Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Lawan Diabetes

Showing 1–10 of 54 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh : dr. Monica C Penyakit yang sering dialami lansia sangatlah beragam. Mulai dari penyakit ringan, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengetahui apa saja jenis penyakit yang biasanya akan muncul saat memasuki usia lanjut sangatlah penting. Dengan mengetahui apa saja penyakit yang berisiko muncul saat memasuki […]

    Penyakit yang Sering Dialami Lansia dan Cara Mencegahnya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia Dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lansia

    Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia

    Penyakit yang sering dialami lansia sangatlah beragam. Mulai dari penyakit ringan, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengetahui apa saja jenis penyakit yang biasanya akan muncul saat memasuki usia lanjut sangatlah penting. Dengan mengetahui apa saja penyakit yang berisiko muncul saat memasuki lansia, persiapan bisa dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit tersebut.

    Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi.

    Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai 26,20%. Namun pada tahun 2020, Indonesia berhasil mencapai titik terendah untuk angka kesakitan lansia yaitu sebanyak 24,35%, angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 24 dari 100 lansia mengalami sakit dalam sebulan terakhir.

    Penyakit yang Sering Dialami Lansia

    Pada umumnya, penyakit yang dialami lansia merupakan penyakit yang tidak menular dan bersifat degeneratif. Artinya, penyakit yang disebabkan karena adanya faktor dan proses penuaan. Seperti misalnya penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, rematik dan cedera. Penyakit tersebut bersifat kronis, menyebabkan disabilitas atau kecacatan pada lansia dan berbiaya besar.

    Kesadaran lansia terhadap keluhan kesehatan yang diderita sudah cukup baik. Mayoritas lansia mengobati keluhan kesehatan dengan mengobati diri sendiri atau berobat jalan sebanyak 96,12%. Namun masih ada sekitar 4 dari 100 orang lansia yang enggan mengobati keluhan kesehatannya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit yang sering dialami oleh lansia yaitu:

    Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang sering dialami lansia dimana sebanyak 54% lansia mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi saat jantung memompa darah dengan kuat namun pembuluh darah sempit sehingga aliran darah menjadi tertahan sehingga tekanan pada pembuluh darah menjadi tinggi. Hipertensi  dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya seperti stroke dan serangan jantung. Berikut ini hal yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah, antara lain :

    • Menjaga berat badan agar tetap normal
    • Mengendalikan stress
    • Batasi konsumsi alkohol dan juga garam
    • Olahraga secara teratur
    • Periksa tekanan darah secara teratur ke fasilitas kesehatan terdekat

    Kadar Kolesterol Tinggi

    Sebanyak 47% lansia mengalami kadar kolesterol tinggi didalam darah, hal ini dapat menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan pembekuan darah sehingga memicu gangguan jantung. Berikut ini gaya hidup yang dapat mengurangi resiko tingginya kolesterol darah:

    • Hindari merokok dan juga mengkonsumsi alkohol
    • Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur
    • Kendalikan berat badan 
    • Hindari makanan yang mengandung lemak berlebih.

    Artritis

    Sebanyak 31% lansia mengalami penyakit peradangan pada sendi atau yang disebut dengan artritis, yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada sendi. Artritis menjadi penyakit yang sering dialami lansia wanita. Khususnya biasanya terjadi pada wanita berusia lebih dari 60 tahun keatas.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya artritis :

    • Olahraga secara teratur selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu seperti aerobic, dan pemanasan ringan 
    • Mengendalikan berat badan agar meringankan beban sendi kaki dalam menopang berat badan.
    • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera sendi
    • Hindari merokok

    Penyakit Jantung Koroner

    Sebanyak 29% lansia mengalami penyakit jantung koroner yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen untuk memompa darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan plak ini berasal dari kolesterol yang menumpuk di dalam pembuluh darah secara bertahun-tahun sehingga menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya:

    • Hindari mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, gula dan garam
    • Tidur minimal 7 jam setiap malam
    • Management stress
    • Olahraga kardio secara teratur seperti jalan pagi, berlari, berenang atau bersepeda

    Diabetes

    Diketahui sekitar 27% lansia menderita diabetes, yang diakibatkan karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau tubuh resisten terhadap insulin sehingga menyebabkan gula darah terlampau tinggi didalam darah. Akibatnya kadar gula darah meningkat dan tubuh kekurangan energi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

    Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah naiknya gula darah, antara lain :

    • Makan makanan sehat, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung gula, karbohidrat dan kalori.
    • Olahraga minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
    • Turunkan berat badan sebanyak 5-7% dari berat badan saat ini apabila sudah termasuk pre-diabetes.

    Gangguan Ginjal

    18% pasien lansia mengalami gangguan ginjal kronis atau CKD (Chronic Kidney Disease) atau menurunnya fungsi ginjal seiring bertambahnya usia. Pasien dengan CKD memiliki resiko lebih besar juga timbulnya gagal ginjal dan gagal jantung. Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya CKD :

    • Mengenal apa saja faktor yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal misalnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tak terkontrol.
    • Memeriksakan secara rutin fungsi ginjal, dengan tujuan mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan ginjal.

    Gangguan Jantung

    Sekitar 14% lansia diketahui menderita gangguan jantung yang menyebabkan pasokan darah dan juga nutrisi ke organ tubuh tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi jantung mungkin akan membesar, memompa darah lebih cepat dibanding dengan yang tubuh butuhkan sehingga akan menimbulkan gejala seperti cepat lelah, nyeri kepala, mual kebingungan dan menurunnya nafsu makan.

    Satu-satunya cara mencegah terjadinya gangguan jantung adalah dengan memeriksakan kesehatan jantung secara berkala dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

    Depresi

    Penyakit yang sering dialami lansia berikutnya adalah depresi. Sekitar 14% lansia mengalami depresi dengan gejala perasaan sedih, merasa tidak berdaya, kelelahan yang berkepanjangan, sulit untuk menentukan tujuan atau sulit mengambil keputusan, kehilangan nafsu makan, kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas.

    Banyak hal yang dapat dihindari agar tidak terjadi depresi saat lansia, antara lain :

    • Management level stress dengan meditasi, berbicara dan berbagi masalah yang sedang dialami dengan kerabat terdekat.
    • Makan makanan sehat dan teratur. Makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat berpengaruh pada mood, selain itu, makanan yang sehat dapat meningkatan pelepasan hormon endorphin (hormon bahagia). 
    • Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol serta makanan manis.
    • Olahraga yang teratur
    • Berkonsultasi dengan dokter apabila sudah mengalami gejala depresi seperti gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

    Lihat Artikel Lainnya: Manfaat Pergi Berlibur

    Penyakit Alzhaimer

    Sebanyak 11% lansia mengalami alzheimer atau penyakit demensia tipe lainnya, yang ditandai dengan hilangnya daya ingat dan kemampuan berpikir serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Demensia bukan merupakan penyakit akibat proses penuaan, tetapi disebabkan karena adanya perubahan fungsi otak dari waktu ke waktu. Faktor yang memperbesar terjadinya resiko demensia antara lain keturunan, riwayat keluarga yang mengalami alzheimer, gaya hidup (tidak terlalu banyak aktivitas fisik). 

    Untuk mengurangi resiko demensia, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti :

    • Meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga
    • Tidur cukup, minimal 7 jam per hari
    • Pilih makanan yang sehat (makanan junk food, dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan otak).

    Gangguan Pernapasan

    Sebanyak 11% lansia mengalami gangguan pernapasan berupa PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Penyakit ini merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan gejala batuk terus menerus, nyeri pada dada dan kesulitan bernapas serta nafas pendek. Penyebab PPOK antara lain merokok, perokok pasif, maupun akibat menghirup bahan kimia beracun dan debu yang dapat mengiritasi paru-paru.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis penyakit yang sering dialami lansia di seluruh dunia. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk kesehatan seperti multivitamin, pemeriksaan laboratorium, maupun konsultasi Dokter 24 Jam, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Referensi:

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di RS [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014 [cited 23 November 2021].
    2. Kata Data. Angka Kesakitan Lansia di Indonesia 2015-2019 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
    3. Ayu R. Cetak Rekor Terendah, Angka Kesakitan Lansia Jadi 24,35% pada 2020 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
    4. Madeline R. Vann M, Pat F. Bass III M. The 15 Most Common Health Concerns for Seniors [Internet]. USA : Everyday Health.com. [cited 23 November 2021].
    5. The National Council on Aging. The Top 10 Most Common Chronic Conditions in Older Adults [Internet]. USA : The National Council on Aging. 2021 [cited 23 November 2021].
    6. Daily Caring. 10 Most Common Chronic Diseases in Older Adults: Tips to Prevent and Manage [Internet]. USA : DailyCaring. 2021 [cited 23 November 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya faktor penyebab diabetes itu sangat banyak. Selain kebiasaan mengkonsumsi gula, ada faktor lain yang kerap tidak disadari. Bahkan orang dengan pola hidup sehat bisa saja terkena diabetes. Sebenarnya ada diabetes insipidus dan ada diabetes melitus. Namun diabetes insipidus sangatlah langka dan jarang terjadi. […]

    7 Faktor Utama Penyebab Diabetes dan Cara Pencegahannya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemeriksaan Gula Darah Secara Berkala Dapat Mencegah Penyebab Diabetes Sejak Dini

    Sebenarnya faktor penyebab diabetes itu sangat banyak. Selain kebiasaan mengkonsumsi gula, ada faktor lain yang kerap tidak disadari. Bahkan orang dengan pola hidup sehat bisa saja terkena diabetes.

    Sebenarnya ada diabetes insipidus dan ada diabetes melitus. Namun diabetes insipidus sangatlah langka dan jarang terjadi. Sementara diabetes melitus adalah jenis penyakit diabetes yang paling sering ditemukan dan terjadi. Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang dapat mengganggu kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) menjadi energi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah.

    Faktor Penyebab Diabetes yang Sering Tidak Disadari

    Tingginya gula darah dalam tubuh umumnya terjadi karena konsumsi gula berlebihan. Namun diabetes juga dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti faktor genetik hingga gangguan pada hormone insulin.

    Diketahui terdapat berbagai faktor risiko lainnya yang membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit diabetes. Sahabat Sehat, apa saja faktor penyebab diabetes? Mari simak penjelasan berikut.

    Faktor Genetik

    Genetik menjadi salah satu faktor penyebab diabetes melitus yang tak dapat terhindarkan. Itulah mengapa diabetes sering disebut sebagai penyakit keturunan. Di antara tipe lainnya, diabetes tipe 2 sangat berkaitan dengan riwayat dan keturunan keluarga. Meski pasien diabetes tipe 1 juga memiliki risiko yang saman, namun cenderung lebih kecil terjadi. 

    Jika kedua orang tua menderita diabetes, kemungkinan anaknya akan berisiko mengalami diabetes saat dewasa sebesar 50%. Bahkan, para ahli mengklaim bahwa ada gen khusus yang membuat penyakit ini dapat diturunkan orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Namun sayangnya, mereka belum menemukan gen mana yang sangat mempengaruhi terjadinya diabetes melitus.

    Faktor genetik yang menyebabkan munculnya diabetes ini mungkin tidak bisa dicegah. Oleh sebab itu, seseorang dengan riwayat keluarga mengalami diabetes sangat dianjurkan melakukan pola hidup sehat. Misalnya rajin berolahraga, mencukupkan kebutuhan nutrisi tubuh, serta menghindari makanan-makanan mengandung gula. Dengan demikian, risiko diabetes akan menurun. Jikapun pada akhirnya tetap terkena diabetes, dampaknya akan jauh lebih ringan dan dapat dikontrol dengan baik.

    Faktor Usia

    Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit diabetes tipe 2 yang akan Anda alami pun akan semakin meningkat. Meski sebenarnya usia tidak hanya akan meningkatkan risiko diabetes, tapi juga meningkatkan risiko berbagai  penyakit kronis lainnya, seperti stroke dan jantung.

    Semakin Anda menua, tubuh juga akan mengalami penurunan fungsi, terutama dalam mengolah gula darah. Kinerja sel penghasil insulin pada pankreas akan semakin menurun dan sensitifitas sel tubuh dalam merespon insulin juga tidak sebaik dulu.Oleh sebab itu, biasanya dokter akan merekomendasikan pasiennya yang telah berusia 45 tahun keatas untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin.

    Maka dari itu, sejak usia dini sangat disarankan untuk mengurangi dan membatasi konsumsi gula. Karena bagaimanapun juga, efek diabetes akibat konsumsi gula di masa muda dapat dialami saat usia tua nanti. Selain itu, orang berusia lanjut sebaiknya mulai mengurangi konsumsi gula. Entah itu gula pada kopi, maupun gula pada teh manis.

    Autoimun

    Meski usia menjadi faktor utama penyebab diabetes melitus, namun ternyata anak-anak dan remaja juga tak luput dari penyakit gula darah ini. Diabetes tipe 1 menjadi jenis diabetes yang paling banyak ditemukan pada pasien usia muda. Pada mereka yang berusia muda, penyakit ini biasanya disebabkan oleh hilangnya fungsi tubuh dalam memproduksi hormone tubuh. Bahkan, banyak diantara pasien anak-anak pengidap diabetes tipe 1 yang menderita gangguan autoimun.

    Kondisi inilah yang membuat sistem imun mereka justru menyerang dan merusak sel pankreas, dimana pankreas adalah tempat pembentukan insulin. Kerusakan sel ini yang membuat pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup atau bahkan organ tersebut dapat benar-benar berhenti total dalam memproduksi hormon tersebut.

    Maka dari itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan autoimun dan pemeriksaan gula darah untuk bisa melakukan deteksi dini. Dengan deteksi dini, masalah yang terjadi pada tubuh dapat segera dicari jalan keluarnya sehingga tidak semakin membesar.

    Dapatkan Layanan Pengecekan Gula Darah: Hubungi Kami Sekarang

    Kebiasaan Konsumsi Gula Berlebih

    Mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan dan dalam jangka panjang tidak hanya dapat menyebabkan diabetes, tetapi pola makan tinggi gula juga akan berdampak buruk pada masalah kesehatan lainnya, seperti berat badan berlebih hingga obesitas. Oleh sebab itu, batasi asupan gula harian. Lakukan perencanaan dan jalani pola hidup sehat adalah langkah tepat agar Sahabat Sehat terhindar dari penyakit diabetes.

    Pada orang dengan kondisi tubuh normal, konsumsi gula sebenarnya boleh-boleh saja asalkan pada batasan yang tepat. Menurut beberapa ahli, pada kondisi normal, idealnya batasan konsumsi gula adalah sebagai berikut:

    Dewasa dan remaja, tidak lebih dari 30 gram per hari (sekitar 7 sendok teh)
    Anak-anak berusia 7-10 tahun, tidak lebih dari 24 gram per hari (sekitar 6 sendok teh)
    Anak-anak berusia 2-6 tahun, tidak lebih dari 19 gram per hari (sekitar 4 sendok teh)

    *Catatan, konsumsi ideal di atas tetap perlu disertai dengan pola hidup sehat

    Kebiasaan Malas Gerak

    Kebiasaan mengkonsumsi makanan manis ditambah kebiasaan malas gerak menjadi gerbang utama dalam menyebabkan diabetes. Saat tubuh kurang aktivitas, resiko menderita diabetes semakin meningkat. Terlebih jika gaya hidup yang dijalani kurang sehat, misalnya pola makan yang buruk, kebiasaan minum alkohol dan merokok.

    Berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus. Bahkan, kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko diabetes melitus hingga sebesar 80%. Berat badan berlebih akan menyebabkan metabolisme tubuh mengalami perubahan sehingga menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat merespon hormon insulin dengan benar.

    Untuk itu, berolahraga adalah solusi yang baik untuk mencegah diabetes. Beberapa olahraga yang disarankan antara lain bersepeda, berjalan kaki mengelilingi komplek, ataupun berenang. Selain itu, berolahraga seperti futsal, badminton, ataupun voli bisa menjadi solusi karena olahraga bersama akan merangsang insulin.

    Efek Samping Obat 

    Diketahui terdapat beberapa jenis obat yang meningkatkan risiko diabetes, di antaranya jenis obat statin, steroid, diuretik, pentamidine, beta-blocker, protease inhibitor, serta beberapa jenis obat lainnya yang dikonsumsi tanpa resep dokter dalam bentuk sirup dan tinggi gula.

    Maka dari itu, sangat disarankan untuk mengkonsumsi obat dengan panduan dokter. Karena bagaimanapun juga, setiap obat memiliki efek samping yang perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ataupun ahli kesehatan. Apalagi jika konsumsi obat dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Kondisi Medis Lain

    Selain beberapa faktor penyebab diabetes melitus diatas, ada pula sejumlah faktor yang mungkin tidak pernah terbesit di benak Sahabat Sehat sebelumnya. Pasalnya, dalam beberapa kasus munculnya penyakit diabetes dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

    Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

    Kondisi ini dapat menyebabkan berat badan berlebih sehingga meningkatkan resiko terjadinya resistensi insulin dan kondisi prediabetes.

    Pankreatitis

    Kondisi peradangan pada pankreas ini dapat mengganggu fungsi sel-sel pankreas dalam memproduksi hormon insulin yang penting dalam menstabilkan gula darah agar tetap normal.

    Sindrom Cushing

    Kondisi ini akan meningkatkan pembentukan hormone kortisol yang berujung pada ikut meningkatnya kadar glukosa dalam darah.

    Glucagonoma

    Gangguan kesehatan ini menjadi penyebab diabetes melitus karena ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormone insulin yang cukup.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai faktor penyebab diabetes dan bagaimana cara untuk mencegahny. Untuk mendeteksi dini penyakit diabetes, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan alat pemeriksaan gula darah maupun pemeriksaan kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.  Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya di nomor 08111816800 atau klik tombol di bawah ini:

    Referensi: 

    1. Center on Mental Health Services Research and Policy. Medications Increase Diabetes [Internet]. USA : Center on Mental Health Services Research and Policy; [cited 2021 Nov 03].
    2. Diabetes. The UK is the fattest country in Europe. The number of obese adults is forecast to rise by 73% over the next 20 years from to 26 million people, resulting in more than a million extra cases of type 2 diabetes, heart disease and cancer [Internet]. UK : Diabetes; cited 2021 Nov 03].
    3. Cleveland Clinic. Diabetes: Types, Risk Factors, Symptoms, Tests, Treatments & Prevention [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 03].
    4. American Society for Metabolic and Bariatric Surgery. Type 2 Diabetes and Metabolic Surgery | ASMBS [Internet]. USA : American Society for Metabolic and Bariatric Surgery; [cited 2021 Nov 03].
    5. Direktorat P2PTM. Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus (DM)-Faktor Risiko yang Bisa Diubah  [Internet]. Indonesia : Direktorat P2PTM; [cited 2021 Nov 03].
    6. Healthline. Prediabetes: Symptoms, Causes, and More [Internet]. USA : Healthline; [cited 2021 Nov 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Gloria Teo Ditinjau oleh : dr. Monica C Rasa gatal karena diabetes memang sangat mengganggu. Jika bagian tubuh yang gatal coba digaruk, bisa saja malahan kulit yang terluka. Rasa gatal yang dialami penderita diabetes ini tentunya akan mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Lihat Juga: Tanda Seseorang Terkena Diabetes atau Kencing […]

    7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Rasa Gatal Karena Diabetes Akan Mengganggu Aktivitas Kerja

    Rasa gatal karena diabetes memang sangat mengganggu. Jika bagian tubuh yang gatal coba digaruk, bisa saja malahan kulit yang terluka. Rasa gatal yang dialami penderita diabetes ini tentunya akan mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

    Lihat Juga: Tanda Seseorang Terkena Diabetes atau Kencing Manis

    Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi gatal yang dialami penderita diabetes ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Kulit Gatal Pada Penderita Diabetes

    Terdapat berbagai penyebab kulit terasa gatal yang dialami penderita diabetes. Namun biasanya masalah ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini: 

    Infeksi jamur

    Jamur candida albicans adalah penyebab tersering infeksi jamur pada kulit penderita diabetes. Infeksi jamur ditandai dengan kulit tampak kemerahan dan terasa gatal, yang dapat ditemukan pada area lipatan tubuh, misalnya di bawah lipatan payudara, ketiak, dan lipat paha. 

    Kulit kering

    Kulit penderita diabetes kerap kali terasa kering akibat kadar gula darah yang tinggi. Selain itu, gula darah yang tinggi meningkatkan resiko infeksi pada kulit dan gangguan sirkulasi sehingga menyebabkan kulit kering dan terasa gatal.

    Gangguan aliran peredaran darah

    Aliran darah yang buruk dapat menyebabkan gatal dan kerap dialami pada area paha bawah (depan betis). Selain itu, kondisi seperti necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD), yang diakibatkan perubahan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gatal pada kulit.

    Masih ragu bahwa sedang mengalami diabetes atau tidak?

    Cek gula darah sekarang juga: Layanan Pemeriksaan Gula Darah

    Cara Mengatasi Gatal Karena Diabetes

    Gatal ini sebenarnya bisa diatasi. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai cara mengatasi dan mencegah kulit gatal yang kerap dialami penderita diabetes:

    Mengontrol kadar gula darah

    Jika kadar gula darah berada dalam batas normal maka dapat mencegah komplikasi, serta menjaga agar kulit tetap kering. Cara mengontrol gula darah yaitu dengan mengkonsumsi obat antidiabetes secara teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan tetap normal, kurangi garam, dan olahraga rutin.

    Lakukan kontrol secara rutin secara mandiri ataupun di klinik yang mampu menangani pasien dengan masalah diabetes.

    Cek klinik untuk kontrol gula darah terdekat dengan anda: Cari Klinik untuk Kontrol Gula Darah di Sini

    Selalu waspada terhadap luka

    Diabetes sering mengakibatkan gangguan saraf tepi, yang disebut neuropati sehingga penderita diabetes kerap merasakan kesemutan maupun timbulnya luka pada kulit. Penderita diabetes dianjurkan memeriksa kulit dan pastikan apakah ada luka baru atau luka lama yang tidak kunjung sembuh.

    Segera obati luka pada kulit

    Sahabat Sehat dianjurkan agar segera mengobati luka kecil yang tidak kunjung sembuh untuk mencegah infeksi pada kulit. Namun sangat disarankan juga untuk memberitahukan kondisi medis, termasuk kondisi luka pada dokter. Terutama jika luka memang tidak kunjung sembuh.

    Menjaga kebersihan kulit

    Dengan menjaga kebersihan kulit, Sahabat Sehat dapat mencegah infeksi pada kulit. Saat berjalan di luar rumah, gunakan alas kaki yang ukurannya sesuai dengan kaki. Pilih alas kaki yang rata, dan sol sepatu yang menyerap goncangan atau tekanan (shock-absorbing sole) untuk mengurangi tekanan pada telapak kaki, dan mencegah timbulnya luka diabetes yang umumnya terjadi di telapak kaki. 

    Jaga kulit agar tidak terlalu kering dan basah

    Jaga kondisi kulit agar tidak terlalu lembab ataupun terlalu kering. Terutama area lipatan seperti lipat ketiak, antara jari-jari kaki, dan lipat paha. Keringkan tubuh setelah mandi dan ganti pakaian jika terasa berkeringat. Lembab kan kulit bila kulit dirasa terlalu kering. Pelembap yang dianjurkan ialah pelembap yang tidak mengandung pewangi. 

    Pilih produk kulit yang tepat

    Saat mandi sebaiknya gunakan produk kulit yang lembut. Hindari deodorant atau sabun yang mengandung pewangi karena dapat mengiritasi kulit sensitif dan menimbulkan rasa gatal. Dengan produk perawatan kulit yang tepat, rasa gatal karena diabetes dapat dibuat mereda walaupun mungkin kambuh lagi jika kadar gula penderita naik kembali.

    Jaga kelembaban kulit

    Waktu terbaik untuk mengaplikasikan pelembab kulit ialah segera setelah mandi, saat kulit masih lembab. Hindari menggosok kulit dengan handuk dan keringkan area lipatan tubuh dengan seksama, seperti lipatan ketiak, lipatan paha, dibawah payudara, dan antara jari-jari kaki. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengatasi rasa gatal karena diabetes yang paling cepat dan mudah. Namun bagaimanapun juga, cara terbaik tentunya adalah dengan menjaga kadar gula akan kembali normal.

    Untuk memantau kondisi gula darah, atau ingin mendeteksi dini penyakit diabetes, segera lakukan pemeriksaan gula darah.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan alat pemeriksaan gula darah, ataupun pemeriksaan lainnya maka segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.  Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. American Diabetes Association. Diabetes Complications – skin complication [internet]. American Diabetes Associaion; 2021 [updated 2021; cited 2021 Nov 07].
    2. American Academy of Dermatology Association. Diabetes: 12 warning signs that appear on your skin [internet]. American Academy of Dermatology Association; 2021 [updated 2021; cited 2021 Nov 07].
    3. Jaliman D. Diabetes Skin Care Tips [internet]. webMD; 2019 [updated 2019 Nov 15; cited 2021 Nov 07]
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes. Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan […]

    Cara Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Panduan Mengatasi Gejala Impotensi pada Penderita Diabetes

    Untuk mengatasi impotensi pada penderita diabetes tidak bisa instan. Penderita harus mengontrol gula darah hingga meperbaiki gaya hidup. Itupun harus tetap dilakukan meski telah sembuh dari gejala impotensi maupun diabetes.

    Diabetes Melitus (DM) pada dasarnya adalah penyakit menahun yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah melebihi ambang normal, yaitu kadar gula darah puasa mencapai diatas 126 mg/dl. Sementara kadar gula darah sewaktu pemeriksaan setelah 2 jam makan mencapai diatas 200 mg/dl.

    Sahabat Sehat, diabetes ternyata diketahui menjadi penyebab utama berbagai komplikasi seperti kematian, kebutaan, penyakit jantung dan gagal ginjal di dunia.

    Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sekitar 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk dunia. Angka kenaikan penderita diabetes diprediksi akan terus meningkat mencapai 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.

    Salah satu efek samping dari diabetes melitus adalah disfungsi ereksi atau disebut juga impotensi. Lantas, bagaimana cara mengatasi impotensi bagi penderita diabetes ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Memahami Hubungan Impotensi dan Diabetes

    Impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi, diartikan sebagai hilangnya hasrat seseorang untuk berhubungan seksual atau ketidakmampuan seseorang untuk merasakan rangsangan seksual.

    Pada pria secara umum impotensi ditandai dengan ketidakmampuan alat vital untuk ereksi. Hal ini tentunya menjadi salah satu penyebab rasa malu pada pria, hingga renggangnya kehidupan rumah tangga.

    Lihat Juga: Pengaruh Covid 19 Terhadap Disfungsi Ereksi

    Disfungsi ereksi pada penderita diabetes melitus disebabkan karena kerusakan saraf dan pembuluh darah penderita diabetes. Tingginya kadar gula darah turut berdampak pada fungsi pembuluh darah sehingga seseorang tidak dapat ereksi secara maksimal. Sementara itu, seseorang yang menggunakan obat diabetes insulin biasanya akan menghabiskan banyak waktu untuk fokus pada pengobatan dan kondisi kesehatannya sehingga turut berdampak pada kondisi emosi yang dapat menurunkan gairah seksual.

    Mengatasi Impotensi Pada Penderita Diabetes

    Impotensi bukanlah suatu bentuk kecacatan yang permanen. Pada kebanyakan orang, impotensi bisa disembuhkan. Bagi para penderita impotensi yang diakibatkan oleh masalah diabetes maka akan sangat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut ini:

    Berkonsultasi Dengan Dokter

    Konsultasikan Masalah Diabetes dan Impotensi kepada Dokter

    Jika mengalami impotensi sekaligus menderita diabetes maka sangat dianjurkan untuk menceritakan permasalah yang dialami ke Dokter spesialis. Dokter akan menganalisis kondisi anda dan memberikan saran, solusi, ataupun tindakan terbaik.

    Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter. Meskipun banyak beredar obat yang konon dapat membantu mengatasi masalah impotensi anda, namun sembarangan mengkonsumsi obat bisa sangat berbahaya. Apalagi dalam kondisi sedang mengalami diabetes. Efek samping dari obat mungkin saja terjadi pada penderita diabetes.

    Kendalikan Kadar Gula Darah

    Pengecekan Gula Darah secara Berkala

    Mengendalikan kadar gula darah dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf dan pembuluh darah di tubuh. Terutama saraf dan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan ereksi alat vital. Jika gula darah tetap tidak terkontrol maka gejala impotensi ini akan sulit sembuh, bahkan mustahil. Pada titik yang lebih serius, bisa saja kondisi impotensi menjadi permanen.

    Untuk mengendalikan kadar gula darah sangat disarankan mengkonsumsi air putih, hindari makanan dan minuman manis dan mengandung gula, serta mulailah rutin berolahraga.

    Lihat Juga: Makanan untuk Diet Diabetes

    Istirahat yang cukup dan berkualitas juga diperlukan agar selama beristirahat tubuh dapat mengelola makanan dengan sebaik-baiknya.

    Memperbaiki Gaya Hidup

    Mulai Kebiasaan Baik Konsumsi Buah

    Semakin cepat anda memperbaiki gaya hidup, semakin besar kemungkinan sembuh dari impotensi yang diakibatkan adanya diabetes di tubuh. Beberapa perbaikan pada gaya hidup yang perlu Sahabat Sehat lakukan antara lain adalah:

    • Hilangkan kebiasaan merokok
    • Hindari minuman beralkohol
    • Beristirahat yang cukup dan jangan tidur larut malam
    • Konsumsi makanan serta minuman bernutrisi dan bervitamin tinggi
    • Kurangi “Rebahan” dan mulai beraktivitas, terutama berolahraga
    • Jauhi hal-hal yang dapat membuat suasana hati kurang baik dan stress

    Mengendalikan Berat Badan

    Mulai Jogging untuk Mengurangi Berat Badan Sekaligus Menjadi Solusi Mengatasi Impotensi

    Gejala impotensi banyak diderita oleh pasien diabetes yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).  Tanpa adanya diabetes sekalipun, resiko impotensi akan lebih besar terjadi pada penderita obesitas. Oleh sebab itu, cobalah kurangi berat badan dengan cara melakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. Olahraga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya impotensi dan mengurangi stress.

    Beberapa olahraga menurunkan berat badan yang sangat disarankan untuk penderita diabetes antara lain jalan cepat, senam diabetes, yoga, bersepeda, dan berenang.

    Lihat Juga: Olahraga untuk Penderita Diabetes

    Pastikan untuk selalu meminta seseorang menemani ketika berolahraga. Selain dapat memberikan semangat lebih untuk berolahraga, adanya teman juga dapat membantu jika terjadi hal-hal tidak diinginkan saat berolahraga seperti keram dan kecelakaan saat berolahraga.

    Istirahat yang Cukup

    Tidur yang Cukup dan Kualitas Tidur yang Baik

    Kelelahan dapat menyebabkan impotensi, terutama pada penderita diabetes. Oleh sebab itu, cara terbaik mengatasi impotensi pada penderita diabetes adalah berisitirahat selama beberapa waktu. Istirahat yang berkualitas dapat mempercepat dan mengoptimalkan proses penyembuhan. Bagi penderita diabetes, beristirahat yang cukup setiap malam dapat mengurangi risiko terjadinya impotensi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dan cara mengatasi impoten pada diabetes. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Melitus [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020; [cited 29 July 2021].
    2. Cleveland Clinic. The Link Between Diabetes and Sexual Dysfunction [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2020 [updated 2020 July 29; cited 29 July 2021].
    3. Mayo Clinic Erectile dysfunction and diabetes: Take control today [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 March 24; cited 29 July 2021].
    4. Biggers A. Diabetes and erectile dysfunction: What is the connection? [Internet]. USA : Medical News Today. 2017 [updated 2017 April 19; cited 29 July 2021].
    5. Pletcher P. The Connection Between Type 2 Diabetes and ED [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 July 02; cited 29 July 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai kencing manis telah menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka penderita yang selalu bertambah setiap tahunnya. Diabetes seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, namun jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular dan diabetes cenderung lebih banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan […]

    Mari Kenali Beragam Jenis Obat Anti Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    kiat pengidap diabetes

    Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai kencing manis telah menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka penderita yang selalu bertambah setiap tahunnya. Diabetes seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, namun jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular dan diabetes cenderung lebih banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Nah Sahabat Sehat, bagaimana pengobatan penyakit diabetes ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Diabetes ?

    Diabetes merupakan penyakit kronis akibat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. 

    Bagaimana Penanganan Diabetes ?

    Diabetes dapat ditangani dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu memperhatikan jenis asupan nutrisi serta melakukan aktivitas fisik, yang turut dilakukan bersamaan dengan pemberian obat anti diabetes secara oral dan/atau suntikan.

    Baca Juga : Tanda Gejala Diabetes dan Kencing Manis

    Jenis Obat Anti Diabetes

    Sahabat Sehat, pemberian obat anti diabetes akan dilakukan setelah memastikan kadar gula darah serta mempertimbangkan berbagai hal. Berikut adalah beberapa jenis obat anti diabetes berdasarkan cara kerjanya : 

    Pemacu Sekresi Insulin

    Contoh obat anti diabetes golongan ini adalah Sulfonilurea dan Glinid. Kedua obat ini dapat meningkatkan pengeluaran hormon insulin oleh pankreas, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.

    Peningkat Sensitivitas terhadap Insulin 

    Contoh obat anti diabetes golongan ini adalah Metformin dan Tiazolidindion. Metformin dapat mengurangi produksi gula darah oleh hati dan memperbaiki ambilan gula darah di jaringan tubuh. Sementara Tiazolidindion berperan dalam meningkatkan jumlah protein pengangkut gula darah, sehingga meningkatkan ambilan gula darah di jaringan tubuh. 

    Penghambat Enzim Alfa Glukosidase

    Contoh obat anti diabetes dalam golongan ini adalah Acarbose yang berperan dalam menurunkan penyerapan gula darah di usus halus.

    Penghambat Enzim Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4 inhibitor) 

    Contoh obat anti diabetes dalam golongan ini adalah vildagliptin, linagliptin, sitagliptin, saxagliptin dan alogliptin. Golongan obat ini berperan dalam meningkatkan respon hormon insulin, serta menurunkan kadar gula darah tanpa menyebabkan hipoglikemia (kondisi kadar gula darah terlalu rendah dibawah batas normal).

    Penghambat Enzim Sodium Glucose co-Transporter 2(SGLT-2 inhibitor)

    Contoh obat anti diabetes dalam golongan ini adalah canagliflozin, dapagliflozin, empagliflozin, dan ertugliflozin yang dapat menghambat penyerapan gula darah di ginjal serta meningkatkan pengeluaran gula darah melalui urin. 

    Suntik Insulin

    Suntik insulin digunakan hanya dengan pertimbangan dokter dan diberikan pada beberapa kondisi, diantaranya jika nilai HbA1c saat diperiksa adalah 7.5% meski sudah menggunakan satu atau dua jenis obat minum anti diabetes, infeksi, menjalani operasi besar, infark miokard akut, stroke, Ibu hamil, gangguan fungsi ginjal dan hati, kontraindikasi dan atau alergi terhadap obat minum anti diabetes. 

    Baca Juga : Wajib Tahu Cara Membersihkan Luka Diabetes di Rumah

    Perilaku Hidup Sehat Bagi Penderita Diabetes

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita diabetes, dihimbau menjalani perilaku hidup sehat sebagai berikut :

    • Mengatur pola makan sehat.

    Perbanyak buah, sayur, gandum serta biji-bijian utuh. Hindari makanan dan minuman berpemanis buatan, alkohol serta rokok.

    • Meningkatkan aktivitas fisik

    Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu.

    • Menggunakan obat secara teratur sesuai anjuran dokter
    • Melakukan perawatan kaki

    Penderita diabetes rentan mengalami infeksi dan gangguan saraf tepi. Sahabat Sehat sebaiknya membersihkan kaki secara rutin, serta mengenakan alas kaki saat beraktivitas untuk mencegah timbulnya luka di kaki.

    • Lakukan kontrol ke dokter secara berkala

    Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung. Maka Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, kadar HbA1c, dan lainnya.

    • Mengelola Stress dengan baik

    Baca Juga : Diabetes

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai beragam jenis obat diabetes. Jika Sahabat Sehat membutuhkan obat anti diabetes selama dirumah, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Hari Diabetes Sedunia 2018 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan RI; [cited 2021 July 02]. Available from : https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/20111800001/diabetes-melitus.html
    2. Dansinger M. 6 Lifestyle Changes to Control Your Diabetes [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 May 15; cited 2021 July 02]. Available from : https://www.webmd.com/diabetes/diabetes-lifestyle-tips
    3. PB Perkeni. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Ed 1. Indonesia : PB Perkeni; 2019/
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang menderita diabetes, merasa khawatir bila mengalami luka yang tak kunjung sembuh. Diketahui sebanyak 15% penderita diabetes beresiko menderita luka pada kaki yang tak kunjung sembuh, kondisi ini disebut juga sebagai ulkus diabetes. Sekitar 6% penderita ulkus diabetes di dunia tercatat pernah dirawat […]

    Wajib Tahu ! Cara Membersihkan Luka Diabetes di Rumah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang menderita diabetes, merasa khawatir bila mengalami luka yang tak kunjung sembuh. Diketahui sebanyak 15% penderita diabetes beresiko menderita luka pada kaki yang tak kunjung sembuh, kondisi ini disebut juga sebagai ulkus diabetes. Sekitar 6% penderita ulkus diabetes di dunia tercatat pernah dirawat di Rumah Sakit akibat komplikasi dari luka yang tak kunjung sembuh.

    Mengapa Bisa Timbul Luka Diabetes ?

    Luka pada penderita diabetes seringkali dialami pada area kaki. Berbagai penelitian menyebutkan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misal kurangnya sirkulasi pada area kaki, kelainan bentuk kaki, iritasi dan tekanan berlebih pada kaki, trauma, maupun gangguan saraf tepi yang seringkali dialami penderita diabetes. 

    Penderita diabetes mengalami kerusakan saraf tepi akibat kadar gula darah yang tinggi. Gangguan saraf dapat terjadi meski tanpa rasa nyeri, sehingga penderita diabetes seringkali abai menjaga kesehatan kaki. 

    Baca Juga : Tanda Gejala Diabetes dan Kencing Manis

    Bagaimana Merawat Luka Diabetes ?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita luka diabetes, penting untuk melakukan beberapa tips berikut dirumah untuk mempercepat proses pemulihan yaitu :

    • Bersihkan Luka

    Sahabat Sehat sebaiknya membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun, ataupun dengan cairan steril. Setelah kering, oleskan salep antibiotik yang direkomendasikan oleh dokter. Jaga kebersihan luka untuk mencegah infeksi pada luka, dan luka tidak semakin meluas.

    • Kurangi Tekanan Pada Luka

    Jika luka diabetes dialami pada area kaki, disarankan agar Sahabat Sehat mengurangi aktivitas seperti berjalan maupun berdiri terlalu lama agar mengurangi tekanan pada area kaki. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa berjalan terlalu lama berdampak pada lambatnya pemulihan luka diabetes di kaki.

    Produk Terkait : Lawan Diabetes

    • Pantau Kadar Gula Darah

    Penderita diabetes disarankan mengontrol kadar gula darah, terutama bagi yang menderita luka diabetes. Apabila kadar gula darah tinggi, dapat memperlambat proses pemulihan luka. Sahabat Sehat sebaiknya rutin memeriksakan diri ke dokter agar kadar gula darah terpantau dengan baik.

    • Kenali Tanda Infeksi Pada Luka

    Luka pada penderita diabetes rentan mengalami infeksi, yang ditandai dengan perubahan warna luka, terasa nyeri, bengkak, bernanah, dan berbau tidak sedap. Sahabat Sehat disarankan memantau kondisi luka, atau meminta bantuan orang lain untuk memeriksa kondisi luka. Segera periksakan ke dokter apabila luka disertai gejala di atas, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat

    Baca Juga : Kiat Pengidap Diabetes

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penanganan pada luka diabetes. Bagi Sahabat Sehat yang menderita luka diabetes maupun luka akibat hal lainnya, kini dapat memanfaatkan layanan perawatan luka dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. American Podiatric Medical Association. Diabetic Wound Care [Internet]. USA : American Podiatric Medical Association; [cited 2021 June 08]. Available from : https://www.apma.org/diabeticwoundcare
    2. LeVitre J. Healing Tips For Diabetic Wound Care and Ulcers of The Foot. USA : Certified Foot and Ankle Specialists; [cited 2021 June 08]. Available from : https://certifiedfoot.com/healing-tips-for-diabetic-wound-care-and-ulcers-of-the-foot/
    Read More
  • Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. […]

    Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia.

    Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus.

    Namun, timbul pertanyaan bagaimana para pengidap diabetes atau diabetes pada masa pandemi Covid-19 ini mengingat penyakit tersebut juga termasuk yang berbahaya?

    Apalagi Diabetes sendiri juga dinyatakan sebagai penyakit komorbid atau penyerta sehingga para diabetasi juga rentan terpapar virus Covid-19. Fakta juga menunjukkan bahwa 34,4% kasus penderita Diabetes di Indonesia juga terpapar virus Covid-19.

    kiat pengidap diabetes

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Mengapa Pengidap Diabetes Rentan Terkena Covid-19?

    Penderita diabetes rentan terkena Covid-19 dikarenakan kadar gula darah yang tidak stabil. Hal itulah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19 bagi diabetes.

    Infeksi Covid-19 sendiri membuat penyakit diabetes akan sulit diobati karena sistem kekebalan tubuh pada diabetes yang terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi.

    Jika berhasil sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama sebab virus juga cenderung dapat berkembang di host yang memiliki kadar gula tinggi. Diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya. Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia.

    Lalu apa saja kiat-kiat yang harus dilakukan diabetes dalam menghadapi Covid-19 supaya tidak terpapar?

    Perhatikan Gejala yang Muncul

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan gejala-gejala yang muncul seperti batuk baru yang berkepanjangan, nyeri tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika sudah mengalami hal tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi pastikan beberapa hal berikut:

    • Hasil cek gula darah tersedia
    • Catatan konsumsi cairan
    • Gejala yang dirasakan
    • Tanyakan mengenai pengelolaan diabetes

    Patuhi Protokol Kesehatan yang Ada

    Mematuhi protokol kesehatan juga merupakan cara penting bagi  diabetes untuk tidak terkena Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting sama sekali.

    Kemudian jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran virus. Untuk mencuci tangan pakailah sabun atau alkohol terutama untuk bagian tangan yang terdapat alat infus.

    Cek gula darah

    Cek gula darah juga penting membantu diabetes menghadapi Covid-19. Cek ini dilakukan pada siang dan malam. Apabila kadar gula rendah atau di bawah 70 mg/dl konsumsilah 15 gram karbohidrat yang mudah dicerna seperti madu, selai, jeli, kembang gula, jus atau soda lalu periksa ulang gula darah dalam waktu 15 menit untuk mematikan kenaikannya.

    Jika kadar gula darah tinggi atau di atas 240 mg/dl, dan terjadi lebih dari dua kali secara berturut-turut, segera tanyakan dosis obat ke dokter.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darah

    Selalu minum air putih

    Meminum air putih amat disarankan karena air putih sendiri bagaimana pun mempunyai dampak yang sangat positif bagi kesehatan.

    Meminum air putih akan menghindarkan diabetes dari dehidrasi yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Apabila tidak meminum terlalu banyak usahakan meminum sedikit demi sedikit setiap 15 menit.

    Melakukan Diet Diabetes

    Yaitu, mengonsumsi sejumlah makanan sehat dan rendah karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur. Konsumsilah dalam porsi sedikit dan teratur untuk mencegah naik-turunnya gula darah.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Lakukan Aktivitas Fisik Selama di Rumah

    Di rumah bukan berarti harus berdiam diri saja. Justru dengan berada di rumah menjadi kesempatan bagi Sobat yang menderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik seperti yoga dan olahraga ringan karena hal yang menciptakan imun tubuh secara alami tersebut akan membantu Sobat terhindar dari Covid-19.

    Pemakaian Insulin Tidak Terlewatkan

    Pemakaian insulin yang sangat penting untuk diabetes jangan sampai terlewatkan yang sudah disertai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Hal ini penting untuk dapat mengontrol gula darah. Jangan lupa untuk tanyakan ke dokter apabila ada perubahan dosis.

    Siaga Obat-obatan

    Pastikan selalu bagi Sobat untuk selalu menyediakan obat-obatan yang diperlukan saat menderita diabetes. Persediaan obat yang tercukupi akan menghindarkan Sobat untuk bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang tentu saja tidak aman di masa pandemi Corona.

    Cara yang bisa dilakukan apabila obat habis, dan tidak perlu bolak-balik ke fasilitas layanan kesehatan adalah bisa memanfaatkan layanan antar obat ke rumah sehingga Sobat akan merasa akan dan tidak khawatir tertular.

    Jangan stres

    Hal terakhir yang perlu Sobat ketahui saat menderita namun di saat yang bersamaan ada pandemi Corona adalah jangan menyikapinya secara berlebihan. Hal itu justru malah memperburuk kondisi tubuh dan imun tubuh yang dipunya tidak akan kuat menghadapi serangan virus. Karena itu, sobat harus rileks.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Itulah Sahabat kiat-kiat yang bisa Sahabat lakukan sebagai diabetes untuk menghadapi Covid-19. Intinya adalah tetap ikuti protokol kesehatan, konsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala Covid-19, dan yang terpenting jangan stres demi mendapatkan imun tubuh yang kuat supaya tidak mudah terserang virus.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://triasnews.com/world-diabetes-day-2020-penderita-diabetes-butuh-dukungan-caregiver/
    3. Tips Bagi Penderita Diabetes Hindari Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200806/106/1275791/tips-bagi-penderita-diabetes-hindari-covid-19
    4. Tetap Sehat dengan Diabetes Selama Wabah Covid-19 Merebak [Internet]. 1st ed. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: http://Tetap%20Sehat%20dengan%20Diabetes%20selama%20wabah%20COVID%20
    5. Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2 • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/mengapa-suntik-insulin-penting-bagi-diabetesi-tipe-2
    Read More
  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan. Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan.

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 25 Strip

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Sobat sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Produk Terkait: Cek Diabetes Mellitus

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More
  • Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. […]

    5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. Untuk itu kami memberikan informasi 5 tanda gejala yang akan dialami oleh penderita diabetes. Yuk, simak ulasan berikut ini!

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    1. Merasa mudah lelah dan sangat Haus

    Para penderita diabetes akan mengalami kesulitan dalam mengolah gula (glukosa) menjadi energi. Karnanya tubuh menjadi tidak mendapatkan energi dan berujung pada mudah lelah. Karna terganggunya metabolisme dalam tubuh tersebut, selain mudah lelah akan menimbulkan rasa haus yang berlebihan.1

    2. Lambatnya proses pemulihan Luka

    Pada penderita diabetes terjadi gangguan terkait saraf dan pembuluh darah , hal tersebut menyebabkan gangguan sirkulasi yang menyebabkan proses regenerasi sel-sel terutama pada bagian tepi terganggu fungsinya , sehingga tidak optimal dalam regenerasi (pemulihan)

    Gejala ini dapat dilihat ketika kulit terkena luka. Saat terkena luka, maka kulit sulit sekali sembuh, bahkan tak jarang pula yang terjadi pembusukan dan infeksi pada luka tersebut.1

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    3. Penglihatan kabur

    Tingginya gula darah dalam tubuh akan berpengaruh  pula pada pengelihatan. Kerusakan pada pembuluh darah dan saraf mata menyebabkan gangguan organ-organ penting di mata , bisa memberikan gejala seperti mata menjadi kering dan penurunan saraf mata (retinopati) sehingga pandangan menjadi buram bahkan kabur. 1

    Banyak pula yang mempengaruhi kaburnya pandangan anda, apabila gula darah anda tidak terkontrol penderita diabetes bisa saja mengalami kebutaan. Untuk itu pastikan apa yang terjadi pada pengelihatan anda agar terhindar dari penyakit-penyakit lain yang mengerikan.

    Produk Terkait: Layanan Cek Diabetes ke Rumah

    4. Sering buang air kecil

    Apabila anda belakangan ini sering buang air kecil, maka anda patut untuk mencurigainya. Tanda diabetes yang terlihat jelas adalah seringnya frekuensi buang air kecil, terlebih lagi pada malam hari. Apabila anda buang air kecil lebih dari 5 kali dalam semalam anda harus benar-benar mencurigainya.

    5. Nafsu makan meningkat

    Yang terakhir adalah meningkatnya nafsu makan. Tubuh selalu merasa kurangnya energi. Hal tersebut terjadi karena penderita diabetes mengalami kesulitan mengubah glukosa menjadi energi. Maka dari itu rasa lapar akan muncul apabila metabolisme tersebut tidak berjalan lancar. Biasanya penderita diabetes akan lebih menggemari makanan manis saat kondisi diatas. Meskipun banyak makan, berat badan yang berkurang secara drastis juga merupakan gejala diabetes. Buruknya metabolisme dalam tubuh dapat menurunkan berat badan juga.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    Demikian artikel mengenai “5 Tanda dan Gejala Diabetes atau Kencing Manis“. Waspadai gejala-gejala di atas, terutama bagi anda yang saat ini telah memasuki usia dewasa.  Untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber / Daftar Pustaka :

    1. Type 2 diabetes – Symptoms – NHS Choices [Internet]. Nhs.uk. 2016 [cited 22 October 2016]. Available from: http://www.nhs.uk/Conditions/Diabetes-type2/Pages/Symptoms.aspx
    Read More
  • Supaya tidak mengalami obesitas yang berujung pada komplikasi penyakit-penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes, sudah pasti Sobat Sehat akan melakukan diet, dan diet yang bisa sobat lakukan adalah diet beras hitam. Beras hitam adalah salah satu varietas beras berwarna hitam, yang warna tersebut berasal dari pigmen yang disebut sebagai antiosianin yang memiliki anti-oksidan, anti-inflamasi, […]

    Ingin Diet Berhasil? Mulailah Diet Beras Hitam

    Supaya tidak mengalami obesitas yang berujung pada komplikasi penyakit-penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes, sudah pasti Sobat Sehat akan melakukan diet, dan diet yang bisa sobat lakukan adalah diet beras hitam. Beras hitam adalah salah satu varietas beras berwarna hitam, yang warna tersebut berasal dari pigmen yang disebut sebagai antiosianin yang memiliki anti-oksidan, anti-inflamasi, dan antikanker yang kuat.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Diet dengan mengonsumsi beras hitam merupakan alternatif yang tepat bagi Sobat yang menginginkan diet yang berhasil akibat jumlah kalori yang masuk ke  dalam tubuh masih terlalu banyak. Meski begitu sedikit kalori malah juga dapat berakibat buruk bagi tubuh sehingga tepatlah jika Sobat memasukkan beras hitam dalam menu diet harian.

    Manfaat Beras Hitam

    Beberapa orang sepertinya masih jarang menggunakan beras jenis ini. Padahal, beras hitam ternyata mempunyai manfaat yang cukup banyak seperti menurunkan berat badan. Kalori dalam beras ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih serta memiliki kadar nutrisi yang cukup bagus ketika Sobat menjalani diet.

    Seperti dilansir dari Herstory, kandungan serat yang ada dalam beras hitam sangat tinggi sehingga bagi orang yang mengonsumsinya akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, beras ini juga dapat mengontrol kadar gula dalam tubuh dan menyerap kolestrol serta lemak-lemak yang terkandung dalam makanan. Tidak salah jika beras hitm adalah salah satu rekomendasi yang tepat untuk diet.

    Baca Juga: 5 Aplikasi Jaman Now yang Bisa Bantu Dietmu

    Perbedaan dengan Beras Ketan Hitam

    Sebelum Sobat menjalani diet beras hitam, sebaiknya juga Sobat mengetahui perbedaan antara beras hitam dan beras ketan hitam. Perbedaan tersebut bisa terlihat pada teksturnya. Tesktur beras hitam saat dimasak tidak lengket sedangkan beras ketan hitam memiliki tekstur yang lebih lengket saat dimasak. Warna beras hitam tidak memiliki campuran warna seperti beras ketan hitam yang memiliki campuran merah, cokelat, dan hitam.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Nah, itulah mengenai diet beras hitam yang bisa Sobat jadikan alternatif dalam menjalani diet. Namun, perlu diingat selain mengonsumsi makanan yang rendah kalori, Sobat hendaknya juga tetap berolahraga supaya diet benar-benar berhasil. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diet yang tepat dan tidak menyiksa beserta produk-produk kesehatan yang berkaitan seperti makanan dan minuman sehat, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mau Diet? Yuk, Coba Konsumsi Beras Hitam Mulai Sekarang! [Internet]. HerStory. 2020 [cited 16 September 2020]. Available from: https://herstory.co.id/read7356/mau-diet-yuk-coba-konsumsi-beras-hitam-mulai-sekarang
    Read More

Showing 1–10 of 54 results

Chat Dokter 24 Jam