Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: vaksinasi

Showing 31–40 of 70 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, program vaksinasi Covid-19 adalah salah satu langkah Pemerintah dalam memutus rantai penularan virus Covid-19. Namun belakangan beredar informasi bahwa vaksin Covid-19 berdampak pada siklus menstruasi. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini. Bagaimana Siklus Menstruasi yang Baik? Siklus menstruasi merupakan […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Berdampak Pada Siklus Menstruasi?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Sahabat Sehat, program vaksinasi Covid-19 adalah salah satu langkah Pemerintah dalam memutus rantai penularan virus Covid-19. Namun belakangan beredar informasi bahwa vaksin Covid-19 berdampak pada siklus menstruasi. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini.

    Bagaimana Siklus Menstruasi yang Baik?

    Siklus menstruasi merupakan kondisi alami pada tubuh wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina karena sel telur didalam rahim tidak dibuahi oleh sel sperma.  Hormon yang berperan dalam siklus menstruasi diproduksi oleh kelenjar pituitari dalam otak. Idealnya siklus haid berada pada rentang 21-35 hari, dengan rata-rata berkisar pada 28 hari. Sahabat Sehat perlu waspada jika mengalami gangguan menstruasi, seperti berikut:

    • Tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 3 periode berturut-turut
    • Siklus menstruasi terjadi selama kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
    • Darah menstruasi yang keluar tidak seperti biasanya, lebih banyak atau hanya sedikit
    • Menstruasi terjadi selama lebih dari 7 hari
    • Terasa nyeri, kram perut, mual, dan muntah hebat saat menstruasi

    Baca Juga : Ciri Wanita Sehat

    Apa Dampak Vaksinasi Covid-19 Pada Siklus Menstruasi?

    Beberapa pakar menyimpulkan bahwa vaksin berdampak pada siklus menstruasi sehingga sebagian wanita dapat mengalami  perubahan siklus menstruasi namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampak vaksin Covid-19 pada siklus menstruasi. Selain itu dalam uji klinis berbagai jenis vaksin Covid-19, hingga kini belum ada bukti yang menyebutkan efek samping seperti pendarahan maupun perubahan siklus menstruasi.

    Baca Juga : Mitos atau Fakta Khasiat Minum Soda bagi yang Telat Menstruasi

    Bolehkah Disuntik Vaksin Covid-19 Saat Menstruasi?

    Sahabat Sehat, menstruasi tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak melakukan vaksinasi Covid-19. Hanya orang dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin serta mereka yang memiliki riwayat penyakit komorbid yang diharuskan melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin Covid-19. Berikut ini beberapa kriteria penerima vaksin Covid-19, yaitu:

    • Tidak sedang menderita Covid-19 atau telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 selama 3 bulan terakhir.
    • Suhu tubuh normal dan dibawah 37,5°C.
    • Tekanan darah dibawah 180/110 mmHg.
    • Sedang tidak hamil, namun ibu menyusui masih diizinkan menerima vaksin Covid-19.
    • Tidak sedang mengalami gejala ISPA seperti batuk atau pilek dalam 7 hari terakhir.
    • Tidak memiliki riwayat alergi vaksin.
    • Bagi penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, vaksin dapat diberikan jika kondisi stabil dan dalam pantauan dokter.
    • Bagi penderita HIV, vaksin dapat diberikan apabila hasil pemeriksaan CD4 lebih dari 200 sel per milimeter kubik darah.
    • Bagi penderita penyakit paru seperti PPOK dan asma dapat diberikan vaksin jika kondisinya telah terkontrol.
    • Penderita TBC dapat divaksinasi setelah mengkonsumsi obat antituberkulosis secara teratur selama minimal 2 minggu.

    Layanan Terkait : Vaksinasi HPV

    Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 ?

    Sebagian orang yang telah menerima vaksin Covid-19 diketahui mengalami efek samping yang tergolong ringan-sedang. Meski demikian, tidak semua orang yang menerima vaksin akan mengalami efek samping. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang secara umum dialami setelah menerima vaksinasi Covid-19, yaitu :

    • Nyeri, kemerahan, dan bengkak di bekas suntikan
    • Kelelahan
    • Nyeri otot
    • Sakit kepala
    • Demam
    • Mual

    Untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman di bekas suntikan, Sahabat Sehat dianjurkan mengompres dengan menggunakan air hangat. Jika diperlukan dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti Paracetamol.  

    Namun apabila keluhan tak kunjung mereda setelah 24 jam atau timbul keluhan lain seperti sakit kepala berat maupun kemerahan pada kulit yang terasa gatal, maka sebaiknya jangan tunda diperiksakan ke dokter maupun fasilitas kesehatan terdekat.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai kebenaran dampak vaksinasi Covid-19 pada siklus menstruasi. Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Centers for Disease Control and Prevention. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 July 12]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/expect/after.html 
    2. Mayo Clinic. 2021. Menstrual cycle: What’s normal, what’s not [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 April 29; cited 2021 July 12]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/menstrual-cycle/art-20047186 
    3. Pratiei R. Bagaimana Efek Vaksin Covid-19 pada Siklus Menstruasi? [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 21; cited 2021 July 12]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/06/21/162523920/bagaimana-efek-vaksin-covid-19-pada-siklus-menstruasi?page=all
    4. Moreira J. Can You Get the COVID-19 Vaccine on Your Period? [Internet]. USA : Very Well Health. 2021 2021 [updated 2021 April 09; cited 2021 July 12]. Available from: https://www.verywellhealth.com/menstrual-periods-covid-19-vaccine-5120993 
    Read More
  • Bagaimana Atasi Demam Pasca Vaksinasi Covid-19 ?

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    demam setelah divaksin

    Sahabat Sehat, vaksin Covid-19 diketahui bermanfaat untuk membentuk sistem kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19. Meski demikian, vaksin Covid-19 tidak menjamin 100% terhindar dari infeksi virus Covid-19 namun vaksinasi dapat membentuk sistem kekebalan tubuh dan mencegah timbulnya gejala berat jika Sahabat Sehat terinfeksi virus SARS-COV-2. 

    Setelah divaksin, sebagian orang dapat mengalami reaksi efek samping yang bervariasi mulai dari reaksi ringan hingga berat.1 Nah Sahabat Sehat, apakah mengalami demam atau lemas setelah divaksin ? Mari simak penjelasan berkut.

    Efek Samping Pasca Vaksinasi

    Vaksin dirancang untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Sangatlah wajar apabila tubuh mengalami efek samping baik ringan hingga sedang pasca vaksinasi. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh memerintahkan tubuh membentuk pertahanan dengan cara meningkatkan aliran darah yang berdampak pada peningkatan suhu tubuh akibat proses melawan virus dari vaksin yang disuntikkan.1,2

    Baca Juga : Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak

    Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 ?

    Sama seperti vaksin lainnya, vaksin Covid-19 dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Berdasarkan penelitian, efek samping pasca vaksinasi Covid-19 bersifat ringan dan tidak berlangsung lama. 

    Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dapat Sahabat Sehat alami pasca disuntik vaksin Covid-19 :

    • Demam
    • Nyeri pada tempat suntikan
    • Lelah
    • Nyeri kepala
    • Nyeri otot
    • Menggigil 
    • Diare

    Efek samping yang sering dialami pasca vaksinasi adalah demam. Meski demikian, demam pasca vaksinasi juga mungkin disebabkan karena adanya reaksi tubuh dengan bahan yang terkandung di dalam vaksin seperti bahan pelarut, penstabil dan pengawet vaksin.1,2,3 Normalnya, demam dapat terjadi dalam kurun waktu 48 jam pertama setelah mendapatkan vaksinasi. 

    Baca Juga : Demam Setelah Divaksin

    Bagi Sahabat Sehat yang mengalami demam pasca vaksinasi tidak memerlukan isolasi mandiri, terkecuali masuk dalam kriteria berikut :

    • Baru saja kontak dengan pasien yang terkonfirmasi menderita Covid-19
    • Tinggal dengan seseorang yang baru saja terkonfirmasi menderita Covid-19
    • Tinggal dengan seseorang yang menunjukkan gejala Covid-19.2

    Bolehkah Minum Obat Penurun Demam Setelah Vaksin ?

    Sahabat Sehat, salah satu obat penurun demam maupun pereda nyeri yang dapat dikonsumsi adalah Paracetamol. Jika Sahabat Sehat mengalami demam (suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih), atau terasa nyeri di tubuh setelah menjalani vaksinasi, maka sebaiknya konsumsi obat Parasetamol lebih dulu sebagai penanganan awal. Gunakan obat sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasannya.4 Selain itu, Sahabat Sehat dapat memberikan kompres air hangat pada dahi untuk menurunkan demam. 

    WHO (World Health Organization) tidak menganjurkan konsumsi obat Paracetamol sebelum vaksinasi dengan tujuan untuk mencegah efek samping demam karena dikhawatirkan obat dapat mengganggu kerja vaksin yang akan diberikan. Namun, Paracetamol dapat diberikan setelah vaksinasi apabila Sahabat Sehat mengalami demam. Berikut beberapa hal lain yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah : 

    • Minum air putih yang cukup, yaitu minimal 2 L per hari 
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah dan sayur 
    • Hindari konsumsi alkohol dan minuman berkafein.2,4

    Baca Juga : Imun untuk Lawan Corona

    Waspadai Hal Berikut

    Apabila demam tak kunjung mereda hingga lebih dari 48 jam setelah vaksinasi atau jika mengalami keluhan lain seperti : sakit kepala hebat, sesak nafas, ruam kemerahan diseluruh tubuh yang disertai gatal, dan lemas, maka sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke Dokter.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara mengatasi demam pasca vaksinasi Covid-19. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi

    1. World Health Organization. Side Effects of COVID-19 Vaccines [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 Mar 31; cited 2021 July 07]. Available from: https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/side-effects-of-covid-19-vaccines
    2. National Health Service. Side effects of the coronavirus vaccines [Internet]. UK : National Health Service. 2021 [updated 2021 July 08; cited 2021 July 07]. Available from: https://www.nhsinform.scot/covid-19-vaccine/the-vaccines/side-effects-of-the-coronavirus-vaccines
    3. Johnson H. This is the latest advice around taking paracetamol before and after a Covid jab [Internet]. UK : National World; [cited 7 July 2021]. Available from: https://www.nationalworld.com/health/can-you-take-paracetamol-after-covid-vaccine-effects-of-taking-painkillers-before-and-after-receiving-jab-explained-3229566
    4. Duffield C. Here’s what you need to know about taking painkillers after the having a Covid vaccine [Internet]. UK : Inews. 2021 [updated 2021 July 06; cited 2021 July 07]. Available from: https://inews.co.uk/news/vaccines-can-take-ibuprofen-paracetamol-after-covid-vaccine-nhs-advice-painkillers-1083696
    5. Cube T. Painkillers not recommended before a COVID-19 vaccine – health experts [Internet]. France : Euronews. 2021 [updated 2021 June 23; cited 2021 July 07]. Available from: https://www.euronews.com/2021/06/23/painkillers-not-recommended-before-getting-a-covid-19-vaccine-health-experts-say 
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun orang dewasa, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan bahkan hingga dirawat di rumah sakit. Lalu, bagaimana cara mencegah tipes ? Nah Sahabat Sehat, mari […]

    Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid, disebabkan oleh karena konsumsi makanan maupun minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella. Tipes dapat menyerang anak maupun orang dewasa, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan bahkan hingga dirawat di rumah sakit. Lalu, bagaimana cara mencegah tipes ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut !

    Apa Tanda Menderita Tipes ?

    Gejala dapat dialami dalam 1-3 minggu sejak terpapar bakteri Salmonella. Jika Sahabat Sehat mengalami demam, sebaiknya diperiksakan ke dokter sebab mungkin merupakan tanda menderita tipes. Selain itu, penderita tipes dapat merasakan beberapa keluhan berikut :

    • Lemas
    • Nyeri perut
    • Sakit kepala
    • Diare maupun konstipasi
    • Mual atau muntah
    • Nyeri otot
    • Nafsu makan menurun. 
    • Batuk kering

    Untuk mendiagnosis tipes, nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta meminta Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan lanjutan misal pemeriksaan darah dan feses.

    Baca Juga : Penyebab Tifus

    Vaksin Tifoid Dapat Mencegah Tipes

    Sahabat Sehat dapat mencegah tipes, salah satunya dengan menerima vaksin tifoid. Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin untuk mencegah tipes, yaitu:

    • Vaksin tifoid capsular Vi polisakarida

    Diberikan melalui suntikan, mulai dapat diberikan pada usia diatas 2 tahun dan dapat diulang setiap 3 tahun.

    • Vaksin tifoid oral Ty21a 

    Vaksin diberikan per oral, mulai dapat diberikan pada usia diatas 6 tahun dan dikemas dalam 3 dosis dengan interval pemberian selang sehari (hari 1,3, dan 5). Dapat diulang pemberiannya setiap 3-5 tahun sekali.

    Produk Terkait : Vaksinasi Typhoid Dewasa in Clinic

    Selain dengan pemberian vaksin, Sahabat Sehat tetap perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tipes yaitu :

    • Jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pastikan memasak makanan hingga matang.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, sebelum dan sesudah makan.
    • Hindari minum air mentah
    • Hindari membeli makanan di tempat yang kurang bersih

    Komplikasi Tipes

    Apabila tidak ditangani dengan baik, tipes dapat menimbulkan komplikasi. Tercatat sekitar 1 dari 10 orang yang menderita tipes telah mengalami komplikasi, yang umumnya terjadi pada minggu ke 3 sejak terinfeksi bakteri Salmonella. Komplikasi akibat tipes, antara lain :

    • Luka dan perdarahan saluran cerna
    • Penurunan kesadaran
    • Kurang darah (anemia)
    • Infeksi dan radang paru (pneumonia)
    • Peradangan otot jantung (miokarditis)

    Produk Terkait : Vaksinasi Thypoid

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai cara mencegah tipes, salah satunya dengan di vaksin tifoid sehingga Sahabat Sehat dapat menghindari komplikasi akibat tipes. Sahabat Sehat dapat memanfaatkan layanan vaksinasi Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention.Typhoid Fever and Paratyphoid Fever [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; [cited 2021 June 09]. Available from : https://www.cdc.gov/typhoid-fever/health-professional.html
    2. Mayo Clinic. Typhoid fever [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Nov 03; cited 2021 June 06]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
    3. Satuan Tugas Imunisasi IDAI. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri. 2000, June;02 (01): 43 – 47
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, setiap tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Tahun ini tema peringatan hari lanjut usia adalah “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”. Mengacu data hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020, tercatat dari 270,2 juta jiwa penduduk sekitar 26,4 juta jiwa di antaranya adalah kelompok lansia, […]

    Sentra Vaksinasi Bantu Percepat Vaksinasi Covid-19 Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksinasi Covid-19 bagi lansia

    Sahabat Sehat, setiap tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional. Tahun ini tema peringatan hari lanjut usia adalah “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”.

    Mengacu data hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020, tercatat dari 270,2 juta jiwa penduduk sekitar 26,4 juta jiwa di antaranya adalah kelompok lansia, yaitu penduduk yang berusia 60 tahun keatas.

    Baca Juga : Olahraga untuk Lansia

    Kesehatan Lansia di Tengah Pandemi Covid-19

    Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini Indonesia serta negara lain di dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan  para lansia di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan memastikan para lansia mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    Seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane bahwa lansia merupakan kelompok rentan sama seperti bayi dan anak karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dewasa muda. 

    Tantangan Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Salah satu kendala dalam vaksinasi Covid-19 bagi lansia adalah kurangnya akses ke lokasi vaksinasi sebab kondisi fisik lansia yang telah menurun, serta faktor lain seperti ketiadaan pendamping atau pengasuh lansia, akses transportasi yang sulit, serta riwayat penyakit yang diderita. Hal inilah yang kemudian menghambat para lansia untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

    Baca Juga : Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Sri Rezeki Hadinegoro telah menekankan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir sebab hingga kini kelompok lansia tercatat memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sangat rendah. Efek samping pasca penyuntikan rata-rata bersifat ringan-sedang. Sehingga manfaat vaksin Covid-19 lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Lansia

    Seperti diberitakan sebelumnya, ProSehat turut membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. ProSehat telah bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya di Sentra Vaksinasi Kampus 3 Atma Jaya BSD yang telah memberikan vaksinasi kepada setidaknya 3.000 orang lansia di Kabupaten Tangerang dan petugas pelayanan publik. 

    Selain itu, ProSehat juga telah bekerjasama dengan beberapa pihak lain diantaranya Kolese Kanisius Jakarta, Alumni Kanisius Menteng 64 (AM64), RS St Carolus Jakarta,  dan beberapa pihak lainnya untuk penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Lansia.

    Diharapkan dengan semakin banyaknya Sentra Vaksinasi Lansia, dapat membantu percepatan vaksinasi di Indonesia sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian lansia akibat Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah lanjut usia, sebaiknya turut menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi buah, sayur, serta lakukan olahraga ringan misalnya jalan santai. Jika Sahabat Sehat memiliki riwayat sakit tertentu, jangan lupa melakukan kontrol rutin ke dokter agar kondisi kesehatan terpantau dengan baik.

    Produk Terkait : Perawatan Lansia

    Meski Sahabat Sehat telah divaksin, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Jika selama di rumah Sahabat Sehat mengalami keluhan, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 jam dari ProSehat.  Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Desideria B. Hari Lanjut Usia Nasional, Sayangi Orangtua dengan Memastikan Mereka Divaksinasi COVID-19 [internet]. Indonesia : Liputan 6; 2021 [updated 2021 May 29; cited 2021 May 31]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4569320/hari-lanjut-usia-nasional-sayangi-orangtua-dengan-memastikan-mereka-divaksinasi-covid-19
    2. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Unika Atma Jaya Tuntaskan Vaksinasi 4500 Lansia dan Petugas Pelayan Publik di Jakarta dan Tangerang [internet]. Indonesia : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 May 31]. Available from : https://m.atmajaya.ac.id/web/Konten.aspx?gid=highlight&cid=vaksin-dosis-kedua-4500
    3. Azanella L. Hari Lansia Nasional 29 Mei: Sejarah, Tema, dan Download Logo [internet]. Indonesia : Kompas; 2021 [updated 2021 May 29; cited 2021 May 31]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/29/143000365/hari-lansia-nasional-29-mei–sejarah-tema-dan-download-logo?page=all.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini. Gejala Influenza Infeksi virus influenza pada tubuh […]

    Perlukah Anak Diberi Vaksin Influenza ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Salah satu penyakit yang sering dialami anak adalah batuk dan pilek. Penyebab tersering batuk pilek adalah akibat infeksi virus influenza. Tahukah Sahabat Sehat bahwa infeksi influenza dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini.

    Gejala Influenza

    Infeksi virus influenza pada tubuh ditandai dengan demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung berair ataupun tersumbat, badan terasa nyeri, sakit kepala hingga tubuh terasa lemas.

    Komplikasi Influenza Pada Anak

    Rata-rata infeksi influenza pada anak berusia dibawah 5 tahun memerlukan penanganan medis sebab virus influenza dapat menyebabkan anak sakit hingga dirawat. Tercatat selama periode tahun 2019 hingga 2020 di Amerika Serikat, sebanyak 68,2% dari total 100.000 populasi anak telah menjalani perawatan akibat infeksi influenza. Beberapa komplikasi yang dapat dialami akibat infeksi virus influenza, yaitu :

    • Infeksi dan peradangan paru, misal pneumonia
    • Kekurangan cairan tubuh
    • Gangguan jangka panjang seperti asma
    • Gangguan sinus dan infeksi telinga
    • Gangguan otak, seperti ensefalopati

    Pentingnya Vaksin Influenza Bagi Anak

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Selain itu pemberian vaksin influenza pada anak terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, dapat menurunkan resiko komplikasi akibat influenza.

    Baca Juga : Seberapa Penting Vaksin Influenza

    Kapan Anak Diberikan Vaksin Influenza ?

    Vaksin influenza dapat diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan saat anak berusia 6 bulan keatas. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin influenza sebagai berikut :

    • Pada anak berusia 6-35 bulan, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,25 mL.
    • Pada anak berusia diatas 3 tahun, vaksin influenza diberikan sebanyak 0,5 mL. 

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 Strain ke rumah 4-8 tahun

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Efek samping pasca pemberian vaksin influenza rata-rata bersifat ringan, seperti nyeri di bekas suntikan, nyeri otot, maupun demam. Jika keluhan berlanjut hingga lebih dari 3 hari, segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

    Sahabat Sehat, selain dengan memberikan vaksin influenza sebaiknya jaga kebersihan rumah dan beri asupan bergizi seimbang untuk mencegah infeksi influenza pada anak. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan vaksinasi untuk anak, segera manfaatkan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Produk Terkait : Paket Imunisasi Flu 4 strain ke rumah

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine for Flu Influenza [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2019 [updated 2019 Aug 2; cited 2021 May 25].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Flu & Young Children [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2021 [updated 2021 May 6; cited 2021 May 25].
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III) [internet]; 2015 [updated 2015 May 30; cited 2021 May 25].
    Read More
  • Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah.  Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan […]

    Siap Nikah ! Berikut Imunisasi Wajib Bagi Calon Pengantin

    Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah. 

    Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Rabu 23 Desember 2020.

    Lantas, imunisasi apa saja yang wajib bagi para calon pengantin ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Imunisasi Wajib bagi Para Calon Pengantin

    • Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

    Vaksin HPV dapat diberikan kepada calon pengantin wanita maupun pria. Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Bagi calon pengantin wanita, disarankan menjalani imunisasi HPV untuk mengurangi resiko kanker serviks. Sementara bagi pria, vaksin HPV dapat mencegah kutil kelamin serta kanker pada daerah kemaluan dan anus.

    • Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid)

    Pemerintah mewajibkan pemberian vaksin TT bagi calon pengantin wanita sebelum menikah yang bertujuan untuk memberi kekebalan alami bagi para calon ibu terhadap Tetanus. Infeksi tetanus saat hamil maupun proses persalinan, dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi. Jika sebelumnya sudah pernah menerima vaksin DPT, maka tidak perlu diberikan vaksin TT. Disarankan untuk melakukan vaksinasi DPT ulang setiap 10 tahun sekali.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    • MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella. Apabila Ibu hamil menderita salah satu penyakit tersebut selama masa kehamilan, maka beresiko mengalami keguguran maupun cacat bawaan pada janin.

    Sebagai tambahan, penyakit gondongan dapat menimbulkan resiko kemandulan baik pada pria maupun wanita. 

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    • Vaksin Varicella Zoster

    Vaksin Varicella Zoster berperan untuk melindungi Ibu dari cacar air dan herpes, terutama selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan penyakit cacar air yang terjadi saat hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Namun vaksin Varicella Zoster tidak dapat diberikan bagi Ibu yang sedang hamil. Setelah menerima vaksin, Sahabat Sehat disarankan menunggu setidaknya satu bulan sebelum merencanakan kehamilan. 

    • Vaksin Hepatitis B

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah vaksin hepatitis B. Virus Hepatitis B dapat ditularkan melalui transfusi darah maupun hubungan seksual. Vaksin Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yang berjarak 1 bulan antara pemberian pertama dan kedua, kemudian 6 bulan untuk pemberian selanjutnya. 

    Produk Terkait:

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai imunisasi wajib bagi para calon pengantin. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa menggunakan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Ayo Bandung. 3 Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Menikah untuk Cegah PMS [internet]. Indonesia : Ayo Bandung; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://ayobandung.com/read/2020/09/03/125266/3-vaksin-yang-dianjurkan-sebelum-menikah-untuk-cegah-pms
    2. Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Vaksin Bagi Persiapan Menikah dan Perjalanan [internet]. Indonesia : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://covid19.go.id/p/vaksin/vaksin-bagi-persiapan-menikah-dan-perjalanan 
    3. Natasha M. Siapa Sangka, Vaksin HPV Bisa Dipakai Pria untuk Cegah Kanker dan Kutil Kelamin [internet]. Indonesia : Detikhealth; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4652248/siapa-sangka-vaksin-hpv-bisa-dipakai-pria-untuk-cegah-kanker-dan-kutil-kelamin
    4. Triadanti. 6 Vaksin Penting ini Sangat Dianjurkan untuk Kamu Sebelum Menikah [internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://www.idntimes.com/health/medical/danti/vaksin-penting-sebelum-menikah/6 
    Read More
  • Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]

    Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19

    Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

    pekan imunisasi dunia

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa angka kesakitan dan kematian masyarakat golongan lanjut usia (lansia) akibat penyakit  Covid-19 mencapai 50%. Hal ini yang membuat para lansia menjadi golongan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemenkes.go.id. per 26 April 2021, diketahui jumlah lansia yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 11.2% dan baru 6.18% lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dari target 21.553.18 orang lansia.

    Beberapa faktor seperti masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19, dan riwayat penyakit yang diderita sebelumnya menjadi alasan jumlah peserta vaksin lansia masih rendah.

    Baca Juga: Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Pentingnya edukasi pada Pekan Imunisasi Dunia juga diungkapkan oleh Prof. Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang merupakan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) bahwa edukasi sangat penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi jangka panjang.

    Meskipun seseorang sudah pernah divaksin Covid-19 masih tetap berisiko terpapar penyakit, gejala yang dialami akan lebih ringan karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi.

    Prof. Soedjatmiko meminta kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal serta meminta kepada semua pihak untuk terus aktif mengkampanyekan pentingnya vaksin dan imunisasi karena lebih banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan efek samping yang dialami.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, rupanya vaksin dan imunisasi sangat penting. Sahabat Sehat dan keluarga disarankan agar tidak ragu untuk disuntik vaksin, sehingga dapat melindungi dari beragam penyakit. Sahabat Sehat dapat menggunakan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pekan Imunisasi Dunia Jadi Momentum Dorong Lansia Vaksinasi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/25/130500223/pekan-imunisasi-dunia-jadi-momentum-dorong-lansia-vaksinasi-covid-19?page=all
    2. Pekan Imunisasi Dunia, momentum edukasi vaksinasi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2122886/pekan-imunisasi-dunia-momentum-edukasi-vaksinasi-covid-19
    3. Vaksin Dashboard [Internet]. Vaksin.kemkes.go.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
    Read More
  • Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin […]

    Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1

    Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Perilaku ini tetap harus dijalankan meskipun vaksin sudah bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia (dengan beberapa kelompok diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu, misalnya tenaga kesehatan). Selain 3M, jangan lupa untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment).

    vaksin itu baik dan perlu

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi ke depannya, pemerintah sudah memulai kampanye #VaksinItuBaik.

    Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui manfaat vaksinasi dalam mencegah suatu penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

    Sebelum adanya vaksin Covid-19 ini, sudah banyak vaksin yang dibuat untuk menangkal beberapa penyakit menular, seperti vaksin flu, hepatitis, rotavirus, HPV, pneumokokus, MR, campak, Polio, dan DPT. Vaksin-vaksin ini ada yang tersedia untuk anak dan/atau orang dewasa.

    Lalu, Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vaksinasi merupakan tindakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang (biasanya melalui suntikan, bisa juga melalui oral atau dihirup) dengan tujuan agar orang tersebut terhindar dari penyakit menular dan mematikan.2

    Vaksinasi sangat erat kaitannya dngan sistem kekebalan tubuh. Antigen berupa virus/bakteri yang dilemahkan atau komponen dari virus/penyebab penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh ini akan menghasilkan kekebalan dengan membentuk antibodi untuk melawan virus/bakteri yang menginfeksi tubuh.

    Saat virus/balteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun tubuh sudah mengenali dan mengetahui cara melawannya.3,4

    Vaksinasi bermanfaat sebagai pencegah dan proteksi dini terhadap penyakit, terutama pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Berikut ini adalah rangkuman beberapa manfaat vaksinasi:

    Mencegah Penyebaran Penyakit

    Pemberian vaksin dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular dan mematikan. Sebelum Covid-19, terdapat penyakit yang juga sangat menular, seperti campak dan pertusis yang menyebabkan banyak kasus kematian terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.2

    Produk Terkait: Jual Layanan Vaksinasi TDaP ke Rumah

    Melindungi Diri dari Risiko Cacat dan Kematian

    Pada kenyataannya, vaksinasi juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada tubuh.

    Contohnya adalah vaksinasi polio pada anak-anak yang dapat membantu mereka terhindar dari polio, suatu penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan.

    Vaksinasi campak dan rubella dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya atau kepada bayi yang baru lahir secara drastis.2

    Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Investasi kesehatan jangka panjang tidak hanya didapatkan dari olahraga atau pola hidup sehat, tetapi juga dengan vaksinasi. Pemberian vaksin akan menghindarkan seseorang dari penyakit berkepanjangan, sehingga tidak akan mudah sakit-sakitan dan tidak perlu ke rumah sakit untuk pengobatan. Dengan demikian, Sahabat akan lebih hemat secara finansial.2

    Menciptakan Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu suatu kondisi dimana sebagian besar masyarakatnya sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat yang bukan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.3

    Jenis-jenis Vaksin

    Untuk Anak-anak

    Untuk anak-anak terdapat beberapa jenis vaksin penting untuk tumbuh-kembang mereka, yaitu:5

    • BCG
    • DTP
    • Campak
    • Cacar air
    • Hepatitis B
    • Pneumokokus
    • Hib
    • Flu
    • MMR
    • Polio
    • Rotavirus

    Untuk Dewasa

    Sedangkan untuk dewasa, terutama kelompok umur 19-65 tahun adalah sebagai berikut:6

    • Flu
    • HPV
    • Tdap
    • Pneumonia
    • Hepatitis B
    • Varisela

    Pemberian vaksin kepada orang dewasa tetap harus dilakukan dan diperlukan sebab bagaimanapun juga orang dewasa juga tidak bebas dari serangan penyakit. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko terkena penyakit, seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, dan kondisi kesehatan.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya!

    Cara Vaksinasi ke Rumah

    Vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penyakit. Terutama, pemberian vaksin menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini.

    Vaksinasi anak-anak yang sudah dijadwalkan harus tetap dijalankan karena apabila melewati jadwal yang ditetapkan, hal tersebut akan berpengaruh kepada tumbuh-kembang anak.

    Tentu saja, di masa pandemi ini semua orang ragu untuk ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjalankan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan, membatasi jumlah pengunjung, melakukan layanan secara privat kepada dokter vaksinasi dan imunisasi di kediaman sang dokter, atau vaksinasi ke rumah.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Vaksinasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan vaksinasi di rumah, harapannya proses vaksinasi akan lebih aman dan nyaman, baik untuk yang divaksinasi maupun yang memberikan vaksinasi.

    Sahabat Sehat bisa melakukan vaksinasi di rumah dengan Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya adalah dengan mengakses website atau aplikasi Prosehat, lalu pilih kategori Imunisasi Anak dan Vaksinasi Dewasa. Layanan vaksinasi ke Rumah dari Prosehat ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi ke rumah ini, Sahabat dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit [Internet]. Bengkulutoday.com. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.bengkulutoday.com/manfaat-vaksin-penting-untuk-mencegah-penularan-penyakit
    3. Pratomo HB. Mengungkap Manfaat Vaksin Bagi Kehidupan Manusia [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/mengungkap-manfaat-vaksin-bagi-kehidupan-manusia.html
    4. Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/170000023/mengapa-vaksinasi-berkaitan-dengan-sistem-kekebalan-tubuh-manusia-?page=all
    5. 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/11-jenis-imunisasi-yang-disarankan-untuk-bayi-0-12-bulan-dan-jadwal-pemberiannya/
    6. Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun [Internet]. tirto.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://tirto.id/jenis-vaksin-yang-dibutuhkan-orang-dewasa-usia-19-65-tahun-ellZ
    Read More
  • Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1 Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis Meskipun biasanya […]

    Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Influenza, atau yang sering disebut sebagai flu, merupakan penyakit sistem pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Saat bersin atau batuk, penderita influenza mengeluarkan droplet yang mengandung virus dan dapat menyebar sampai radius 1 meter. Virus juga dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi virus.1

    vaksin influenza trivalen atau quadrivalen

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Meskipun biasanya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, influenza dapat menyebabkan sakit berat hingga kematian. Sakit berat dan komplikasi lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun, lansia, wanita hamil, dan juga orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.2,3

    Vaksin influenza merupakan vaksin yang mampu melindungi Anda dari penyakit influenza dengan cara membentuk antibodi yang akan terbentuk 2 minggu setelah vaksinasi. Antibodi yang terbentuk akan mengurangi risiko Sahabat Sehat tertular penyakit flu dan mencegah terjadinya infeksi berat. Vaksin influenza disarankan untuk dilakukan 1 tahun sekali yang dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Pada negara 4 musim, vaksin influenza disarankan untuk dilakukan sebelum musim dingin, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis influenza dapat terjadi kapan saja, sehingga vaksin dapat dilakukan sepanjang tahun.4,5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Terdapat 2 jenis utama virus influenza yang menyebabkan penyakit flu, yaitu tipe A (H1N1 dan H3N2) dan tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Di Indonesia terdapat 2 jenis vaksin influenza yang tersedia, yaitu:6

    • Vaksin influenza trivalen: melindungi dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).
    • Vaksin influenza quadrivalen: melindungi dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) akan memberi rekomendasi kandungan strain vaksin influenza trivalent (salah satu antara Yamagata atau Victoria), sesuai dengan survei yang telah dilakukan untuk menentukan kira-kira virus tipe B mana yang sedang beredar. Sedangkan vaksin influenza quadrivalen memiliki kedua virus tipe B. Semakin banyak strain virus yang terkandung dalam vaksin, semakin baik kemampuan proteksinya. Dengan begitu, vaksin influenza quadrivalen memiliki jangkauan perlindungan yang lebih luas dibandingkan dengan vaksin influenza trivalen. Meskipun begitu, vaksin influenza trivalen masih dirasa cukup untuk melindungi dari virus flu. Jika Sahabat Sehat sudah mendapat 1 dosis vaksin trivalen, tidak perlu untuk mendapat vaksin quadrivalen, kecuali memang diindikasikan untuk mendapat lebih dari 1 dosis. Anda hanya perlu mengulang vaksin influenza 1 tahun kemudian.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sahabat ingin vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. World Health Organization. Influenza (seasonal). 2018. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (flu). 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    1. Mayo Clinic. Influenza (flu). 2020. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Key fact about flu vaccines. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#benefits
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza what  you need to know. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Types of influenza viruses. 2019. Available at: https://www.cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    5. immunization Action Coalition. Ask the expert influenza. 2020. Available at: https://www.immunize.org/askexperts/experts_inf.asp
    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More

Showing 31–40 of 70 results

Chat Dokter 24 Jam