Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 11–20 of 22 results

  • Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan […]

    10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan kacang–kacangan yang penuh dengan protein sehingga baik dikonsumsi oleh anak kita.

    Tentunya makanan yang terbaik untuk bayi tetap saja adalah ASI karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan sesuai kebutuhan bayi, tapi setelah itu tentunya Moms harus mempersiapkan anak untuk menerima Makanan Pendamping selain ASI (MPASI).

    Sebelum mulai memberikan makanan, diskusikan dulu kepada dokter anak tentang kesiapan bayi Moms untuk makanan, mulai dari mengetahui makanan apa yang akan diperkenalkan, dan kapan. Kemudian Moms bisa mengenalkan makanan satu per satu, tunggu setidaknya 3 hari untuk mengawasi reaksi alergi yang mungkin terjadi.

    ASI eksklusif diberikan hingga anak berusia 6 bulan, tapi tetap direkomendasikan untuk diberikan bersamaan dengan makanan padat hingga anak berusia 12 bulan atau bahkan lebih lama. Banyak jenis makanan padat yang dapat diberikan kepada anak sejak usia 6 bulan. Si kecil akan mendapatkan banyak manfaat jika ia sudah terbiasa dengan tekstur dan rasa dari berbagai makanan, mulai dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, hingga kebiasaan makan yang sehat sejak kecil.

    Berikut ini adalah 10 makanan sehat yang dapat Moms berikan pada bayi:

    1. ALPUKAT

    Buah ini mengandung banyak protein dan lemah tak jenuh yang sehat dan dapat membantu meningkatkan perkembangan otak. Bahkan komposisi lemak alpukat agak mirip dengan ASI karena mengandung banyak lemak, alpukat dapat membuat anak kenyang lebih cepat, sehingga berikan sedikit di samping makanan lainnya seperti potongan daging ayam. Jika Moms hendak memberikan alpukat, hancurkan buah hingga menjadi bubur dan berikan pada anak. Makanan ini baik diberikan pada bayi usia 6 bulan atau lebih.

    1. PISANG

    Pisang mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi serta serat yang membantu pencernaan anak. Pisang juga mengandung sumber potassium yang baik, buah yang mudah didapat ini juga mengandung vitamin B6 dan vitamin C, kalsium, dan zat besi. Pastikan pisang yang Moms berikan kepada anak sudah matang dan benar–benar dihaluskan.

    1. BLUEBERRY

    Blueberry mengandung banyak antioksidan. Buah ini juga mengandung flavonoid yang bermanfaat bagi mata, otak, dan saluran kemih anak.

    1. BROKOLI

    Sayuran ini mengandung serat, flat, dan kalsium. Perkenalkan anak Anda dengan brokoli lebih awal, sebab ini dapat membantunya untuk menyukai sayuran–sayuran hijau lainnya sehingga baik untuk pengenalan awal anak terhadap sayur.

    1. DAGING

    Daging ayam, kambing atau sapi merupakan sumber protein yang baik dan juga seng, riboflavin, niasin, vitamin B6 dan zinc. Pastikan daging yang diberikan pada anak lunak. Bayi lebih mudah menyerap zat besi dari daging dibanding dari sereal yang diperkaya zat besi. Makanan ini sebaiknya diberikan pada bayi usia 7 hingga 10 bulan atau lebih.

    1. PLUM

    Buah plum mengandung banyak serat, lembut dan manis. Ketika bayi Moms mulai berganti ke makanan padat, bayi dapat mengalami konstipasi. Tambahkan buah plum yang sudah dikeringkan untuk membantu pencernaan.

    1. TELUR

    Telur mengandung banyak kandungan. Putih telur mengandung protein dan kuning telur mengandung seng, vitamin A, D, E dan B12. Kuning telur juga mengandung kolin yang sangat penting untuk perkembangan dan kesehatan otak. Namun bila anak Moms menunjukkan gejala alergi pada telur, maka hentikan pemberiannya dan konsultasikan segera pada dokter.

    1. UBI JALAR

    Ubi jalar merupakan makanan yang lumayan popular untuk bayi karena teksturnya yang lembut dan manis. Makanan ini mengandung beta karoten (yang nantinya akan diubah badan menjadi vitamin A), vitamin C, anti oksidan dan mineral, termasuk besi dan tembaga. Baik diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan atau lebih.

    1. LABU

    Makanan ini sangat kaya beta karoten dan diakui bagus untuk mata. Labu juga mengandung vitamin C, dan teksturnya yang lembut menambah daya tarik.

    1. YOGHURT

    Yoghurt mengandung banyak kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi. Moms dapat memberikannya pada anak, mulai dari usia 6 bulan, jauh sebelum anak siap untuk diberikan susu sapi. Berikan yoghurt yang tidak ditambahkan pemanis buatan dan carilah yoghurt yang asli karena mengandung banyak bakteri yang baik untuk pencernaan anak. Yoghurt dapat diberikan pada bayi usia 9 bulan atau lebih.

    Moms juga perlu tahu, ada beberapa makanan yang TIDAK direkomendasikan untuk diberikan pada bayi, seperti:

    Madu

    Jika Moms ingin menambah manis pada makanan bayi, tidak disarankan menggunakan madu karena terdapat botulisme pada madu. Perut bayi di bawah usia 1 tahun belum dapat melawan spora botulisme, sehingga hindari pemberian madu pada bayi hingga usia lebih dari 1 tahun.

    Kacang dan kacang tanah

    Moms dapat mengenalkan kacang pada bayi usia 1 tahun dengan jumlah kecil dalam bentuk selai, namun hindari kacang dalam bentuk utuh sampai anak usia 4 tahun agar anak tidak tersedak.

    Susu sapi

    Susu sapi tidak mudah dicerna oleh perut bayi, sehingga para ahli merekomendasi pemberian susu sapi pada anak usia lebih dari 1 tahun.

    Jus buah

    Bayi yang kurang dari 12 bulan tidak boleh diberi jus. Jus dapat mengurangi nafsu makan untuk makanan lain yang lebih bergizi, termasuk ASI, susu formula, atau keduanya. Terlalu banyak jus juga dapat menyebabkan ruam pada popok, diare, atau kenaikan berat badan yang berlebihan.

    Kini Moms tidak perlu bingung lagi jika hendak memilih menu makanan untuk anak. Jika Moms ingin mencoba menu baru, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada ahli gizi dan dokter. Pastikan perkembangan dan nutrisi anak selalu terpenuhi.

    Selain itu, jika Moms ingin mencari tahu informasi kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Makanan Sehat Untuk Bayi – http://gizi. Depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Bayi1.pdf, diunduh pada tanggal 18-9-2018.
    2. The 10 best foods for babies – babycenter.com/0_the-10-best-foods-for-babies_10320505.bc, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Best food for baby – thebump.com/a/best-foods-for-baby, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    4. Five best foods for babies – babycentre.co.uk/a25010529/five-best-foods-for-babies, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    5. Baby nutrition in the First year: What to Feed your Baby Now – webmd.com/parenting/baby/baby-food-timeline#1, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    6. Starting Solid Foods – htealthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    Read More
  • Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun […]

    Tip Membuat Bubur Bayi 6 Bulan yang Sehat dan Bergizi

    Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun bervariasi, mulai dari anak yang mengalami sakit ringan hingga berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Pastinya kita tidak ingin kehilangan buah hati karena sebuah penyakit bukan?

    Pastinya bukan rahasia lagi jika anak-anak; terutama bayi sangat rentan terhadap penyakit. Kok bisa? Faktor daya imun bayi yang belum sekuat atau sebaik orang dewasa adalah alasan utama mengapa mereka lebih rentan terhadap penyakit, sekalipun penyakit tersebut hanyalah influenza. Lalu, bagaiman cara menjaga kesehatan anak ketika mereka masih berusia hitungan bulan? Tentu saja banyak! Salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak adalah melalui asupan makan mereka. Lho, bukankah bayi belum boleh mengonsumsi makanan selain ASI ketika mereka belum menginjak usia satu tahun?

    Eits jangan salah, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan sejak usia 6 bulan lho! ASI eksklusif memang disarankan untuk diberikan hingga anak menginjak usia 2 tahun, tapi kita juga bisa memberikan MPASI alias makanan pendamping ASI sejak anak berusia 6 bulan. Memberikan MPASI juga sangat disarankan karena berarti bayi akan mendapatkan tambahan nutrisi selain dari ASI dan membuat mereka tidak rentan terhadap penyakit. MPASI yang dimaksud di sini tentu saja berbentuk bubur, mengingat bayi berusia 6 bulan belum bisa mengonsumsi makanan keras karena gigi mereka masih dalam masa pertumbuhan. Kira-kira apa saja ya bahan makanan yang aman untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak tips membuat bubur bayi 6 bulan yang sehat dan bergizi!

    1. Bubur pir

    Bubur bayi 6 bulan pertama berasal dari buah-buahan, lebih tepatnya kita akan membuat bubur pir. Ketika kita membuat bubur pir, sebaiknya tidak usah kita berikan tambahan gula karena gula justru memicu anak mengalami obesitas. Tidak ditambahkannya gula pada bubur buah ini juga akan mengajarkan anak mengenai rasa alami dari buah pir. Untuk membuat bubur buah yang satu ini bisa dibilang sangat mudah karena yang perlu kita lakukan adalah mengupas kulit buah pir terlebih dahulu lalu menghaluskannya menggunakan blender.

    2. Bubur susu

    Bubur bayi yang satu ini sangatlah bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selain kita memberikan asupan nutrisi melalui ASI. Pada pembuatan bubur susu, sebaiknya kita menggunakan beras merah karena kandungan nutrisi yang terdapat pada beras merah jauh lebih tinggi daripada yang terkandung pada beras putih.

    3. Bubur tim brokoli

    Bukan hanya buah-buahan, anak berusia 6 bulan juga sudah bisa mengonsumsi beberapa sayuran yang pastinya perlu kita olah menjadi lembut terlebih dahulu sehingga bayi tidak kesulitan untuk mencernanya. Untuk membuat bubur tim brokoli, tentu saja kita memerlukan beras dan kita juga bisa menambahkan wortel serta hati ayam agar cita rasa bubur bayi ini semakin lezat. Terlebih dahulu kita perlu mengukus brokoli, hati ayam, serta wortel dan setelah matang baru kita campurkan dengan bubur nasi yang sudah kita buat sebelumnya. Sebaiknya kita menghaluskanya lagi menggunakan blender supaya anak semakin menikmati buburnya.

    4. Bubur kentang

    Bukan hanya berasal dari buah dan sayuran, mengolah sumber karbohidrat juga sangatlah disarankan untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kentang sangatlah aman untuk diolah menjadi bubur karena mengandung karbohidrat serta serang yang tinggi. Kedua kandungan ini akan membantu melawan bakteri dan virus yang dapat menyerang usus dan berarti menjauhkan anak dari mengalami gangguan pencernaan. Pembuatan bubur kentang pun sangat mudah, yaitu dengan mengukus beberapa kentang terlebih dahulu dan setelah dingin kita bisa menghaluskannya menggunakan sendok ataupun blender. Kita juga bisa menambahkan ASI pada bubur kentang ini supaya anak semakin mudah untuk mencernanya.

    5. Bubur alpukat

    Alpukat adalah buah berikutnya yang aman untuk dikonsumsi buah hati dan pastinya juga memberikan banyak manfaat untuk mereka. Tingginya kandungan asam folat pada alpukat mampu untuk meningkatkan berat badan dan membuat kulit anak semakin sehat. Bukan hanya itu saja, berbagai kandungan lainnya yang terdapat dalam alpukat berfungsi untuk mencegah terjadinya peradangan yang berarti mencegah datangnya berbagai penyakit pada si kecil. Untuk membuat bubur alpukat ini juga bisa dibilang sangat mudah, yaitu dengan memotong-motong kecil alpukat lalu menghaluskannya dengan blender hingga tekstur alpukat menjadi lembut. Setelah dirasa lembut, maka bubur alpukat ini siap dihidangkan untuk si kecil.

    6. Bubur kacang hijau

    Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi bubur dan kabar baiknya bubur kacang hijau juga aman untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kandungan protein serta serat yang tinggi pada kacang hijau efektif untuk meningkatkan metabolisme bayi sehingga mereka tidak akan mudah jatuh sakit. Membuat bubur kacang hijau juga bukan suatu hal yang sulit karena kita hanya peru merebus kacang hijau hingga lembut kemudian menyaringnya. Sari kacang hijau inilah yang akan kita berikan pada bayi dan bisa kita berikan secara rutin setiap hari.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips bubur bayi 6 bulan yang bisa kita buat sewaktu-waktu. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai makanan apa yang tepat untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan? Bubur bayi ini pastinya juga menyehatkan sehingga aman untuk dikonsumsi dan bisa kita berikan sewaktu-waktu. So, kapan kalian akan memberikan bubur bayi menyehatkan ini untuk anak?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot […]

    Simpan Resep MPASI 9 Bulan Berikut

    MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot oromotor (otot yang ada pada mulut bayi) serta motorik bayi sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

    Satu hal yang perlu kita ingat ketika memberikan MPASI pada bayi adalah memberikannya dengan perlahan. Ketika kita memberikannya terlalu cepat atau makanan yang diberikan tidak cocok dengan kondisi bayi maka yang terjadi justru bukan suatu hal yang kita inginkan – alias akan timbul berbagai masalah pada bayi. Bukan hanya itu saja, meskipun bayi sudah mulai dapat mengonsumsi makanan bukan berarti kita dapat menghentikan pemberian ASI pada bayi. Menghentikan ASI sebelum waktunya akan menimbulkan berbagai masalah dan salah satu contoh sederhananya adalah bayi akan rentan terhadap penyakit. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Apakah ada tanda lainnya yang perlu kita perhatikan sebelum bayi diberikan MPASI? Jawabannya tentu saja ada! Terdapat beberapa tanda yang dapat kita perhatikan sebelum memberikan MPASI pada bayi seperti bayi yang sudah mampu berdiri jika dibantu, bayi yang mampu menegakkan kepala dan leher, ataupun bayi sudah mampu menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Sebenarnya kenapa sih bayi perlu diberikan MPASI? MPASI sendiri berfungsi sebagai tambahan nutrisi selain yang didapatkan mereka melalui ASI.
    Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas berbagai resep MPASI yang cocok dan pastinya aman untuk diberikan pada buah hati. Kita tidak membahas MPASI pertama untuk bayi, tapi akan membahas beberapa resep MPASI untuk bayi yang sudah menginjak usia 9 bulan.

    Kira-kira apa saja ya resep MPASI yang mudah untuk kita coba di rumah?

    1. Tim nasi jamur

    Nasi tim adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi bayi karena tekstur dari nasi yang lembut sehingga mudah untuk dicerna oleh anak. Kita juga dapat menggabungkan nasi dengan beberapa sayuran dan lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam sehari. Bahan yang kita butuhkan hanya 20 gram beras, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram jamur kecil, 25 gram tomat cincang, 30 gram tahu, 5 gram keju prut (sesusai selera), 650 ml air. Cara mengolahnya pun sangat mudah yaitu dengan merebus beras bersamaan dengan bahan lainnya dan ditunggu hingga mengental. Setelahnya kita dapat mengangkat masakan ini dan menunggunya hingga dingin sebelum kita berikan pada anak.

    2. Finger food sayuran

    Finger food sendiri merupakan salah satu jenis makanan yang berukuran kecil sehingga memudahkan anak untuk mencernanya. Kita dapat mengolah berbagai jenis makanan menjadi finger food, dan salah satunya adalah berbagai sayuran yang pastinya kaya akan vitamin dan gizi untuk anak. Contohnya saja kita dapat merebus kentang, wortel, ataupun buncis yang sebelumnya telah dipotong kecil terlebih dahulu seukuran jari tangan orang dewasa. Memberikan anak finger food sayuran akan membuat anak menyukai sayuran ketika mereka beranjak dewasa.

    3. Oat udang dan sayur

    Siapa bilang oatmeal hanya dapat dikonsumsi oleh kita yang sudah dewasa? Oatmeal adalah salah satu jenis makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan menariknya lagi aman untuk dikonsumsi anak. Ketika kita ingin memberikan oatmeal sebagai MPASI, kita sebaiknya memasak oatmeal supaya lebih mudah dicerna anak dan dapat kita padukan dengan berbagai sayuran ataupun lauk lainnya supaya semakin banyak nutrisi yang didapatkan oleh anak.

    Bahan yang kita butuhkan untuk membuat oat udang dan sayur pun cukup sederhana, yaitu 4 sendok makan oat, segenggam kacang hijau yang sudah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 1 jam, 1 buah wortel yang sudah dipotong kecil-kecil, 4 kuantum brokoli, 4 udang ukuran sedang, 1 batang serai geprek, serta 1 siung bawang putih. Untuk mengolahnya, kita terlebih dahulu perlu menumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum sebelum memasukkan bahan lainnya. Setelah dirasa cukup empuk, kita dapat memasukkan oatmeal berserta kacang hijau dan perlu kita tunggu hingga matang sebelum diberikan pada anak.

    4. Sup ayam kampung brokoli

    Seperti yang kita tahu, anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga tidak ada permasalahan yang timbul dalam perkembangannya. Cara membuat hidangan yang satu ini sangat mudah karena yang kita butuhkan adalah ayam kampung secukupnya, 5 kuntum brokoli, 2 siung bawang merah yang diiris tipis, 1 siung bawang putih yang digeprek, dan tentu saja air. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menumis bawang putih dan bawah merah hingga harum lalu ungkep ayam hingga mengeluarkan kaldu dan pastinya hingga daging ayam tersebut empuk. Sesudahnya kita dapat menambahkan brokoli dan dimasak hingga matang dan pastinya siap untuk disajikan.

    5. Cake pisang keju kukus

    Siapa bilang bayi tidak dapat mengonsumsi roti? Hal ini terbukti salah karena bayi dapat mengonsumsi kue dengan aman dan pastinya menggunakan bahan yang aman dan empuk untuk dikonsumsi pula. Bahan yang kita butuhkan adalah 2 buah pisang ambon yang sudah dihaluskan, 1 butir telur, 5 sendok makan tepung terigu, 3 sendok makan margarin cair, serta keju parut secukupnya. Terlebih dahulu kita perlu mengocok telur hingga mengembang lalu kita dapat memasukkan bahan lainnya hingga tercampur rata. Setelahnya kita perlu mengukus adonan ini hingga matang dan dapat kita sajikan untuk anak.

    Bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai MPASI yang tepat untuk anak berusia 9 bulan? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk menyeimbangkan sayuran dan buah untuk anak sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk memberikan makanan bergizi bagi buah hati?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI. Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi […]

    Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan

    Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI.

    Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi ASI dan makanan padat alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Makanan pendamping seperti apakah yang sebaiknya diberikan? Kali ini, kami akan membahas panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan. Cari tahu, yuk, Moms!

    Tetap Berikan ASI

    Perlu diingat, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi untuk bayi Moms. Makanan padat hanya merupakan pendamping, dan Moms harus tetap menyusui bayi setiap dua hingga tiga jam atau sesuai permintaan. Atau, berikan sekitar 700 – 1000 ml susu formula setiap hari.

    Berikan Makanan Pokok yang Dilumatkan

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali diberikan adalah makanan pokok yang dilumatkan (Jagung, beras,kentang, ubi). Moms bisa memberikan bubur beras terlebih dulu. Moms juga harus cermat dalam memilih sereal bayi yang telah ditambahkan kandungan vitamin dan mineralnya. Pada umumnya bubur sereal mudah dicerna, tidak memicu alergi dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh. Sehingga menjadi peralihan yang tepat bagi bayi dari mengasup makanan yang murni cair (ASI) hingga makanan semi padat.

    Moms bisa memberikan sereal berbutir seperti beras, campurkan dengan air atau susu formula.

    Bila Moms menyusui, jangan campurkan ASI dengan sereal untuk tahap-tahap awal. Tunggu sampai bayi Moms benar-benar mau memakan atau menerima sereal sebagai makanan pertamanya. Biasanya, sih, percobaan ke-1, 2 atau 3, bubur sereal akan berakhir di baki, atau lantai.

    ASI Moms terlalu berharga untuk dibuang. Jadi, campurkan sereal dengan sedikit air pada awalnya. Ketika bayi Anda akhirnya bisa memakan sereal dengan baik, Moms bisa mencampurnya dengan ASI.

    Buatlah sereal sedikit encer pada awalnya dan berikan ia beberapa sendok. Setelah bayi Moms cukup piawai dan mau menerima sereal dengan baik, cobalah menyusui dua kali sehari. Setelah ia makan sereal selama 1-2 minggu, Moms bisa mencoba menu makanan lain yang dihaluskan (pure).

    Pure Sayur dan Buah

    Moms bisa membuat pure buah atau pure sayur. Buah-buahan seperti pisang, alpukat, apel, labu, mangga, cocok diberikan untuk makanan pertama bayi. Bayi juga dapat mencerna sayuran rebus yang dihaluskan seperti kacang hijau, wortel, ubi jalar, atau kentang.

    Namun, saat memberikan satu jenis makanan yang belum pernah dicoba bayi, berikan setidaknya 3 hari berturut-turut sebelum bayi mencoba makanan baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi makanan yang mungkin alergi atau tidak toleran pada bayi Anda.

    Daging

    Daging adalah sumber protein yang baik. Kebanyakan bayi mendapatkan protein dari ASI atau susu formula. Namun, simpanan zat besi dalam tubuh bayi mulai berkurang antara usia 6 – 9 bulan. Itulah mengapa, memasukkan daging ke dalam makanan bayi bermanfaat sebagai tambahan zat besi untuk tubuhnya.

    Moms bisa memberikan bubur dengan campuran daging ayam, atau unggas, maupun ikan (rendah merkuri) yang direbus dan sudah dihaluskan. Pastikan Moms sudah menyingkirkan semua tulang atau duri ikan ketika menyajikan menu bubur daging ini.

    Perlu diperhatikan, hindari daging olahan seperti ham atau hot-dog. Daging olahan biasanya asin alias ditambahkan bumbu-bumbu penyedap dan tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan bayi Moms.

    Hindari Memberikan Hal Ini!

    Ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada tahap ini, antara lain:

    1. Madu

    Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan. Sebab, bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi biasanya tumbuh subur di tanah dan debu, dan dapat mencemari makanan tertentu, khususnya madu.
    Botulisme pada bayi dapat menyebabkan kelemahan otot, yang ditandai dengan kemampuan mengisap bayi yang lemah, tangisan yang lemah, konstipasi, dan penurunan tonus otot (floppiness).

    Cegah botulisme pada bayi dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu. Jika ingin memberikan madu, tunggulah setidaknya hingga si kecil berusia 1 atau 2 tahun.

    2. Susu sapi

    Produk susu sapi seperti keju atau yoghurt, boleh diberikan kepada bayi Moms. Namun khusus untuk susu sapi, tunda dulu pemberiannya hingga bayi berusia satu tahun ke atas.

    Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi tidak menyediakan cukup vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Selain itu, bayi juga belum mampu mencerna dengan baik kandungan protein dan lemak dalam susu sapi. Sehingga jika dipaksakan untuk minum, bisa menimbulkan perdarahan mikroskopis pada feses bayi.

    Susu sapi, juga termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang bisa memicu alergi.

    3. Makanan yang Berisiko Tersedak

    Pada usia 6 bulan, jangan dulu berikan makanan yang keras, berpotongan besar dan bisa menimbulkan risiko tersedak pada bayi. Moms boleh memberikan wortel lunak/dihaluskan yang dicampurkan dalam bubur, misalnya, namun bukan wortel dengan potongan besar, atau bulat, yang bisa membuat bayi tersedak.

    4. Makanan Pemicu Alergi

    Tunda pemberian makanan yang bisa memicu alergi pada bayi, seperti telur, susu sapi, kacang (kacang tanah, kacang mede), ikan tertentu (tuna, cod, salmon), kerang-kerangan (termasuk lobster, udang, kepiting).
    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan ini sebenarnya dapat membantu mencegah alergi. Namun, untuk lebih aman, tunggulah setidaknya hingga bayi berusia setahun.

    Jika Moms khawatir dengan potensi alergi pada bayi karena riwayat keluarga, atau bayi mungkin mengalami reaksi alergi, bicarakan pada dokter anak Anda mengenai rekomendasi makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan kepada bayi Anda.

    Demikianlah panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan yang bisa Moms coba. Untuk informasi atau panduan mengenai makanan sehat untuk bayi, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Can I Feed My Baby Honey? [Internet]. Kidshealth.org. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
    2. infants C. Cow’s milk – infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/article/002448.htm
    3. 6-Month-Old Feeding Schedule: A Doctor-Recommended Plan [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#1
    4. [Internet]. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: quora.com/What-solid-food-can-we-give-to-6-month-old-baby
    5. Maheswari S. 6 Months Baby Food Chart And Recipes [Internet]. MomJunction. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: momjunction.com/articles/top-10-food-ideas-6-months-baby_006689/

    Read More
  • Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]

    Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?

    Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.

    Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?

    Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:

    • Demam,
    • Batuk dan pilek,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.

    Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.

    Ruam kemerahan akibat campak

    Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:

    • Demam,
    • Nyeri tenggorokan,
    • Sakit kepala,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.

    Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.

    Bahaya penyakit rubella

    Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.

    Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:

    • Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
    • Wanita hamil,
    • Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
    • Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
    • Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.

    Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?

    Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:

    • Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
    • Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).

    Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:

    • Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
    • Nyeri sendi (0-3%),
    • Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
    • Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).

    Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.

    Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.

    Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.

    Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
    2. CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
    3. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
    4. Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
    5. IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan […]

    10 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara terus menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan […]

    Trik Kreatif Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat dan Bergizi

    Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan bisa memberi kita energi tambahan yang pastinya mencegah kita menjadi lemas.

    Sarapan merupakan suatu kebiasaan yang bisa dimulai sejak kecil bahkan sejak anak berusia dini. Seperti memulai kebiasaan baik lainnya, kita perlu membuat semenarik mungkin sehingga anak tertarik untuk memulai pola hidup yang sehat dan pastinya membuat sarapan mereka terasa menyenangkan. Nah, kira-kira apa ya trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita lakukan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak trik kreatif menu sarapan pagi

    1. Membuat menu kesukaannya

    Yup, cara yang satu ini bisa kita lakukan supaya si kecil tidak bermalas-malasan untuk menghabiskan sarapannya di saat pagi. Kita pun bisa mendiskusikan makanan apa yang diinginkan oleh si kecil saat sarapan dan pastinya tidak lupa untuk memberikannya asupan gizi yang seimbang, seperti terdiri dari 4 sehat 5 sempurna.

    2. Membuat menu bervariasi

    Hal ini juga penting untuk diingat sehingga anak tidak bosan untuk mengonsumsi menu yang sama tiap kali sarapan. Membuat menu bervariasi tanpa memberi tahu mereka dahulu apa yang mereka santap juga bisa membuat mereka penasaran dan bersemangat untuk berangkat ke meja makan dan segera menghabiskan sarapannya.

    3. Menyajikan smoothies

    Smoothies adalah salah satu jenis minuman yang menyegarkan dan pastinya disukai oleh anak karena rasanya yang lezat bahkan juga aman untuk dikonsumsi sebagai sarapan. Beberapa buah yang bisa kita olah menjadi smoothies saat sarapan adalah pisang ataupun stroberi. Pisang sangat cocok untuk kita konsumsi sebagai sarapan karena buah yang satu ini tinggi akan nutrisi dan pastinya membuat anak bersemangat sepanjang hari. Kita juga bisa menambakan madu ataupun susu kedelai pada smoothies stroberi kita untuk mengimbangi rasa asam yang dihasilkan oleh stroberi. Tentu saja kita bisa mengolah berbagai buah lainnya sebagai smoothies yang pastinya tidak kalah dengan pisang ataupun stroberi.

    4. Mengolah kentang

    Siapa bilang jika sarapan harus melulu makan nasi? Ketika kita membuat sarapan untuk anak, sebaiknya kita tidak memaksakan kehendak kita agar anak mau mengonsumsi makanan tertentu karena hal ini akan menyebabkan anak menjadi malas makan bahkan bisa membuat mereka membenci sarapan. Sebagai ganti nasi, kita bisa mengolah kentang yang juga kaya akan kandungan karbohidrat. Contohnya saja kita bisa mengolah kentang menjadi pom-pom kentang, yaitu kentang yang direbus kemudian dihaluskan lalu kita sematkan keju di dalamnya lalu digoreng sebelum kita sajikan di meja makan. Hidangan yang satu ini bahkan praktis untuk dibawa anak ke sekolah dan bisa dinikmati bersama teman-temannya.

    5. Menyajikan omelet

    Omelet adalah jenis makanan berikutnya yang sering dihidangkan oleh ibu sebagai sarapan karena penyajiannya yang begitu praktis dan dipastikan anak mau melahapnya hingga habis. Telur adalah salah satu bahan makanna yang disarankan untuk rutin dikonsumsi oleh anak karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Kita bisa memadukan keju ataupun wortel pada omelet sehingga nilai gizi yang didapatkan anak akan semakin banyak. Menariknya lagi, kita hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit untuk menghidangkan omelet bergizi untuk sarapan anak.

    6. Menyajikan pancake

    Pancake adalah jenis makanan berikutnya yang bisa kita berikan pada anak sebagai sarapan ketika mereka bosan dengan nasi ataupun roti. Kita bisa membuat adonan pancake sendiri atau menggunakan adonan pancake instan yang sudah tersedia di supermarket terdekat yang pastinya semakin praktis untuk diolah. Kita bisa memadukan sirup maple ataupun berbagai buah potong sebagai pendamping pancake dan pastinya sarapan berfungsi sebagai sumber energi anak sepanjang hari.

    7. Mengolah roti

    Roti adalah salah satu jenis makanan yang bisa kita sajikan sebagai sarapan ketika anak mulai mengeluh mereka bosan mengonsumsi nasi. Kita bisa mengolah roti menjadi roti bakar dan dipadukan dengan berbagai selai buah-buahan sehingga anak mendapatkan nutrisi dan vitamin dari selai buah tersebut. Akan lebih baik lagi jika kita menyempatkan untuk membuat selai buah sendiri karena pastinya selai buatan kita bebas dari bahan pengawet.

    Selain itu, kita juga bisa mengolah roti dan dipadukan dengan telur ataupun daging serta potongan sayuran yang pastinya akan menjadi sarapan favorit anak. Mengolah roti juga bisa dibilang cukup praktis karena kita hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit hingga roti siap disantap anak.

    8. Membuat tumis sayuran

    Tumis sayuran adalah salah satu jenis hidangan yang sering menjadi favorit anak karena rasanya yang tidak terlalu berat dan kita bisa menumis berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Contoh sayuran yang cocok untuk ditumis adalah brokoli, di mana brokoli sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah terjadinya peradangan, bahkan mampu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kita juga bisa mengolah berbagai sayuran lainnya yang pastinya cocok untuk diolah menjadi tumis seperti jamur, sawi, kangkung, dan lain-lain.

    Itu tadi adalah beberapa trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita terapkan sewaktu-waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat anak selalu bersemangat mengonsumsi sarapannya? Yuk buat sarapan anak menyenangkan setiap saat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan […]

    Daftar Makanan Bayi yang Sesuai untuk Bayi 8 Bulan

    Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan bayi juga di beri makan bubur.

    Dalam tahap ini makanan yang sudah dihaluskan menjadi bubur juga menjadi salah satu tumbuh kembangnya si kecil. Makanan yang diberikan pun bervariasi dan sesuai dengan anjuran dokter anak. banyak yang perlu diperhatikan orang tua dalam memberi bubur/ MPASI untk bayi. Sebelum kita membahas makanan apa saja yang harus diberikan pada bayi yang berusia 8 bulan, anda harus memperhatikan hal penting berikut:

    • Gunakanlah sendok,mangkok dan peralatan lainnya dengan bersih
    • Cangkir/gelas untuk tempat air putih
    • Anda wajib menggunakan sayuran serta buah yang sudah dicuci bersih menggunakan air mengalir
    • Jangan lupa, anda harus mencuci tangan sebelum anda mengolah semua bahan untuk si kecil
    • Kukuslah semua bahan sebelum diblender. Jangan direbus, karena vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur tersebut bisa hilang. Kukuslah menggunakan sedikit air saja
    • Jika anda menambahkan daging, jangan lupa untuk buang lemak dan kulitnya
    • Jangan menambahkan gula, anda bisa menambahkan bumbu saja walau sedikit saja.

    Beri anak anda makan bubur pada jam yang tepat, jangan sampai kelewat jam makan pagi maupun siang. Beberapa cara sebelum mengolah makanan bayi pun sudah dipaparkan diatas. Mengolah makanan bayi bulan yang diolah sendiri mempunyai manfaat yang efisien untuk kesehatan tubuhnya serta terpenuhinya gizi pada bayi yang berumur 8 bulan.

    Daftar Makanan yang Sesuai Untuk Bayi 8 Bulan:

    1. Bubur Beras Merah Sayur dan Daging Ayam

    Membuat bubur dengan bahan beras merah, sayur dan daging ayam juga sangat dianjurkan, karena memiliki banyak vitamin serta protein hewani yang terdapat pada daging ayam. Anda bisa membuat bubur tersebut menjadikannya halus. Anda bisa menggunakan blender untuk membuat beras merah tersebut menjadi tepung. Anda juga harus tau bahwa perbandingannya 1:9 dengan air, sehingga menghasilkan tekstur yang lunak.

    Cara Membuat Buburnya adalah:
    • Masak beras merah yang sudah diblender tadi dengan perbandingan 1:9 air.
    • Blender daging ayam yang sudah dikukus agar lembut dan halus
    • Tambahkan wortel yang sudah dikukus dan tumbuk/blender hingga halus
    • Tambahkan bumbu seperti sedikit gunakan garam halus, bisa juga menggunakan keju parut. Hindri menggunakan gula.
    • Aduk rata hingga semua tercampur, jangan lupa tes rasa
    • Sajikan hangat pada si kecil. Jika bubur tersebut masih tersisa, jangan lupa menyimpannya ke dalam kulkas dalam keadaan dingin ya.
    • Jika untuk makan si kecil lagi, hangatkan dengan menggunakan api yang sedang saja.

    2. Bubur Kentang dan Wortel

    Kentang dan wortel sangat disarankan sebagai makanan bayi yang berusia 8 bulan karena mengandung karbohidrat dan vit A, kedua bahan itu bisa menjaga kekebalan tubuh anak anda. Kedua bahan tersebut mengandung gizi yang sangat baik bagi pertumbuhanya.

    Bagaimana Cara Membuat Bubur Wortel dan kentang:
    • Kukus Kentang dan wortel terlebih dahulu. Lebih baik mengukus ya, bunda. Jangan di rebus karena vitaminnya akan berkurang
    • Haluskan kentang dan wortel menggunakan blender atau secara ditumbuk
    • Masukan dalam panci dan nyalakan kompor dengan api kecil
    • Jangan lupa tambahkan susu
    • Campur ketiga bahan tersebut dan aduk rata, jangan lupa tambahkan sedikit garam untuk perasa/ parutan keju juga bisa
    • Sajikan hangat pada si kecil

    3. Bubur Wortel dengan Kacang Hijau

    Selain wortel kacang hijau juga bisa dibuat bubur yang sangat bergizi untuk bayi sebagai menu yang disajikan pada MPASI anak berumur 8 bulan. Mencampur kedua bahan makanan diatas dapat memberi gizi yang lebih optimal karena wortel mempunyai Vitamin A yang baik untuk anak. Mengkombinasikan dua makanan tersebut sangatlah mudah.

    Berikut Tahapannya: 
    • Siapkanlah kacang hijau dan rendamlah menggunakan air,
    • Kukus wortel dengan sedikit air saja.
    • Masukan kacang hijau yang ingin dibuat bubur tersebutke menggunakan sedikit air, tunggu hingga mendidih
    • Tumbuk/ blender wortel sehingga halus dan lembut.
    • Campur kedua bahan tersebut hingga matang dan terampur rata,
    • Tambahkan susu bubuk/ susu formula sesuai dengan umur tentunya.
    • Sajikan selagi hangat, karena anak akan makan jika bubur itu terasa hangat
    • Jika masih, masukan kulkas dalam kondisi benar-benar dingin dan panaskan jika ingin dimakan.

    4. Olahan Buah-Buahan

    Olahan buah-buahan juga sangat penting untuk anak, meskipun hanya sedikit tapi sering itu bisa membuat kekebalan tubuhnya tidak rentan dari penyakit. Dalam buah-buahan terdapat beberapa vitamin, serat, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuuhan dan perkembangan anak. jangan lupa memberi buah meskipun hanya satu hari sekali, seperti pisang, apel, dan lain- lain.

    Ulasan diatas sudah menjelaskan beberapa hal penting untuk makan anak yang berusia 8 bulan. Sebenarnya masih banyak makanan yang bisa diolah sendiri dirumah seperti bayam, ikan tuna, ikan laut atau sejenisnya. Makanan yang mengundung protein serta vitamin sangat dianjurkan untuk perkembangan anak. Mulailah memberi anak makanan sehat mulai dari sekarang. Selamat membaca, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terima Kasih

    instal aplikasi prosehat

     

    Read More
  • Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak […]

    Cepat Lapar Karena Menyusui Bayi? Seringlah Asup Makanan Ini

    Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak pada anak anda. Anak anda membutuhkan nutrisi untuk perkembangan otak dan tubuhnya.

    Jenis Makanan Apa Saja Yang Wajib Di Makan? Makanan untuk Ibu menyusui sangat berbeda dengan orang pada umumnya, Ibu menyusui sangat membutuhkan banyak nutrisi dalam makanan yang ia makan.

    Makanan apa saja yang harus dikonsumsi oleh ibu menyusui?

    1. Cairan Tubuh

    Ibu menyusui harus tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya. Anda di ekomendasikan untuk selalu minum air putih secara teratur. Meski anda tidak haus, anda wajib minum air putih dahulu. Memang, minum air putih tidak berpengaruh pada ASI untu bayi, tapi perlu anda ketahui bahwa mencukupi cairan yang masuk ke tubuh sangat penting apalagi bagi anda yang menyusui karena pada saat and meyusui akan melepaskan atau mengeuarkan hormon oksitosin yang membuat anda merasa haus.

    2. Vitamin dan Mineral

    Ibu menyusui harus memenuhi asupan gizi, vitamin dan mineral yang lebih dari biasanya. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan bayi dan anda tentunya, maka dari anda harus menyeimbangkan makanan yang sehat serta alami. Biasanya, sumber energi pada makanan yang mengandung bahan alami bertahan sangat lama dari pada makanan lainnya yang berbau sintesis. Anda juga disarankan untuk minum vitamin prenantal yang berguna bagi bayi anda.

    3. Kalori

    Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi. Pada umumnya ibu menyusui butuh 500 kalori lebih dari pada wanita yang tidak menyusui. Jika anda merasa lapar tetap makan, tetapi juga perlu di perhitungkan makanan yang harus anda makan. Tidak semua ibu menyusui membutukan kalori yang sama, semua itu karena faktor kondisi dan kegiatan apa saja yang dilakukan ibu tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan banyaknya aktivitas dan metabolisme tubuh juga dapat berpengaruh terhadap kalori tersebut

    Makanan Apa Saja Yang Baik Untuk Ibu Menyusui?

    Makanan yang baik untuk ibu menyusui tentunya makanan yang mengandung banyak gizi, nutrisi, vitamin dan mineral. Makanan sehat yang anda makan, tentu saja mengandung banyak nutrisi, tapi makanan yang mengandung paling banyak nutrisi adalah

    • Beras Merah/Gandum

    Shot Code C

    Beras dan gandum mengandung banyak karbohidrat yang baik untuk tubuh dan harus dipenuhi. Anda juga harus memakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti. Anda harus tau, gandum utuh mempunyai beberaapa manfaat yang baik bagi bayi dan ibu menyusui karena mengandung asam folat.

    • Telur dan Ikan

    Telur dan ikan sama-sama mengandung protein yang tinggi. Anda harus mencukupi kebutuhan protein dengan mengonsumsi telur, daging dan ikan karena telur mengandung vitamin D untuk proses pembentukan tulang bayi. Anda disarankan untuk memilih telur yang mengandung DHA, karena dalam kandungan tersebut terdapat asam lemak esensial yang tinggi. DHA juga sangat baik untuk perkembangan syaraf pada bayi.

    • Sayuran dan Buah

    Buah dan sayur juga mempunyai peran penting dalam perkembangan anak dan ibu menyusui karena sayuran dan buah mengandung mikronutrisi. Sayuran dan buah juga meengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, Kalsium dan Antioksidan. Beberapa buah juga kaya akan vitamin, mineral dan energi. Konsumsilah buah dan sayur yang mengandung serat, karena bisa memperlancar pencernaan buat anda. Konsumsilah sayuran hijau dan buah yang tidak mengandung pestisida mulai dari sekarang.

    • Susu Rendah Lemak

    Susu memang mempunyai peran penting untuk ibu menyusui. Susu mengandung vit D, vitamin B, dan protein yang baik untuk tubuh dan pertunbuhan pada bayi. Susu yang disarankan adalah produk susu yang rendah lemak seperti yogurt, keju, susu atau produk lainnya karena memiliki salah satu sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.

    • Wortel

    Wortel juga sangat baik untuk perkembangan anak karena wortel mengandung vitamin A. Anda juga bisa mengonsumsinya.

    • Kacang-Kacangan

    Kacang- kacangan juga kaya akan zat besi yang baik untuk tulang.

    Pantangan Makanan Untuk Ibu yang Menyusui

    Pantangan untuk ibu menyusui makan makanan/ minuman yang tidak baik untuk kesehatan si kecil dan tumbuh kembang si kecil. Lalu makanan/ minuman apa saja yang tidak diperbolehkan unttuk ibu hamil?
    • Minuman yang mengandung alkohol sangat tidk baik untuk ibu menyusui dan untuk perkembangan anak
    • Minuman yang mengandung kafein juga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui, karena akan berpengaruh pada bayi
    • Ikan yang mengandung merkuri. Ikan yang mengandung merkuri biasanya adalah ikan yang hidup di laut.

    Mulai dari sekarang makanlah, makanan yang sehat untuk tubuh dan perkembangan bayi anda karena semua itu sangat berpengaruh pada perkembangan otak dan tubuhnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Memberikan ASI (Air Susu Ekslusif) adalah salah satu hal penting yang tidak boleh kita lupakan karena ASI akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI adalah asupan paling steril untuk bayi khususnya bagi mereka yang masih berusia beberapa bulan saja dan juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan anak sehingga mereka kebal terhadap berbagai jenis penyakit. Salah […]

    10 Makanan Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Sehat

    Memberikan ASI (Air Susu Ekslusif) adalah salah satu hal penting yang tidak boleh kita lupakan karena ASI akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI adalah asupan paling steril untuk bayi khususnya bagi mereka yang masih berusia beberapa bulan saja dan juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan anak sehingga mereka kebal terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu manfaat utama ASI yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk mempererat hubungan bayi dan ibunya yang pastinya hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kondisi psikologis bayi.

    Menurut beberapa ahli, ASI sebaiknya diberikan hingga bayi berusia 2 tahun dan kita mulai bisa memberikan makanan pendamping sejak bayi berusia 6 bulan. Tentu saja makananan yang diberikan harus makanan yang halus dan mudah diolah sehingga tidak mengganggu sistem pencernaan bayi. Ibu tentu saja harus menjaga pola makannya selama menyusui karena asupan makanan ibu juga akan berpengaruh terhadap kesehatan anak. Selain mengonsumsi berbagai makanan sehat, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat memicu kecerdasan anak lho!

    Wah yang benar nih? Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Telur

    Bukan rahasia lagi pastinya jika telur adalah salah satu jenis makanan menyehatkan dan memiliki banyak manfaat untuk bayi. Tingginya kandungan kolin pada telur berfungsi untuk meningkatkan daya ingat bayi alias dapat membuat mereka memiliki daya memori yang lebih baik daripada anak seusianya. Selain itu, tingginya kandungan DHA pada telur juga berperan untuk membantu proses perkembangan saraf pada bayi terutama pada saraf otak yang berarti meningkatkan kecerdasan otak anak. Sebagian orang juga percaya jika ibu sudah rutin mengonsumsi telur sejak hamil maka mereka akan memiliki anak yang cerdas nantinya.

    2. Ikan

    Ikan adalah jenis makanan berikutnya yang disarankan untuk dikonsumsi selama ibu menyusui. Tingginya kandungan DHA pada ikan sangatlah efektif untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Bukan hanya itu saja, tingginya kandungan asam folat, mineral, lemak, serta protein juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi sehari-hari. Beberapa jenis ikan dan makanan laut yang aman untuk dikonsumsi selama kita menyusui adalah salmon, tuna, udang, kerang, dan lain-lain.

    3. Kacang-kacangan

    Berbagai jenis kacang-kacangan juga efektif untuk meningkatkan kecerdasan anak bahkan membuat mereka semakin mudah untuk berkonsentrasi saat beraktivitas. Rahasia ini ada pada kandungan kacang-kacangan yang tinggi akan zat besi, di mana ketika anak kekurangan zat besi akan berdampak pada sistem neutransmiter bayi. Ketika fungsi ini terganggu maka akan menyebabkan anak sulit untuk berkonsentrasi bahkan daya ingat mereka juga tidak terlalu bagus.

    4. Daging sapi

    Daging merupakan jenis makanan yang kaya akan kandungan zat besi dan protein yang pastinya juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu sehari-hari. Tercukupinya kebutuhan nutrisi ibu juga berarti memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak dan kedua hal inilah yang mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan kecerdasan bayi.

    5. Alpukat

    Alpukat adalah salah satu jenis buah yang disarankan untuk dikonsumsi ibu semenjak menyusui karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Tingginya kandungan omega-3 pada alpukat berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Bukan hanya itu saja, alpukat juga mampu meningkatkan kualitas ASI untuk menjaga kesehatan kulit bayi dan meminimalisir terjadinya peradangan sewaktu-waktu.

    6. Produk olahan susu

    Bukan hanya bayi yang membutuhkan susu, tapi ibu juga perlu asupan susu yang pastinya memiliki pengaruh positif terhadap kondisi bayi. Tingginya kalium pada usus akan mendukung perutumbuhan dan perkembangan otak bayi dan pastinya juga mendukung perkembangan tulang anak. berbagai produk olahan susu yang dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui adalah keju, yogurt, dan susu.

    7. Blueberry

    Blueberry adalah jenis buah berikutnya yang aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Tingginya kandungan flavonoids pada blueberry berfungsi untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir bayi secara keseluruhan. Selain itu, mengonsumsi blueberry secara rutin juga menurunkan risiko anak mengalami gangguan mental di kemudian hari. Kita bisa mengonsumsi blueberry sebagai buah atau mencampurkannya dengan oatmeal untuk mengoptimalkan manfaat yang kita dapatkan.

    8. Pepaya

    Pepaya adalah buah yang tidak boleh kita lupakan dan sebaiknya rutin kita konsumsi sejak melahirkan. Pepaya adalah buah yang kaya akan kandungan vitamin A serta serat dan hal ini berfungsi untuk menjaga sistem pencernaan ibu dan bayi dan pastinya menjaga mata tetap sehat. Bukan hanya itu saja, mengonsumsi pepaya dapat mendukung perkembangan otak bayi serta menangkal radikal bebas.

    9. Roti gandum

    Roti gandum adalah jenis makanan berikutnya yang bisa membuat bayi cerdas dan kita bisa mengonsumsi roti gandum sebagai pengganti nasi. Tingginya kandungan asam folat pada roti gandum inilah yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasam bayi. Selain roti gandum, kita juga bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan lainnya yang tinggi akan kandungan asam folat seperti asparagus, kacang merah, brokoli, sereal, ataupun berbagai sayuran hijau.

    10. Buah zaitun

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk membuat bayi semakin cerdas adalah buah zaitun. Mengonsumsi buah zaitun secara rutin akan mengurangi risiko kerusakan otak kering pada anak dan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi di dalamnya akan meningkatkan asupan okesigen ke otak anak.

    Nah itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita konsumsi selama menyusui agar perkembangan otak anak tidak mengalami hambatan dan pastinya membuat anak semakin cerdas ketika mereka tumbuh dewasa. Makanan tersebut terdengar lezat dan mudah untuk didapatkan bukan? So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat dari sebelumnya dan memiliki anak cerdas?

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 11–20 of 22 results

WhatsApp Asisten Maya saja