Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Balita

Showing 21–30 of 87 results

  • Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat […]

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat divaksinasi Covid-19. Maka, imunisasi yang lengkap adalah solusinya.

    Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentunya anak akan lebih siap menghadapi berbagai virus dan penyakit di masa tumbuh kembangnya.

    Bila kunjungan ke rumah sakit atau klinik di masa pandemi menjadi mengkhawatirkan bagi Anda, kini sudah banyak tersedia pelayanan imunisasi di rumah oleh berbagai fasilitas kesehatan. Dengan demikian, anak dapat melengkapi imunisasinya tanpa harus keluar rumah.

    Kelebihan dari Imunisasi di Rumah

    Imunisasi penting sekali untuk dilengkapi agar terhindar dari wabah penyakit dan anak mendapatkan kekebalan tubuh yang ia perlukan. Melakukan imunisasi di rumah sakit, klinik, ataupun di rumah sama-sama bermanfaat. Namun, bagi orang tua yang khawatir untuk mengajak Si Kecil yang sehat ke rumah sakit atau klinik, imunisasi di rumah bisa menjadi alternatif.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Ada beberapa kelebihan dari imunisasi di rumah:

    1. Aman

    Sama dengan di fasilitas kesehatan pada umumnya, imunisasi di rumah juga dilakukan oleh dokter yang tersertifikasi dan kompeten. Vaksin disimpan di dalam carrier khusus dengan suhu penyimpanan yang disarankan agar kualitas vaksin terjaga. Selain itu, standar protokol kesehatan juga diterapkan. 

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    2. Praktis

    Registrasi biasanya dapat dilakukan melalui handphone. Anak bisa menunggu sambil bermain seperti biasa dengan leluasa di rumah dan waktu kedatangan tenaga kesehatan dapat disesuaikan dengan jadwal keseharian Anda dan Si Kecil. Bila Anda memiliki beberapa anak, Anda pun tidak perlu khawatir untuk meninggalkannya.

    3. Nyaman

    Bagi sebagian anak, kunjungan ke rumah sakit atau klinik adalah sebuah trauma. Anak-anak bisa menjadi tantrum dan histeris bertemu dokter atau saat perjalanan menuju ke rumah sakit atau klinik. Tetapi, bila dilakukan di rumah, di zona nyaman anak, maka kejadian-kejadian tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, vaksinasi di rumah juga sangat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan safety zone.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Apa yang harus dilakukan jika imunisasi terlambat?

    Bila anak terlewat jadwal imunisasinya, maka anak perlu segera melakukan Imunisasi Kejar. Konsultasikan dengan dokter untuk jadwal Imunisasi Kejar Si Kecil agar kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Imunisasi Kejar adalah upaya memberikan imunisasi bagi anak yang tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari waktu yang terjadwal.

    Dengan imunisasi kejar, anak menjadi terlindungi dan bersama-sama membentuk herd immunity/ imunitas kelompok. Bila imunitas kelompok terbentuk, maka KLB (kejadian luar biasa) atau wabah dapat dicegah.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun.
    Read More
  • Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek? Kuman Penyebab Pilek Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas […]

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek?

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek Begini Cara Mencegahnya

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Kuman Penyebab Pilek

    Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas yang memicu peradangan, responnya berupa pembengkakan jaringan dan produksi mukus atau “ingus” yang berlebih. Namun terkadang tanda dan gejala yang dijumpai dapat lebih dari pilek, seperti demam, mual muntah, tubuh lemas, otot pegal-pegal, bahkan yang jarang namun dapat terjadi yaitu sesak nafas.

    Jumlah virus yang dapat menyebabkan pilek lebih dari 200 jenis virus, namun yang paling sering adalah rhinovirus. Virus tersebut dapat menular melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi. Saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet berisi virus dapat dikeluarkan dan dapat menginfeksi seseorang apabila masuk melalui hidung, mulut, atau mata.

    Pada anak kecil, pilek terjadi lebih sering karena beberapa hal:

    1. Anak memiliki sistem imun yang masih belum sempurna.
    2. Bermain dengan teman sebayanya yang sedang pilek dalam jarak yang dekat. Hal ini lebih sering dijumpai apabila anak sedang bersekolah, di penitipan daycare, atau berkumpul dengan teman-temannya.
    3. Tangan yang kotor menyentuh bagian hidung, mulut, atau mata menyebabkan infeksi virus sehingga menjadi pilek.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Penyebab Gejala Pilek Berat

    Pilek memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Tetapi terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pilek menjadi berat, contohnya saat kekebalan tubuhnya sedang turun, terinfeksi penyakit lain, atau dalam mengalami kelainan sistem imun (immunosuppressed). Virus pilek tersebut dapat menyebabkan sesak nafas karena menginfeksi hingga saluran napas bawah yang disebut dengan pneumonia atau paru-paru basah.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Kiat Mencegah Pilek Berulang

    Infeksi virus yang menyebabkan pilek tentu dapat dicegah, misalnya dengan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, juga sebelum menyentuh wajah. Selain itu apabila Anda yang sedang batuk atau bersin, maka disarankan untuk memakai masker agar droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker. 

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Secara umum pilek dengan gejala yang ringan tidak memerlukan obat-obatan seperti antibiotik. Obat yang diberikan dapat berupa obat demam dan untuk pengencer mukus saja. Selain itu makan, minum dan istirahat yang cukup bisa membantu imun tubuh anak untuk melawan infeksi tersebut.

    Sahabat Sehat, karena anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, maka orang tua perlu memberikan perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikuti kiat pencegahan pilek di atas agar Si Kecil senantiasa terlindungi.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health. Key Points About The Common Cold in Children.
    2. Pediatrics and Child Health. Colds in children.
    3. CDC. Common Cold.
    4. CDC. Cold Versus Flu.
    5. Pneumonia – What Is Pneumonia? | NHLBI, NIH.
    Read More
  • Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita.  Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada […]

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita. 

    Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada tahun 2016 dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya. 

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Moms, sebenarnya penyakit ini mudah untuk dicegah. Ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini untuk menurunkan risiko penularan.

    Penyebab Paru-Paru Basah

    Paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua paru-paru dan akan menghambat pertukaran oksigen.

    Anak yang terinfeksi akan mengalami batuk, demam, nafas cepat, dan tampak kesulitan menarik nafas. Pada kasus berat, anak akan merasa sesak nafas hingga bibirnya kebiruan, tidak bisa makan dan minum, muntah, dan tidak sadarkan diri.

    Penyebab dari paru-paru basah bermacam-macam, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Kuman-kuman ini umum ditemui di lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan polusi udara yang berat.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mencegah Paru-Paru Basah pada Anak

    Moms, bantu si Kecil agar terhindar dari penularan paru-paru basah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkahnya adalah seperti di bawah ini:

    ASI eksklusif

    ASI terbukti memberikan kekebalan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit menular pada anak. Untuk anak yang sudah melewati masa ASI eksklusif, berikan MPASI dan makanan sehari-hari bergizi seimbang.

    Imunisasi lengkap

    Sesuai anjuran Jadwal Imunisasi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Selain imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah, berikan anak imunisasi yang spesifik melindunginya terhadap pneumonia atau penyakit menular lainnya yang dapat menyebabkan pneumonia. Contohnya vaksin Hib, pneumokokus (PCV), dan influenza.

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Paru-Paru Basah pada Anak

    Mencuci tangan

    Mencuci tangan dengan benar perlu diajarkan dan dibiasakan pada anak karena jutaan kuman menempel di tangan. Disarankan agar mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Bila air tidak tersedia, Moms bisa mengajarkannya menggunakan hand sanitizer.

    Membiasakan mencuci tangan memiliki dampak besar terhadap kesehatan anak. Kegiatan sederhana ini akan menghindarinya dari penyakit-penyakit menular seperti pneumonia dan diare.

    Kurangi polusi udara di dalam rumah

    Mengurangi polusi udara seperti asap rokok. Orang tua atau anggota keluarga yang merokok sebaiknya tidak merokok dalam satu ruangan dengan balita maupun menggendongnya sebelum mengganti pakaian.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Tidak berbagi peralatan makan

    Tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi diri dari paparan virus atau bakteri yang bisa saja didapatkan dari orang lain saat berbagi peralatan makan. Selain itu, langkah ini juga berlaku untuk tisu wajah dan saputangan.

    Menghindari orang sakit

    Anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, oleh karena itu ia lebih rentan tertular penyakit. Maka, jauhkan dia dari orang sedang sakit. 

    Sahabat Sehat, itulah cara mencegah paru-paru basah pada anak. Mudah bukan? Ajarkan anak untuk mulai berperilaku bersih sejak dini agar ia terbiasa juga menjalani hidup bersih di kemudian hari.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Jangan lupa untuk melengkapi imunisasinya dengan segera. Bila Moms khawatir untuk membawanya ke fasilitas kesehatan, pilihlah alternatif imunisasi di rumah.

    Jika Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WebMD. What to Know About Pneumonia in Children.
    2. Children’s Hospital Colorado. Pneumonia In Children.
    3. Standford Children’s Health. Pneumonia in Children.
    4. Dallas, M. and Sanjai Sinha, M. Pneumonia in Children: What You Need to Know.
    5. IDAI. Cara Mudah Hindari Pneumonia Pada Anak.
    Read More
  • Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian. Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak […]

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak di Indonesia, bahkan seluruh dunia, mengalami penurunan drastis. Artinya, banyak anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit menular.

    Oleh sebab itu, bagi Moms yang anaknya masih belum lengkap imunisasinya, segera lakukan imunisasi kejar (catch up immunization) untuk melindunginya.

    Jadwal Imunisasi Kejar

    Agar imunisasi dapat memberikan efek yang optimal, ada jadwal imunisasi yang harus diikuti sesuai saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020.

    Bagi Moms yang ingin mengejar imunisasi yang tertinggal, maka jadwalnya perlu dikonsultasikan dengan dokter karena jadwal tergantung dari jenis imunisasi yang akan diterima dan usia anak saat akan divaksinasi.

    Misalnya, bila saat ini si Kecil berusia 8 bulan dan ia belum melakukan imunisasi dasar DPT dan polio ketiga dan hepatitis B keempat, maka imunisasi dapat segera diberikan. Moms dapat pula menambahkan imunisasi rekomendasi misalnya rotavirus, PCV, dan influenza karena masih dalam batas waktu yang memungkinkan.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Amankah Imunisasi Kejar?

    Apakah aman mengejar ketertinggalan imunisasi sebanyak itu? Ya, pemberian beberapa jenis imunisasi dalam waktu yang bersamaan aman dilakukan bila sudah disesuaikan dengan rekomendasi dokter. Saat ini juga sudah ada vaksinasi combo, artinya dalam satu suntikan sudah terdapat beberapa jenis vaksin. Jadi, anak tidak perlu disuntik terlalu banyak dalam sekali waktu.

    Pemberian imunisasi yang terlalu cepat atau sudah melewati masa kejarnya (catch up time) dapat menyebabkan pembentukan imun yang tidak sempurna sehingga efektivitas vaksin yang diberikan dapat berkurang.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Jenis Imunisasi yang Diperlukan

    Pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi dasar bagi anak, yaitu Hepatitis B, polio, BCG, DTP, dan MR.

    Selain kelima imunisasi di atas, IDAI merekomendasikan imunisasi tambahan terhadap penyakit-penyakit menular lainnya yang umum ditemukan dan dapat berdampak fatal bila terinfeksi, antara lain vaksinasi Hib, PCV, rotavirus, influenza, Japanese encephalitis (JE), varisela, Hepatitis A, tifoid, HPV, dan dengue.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Mungkinkah Imunisasi Kejar di Rumah Saja?

    Ada kabar baik untuk para Moms karena imunisasi dapat dilakukan di rumah, maka Moms tidak perlu takut jadwal imunisasi si Kecil tertinggal.

    Ada beberapa keunggulan melakukan imunisasi di rumah, antara lain paparan terhadap Covid-19 jauh lebih kecil dan orang tua dan anak tidak perlu menunggu lama di dalam rumah sakit. Sehingga, anak dan orang tua bisa merasa lebih aman dan nyaman.

    Untuk vaksin yang digunakan saat imunisasi terdapat berbagai merk, sehingga Moms dapat bertanya terlebih dahulu merk apa yang digunakan, namun secara umum isi dari vaksin untuk imunisasi dasar si Kecil sama saja.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, pandemi Covid-19 belum selesai dan sayangnya belum ada vaksinasi Covid-19 bagi anak usia di bawah 6 tahun. Dengan demikian, pemberian imunisasi bagi si Kecil menjadi sangat penting. Segera lakukan imunisasi kejar bila ia belum mendapatkan perlindungan lengkap terhadap penyakit-penyakit menular.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. CDC. Reasons to Follow CDC’s Recommended Immunization Schedule.
    Read More
  • Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat. Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain […]

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat.

    Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain mendapatkan manfaat perlindungan, vaksinasi lebih hemat biaya dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat perawatan di rumah sakit jika terinfeksi.

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ancaman penyakit menular ada dimana-mana, di negara maju sekalipun. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk mensyaratkan vaksinasi bagi wisatawan dan pelajar sebelum kedatangannya. Jangan sampai pendidikan terganggu atau kegiatan terganggu selepas pulang berlibur. Vaksinasi apa saja yang biasanya dibutuhkan? Yuk simak ulasannya.

    Bagaimana Cara Vaksin Bekerja?

    Vaksinasi adalah suatu cara sederhana, aman dan efektif yang dapat melindungi seseorang dari bahaya penyakit menular sebelum melakukan kontak dengan sumber penyakit tersebut. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, daya tahan tubuh yang spesifik terhadap penyakit tertentu akan terbentuk dan menjadikan sistem imun lebih kuat.

    Vaksin mengandung bakteri atau virus mati atau yang dilemahkan sehingga tidak mempunyai risiko bahaya bagi penerima vaksin.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Rekomendasi Vaksinasi bagi Wisatawan dan Pelajar

    Vaksin turut menjaga kesehatan mulai dari bayi baru lahir, anak hingga dewasa. Di seluruh negara termasuk Indonesia, pemerintah mewajibkan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi dasar, misalnya Hepatitis B, BCG, polio, HiB, DPT, dan MR. Dan ketika dewasa, beberapa imunisasi dianjurkan untuk diulang.

    Ada pula beberapa vaksinasi tambahan yang wajib dilakukan bila seseorang berkunjung ke negara lain atau menetap di negara yang endemik terhadap suatu penyakit menular tertentu.

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Berikut ini jenis vaksinasi yang perlu dilengkapi sebelum keberangkatan:

    Meningitis

    Sebelum bepergian ke Timur Tengah dan Afrika, disarankan untuk melakukan vaksinasi meningitis, karena pada daerah tersebut endemis meningitis. Selain vaksin meningitis, vaksinasi lain yang juga melindungi diantaranya vaksin PCV, Haemophilus influenzae type B (HiB), dan MMR.

    Demam Kuning (Yellow Fever)

    Disarankan bagi yang hendak melakukan perjalanan atau menetap di negara Afrika.

    Hepatitis A dan B

    Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan. Negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    Tifoid

    Vaksinasi tifoid terutama diperlukan bila melakukan perjalanan ke negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Influenza

    Bepergian saat musim flu meningkatan risiko tertular virus flu. Walau kesannya penyakit ini tidak berbahaya, virus influenza menyumbang banyak kasus pada anak-anak dan lansia. Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

    Japanese Encephalitis (JE)

    Kegiatan di luar ruangan serta akomodasi tempat tinggal tanpa AC dan kelambu untuk menghindari nyamuk menjadi beberapa faktor risiko tertular virus Japanese encephalitis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Negara yang termasuk endemi JE antara lain Australia, Cina, Jepang atau Korea Utara.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Orang dewasa yang memerlukan vaksinasi MMR yaitu yang berada di lingkungan berisiko tinggi, yaitu:

    • Tenaga kesehatan
    • Wisatawan internasional
    • Orang yang tinggal didaerah dengan jumlah kasus Mumps, Measles dan Rubella tinggi.

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, melengkapi vaksinasi sangat disarankan dan sudah terbukti dapat mengendalikan penularan penyakit. Selain itu, dengan vaksinasi risiko sakit berat dan komplikasi juga menurun dan lebih hemat (cost effective) dibanding biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi. Tidak hanya dalam segi materi, seseorang yang sakit juga kehilangan waktunya untuk bekerja dan menikmati waktu bersama keluarga dan kerabat.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat akan melanjutkan pendidikan di luar negeri atau melakukan perjalanan ke luar negeri, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan sudah memiliki kekebalan tubuh yang optimal. Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Mulya. Vaksinasi Pada Dewasa – RSUP Dr. Sardjito
    2. WHO. Vaccines and immunization: What is vaccination?
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali. Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar […]

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali.

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar masyarakat baru saja bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang selama Idul Fitri.

    Tidak hanya risiko penularan Covid-19, tapi ada juga risiko penularan penyakit lainnya seperti flu, tifoid (tipes), dan juga penyakit baru yang ramai dibicarakan belakangan ini, yaitu hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya. 

    Maka dari itu, orang tua perlu persiapkan kesehatan anak-anak dengan baik sebelum kembali ke sekolah. Simak apa saja yang orang tua perlu siapkan.

    Perkuat Daya Tahan Tubuh

    Untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, tentunya sangat penting untuk memperkuat pertahanan tubuh dalam menghadapi kemungkinan paparan berbagai macam virus dan bakteri. 

    Menjaga sistem imunitas bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya:

    • Memberikan anak makanan yang sehat dan penuh nutrisi
    • Menjaga kebersihan makan dan minumannya
    • Cukupi waktu tidur malam anak minimal 9 jam
    • Mengajak anak untuk tetap aktif atau berolahraga
    • Menjaga kondisi mental anak, misalnya bermain bersama, bercanda, dan sebagainya
    • Mengonsumi suplemen vitamin dan daya tahan tubuh bila diperlukan.

    Sedangkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya vaksinasi yang ia butuhkan.

    Vaksinasi memerlukan waktu sekitar 2 minggu sebelum benar-benar efektif melindungi. Walau sekolah mulai dalam beberapa hari lagi, tidak ada salahnya jika orang tua menyegerakan vaksinasi saat anak dalam keadaan sehat. Sehingga, ia sudah terlindungi di minggu kedua sekolah.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin yang disarankan antara lain:

    • Influenza

    Penyakit influenza/ flu paling mudah ditularkan di lingkungan sekolah saat siswa, guru, atau staff yang sakit berbicara, batuk, atau bersin.

    • Tifoid

    Tangan yang kotor serta makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi akan menyebabkan penyakit tipes/ tifus/ tifoid yang menimbulkan gejala pencernaan.

    • Hepatitis A

    Virus hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan setelah BAB, juga menjadi jalur penularannya. Hepatitis A menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis akut misterius, yaitu gejala pencernaan (mual, muntah, diare, demam) dan gejala lanjut (mata dan kulit menguning, warna air kencing pekat, warna BAB pucat, dll).

    Cek Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat

    Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan Moms selalu mengecek kondisi tubuh Si Kecil terlebih dahulu. Tujuannya, untuk memastikan bahwa Si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat saat ke sekolah.

    Apabila tubuh anak terasa panas dan mengeluhkan gejala lainnya, sebaiknya tunda ke sekolah sampai ia benar-benar sehat dan bugar.

    Selain mengecek kesehatan Si Kecil, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya dalam keluarga juga melakukan tes Covid-19 untuk mengetahui status kesehatannya terhadap Covid-19 pasca Lebaran.

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Bawa Bekal dari Rumah

    Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya. Sebab waktu di sekolah lebih dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga tidak ada pelajaran diluar kelas maupun waktu istirahat untuk bermain di luar kelas. Termasuk larangan untuk membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya Moms bawakan Si Kecil bekal sendiri dari rumah, seperti air minum dan snack. Membawa bekal sendiri bisa menjadi cara yang efektif untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan menghindari penyajian makanan/ minuman yang kurang bersih.

    Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

    Seperti yang diketahui, penyebaran kuman bisa dari mana saja. Untuk itu, beri anak pemahaman agar tidak saling bertukar atau pinjam meminjam alat tulis dan buku selama di sekolah. 

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Mengingatkan Bahaya Covid-19 dan Hepatitis Akut Misterius

    Setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), anak pasti gembira bahwa ia sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa dan bertemu dengan teman-teman dan guru.

    Namun, jangan sampai euphoria ini membuatnya lupa bahwa paparan virus corona dan hepatitis akut bisa mengintai dimana saja. 

    Oleh sebab itu, Moms harus lebih rutin mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sambil memberikan pemahaman akan bahayanya penyakit-penyakit ini dengan bahasa yang mudah dicerna.

    Selain protokol kesehatan, Kementerian Kesehatan mengimbau agar:

    1. Rutin cuci tangan dengan sabun
    2. Makan makanan yang sudah matang dan bersih
    3. Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
    4. Menghindari kontak dengan orang lain
    5. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Nah, itulah beberapa tips yang orang tua bisa lakukan dalam mempersiapkan anak kembali sekolah tatap muka setelah libur Lebaran. Tetap waspada terhadap virus corona, flu, tifoid, dan hepatitis akut yang rentan terjadi. Berikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Anisya, N., 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka, Berikut Tips dari WHO
    2. liputan6.com. 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
    3. merdeka.com. 2022. 6 Langkah Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah secara Aman | merdeka.com.
    4. pintek.id. 2022. persiapan anak kembali ke sekolah.
    Read More
  • Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi? Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular […]

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi?

    Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah 1 hingga 2 minggu.

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi Ini Penjelasannya

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Untuk menghindari perburukan gejala, banyak informasi beredar yang mengatakan bahwa penderita cacar tidak diperbolehkan mandi, bahkan disarankan untuk menghindari air. Jadi, sebenarnya bolehkah anak yang terkena cacar air dimandikan? Simak penjelasannya berikut ini. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Apakah Anak yang Cacar Boleh Dimandikan?

    Secara medis, tidak ada larangan mandi bagi penderita cacar air. Bahkan, mandi saat cacar air sangat dianjurkan. Selain untuk menjaga higienitas tubuh, mandi juga mampu meredakan sensasi gatal luar biasa akibat lentingan cacar air. Dampaknya, ia akan mengurangi menggaruk area yang gatal. 

    Namun, anak tetap perlu berhati-hati saat mandi. Usahakan untuk tidak menggosoknya terlalu kuat. Pasalnya, lenting cacar air yang pecah, tergores atau terluka akan meningkatkan risiko penularan hingga memperparah infeksi pada kulit.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Memandikan Anak yang Cacar

    Saat terkena cacar, mandikan anak menggunakan air hangat dan waktu mandi sebaiknya tidak lebih dari 25 menit. Selain itu, hindari penggunaan sabun kimia yang banyak mengandung pewangi. Bahan kimia pada sabun hanya akan menimbulkan rasa perih pada area cacar dan memperparah sensasi gatal. Untuk itu, gunakanlah sabun khusus kulit sensitif atau sabun khusus bayi yang baru lahir. Saat mengaplikasikan sabun, usahakan untuk tidak menggosok kulit si Kecil terlalu keras agar lenting cacar tidak terkelupas atau terluka. 

    Selain menggunakan sabun, ada lho bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk memandikan anak agar rasa gatalnya berkurang, diantaranya: 

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Oatmeal 

    Oatmeal memiliki kandungan anti-inflamasi yang bernama beta glukan yang mampu meringankan sensasi gatal luar biasa akibat cacar air. 

    Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan produk mandi berbahan dasar oatmeal yang biasanya banyak dijual di supermarket atau apotek. Namun, Anda juga dapat meracik bubuk oatmeal sendiri sebagai berikut:

    1. Untuk balita, haluskan 1/3 gelas oatmeal menggunakan blender hingga halus seperti bubuk sehingga oatmeal dapat larut ke dalam air. 
    2. Setelah oatmeal cukup halus, masukan bubuk oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat lalu aduk hingga rata.
    3. Ajak anak Anda untuk berendam di dalam campuran air dan bubuk oatmeal kurang lebih selama 15 hingga 20 menit.
    4. Selama berendam, usapkan larutan oatmeal perlahan-lahan ke permukaan kulit. 

    Baca Juga: Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Soda kue

    Kandungan sodium dan ion bikarbonat pada soda kue mudah larut di dalam air. Bahan pengembang makanan ini juga dikenal sebagai zat pembersih karena mampu mengangkat kotoran, bau tak sedap, hingga memusnahkan bakteri penyebab penyakit secara menyeluruh pada permukaan benda. Hebatnya lagi, soda kue juga aman digunakan untuk mandi tanpa kehilangan khasiatnya. Berikut caranya:

    1. Takar soda kue sebanyak 1/4 gelas (sekitar 30 mg) hingga 1 gelas (sekitar 130 mg), lalu masukkan ke dalam bak berisi air hangat dan aduk rata. Takaran disesuaikan dengan jumlah air yang digunakan.
    2. Rendam tubuh anak ke dalam larutan air soda tersebut selama 15-20 menit, sambil mengusap permukaan kulit. 
    3. Mandi dengan soda kue dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
    4. Larutan air soda ini dapat Anda campurkan dengan teh chamomile maupun bubuk oatmeal yang dihaluskan.  

    Baca Juga: Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Aturan setelah mandi

    Setelah mandi, usahakan untuk tidak menggosok kulit anak dengan handuk saat mengeringkan badannya. Keringkan badan anak dengan menepuk-nepuk permukaan kulitnya secara lembut menggunakan handuk yang halus. 

    Untuk lebih meredakan rasa gatal, Anda dapat memberikan lotion calamine sesaat setelah kulit anak kering. Penggunaan lotion setelah mandi juga dapat melembabkan bagian kulit yang terdampak. Jika ada lenting cacar yang yang pecah, segera bersihkan menggunakan air mengalir.

    Untuk mempercepat masa penyembuhan, berikan anak asupan makanan bergizi seimbang. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak setiap harinya, pastikan pula anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup. 

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Sahabat Sehat, menjaga kebersihan tubuh termasuk upaya perawatan yang diperlukan guna mempercepat proses penyembuhan cacar air. Jadi jangan ragu untuk memandikan Si Kecil, ya! Anda juga bisa tambahkan bahan-bahan alami di atas untuk bantu meredakan rasa gatal yang mengganggu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up berkalalayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Aad.org. 2021. How to care for children with chickenpox.
    2. Verywell Family. 2021. Soothe Your Child’s Skin by Making an Oatmeal Bath.
    3. Medicalnewstoday.com. 2021. Baking soda bath: 10 benefits and risks.
    4. Uofmhealth.org. 2021. Chickenpox: Controlling the Itch | Michigan Medicine.
    Read More
  • Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi. Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, […]

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi.

    Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Utara, Cambodia, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Timor leste dan Papua New Guinea. Virus ini juga ditemukan di seluruh dunia, namun terbanyak di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak kurang lebih 67.900 kasus Japanese encephalitis setiap tahun terjadi di 24 negara endemis, dan 75% kasus terjadi pada anak-anak usia 0-14 tahun.

    Di Indonesia, kasus Japanese encephalitis pertama yang dikonfirmasi berdasarkan pemeriksaan laboratorium yaitu pada tahun 1996. Kasus Japanese encephalitis terjadi sepanjang tahun, terutama pada musim hujan.

    Penularan virus ini terutama terjadi di daerah pertanian dan pedesaan. Namun, pada beberapa wilayah di Asia, kondisi ini dapat terjadi di dekat kota besar.

    Gejala Japanese Encephalitis

    Biasanya Japanese encephalitis tidak bergejala atau bergejala tetapi tidak spesifik. Tanda dan gejala penyakit radang otak biasanya muncul dalam 4-14 hari setelah gigitan nyamuk, seperti:

    • Nyeri kepala
    • Demam tinggi mendadak
    • Perubahan status mental/ gangguan kesadaran
    • Gangguan pencernaan
    • Perubahan cara berbicara dan berjalan

    Sedangkan pada anak, gejala dapat berupa :

    • Demam
    • Anak tampak rewel
    • Muntah
    • Diare 
    • Kejang.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mengapa Japanese Encephalitis Berbahaya?

    Japanese encephalitis dapat menyebabkan kematian. Didapatkan 67.900 kasus anak setiap tahunnya, dengan angka kematian sebanyak 20-30%. Angka kematian ini terbilang cukup tinggi, terutama pada anak berusia di bawah 10 tahun.

    Pada anak yang bertahan hidup, biasanya akan mengalami gejala sisa atau komplikasi, antara lain:

    • Gangguan sistem motorik (motorik halus, kelumpuhan, gerakan-gerakan abnormal)
    • Gangguan perilaku (agresif, emosi tak terkontrol, gangguan perhatian, dan depresi)
    • Gangguan intelektual (retardasi)
    • Gangguan fungsi saraf lain (gangguan daya ingat, epilepsi, dan kebutaan).

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Pentingnya Imunisasi Japanese Encephalitis

    Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat untuk mengatasi Japanese encephalitis. Namun, dengan vaksinasi, penyakit ini dapat dicegah. Vaksin ini pun sudah luas tersedia di berbagai negara guna mencegah dan menurunkan beban akibat dari penyakit ini.

    Pada tahun 2017, Indonesia melaksanakan pengenalan imunisasi Japanese encephalitis dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun dan dilakukan di seluruh provinsi Bali pada tahun 2017. Setelah pelaksanaan program imunisasi Japanese encephalitis di Bali, imunisasi ini dimasukkan ke dalam imunisasi rekomendasi bagi anak usia 9 bulan.

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis seperti Indonesia. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Rekomendasi Vaksin Japanese Encephalitis

    Vaksinasi ini direkomendasikan bagi:

    • Orang yang berencana tinggal dan menetap di negara tinggi kasus Japanese encephalitis
    • Orang yang berencana mengunjungi negara dimana Japanese encephalitis terjadi untuk waktu yang lama (misalnya satu bulan atau lebih)
    • Orang yang sering bepergian ke daerah yang banyak terjadi kasus Japanese encephalitis
    • Mengunjungi daerah pedesaan dan memiliki risiko tinggi gigitan nyamuk.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, vaksinasi Japanese encephalitis adalah salah satu vaksinasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingat Indonesia adalah salah satu negara endemis Japanese encephalitis. Selain itu, bila Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke luar negeri bersama Si Kecil, baik untuk berlibur atau kunjungan lainnya, disarankan agar Anda dan Si Kecil mendapatkan vaksin Japanese encephalitis sebelum keberangkatan sebagai bentuk perlindungan tubuh.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    2. VAXCORP INDONESIA. 2020. Daftar Negara Endemis Japanese Encephalitis – VAXCORP INDONESIA.
    3. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    4. Kemkes.go.id. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    5. Yoanita SpA, d., 2020. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak – Primaya Hospital.
    6. HealthyChildren.org. 2021. Japanese Encephalitis Vaccine: What You Need to Know (VIS).
    Read More
  • Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun. Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? […]

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun.

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rotavirus ?

    Rotavirus merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan diare maupun radang saluran cerna pada anak. Seringkali menginfeksi anak usia dibawah 5 tahun dan diperkirakan setiap anak berusia 3-5 tahun di dunia pernah terinfeksi Rotavirus. Infeksi Rotavirus dikaitkan dengan kurangnya higienitas, terbatasnya akses kesehatan, riwayat penyakit komorbid (misal malnutrisi) maupun akibat faktor lain.

    Rotavirus terdeteksi pada feses dalam 2 hari sebelum timbul gejala hingga 10 hari setelah gejala mereda. Virus dapat menyebar melalui kontak tangan-mulut, terutama jika kurang menjaga higienitas setelah menggunakan toilet. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Gejala Akibat Infeksi Rotavirus

    Si Kecil mulai merasakan keluhan dalam 2 hari setelah terinfeksi Rotavirus, ditandai dengan :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Muntah
    • Diare. 

    Perlu diwaspadai jika anak terlihat lemas, malas makan, demam, pucat, bibir kering, jarang buang air kecil, maka sebaiknya segera diperiksakan ke Dokter terdekat karena dikhawatirkan mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Bagaimana Mencegah Diare Akibat Rotavirus ?

    Untuk mencegah Si Kecil terinfeksi Rotavirus, Sahabat Sehat sebaiknya menjaga kebersihan baik sebelum dan setelah menyajikan makanan serta setelah menggunakan toilet.  Selain itu, berikan imunisasi Rotavirus untuk anak yang merupakan salah satu cara melindungi anak dari infeksi Rotavirus. 

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin Rotavirus. Vaksin Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis dengan pemberian dosis pertama pada bayi berusia 6-14 minggu, dosis kedua diberikan setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosis ketiga diberikan maksimal pada bayi berusia 8 bulan.

    Vaksin Rotavirus jenis Rotarix diberikan sebanyak 2 dosis dengan dosis pertama diberikan pada bayi berusia 10 minggu dan dosis kedua diberikan pada saat bayi berusia 14 minggu (maksimal diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan).

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai infeksi Rotavirus yang seringkali menyebabkan diare pada anak. Sebagai pencegahan infeksi Rotavirus, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki berbagai keunggulan :

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. MayoClinic. Rotavirus.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Rotavirus Vaccination.
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III).
    Read More
  • Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan […]

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan dahak, ludah, atau cairan yang berasal dari ruam.

    Sahabat Sehat, bagaimana gejala cacar air pada anak dan cara mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Cacar Air Pada Anak

    Cacar air ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang kemudian tampak menjadi luka lepuhan yang terasa gatal. Ruam muncul pada hari ke-10 hingga ke-21 setelah terpapar virus penyebab cacar air. 

    Lepuhan pada kulit dapat ditemui pertama kali pada area batang tubuh dan kulit kepala. Kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti wajah, lengan, dan kaki. Seiring waktu, lepuh akan mengering dengan sendirinya dan menjadi kerak setelah 1-2 hari sebelum akhirnya sembuh. Sebagian besar anak biasanya mengalami demam ringan.

    Meski dapat sembuh dengan sendirinya, namun cacar air perlu diwaspadai bagi penderita gangguan sistem kekebalan tubuh seperti leukemia, dan bagi yang sedang menjalani pengobatan dengan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mengatasi Cacar Air Pada Anak

    Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit atau kondisi lain yang menyertainya. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut dirumah :

    • Menjaga asupan makanan dan cairan tubuh. Jika Si Kecil sudah dapat mengkonsumsi makanan padat, Bunda dianjurkan memberikan sup hangat, makanan yang halus, lembut, atau membuat makanan kesukaan Si Kecil untuk mengembalikan nafsu makan Si kecil.
    • Oleskan losion yang mengandung calamine ke tubuh Si Kecil. Losion ini dapat membantu memberikan sensasi dingin dan meredakan gatal pada kulit.
    • Pakaikan sarung tangan agar Si Kecil tidak menggaruk luka untuk meminimalisir terjadinya infeksi pada luka.
    • Kenakan pakaian yang nyaman untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit. Pilihlah pakaian yang berbahan katun, lembut, dan longgar.
    • Mandikan Si Kecil dengan air hangat suam-suam kuku dan sabun berbahan lembut untuk mengurangi rasa nyeri maupun gatal di kulit.
    • Istirahat yang cukup agar mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh dalam melawan infeksi. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Air ?

    Cacar air merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Oleh sebab itu, saat Si Kecil mulai menunjukan gejala cacar air sebaiknya segera batasi aktivitasnya di luar rumah hingga lepuh cacar air tampak mengering serta tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul.

    Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%.

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala dan cara mengatasi cacar air yang kerap dialami Si Kecil. Untuk memberi perlindungan terhadap cacar air, Sahabat Sehat dianjurkan memberikan imunisasi Varicella untuk Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Healthline. Chickenpox in Babies: Symptoms, Treatment, Complications, Prevent [Internet]. USA : Healthline.
    2. BabyCentre UK. Chickenpox [Internet]. UK : BabyCentre.
    3. Medline. Chickenpox: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. USA : Medline.
    4. National Health Service. Chickenpox [Internet]. UK : National Health Service.
    5. Healthy Children. Varicella (Chickenpox) [Internet]. USA : Healthy Children.
    Read More

Showing 21–30 of 87 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com