Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih belum sebersih negara maju. Maka lebih berisiko terkontaminasi kuman penyebab demam tifoid. Ditambah, masih banyak makanan dan minuman dijual di pinggir jalan tanpa memerhatikan kebersihan. 

pada tahun 2015 lalu misalnya, Malaysia pernah mengalami peningkatan kasus demam tifoid dan sejak itu Badan Kesehatan Malaysia menyarankan untuk menghindari makan makanan di restauran dan memperhatikan kebersihan penyajian makanan.

Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi tifoid sebelum keberangkatan agar terlindungi selama masa pendidikan.

vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

Demam Tifoid

Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal sebagai tipes merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.

Bakteri penyebab demam tifoid bisa menyebar ke seluruh organ tubuh. Penularan bakteri bisa melalui:

  • Feses dan urin
  • Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan urin atau feses penderita tifoid (misalnya ia tidak mencuci tangan setelah buang air besar)
  • Mengonsumsi makanan yang ditangani orang yang sedang sakit dan belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

Gejala yang timbul karena infeksi Salmonella typhi diantaranya demam, mual/ muntah, nyeri sendi, diare atau sembelit, tidak nafsu makan, dan sakit perut.

Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

Vaksinasi Tifoid

Vaksinasi tifoid adalah salah satu program dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi demam tifoid termasuk di Indonesia sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

Ada 3 jenis vaksinasi tifoid yang dianjurkan oleh WHO, yaitu :

  1. Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak usia 6 bulan hingga dewasa berusia 45 tahun.
  2. Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak yang berusia 2 tahun keatas.
  3. Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan akan diberikan secara oral bagi anak berusia diatas 6 tahun.

Tujuan dari vaksinasi tifoid adalah untuk mengurangi risiko sakit berat dan kematian ketika terjangkit kuman penyebab demam tifoid.

Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

Efek Samping Vaksinasi Tifoid

Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul setelah vaksinasi adalah nyeri, kemerahan dan bengkak ditempat suntikan, demam, pusing dan mual.

Vaksin ini aman untuk diberikan kepada siapa saja kecuali orang-orang di bawah ini, antara lain:

  • Memiliki riwayat alergi berat vaksinasi
  • Mempunyai masalah sistem imun
  • Sedang hamil dan menyusui
  • Sedang mengalami pengobatan malaria atau minum antibiotik.

Maka, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kamu sudah siap untuk divaksinasi. Setelah itu segera jadwalkan vaksinasinya agar tidak terlalu dekat dengan jadwal keberangkatanmu! Sebab, vaksin membutuhkan sekitar 2 minggu untuk bekerja efektif melindungimu.

Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Muhammad, E., Abdul Mutalip, M., Hasim, M., Paiwai, F., Pan, S., Mahmud, M., Yeop, N., Tee, G., Senin, A. and Aris, T., 2020. The burden of typhoid fever in Klang Valley, Malaysia, 2011–2015.
  2. The Straits Times. 2015. Amid KL typhoid outbreak, Malaysia’s Health Ministry assures disease preventable and treatable.
  3. U.S. Embassy in Malaysia. 2022. Typhoid Outbreak
  4. Rumah Sakit Universitas Udayana. 2022. Tipes / Demam Tifoid – Rumah Sakit Universitas Udayana
  5. Primayahospital.com. 2022. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan – Primaya Hospital | Primaya Hospital.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com