Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: vaksinasi

Showing 1–10 of 38 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun orang dewasa, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan bahkan hingga dirawat di rumah sakit. Lalu, bagaimana cara mencegah tipes ? Nah Sahabat Sehat, mari […]

    Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun orang dewasa, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan bahkan hingga dirawat di rumah sakit. Lalu, bagaimana cara mencegah tipes ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut !

    Apa Tanda Menderita Tipes ?

    Gejala dapat dialami dalam 1-3 minggu sejak terpapar bakteri Salmonella. Jika Sahabat Sehat mengalami demam, sebaiknya diperiksakan ke dokter sebab mungkin merupakan tanda menderita tipes. Selain itu, penderita tipes dapat merasakan beberapa keluhan berikut :

    • Lemas
    • Nyeri perut
    • Sakit kepala
    • Diare maupun konstipasi
    • Mual atau muntah
    • Nyeri otot
    • Nafsu makan menurun. 
    • Batuk kering

    Untuk mendiagnosis tipes, nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta meminta Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan lanjutan misal pemeriksaan darah dan feses.

    Baca Juga : Penyebab Tifus

    Vaksin Tifoid Dapat Mencegah Tipes

    Sahabat Sehat dapat mencegah tipes, salah satunya dengan menerima vaksin tifoid. Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin untuk mencegah tipes, yaitu:

    • Vaksin tifoid capsular Vi polisakarida

    Diberikan melalui suntikan, mulai dapat diberikan pada usia diatas 2 tahun dan dapat diulang setiap 3 tahun.

    • Vaksin tifoid oral Ty21a 

    Vaksin diberikan per oral, mulai dapat diberikan pada usia diatas 6 tahun dan dikemas dalam 3 dosis dengan interval pemberian selang sehari (hari 1,3, dan 5). Dapat diulang pemberiannya setiap 3-5 tahun sekali.

    Produk Terkait : Vaksinasi Typhoid Dewasa in Clinic

    Selain dengan pemberian vaksin, Sahabat Sehat tetap perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tipes yaitu :

    • Jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pastikan memasak makanan hingga matang.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, sebelum dan sesudah makan.
    • Hindari minum air mentah
    • Hindari membeli makanan di tempat yang kurang bersih

    Komplikasi Tipes

    Apabila tidak ditangani dengan baik, tipes dapat menimbulkan komplikasi. Tercatat sekitar 1 dari 10 orang yang menderita tipes telah mengalami komplikasi, yang umumnya terjadi pada minggu ke 3 sejak terinfeksi bakteri Salmonella. Komplikasi akibat tipes, antara lain :

    • Luka dan perdarahan saluran cerna
    • Penurunan kesadaran
    • Kurang darah (anemia)
    • Infeksi dan radang paru (pneumonia)
    • Peradangan otot jantung (miokarditis)

    Produk Terkait : Vaksinasi Thypoid

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai cara mencegah tipes, salah satunya dengan di vaksin tifoid sehingga Sahabat Sehat dapat menghindari komplikasi akibat tipes. Sahabat Sehat dapat memanfaatkan layanan vaksinasi Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention.Typhoid Fever and Paratyphoid Fever [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; [cited 2021 June 09]. Available from : https://www.cdc.gov/typhoid-fever/health-professional.html
    2. Mayo Clinic. Typhoid fever [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Nov 03; cited 2021 June 06]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
    3. Satuan Tugas Imunisasi IDAI. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri. 2000, June;02 (01): 43 – 47
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, setiap tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Tahun ini tema peringatan hari lanjut usia adalah “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”. Mengacu data hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020, tercatat dari 270,2 juta jiwa penduduk sekitar 26,4 juta jiwa di antaranya adalah kelompok lansia, […]

    Sentra Vaksinasi Bantu Percepat Vaksinasi Covid-19 Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksinasi Covid-19 bagi lansia

    Sahabat Sehat, setiap tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Tahun ini tema peringatan hari lanjut usia adalah “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”.

    Mengacu data hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020, tercatat dari 270,2 juta jiwa penduduk sekitar 26,4 juta jiwa di antaranya adalah kelompok lansia, yaitu penduduk yang berusia 60 tahun keatas.

    Baca Juga : Olahraga untuk Lansia

    Kesehatan Lansia di Tengah Pandemi Covid-19

    Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini Indonesia serta negara lain di dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan  para lansia di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan memastikan para lansia mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    Seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane bahwa lansia merupakan kelompok rentan sama seperti bayi dan anak karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dewasa muda. 

    Tantangan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Salah satu kendala dalam vaksinasi Covid-19 bagi lansia adalah kurangnya akses ke lokasi vaksinasi sebab kondisi fisik lansia yang telah menurun, serta faktor lain seperti ketiadaan pendamping atau pengasuh lansia, akses transportasi yang sulit, serta riwayat penyakit yang diderita. Hal inilah yang kemudian menghambat para lansia untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

    Baca Juga : Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Sri Rezeki Hadinegoro telah menekankan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir sebab hingga kini kelompok lansia tercatat memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sangat rendah. Efek samping pasca penyuntikan rata-rata bersifat ringan-sedang. Sehingga manfaat vaksin Covid-19 lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Lansia

    Seperti diberitakan sebelumnya, ProSehat turut membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. ProSehat telah bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya di Sentra Vaksinasi Kampus 3 Atma Jaya BSD yang telah memberikan vaksinasi kepada setidaknya 3.000 orang lansia di Kabupaten Tangerang dan petugas pelayanan publik. 

    Selain itu, ProSehat juga telah bekerjasama dengan beberapa pihak lain diantaranya Kolese Kanisius Jakarta, Alumni Kanisius Menteng 64 (AM64), RS St Carolus Jakarta,  dan beberapa pihak lainnya untuk penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Lansia.

    Diharapkan dengan semakin banyaknya Sentra Vaksinasi Lansia, dapat membantu percepatan vaksinasi di Indonesia sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian lansia akibat Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah lanjut usia, sebaiknya turut menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi buah, sayur, serta lakukan olahraga ringan misalnya jalan santai. Jika Sahabat Sehat memiliki riwayat sakit tertentu, jangan lupa melakukan kontrol rutin ke dokter agar kondisi kesehatan terpantau dengan baik.

    Produk Terkait : Perawatan Lansia

    Meski Sahabat Sehat telah divaksin, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Jika selama di rumah Sahabat Sehat mengalami keluhan, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 jam dari ProSehat.  Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Desideria B. Hari Lanjut Usia Nasional, Sayangi Orangtua dengan Memastikan Mereka Divaksinasi COVID-19 [internet]. Indonesia : Liputan 6; 2021 [updated 2021 May 29; cited 2021 May 31]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4569320/hari-lanjut-usia-nasional-sayangi-orangtua-dengan-memastikan-mereka-divaksinasi-covid-19
    2. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Unika Atma Jaya Tuntaskan Vaksinasi 4500 Lansia dan Petugas Pelayan Publik di Jakarta dan Tangerang [internet]. Indonesia : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 May 31]. Available from : https://m.atmajaya.ac.id/web/Konten.aspx?gid=highlight&cid=vaksin-dosis-kedua-4500
    3. Azanella L. Hari Lansia Nasional 29 Mei: Sejarah, Tema, dan Download Logo [internet]. Indonesia : Kompas; 2021 [updated 2021 May 29; cited 2021 May 31]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/29/143000365/hari-lansia-nasional-29-mei–sejarah-tema-dan-download-logo?page=all.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini. Gejala Influenza Infeksi virus influenza pada tubuh […]

    Perlukah Anak Diberi Vaksin Influenza ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini.

    Gejala Influenza

    Infeksi virus influenza pada tubuh ditandai dengan demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung berair ataupun tersumbat, badan terasa nyeri, sakit kepala hingga tubuh terasa lemas.

    Komplikasi Influenza Pada Anak

    Rata-rata infeksi influenza pada anak berusia dibawah 5 tahun memerlukan penanganan medis sebab virus influenza dapat menyebabkan anak sakit hingga dirawat. Tercatat selama periode tahun 2019 hingga 2020 di Amerika Serikat, sebanyak 68,2% dari total 100.000 populasi anak telah menjalani perawatan akibat infeksi influenza. Beberapa komplikasi yang dapat dialami akibat infeksi virus influenza, yaitu :

    • Infeksi dan peradangan paru, misal pneumonia
    • Kekurangan cairan tubuh
    • Gangguan jangka panjang seperti asma
    • Gangguan sinus dan infeksi telinga
    • Gangguan otak, seperti ensefalopati

    Pentingnya Vaksin Influenza Bagi Anak

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Selain itu pemberian vaksin influenza pada anak terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, dapat menurunkan resiko komplikasi akibat influenza.

    Baca Juga : Seberapa Penting Vaksin Influenza

    Kapan Anak Diberikan Vaksin Influenza ?

    Vaksin influenza dapat diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan saat anak berusia 6 bulan keatas. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin influenza sebagai berikut :

    • Pada anak berusia 6-35 bulan, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,25 mL.
    • Pada anak berusia diatas 3 tahun, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,5 mL. 

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 Strain ke rumah 4-8 tahun

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Efek samping pasca pemberian vaksin influenza rata-rata bersifat ringan, seperti nyeri di bekas suntikan, nyeri otot, maupun demam. Jika keluhan berlanjut hingga lebih dari 3 hari, segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

    Sahabat Sehat, selain dengan memberikan vaksin influenza sebaiknya jaga kebersihan rumah dan beri asupan bergizi seimbang untuk mencegah infeksi influenza pada anak. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan vaksinasi untuk anak, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 strain ke rumah

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine for Flu Influenza [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2019 [updated 2019 Aug 2; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/flu.html
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Flu & Young Children [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2021 [updated 2021 May 6; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.cdc.gov/flu/highrisk/children.htm
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III) [internet]; 2015 [updated 2015 May 30; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii 
    Read More
  • Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah.  Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan […]

    Siap Nikah ! Berikut Imunisasi Wajib Bagi Calon Pengantin

    Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah. 

    Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Rabu 23 Desember 2020.

    Lantas, imunisasi apa saja yang wajib bagi para calon pengantin ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Imunisasi Wajib bagi Para Calon Pengantin

    • Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

    Vaksin HPV dapat diberikan kepada calon pengantin wanita maupun pria. Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Bagi calon pengantin wanita, disarankan menjalani imunisasi HPV untuk mengurangi resiko kanker serviks. Sementara bagi pria, vaksin HPV dapat mencegah kutil kelamin serta kanker pada daerah kemaluan dan anus.

    • Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid)

    Pemerintah mewajibkan pemberian vaksin TT bagi calon pengantin wanita sebelum menikah yang bertujuan untuk memberi kekebalan alami bagi para calon ibu terhadap Tetanus. Infeksi tetanus saat hamil maupun proses persalinan, dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi. Jika sebelumnya sudah pernah menerima vaksin DPT, maka tidak perlu diberikan vaksin TT. Disarankan untuk melakukan vaksinasi DPT ulang setiap 10 tahun sekali.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    • MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella. Apabila Ibu hamil menderita salah satu penyakit tersebut selama masa kehamilan, maka beresiko mengalami keguguran maupun cacat bawaan pada janin.

    Sebagai tambahan, penyakit gondongan dapat menimbulkan resiko kemandulan baik pada pria maupun wanita. 

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    • Vaksin Varicella Zoster

    Vaksin Varicella Zoster berperan untuk melindungi Ibu dari cacar air dan herpes, terutama selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan penyakit cacar air yang terjadi saat hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Namun vaksin Varicella Zoster tidak dapat diberikan bagi Ibu yang sedang hamil. Setelah menerima vaksin, Sahabat Sehat disarankan menunggu setidaknya satu bulan sebelum merencanakan kehamilan. 

    • Vaksin Hepatitis B

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah vaksin hepatitis B. Virus Hepatitis B dapat ditularkan melalui transfusi darah maupun hubungan seksual. Vaksin Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yang berjarak 1 bulan antara pemberian pertama dan kedua, kemudian 6 bulan untuk pemberian selanjutnya. 

    Produk Terkait:

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai imunisasi wajib bagi para calon pengantin. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa menggunakan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Ayo Bandung. 3 Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Menikah untuk Cegah PMS [internet]. Indonesia : Ayo Bandung; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://ayobandung.com/read/2020/09/03/125266/3-vaksin-yang-dianjurkan-sebelum-menikah-untuk-cegah-pms
    2. Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Vaksin Bagi Persiapan Menikah dan Perjalanan [internet]. Indonesia : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://covid19.go.id/p/vaksin/vaksin-bagi-persiapan-menikah-dan-perjalanan 
    3. Natasha M. Siapa Sangka, Vaksin HPV Bisa Dipakai Pria untuk Cegah Kanker dan Kutil Kelamin [internet]. Indonesia : Detikhealth; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4652248/siapa-sangka-vaksin-hpv-bisa-dipakai-pria-untuk-cegah-kanker-dan-kutil-kelamin
    4. Triadanti. 6 Vaksin Penting ini Sangat Dianjurkan untuk Kamu Sebelum Menikah [internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://www.idntimes.com/health/medical/danti/vaksin-penting-sebelum-menikah/6 
    Read More
  • Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]

    Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19

    Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

    pekan imunisasi dunia

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa angka kesakitan dan kematian masyarakat golongan lanjut usia (lansia) akibat penyakit  Covid-19 mencapai 50%. Hal ini yang membuat para lansia menjadi golongan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemenkes.go.id. per 26 April 2021, diketahui jumlah lansia yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 11.2% dan baru 6.18% lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dari target 21.553.18 orang lansia.

    Beberapa faktor seperti masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19, dan riwayat penyakit yang diderita sebelumnya menjadi alasan jumlah peserta vaksin lansia masih rendah.

    Baca Juga: Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Pentingnya edukasi pada Pekan Imunisasi Dunia juga diungkapkan oleh Prof. Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang merupakan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) bahwa edukasi sangat penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi jangka panjang.

    Meskipun seseorang sudah pernah divaksin Covid-19 masih tetap berisiko terpapar penyakit, gejala yang dialami akan lebih ringan karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi.

    Prof. Soedjatmiko meminta kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal serta meminta kepada semua pihak untuk terus aktif mengkampanyekan pentingnya vaksin dan imunisasi karena lebih banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan efek samping yang dialami.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, rupanya vaksin dan imunisasi sangat penting. Sahabat Sehat dan keluarga disarankan agar tidak ragu untuk disuntik vaksin, sehingga dapat melindungi dari beragam penyakit. Sahabat Sehat dapat menggunakan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pekan Imunisasi Dunia Jadi Momentum Dorong Lansia Vaksinasi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/25/130500223/pekan-imunisasi-dunia-jadi-momentum-dorong-lansia-vaksinasi-covid-19?page=all
    2. Pekan Imunisasi Dunia, momentum edukasi vaksinasi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2122886/pekan-imunisasi-dunia-momentum-edukasi-vaksinasi-covid-19
    3. Vaksin Dashboard [Internet]. Vaksin.kemkes.go.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
    Read More
  • Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin […]

    Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1

    Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Perilaku ini tetap harus dijalankan meskipun vaksin sudah bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia (dengan beberapa kelompok diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu, misalnya tenaga kesehatan). Selain 3M, jangan lupa untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment).

    vaksin itu baik dan perlu

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi ke depannya, pemerintah sudah memulai kampanye #VaksinItuBaik.

    Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui manfaat vaksinasi dalam mencegah suatu penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

    Sebelum adanya vaksin Covid-19 ini, sudah banyak vaksin yang dibuat untuk menangkal beberapa penyakit menular, seperti vaksin flu, hepatitis, rotavirus, HPV, pneumokokus, MR, campak, Polio, dan DPT. Vaksin-vaksin ini ada yang tersedia untuk anak dan/atau orang dewasa.

    Lalu, Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vaksinasi merupakan tindakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang (biasanya melalui suntikan, bisa juga melalui oral atau dihirup) dengan tujuan agar orang tersebut terhindar dari penyakit menular dan mematikan.2

    Vaksinasi sangat erat kaitannya dngan sistem kekebalan tubuh. Antigen berupa virus/bakteri yang dilemahkan atau komponen dari virus/penyebab penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh ini akan menghasilkan kekebalan dengan membentuk antibodi untuk melawan virus/bakteri yang menginfeksi tubuh.

    Saat virus/balteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun tubuh sudah mengenali dan mengetahui cara melawannya.3,4

    Vaksinasi bermanfaat sebagai pencegah dan proteksi dini terhadap penyakit, terutama pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Berikut ini adalah rangkuman beberapa manfaat vaksinasi:

    Mencegah Penyebaran Penyakit

    Pemberian vaksin dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular dan mematikan. Sebelum Covid-19, terdapat penyakit yang juga sangat menular, seperti campak dan pertusis yang menyebabkan banyak kasus kematian terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.2

    Produk Terkait: Jual Layanan Vaksinasi TDaP ke Rumah

    Melindungi Diri dari Risiko Cacat dan Kematian

    Pada kenyataannya, vaksinasi juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada tubuh.

    Contohnya adalah vaksinasi polio pada anak-anak yang dapat membantu mereka terhindar dari polio, suatu penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan.

    Vaksinasi campak dan rubella dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya atau kepada bayi yang baru lahir secara drastis.2

    Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Investasi kesehatan jangka panjang tidak hanya didapatkan dari olahraga atau pola hidup sehat, tetapi juga dengan vaksinasi. Pemberian vaksin akan menghindarkan seseorang dari penyakit berkepanjangan, sehingga tidak akan mudah sakit-sakitan dan tidak perlu ke rumah sakit untuk pengobatan. Dengan demikian, Sahabat akan lebih hemat secara finansial.2

    Menciptakan Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu suatu kondisi dimana sebagian besar masyarakatnya sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat yang bukan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.3

    Jenis-jenis Vaksin

    Untuk Anak-anak

    Untuk anak-anak terdapat beberapa jenis vaksin penting untuk tumbuh-kembang mereka, yaitu:5

    • BCG
    • DTP
    • Campak
    • Cacar air
    • Hepatitis B
    • Pneumokokus
    • Hib
    • Flu
    • MMR
    • Polio
    • Rotavirus

    Untuk Dewasa

    Sedangkan untuk dewasa, terutama kelompok umur 19-65 tahun adalah sebagai berikut:6

    • Flu
    • HPV
    • Tdap
    • Pneumonia
    • Hepatitis B
    • Varisela

    Pemberian vaksin kepada orang dewasa tetap harus dilakukan dan diperlukan sebab bagaimanapun juga orang dewasa juga tidak bebas dari serangan penyakit. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko terkena penyakit, seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, dan kondisi kesehatan.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya!

    Cara Vaksinasi ke Rumah

    Vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penyakit. Terutama, pemberian vaksin menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini.

    Vaksinasi anak-anak yang sudah dijadwalkan harus tetap dijalankan karena apabila melewati jadwal yang ditetapkan, hal tersebut akan berpengaruh kepada tumbuh-kembang anak.

    Tentu saja, di masa pandemi ini semua orang ragu untuk ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjalankan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan, membatasi jumlah pengunjung, melakukan layanan secara privat kepada dokter vaksinasi dan imunisasi di kediaman sang dokter, atau vaksinasi ke rumah.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Vaksinasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan vaksinasi di rumah, harapannya proses vaksinasi akan lebih aman dan nyaman, baik untuk yang divaksinasi maupun yang memberikan vaksinasi.

    Sahabat Sehat bisa melakukan vaksinasi di rumah dengan Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya adalah dengan mengakses website atau aplikasi Prosehat, lalu pilih kategori Imunisasi Anak dan Vaksinasi Dewasa. Layanan vaksinasi ke Rumah dari Prosehat ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi ke rumah ini, Sahabat dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit [Internet]. Bengkulutoday.com. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.bengkulutoday.com/manfaat-vaksin-penting-untuk-mencegah-penularan-penyakit
    3. Pratomo HB. Mengungkap Manfaat Vaksin Bagi Kehidupan Manusia [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/mengungkap-manfaat-vaksin-bagi-kehidupan-manusia.html
    4. Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/170000023/mengapa-vaksinasi-berkaitan-dengan-sistem-kekebalan-tubuh-manusia-?page=all
    5. 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/11-jenis-imunisasi-yang-disarankan-untuk-bayi-0-12-bulan-dan-jadwal-pemberiannya/
    6. Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun [Internet]. tirto.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://tirto.id/jenis-vaksin-yang-dibutuhkan-orang-dewasa-usia-19-65-tahun-ellZ
    Read More
  • Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1 Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis Meskipun biasanya […]

    Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1

    vaksin influenza trivalen atau quadrivalen

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Meskipun biasanya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, influenza dapat menyebabkan sakit berat hingga kematian. Sakit berat dan komplikasi lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun, lansia, wanita hamil, dan juga orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.2,3

    Vaksin influenza merupakan vaksin yang mampu melindungi Anda dari penyakit influenza dengan cara membentuk antibodi yang akan terbentuk 2 minggu setelah vaksinasi. Antibodi yang terbentuk akan mengurangi risiko Sahabat Sehat tertular penyakit flu dan mencegah terjadinya infeksi berat. Vaksin influenza disarankan untuk dilakukan 1 tahun sekali yang dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Pada negara 4 musim, vaksin influenza disarankan untuk dilakukan sebelum musim dingin, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis influenza dapat terjadi kapan saja, sehingga vaksin dapat dilakukan sepanjang tahun.4,5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Terdapat 2 jenis utama virus influenza yang menyebabkan penyakit flu, yaitu tipe A (H1N1 dan H3N2) dan tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Di Indonesia terdapat 2 jenis vaksin influenza yang tersedia, yaitu:6

    • Vaksin influenza trivalen: melindungi dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).
    • Vaksin influenza quadrivalen: melindungi dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) akan memberi rekomendasi kandungan strain vaksin influenza trivalent (salah satu antara Yamagata atau Victoria), sesuai dengan survei yang telah dilakukan untuk menentukan kira-kira virus tipe B mana yang sedang beredar. Sedangkan vaksin influenza quadrivalen memiliki kedua virus tipe B. Semakin banyak strain virus yang terkandung dalam vaksin, semakin baik kemampuan proteksinya. Dengan begitu, vaksin influenza quadrivalen memiliki jangkauan perlindungan yang lebih luas dibandingkan dengan vaksin influenza trivalen. Meskipun begitu, vaksin influenza trivalen masih dirasa cukup untuk melindungi dari virus flu. Jika Sahabat Sehat sudah mendapat 1 dosis vaksin trivalen, tidak perlu untuk mendapat vaksin quadrivalen, kecuali memang diindikasikan untuk mendapat lebih dari 1 dosis. Anda hanya perlu mengulang vaksin influenza 1 tahun kemudian.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sahabat ingin vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. World Health Organization. Influenza (seasonal). 2018. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (flu). 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    1. Mayo Clinic. Influenza (flu). 2020. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Key fact about flu vaccines. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#benefits
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza what  you need to know. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Types of influenza viruses. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    5. immunization Action Coalition. Ask the expert influenza. 2020. Available at: https://www.immunize.org/askexperts/experts_inf.asp
    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More
  • Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam. Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak […]

    Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam.

    demam setelah divaksin

    Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping yang serius.

    Dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah dijelaskan secara umum bahwa, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh ataupun apabila terjadi hanya menimbulkan reaksi yang ringan.

    Vaksinasi memicu perlawanan tubuh akan infeksi dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung di dalam vaksin. Pemberian vaksin ini dapat memicu reaksi lokal atau sistemik (seluruh tubuh), seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam. Demam yang terjadi adalah bagian dari respon imun.

    Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi biasanya ditentukan oleh jenis vaksinnya.

    Dalam surat keputusan yang ditetapkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin lainnya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, demam adalah efek samping yang umum dari vaksinasi. Jadi, Sahabat Sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Alasan Munculnya Demam Setelah Divaksin

    Sahabat Sehat harus tahu, pada awalnya, tubuh belum mengenali virus dan dianggap seperti benda asing. Ketika disuntikkan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi/kekebalan tubuh untuk mengenali protein virus.

    Karena sistem kekebalan tubuh dihidupkan oleh vaksin, tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan mediator radang atau inflamasi yang menyebabkan demam. Terkadang, reaksi tubuh terhadap vaksin ini berbeda-beda, sehingga tidak semua orang yang divaksin akan mengalami demam.

    Tidak Perlu Khawatir

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika setelah vaksinasi mengalami demam karena demam pasca vaksinasi dalam konteks efek samping vaksin adalah suatu hal yang normal. Biasanya efek samping pasca vaksin akan cenderung hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Untuk mengatasi reaksi seperti demam, petugas kesehatan biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, mengompres atau mandi air hangat, dan meminum obat parasetamol sesuai dosis.

    Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila terdapat gejala tambahan, seperti sakit di leher, diare, sesak napas ataupun batuk, atau pun bila Sahabat memiliki beberapa pertanyaan terkait reaksi pasca vaksin.

    Produk Terkait: Jual Obat Batuk

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala demam setelah divaksin, Sahabat harus bisa memastikan tubuh mendapat waktu tidur dan asupan air yang cukup karena hidrasi dan istirahat yang cukup bisa bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca vaksinasi.

    Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pasca vaksin Covid-19 Sinovac, menjawab pertanyaan mengenai laporan efek samping dari beberapa orang seperti demam hingga lemas. Sebagian besar gejala pasca vaksin merupakan gejala ringan, seperti demam, pegal, nyari tempat suntikan, dan kemerahan, yang pada umumnya tidak memerlukan pengobatan.

    Namun, apabila didapatkan reaksi berat pasca vaksin dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit komorbid, pasien mungkin perlu rawat inap dan membutuhkan tindakan segera.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah paham kan mengapa Sahabat Sehat bisa mengalami demam setelah vaksin. Demam memang efek samping ringan yang umum ditemukan dari vaksin Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang memang mengalami efek samping demam karena vaksin Covid-19, tidak perlu khawatir. Sahabat hanya perlu menjaga asupan cairan dan istirahat cukup. Perlu diingat juga, biasanya, efek samping ringan dari vaksin Covid-19 bisa hilang dengan sendirinya hanya dalam waktu beberapa hari.

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa keluhan tidak kunjung hilang atau bertambah berat, Sahabat bisa segera melapor ke dokter dan menceritakan keluhan yang dirasakan.

    Satu hal yang perlu diingat juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, bukan berarti Sahabat Sehat tidak bisa terpapar Covid-19. Sahabat Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga diri sendiri dan juga keluarga agar terhindar dari virus yang berbahaya ini. Sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir di Indonesia atau bahkan dunia, Sahabat Sehat baru bisa sedikit melonggarkan kebiasaan-kebiasaan seperti sekarang.

    Terakhir, jangan takut divaksin hanya karena takut terjadi efek samping yang didapat oleh tubuh. Dukung lah pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, agar Indonesia segera bebas dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar vaksinasi Covid-19 Sahabat bisa mengonsultasikannya pada para dokter di Prosehat melalui layanan konsultasi online. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. 3 Reaksi yang Mungkin Terjadi Setelah Divaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/14/140700468/3-reaksi-yang-mungkin-terjadi-setelah-divaksin-covid-19?page=all[Accessed 20 March 2021].
    2. Astutik, Y., 2021. Dari Demam Hingga Lemas, Ini Efek Samping Pasca Vaksin Covid. [online] news. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120132626-4-217424/dari-demam-hingga-lemas-ini-efek-samping-pasca-vaksin-covid. [Accessed 20 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/25/105109320/jika-demam-pasca-vaksinasi-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all. [Accessed 20 March 2021].

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi. Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat […]

    Daftar Makanan Boleh dan Tidak Boleh Setelah Vaksinasi Apa Saja?

    Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi.

    makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tingkat efektivitas vaksin yang telah diberikan atau telah masuk ke dalam tubuh.

    Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah vaksinasi, agar vaksin tetap bekerja secara efektif

    Minuman bersoda atau manis

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan vaksinasi, Sahabat Sehat disarankan tidak mengonsumsi minuman yang bersoda ataupun manis. Pasalnya, minuman jenis ini tidak memiliki satu pun manfaat bagi kesehatan.

    Bahkan, minuman bersoda dan manis berisiko menambah berat badan, penyakit diabetes, kerusakan pada gigi, pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi risiko kesehatan lainnya.

    Minuman beralkohol

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari atau tidak meminum minuman beralkohol setelah divaksinasi. Alkohol dikhawatirkan dapat mempengaruhi respons vaksin dalam membentuk pertahanan melawan virus.

    Sebuah studi pernah menemukan bahwa mengonsumsi alkohol akan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, setelah Sahabat Sehat melakukan vaksinasi lebih baik jangan dulu atau menghindari minuman beralkohol.

    Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji sangat jelas bukan pilihan yang tepat apabila dikonsumsi sehabis vaksin. Makanan cepat saji dibuat melalui proses yang tinggi dengan tambahan lemak jenuh dan juga garam yang tinggi. Sehingga, tidak baik dikonsumsi jika Sahabat Sehat selesai melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Minuman berenergi

    Minuman berenergi mengandung stimulan, seperti kafein yang bisa membebani kelenjar adrenal dan bersifat adiktif. Bahkan, bukan hanya mengandung stimulan seperti kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula dengan jumlah yang cukup tinggi.

    Makanan olahan

    Makanan olahan bisa didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya atau dilakukan dengan proses pabrik. Makanan seperti ini biasanya dilakukan dengan proses tinggi, yang cenderung dibuat dengan bahan yang tidak sehat, seperti gula dan lemak jenuh.

    Sebagian Sahabat Sehat yang telah melakukan vaksinasi mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang didapat. Efek samping tersebut bisa diakibatkan dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh karena tubuh bereaksi terhadap protein dan bekerja melawan infeksi yang dirangsang oleh pemberian vaksin. Demam, nyeri lengan, nyeri tubuh, dan pegal merupakan beberapa gejala yang umum ditemukan setelah vaksinasi.

    Dengan demikian, Sahabat Sehat juga juga disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan untuk menambah kekebalan tubuh agar mendukung pemulihan yang cepat.

    Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah vaksinasi

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi

    Asupan yang mengandung air tinggi sangat penting guna meringankan efek samping setelah vaksin. Jadi, apabila Sahabat Sehat merasa tidak enak badan setelah mendapatkan vaksin Covid-19, makanan yang cocok dikonsumsi adalah makanan yang berkuah atau makanan yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan juga brokoli.

    Jenis sayuran yang disebutkan tersebut diketahui mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Mengonsumsi sup ayam

    Penelitian dalam jurnal Chest membuktikan bahwa sup ayam mengandung anti-inflamasi ringan. Meskipun tidak pasti elemen mana yang bisa membantu dan memiliki efek pengobatan yang bermanfaat, komponen yang ada di dalam sup ayam, seperti ayam, wortel, selederi, peterseli, garam, dan merica diketahui bisa membantu dalam melawan peradangan.

    Sup kaldu tulang

    Sup kaldu tulang mengandung asam amino yang disebut glisin dan arginin, yang memang diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Jadi, jika Sahabat Sehat tidak ingin makan apa pun, Sahabat Sehat cukup saja menyesap kuah dari kaldu tulang.

    Makanan vegetarian

    Jika Sahabat Sehat adalah orang yang tidak mengonsumsi daging atau biasa disebut vegetarian, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi sup yang berisi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan brokoli.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah vaksin dan tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin. Mulai sekarang, perhatikan ya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jangan sampai setelah Sahabat Sehat melakukan vaksin, bukan kekebalan tubuh yang didapat, tetapi mengakibatkan sakit. Jangan lupa juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena vaksinasi bukan berarti tidak akan terpapar Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar vaksinasi Covid-19, silakan konsultasikan secara online dengan dokter-dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Republika Online. 2021. Ini Makanan yang Direkomendasikan Usai Vaksin Covid-19 Republika Online. [online] Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpnnfb423/ini-makanan-yang-direkomendasikan-usai-vaksin-covid19-part1 [Accessed 20 March 2021].
    2. Media, K., 2021. Tidak Enak Badan Usai Dapat Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/03/05/180800868/tidak-enak-badan-usai-dapat-vaksin-covid-19-coba-konsumsi-makanan-ini?page=all [Accessed 20 March 2021].
    3. Kusumo, R., 2021. Catat! 5 Makanan yang ‘Diharamkan’ Setelah Vaksin Corona. [online] lifestyle. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210314133427-33-229981/catat-5-makanan-yang-diharamkan-setelah-vaksin-corona [Accessed 20 March 2021].
    Read More

Showing 1–10 of 38 results

Chat Asisten ProSehat aja