Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Pria

Showing 1–10 of 90 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Walaupun pengaruh rokok terhadap kejantanan pria begitu merugikan. Dari ejakulasi dini hingga impotensi. Namun banyak yang seolah abai. Tetap merokok walaupun sudah tahu risikonya. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang serius akibat meningkatnya jumlah perokok. Prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan […]

    Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Seksual Seorang Pria

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Pria Meliputi Ejakulasi Dini Hingga Impotensi

    Walaupun pengaruh rokok terhadap kejantanan pria begitu merugikan. Dari ejakulasi dini hingga impotensi. Namun banyak yang seolah abai. Tetap merokok walaupun sudah tahu risikonya.

    Saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang serius akibat meningkatnya jumlah perokok. Prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Prevalensi perokok pada usia 18 tahun mencapai 7,2 % hingga 9,1%.1

    Kajian Badan Litbangkes tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Sedangkan data dari Globocan tahun 2018 menyatakan bahwa total kematian akibat kematian akibat kanker di Indonesia terbanyak diakibatkan oleh kanker paru, yaitu mencapai 12,6%.

    Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh tidak diragukan lagi, mulai dari gangguan pernapasan, kanker, stroke, hingga masalah seksual.Sahabat Sehat, kali ini akan diulas dampak merokok pada performa seksual, mari simak penjelasan berikut.

    Kandungan Rokok yang Membuatnya Berbahaya

    Diperkirakan satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia berbahaya dan sekitar 70 bahan kimia dapat memicu timbulnya kanker. berikut ini bahan-bahan kimia yang terkandung didalam rokok :

    Nikotin

    Merupakan zat stimulan yang dapat memperbaiki suasana hati, konsentrasi dan daya ingat. Nikotin dapat menimbulkan efek adiksi atau kecanduan sehingga seorang perokok kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Nikotin dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, berkurangnya nafsu makan, gangguan jantung, dan tekanan darah tinggi.

    Karbon Monoksida

    Karbon monoksida dalam tubuh dapat mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh sehingga mengganggu kerja jantung dan paru-paru.

    Tar

    Kandungan tar di dalam rokok dapat mempersempit saluran udara di paru-paru (bronkiolus) dan merusak rambut getar (silia) yang berfungsi untuk melindungi saluran napas dari benda asing, seperti bakteri, virus atau debu yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Selain itu tar juga bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu perkembangan sel kanker didalam tubuh.

    Benzena

    Zat benzene juga ditemukan di dalam bahan bakar minyak atau bensin. Paparan benzena dapat meningkatkan resiko terjadinya leukemia atau kanker darah, serta  kelainan darah lainnya.

    Kandungan rokok lainnya yang berbahaya

    Kandungan lainnya seperti arsenic, acetaldehyde, formaldehyde, isoprene, hydrazine, cadmium, polonium dan bahan-bahan berbahaya lainnya diketahui dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

    Bahaya Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Pria

    Merokok diketahui turut berdampak pada performa seksual yang dapat dialami baik pada pria dan wanita. Bagi para pria, merokok dapat menyebabkan kejantanan seksual mengalami penurunan signifikan yang ditandai dengan:

    Ejakulasi Dini

    Merokok dapat melemahkan otot di daerah genital, sehingga mengakibatkan ejakulasi ini. Pada perempuan, hal ini dapat mengurangi sensasi di daerah genital.

    Disfungsi Ereksi

    Nikotin yang terkandung pada rokok dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah dan arteri yang ada pada alat kelamin dan membatasi aliran darah ke penis. 4,5,6 Merokok dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah oksida nitrat pada laki-laki, yang berperan pada proses ereksi. 4,5,6 Sementara pada perempuan, merokok dapat berimbas pada berkurangnya cairan pelumas vagina sehingga area kewanitaan menjadi lebih kering.

    Gairah Seksual Menurun

    Merokok dapat mengakibatkan penurunan gairah seksual sebab menurunnya kadar hormon testosteron dalam tubuh yang berperan dalam menjaga gairah seksual.

    Menganggu Kesuburan

    Kandungan tembakau, nikotin dan zat kimia lainnya yang terkandung didalam rokok dapat mengakibatkan perubahan hormon, yang dapat berimbas pada menurunnya kualitas sel sperma. Oleh sebab itu, tingkat kemandulan pada perokok sangatlah tinggi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai pengaruh rokok terhadap kejantanan pria yang perlu kita semua waspadai. Untuk menjaga kesehatan tubuh dan kualitas sel telur dan kejantanan, sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur dan multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019 [updated 11 Juli 2019; cited 24 August 2021].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Smoking & Tobacco Use [Internet]. USA : Center for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 28 April 2020; cited 24 August 2021].
    3. Tobacco Life Free. What’s In a Cigarette? Shocking List of Cigarette Ingredients [Internet]. USA : Tobacco-Free Life; [cited 24 August 2021].
    4. Nicotex. 5 Ways in which smoking can harm your Sexual Health [Internet]. USA : Nicotex; [cited 24 August 2021].
    5. Dresden D. 10 effects of smoking cigarettes [Internet]. USA : Medical News Today.  2019 [updated 07 March 2019; cited 24 August 2021].
    6. Kwit. Impact of Tobacco on Sexuality [Internet]. USA : Kwit; [cited 24 August 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya? Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. […]

    Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menjawab Pertanyaan Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah Saja

    Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya?

    Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. Juga akan membahas apakah pemberian vaksin tersebut efektif mencegah penyakit-penyakit seperti kutil dan kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

    Apa Penyebab Kanker Serviks?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak.

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita.

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Jenis Vaksin HPV

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

    Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek Samping Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

    • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
    • Pusing
    • Nyeri kepala
    • Mual dan muntah

    Efek samping bersifat sementara dan umumnya akan hilang kurang dari 1 hari. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi HPV.

    Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

    Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Lalu apakah boleh melakukan suntik vaksin HPV setelah menikah saja? Apakah tetap efektif?

    Bolehkah Menerima Vaksin HPV Setelah Menikah?

    Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.

    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Memang vaksin HPV pada usia 26 tahun ke atas tetap efektif dalam mencegah virus HPV, namun pemberian sedini mungkin akan lebih baik dan lebih efektif. Terutama dalam mencegah sejak dini risiko-risiko seperti kanker serviks.

    Nah Sahabat Sehat, itulah jawaban dari pertanyaan boleh tidaknya vaksin HPV setelah menikah dan bagaimana tingkat efektivitasnya jika diberikan setelah menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV ataupun vaksinasi kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
    4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
    6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
    7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak. Ya, dengan […]

    8 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Daftar Tes Kesehatan Sebelum Menikah untuk Pria yang Wajib Dilakukan

    Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak.

    Ya, dengan terlebih dahulu melakukan tes kesehatan sebelum menikah maka pasangan akan saling mengetahui kekurangan masing-masing sehingga akan lebih mantap dalam melanjutkan hubungan pernikahan. Nah, apa saja yang ditest dalam pemeriksaan kesehatan pria sebelum menikah? Dan apa saja manfaatnya? Mari kita simak bersama.

    Para Pria, Ayo Tes Kesehatan Dulu Sebelum Menikah

    Sebenarnya pemeriksaan kesehatan antara pria dan wanita tidak jauh berbeda. Adapun pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan seorang pria sebelum menikah antara lain adalah:

    Pemeriksaan kesehatan darah

    Pemeriksaan darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hematokrit, trombosit, hemoglobin, gula darah, G6PD, hingga laju endap darah penting untuk dilakukan sebelm menikah.

    Dengan melakukan pemeriksaan darah, Sahabat Sehat dapat mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin diturunkan misalnya penyakit thalasemia, anemia sel sabit, hingga penyakit kekurangan enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase).

    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

    Mengapa dalam tes kesehatan sebelum menikah untuk pria dan wanita diperlukan test rhesus? Tujuannya adalah untuk mengetahui kecocokan antara rhesus dan golongan darah pada keturunan. Jika ibu memiliki Rhesus negatif dan ayah memiliki Rhesus positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian rhesus yang berakibat fatal dimana tubuh ibu akan menganggap bayi sebagai benda asing yang perlu disingkirkan.

    Maka dari itu, ketika ditemukan perbedaan rhesus pada calon suami istri, hal ini perlu didiskusikan bersama dengan dokter untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan saat program kehamilan.

    Pemeriksaan penyakit menular

    Penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Toxoplasma, Rubella, dan Herpes, HIV/AIDS, Sifilis, Gonore, dan Klamidia dapat dilakukan untuk mendeteksi dini serta mencegah penularan pada janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada pria maupun wanita.

    Selain mencegah penularan penyakit menular pada janin, tes kesehatan sebelum menikah untuk pria juga penting agar pihak wanita tidak tertular penyakit-penyakit di atas. Apalagi jika pihak wanita memiliki daya tahan tubuh yang tergolong lemah, dengan demikian, risiko kesehatan serius bisa dicegah.

    Pemeriksaan urin

    Pemeriksaan urin lengkap dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sistemik atau metabolik, maupun infeksi pada saluran kemih. Pada akhirnya, pemeriksaan urin akan memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh seorang pria.

    Beberapa penyakit yang bisa terdeteksi dari pemeriksaan urin adalah hepatitis B, diabetes, penyakit ginjal, dan infeksi saluran kemih. Pemeriksaan urin ini menjadi penting karena dapat mendeteksi adanya risiko penularan hepatitis B kepada pasangan kelak. Oleh sebab itu, sebelum menikah sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan urin terlebih dahulu.

    Analisa sperma

    Pemeriksaan berikut bertujuan untuk mengetahui kualitas sel sperma yang dihasilkan, serta mendeteksi kelainan pada sel sperma. Idealnya volume cairan ejakulasi sekitar 1.5-7,6 mL. Dengan total konsentrasi sperma adalah 15-259 juta per mL cairan ejakulasi. Total sel sperma yang dapat bergerak mencapai 40-81%, dengan 32-75% sel sperma diantaranya memiliki gerakan maju kedepan. Serta sejumlah 4-48% sel sperma memiliki bentuk yang normal.

    Dengan adanya analisa sperma ini, Sahabat Sehat dapat mengetahui apakah cukup subur untuk memiliki keturunan. Jika memang pria memiliki masalah kesuburan, semua pihak bisa mendiskusikan langkah apa yang harus dilakukan sehingga tidak menjadi prahara rumah tangga setelah menikah.

    Pada analisa sperma ini biasanya akan diiringi dengan pemeriksaan hormon, khususnya hormon tertosteron. Tujuannya untuk memeriksa dan mengetahui ada tidaknya kelainan produksi pada sel sperma.

    Pemeriksaan kromosom

    Pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan kromosom dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom pada tubuh yang mungkin dapat diturunkan pada janin. Namun pemeriksaan ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 8 jenis tes kesehatan sebelum menikah untuk pria yang akan sangat bermanfaat dalam perjalanan membangun bahtera rumah tangga . Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan kesehatan pra-nikah, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2019 [updated 2019 Oct 21; cited 2021 Aug 19].
    2. Suburban Diagnostic. Premarital Screening [Internet]. USA : Suburban Diagnostic; [cited 2021 Aug 19].
    3. Freiburg Medical Laboratory. Premarital Genetic Screening [Internet]. UAE : Freiburg Medical Laboratory; [cited 2021 Aug 19].
    4. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 Aug 19].
    5. Chertoff J. What Is a Normal Sperm Count? [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Aug 29; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes. Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan […]

    Cara Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Panduan Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes.

    Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah melebihi ambang normal, yaitu kadar gula darah puasa mencapai diatas 126 mg/dl. Sementara kadar gula darah sewaktu pemeriksaan setelah 2 jam makan mencapai diatas 200 mg/dl.

    Sahabat Sehat, diabetes ternyata diketahui menjadi penyebab utama berbagai komplikasi seperti kematian, kebutaan, penyakit jantung dan gagal ginjal di dunia.

    Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sekitar 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk dunia. Angka kenaikan penderita diabetes diprediksi akan terus meningkat mencapai 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.

    Salah satu efek samping dari diabetes melitus adalah disfungsi ereksi atau disebut juga impotensi. Lantas, bagaimana cara mengatasi impotensi bagi penderita diabetes ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Memahami Hubungan Impotensi dan Diabetes

    Impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi, diartikan sebagai hilangnya hasrat seseorang untuk berhubungan seksual atau ketidakmampuan seseorang untuk merasakan rangsangan seksual.

    Pada pria secara umum impotensi ditandai dengan ketidakmampuan alat vital untuk ereksi. Hal ini tentunya menjadi salah satu penyebab rasa malu pada pria, hingga renggangnya kehidupan rumah tangga.

    Lihat Juga: Pengaruh Covid 19 Terhadap Disfungsi Ereksi

    Disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus disebabkan karena kerusakan saraf dan pembuluh darah penderita diabetes. Tingginya kadar gula darah turut berdampak pada fungsi pembuluh darah sehingga seseorang tidak dapat ereksi secara maksimal. Sementara itu, seseorang yang menggunakan obat diabetes insulin biasanya akan menghabiskan banyak waktu untuk fokus pada pengobatan dan kondisi kesehatannya sehingga turut berdampak pada kondisi emosi yang dapat menurunkan gairah seksual.

    Mengatasi Impotensi Pada Penderita Diabetes

    Impotensi bukanlah suatu bentuk kecacatan yang permanen. Pada kebanyakan orang, impotensi bisa disembuhkan. Bagi para penderita impotensi yang diakibatkan oleh masalah diabetes maka akan sangat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut ini:

    Berkonsultasi Dengan Dokter

    Konsultasikan Masalah Diabetes dan Impotensi kepada Dokter

    Jika mengalami impotensi sekaligus menderita diabetes maka sangat dianjurkan untuk menceritakan permasalah yang dialami ke Dokter spesialis. Dokter akan menganalisis kondisi anda dan memberikan saran, solusi, ataupun tindakan terbaik.

    Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter. Meskipun banyak beredar obat yang konon dapat membantu mengatasi masalah impotensi anda, namun sembarangan mengkonsumsi obat bisa sangat berbahaya. Apalagi dalam kondisi sedang mengalami diabetes. Efek samping dari obat mungkin saja terjadi pada penderita diabetes.

    Kendalikan Kadar Gula Darah

    Pengecekan Gula Darah secara Berkala

    Mengendalikan kadar gula darah dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf dan pembuluh darah di tubuh. Terutama saraf dan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan ereksi alat vital. Jika gula darah tetap tidak terkontrol maka gejala impotensi ini akan sulit sembuh, bahkan mustahil. Pada titik yang lebih serius, bisa saja kondisi impotensi menjadi permanen.

    Untuk mengendalikan kadar gula darah sangat disarankan mengkonsumsi air putih, hindari makanan dan minuman manis dan mengandung gula, serta mulailah rutin berolahraga.

    Lihat Juga: Makanan untuk Diet Diabetes

    Istirahat yang cukup dan berkualitas juga diperlukan agar selama beristirahat tubuh dapat mengelola makanan dengan sebaik-baiknya.

    Memperbaiki Gaya Hidup

    Mulai Kebiasaan Baik Konsumsi Buah

    Semakin cepat anda memperbaiki gaya hidup, semakin besar kemungkinan sembuh dari impotensi yang diakibatkan adanya diabetes di tubuh. Beberapa perbaikan pada gaya hidup yang perlu Sahabat Sehat lakukan antara lain adalah:

    • Hilangkan kebiasaan merokok
    • Hindari minuman beralkohol
    • Beristirahat yang cukup dan jangan tidur larut malam
    • Konsumsi makanan serta minuman bernutrisi dan bervitamin tinggi
    • Kurangi “Rebahan” dan mulai beraktivitas, terutama berolahraga
    • Jauhi hal-hal yang dapat membuat suasana hati kurang baik dan stress

    Mengendalikan Berat Badan

    Mulai Jogging untuk Mengurangi Berat Badan Sekaligus Menjadi Solusi Mengatasi Impotensi

    Gejala impotensi banyak diderita oleh pasien diabetes yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).  Tanpa adanya diabetes sekalipun, resiko impotensi akan lebih besar terjadi pada penderita obesitas. Oleh sebab itu, cobalah kurangi berat badan dengan cara melakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. Olahraga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya impotensi dan mengurangi stress.

    Beberapa olahraga menurunkan berat badan yang sangat disarankan untuk penderita diabetes antara lain jalan cepat, senam diabetes, yoga, bersepeda, dan berenang.

    Lihat Juga: Olahraga untuk Penderita Diabetes

    Pastikan untuk selalu meminta seseorang menemani ketika berolahraga. Selain dapat memberikan semangat lebih untuk berolahraga, adanya teman juga dapat membantu jika terjadi hal-hal tidak diinginkan saat berolahraga seperti keram dan kecelakaan saat berolahraga.

    Istirahat yang Cukup

    Tidur yang Cukup dan Kualitas Tidur yang Baik

    Kelelahan dapat menyebabkan impotensi, terutama pada penderita diabetes. Oleh sebab itu, cara terbaik mengatasi impotensi pada penderita diabetes adalah berisitirahat selama beberapa waktu. Istirahat yang berkualitas dapat mempercepat dan mengoptimalkan proses penyembuhan. Bagi penderita diabetes, beristirahat yang cukup setiap malam dapat mengurangi risiko terjadinya impotensi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dan cara mengatasi impoten pada diabetes. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Melitus [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020; [cited 29 July 2021].
    2. Cleveland Clinic. The Link Between Diabetes and Sexual Dysfunction [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2020 [updated 2020 July 29; cited 29 July 2021].
    3. Mayo Clinic Erectile dysfunction and diabetes: Take control today [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 March 24; cited 29 July 2021].
    4. Biggers A. Diabetes and erectile dysfunction: What is the connection? [Internet]. USA : Medical News Today. 2017 [updated 2017 April 19; cited 29 July 2021].
    5. Pletcher P. The Connection Between Type 2 Diabetes and ED [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 July 02; cited 29 July 2021].
    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan […]

    3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan siswa sekolah dengan PR yang sangat banyak.

    perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita

    Meskipun begitu, ternyata tidak semua penyebab tersebut dapat langsung menyerang pikiran seseorang dan menjadikannya stres. Dari sebuah penelitian oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utama stres sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berdasarkan penelitian ini, penyebab wanita mengalami stres pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penghargaan dari lingkungan sekitar. Sedangkan pria biasanya lebih banyak merasakan stres akibat dari banyaknya pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka menjadi tegang.

    Beberapa pakar juga sepakat bahwa proses kerja otak wanita dan pria dalam menghadapi suatu tekanan masalah sangat berbeda. Pria umumnya cenderung lebih santai sedangkan wanita dianggap lebih ‘memikirkan’ masalah tersebut.

    Hal ini telah dijelaskan secara ilmiah pada jurnal Molecular Psychiatry tahun 2010, yaitu sel-sel otak wanita cenderung lebih sensitif terhadap hormon stres yang bernama corticotropinreleasing factor (CFR) dan wanita lebih rentan terhadap stres dua kali lipat dibandingkan pria.

    Uniknya, studi terbaru yang telah di publikasi oleh Jurnal Public Health mengungkapkan bahwa meskipun wanita lebih rentang terhadap stres, namun ternyata pria justru rentan terkena depresi. Berikut ini fakta menarik tentang perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita menurut pengamat psikologi, Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Si, yaitu:

    1. Tingkatan stres pada wanita lebih tinggi dibanding pria

    Bedasarkan data penelitian dari American Psychological Association mengungkapkan, hampir setengah dari semua wanita yang disurvei mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam lima tahun terakhir, dan hal ini tidak terjadi pada pria.

    Penyebabnya adalah karena wanita lebih sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang mereka alami hingga gangguan fisik dan emosional yang lebih besar. Pada wanita yang menikah, tingkatan jumlah stresnya juga lebih besar dibandingkan dengan wanita lajang.

    2. Wanita lebih bisa mengelola stres

    Pada umumnya wanita lebih banyak menyalurkan rasa stres yang dialami dengan lebih ekspresif. Wanita juga lebih mudah bergaul dan terbuka membicarakan rasa stres yang tengah melanda dibanding dengan pria.

    Baca Juga: Coba 4 Makanan Sehat Ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Karena dengan membicarakan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi merupakan salah satu cara terbaik dalam menghadapi stres. Hal ini jugalah yang mempengaruhi jumlah angka kematian bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria menurut WHO.

    3. Kebiasaan yang berbeda pada wanita dan pria ketika stres

    Ketika sedang stres, sebenarnya pria cenderung lebih banyak butuh uang dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan aspek psikologis, adanya uang akan membuat pria lebih tenang, dan sebaliknya, saat wanita sedang stres justru wanita lebih banyak mengeluarkan uang untuk dibelanjakan.

    Namun, seiring perkembangan jaman, pakar ilmu sosial, budaya, dan komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Deive Rahmawatu,I, S.Sos., M.Hum., CPR mengungkapkan, bahwa sejak 1986 sampai saat ini, data menunjukan manusia modern memiliki potensi lima kali lebih stres dibanding manusia di zaman sebelumnya, terutama pada wanita. Hal ini bisa menjadi permasalahan dunia.

    Kelompok yang paling rentan, yakni remaja. Sebab, usia remaja dinilai belum mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mereka tidak memiliki banyak referensi.

    Akibatnya, kelompok usia tersebut sangat mudah terjerumus ke arah yang buruk. Dan kemungkinan terburuknya adalah saat orang tersebut merasa benar-benar sendiri ketika stres, mereka dapat mengalami depresi dan sering berakhir pada bunuh diri.

    Faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi tingkatan stres pada seseorang?

    Fakta bahwa wanita tiga kali lebih rentang terkena stres dibanding pria ternyata dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti berikut:

    1. Faktor Biologis

    Masa pubertas pada remaja saat ini semakin dini. Sudah bukan merupakan hal baru apabila anak sekolah dasar telah mengalami menstruasi. Proses hormonal ini membuat perempuan secara psikologis jauh lebih stres dibandingkan dengan pria.

    Ketika hormon sedang begejolak, seseorang sangat memerlukan orang lain untuk mendampingi agar mereka tidak berperilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini.

    2. Faktor Psikologis

    Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuat banyak orang seolah menjadi “zombie”. Hadirnya teknologi digital akan menjadi dampak buruk apabila digunakan tanpa arahan atau bimbingan yang benar.

    Kehidupan sekarang sangat bergantung pada validitas sosial. Setiap hari orang akan terobsesi pada banyaknya likes di sosial media. Sehingga menjadi tidak fokus dalam mengembangkan diri. Selain itu, manusia memang merupakan makhluk egois dan selalu ingin terlihat lebih baik dari orang lain.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial

    Namun sayangnya, budaya digital ini justru malah semakin membuat kita iri dengan pencapaian orang lain. Oleh karena itu, jika tidak bimbing dengan benar penggunaan dari tekologi digital ini justru akan membuat seseorang menjadi stres.

    3. Faktor Sosiologis

    Walaupun dikelilingi oleh teknologi canggih, namun norma-norma sosial yang dipegang oleh remaja masih sangat minim. Banyak orang cenderung lebih memperhatikan penampilan dirinya. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang semakin membandingkan dirinya dengan orang lain, dan jika hal ini sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

    Pertama, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Kedua, mereka akan membohongi publik agar menjadi yang terbaik, misalnya dengan menggunakan teknologi agar mereka tampak sempurna dalam foto.

    Dan yang terakhir, depresi yang semakin parah karena merasa tidak ada yang benar-benar menjadi temannya. Meskipun postingan ramai dengan likes dan memiliki jumlah follower yang banyak, namun sebenarnya ia sendirian. Sehingga di saat stres, ia merasa tidak dapat berbagi cerita dengan siapapun.

    Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan sangat berdampak bagi kesehatan. Meskipun begitu, hal ini ternyata masih dapat sahabat cegah dengan hal-hal positif lainnya, seperti bergabung dengan komunitas yang melakukan kegiatan positif.

    Demikian penjelasan mengenai 3 faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita. Apabila Sahabat merasa sedang mengalami stres, cobalah cari tempat bercerita supaya masalah yang dialami tidak ditanggung sendirian. Mulailah tata kehidupan yang baru dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Namun apabila Sahabat tidak dapat mengatasinya sendiri, alangkah baiknya Sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.%20Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin> [Accessed 17 March 2021].
    2. Anwar, F., 2021. Dibanding Wanita, Pria Lebih Rentan Depresi Akibat Stres. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3247668/dibanding-wanita-pria-lebih-rentan-depresi-akibat-stres> [Accessed 17 March 2021].
    3. com. 2021. Pria dan Wanita Punya Tingkatan dan Gaya Stres yang Berbeda. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/2897116/pria-dan-wanita-punya-tingkatan-dan-gaya-stres-yang-berbeda> [Accessed 17 March 2021].
    4. Abdi, H., 2021. Faktor Penyebab Stres, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4259506/faktor-penyebab-stres-gejala-dan-cara-menanganinya-yang-tepat> [Accessed 17 March 2021].

     

     

    Read More
  • Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata. Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah […]

    Apa Saja Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata?

    Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata.

    dampak negatif merokok

    Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah Buka Puasa

    Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata

    Dilansir dari American Academy of Ophtalomology, berikut adalah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui:

    Mata kering

    Dampak negatif pertama adalah Sahabat akan mengalami mata kering. Kondisi ini diakibatkan oleh kurangnya produksi air mata. Hal yang dirasakan adalah mata terasa lebih gatal, perih, terbakar, dan memerah.

    Katarak

    Selain mata kering, dampak berikutnya adalah katarak. Penyakit ini dapat mengaburkan lensa kuning alami mata Sahabat. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur dan warna menjadi kusam, pudar, atau kekuningan. Untuk menghilangkannya, katarak harus diangkat melalui operasi.

    Degenerasi Makula

    Ini adalah penyakit yang terjadi ketika makula atau bagian retina menjadi rusak. Rusaknya  makula ini menyebabkan Sahabat kelihatan penglihatan utama dan akhirnya tidak dapat melihat detail dengan bagus. Meski begitu penglihatan perifer atau samping tetap normal. Penyakit ini tidak bisa diobati malah obat-obatan dan pembedahan yang disarankan malah membuat keadaan lebih buruk. Sebuah studi menyimpulkan bahwa perokok dan mantan perokok lebih rentan terkena degenerasi makula daripada yang tidak.

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A, Kenali Lebih Jauh Penyakit Ini

    Retinopati Diabetik

    Kondisi ini dialami oleh perokok yang mempunyai Diabetes. Penyakit terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah di mata. Hal ini akan menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi, dan mungkin mengalami kebutahan. Mengatasi retinopati ini bisa dengan pengobatan dan pembedahan.

    Gangguan Saraf Optik

    Dampak negatif merokok yang juga dirasakan bagi kesehatan mata adalah gangguan saraf optik. Saraf ini menghubungkan mata ke otak. Kerusakannya dapat menyebabkan kebutaan dan glaukoma.

    Uveitis

    Penyakit ini menyerang bagian mata yang disebut dengan uvea, lapisan tengah dinding mata yang menjadi meradang dengan kondisi merah dan bengkak. Efek yang ditimbulkan adalah mata merah, nyeri, dan mengalami masalah pada penglihatan.

    Penyakit Grave

    Ini adalah penyakit pada kelenjar tiroid. Salah satu gejalanya adalah mata melotot. Perokok yang mengidap penyakit ini berisiko mengalami kondisi mata yang semakin parah serta bisa kehilangan penglihatan.

    Pengaruh Merokok bagi Kondisi Mata Bayi Saat Kehamilan

    Selain penyakit-penyakit mata di atas merokok juga sebenarnya secara tidak langsung akan berpengaruh pada kehamilan. Apabila Sahabat merokok saat hamil, bayi yang dilkandung akan berpotensi terkena meningitis 5 kali lebih saat lahir dan mengalami masa tumbuh-kembang. Meningits dapat menyebabkan infeksi mata dan masalah penglihatan lainnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Meningitis

    Selain itu, merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko melahirkan terlalu dini atau prematur. Kelahiran ini dapat menyebabkan masalah mata yang serius, yang disebut dengan retinopati prematuritas. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi kehilangan penglihatan atau kebutaan permanen. Tak hanya itu, balita dan anak-anak yang berisiko menjadi perokok pasif, menurut sebuah penelitian, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan mata saat berusia 6 tahun.

    Cara Melindungi Mata dari Asap Rokok

    Bagi Sahabat yang tidak ingin terpapar asap rokok yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan mata sehingga menjadi perokok pasif, berikut ini adalah cara-caranya:

    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam rumah
    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam mobil Sahabat
    • Buat ruang kerja di kantor menjadi no smoking area
    • Pilih area tanpa merokok jika berada di tempat umum
    • Jaga jarak dengan perokok jika terpaksa satu ruangan
    • Tawarkan dukungan berhenti merokok

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Itulah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui. Karena itu, bagi Sahabat yang masih aktif merokok, berhentilah, dan bagi Sahabat yang pasif agar menghindari. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut tentang bahaya merokok dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. Rokok Sebabkan 50 Persen Kematian Akibat 12 Jenis Kanker, Kok Bisa? [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/07/11/163500123/rokok-sebabkan-50-persen-kematian-akibat-12-jenis-kanker-kok-bisa-
    2. Smoking and Eye Disease [Internet]. American Academy of Ophthalmology. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/smokers
    3. Tips Menghindari Asap Rokok Bagi Perokok Pasif [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1694173/tips-menghindari-asap-rokok-bagi-perokok-pasif

     

    Read More
  • Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19. […]

    Hubungan Antara Covid-19 dan Disfungsi Ereksi

    Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19.

    covid-19 dan disfungsi ereksi

    Baca Juga: 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Hal itu diduga karena Covid-19 melibatkan proses dasar terjadinya penyakit yang mirip dengan disfungsi ereksi, seperti proses peradangan, masalah hormonal, stres, kecemasan, depresi, dan disfungsi endotel, yaitu menyempitnya lapisan arteri kecil di saluran reproduksi. Seperti dikutip dari Cleveland Clinic ada tiga faktor penyebab disfungsi ereksi pada pria yang pernah terinfeksi Covid-19.

    Tiga Faktor Penyebab Disfungsi Ereksi Akibat Covid-19

    1. Efek vaskuler

    Efek ini berhubungan dengan organ vaskuler (pembuluh darah) seperti jantung. Keduanya saling berhubungan karena disfungsi ereksi diduga dapat mempredikasi penyakit jantung. Covid-19 disebut juga dapat menyebabkan hiperinflamsi di seluruh tubuh terutama di jantung dan otot di sekitarnya. Akibatnya, pasokan darah ke penis bisa tersumbat atau menyempit akibat kondisi vaskuler baru atau yang memburuk karena virus. Penyempitan dan peradangan vaskuler ini lah yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi.

    2. Efek psikologis

    Efek kedua adalah efek psikologis yang sangat begitu erat kaitannya dengan kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat dikaitkan dengan disfungsi seksual dan suasana hati yang buruk.

    3. Penurunan kesehatan tubuh menyeluruh

    Efek ketiga adalah efek penurunan kesehatan secara menyeluruh. Bila seorang pria mengalami disfungsi ereksi, kemungkinan besar terdapat permasalahan kesehatan lain yang mendasarinya. Pria yang mempunyai kesehatan yang buruk berisiko besar terkena disfungsi ini, dan cukup reaktif terhadap Covid-19. Virus ini disebut menyebabkan banyak masalah kesehatan yang bisa berujung menjadi komplikasi.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Efek lainnya adalah fungsi penis dapat terganggu setelah terinfeksi Covid-19 namun belum bisa diketahui secara pasti apakah gangguan bersifat permanen, sementara, atau dapat mempengaruhi kesuburan. Selain gangguan pada penis, faktor lain penyebab disfungsi ereksi adalah usia.

    Apakah Permasalahan Ini Dapat Menjadi Long Covid atau Tidak?

    Kemudian timbul pertanyaan apakah ini dapat menjadi masalah yang berkepanjangan atau sebaliknya? Dilansir dari Prevention.com, dr. Amin Herati dari Brady Urological Institute dan John Hopkins University menyatakan bahwa masalah disfungsi ereksi ini bukan merupakan long-covid dan mungkin hanya masalah jangka pendek karena adanya pergantian hormon dan pembuluh darah yang utuh. Meski begitu, dr. Anthony Harris dari WorkCare, masih dilansir dari Prevention.com, menyatakan hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan karena dari keadaan di lapangan ada yang mengalami selama 3 bulan, 6 bulan atau bahkan lebih lama. Sejauh ini belum ada penelitian yang cukup untuk hal ini.

    Vaksinasi Sebagai Pencegahan Optimal

    Dr. Harris menyarankan agar yang memiliki masalah disfungsi ereksi akibat Covid-19 sebaiknya segera juga divaksinasi untuk pencegahan infeksi optimal. Efek samping yang didapatkan sama dengan vaksin flu yang setiap tahun diberikan.

    Baca Juga: Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Itulah mengenai hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi yang ternyata bisa bisa berdampak pendek atau panjang. Penelitian mengenai hal ini masih terus dilakukan sehingga cara terbaik adalah melakukan vaksinasi. Nah, Sahabat Sehat, terutama para pria, supaya tidak terkena Covid-19 yang juga berdampak besar ke disfungsi ereksi, tetap patuhi perilaku 3M dan jalankan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Yes, COVID-19 Can Cause Erectile Dysfunction in Men [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/yes-covid-19-can-cause-erectile-dysfunction-in-men/
    2. (www.dw.com) D. COVID-19’s link to erectile dysfunction | DW | 08.12.2020 [Internet]. DW.COM. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.dw.com/en/covid-19s-link-to-erectile-dysfunction/a-55862989
    3. Sansone A, Mollaoli D, Ciocca G. Addressing male sexual and reproductive health in the wake of COVID-19 outbreak. NCBI [Internet]. 2020 [cited 22 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7355084/
    4. Why COVID-19 Might Lead to Erectile Dysfunction in Some People, According to Doctors [Internet]. Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.prevention.com/health/health-conditions/a34963722/erectile-dysfunction-covid-19-coronavirus/
    Read More

Showing 1–10 of 90 results

Chat Asisten ProSehat aja