Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: vaksinasi

Showing 1–10 of 59 results

  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Keamanan vaksin booster Covid bagi para lansia maupun penderita komorbid menjadi perhatian. Bukan hanya di Indonesia, namun juga dunia. Setelah melalui serangkaian penelitian, hasil penelitian tersebut telah didapatkan. Ya, masalah keamanan vaksin booster menjadi perhatian serius jika membicarakan penggunaan vaksin booster Covid bagi […]

    Vaksin Booster COVID Aman bagi Lansia & Penderita Komorbid

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemberian Vaksin Booster Covid Dinyatakan Aman Bagi Lansia Maupun Penderita Komorbid

    Keamanan vaksin booster Covid bagi para lansia maupun penderita komorbid menjadi perhatian. Bukan hanya di Indonesia, namun juga dunia. Setelah melalui serangkaian penelitian, hasil penelitian tersebut telah didapatkan.

    Ya, masalah keamanan vaksin booster menjadi perhatian serius jika membicarakan penggunaan vaksin booster Covid bagi para lansia dan penderita Komorbid. Bagi kelompok berisiko seperti lansia dan mereka yang memiliki komorbid, adalah suatu keharusan untuk lebih berhati-hati dalam memilih vaksin. Jangan sampai efek samping vaksin tidak dapat diadaptasi oleh tubuh sehingga menyebabkan masalah kesehatan baru.

    Sahabat Sehat, apakah vaksin booster Covid-19 aman untuk lansia dan penderita penyakit komorbid? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Vaksin Booster Covid-19 di Indonesia

    Pemberian vaksinasi sudah terbukti dapat mencegah suatu penyakit, termasuk Covid-19. Sejak pandemi Covid-19, pemberian vaksin Covid-19 sudah berjalan dengan cepat untuk masyarakat. Mulai dari usia lansia, dewasa, remaja, hingga nantinya direncanakan bagi anak dibawah 12 tahun. 

    Bagi Sahabat Sehat yang telah menjalankan vaksin Covid-19 yang pertama dan kedua, mungkin saat ini terpikirkan untuk mendapatkan vaksin booster. 

    Pada saat ini terdapat beberapa tipe vaksin booster yang ada di indonesia yaitu Sinovac, Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Selain itu, pemerintah juga telah mengumumkan penggunaan vaksin nusantara sebagai vaksin booster. Pemberian vaksin booster ini diberikan jika sudah menerima vaksin Covid dosis pertama dan dosis kedua. Dosis untuk vaksin booster covid atau vaksin dosis ketiga ini sebenarnya sama saja seperti sebelumnya, kecuali untuk Moderna yaitu setengah dari dosis biasa. 

    Dikutip dari Centre for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian booster vaksin Covid-19 diperbolehkan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dari vaksin pertama dan kedua. Sebagai contoh bila mendapatkan vaksin Sinovac untuk vaksin pertama dan kedua, maka vaksin booster menggunakan Pfizer atau Moderna itu tidaklah menjadi masalah.

    Efek Samping Vaksin Covid-19 Booster

    Vaksin Covid-19 booster memiliki formulasi yang sama dengan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua sehingga efek samping yang timbul tidak jauh berbeda. Beberapa efek samping yang dapat terjadi adalah:

    • Nyeri atau panas pada lokasi vaksinasi,
    • Demam,
    • Nyeri kepala,
    • Lemas,
    • Mual,
    • Nyeri otot, dan
    • Menggigil

    Semua efek samping ini dapat diatasi dengan obat simptomatis (obat pereda keluhan) sehingga Sahabat Sehat tidak perlu khawatir. Beberapa obat simptomatis yang disarankan antara lain Paracetamol dan Ibuprofen.

    Penerima Vaksin Booster Covid-19

    Untuk saat ini, hanya populasi tertentu saja yang diperbolehkan untuk mendapat vaksin booster Covid-19. Populasi yang diperbolehkan adalah populasi yang rentan terpapar dan yang dapat bergejala berat bila terinfeksi Covid-19. Populasi tersebut adalah mereka yang tergolong sebagai:

    • Lansia,
    • Orang dengan komorbid, dan
    • Tenaga kesehatan. 

    Namun sudah ada gaung bahwa pemerintah hendak memberikan vaksin booster juga kepada masyarakat umum. Namun vaksin booster untuk masyarakat umum ini akan berbayar, kecuali lansia dan tenaga kesehatan.

    Lihat Juga: Harga Vaksin Booster Covid

    Risiko Vaksin Booster Pada Lansia dan Penderita Komorbid

    Dari penelitian telah ditemukan bahwa efektivitas vaksin akan perlahan menurun. Dengan pemberian vaksin booster, maka efektivitasnya akan bertambah.

    Dari beberapa penelitian juga telah didapatkan kesimpulan bahwa:

    • Pemberian vaksin booster Covid-19 pada lansia terbukti memberikan proteksi terhadap Covid-19
    • Kasus terkonfirmasi Covid-19 menjadi berkurang
    • Infeksi Covid-19 yang menyebabkan gejala berat juga lebih rendah setelah vaksin booster
    • Vaksin booster Covid aman digunakan pada Lansia (yang dalam kondisi kesehatan stabil)
    • Vaksin booster Covid aman digunakan pada penderita Komorbid

    Syarat Mendapatkan Vaksin Booster Covid-19

    Syarat untuk dapat menerima vaksin booster Covid-19 berbeda dari sebelumnya. Tentu Sahabat Sehat harus mendapatkan vaksin pertama dan kedua terlebih dahulu. Pada pemberian vaksin booster Covid-19 Anda juga memerlukan jeda 6 bulan dari vaksin kedua.

    Jika Sahabat Sehat termasuk populasi yang rentan seperti lansia, memiliki komorbid, atau tenaga kesehatan, maka mungkin diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin booster Covid-19 terlebih dahulu dibandingkan populasi yang lain. Silahkan menghubungi sentra vaksin dimana Sahabat Sehat telah melakukan vaksin kedua untuk menanyakan detail lebih lanjut mengenai program vaksin booster di sentra vaksin tersebut.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian vaksin booster Covid-19 yang ternyata aman untuk mereka yang tergolong lansia maupun penderita komorbid. Sebelum mendapatkan vaksin booster Covid-19, pastikan dahulu untuk memeriksakan kesehatan Anda, terutama bagi lansia dan penderita komorbid.

    Jika Sahabat Sehat ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan pemeriksaan ke rumah. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik tombol di bawah ini:

    Referensi

    1. Jakarta Tanggap Covid-19. Vaksinasi [Internet]. Jakarta Tanggap COVID-19. 2021 [cited 19 November 2021]. 
    2. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 Booster Shot [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 19 November 2021].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 Vaccination [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 19 November 2021].
    4. Bar-On Y, Goldberg Y, Mandel M, Bodenheimer O, Freedman L, Kalkstein N et al. Protection of BNT162b2 Vaccine Booster against Covid-19 in Israel. New England Journal of Medicine. 2021;385(15):1393-1400.
    5. Mahase E. Covid-19: Booster vaccine gives “significant increased protection” in over 50s. BMJ. 2021;:n2814.
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pemerintah telah mengungkapkan harga vaksin booster Covid untuk umum. Vaksin dosis ketiga ini akan berbayar per tahun 2022 mendatang. Hal ini diungkapkan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto. Pemerintah akan membagi rata penerima vaksin booster ini menjadi dua, yakni secara gratis dan […]

    Harga Vaksin Booster Covid yang Akan Berbayar 2022 Nanti

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Perkiraan Harga Vaksin Booster Covid yang Akan Berbayar Tahun 2022 Nanti

    Pemerintah telah mengungkapkan harga vaksin booster Covid untuk umum. Vaksin dosis ketiga ini akan berbayar per tahun 2022 mendatang. Hal ini diungkapkan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.

    Pemerintah akan membagi rata penerima vaksin booster ini menjadi dua, yakni secara gratis dan berbayar. Vaksin Covid-19 booster gratis hanya diperuntukan bagi:

    • Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional dan
    • Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Selain daripada penerima bantuan iuran dan aparatur sipil negara, penerima vaksin booster akan dikenakan biaya. Meski demikian, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih mematangkan rencana tersebut. Harga yang akan diberikan ini masih sangat dinamis dan terus difinalkan, termasuk jenis vaksin yang akan digunakan.

    Penjelasan Pemerintah Mengenai Vaksin Booster Berbayar

    Dalam rapat dengan Komisi IX DPR yang digelar pada Senin (13/9/2021) kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menyampaikan rencana pelaksanaan vaksin booster ini. Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa masing-masing orang dapat dengan bebas memilih vaksin yang akan digunakan, seperti halnya membeli obat di apotek. 

    Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa jenis vaksin yang akan digunakan pada program vaksinasi booster ini nantinya akan ditentukan dari jenis vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authentically (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setidaknya ada 10 jenis vaksin covid yang dimasukkan dalam program booster Covid, termasuk Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikembangkan. 

    Target Vaksinasi Booster Covid (Vaksin Dosis ke 3)

    Selanjutnya, Menkes juga menjelaskan bahwa ada sekitar 93,7 juta orang yang menjadi target dalam skema vaksinasi booster berbayar ini. Pemerintah juga tetap menjamin vaksinasi booster yang biayanya ditanggung oleh oleh APBN bagi masyarakat penerima bantuan iuran (PBI). 

    Selain itu, vaksin yang ditanggung APBN juga akan diperuntukan bagi anak-anak yang baru menginjak usia 12 tahun sebanyak 4,4 juta jiwa, dan akan disuntikan sebanyak dua kali. Sedangkan untuk vaksinasi anak dibawah usia 12 tahun belum ada penjelasan lebih lanjut.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah akan menggulirkan pemberian vaksin booster ini saat 50% sasaran program vaksinasi telah mendapatkan suntikan lengkap atau dua dosis. 

    Pelaksanaan vaksin dosis ketiga ini juga akan sama seperti urutan prioritas program vaksinasi yang saat ini tengah berjalan. Kelompok yang rentan akan mendapatkan prioritas seperti yang direkomendasikan WHO. 

    Saat ini, penerima vaksin booster di Indonesia baru diperuntukan untuk tenaga kesehatan. Lalu kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia (lansia) akan menjadi prioritas selanjutnya. Sejauh ini, masyarakat terus memantau harga vaksin Covid-19 booster berbayar ini. 

    Namun, bila melihat dari Program Vaksinasi Gotong Royong yang tengah berjalan saat ini, harga vaksin booster Covid dapat menyentuh Rp 450 ribu per dosisi. Biaya ini sudah termasuk jasa penyuntikan. Sedangkan jika berkaca dengan data harga vaksin global saat ini, sejumlah merk vaksin Covid-19 memiliki harga terendah dibawah US$ 10 per dosis atau sekitar Rp 140.000-an. Harga ini relatif rendah dan terjangkau dibandingkan dengan harga vaksin gotong royong.

    Sementara untuk vaksin booster gratis, selain masyarakat yang menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional, Pemerintah juga akan memasukan kelompok lansia, petugas publik, dan orang-orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbis sebagai penerima vaksin cuma-cuma. Sebab kelompok tersebut memiliki risiko yang lebih besar untuk terpapar Covid-19, terutama lansia dan orang dengan komorbid.

    Perkiraan Harga Vaksin Booster Covid Berbayar

    Berikut beberapa perkiraan harga vaksin Covid-19 booster dari berbagai merek yang telah mendapat izin edar dan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong seperti Sinovac, Moderna, Pfizer, AstraZeneca, dll.

    Vaksin Covid-19 Moderna

     

     

    Harga Vaksin Moderna Berbayar

    Vaksin Covid-19 Moderna memiliki harga yang bervariasi, yakni antara US$ 10 hingga USD 37 per dosisnya. Sedangkan di negara asalnya yakni Amerika Serikat, vaksin Moderna diberi harga US$ 15 atau sekitar Rp 213.000 per dosis. Sementara di Botswana, salah satu negara Afrika, harga vaksin ini dapat mencapai US$ 28.88 atau Rp 409.000 per dosis. 

    Berdasarkan harga di beberapa negara tersebut, kemungkinan vaksin Moderna dosis ketiga di Indonesia harganya akan berkisar 213.000 rupiah hingga 409.000 rupiah.

    Vaksin Covid-19 Pfizer

    Harga Vaksin Pfizer Berbayar

    Berdasarkan data UNICEF, disebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer yang digunakan oleh Amerika Serikat hingga Afrika Selatan diberi harga anatar US$ 10 sampai US$ 23,15 per dosis. Di Afrika Selatan, harga vaksin Covid-19 Pfizer yang paling murah yaitu US$ 10 atau Rp 142.000 per dosis. Sedangkan untuk harga yang paling mahal di Uni Eropa US$ 23,15 atau sekitar Rp 328.000 per dosis. Di Amerika, harga vaksin Covid-19 Pfizer US$ 19,5 atau Rp 277.000 per dosis.

    Berdasarkan harga di beberapa negara tersebut, kemungkinan vaksin Pfizer dosis ketiga di Indonesia harganya akan berkisar 142.000 rupiah hingga 328.000 rupiah.

    Vaksin Covid-19 Astrazeneca

    Harga Vaksin Astrazeneca Berbayar

    Dari data vaccine market di dashboard UNICEF, vaksin Covid-19 Astrazeneca yang digunakan di Uni Eropa, Amerika Serikat, India, hingga Brazil diberi harga antara US$ 2,19 sampai US$ 13,27 per dosis. Sedangkan di Filipina, harga vaksin Covid-19 Astrazeneca sebesar US$ 5 atau sekitar Rp 71.000 per dosis. Di Brazil, harga vaksin ini diberi harga US$ 3,16 per dosis atau sekitar Rp 45.000.

    Berdasarkan harga di beberapa negara tersebut, kemungkinan vaksin Astrazeneca dosis ketiga di Indonesia harganya akan berkisar 45.000 rupiah hingga 71.000 rupiah.

    Vaksin Covid-19 Sinopharm

    Dari data UNICEF, vaksin Sinopharm ini digunakan di China, Kazakhstan, hingga Argentina. Harga vaksin Covid-19 di Argentina dibanderol harga US$ 9 atau sekitar Rp 128.000 per dosis. Sedangkan harga vaksin Sinopharm di termahal di Hongaria mencapai US$ 36 atau sekitar Rp 511.000 per dosis. 

    Ketentuan harga dan tarif vaksinasi ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong. Namun, pada 24 Agustus 2021 harga vaksin covid-19 Sinopharm sudah turun sebanyak 41%, yakni menjadi Rp 188.000 per dosisnya.

    Vaksin Covid-19 Sinovac

    Vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan oleh Brazil dan Indonesia memiliki harga yang beragam, yakni antara US$ 10 sampai US$ 32,52 per dosis. Di Indonesia, harga vaksin Covid-19 ini  diberi harga Rp 193.000 per dosis. Namun, pada 8 April 2021, vaksin Covid-19 Sinovac telah turun harga menjadi Rp 85.000 per dosisi. 

    Di Mana Bisa Vaksin Covid Booster?

    Vaksin booster akan didistribusikan ke klinik-klinik yang ditunjuk oleh pemerintah. Sahabat Sehat nantinya di tahun 2022 bisa melakukan vaksin covid booster (dosis ketiga) dengan layanan vaksinasi covid booster covid dari Prosehat.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik tombol di bawah ini:

    Referensi:

    1. Sheila N. Bakal Ada Booster Berbayar di 2022, Ini Harga Vaksin Sinovac hingga Pfizer [Internet]. Indonesia : DetikHealth; [cited 2021 Nov 16].
    2. Kontan. Booster vaksin Covid-19 akan berbayar, ini harga Sinovac, Pfizer, Moderna [Internet]. Indonesia : Kontan; [cited 2021 Nov 16].
    3. Kompas. Pernyataan Menkes soal Vaksin Booster Berbayar Tahun Depan [Internet]. Indonesia : Kompas; [cited 2021 Nov 16].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Gloria Teo Ditinjau oleh : dr. Monica C Belakangan ada berita vaksin booster Covid akan berbayar per 2022 nanti. Kabarnya booster ini bisa diterima masyarakat umum. Benarkah? Padahal seperti yang kita tahu, saat ini vaksin booster diperuntukkan hanya untuk tenaga kesehatan dan beberapa profesi khusus yang dianggap cukup riskan. Tentunya Sahabat […]

    Cek Fakta: Vaksin Booster Covid Akan Berbayar Mulai 2022

    Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Adanya Vaksin Booster Berbayar 2022 Nanti Diharapkan Dapat Semakin Menekan Penyebaran Covid19

    Belakangan ada berita vaksin booster Covid akan berbayar per 2022 nanti. Kabarnya booster ini bisa diterima masyarakat umum. Benarkah? Padahal seperti yang kita tahu, saat ini vaksin booster diperuntukkan hanya untuk tenaga kesehatan dan beberapa profesi khusus yang dianggap cukup riskan.

    Tentunya Sahabat Sehat juga bertanya-tanya, kapan bisa mendapat vaksin booster ini. Selain itu, pertanyaan yang sering ditanyakan adalah apakah per 2022 nanti masih perlu mendapat vaksin booster? Oleh sebab itu, mari simak beberapa penjelasan berikut ini:

    Kapan Pemberian Vaksin Booster Covid-19?

    Hingga kini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia masih mengupayakan pemerataan dan perluasan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis ke 1 dan 2. Sasaran vaksinasi dosis 1 dan 2 berjumlah 208 juta orang. Hingga Kamis (21/10) Pukul 18.00 WIB, Kemenkes mencatat 110.931.375 orang telah menerima suntikan dosis pertama dan 65.600.310 orang yang telah lengkap menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia baru mencapai 50% dari sasaran target vaksinasi dosis 1 dan 2.

    Sementara itu, Kemenkes merencanakan untuk pemberian vaksin Booster Covid-19 paling cepat pada Maret 2022, sambil menunggu uji klinis terkait pemberian vaksinasi dosis ketiga. Namun dari pihak pemerintah masih mengupayakan agar vaksin booster ini bisa segera terealisasi secepat mungkin.

    Apa Gunanya Vaksin Covid Dosis ke 3?

    Menurut World Health Organization, ada 3 pertimbangan yang mendasari pelaksanaan vaksinasi dosis ke 3 atau vaksin booster Covid-19 ini.  Dasar pemberian vaksin dosis ke 3 ini adalah:

    Meningkatkan Respon Antibodi

    Vaksinasi booster diharapkan mampu meningkatkan respon antibodi pada kelompok masyarakat yang tidak merespon dengan baik terhadap 2 dosis vaksinasi sebelumnya. Kelompok ini yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah seperti pada penderita kanker, HIV/AIDS, maupun sedang menjalani pengobatan yang menekan sistem daya tahan tubuh.

    Kelompok masyarakat dengan obesitas juga memiliki respon imun terhadap vaksin covid-19 tidak sebaik respon imun kelompok masyarakat dengan indeks massa tubuh yang normal. Oleh sebab itu, diharapkan dengan adanya vaksin booster berbayar 2022 untuk masyarakat umum, maka masyarakat bisa benar-benar mendapatkan kekebalan yang lebih baik,

    Adanya Kemungkinan Penurunan Imunitas

    Pemberian vaksinasi dosis ketiga didasarkan adanya kemungkinan penurunan pada imunitas  dan manfaat 2 dosis sebelumnya seiring berjalannya waktu. Apalagi saat ini diyakini efektivitas vaksin dalam merangsang imunitas dari 2 dosis vaksin berkisar 6 bulan sampai 1 tahunan saja.

    Oleh sebab itu, untuk mencegah tubuh kehilangan imunitasnya terhadap Covid-19, tubuh perlu mendapatkan vaksin dosis ke 3. Jadi vaksin booster berbayar 2022 ini adalah solusi untuk mengatasi risiko ini.

    Antisipasi Terhadap Varian Baru

    Ketiga, vaksin booster diberikan apabila efektivitas vaksin yang telah didapat sebelumnya, terbukti menurun terhadap varian baru yang muncul selama pandemi ini berlangsung. Varian-varian baru ini diduga dapat menurunkan efektivitas vaksin sehingga menimbulkan Covid-19 gejala berat pada orang-orang yang sudah divaksin lengkap.

    Hingga kini, WHO mengamati bahwa vaksin yang tersedia dan telah dilakukan 2 dosis, masih memiliki efektivitas yang cukup tinggi untuk mencegah COVID-19 gejala berat. Namun jika muncul varian baru, efektivitas vaksin perlu ditingkatkan. Cara paling efektif saat ini adalah dengan mendapatkan dosis ke 3 atau vaksin booster.

    Sementara itu, penelitian di Cina membuktikan bahwa dosis ketiga vaksin CoronaVac mampu menghasilkan pembentukan antibodi yang lebih lengkap dan lebih tinggi dibandingkan 2 dosis CoronaVac. CoronaVac dosis ketiga juga dianggap mampu menstimulasi spektrum antibodi yang lebih luas, yang bermanfaat untuk memproteksi terhadap varian-varian Covid-19. Berdasarkan penelitian tersebut, antibodi yang didapat dari 2 dosis vaksin CoronaVac, menurun pada 6 bulan setelah vaksin kedua diberikan. Oleh karena itu, dipertimbangkan pemberian vaksin CoronaVac pada 6 bulan setelah pemberian dosis kedua.

    Hal penting yang Sahabat Sehat perlu ingat ialah, walaupun sudah menerima vaksin booster berbayar 2022 nanti, vaksin Booster tidak semata-mata meniadakan protokol kesehatan yang merupakan lini pertama pertahanan terhadap Covid-19. Sahabat Sehat yang telah di vaksin 2 dosis lengkap, bahkan dosis booster sekalipun dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Syarat Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum

    Indonesia belum menetapkan kebijakan terkait jarak waktu dan jenis vaksin booster. Tetapi, beberapa negara lain, seperti Cina dan Amerika Serikat, telah merekomendasikan vaksinasi booster bagi kelompok masyarakat tertentu. Berdasarkan Centres for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin booster Pfizer atau Moderna direkomendasikan pada kelompok masyarakat berikut :

    • Telah mendapat dosis kedua, pada 6 bulan yang lalu atau lebih, dan memiliki salah satu kondisi dibawah ini:
      • Usia 65 tahun atau lebih
      • Usia 18 tahun atau lebih dan membutuhkan perawatan medis jangka panjang
      • Usia 18 tahun atau lebih yang memiliki penyakit mendasar
      • Usia 18 tahun atau lebih yang berisiko tinggi akibat kondisi sosial
      • Usia 18 tahun atau lebih yang tinggal atau bekerja pada tempat berisiko tinggi, seperti pelayanan kesehatan, sekolah, penjara

    • Jenis pekerjaan yang sudah boleh mendapat vaksin booster di Amerika, yaitu :

      • Pelayan lini terdepan (tenaga kesehatan, pemadam kebakaran, polisi)
      • Pengajar (guru, asisten guru, pekerja di tempat penitipan anak)
      • Pekerja di sektor pangan dan agrikultur
      • Pekerja pabrik
      • Aparat penegak hukum
      • Pekerja pos/logistik
      • Pekerja transportasi public
      • Pekerja di pusat perbelanjaan

    CDC membebaskan warga Amerika Serikat terkait jenis vaksin untuk dosis booster. Masyarakat boleh memilih tipe vaksin dosis Booster, baik yang sama seperti sebelumnya, maupun yang berbeda dari yang sebelumnya. 

    Benarkah Vaksin Booster Berbayar 2022 Nanti?

    Pemerintah ternyata memang benar-benar berniat mengadakan vaksin booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19. Namun berbeda dengan vaksin dosis 1 dan 2 yang gratis, vaksin booster ini rencananya akan berbayar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

    Bapak Budi Gunadi menjelaskan bahwa sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, pemberian vaksin booster ini akan memiliki beberapa ketentuan seperti:

    • Lansia adalah prioritas pertama penerima vaksin booster
    • Vaksin booster covid untuk lansia adalah gratis (ditanggung pemerintah)
    • Vaksin booster covid juga gratis untuk masyarakat Penerima Bantuan Iuran (BPI) BPJS Kesehatan
    • Selain lansia dan penerima BPI, vaksin booster akan berbayar
    • Untuk harga vaksin booster berbayar, per 10 November 2021 ini pemerintah masih belum menentukan harga.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta seputar vaksin booster berbayar 2022 ini. Jika memerlukan pemeriksaan terkait Covid-19 segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. yang juga menyediakan layanan pemeriksaan ke rumah.  Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. CNN Indonesia. Kemenkes : Pemberian vaksin booster paling cepat maret 2022 [internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [ updated 2021 Oct 24; cited 2021 Oct 30- if available].
    2. World Health Organization. Episode #53 – Covid-19 booster shots [internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 Sep 11; cited 2021 Oct 30- if available].
    3. Pellini R, Venuti A, Pimpinelli F, Abril E, et al. Obesity may hamper SARS-cov-2 vaccine immunogenicity [internet]. Rome: medRxiv. 2021 [updated 2021 Feb 26; cited 2021 Oct 30- if available].Centers for Disease Control and Prevention. Covid-19 Vaccine Booster Shot [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Oct 27; cited 2021 Oct 30 -if available.
    4. Pan HX, Wu QH, Zeng G, Yang J, et al. Immunogenicity and safety of a third dose, and immune persistence of CoronaVac vaccine in healthy adults aged 18-59 years: interim results from a double-blind, randomized, placebo-controlled phase 2 clinical trial [internet]. Nanjing: medRxiv; 2021 [updated 2021 Jul 25; cited 2021 Oct 30- if available].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pemberian vaksin TT untuk ibu hamil wajib diberikan pada usia kehamilan 27-36 minggu. Tujuannya tentu untuk menghindari risiko tetanus. Ya, ibu hamil sangat rentan terkena tetanus. Terutama saat proses melahirkan. Tetanus adalah salah satu jenis penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani. […]

    Ini Alasan Mengapa Vaksin TT untuk Ibu Hamil Itu Penting

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Seorang Calon Ibu yang Telah Menerima Vaksin TT untuk Ibu Hamil di Lengan Kirinya

    Seorang Calon Ibu yang Telah Menerima Vaksin TT untuk Ibu Hamil di Lengan Kirinya

    Pemberian vaksin TT untuk ibu hamil wajib diberikan pada usia kehamilan 27-36 minggu. Tujuannya tentu untuk menghindari risiko tetanus. Ya, ibu hamil sangat rentan terkena tetanus. Terutama saat proses melahirkan.

    Tetanus adalah salah satu jenis penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka atau bahkan melalui goresan kecil. Bakteri Clostridium Tetani menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin, sesaat setelah masuk ke darah melalui kulit yang dapat menyerang sistem saraf. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan kematian. 

    Ini Alasan Pentingnya Vaksin TT untuk Ibu Hamil

    Indonesia merupakan negara terakhir di kawasan Asia yang berhasil eliminasi tetanus pada ibu dan bayi baru lahir (maternal neonatal tetanus = MNT). Padahal kasus tetanus pada maternal dan neonatal adalah penyebab kematian yang paling banyak ditemukan.

    Risiko jika ibu hamil terinfeksi tetanus antara lain:

    • Bayi berisiko lahir prematur
    • Proses persalinan menjadi jauh lebih berat.
    • Kematian ibu maupun janin

    Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya ibu hamil untuk mendapatkan Vaksin TT.

    Biasanya tetanus pada ibu hamil terjadi akibat persalinan dan penanganan tali pusat yang tidak steril. Ya, pada ibu hamil, infeksi tetanus dapat terjadi akibat luka selama proses persalinan maupun alat yang digunakan selama proses persalinan yang tidak steril.

    Selain dari luka akibat proses persalinan, risiko tetanus juga terjadi akibat goresan dan luka yang terbuka yang diakibatkan benda-benda mengandung bakteri Clostridium Tetani yang menghasilkan racun tetanospasmin. Karena risiko terkena tetanus cukup besar, maka sudah sepantasnya ibu hamil mempersiapkan diri setidaknya pada usia kehamilan 7 bulan untuk mendapatkan vaksin TT.

    Gejala pada Ibu Hamil Jika Terinfeksi Tetanus

    Tetanus biasanya ditandai dengan kaku otot dan terasa nyeri. Namun gejala tetanus bukan hanya nyeri dan kaku otot. Beberapa gejala yang dirasakan oleh ibu hamil yang terinfeksi tetanus antara lain adalah:

    • Otot rahang terasa tegang dan kaku atau biasa disebut trismus
    • Otot leher atau otot perut terasa kaku.
    • Mengalami kesulitan dalam menelan.
    • Merasa sulit bernapas.

    Ada 2 jenis tetanus yaitu Tetanus Neonatorum (TN) dan Tetanus Maternal (TM). Tetanus Neonatorum (TN) adalah tetanus yang terjadi pada bayi pada usia hari ke 3 dan 28 setelah kelahirannya. Sedangkan Tetanus Maternal (TM) adalah tetanus yang menyerang ibu hamil dan 6 pekan setelah melahirkan.

    Mengenal Vaksin Toksoid Tetanus (TT)

    Toksoid Tetanus (TT) adalah vaksin yang dapat mencegah terinfeksi tetanus. Vaksin TT dapat mencegah ibu hamil dan bayinya terinfeksi tetanus. Dengan mendapatkan vaksin TT, tubuh ibu hamil akan membentuk antibodi dalam melawan bakteri tetanus.

    Antibodi alami nantinya akan diteruskan ke tubuh janin dalam kandungan sehingga janin turut terlindungi dari tetanus selama beberapa bulan pertama hidupnya. Selanjutnya bayi akan menerima vaksin tetanus pada usia enam hingga delapan minggu, sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus).  

    Kapan Waktu Tepat Ibu Hamil Untuk Mendapatkan Vaksin TT?

    Pemberian vaksin TT untuk ibu hamil diberikan pada usia kehamilan sekitar 7 bulan atau 27 hingga 36 minggu. Jika ini adalah kehamilan pertama dan Sahabat Sehat telah memiliki jadwal vaksin yang teratur sebelumnya, maka Sahabat Sehat membutuhkan dua vaksin TT dengan rentang waktu minimal empat minggu antara setiap dosis. 

    Namun bila Sahabat Sehat tidak memiliki riwayat vaksinasi yang lengkap sebelumnya, maka dianjurkan untuk menerima vaksin TT dosis pertama sedini mungkin dan diikuti dengan dosis kedua pada empat minggu berikutnya. Dosis ketiga dapat Sahabat Sehat terima setelah enam bulan dosis yang kedua. Dalam kondisi ini sebaiknya Sahabat Sehat mendapatkan vaksin tetanus ini sebanyak 3 dosis sebelum persalinan. 

    Jika Sahabat Sehat kembali hamil lagi dalam waktu dua tahun setelah persalinan anak pertama, pemberian vaksin TT akan bergantung pada riwayat vaksinasi sebelumnya. Jika pada kehamilan sebelumnya Anda telah mendapatkan 2 dosis vaksin tetanus, maka dokter hanya akan menyarankan pemberian vaksin booster. 

    Efek Samping Vaksin Tetanus

    Berikut adalah berbagai efek samping yang dapat Sahabat Sehat alami setelah divaksin tetanus:

    • Kemerahan dan bengkak di lokasi suntikan
    • Nyeri
    • Demam
    • Sakit kepala. 

    Sahabat Sehat tak perlu khawatir sebab efek samping ini dapat hilang dengan sendirinya. Untuk meredakan keluhan, dianjurkan istirahat yang cukup dan memberi kompres air hangat pada bekas lokasi suntikan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai vaksin TT yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi tetanus pada ibu dan janin. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksin tetanus, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nabar A. Why do I need the TT injection (TT vaccine) in pregnancy and when will I get it? [Internet]. USA : Baby Center; [cited 2021 Oct 01].
    2. Anjum S. Tetanus Toxoid (TT) Injection during Pregnancy [Internet]. USA : First Cry Parenting. 2018 [updated 2018 Aug 20; cited 2021 Oct 06].
    3. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. 2012 [updated 2012 Sep 01; cited 2021 Oct 01].
    4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PBB Deklarasikan Indonesia Eliminasi Tetanus pada Ibu dan Bayi [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016 [updated 2016 May 19; cited 2021 Oct 01].
    5. World Health Organization. Maternal Immunization Against Tetanus [Internet]. USA : World Health Organization. https://www.who.int/reproductivehealth/publications/maternal_perinatal_health/immunization_tetanus.pdf
    6. Mayo Clinic. Vaccines during pregnancy: Are they safe? [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Feb 20; cited 2021 Oct 01].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Persiapan vaksin lansia dengan orang dewasa ataupun anak-anak pastinya memiliki beberapa perbedaan. Hal ini merupakan hal yang wajar. Namun ada juga beberapa kesamaan persiapan yang perlu dilakukan. Tujuan adanya persiapan ini adalah agar fisik dan mental siap untuk menerima vaksin. Sehingga daya tahan tubuh […]

    Ini Persiapan Sebelum Vaksin yang Wajib Dilakukan Lansia

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penyuntikan Vaksin Covid-19 Setelah Penerima Vaksin Telah Memenuhi Persiapan Vaksin Lansia

    Persiapan vaksin lansia dengan orang dewasa ataupun anak-anak pastinya memiliki beberapa perbedaan. Hal ini merupakan hal yang wajar. Namun ada juga beberapa kesamaan persiapan yang perlu dilakukan. Tujuan adanya persiapan ini adalah agar fisik dan mental siap untuk menerima vaksin. Sehingga daya tahan tubuh dapat meningkat berkat vaksin, dan efek samping dapat diminimalisir.

    Saat ini program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih terus berlanjut, terutama untuk lansia. Pasalnya kelompok lanjut usia memiliki risiko kematian tiga kali lebih tinggi jika terpapar virus Covid-19, dibanding pasien lain nya yang bukan lansia. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan lansia yang belum melakukan vaksinasi untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. 

    Persiapan Vaksin Lansia 

    Selain faktor kesehatan, optimalisasi vaksinasi untuk lansia juga dipengaruhi oleh beberapa kondisi khusus lainnya seperti faktor intrinsik (usia dan jenis kelamin), dan faktor ekstrinsik (penggunaan obat-obatan). Kondisi lingkungan sekitar, kebiasaan merokok serta asupan nutrisi yang cukup juga memiliki peran penting dalam keefektifan vaksin.

    Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu dipersiapkan sebelum lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Istirahat yang Cukup

    Lansia yang akan melakukan vaksinasi Covid-19 dianjurkan istirahat yang cukup untuk meminimalisir keluhan pasca vaksinasi, misal kelelahan, demam, dan lainnya. Selain itu, jika kurang istirahat maka beresiko meningkatkan tekanan darah. Oleh sebab itu, saat menuju lokasi vaksinasi sebaiknya lansia ditemani pendamping serta menggunakan alat transportasi agar dapat beristirahat selama di perjalanan.

    Nutrisi Seimbang

    Selanjutnya, lansia dianjurkan mengkonsumsi makanan bernutrisi yang seimbang serta multivitamin seperti zink, vitamin C dan vitamin D. Apabila lansia kekurangan asupan nutrisi protein, maka akan meningkatkan risiko malnutrisi dan berkurangnya massa tubuh, serta kekuatan otot. Setelah menerima vaksinasi, lansia juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga imunitas terutama jika masih aktif berkegiatan. 

    Para pakar merekomendasikan asupan nutrisi harian lansia minimal 21 kilokalori per kilogram berat badan, protein 1.0-1.5 gram per kilogram berat badan per hari (25-30g) setiap kali makan, serta pemberian suplemen jika diperlukan. Asupan sejumlah nutrisi diatas terpenuhi maka dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi resiko infeksi.

    Hindari Alkohol

    Dalam kondisi tertentu alkohol dapat mempercepat timbulnya reaksi alergi. Selain itu, alkohol juga dinilai dapat mengurangi kinerja vaksin dalam beberapa minggu pertama setelah vaksin. Hal tersebut terjadi karena alkohol akan mengganggu kerja imun tubuh, sehingga tubuh Sahabat Sehat akan kesulitan melawan infeksi virus yang baru masuk ke tubuh. 

    Hindari Aktivitas Berat

    Hindari berolahraga berat 2 jam sebelum dan setelah menerima vaksin. Istirahatkan lengan bekas lokasi suntikan, untuk mengurangi nyeri. Beri kompres air hangat dan hindari kelelahan.

    Mengkonsumsi Multivitamin

    Memaksimalkan daya tahan tubuh sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan mengkonsumsi berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur serta air putih yang cukup dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah persiapan vaksin lansia yang perlu diperhatikan agar menjamin keamanan dan kesehatan selama dan setelah proses vaksinasi. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah baik sebelum dan sesudah di vaksin, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2 Persiapan Penting Sebelum Lansia Ikut Vaksinasi [Internet]. Indonesia : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2021 [updated 2021 March 24; cited 2021 Sep 27].
    2. CNN Indonesia. 2 Persiapan Penting Sebelum Lansia Ikut Vaksinasi [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 March 23; cited 2021 Sep 27].
    3. Doheny K. COVID-19 Vaccine: How Best to Prepare [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jan 27; cited 2021 Sep 27].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Erika Gracia Ditinjau oleh: dr. Monica C Kini penyintas sudah boleh vaksin setelah sebulan sembuh Covid berdasarkan edaran aturan terbaru. Namun tentu ada syarat yang berlaku. Walaupun terbitnya Surat Edaran HK.02.01/1/2524/2021 memberikan lampu hijau vaksinasi bagi penyintas Covid-19 untuk dapat segera diberikan vaksin Covid-19, yaitu paling cepat sebulan setelah dinyatakan sembuh namun […]

    Sekarang Sudah Boleh Vaksin Setelah Sebulan Sembuh Covid

    Ditulis oleh: dr. Erika Gracia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Aturan Terbaru Menyebutkan Kini Vaksin Setelah Sebulan Sembuh Covid (Gambar Tidak Berhubungan)

    Kini penyintas sudah boleh vaksin setelah sebulan sembuh Covid berdasarkan edaran aturan terbaru. Namun tentu ada syarat yang berlaku. Walaupun terbitnya Surat Edaran HK.02.01/1/2524/2021 memberikan lampu hijau vaksinasi bagi penyintas Covid-19 untuk dapat segera diberikan vaksin Covid-19, yaitu paling cepat sebulan setelah dinyatakan sembuh namun hanya berlaku jika penyintas berada dalam kategori mengalami infeksi Covid dengan gejala ringan hingga sedang 

    Sementara itu, bagi penyintas Covid-19 dengan gejala berat tetap harus menunggu dengan jeda waktu tiga bulan setelah sembuh. Jenis vaksin yang diberikan kepada penyintas disesuaikan dengan logistik vaksin yang tersedia.

    Mengapa Aturan Vaksinasi Berubah-ubah ?

    Dalam aspek ilmiah dan medis, vaksinasi Covid-19 bersifat dinamis dan terus mengalami perkembangan. Data terkait keamanan dan efektivitas vaksin juga terus digali dan disempurnakan oleh para ahli, salah satunya mengenai pemberian vaksinasi bagi penyintas Covid-19.

    Seiring dengan kajian mendalam dari segi efektivitas dan keamanan vaksin pada penyintas Covid, tentunya akan terdapat temuan, fakta, dan penguatan data yang akan memperbaiki, menyempurnakan, ataupun merevisi aturan-aturan kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

    Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyintas Covid-19

    Jika Sahabat Sehat pernah terinfeksi Covid-19, tubuh telah membentuk antibodi alami  untuk melawan virus. Namun hingga kini belum terdapat penelitian yang menunjukkan berapa lama Sahabat Sehat dapat terlindungi dari Covid-19 setelah masa pemulihan.

    Oleh sebab itu vaksinasi tetap perlu dilakukan bagi penyintas Covid-19, sebab resiko terinfeksi Covid-19 di kemudian hari tetap ada.

    Penyintas COVID-19 yang belum mendapatkan vaksinasi memiliki resiko hingga 2 kali lipat terinfeksi kembali Covid-19 dibandingkan penyintas yang telah divaksin. Vaksinasi turut membantu meringankan gejala klinis apabila Sahabat Sehat terinfeksi Covid-19.

    Manfaat Vaksin Setelah Sebulan Sembuh Covid

    Sudahkah Sahabat Sehat menerima vaksin Covid-19? Vaksinasi memiliki berbagai manfaat yaitu selain dapat mencegah resiko terinfeksi, mengurangi keparahan gejala, dan melindungi komunitas dengan menciptakan kekebalan kelompok. 

    Kekebalan kelompok merupakan kondisi ketika sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung, yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan sasaran vaksinasi. Kekebalan kelompok hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.

    Tidak perlu ragu untuk menerima vaksin Covid-19. Karena efek samping yang muncul setelah vaksinasi Covid-19 yang dialami termasuk ringan-sedang, misalnya :

    • Nyeri
    • Kemerahan atau bengkak pada lokasi suntikan. 
    • Lelah
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Demam
    • Mual.

    Jika merasakan gejala-gejala setelah divaksin, Sahabat Sehat dianjurkan beristirahat yang cukup, kompres dingin pada area yang nyeri, serta minum yang cukup setelah divaksin Covid-19 untuk mengurangi keluhan pasca vaksinasi. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa poin penting mengenai aturan vaksin setelah sebulan sembuh Covid yang sekarang sudah berlaku. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. CNN Indonesia. Penyintas Covid-19 Boleh Vaksin Sebulan Setelah Sembuh [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 26; cited 2021 Sep 26].
    2. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Kemenkes: Penyintas Covid-19 bisa dapatkan vaksin lebih cepat [Internet]. Indonesia : PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 30; cited 2021 Oct 02].
    3. Kementerian Kesehatan RI. Penyintas Bisa Divaksinasi COVID-19 Setelah 1 Bulan Sembuh [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan RI. 2021 [updated 2021 Sep 30; cited 2021 Oct 02].
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Frequently Asked Questions about COVID-19 Vaccination [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    5. Cleveland Clinic. When should you get vaccinated if you’ve had COVID-19? [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2021 [updated 2021 April 28; cited 2021 Oct 02].
    6. Block J. Vaccinating people who have had covid-19: why doesn’t natural immunity count in the US? BMJ. 2021 Sep 13;374:n2101. 
    7. Mayo Clinic. Get the facts about COVID-19 vaccines [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 Sep 25; cited 2021 Oct 02].
    8. Centers for Disease Control and Prevention. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Sep 30; cited 2021 Oct 02].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mencegah tipes menjadi manfaat vaksin tifoid yang paling utama. Vaksin tifoid juga menjadi syarat wajib bepergian ke beberapa negara. Terutama ke negara-negara dengan tingkat endemis tipes yang tinggi. Mungkin banyak di antara Sahabat Sehat ataupun keluarga pernah menderita penyakit tipes. Secara medis tipes disebut juga demam tifoid. Kondisi […]

    Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mengenal Manfaat Vaksin Tifoid Bagi Kesehatan

    Mencegah tipes menjadi manfaat vaksin tifoid yang paling utama. Vaksin tifoid juga menjadi syarat wajib bepergian ke beberapa negara. Terutama ke negara-negara dengan tingkat endemis tipes yang tinggi.

    Mungkin banyak di antara Sahabat Sehat ataupun keluarga pernah menderita penyakit tipes. Secara medis tipes disebut juga demam tifoid. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tubuh dan jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan luka dan perdarahan pada saluran cerna.

    Salah satu cara mencegah tifoid adalah dengan mengikuti vaksinasi tifoid. Nah Sahabat Sehat, bagaimana manfaat dan jadwal pemberian vaksin tifoid ? Mari simak penjelasan berikut.

    Faktor Utama Penyebab Tifoid

    Demam tifoid atau disebut juga tipes, disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebar ke dalam tubuh dan ditemukan pada feses serta urin penderita nya. Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan feses dan urin penderita tifoid, maka beresiko tertular bakteri dan menderita demam tifoid.

    Gejala Seseorang Mengidap Tifoid

    Gejala dapat dialami dalam 1-3 minggu sejak terpapar bakteri Salmonella. Jika Sahabat Sehat mengalami demam, sebaiknya diperiksakan ke dokter sebab mungkin merupakan tanda menderita tipes. Berikut adalah berbagai gejala yang dapat dirasakan :

    • Lemas
    • Nyeri perut
    • Sakit kepala
    • Diare maupun konstipasi
    • Mual atau muntah
    • Nyeri otot
    • Nafsu makan menurun. 
    • Batuk kering

    Manfaat Vaksin Tifoid Bagi Kesehatan

    Vaksin tifoid direkomendasikan bagi siapa saja yang hendak berpergian (travelling) atau bepergian ke daerah endemis demam tifoid, seperti Asia Tenggara, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah serta Amerika Selatan. Namun meski Sahabat Sehat telah divaksin, tetap dianjurkan menjaga kesehatan tubuh serta higienitas makanan dan minuman yang dikonsumsi.

    Jenis Vaksin Tifoid

    Saat ini terdapat 2 jenis vaksin untuk mencegah demam tifoid. Sahabat Sehat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis vaksin yang akan diterima. Berikut adalah berbagai jenis vaksin tifoid:

    Vaksin Tifoid Inaktif

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikan (injeksi), yang dapat diberikan mulai dari anak berusia 2 tahun keatas. Satu dosis vaksin diberikan paling tidak 2 minggu sebelum bepergian. Dosis ulangan direkomendasikan setiap 2 tahun untuk orang yang beresiko.

    Vaksin Tifoid Hidup

    Vaksin ini diberikan secara oral (melalui mulut), yang dapat diberikan pada anak usia 6 tahun keatas. Total dosis vaksin diberikan paling tidak 1 minggu sebelum bepergian. Vaksin booster diberikan setiap 5 tahun sekali bagi orang yang beresiko.

    Efek Samping Vaksin Tifoid

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai efek samping yang dapat dirasakan setelah menerima  vaksin tifoid yaitu :

    • Nyeri pada bekas suntikan
    • Kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan
    • Demam
    • Nyeri kepala
    • Nyeri perut
    • Diare
    • Mual dan muntah

    Waspadai jika Sahabat Sehat mengalami keluhan diatas, maka dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Jadwal Vaksinasi Tifoid di Indonesia

    Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), imunisasi tifoid dianjurkan bagi anak berusia 2 tahun keatas dan pada orang dewasa. Imunisasi tifoid dapat diulang pemberiannya setiap 3 tahun sekali untuk mencegah infeksi demam tifoid.

    Nah Sahabat Sehat, itulah manfaat vaksin tifoid bagi kesehatan. Jika Sahabat Sehat tertarik dan memerlukan vaksin tifoid, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Typhoid VIS [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [updated 2019 Oct 30; cited 2021 Sep 16].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi IDAI [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2021 [updated 2021 Jan 29; cited 2021 Sep 16].
    3. Forlab Infeksi. REKOMENDASI SATGAS IMUNISASI DEWASA PAPDI TAHUN 2017 [Internet]. Indonesia : Forlab Infeksi; cited 2021 Sep 16.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Pertanyaan seperti efektivitas vaksin pfizer dan efek sampingnya biasa muncul. Terutama pada mereka yang masih ragu untuk divaksin. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas secara mendalam fakta-fakta mengenai vaksin Pfizer, mulai dari efek samping, efektivitas, siapa yang boleh […]

    Fakta Vaksin Pfizer dan Efektivitasnya Melawan COVID-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Fakta Efektivitas Vaksin Pfizer

    Pertanyaan seperti efektivitas vaksin pfizer dan efek sampingnya biasa muncul. Terutama pada mereka yang masih ragu untuk divaksin. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas secara mendalam fakta-fakta mengenai vaksin Pfizer, mulai dari efek samping, efektivitas, siapa yang boleh menerima, dan siapa yang tidak boleh menerima vaksin ini.

    Nah, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai vaksin Pfizer yang dirangkum dari berbagai sumber:

    Distribusi Vaksin Pfizer di Indonesia

    Per tanggal 31 Agustus 2021, Indonesia telah berhasil mencapai lebih dari 100 juta penyuntikan vaksin Covid-19 yang merupakan jumlah total dari pemberian vaksin pertama,  kedua dan dosis ketiga. Total vaksinasi dosis pertama sebanyak 63.265.720 atau 30,49%, sedangkan dosis kedua adalah 36.050.866 atau 17,31% dan dosis ketiga atau vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan telah mencapai 640.532 atau 43,61%.

    Pemerintah terus mengupayakan pendistribusian vaksinasi ke seluruh wilayah di Indonesia. Hingga kini vaksin Covid-19 yang telah masuk di Indonesia antara lain Sinovac, Moderna, Astrazeneca, Sinopharm, Pfizer dan Johnson and Johnson (Janssen). Kini masyarakat tengah ramai membicarakan vaksin Pfizer. Sahabat Sehat, bagaimana profil vaksin Pfizer ? Mari simak penjelasan berikut.

    Efektivitas Vaksin Pfizer

    Pada tanggal 14 juli 2021 lalu, BPOM menerbitkan izin penggunaan vaksin berbasis mRNA yang diproduksi Pfizer dan BioNTech untuk mencegah penyebaran Covid-19. Berdasarkan uji klinis fase 3, efektivitas vaksin Pfizer pada usia lebih dari 16 tahun menunjukkan angka keberhasilan mencapai 95,5%. Sementara pada remaja usia 12-15 tahun mencapai 100%.

    Vaksin Pfizer atau BNT162b2 merupakan vaksin yang digunakan mencegah infeksi virus SARS-COV-2 penyebab penyakit Covid-19. Vaksin Pfizer merupakan vaksin mRNA, yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk spike protein sehingga membantu tubuh mengaktivasi sistem imun untuk melawan Covid-19. Vaksin Pfizer diberikan sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 21 hari dari dosis pertama.

    Siapa Yang Dapat Diberi Vaksin Pfizer?

    Semua orang di daerah pandemi Covid-19 yang berusia diatas 12 tahun dapat diberikan vaksin Covid-19 produksi Pfizer. 3,4 Vaksin Pfizer dapat diberikan pada ibu menyusui dan ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 12 minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 minggu dengan pengawasan Dokter.

    Siapa Yang Tidak Dapat Diberikan Vaksin Pfizer?

    Tidak semua orang bisa menerima vaksin Pfizer. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang tidak dapat menerima vaksin Pfizer:

    Alergi Berat

    Apabila pernah mengalami reaksi alergi anafilaksis atau reaksi alergi yang berat, sebaiknya tidak diberikan vaksin Covid-19 dengan jenis mRNA.

    Apabila pada dosis pertama diberikan vaksinasi Pfizer dan mengalami reaksi alergi sedang sampai berat, maka sebaiknya tidak diberikan dosis Pfizer dosis kedua.

    Membutuhkan Obat Epinefrin dan Gangguan Nafas

    Mempunyai riwayat alergi berat yang memerlukan penanganan dengan menggunakan obat epinefrin, sesak nafas hingga gagal nafas, sebaiknya tidak diberikan vaksin Covid-19 jenis mRNA.

    Di Bawah Umur

    Vaksin Pfizer tidak diberikan pada anak berusia dibawah 12 tahun. Namun bisa diberikan pada orang tua dengan memperhatikan kondisi kesehatannya.

    Efek Samping Vaksin Pfizer

    Sama seperti vaksin Covid-19 jenis lain, berikut adalah berbagai kemungkinan efek samping yang timbul pasca diberika vaksin Pfizer yaitu :

    • Nyeri pada lokasi suntikan
    • Kelelahan
    • Nyeri kepala
    • Nyeri otot
    • Menggigil
    • Nyeri sendi
    • Demam.4,5

    Persiapan Sebelum Vaksinasi Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19, dianjurkan melakukan berbagai hal berikut agar kondisi prima saat hari vaksinasi :

    • Pastikan tubuh sehat, tanpa keluhan apapun dan suhu tubuh normal dibawah 37,50C.
    • Tunda vaksinasi apabila orang di rumah atau Sahabat Sehat sedang mengalami batuk, pilek, dan sesak nafas
    • Tidak menerima vaksin lain dalam waktu yang bersamaan
    • Tidur yang cukup di hari sebelum vaksinasi.
    • Beritahu petugas apabila memiliki alergi berat atau alergi terhadap vaksinasi pada dosis pertama.
    • Beritahu petugas apabila mempunyai penyakit tertentu seperti hipertensi, penyakit autoimun, diabetes, HIV/AIDS, kanker, kelainan darah, serta obat-obatan yang dikonsumsi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah profil dan fakta efektivitas vaksin Pfizer yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat. Bagi Sahabat Sehat yang memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Sehat Negeriku. Per 31 Agustus, Cakupan Vaksinasi Nasional COVID-19 Sentuh Angka 100 Juta Penyuntikan [Internet]. Indonesia : Sehat Negeriku. 2021 [updated 2021 Sep 01; cited 2021 Sep 14].
    2. Saptoyo R. Daftar Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia dan Efikasinya [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 12; cited 2021 Sep 14]
    3. Australia Government Department of Health. About the Comirnaty (Pfizer) COVID-19 vaccine [Internet]. Australia : Australia Government Department of Health; [cited 2021 Sep 14]. 
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Information about the Pfizer-BioNTech COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Sep 09; cited 2021 Sep 14].
    5. World Health Organization. The Pfizer BioNTech (BNT162b2) COVID-19 vaccine: What you need to know [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 Sep 02; cited 2021 Sep 14].
    6. Faradiba N. 7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 23; cited 2021 Sep 14].
    Read More
  • Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Covid-19 selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit penyerta atau disebut juga penyakit komorbid. Salah satu penyakit komorbid adalah gangguan tiroid. Bagaimana dampak gangguan hipotiroid (rendahnya hormon tiroid dalam tubuh) pada penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut. Dampak Penyakit Covid-19 Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Severe […]

    Hubungan Hipotiroid dan Covid-19 Berdasarkan Studi Medis

    Pengecekan Kondisi Hipotiroid pada Penderita Covid 19 dengan Menekan Leher Mencari Ada Tidaknya Benjola Tiroid

    Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Covid-19 selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit penyerta atau disebut juga penyakit komorbid. Salah satu penyakit komorbid adalah gangguan tiroid. Bagaimana dampak gangguan hipotiroid (rendahnya hormon tiroid dalam tubuh) pada penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Dampak Penyakit Covid-19

    Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Severe Acute Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang telah menyebar di seluruh dunia. Gejala yang dapat dialami penderitanya cukup beragam, mulai dari tanpa gejala hingga menyebabkan infeksi paru berat yang mengakibatkan gagal nafas bahkan kematian. Pasien usia lanjut dan penderita penyakit penyerta (komorbid) lebih berisiko tinggi menderita kondisi berat apabila terinfeksi Covid-19.

    Mengenali Penyakit Hipotiroid

    Hipotiroid merupakan salah satu jenis gangguan hormon tiroid yang ditandai dengan rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Penyebab dari hipotiroid cukup beragam yaitu akibat penyakit autoimun, menjalani terapi radioiodin, maupun pasca operasi pengangkatan kelenjar tiroid.

    Saat kadar hormon tiroid di dalam tubuh rendah, metabolisme tubuh melambat sehingga tubuh mudah merasa kedinginan, kulit menjadi kering, mudah lupa, konstipasi, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lupa, serta dapat mengalami depresi. Untuk mendiagnosa hipotiroid dapat dilakukan pemeriksaan hormon tiroid. Tatalaksana hipotiroid dengan pemberian levotiroksin yaitu hormon pengganti untuk menjaga kestabilan hormon TSH dalam darah.

    Kaitan Hipotiroid dan Covid-19

    Berdasarkan berbagai penelitian, gangguan hipotiroid tidak berkaitan dengan perawatan dan perburukan penyakit akibat Covid-19 maupun penyakit infeksi lainnya.1,3 Meski demikian kondisi hipotiroid yang tidak terkontrol dengan baik, lebih beresiko tinggi terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Lembaga tiroid dunia seperti British Thyroid Association, The Society for Endocrinology, dan American Thyroid Association menyarankan agar penderita gangguan tiroid tetap melanjutkan pengobatan sesuai jadwal untuk mencegah disregulasi tiroid.

    Banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit tiroid yang disebabkan oleh autoimun dapat menyebabkan lebih rentan terhadap infeksi virus atau tidak, namun diketahui bahwa gangguan sistem imun yang menimbulkan penyakit tiroid berbeda dengan sistem imun yang bertugas untuk melawan penyakit infeksi virus seperti Covid-19.

    Beberapa bukti dari berbagai penelitian mengungkapkan bahwa gangguan hormon dan penghancuran kelenjar tiroid mungkin merupakan salah satu komplikasi akibat Covid-19, bahkan pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan hormon.

    Diketahui bahwa virus Sars-CoV yang bertanggung jawab pada wabah SARS di tahun 2003 dan virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, menggunakan reseptor ACE-2 (Angiotensin-converting enzyme-2) untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia. Sementara itu reseptor ACE-2 tersebar dalam berbagai sel tubuh, termasuk diantaranya adalah kelenjar tiroid. Hingga kini masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hancurnya kelenjar tiroid dan gangguan tiroid permanen akibat Covid-19.

    Apakah Obat Tiroid Menekan Sistem Imun?

    Obat tiroid seperti Levothyroxine, Carbimazole, maupun Propiltiourasil tidak memperlemah sistem imun. Sementara pada penderita gangguan tiroid lain yang mengkonsumsi obat steroid diketahui dapat menekan sistem imun.3 Konsultasikan kembali dengan dokter yang menangani agar dievaluasi kondisi dan penanganan yang diberikan.

    Vaksinasi Bagi Penderita Gangguan Tiroid

    Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada penderita gangguan hipotiroid baik akibat penyakit autoimun ataupun non-autoimun, agar tetap mendapatkan vaksin Covid-19 dengan catatan telah mendapatkan pengobatan dan dalam kondisi klinis yang stabil. Apabila terdapat keraguan, maka dianjurkan berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat. 5

    Mengkonsumsi obat sesuai dengan rekomendasi dokter dan melakukan kontrol secara rutin merupakan hal yang sangat direkomendasikan bagi penderita hipotiroid selama masa pandemi ini. Adanya pembatasan aktivitas dan kurangnya tenaga kesehatan yang mungkin terjadi pada daerah tertentu dapat mempengaruhi pertemuan tatap muka dengan pasien, sehingga pusat perawatan endokrin perlu lebih aktif mengatur prioritas jadwal kontrol pasien.

    Terapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari infeksi Covid-19, seperti mencuci tangan dengan rutin dibawah air mengalir maupun menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol saat bepergian, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari menyentuh mulut, hidung, maupun mata dengan tangan yang kotor; serta menggunakan masker sesuai dengan anjuran.

    Referensi

    • van Gerwen M, Alsen M, Little C, Barlow J, Naymagon L, Tremblay D, et al. Outcomes of Patients With Hypothyroidism and COVID-19: A Retrospective Cohort Study. Front Endocrinol. 2020;11:565.
    • American Thyroid Association. Hypothyroidism [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
    • British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (Covid-19) [Internet]. UK : British Thyroid Foundation. 2021 [updated 2021 Feb 25; cited 2021 Sep 19].
    • American Thyroid Association. COVID-19 Vaccine: Frequently Asked Questions [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
    • Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021) [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 March 18; cited 2021 Sep 19].

    ID-NONT-00063

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. […]

    5 Syarat Agar Anak Kecil Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Syarat Anak Boleh Masuk Mall ataupun Naik Kereta Api

    Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. Dengan demikian, tidak semua anak kecil boleh naik kereta ataupun masuk mall.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa ada sejumlah perubahan dalam ketentuan perpanjangan PPKM 21 September hingga 4 Oktober ini. Kebijakan tersebut berkaitan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.43 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, level 3, level 2 Coronavirus Disease 2019 di wilayah jawa-Bali.

    Syarat Agar Anak-Anak Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Jika pada aturan PPKM sebelum 21 September anak-anak tidak boleh naik kereta dan masuk mall, namun kini aturan tersebut sudah agak dilonggarkan. Anak kecil boleh masuk mall dan naik kereta asalkan memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

    Berusia di Atas 12 Tahun

    Hanya mereka yang berusia di atas 12 tahun boleh menggunakan transportasi umum seperti kereta api. Begitu juga untuk masuk mall, hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang boleh masuk ke pusat perbelanjaan modern seperti mall.

    Untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun masih boleh masuk ke dalam pusat perbelanjaan namun dengan syarat harus didampingi oleh orang tua dan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini bersifat uji coba dan bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dari pemerintah.

    Harus Sudah Vaksin Covid-19

    Berusia 12 tahun atau lebih saja tidak cukup. Masyarakat umum, terutama anak-anak wajib sudah divaksin minimal dosis pertama agar boleh naik kereta maupun masuk ke dalam mall. Hal yang menarik adalah bahwa jika belum divaksin karena memiliki riwayat penyakit (komorbid) atau karena baru saja sembuh dari Covid maka masih boleh masuk mall dengan syarat menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.

    Tambahan: Jika hendak naik kereta untuk perjalanan jauh, anak kecil wajib menyertakan juga hasil PCR/Swab Antigen dengan hasil negatif.

    Wajib Menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi

    Setelah mendapatkan vaksin, pengunjung mall juga perlu mengunduh aplikasi Peduli Lindungi. Melalui aplikasi Peduli Lindungi, Sahabat Sehat akan mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat digunakan saat memasuki kawasan mall. 

    Nantinya Sahabat Sehat akan diminta untuk melakukan scan QR code yang telah disediakan pengelola mall di area pintu masuk. Jika telah memenuhi semua persyaratan maka pengunjung diperbolehkan masuk mall. Jangan lupa untuk check-out kembali menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat meninggalkan mall.

    Mematuhi Protokol Kesehatan

    Agar diperbolehkan menggunakan transportasi kereta api, anak-anakpun harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dengan baik dan benar, serta menghindari kerumunan. Selain itu juga wajib duduk pada tempat yang sudah disediakan dengan memperhatikan jarak antar penumpang.

    Begitu juga untuk masuk mall. Wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan yang mungkin terjadi di dalam mall.

    Mengikuti Aturan Pihak Mall dan KAI

    Kapasitas pengunjung mall saat ini masih dibatasi maksimal 50% dengan jam operasional mall yang buka hingga pukul 21.00 waktu setempat. Makan ditempat untuk restoran yang berada di dalam bangunan mall masih diperbolehkan dengan durasi 60 menit dengan kapasitas maksimum 50%. Walaupun anak-anak, persyaratan ini wajib dipatuhi.

    Sementara itu, PT KAI memiliki aturan bahwa penumpang harus menunjukkan NIK. Untuk anak-anak yang tidak memiliki NIK akan dimintai menunjukkan sertifikat vasin beserta dengan kartu vaksin. Selama di dalam kereta, anak-anak wajib mengikuti arahan dari petugas.

    Syarat Menonton Bioskop di Dalam Maall

    Kabar terbaru, bioskop pada wilayah PPKM level 2 dan 3 juga telah mendapat izin untuk kembali beroperasi dengan kapasitas pengunjung maksimum 50% dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Anak-anak boleh ikut menonton bioskop di dalam mall dengan syarat tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat selama di dalam mall. Namun sebaiknya anak-anak tetap mendapat pengawasan orang tua selama di dalam bioskop.

    Sahabat Sehat, itulah mengenai informasi terkini perihal aturan PPKM periode 21 September hingga 4 Oktober 2021. Sejalan dengan pembaharuan kebijakan tersebut, Pemerintah terus menghimbau kepada masyarakat agar sekali lagi tidak terhanyut dengan euforia aturan baru PPKM terbaru.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19 baik ke rumah maupun di Klinik Kasih, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatimah S. Jangan Lupa, Ini Syarat Masuk mall Terbaru di Masa PPKM [Internet]. Indonesia :  Detik Finance. 2021 [updated 2021 Sep 14; cited 2021 Sep 22].
    2. Anwar M. PPKM Diperpanjang, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk mall [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 20; cited 2021 Sep 22].
    3. Muhammad A. Simak Aturan Masuk mall dan Pusat Perbelanjaan Terbaru di Masa PPKM Level 3 [Internet]. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22]. Indonesia : SINDOnews.com.
    4. CNN Indonesia. Syarat Anak-anak Boleh ke mall di Era Pelonggaran PPKM [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22].
    Read More

Showing 1–10 of 59 results

Chat Asisten ProSehat aja