Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Mengenali tanda dan gejala meningitis pada anak sangat penting bagi orang tua. Lantas, apa saja tanda dan gejala meningitis pada anak?

Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Meningitis adalah sebuah istilah untuk terjadinya radang pada selaput meninges yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat dijumpai pada dewasa maupun anak-anak. Namun perlu diwaspadai karena peradangan pada selaput meninges dapat memberikan dampak yang buruk bagi otak, hingga efek samping yang berbahaya bila dibiarkan dalam jangka panjang.

Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2015 dicatat bahwa meningitis merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak berusia dibawah 1 tahun.

Penularan Meningitis Melalui Droplet

Penyakit meningitis seringnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Beberapa contohnya adalah bakteri pneumokokus, meningokokus, M. tuberculosa, dan virus H. influenza.3,4 Infeksi ini terjadi dengan cara bakteri atau virus yang menginfeksi masuk melalui darah ke bagian cairan otak dan sumsum tulang (cairan serebrospinal).
Penularan bakteri atau virus yang tersebut dapat terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita, memegang permukaan yang terdapat bakteri atau virus tersebut, dan droplet bersin atau batuk dari penderita.
Selain itu, meningitis juga dapat disebabkan oleh jamur atau parasit pada anak dengan sistem imun yang lemah. Agar Sobat Sehat lebih waspada dengan penyakit meningitis ini khususnya pada anak, mari kita kenali tanda dan gejalanya. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala dari penyakit meningitis:

  1. Demam tinggi dengan kaki tangan yang dingin
  2. Menangis nada tinggi atau merintih yang tidak seperti biasa
  3. Sensitif terhadap cahaya
  4. Tengkuk leher menjadi kaku
  5. Menjadi sangat rewel
  6. Lemas, sering tertidur dan sulit dibangunkan
  7. Sulit makan dan mual muntah
  8. Bercak-bercak ungu-kemerahan pada tubuh
  9. Terdapat benjolan lunak pada ujung kepala
  10. Kejang

imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Meningitis?   

Apabila Si Kecil mengalami beberapa dari tanda dan gejala yang disebutkan diatas, segera periksakan ia ke dokter. Sebelum dapat mendiagnosis meningitis, dokter akan menanyakan perjalanan dan riwayat penyakit kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

Tahap selanjutnya kemungkinan diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk dapat menegakan diagnosis. Pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan darah, cairan cerebrospinal, CT scan ataupun MRI otak.3 Hal tersebut perlu dilakukan untuk menegakkan dan mengetahui penyebab dari meningitisnya karena pengobatan untuk masing-masing penyebab tentu berbeda.

Baca Juga: 5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari

Dampak Jangka Panjang Meningitis

Pengobatan secara umum untuk meningitis bertujuan untuk meredakan peradangan pada selaput meninges dan menyembuhkan infeksinya. Si Kecil mungkin memerlukan rawat inap dengan obat-obatan yang diberikan secara infus.

Disarankan untuk memulai pengobatan segera untuk mencegah dampak buruk jangka panjang yang terjadi bila penyakit meningitis ini dibiarkan. Dampak yang dapat terjadi adalah kejang berulang, kerusakan pada otak, gangguan pendengaran, hingga disabilitas.

Baca Juga: Penyebab Meningitis, Gejala dan Berbagai Cara Mencegahnya

Meningitis Bisa Dicegah dengan Vaksin

Kabar baiknya adalah penyakit meningitis dapat dicegah. Saat ini sudah terdapat vaksin anak yang bisa mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri dan virus penyebab meningitis. Beberapa vaksin yang telah ada yaitu vaksin influenza, vaksin pneumokokus, vaksin meningokokus.

Sudahkah Si Kecil melengkapi vaksinasinya? Jika belum, segera jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat. Pemberian vaksin influenza bisa diberikan pertama kali di usia 6 bulan, sedangkan vaksin pneumokokus (PCV) diberikan saat anak berusia 2, 4, dan 6 bulan beserta boosternya di rentang usia 12-15 bulan. Vaksin meningokokus sendiri diberikan ketika ia berusia 19 tahun ke atas.

Jika Moms terlewat memberikan vaksin influenza dan PCV, anak masih bisa melakukan imunisasi kejar agar dapat melengkapinya. Moms bisa hubungi Chat Dokter Prosehat 24 jam untuk konsultasi jadwal imunisasinya.

Baca Juga: Penyebab Infeksi Otak Meningitis dan Cara Mencegahnya

Moms, meningitis merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak buruk jangka panjang bahkan hingga kematian. Oleh karena penyebaran infeksi ini dapat terjadi dari kontak erat dengan penderita, maka anak-anak dan juga dewasa disarankan untuk melakukan vaksinasi. Yuk, lindungi diri dan anak-anak dari penyakit-penyakit menular.

Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Meningitis [Internet]. Who.int. 2021.
  2. Stanford Children’s Health [Internet]. Stanfordchildrens.org. 2021.
  3. Schaaf H, Seddon J. Management of tuberculous meningitis in children. Paediatrics and International Child Health. 2021;:1-6.
  4. Meningitis – Symptoms [Internet]. nhs.uk. 2021.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com