Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Pria

Showing 1–10 of 93 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Mencoba berbagai cara mengatasi ejakulasi dini sebenarnya boleh saja. Namun pastikan untuk memilih cara yang terbutki efektif dan aman. Jika memang ada risiko, pastikan untuk berkonsultasi kepada ahlinya. Memang ejakulasi dini menjadi salah satu permasalahan yang kerap dialami pria. Masalah ini tentu […]

    5 Cara Paling Efektif Mengatasi Ejakulasi Dini Pada Pria

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Konsultasi ke Dokter Menjadi Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Paling Tepat dan Aman

    Mencoba berbagai cara mengatasi ejakulasi dini sebenarnya boleh saja. Namun pastikan untuk memilih cara yang terbutki efektif dan aman. Jika memang ada risiko, pastikan untuk berkonsultasi kepada ahlinya.

    Memang ejakulasi dini menjadi salah satu permasalahan yang kerap dialami pria. Masalah ini tentu dapat berdampak pada keharmonisan hubungan dengan pasangan. Oleh sebab itu, banyak orang yang mencoba berbagai metode untuk mengobati masalah ini. Sayangnya, banyak yang kemudian mengkonsumsi obat yang berbahaya, atau melakukan terapi yang justru memperburuk keadaan.

    Oleh sebab itu, sebelum mempelajari bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini pada pria, ada baiknya mengetahui apa yang dimaksud dengan ejakulasi dini, penyebab ejakulasi dini, serta solusi yang tepat sesuai dengan faktor penyebab ejakulasi ini.

    Ejakulasi Dini Sebagai Masalah yang Dihadapi Banyak Pria

    Sebelum masuk dalam pengertian apakah yang dimaksud dengan ejakulasi dini penting untuk mengetahui pengertian dari ejakulasi. Ejakulasi merupakan istilah dalam pelepasan sperma dan cairan semen melalui penis oleh seorang pria yang terjadi akibat proses rangsangan seksual. Dalam berhubungan intim tidak ada patokan durasi karena semuanya tergantung dari masing-masing pasangan. Namun berdasarkan penelitian, berhubungan intim biasanya berlangsung sekitar lima setengah menit sebelum akhirnya pria mencapai ejakulasi.

    Ejakulasi dini merupakan salah satu gejala yang ditandai dengan ketidakmampuan seorang pria dalam mengontrol ejakulasinya. Saat seorang pria mengalami gangguan ini, maka pria akan mengeluarkan sperma terlalu cepat pada saat berhubungan seksual. Kondisi ini mengakibatkan tidak tercapainya klimaks atau kepuasan seksual pada pasangan atau pada pria itu sendiri

    Seseorang dianggap mengalami ejakulasi dini apabila 75%-100% hubungan seksual yang dilakukan, sperma keluar dalam waktu kurang dari 1 menit yang dihitung dari penetrasi.

    Perbedaan Ejakulasi Dini dengan Disfungsi Ereksi

    Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi termasuk bagian disfungsi seksual namun keduanya sangat berbeda. Ejakulasi dini adalah kondisi dimana sperma keluar dalam waktu kurang dari 1 menit, sementara disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan seseorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

    Persentase Pria dengan Keluhan Ejakulasi Dini ?

    Sebanyak 30%-40% pria memiliki pengalaman ejakulasi dini dalam hidupnya. Namun, apabila hanya terjadi sesekali saja maka tentunya bukan menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Menurut American Urological Association, ejakulasi dini merupakan salah satu gangguan disfungsi seksual yang kerap kali terjadi pada 1 diantara 5 pria dalam rentang usia 18 hingga 59 tahun.

    Ejakulasi Dini Primer dan Sekunder

    Ejakulasi dini dapat dibedakan menjadi ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Ejakulasi dini primer terjadi hampir sepanjang waktu dimulai dari hubungan seksual pertama. Sementara ejakulasi dini sekunder terjadi setelah memiliki pengalaman seksual sebelumnya. Dengan kata lain, sebelumnya tidak ada gejala ejakulasi dini.

    Penyebab Ejakulasi Dini

    Sebelum melakukan pengobatan terhadap masalah ejakulasi dini, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab terkena masalah ejakulasi ini. Mengetahui faktor penyebab ejakulasi dini sangatlah penting karena akan membantu memilih solusi terbaik, dan mengetahui apa yang harus dilakukan agar masalah ini tidak muncul kembali.

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai penyebab terjadinya ejakulasi dini pada pria yaitu: 

    Gangguan Fisik

    Adanya gangguan hormon seperti hormon oksitosin, hormon LH (Luteinizing Hormone), hormon prolaktin dan juga hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormone), menurunnya kadar serotonin atau dopamine yang mempengaruhi dorongan seksual, gangguan hormon tiroid, gangguan prostat, serta gangguan refleks dapat menjadi penyebab ejakulasi dini.

    Selain itu, kondisi tubuh yang sedang tidak fit karena kelelahan, ataupun sedang sakit (kurang enak badan) juga bisa menyebabkan masalah ejakulasi dini.

    Gangguan Psikologi

    Seseorang yang sedang memiliki masalah psikologis cenderung akan mengalami masalah ejakulasi dini. Walaupun tidak semuanya, namun masalah psikologis memegang peran penting dalam hal durasi hubungan seksual. Gangguan atau masalah psikologis yang menyebabkan ejakulasi dini meliputi:

    • Gangguan cemas 
    • Stress
    • Adanya permasalahan dalam hubungan dengan pasangan
    • Depresi
    • Kurangnya rasa percaya diri dengan bentuk badannya sendiri
    • Rasa cemas karena belum punya pengalaman seksual sebelumnya
    • Nafsu yang terlalu menggebu-gebu

    Dampak dan Komplikasi Akibat Ejakulasi Dini

    Banyak persoalan yang muncul akibat pria mengalami ejakulasi dini. Bagi pria, masalah ini dapat menurunkan rasa percaya diri terhadap pasangan. Selain itu, pria dengan ejakulasi dini cenderung memiliki sperma yang kurang subur sehingga sulit untuk mendapatkan keturunan meskipun memang kemungkinan untuk mendapatkan keturunan masih tetap ada.

    Bagi para wanita yang memiliki pasangan dengan masalah ejakulasi dini mungkin dapat membuat rasa frustasi karena tidak mendapatkan kepuasan seksual yang mencukupi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi wanita untuk segera mendukung pasangannya melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi atau Andrologi untuk mencari solusi:

    • Bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini pada pria
    • Cara agar tetap dapat memiliki anak

    Selain itu, konsultasi pada ahli juga sangat penting karena bisa mengecek masalah kesehatan apa yang menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Bisa saja ada masalah kesehatan serius yang menyebabkan masalah ejakulasi dini ini terjadi.

    Cara Mengatasi Ejakulasi Dini dengan Efektif dan Aman

    Mengatasi masalah ejakulasi dini bukan hanya untuk kepuasan diri sendiri, namun juga untuk memberikan yang terbaik pada pasangan. Selain itu, mengatasi ejakulasi dini sangat penting untuk keharmonisan keluarga. Berikut ini cara untuk mengatasi ejakulasi dini yang sudah terbukti efektif:

    Terapi Psikologis

    Jika masalah ejakulasi dini terjadi karena adanya masalah psikologis, maka terapi psikologis bisa menjadi solusinya. Masalah psikologis ini bukan sekedar rasa cemas, depresi, atau stres yang sedang dialami belakangan ini. Masalah psikologis juga dapat berupa perasaan yang berubah pada pasangan, atau adanya rasa insecure pada pasangan.

    Konsultasikanlah dan carilah akar masalah apa yang berasal dari masalah kejiwaan seperti gangguan cemas dan depresi. Konsultasikan dengan psikiater lebih lanjut. Pada kasus tertentu Sahabat Sehat dan pasangan dapat bersama-sama untuk melakukan terapi konseling.

    Terapi Perilaku

    Terapi perilaku menggunakan latihan yang bertujuan untuk membantu membangun toleransi untuk menunda ejakulasi. Tujuannya adalah untuk membantu tubuh untuk menghindari ejakulasi dini. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

    Melakukan latihan masturbasi

    Sebelum masturbasi cobalah untuk rileks. Setelah merasa rileks, mulailah untuk bermasturbasi sambal memperhatikan apakah ada stimulasi yang dirasakan ketika hendak masturbasi. Ketika muncul perasaan tersebut, tahan beberapa saat dan ulangi kembali sebanyak 2-3 kali setiap melakukan masturbasi. Cara ini akan melatih diri agar terhindar dari ejakulasi dini dasaat sedang bersama pasangan.

    Melakukan senam kegel

    Senam kegel merupakan salah satu cara mengatasi ejakulasi dini yang ampuh dan paling sering digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini. Latihan fisik ini dapat memperkuat otot dasar panggul dan membantu agar lebih kuat mengontrol rangsangan. Otot dasar panggul adalah otot yang digunakan ketika tubuh menahan urine saat berkemih.

    Melakukan teknik pause-squeeze

    Caranya adalah dengan menghentikan penetrasi sejenak sebelum anda ejakulasi dan meminta pasangan anda untuk meremas batang penis hingga keinginan ejakulasi menurun. Hal ini dapat diulangi berulang kali sampai anda dapat menahan ejakulasi tanpa bantuan.

    Mencabut penis sebelum klimaks

    Jika sudah mendekati klimaks ketika berhubungan intim dengan pasangan, segera cabut penis dari vagina pasangan, lalu ambil jeda untuk rileks sebentar sebelum melanjutkan penetrasi kembali.

    Menggunakan kondom saat berhubungan seks

    Kondom akan menurunkan sensitivitas penis sehingga dapat membantu pria untuk menunda ejakulasi. Selain itu, beberapa jenis kondom memiliki zat pelumas yang dapat meningkatkan durasi berhubungan seksual.

    Meningkatkan Kondisi Fisik

    Ejakulasi dini seringkali terjadi karena kondisi fisik yang tidak dalam kondisi terbaiknya. Oleh sebab itu, meningkatkan kondisi fisik agar lebih sehat menjadi cara mengatasi ejakulasi dini yang terbaik. Beberapa cara meningkatkan kondisi fisik agar tidak lagi mengalami ejakulasi dini antara lain:

    Berolahraga

    Masalah ejakulasi dini seringkali berhubungan dengan kemampuan jantung dalam bekerja. Seseorang yang memiliki jantung kurang baik, biasanya memiliki juga masalah ejakulasi dini. Oleh sebab itu, melakukan olahraga secara rutin dapat meningkatkan performa seksual dan mencegah ejakulasi dini.

    Tidur yang Cukup

    Istirahat yang cukup dapat meningkatkan performa seksual. Seseorang yang kurang tidur diketahui memiliki performa seksual dibawah yang diharapkan pasangannya. Jadi pastikan untuk istirahat yang cukup dan tidur yang cukup sebagai upaya meningkatkan performa seksual.

    Makan Makanan Bergizi

    Mengkonsumsi makanan bergizi jua menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kondisi tubuh sehingga ejakulasi dini dapat dicegah ataupun diatasi. Beberapa makanan yang cocok untuk penderita ejakulasi dini antara lain adalah:

    • Buah pisang
    • Sayur toge
    • Alpukat
    • Wortel
    • Seledri
    • dan bawang putih serta bawang merah

    Hindari Rokok dan Minuman Beralkohol

    Cara mengatasi ejakulasi dini selanjutnya adalah dengan menghindari konsumsi rokok dan minuman beralkohol. Walaupun tidak serta merta mengatasi masalah ejakulasi dini, namun menghentikan konsumsi rokok dan minuman beralkohol akan membantu meningkatkan vitalitas tubuh.

    Pada beberapa orang dengan rasa kecanduan yang tinggi pada rokok dan minuman beralkohol mungkin akan merasa sensasi kegiatan seksual akan berkurang jika tidak merokok dan minum minuman beralkohol. Namun sejatinya itu hanya efek dari kecanduan. Jika rasa kecanduan rokok dan minuman beralkohol dilawan justru akan meningkatkan vitalitas tubuh dan meningkatkan performa seksual.

    Terapi Medis 

    Apabila sudah dilakukan beberapa tips di atas namun belum juga dapat membantu masalah ejakulasi dini maka diperlukan penanganan lebih lanjut ke Dokter. Dokter mungkin akan menyarankan untuk memberikan penanganan medis dengan obat-obatan.

    Sangat disarankan untuk menghindari konsumsi obat-obatan untuk mengatasi ejakulasi dini jika tidak menggunakan resep dokter. Alasannya karena beberapa obat-obatan tersebut memiliki efek samping tertentu yang dapat berbahaya pada kondisi tubuh jika tidak dikonsumsi dengan benar. Selain itu, banyak sekali obat-obatan yang mengklaim dapat mengatasi ejakulasi dini namun sebenarnya tidak memiliki izin edar dan bahan bakunya tidak jelas serta tidak melalui uji klinis.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai cara mengatasi ejakulasi dini. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat 24 Jam. Prosehat turut menyediakan produk multivitamin dan layanan kesehatan lainnya. 

    Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Asnafi. Kenali Ejakulasi Dini dan Cara Mengatasinya! [Internet]. Indonesia : Rumah Sakit EMC; [cited 3 November 2021].
    2. Mayo Clinic. Premature ejaculation – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [cited 3 November 2021].
    3. Cleveland Clinic. Premature Ejaculation: Causes & Treatment [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2020 [cited 3 November 2021].
    4. Murrell, M.D D, Roland J. Premature Ejaculation: Symptoms, Causes, Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2018 [cited 3 November 2021].
    5. Nazario B. What Is Premature Ejaculation? [Internet]. USA : Web MD. 2020 [cited 3 November 2021]. 
    6. Urology Care Foundation. Premature Ejaculation: Causes & Treatment [Internet]. USA : Urology Care Foundation. 2020 [cited 3 November 2021]. 
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Efek samping atau bahaya konsumsi alkohol sangat besar jika terus dikonsumsi. Berbagai risiko kesehatan mengintai. Misalnya impotensi. Memang alkohol dapat mempengaruhi kondisi tubuh pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Namun konsumsi dalam jumlah berlebih dapat memberikan pengaruh yang kurang baik pada tubuh. Sayangnya, saat […]

    Bahaya Konsumsi Alkohol Bagi Pria, Awas Risiko Impotensi!

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Bahaya Konsumsi Alkohol pada Performa Seksual Pria Sangat Besar

    Efek samping atau bahaya konsumsi alkohol sangat besar jika terus dikonsumsi. Berbagai risiko kesehatan mengintai. Misalnya impotensi. Memang alkohol dapat mempengaruhi kondisi tubuh pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Namun konsumsi dalam jumlah berlebih dapat memberikan pengaruh yang kurang baik pada tubuh.

    Sayangnya, saat para pria berkumpul bersama teman atau kerabat, mengkonsumsi bir, wiski, atau anggur (wine) menjadi hal yang tak terelakkan. Sahabat Sehat, apa dampak konsumsi alkohol berlebihan bagi pria ? Mari simak penjelasan berikut.

    Bahaya Konsumsi Alkohol Bagi Kesehatan Pria

    Konsumsi alkohol secara berlebihan seringkali menjadi tantangan bagi para pria untuk mengetahui seberapa kuat mengkonsumsi alkohol. Padaha risiko dari tantangan ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius. Beberapa masalah kesehatan yang terjadi akibat konsumsi alkohol berlebih bagi kesehatan pria adalah:

    • Serangan jantung
    • Meningkatkan risiko kanker hati
    • Risiko kemandulan
    • Impotensi
    • dan berbagai penyakit berbagai lainnya, bahkan kematian

    Lihat Juga: Perlukah Pemeriksaan Kesuburan Bagi Pria

    Jangan sampai karena ingin membuktikan ketangguhan sebagai pria, justru terkena masalah kesuburan (mandul) dan impotensi akibat konsumsi alkohol. Oleh sebab itu, konsumsi alkohol secara berlebih harus dihindari.

    Benarkah Alkohol Meningkatkan Gairah Seksual?

    Alkohol kerap dianggap sebagai peningkat gairah seksual. Bahkan banyak pasangan yang mengkonsumsi minuman ini sebelum melakukan hubungan suami istri untuk meningkatkan gairah serta menambah performa seksual. Namun benarkah hal tersebut?

    Mari cek faktanya:

    Faktanya, konsumsi alkohol justru berisiko meningkatkan gangguan ereksi. Disfungsi ereksi merupakan suatu kondisi ketika pria sulit mencapai ereksi saat berhubungan seksual. Pada beberapa kasus, pria pecandu alkohol mampu mencapai ereksi, tapi tidak dapat mempertahankannya dalam waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan orgasme. Dalam sebuah penelitian, pria yang mengkonsumsi alkohol dan mengalami disfungsi ereksi kesulitan mencapai orgasme.

    Oleh sebab itu, untuk meningkatkan gairah dan menambah performa seksual, sangat disarankan untuk bukan dengan konsumsi alkohol sebab bahaya konsumsi alkohol sangat besar. Sahabat Sehat bisa mencoba meningkatkan performa seksual dengan cara mulai rutin berolahraga, makan makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup.

    Mengapa Alkohol Menyebabkan Disfungsi Ereksi?

    Kadar alkohol yang dikonsumsi dapat mempengaruhi hormon testosterone pada tubuh pria, sehingga terjadi penurunan gairah seksual. Saat ereksi, penis yang tegang akan terisi oleh darah melalui pembuluh darah. Untuk menjaga agar aliran darah tetap penis tetap tegak, diperlukan sinyal agar suplai darah tetap mengalir selama proses ereksi.

    Lihat Juga: Tes Kesehatan Sebelum Menikah untuk Pria

    Namun sayangnya, cara kerja alkohol berbanding terbalik dengan cara mengacaukan sinyal otak. Akibatnya proses ereksi tidak berjalan baik. Alkohol tergolong sebagai zat depresan yang dapat menurunkan gairah seksual. Bahkan jika pria berhasil mencapai orgasme, hal ini dapat diakibatkan pengaruh alkohol dan bukan karena gairah seks yang meningkat. Artinya, seorang pria akan ketergantungan pada alkohol untuk mendapatkan ereksi ataupun orgasme.

    Bahaya Lainnya Mengkonsumsi Alkohol dalam Jangka Panjang

    Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menghambat kinerja sistem peredaran darah dalam tubuh, terutama sistem aliran darah menuju penis. Kandungan alkohol juga berpotensi mengacaukan kinerja saraf tubuh dan otak yang dibutuhkan untuk mencapai ereksi sehingga menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi.

    Bahaya lainnya yang masih disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih adalah terganggunya fungsi hipotalamus. Hipotalamus merupakan jaringan otak yang bekerja dalam mengatur pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis. 

    Hipotalamus yang terganggu dapat menyebabkan meningkatnya gairah seksual, akan tetapi juga menurunkan kinerja seksual. Alkohol dapat menekan pelepasan hormon gonadotropin dan hipofisis sehingga mengganggu proses spermatogenesis dan menekan hormon testosteron. Selain itu, sel sperma yang membawa alkohol sampai ke sel telur juga akan merusak embrio yang telah terbentuk sehingga akan menyebabkan terjadinya kelainan bawaan bahkan risiko keguguran. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah dampak dan bahaya konsumsi alkohol bagi pria. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan memang sangat membahayakan tubuh. Meski demikian, hal ini akan kembali normal jika Sahabat Sehat mulai berhenti mengkonsumsi alkohol. Oleh karenanya, agar terhindar dari berbagai bahaya yang telah disebutkan diatas, alangkah baiknya jika Anda mulai menghindari konsumsi alkohol dari sekarang. 

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) maupun pemeriksaan kualitas sperma, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Dapatkan layanan pemeriksaan kualitas sperma, Check: Layanan Pemeriksaan Kualitas Sperma

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Chris M, Farrokh M. Why Boozing Can Be Bad for Your Sex Life – Erectile Dysfunction Center – Everyday Health [Internet]. USA : Everyday Health; [cited 2021 Nov 05].
    2. Live Strong. Can Alcohol Cause Erectile Dysfunction? [Internet]. USA : Live Strong; [cited 2021 Nov 05].
    3. American Addiction Centers. The Effects of Alcohol On Your Body: Side Effects, Dangers & Health Risks [Internet]. USA : American Addiction Centers; [cited 2021 Nov 05].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Gloria Teo Ditinjau oleh : dr. Monica C Dugaan bahwa Covid mempengaruhi sperma pria kian banyak beredar. Hal ini memicu beberapa riset dan studi andrologi untuk mencari fakta. Tujuannya tentu untuk mengetahui apa saja risiko dalam jangka dekat ini ataupun jangka panjang nanti pada seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, […]

    Cek Fakta: Covid Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma Pria

    Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Covid Mempengaruhi Sperma dalam Hal Kualitas Kesuburannya

    Dugaan bahwa Covid mempengaruhi sperma pria kian banyak beredar. Hal ini memicu beberapa riset dan studi andrologi untuk mencari fakta. Tujuannya tentu untuk mengetahui apa saja risiko dalam jangka dekat ini ataupun jangka panjang nanti pada seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, pertolongan dini dapat dilakukan.

    Apa hasilnya? Mari simak penjelasan berikut ini:

    Risiko Covid Lebih Tinggi Terhadap Pria

    Pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman kesehatan dunia dan mengakibatkan risiko yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Beberapa studi andrologi mengenai dampak Covid-19 terhadap kesuburan pria telah dilakukan. Menurut pakar Urologi Reproduksi Universitas Miami, dr. Ranjith Ramasamy, virus Covid-19 mampu bertahan di testis dalam waktu yang lama setelah infeksi awal pada pria tanpa gejala. 

    Virus Covid-19 berpotensi menurunkan produksi sperma selama 3 sampai 6 bulan pasca infeksi. Covid-19 juga menyerang pembuluh darah dan berada di penis selama 7 sampai 9 bulan pasca infeksi awal sehingga berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.

    Ingin Mengetahui Sudah Sembuh dari Covid atau Belum?
    Dapatkan Pemeriksaan Covid 19 dari Prosehat

    Cara Covid-19 Menyerang Sistem Reproduksi Pria

    Studi terbaru mendapatkan bahwa Covid-19 berikatan kuat dengan reseptor sel manusia yakni, angiotensin-converting enzyme 2 (ACE 2) dan enzim manusia yaitu type II transmembrane serine protease (TMPRSS2). Pada tubuh manusia, reseptor ACE 2 dan enzim TMPRSS2 mayoritas berada pada organ paru, ginjal, usus, jantung. 

    Setelah diteliti lebih lanjut, reseptor ACE 2 banyak ditemukan pada sel testis manusia yakni spermatogonia (cikal bakal sperma), sel Leydig, sel Sertoli, dan juga kelenjar reproduksi pria, yakni kelenjar prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral, yang berkontribusi dalam produksi semen pada pria. Melalui penemuan ini, diduga Covid mempengaruhi sperma karena mampu mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitas sperma pada pasien yang terinfeksi Covid-19. 

    Bukti Bahwa Covid Mempengaruhi Sperma Pasien

    Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran dengan mengambil sampel 84 pria dengan Covid-19 positif dan 105 pria dengan Covid-19 negatif yang bertujuan untuk mengetahui kondisi pada semen dan sperma serta dampak akibat Covid-19.

    Penelitian tersebut menunjukan bahwa:

    • Terdapat sejumlah zat peradangan pada sel sperma pasien Covid-19
    • Kadar radikal bebas (reactive oxygen species) yang lebih tinggi pada sel sperma pasien pria penderita Covid
    • Antioxidant/superoxide yang lebih rendah pada sel sperma pria yang menderita Covid-19
    • Konsentrasi sperma dan pergerakan sperma berkurang dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi
    • Ada perubahan bentuk sperma pada penderita Covid-19.

    Keadaan-keadaan ini disebut dengan keadaan subfertil, yaitu kondisi ketika seseorang mampu bereproduksi tetapi kemampuan reproduksi tersebut menurun (kurang subur).

    Kesuburan Pria Setelah Terinfeksi Covid-19

    Untuk mengetahui keadaan sperma pasca pemulihan Covid-19, Guo et al meneliti 41 pasien pria usia reproduktif yang telah sembuh dari Covid-19. Pengambilan sampel pertama dilakukan pada 56 hari setelah selesai rawat inap. Lalu, diikuti sampel kedua yang diambil pada 29 hari setelah sampel pertama, terhadap 22 dari 41 pasien. 

    Dari penelitian pada sampel pertama (56 hari setelah selesai rawat inap) diketahui bahwa:

    • Jumlah dan kualitas sperma memang berkurang dalam 56 hari pasca selesai infeksi Covid-19
    • Sementara itu, vitalitas sperma dan bentuk/morfologi sperma tidak terpengaruh infeksi Covid
    • Efek ini hanya bersifat sementara, kondisi akan membaik sekitar 85 hari setelah pemulihan infeksi Covid-19

    Pada penelitian menggunakan sampel kedua (yang diambil 29 hari setelah pengambilan sampel pertama), didapatkan hasil sebagai berikut:

    • Jumlah sperma semakin meningkat dibandingkan sampling pertama sebelumnya.
    • Konsentrasi sperma semakin meningkat jumlahnya dibandingkan sampling pertama sebelumnya
    • Gerakan sperma yang normal semakin meningkat jumlahnya dibandingkan sampling pertama sebelumnya.
    • Sementara itu, hormon reproduksi tidak berubah secara signifikan. 

    Kesimpulan:

    Temuan ini merupakan kabar baik untuk para pria penyintas Covid-19, karena keadaan subfertil (kurang subur) hanya bersifat sementara.

    Namun tentunya, perlu dilakukan pengecekan mendalam untuk mengetahui apakah sperma masih dalam kondisi subur. Sahabat Sehat dapat mengambil layanan berikut ini: Layanan Pemeriksaan Kesuburan

    Mengapa pemeriksaan kesuburan sangat penting bagi pria?
    Check jawabannya melalui artikel berikut ini: Pentingnya Pengecekan Kesuburan Bagi Pria

    Nah Sahabat Sehat, itulah fakta bagaimana Covid mempengaruhi sperma pria dari sisi kesuburan pria. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesuburan, pemeriksaan Covid-19 maupun pemeriksaan kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik:

    Referensi:

    1. Guo T, Sang M, Bai S, Ma H et al. Semen parameters in men recovered from COVID-19. Asian J Androl. Sep-Oct 2021;23(5):479-483.
    2. Hilton L. COVID-19 and men’s health: What we know so far [internet]. USA : Urology Times; 2021 [updated 2021 Aug 11; cited 2021 Nov 03].
    3. Maleki B, Tartibian B. COVID-19 and male reproductive function: a prospective, longitudinal cohort study [internet]. USA : Society for Reproduction and Fertility; 2021 [updated 2021 Mar; cited 2021 Nov 03].
    4. Miller J. COVID-19 reduces fertility in men, study suggests [internet]. USA : Healio; 2021 [updated 2021 Jan 29; cited 2021 Nov 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Walaupun pengaruh rokok terhadap kejantanan pria begitu merugikan. Dari ejakulasi dini hingga impotensi. Namun banyak yang seolah abai. Tetap merokok walaupun sudah tahu risikonya. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang serius akibat meningkatnya jumlah perokok. Prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan […]

    Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Seksual Seorang Pria

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Pria Meliputi Ejakulasi Dini Hingga Impotensi

    Walaupun pengaruh rokok terhadap kejantanan pria begitu merugikan. Dari ejakulasi dini hingga impotensi. Namun banyak yang seolah abai. Tetap merokok walaupun sudah tahu risikonya.

    Saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang serius akibat meningkatnya jumlah perokok. Prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Prevalensi perokok pada usia 18 tahun mencapai 7,2 % hingga 9,1%.1

    Kajian Badan Litbangkes tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Sedangkan data dari Globocan tahun 2018 menyatakan bahwa total kematian akibat kematian akibat kanker di Indonesia terbanyak diakibatkan oleh kanker paru, yaitu mencapai 12,6%.

    Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh tidak diragukan lagi, mulai dari gangguan pernapasan, kanker, stroke, hingga masalah seksual.Sahabat Sehat, kali ini akan diulas dampak merokok pada performa seksual, mari simak penjelasan berikut.

    Kandungan Rokok yang Membuatnya Berbahaya

    Diperkirakan satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia berbahaya dan sekitar 70 bahan kimia dapat memicu timbulnya kanker. berikut ini bahan-bahan kimia yang terkandung didalam rokok :

    Nikotin

    Merupakan zat stimulan yang dapat memperbaiki suasana hati, konsentrasi dan daya ingat. Nikotin dapat menimbulkan efek adiksi atau kecanduan sehingga seorang perokok kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Nikotin dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, berkurangnya nafsu makan, gangguan jantung, dan tekanan darah tinggi.

    Karbon Monoksida

    Karbon monoksida dalam tubuh dapat mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh sehingga mengganggu kerja jantung dan paru-paru.

    Tar

    Kandungan tar di dalam rokok dapat mempersempit saluran udara di paru-paru (bronkiolus) dan merusak rambut getar (silia) yang berfungsi untuk melindungi saluran napas dari benda asing, seperti bakteri, virus atau debu yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Selain itu tar juga bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu perkembangan sel kanker didalam tubuh.

    Benzena

    Zat benzene juga ditemukan di dalam bahan bakar minyak atau bensin. Paparan benzena dapat meningkatkan resiko terjadinya leukemia atau kanker darah, serta  kelainan darah lainnya.

    Kandungan rokok lainnya yang berbahaya

    Kandungan lainnya seperti arsenic, acetaldehyde, formaldehyde, isoprene, hydrazine, cadmium, polonium dan bahan-bahan berbahaya lainnya diketahui dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

    Bahaya Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Pria

    Merokok diketahui turut berdampak pada performa seksual yang dapat dialami baik pada pria dan wanita. Bagi para pria, merokok dapat menyebabkan kejantanan seksual mengalami penurunan signifikan yang ditandai dengan:

    Ejakulasi Dini

    Merokok dapat melemahkan otot di daerah genital, sehingga mengakibatkan ejakulasi ini. Pada perempuan, hal ini dapat mengurangi sensasi di daerah genital.

    Disfungsi Ereksi

    Nikotin yang terkandung pada rokok dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah dan arteri yang ada pada alat kelamin dan membatasi aliran darah ke penis. 4,5,6 Merokok dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah oksida nitrat pada laki-laki, yang berperan pada proses ereksi. 4,5,6 Sementara pada perempuan, merokok dapat berimbas pada berkurangnya cairan pelumas vagina sehingga area kewanitaan menjadi lebih kering.

    Gairah Seksual Menurun

    Merokok dapat mengakibatkan penurunan gairah seksual sebab menurunnya kadar hormon testosteron dalam tubuh yang berperan dalam menjaga gairah seksual.

    Menganggu Kesuburan

    Kandungan tembakau, nikotin dan zat kimia lainnya yang terkandung didalam rokok dapat mengakibatkan perubahan hormon, yang dapat berimbas pada menurunnya kualitas sel sperma. Oleh sebab itu, tingkat kemandulan pada perokok sangatlah tinggi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai pengaruh rokok terhadap kejantanan pria yang perlu kita semua waspadai. Untuk menjaga kesehatan tubuh dan kualitas sel telur dan kejantanan, sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur dan multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019 [updated 11 Juli 2019; cited 24 August 2021].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Smoking & Tobacco Use [Internet]. USA : Center for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 28 April 2020; cited 24 August 2021].
    3. Tobacco Life Free. What’s In a Cigarette? Shocking List of Cigarette Ingredients [Internet]. USA : Tobacco-Free Life; [cited 24 August 2021].
    4. Nicotex. 5 Ways in which smoking can harm your Sexual Health [Internet]. USA : Nicotex; [cited 24 August 2021].
    5. Dresden D. 10 effects of smoking cigarettes [Internet]. USA : Medical News Today.  2019 [updated 07 March 2019; cited 24 August 2021].
    6. Kwit. Impact of Tobacco on Sexuality [Internet]. USA : Kwit; [cited 24 August 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya? Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. […]

    Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menjawab Pertanyaan Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah Saja

    Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya?

    Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. Juga akan membahas apakah pemberian vaksin tersebut efektif mencegah penyakit-penyakit seperti kutil dan kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

    Apa Penyebab Kanker Serviks?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak.

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita.

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Jenis Vaksin HPV

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

    Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek Samping Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

    • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
    • Pusing
    • Nyeri kepala
    • Mual dan muntah

    Efek samping bersifat sementara dan umumnya akan hilang kurang dari 1 hari. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi HPV.

    Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

    Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Lalu apakah boleh melakukan suntik vaksin HPV setelah menikah saja? Apakah tetap efektif?

    Bolehkah Menerima Vaksin HPV Setelah Menikah?

    Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.

    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Memang vaksin HPV pada usia 26 tahun ke atas tetap efektif dalam mencegah virus HPV, namun pemberian sedini mungkin akan lebih baik dan lebih efektif. Terutama dalam mencegah sejak dini risiko-risiko seperti kanker serviks.

    Nah Sahabat Sehat, itulah jawaban dari pertanyaan boleh tidaknya vaksin HPV setelah menikah dan bagaimana tingkat efektivitasnya jika diberikan setelah menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV ataupun vaksinasi kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
    4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
    6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
    7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak. Ya, dengan […]

    8 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Daftar Tes Kesehatan Sebelum Menikah untuk Pria yang Wajib Dilakukan

    Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak.

    Ya, dengan terlebih dahulu melakukan tes kesehatan sebelum menikah maka pasangan akan saling mengetahui kekurangan masing-masing sehingga akan lebih mantap dalam melanjutkan hubungan pernikahan. Nah, apa saja yang ditest dalam pemeriksaan kesehatan pria sebelum menikah? Dan apa saja manfaatnya? Mari kita simak bersama.

    Para Pria, Ayo Tes Kesehatan Dulu Sebelum Menikah

    Sebenarnya pemeriksaan kesehatan antara pria dan wanita tidak jauh berbeda. Adapun pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan seorang pria sebelum menikah antara lain adalah:

    Pemeriksaan kesehatan darah

    Pemeriksaan darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hematokrit, trombosit, hemoglobin, gula darah, G6PD, hingga laju endap darah penting untuk dilakukan sebelm menikah.

    Dengan melakukan pemeriksaan darah, Sahabat Sehat dapat mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin diturunkan misalnya penyakit thalasemia, anemia sel sabit, hingga penyakit kekurangan enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase).

    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

    Mengapa dalam tes kesehatan sebelum menikah untuk pria dan wanita diperlukan test rhesus? Tujuannya adalah untuk mengetahui kecocokan antara rhesus dan golongan darah pada keturunan. Jika ibu memiliki Rhesus negatif dan ayah memiliki Rhesus positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian rhesus yang berakibat fatal dimana tubuh ibu akan menganggap bayi sebagai benda asing yang perlu disingkirkan.

    Maka dari itu, ketika ditemukan perbedaan rhesus pada calon suami istri, hal ini perlu didiskusikan bersama dengan dokter untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan saat program kehamilan.

    Pemeriksaan penyakit menular

    Penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Toxoplasma, Rubella, dan Herpes, HIV/AIDS, Sifilis, Gonore, dan Klamidia dapat dilakukan untuk mendeteksi dini serta mencegah penularan pada janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada pria maupun wanita.

    Selain mencegah penularan penyakit menular pada janin, tes kesehatan sebelum menikah untuk pria juga penting agar pihak wanita tidak tertular penyakit-penyakit di atas. Apalagi jika pihak wanita memiliki daya tahan tubuh yang tergolong lemah, dengan demikian, risiko kesehatan serius bisa dicegah.

    Pemeriksaan urin

    Pemeriksaan urin lengkap dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sistemik atau metabolik, maupun infeksi pada saluran kemih. Pada akhirnya, pemeriksaan urin akan memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh seorang pria.

    Beberapa penyakit yang bisa terdeteksi dari pemeriksaan urin adalah hepatitis B, diabetes, penyakit ginjal, dan infeksi saluran kemih. Pemeriksaan urin ini menjadi penting karena dapat mendeteksi adanya risiko penularan hepatitis B kepada pasangan kelak. Oleh sebab itu, sebelum menikah sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan urin terlebih dahulu.

    Analisa sperma

    Pemeriksaan berikut bertujuan untuk mengetahui kualitas sel sperma yang dihasilkan, serta mendeteksi kelainan pada sel sperma. Idealnya volume cairan ejakulasi sekitar 1.5-7,6 mL. Dengan total konsentrasi sperma adalah 15-259 juta per mL cairan ejakulasi. Total sel sperma yang dapat bergerak mencapai 40-81%, dengan 32-75% sel sperma diantaranya memiliki gerakan maju kedepan. Serta sejumlah 4-48% sel sperma memiliki bentuk yang normal.

    Dengan adanya analisa sperma ini, Sahabat Sehat dapat mengetahui apakah cukup subur untuk memiliki keturunan. Jika memang pria memiliki masalah kesuburan, semua pihak bisa mendiskusikan langkah apa yang harus dilakukan sehingga tidak menjadi prahara rumah tangga setelah menikah.

    Pada analisa sperma ini biasanya akan diiringi dengan pemeriksaan hormon, khususnya hormon tertosteron. Tujuannya untuk memeriksa dan mengetahui ada tidaknya kelainan produksi pada sel sperma.

    Pemeriksaan kromosom

    Pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan kromosom dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom pada tubuh yang mungkin dapat diturunkan pada janin. Namun pemeriksaan ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 8 jenis tes kesehatan sebelum menikah untuk pria yang akan sangat bermanfaat dalam perjalanan membangun bahtera rumah tangga . Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan kesehatan pra-nikah, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2019 [updated 2019 Oct 21; cited 2021 Aug 19].
    2. Suburban Diagnostic. Premarital Screening [Internet]. USA : Suburban Diagnostic; [cited 2021 Aug 19].
    3. Freiburg Medical Laboratory. Premarital Genetic Screening [Internet]. UAE : Freiburg Medical Laboratory; [cited 2021 Aug 19].
    4. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 Aug 19].
    5. Chertoff J. What Is a Normal Sperm Count? [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Aug 29; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes. Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan […]

    Cara Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Panduan Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes.

    Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah melebihi ambang normal, yaitu kadar gula darah puasa mencapai diatas 126 mg/dl. Sementara kadar gula darah sewaktu pemeriksaan setelah 2 jam makan mencapai diatas 200 mg/dl.

    Sahabat Sehat, diabetes ternyata diketahui menjadi penyebab utama berbagai komplikasi seperti kematian, kebutaan, penyakit jantung dan gagal ginjal di dunia.

    Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sekitar 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk dunia. Angka kenaikan penderita diabetes diprediksi akan terus meningkat mencapai 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.

    Salah satu efek samping dari diabetes melitus adalah disfungsi ereksi atau disebut juga impotensi. Lantas, bagaimana cara mengatasi impotensi bagi penderita diabetes ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Memahami Hubungan Impotensi dan Diabetes

    Impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi, diartikan sebagai hilangnya hasrat seseorang untuk berhubungan seksual atau ketidakmampuan seseorang untuk merasakan rangsangan seksual.

    Pada pria secara umum impotensi ditandai dengan ketidakmampuan alat vital untuk ereksi. Hal ini tentunya menjadi salah satu penyebab rasa malu pada pria, hingga renggangnya kehidupan rumah tangga.

    Lihat Juga: Pengaruh Covid 19 Terhadap Disfungsi Ereksi

    Disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus disebabkan karena kerusakan saraf dan pembuluh darah penderita diabetes. Tingginya kadar gula darah turut berdampak pada fungsi pembuluh darah sehingga seseorang tidak dapat ereksi secara maksimal. Sementara itu, seseorang yang menggunakan obat diabetes insulin biasanya akan menghabiskan banyak waktu untuk fokus pada pengobatan dan kondisi kesehatannya sehingga turut berdampak pada kondisi emosi yang dapat menurunkan gairah seksual.

    Mengatasi Impotensi Pada Penderita Diabetes

    Impotensi bukanlah suatu bentuk kecacatan yang permanen. Pada kebanyakan orang, impotensi bisa disembuhkan. Bagi para penderita impotensi yang diakibatkan oleh masalah diabetes maka akan sangat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut ini:

    Berkonsultasi Dengan Dokter

    Konsultasikan Masalah Diabetes dan Impotensi kepada Dokter

    Jika mengalami impotensi sekaligus menderita diabetes maka sangat dianjurkan untuk menceritakan permasalah yang dialami ke Dokter spesialis. Dokter akan menganalisis kondisi anda dan memberikan saran, solusi, ataupun tindakan terbaik.

    Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter. Meskipun banyak beredar obat yang konon dapat membantu mengatasi masalah impotensi anda, namun sembarangan mengkonsumsi obat bisa sangat berbahaya. Apalagi dalam kondisi sedang mengalami diabetes. Efek samping dari obat mungkin saja terjadi pada penderita diabetes.

    Kendalikan Kadar Gula Darah

    Pengecekan Gula Darah secara Berkala

    Mengendalikan kadar gula darah dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf dan pembuluh darah di tubuh. Terutama saraf dan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan ereksi alat vital. Jika gula darah tetap tidak terkontrol maka gejala impotensi ini akan sulit sembuh, bahkan mustahil. Pada titik yang lebih serius, bisa saja kondisi impotensi menjadi permanen.

    Untuk mengendalikan kadar gula darah sangat disarankan mengkonsumsi air putih, hindari makanan dan minuman manis dan mengandung gula, serta mulailah rutin berolahraga.

    Lihat Juga: Makanan untuk Diet Diabetes

    Istirahat yang cukup dan berkualitas juga diperlukan agar selama beristirahat tubuh dapat mengelola makanan dengan sebaik-baiknya.

    Memperbaiki Gaya Hidup

    Mulai Kebiasaan Baik Konsumsi Buah

    Semakin cepat anda memperbaiki gaya hidup, semakin besar kemungkinan sembuh dari impotensi yang diakibatkan adanya diabetes di tubuh. Beberapa perbaikan pada gaya hidup yang perlu Sahabat Sehat lakukan antara lain adalah:

    • Hilangkan kebiasaan merokok
    • Hindari minuman beralkohol
    • Beristirahat yang cukup dan jangan tidur larut malam
    • Konsumsi makanan serta minuman bernutrisi dan bervitamin tinggi
    • Kurangi “Rebahan” dan mulai beraktivitas, terutama berolahraga
    • Jauhi hal-hal yang dapat membuat suasana hati kurang baik dan stress

    Mengendalikan Berat Badan

    Mulai Jogging untuk Mengurangi Berat Badan Sekaligus Menjadi Solusi Mengatasi Impotensi

    Gejala impotensi banyak diderita oleh pasien diabetes yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).  Tanpa adanya diabetes sekalipun, resiko impotensi akan lebih besar terjadi pada penderita obesitas. Oleh sebab itu, cobalah kurangi berat badan dengan cara melakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. Olahraga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya impotensi dan mengurangi stress.

    Beberapa olahraga menurunkan berat badan yang sangat disarankan untuk penderita diabetes antara lain jalan cepat, senam diabetes, yoga, bersepeda, dan berenang.

    Lihat Juga: Olahraga untuk Penderita Diabetes

    Pastikan untuk selalu meminta seseorang menemani ketika berolahraga. Selain dapat memberikan semangat lebih untuk berolahraga, adanya teman juga dapat membantu jika terjadi hal-hal tidak diinginkan saat berolahraga seperti keram dan kecelakaan saat berolahraga.

    Istirahat yang Cukup

    Tidur yang Cukup dan Kualitas Tidur yang Baik

    Kelelahan dapat menyebabkan impotensi, terutama pada penderita diabetes. Oleh sebab itu, cara terbaik mengatasi impotensi pada penderita diabetes adalah berisitirahat selama beberapa waktu. Istirahat yang berkualitas dapat mempercepat dan mengoptimalkan proses penyembuhan. Bagi penderita diabetes, beristirahat yang cukup setiap malam dapat mengurangi risiko terjadinya impotensi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dan cara mengatasi impoten pada diabetes. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Melitus [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020; [cited 29 July 2021].
    2. Cleveland Clinic. The Link Between Diabetes and Sexual Dysfunction [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2020 [updated 2020 July 29; cited 29 July 2021].
    3. Mayo Clinic Erectile dysfunction and diabetes: Take control today [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 March 24; cited 29 July 2021].
    4. Biggers A. Diabetes and erectile dysfunction: What is the connection? [Internet]. USA : Medical News Today. 2017 [updated 2017 April 19; cited 29 July 2021].
    5. Pletcher P. The Connection Between Type 2 Diabetes and ED [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 July 02; cited 29 July 2021].
    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja