Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 81–87 of 87 results

  • Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]

    Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?

    Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.

    Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?

    Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:

    • Demam,
    • Batuk dan pilek,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.

    Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.

    Ruam kemerahan akibat campak

    Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:

    • Demam,
    • Nyeri tenggorokan,
    • Sakit kepala,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.

    Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.

    Bahaya penyakit rubella

    Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.

    Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:

    • Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
    • Wanita hamil,
    • Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
    • Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
    • Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.

    Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?

    Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:

    • Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
    • Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).

    Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:

    • Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
    • Nyeri sendi (0-3%),
    • Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
    • Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).

    Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.

    Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.

    Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.

    Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
    2. CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
    3. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
    4. Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
    5. IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung Wah, pastinya kita tidak mau kan […]

    Inilah 7 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    perut kembung pada bayi

    Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara teru- menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Bunda Ketahui Tentang Pijat Bayi?

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    Produk Terkait: Jual Susu Bayi

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kembung pada bayi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan […]

    Trik Kreatif Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat dan Bergizi

    Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan bisa memberi kita energi tambahan yang pastinya mencegah kita menjadi lemas.

    Sarapan merupakan suatu kebiasaan yang bisa dimulai sejak kecil bahkan sejak anak berusia dini. Seperti memulai kebiasaan baik lainnya, kita perlu membuat semenarik mungkin sehingga anak tertarik untuk memulai pola hidup yang sehat dan pastinya membuat sarapan mereka terasa menyenangkan. Nah, kira-kira apa ya trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita lakukan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak trik kreatif menu sarapan pagi

    1. Membuat menu kesukaannya

    Yup, cara yang satu ini bisa kita lakukan supaya si kecil tidak bermalas-malasan untuk menghabiskan sarapannya di saat pagi. Kita pun bisa mendiskusikan makanan apa yang diinginkan oleh si kecil saat sarapan dan pastinya tidak lupa untuk memberikannya asupan gizi yang seimbang, seperti terdiri dari 4 sehat 5 sempurna.

    2. Membuat menu bervariasi

    Hal ini juga penting untuk diingat sehingga anak tidak bosan untuk mengonsumsi menu yang sama tiap kali sarapan. Membuat menu bervariasi tanpa memberi tahu mereka dahulu apa yang mereka santap juga bisa membuat mereka penasaran dan bersemangat untuk berangkat ke meja makan dan segera menghabiskan sarapannya.

    3. Menyajikan smoothies

    Smoothies adalah salah satu jenis minuman yang menyegarkan dan pastinya disukai oleh anak karena rasanya yang lezat bahkan juga aman untuk dikonsumsi sebagai sarapan. Beberapa buah yang bisa kita olah menjadi smoothies saat sarapan adalah pisang ataupun stroberi. Pisang sangat cocok untuk kita konsumsi sebagai sarapan karena buah yang satu ini tinggi akan nutrisi dan pastinya membuat anak bersemangat sepanjang hari. Kita juga bisa menambakan madu ataupun susu kedelai pada smoothies stroberi kita untuk mengimbangi rasa asam yang dihasilkan oleh stroberi. Tentu saja kita bisa mengolah berbagai buah lainnya sebagai smoothies yang pastinya tidak kalah dengan pisang ataupun stroberi.

    4. Mengolah kentang

    Siapa bilang jika sarapan harus melulu makan nasi? Ketika kita membuat sarapan untuk anak, sebaiknya kita tidak memaksakan kehendak kita agar anak mau mengonsumsi makanan tertentu karena hal ini akan menyebabkan anak menjadi malas makan bahkan bisa membuat mereka membenci sarapan. Sebagai ganti nasi, kita bisa mengolah kentang yang juga kaya akan kandungan karbohidrat. Contohnya saja kita bisa mengolah kentang menjadi pom-pom kentang, yaitu kentang yang direbus kemudian dihaluskan lalu kita sematkan keju di dalamnya lalu digoreng sebelum kita sajikan di meja makan. Hidangan yang satu ini bahkan praktis untuk dibawa anak ke sekolah dan bisa dinikmati bersama teman-temannya.

    5. Menyajikan omelet

    Omelet adalah jenis makanan berikutnya yang sering dihidangkan oleh ibu sebagai sarapan karena penyajiannya yang begitu praktis dan dipastikan anak mau melahapnya hingga habis. Telur adalah salah satu bahan makanna yang disarankan untuk rutin dikonsumsi oleh anak karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Kita bisa memadukan keju ataupun wortel pada omelet sehingga nilai gizi yang didapatkan anak akan semakin banyak. Menariknya lagi, kita hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit untuk menghidangkan omelet bergizi untuk sarapan anak.

    6. Menyajikan pancake

    Pancake adalah jenis makanan berikutnya yang bisa kita berikan pada anak sebagai sarapan ketika mereka bosan dengan nasi ataupun roti. Kita bisa membuat adonan pancake sendiri atau menggunakan adonan pancake instan yang sudah tersedia di supermarket terdekat yang pastinya semakin praktis untuk diolah. Kita bisa memadukan sirup maple ataupun berbagai buah potong sebagai pendamping pancake dan pastinya sarapan berfungsi sebagai sumber energi anak sepanjang hari.

    7. Mengolah roti

    Roti adalah salah satu jenis makanan yang bisa kita sajikan sebagai sarapan ketika anak mulai mengeluh mereka bosan mengonsumsi nasi. Kita bisa mengolah roti menjadi roti bakar dan dipadukan dengan berbagai selai buah-buahan sehingga anak mendapatkan nutrisi dan vitamin dari selai buah tersebut. Akan lebih baik lagi jika kita menyempatkan untuk membuat selai buah sendiri karena pastinya selai buatan kita bebas dari bahan pengawet.

    Selain itu, kita juga bisa mengolah roti dan dipadukan dengan telur ataupun daging serta potongan sayuran yang pastinya akan menjadi sarapan favorit anak. Mengolah roti juga bisa dibilang cukup praktis karena kita hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit hingga roti siap disantap anak.

    8. Membuat tumis sayuran

    Tumis sayuran adalah salah satu jenis hidangan yang sering menjadi favorit anak karena rasanya yang tidak terlalu berat dan kita bisa menumis berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Contoh sayuran yang cocok untuk ditumis adalah brokoli, di mana brokoli sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah terjadinya peradangan, bahkan mampu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kita juga bisa mengolah berbagai sayuran lainnya yang pastinya cocok untuk diolah menjadi tumis seperti jamur, sawi, kangkung, dan lain-lain.

    Itu tadi adalah beberapa trik membuat sarapan untuk anak yang bisa kita terapkan sewaktu-waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat anak selalu bersemangat mengonsumsi sarapannya? Yuk buat sarapan anak menyenangkan setiap saat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan […]

    Daftar Makanan Bayi yang Sesuai untuk Bayi 8 Bulan

    Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan bayi juga di beri makan bubur.

    Dalam tahap ini makanan yang sudah dihaluskan menjadi bubur juga menjadi salah satu tumbuh kembangnya si kecil. Makanan yang diberikan pun bervariasi dan sesuai dengan anjuran dokter anak. banyak yang perlu diperhatikan orang tua dalam memberi bubur/ MPASI untk bayi. Sebelum kita membahas makanan apa saja yang harus diberikan pada bayi yang berusia 8 bulan, anda harus memperhatikan hal penting berikut:

    • Gunakanlah sendok,mangkok dan peralatan lainnya dengan bersih
    • Cangkir/gelas untuk tempat air putih
    • Anda wajib menggunakan sayuran serta buah yang sudah dicuci bersih menggunakan air mengalir
    • Jangan lupa, anda harus mencuci tangan sebelum anda mengolah semua bahan untuk si kecil
    • Kukuslah semua bahan sebelum diblender. Jangan direbus, karena vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur tersebut bisa hilang. Kukuslah menggunakan sedikit air saja
    • Jika anda menambahkan daging, jangan lupa untuk buang lemak dan kulitnya
    • Jangan menambahkan gula, anda bisa menambahkan bumbu saja walau sedikit saja.

    Beri anak anda makan bubur pada jam yang tepat, jangan sampai kelewat jam makan pagi maupun siang. Beberapa cara sebelum mengolah makanan bayi pun sudah dipaparkan diatas. Mengolah makanan bayi bulan yang diolah sendiri mempunyai manfaat yang efisien untuk kesehatan tubuhnya serta terpenuhinya gizi pada bayi yang berumur 8 bulan.

    Daftar Makanan yang Sesuai Untuk Bayi 8 Bulan:

    1. Bubur Beras Merah Sayur dan Daging Ayam

    Membuat bubur dengan bahan beras merah, sayur dan daging ayam juga sangat dianjurkan, karena memiliki banyak vitamin serta protein hewani yang terdapat pada daging ayam. Anda bisa membuat bubur tersebut menjadikannya halus. Anda bisa menggunakan blender untuk membuat beras merah tersebut menjadi tepung. Anda juga harus tau bahwa perbandingannya 1:9 dengan air, sehingga menghasilkan tekstur yang lunak.

    Cara Membuat Buburnya adalah:
    • Masak beras merah yang sudah diblender tadi dengan perbandingan 1:9 air.
    • Blender daging ayam yang sudah dikukus agar lembut dan halus
    • Tambahkan wortel yang sudah dikukus dan tumbuk/blender hingga halus
    • Tambahkan bumbu seperti sedikit gunakan garam halus, bisa juga menggunakan keju parut. Hindri menggunakan gula.
    • Aduk rata hingga semua tercampur, jangan lupa tes rasa
    • Sajikan hangat pada si kecil. Jika bubur tersebut masih tersisa, jangan lupa menyimpannya ke dalam kulkas dalam keadaan dingin ya.
    • Jika untuk makan si kecil lagi, hangatkan dengan menggunakan api yang sedang saja.

    2. Bubur Kentang dan Wortel

    Kentang dan wortel sangat disarankan sebagai makanan bayi yang berusia 8 bulan karena mengandung karbohidrat dan vit A, kedua bahan itu bisa menjaga kekebalan tubuh anak anda. Kedua bahan tersebut mengandung gizi yang sangat baik bagi pertumbuhanya.

    Bagaimana Cara Membuat Bubur Wortel dan kentang:
    • Kukus Kentang dan wortel terlebih dahulu. Lebih baik mengukus ya, bunda. Jangan di rebus karena vitaminnya akan berkurang
    • Haluskan kentang dan wortel menggunakan blender atau secara ditumbuk
    • Masukan dalam panci dan nyalakan kompor dengan api kecil
    • Jangan lupa tambahkan susu
    • Campur ketiga bahan tersebut dan aduk rata, jangan lupa tambahkan sedikit garam untuk perasa/ parutan keju juga bisa
    • Sajikan hangat pada si kecil

    3. Bubur Wortel dengan Kacang Hijau

    Selain wortel kacang hijau juga bisa dibuat bubur yang sangat bergizi untuk bayi sebagai menu yang disajikan pada MPASI anak berumur 8 bulan. Mencampur kedua bahan makanan diatas dapat memberi gizi yang lebih optimal karena wortel mempunyai Vitamin A yang baik untuk anak. Mengkombinasikan dua makanan tersebut sangatlah mudah.

    Berikut Tahapannya: 
    • Siapkanlah kacang hijau dan rendamlah menggunakan air,
    • Kukus wortel dengan sedikit air saja.
    • Masukan kacang hijau yang ingin dibuat bubur tersebutke menggunakan sedikit air, tunggu hingga mendidih
    • Tumbuk/ blender wortel sehingga halus dan lembut.
    • Campur kedua bahan tersebut hingga matang dan terampur rata,
    • Tambahkan susu bubuk/ susu formula sesuai dengan umur tentunya.
    • Sajikan selagi hangat, karena anak akan makan jika bubur itu terasa hangat
    • Jika masih, masukan kulkas dalam kondisi benar-benar dingin dan panaskan jika ingin dimakan.

    4. Olahan Buah-Buahan

    Olahan buah-buahan juga sangat penting untuk anak, meskipun hanya sedikit tapi sering itu bisa membuat kekebalan tubuhnya tidak rentan dari penyakit. Dalam buah-buahan terdapat beberapa vitamin, serat, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuuhan dan perkembangan anak. jangan lupa memberi buah meskipun hanya satu hari sekali, seperti pisang, apel, dan lain- lain.

    Ulasan diatas sudah menjelaskan beberapa hal penting untuk makan anak yang berusia 8 bulan. Sebenarnya masih banyak makanan yang bisa diolah sendiri dirumah seperti bayam, ikan tuna, ikan laut atau sejenisnya. Makanan yang mengundung protein serta vitamin sangat dianjurkan untuk perkembangan anak. Mulailah memberi anak makanan sehat mulai dari sekarang. Selamat membaca, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terima Kasih

    instal aplikasi prosehat

     

    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya? Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan […]

    6 Tips Pemberian MPASI pada Bayi 6 Bulan

    Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya?

    Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan yang perlu Moms ketahui:

    1. Perhatikan Tanda Bayi Siap MPASI

    Mungkin tak sedikit Moms yang mendengar petuah dari orang tua atau ibu mertua mengatakan kalau bayi sudah mulai bisa diberi makan pada usia 4 bulan. Benarkah? Hal ini tidaklah tepat, sebab bayi disarankan diberi MPASI saat berusia 6 bulan. Mengapa? Biasanya saat itu otot leher bayi sudah cukup kuat sehingga ia bisa menahan kepalanya untuk tidak lagi goyah. Ia juga sudah dapat duduk sendiri (walaupun dengan bersandar) dan menegakkan kepala. Dengan begitu, proses menelan bayi bisa dibilang sudah lebih baik. Selain itu, fungsi pencernaan bayi pada usia 6 bulan juga sudah lebih baik.

    Tanda lain bahwa bayi siap MPASI antara lain:
    – Mulai tertarik dengan makanan yang Moms makan. Terlihat dari ekspresi wajah atau gerakan tangan yang seolah-olah ingin mengambil makanan untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
    – Ia akan antusias membuka mulutnya tiap kali disodorkan makanan.
    – Ia tidak lagi memakai lidah untuk mendorong makanan keluar dari mulut.

    2. Mulailah dengan Bubur Susu

    Meskipun tak ada urutan baku, American Academy of Pediatrics merekomendasikan serealia – seperti beras atau gandum – sebagai makanan yang diberikan pertama kali untuk si kecil yang sudah siap MPASI. Selanjutnya, barulah bayi diperkenalkan dengan variasi MPASI lain seperti bubur (pure) sayur, buah, dan daging atau ikan.

    Dibandingkan sayur atau buah, bubur susu/bubur beras (tepung beras + ASIP/susu formula) sangat cocok diberikan sebagai makanan pertama si kecil.

    Ya, untuk mengenalkan makanan padat pertama pada bayi sebaiknya dimulai dari makanan yang teksturnya encer dan lembek, dengan rasa yang tidak jauh berbeda dengan ASI atau susu formula, seperti bubur susu. Tujuannya adalah agar bayi tidak kaget dengan makanan pertamanya.

    Tak hanya itu, bubur beras sangat rendah alergen, alias tidak memicu reaksi alergi. Bubur beras juga diperkaya zat besi, tinggi kalori, sangat mudah dicerna, paling mudah diubah konsistensinya (kepadatannya). Cara membuatnya juga sederhana dan mudah dibuat sendiri di rumah.

    Satu hal yang perlu Moms perhatikan, saat membuat bubur susu, jangan memanaskan ASIP atau susu formula di atas kompor bersamaan dengan memasak bubur beras. Lakukan hal itu setelah bubur beras selesai dimasak. Tuang bubur beras ke dalam mangkuk, aduk-aduk sebentar lalu masukkan ASIP/susu formula.

    Cara mengecek kecukupan tekstur adalah makanan tidak tumpah jika sendok dimiringkan.

    Selain bubur beras, bayi juga bisa dikenalkan dengan jenis serealia lain yang memiliki rasa tidak jauh berbeda, seperti bubur susu gandum atau havermut (oatmeal).

    3. Menu Sama Selama 3 Hari

    Perlu diingat, MPASI diberikan secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Mulailah dengan memberikan 1 – 2 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa bertambah seiring perkembangan bayi. Tetapi sebelumnya, coba dulu dengan memberikan menu yang sama selama 2-3 hari berturut-turut. Setelah itu, baru bayi Moms perkenalkan lagi dengan variasi menu MPASI yang lain.

    Menunggu selama 2-3 hari juga memungkinkan Moms untuk mengamati apakah si kecil memiliki reaksi alergi atau tidak, seperti diare, muntah, atau ruam (meskipun kebanyakan gejala muncul dalam waktu empat jam setelah makan). Jika iya, maka hentikan makanan penyebab alerginya dan menggantinya dengan asupan lain.

    Selain itu, Moms jadi bisa mengetahui apakah si kecil suka atau tidak dengan menu MPASI yang diberikan.

    Jika ia kurang suka dengan menu tersebut, jangan langsung menghapusnya dari menu MPASI si kecil. Perlu diketahui, bayi mungkin perlu mencoba makanan 10 kali sebelum menerimanya. Jadi, setelah dua minggu atau satu bulan, coba berikan kembali menu yang sama, atau padukan dengan sesuatu yang dia suka. Siapa tahu saat itu, bayi Moms akan lebih bisa menerima dan akhirnya menyukainya.

    4. Berikan Menu MPASI yang Bervariasi

    Setelah bayi belajar untuk menerima satu jenis makanan, secara bertahap kenalkan ia dengan berbagai jenis makanan lain satu per satu, seperti sayuran, buah, ikan dan daging dengan cara dihaluskan sehingga teksturnya lumat dan kental.

    Berikan bubur susu yang mengandung protein hewani (daging merah/hati ayam) untuk memenuhi kebutuhan zat besi yang sudah menurun kadarnya di dalam ASI, agar menunjang pertumbuhan fisik si kecil. Variasikan dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.

    Meskipun banyak yang merekomendasikan memulai sayuran dulu sebelum buah-buahan, tidak ada bukti bahwa bayi akan mengembangkan ketidaksukaan untuk sayuran jika buah diberikan terlebih dahulu. Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada urutan baku.

    5. Pastikan MPASI yang Diberikan Bersih dan Aman

    Dalam memberikan MPASI pada si kecil, Moms harus menjamin kebersihan dan keamanan makanan.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms perhatikan:
    – Cucilah dahulu tangan sebelum membuat bubur atau menu MPASI. Begitu pula saat akan memberi makan si kecil.
    – Masaklah makanan dengan benar, hindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.
    – Gunakan selalu air bersih saat memasak.
    – Cucilah dahulu bahan MPASI seperti beras, sayur, buah, daging, sebelum dikonsumsi.
    – Gunakan alat-alat makan yang aman untuk si kecil, seperti sendok kecil berbahan plastik yang aman dan berujung tumpul sehingga tidak melukai gusi bayi.

    6. Berikan Makanan Kaya Nutrisi

    Makanan yang kaya akan energi dan nutrisi (terutama zat besi, protein, asam amino esensial, zink, vitamin A, kalsium, vitamin C, vitamin D, dan asam folat) harus diberikan pada masa pertumbuhan si kecil yang sedang pesat.

    Berikut beberapa contoh bahan makanan yang bisa dijadikan sebagai variasi bubur atau menu MPASI si kecil:
    – Makanan pokok yang mengandung karbohidrat, contoh: beras, kentang, gandum dan olahannya (roti, sereal, biskuit).
    – Makanan sumber protein hewani, contoh: daging ayam, hati sapi, hati ayam, ikan, susu.
    – Kacang-kacangan, contoh: kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, atau makanan olahannya seperti tahu dan tempe.
    – Sayuran hijau dan merah, contoh: wortel, labu, bayam, daun ubi.
    – Buah orange dan merah, contoh: apel, tomat, jeruk, alpukat dan stroberi.

    Demikianlah 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan. Frekuensi pemberian MPASI bisa dilakukan sebanyak 2 kali dengan 1 kali makanan selingan.

    Setelah bayi berusia 7 – 8 bulan, mulai berikan ia bubur saring. Pilih bahan makanan sumber karbohidrat, seperti beras, kentang, makaroni, atau roti. Tingkatkan porsi dan frekuensi makan menjadi 3 kali sehari.

    Semoga informasi ini bermanfaat untuk para Moms. Nah, untuk informasi kesehatan lain, kini tak perlu repot. Anda dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksin loh, penasaran? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. HealthyChildren.org. (2018). Starting Solid Foods. [online] Available at: healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx [Accessed 4 Sep. 2018].

    2. For Baby NZ. (2018). Six signs baby is ready for solid food. [online] Available at: forbaby.co.nz/ForBaby-Chat/Six-signs-baby-is-ready-for-solid-food [Accessed 4 Sep. 2018].

    3. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

    4. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

    5. Parents.com. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Available at: parents.com/baby/feeding/solid-foods/starting/ [Accessed 4 Sep. 2018].

    6. Puri Gayatri, R. (2018). Mommy 101; 101 Perawatan Bayi. Jakarta, Indonesia: Penerbit Erlangga, p.95.

    Read More
  • Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai piza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat. Baca Juga: 10 Panduan Makanan […]

    4 Trik Membuat Makanan Sehat untuk Balita

    Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai piza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Tapi, kita bisa kok ‘memprogram’ ulang hasrat makanan si kecil. Caranya, perkenalkan ia dengan pilihan makanan yang lebih sehat. Semakin cepat Moms memperkenalkan makanan sehat dan bergizi, semakin mudah mereka terbiasa dengan pola makan sehat. Dan, kebiasaan ini bisa bertahan seumur hidup loh!  Tapi, bagaimana caranya agar si kecil mau mengonsumsi makanan sehat? Tak perlu pusing, simak trik membuat makanan sehat untuk balita berikut ini:

    1. Sembunyikan Sayur dalam Makanan Favoritnya

    Banyak anak-anak tak menyukai sayur. Namun, jangan menyerah, Moms harus pintar-pintar berkreasi. Olahlah sayur ke dalam bentuk makanan yang disukai si kecil. Anak-anak suka dengan makanan berwarna cerah, berbentuk lucu dan rasa yang menarik.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Junior

    Misalnya, si kecil suka nasi goreng, Anda bisa membuat nasi goreng hijau untuknya. Tenang, warna hijau ini bukan dari pewarna makanan, kok, melainkan sayur bayam. Jadi, Moms buat dahulu saus bayam, berasal dari daun bayam yang dihaluskan bersama bumbu-bumbu masak lainnya. Nanti, dicampurkan ke dalam nasi putih dalam proses pengolahannya. Lengkapi dengan telur dadar/ayam goreng, irisan tomat atau mentimun dengan tampilan menarik. Nah, berikan nasi goreng hijau itu pada si kecil. Ia tidak akan sadar, deh, kalau sebenarnya ia makan sayur bayam.

    Bayam kaya akan nutrisi, tinggi serat dan kandungan air. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan pencernaan anak. Bayam juga mudah dimasukkan ke dalam olahan makanan lain, seperti perkedel, omelet, dan sebagainya.

    Jangan lupa, buat tampilan makanan semenarik mungkin. Sajikan di atas piring berwarna cerah dengan tata letak yang rapi, lucu dan kreatif. Hal itu akan meningkatkan selera makan anak dan membuatnya tertarik untuk mencoba makanan yang Moms sajikan.

    2. Buat Camilan Tiruan 

    Si kecil suka makanan di restoran siap saji? Wah, kalau ia selalu minta junk-food alias makanan ‘sampah’, tentu tak baik bagi kesehatannya. Tapi, mungkin Moms bisa mengakalinya sedemikian rupa dengan membuat sendiri sandwich atau burger sehat di rumah. Keuntungannya, Moms bisa memilih bahan-bahan segar pilihan (bukan makanan beku seperti yang biasa ditemukan dalam restoran cepat saji).

    Contoh, buatlah burger dari roti gandum berisi daging sapi tanpa lemak/tuna/ayam, dilengkapi dengan selada, mentimun, tomat, dan sebagainya. Sebagai penarik, bungkus hamburger sehat yang Moms buat ke dalam kemasan yang cantik. Sehingga timbul kesan bahwa hamburger tersebut berasal dari restoran, padahal tidak.

    Gantilah pengganti camilan yang biasanya disukai si kecil dengan ‘tiruan’ yang lebih sehat, misalnya:

    – Anak Moms suka kentang goreng dari restoran cepat saji? Alih-alih menggorengnya, buatlah ‘kentang panggang’ dengan cara memanggang kentang dalam oven, lalu ditaburi sedikit garam.

    – Es krim, ganti dengan yoghurt atau smoothie buah segar.

    – Ayam goreng tepung, ganti dengan ayam bakar.

    3. Batasi Gula dan Karbohidrat Olahan

    Seperti kita tahu, umumnya anak-anak menyukai makanan yang manis. Namun, jika mengonsumsi karbohidrat olahan dilakukan secara berlebihan, tak baik bagi kesehatan. Karbohidrat olahan banyak ditemukan dalam nasi, gula putih, cokelat, permen, adonan pizza, kue kering, pasta, sirup jagung, dan sebagainya. Karbohidrat olahan yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan lonjakan berbahaya dalam gula darah dan memengaruhi suasana hati (mood).

    Di sisi lain, karbohidrat kompleks tinggi nutrisi dan serat. Contohnya adalah roti gandum atau multigrain, sereal berserat tinggi, beras merah, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran non-tepung.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Sebenarnya, anak mendapatkan gula yang dibutuhkan oleh tubuh dari makanan alami seperti dalam buah atau sayuran. Tambahan gula putih yang banyak hanya membuat tubuh menerima kalori kosong tetapi berkontribusi terhadap perubahan perilaku anak seperti hiperaktif, gangguan mood, dan meningkatkan risiko obesitas diabetes tipe 2.

    The American Heart Association merekomendasikan bahwa asupan gula untuk anak-anak terbatas pada 3 sendok teh (12 gram) sehari. Minuman soda 12 ons mengandung hingga 10 sendok teh atau 40 gr gula tambahan. Sejumlah besar gula tambahan juga tersembunyi di makanan seperti roti, sup kalengan, makanan beku, dan makanan cepat saji. Fakta menyebutkan bahwa sekitar 75 persen makanan kemasan mengandung tambahan gula.

    Tapi, rasanya tak mungkin melarang anak-anak untuk tidak makan yang manis-manis. Untuk itu, Moms bisa berkreasi dengan memilih makanan/minuman pengganti yang lebih sehat, contoh:

    – Ganti minuman manis seperti sirup, minuman bersoda dengan jus buah atau banana smoothie yang lezat.

    – Ganti es loli (es lilin) yang biasanya terbuat dari gula dan sirup, dengan es loli yang terbuat dari 100 persen jus buah buatan sendiri. Bisa juga dengan cara membekukan potongan-potongan kecil berbagai buah seperti nanas, stroberi, mangga yang dimasukkan ke dalam cetakan es krim dan biarkan hingga beku. Coba, deh, berikan pada si kecil. Ia pasti menyukainya.

    4. Ciptakan Kebiasaan Makan yang Sehat

    Orangtua adalah teladan bagi anak-anak. Kebiasaan yang baik diciptakan dari rumah, begitu pula dengan pola makan sehat. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan pada anak di rumah dalam hal mengembangkan kebiasaan makan sehat:

    Jadilah Teladan

    Anak-anak adalah peniru ulung, Moms. Ia akan bertindak dengan memerhatikan perilaku orang yang menjadi panutannya. Moms dan Dads adalah role model atau panutan, sehingga harus memberikan contoh yang baik. Jadi, jangan minta anak Anda makan sayuran saat Anda sendiri makan kentang goreng. Berilah contoh padanya bagaimana Anda menikmati makan sayur. Jelaskan padanya dengan bahasa sederhana betapa sayur sangat bermanfaat bagi tubuh.

     Memasak Lebih Sering

    Makanan dari restoran ataupun makanan cepat saji banyak menambahkan gula dan lemak yang tidak sehat bagi tubuh. Jika Moms sering memasak sendiri di rumah, akan mengurangi frekuensi membeli makanan dari luar. Terlihat sepele, tetapi besar dampaknya bagi kesehatan anak-anak.

    Dalam membuat makanan, tentu rasa menjadi hal yang penting. Makanan lezat akan meningkatkan nafsu makan anak. Namun, kurangilah bahan-bahan bumbu dapur yang terbuat dari bahan berbahaya dan tak baik bagi kesehatan si kecil, contohnya penyedap rasa (MSG).Selain itu, usahakan selalu membuat menu yang bervariasi setiap hari agar anak tidak bosan dan mau melahap makanan yang Anda sajikan.

    Libatkan Anak

    Memperkenalkan makanan sehat pada anak dimulai sedini mungkin. Libatkan si kecil dalam  belanja bahan makanan. Moms bisa sekaligus mengajari anak tentang berbagai jenis bahan makanan yang menyehatkan dan bagaimana cara membaca label makanan.

    Selain terlibat dalam belanja makanan, Moms juga bisa mengajak si kecil bersama-sama menyiapkan makanan. Biarkan ia memilih sendiri alat makan seperti piring, sendok, mangkuk kesukaannya. Batasi porsi makanannya, lebih baik dalam porsi kecil tetapi habis daripada porsi banyak namun bersisa.

    Selalu sediakan kudapan atau camilan sehat di rumah. Simpan banyak buah, sayuran, dan minuman sehat (air, susu, jus buah murni) sehingga anak-anak menghindari camilan yang tidak sehat seperti soda, keripik, dan kue manis.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Itulah beberapa trik membuat makanan sehat untuk balita. Untuk informasi kesehatan lanjutan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier [Internet]. Helpguide.org. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
    2. Healthy burgers that kids will go crazy for [Internet]. Kidspot.com.au. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: kidspot.com.au/kitchen/galleries/quick-dinner-ideas/healthy-burgers-that-kids-will-go-crazy-for
    3. 10 Ways to Get Kids to Eat Healthy Food [Internet]. WebMD. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: fit.webmd.com/jr/food/article/parents-food-smart-kids
    4. Food 1, Kids 1, Food N, Recipes R, Burgers B, Chocolates H et al. 10 Healthy Foods for Kids [Internet]. NDTV Food. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: food.ndtv.com/lists/10-healthy-recipes-for-kids-771418
    5. 90 resep es loli buah enak dan sederhana [Internet]. Cookpad. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: cookpad.com/id/cari/es%20loli%20buah

    Read More
  • Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil. Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat […]

    Ayo Imunisasi demi Kesehatan Si Kecil

    Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat imunisasi itu apa? Imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap vaksin tersebut dan pada saat terpapar kuman yang sama sehingga tubuh telah memiliki senjata untuk menangkalnya.

    Nah, sebelum Bunda melakukan imunisasi untuk si kecil, tentu Bunda harus mempersiapkan beberapa hal. Seperti:

    1. Pastikan tubuh si kecil dalam kondisi sehat
    2. Tenangkan sii kecil agar tidak takut saat imunisasi dilakukan
    3. Selalu menginformasikan kepada dokter atau petugas kesehatan bila si kecil memiliki alergi (makanan, obat atau zat tertentu) serta bila memiliki kondisi penyakit kronis atau mengkonsumsi obat-obatan secara rutin diminum.
    4. Jangan lupa membawa buku imunisasi si kecil ya Bunda.

    Apabila si kecil dalam kondisi yang prima, maka imunisasi bisa Bunda lakukan. Nah, Apa saja imunisasi wajib dan imunisasi tambahan untuk si kecil? Cek jadwal imunisasi 2017 rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), berikut ini:

    Untuk imunisasi wajib bagi si kecil yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak. Sedangkan untuk imunisasi tambahan yaitu MMR, HiB, Hepatitis A, Cacar Air dan Influenza. Yuk Bunda lebih mengenal beberapa imunisasi-imunisasi tersebut:

    1.       Imunisasi BCG

    Imunisasi ini untuk melindungi si kecil dari Infeksi primer Tuberkulosis (TBC) atau keparahan penyakit yang ditimbulkan. Imunisasi BCG sangat berguna pada daerah endemik (Kekerapan penyakit untuk muncul tinggi) seperti di Indonesia. Selain itu imunisasi ini dapat merangsang tubuh dan membentuk antibodi terhadap tuberkulosis.

    Imunisasi BCG ini diberikan sebanyak satu kali setelah lahir dengan melakukan tes mantoux pada bayi negatif dan Bunda dalam kondisi tidak sedang menderita TBC. Pemberian imunisasi akan ditunda jika Bunda sedang menderita TBC pada saat hamil, selanjutnya diadakan pemeriksaan lanjutan. Suntikan BCG tidak dapat dilakukan jika pada sisi yang disuntik terdapat sakit pada kulit atau terdapat luka.

    1.       

      Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi satu ini berguna untuk mencegah dari Hepatitis B dan diberikan sebanyak tiga kali pada saat lahir, usia 1 bulan serta usia 6 bulan. Apabila Bunda menderita Hepatitis B saat hamil, maka vaksinasi dapat diulang saat berusia satu tahun.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Untuk pada orang dewasa juga dilakukan sebanyak 3 kali selang 1 bulan setiap kali vaksinasi dengan syarat, kadar HbsAg, anti HBc dan anti HBs dalam darah sesuai dengan indikasi vaksinasi. Tidak ada reaksi yang terjadi setelah vaksinasi dan bila ada biasanya berupa demam ringan atau rasa tidak enak badan yang dapat sembuh secara sendirinya.

    1.       

      Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, tetanus ) dan Polio

    Imunisasi ini berguna untuk mencegah dari penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), tetanus dan polio (lumpuh layu) pada saat bayi. Pemberian imunisasi dilakukan sebanyak 3 kali di usia 3, 4 da 5 bulan. Lalu di ulang kembali pada usia 18 bulan, 6 tahun dan 12 tahun, imunisasi ini akan memberikan si kecil kekebalan seumur hidup.

    1.       Imunisasi Campak

    Imunisasi Campak (morbili) diberikan bersamaan dengan imunisasi Mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman) dan rubella (campak jerman). Imunisasi ini guna mencegah si kecil terkena campak, gondongan dan campak jerman, pemberiannya dilakukan satu kali pada usia 1-2 tahun.

    1.       

      Imunisasi Hepatitis A

    Imunisasi yang berguna mencegah dari penyakit Hepatitis A yang sering mengenai anak-anak dengan tanpa gejala terutama daerah endemik hepatitis A dan penyakit ini dapat sembuh secara sendirinya tanpa komplikasi yang berarti. Namun bila hal ini terjadi pada saat dewasa maka akan menimbulkan gejala yang berat hingga mematikan. Maka imunisasi ini diperlukan pada saat seseorang hendak pergi ke daerah endemik hepatitis A.

    Imunisasi ini diberikan sekali pada usia 12-18 bulan dan saat dewasa suntikan pertama kali dapat memberikan kekebalan selama 4 minggu pertama namun untuk kekebalan jangka panjang harus dilakukan penyuntikan secara berulang.

    1.       Imunisasi Cacar Air (Varicella)

    Untuk mencegah cacar air maka perlu dilakukan imunisasi cacar air atau varicella yang dilakukan sekali saja pada bayi dengan usia 12-18 bulan atau usia lebih dari 12 tahun dan belum terkena cacar air sebelumnya.

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Bunda ingin bila si kecil merasa nyaman pada saat imunisasi? Bunda bisa mendapatkan layanan imunisasi di rumah melalui ProSehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Suci,Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi !!!”. https://www.tanyadok.com/anak/ayo-vaksinasi. Diakses pada 25 Januari 2018

    IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 8 Februari 2018

    Read More

Showing 81–87 of 87 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com