Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Travelling Sehat

Showing 1–10 of 36 results

  • Melakukan vaksinasi sebelum pergi liburan ke daerah tertentu merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan resiko terjangkitnya penyakit. Vaksinasi yang dilakukan sebelum perjalanan banyak sekali jenisnya, tergantung daerah mana yang akan dikunjungi dan resiko penyakit apa yang ada di negara atau daerah tersebut. Melakukan vaksinasi sebelum bepergian juga bermanfaat agar tidak membawa pulang penyakit tersebut […]

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    Melakukan vaksinasi sebelum pergi liburan ke daerah tertentu merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan resiko terjangkitnya penyakit. Vaksinasi yang dilakukan sebelum perjalanan banyak sekali jenisnya, tergantung daerah mana yang akan dikunjungi dan resiko penyakit apa yang ada di negara atau daerah tersebut.

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    6 Jenis Vaksin Travel yang Penting Sebelum Pergi Liburan

    Melakukan vaksinasi sebelum bepergian juga bermanfaat agar tidak membawa pulang penyakit tersebut ke daerah atau negara asal. Sahabat Sehat, apa saja jenis vaksin yang diperlukan sebelum traveling? Mari simak penjelasan berikut.

    Kapan Melakukan Vaksinasi Sebelum Bepergian?

    Sebelum berencana bepergian, buatlah janji dengan fasilitas kesehatan setempat untuk melakukan berbagai vaksinasi. Beberapa jenis vaksin membutuhkan waktu agar vaksin bekerja terlebih dahulu di dalam tubuh dan memberikan efek perlindungan.

    Vaksinasi sebelum berlibur menjadi hal yang penting terutama saat membawa anak-anak. Sebagai contoh, vaksinasi tifoid yang dapat melindungi dari infeksi Salmonella typhi yang menyebabkan tipes sebaiknya dilakukan sebelum bepergian.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Apa Saja Vaksinasi yang Diperlukan Sebelum Berlibur?

    Untuk memilih vaksinasi apa yang harus dilakukan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat vaksinasi apa saja yang sudah pernah dilakukan, serta ke daerah mana kamu akan berkunjung dan setelah itu dokter akan menentukan vaksinasi yang tepat.

    Berikut ini beberapa contoh vaksinasi yang dapat Sahabat Sehat lakukan sebelum bepergian, antara lain:

    1. Vaksin Meningitis
      Vaksin ini penting terutama bila mengunjungi negara-negara di Afrika. Negara lain seperti Saudi Arabia, Eropa, Australia, dan Amerika juga memiliki kasus meningitis walau tidak sebanyak di Afrika.
    2. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)
      Jika hendak melakukan perjalanan ke negara Afrika (Gana, Kenya dan Nigeria) disarankan untuk melakukan vaksinasi Demam Kuning atau Yellow Fever.
    3. Vaksin Hepatitis A dan B
      Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan.
    4. Vaksin Tifoid dan Paratifoid
      Vaksinasi tifoid dilakukan untuk mencegah penyakit tipes saat melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi tifoid tinggi misalnya negara-negara Asia Tengah (India, Pakistan dan Bangladesh).
    5. Vaksin Influenza
      Apabila hendak berlibur saat musim hujan seperti saat ini, ada baiknya untuk melakukan vaksinasi flu dulu sebelumnya.
    6. Vaksin Japanese Encephalitis
      Negara-negara di Asia dan sebagian Australia adalah daerah endemik penyakit Japanese encephalitis. Untuk menghindari terinfeksi penyakit ini, lakukan vaksinasi Japanese encephalitis minimal 1 bulan sebelumnya.

    Baca Juga: Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Tips Menghindari Penularan Penyakit di Daerah Tujuan

    Ada beberapa hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan saat bepergian untuk mengurangi resiko masalah kesehatan saat berlibur, antara lain:

    • Menerapkan protokol kesehatan
    • Konsumsi makanan dan minuman yang bersih
    • Hindari minum sembarangan dari air keran
    • Lindungi diri dari gigitan serangga dengan menggunakan lotion anti serangga.
    • Gunakan tabir surya dan pelindung matahari lainnya
    • Gunakan perlengkapan alat pelindung keselamatan sesuai dengan aktivitas (misalnya, gunakan sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil di negara tujuan)
    • Berhati-hati dalam kondisi lalu lintas
    • Ketahui cara mendapatkan pertolongan atau kondisi medis ditempat tujuan
    • Berhati-hati dalam menggunakan alkohol dilingkungan yang tidak anda kenal. 

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis vaksin yang penting sebelum berlibur. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Citizens Information. Travelling abroad and vaccinations [Internet]. USA : Citizens Information. 2021.
    2. Chang L. Your Travel Vaccine Checklist [Internet]. USA : WebMD. 2010.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Holiday Tips [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    4. National Health Service. Travel vaccinations [Internet]. UK : National Health Service. 2018.
    Read More
  • Persiapan untuk kuliah dan menjelajah australia harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia. Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati […]

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Persiapan untuk kuliah dan menjelajah australia harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia.

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati oleh calon mahasiswa atau pelajar dari negara Indonesia.

    Agar dapat menikmati pendidikan berkualitas tinggi dan leluasa menjelajah setiap bagian dari Australia, pastikan kamu sudah memiliki kekebalan tubuh yang bagus melalui vaksinasi. Tidak hanya vaksinasi terhadap Covid-19 yang sedang marak, tapi juga jenis lainnya yang tidak kalah penting.

    Vaksinasi Covid-19

    Saat ini vaksinasi Covid-19 sudah menjadi syarat wajib untuk masuk ke seluruh negara.

    Berikut ini jenis vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia:

    • Dua dosis dengan jarak pemberian minimal 14 hari:
      • Astra Zeneca Vaxzevria
      • Astra Zeneca Covishield
      • Pfizer/Biontech Comirnaty
      • Moderna Spikevax ot Takeda
      • Sinovac Coronavac
      • Bharat Biotech Covaxin
      • Sinopharm BBIBP-CorV, untuk pasien dibawah usia 60 tahun
      • Gamaleya Research Institute Sputnik V
      • Novavax/Biocelect Nuvaxoid Atau 1 dosis dari vaksin: Johnson & Johnson / Janssen-Cilag COVID Vaccine

    Pemberian vaksinasi COVID-19 ini paling lambat diberikan 7 hari sebelum melakukan perjalanan ke Australia.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Australia dikagetkan dengan kemunculan virus Japanese encephalitis yang baru muncul pada Maret 2022 lalu. Virus ini telah menginfeksi 17 warga dan menyebabkan 2 diantaranya meninggal dunia. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi.

    Walau virus ini tidak menular antar manusia, sehingga mungkin tidak akan membawa ancaman sebesar virus Corona, akan tetapi konsekuensi dari infeksi virus ini tidak dapat dianggap enteng.

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan atau infeksi otak (ensefalitis) yang serius, ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Tidak hanya dewasa, anak-anak juga dapat terinfeksi virus ini, terutama usia 0-14 tahun.

    Baca Juga: Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Vaksin Hepatitis A dan B

    Vaksin hepatitis A dan B biasanya sudah dilengkapi saat usia anak-anak. Namun, ada baiknya Anda meng-update status kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis karena ada kemungkinan kadar antibodi sudah menurun.

    Kedua jenis virus ini sama-sama menyebabkan peradangan hati. Bedanya, virus hepatitis B menyebabkan kerusakan hati yang berkelanjutan. Maka, penting sekali untuk memiliki perlindungan terhadap kedua penyakit menular ini.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin Rabies

    Vaksinasi rabies direkomendasikan oleh Australia jika Anda berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan yang meningkatkan risiko terkena gigitan kelelawar ataupun hewan lainnya yang terinfeksi.

    Vaksin Flu

    Virus influenza adalah jenis virus yang mudah ditemukan dimana-mana dan menjadi masalah kesehatan global karena galur virus influenza terus menerus bermutasi.

    Selain melindungi terhadap virus influenza, vaksin flu juga melindungi dari penyakit meningitis atau peradangan selaput otak. Lakukan vaksinasi flu setiap setahun sekali untuk perlindungan optimal.

    Baca Juga: Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR melindungi diri dari campak, gondongan, dan cacar Jerman (rubella). Meskipun penyakit ini umumnya ditemui pada anak-anak, orang dewasa masih memiliki risiko tertular dan menularkan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum pernah atau tidak diketahui riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, segera luangkan waktu untuk melakukan vaksinasi. Tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi syarat kuliah dan menjelajah australia, Sahabat Sehat juga menjadi lebih leluasa bereksplorasi selama di Australia.

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Australia Government Department of Health. Vaksin COVID-19.
    3. Australia Government Department of Health. Communicable diseases.
    4. Citra R, Dwinanda, R. Menyebar di Australia, Infeksi Virus Japanese Encephalitis tak Bisa Diremehkan.
    5. Kurniawan, R. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi.
    6. Prasetyo. Japanese Encephalitis.
    7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Japanese encephalitis disease correlates with numbers of rice filed area.
    8. Yoanita. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak.
    9. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    10. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    11. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    Read More
  • Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, persiapan kesehatan wajib diperhatikan. Salah satunya dengan melengkapi anjuran vaksinasi kuliah di luar negeri yang diwajibkan oleh setiap negara dan universitas sebelum Anda berangkat. […]

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

    Oleh karena itu, persiapan kesehatan wajib diperhatikan. Salah satunya dengan melengkapi anjuran vaksinasi kuliah di luar negeri yang diwajibkan oleh setiap negara dan universitas sebelum Anda berangkat. Apa saja contohnya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Tiap Universitas Berbeda

    Tidak semua sekolah atau universitas memiliki peraturan yang sama terkait vaksinasi kuliah di luar negeri. Kebutuhan vaksinasi biasanya dikaitkan dengan negara tujuan dan pendaftaran mata kuliah. Misalnya, calon mahasiswa kedokteran hewan memerlukan vaksinasi rabies, sedangkan vaksin ini tidak diwajibkan untuk calon mahasiswa non-kedokteran.

    Bila Anda belum melengkapi kebutuhan vaksinasi Anda, tak perlu khawatir karena pihak universitas akan menginformasikan kepada Anda jenis vaksinasi yang perlu dilakukan. 

    Waktu terbaik untuk melengkapi vaksinasi adalah 8-12 minggu sebelum keberangkatan. Ya, sebaiknya tidak mepet dengan waktu perkuliahan karena sebagian vaksin memerlukan dua hingga tiga dosis. Konsultasikan dengan dokter untuk penjadwalan terbaik bagi Anda. 

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Jenis Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Yellow Fever

    Apabila Anda berencana kuliah ke Amerika Selatan dan Afrika, maka diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi yellow fever sebelum keberangkatan. Yellow fever merupakan sebuah virus (Flavivirus) yang ditularkan dari gigitan nyamuk aedes dan haemagogus yang terinfeksi. Penyakit masih banyak ditemukan di negara-negara di Amerika Selatan dan Afrika.

    Setelah menerima suntikan vaksinasi kuliah di luar negeri, Anda akan memiliki sertifikat vaksinasi internasional yang berlaku selama sepuluh tahun. 

    Vaksinasi Meningitis

    Meningitis adalah kondisi pembengkakan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Vaksinasi meningitis menjadi syarat yang harus dipenuhi bagi Anda yang hendak kuliah di timur tengah, Afrika, dan United Kingdom (UK).

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Virus Japanese encephalitis dapat menyebabkan infeksi otak. Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini banyak ditemukan di daerah Asia dan sebagian Australia.

    Umumnya, membutuhkan waktu 5-15 hari untuk menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, muntah, dan sulit bergerak. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke negara-negara tersebut, sebaiknya lakukan vaksinasi Japanese Encephalitis sebelum jadwal keberangkatan.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Vaksinasi Hepatitis A sangat disarankan untuk calon mahasiswa yang akan kuliah di negara berkembang dimana tingkat sanitasinya masih rendah. Tapi, risiko ini tetap ada di negara maju karena penularan virus ini juga melalui rute fekal-oral. Artinya, bila seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan benar setelah buang air, lalu ia mengolah makanan, risiko penularan virus jadi meningkat.

    Sebelum pergi, pastikan untuk melakukan vaksinasi hepatitis A paling telatnya dua minggu sebelum jadwal keberangkatan untuk melindungi Anda selama setahun kedepan.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Vaksinasi Hepatitis B

    Untuk Anda yang akan kuliah di daerah endemis hepatitis B, seperti Amerika Selatan, Asia tengah, Asia Tenggara, dan Afrika, sebaiknya lakukan vaksinasi Hepatitis B sebelum keberangkatan. 

    Hepatitis B adalah virus yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, dan banyak terjadi pada orang dewasa.

    Vaksinasi Influenza

    Influenza sering kali dianggap sebagai penyakit sepele. Padahal, virus ini tidak hanya melindungi terhadap virus influenza, tetapi juga menurunkan risiko terjadinya meningitis bila seseorang terinfeksi influenza berat. 

    Vaksinasi influenza sebaiknya diberikan setiap tahun sekali karena virus ini kerap bermutasi. Maka tubuh juga perlu diperbarui imunitasnya. Karena virus ini umum ditemukan di seluruh dunia, maka ke negara manapun Anda melanjutkan kuliah, vaksinasi influenza sangat disarankan. 

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksinasi kuliah di luar negeri yang diperlukan. Mencegah penyakit-penyakit ini penting dan lebih murah dibandingkan perawatan di rumah sakit jika terinfeksi. Melindungi diri dengan vaksin artinya menurunkan risiko sakit berat, komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Yellow Fever Vaccine Recommendations.
    2. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes.
    3. Mayo Clinic. Hepatitis A – Symptoms and causes
    4. CDC. Studying Abroad.
    Read More
  • Pemberian vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri ini penting untuk mencegah penularan meningitis yang mungkin menginfeksi mahasiswa di negara lain. Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia. UNESCO Institute […]

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Pemberian vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri ini penting untuk mencegah penularan meningitis yang mungkin menginfeksi mahasiswa di negara lain. Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia.

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    UNESCO Institute for Statistic 2021 menunjukkan ada 10 negara utama yang menjadi tujuan para pelajar Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Belanda, Turki, dan Kanada.

    Dari daftar negara-negara yang diminati oleh calon mahasiswa Indonesia tersebut ada beberapa negara yang menjadi tempat endemis meningitis, seperti Amerika Serikat, Australia, beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

    Apa itu Meningitis?

    Meningitis merupakan peradangan pada selaput lapisan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Meningitis terkadang sulit dikenali karena gejala awalnya mirip dengan gejala flu biasa seperti demam dan nyeri kepala.

    Kondisi medis lainnya dapat menyebabkan meningitis antara lain cedera kepala, kanker, efek samping obat, dan komplikasi infeksi pada area tubuh lainnya.

    Kuman meningokokus, kuman penyebab meningitis, tersebar di seluruh dunia. Namun, lebih sering ditemukan di negara endemik terutama di Afrika yang dikenal sebagai African meningitis Belt (sabuk meningitis benua Afrika) yang membentang dari Senegal di bagian barat hingga ke Etopia di timur dengan total 26 negara didalamnya.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala Meningitis

    Pada fase awal, gejala meningitis sangat mirip dengan gejala influenza. Seiring berkembangnya penyakit, gejala meningitis juga bertambah. Secara umum, gejala meningitis meliputi:

    • Demam tinggi
    • Leher kaku
    • Nyeri kepala hebat disertai mual sampai muntah hebat
    • Sulit untuk berkonsentrasi
    • Kejang
    • Mengantuk dan kesulitan untuk berjalan 
    • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
    • Penurunan nafsu makan
    • Kemerahan pada kulit.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Mencegah Meningitis

    Pencegahan meningitis dilakukan dengan tujuan mengurangi resiko penularan. Langkah-langkahnya antara lain:

    1. Cuci tangan setiap selesai beraktivitas atau sebelum makan.
    2. Menjaga kebersihan tubuh.
    3. Memasak makanan sampai matang terutama bila sedang hamil.
    4. Gunakan masker bila sedang sakit.
    5. Hindari kontak dengan pasien yang sedang terinfeksi.
    6. Jangan berbagi makanan atau minuman yang sedang dimakan atau barang pribadi (pisau cukur, lipstick, sikat gigi).
    7. Berperilaku hidup sehat (olahraga teratur dan cukup istirahat minimal 7-9 jam).
    8. Vaksinasi meningitis (meningokokus).
    9. Lengkapi imunisasi.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Vaksinasi Meningitis

    Ada beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis. Maka, selain pemberian vaksin meningokokus, pastikan juga Anda mendapatkan jenis vaksin lainnya karena terdapat perlindungan dari jenis kuman lain yang juga dapat menyebabkan infeksi meningitis.

    Jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis adalah:

    • Vaksinasi Pneumokokus (PCV)
    • Vaksin HiB
    • Vaksin MMR
    • Vaksin Meningokokus.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, menetap di luar negeri dalam jangka waktu lama atau sebentar membutuhkan perlindungan yang bagus terhadap penyakit-penyakit menular, terutama penyakit yang endemik di negara tersebut. Lengkapi kebutuhan vaksinasi Anda segera agar kekebalan tubuh sudah terbentuk sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Aisyah, N. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. A. Mbaeyi, S. and A. McNamara, L. Meningococcal Disease.
    4. Master PIE (Media Sharing Termini Penyakit Infeksi Emerging). Meningitis Meningokokus.
    5. Suharjanti I, T Pinzon R. PANDUAN PRAKTIK KLINIS NEUROLOGI.
    6. CDC. Meningitis.
    7. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes.
    8. Cassoobhoy. Meningitis (Bacterial, Viral, and Fungal).
    9. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    Read More
  • Sebelum merencanakan Studi ke luar negeri, lakukan vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri. Calon mahasiswa harus melakukan persiapan tersebut. Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya. Data dari […]

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Sebelum merencanakan Studi ke luar negeri, lakukan vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri. Calon mahasiswa harus melakukan persiapan tersebut.

    Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya.

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021, ada 10 negara yang menjadi tujuan para pelajar di Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Turki dan Kanada.

    Hampir semua negara memiliki penyakit endemik tertentu, yaitu penyakit menular yang berjangkit di suatu daerah. Misalnya hepatitis A, malaria, Japanese encephalitis, dan lain-lain. Untuk itu, sebelum merencanakan kuliah di luar negeri, calon mahasiswa harus melakukan persiapan pencegahan dengan vaksinasi.

    Pilih Vaksin yang Mana?

    Untuk memilih jenis vaksin, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu daftar vaksinasi yang disyaratkan oleh negara dan/atau universitas yang dituju. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk penjadwalan vaksinasinya.

    Selain melihat riwayat vaksinasi yang sudah dilakukan, dokter juga perlu tahu negara tujuanmu karena ada beberapa penyakit endemik di negara-negara tertentu.

    Contohnya, daerah yang endemik penyakit Japanese encephalitis seperti Malaysia, Filipina, dan Australia akan mewajibkan vaksinasi Japanese encephalitis, sedangkan vaksin ini tidak masuk ke vaksinasi wajib bila kamu kuliah di Amerika.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Berikut ini beberapa contoh vaksinasi yang biasanya dilakukan sebelum berpergian atau rencana menetap di luar negeri, antara lain:

    • Meningitis

    Pemberian vaksinasi meningitis bertujuan untuk melindungi calon mahasiswa dari penyakit meningitis. Beberapa vaksinasi yang digunakan untuk mencegah meningitis.

    • Demam Kuning (Yellow Fever)

    Jika hendak melakukan perjalanan dan menetap di negara Afrika (Gana, Kenya dan Nigeria) disarankan untuk melakukan vaksinasi Demam Kuning atau Yellow Fever. Selain itu, bila kamu akan melakukan transit selama lebih dari 12 jam di Afrika, maka vaksin ini akan dibutuhkan.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    • Hepatitis A dan B

    Hepatitis A dan B sama-sama menyebabkan peradangan hati, namun virus hepatitis B bisa sampai menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Salah satu negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    • Tifoid dan paratifoid

    Vaksinasi tifoid dilakukan untuk mencegah penyakit tifoid (tipes) saat melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi tifoid tinggi misalnya negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    • Influenza

    Apabila hendak berlibur saat musim hujan seperti saat ini, ada baiknya untuk melakukan vaksinasi flu dulu sebelumnya.

    • Japanese Encephalitis

    Japanese encephalitis merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pada musim hujan, risiko penularan menjadi meningkat.

    • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) 

    Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga diberikan bagi orang dewasa. Hal ini karena penyakit mumps (gondongan), measles (campak) dan rubella (campak jerman) sangat mudah penularannya.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    • Vaksin Rabies

    vaksin rabies direkomendasikan terutama bagi individu yang berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan atau berinteraksi dengan hewan.

    Nah Sahabat Sehat, ternyata penting sekali ya untuk membekali diri dengan imunitas yang kuat, apalagi jika akan berkunjung atau menetap lama di luar negeri yang budaya dan pola penyakitnya berbeda dengan di Indonesia. Jangan sepelekan vaksinasi karena mencegah penyakit itu lebih baik dan tidak sebanding dengan pengorbanannya bila terinfeksi. Yuk, segera jadwalkan rencana vaksinasimu dengan dokter.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Aisyah, N. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin flu. Kesehatan menjadi faktor yang penting diperhatikan dan dipersiapkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri. Agar terlindungi selama menempuh pendidikan dan terhindar dari risiko kemungkinan terinfeksi penyakit menular, calon mahasiswa disarankan untuk melakukan […]

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin flu.

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Kesehatan menjadi faktor yang penting diperhatikan dan dipersiapkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri. Agar terlindungi selama menempuh pendidikan dan terhindar dari risiko kemungkinan terinfeksi penyakit menular, calon mahasiswa disarankan untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke luar negeri. 

    Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin influenza. 

    Flu Menurunkan Produktivitas 

    Tubuh yang sakit akan sangat mempengaruhi mood dan kelancaran studi. Kasus influenza banyak menyebabkan seseorang untuk absen dari sekolah, kuliah, atau kerja. Hal ini akhirnya mengganggu produktivitas penderita.

    Sayangnya, penyakit pernafasan ini sering dianggap sepele karena dianggap sama dengan batuk pilek biasa (common cold atau selesma). Padahal, common cold dan influenza adalah dua penyakit yang berbeda dimana influenza memiliki konsekuensi risiko komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia (paru-paru basah) dan meningitis.

    Sebagai langkah pencegahan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan vaksinasi influenza sebelum berangkat studi ke luar negeri.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Negara dengan Musim Flu

    Vaksin influenza wajib dilakukan bagi mahasiswa yang akan kuliah di negara-negara seperti di Britania Raya, Eropa, Amerika, Australia, dan lainnya. Ini karena negara-negara tersebut mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah menyebar. 

    Influenza biasanya terjadi pada saat memasuki musim dingin atau penghujan dan musim gugur. Walaupun sebenarnya virus ini ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi bisa saja berlangsung hingga akhir Mei.

    Sementara di negara-negara beriklim tropis seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, dan lainnya, kondisi ini berisiko besar terjadi sepanjang tahun. 

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Perbarui Vaksin Flu Setiap Tahun

    Flu sebenarnya dapat sembuh sendiri dengan istirahat, asupan bergizi, dan obat-obatan tertentu. Tapi, untuk apa melalui itu semua jika bisa dicegah? Apalagi kalau harus sakit saat jauh dari keluarga dan harus mengeluarkan biaya perawatan yang tidak murah di negeri orang.

    Menurut CDC, vaksin influenza efektif menurunkan risiko seseorang tertular flu sebesar 40 sampai 60 persen. Vaksinasi flu disarankan untuk diulang setiap tahunnya agar kekebalan tubuh dalam keadaan optimal.

    Vaksinasi influenza dapat diberikan kepada siapa saja mulai usia di atas 3 bulan. Namun, yang paling penting adalah kelompok rentan, yakni anak kecil, ibu hamil, usia lanjut, penderita penyakit kronis, autoimun, serta orang yang tinggal di negara dengan musim flu. 

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Pilihan Jenis Vaksin Flu

    Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia sudah mencakup vaksin untuk mencegah infeksi virus influenza tipe A dan B, yakni:

    • Vaksin influenza trivalen: 2 strain influenza A (H1N1 dan H3N2) dan 1 strain influenza B, 
    • Vaksin influenza kuadrivalen: 2 strain influenza A dan 2 strain influenza B (victoria dan yamagata).

    Kekebalan tubuh mulai terbentuk setelah 2 minggu vaksinasi. Jika terinfeksi, orang yang sudah divaksin cenderung hanya mengalami flu ringan dibanding yang tidak divaksin. Ini disebabkan tubuhnya sudah dapat mengenali virus yang menyerang sedari awal sehingga tubuh tau bagaimana harus melawannya.

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya melakukan vaksinasi influenza sebelum kuliah di luar negeri. Jika Sahabat Sehat pergi dalam keadaan terlindungi dari berbagai penyakit menular, kekhawatiran orang tua, keluarga, dan pasangan akan penularan penyakit menular pun akan teratasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Ayo bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat menempuh pendidikan dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. RS Pondok Indah. Pentingnya Vaksin Influenza.
    2. CDC. Flu Virus.
    3. WHO. Influenza.
    Read More
  • Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat. Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain […]

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat.

    Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain mendapatkan manfaat perlindungan, vaksinasi lebih hemat biaya dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat perawatan di rumah sakit jika terinfeksi.

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ancaman penyakit menular ada dimana-mana, di negara maju sekalipun. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk mensyaratkan vaksinasi bagi wisatawan dan pelajar sebelum kedatangannya. Jangan sampai pendidikan terganggu atau kegiatan terganggu selepas pulang berlibur. Vaksinasi apa saja yang biasanya dibutuhkan? Yuk simak ulasannya.

    Bagaimana Cara Vaksin Bekerja?

    Vaksinasi adalah suatu cara sederhana, aman dan efektif yang dapat melindungi seseorang dari bahaya penyakit menular sebelum melakukan kontak dengan sumber penyakit tersebut. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, daya tahan tubuh yang spesifik terhadap penyakit tertentu akan terbentuk dan menjadikan sistem imun lebih kuat.

    Vaksin mengandung bakteri atau virus mati atau yang dilemahkan sehingga tidak mempunyai risiko bahaya bagi penerima vaksin.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Rekomendasi Vaksinasi bagi Wisatawan dan Pelajar

    Vaksin turut menjaga kesehatan mulai dari bayi baru lahir, anak hingga dewasa. Di seluruh negara termasuk Indonesia, pemerintah mewajibkan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi dasar, misalnya Hepatitis B, BCG, polio, HiB, DPT, dan MR. Dan ketika dewasa, beberapa imunisasi dianjurkan untuk diulang.

    Ada pula beberapa vaksinasi tambahan yang wajib dilakukan bila seseorang berkunjung ke negara lain atau menetap di negara yang endemik terhadap suatu penyakit menular tertentu.

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Berikut ini jenis vaksinasi yang perlu dilengkapi sebelum keberangkatan:

    Meningitis

    Sebelum bepergian ke Timur Tengah dan Afrika, disarankan untuk melakukan vaksinasi meningitis, karena pada daerah tersebut endemis meningitis. Selain vaksin meningitis, vaksinasi lain yang juga melindungi diantaranya vaksin PCV, Haemophilus influenzae type B (HiB), dan MMR.

    Demam Kuning (Yellow Fever)

    Disarankan bagi yang hendak melakukan perjalanan atau menetap di negara Afrika.

    Hepatitis A dan B

    Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan. Negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    Tifoid

    Vaksinasi tifoid terutama diperlukan bila melakukan perjalanan ke negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Influenza

    Bepergian saat musim flu meningkatan risiko tertular virus flu. Walau kesannya penyakit ini tidak berbahaya, virus influenza menyumbang banyak kasus pada anak-anak dan lansia. Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

    Japanese Encephalitis (JE)

    Kegiatan di luar ruangan serta akomodasi tempat tinggal tanpa AC dan kelambu untuk menghindari nyamuk menjadi beberapa faktor risiko tertular virus Japanese encephalitis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Negara yang termasuk endemi JE antara lain Australia, Cina, Jepang atau Korea Utara.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Orang dewasa yang memerlukan vaksinasi MMR yaitu yang berada di lingkungan berisiko tinggi, yaitu:

    • Tenaga kesehatan
    • Wisatawan internasional
    • Orang yang tinggal didaerah dengan jumlah kasus Mumps, Measles dan Rubella tinggi.

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, melengkapi vaksinasi sangat disarankan dan sudah terbukti dapat mengendalikan penularan penyakit. Selain itu, dengan vaksinasi risiko sakit berat dan komplikasi juga menurun dan lebih hemat (cost effective) dibanding biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi. Tidak hanya dalam segi materi, seseorang yang sakit juga kehilangan waktunya untuk bekerja dan menikmati waktu bersama keluarga dan kerabat.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat akan melanjutkan pendidikan di luar negeri atau melakukan perjalanan ke luar negeri, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan sudah memiliki kekebalan tubuh yang optimal. Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Mulya. Vaksinasi Pada Dewasa – RSUP Dr. Sardjito
    2. WHO. Vaccines and immunization: What is vaccination?
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia? Beberapa penyakit memiliki daerah endemisnya masing-masing. Hal tersebut berhubungan dengan berbagai faktor, termasuk iklim sebuah atau bahkan beberapa negara. Salah satu penyakit tersebut adalah Japanese Encephalitis (JE) yang paling sering ditemukan di benua Asia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan […]

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia?

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Beberapa penyakit memiliki daerah endemisnya masing-masing. Hal tersebut berhubungan dengan berbagai faktor, termasuk iklim sebuah atau bahkan beberapa negara. Salah satu penyakit tersebut adalah Japanese Encephalitis (JE) yang paling sering ditemukan di benua Asia.

    Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, sama dengan cara penularan demam berdarah dengue dan chikungunya.1 Meskipun penyakit tersebut jarang, komplikasi yang timbul dari Japanese Encephalitis dapat membahayakan Sahabat Sehat. Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin untuk Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia?

    JE menyebabkan Radang Otak

    Japanese Encephalitis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dinamakan Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang termasuk dalam famili virus Flaviviridae. Menurut World Health Organization (WHO), JEV merupakan penyebab utama radang jaringan otak pada beberapa negara di Asia dengan angka kejadian sebesar 68.000 kasus setiap tahunnya.

    Meskipun infeksi Japanese Encephalitis jarang menimbulkan gejala, terdapat angka kasus fatal sebesar kurang lebih 30%. Sebagian yang mengalami radang jaringan otak memiliki kemungkinan 30-50% untuk mengalami gangguan persarafan.

    Penularan penyakit Japanese Encephalitis disebabkan oleh sebuah nyamuk spesies Culex. Secara umum, nyamuk ini dijumpai pada daerah pedesaan, lokasi produksi beras dengan irigasi air. Daerah tersebut dijumpai berdekatan dengan daerah kota pada beberapa negara Asia. Pada negara dengan beberapa musim, infeksi Japanese Encephalitis memiliki puncaknya yaitu pada musim panas dan gugur terutama saat sedang banyak hujan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Tanda dan Gejala JE

    Infeksi Japanese Encephalitis jarang menimbulkan tanda dan gejala. Kurang dari 1% penderita Japanese Encephalitis yang dapat mengalami tanda dan gejala.2 Tetapi bila timbul, maka tanda dan gejalanya dapat berupa demam, nyeri kepala, mual muntah, penurunan kesadaran, lemah untuk bergerak, hingga kejang terutama pada anak.

    Hal-hal tersebut terjadi karena virus ini dapat melewati sistem pertahanan otak, masuk ke jaringan otak dan menyebabkan peradangan. Hingga saat ini tidak ada obat yang secara langsung dapat membunuh virus Japanese Encephalitis. Tatalaksana yang diberikan bersifat suportif, yaitu untuk meringankan tanda dan gejala, juga mempercepat proses penyembuhan dengan meminimalisasi komplikasi.

    Baca Juga: Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Cegah JE dengan Vaksinasi

    Dengan adanya vaksin untuk Japanese Encephalitis, Sahabat Sehat dapat mencegah terjadinya infeksi penyakit tersebut. Vaksin ini wajib diberikan bagi yang akan berkuliah dan traveling di Asia karena penyakit ini endemis pada beberapa negara Asia.

    Sebagai pencegahan dengan harga yang relatif murah dibandingkan perawatan nantinya, maka vaksin sangat dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, komplikasi dari infeksi Japanese Encephalitis berupa gangguan persarafan dapat dihindari.

    Vaksin Japanese Encephalitis yang digunakan merupakan virus hidup yang dilemahkan. WHO merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese Encephalitis di area endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal selama lebih dari 1 bulan di daerah endemis, termasuk berkuliah.

    Baca Juga: Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Sahabat Sehat yang berencana untuk kuliah di Asia, vaksin Japanese Encephalitis merupakan hal yang wajib. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini dapat menyebabkan komplikasi yang buruk berupa gangguan persarafan, kejang, bahkan kematian meskipun jarang dijumpai. Dengan pemberian vaksin, maka Sahabat Sehat dapat mencegah infeksi virus ini.

    Jadwalkan vaksinasi Japanese Encephalitis bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik/ rumah sakit mitra Prosehat ataupun di rumah untuk kenyamanan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Japanese encephalitis [Internet]. Who.int. 2022.
    2. Japanese Encephalitis [Internet]. cdc.gov. 2022 .
    3. Mulvey P, Duong V, Boyer S, Burgess G, Williams D, Dussart P et al. The Ecology and Evolution of Japanese Encephalitis Virus. Pathogens. 2021;10(12):1534.
    4. Hsieh J, St. John A. Japanese encephalitis virus and its mechanisms of neuroinvasion. PLOS Pathogens. 2020;16(4):e1008260.
    5. MENGENAL JAPANESE ENCEPHALITIS [Internet]. idai.or.id. 2022.
    Read More
  • Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit. Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon […]

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit.

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika juga memerlukan jenis vaksin lain seperti vaksin influenza.

    Vaksin Flu Melindungi saat Musim Flu

    Pentingnya vaksinasi influenza bagi pendatang disebabkan karena Amerika dan negara-negara di belahan dunia bagian utara, mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah sekali menyebar.

    Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Walau virus influenza sebenarnya ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi dapat berlangsung hingga akhir Mei.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Pilihan Jenis Vaksinasi Flu

    Flu merupakan penyakit pernapasan yang menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Badan kesehatan dunia atau WHO memperkirakan terjadi 290-650 ribu kematian setiap tahunnya akibat gangguan pernapasan yang berasal dari infeksi virus influenza. Oleh karena itu, WHO menilai flu tetap menjadi ancaman global sehingga WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dapat melindungi seseorang dari 4 strain virus penyebab influenza selama musim flu. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan ulang (booster) setiap satu tahun sekali.

    Ada dua jenis vaksin influenza, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Vaksin trivalent memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus influenza, yaitu influenza A (H1N1), Influenza A (H3N3 ) dan Influenza B.

    Sementara vaksin quadrivalent dapat memberikan perlindungan terhadap dua varian virus influenza A dan dua varian virus influenza B.

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Komplikasi dari Virus Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Amerika karena pada musim flu angka kejadian infeksi influenza menjadi meningkat. Cegah gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus influenza selama pendidikan di Amerika. Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat mengeksplorasi Amerika dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Seasonal Flu Vaccines
    2. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for the United States.
    3. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    4. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Weekly U.S. Influenza Surveillance Report.
    Read More
  • Musim liburan telah tiba dan pastinya beberapa dari Sahabat Sehat bepergian. Saat berpergian mungkin terdapat penyakit yang sering dijumpai pada daerah tersebut. Sebagai contoh adalah penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk yaitu malaria atau chikungunya yang jarang dijumpai pada daerah perkotaan namun sering dijumpai pada daerah kepulauan. Sahabat Sehat, ternyata ada penyakit lain yang dapat […]

    Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Musim liburan telah tiba dan pastinya beberapa dari Sahabat Sehat bepergian. Saat berpergian mungkin terdapat penyakit yang sering dijumpai pada daerah tersebut. Sebagai contoh adalah penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk yaitu malaria atau chikungunya yang jarang dijumpai pada daerah perkotaan namun sering dijumpai pada daerah kepulauan.

    Sahabat Sehat, ternyata ada penyakit lain yang dapat pula ditularkan dari gigitan nyamuk yaitu Japanese encephalitis. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan radang otak. Sahabat Sehat, apa saja gejala penyakit Japanese encephalitis  dan bagaimana cara mencegahnya? Mari simak penjelasan berikut.

    Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Apa Itu Japanese Encephalitis ?

    Japanese encephalitis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus golongan flavivirus. Jenis flavivirus ini berkerabat dengan virus dengue (demam berdarah) dan dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk spesies Culex tritaeniorhynchus. Daerah endemis untuk penyakit ini adalah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kasus pertama dari Japanese encephalitis ditemukan di Jepang pada tahun 1871. Sebesar 75% penderita dari Japanese encephalitis adalah anak-anak dan remaja, karena sebagian besar dewasa telah memiliki imunitas dari infeksi saat masa kecil.

    Sebagian dari penderita Japanese encephalitis hanya mengeluhkan gejala ringan seperti nyeri kepala dan demam atau bahkan tidak menimbulkan gejala apapun. Tetapi terdapat 1 dari 250 infeksi yang menyebabkan sakit kritis. Penyakit ini menyebabkan radang pada otak penderita sehingga terdapat risiko kematian.4 Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa 20-30% dari pasien Japanese encephalitis meninggal.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala Japanese Encephalitis

    Virus Japanese encephalitis melewati lapisan pelindung tersebut sehingga dapat menyebabkan peradangan pada otak. Radang pada otak dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala yaitu seperti:

    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual dan muntah
    • Leher kaku
    • Disorientasi
    • Koma
    • Kejang
    • Kelumpuhan

    Hampir semua pasien yang menderita radang otak dan memiliki riwayat perjalan ke daerah yang endemis Japanese encephalitis dapat dicurigai menderita penyakit tersebut. World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa penyakit ini. 

    Pemeriksaan yang dilakukan merupakan antibodi terhadap virus Japanese encephalitis yang diambil dari cairan serebrospinal.2,4 Selain itu, pemeriksaan CT-scan dapat dilakukan untuk menemukan tanda dari Japanese encephalitis. Pemeriksaan CT-scan memiliki spesifitas yang tinggi, namun tidak sensitif untuk dapat menyingkirkan diagnosis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Cara Mengatasi Japanese Encephalitis

    Sama dengan sebagian besar penyakit virus lainnya, tidak ada obat antiviral untuk virus Japanese encephalitis. Obat-obatan yang diberikan adalah obat suportif yang bertujuan untuk mengurangi tanda dan gejala. Selain itu terdapat obat-obatan yang digunakan untuk menstabilkan pasien saat kejang. Hal terbaik yang dilakukan adalah untuk mencegah terinfeksi virus ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi. Vaksin untuk Japanese encephalitis sudah tersedia dan direkomendasikan untuk diberikan karena dapat mencegah terjadinya penyakit ini.

    Penyakit Japanese encephalitis merupakan penyakit yang jarang ditemukan, namun harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Sahabat Sehat dapat mencurigai penyakit tersebut apabila terdapat beberapa tanda dan gejala seperti diatas. Vaksin untuk Japanese encephalitis sangat direkomendasikan karena dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut. Apabila Sahabat Sehat ingin mendapatkan vaksin untuk Japanese encephalitis, konsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai infeksi Japanese Encephalitis yang dapat dialami siapa saja dan dapat mengakibatkan radang otak. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Pearce J, Learoyd T, Langendorf B, Logan J. Japanese encephalitis: the vectors, ecology and potential for expansion. Journal of Travel Medicine. 2018;25(Suppl_1):S16-S26.
    2. World Health Organization. Japanese encephalitis [Internet]. USA : World Health Organization. 2021.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Japanese Encephalitis. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    4. Hsieh J, St. John A. Japanese encephalitis virus and its mechanisms of neuroinvasion. PLOS Pathogens. 2020;16(4):e1008260.
    5. Turtle L, Solomon T. Japanese encephalitis the prospects for new treatments. Nature Reviews Neurology. 2018;14(5):298-313.
    Read More

Showing 1–10 of 36 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com