Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Travelling Sehat

  • Travelling menjadi kegiatan yang dapat menjauhkan Anda dari stres akibat aktifitas yang padat, terlebih lagi berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang Anda nantikan saat travelling? Jalan-jalan ke berbagai wisata setempat, berburu kerajinan tangan atau kuliner yang sangat menggiurkan. Bicara soal berburu kuliner saat travelling, terkadang membuat Anda khawatir dengan berat badan yang sepertinya terancam naik. Mengakali […]

    8 Siasat Tubuh Tetap Langsing saat Travelling

    Travelling menjadi kegiatan yang dapat menjauhkan Anda dari stres akibat aktifitas yang padat, terlebih lagi berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang Anda nantikan saat travelling? Jalan-jalan ke berbagai wisata setempat, berburu kerajinan tangan atau kuliner yang sangat menggiurkan.

    Bicara soal berburu kuliner saat travelling, terkadang membuat Anda khawatir dengan berat badan yang sepertinya terancam naik. Mengakali hal itu, berikut 8 siasat tubuh tetap langsing saat travelling:

    1. Jangan Malas Berjalan Kaki

    traveling di dunia

    Saat melakukan travelling, jangan hanya berdiam diri di dalam kamar atau mengandalkan transportasi untuk berjalan-jalan. Lebih baik Anda berjalan kaki untuk menikmati setiap sudut kota atau negara yang Anda kunjungi.

    Berjalan kaki memiliki banyak manfaat loh, seperti meningkatkan kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, mengurangi stres, menurunkan berat badan hingga membuat kantong Anda juga nggak gampang jebol.

    1. Kendalikan Nafsu Makan Anda

    Saat travelling pasti Anda akan mudah lapar karena banyaknya tempat yang Anda kunjungi. Tapi kalau sudah berkomitmen ingin tetap langsing, jangan sembarangan makan makanan yang berlemak karena akan memicu berat badan meningkat. Jika Anda merasa lapar, maka isilah perut Anda dengan makanan yang rendah kalori seperti buah-buahan atau mengonsumsi oats yang bisa menjadi alternatif di kala lapar.

    Baca Juga: 10 Cara Menggemukkan Badan Anak Agar Tetap Sehat Optimal

    1. Selalu Perhatikan Porsi Makan

    Walaupun sudah mencoba untuk menahannya, tapi keinginan mencicipi makanan setempat tetap ada, kan? Tidak ada salahnya mencoba makanan baru walaupun ingin tetap langsing. Kuncinya mudah dengan memperhatikan porsi makan Anda dan tidak mengonsumsi dalam porsi yang berlebihan. Setidaknya pernah coba daripada nggak sama sekali.

    1. Pintar Memilih Makanan

    Mencicipi makanan setempat boleh-boleh saja, asalkan tahu cara pengolahan makanannya yang terjaga kebersihannya dan kandungannya tetap sehat. Pilihlah makanan yang rendah kalori dan hindari makanan yang digoreng karena dapat meningkatkan risiko kegemukan hingga tersumbatnya pembuluh darah. Perbanyaklah konsumsi asupan tinggi serat, protein dan lemak sehat.

    1. Manfaatkan Fasilitas Hotel

    Bagi Anda yang menginap di hotel bintang 4 atau lima, biasanya hotel akan menyediakan fasilitas gym  atau pusat kebugaran untuk para tamunya. Nah, cara ini bisa membantu tubuh Anda tetap langsing walau sedang travelling. Lakukan kegiatan treadmill atau olahraga lainnya selama 30 menit untuk menguras kalori per hari.

    1. Selalu Minum Air Putih Dimanapun

    Kalau sudah berjalan jauh, rasanya memang nikmat jika minum yang manis dan dingin. Tapi perlu diingat loh, minuman manis bisa mengakibatkan berat badan menjadi bertambah, menghambat rasa kenyang hingga berisiko diabetes. Lebih baik jika memilih air putih untuk penghilang dahaga dibandingkan lainnya.

    Baca Juga: HIV dan Aids: Penyebab, Gejala, Pengobatan

    Air putih memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan konsentrasi, menambah tenaga dan juga melembabkan kulit selama liburan. Jadi, jangan pernah ragu mengonsumsi air putih dimanapun dan ingat minimal 8 gelas per hari.

    1. Ubah Prioritas Tujuan Anda

    Jalan-jalan tidak hanya soal mencicipi makanan-makanan lokal saja loh. Tapi travelling dapat menjadi ajang kita bertemu orang-orang baru, baik turis lokal maupun internasional. Tentu hal itu bisa menjadi prioritas tujuan kita yang baru. Setidaknya bisa menyukseskan tubuh tetap langsing saat travelling.

    1. Makan dengan Teratur

    mengurangi porsi makan

    Melakukan perjalanan yang panjang biasanya akan berdampak pada sistem pencernaan Kita. Kita mungkin merasakan kembung hingga susah buang air besar (sembelit). Bawalah yogurt yang akan membantu proses pencernaan Anda berjalan dengan lancar walaupun makanan yang Anda konsumsi kurang serat atau jam makan yang tidak beraturan.

    Baca Juga: 5 Menu Makanan Stabilkan Gula Darah

    Mudahkan mengikuti 8 siasat tubuh tetap langsing saat travelling. Makanan sehat seperti yogurt bisa Anda dapatkan di ProSehat Aplikasi Kesehatan Indonesia. Selain makanan sehat, vaksinasi traveling tersedia disini. Jadi Anda yang merencanakan liburan, tidak perlu khawatir lagi karena sudah terlindungi dari penyakit travel lainnya.

    Instal aplikasi ProSehat sekarang juga dan dapatkan promo menarik lainnya. Info lebih lanjut hubungi asisten kesehatan Maya melalui Telepon / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Kemanapun Anda berada, ingat sehat ingat ProSehat.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1.    Detik Health. “Tetap Langsing Saat Traveling dengan 7 Cara Ini”. health.detik.com/diet/d-2518491/tetap-langsing-saat-traveling-dengan-7-cara-ini. Diakses 4 Desember 2018
    2.    Winny, Silvya. “7 Cara Supaya Diet Kamu Tidak Berantakan Saat Traveling”. cosmopolitan.co.id/article/read/4/2018/13868/7-cara-supaya-diet-kamu-tidak-berantakan-saat-traveling. Diakses 4 Desember 2018
    3.    Ive. “Tips Langsing Saat Traveling”. beautynesia.id/2822. Diakses 4 Desember 2018
    4.    Sathya, Adhie. “7 Tips Agar Tubuh Tetap Langsing Saat Liburan”. pegipegi.com/travel/7-tips-agar-tubuh-tetap-langsing-saat-liburan/. Diakses 4 Desember 2018
    Read More
  • Pergantian tahun tinggal beberapa hari lagi. Kira-kira mau liburan kemana nih? Dalam negeri atau luar negeri?. Apapun yang Anda pilih, jangan sampai liburan jadi gagal karena Anda mengabaikan kesehatan. Sebelum Anda pergi, yuk lakukan 5 persiapan kesehatan ini. Cek Faktor Risiko Negara Tujuan Sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya Anda mencari tahu tentang faktor risiko penyakit […]

    6 Persiapan Kesehatan untuk Pergi Liburan

    Pergantian tahun tinggal beberapa hari lagi. Kira-kira mau liburan kemana nih? Dalam negeri atau luar negeri?. Apapun yang Anda pilih, jangan sampai liburan jadi gagal karena Anda mengabaikan kesehatan. Sebelum Anda pergi, yuk lakukan 5 persiapan kesehatan ini.

    1. Cek Faktor Risiko Negara Tujuan

    planning risk

    Sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya Anda mencari tahu tentang faktor risiko penyakit terbanyak di negara tujuan Anda. Menurut WHO, transportasi, destinasi, durasi, musim, akomodasi hingga pola makan selama di Negara tersebut dapat mempengaruhi kesehatan Kita.

    Contoh mendasar yaitu mengetahui kebersihan hotel yang akan Anda gunakan. Apakah tempatnya bersih, sanitasi lancar dan kualitas air yang baik menjadi pertimbangan Anda sebelum berangkat. Walaupun Anda sudah membaca ulasan dari pelancong lainnya, tapi Anda harus tetap mempersiapkan beberapa barang seperti, seprei bersih atau air mineral jika dirasa tempat menginap Anda tidak bersih.

    1. Cek Penyakit Menular

    Walaupun negara yang Anda datangi sangat indah, akan tetapi penyakit menular dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Umumnya penyebaran penyakit disebabkan dari makanan atau udara. Diare menjadi penyakit yang paling sering dialami para turis yang sedang berlibur.

    Selain makanan dan udara, faktor hewan, seks, darah dan tanah dapat mempengaruhi penyebaran penyakit.

    Baca Juga: Perhatikan Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis.

    1. Memiliki Asuransi Traveling

    Persiapan ini sebenarnya tidak diwajibkan, tapi diperlukan jika terjadi sesuatu. Asuransi traveling biasanya akan menanggung risiko penerbangan yang tertunda, pembatalan penerbangan, hilangnya bagasi, biaya medis selama perjalanan hingga kecelakaan saat perjalanan.

    1. Lakukan Vaksinasi untuk Pencegahan

    Jika Anda sudah mengetahui penyakit-penyakit menular dari negara yang akan Anda kunjungi, maka sebaiknya lakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit menular. Seperti saat Anda berencana untuk Umroh, maka Anda diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis.

    Sedangkan untuk tujuan Afrika (Etiopia, Sudan dan Nigeria) atau Amerika Selatan. Anda diwajibkan untuk melakukan vaksinasi yellow fever sebelum berkunjung ke negara tersebut.

    1. Konsultasi Kesehatan 4 Minggu Sebelum Berlibur

    Persiapan ini sangat penting dilakukan, terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis seperti kolesterol yang tinggi, asam urat yang tinggi hingga diabetes. Sebaiknya melakukan konsultasi kesehatan terlebih dahulu. Waktu terbaik untuk berkonsultasi ke dokter setidaknya 4-6 minggu sebelum perjalananan.

    Selain itu Ada loh beberapa negara yang menerapkan Visa Medical Check Up terlebih lagi jika Anda cukup lama di negara tersebut. Hal ini untuk mencegah risiko peyebaran penyakit menular dari suatu negara ke negara tujuan lainnya.

    Baca Juga: 7 Tips Liburan Bersama Anak ke Pegunungan

    Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, foto rontgen hingga tes tuberkulosis. Negara-negara tersebut antara lain Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru dan juga Amerika.

    1. Mempersiapkan Obat-obatan Selama Perjalanan

    Mungkin Anda akan kerepotan dengan membawa obat-obatan selama perjalanan. Tapi jangan meremehkan hal itu, karena sakit tidak bisa diprediksi. Barang-barang yang perlu Anda bawa yaitu plester, antiseptik, perban, peniti, tetes mata, krim anti serangga,obat alergi, parasetamol, obat anti diare dan lain sebagainya.Nah,  Liburan Anda menjadi lebih tenang.

    Selain itu, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi. Sekarang nggak perlu repot loh, karena Anda bisa panggil dokter ke rumah. Caranya bagaimana? Mudah sekali, cukup install aplikasi ProSehat, pilih vaksinasi, tempat dan tanggalnya lalu dokter akan datang ke rumah Anda.

    Selain vaksinasi, ProSehat juga menyediakan obat-obatan yang Anda perlukan selama perjalanan. Info lebih lanjut seputar produk kesehatan dan vaksinasi bisa hubungi segera Asisten Kesehatan Maya Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Ingat Sehat, ingat ProSehat. Selamat berlibur!

    instal aplikasi prosehat

    SUMBER:

    WHO. “International travel and health”. who.int/ith/precautions/travel_related/en/. Diakses 19 Oktober 2018
    Okezone.”Vaksin Wajib Sebelum Berwisata ke Luar Negeri”. lifestyle.okezone.com/read/2016/09/27/481/1499763/7-vaksin-wajib-sebelum-berwisata-ke-luar-negeri. Diakses 19 Oktober 2018
    CDC. “See a Doctor Before You Travel”. wwwnc.cdc.gov/travel/page/see-doctor Diakses 19 Oktober 2018

     

    Read More
  • Menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang sangat menyenangkan. Sebagian akan memilih berlibur diluar kota ataupun diluar negeri. Tapi untuk Moms dan Dad yang memiliki waktu sedikit, bisa loh menghabiskan waktu bersama keluarga di Jakarta dan sekitarnya. Selain menghemat waktu, liburan di Jakarta dan sekitarnya juga bisa menghemat kantong […]

    5 Tempat Liburan Ramah Anak di Jakarta dan Sekitarnya

    Menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang sangat menyenangkan. Sebagian akan memilih berlibur diluar kota ataupun diluar negeri. Tapi untuk Moms dan Dad yang memiliki waktu sedikit, bisa loh menghabiskan waktu bersama keluarga di Jakarta dan sekitarnya.

    Selain menghemat waktu, liburan di Jakarta dan sekitarnya juga bisa menghemat kantong Moms dan Dad. Apa saja kah tempat liburannya? 5 Tempat Liburan Ramah Anak di Jakarta dan Sekitarnya:

    1. Scientia Square Park

    Moms yang tinggal di kawasan Gading Serpong, ada satu tempat yang pas untuk mengajak Si kecil liburan. Scientia Square Park membuat tempat rekreasi yang menggabungkan edukasi dan juga back to nature. Moms bisa mengajak si kecil untuk bercocok tanam, memberikan makan kelinci dan ikan atau melihat kupu-kupu di penangkaran khusus.

    Tidak hanya si kecil yang bisa menikmati tempat ini, Moms dan Dad juga bisa mengikuti aktivitas lainnya disini seperti jogging, yoga ataupun wall climbing. Scientia Square Park buka pukul 06.00 – 23.00 WIB. Harga tiket cukup terjangkau Rp 25.000 (Weekend) dan Rp 50.000 (Weekend).

    Baca juga: 4 Destinasi Wisata di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

    Alamat: Jalan Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

    1. Jakarta Aquarium & Pingoo Restaurant

    Tempat liburan yang ramah anak selanjutnya yaitu Jakarta Aquarium. Aquarium yang terletak di dalam mall Neo Soho ini memiliki 600 jenis satwa. Jakarta Aquarium menjadi konservasi satwa pertama di Indonesia dalam ruang publik. Selain keindahan satwa, tempat ini juga menampilkan teater bawah laut “Pearl of The South Sea”. Cerita yang berkisah tentang putri yang dikutuk menjadi ratu laut.

    Setelah asik melihat penampilan teater, ajak si kecil untuk berinteraksi dan memberi makan penguin di Pinggoo Restaurant. Moms berkunjung setiap hari mulai (10.00-20.00). Harga tiketnya, Moms harus merogoh kocek Rp 125.000 – Rp 200.000 saat weekday Rp 150.000 – 225.000 saat weekend.

    Alamat: Neo Soho, Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 28, RT.3/RW.5, Tanjung Duren, Jakbar

    1. Kidzania

    Si Kecil masih bingung dengan cita-citanya? Kidzania menjadi tempat yang pas untuk mencari tahu cita-cita yang cocok untuknya. Tempat hiburan ini dirancang dan dibangun khusus menyerupai replika sebuah kota yang sesungguhnya dengan skala kecil. Di Kidzania terdapat jalan raya, rumah sakit, supermarket, salon, theater dan lain sebagainya.

    Anak-anak bisa memainkan berbagai peran dan profesi seperti orang dewasa, seperti polisi, dokter, pilot, koki, ilmuwan dan lebih dari 100 profesi lainnya. Kidzania terdapat di 18 negara seperti Mexico, Jepang, Indonesia, Portugal, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malaysia, Chile, Thailand, India, Kuwait, Filipina, Mesir, Turki, Arab Saudi, Brazil, Singapura dan Inggris. Buka setiap hari (09.00-20.00), untuk harga tiketnya mulai dari Rp 50.000 – Rp 200.000.

    Baca Juga: 7 Tips Persiapan Liburan di Korsel

    Alamat: Pacific Place, Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 52-53, RT.5/RW.3, Senayan

    1. Faunaland Ancol

    Mungkin banyak yang belum tahu jika Ancol membuka wahana baru di Ancol. Faunaland salah wahana untuk mendekatkan diri dengan alam. Disini, Moms bisa mengenalkan buah hati dengan binatang-binatang secara langsung. Wahana ini diresmikan tahun lalu dan hingga  kini Faunaland Ancol memiliki 109 biota unik terdiri dari primata, mamalia, reptil hingga unggas.

    Terdapat pula aksi burung di Bird show jam 16.00 untuk weekdays sedangkan weekend pada pukul 10.30 dan 15.30. Harga tiketnya Rp 80.000 (weekdays) dan 90.000 (Weekend).

    Alamat: Ecovention Building – Ecopark, Jalan Lodan Raya, Ancol

    1. Waterbom Jakarta

    Sepertinya asik juga bila menghabiskan waktu liburan bersama si kecil dengan bermain air. Ada satu tempat yang cocok sekali untuk Moms dan keluarga yaitu Waterbom Jakarta. Berlokasi di Pantai Indah kapuk, waterbom ini memiliki luas area sebesar 38.000 meter persegi.

    Memiliki tiga macam seluncuran yaitu seluncuran tertutup, setengah terbuka dan terbuka. Pastikan selalu menjaga buah hati Moms agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Waterbom Jakarta dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-19.00. Harga tiketnya sendiri untuk anak-anak Rp 220.000 sedangkan dewasa Rp 280.000 sudah termasuk wahana air, ban dan jaket pelampung.

    Baca Juga: Jaga Kesehatan Tubuh Ketika Liburan ke Bali

    Alamat : Jl. Pantai Indah Barat No. 1, Pantai Indah Kapuk – Jakarta 14470, Indonesia

    Itulah 5 Tempat Liburan di Jakarta yang Ramah Anak. Pastikan liburan Moms dan Keluarga tidak batal karena flu. Oleh karena itu, segera lakukan vaksinasi flu hanya di ProSehat. Kenapa harus di ProSehat? Karena tidak perlu antre apalagi keluar rumah. Cukup install aplikasi ProSehat, order layanan vaksinasi dan Moms bisa menentukan sendiri jadwal suntiknya, loh.

    Selain layanan vaksinasi, Moms bisa mendapatkan produk kesehatan dan makanan sehat lainnya. Info lebih lanjut hubungi Asisten kesehatan Maya Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Tunggu apa lagi, liburan lebih nyaman tanpa sakit flu.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    Ranti, Raisa Benaya. “Pasti Seru! 16 Tempat Wisata Anak di Jakarta yang Asyik”. casaindonesia(dot)com/article/read/6/2018/581/Pasti-Seru-16-Tempat-Wisata-Anak-di-Jakarta-yang-Asyik.  Diakses pada 29 November 2018

     

    Read More
  • Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud […]

    Mencegah Overeating “Kelebihan Makan” Saat Berlibur

    Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud dengan overeating itu?Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Mari kita baca artikel berikut.

    Overeating adalah suatu kondisi dimana seseorang makan terlalu banyak, asupan yang masuk ke tubuh melebihi energi yang dikeluarkan oleh orang tersebut. Overeating sering terjadi pada saat berlibur, terutama untuk orang-orang yang hobi berwisata kuliner. Kondisi overeating berbeda dengan binge eating disorder, yang merupakan kelainan dimana orang tersebut akan makan terus menerus karena ada permasalahan psikologis ataupun masalah sosial. Saat berlibur akan mempengaruhi kondisi emosional kita, dan dapat meningkatkan kemungkinan kita makan lebih banyak daripada biasanya.

    Baca Juga: 9 Makanan Untuk Mencegah Flu

    Makan yang terlalu banyak meskipun hanya pada saat liburan juga tidak baik, terutama apabila makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak. Hal Ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan obesitas atau kegemukan. Keadaan obesitas dan kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, hipertensi, stroke, batu empedu, diabetes, dan masih banyak lainnya.

    Tentu anda tidak ingin terkena kondisi seperti di atas bukan? Solusinya adalah menjaga pola hidup sehat dan jangan makan berlebih. Kunci agar kita tidak makan terlalu banyak adalah, makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah ketika kamu sudah kenyang sedang, jangan makan hingga kekenyangan. Umumnya dalam waktu 4 jam sisa makanan di lambung tinggal 10%, maka umumnya kita dapat makan setelah 4 jam dari makan sebelumnya.

    Berikut adalah cara-cara untuk mencegah overeating pada saat kita berlibur:

    • Makan perlahan, Ini berupakan merupakan konsep baru dalam menjaga makan. Tubuh kita memerlukan waktu 12 menit atau lebih untuk berproses hingga otak kita menangkap kita sudah kenyang, dan pada orang gemuk membutuhkan waktu 20 menit atau lebih. Sehingga, apabila kita makan dengan perlahan akan memastikan bahwa sinyal-sinyal kenyang ini sudah mencapai ke otak sebelum kita makan terlalu banyak.
    • Jangan makan ketika sedang melakukan pekerjaan lain, Apabila kita makan ketika sedang berkendara ataupun sedang bekerja di depan komputer otak kita akan terdistraksi, sehingga sinyal kenyang itu tidak tersampaikan optimal di otak dan kita akan makan lebih banyak dari biasanya. Usahakan pikiran fokus untuk menikmati makanan anda, karena hal itu akan mempercepat sinyal kenyang sampai ke otak.
    • Nikmati suapan pertama anda, sensor rasa pada lidah kita akan sangat sensitif ketika pada saat pertama kali kita makan. Apabila pada suapan pertama anda makan dengan perlahan dan benar-benar menikmatinya, saat suapan-suapan selanjutnya sudah tidak akan senikmat yang pertama, ini akan membantu anda saat akan berhenti makan.
    • Tampilan makanan, saat menggunakan piring sajian lebih kecil, dan mengatur agar kondisi piring tetap tertata, secara psikologis akan membuat kita menjadi lebih cepat kenyang
    • Pemilihan jenis makanan, Hindari makanan bervolume kecil dengan kalori yang besar seperti coklat, milkshake, mentega. Hal ini karena seringkali makanan ringan seperti coklat yang kita konsumsi berulang kali kalorinya dapat lebih besar dari makan berat kita.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Makan Siang

    Demikian informasi mengenai bagaimana cara mencegah overeating saat berlibur, semoga dapat bermanfaat untuk Sobat. Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Magee E. How to Stop Overeating [Internet]. WebMD. 2007 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/overcoming-overeating#1
    2. Zelman K. Getting Over Overeating [Internet]. WebMD. 2005 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/getting-over-overeating#2
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Hamdy O. Obesity: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 1990 [cited 19 February 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/123702-overview
    5. Meule A. The Psychology of Overeating: Food and the Culture of Consumerism. Food, Culture & Society. 2016;19(4):735-736.
    Read More
  • Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya? […]

    Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya?

    Penyakit yang sering timbul pada saat berlibur biasanya adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan, karena saat berlibur berburu kuliner merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Tiga penyakit tersering yang biasa muncul saat berlibur adalah keracunan makanan, gastroenteritis akut, dan tifoid.

    KERACUNAN MAKANAN

    Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri, parasit, virus, maupun zat kimia. Gejala dari keracunan makanan dapat sangat bervariasi, tergantung dari derajat penyakit dan tingkat keparahannya.

    • Nyeri perut, gejala ini merupakan efek dari peradangan saluran pencernaan.
    • Muntah, termasuk gejala yang sering ditemukan terutama dari penyebab infeksi bakteri dan virus.
    • Diare, biasanya gejala ini kurang dari 2 minggu.
    • Nyeri kepala.
    • Demam, tergantung dari tingkat keparahan penyakit, apabila berat, kondisi keracunan makanan dapat menimbulkan demam.
    • Perubahan pada BAB, apabila terjadi kerusakan yang invasif pada saluran pencernaan, BAB bisa berdarah.

    Baca Juga: 7 Lokasi Snorkeling di Jakarta

    Keracunan makanan depat dicegah dengan  menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan saat akan makan, makanlah masakan yang benar-benar matang, dan jagalah bekal Anda pada suhu yang sesuai agar tidak basi.

    Penanganan yang dapat segera dilakukan adalah memberikan cairan agar tidak mengalami kondisi dehidrasi, dan hindari produk-produk yang mengandung susu terutama apabila terdapat gejala diare karena dapat memperparah diarenya, dan segera bawa ke dokter.

     GASTROENTERITIS AKUT

    Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, penyebab yang paling sering pada penyakit ini adalah virus dan terkadang juga bakteri. Pada gastroenteris viral akut sering ditandai dengan demam ringan, muntah, diikuti diare cair dan bukan diare berdarah. Gastroenteritis viral akut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi kita tetap harus memerhatikan kadar cairan di tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

    Maka dari itu penanganan yang utama adalah cairan, pastikan minum harus cukup, usahakan konsumsi cairan yang isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat muntah dan diare. Pencegahan paling penting adalah melakukan vaksinasi rotavirus sebelum berlibur, karena virus yang umumnya menyebabkan penyakit ini adalah rotavirus.

    Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum HoneyMoon

    DEMAM TIFOID

    Demam tifoid masih merupakan penyakit endemis di Indonesia. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi yang masuk ke dalam tubuh manusia, terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Gejala yang timbul dapat sangat bervariasi dari ringan sampai berat. Biasanya jarak antara kuman masuk ke tubuh sampai timbul gejala cukup panjang sekitar 10-14 hari.  Pada minggu pertama gejala yang sering muncul demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, sulit BAB, ataupun diare.

    Pada minggu ke dua gejala menjadi semakin jelas, umumnya gejala yang sangat dominan adalah demam, lidah yang kotor di tengah umumnya lidah berwarna putih. Apabila sobat melihat gejala seperti ini pada keluarga atau kerabat saat atau sesudah berlibur segeralah bawa ke dokter, karena butuh penanganan yang adekuat. Umumnya pasien demam tifoid akan membutuhkan istirahat yang cukup dan terapi pengobatan.

    Baca Juga: 5 Penyebab Tifus dan Pencegahannya

    Nah, Sobat itulah sekilas informasi mengenai penyakit yang sering muncul saat dan sesudah berlibur. Jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    2. Gamarra R. Food Poisoning: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/175569-overview
    3. Lin B. Viral Gastroenteritis: Background, Pathophysiology, Etiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/176515-overview
    Read More
  • Tidak terasa ya,Sobat semakin dekat dengan akhir tahun. Ada rencana liburan kemana nih? Apakah mau liburan di dalam negeri atau luar negeri? Tapi harus ingat, sebelum Kita pergi berlibur pastikan kita mengetahui Travelling Diseases yang ada di setiap negara agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Berikut Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi […]

    Perhatikan Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis

    Tidak terasa ya,Sobat semakin dekat dengan akhir tahun. Ada rencana liburan kemana nih? Apakah mau liburan di dalam negeri atau luar negeri? Tapi harus ingat, sebelum Kita pergi berlibur pastikan kita mengetahui Travelling Diseases yang ada di setiap negara agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Berikut Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis:

    1. Thailand

    Punya rencana ke negeri gajah putih? Thailand memang memiliki pesona yang indah, terutama pada pantai yang indah dan ratusan candi yang masih berdiri kokoh. Sebelum tersihir dengan pesonanya, ketahui terlebih dahulu Travelling Diseases di Thailand.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Anda bisa saja terserang Hepatitis A melalui makanan atau air yang terkontaminasi di Thailand. Hal ini karena pengolahan air di sana belum terstruktur dengan baik.
    Typhoid Vaksinasi ini sangat disarankan saat berkunjung ke Thailand. Tifoid tidak hanya menyebar melalui makanan atau air, penyebaran juga dapat terjadi saat Kita tinggal dengan orang sekitar atau mengunjungi kota-kota kecil dan pedesaan.
    Hepatitis B Perlu diwaspadai terhadap jarum yang telah terkontaminasi, hubungan seksual, dll agar terhindar dari hepatitis B.
    Japanese Encephalitis Bila Anda merencanakan perjalanan ke Thailand lebih dari satu bulan, maka vaksinasi Japanese Encephalitis menjadi pertimbangan untuk Anda.
    1. Singapura

    Bila Anda sudah menonton film Crazy Rich Asian, pasti ingat semua tempat yang menawan seperti ini. Singapura menjadi salah satu negara yang paling banyak dikunjungi turis, tidak terkecuali turis asal Indonesia. Hal ini karena Singapura dekat dengan Indonesia dan harga tiket kesana yang cukup murah, sehingga negara ini menjadi tempat favorit untuk berlibur. Sebelum ke Singapura, alangkah baiknya cek Travelling Diseases yang ada disana.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Walaupun negara Singapura termasuk negara yang maju dan dengan sistem pengairan yang baik. Akan tetapi perlu diwaspadai nih, karena Hepatitis A bisa menyerang Anda melalui makanan dan minuman yang Anda santap.
    Typhoid Seperti sebelumnya, penyakit Typhoid atau tifus ini bisa menyerang Anda melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
    Hepatitis B Waspada terhadap jarum yang telah terkontaminasi, hubungan seksual agar terhindar dari hepatitis B.
    Yellow Fever Apabila Anda pernah melakukan perjalanan ke negara endemis Yellow Fever, maka Anda akan diminta Pemerintah Singapura bukti vaksinasi Yellow Fever. Jadi untuk mencegah hal itu, lakukanlah vaksinasi Yellow Fever sebelum pergi ke luar negeri.
    Rabies Perlu Anda waspadai apabila berjalan-jalan ke Singapura. Hal ini karena kelelawar sering berkeliaran di Singapura, maka vaksinasi rabies direkomendasikan untuk Anda. Jadi perlu diwaspadai ya.
    1. Jepang

    Arigatou Gozaimazu pasti Anda sudah mengetahui dari mana kata ini berasal. Ya, Negara Jepang menjadi salah satu negara yang didatangi para turis. Selain pemandangannya yang indah akan tetapi budaya disana masih kental, seperti perayaan Shichi-go-san, Tango no Sekku dan Seijin no Hi merupakan salah satu perayaan untuk anak-anak di Jepang.

    Sebelum Anda melakukan perjalanan ke negara matahari terbit ini, pastikan mengetahui Travelling Diseases disana.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Saat berjalan-jalan, jangan makan makanan yang sembarangan, ya. Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi terjamin kebersihannya untuk menghindari terpapar virus Hepatitis A.
    Hepatitis B Waspadailah kontak langsung dengan jarum yang telah terkontaminasi hepatitis B yang dapat berasal dari jarum tatoo, tindik dan hindari berhubungan seksual dengan penderitanya.
    Rabies Beberapa tempat di Jepang seperti di Arashiyama, Zao hingga Miyagi banyak berkeliaran hewan-hewan yang lucu. Walaupun lucu, Anda tetap perlu mewaspadai jika beberapa hewan tersebut ternyata rabies. Mencegah hal itu, pastikan untuk melindungi diri Anda dengan vaksinasi Rabies.
    Japanese Encephalitis Hati-hati nih bila melakukan perjalanan ke Jepang. Hal ini karena di tahun 2002, Jepang mengalami wabah Japanese Encephalitis. Virus ini dapat ditularkan melalui perantara nyamuk, babi atau burung.
    1. Korea Selatan

    Siapa sih yang tidak ingin bertemu para Idol Korea? Selain pesona para idolnya yang menarik perhatian, pemandangan di negara ini juga sangat indah. Bangunan-bangunan kerajaannya pun masih terawat dengan baik. Jadi, nggak salah Korea Selatan menjadi destinasi  pilihan bukan hanya pecinta Kpop tapi orang-orang biasa seperti kita. Perlu diingat nih, sebelum pergi kesini pastikan untuk mengetahui Travelling Diseases di Korea Selatan.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Konsumsilah makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya agar Anda terhindar dari virus hepatitis A.
    Hepatitis B Penyebaran virus hepatitis B, dapat berasal dari hubungan seksual dengan penderitanya, jarum suntik yang tidak steril dan saat membuat tattoo yang dapat meningkatkan risiko hepatitis B.
    Rabies Di Korea Selatan, banyak anjing, kelelawar dan mamalia lainnya yang ada disana. Nah, perlu Anda waspadai saat berada disana. Hal ini karena bisa saja hewan-hewan tersebut menggigit Anda saat melancong ke negeri Kpop.
    Japanese Encephalitis Liburan atau tinggal lebih dari sebulan, dianjurkan melakukan vaksinasi  Japanese Encephalitis. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah vaksinasi ini tepat saat Anda memutuskan berlibur ke luar negeri.

    Itulah Travelling Diseases pada 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis. Pastikan berkonsultasi pada asisten kesehatan maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Liburan jadi aman dan nyaman… Selamat berlibur.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Liputan 6. “10 Negara Ini Paling Banyak Dikunjungi Turis Selama Tahun 2017”. liputan6.com/lifestyle/read/3173758/10-negara-ini-paling-banyak-dikunjungi-turis-selama-tahun-2017. Diakses pada 24 September 2018
    2. CDC. “Destination for Travelers”. wwwnc.cdc.gov/travel/destinations/list. Diakses pada 24 September 2018
    3. Match. “Rangkaian Acara di Jepang Selama Satu Tahun”. matcha-jp.com/id/307. Diakses pada 24 September 2018
    Read More
  • Sobat sekalian mungkin sering mendengar, “Hati-hati, traveling bisa bikin berat badan naik alias gemuk, loh!”. Hmm, ini mitos atau fakta ya? Traveling atau jalan-jalan merupakan aktivitas yang disenangi oleh semua orang, terutama untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja dan mengurangi stres. Pasti Sobat pun pernah melakukannya: ambil cuti saat sudah terlalu jenuh dengan pekerjaan, pergi traveling […]

    Traveling Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?

    Sobat sekalian mungkin sering mendengar, “Hati-hati, traveling bisa bikin berat badan naik alias gemuk, loh!”. Hmm, ini mitos atau fakta ya? Traveling atau jalan-jalan merupakan aktivitas yang disenangi oleh semua orang, terutama untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja dan mengurangi stres. Pasti Sobat pun pernah melakukannya: ambil cuti saat sudah terlalu jenuh dengan pekerjaan, pergi traveling mengunjungi beberapa tempat baru, lalu pulang dengan semangat untuk kembali bekerja. Namun, selain baik untuk menghilangkan stres, apakah traveling juga baik untuk kesehatan? Apalagi bagi Sobat yang bahkan pekerjaannya mengharuskan untuk traveling atau disebut “business travel”, apakah membuat Sobat menjadi sehat atau justru tidak sehat dan menggemuk? Yuk, kita simak lebih lanjut.

    Kegemukan atau obesitas ialah masalah kesehatan dunia yang sangat kompleks. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkannya, mulai dari faktor genetik, gaya hidup, pola makan, aktivitas, pekerjaan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, obesitas juga berhubungan dengan berbagai penyakit lain seperti diabetes, gangguan jantung, dan berbagai penyakit metabolik lainnya. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk dapat mengintervensi masalah ini dan terus mencari berbagai penyebab yang berkontribusi terhadap terjadinya obesitas. Meskipun saat ini peningkatan prevalensi obesitas sudah mulai melambat dan cenderung stabil, namun jumlah orang yang menderita obesitas di dunia masih banyak. Akumulasi peningkatan berat badan yang sedikit demi sedikit namun konsisten sejak usia muda juga akan menyebabkan obesitas di kemudian hari. Dan ternyata penelitian yang dilakukan melihat bahwa peningkatan konsumsi makanan yang berlebih dalam periode yang sebentar saja dalam setahun dapat berdampak signifikan pada peningkatan berat badan, seperti pada saat musim liburan. Tentu saat-saat liburan ini paling sering digunakan untuk traveling.

    Traveling atau jalan-jalan tentu sangat menyenangkan, siapa yang tidak suka? Apalagi jika bersama dengan keluarga dan sahabat tercinta. Bahkan pasti ada di antara Sobat pembaca yang juga memiliki hobi traveling.

    Traveling yang dapat dilakukan juga bermacam-macam, mulai dari traveling yang sederhana dengan hanya mengunjungi tempat yang tidak terlalu jauh, menginap beberapa hari dengan keluarga atau sahabat, sampai traveling yang cukup panjang dan berat seperti naik gunung dan lain-lain. Saat ini pun cukup mudah bagi kita untuk bepergian ke suatu tempat baru dengan maraknya jasa open trip. Seiring dengan hal tersebut, ternyata juga marak informasi yang beredar bahwa traveling akan membuat gemuk. Tentu ini berita buruk apalagi bagi Sobat yang sedang menjalani program diet.

    Ternyata benar loh Sobat, penelitian terbaru menemukan bahwa traveling dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang cukup signifikan dan dapat berujung pada obesitas, bahkan traveling yang singkat sekalipun. Peningkatan berat badan tersebut cenderung persisten hingga 6 minggu setelahnya. Dari 122 orang berusia 18-65 tahun yang berlibur dalam jangka waktu 1 sampai 3 minggu yang diteliti, 61% di antaranya pulang dengan peningkatan berat badan yang signifikan. Hanya sedikit yang kembali berlibur dengan penurunan berat badan. Penemuan ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan menyelidiki apa penyebab di balik peningkatan berat badan saat traveling.

    Untuk dapat mengerti apakah ini mitos atau fakta, Sobat sekalian harus benar-benar paham apa yang menyebabkannya. Nah, apa sih penyebabnya? Apalagi sering kali peningkatan berat badan ini tidak begitu disadari kecuali Sobat sering berolahraga dan memantau berat badan secara rutin. Meski kebanyakan pulang dengan peningkatan berat badan, namun ada juga yang tidak dan bahkan justru mengalami penurunan berat badan. Tentu banyak faktor yang dapat berhubungan dengan hal ini, mulai dari pola konsumsi saat traveling, transportasi yang digunakan, pola aktivitas fisik, lamanya traveling, hingga jenis traveling yang dilakukan.

    Faktor yang paling penting menyebabkan peningkatan berat badan setelah traveling adalah pola konsumsi makanan lebih banyak dari biasanya saat sedang traveling. Biasanya saat traveling berbagai jenis makanan disediakan dalam jumlah banyak dan camilan akan selalu tersedia agar kita selalu kenyang dan happy saat traveling.

    Jenis makanan yang disajikan biasanya adalah makanan yang disenangi semua orang seperti makanan cepat saji, goreng-gorengan, dan lain-lain. Selain itu, banyak yang mengonsumsi alkohol saat sedang berlibur untuk merayakan kebersamaan dengan sahabat. Tidak hanya makanan yang sudah disiapkan, sering kali Sobat yang berlibur mengunjugi tempat baru akan mencoba berbagai makanan unik yang ditemukan. Faktor-faktor lain ikut ambil andil memperberat kondisi ini, seperti traveling yang cenderung duduk lama di dalam kendaraan dan jarang berjalan kaki serta tidak adanya aktivitas fisik yang bermakna selama liburan.

    Bagaimana dengan Sobat yang pekerjaannya mengharuskan untuk traveling atau bussiness travel? Ternyata tidak jauh berbehda, penelitian menunjukkan bahwa business travel juga dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan tidur. Penyebabnya juga biasanya karena pola makan yang tidak teratur, cenderung memilih makanan cepat saji, dan tingginya konsumsi alkohol. Jadi mereka yang pekerjaannya mengharuskan untuk traveling pun juga dihantui dengan berbagai masalah kesehatan.

    Wah, tampaknya mulai banyak yang tidak ingin traveling ya setelah mengetahui tentang hal ini? Jangan khawatir, penelitian menunjukkan traveling juga memberikan berbagai manfaat seperti menurunkan tingkat stres dan menurunkan tekanan darah sistolik yang berdampak positif bagi kesehatan. Peningkatan berat badan karena traveling dapat dicegah dengan mengubah pola makan yang tidak menyehatkan saat traveling, kurangi camilan yang tidak terlalu perlu, hindari mengonsumsi alkohol, dan perbanyak aktivitas fisik seperti berjalan kaki saat sedang traveling.

    Mitos atau fakta? Saat ini Sobat pasti mengerti bahwa semuanya tergantung bagaimana Sobat mengatur pola makan saat traveling dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Yuk, meski sedang traveling dan bersenang-senang, jangan lupa untuk tetap menerapkan gaya hidup yang sehat.
    Jangan lupa, Sobat, jika ingin mencari tahu informasi kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Díaz-Zavala RG, Castro-Cantú MF, Valencia ME, Álvarez-Hernández G, Haby MM, Esparza-Romero J. Effect of the Holiday Season on Weight Gain: A Narrative Review. Journal of Obesity, 2017;2085136(2017):1-13.
    2. Cooper JA, Tokar T. A prospective study on vacation weight gain in adults. Physiology and Behavior. 2016;156:43–7.
    3. Preidt R. Vacation weight gain can mean ‘creeping obesity’. Diupdate 6 Februari 2016. Diakses 12 September 2018. Available at: https://www.webmd.com/diet/obesity/news/20160207/vacation-weight-gain-can-lead-to-creeping-obesity-study-finds
    4. Science Daily .Vacations can lead to weight gain, contribute to ‘creeping obesity’. Diupdate 1 Februari 2016. Diakses 12 September 2018. Available at: https://www.sciencedaily.com/releases/2016/02/160201220320.htm
    5. Yang J, French S. The travel-obesity connection: Discerning the impacts of commuting trips with the perspective of individual energy expenditure and time use. Environment and Planning B: Planning and Design. 2013;40(4):617–629.
    6. Richards CA & Rundle AG. Business travel and self-rated health, obesity, and cardiovascular disease risk factors. Journal of Occupational and Environmental Medicine. 2011;53(4):358–363.
    Read More
  • Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan […]

    Checklist Persiapan Kesehatan Agar Travelling Sukses

    Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan oleh semua orang dan tentu saja kita harus mempersiapkan banyak hal sebelum berangkat.

    Memangnya apa yang kita perlu siapkan sebelum berangkat liburan? Tentu saja banyak! Contohnya saja kita perlu mempersiapkan pakaian yang cukup dan lebih baik lagi jika kita menyiapkan pakaian lebih sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan – seperti pakaian yang tiba-tiba basah karena hujan ataupun insiden lainnya. Bukan hanya pakaian, kita juga perlu mempersiapkan biaya dengan baik sehingga kita tidak kehabisan uang ketika bepergian dan pastinya hal ini akan merepotkan kita nantinya.

    Apakah hanya hal ini saja yang perlu kita siapkan ketika akan pergi liburan? Tentu saja tidak! Ada satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika akan pergi berlibur, yaitu persiapan kesehatan. Yup, melakukan persiapan kesehatan sama pentingnya kita dengan mempersiapkan pakaian dan biaya karena pastinya tidak ada yang mau jatuh sakit ketika pergi berlibur. Bila kita sakit saat ketika bepergian karena akan menyebabkan gagalnya beberapa hal yang sudah direncanakan sebelumnya.

    Lalu, apa saja persiapan kesehatan yang harus kita siapkan sebelum kita pergi berlibur? Apakah hanya melakukan cek kesehatan ke dokter sebelum beberapa hari keberangkatan sudah cukup? Apa yang perlu kita lakukan selama berlibur supaya tidak jatuh sakit? Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa hal yang harus kita persiapkan dengan baik sebelum pergi berlibur dan kita bisa membuat checklist dari berbagai hal ini supaya kegiatan liburan kita berjalan dengan lancar. Daripada semakin penasaran mengenai apa saja yang harus kita persiapkan, yuk mending kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Melakukan vaksinasi flu

    Seperti yang kita tahu, flu adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya dan bukan suatu hal yang baru pula jika flu adalah penyakit yang sering menyerang kita yang sedang pergi berlibur. Flu dapat menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas liburan kita terlebih ketika kita tidak segera memberikan penanganan terhadap penyakit ini, salah-salah kita bisa harus berdiam diri di kamar hotel bahkan rumah sakit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, kita bisa melakukan vaksinasi flu terlebih dahulu  yang bisa dilakukan setidaknya satu atau dua minggu sebelum perjalanan. Bentuk dari vaksin flu ini berupa suntikan yang akan disuntikkan pada lengan atas Sobat.

    1. Berkonsultasi dengan dokter

    Hal yang satu ini sangatlah disarankan mengingat kita tidak bisa bertemu dengan dokter yang biasa menangani kita selama liburan berlangsung. Berkonsultasi dengan dokter sebelum pergi liburan merupakan langkah cerdas karena kita bisa mengetahui obat apa saja yang aman untuk dikonsumsi ketika kita jatuh sakit dan pastinya sesuai tubuh kita masing-masing. Ceritakan riwayat kesehatan Sobat pada dokter karena tidak semua obat cocok untuk satu orang dengan orang lainnya.

    1. Menggunakan asuransi perjalanan wisata

    Apakah  kalian biasa menggunakan asuransi perjalanan wisata ketika berlibur ke suatu tempat? Jenis asuransi yang satu ini biasanya dipilih oleh seseorang ketika mereka bepergian dalam jarak jauh, contohnya saja ketika kita akan pergi berlibur ke luar negeri utnuk memiliki asuransi perjalanan wisata adalah hal yang sangat disarankan. Kenapa begitu? Tentu saja jawabannya karena memiliki asuransi memberikan keamanan tersendiri bagi kita sehingga sewaktu-waktu kita jatuh sakit, tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Asuransi perjalanan wisata ini bisa kita dapatkan dari agen travel liburan dan pastinya dibanderol dengan harga yang bervariasi dan bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.

    1. Memperhatikan makanan yang kita konsumsi

    Yup, makanan adalah salah satu tujuan lain ketika kita pergi berlibur setelah kita mendapatkan pemandangan ataupun waktu bersantai yang kita inginkan. Bahkan, saat ini banyak dari kita yang pergi ke suatu tempat karena tertarik dengan makanan khas dari daerah tertentu dan bukan suatu hal yang mengherankan jika kita bisa menghabiskan banyak biaya untuk menikmati jenis makanan tertentu. Namun, apakah kalian memperhatikan kebersihan dari makanan yang dikonsumsi? Seringkali ketika kita kurang memperhatikan kebersihan dari makanan yang kita beli – dan ketika kebersihannya kurang terjaga maka kita bisa jatuh sakit. Sakit perut hingga diare bukanlah suatu hal yang baru ketika kita salah makan ketika berpergian. Bukan hanya saat berlibur saja kita perlu memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi, tapi setiap hari hendaklah kita menghindari konsumsi berbagai makanan yang dapat mengganggu sistem pencernaan kita

    1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

    Hal terakhir yang perlu kita masukkan dalam checklist persiapan kita sebelum berlibur adalah untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap waktu. Yup, hal ini sangatlah penting untuk dilakukan mengingat ketika kebutuhan cairan kita tidak terpenuhi dalam sehari maka kita akan berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan menjadi halangan untuk kita dalam mendapatkan liburan yang menyenangankan dan sebaliknya kita harus berdiam diri di kamar hotel ataupun rumah sakit hingga badan kita kembali fit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan? Konsumsilah air putih dengan cukup dalam sehari, setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih.

    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita masukkan dalam checklist persiapan kesehatan sebelum kita berlibur. Mempersiapkan kesehatan kita dengan baik adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan terlebih ketika kita ingin kegiatan berlibur kita dapat berjalan dengan lancar. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi, kan bagaimana cara untuk menjaga tubuh tetap fit selama liburan? So, kapan kalian akan berangkat liburan?

    Untuk sobat yang ingin melakukan vaksinasi flu dan tidak mau antri atau capek maka sobat bisa memesannya di prosehat. Berbagai layanan vaksinasi dan kebutuhan kesehatan kamu juga tersedia di Prosehat. Instal aplikasinya dan dapatkan berbagai kelebihan dari ProSehat. Ingat Sehat Ingat Prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja