kita bisa mengolah kentang menjadi pom-pom kentang, yaitu kentang yang direbus kemudian dihaluskan lalu kita sematkan keju di dalamnya lalu digoreng sebelum kita sajikan di meja makan. Hidangan yang satu ini bahkan praktis untuk dibawa anak ke sekolah dan bisa dinikmati bersama teman-temannya.

    5. Menyajikan omelet

    Omelet adalah jenis makanan berikutnya yang sering dihidangkan oleh ibu sebagai sarapan karena penyajiannya yang begitu praktis dan dipastikan anak mau melahapnya hingga habis. Telur adalah salah satu bahan makanna yang disarankan untuk rutin dikonsumsi oleh anak karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Kita bisa memadukan keju ataupun wortel pada omelet sehingga nilai gizi yang didapatkan anak akan semakin banyak. Menariknya lagi, kita hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit untuk menghidangkan omelet bergizi untuk sarapan anak.

    6. Menyajikan pancake

    Pancake adalah jenis makanan berikutnya yang bisa kita berikan pada anak sebagai sarapan ketika mereka bosan dengan nasi ataupun roti. Kita bisa membuat adonan pancake sendiri atau menggunakan adonan pancake instan yang sudah tersedia di supermarket terdekat yang pastinya semakin praktis untuk diolah. Kita bisa memadukan sirup maple ataupun berbagai buah potong sebagai pendamping pancake dan pastinya sarapan berfungsi sebagai sumber energi anak sepanjang hari.

    7. Mengolah roti

    Roti adalah salah satu jenis makanan yang bisa kita sajikan sebagai sarapan ketika anak mulai mengeluh mereka bosan mengonsumsi nasi. Kita bisa mengolah roti menjadi roti bakar dan dipadukan dengan berbagai selai buah-buahan sehingga anak mendapatkan nutrisi dan vitamin dari selai buah tersebut. Akan lebih baik lagi jika kita menyempatkan untuk membuat selai buah sendiri karena pastinya selai buatan kita bebas dari bahan pengawet.

    Selain itu, kita juga bisa mengolah roti dan dipadukan dengan telur ataupun daging serta potongan sayuran yang pastinya akan menjadi sarapan favorit anak. Mengolah roti juga bisa dibilang cukup praktis karena kita hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit hingga roti siap disantap anak.

    8. Membuat tumis sayuran

    Tumis sayuran adalah salah satu jenis hidangan yang sering menjadi favorit anak karena rasanya yang tidak terlalu berat dan kita bisa menumis berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Contoh sayuran yang cocok untuk ditumis adalah brokoli, di mana brokoli sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah terjadinya peradangan, bahkan mampu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kita juga bisa mengolah berbagai sayuran lainnya yang pastinya cocok untuk diolah menjadi tumis seperti jamur, sawi, kangkung, dan lain-lain.

    Itu tadi adalah beberapa trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita terapkan sewaktu-waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat anak selalu bersemangat mengonsumsi sarapannya? Yuk buat sarapan anak menyenangkan setiap saat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 1–10 of 15 results