Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 1–10 of 22 results

  • Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat […]

    5 Hal yang Wajib Diketahui Ibu Sebelum Memberikan MPASI Pertama

    Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat baru lahir hingga usia 6 bulan, bayi diberikan ASI secara ekslusif, dan tentunya pada usia 6 bulan ke atas ini para ibu diajarkan untuk mengenal hal baru lagi, yaitu pengenalan makanan baru pada bayi yang biasa disebut MPASI.

    Namun, sebelum mengenalkan MPASI pada bayi  kita perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pemberian MPASI serta agar makanan MPASI yang diberikan juga makanan yang tepat, untuk pencernaan dan kesehatan bayi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu sebelum memberikan MPASI :

    Manfaat dari pemberian MPASI pada bayi

    Sebelum memberikan MPASI pada bayi kita, tentunya para ibu perlu untuk mengetahui apa saja sih manfaat dari MPASI yang diberikan pada bayi? Manfaat MPASI bagi bayi tentu sangat penting, pertama, dengan memberikan MPASI pada bayi, bayi mendapatkan nutrisi tambahan lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi bayi. Kedua, dengan memberikan MPASI, mendukung bayi untuk tumbuh dan berkembang sehingga mencegah bayi dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ketiga, dengan memberikan MPASI, melatih otot – otot pada mulut bayi dan juga melatih kemampuan motorik pada bayi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Kapan sebaiknya MPASI diberikan?

    Pada bayi baru lahir sangat dianjurkan untuk diberikan ASI ekslusif. Namun, saat bayi berusia 6 bulan, dianjurkan untuk memberikan MPASI. Pemberian MPASI yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memberikan gangguan atau masalah pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, pemberian MPASI pada bayi harus pada waktu yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat. Idealnya pada bayi diberikan MPASI pada usia 6 bulan. Selain itu pemberian MPASI ini juga dapat dilihat dari perkembangan bayi tersebut, apakah organ – organ bayi sudah siap untuk menerima MPASI. Berikut beberapa tanda bahwa bayi sudah dapat dikenalkan MPASI ;

    • Bayi sudah mulai menggenggam dan juga memasukkan makanan atau sesuatu ke mulut.
    • Bayi akan bergerak ke depan pada makanan atau mainan yang disukainya, sebaliknya akan mundur atau menutup mulut, jika diberikan sesuatu yang tidak disukainya.
    • Bayi sudah mampu menegakkan sendiri leher dan kepala nya.
    • Bayi sudah mulai dapat berdiri dengan bantuan.

    Itulah tadi beberapa tanda dan waktu yang tepat pemberian MPASI pada bayi. Bila pemberian MPASI yang terlalu cepat, maka resiko bayi tersedak cukup tinggi, gangguan pencernaan pada bayi, meningkatkan resiko obesitas, infeksi dan juga alergi. Bila pemberian MPASI terlalu lambat, maka akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi atau bayi mengalami suatu kondisi yang dinamakan picky eater yaitu suatu kondisi dimana bayi menolak diberikan makanan lain selain ASI. Beberapa hal harus diperhatikan dalam pemberian MPASI,

    Harus mengetahui cara pemberian MPASI yang baik

    Berikut beberapa cara pemberian MPASI yang baik, sesuai dengan usia nya :

    • Usia bayi 6-8 bulan

    Pada usia awal pemberian MPASI ini, tentunya haruslah diperhatikan dalam pemberiannya. Pemberian MPASI pada usia bayi 6 sampai 8 bulan pemberian MPASI 2-3 kali sehari, dan makanan selingan diberikan 1-2 kali. Makanan yang diberikan pada usia awal pemberian MPASI ini adalah makanan yang halus, seperti : bayam yang dihaluskan, kentang yang dihaluskan, wortel, pepaya, pir, yang semuanya dihaluskan. Jika sudah terbiasa dengan bahan makanan yang sudah disebutkan di atas, Anda dapat menambahkan telur atau daging yang dihaluskan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak yang Aman

    • Usia bayi 9-11 bulan

    Pada usia bayi 9-11 bulan, frekuensi pemberian makanan MPASI, masih sama seperti pada bayi usia 6-8 bulan. Yang membedakannya adalah, pada bayi usia 9-11 bulan ini pencernaan dan organ bayi sudah lebih kuat dan sudah beradaptasi, sehingga sudah bisa dapat diberikan nasi tim, biscuit atau finger food.

    • Usia bayi 12 bulan ke atas

    Pada usia ini bayi sudah bisa diberikan nasi lembek  dengan lauk seperti tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging yang sudah dicincang. Frekuensi pemberiannya, masih sama dengan usia bayi yang sebelumnya.

    Makanan yang tidak dianjurkan untuk dijadikan MPASI

    Pada saat memperkenalkan MPASI, tentunya kita memperkenalkan makanan tersebut satu persatu, untuk mengetahui apakah bayi alergi pada suatu makanan tertentu. Dan berikut ini ada beberapa makanan yang memang tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi untuk dijadikan MPASI :

    • Susu sapi murni : karena dapat memberikan dampak kekurangan zat besi.
    • Makanan yang keras, bulat dan kecil, untuk bayi usia di bawah 12 tahun, karena beresiko tersedak.
    • Konsumsi jus buah tidak dianjurkan lebih dari 4-6 ons perhari, karena dapat menyebabkan diare dan juga karies atau gigi berlubang.
    • Hindari makanan kaleng atau makanan siap saji : baik pada bayi maupun orang dewasa, makanan kalengan atau makanan yang sudah siap saji memang tidak dianjurkan, karena pada makanan tersebut memiliki kandungan pengawet dan juga garam yang cukup banyak. Yang tentunya kandungan tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan bayi.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Masa Depan Dimulai dari Sekarang

    Masak makanan hingga matang

    Pada saat pemberian MPASI, tentunya makanan yang ingin diberikan sebagai MPASI bagi bayi, harus dipastikan benar sudah matang. Karena jika makanan kurang matang yang diberikan pada bayi, terutama telur, akan berdampak pada masalah pencernaan seperti diare.

    Baik, itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan dan ketahui sebelum memberikan MPASI pertama pada bayi. Semoga berhasil!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Saat mendekati waktu ulang tahunnya, anak Anda mungkin akan mengalami penurunan rasa nafsu makan. Rasa nafsu makan seorang bayi akan mengalami penurunan perlahan-lahan dan mereka tidak sedang membutuhkan banyak makanan karena pertumbuhan mereka sedang melambat saat seorang bayi berusia satu tahun. Anak berusia 1 tahun dapat makan hampir seluruh hal yang Anda makan. Bayi Anda […]

    Resep Makanan Sehat untuk Anak 1 Tahun

    Saat mendekati waktu ulang tahunnya, anak Anda mungkin akan mengalami penurunan rasa nafsu makan. Rasa nafsu makan seorang bayi akan mengalami penurunan perlahan-lahan dan mereka tidak sedang membutuhkan banyak makanan karena pertumbuhan mereka sedang melambat saat seorang bayi berusia satu tahun. Anak berusia 1 tahun dapat makan hampir seluruh hal yang Anda makan. Bayi Anda akan membutuhkan sekitar 1000 kalori per hari, yang dapat dibagi menjadi 3 menu utama, plus 2 snack. Namun, jangan harap anak Anda akan mengikuti rutinitas ini setiap hari.

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memberi makan untuk anak berusia 1 tahun, yaitu:

    • Jangan paksa anak Anda untuk makan. Anak Anda mungkin ingin makan saat mereka merasa lapar, dan selalu pastikan bahwa makanan telah siap
    • Jangan persiapkan makanan yang terlalu pedas atau manis
    • Pastikan anak Anda duduk di meja dan makan dengan semua orang
    • Anda mungkin akan mulai mengeluh untuk pemberian ASI atau susu formula kepada bayi Anda dan Anda dapat berkonsultasi dengan dokter apakah Anda dapat mulai memberikan susu sapi kepada anak Anda
    • Anak Anda mungkin akan mulai meyakinkan Anda untuk memberikannya makanan kesukaannya. Namun, jangan selalu menuruti keinginan anak Anda. Lanjutkan dengan pemberian makanan sehat kepadanya.
    • Tingkatkan makanan yang kaya akan zat besi pada diet anak karena sangat dibutuhkan.

    Baca Juga: 6 Makanan Enak tapi Jantung Tetap Sehat

    Saat merencanakan menu makanan anak Anda, ingatlah bahwa kolesterol dan lemak sangat penting bagi pertumbuhan anak Anda, sehingga Anda tidak perlu membatasi asupan lemak selama periode pertumbuhannya. Apabila Anda selalu menjaga kadar kalorinya 1000 kal/hari, maka Anda tidak perlu khawatir memberikan risiko obesitas pada anak Anda

    Berikut adalah resep makanan sehat untuk anak Anda yang berusia 1 tahun, yaitu:

    1. Pancake yang terbuat dari gandum dan waffle

    Bahan:

    • 6 cangkir tepung gandum putih
    • 1/3 cangkir gula
    • 2 sendok makan baking powder
    • 1 sendok makan baking soda
    • 2 sendok teh garam
    • Pancake gandum atau waffle
    • 1 telur besar, yang akan dikocok
    • 1 cangkir susu mentega
    • 1 sendok makan minyak canola atau minyak sayur
    • 1 cangkir pancake mix

    Preparasi:

    1. Kocok telur, susu mentega, dan minyak pada mangkok besar
    2. Kocok di dalam pancake mix hingga benar-benar tercampur merata
    3. Panaskan panci besar dengan panas yang medium dan minyaki dengan mentega atau minyak
    4. Tuang 1 sendok makan campuran pancake ke dalam wajan ceper, buatlah sebanyak mungkin pancake yang dapat tertampung dan masak selama kurang lebih 2 menit.
    5. Balik pancake dan masak selama 1 menit lebih lama dan sajikan

    *) Apabila Anda tidak memiliki susu mentega, maka Anda dapat membuatnya dengan menambahkan 1 sendok makan cuka atau jus lemon ke dalam 1 cangkir susu. Campuran ini akan menjadi sangat nikmat.

    Baca Juga: 5 Trik Makanan Sehat Untuk Balita

    1. Spinach Gnocchi-Wee

    Bahan:

    • 10 ons bayam yang telah dibekukan dan dicincang
    • 1 cangkir milk ricotta cheese
    • 2/3 cangkir keju parmesan, beserta dengan 2 sendok makan, yang berguna untuk ditaburkan sebelum disajikan
    • 1 kuning telur
    • 2 sendok makan tepung atau lebih untuk mengotori tangan Anda saat melakukan rolling

    Preparasi:

    1. Lelehkan bayam yang dibekukan (hal ini dapat dilakukan di microwave)
    2. Tekan seluruh air agar keluar dari bayam dengan menggunakan tangan (dapat dilakukan dengan menggunakan tangan dan di dalam mangkok, untuk memastikan bayam tidak hilang)
    3. Letakkan seluruh bahan pada wadah makanan. Anda harus memastikan bayam dibentuk dalam ukuran kecil dan campuran dicampur dengan baik.
    4. Kotori tangan Anda dengan sedikit tepung sehingga campuran tidak menempel pada tangan Anda.
    5. Ambil 1 sendok teh campuran bayam dan gulung menjadi bola kecil. Letakkan di atas piring dengan ditutupi oleh perkamen atau kertas lilin.
    6. Bawa pot air yang besar untuk memasak gnocchi
    7. Tambahkan gnocchi ke dalam air dan masak selama 3 menit hingga timbul pada permukaan.
    8. Gunakan sendok, pindahkan gnhocchi ke piring atau mangkok
    9. Taburi dengan parmesan cheese, dinginkan, dan sajikan.

    *) Setelah tahap ke-5, letakkan pada nampan dan bekukan selama 30 menit. Transfer atau pindahkan ke Ziploc bag, beri label, dan bekukan selama 4 bulan. Saat siap, panaskan hingga temperatur kamar dan ikuti langkah ke-6 hingga 9.

    1. Mashed Potato Cakes

    Bahan:

    • 2 cangkir mashed potatoes
    • ¼ cangkir parmesan cheese
    • 1 telur yang dikocok
    • 7 sendok maakn tepung
    • Mentega atau minyak untuk pemanasan panci

    Preparasi:

    1. Letakkan mashed potatoes, keju, telur, dan 3 sendok makan tepung ke dalam mangkok dan aduk untuk mencampurnya.
    2. Letakkan satu skop campuran kentang dan bentuk menjadi patty
    3. Letakkan sisa 4 sendok makan tepung ke dalam piring
    4. Dengan perlahan, bungkus potato patty dengan tepung
    5. Panaskan lapisan tipis minyak atau mentega di dalam panci besar dengan panas medium
    6. Masak kue kentang selama 3 menit untuk setiap sisi dengan jangka waktu 6 menit
    7. Sajikan apa adanya atau sebagai menu tambahan

    Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak

    *) Setelah tahap ke-2, letakkan patty pada baking sheet dan letakkan ke dalam freezer selama 30 menit kemudian letakkan pada patty yang membeku ke dalam Ziploc bag dan bekukan selama 4 bulan. Saat siap, lelehkan bekuan dengan meletakkannya pada kulkas selama 24 jam dan lanjutkan tahap 3 – 7.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    • babydestination.com/food-recipes-1-to-2-years-kid
    • healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Sample-One-Day-Menu-for-a-One-Year-Old.aspx
    • thebump.com/a/top-10-recipes-for-one-year-olds
    Read More
  • Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dengan makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh […]

    Catat 10 Panduan Memberikan MPASI 7 Bulan

    Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dengan makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa waktu ini merupakan waktu yang tepat untuk merekomendasikan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi.

    Namun, saat ini berbagai jenis  makanan instan banyak tersedia di supermarket dan kurang mengandung nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh si buah hati. Hal ini disebabkan karena produk ini telah mengalami pengolahan yang terlalu panjang, sehingga kurang memberikan nutrisi yang cukup. Oleh sebab itu, maka disarankan agar Anda dapat mengolah dan mempersiapkan MPASI bagi sang buah hati secara personal agar menjamin makanan yang dikonsumsi bayi memiliki berbagai nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh.

    Berikut ini adalah contoh MP ASI 7 bulan bagi si bayi, yaitu:

    • Sereal, yang dipilih sebaiknya bebas gluten
    • Buah dan sayuran yang dihaluskan, seperti alpukat, pisang, pir, kentang, wortel, brokoli, kol, bayam, apel, stroberi, wortel, anggur, tomat, dan timun.
    • Bubur yang dibuat khusus untuk bayi atau daging yang telah mengalami penghalusan, seperti ayam atau sapi.
    • Bubur tahu
    • Bubur kacang-kacangan, seperti kacang merah atau kacang hijau.

    Seluruh makanan di atas umum dicampur dengan ASI atau susu formula yang dapat diberikan bagi si bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat Untuk Bayi

    Berikut adalah 10 panduan untuk memberikan MPASI 7 bulan, yaitu.

    1. Pastikan porsi MPASI anak Anda telah disesuaikan dengan usianya dan juga berat badan anak Anda. Kedua hal tersebut berpengaruh pada pemberian MPASI yang tepat.
    2. Biasakan memberi MPASI yang terdiri atas 4 bintang, yaitu mencakup karbohidrat, sayuran dan buah, kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.
      • Daging yang diperkenalkan pada bayi adalah daging yang telah diolah dengan benar dan dihaluskan agar dapat dicerna baik.
      • Sayuran hijau, contohnya bayam yang mengandung folat dan zat besi tinggi.
      • Buah alpukat yang lembut dan matang akan mudah dicerna, bahkan dapat diberikan langsung kepada bayi. Alpukat sangat baik bagi bayi karena mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mencerdaskan otak bayi.
      • Labu kuning kaya akan vitamin C, vitamin A, dan beta karoten.
    3. Perhatikan alergi yang mungkin dimiliki oleh sang buah hati.
      Pertama kali mencoba makanan padat, pastikan Anda mengamati apakah sang buah hati mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Agar Bunda dapat mempermudah pengamatan maka tunggulah hingga 3 hari sebelum beralih pada makanan lainnya. Tiga hari umumnya adalah waktu yang cukup untuk melihat reaksi alergi pada si bayi, terutama bila dalam anggota keluarga, ada yang memiliki riwayat alergi sejenis. Telur, kacang kedelai, ikan, susu sapi, kerang, dan gandum merupakan beberapa contoh bahan makanan yang perlu diwaspadai sebagai pemicu alergi.
    1. Selain itu, perlu dihindari penggunaan madu untuk bayi yang berusia kurang dari setahun untuk mengurangi risiko terjadinya botulisme.
    2. Produk yang terbuat dari susu sapi, seperti keju umumnya aman untuk diberikan bagi bayi. Namun, sebaiknya pemberian susu sapi ditunda terlebih dahulu apabila anak belum berusia lebih dari setahun.
    3. Memperhatikan kesempurnaan fungsi saluran pencernaan serta kelenjar dalam tubuh yang berperan dalam proses pencernaan dan metabolisme zat gizi dari sang anak. Hal ini akan menentukan Anda untuk menentukan konsistensi makanan yang harus diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan saluran pencernaan bayi dan tidak memberikan beban yang terlalu berat bagi pencernaan bayi yang belum berfungsi secara sempurna. Hal ini menentukan proses pemberian MPASI yang harus dilakukan bertahap, mulai dari jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur makanan si bayi.
    4. Waspadai pula penggunaan bahan makanan yang dapat menghasilkan gas di dalam lambung, seperti kacang, produk olahan susu, gandum, bawang. Bahan makanan seperti ini dapat membuat timbulnya rasa tidak nyaman pada bayi.
    5. Si bayi boleh diberi snack agar tidak merasa bosan dengan makanan harian yang cenderung sama. Hindari jajanan pinggir jalan yang terbuka dan tidak tertutupi dengan baik, karena kemungkinan makanan telah terkontaminasi dengan debu dan kotoran yang terbawa oleh angina atau udara.
    6. Hindari pemberikan MPASI pada malam hari untuk menghindari bayi mengalami risiko obesitas. Namun, rasa lapar bayi pada malam hari dapat diantisipasi dengan pemberian bubur kacang hijau + susu, susu kacang kedelai, susu hangat, agar rumput laut yang dicampur antara susu dan gula merah, serta buah-buahan. Makanan ini berisi vitamin yang akan meningkatkan kekebalan tubuh si bayi dan melancarkan pencernaan bayi.
    7. Contoh awal adalah Anda menggunakan satu jenis bahan untuk dibuat menjadi bubur, yaitu:
    • Bubur pisang
      Pisang merupakan buah kaya serat dan kaya kandungan kalium sehingga bersifat aman bagi perut sang bayi. Namun, terlalu sering mengonsumsi pisang akan berisiko menyebabkan konstipasi.
    • Bubur beras merah
      Bubur beras merah dapat digunakan sebagai bahan makanan pokok yang tidak menyebabkan alergi. Selain itu, bubur beras merah merupakan makanan yang mudah dicerna oleh si bayi. Beras merah dapat diblender hingga halus dan ditambahkan air dan dimasak dengan api yang berukuran sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, maka api dikecilkan, dan dimasak kurang lebih hingga 20 menit. Setelah itu, air dapat ditambahkan hingga konsistensi bubur sesuai dengan yang diinginkan.

    Baca Juga: 8 Persiapan Ibu dan Bayi yang Ingin Naik Pesawat

    • Bubur alpukat
      Alpukat mengandung lemak yang baik dan bermanfaat untuk perkembangan fisik dan juga otak sang bayi. Alpukat dapat ditambahkan ke ASI atau susu fomula sebagai MP ASI. Sisa alpukat yang belum digunakan akan disimpan di wadah dan di dalam lemari pendingin.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya. Pada anak, diare seringkali […]

    Sakit Perut Pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya.

    Pada anak, diare seringkali disebabkan karena virus yaitu Rotavirus. Penyakit diare dapat disembuhkan dengan memberikan obat-obat diare khusus untuk anak ataupun berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ada juga makanan-makanan yang dapat  membantu untuk meredakan sakit perut pada anak. Sebaiknya, hal ini wajib diketahui bagi para orang tua.

    Pepaya

    Buah papaya menjadi salah satu makanan yang dapat membantu serta memudahkan pencernaan. Kandungan chymopapain dan papain yang ada di dalam papaya dalam membantu memecah protein. Kandungan zat inilah yang memberikan lingkungan asam sehat di dalam perut.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut Pada Anak

    Pisang

    Pisang sangat mudah dicerna oleh anak serta meredakan sakit perut. Buah ini memiliki kandungan pektin yang mana dapat membantu gerakan usus di dalam tubuh secara alami.  Selain itu, tingkat elektrolit dan kalium di dalam pisang sangat tinggi yang dapat mengurangi dehidrasi pada tubuh.

    Yogurt

    Makanan yang satu ini mungkin banyak disukai anak-anak, ditambah lagi dengan manfaatnya yang dapat meredakan sakit perut membuat orang tua tak perlu khawatir untuk dapat memberikannya pada anak ketika mengalami diare. Kandungan aktif di dalam yogurt dapat meningkatkan bakteri baik di dalam usus, mengurangi kembung, membantu pencernaan.

    Jus Wortel

    Cara terbaik lainnya untuk mengatasi masalah sakit perut pada anak adalah dengan memberikan jus wortel. Anda dapat menambahkan beberapa helai daun mint di dalam  jus wortel tersebut. Obat ini akan sangat efektif untuk menenangkan perut yang sedang sakit.

    Oat

    Jika anak menderita sakit perut yang hingga melilit, maka cobalah untuk memberikannya semangkuk gandum hangat yang dicampurkan dengan susu. Makanan yang kaya serat ini sangat baik dalam penyembuhan sakit perut.

    Beras Putih

    Siapa sangka jika beras putih menjadi salah satu makanan sehat lainnya yang dapat membantu menyembuhkan perut sakit. Anda dapat memberikan anak makanan seperti nasi, kentang, atau roti. Jenis makanan ini sangat efektif membantu mengatasi diare dengan cara menyerap cairan serta mengeluarkannya bersama tinja

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Air Kelapa

    Gula alami yang ada di dalam air kelapa dapat membantu memberikan kalori dan elektrolit. Kandungan kalium di dalam air kelapa dapat membantu mendetoks perut.

    Setelah anak sembuh dari diare, jangan lupa untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi anak. Pastikan anak untuk makan makanan yang sehat dan bersih sehingga tidak lagi mengalami sakit perut. Cuci buah dan sayuran sebelum di masak sehingga tidak ada lagi kuman atau bakteri di dalamnya. Perhatikan pula kondisi kebersihan lingkungan di sekitar anak-anak sehingga kesehatan anak tetap terjaga. Namun jika cara-cara di atas belum berhasil membuat sakit perut pada anak mereda, maka segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Semoga informasi diatas dapat membantu anda.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. 10 makanan ini bisa meringankan sakit perut. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/sehat/10-makanan-ini-dapat-meringankan-sakit-perut.html (1.12.18)
    2. com. Orang tau harus tau pilihan makanan yang tepat saat anak diare. 2018.[Internet]. Available at: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2018/01/11/140000220/orangtua-harus-tahu-pilihan-makanan-tepat-saat-anak-diare (1.12.18)
    3. Yusepi TT. 6 makanan terbaik untuk meringankan sakit perut. 2017. [Internet]. Available at: liputan6(dot)com/health/read/3101298/6-makanan-terbaik-untuk-meringankan-sakit-perut (1.12.18)
    Read More
  • Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita […]

    Jadikan Balita Banyak Akal, Adaptif & Mandiri

    Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita tersebut mengalami peningkatan pesat dalam ukuran tetapi kemampuan kognitif dan motoriknya terlambat. Orang tua umumnya puas dengan mengejar pertumbuhan panjang dan berat badan anak, tapi nyatanya untuk menjadikan si Kecil unggul hal tersebut tidaklah cukup.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi perkembangan dan seberapa sehat otak si Kecil. Pertumbuhan dan perkembangan otak akan dimulai sejak tahun pertama hingga usia 3 tahun atau yang disebut dengan golden period (periode emas). Pada masa ini, otak akan aktif membangun jaringan antar sel saraf yang akan memengaruhi kecerdasan anak  dimana tingkat keberhasilan proses ini bergantung pada stimulasi yang diberikan.

    Karena hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup, maka kita sebagai orang tua harus mencuri kesempatan ini untuk membantu membangun jaringan otak anak. Sebagai hasilnya, dari stimulasi yang tepat pada masa ini maka si Kecil akan menjadi balita yang unggul yaitu balita yang banyak akal, adaptif (mudah beradaptasi) dan mandiri. Hal ini akan membantunya menjadi anak yang tangguh yang siap hadapi masa depan dan siap hadapi tantangan.

    Baca Juga: 14 Makanan yang Aman Bagi Penderita Diabetes

    Pentingnya Stimulasi

    Latihan-latihan dalam menstimulasi otak si Kecil dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana hal ini kita sebut dengan baby gym, baik dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor), tentunya dengan memerhatikan kebersihan dan menghindarkan hal-hal yang berisiko mencederai anak Anda. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:

    • Berlatih mendorong atau menarik benda seperti bola atau mainan lain untuk melatih motorik dan keseimbangannya.
    • Bawa si Kecil berjalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat baru seperti pantai, kolam renang dan kebun binatang.
    • Ajak dia bermain mengumpulkan benda-benda yang sama, misalnya mengumpulkan benda-benda berbentuk bulat atau mengumpulkan benda-benda berwarna merah.
    • Bermain berpura-pura menirukan binatang atau ajak dia bernyanyi bersama.
    • Tak lupa interaksi sosial, mulailah sedini mungkin untuk berinteraksi dengan orang lain, hal ini akan melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

    Baca Juga: 8 Cara Program Hamil yang Tepat

    Serta masih banyak cara lain yang mengajaknya ikut berinteraksi dan kita bisa melihat reaksinya berupa tawa, senyum atau ekspresi lainnya.

    Jika Anda tidak punya cukup waktu atau bingung untuk melakukannya sendiri di rumah, Anda dapat mendatangi fasilitas-fasilitas yang menyediakan baby gym dengan pelatih yang terlatih tentunya. Cara lain juga dengan menyediakan media bermain atau mainan yang dapat menstimulasi otak, misalnya:

    • Mainan yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa dia lihat, contohnya mainan masak-memasak untuk anak perempuan dan mainan perkakas bengkel untuk anak laki-laki, dll.
    • Mainan yang berhubungan dengan profesi yang ia gemari, misalnya mainan dokter-dokteran atau mobil-mobilan pemadam kebakaran, dll.
    • Mainan alat musik.
    • Blok dan
    • Buku mewarnai, buku menggambar dengan menyambung titik-titik atau buku dengan cerita bergambar.4,5

    Mainan-mainan tersebut tentunya disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak Anda. Namun, untuk menjadi anak yang unggul, sebaiknya orang tua turun langsung dan ikut serta dalam melatih proses perkembangan anak, karena cinta dan kasih sayang orang tua akan mengoptimalkan setiap latihan yang dilakukan.

    Ditulis oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lucich M. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important. Barkeley, California: California Childcare Health Program; 2011. p. 1-2.
    2. Infant/Toddler Programs — BSMART [Internet]. BSMART. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: bsmartfoundation.org/infanttoddler-programs/
    3. Physical activity for babies, toddlers and pre-schoolers: SA Health [Internet]. Sahealth.sa.gov.au. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/healthy+living/be+active/being+active+at+different+ages+and+stages/physical+activity+for+babies%2C+toddlers+and+pre-schoolers
    4. G. Guyton. Using Toys to Support Infant-Toddler Learning and Development. Young Children, 66(5):50–56, 2011.
    5. Good Toys for Young Children by Age and Stage | NAEYC [Internet]. Naeyc.org. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: naeyc.org/resources/topics/play/toys
    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urin kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, maka akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, maka dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Mungkin Bunda sering membaca artikel mengenai pijat bayi atau bahkan menonton video cara melaksanakannya di youtube, sehingga bertanya-tanya apa sebenarnya yang istimewa dari pijat bayi. Pijat bayi menjadi sangat penting manfaatnya sebagai penyalur kasih sayang orang tua kepada bayinya. Melalui pemijatan akan terbuka kesempatan bagi orang tua untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Sentuhan pijatan […]

    Apa yang Perlu Bunda Ketahui tentang Pijat Bayi?

    Mungkin Bunda sering membaca artikel mengenai pijat bayi atau bahkan menonton video cara melaksanakannya di youtube, sehingga bertanya-tanya apa sebenarnya yang istimewa dari pijat bayi. Pijat bayi menjadi sangat penting manfaatnya sebagai penyalur kasih sayang orang tua kepada bayinya. Melalui pemijatan akan terbuka kesempatan bagi orang tua untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Sentuhan pijatan orang tua atau pemijatnya akan merangsang perkembangan fungsi panca indranya. Pijatan lembut setiap hari membantu pertumbuhan fisik, emosional dan mempererat hubungan Bunda dan bayi. Pijatan merupakan sentuhan dan sentuhan adalah Cinta. Sentuhan anda akan  membentuk masa depan si kecil yang lebih baik.

    pemijatan bayi

    Pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mengutamakan sentuhan dan pandangan antara orang tua dan bayinya yang merupakan bagian dari komunikasi untuk mempererat keduanya. Manfaat pijat bayi sangat banyak, antara lain:

    • Memperbaiki gangguan tidur
    • Mengurangi emosi, stres, dan tekanan
    • Memberikan rasa nyaman
    • Meningkatkan massa otot
    • Memperlancar pencernaan
    • Meningkatkan nafsu makan dan berat badan
    • Stimulasi saraf otak
    • Meningkatkan daya tahan tubuh
    • Melancarkan peredaran darah

    Selain itu, pemijatan bayi bermanfaat untuk meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak, memberikan rasa percaya diri untung mengurus bayinya, mengurangi risiko kecemasan, depresi, dan stres pada orang tua serta membantu memahami bahasa tubuh bayi.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Bayi

    Pijat bayi dilakukan saat bayi baru lahir hingga usia enam atau tujuh bulan. Pemijatan dilakukan dua kali sehari, saat pagi sebelum mandi dan sebelum tidur. Bayi boleh dipijat dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan lapar dan telah selesai minum susu satu jam yang lalu.

    Hal yang harus dipersiapkan sebelum dilakukan pemijatan:

    • Bersihkan tangan sebelum dilakukan pemijatan
    • Hindari goresan akibat kuku atau perhiasaan, sehingga harus melepaskan perhiasan dan menggunting kuku sebelum memijat
    • Ruangan hangat, nyaman, dan tidak pengap
    • Bayi sudah selesai makan atau tidak dalam keadaan lapar
    • Sediakan waktu khusus selama 15 menit
    • Duduklah dengan posisi nyaman dan tenang
    • Baringkan bayi diatas permukaan yang rata, hangat, lembut, dan bersih
    • Siapkan handuk, baju ganti, popok, baby oil atau minyak zaitun.
    • Minta izin pada bayi sebelum dilakukan pemijatan dengan membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya berbicara.

    Teknik pijat bayi sangat mudah dipelajari sekitar 15 menit, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi itu sendiri maupun pemijatnya, tak ada teknik atau cara pijat yang baku, sehingga kita dapat melakukan sesuai teknik, cara dan keinginan sendiri. Kemudian, urutan pemijatan juga dapat disesuaikan secara individual.

    Apakah ada cara untuk memijat anak yang super aktif?.

    Pemijatan untuk anak usia 8 bulan ke atas sampai dengan 5 tahun, dapat dilakukan sambil bermain,  atau sambil mengikuti apa yang mereka lakukan. Kita tidak bisa memaksa mereka, menyuruh mereka diam, memaksa pemijatan sesuai dengan posisi atau sesuai dengan keinginan Bunda. Disini memang butuh kesabaran dan kelemahlembutan untuk memijat anak yang sedang dalam masa pertumbuhan atau sedang aktif-aktifnya, ya, bunda. Salah satu manfaat pemijatan adalah menurunkan kadar hormon stress anak-anak dan memberi ketenangan pada anak yang lebih aktif. Usahakan jangan melarang anak-anak  yang aktif untuk diam atau mengikuti kata Bunda. Biarkan mereka berkreasi dan aktif sesuai dengan usia mereka. Anak yang aktif adalah salah satu ciri anak sehat, normal dan cerdas.

    Berapakah umum yang disarankan untuk dilakukan pijat bayi?

    Pijat bayi dapat dilakukan sejak lahir dari 0 hingga 6 bulan.

    Apakah bayi yang baru lahir dapat dilakukan pemijatan?

    Bayi baru lahir memang diharuskan untuk dilakukan pemijatan karena masa-masa bayi baru lahir sangat membutuhkan kehangatan, sentuhan dan kenyamanan.

    Apakah hal yang normal bila saat dilakukan pemijatan bayi menangis kencang?

    Nah, ini adalah hal yang keliru, Bunda. Pijat tidak boleh dipaksakan dan diteruskan jika anak sudah tidak nyaman, takut, cemas, nangis dan lain-lain. Hentikan pemijatan jika anak tidak nyaman karena salah satu fungsi serta manfaat pijat adalah menurunkan hormon stres, memberikan ketenangan, kenyamanan, rasa hangat, aman dan nyaman pada anak Bunda. Jangan lakukan dan jangan paksakan lagi, ya Bunda jika anak menangis dan tidak mau dipijat.

    Apakah hal yang tidak dianjurkan atau tidak diperbolehkan pada pemijatan bayi?

    Tindakan atau hal yang tidak dianjurkan serta harus diperhatikan orang tua agar tujuan pemijatan tercapai:

    1. Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan atau minum
    2. Jangan memijat bayi saat bayi lapar atau haus, rewel, kondisi badan sedang sakit, tidak mau disentuh/dipijat
    3. Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan
    4. Jangan memijat bayi pada saat bayi dalam keadaan sedang sakit
    5. Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.
    6. Jika bayi saat dipijat menimbulkan kemerahan atau ada efek alergi karena sesuatu hal misalkan dari minyak  atau kondisi bayi yang sudah tidak nyaman, jangan lanjutkan, ya Bunda

    Bagaimana membiasakan anak yang tidak biasa dipijat supaya mau dipijat?

    Pemijatan adalah sentuhan cinta dan sentuhan kenyamanan. Jika anak-anak menolak dan tidak nyaman, jangan paksakan dan teruskan,ya Bunda.. Tapi lakukan perlahan sesuai kondisi dan keadaan anak-anak Bunda. Bunda harus sabar dan jika anak menolak untuk dipijat oleh terapis atau tukang pijat, saya sarankan Bunda yang harus melakukan sentuhan pijatan tersebut dengan cara yang menyenangkan seperti sambil bermain, sambil ngobrol, sambil bersantai. Jangan paksakan jika anak belum dan tidak mau dipijat karena jika dipaksakan akan menimbulkan efek trauma, kecemasan serta nyeri.

    Minyak jenis apakah yang dapat digunakan selama pemijatan?

    Jenis minyak pijat yang dapat digunakan adalah yang aman dan tidak menimbulkan alergi. Bunda bisa menggunakan minyak zaitun 100 % yang olive oil bukan yang untuk masak atau salad ya Bunda, tapi yang ada tulisan 100% olive oil yang biasa  di supermarket besar. Selain olive oil, Bunda bisa menggunakan minyak kelapa murni, baby oil, baby lotion, atau minyak untuk pijat bayi yang aman. Minyak kutus tidak disarankan untuk digunakan dulu pada bayi usia 0 sampai 2 tahun.

    Minyak kutus dapat untuk anak 5 tahun ke atas. Hal ini karena minyak tersebut bisa menimbulkan perih di mata dan terkadang untuk anak yang kulitnya sangat sensitif dapat menimbulkan  kemerahan dan rasa terbakar. Bunda juga perlu memperhatikan saat mengoles minyak ke tubuh bayi/anak ketika  minyak tersebut menimbulkan iritasi, kemerahan, rasa terbakar, bentol, anak atau bayi tidak nyaman. Bila hal ini terjadi, jangan melanjutkan pemijatan. Segera cuci bersih atau lap kulit bayi jika minyak yang bunda gunakan menimbulkan alergi atau ketidaknyamanan.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Ditanyakan

    Apakah pemijatan dapat dilakukan bila bayi/anak sedang sakit atau terkilir?

    Pemijatan untuk bayi atau anak dilakukan saat kondisi anak atau bayi sehat. Pemijatan bayi atau anak tidak disarankan untuk mereka yang kondisinya sedang tidak sehat. Pemijatan bayi atau anak merupakan pemijatan yang ringan, nyaman, menyenangkan dan memberi rasa aman.

    Jika bayi atau anak yang jatuh dan terkilir atau keseleo sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan tidak boleh dipijat. Kenapa tidak boleh dipijat? Sebaiknya, hal pertama harus dilakukan adalah pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan nantinya atau menyebabkan kondisi lebih parah lagi.

    Kemudian, Bunda dan para orang tua tidak tahu terapis atau tukang pijat nya apakah sudah ahli, sudah pengalaman atau belum, tahu, bisa atau mengerti dan bersertifikat. Jangan sampai mereka salah pijat, nanti malah membahayakan kondisi anak.

    Apakah ada bagian yang tidak boleh dipijat pada bayi/anak?

    Bagian yang tidak boleh dipijat adalah daerah kepala seperti ubun-ubun, sekitar atau dekat dengan mata, daerah sekitar ulu hati bayi atau anak dan daerah tulang belakang. Pijatan dilakukan di hanya di area atau bagian tubuh mulai dari wajah, dada, perut, lengan dan tangan, kaki serta punggung. Tekanan tiap gerakan pijatan tidak boleh terlalu keras atau dipaksakan.

    Setiap gerakan pijatan dilakukan sambil melihat kondisi bayi, apakah bayi nyaman saat di pijat di bagian tubuhnya atau tidak. Jika bayi terlihat nyaman maka teruskan dan lanjutkan. Tapi jika kita melihat bayi saat bayi dipijat dan terlihat tidak nyaman, jangan dilanjutkan, ya Bunda. Berhenti lakukan pemijatan jika bayi sudah tidak nyaman walaupun rangkaian pijatan belum selesai.

    Apakah gerakan mengangkat tangan/kaki bayi pada saat pemijatan berbahaya?

    Pada pemijatan bayi atau anak, memang ada gerakan-gerakan seperti mengangkat tangan bayi atau kaki bayi. Gerakan ini ada manfaatnya serta dilakukan secara perlahan dan tidak memaksa jika bayi tidak nyaman atau tidak mau melakukannya. Gerakan-gerakan ini aman dilakukan ke bayi jika terapisnya sudah mengerti, tahu serta dilakukan secara hati-hati.

    Sekali lagi gerakan ini tidak boleh dipaksakan jika bayi tidak mau, seperti yang saya bilang tadi jangan paksakan bayi pada posisi tertentu. Jika dilakukan dengan aman dan oleh terapis yang benar serta tidak memaksakan, tidak masalah untuk melakukan gerakan ini. Jika bunda khawatir melihat gerakan tersebut, Bunda bisa berbicara kepada terapisnya untuk tidak melakukan gerakan itu.

    Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Dicek Untuk Ibu dan Bayi Sebelum Naik Pesawat

    Pada gerakan pijat telapak kaki apakah betul gerakannya harus dari bawah ke atas? Apakah hal ini bagus untuk perkembangan motoriknya?

    Pada gerakan pijat telapak kaki, lakukan tekanan titik telapak kaki dengan kedua ibu jari berjalan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah bunda. Gerakan ini membantu untuk perkembangan motorik. Contoh perkembangan motoriknya seperti berjinjit, berjalan, berlari, menendang, melompat dengan kedua jari. Ini sangat membantu agar anak-anak siap melakukan apa yang mereka ingin lakukan atau sesuai dengan perkembangan usia dan  motorik mereka.

    Seberapa sering pemijatan pada bayi boleh dilakukan?

    Pijat bayi dilakukan sebaiknya 2 kali sehari dan dilakukan secara rutin sambil melihat kondisi bayi, orang tua serta seberapa banyak waktu untuk dilakukan pemijatan. Waktu pemijatan sekitar 15 menit sampai dengan 20 menit sesuai kebutuhan.

    LINK VIDEO PIJAT BAYI: https://www.youtube.com/channel/UCjl6_LAhZUrUJj8ssqRnDbQ

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berusia 8 bulan? Saatnya ia dikenalkan dengan camilan berupa finger food alias makanan yang bisa dipegang sendiri. Kira-kira, camilan atau finger food seperti apa yang cocok dan baik untuknya? Yuk, simak trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan berikut: Sesuai istilahnya, finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi dan […]

    Trik Memberikan Finger Food untuk Bayi 8 Bulan

    Bayi Moms sudah berusia 8 bulan? Saatnya ia dikenalkan dengan camilan berupa finger food alias makanan yang bisa dipegang sendiri. Kira-kira, camilan atau finger food seperti apa yang cocok dan baik untuknya? Yuk, simak trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan berikut:

    Sesuai istilahnya, finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi dan diperuntukkan pada bayi yang sudah diperkenalkan dengan MPASI. Artinya makanan tersebut mudah digigit, mudah dikunyah, mudah diambil dengan jari dan mudah dipegang. Tahap makan finger food ini sangat penting bagi si kecil.

    Selain menyenangkan, ini adalah langkah awal bayi untuk belajar makan sendiri dan melatih kemandiriannya. Tahap ini juga membantu bayi untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Mula-mula, bayi Moms mungkin akan meremas finger food dengan tangannya lalu membawanya ke mulut. Pelan-pelan dan sabar saja, Moms. Lama-lama nanti dia akan tahu, kok, bagaimana menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk mengambil makanan dengan baik.

    Perhatikan Segi Keamanan

    Ketika memilih finger food untuk bayi, mulailah dengan potongan kecil makanan lunak yang mudah hancur/lumer ketika dikunyah dengan gusinya, misalnya potongan buah pisang, roti tawar, biskuit bayi. Maklum, gigi bayi belum banyak tumbuh. Nanti, ketika ia sudah mulai nyaman dengan makanan yang diberikan, Moms bisa memberikan ia pilihan lain yang lebih banyak.

    Namun, pada tahap awal, hindari memberi bayi potongan finger food yang besar, lengket dan tidak mudah lumer dalam mulut bayi. Panduan Pemberian Makanan Bayi dari Departemen Kesehatan Australia menegaskan bahwa makanan dengan risiko tinggi tersedak seperti kacang utuh, anggur utuh, biji-bijian, wortel mentah, popcorn, seledri dan potongan apel harus dihindari selama 3 tahun pertama karena ukuran atau konsistensi makanan tersebut meningkatkan risiko tersedak. Dianjurkan juga agar orangtua selalu mengawasi bayi maupun batita saat mereka makan untuk mencegah tersedak.

    Selain itu, tahan diri pula untuk tidak memberikan camilan atau makanan ringan yang biasanya dikonsumsi oleh Moms. Banyak camilan dewasa memiliki rasa yang sangat manis atau sangat asin, misalnya kue-kue manis atau keripik yang memiliki jumlah kandungan natrium yang besar. Ingat, bayi Moms membutuhkan makanan kaya nutrisi, bukan kalori kosong.

    Rekomendasi Finger Food untuk Bayi 8 Bulan

    Berikut adalah beberapa finger food terbaik untuk bayi 8 bulan Anda, termasuk untuk bayi yang belum mempunyai gigi sama sekali.

    1. Puffs Sereal. Sereal kering berbentuk O ini adalah makanan ringan yang populer untuk bayi yang belajar menjepit makanan dengan jarinya. Terbuat dari gandum utuh yang kaya nutrisi dan mudah lumer ketika bercampur dengan ludah di mulut bayi.
    2. Roti tawar dan biskuit bayi. Potongan-potongan kecil roti tawar lunak (tanpa kulit pinggiran) maupun biskuit bayi sangat bagus dijadikan sebagai camilan untuk bayi sebab mudah hancur ketika dikunyah. Saat bayi bertambah besar (usia 9 hingga 12 bulan), Moms bisa mencoba memberikan potongan yang sedikit lebih besar atau menyajikan roti dengan lapisan pisang atau alpukat tumbuk, atau selai kacang.
    3. Buah lunak. Buah yang sangat matang akan lembut secara alami, sehingga bagus dijadikan finger food. Pisang matang, peach, semangka, raspberry, blueberry dan melon yang dipotong kecil-kecil adalah alternatif pilihan yang baik.
    4. Buah yang mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi ini dapat membantu meningkatkan perkembangan otak bayi. Seperti layaknya puff sereal, alpukat matang kerap dijadikan sebagai camilan atau finger food pertama untuk bayi. Sangat aman untuk diberikan pada bayi, bahkan yang giginya belum tumbuh sekalipun.  Memang sih, saat si kecil makan alpukat, biasanya tangan dan mulut, bahkan meja ataupun lantai, akan belepotan dan berantakan. Namun, itu momen yang berharga, kok, Moms, dan sangat bagus untuk diabadikan lewat kamera foto.
    5. Tahu adalah sumber protein nabati yang luar biasa dan finger food yang sempurna untuk bayi. Pilih tahu yang keras, yang masih cukup lunak, dibandingkan dengan tahu yang super lunak atau tahu sutra, yang kemungkinan akan hancur di tangan bayi dan membuatnya frustrasi.
    6. Sayuran yang dimasak. Agar tetap mendapatkan nutrisi dari sayuran, kukus atau rebuslah sayur hingga lembut, dan, tentu saja, potong kecil-kecil. Cobalah sayuran seperti ubi manis, wortel, brokoli, kembang kol, atau bit (pilihlah bit kuning agar tidak terlalu berantakan) untuk diberikan kepada bayi 8 bulan. Pastikan Moms mencuci bersih semua sayuran sebelum mengolahnya. Saat bayi bertambah besar dan giginya sudah lebih banyak tumbuh, Moms dapat memberikan potongan wortel kukus atau irisan kentang manis yang dikupas.
    7. Jika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda alergi susu, maka sangat aman untuk memperkenalkan keju setelah bayi mulai mengenal MPASI. Namun, pilihlah keju yang telah dipasteurisasi, yang lembut tetapi tidak terlalu lengket atau bau, seperti keju cheddar. Potong keju tersebut kecil-kecil.
    8. Kue Muffin Buatan Sendiri. Muffin yang dibeli di toko biasanya bertabur gula. Namun, banyak kok resep muffin yang sehat. Moms bisa membuat sendiri, gunakan tepung gandum utuh, tambahkan saus apel sebagai pengganti gula dan lengkapi dengan bahan-bahan sehat seperti pisang tumbuk. Panggang dalam loyang muffin mini. Lalu pecahkan menjadi potongan-potongan kecil untuk bayi.

    Demikianlah beberapa trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan. Nanti, saat bayi Moms sudah berusia 9 bulan ke atas, kontrol atau penguasaan jari-jarinya akan lebih berkembang. Inilah saat yang tepat untuk mendorong bayi belajar lebih sering makan sendiri, baik makanan utama maupun camilan. Penting untuk dicatat bahwa saat ia makan finger food, jangan pernah membiarkan bayi sendirian. Selalu awasi dan usahakan mereka duduk tenang saat makan, tidak sambil berdiri, merangkak atau bergerak ke sana kemari sebab hal ini bisa meningkatkan risiko tersedak.

    Nah, Moms, siap memberikan finger food untuk si kecil? Sekarang Moms tak perlu repot, untuk mencari informasi atau panduan tentang makanan sehat bayi lainnya, Moms bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Ditunggu, ya!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. 13 Best Finger Foods for Baby [Internet]. Thebump.com. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: thebump.com/a/finger-foods-for-baby
    2. Foods S, Basics S. Finger foods for your baby | BabyCenter [Internet]. BabyCenter. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: babycenter.com/finger-foods
    3. The Importance of Finger Food – One Handed Cooks [Internet]. One Handed Cooks. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: onehandedcooks.com.au/the-importance-of-finger-food/
    Read More
  • Saat memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah MPASI si kecil sudah memenuhi asupan gizi seimbang? Ya, pada usia 6 bulan, bayi Moms mulai membutuhkan lebih banyak kalori, dan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh bayi 6 bulan? Yuk, Moms, simak ulasan berikut! Kebutuhan Kalori Bayi 6-24 […]

    Pastikan MPASI Si Kecil Mengandung Nutrisi Penting Ini!

    Saat memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah MPASI si kecil sudah memenuhi asupan gizi seimbang? Ya, pada usia 6 bulan, bayi Moms mulai membutuhkan lebih banyak kalori, dan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh bayi 6 bulan? Yuk, Moms, simak ulasan berikut!

    Kebutuhan Kalori Bayi 6-24 Bulan

    Ketika berusia 0-6 bulan, sumber kalori utama bayi adalah ASI. Kemudian, kalori dari ASI mulai berkurang karena ia sudah mulai mendapatkan MPASI. Menginjak 24 bulan atau setahun, sumber kalori utama bayi adalah makanan.

    International Lactation Consultant Association (ILCA) merekomendasikan kebutuhan kalori untuk bayi menyusui per hari adalah sebagai berikut:

    • Usia 6-8 bulan, bayi butuh 682 kalori, terdiri dari ASI (486 kalori) dari MPASI (196 kalori)
    • Usia 9-11 bulan,bayi butuh 830 kalori, terdiri dari AS( (375 kalori) dan MPASI (455 kalori)
    • Usia 12-24 bulan, bayi butuh 1.092 kalori, terdiri dari ASI (313 kalori) dan MPASI (779 kalori)

    Pada usia 6 bulan, ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Moms agar ia bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik, antara lain zat besi, vitamin A, kalsium dan vitamin D. Jadikan hal ini patokan saat Moms hendak membuat menu MPASI untuk si kecil.

    Zat Besi untuk Perkembangan Otak

    Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang membawa oksigen melalui darah ke seluruh sel tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, maka akan menyebabkan anemia. Hal ini berarti, oksigen tidak diangkut dengan baik ke organ dan otot tubuh. Pada periode satu tahun pertama kehidupan bayi, zat besi sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat.

    Jika bayi tidak cukup mendapatkan asupan zat besi, mereka akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

    • Mengalami peningkatan berat badan yang lambat.
    • Kulit pucat.
    • Tidak nafsu makan/menyusu.
    • Sering rewel dan gelisah.
    • Tak hanya itu, bayi dengan defisiensi zat besi akan tampak kurang aktif secara fisik dan perkembangan kemampuannya lebih lambat dibandingkan bayi yang cukup mendapat asupan zat besi.

    Makanan Kaya Zat besi

    Bayi dilahirkan dengan simpanan zat besi dalam tubuhnya, yang diambil dari tubuh ibu sejak mereka dalam kandungan. Namun, cadangan zat besi pada tubuh bayi umumnya menurun setelah ia menginjak usia 6 bulan. Itu sebabnya, Moms perlu mengenalkan makanan tambahan yang kaya zat besi pada tahap pemberian MPASI. Bayi berusia 6-12 bulan setidaknya membutuhkan 11 mg zat besi.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi usia 6 bulan diberikan makanan yang lumat atau halus, seperti bubur saring dan puree (makanan yang ditumbuk/dihaluskan). Teksturnya tidak terlalu cair atau encer. Tandanya bisa dilihat dari makanan yang tidak tumpah bila sendok dimiringkan.

    Nah, banyak sekali bahan makanan kaya zat besi yang bisa Moms olah untuk dijadikan MPASI. Pertama, zat besi heme (yang terikat dengan protein) dan lebih mudah diserap oleh tubuh, berasal dari hewan. Kedua, zat besi non heme (tidak terikat pada protein) yang berasal dari nabati.

    Berikut ini contoh daftar makanan yang bisa Moms tambahkan dalam asupan MPASI si kecil:

    • Zat Besi Heme: hati ayam, hati sapi, ikan sarden, daging sapi, daging ayam
    • Zat Besi Non Heme: labu, tahu, kentang, bayam, brokoli, kacang hijau, kacang polong

    Agar tubuh lebih mudah menyerap zat besi, kombinasikan makanan sumber zat besi tersebut dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu merah atau tomat.

    Vitamin A untuk Kesehatan Mata

    Vitamin A sangat penting untuk kesehatan mata dan mencegah bayi dari kebutaan. Baik pula untuk pertumbuhan sel dan jaringan di dalam tubuh (khususnya rambut, kuku dan kulit) maupun pertumbuhan tulang. Tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin A sendiri. Oleh karena itu, Moms harus memberi asupan vitamin A melalui makanan pada si kecil, atau suplemen tambahan seperti tetes vitamin A.

    Banyak sekali bahan makanan kaya akan vitamin A yang bisa Moms tambahkan ke dalam menu MPASI si kecil. Daftar berikut ialah sumber vitamin A yang baik, yaitu: sayuran seperti wortel, ubi jalar, labu, bayam, kale, brokoli, kacang polong;  bijian-bijian seperti gandum; dan buah-buahan seperti aprikot, melon, mangga dan persik.

    Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang

    Nutrisi penting lain yang dibutuhkan bayi Moms adalah vitamin D yang diperlukan untuk pertumbuhan dan membangun tulang yang kuat, membantu penyerapan kalsium dan menjaga kekebalan tubuh. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan semua bayi yang minum ASI maupun susu formula (yang mengasup kurang dari 32 ons susu formula per hari), harus mendapatkan suplemen vitamin D dalam beberapa hari setelah lahir.

    Di Amerika Serikat, AAP merekomendasikan bahwa semua anak (mulai dari usia bayi hingga remaja) menerima 400 IU (10 mcg) vitamin D per hari. Paparan sinar matahari adalah sumber vitamin D terbaik. Indonesia adalah negara tropis sehingga seharusnya bayi tidak kesulitan untuk menerima sinar matahari pagi yang bermanfaat untuk merangsang pembentukan vitamin D bagi tubuh.  Moms bisa menjemur bayi pagi hari antara pukul 07.00 – 08.00 saat matahari tidak bersinar terik. Tak perlu lama-lama, cukup 15 menit.

    Selain itu, Moms bisa memasukkan bahan makanan yang mengandung vitamin D ke dalam menu MPASI si kecil, seperti minyak ikan, oatmeal, salmon, tuna, jus jeruk, keju impor yang difortifikasi, mackerel, dan margarin.

    Nah, demikianlah pentingnya beberapa nutrisi seperti zat besi, vitamin A dan D yang dibutuhkan bayi pada 6 bulan di tahap MPASI. Informasi lain perihal makanan sehat atau masalah kesehatan lain, Moms bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. International Lactation Consultant Association. (2013). Core Curriculum for Lactation Consultant 3rd Edition. Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning, p.340.
    2. Who.int. (2018). WHO | What is the recommended food for children in their very early years?. [online] Available at: who.int/features/qa/57/en/ [Accessed 9 Oct. 2018].
    3. Nutrition, F., Toddlers, H. and Staff, B. (2018). Vitamin D in your child’s diet | BabyCenter. [online] BabyCenter. Available at: babycenter.com/0_vitamin-d-in-your-childs-diet_10324696.bc [Accessed 9 Oct. 2018].
    4. PubMed Central (PMC). (2018). Iron needs of babies and children. [online] Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528681/ [Accessed 9 Oct. 2018].
    Read More

Showing 1–10 of 22 results

WhatsApp Asisten Maya saja