Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Travelling Sehat

Showing 1–10 of 26 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan […]

    10 Tips Mencegah Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tertidur Akibat Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan selalu merasa kurang bertenaga dan mudah lelah. Selain itu juga penting untuk tahu bagaimana cara meningkatkan kembali stamina tubuh.

    Bahaya Lelah Saat Di Perjalanan

    Apakah Sahabat Sehat termasuk sering berkendara ? Mungkin salah satu kendala yang kerap dihadapi sehari-hari adalah kemacetan, terutama bagi Sahabat Sehat yang tinggal di kota besar. Mengemudi atau tidak, berada di jalan yang macet dalam waktu lama dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh sehingga menyebabkan rasa kantuk hingga stress. 

    Kelelahan bahkan mengantuk saat di perjalanan cukup berbahaya sebab dapat mengurangi kewaspadaan saat berkendara, mengurangi waktu respons dan mempengaruhi kemampuan dalam menentukan pilihan. 

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi lelah saat berada di perjalanan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Tanda Tubuh Merasa Lelah

    Banyak orang yang merasa “masih sanggup” sehingga terus memaksakan diri. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa sinyal dari tubuh yang menandakan tubuh mulai lelah dan artinya Sahabat Sehat memang butuh istirahat untuk memulihkan stamina:

    Sering Menguap

    Jika Sahabat Sehat sering menguap, hal ini menunjukan bahwa tubuh membutuhkan oksigen. Selain itu, keluhan juga dapat diikuti dengan kedipan mata yang semakin intens. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan kurang awas dan kurang konsentrasi saat berkendara.

    Lupa Arah Jalan

    Jika Sahabat Sehat mulai lupa arah jalan, hal ini juga dapat menunjukan bahwa Sahabat Sehat sudah lelah di perjalanan. Ada baiknya bertukar posisi mengemudi bila ada rekan yang menemani di perjalanan.

    Mengabaikan Rambu Lalu Lintas

    Banyak sekali rambu di jalan raya dengan fungsi yang beragam. Seperti penunjuk arah, maupun lampu lalu lintas. Jika Sahabat Sehat sudah mulai tidak memperhatikan rambu lalu lintas, hal ini menunjukkan tubuh bahwa tubuh mulai lelah dan konsentrasi menurun sehingga dianjurkan untuk beristirahat sejenak.

    Mudah Emosi

    Salah satu tanda bahwa tubuh mulai lelah, biasanya Sahabat Sehat menjadi mulai emosi dan tidak sabar. Tidak jarang menjadi kesal dengan pengguna jalan lainnya. Jika Sahabat Sehat mengalami hal ini, ada baiknya menepi dan beristirahat sejenak.

    Tips Agar Tidak Mudah Lelah Selama Di Perjalanan

    Mengemudi atau tidak, sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama di perjalanan. Berikut adalah berbagai tips yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk mencegah kelelahan selama di perjalanan:

    1. Istirahat Sebelum Melakukan Perjalanan, setidaknya sudah tidur 7-8 jam
    2. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan tidr
    3. Jika terbiasa tidur siang, hindari berkendara di jam tidur siang
    4. Jika berkendara dalam waktu lama, berhenti secara berkala untuk istirahat dan meregangkan otot
    5. Minta ditemani seseorang yang bisa diajak ngobrol sehingga mengurangi ngantuk dan lelah
    6. Nyalakan radio dan buka jendela untuk mengurangi kantuk
    7. Bijak dalam konsumsi minuman berkafein, karena ketika efek kafein hilang maka kantuk akan muncul lagi
    8. Makan secukupnya dengan gizi seimbang sebelum melakukan perjalanan jauh
    9. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan stamina tubuh
    10. Lakukan pemeriksaan tubuh kepada dokter untuk mencari tahu apa penyebab badan mudah lelah

    Penyakit Penybab Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Lelah di perjalanan jauh adalah hal yang biasa. Namun jika tiap perjalanan badan langsung merasa lelah dan tidak bertenaga, ada kemungkinan beberapa risiko penyakit berikut ini:

    1. Anemia
    2. Gagal jantung
    3. Sindrom kelelahan kronis
    4. Sleep apnea
    5. Penyakit tiroid
    6. Diabetes
    7. Gangguan mental
    8. Demam kelenjar
    9. Sindrom kaki gelisah
    10. Penyakit celiac
    11. Malnutrisi
    12. Kanker
    13. HIV/Aids
    14. dan Lupus

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips mengatasi tubuh mudah lelah saat perjalanan jauh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain dengan konsumsi buah dan sayur maka lengkapi asupan gizi dengan mengkonsumsi multivitamin. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin serta produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Suni E. Drowsy Driving [Internet]. USA : Sleep Foundation 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Sep 14].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Drowsy Driving [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2017 [updated 2017 March 21; cited 2021 Sep 14].
    3. Santoso S. Tanda-Tanda Tubuh Lelah Berkendara yang Perlu Kita Cermati [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 June 03; cited 2021 Sep 16].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. […]

    5 Syarat Agar Anak Kecil Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Syarat Anak Boleh Masuk Mall ataupun Naik Kereta Api

    Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. Dengan demikian, tidak semua anak kecil boleh naik kereta ataupun masuk mall.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa ada sejumlah perubahan dalam ketentuan perpanjangan PPKM 21 September hingga 4 Oktober ini. Kebijakan tersebut berkaitan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.43 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, level 3, level 2 Coronavirus Disease 2019 di wilayah jawa-Bali.

    Syarat Agar Anak-Anak Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Jika pada aturan PPKM sebelum 21 September anak-anak tidak boleh naik kereta dan masuk mall, namun kini aturan tersebut sudah agak dilonggarkan. Anak kecil boleh masuk mall dan naik kereta asalkan memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

    Berusia di Atas 12 Tahun

    Hanya mereka yang berusia di atas 12 tahun boleh menggunakan transportasi umum seperti kereta api. Begitu juga untuk masuk mall, hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang boleh masuk ke pusat perbelanjaan modern seperti mall.

    Untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun masih boleh masuk ke dalam pusat perbelanjaan namun dengan syarat harus didampingi oleh orang tua dan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini bersifat uji coba dan bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dari pemerintah.

    Harus Sudah Vaksin Covid-19

    Berusia 12 tahun atau lebih saja tidak cukup. Masyarakat umum, terutama anak-anak wajib sudah divaksin minimal dosis pertama agar boleh naik kereta maupun masuk ke dalam mall. Hal yang menarik adalah bahwa jika belum divaksin karena memiliki riwayat penyakit (komorbid) atau karena baru saja sembuh dari Covid maka masih boleh masuk mall dengan syarat menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.

    Tambahan: Jika hendak naik kereta untuk perjalanan jauh, anak kecil wajib menyertakan juga hasil PCR/Swab Antigen dengan hasil negatif.

    Wajib Menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi

    Setelah mendapatkan vaksin, pengunjung mall juga perlu mengunduh aplikasi Peduli Lindungi. Melalui aplikasi Peduli Lindungi, Sahabat Sehat akan mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat digunakan saat memasuki kawasan mall. 

    Nantinya Sahabat Sehat akan diminta untuk melakukan scan QR code yang telah disediakan pengelola mall di area pintu masuk. Jika telah memenuhi semua persyaratan maka pengunjung diperbolehkan masuk mall. Jangan lupa untuk check-out kembali menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat meninggalkan mall.

    Mematuhi Protokol Kesehatan

    Agar diperbolehkan menggunakan transportasi kereta api, anak-anakpun harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dengan baik dan benar, serta menghindari kerumunan. Selain itu juga wajib duduk pada tempat yang sudah disediakan dengan memperhatikan jarak antar penumpang.

    Begitu juga untuk masuk mall. Wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan yang mungkin terjadi di dalam mall.

    Mengikuti Aturan Pihak Mall dan KAI

    Kapasitas pengunjung mall saat ini masih dibatasi maksimal 50% dengan jam operasional mall yang buka hingga pukul 21.00 waktu setempat. Makan ditempat untuk restoran yang berada di dalam bangunan mall masih diperbolehkan dengan durasi 60 menit dengan kapasitas maksimum 50%. Walaupun anak-anak, persyaratan ini wajib dipatuhi.

    Sementara itu, PT KAI memiliki aturan bahwa penumpang harus menunjukkan NIK. Untuk anak-anak yang tidak memiliki NIK akan dimintai menunjukkan sertifikat vasin beserta dengan kartu vaksin. Selama di dalam kereta, anak-anak wajib mengikuti arahan dari petugas.

    Syarat Menonton Bioskop di Dalam Maall

    Kabar terbaru, bioskop pada wilayah PPKM level 2 dan 3 juga telah mendapat izin untuk kembali beroperasi dengan kapasitas pengunjung maksimum 50% dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Anak-anak boleh ikut menonton bioskop di dalam mall dengan syarat tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat selama di dalam mall. Namun sebaiknya anak-anak tetap mendapat pengawasan orang tua selama di dalam bioskop.

    Sahabat Sehat, itulah mengenai informasi terkini perihal aturan PPKM periode 21 September hingga 4 Oktober 2021. Sejalan dengan pembaharuan kebijakan tersebut, Pemerintah terus menghimbau kepada masyarakat agar sekali lagi tidak terhanyut dengan euforia aturan baru PPKM terbaru.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19 baik ke rumah maupun di Klinik Kasih, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatimah S. Jangan Lupa, Ini Syarat Masuk mall Terbaru di Masa PPKM [Internet]. Indonesia :  Detik Finance. 2021 [updated 2021 Sep 14; cited 2021 Sep 22].
    2. Anwar M. PPKM Diperpanjang, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk mall [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 20; cited 2021 Sep 22].
    3. Muhammad A. Simak Aturan Masuk mall dan Pusat Perbelanjaan Terbaru di Masa PPKM Level 3 [Internet]. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22]. Indonesia : SINDOnews.com.
    4. CNN Indonesia. Syarat Anak-anak Boleh ke mall di Era Pelonggaran PPKM [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Cara menyimpan ASI saat bepergian akan mempengaruhi kualitas dan daya tahannya. Jika disimpan dengan benar, ASI bisa bertahan lebih dari 3 hari. Namun jika sembarangan simpan, ASI bisa berubah jadi tidak layak konsumsi dalam beberapa jam saja. Oleh sebab itu, cara menyimpan ASI sangatlah penting, terutama saat harus […]

    Agar Tidak Basi, Begini Cara Menyimpan ASI Saat Bepergian

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Panduan Cara Menyimpan ASI Saat Bepergian Bersama Si Kecil

    Cara menyimpan ASI saat bepergian akan mempengaruhi kualitas dan daya tahannya. Jika disimpan dengan benar, ASI bisa bertahan lebih dari 3 hari. Namun jika sembarangan simpan, ASI bisa berubah jadi tidak layak konsumsi dalam beberapa jam saja.

    Oleh sebab itu, cara menyimpan ASI sangatlah penting, terutama saat harus bepergian jauh. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara menyimpan ASI ketika sedang berpergian? Mari simak penjelasan berikut. 

    Panduan Cara Menyimpan ASI Saat Bepergian

    Bagi Sahabat Sehat yang aktif bepergian misalnya bekerja, mengunjungi sanak saudara, dan kegiatan lainnya, tentu harus mempertimbangkan penyimpanan ASI perah agar mencukupi kebutuhan asupan nutrisi Si Kecil.

    Sahabat Sehat tentu ingin agar ASI perah yang disimpan saat bepergian bersama si kecil dapat awet dan tahan lama. Oleh sebab itu, cara menyimpan ASI perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menyimpan ASI saat bepergian di luar rumah:

    Membawa Box Pendingin

    ASI perah bertahan 24 jam jika disimpan dalam box pendingin. Oleh sebab itu, jika memang memungkinkan, bawalah box pendingin untuk menyimpan ASI perah selama perjalanan.

    Box pendingin ini akan maksimal menjaga ASI tergantung cara Sahabat Sehat menyimpan ASI. Jika disimpan di dalam kotak pendingin yang ditambah ice pack, ASI perah tahan hingga 24 jam. Jika disimpan di bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat Celsius, ASI perah tahan hingga 5 hari. Namun jika box pendingin tidak dalam kondisi dingin, maka ASI hanya akan bertahan maksimal 6 jam saja.

    Jangan terlalu sering membuka tutup box pendingin karena suhu yang tidak stabil dapat merusak kualitas ASI. Buka box pendingin jika memang sudah saatnya Sahabat Sehat mengambil simpanan ASI perah untuk diberikan pada si kecil.

    Gunakan Kantong ASI Plastik

    ASI perah umumnya dapat disimpan di wadah kantong plastik maupun botol kaca. Namun saat Sahabat Sehat bepergian, sebaiknya menyimpan ASI perah dengan menggunakan kantong plastik khusus ASI yang lebih praktis. Kelebihan kantong ASI plastik untuk menyimpan ASI saat bepergian cukup banyak, misalnya tidak boros tempat sehingga bisa disimpan dalam jumlah banyak di box pendingin.

    Sebenarnya tidak ada yang salah ketika cara menyimpan ASI saat bepergian yang anda pilih adalah dengan menggunakan botol kaca ataupun botol plastik. Namun saat bepergian menggunakan kantong ASI plastik akan lebih mudah karena dan tidak merepotkan karena harus melakukn sterilisasi botol terlebih dahulu. Pilih kantong plastik ASI yang berlabel BPA (Bisphenol -A ) free yang artinya tidak mengandung BPA.

    Kebocoran pada kantong ASI plastik cukup sering terjadi, terutama pada bagian sealnya. Oleh sebab itu, pilih kantong plastik yang memiliki double seal sehingga risiko kebocoran menjadi jauh lebih minim.

    Tetap Catat Tanggal Perah Setiap ASI

    Sahabat Sehat tetap harus mencatat tanggal perah setiap kantong ASI. Bukan hanya tanggalnya saja, namun juga jam pemerahan ASI. Hal ini penting untuk menghitung berapa lama ASI dapat bertahan di tempat Sahabat Sehat menyimpannya.

    Seperti yang sudah disebut di awal, beda tempat penyimpanan akan beda juga lama daya tahan ASI. Jika disimpan tanpa ice pack atau di ruangan dengan suhu normal, maka ASI rata-rata hanya akan bertahan 6 jam saja. Namun jika diberi ice pack, ASI bisa bertahan 1 hari. Jika box pendingin memiliki suhu rendah, maka ASI bisa bertahan lebih dari 5 hari.

    Catatan: Meskipun disimpan dalam ice pack ataupun box pendingin, cek kualitas ASI terlebih dahulu sebelum memberikannya pada si kecil untuk memastikan ASI yang diberikan memang dalam kondisi baik.

    Untuk Berjaga, Siapkan Beberapa Set Alat Pompa ASI

    Hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi dalam proses penyimpanan ASI yang menyebabkan ASI yang disimpan rusak selama perjalanan. Oleh sebab itu, pastikan untuk membawa beberapa set alat pompa ASI agar bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Pastikan untuk membawa beberapa set alat pompa ASI, bukan hanya 1 set saja. Idealnya pompa ASI dibersihkan setiap habis digunakan. Set alat pompa lainnya berfungsi sebagai cadangan. Ya, ketika Sahabat Sehat bepergian dan tidak dapat membersihkan alat pompa ASI, pompa cadangan tersebut bisa digunakan.

    Untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik, sebaiknya simpan alat pompa ASI serta kantong plastik ASI dalam tas khusus. Bersihkan alat pompa ASI setiap habis digunakan. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih, maupun hand sanitizer sebelum dan sesudah memompa ASI.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips seputar cara menyimpan ASI saat bepergian bersama si kecil. Jika Sahabat Sehat memerlukan alat pompa ASI dan kantong plastik ASI perah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. KumpranMom. Tips Menyimpan ASI Perah Saat Bepergian [Internet]. Indonesia : KumparanMom. 2018 [updated 2018 Aug 30; cited 2021 Aug 06].
    2. Ayu N. 5 Trik Menyimpan ASI Perah Dengan Benar Saat Traveling Agar Tidak Cepat Basi [Internet]. Indonesia : Woman Talk. 2019 [updated 2019 Dec 26; cited 2021 Aug 06].
    3. Novak S. Your Ultimate Guide to Traveling While Breastfeeding [Internet]. USA : What To Expect. 2020 [updated 2020 Aug 06].
    Read More
  • Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum […]

    Penyebab Sakit Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

    Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum dapat melanjutkan lagi aktivitas seperti sedia kala.1 Sahabat tentu bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi? Daripada penasaran, yuk mari kita simak bersama-sama pembahasan di bawah ini!

    sakit setelah liburan. sakit sehabis liburan

    Baca Juga: Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Banyaknya Aktivitas yang Dikerjakan

    Karena liburan adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan tentu saja Sahabat tidak akan mau begitu saja melewatkan momen-momen yang Sahabat cukup anggap penting. Sahabat akan melakukan banyak aktivitas lebih dari biasanya yang mungkin saja melampaui waktu istirahat. Akibatnya, tubuh akan menjadi kaget akan perubahan perilaku tersebut.2,3

    Perubahan Pola Makan dan Minum

    Biasanya sebelum liburan, Sahabat merupakan orang yang teratur dalam makan dan minum bahkan dalam kondisi bekerja sekalipun. Namun, ketika liburan Sahabat mungkin lupa makan dan minum yang dapat memberikan efek negatif kepada tubuh seperti mudah terserang penyakit lambung dan flu. Karena itu, usahakan untuk tetap makan dan minum seperti saat sebelum liburan agar Sahabat tidak terserang penyakit ketika berlibur.2

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Terkena Kuman dan Virus

    Saat liburan Sahabat pun bisa terkena bakteri atau virus dengan mudah. Hal ini dikarenakan Sahabat bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya mulai dari hotel, saat naik transportasi umum atau saat berjalan-jalan di tempat-tempat publik. Inilah yang membuat penyakit dapat menular dengan cepat. Karena itu, usahakan untuk selalu melakukan tindakan-tindakan higienis seperti mencuci tangan atau di masa pandemi mengenakan masker dan menjaga jarak.2,3

    Perubahan Suhu dan Iklim

    Hal lain yang menyebabkan tubuh menjadi sakit sehabis berlibur adalah karena perubahan suhu dan iklim. Bagi Sahabat yang terbiasa dengan suhu dan iklim tropis tentu akan mengalami keterkejutan saat berlibur ke tempat yang suhunya dingin sehingga tubuh harus beradaptasi. Begitu kembali dari tempat tersebut tubuh akan mengalami keterkejutan lagi karena perlu melakukan penyesuaian kembali.

    Bepergian dengan Pesawat

    Banyak orang bepergian untuk liburan dengan pesawat terutama untuk destinasi wisata yang cukup jauh. Bepergian dengan pesawat memang cukup efektif karena dapat memangkas waktu perjalanan, namun ternyata berpergian dengan pesawat dapat meningkatkan risiko tubuh jatuh sakit. Hal ini karena udara dengan kelembapan rendah dapat menyerang hidung dan tenggorokan. Tak hanya itu, virus pun diyakini dapat cepat tertular dalam kondisi yang demikian dari sesama penumpang.1

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Cara Mencegah Sakit Sehabis Liburan

    Supaya Sahabat tidak sakit setelah liburan panjang yang malah dapat menghambat aktivitas sehari-hari, Sahabat disarankan untuk selalu membawa vitamin dalam jumlah banyak dan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Hal lainnya adalah melakukan tindakan-tindakan higienis, seperti mencuci tangan, istirahat yang cukup, dan minum banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol selama beberapa hari dan jangan lupa makan secara teratur. Apabila menderita gejala, seperti demam dan ruam pada kulit, segera pergi ke dokter untuk didiagnosis. Lalu, berilah tubuh waktu untuk bersantai dan menyesuaikan diri dengan aktivitas rutin, dengan mengambil cuti sehari sebelum beraktivitas. Jangan lupa untuk berolahraga ringan, yoga, dan teknik pernapasan supaya pikiran dan tubuh menjadi rileks setelah berlibur.1

    Baca Juga: Traveling Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?

    Itulah penyebab mengapa Sahabat terkena sakit sehabis berlibur dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai liburan sehat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. This is why you get ill after a holiday, according to a GP [Internet]. Cosmopolitan. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.cosmopolitan.com/uk/entertainment/travel/a28444993/feeling-ill-after-holiday/
    2. Hens H. 4 Penyebab Utama Sering Sakit Setelah Liburan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3996389/4-penyebab-utama-sering-sakit-setelah-liburan
    3. Ini Alasan Mengapa Anda Sakit Setelah Liburan, Ketahui Cara Mengatasinya! [Internet]. suara.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/06/24/082000/ini-alasan-mengapa-anda-sakit-setelah-liburan-ketahui-cara-mengatasinya?page=all
    Read More
  • Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini […]

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini berlaku mulai dari 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Seperti diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito bahwa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah bagian dari upaya menanggulangi Covid-19. SE dikeluarkan karena melihat pengalaman liburan-liburan sebelumnya yang selalu diikuti oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

    protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam surat edaran yang memuat protokol kesehatan untuk liburan akhir tahun 2020 ini. Apa saja itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    Pengetatan Perilaku 3M

    Perilaku 3M sudah menjadi hal yang wajib di saat pandemi Covid-19 ini mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak. Namun selama perjalanan sahabat diwajibkan mengetatkan salah satu perilaku 3M tersebut, yaitu memakai masker. Penggunaannya wajib dilakukan dengan benar dan menutupi hidung sedangkan jenis yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis. Tak hanya pengetatan pada masker, protokol lainnya juga melarang penumpang selama perjalanan melepas masker untuk makan dan minum bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan tertentu, yang jika tidak diperbolehkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Wajib PCR Swab dan Rapid Antigen

    Selain pengetatan perilaku 3M, hal yang perlu Sahabat perhatikan adalah kewajiban PCR swab dan rapid antigen saat melakukan perjalanan. PCR swab diwajibkan bagi Sahabat yang ingin ke Pulau Bali melalui transportasi udara paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk yang ingin ke Bali melalui jalur laut dan darat atau ke wilayah-wilayah bukan Bali, terutama di Pulau Jawa  wajib melakukan rapid swab antigen paling lama 3×24 jam. Selain wajib PCR swab maupun rapid antigen, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Namun pengisian ini tidak wajib bagi yang menggunakan kereta api. Rapid test antibodi masih diperbolehkan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Anak-anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Wajib Tes Covid-19

    Sempat muncul pertanyaan ketika pemberlakuan wajib PCR swab dan rapid swab antigen ini juga berlaku untuk anak-anak? Namun hal tersebut kenyataannya tidak melalui poin dalam surat edaran ini. Hal ini tentu saja melegakan bagi Sahabat yang berniat membawa anak dalam perjalanan. Namun, tetap hal tersebut harus diikuti dengan protokol-protokol kesehatan yang berlaku supaya anak-anak tidak mudah terjangkit Covid-19.

    Baca Juga: Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Untuk Mobilitas dalam Wilayah Jabodetabek Tidak Perlu Rapid Swab Antigen

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga menyatakan bahwa bagi Sahabat yang masih berlalu-lalang di dalam wilayah Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Hal itu juga berlaku untuk transportasi laut di Pulau Jawa yang bersifat rutin, yaitu melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan antardomestik dalam satu wilayah aglomerasi.

    Hasil Negatif atau Non-Reaktif dengan Gejala Harus PCR Swab

    Apabila Sahabat dinyatakan negatif atau non-reaktif dari hasil rapid antibodi dan antigen namun menunjukkan gejala, Sahabat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan wajib melakukan PCR swab dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

    Bagi WNI yang Baru Tiba dari Luar Negeri Harus Negatif PCR Swab

    Apabila Sahabat datang dari luar negeri ke Indonesia di saat libur Natal dan Tahun Baru, Sahabat harus negatif PCR swab yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku sejak tiba 3×24 jam, dan ada dalam e-HAC Indonesia. Setelah tiba, Sahabat akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dengan diukur suhu tubuh, validasi surat keterangan, dan pemeriksaan ulang PCR swab yang tidak hanya bagi WNI tetapi juga WNA. Setelah pemeriksaan Sahabat wajib dikarantina untuk menunggu hasil. Karantina ini berupa fasilitas milik pemerintah. Untuk WNA karantina berupa hotel atau penginapan yang disediakan pemerintah dengan sertifkasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan harus membayar secara pribadi.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Seperti itulah protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 supaya perjalanan aman, sehat, dan nyaman dari Covid-19 sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya Sahabat terhindar dari Covid-19 dan mengetahui positif atau negatif sebelum melakukan perjalanan, yuk jangan lupa melakukan PCR swab dan rapid swab antigen di Prosehat. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti untuk divalidasi saat di bandara, terminal, dan pelabuhan. Caranya mudah: Sahabat tinggal akses Prosehat melalui aplikasi atau website lalu pilih kategori Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test-Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. umar E. Protokol Kesehatan Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 [Internet]. Fajar.CO.ID. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://fajar.co.id/2020/12/20/protokol-kesehatan-libur-natal-dan-tahun-baru-begini-isi-surat-edaran-satgas-covid-19/
    2. Harsono F. Surat Edaran Satgas COVID-19 Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk Tanggulangi Penularan Virus Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4438339/surat-edaran-satgas-covid-19-perjalanan-libur-natal-dan-tahun-baru-untuk-tanggulangi-penularan-virus-corona
    3. COVID-19 S. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 – Regulasi | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/regulasi/surat-edaran-nomor-3-tahun-2020
    Read More
  • Seperti apa tips liburan sehat di musim hujan? Ini tentunya menjadi banyak pertanyaan Sahabat Sehat yang sepertinya sudah tidak sabaran untuk berlibur untuk melepas penat dan merelaksasi diri setelah bekerja. Meski begitu, Sahabat tentunya tidak ingin liburan yang dilakukan menjadi bencana karena menderita sakit apalagi liburan di waktu musim hujan datang dan di tengah pandemi. […]

    Tips Liburan Sehat di Musim Hujan Supaya Terhindar dari Penyakit

    Seperti apa tips liburan sehat di musim hujan? Ini tentunya menjadi banyak pertanyaan Sahabat Sehat yang sepertinya sudah tidak sabaran untuk berlibur untuk melepas penat dan merelaksasi diri setelah bekerja. Meski begitu, Sahabat tentunya tidak ingin liburan yang dilakukan menjadi bencana karena menderita sakit apalagi liburan di waktu musim hujan datang dan di tengah pandemi. Tentunya ada beberapa persiapan ekstra yang harus Sahabat lakukan selain mencari tiket, penginapan, dan destinasi wisata yang diinginkan. Lalu apa saja tips-tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak!

    liburan sehat di musim hujan, liburan sehat saat hujan

    Baca Juga: Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Selalu Membawa Perlengkapan Hujan

    Perlengkapan yang dimaksud tentu adalah payung dan jas hujan. Keduanya berfungsi melindungi diri dari rintikan air hujan yang memang tidak menyehatkan, dan menyebabkan tubuh terkena penyakit. Perlengkapan ini tentunya sudah harus masuk dalam daftar prioritas Sahabat Sehat saat akan bepergian di musim hujan. Bawalah selalu perlengkapan ini ke mana pun Sahabat berpegian untuk sekadar mengantisipasi jika tiba-tiba hujan mendadak turun.

    Membawa Banyak Baju Salinan

    Berlibur di musim hujan tentunya juga harus memperhatikan beberapa hal selain perlengkapan hujan. Yaitu, membawa banyak baju salinan sebagai antisipasi jika Sahabat saat travelling di ruang terbuka atau outdoor yang bisa terguyur hujan. Karena itu, siapkanlah baju salinan tambahan saat berjalan-jalan di tempat wisata. Usahakan juga membawa baju hangat sehingga tubuh tidak cepat kedinginan. Jangan lupa juga membawa celana panjang karena musim hujan identik dengan nyamuk-nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah dan malaria.

    Pilih Tempat Wisata Dalam Ruangan

    Tips liburan sehat di musim hujan yang bisa Sahabat lakukan adalah memilih tempat wisata dalam ruangan atau indoor sebagai upaya menghindari diri dari air hujan. Banyak sekali tempat wisata di dalam ruangan yang tidak kalah bagusnya daripada di luar ruangan terutama yang wahana permainan untuk anak-anak yang berada di dalam mall. Meski begitu, usahakan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 mengingat tempat wisata indoor agak rawan terhadap penyebaran virus.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pilih Asupan yang Bernutrisi

    Memilih asupan yang bernutrisi sangat disarankan ketika hendak berlibur di musim hujan. Mengapa? Karena asupan ini akan membantu tubuh melawan cuaca dingin yang sering muncul di musim tersebut. Selain itu, asupan bernutrisi akan membantu tubuh melawan penyakit-penyakit yang sering muncul di musim hujan seperti flu dan diare. Selain sayur-sayuran dan buah-buahan, vitamin C juga sangat penting sebagai penguat imun tubuh secara alami, dan sangat berguna juga di masa pandemi. Jangan lupa juga untuk selalu biasakan meminum air putih supaya metabolisme tubuh tetap terjaga sehingga Sahabat tidak mudah lelah jalan-jalan di musim hujan.

    Produk Terkait: Jual Vitalong C Kapsul Isi 4

    Selalu Sedia Obat-obatan

    Hal penting yang perlu diperhatikan bagi Sahabat saat memutuskan jalan-jalan di musim penghujan adalah jangan lupa selalu menyediakan obat-obatan sebagai salah satu langkah antisipasi apabila Sahabat mendadak terkena sakit karena hujan. Bawalah obat-obatan yang sekiranya diperlukan dan cukup berguna selama liburan. Persediaan obat-obatan ini setidaknya akan membantu Sahabat sehingga tidak perlu bersusah payah mencari fasilitas kesehatan yang belum tentu tersedia di destinasi wisata yang dituju.

    Selalu Memantau Prakiraan Cuaca

    Liburan di musim hujan membuat Sahabat tentunya akan selalu stand-by dengan ponsel untuk memantau prakiraan cuaca. Pemantauan ini setidaknya dapat Sahabat jadikan sebagai acuan untuk pergi ke luar atau tidak sama sekali ketika cuaca dirasakan tidak mendukung. Apabila cuaca dirasakan tidak mendukung, dan mengharuskan Sahabat untuk tetap di dalam rumah, hal itu bisa diganti dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti berolahraga ringan untuk menjaga stamina. Apabila jika berlibur bersama anak, Sahabat bisa juga melakukannya bersama anak seperti melakukan permainan supaya mereka juga tidak bosan. 

    Jangan Lupa Vaksinasi

    Ketika tips-tips di atas sudah dilakukan sebagai persiapan dalam menghadapi hujan saat liburan, jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi. Hal ini perlu sebagai langkah pencegahan terkena penyakit karena musim hujan identik dengan datangnya banyak penyakit seperti flu, diare, tifoid, dan demam berdarah. Dengan melakukan vaksinasi, setidaknya Sahabat dapat travelling dengan aman dan nyaman tanpa perlu khawatir terserang penyakit yang malah dapat merusak acara jalan-jalan Sahabat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Nah, itulah cara liburan sehat di musim hujan yang bisa Sahabat lakukan untuk menghindari diri dari penyakit. Tips ini bisa juga Sahabat lakukan saat liburan bersama anak dan keluarga. Musim hujan sendiri bukanlah penghalang untuk berlibur. Untuk vaksinasi, terutama vaksinasi flu yang kerap datang di musim hujan, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TRIK T, Hujan T. Tips Menjaga Kesehatan Pada Musim Hujan [Internet]. Digdaya Mediatama. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://digdayamedia.id/tips-menjaga-kesehatan-pada-musim-hujan/
    2. Yuk, Ikuti 5 Tips Ini agar Anak Tetap Sehat Saat Liburan di Musim Hujan [Internet]. Bukalapak. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://review.bukalapak.com/mom/yuk-ikuti-5-tips-ini-agar-anak-tetap-sehat-saat-liburan-di-musim-hujan-89131
    3. Media M. 6 Tips Liburan Bersama Keluarga di Musim Hujan [Internet]. www.motherandbaby.co.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.motherandbaby.co.id/article/2020/1/29/14321/6-Tips-Liburan-Bersama-Keluarga-di-Musim-Hujan
    4. Media K. Tips Jaga Stamina saat Liburan di Musim Hujan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://travel.kompas.com/read/2018/02/15/210000027/tips-jaga-stamina-saat-liburan-di-musim-hujan?page=all
    Read More
  • Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 […]

    Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 ini tentunya bukanlah liburan seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Liburan kali ini sungguh berbeda, dan harus melihat pada beberapa hal demi keselamatan anak-anak yang rentan terpapar virus.

    berlibur bersama anak

     

    Berikut ini adalah beberapa tips aman berlibur bersama anak saat pandemi masih ada. Apa saja tips-tipsnya? Yuk, Sahabat, mari kita simak supaya Sahabat tidak perlu khawatir.

    Baca Juga: Tips Mencari Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Riset Tempat Wisata yang Akan Dituju

    Liburan di saat Covid-19 masih ada tentunya membuat Sahabat harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Jika di masa sebelum Covid, persiapan yang dilakukan adalah mengepak barang dan segala keperluan untuk liburan, kali ini Sahabat pun harus melakukan persiapan untuk menyesuaikan kondisi saat Covid-19, yaitu riset tempat wisata. Hal ini mengingat tidak semua tempat wisata akan membiarkan pengunjung datang berduyun-duyun dalam jumlah yang banyak, dan dikhawatirkan menimbulkan kluster penyebaran baru.

    Beberapa tempat liburan pun memberlakukan protokol kesehatan yang cukup ketat seperti mewajibkan penggunaan masker atau membatasi jumlah pengunjung. Bahkan juga Sahabat harus mengetahui daerah tempat wisata itu berada apakah berada di zona hijau atau tidak, dan juga menerapkan peraturan-peraturan seperti membawa surat keterangan sehat tanda sudah menjalani rapid test dan PCR swab serta mewajibkan penggunaan masker dan face shield. Riset ini perlu supaya liburan bersama anak mempunyai kesan yang bagus, dan aman.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab ke Rumah

    Supaya Aman, Bawa Kendaraan Pribadi

    Menggunakan kendaraan pribadi saat berlibur bersama anak di masa Covid-19 merupakan pilihan yang tepat daripada menggunakan moda transportasi umum seperti kereta, bis, kapal laut, dan pesawat. Hal ini karena di moda-moda transportasi tersebut mudah menjadi medium penyebaran virus. Meskipun anak sudah dipakaikan masker dan face shield, kondisinya tentu akan sangat berbeda dari orang dewasa. Anak-anak mudah tidak cepat betah apalagi mereka tentu sangat penasaran terhadap hal-hal di sekitarnya sehingga ingin mengetahui dan menyentuh apa pun yang dianggap menarik. Belum tentu semua yang disentuh itu bebas dari virus. Hal semacam ini tentu saja akan sangat sulit dikontrol. Menggunakan kendaraan pribadi dinilai dapat menimalkan hal terpapar virus saat anak-anak menjadi kepo. Apabila Sahabat tidak punya mobil, langkah yang bisa dilakukan adalah menyewa, dan jangan lupa juga usahakan membuka jendela mobil supaya ada aliran udara masuk dan keluar sehingga virus tidak menyerang.

    Menyewa Penginapan

    Berlibur selalu identik dengan menginap di hotel, baik hotel berbintang 5 maupun hotel dengan bujet rendah. Hotel bahkan tidak terlalu dianggap penting terutama bagi mereka yang hanya menjadikan hotel sebagai tempat untuk istirahat sementara. Namun, dalam kondisi di tengah pandemi sangat berbeda ceritanya. Hotel dianggap sebagai tempat banyak berkerumun orang terutama di lobi sehingga memudahkan penyebaran virus. Karena itu, cara paling terbaik adalah menyewa penginapan, baik berupa vila atau wisma tamu (guesthouse). Jika menyewa penginapan, Sahabat mempunyai banyak kelebihan, yaitu bisa memasak makanan yang higienis untuk anak daripada harus makan di restoran yang berpotensi juga menyebarkan virus, dan makanan yang disajikan belum tentu higienis. Memang sedikit merepotkan tetapi ini akan menjauhkan mereka dari virus. Penginapan juga menyediakan halaman bermain yang luas yang tentu saja akan disukai anak-anak sehingga mereka tidak jenuh. Namun sebelum memilih penginapan yang tepat, pastikan dulu apakah penginapan itu menerapkan protokol kesehatan, dan semprot dengan desinfektan benda-benda di penginapan atau cuci peralatan-peralatan yang tersedia seperti tempat cuci piring, gelas, cangkir, dan peralatan makan setibanya di penginapan.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Usahakan Memilih Tempat Wisata Terbuka

    Memilih tempat wisata terbuka atau outdoor di masa pandemi sangat disarankan daripada harus berada di tempat wisata dalam ruangan atau indoor yang memungkinkan penyebaran virus melalui udara dalam partikel yang kecil. Tempat wisata terbuka yang bisa dijadikan sebagai rekomendasi atau perkemahan atau taman nasional. Dengan mengajak anak ke tempat wisata seperti ini mereka akan tahu cara mengenal alam, menghargainya, dan juga bisa tetap aman dan nyaman. Namun yang patut diingat adalah tempat wisata terbuka ini juga bisa menjadi tempat penyebaran virus jika sudah ramai. Karena itu, Sahabat sebaiknya menghindari apalagi jika tempat tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

    Membawa Camilan dan Tetap Berinteraksi dengan Anak

    Perilaku anak-anak tentu sangat berbeda dari perilaku orang dewasa apalagi ketika lapar. Mereka sangat mudah lapar dan tidak mau hal itu ditahan-tahan, dan akan menunjukkannya dengan berbagai tingkah seperti merengek-rengek, mengambek, dan menangis. Supaya hal yang demikian  tidak terjadi disarankan bagi Sahabat untuk membawa camilan bagi mereka terutama camilan favorit. Akan lebih bagus jika camilan itu menyehatkan. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau saat dalam perjalanan. Jangan lupa juga untuk membawa mainan karena anak-anak adalah pribadi-pribadi yang mudah bosan selama perjalanan, dan ajaklah mereka berinteraksi. Dengan demikian mereka akan menganggap perjalanan yang dilakukan menjadi menyenangkan.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Diskusi dan Membuat Kesepakatan dengan Anak

    Berlibur bareng anak di tengah pandemi tentu saja sangat berbeda, dan ketika akan melakukan liburan membawa mereka, Sahabat sebaiknya berdiskusi dulu mengenai kondisi yang sedang dihadapi, dan buat kesepakatan setelahnya. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka tidak kecewa mengapa tidak jadi ke tempat yang diinginkan. Selain itu, persiapkan rencana-rencana alternatif jika liburan tidak jadi.

    Apabila Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Tidak Jadi Apa yang Bisa Sahabat Lakukan?

    Sahabat bisa melakukan staycation atau berlibur namun tetap di dalam rumah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti halnya liburan. Selain di dalam rumah, Sahabat juga bisa mengajak anak-anak untuk berlibur ke tempat-tempat dekat rumah seperti danau atau sungai, dan juga mengajak mereka ke tempat-tempat wisata dalam waktu sehari saja tanpa perlu menginap berhari-hari. Staycation akan membuat anak-anak terhindar dari virus. Selain itu, akan membuat liburan menjadi hemat tanpa perlu mengerluarkan ongkos-ongkos tambahan.

    Baca Juga: Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Itulah tips-tips berlibur bareng anak di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan supaya liburan menjadi aman dan nyaman. Supaya tidak khawatir selama berlibur, Sahabat bisa melakukan rapid  test dan PCR swab di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Astuti W, Astuti W et al. Wajib Dibaca! Tips Liburan Bareng Si Kecil Saat Pandemi [Internet]. TripZilla Indonesia. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.tripzilla.id/tips-liburan-bersama-anak-saat-pandemi/26708
    2. Amida Y. Ingin Wisata Bareng Anak Saat Pandemi, Perhatikan 5 Hal Ini [Internet]. parenting. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200623141100-61-147821/ingin-wisata-bareng-anak-saat-pandemi-perhatikan-5-hal-ini
    3. Mustika S. 7 Tips Jalan-jalan Bareng Anak di Saat Pandemi [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-tips/d-5239282/7-tips-jalan-jalan-bareng-anak-di-saat-pandemi?single
    4. Tips Liburan saat Pandemi yang Ramah Anak, Jangan Sepelekan Ini Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/tips-liburan-saat-pandemi-yang-ramah-anak-jangan-sepelekan-ini.html?page=all
    5. Media K. Apa Itu Staycation? Liburan yang Diprediksi Jadi Tren Selama Pandemi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.kompas.com/read/2020/07/29/094500127/apa-itu-staycation-liburan-yang-diprediksi-jadi-tren-selama-pandemi?page=all
    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Apakah Sobat sedang mencari tempat wisata pilihan di masa pandemi Covid-19? Kegiatan berlibur di tengah pandemi harus tetap aman dan menyenangkan. Jangan sampai Sobat membawa virus ke rumah dan lingkungan sekitar setelah berlibur. Sebenarnya, pergi berlibur di tengah pandemi memang cukup berisiko karena virus corona belum menghilang. Hampir setiap harinya jumlah kasus penderita Covid-19 terus […]

    Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Apakah Sobat sedang mencari tempat wisata pilihan di masa pandemi Covid-19? Kegiatan berlibur di tengah pandemi harus tetap aman dan menyenangkan. Jangan sampai Sobat membawa virus ke rumah dan lingkungan sekitar setelah berlibur. Sebenarnya, pergi berlibur di tengah pandemi memang cukup berisiko karena virus corona belum menghilang. Hampir setiap harinya jumlah kasus penderita Covid-19 terus meningkat, sehingga liburan di masa seperti ini sebenarnya tidak dianjurkan. Namun, apabila Sobat sudah merasa sangat jenuh dengan segala bentuk kegiatan di rumah, Sobat bisa pergi berlibur dengan menerapkan perilaku 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.1

    tempat wisata pilihan

    Baca Juga: 6 Persiapan Kesehatan untuk Pergi Liburan

    Selain perilaku 3M, ketika hendak memilih tempat wisata saat pandemi Covid-19, sebaiknya Sobat memilih tempat wisata dengan kriteria berikut ini:

    Pilih Tempat Wisata yang Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan tidak hanya diterapkan pada diri Sobat, tetapi harus diterapkan di tempat wisata itu sendiri dan harus dijalankan dengan ketat untuk menurunkan risiko penularan. Protokol kesehatan yang dapat dilakukan di tempat wisata, misalnya pengecekan suhu, peraturan kewajiban bagi pengunjung untuk memakai masker dan mencuci tangan, serta larangan untuk berkerumun.2 Supaya tidak ada pengunjung yang membludak, beberapa tempat wisata memberlakukan pendaftaran dan pembayaran secara online. Upaya ini dilakukan oleh Taman Impian Jaya Ancol dan Kebun Raya Bogor. Selain itu, beberapa tempat wisata melarang pengunjung anak yang berusia di bawah 9 tahun dan lansia karena kelompok usia ini berisiko tinggi untuk terpapar virus.

    Pilih Tempat yang Tidak Ramai

    Tempat wisata yang tidak ramai pengunjung merupakan tempat wisata pilihan yang aman di tengah pandemi karena akan meminimalkan risiko penyebaran virus. Selain itu, tempat yang sepi juga memungkinkan Sobat Sehat untuk bisa berwisata dengan rileks dan tenang. Hindari dan tinggalkan tempat yang ramai, meskipun tempat tersebut adalah tempat favorit Sobat.2

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Ketahui Tempat Wisata Itu Berada di Zona Hijau atau Tidak

    Sebelum berpergian, sangat penting bagi Sobat untuk mengetahui apakah tempat wisata yang dituju berada di zona hijau atau tidak. Setidaknya, Sobat mendapatkan gambaran kondisi sekitar dan kegiatan apa saja yang bisa Sobat lakukan. Tempat wisata yang ada di zona hijau juga akan menghilangkan kekhawatiran Sobat. Meskipun demikian, Sobat diharapkan mematuhi peraturan yang ada saat memasuki zona hijau, misalnya pemeriksaan PCR dan rapid terlebih dahulu.1

    Hindari Tempat Tertutup

    Ruangan tertutup adalah salah satu tempat yang memungkinkan penyebaran virus dengan cepat, apalagi apabila sirkulasi udara di ruangan tersebut selalu berputar di dalam ruangan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penularan virus melalui udara atau airborne. Oleh karena itu, pilihlah ruangan terbuka dengan ventilasi udara yang baik dan terjangkau cahaya matahari. Sobat dapat memilih tempat wisata yang bersifat outdoor, seperti gunung, pantai atau padang rumput, dan stepa. Namun, tetap harus diingat, jika tempat wisata outdoor tersebut ramai pengunjung, maka sebaiknya tetap dihindari.1

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Aman dan Sehat di Era Covid-19

    Selain memilih tempat wisata yang tepat selama pandemi Covid-19, beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan saat liburan adalah memilih jenis liburan yang tidak melibatkan banyak orang, misalnya solo traveling atau liburan berdasarkan minat Sobat, seperti menyelam. Hal ini dapat meminimalkan penyebaran virus. Selain itu, perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk liburan jika Sobat sedang sakit.1

    Itulah mengenai tempat wisata pilihan selama pandemi Covid-19. Namun, Sobat sebaiknya diharapkan tetap di rumah dan bisa melakukan staycation sebagai ganti liburan ke luar rumah. Apabila Sobat tetap ingin keluar untuk mengatasi kejenuhan, supaya semakin aman dan mantap berwisata, yuk jangan lupa juga untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Info selanjutnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Chairunnisa N. Panduan Memilih Tempat Wisata yang Aman Saat Pandemi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://travel.tempo.co/read/1396545/panduan-memilih-tempat-wisata-yang-aman-saat-pandemi
    2. Liburan Saat Pandemi Covid-19, Pilihlah Tempat Wisata yang Aman! [Internet]. Solopos.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.solopos.com/liburan-saat-pandemi-covid-19-pilihlah-tempat-wisata-yang-aman-1088743
    Read More
  • Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun […]

    Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Adapun 1 hari libur nasional dan lima hari cuti itu sebagai berikut:

    • Tanggal 25 Desember 2020: libur nasional Hari Raya Natal
    • Tanggal 24 Desember 2020: cuti bersama Hari Raya Natal
    • Tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember: Cuti bersama untuk menggantikan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang dimundurkan karena pandemi Covid-19.

    Tentu saja dengan sudah diumumkannya cuti bersama Desember 2020 oleh pemerintah membuat Sobat Sehat ingin segera dan tidak sabaran melakukan liburan panjang di akhir tahun untuk bisa melepas penat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Meski begitu, Sobat dianjurkan tetap untuk melaksanakan protokol-protokol kesehatan supaya tidak tertular dan kasus Covid-19 tidak meningkat. Dengan kata lain, Sobat harus tetap bijak dalam berlibur nantinya.

    cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Tips Liburan dengan Si Alergi Makanan

    Berikut adalah yang bisa Sobat lakukan saat liburan akhir tahun di tengah pandemi seperti di bawah ini:

    Disiplin dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan yang ada bagaimana pun harus tetap dilaksanakan sehingga Sobat harus disiplin dalam menjalankannya. Sebab, bagaimana pun di Indonesia, tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi terutama di Pulau Jawa. Karena itu, protokol-protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus benar-benar dilaksanakan, dan jangan dianggap remeh supaya tidak tertular virus.

    Pastikan Berlibur Hanya Bersama Keluarga Inti

    Jika Sobat ingin berlibur aman dan nyaman di tengah pandemi, pastikan bersama orang orang serumah atau keluarga inti. Yang perlu diingat adalah jangan membawa orang-orang berisiko untuk liburan seperti lansia, wanita hamil, dan anak-anak.

    Cari Tempat Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan

    Hal ini penting supaya cuti bersama akhir tahun 2020 tidak menjadi bencana. Perhatikan apakah tempat tersebut menerapkannya terutama yang sifatnya dalam ruangan atau indoor yang potensinya sangat besar untuk menyebarkan virus. Jika tidak, sebaiknya jangan dikunjungi.

    Cari Tempat Wisata yang Tidak Ramai

    Hal ini juga penting supaya dapat meminimalkan penyebaran virus. Sebab, jika ramai potensi untuk melaksanakan jaga jarak tidak ada sama sekali.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Selain harus patuh pada protokol kesehatan, sebaiknya Sobat jika mengalami sakit hendaknya membatalkan liburan supaya tidak berisiko terkena virus. Karena itu, sobat harus sehat dan imun tubuh kuat. Supaya tidak terserang sakit saat hendak berlibur, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Sobat Sehat lakukan:

    Tips Tidak Terserang Sakit Saat Traveling

    Rajin Mencuci Tangan dan Hindari Menyentuh Area Wajah

    Cara ini terlihat simpel namun sangat efektif. Hal ini perlu Sobat lakukan supaya benar-benar terlindung dari penyakit saat bepergian karena selama bepergian Sobat akan selalu pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di satu tempat yang Sobat singgahi itu sudah pasti Sobat akan memegang benda-benda yang bisa ada kuman dan bakteri yang hinggap. Cuci tangan selama 20-30 detik sesuai anjuran WHO. Jika di tempat tersebut tidak ada untuk mencuci tangan, bawalah hand sanitizer. Lakukanlah saat sebelum makan dan minum, sebelum tidur, setelah dari toilet, setelah bersin, dan setelah memegang barang di tempat umum. Jangan lupa juga untuk menghindari menyentuh area wajah karena kuman atau bakteri bisa mudah dengan masuk melalui, hidung, mata, mulut, dan telinga. Karena itu, usahakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah.

    Konsumsi Vitamin

    Mengonsumsi vitamin sangatlah penting untuk liburan supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terkena sakit. Sebab, traveling merupakan aktivitas yang bakal menuntut untuk terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Konsumsilah vitamin dalam bentuk suplemen serta dari sayur dan buah supaya perlindungan diri semakin efektif.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, Multivitamin Lengkap

    Selalu Minum Air Putih

    Air putih meskipun sudah menjadi hal yang biasa dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi tubuh agar terhindar dari sakit. Saat melakukan aktivitas traveling pun air putih sangat dianjurkan karena mencegah diri dari dehidrasi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Untuk air putih yang terbaik bisa dibawa saat dari rumah saat bepergian atau meminta kepada pihak penginapan jika air putih sudah habis. Sobat pun bisa membeli air putih dalam kemasan untuk berjaga-jaga seandainya air putih yang di-tap langsung dari keran kurang higenis.

    Konsumsi Makanan yang Sehat

    Mengonsumsi makanan yang sehat perlu selama traveling cuti bersama akhir tahun 2020 supaya Sobat terhindar dari sakit yang bisa mengacaukan jadwal liburan. Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minumlah air hangat untuk mencegah radang tenggorokan. Hindari mengonsumsi makanan di pinggir jalan yang kemungkinan besar kurang higienis. Bagi Sobat Sehat yang ingin wisata kuliner carilah tempat kuliner yang higienis dan terjaga kebersihannya.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat yang cukup akan membantu Sobat tetap prima dan bugar saat traveling. Karena itu, jangan paksakan diri mengeksplorasi banyak tempat saat berlibur atau melakukan hal-hal yang kurang penting yang dapat menurunkan stamina Sobat.

    Sedia Obat-obatan

    Ini penting sekali menyediakan obat-obatan sebagai usaha untuk berjaga-jaga jika Sobat mendadak sakit. Karena itu, bawalah beberapa obat yang diperlukan seperti obat sakit kepala, obat maag, obat diare, dan jangan lupa juga minyak kayu putih.

    Jangan Telat Makan

    Usahakan untuk tetap makan teratur saat traveling supaya tidak tidak terkena penyakit lambung atau lainnya. Supaya tidak lupa, Sobat bisa mengatur sendiri waktu yang tepat untuk makan melalui pengingat di alat komunikasi seperti telepon genggam.

    Lakukan Vaksinasi

    Pepatah mengatakan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, daripada Sobat menderita sakit saat traveling yang sangat tidak enak rasanya, dan harus meminum obat serta menjalankan pantangan-pantangan yang akhirnya membuat Sobat tidak bebas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Tindakan ini akan mencegah Sobat terkena penyakit-penyakit yang sering datang saat berjalan-jalan seperti Flu, Hepatitis, Kolera, Menigitis, dan Tifus. Namun dari semua itu yang terpenting adalah vaksin Flu untuk mencegah datangnya penyakit flu yang bersifat musiman. Rencanakan vaksinasi untuk liburan ini minimal 6 bulan sebelum keberangkatan mengingat ada vaksinasi yang dilakukan lebih dari 1 suntikan.

    Baca Juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Nah, itulah Sobat mengenai cuti bersama akhir tahun 2020 beserta protokol kesehatan yang harus dilakukan serta tips mencegah sakit datang saat traveling dengan menguatkan imun tubuh salah satunya dengan vaksinasi. Untuk vaksinasi traveling terutama vaksinasi Flu, sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. SKB 3 Menteri: Daftar Libur Natal dan Cuti Bersama Desember 2020 – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://tirto.id/skb-3-menteri-daftar-libur-natal-dan-cuti-bersama-desember-2020-f63a
    2. detikcom T. Bersiap Liburan Akhir Tahun 2020? Catat Tanggalnya! [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5247310/bersiap-liburan-akhir-tahun-2020-catat-tanggalnya
    3. Media K. Masih Rawan Covid-19, Bijak Manfaatkan Cuti Bersama Saat Libur Panjang Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/23/153200965/masih-rawan-covid-19-bijak-manfaatkan-cuti-bersama-saat-libur-panjang?page=all
    4. 2 Tips dan Cara Paling Ampuh Agar Tetap Sehat Saat Traveling [Internet]. Blog Antavaya. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://blog.antavaya.com/12-tips-dan-cara-paling-ampuh-agar-tetap-sehat-saat-traveling
    Read More

Showing 1–10 of 26 results

Chat Asisten ProSehat aja