Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Pilih yang Mana? Ini Beda Imunisasi Polio Tetes dan Suntik

Walaupun sama-sama mencegah polio, ternyata ada beda antara imunisasi polio tetes dan suntik. apa saja perbedaan tersebut? simak penjelasan berikut.

Sejak tahun 2018, kawasan di Asia Tenggara dikejutkan dengan temuan kasus polio di beberapa negara yaitu Indonesia, Myanmar, Filipina dan Malaysia. Padahal negara tersebut telah lebih dari satu dekade tidak ditemukan kasus polio.

Pilih yang Mana Ini Beda Imunisasi Polio Tetes dan Suntik

Pilih yang Mana? Ini Beda Imunisasi Polio Tetes dan Suntik

Virus Polio adalah virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang memperbanyak diri di dalam usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu Strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig) dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornavirde. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motorik atau saraf pada sumsum tulang belakang.

Virus polio dapat menyerang siapa saja, tetapi paling banyak menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun. Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling banyak ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun. 

Polio adalah sebutan lain untuk penyakit poliomyelitis, yang berasal dari Bahasa Yunani artinya peradangan tulang belakang. Dulu orang-orang menyebutnya sebagai kelumpuhan pada anak-anak. Salah satu cara memberantas penyakit ini adalah dengan melakukan imunisasi polio.

Penyebaran Virus Polio

Virus Polio menyebar melalui kontak dengan penderita polio, sekresi oral (mulut) dan hidung misalnya air liur dan lendir hidung, serta kontak dengan feses yang terkontaminasi dengan virus polio. Setelah itu, virus polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan terus berlipat ganda sepanjang waktu hingga mencapai ke saluran cerna.

Dalam kasus polio yang menyebabkan kelumpuhan, virus meninggalkan saluran cerna dan masuk kedalam aliran darah lalu menyerang sel saraf. Sebanyak kurang dari 2% penderita polio dapat mengalami kelumpuhan. 

Pada kasus yang lebih berat, tenggorokan dan dada dapat ikut serta lumpuh. Bila tidak ada alat bantu pernapasan maka pasien dapat meninggal dunia. Imunisasi Polio pada anak dapat mencegah kejadian ini.

imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

Jenis Vaksin Polio

Terdapat dua jenis vaksin polio, yaitu melalui injeksi (suntikan) atau tetesan di mulut. Sahabat Sehat, apakah perbedaan kedua jenis vaksin tersebut ?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 2 jenis vaksin polio :

  • Vaksin Polio Inaktif

Vaksin ini berasal dari virus polio yang dimatikan. Cara pemberiannya dengan menyuntikan ke paha atau lengan.

  • Vaksin Polio Oral

Adalah virus polio hidup yang dilemahkan. Ini adalah vaksin yang dilakukan pada anak, diberikan melalui tetesan di mulut.

Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

Oral Poliovirus Vaccine (OPV)

OPV sering disebut sebagai vaksin polio Sabin sesuai dengan penemunya. Yang dapat mencegah infeksi dari 3 jenis virus polio. Vaksin ini merupakan vaksin hidup yang dilemahkan (live-attenuated virus vaccine).

Vaksin polio ini dapat diberikan tiga dosis untuk memberikan kekebalan seumur hidup.

Vaksin polio oral dianggap lebih efektif untuk pemberantasan poliomyelitis, karena virus yang dilemahkan akan mengadakan replikasi atau berkembang biak pada saluran pencernaan sehingga mencegah virus lain menempel pada saraf sehingga mencegah kelumpuhan.

Pemberian vaksin OPV dilakukan sebanyak 3 kali saat :

  • Anak baru lahir
  • Usia 6-12 minggu 

Pemberian kedua dilakukan 8 minggu setelah pemberian dosis pertama

  • Usia 6-18 bulan.

Efek samping pemberian vaksin OPV :

  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Demam
  • Diare
  • Kelelahan
  • Kelumpuhan (jarang terjadi).

Baca Juga: Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV)

Vaksin Polio Inaktif (IPV) sebenarnya lebih dulu ditemukan daripada OPV, disebut juga vaksin polio Salk, sesuai dengan nama penemunya Jonas Salk pada tahun 1955. Vaksin IPV berisi virus inaktif yang berisi 3 tipe virus polio.

Vaksin yang disuntikkan akan meningkatkan daya tahan tubuh. Vaksin IPV mampu mencegah kelumpuhan karena menghasilkan antibody yang tinggi.

Pemberian vaksinasi IPV dilakukan saat anak berusia :

  • 2 bulan
  • 4 bulan
  • 6-18 bulan
  • 4-6 tahun

Menurut penelitian yang terbit pada Jurnal Morbidity and Mortality Week Report CDC, pemberian vaksin IPV pada 2 tahun pertama dapat menimbulkan efek samping ringan sedang berupa :

  • Demam
  • Ruam di area yang disuntik
  • Pembengkakan di area yang disuntik
  • Rewel

Baca Juga: Apa Saja Fakta tentang Polio yang Perlu Diketahui?

Meski jarang terjadi, berikut efek samping yang dapat muncul setelah pemberian IPV :

  • Peradangan dan pendarahan pembuluh darah kecil
  • Penurunan trombosit akibat kekebalan tubuh keliru menyerang trombosit
  • Alergi berat

Efek samping pasca vaksinasi umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 3-4 hari.

Dibandingkan dengan vaksin OPV, vaksin IPV mampu meningkatkan kekebalan tubuh yang cukup baik bagi sebagian besar orang. Vaksin ini tidak mengandung virus yang dilemahkan, maka tidak ada resiko berupa kelumpuhan akibat vaksinasi.

Berikut ini adalah kondisi anak yang tidak diperkenankan menerima vaksin IPV, yaitu :

  1. Mengalami alergi berat hingga mengancam nyawa
  2. Anak sedang mengalami sakit seperti misalnya influenza atau demam.

Manfaat Imunisasi Polio

Imunisasi anak polio bermanfaat untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio. Vaksin anak dapat menekan resiko tertular virus polio hingga dewasa. Apabila sudah mendapat vaksin polio saat berusia anak-anak, saat dewasa umumnya tidak lagi memerlukan imunisasi.

Dengan melakukan pemberian imunisasi anak, bukan hanya anak-anak yang divaksin saja yang dapat menerima manfaatnya. Keluarga serta warga di lingkungan tersebut juga dilindungi dari ancaman penyebaran virus polio.

Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perbedaan vaksin polio tetes dan suntik. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. Novita D, Alam S, Kelyombar D. Buletin Surveillant dan Imunisasi.
  2. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan. Poliomyelitis Penyakit Virus Polio.
  3. Kurniawan S. Manfaat dan Kapan Imunisasi Polio Diberikan – Primaya Hospital.
  4. Satari H, Ibbibah L, Utoro, S. Eradikasi Polio. Sari Pediatri, 18(3), p.245.
  5. Permatasari D. Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com