Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak

Gondongan atau disebut juga mumps merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang umumnya menyerang anak dan balita usia 5 hingga 9 tahun. Infeksi paramyxovirus menyerang kelenjar penghasil air liur yang terletak di sekitar telinga. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah dan lendir saat penderita gondongan bersin atau batuk.

Meski demikian, gondongan pada anak harus ditangani segera sebelum menyebabkan komplikasi seperti seperti infeksi dan peradangan otak (misalnya meningitis, dan encephalitis) serta kehilangan pendengaran. Akan tetapi, saat ini penyakit gondongan sudah mulai berkurang berkat imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella)

5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak

5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak

Penyebab Gondongan Pada Anak

Gondongan terjadi akibat kelenjar parotis terinfeksi Paramyxovirus A. Kelenjar parotis ini terletak di bagian depan dan bawah setiap telinga yang berperan dalam memproduksi air liur. Anak dapat tertular melalui percikan air liur atau lendir hidung penderita gondongan. Misalnya saat terkena bersin atau batuk, maupun ketika berbagi gelas dan peralatan makan dengan orang yang terinfeksi. Meski demikian, risiko anak terkena gondongan dapar ditekan hingga 99% dengan mendapatkan dua kali imunisasi MMR. 

Bagaimana Cara Penularan Gondongan ?

Berikut beberapa cara penularan gondongan yakni :

  • Menghirup bersin atau cipratan liur ketika penderita gondongan batuk.
  • Menggunakan gelas dan peralatan makan bersama penderita gondongan.
  • Memegang benda, gagang pintu, atau permukaan barang yang telah terpapar virus gondongan, dan  tidak segera mencuci tangannya. 

Virus penyebab gondongan umumnya menular sejak 2 hari sebelum munculnya gejala hingga 5 hari setelah gejala selesai.

imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

Gejala Gondongan Pada Anak

Gondongan memiliki gejala yang sangat khas, yakni munculnya pembengkakan di sekitar pipi, mulut, hingga leher bagian atas yang biasanya akan membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan kesakitan saat mengunyah atau menelan. Meski demikian gejala gondongan sudah dapat terlihat sejak sebelum terjadi pembengkakan pada kelenjar parotis, seperti:

  • Sakit kepala dan nyeri otot
  • Mulut kering
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam tinggi lebih dari 380C
  • Pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar parotis di depan telinga dan menyilang ke sudut rahang.
  • Batuk dan pilek
  • Mudah lelah

Kemudian dalam beberapa hari, kelenjar parotis akan semakin membengkak dan terasa nyeri hingga membuat pipi terlihat membesar. 

Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

Komplikasi Akibat Gondongan

Bahkan pada beberapa kasus terutama apabila gondongan tidak ditangani dengan baik, beresiko mengakibatkan komplikasi seperti :

  • Infeksi pada otak dan selaput otak (Ensefalitis dan Meningitis)
  • Radang testis (Orkitis)
  • Radang ovarium (Ooforitis)
  • Radang pankreas (Pankreatitis)
  • Gangguan pendengaran

Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak

Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa tips di bawah ini untuk membantu mengatasi gondongan pada Si Kecil, antara lain:

  • Istirahat yang cukup

Untuk menekan risiko penyebaran virus serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil, sebaiknya Si Kecil tetap beristirahat di rumah selama menderita gondongan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan agar anak tetap dirumah dan untuk sementara tidak berkegiatan di sekolah setidaknya selama lima hari setelah munculnya pembengkakan pada kelenjar. Berikan obat penurun demam atau pereda nyeri yang dijual bebas apabila Si Kecil demam dan merasa tidak nyaman. 

  • Berikan air yang cukup

Gondongan pada anak akan menyebabkan sakit tenggorokan sehingga membuat Si Kecil kesulitan mengunyah dan menelan makanan secara normal, bahkan sebagian besar penderitanya akan kehilangan nafsu makan. Oleh karena itu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil, sebaiknya usahakan untuk memberi minum air putih yang cukup. 

Baca Juga: Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

  • Menjaga kebersihan

Selalu bersihkan dan desinfeksi rumah secara berkala dalam beberapa jam sekali, terutama pada benda atau permukaan yang sering disentuh oleh penderita gondongan. Sering cuci tangan secara teratur, menggunakan masker bagi penderita gondongan. Hindari berbagi minuman dan makanan, ataupun peralatan yang sama dengan penderita gondongan.

  • Kendalikan rasa sakit dengan cara alami

Apabila gejalanya menjadi sangat tidak nyaman, Sahabat Sehat dapat memberikan obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk membantu menurunkan peradangan sehingga membantu Si Kecil tidur lebih nyenyak. Selain itu, cara alami lainnya untuk mengatasi rasa sakit dan meredakan pembengkakan, nyeri otot, hingga sakit kepala dengan menggunakan minyak esensial dan menggunakan kompres es. 

  • Beri makanan bergizi seimbang 

Sahabat Sehat dianjurkan memberikan makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga dapat menurunkan resiko komplikasi gondongan. Jika Si Kecil sudah mulai kesulitan mengunyah, cobalah menghaluskan atau memasak makanan dengan antioksidan tinggi seperti sayuran dan buah yang dibuat menjadi smoothie dan sup hangat yang disukai  Si Kecil. 

Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

Imunisasi MR/MMR Mencegah Gondongan

Penyakit gondongan dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi MR (Measles dan Rubella) ataupun MMR (Measles, Mumps dan Rubella). Imunisasi MR diberikan pada saat Si Kecil berusia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD atau usia 6 tahun. 

Sementara imunisasi gabungan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) yakni imunisasi gabungan untuk campak, gondongan dan campak jerman dapat diberikan sebanyak 2 kali pada saat Si Kecil berusia 12 bulan dan 5 tahun.

Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara mengatasi gondongan pada anak. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditinjau oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Mumps.
  2. About Kids Health. AboutKidsHealth.
  3. National Health Service. Mumps – Complications.
  4. Kidshealth.org. 2022. Mumps (for Parents).
  5. Boston Children Hospital. Mumps Symptoms & Causes.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com