Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 1–10 of 33 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak tanda anak alergi susu sapi yang dia minum. Namun sayang, banyak orang tua tidak sadar anaknya memiliki alergi pada susu sapi. Akibatnya, si kecil tetap dipaksa minum hingga akhirnya kesehatan anak menjadi bermasalah. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak, mungkin […]

    5 Tanda Anak Alergi Susu Sapi dan Cara untuk Mengobatinya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menangis Saat Hendak Diberi Susu Kemungkinan Menjadi Tanda Anak Alergi Susu Sapi

    Banyak tanda anak alergi susu sapi yang dia minum. Namun sayang, banyak orang tua tidak sadar anaknya memiliki alergi pada susu sapi. Akibatnya, si kecil tetap dipaksa minum hingga akhirnya kesehatan anak menjadi bermasalah.

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak, mungkin sudah tidak asing dengan kondisi “alergi susu sapi” yang kerap dialami anak-anak. Alergi susu sapi merupakan suatu reaksi imunologis terhadap protein susu sapi. Biasanya alergi terhadap protein susu sapi diketahui pada tahun pertama awal kehidupan Si Kecil.

    Waspda, Inilah Tanda Anak Alergi Susu Sapi

    Sebelum Sahabat Sehat mengetahui cara mengatasi alergi susu sapi, berikut adalah berbagai gejala yang mungkin dialami Si Kecil jika mengalami alergi setelah minum susu sapi:

    Gejala Kulit

    Jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi, muncul bintik atau ruam kemerahan yang terasa gatal pada kulit dan dapat ditemukan pada area lipatan kulit seperti lipatan siku dan lutut. Selain itu timbul Urtikaria atau dikenal dengan istilah biduran atau kaligata. Si Kecil juga mungkin akan mengalami Angioedema, yaitu kondisi pembekakan pada mata, bibir dan area wajah.

    Masalah Saluran Pernapasan

    Alergi susu sapi dapat menyebabkan masalah pada saluran pernapasan si kecil. Si Kecil terlihat lebih sering bersin, batuk, hidung tersumbat dan pilek. Gejala tersebut umumnya timbul tanpa disertai dengan demam.

    Gangguan Saluran Pencernaan

    Si Kecil dapat mengalami diare, dan muntah setiap kali diberikan susu sapi. Umumnya keluhan akan mereda apabila pemberian susu sapi dihentikan. Jika hal ini terjadi, hentikan pemberian susu sapi.

    Menjadi Lebih Rewel dan Gampang Nangis

    Setelah meminum susu, anak biasanya menjadi lebih tenang dan tertidur lelap. Namun berbeda pada anak dengan reaksi alergi pada susu sapi. Mereka biasanya akan lebih bawel dan menjadi gampang menangis setelah minum susu. Hal ini biasa terjadi karena ada reaksi tubuh yang tidak nyaman setelah minum susu. Misalnya badannya menjadi gatal, ataupun terasa sakit pada area tertentu di tubuhnya.

    Mata Berair

    Kondisi alergi juga bisa ditandai dengan mata berair beberapa menit setelah konsumsi susu sapi. Walaupun tanda ini tampak tidak terlalu menggangu si kecil, namun jika dibiarkan maka reaksi alergi bisa bertambah serius. Oleh sebab itu, konsumsi susu sapi harus dihentikan sampai didapatkan informasi lebih jelas penyebab mata berair setelah konsumsi susu sapi.

    Catatan: Reaksi alergi biasanya muncul 20 sampai 30 menit setelah konsumsi susu sapi. Namun pada beberapa kasus, reaksi alergi pada anak bisa saja terjadi pada jam ke 2 setelah konsumsi susu sapi.

    Pemeriksaan Lanjutan pada Alergi Susu Sapi

    Jika Sahabat Sehat menemukan Si Kecil mengalami keluhan di atas, Sahabat Sehat dianjurkan memeriksakan ke Dokter. Untuk memastikan reaksi yang dialami Si Kecil memang tanda anak alergi susu sapi. Dokter akan menyarankan berbagai pemeriksaan berikut :

    Pemeriksaan Kadar IgE

    Pemeriksaan kadar IgE dalam darah merupakan pemeriksaan yang paling spesifik dalam menentukan senyawa yang menimbulkan alergi. Namun pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan pada anak yang menderita eksim (ruam kemerahan dan gatal) berat atau pada anak yang menderita alergi dan telah mengkonsumsi obat pereda alergi.

    Pemeriksaan Total IgE

    Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan kadar total IgE, namun pemeriksaan ini tidak spesifik menunjukkan zat penyebab alergi. Kadar total IgE dalam tubuh dapat meningkat pada penderita eksim, infeksi parasit dan kondisi medis lainnya.

    Pemeriksaan Total Eosinofil

    Eosinofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi parasit dan cacing. Namun kadar eosinofil juga dapat meningkat pada penderita alergi seperti rhinitis alergi, asma dan eksim.

    Tes Paparan Alergen Secara Oral

    Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang paling akhir dilakukan apabila dari pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya tidak menunjukkan hasil. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memberikan susu sapi untuk Si Kecil dan dipantau apakah terjadi reaksi alergi setelah meminumnya. Apabila timbul reaksi alergi, maka dapat dipastikan Si kecil mempunyai alergi terhadap protein susu sapi.

    Tips Mengatasi Alergi Anak pada Susu Sapi

    Untuk mengatasi alergi susu sapi, umumnya Dokter akan memberikan terapi sesuai dengan keluhan yang dialami Si Kecil. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah:

    • Jika kulit Si Kecil tampak kemerahan dan gatal, berikan losion Calamine atau bedak anti gatal. 
    • Hindari pemberian susu sapi serta bahan makanan yang terbuat dari susu sapi 
    • Jaga kebersihan kulit Si Kecil
    • Jaga kebersihan botol susu yang digunakan
    • Pertimbangkan pemberian susu formula atau susu soya dan ASI agar asupan nutrisi Si Kecil tetap baik.

    Itulah beberapa tanda anak alergi susu sapi yang perlu diketahui oleh Sahabat Sehat sebagai orang tua. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk susu dan multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.  Selain itu konsultasikan dengan Dokter mengenai perubahan susu sapi dengan susu jenis lain untuk menghindari reaksi alergi. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Ikatan Anak Indonesia. Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi. 2015. Jakarta : UKK Alergi Imunologi, UKK Gastrohepatologi dan UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik
    2. Eigenmann P, Markovic M, Hourihane J, Lack G, Lau S, et al. Testing children for allergies: why, how, who and when. Pediatric Allergy and Immunology. 2013: 24;195– 209. 
    3. Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy. Allergy Testing 2019 [Internet]. Australia : Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy; [cited 2021 Aug 25].
    4. Dorevitch pathology. Laboratory Allergy Testing [Internet]. Australia : Dorevitch pathology; [cited 2021 Aug 25].
    5. The Doctors Laboratory. Allergy Testing in Primary Care : A quick reference guide to allergy and specific IgE testing [Internet]. USA :  The Doctors Laboratory; [cited 2021 Aug 25].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Penting untuk lebih teliti dalam memilih kantong ASI perah. Karena kantong ASI dapat mempengaruhi rasa, kualitas, dan daya tahan ASI. Cukup banyak keluhan dari ibu menyusui yang mengeluhkan bahwa ASI yang disimpannya bocor, berubah rasa, atau tidak lagi layak untuk dikonsumsi si kecil. Ya, selain faktor tempat dan […]

    6 Cara Memilih Kantong ASI Perah Anti Bakteri dan Awet

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tips Memilih Kantong ASI Berkualitas

    Penting untuk lebih teliti dalam memilih kantong ASI perah. Karena kantong ASI dapat mempengaruhi rasa, kualitas, dan daya tahan ASI. Cukup banyak keluhan dari ibu menyusui yang mengeluhkan bahwa ASI yang disimpannya bocor, berubah rasa, atau tidak lagi layak untuk dikonsumsi si kecil. Ya, selain faktor tempat dan cara menyimpan, kantong ASI yang digunakan juga akan mempengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

    Oleh sebab itu, untuk menyimpan ASI sebaiknya menggunakan kantong ASI yang memang memiliki standar tertentu. Dengan demikian kualitas ASI tidak akan berkurang dan penyimpanannya menjadi jauh lebih aman.

    Tips Memilih Kantong ASI Perah

    Banyak kantong ASI yang bisa Sahabat Sehat dapatkan di toko-toko perlengkapan bayi, klinik, maupun toko online. Sebelum membeli kantong ASI untuk menyimpan ASI perah, sebaiknya Sahabat Sehat mempertimbangkan beberapa hal berikut:

    Pilih kapasitas kantong ASI sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

    Jika Si Kecil masih berusia 1 bulan, atau baru lahir maka Sahabat Sehat dapat memilih kantong dengan kapasitas penyimpanan 30-50 ml agar ASI dapat diberikan dalam sekali waktu. 

    Dapat ditutup rapat

    Sebaiknya Sahabat Sehat memastikan terlebih dahulu bahwa kantong ASI perah yang akan digunakan dapat ditutup dengan rapat dan mudah digunakan, sehingga meminimalisir tumpah atau bocor.

    Tebal

    Pilih kantong ASI perah yang berbahan tebal, untuk mencegah kebocoran. Pada beberapa kasus jika ASI perah disimpan di lemari pendingin dapat mengakibatkan kebocoran.

    Kantong BPA-free

    Pilihlah kantong ASI perah yang berlabel BPA (Bisphenol-A) free, artinya tidak mengandung BPA. Kandungan BPA seringkali ditemukan pada wadah plastik. Jika kantong ASI mengandung BPA maka dikhawatirkan tercampur ke dalam ASI pada saat Sahabat Sehat menghangatkan ASI perah, sehingga beresiko ditelan oleh bayi.

    Memiliki label keterangan

    Beberapa jenis kantong ASI perah memiliki label keterangan untuk menuliskan tanggal serta jam memerah ASI. Hal ini bertujuan untuk memperkirakan lama penyimpanan dan masa kadaluarsa ASI perah.

    Higienis

    Sebelum menggunakan kantong ASI perah, Sahabat Sehat harus memeriksa terlebih dahulu sterilitas kantong yang digunakan agar terjamin kebersihannya sebelum memasukan ASI perah ke dalam kantong. Pastikan menggunakan kantong ASI perah sekali pakai, untuk menjaga higienitas ASI.

    Lihat Juga: Penyebab ASI Sedikit Saat Dipompa

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips dalam memilih kantong ASI perah. Jika Sahabat Sehat memerlukan kantong ASI maupun wadah penyimpanan ASI perah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://ww.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dr.Brown’s. 5 Tips Memilih Kantong ASI Terbaik 2019 [Internet]. Indonesia : Dr.Brown’s; [cited 2021 Aug 03].
    2. Barnes A. Breast Milk Storage Bags: How To Choose And To Use [Internet]. USA : Medium. 2019 [updated 2019 Oct 11; cited 2021 Aug 03]
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]

    Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan.

    Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati.

    Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk si buah hati, ada baiknya kita jabarkan kembali mengenai imunisasi itu sendiri.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    jadwal vaksinasi bayi

    Apakah Imunisasi Itu?

    Imunisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

    Prosesnya dilakukan dengan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal terhadap penyakit yang menyerang tubuh.

    Imunisasi sangat diperlukan terutama bagi orang-orang yang tinggal di kawasan yang sanitasinya tidak bagus, dan berpotensi menimbulkan wabah-wabah yang mematikan, dan mudah menyerang siapa pun, baik itu oran dewasa, anak kecil, atau bayi.

    Mengapa Diperlukan Imunisasi?

    Imunisasi bayi adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi yang baru lahir atau baru berumur beberapa bulan. Lebih tepatnya berumur 0-9 bulan. Sebenarnya ketika baru lahir bayi sudah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif, dan didapatkan dari sang ibu ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

    Akan tetapi, rupanya kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Karena sifatnya yang hanya sebentar itulah, bayi kemudian akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itulah, imunisasi bayi sangat diperlukan.

    Imunisasi Seperti Apakah yang Perlu Diberikan?

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis  B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi ini mempunyai manfaat dapat memberikan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap virus hepatitis B.

    Hepatitis B sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi organ hati yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker hati dan sirosis hati. Karena itu, bagi Sobat yang sudah mempunyai bagi dianjurkan untuk melakukan imunisasi supaya si buah hati terhindar penyakit-penyakit kronis tersebut.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Imunisasi Polio

    Imunisasi kedua yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi polio atau imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.

    Manfaat pemberian imunisasi ini salah satunya untuk kekebalan sistem tubuh terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Apalagi ternyata penyakit ini termasuk penyakit menular.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC, dan merupakan salah satu penyakit menular, dan biasanya menyerang salah satu organ pernapasan penting manusia, yaitu paru-paru.

    Karena merupakan penyakit yang mudah menular, bayi pun rentan terkena penyakit ini karena belum memiliki sistem imun yang kuat. Karena itulah, imunisasi BCG sangat diperlukan untuk memberikan kekebalah tubuh pada bayi.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPTadalah imunisasi yang juga perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah tiga penyakit yang berbahaya dan mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus yang disebabkan oleh bakteri, dan karenanya imunisasi ini tidak boleh terlewatkan.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi terakhir yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi campak yang berguna melindungi bayi dari serangan penyakit campak.

    Penyakit campak adalah penyakit yang akan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernapas, dan bintik-bintik merah pada bagian kulit. Tak hanya itu, campak ternyat dapat juga menyebabkan kematian.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Setiap vaksin yang diberikan kepada bayi tentu saja mempunyai efek samping. Efek-efek samping itu adalah sebagai berikut:

    Imunisasi Hepatitis B

    Untuk hepatitis B efek sampingnya adalah akan muncul reaksi seperti demam ringan dan bengkak pada bagian kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Polio

    Efek samping yang dihasilkan dari imunisasi polio adalah menimbulkan demam hingga 39 derajat Celcius, dan menyebabkan gatal-gatal, kulit kemerahan, sulit bernapas, sulit menelan, serta menimbulkan bengkak pada wajah.

    Imunisasi BCG

    Untuk imunisasi BCG adalah munculnya reaksi seperti demam ringan dan sakit di bagian tubuh bekas suntikan. Namun reaksi ini hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan akan sembuh sendiri.

    Imunisasi DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT adalah bayi akan mengalami demam yang terjadi sekitar satu hingga tiga hari sehingga membuat tidak nyaman, dan menyebabkan si bayi menangis. Efek samping lainnya adalah bengkak pada kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Campak

    Pada imunisasi campak efek samping yang akan dihasilkan adalah nyeri dan kemerahan pada tubuh yang disuntik, demam ringan, ruam, dan nyeri otot pada kulit bekas bagian suntikan.

    Seperti Apakah Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat?

    Setelah Sobat mengetahui manfaat, jenis imunisasi, dan efek samping pada bayi, kini Sobat juga harus mengetahui jadwal imunisasi bayi yang tepat.

    Di Indonesia, jadwal imunisasi untuk si buah hati ini bisa Sobat lihat pada jadwal yang sudah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang dapat dengan gratis diunduh dan dilihat secara lengkap.

    IDAI sendiri sebagai organisasi untuk kesehatan ibu dan anak mengeluarkan panduan jadwal imunisasi sebagai berikut:

    • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi hepatitis B
    • Bayi berusia 1 bulan: BCG dan Polio 1
    • Bayi berusia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
    • Bayi berusia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 9  bulan: Campak atau MR

    Kemenkes dan IDAI juga mengingatkan bahwa imunisasi dasar secara lengkap saja tidak cukup untuk bayi, dan karena itu bayi juga perlu diberikan imunisasi secara rutin dan lengkap, dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar ke imunisasi lanjutan.

    Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, hanya perlu imunisasi DPT-HB-Hib, dan campak/MR yang diberikan ketika mereka sudah mencapai 18 bulan. Imunisasi lanjutan ini akan berlanjut saat bayi sudah menjadi anak kelas 1 dan 2 SD.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Mengapa Harus Sesuai Jadwal?

    Menurut IDAI, untuk melindungi tubuh dari penuyakit, vaksin dari imunisasi bekerja dengan cara membentuk zat antibodi yang punya kadar tertentu hingga mencapai kadar protektif.

    Supaya kadar perlindungan yang maksimal tercapai, imunisasi diberikan dalam dua periode, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Ada jenis-jenis vaksin yang cukup diberikan hanya sekali, namun ada pua yang berulang supaya pertahanan tubuh maksimal. 

    Jadwal imunisasi yang sudah ditentukan bukanlah jadwal yang disusun secara asal dan acak, melainkan telah melewati berbagai penelitian klinis. Untuk Indonesia, jadwal yang ada dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organiasi profesi.

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Manfaat yang didapat dari pemberian jadwal yang rutin dan terstruktur tentu saja akan memberikan kekebalan pada tubuh bayi secara bertahap dari serangan penyakit-penyakit yang menular dan mematikan.

    Selain itu, jadwal imunisasi yang rutin juga akan membuat pertumbuhan bayi menjadi normal, tidak ada cacat sekalipun, yang tentu saja ini akan berpengaruh pada usia dewasa.

    Dengan demikian, hal ini akan memberikan jaminan keselamatan pada si buah hati, dan tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua mempunyai bayi yang tumbuh normal.

    Adakah Dampak Jika Tidak Sesuai Jadwal?

    Apabila Sobat terlambat memberikan vaksin kepada bayi atau tidak sesuai jadwal sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh.

    Meski begitu, dampak yang akan ditimbulkan tetap saja ada, yaitu antibodi bayi akan melemah dan rentan terhadap serangan penyakit.

    Apabila memang Sobat terlambat memberikan, Sobat tidak perlu mengulang pemberian vaksin dari awal, tetapi cukup memberikan vaksinasi lanjutan. 

    Di Mana Bisa Melakukan Imunisasi?

    Sobat bisa melakukan imunisasi untuk bayi di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam fasilitas-fasilitas yang disebut di atas. Apabila Sahabat menginginkan pemberian vaksin secara gratis, Sahabat bisa melakukannya di posyandu. 

    Salah satu fasilitas kesehatan ini menyediakan semua jenis imunisasi utama sesuai anjuran dari Kemenkes dan IDAI. Namun apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin yang bukan sekadar vaksin utama saja, Sobat bisa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit. Tentu saja pemberian vaksin ini dipungut biaya.

    Berapa Biayanya?

    Biaya vaksinasi untuk bayi tentu saja beragam sesuai dengan jenis vaksinasi yang diberikan. Untuk hepatitis B dimulai dari harga Rp 90.000 hingga hingga Rp 120.000.

    Untuk Polio adalah Rp 85.000 hingga Rp 300.000, BCG Rp 250.000 hingga Rp 275.000, DTP Rp 135.000 hingga Rp 300.000, dan Campak Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Apa saja Kendala Jadwal Imunisasi Bayi Secara Tepat?

    Pemberian jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi tentu saja mempunyai beberapa kendala meskipun sudah disusun secara teratur oleh otoritas kesehatan terkait untuk memudahkan para orang tua.

    Kendala-kendala yang dialami biasanya berpusar pada masalah orang tua, anak sedang sakit, jarak fasilitas kesehatan yang jauh atau biaya yang tidak terjangkau. 

    Apalagi pada masa pandemi Corona, banyak sekali orang tua yang khawatir dan waswas apakah tetap harus ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksin pada anaknya sesuai dengan jadwal yang berlaku.

    Cara yang dilakukan supaya vaksinasi tetap aman adalah memisahkan ruang untuk anak yang sehat dan sakit untuk mencegah penularan virus. Selain itu, orang tua bisa membuat janji terlebih dahulu dengan pihak fasilitas kesehatan.

    Cara lainnya adalah melakukan imunisasi di  rumah dengan memanggil dokter melalui layanan imunisasi anak ke rumah yang disediakan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sahabat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/jadwal-imunisasi-anak
    2.  Jenis Imunisasi untuk Bayi Baru Lahir [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/jenis-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir-1534680301428105127/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.generasimaju.co.id/hal-ini-perlu-bunda-pertimbangkan-saat-memilih-tempat-imunisasi
    4. Alizanovic V. Biaya Vaksinasi Tahun 2020 untuk Bayi Usia 0-3 Tahun [Internet]. Imaos. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.imaos.id/neraca/biaya-vaksinasi-bayi-2020/
    5. Yang Perlu Orang Tua Pahami Soal Jadwal Imunisasi Bayi Saat Pandemi Virus Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/yang-perlu-orang-tua-pahami-soal-jadwal-imunisasi-bayi-saat-pandemi-virus-corona-1t5madFNVMc/full
    Read More
  • Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap. Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang […]

    Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap.

    Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang sama sekali belum diimunisasi atau belum lengkap sama sekali status pemberian imunisasinya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    vaksinasi dasar lengkap

    Hal inilah yang menyebabkan kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia sangat rentan terhadap segala penyakit termasuk penyakit menular yang mematikan sehingga upaya pemberian imunisasi harus terus digalakkan supaya dapat menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

    Tentu Sobat Sehat akan bertanya-tanya apakah imunisasi dasar yang dimaksud dan bagaimana cara pemberiannya? Tanpa berlama-lama silakan disimak poin-poin berikut di bawah ini.

    Apakah Imunisasi Dasar Lengkap Itu?

    Imunisasi dasar yang sudah disinggung pada paragraf awal mempunyai pengertian, yaitu pemberian imunisasi dasar secara lengkap kepada bayi yang berumur 0-9 bulan. Imunisasi ini merupakan salah satu program wajib dari pemerintah di bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. 

    Untuk Apa Tujuannya dan Seberapa Penting?

    Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk membuat bayi yang baru lahir atau sudah berumur beberapa bulan kebal terhadap segala serangan penyakit seperti TBC, Hepatitis B, difteri, polio, dan campak. Karena tujuannya seperti itu, pemberian imunisasi melalui vaksin merupakan hal yang cukup penting.

    Sebab, imunisasi itu sendiri pada dasarnya adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk merangsang keluarnya antibodi sehingga tubuh sudah tahu cara melawan ketika ada virus sejenis yang menyerang.

    Pemberian vaksin selain mencegah penularan penyakit berbahaya pada bayi, juga untuk mencegah menularkan penyakit tersebut pada orang lain sampai usia dewasa.

    Apabila bayi atau anak tidak diimunisasi, risiko terkena penyakit menular yang berbahaya akan lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Selain cepat dan aman, imunisasi juga hampir 100% efektif, dan apabila anak ternyata masih tetap terkena penyakit menular, gejalanya pun lebih ringan.

    Baca Juga: Vaksinasi Antre? Yuk, Vaksinasi di Rumah Saja

    Imunisasi Apa Sajakah yang Harus Diberikan?

    Untuk imunisasi dasar ini terdapat  5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

    • Hepatitis B
    • Polio
    • BCG
    • Pentavalen (DPT, HB, HIB)
    • Campak

    Seperti Apakah Prosedurnya?

    Prosedur pemberian imunisasi dasar ini tentu harus berdasarkan usia. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI, yang tentu saja membuat prosedur ini berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    Untuk prosedurnya adalah sebagai berikut:

    Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B diberikan pada saat bayi baru lahir, yaitu paling lambat 12 jam setelah lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

    Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Polio

    Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini kepada bayi untuk mencegah tertularnya bayi terkena penyakit polio.

    Produk Terkait: Vaksinasi Polio

    Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan, dan dapat mengakibarkan kelumpuhan kaki, tangan, otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian.

    BCG

    Vaksin BCG diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah anak terkena kuman penyebab penyakit tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG

    Pentavalen

    Pentavalen adalah vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin diberikan pada saat bayi mencapai usia 2,3, dan 4 bulan.

    Campak

    Terakhir adalah vaksin campak yang diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

    Produk Terkait: Imunisasi Campak

    Sampai Kapan Pemberiannya?

    Kelima jenis imunisasi dasar lengkap di atas tersebut harus diberikan pada bayi dan anak sebelum mereka berusia 1 tahun.

    Meski begitu, ada tiga jenis vaksin yang perlu diulang di usia batita atau di bawah tiga tahun, yaitu vaksin polio, campak, dan DPT karema kadar antibodinya akan turun setelah setahun. Sedangkan, imunisasi BCG cukup sekali saja karena antibodinya yang tidak pernah turun.

    Seperti Apa Cara Pemberiannya?

    Untuk pemberian vaksin imunisasi ini terdiri dari dua macam, yaitu bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntikkan di bagian bawah lapisan kulit. Selain dengan cara disuntik, cara lainnya adalah dengan meneteskan cairan ke bagian mulut atau oral. Semua disesuaikan dengan jenis vaksin yang akan diberikan.

    Untuk Penyuntikan, Di Manakah Lokasinya Pada Tubuh?

    Lokasi penyuntikan pada tubuh biasanya pada paha atas dan lengan atas. Untuk paha atas, biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 bulan. Sedangkan untuk lengan atas pada anak-anak di atas 12 bulan. Jenis suntikannya disebut dengan subkutan atau SC. Selain jenis suntikan SC, ada lagi jenis suntikan bernama IM untuk penyuntikan vaksin intramuscular, yang diberikan pada anak berusai di bawah 12 bulan, dengan menyuntikkan bagian paha atas.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Tetes vs Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya

    Di Manakah Tempat Mendapatkan Imunisasi Dasar Ini?

    Untuk bisa mendapatkan imunisasi dasar, Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua bisa mendapatkanya untuk bayi dan anak Sobat dengan mendatangi posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak atau bidan. Untuk puskesmas vaksin yang digunakan disediakan langsung dari pemerintah sementara untuk vaksin tambahan seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A yang tidak disediakan langsung dapat diperoleh di rumah sakit atau dokter anak.

    Adakah Efek Samping yang Dihasilkan?

    Mengenai efek samping dari imunisasi wajib untuk bayi dan anak tentu saja ada, dan biasa disebut dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Biasanya, bayi atau anak yang terkena KIPI akan mengalami demam ringan hingga tinggi, kemudian mengalami bengkak, kemerahan, dan menjadi agak rewel.

    Umumnya KPI akan hilang dalam waktu 3-4 hari meskipun juga bisa berlangsung lebih lama. Selama bayi dan anak mengalami KIPI, sobat tidak perlu panik. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, mengompres dahi dengan air hangat, memberikan ASI, susu, atau jus buah apabila sudah bisa mengonsumsi makanan padat. KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat apalagi kelumpuhan, serta kematian.Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi atau bawa ke dokter.

    Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Imunisasi Dasar?

    Setelah Sobat memberikan semua vaksin dari imunisasi dasar secara lengkap, dan sesuai usia, bukan berarti pemberian imunisasi selesai begitu saja sebab ada yang namanya imunisasi lanjutan. Imunisasi jenis ini juga tercakup dalam program pemerintah di bidang kesehatan, dan masuk pada imunisasi rutin lengkap sebagai pengembangan dari imunisasi dasar lengkap. Pemberian imunisasi lanjutan ini diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal mengingat imunisasi dasar saja ternyata belum cukup memberikan kekebalan.

    Adapun vaksin yang diberikan saat imunisasi lanjutan mencakup vaksin-vaksin yang sudah pernah diberikan pada imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, dan DPT, lalu ditambahkan beberapa vaksin seperti MMR, Influenza, hingga hepatitis A. Imunisasi lanjutan dimulai dari anak berusia 12 bulan hingga 18 tahun.

    Bagaimanakah Supaya Pemberian Imunisasi Lancar?

    Supaya pemberian imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan anak itu lancar, Sobat  perlu memperhatikan pada jadwal pemberian imunisasi yang telah disusun oleh Kemenkes dan IDAI, serta berdasarkan rekomendasi dari WHO. Di dalamnya ada pemberian vaksin sesuai usia. Selain itu, yang  perlu diperhatikan adalah jadwal jeda pemberian vaksin satu dengan yang lainnya terutama untuk vaksin hidup.

    Apabila yang diberikan adalah vaksin hidup dalam imunisasi, jeda waktu pemberiannya adalah 4 minggu. Hal ini untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara satu vaksin dan yang lainnya. Meski begitu, untuk vaksin hidup yang pemberiannya dilakukan dengan meneteskan cairan ke mulut seperti polio dan rotavirus, pemberiannya tidak harus menunnggu jeda waktu minimal dengan proses pemberian vaksin jenis lainnya, dan berlaku juga untuk jenis vaksin mati.

    Baca Juga: Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Karena itu, pemberian imunisasi sesuai  jadwal sangatlah penting sebab bila tidak sesuai jadwal akan mempengaruhi kekebalan tubuh pada bayi dan anak sehingga anak mereka akan rentan terhadap penyakit. Meski begitu, ada saja kendala-kendala yang dialami mulai dari kondisi anak yang tidak sehat, permasalahan orang tua, dan virus Corona.

    Salah satu solusi paling tepat untuk masalah ini adalah mengadakan layanan vaksinasi dengan memanggil dokter ke rumah supaya vaksinasi tetap berjalan lancar dan aman yang diberikan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sobat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sahabat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Daftar Lengkap Imunisasi Dasar untuk Bayi Rekomendasi dari Kemenkes – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://tirto.id/daftar-lengkap-imunisasi-dasar-untuk-bayi-rekomendasi-dari-kemenkes-dk2Y
    2. [Internet]. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/
    3. Cara Tepat Pemberian Vaksin/Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/cara-tepat-pemberian-vaksin-imunisasi-yang-wajib-anda-ketahui
    4. Harsono F. Imunisasi Dasar Lengkap Belum Cukup Lindungi Anak dari Penyakit [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3948967/imunisasi-dasar-lengkap-belum-cukup-lindungi-anak-dari-penyakit
    5. Memahami KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/memahami-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-1qxGY3P6TN
    Read More
  • Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan […]

    Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan terjadi karena baru pertama kali mengalami momen yang seperti ini meskipun sebelumnya sudah disarankan agar tidak gugup atau bingung.

    merawat bayi baru lahir, merawat newborn, merawat neonatus

     

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Lalu bagaimana caranya supaya para Ibu tidak gugup ketika menangani sang buah hati yang baru lahir. Yuk, Sobat Sehat yang sudah menjadi ibu atau sedang menantikan kelahiran sang anak, silakan simak beberapa poin di bawah ini ya!

    Cara Merawat Bayi Baru Lahir

    Merawat Tali Pusar

    Langkah pertama yang harus dilakukan saat merawat newborn adalah tali pusarnya. Biasanya tali pusar ini akan terlepas sendiri dalam kurun waktu 4 hari. Namun, pada beberapa kondisi lepasnya tali pusar bisa memakan waktu lebih lama, yaitu mencapai beberapa minggu. Tali pusar ini harus selalu diberikan perhatian khusus untuk selalu dijaga kebersihannya supaya bayi terhindar dari risiko infeksi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusar:

    • Pastikan tali pusar selalu dalam keadaan kering. Apabila basah terkena air, segera bersihkan dengan kasa steril yang diberikan alkohol 70%
    • Hindari dari paparan kotoran apapun

    Menjaga Kebersihan

    Menjaga kebersihan merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan ketika merawat bayi baru lahir, sebab tubuhnya masih sangat rentan mengalami penyakit saat terpapar kotoran. Untuk menjaga kebersihan si bayi, mandikan badannya dua kali sehari. Gunakanlah produk-produk yang aman, pastikan kamar bayi bersih, dan mendapatkan sirkulasi udara yang lancar. Apabila tali pusar pada bayi belum mongering, sebaiknya tidak perlu dimandikan terlebih dahulu tetapi cukup diseka menggunakan kain. Jika ingin menggunakan produk kosmetika pada bayi seperti baby lotion, baby powder, dan baby oil, gunakanlah produk-produk yang sudah teruji secara klinis, dan baik untuk kulit bayi. Apabila terdapat bercak-bercak merah pada kulit saat pemakaian, disarankan untuk menghentikannya.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Beri ASI Ekslusif

    ASI merupakan makanan yang paling baik untuk diberikan pada bayi yang baru lahir. ASI mengandung colostrum dan zat lain yang baik untuk menjaga imunitas dan tumbuh kembang bayi. Umumnya bayi diberi susu sekitar 10 kali dalam sehari, tetapi akan lebih baik jika ibu memberikan ASI sesering mungkin sebelum bayi menangis. Menyusui bayi secara langsung juga dapat memberikan banyak manfaat. Selain membangun ikatan alami ibu dan anak, ASI ternyata mampu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, serta baik juga untuk kesehatan ibu.

    Ganti Popok

    Mengganti popok juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi. Karena selain untuk menjaga kebersihan tubuhnya, hal ini juga dapat memberikan belaian dan kasih sayang yang hangat untuk menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan bayi. Pada masa ini, bayi akan perlu diganti popoknya sekitar 10 kali sehari atau 70 kali seminggu. Apabila bayi buang air besar maupun buang air kecil dan popoknya sudah basah, gunakan bola kapas atau lap yang dibasahi air untuk membersihkan area genitalnya dengan lembut. Saat popoknya diganti, lakukanlah dengan hati-hati karena paparan udara dingin dapat membuatnya buang air kecil kembali atau bahkan menjadi lebih sering. Saat menyeka bagian bokong anak perempuan, usap pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jika timbul ruam popok, untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskanlah salep. Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok ya.

    Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

    Perhatikan Pakaiannya

    Pilihlah pakaian dari bahan yang lembut, menyerap air, dan tidak kaku. Bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana, selimut, dan topi jika sedang merasa kedinginan. Selain itu, tidak dianjurkan pula untuk terus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba yang merupakan alat untuk belajar pada bayi. Selain itu, jangan gunakan gurita karena dapat menghambat otot-otot perut bayi yang digunakannya untuk bernapas.

    Mengenal Isyarat Lapar

    Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggenggam tangan, mengeluarkan suara seperti mengecap-ngecap. Karena itu, jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, dan jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menyusui selama 5-30 menit. Apabila di luar waktu tersebut, segera evaluasi. Jika ibu terpisah dari bayi, lakukanlah pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika Ibu sudah bersama bayi lagi agar bayi tetap dapat menyusui dengan ibu.

    Bersihkan Mata, Telinga, dan Hidung

    Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bersihkan mata, telinga, dan hidung. Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat mulai dari arah hidung keluar. Jika didapati ada tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah, segeralah bawa ke dokter. Untuk kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus. Cukup mengelapnya saat mandi.

    Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menguning?

    Kulit bayi kuning adalah permasalahan yang sering dihadapi para ibu ketika mendapati bayinya yang baru lahir dalam keadaan seperti itu. Kuning pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa diolah oleh hati bayi. Padahal saat masih dalam janin, bilirubin ini dikeluarkan melalui plasenta ibu. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kulit, telapak, dan mata bayi menjadi kekuningan. Untuk hal ini, Sobat tidak perlu panik, dan lakukan beberapa langkah seperti memberi banyak ASI, menjemur saat pagi hari, dan terus cukupi kebutuhan cairan pada bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Itulah beberapa poin yang bisa Sobat lakukan untuk merawat bayi baru lahir atau newborn. Semoga poin ini bermanfaat sehingga Sobat tidak perlu gugup dan bingung kala menangani si buah hati. Untuk lebih jelas dan dalam mengenai cara merawat newborn, Sobat bisa melihat video di bawah ini:, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bayi baru lahir dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. 10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Pasangan Muda | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/10-cara-merawat-bayi-baru-lahir-bagi-pasangan-muda-kln.html
    2. Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-merawat-bayi-baru-lahir/
    3. Irawan D. Tips Lengkap Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah (1) [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3329356/tips-lengkap-perawatan-bayi-baru-lahir-di-rumah-1
    4. Ulfah S. Jangan Panik, Ini Cara Ampuh Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir! [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/baby/0-6-months/sarrah-ulfah/cara-atasi-bayi-kuning/5
    Read More
  • Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul […]

    9 Brand Makanan Sehat Asli Buatan Indonesia

    Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul sebagai reaksi atas gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin lama tidak menyehatkan sehingga memunculkan banyak penyakit kronis terutama di usia-usia produktif. Keadaan ini sungguh mengkhawatirkan. Ketika akhirnya banyak masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya hidup sehat dan memulai tren tersebut, makanan-makanan ini muncul sebagai penunjang. Tentu saja supaya diminati merek-merek tersebut bermain di harga murah supaya tidak anggapan mau menjadi sehat itu mahal. Lalu merek-merek makanan sehat apa sajakah itu? Yuk, mari simak, Sobat Sehat yang ingin gaya hidup sehat dan juga bangga buatan Indonesia.

    Baca Juga: Inilah Jumlah Kalori 7 Menu Makan Siang dan Cara Membakarnya

    1. Lemonilo

    Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengonsumsi mi instan di dunia selain Jepang dan Cina. Merek yang terkenal di Indonesia adalah Indomie dan Mie Sedaappp. Namun, ternyata mi instan di Indonesia punya banyak masalah jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan nasi sehingga menjadi double-carbo. Hal-hal ini sering menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan tekanan darah tinggi. Penyebabnya adalah kandungan sodium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat hingga indeks glikemik yang tinggi.

    Namun tidak halnya jika Sobat mengonsumsi Lemonilo. Mi instan yang satu ini adalah mi yang terbuat dari bahan dasar organik, yakni bayam, tepung mocaf (tapioca), tepung terigu, garam, dan air. Bumbu-bumbu yang digunakan umumnya adalah kaldu ayam alami, saus cabai alami, bubuk cabau, bawang merah, kecap manis serta minyak nabati yang terjamin bebas dari MSG dan 3P (pengawet, perasa, dan pewarna buatan). Mi ini berwarna hijau dan tidak dibuat melalui proses penggorengan, tetapi dengan teknik ovenisasi menggunakan oven sehingga mi menjadi lebih kering, kaku, dan awet, serta rendah lemak sehingga aman dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Apabila Sobat menginginkan Lemonilo, silakan cek di sini ya!

    2. FITmee

    Selain Lemonilo, mi instan sehat lain yang bisa Sobat jadikan sebagai makanan penunjang gaya hidup sehat adalah FITmee. Mi instan ini diproduksi oleh PT Fit Indonesia Tama. FitMee hadir dalam dua varian ras, yakni rasa mie soto dan mie goreng Korea. Kalori yang terkandung pada rasa soto hanya 60 kaloro dan mie goreng 150 kalori. Jumlah ini tentu saja lebih rendah daripada mi instan pada umumnya yang mempunyai kalori di kisaran 360-500 kalori per bungkus. Dapat dikatakan bahwa FITmee sangat rendah kalori sehingga aman buat para pecinta mi instan yang doyan olahraga atau sedang menjalani program diet. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    3. Tropicana Slim

    Sebagai sebuah merek makanan sehat, nama Tropicana Slim tentu sudah tidak asing lagi terutama bagi pecinta makanan manis yang harus membatasi jumlah gula dalam makanan akibat terserang diabetes. Produk asli Indonesia ini diproduksi oleh PT Nutrifood Indonesia, dan produk yang dipasarkan cukup beragam mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak. Selain tersedia dalam produk bebas gula, Tropicana Slim juga tersedia dalam produk susu bebas lemak dan pelengkap masakan. Kehadiran Tropicana Slim sendiri tentunya untuk mengurangi jumlah penderita diabetes di Indonesia yang semakin meningkat, dan diabetes sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia selain jantung. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    4. Madu TJ

    Selain makanan sehat asli buatan Indonesia berbentuk mi instan dan pemanis rendah kalori, juga terdapat yang berbentuk madu. Salah satunya adalah Madu Tresno Joyo atau yang populer dengan nama Madu TJ. Produk madu yang satu ini memang paling populer di Indonesia. Salah satu varian yang paling banyak dibeli oleh konsumen adalah Madu TJ Murni yang diproduksi oleh lebah pagi. Madu ini dipanen pada saat dalam keadaan matang dan fresh. Produk ini mengandung vitamin, mineral, dan enzim lengkap untuk kesehatan tubuh, dan daot menjaga daya tahan tubuh dan memberikan manfaat positif bagi kesehatan. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini ya!

    5. Madurasa

    Selain Madu TJ, brand makanan sehat asli buatan Indonesia lainnya yang dalam bentuk madu adalah Madurasa. Merek ini dikenal sebagai pelopor madu dalam kemasan terbaik di Indonesia. Madurasa awalnya tersedia dalam bentuk sachet, dan seiring perkembangan zaman hadir dalam kemasan botol yang ekonomis, dan juga lebih praktis. Salah satu varian Masurasa yang terkenal adalah Madurasa Murni yang merupakan merek madu asli yang bagus dengan perpadian rasa natural dan aroma yang sangat khas. Proses pengemasan Madurasa Murni ini dilakukan tanpa pemanasan apa pun sehingga khasiatnya tetap terjaga. Selain di Indonesia, Madurasa juga tersedia di Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Apabila Sobat berminat silakan cek di sini ya!

    6. Oatbits

    Buat Sobat Sehat yang suka ngemil namun yang sehat dan tetap gurih, Sobat bisa menjadikan Oatbits sebagai camilan. Ini adalah biskuit oat bergizi yang dilengkapi dengan buah asli. Kombinasi antara oat alami dan buah asli menjadikan biskuit ini sangat lezat dan komplet gizinya sehingga tepat untuk dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Salah satu varian produk produksi PT Agel Langgeng yang patut Sobat Sehat coba adalah Oatbits 8 Almond yang memiliki kandungan nutrisi  dapat menjaga kesehatan tubuh serta menjaga Sobat tetap berenergi lebih lama. Kandungan kalsium di dalamnya baik untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu saja, camilan ini juga banyak mengandung Serat, Vitamin E, vitamin B1, B2 dan B6 serta mineral yang memberikan ekstra energi untuk tubuh. Omega 6 di dalamnya juga baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: Tips Membuat Cemilan Sehat untuk Anak

    7. East Bali Cashews Coconut Banana Granola

    Sobat Sehat tentu sudah tidak asing dengan granola sebagai salah satu camilan sehat yang banyak digemari saat ini. Ada banyak sekali merek granola namun untuk yang asli Indonesia adalah East Bali Cashews Coconut Banana Granola. Sereal granola ini berasal dari Bali. Kombinasi khas tropis dari oat, pisang, dan kacang mete yang lezat menjadikan sereal ini sangat pas untuk disantap sebagai sarapan. Terbuat dari bahan-bahan alami dan menyegarkan yang diproduksi oleh petani lokal membuat granola ini begitu spesial. Merek granola yang satu ini juga cocok untuk Sobat vegan, serta bebas kolestrol, tanpa pengawet dan pemanis buatan. Apabila Sobat berminat dengan produk yang satu ini, yuk cek di sini!

    8. Fitbar

    Camilan sehat dalam bentuk kemasan dan asli buatan Indonesia itu sudah banyak beredar di pasaran. Salah satunya adalah Fitbar. Snack produksi PT Kalbe Farma ini adalah snack sehat yang terbuat dari Oat, Quinoa, dan Whole Great yang merupakan sumber serat yang bisa menjaga kesehatan, saluran cerna, dan kesehatan jantung. Fitbar bebas dari kolestrol, bebas dari lemak trans, dan memilki kandungan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan snack-snack lainnya. Produk ini mempunyai keunggulan lain yaitu mengandung vitamin A, B12, dan C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Fitbar tersedia dalam tiga varian, yaitu Fitbar Fruits, Chocolate, dan Nuts. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini!

    9. Heavenly Blush

    Brand makanan sehat asli Indonesia yang terakhir adalah Heavenly Blush. Produk ini berbentuk yoghurt yang merupakan salah satu camilan sehat dan tepat untuk Sobat Sehat yang sedang menjalani gaya hidup sehat dan diet. Selain memproduksi yoghurt dalam bentuk susu, Heavenly Blush juga memproduksi yoghurt dalam bentuk bar. Produk yang diproduksi oleh PT Heavenly Nutrition Indonesia itu mengunggulkan salah satu variannya, yaitu Heavenly Blush Greek Yoghurt yang di dalamnya mengandung yoghurt Yunani yang sangat terkenal karena kelezatannya dan kandungan protein yang tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai pengganjal lapar karena memiliki efek yang sangat mengenyangkan. Apabila Sobat berminat dengan produk kesehatan yang satu ini, yuk silakan cek di sini!

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Itulah 9 merek makanan sehat asli buatan Indonesia, yang tentu saja tidak kalah dari merek makanan sehat dari luar negeri yang sudah berseliweran di pasar-pasar Indonesia. Adanya merek-merek lokal ini tentu saja membuat kita harus bangga buatan Indonesia, sehingga nantinya tidak ada ketergantungan terhadap produk-produk kesehatan dari luar. Apabila Sobat berminat untuk membeli produk-produk di atas, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ramdhani G. Makan Mie Instan Setiap Hari Tetap Bisa Sehat? Kok bisa? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4279112/makan-mie-instan-setiap-hari-tetap-bisa-sehat-kok-bisa
    2. Resmi Diluncurkan, FITMee Gandeng Tokopedia – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/bisnis/2018/05/09/resmi-diluncurkan-fitmee-gandeng-tokopedia
    3. Tropicana Slim [Internet]. Id.wikipedia.org. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://id.wikipedia.org/wiki/Tropicana_Slim
    4. 10 Merk Madu Asli yang Enak dan Bergizi Tinggi [Internet]. Bacaterus. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://bacaterus.com/merk-madu-asli-yang-bagus/
    5. Daftar 10 Merk Granola yang Enak di Indonesia 2020 | ProductNation [Internet]. Indonesia. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://productnation.co/id/kuliner/makanan/15334/merk-granola-enak-indonesia/#:~:text=Sereal%20granola%20ini%20merupakan%20produk,pas%20unt
    6. Oatbits (ID) | Agel Langgeng [Internet]. Agellanggeng.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: http://agellanggeng.com/pop-up/oatbits-id/
    7. Oatbits Oat 8 Almond, Camilan Sehat Kaya Nutrisi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/beauty-health/read/3739144/oatbits-oat-8-almond-camilan-sehat-kaya-nutrisi
    8. Santoso W. Heavenly Blush Bawa Yogurt Yunani ke Indonesia [Internet]. SINDOnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://ekbis.sindonews.com/berita/1287070/34/heavenly-blush-bawa-yogurt-yunani-ke-indonesia#:~:text=Yogurt%20Yunani%20(Greek%20yogurt)%20sangat,kaya%20manfaa
    9. Bella A. Bisnis F&B Kian Sehat Berkat Tren Gaya Hidup Sehat [Internet]. Marketeers – Majalah Bisnis & Marketing Online – Marketeers.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://marketeers.com/bisnis-fb-kian-sehat-berkat-tren-gaya-hidup-sehat/
    Read More
  • Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. […]

    Seperti Apa Persiapan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi?

    Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. Orang tua juga diharapkan untuk tetap mengimunisasi anak tepat waktu supaya proses tumbuh kembangnya tidak terganggu.

    persiapan tumbuh kembang anak

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Situasi yang sungguh berbeda ini sudah pasti membuat orang tua harus mempersiapkan segala hal dengan hati-hati terutama untuk menyesuaikan aktivitas harian akibat virus corona yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan di rumah. Lalu persiapan apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk tumbuh kembang anak saat pandemi? Yuk, mari simak!

    Menetapkan Jadwal Berkegiatan Bersama Anak

    Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah membuat dan menetapkan jadwal berkegiatan bersama anak selama berada di rumah. Terapkan durasi waktu kegiatan minimal 20 menit, dan lakukan pada jam yang sama setiap harinya. Mintalah pada anak untuk memilih jenis kegiatan. Apabila anak meminta kegiatan di tempat ramai, coba diskusikan mengenai situasi yang sedang berlangsung.

    Kegiatan harian yang dipilih bisa disesuaikan dengan usia anak. Apabila anak Sobat masih bayi atau balita, cobalah meniru ekspresi wajah dan mendongeng. Apabila anak sudah di tingkat TK atau SD, libatkanlah mereka dalam pekerjaan rumah dan bantulah mereka untuk mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan jika anak pada usia remaja, ajak mereka berdiskusi mengenai topik yang disukai dan ajak olahraga bersama di dalam ruangan. Dengan adanya jadwal kegiatan bersama setidaknya Sobat sudah mempunyai persiapan untuk tetap ada rutinitas walaupun sedang dalam pandemi.

    Menetapkan Jadwal Makan

    Supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama masa pandemi, persiapan berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat jadwal makan disertai dengan asupan gizi yang seimbang. Dalam situasi akibat virus Corona seperti saat ini, memberikan asupan yang terbaik dan mengurangi konsumsi makanan dari luar adalah sebuah keputusan yang bijak. Untuk sajian yang bergizi bisa dilihat pada resep-resep online. Selain itu, Sobat juga bisa membuat camilan-camilan sehat yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya konsentrasi anak.

    Selalu Memberikan Nutrisi yang Tepat

    Nutrisi yang tepat dan seimbang tetap dibutuhkan oleh anak-anak selama masa tumbuh kembang mereka, terutama di masa pandemi ini. Oleh karenanya, Sobat tetap harus memberikan mereka nutrisi yang tepat berupa vitamin seperti cucurmin, yang merupakan ekstrak temulawak untuk menambah nafsu makan anak supaya tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Ajak Anak Berjemur

    Salah satu persiapan lain yang bisa Sobat lakukan untuk tumbuh kembang anak adalah kegiatan berjemur. Ketika virus Corona merebak, ada anjuran untuk berjemur tiap pagi terutama pada jam 10. Tujuannya selain dapat membunuh virus-virus dan bakteri, ternyata sinar matahari juga sangat bagus untuk tulang anak pada masa pertumbuhannya. Untuk berjemur pun tak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja. Kegiatan berjemur pun bisa diselingi dengan kegiatan lain seperti bermain puzzle atau membacakan buku cerita supaya mereka tidak bosan.

    Belajar di Rumah dengan Homeschooling

    Karena virus Corona membuat semua aktivitas dialihkan ke dalam rumah, homeschooling menjadi pilihan yang tepat untuk persiapan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun untuk homeschooling ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kemauan anak, kesiapan mental, serta kesiapan sarana dan keterampilan untuk anak. Karena itu, perlu persiapan yang matang dan khusus sebelum memutuskan untuk homeschooling supaya perkembangan otak pada anak tetap lancar.

    Latih Persiapan Mental

    Persiapan untuk tumbuh kembang anak di masa pandemi tidak melulu persiapan fisik namun juga ada persiapan mental supaya anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Untuk hal ini, Sobat bisa mengajari mereka untuk mandiri dengan menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang bisa selesaikan seperti masalah-masalah yang sepele. Beri dukungan pada mereka supaya mereka yakin dapat menyelesaikannya. Hal ini tentunya akan berguna bagi mereka di kemudian hari.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Atur Jam Tidur

    Mengatur jam tidur siang maupun tidur malam sangat baik dalam menjaga tumbuh kembang anak di saat pandemi. Tidur siang sendiri memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kreativitas anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Namun, jangan terlalu lama. Cukup 1 jam saja supaya anak bisa tidur pada malam harinya. Karena, jika anak tidak bisa tidur pada malam hari atau tidur pada larut malam dapat membuat metabolisme tubuhnya menjadi tidak bekerja secara maksimal, dan hal tersebut akan sangat menganggu tumbuh kembangnya.

    Itulah 7 persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk tumbuh kembang anak selama masa pandemi. Selain persiapan untuk anak, orang tua pun harus mempersiapkan juga untuk diri mereka sendiri, terutama persiapan mental seperti menghadapi rasa panik dan kecemasan karena virus Corona. Karena itu, orang tua harus tenang dan yakin pada anak. Dengan begitu, anak pun akan tetap ceria dan bahagia.

    Apabila Sobat menginginkan tumbuh kembang anak tetap optimal di masa pandemi, Sobat bisa berkonsultasi dengan pakarnya, dan apabila Sobat menginginkan produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak, Sobat bisa mengklik Prosehat, dan jika ingin memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. 6 tips pengasuhan di tengah wabah virus corona (COVID-19) [Internet]. Unicef.org. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/kiat-pengasuhan-COVID-19#1
    2. 7 Tips Menjaga Tumbuh Kembang Anak Saat di Tengah Pandemi Corona Covid-19 [Internet]. Plus.kapanlagi.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://plus.kapanlagi.com/7-tips-menjaga-tumbuh-kembang-anak-saat-social-distancing-825848.html
    3. Virus Corona Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mengatasinya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200512/106/1239247/virus-corona-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak-ini-cara-mengatasinya
    4. 7 Persiapan Sebelum Menempuh Homeschooling di Tengah Pandemi [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200604105439-284-509761/7-persiapan-sebelum-menempuh-homeschooling-di-tengah-pandemi
    Read More
  • Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan […]

    3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan otak begitu pesat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan dasar buah hati dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang serta melindungi mereka dari berbagai penyakit.

    tumbuh kembang anak selama corona

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir jika tumbuh kembang anak mereka akan terhambat. Hal ini karena ruang eksplorasi anak seperti bermain di luar rumah harus dibatasi demi mencegah penularan virus tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama anak harus terus di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tercinta. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak sampai tuntas!

    Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Perhatikan Nutrisi dan Beri Stimulasi yang Tepat

    Tips pertama untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara tepat di masa pandemi virus Corona adalah perhatikan nutrisi anak secara tepat, dan juga berikan stimulasinya dengan tepat. Pada usia balita perkembangan otak menjadi pesat. Nutrisi merupakan bahan baku utama untuk membentuk struktur otak. Hal ini ibarat komputer, nutrisi menyusun rangkaian microchip menjadi prosesor. Ibarat dalam komputer juga prosesor yang bagus tanpa perangkat lunak yang bagus kinerjanya juga tidak akan bagus. Karena itu, selain pemberian nutrisi yang tepat, juga harus ada pemberian stimulasi yang tepat. Pada saat fase belajar, anak akan meniru, melihat, dan mendengar. Dengan begitu, orang tua perlu memberikan contoh praktis, misalnya cara bermain, menyelesaikan masalah yang sederhana, dan jangan lupa berikan pujian sekecil apa pun pada anak.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    2. Cegah Anak Terkena Penyakit Menular

    Tips kedua adalah orang tua harus semampu mungkin mencegah anak terkena penyakit terutama penyakit menular. Caranya, selain dengan memberikan nutrisi yang cukup, ajarilah mereka hidup bersih dan sehat (PHBS). Di masa pandemi, hal tersebut sangat penting. Ajari mereka memakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak ketika di keramaian serta tidak lupa ajari cara mencuci tangan yang benar dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik. Tentunya dengan diberikan contoh ya, supaya mereka bisa menirukan.

    3. Jangan Lupa Imunisasi

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak adalah jangan lupa imunisasi. Imunisasi pada anak terutama imunisasi dasar lengkap tetap harus dijalankan meskipun di masa pandemic namun tetap dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit menular yang biasa menyerang anak-anak seperti difteri, influenza, pneumonia, diare, dan campak tetap ada. Kemudian pada masa Corona imunisasi dasar dilengkapi dengan imunisasi tambahan sehingga mereka tetap terlindung dari penyakit.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Itulah 3 tips yang bisa Sobat jalankan untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun yang terpenting, Sobat jangan sampai lupa melakukan imunisasi sebagai kebutuhan dasar supaya anak terlindung dari penyakit dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Apabila Sobat ingin melakukan imunisasi anak dengan aman dan nyaman tanpa perlu mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhawatirkan menyebarkan Corona, Sobat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan layanan imunisasi anak di rumah dari Prosehat.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah atau produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Referensi

    1. Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tips-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-di-masa-pandemi-corona-1tjlDBlKpNn/full
    2. Ketahui 3 Hal Penting Soal Tumbuh Kembang Balita Saat Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/ketahui-3-hal-penting-soal-tumbuh-kembang-balita-saat-pandemi-fH2s
    3. Novita M. Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi, Jangan Lupa Imunisasi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1353989/dukung-tumbuh-kembang-anak-saat-pandemi-jangan-lupa-imunisasi
    Read More
  • Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak […]

    Cepat Lapar Karena Menyusui Bayi? Seringlah Asup 3 Makanan Ini

    Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak pada anak anda. Anak Sobat membutuhkan nutrisi untuk perkembangan otak dan tubuhnya.

    Jenis makanan apa saja yang wajib dikonsumsi? Makanan untuk Ibu menyusui sangat berbeda dari kebanyakan orang. Ibu menyusui sangat membutuhkan banyak nutrisi dalam makanan yang ia makan.

    Makanan Apa Saja yang Harus Dikonsumsi oleh Ibu Menyusui?

    1. Air Putih

    Ibu menyusui harus tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya. Sobat direkomendasikan untuk selalu minum air putih secara teratur. Meski anda tidak haus, Sobat wajib minum air putih dahulu. Memang, minum air putih tidak berpengaruh pada ASI untu bayi, tapi perlu anda ketahui bahwa mencukupi cairan yang masuk ke tubuh sangat penting apalagi bagi anda yang menyusui karena pada saat and meyusui akan melepaskan atau mengeuarkan hormon oksitosin yang membuat anda merasa haus.

    2. Makanan Mengandung Vitamin dan Mineral

    Ibu menyusui harus memenuhi asupan gizi, vitamin dan mineral yang lebih dari biasanya. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan bayi dan ibu tentunya, maka Sobat harus menyeimbangkan makanan yang sehat serta alami. Biasanya, sumber energi pada makanan yang mengandung bahan alami bertahan sangat lama dari pada makanan lainnya yang berbau sintesis. Sobat juga disarankan untuk minum vitamin prenatal yang berguna bagi bayi.

    3. Makanan Mengandung Kalori Tinggi

    Sobat sangat disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi. Pada umumnya ibu menyusui butuh 500 kalori lebih dari pada wanita yang tidak menyusui. Jika Sobat merasa lapar tetap makan, tetapi juga perlu diperhitungkan makanan yang harus dikonsumsi. Tidak semua ibu menyusui membutukan kalori yang sama, semua itu karena faktor kondisi dan berbagai macam yang dilakukan ibu tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan banyaknya aktivitas dan metabolisme tubuh juga dapat berpengaruh terhadap kalori tersebut

    Makanan Apa Saja Yang Baik Untuk Ibu Menyusui?

    Makanan yang baik untuk ibu menyusui tentunya makanan yang mengandung banyak gizi, nutrisi, vitamin dan mineral. Makanan sehat yang anda makan, tentu saja mengandung banyak nutrisi, tapi makanan yang mengandung paling banyak nutrisi adalah

    • Beras Merah/Gandum

    Beras dan gandum mengandung banyak karbohidrat yang baik untuk tubuh dan harus dipenuhi. Anda juga harus memakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti. Sobat harus tahu, gandum utuh mempunyai beberaapa manfaat yang baik bagi bayi dan ibu menyusui karena mengandung asam folat.

    • Telur dan Ikan

    Telur dan ikan sama-sama mengandung protein yang tinggi. Anda harus mencukupi kebutuhan protein dengan mengonsumsi telur, daging dan ikan karena telur mengandung vitamin D untuk proses pembentukan tulang bayi. Anda disarankan untuk memilih telur yang mengandung DHA, karena dalam kandungan tersebut terdapat asam lemak esensial yang tinggi. DHA juga sangat baik untuk perkembangan syaraf pada bayi.

    • Sayuran dan Buah

    Buah dan sayur juga mempunyai peran penting dalam perkembangan anak dan ibu menyusui karena sayuran dan buah mengandung mikronutrisi. Sayuran dan buah juga meengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, Kalsium dan Antioksidan. Beberapa buah juga kaya akan vitamin, mineral dan energi. Konsumsilah buah dan sayur yang mengandung serat, karena bisa memperlancar pencernaan buat anda. Konsumsilah sayuran hijau dan buah yang tidak mengandung pestisida mulai dari sekarang.

    • Susu Rendah Lemak

    Susu memang mempunyai peran penting untuk ibu menyusui. Susu mengandung vit D, vitamin B, dan protein yang baik untuk tubuh dan pertunbuhan pada bayi. Susu yang disarankan adalah produk susu yang rendah lemak seperti yogurt, keju, susu atau produk lainnya karena memiliki salah satu sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.

    • Wortel

    Wortel juga sangat baik untuk perkembangan anak karena wortel mengandung vitamin A. Anda juga bisa mengonsumsinya.

    • Kacang-Kacangan

    Kacang- kacangan juga kaya akan zat besi yang baik untuk tulang.

    Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui

    Pantangan untuk ibu menyusui makan makanan/ minuman yang tidak baik untuk kesehatan si kecil dan tumbuh kembang si kecil. Lalu makanan/ minuman apa saja yang tidak diperbolehkan unttuk ibu hamil?
    • Minuman yang mengandung alkohol sangat tidk baik untuk ibu menyusui dan untuk perkembangan anak
    • Minuman yang mengandung kafein juga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui, karena akan berpengaruh pada bayi
    • Ikan yang mengandung merkuri. Ikan yang mengandung merkuri biasanya adalah ikan yang hidup di laut.

    Mulai dari sekarang makanlah, makanan yang sehat untuk tubuh dan perkembangan bayi anda karena semua itu sangat berpengaruh pada perkembangan otak dan tubuhnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sobat Sehat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap makanan yang tepat untuk menyusui supaya tidak cepat laiar  dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan untuk mengenai hal tersebut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Read More

Showing 1–10 of 33 results

Chat Asisten ProSehat aja