Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Lawan Diabetes

Showing 1–10 of 62 results

  • Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar. Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan kedatangannya oleh umat Muslim seluruh dunia. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan rohani, berpuasa di bulan Ramadhan juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan jasmani. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, ibadah puasa […]

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar.

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan kedatangannya oleh umat Muslim seluruh dunia. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan rohani, berpuasa di bulan Ramadhan juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan jasmani. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, ibadah puasa harus dilakukan dengan benar agar terhindar dari komplikasi yang tidak diharapkan.

    Maka dari itu, penting sekali bagi penderita diabetes untuk melakukan persiapan sebelum puasa.

    Persiapan sebelum puasa

    Berpuasa bagi penderita diabetes sebaiknya didahului dengan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat perjalanan penyakit Anda dan perkembangannya, termasuk kadar gula darah beberapa bulan terakhir, tekanan darah, dan profil lipid (kolesterol/ trigliserida). Setelah menerima informasi yang lengkap, dokter akan memberikan saran yang terbaik untuk Anda. 

    Anda juga perlu memahami apa saja risiko komplikasi bila berpuasa, terutama bila dilakukan dengan tidak berhati-hati. Contoh komplikasi yang mungkin terjadi antara lain gula darah rendah (hipoglikemi) atau tinggi (hiperglikemi) dan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Beberapa hal yang mempengaruhi risiko komplikasi diantaranya

    1. Tipe diabetes (DM tipe 1 atau 2),
    2. Kestabilan gula darah Anda selama 3 bulan terakhir (lebih aman bila HbA1c pada level 7.5%),
    3. Jenis obat-obatan yang Anda gunakan untuk mengontrol gula darah Anda, terutama bila menggunakan golongan sulfonilurea dan insulin, dan
    4. Memiliki komplikasi diabetes, seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit jantung dan ginjal.

    Bila dokter merasa Anda belum pada kondisi optimal untuk berpuasa, maka ia akan menyarankan agar Anda menunda hingga kondisi Anda membaik.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Hal-hal yang harus diperhatikan bila berpuasa

    Selain membicarakan risiko komplikasi dengan dokter, dapatkan informasi apa saja yang harus dilakukan dan diketahui agar aman berpuasa, antara lain

    1. Memeriksa kadar gula darah lebih sering dari biasanya,
    2. Hal yang harus dilakukan bila gula darah diketahui terlalu rendah atau tinggi, atau bila Anda merasa tidak sehat
    3. Penyesuaian obat diabetes, termasuk dosis, jenis, dan waktu minum, dan
    4. Penyesuaian dosis insulin.

    Baca Juga: Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Tips berpuasa aman dan nyama

    Setiap Muslim yang akan berpuasa mengharapkan momen beribadah yang khusyuk. Setelah berkonsultasi dengan dokter, tiba saatnya Anda melakukan manajemen puasa secara mandiri. Ikuti tips berpuasa di bawah ini agar aman dan nyaman.

    Pilih makanan dan minuman sehat selama Ramadhan

    • Sahur

    Sahur adalah bagian penting dalam berpuasa dan tidak boleh Anda lewati. Pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan akan dicerna tubuh secara lambat sehingga kenaikan gula darah terjadi perlahan-lahan. Dengan demikian, gula darah juga akan lebih stabil selama berpuasa. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah oat, beras basmati, beras hitam, biji-bijian, kacang-kacangan.

    Bila hanya memungkinkan bagi Anda untuk mengonsumsi beras putih, diskusikan dengan Ahli Gizi atau dokter Anda mengenai porsinya karena beras putih termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi.

    Yang tidak kalah penting adalah minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis dan berkafein seperti teh, kopi, soda untuk mencegah risiko dehidrasi. Kafein memiliki efek diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil.

    • Iftar

    Sebagian orang membatalkan puasanya saat iftar dengan memakan kurma. Walau kurma memiliki kandungan nutrisi yang bagus, perlu diingat bahwa kurma mengandung karbohidrat yang tinggi. Dua buah kurma ukuran besar sama dengan sepotong roti berukuran sedang. Maka, batasi jumlah kurma yang Anda makan.

    Segera pulihkan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis atau jus buah karena akan meningkatkan gula darah dengan drastis. Selain itu, hindari makanan yang digoreng demi kesehatan jantung Anda.

    Baca Juga: Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

     

    Tetap aktif bergerak

     

    Orang dengan diabetes dapat tetap melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Bila Anda sudah biasa berolahraga dan ingin melanjutkannya selama Ramadhan, pastikan Anda sudah mendiskusikannya dengan dokter karena olahraga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama bila dilakukan di akhir waktu puasa.

    Tahu kapan harus membatalkan puasa

    Setiap orang dengan diabetes harus memahami sinyal tubuhnya dengan baik. Bila Anda merasa lemas dan kadar gula Anda rendah, segera batalkan puasa. Kadar gula darah < 70 mg/dL atau > 300 mg/dL memerlukan penanganan segera.

    Mari sambut bulan yang penuh berkah dengan segenap suka cita. Persiapkan diri sebaik-baiknya agar Anda dapat beribadah tanpa halangan. Lanjutkan pola hidup sehat walau Ramadhan telah usai untuk kebaikan diri.

    Baca Juga: Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Castro R. Diabetes and fasting: can I fast during Ramadan? [Internet]. 2021.
    2. Diabetes and Ramadan [Internet]. 2022.
    3. Al-Arouj M et al. Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care 2005;28(9):2305–2311 

     

    12 April 2022

    Read More
  • Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh seseorang menjadi terlalu tinggi. Sekitar 415 juta orang di dunia mengidap diabetes pada tahun 2020. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan 19,5 juta penderita diabetes, dimana 80% dari penderita tersebut tidak menyadari mereka memiliki diabetes. Diabetes tidak hanya menyerang dewasa, tapi juga anak-anak dan […]

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Diabetes adalah penyakit jangka panjang yang menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh seseorang menjadi terlalu tinggi. Sekitar 415 juta orang di dunia mengidap diabetes pada tahun 2020. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan 19,5 juta penderita diabetes, dimana 80% dari penderita tersebut tidak menyadari mereka memiliki diabetes. Diabetes tidak hanya menyerang dewasa, tapi juga anak-anak dan ibu hamil.

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Penderita Diabetes

    Orang dengan diabetes memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi bila tidak mengelola penyakitnya dengan baik. Komplikasi dari diabetes diantaranya penyakit jantung dan pembuluh darah, kebutaan, dan kerusakan saraf dan ginjal. Maka, pengelolaan penting sekali komitmen Anda dalam memperbaiki pola hidup ke arah yang lebih sehat.

    Mengelola diabetes

    Banyak faktor yang mempengaruhi munculnya diabetes, seperti usia, riwayat diabetes di keluarga, kebiasaan merokok, obesitas, dan jarang beraktivitas fisik atau olahraga. Akan sulit sekali bagi Anda untuk mengubah faktor keturunan, namun Anda memiliki kesempatan untuk memperbaiki faktor gaya hidup agar menjadi lebih sehat.

    • Pemilihan makanan yang tepat

    Mengelola kadar gula darah adalah kunci dari hidup dengan diabetes, dan makan makanan yang tepat adalah kunci dari mengelola kadar gula darah. Makan makanan yang tepat artinya makan dalam jumlah yang benar dan di waktu yang tepat. Pilihlah makanan sehat yang bervariasi dan mudah Anda dapatkan bahannya agar bisa selalu konsisten. Utamakan makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat untuk mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan, dan jangan lupa untuk minum air putih yang cukup. Konsultasikan dengan Ahli Gizi untuk mendapatkan saran diet yang terbaik sesuai kondisi Anda.

    • Turunkan berat badan dengan berolahraga

    Menurunkan berat badan sangat dianjurkan apabila Anda obesitas. Kadar gula darah akan menjadi lebih mudah dikendalikan ketika Anda mulai mengurangi berat badan. Alhasil, obat-obatan yang rutin dikonsumsi pun dapat berkurang dan kualitas tidur Anda menjadi lebih baik sehingga memiliki lebih banyak energi.(3) Turunkan berat badan secara bertahap dan pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan Anda. Bila berat badan Anda normal maupun kurang, olahraga juga akan membantu Anda menjadi lebih bugar dan, yang lebih penting, mengendalikan kadar gula darah.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Panduan olahraga yang umum disarankan adalah sebagai berikut:

    1. Setiap minggu: minimal 150 menit olahraga intensitas ringan-sedang, misalnya jalan cepat, atau cukup 70 menit olahraga intensitas tinggi.
    2. Dua kali atau lebih setiap minggu: latihan kekuatan otot, biasanya menggunakan tambahan beban.

    Baca Juga: Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    • Disiplin minum obat

    Minum obat dengan disiplin akan membantu Anda mengelola kadar gula darah dan menurunkan risiko komplikasi. Catat obat apa saja yang Anda konsumsi, dosis, dan jadwal minumnya. Simpan obat-obatan di tempat yang aman. Bicarakan dengan dokter bila Anda merasakan efek samping yang mengganggu. Jika Anda menggunakan insulin, pelajari juga alternatif area penyuntikan.

    • Rutin memantau kadar gula darah

    Pemantauan kadar gula darah penting untuk dilakukan oleh orang dengan diabetes. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan ataupun secara mandiri. Pemantauan rutin memiliki banyak manfaat, diantaranya mengetahui respon pengobatan, memahami hal-hal yang memengaruhi naik turunnya kadar gula darah Anda (misalnya diet, stres, dll), dan mendeteksi hipo atau hiperglikemia. Sebelum Anda memilih untuk melakukan pemantauan gula darah secara mandiri, pastikan Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.

    • Komitmen

    Rasa bosan dengan pengobatan dan hilangnya motivasi melakukan perubahan gaya hidup mungkin akan Anda rasakan. Namun ingatkan diri Anda kembali seberapa jauh Anda sudah berusaha dan betapa Anda menyayangi diri Anda. Temukan apa yang menjadi motivasi Anda. Kelilingi juga diri Anda dengan orang-orang yang setia mendukung, seperti keluarga dan sahabat.

    Baca Juga: Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Hidup dengan diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Terapi jangka panjang dapat Anda ringankan melalui perubahan gaya hidup dan memiliki motivasi atau harapan. Ayo kelola diabetes dengan benar untuk hari esok yang lebih baik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    1. World Diabetes Day [Internet]. 2020 January 2 [cited 2022 March 31]. NHS.
    2. Deshpande A, et al. Epidemiology of diabetes and Diabetes-Related Complications. Phys Ther. 2008 Nov; 88(11): 1254–1264.
    3. Eat Well [Internet]. 2021 August 10 [cited 2022 March 31]. CDC.
    4. Klonoff D. Benefits and Limitations of Self-Monitoring of Blood Glucose. J Diabetes Sci Technol. 2007 Jan; 1(1): 130–132.
    5. Taking Medication [Internet]. 2021 [cited 2022 March 31]. ADCES. 

     

     

    Read More
  • Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar […]

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar di bawah ini.

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Manfaat melakukan pemantauan mandiri

    Pemantauan gula darah mandiri sudah seharusnya menjadi bagian dari manajemen orang dengan diabetes. Tindakan ini memberikan informasi yang Anda butuhkan mengenai perkembangan profil gula darah Anda dan hal-hal yang mempengaruhinya. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

    1. mengetahui naik turunnya kadar gula darah,
    2. mengetahui respon pengobatan,
    3. membantu penyesuaian dosis obat diabetes,
    4. membantu dalam pencapaian target HbA1c,
    5. dapat langsung mengetahui bila mengalami hipo atau hiperglikemia, dan
    6. memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah, seperti jenis makanan (diet), olahraga, dan stres

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pemantauan gula darah mandiri, disarankan agar Anda belajar langsung dari tenaga kesehatan. Hal-hal yang perlu dipelajari termasuk:

    1. cara melakukan pemeriksaan darah
    2. target kadar gula darah
    3. kapan dan frekuensi pemeriksaan
    4. langkah yang harus diambil setelah mengetahui hasil
    5. kapan harus mengevaluasi ulang program pemantauan mandiri disesuaikan dengan kondisi Anda

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Cara melakukan pemeriksaan gula darah mandiri

    Ada banyak sekali merk glukometer di pasaran dengan harga yang bervariasi. Anda boleh meminta saran dari tenaga kesehatan namun tetap sesuaikan dengan anggaran Anda. Karena Anda akan melakukan pemeriksaan secara mandiri, maka Anda harus paham cara penanganan alat dan prosedur pemeriksaannya. Untuk pencatatan, sebaiknya Anda memiliki buku catatan khusus.

    1. Penanganan ala
      • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan alat.
      • Strip pemeriksaan (test strip) hanya digunakan satu kali. Strip harus disimpan di tabung tertutup yang disediakan untuk menjaga kualitasnya. Pastikan belum kadaluarsa.
      • Hanya sedikit sampel darah yang dibutuhkan. Sampel yang terlalu sedikit tidak akan bisa dibaca oleh alat.
      • Konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila alat menunjukkan hasil yang tidak biasa.
    2. Memeriksa gula dara
      • Cuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi.
      • Masukkan strip pemeriksaan ke dalam alat.
      • Masukkan lancet ke alat tusuk yang disediakan.
      • Tusuk salah satu ujung jari Anda.
      • Tekan-tekan jari agar sampel darah terkumpul cukup (bila diperlukan).
      • Teteskan sampel darah ke strip pemeriksaan.
      • Tunggu hasil muncul di layar.
      • Tulis hasil di buku catatan.

    Baca Juga: Panduan Asupan Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    Frekuensi pemeriksaan gula darah

    Pemeriksaan gula darah dilakukan sebanyak yang disarankan oleh dokter Anda, biasanya mulai dari satu kali sampai empat kali per hari. Waktunya dapat bervariasi, misalnya sebelum makan, saat mau tidur, 2 jam setelah makan, bila Anda merasa lemas, dan saat puasa. Pada kondisi-kondisi tertentu diperlukan pemeriksaan yang lebih sering, diantaranya

    1. Baru didiagnosis diabetes
    2. Memulai jenis pengobatan baru
    3. Belum mencapai target kadar gula
    4. Rencana hamil atau sedang hamil.

    Penelitian menunjukkan bahwa pemantauan gula darah mandiri dapat memperbaiki kadar HbA1c dan kondisi diabetes secara umum. Pemantauan mandiri juga menjaga Anda dari risiko hipo dan hiperglikemia dan memotivasi Anda untuk terus menjaga kesehatan. Jangan sungkan untuk berlatih bersama tenaga kesehatan sebelum memulai.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    1. Self Monitoring of Blood Glucose [Internet]. Diabetes Québec Team of Health Professionals. 2017 March [cited 2022 March 31]. Available from: https://www.diabete.qc.ca/en/living-with-diabetes/care-and-treatment/self-control/self-monitoring-of-blood-glucose/.
    2. Kirk J, Stegner J. Self Monitoring of Blood Glucose: Practical Aspects. J Diabetes Sci Technol. 2010 Mar; 4(2): 435–439.
    3. Schnell O et al. Self Monitoring of Blood Glucose. A Prerequisite for Diabetes Management in Outcome Trials. J Diabetes Sci Technol. 2014 May; 8(3): 609–614.
    4. Klonoff D. Benefits and Limitations of Self-Monitoring of Blood Glucose. J Diabetes Sci Technol. 2007 Jan; 1(1): 130–132.
    Read More
  • Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).  Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya […]

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). 

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Tidak hanya itu, memiliki berat badan yang sehat akan memengaruhi persepsi seseorang tentang dirinya. Ia akan merasa dan terlihat sehat.

    Dengan berbagai restriksi jenis makanan, bagaimana cara orang dengan diabetes dapat mengatur indeks massa tubuh yang sehat?

    Mengenal Indeks Massa Tubuh

    Indeks Massa Tubuh adalah alat skrining untuk pengkategorian berat badan berdasarkan tinggi badan dan berat badan. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, namun Anda bisa mendapatkan gambaran umumnya. Dari IMT, Anda juga bisa mengetahui risiko penyakit metabolik dan penyakit lainnya.

    Berikut cara menghitung Indeks Massa Tubuh:

    Dari hasil perhitungan, Anda dapat mengetahui kategori berat badan Anda. Untuk orang Indonesia, nilai Indeks Massa Tubuh merujuk kepada kriteria Asia Pasifik, yaitu:

    Klasifikasi IMT (kg/m2)
    Berat badan kurang (underweight) < 18,5
    Berat badan normal 18,5 – 22,9
    Berat badan berlebih 23 – 24,9
    Obesitas > 25

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Menaikkan Berat Badan

    Tidak semua orang diabetes memiliki berat badan berlebih. Sebagian penderita diabetes justru memiliki berat badan kurang (underweight). Bila Anda ingin menaikkan berat badan untuk mencapai berat badan atau Indeks Massa Tubuh yang sehat, sangat disarankan untuk Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ahli Gizi dan dokter yang memantau diabetes Anda. Ahli Gizi akan menjelaskan program diet yang terbaik untuk menaikkan berat badan sesuai dengan kondisi diabetes yang Anda miliki.

    Beberapa tipsnya antara lain:

    1. Makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
    2. Gunakan produk tinggi lemak, misalnya susu, krim, keju, yogurt, sebagai snack, campuran makan, atau minuman.
    3. Tambahkan lemak tak jenuh (unsaturated fat) ke makanan, seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari.

    Selalu catat apa yang Anda makan dan minum, porsi dan waktunya sebagai bahan evaluasi bersama Ahli Gizi.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Menurunkan Berat Badan

    Menurunkan berat badan bisa jadi tantangan besar bagi Anda yang memiliki berat badan lebih. Namun, menurunkan berat badan memberikan banyak manfaat bagi orang dengan diabetes. Kadar gula darah Anda akan lebih mudah dikelola, Anda akan memiliki lebih berenergi, dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

    Ada banyak sekali jenis diet untuk menurunkan berat badan. Bicarakan dengan Ahli Gizi untuk rekomendasi diet terbaik bagi Anda dan dengan pertimbangan bahan makanan yang mudah Anda akses dan sukai. Selain diet, olahraga akan sangat membantu penurunan berat badan.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Menjaga Berat Badan yang Sehat

    Untuk menjaga berat badan yang sehat, diperlukan komitmen untuk terus memelihara kebiasaan baik yang telah Anda bangun. Secara umum, rekomendasinya adalah sebagai berikut:

    1. Makan dengan benar.
    2. Perhatikan berat badan dan lingkar perut. Lingkar perut yang sehat untuk perempuan adalah < 80 cm dan laki-laki < 90 cm.
    3. Aktif bergerak dan berolahraga.
    4. Kontrol kesehatan rutin dengan dokter.

    Bila Anda telah mencapai berat badan yang sehat atau memiliki Indeks Massa Tubuh normal, saatnya giliran Anda memberikan dukungan kepada mereka yang masih berusaha.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

     

    • What’s Your Healthy Weight When You Have Diabetes 

     

    • About Adult BMI [Internet]. CDC. 2021

     

    • Tips to Gain Weight [Internet]. Diabetes UK. 2022
    Read More
  • Diabetes melitus adalah salah satu jenis penyakit kronis yang dapat mengganggu kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) menjadi energi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Diabetes juga dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti faktor genetik hingga gangguan pada hormone insulin. Diketahui terdapat berbagai faktor risiko lainnya yang membuat seseorang menjadi lebih […]

    Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Diabetes melitus adalah salah satu jenis penyakit kronis yang dapat mengganggu kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) menjadi energi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Diabetes juga dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti faktor genetik hingga gangguan pada hormone insulin.

    Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Diketahui terdapat berbagai faktor risiko lainnya yang membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit diabetes. Sahabat Sehat, apa saja faktor penyebab diabetes? Mari simak penjelasan berikut.

    Faktor Genetik

    Genetik menjadi salah satu faktor penyebab diabetes melitus yang tak dapat terhindarkan. Itulah mengapa diabetes sering disebut sebagai penyakit keturunan. Di antara tipe lainnya, diabetes tipe 2 sangat berkaitan dengan riwayat dan keturunan keluarga. Meski pasien diabetes tipe 1 juga memiliki risiko yang saman, namun cenderung lebih kecil terjadi. 

    Jika kedua orang tua menderita diabetes, kemungkinan anaknya akan berisiko mengalami diabetes saat dewasa sebesar 50%. Bahkan, para ahli mengklaim bahwa ada gen khusus yang membuat penyakit ini dapat diturunkan orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Namun sayangnya, mereka belum menemukan gen mana yang sangat mempengaruhi terjadinya diabetes melitus.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Faktor Usia

    Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit diabetes tipe 2 yang akan Anda alami pun akan semakin meningkat. Meski sebenarnya usia tidak hanya akan meningkatkan risiko diabetes, tapi juga meningkatkan risiko berbagai  penyakit kronis lainnya, seperti stroke dan jantung.

    Semakin Anda menua, tubuh juga akan mengalami penurunan fungsi, terutama dalam mengolah gula darah. Kinerja sel penghasil insulin pada pankreas akan semakin menurun dan sensitifitas sel tubuh dalam merespon insulin juga tidak sebaik dulu.Oleh sebab itu, biasanya dokter akan merekomendasikan pasiennya yang telah berusia 45 tahun keatas untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Autoimun

    Meski usia menjadi faktor utama penyebab diabetes melitus, namun ternyata anak-anak dan remaja juga tak luput dari penyakit gula darah ini. Diabetes tipe 1 menjadi jenis diabetes yang paling banyak ditemukan pada pasien usia muda. Pada mereka yang berusia muda, penyakit ini biasanya disebabkan oleh hilangnya fungsi tubuh dalam memproduksi hormone tubuh. Bahkan, banyak diantara pasien anak-anak pengidap diabetes tipe 1 yang menderita gangguan autoimun.

    Kondisi inilah yang membuat sistem imun mereka justru menyerang dan merusak sel pankreas, dimana pankreas adalah tempat pembentukan insulin. Kerusakan sel ini yang membuat pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup atau bahkan organ tersebut dapat benar-benar berhenti total dalam memproduksi hormon tersebut.

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak 

    Kondisi Medis Lain

    Selain beberapa faktor penyebab diabetes melitus diatas, ada pula sejumlah faktor yang mungkin tidak pernah terbesit di benak Sahabat Sehat sebelumnya. Pasalnya, dalam beberapa kasus munculnya penyakit diabetes dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut.

    • Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS). Kondisi ini dapat menyebabkan berat badan berlebih sehingga meningkatkan resiko terjadinya resistensi insulin dan kondisi prediabetes.
    • Pankreatitis. Kondisi peradangan pada pankreas ini dapat mengganggu fungsi sel-sel pankreas dalam memproduksi hormon insulin yang penting dalam menstabilkan gula darah agar tetap normal.
    • Sindrom Cushing. Kondisi ini akan meningkatkan pembentukan hormone kortisol yang berujung pada ikut meningkatnya kadar glukosa dalam darah.
    • Glucagonoma. Gangguan kesehatan ini menjadi penyebab diabetes melitus karena ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormone insulin yang cukup.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Kebiasaan Konsumsi Gula Berlebih

    Mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan dan dalam jangka panjang tidak hanya dapat menyebabkan diabetes, tetapi pola makan tinggi gula juga akan berdampak buruk pada masalah kesehatan lainnya, seperti berat badan berlebih hingga obesitas. Oleh sebab itu, batasi asupan gula harian. Lakukan perencanaan dan jalani pola hidup sehat adalah langkah tepat agar Sahabat Sehat terhindar dari penyakit diabetes.

    Baca Juga: Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Kebiasaan Malas Gerak

    Kebiasaan mengkonsumsi makanan manis ditambah kebiasaan malas gerak menjadi gerbang utama dalam menyebabkan diabetes. Saat tubuh kurang aktivitas, resiko menderita diabetes semakin meningkat. Terlebih jika gaya hidup yang dijalani kurang sehat, misalnya pola makan yang buruk, kebiasaan minum alkohol dan merokok.

    Berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus. Bahkan, kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko diabetes melitus hingga sebesar 80%. Berat badan berlebih akan menyebabkan metabolisme tubuh mengalami perubahan sehingga menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat merespon hormon insulin dengan benar. 

    Baca Juga: Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Efek Samping Obat 

    Diketahui terdapat beberapa jenis obat yang meningkatkan risiko diabetes, di antaranya jenis obat statin, steroid, diuretik, pentamidine, beta-blocker, protease inhibitor, serta beberapa jenis obat lainnya yang dikonsumsi tanpa resep dokter dalam bentuk sirup dan tinggi gula.

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai faktor penyebab diabetes. Untuk mendeteksi dini penyakit diabetes, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Center on Mental Health Services Research and Policy. Medications Increase Diabetes.
    2. Diabetes. The UK is the fattest country in Europe.
    3. Cleveland Clinic. Diabetes: Types, Risk Factors, Symptoms, Tests, Treatments & Prevention.
    4. American Society for Metabolic and Bariatric Surgery. Type 2 Diabetes and Metabolic Surgery.
    5. Direktorat P2PTM. Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus (DM)-Faktor Risiko yang Bisa Diubah.
    6. Healthline. Prediabetes: Symptoms, Causes, and More.
    Read More
  • Diabetes Melitus atau yang disebut dengan kencing manis, diartikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi faktor penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula didalam darah dan juga disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan karena adanya insufisiensi gangguan insulin.  Insufisiensi fungsi insulin disebabkan karena gangguan pada sel beta pancreas […]

    Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Diabetes Melitus atau yang disebut dengan kencing manis, diartikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi faktor penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula didalam darah dan juga disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan karena adanya insufisiensi gangguan insulin. 

    Insufisiensi fungsi insulin disebabkan karena gangguan pada sel beta pancreas (beta Langerhans) sehingga sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin, akibatnya gula darah tidak dapat masuk kedalam sel dan menumpuk didalam darah.

    Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Diabetes melitus bukan hanya menjadi penyebab kematian di dunia, melainkan penyakit ini juga menyebabkan berbagai komplikasi serius yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup para penderitanya seperti kebutaan, penyakit jantung dan juga gagal ginjal. Sahabat Sehat, apa saja komplikasi yang beresiko dialami penderita diabetes? Mari simak penjelasan berikut.

    Angka Penderita Diabetes di Dunia

    Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan 9,3% dari total penduduk di usia yang sama. Berdasarkan jenis kelamin, IDF memperkirakan prevalensi diabetes pada tahun 2019 adalah 9% pada perempuan dan 9,65% pada laki-laki.

    Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan penambahan usia penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada usia 65-79 tahun. Dan angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 578 juta pada 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.

    Asia Tenggara dimana Indonesia berada, menempati urutan ke-3 dengan prevalensi sebesar 11,3%. Indonesia termasuk peringkat ke-7 dari 10 negara di Dunia dengan peringkat diabetes terbanyak. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk daftar tersebut.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Kenali Berbagai Jenis Diabetes

    Sahabat Sehat, terdapat berbagai jenis diabetes berdasarkan penyebabnya. Berikut adalah berbagai jenis diabetes :

    1. Diabetes Mellitus Tipe 1

    Merupakan kenaikan kadar gula darah yang disebabkan karena kerusakan sel beta pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin sama sekali. Pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin dari luar secara terus menerus.

    2. Diabetes Mellitus Tipe 2

    Diabetes tipe 2 disebabkan karena kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi atau produksi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas.

    3. Diabetes Gestasional

    Diabetes tipe ini ditandai dengan kenaikan gula darah selama masa kehamilan. Gangguan ini biasanya terjadi pada minggu ke-24 masa kehamilan dan kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan.

    Baca Juga: Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Diabetes ?

    Seseorang didiagnosa menderita diabetes melitus apabila memiliki gejala klinis disertai dengan hasil pemeriksaan, sebagai berikut :

    • Pemeriksaan gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl, dengan kondisi berpuasa selama 8 jam.
    • Pemeriksaan gula darah lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl setelah 2 jam Tes Toleransi Beban Glukosa (dengan pemberian gula sebanyak 75 mg)
    • Pemeriksaan gula darah sewaktu memberikan hasil lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl.
    • Pemeriksaan tes HbA1c lebih dari atau sama dengan 6,5%.

    Baca Juga: 8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    Gejala Diabetes Melitus

    Berikut ini gejala yang dialami pasien dengan diabetes melitus :

    • Sering haus
    • Sering buang air kecil
    • Mudah merasa lapar
    • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas
    • Mudah lelah
    • Pandangan atau penglihatan kabur
    • Luka yang sulit sembuh
    • Mudah terjadi infeksi baik pada pernapasan, infeksi gigi maupun pada kemaluan
    • Mulut kering
    • Mati rasa atau kesemutan pada jari-jari kaki.

    Baca Juga: Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Komplikasi Diabetes Melitus

    Diabetes Melitus sering kali dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, terutama apabila gula darah yang tinggi tidak ditangani dengan baik. Tingginya kadar gula darah dari waktu ke waktu akan berdampak buruk pada organ tubuh. Berikut ini beberapa komplikasi jangka panjang yang dapat dialami:

    • Gangguan Mata (Retinopati Diabetik)

    Pada pasien dengan diabetes melitus, gula darah yang terlalu tinggi didalam darah tidak baik bagi pembuluh darah terutama pembuluh darah mata (retina). Apabila terjadi kerusakan maka akan terjadi retinopati diabetik dan berpotensi menyebabkan kebutaan. Selain itu, gangguan lainnya yang dapat terjadi adalah katarak dan glaukoma.

    Untuk itu, para penderita diabetes melitus disarankan untuk mengelola gula darah agar terkontrol dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

    • Kerusakan atau Gangguan pada Ginjal (Nefropati Diabetik)

    Gula darah yang tinggi juga akan merusak ginjal, gangguan ini disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi kerusakan pada ginjal akan menyebabkan gagal ginjal dan berujung kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

    Karena adanya gagal ginjal, ginjal tidak dapat bekerja dengan baik untuk membuang zat yang tidak dibutuhkan dari dalam tubuh sehingga pada kondisi ini pasien akan disarankan untuk melakukan tindakan cuci darah.

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    • Kerusakan Saraf (Neuropati Diabetik)

    Tingginya gula darah akan menyebabkan kerusakan saraf terutama pada saraf tepi pada kaki. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus maka akan menyebabkan kerusakan saraf yang lebih parah (disebut dengan neuropati diabetik). Akibat tingginya gula darah, aliran darah menuju saraf akan terhambat.

    Gejala awal yang dialami pasien biasanya berupa kesemutan, mati rasa dan nyeri pada tungkai. Kerusakan saraf dan pembuluh darah juga dapat terjadi pada organ vital pria sehingga dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk tetap menjaga gula darah.

    • Masalah Kaki dan Kulit

    Selain terjadinya neuropati diabetik yang menyebabkan kaki mati rasa, gangguan pembuluh darah pada tungkai dapat menyebabkan luka sulit sembuh karena terbatasnya aliran darah pada kaki. 

    Sehingga terjadi penurunan kemampuan tubuh menyembuhkan diri dari luka. Karena luka tidak kunjung sembuh, kaki akan mudah terjadi infeksi (baik jamur atau infeksi bakteri). 

    Apabila hal ini berlangsung terus menerus maka akan mudah terjadi infeksi yang lebih serius seperti gangren (kematian jaringan) dan ulkus diabetikum. Apabila kerusakan terlalu parah, tidak menutup kemungkinan Dokter akan menyarankan tindakan amputasi.

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    • Gangguan Kardiovaskular

    Diabetes menyebabkan kerusakan multiorgan termasuk pembuluh darah dan jantung. Komplikasi yang tersering seperti stroke, serangan jantung dan penyempitan pembuluh darah arteri atau yang disebut dengan aterosklerosis.

    • Gangguan lainnya

    Gangguan lainnya yang dapat diderita penderita diabetes melitus apabila kadar gula darah tidak terkontrol, antara lain : gangguan pendengaran, gangguan kognitif seperti demensia alzheimer, depresi, gangguan pada gigi dan mulut, infeksi pada saluran pernapasan (misalnya tuberkulosis), infeksi jamur dan melemahnya sistem daya tahan tubuh yang menyebabkan pasien diabetes melitus rentan terhadap berbagai penyakit.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai komplikasi akibat penyakit diabetes yang rentan diderita pasien diabetes. Untuk memantau dan mendeteksi dini penyakit diabetes, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan dan gula darah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Diabetes Melitus.
    2. Pangribowo S. Infodatin, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.
    3. World Health Organization. Diabetes.
    4. Mayo Clinic. Diabetes – Symptoms and causes.
    5. Cleveland Clinic. Diabetes: Types, Risk Factors, Symptoms, Tests, Treatments & Prevention.
    6. Diabetes Org. Diabetes Complications.
    Read More
  • Secara normal, tubuh membutuhkan asupan glukosa dan oksigen untuk metabolisme tubuh, khususnya pada organ vital seperti otak. Meski demikian, asupan glukosa ke tubuh juga perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan kalori per harinya. Mengkonsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit kencing manis atau yang dikenal dengan istilah Diabetes Mellitus (DM). Sahabat Sehat, mari […]

    Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Secara normal, tubuh membutuhkan asupan glukosa dan oksigen untuk metabolisme tubuh, khususnya pada organ vital seperti otak. Meski demikian, asupan glukosa ke tubuh juga perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan kalori per harinya.

    Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Mengkonsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit kencing manis atau yang dikenal dengan istilah Diabetes Mellitus (DM).

    Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai berbagai dampak diabetes pada pria.

    Apa Itu Diabetes?

    Diabetes mellitus merupakan penyakit yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa dalam darah karena kekurangan jumlah hormon insulin atau karena tidak bekerjanya hormon insulin dengan baik. Insulin sendiri sebenarnya berguna untuk membantu tubuh Anda dalam mengolah glukosa yang diperoleh dari makanan. Namun, kadar glukosa yang tinggi dalam waktu yang lama justru akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes.

    Pada dasarnya, diabetes terbagi menjadi tiga jenis, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Diantara semua jenis diabetes, penyakit diabetes tipe 2 adalah kasus yang paling sering terjadi pada pria daripada wanita. Apabila penyakit ini tidak segera ditangani, akan berisiko menyebabkan komplikasi lain seperti kardiovaskular, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, depresi, diabetes, hingga berpotensi memengaruhi kesuburan. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Dampak Buruk Diabetes Pada Pria

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai dampak buruk diabetes yang dapat dialami pria :

    • Disfungsi ereksi atau impotensi

    Perlu diketahui, bahwa sekitar 35 – 75% pria dengan diabetes akan mengalami impotensi. Ini karena kadar gula darah yang tinggi membuat penderita diabetes berpotensi mengidap impotensi dini 10 hingga 15 tahun lebih cepat. Terjadinya impotensi merupakan gejala kencing manis pada pria yang mekanismenya cukup sulit untuk di telaah. 

    Kondisi ini berkaitan dengan rusaknya pembuluh darah, saraf, serta fungsi otot yang memiliki peran dalam proses ereksi akibat kadar gula darah yang tinggi. Kerusakan organ tubuh tersebut akan menyulitkan penis untuk ereksi, meski memiliki libido atau gairah dalam berhubungan seksual. 

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    • Penurunan gairah seksual

    Penurunan libido atau gairah seksual biasanya akan terjadi pada pria yang telah berusia lanjut. Namun, pada pria dengan diabetes, mereka cenderung akan lebih cepat mengalami penurunan libido dibanding mereka yang  tidak, terutama diabetes tipe 2. 

    Kondisi ini akan semakin parah apabila diabetes yang dialami juga disertai dengan tubuh yang kelebihan berat badan. Penurunan libido sangat berkaitan dengan menurunnya kadar hormon tertosteron di tubuh. 

    Selain akan mempengaruhi gairah seksual, penurunan produksi hormon ini juga dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. Seperti, ereksi yang dialami menjadi lemah, suasana hati tidak menentu, serta tubuh menjadi lemas. 

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    • Ejakulasi retrograde

    Ejakulasi retrograde (retrograde ejaculation) adalah kondisi ketika air mani yang dikeluarkan malah masuk ke dalam kandung kemih akibat diabetes yang dialami oleh pria. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan air mani yang keluar saat ejakulasi lebih sedikit. Hal ini karena ejakulasi retrograde yang terjadi akibat diabetes akan merusak saraf pada kandung kemih. Selain akan mempengaruhi performa seksual, air mani yang masuk ke kandung kemih juga akan menyebabkan ketidaksuburan atau infertilitas. 

    • Infeksi saluran kemih

    Infeksi saluran kemih dapat terjadi saat saluran yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal mengalami infeksi atau peradangan. Pada pria yang menderita diabetes, kadar gula berlebih yang terkandung dalam air seni akan membuat bakteri penyebab infeksi berkembang lebih cepat. 

    • Infeksi jamur pada penis

    Kondisi ini sangat mungkin terjadi pada pria yang menderita diabetes. Pasalnya, infeksi jamur pada penis dipicu oleh banyaknya gula dalam darah yang masuk ke urine. Kandungan gula pada urine tersebut yang kemudian menjadi makanan bagi jamur untuk tumbuh subur. 

    Baca Juga: Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Infeksi jamur pada penis pria dengan diabetes biasanya memiliki ciri kemerahan, gatal pada kepala penis,  bengkak, timbul bau tidak sedap, terasa nyeri dan tidak nyaman saat berhubungan seksual, hingga muncul gumpalan berwarna putih pada kulit penis.

    • Gangguan sistem saraf

    Selain akan mempengaruhi sistem reproduksi, diabetes juga akan membahayakan sistem saraf otonom (ANS) pada pria, yakni sistem yang mengendalikan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah sehingga akan menimbulkan masalah seksual, termasuk impotensi. 

    Komplikasi Diabetes pada Pria Jika Tidak Segera Ditangani

    Apabila tidak segera ditangani, diabetes pada pria dapat berdampak buruk terhadap fungsi seksual. Bahkan, sebuah penelitian menemukan bahwa diabetes tidak hanya akan menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi, tetapi juga dapat memicu penyakit Peyronie atau penis bengkok. Penelitian tersebut melibatkan pasien diabetes dengan disfungsi ereksi. Terbukti, setidaknya sekitar 1 dari 5 pasien diabetes juga menderita penyakit Peyronie. 

    Baca Juga: Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Penanganan Diabetes 

    Secara umum diabetes dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan baik yang diminum maupun obat suntik (insulin). Selain itu, Sahabat Sehat perlu menjalani pola hidup sehat seperti rutin olahraga, dan mengonsumsi makanan untuk penderita diabetes guna mempercepat proses penyembuhan. 

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai dampak diabetes yang dapat dialami seorang pria. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Healthline. 13 Diabetes Symptoms in Men: Erectile Dysfunction and More.
    2. Medical News Today. Diabetes in men: Signs and symptoms.
    3. Diabetes Org. Diabetes and sexual problems – in men.
    4. Web MD. Erectile Dysfunction & Diabetes.
    5. Web MD. Diabetes and Men: Sexual Issues.
    6. Diabetes org. Retrograde ejaculation.
    Read More
  • Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1. Data Ikatan Dokter […]

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1.

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700% dalam jangka waktu 10 tahun. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 1220 anak penyandang diabetes melitus tipe-1 di Indonesia. Sementara pada tahun 2021, pada bulan maret 2021 terdapat sekitar 1.282 orang anak di Indonesia yang menderita diabetes melitus tipe 1. 

    Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Daizi, Sp.A(K), mengungkapkan bahwa diabetes yang terjadi pada anak adalah diabetes melitus tipe 1, sisanya sekitar 10% dari total pasien anak adalah diabetes melitus tipe 2. Sahabat Sehat, apa Gejala awalnya diabetes pada anak ? Mari simak penjelasan berikut.

    Tipe Diabetes Melitus

    Diabetes melitus dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan diabetes pada kehamilan atau gestasional. Pada anak, yang sering diderita adalah jenis diabetes melitus tipe 1. Kondisi ini disebabkan karena adanya kekurangan insulin akibat kerusakan sel kelenjar pankreas akibat proses autoimun.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Faktor Resiko Diabetes Melitus Pada Anak

    Diabetes melitus tipe 1 dipengaruhi berbagai faktor antara lain, faktor genetik dan lingkungan, dan proses autoimun. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1, penyakit diabetes tipe 2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia dan diet atau asupan makanan yang tidak sehat atau tidak seimbang serta merokok. 

    Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan angka kejadian faktor resiko DM tipe 2 yaitu sebesar 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan 10,8% menderita obesitas.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Gejala Diabetes Pada Anak yang Wajib Diketahui 

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala diabetes yang dapat dialami Si Kecil yaitu :

    1. Berat badan berlebih atau obesitas
    2. Sering merasa haus
    3. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
    4. Mudah merasa lapar 
    5. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
    6. Berkurangnya massa otot.
    7. Mudah lelah dan lemas
    8. Pandangan kabur
    9. Luka yang sulit sembuh
    10. Kerap mengalami infeksi, misalnya pada gusi, vagina atau saluran kemih.
    11. Kulit terasa gatal dan kering.
    12. Rasa kebal dan kesemutan pada kaki.

    Pada kenyataannya, gejala tersebut seringkali tidak terlihat dengan jelas sehingga seringkali tidak di sadari. Selanjutnya, mungkin saja Si Kecil dapat mengalami “Kegawatdaruratan Diabetes” yang ditandai dengan keluhan nyeri perut, sesak nafas, muntah berulang, dehidrasi dan bahkan penurunan kesadaran.

    Penanganan diabetes melitus tipe 1 berupa pemberian obat, pengaturan pola makan, menjaga agar berat badan tetap ideal, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. Penyakit diabetes melitus tipe 1 memerlukan pengobatan seumur hidup hingga dewasa. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1 yang tidak dapat dicegah, penyakit diabetes melitus tipe 2 pada anak dapat dicegah dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur.

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai Gejala awal diabetes pada anak. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Pulungan, A., Annisa, D. and Imada, S., 2019. Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak: Situasi di Indonesia dan Tata Laksana.
    2. Direktorat P2PTM. Anak Juga Bisa Diabetes.
    3. Dwinanda R. IDAI: 1.346 Anak Indonesia Alami Diabetes Melitus Tipe 1.
    4. American Diabetes Association.  Type 1 Diabetes – Symptoms.
    5. Sachi K. Jangan Anggap Sepele! 10 Gejala Penyakit Diabetes pada Anak dan Cara Mencegahnya.
    6. Ikatan Dokter Anak Indonesia.  Diabetes Mellitus pada Anak dan Remaja.
    Read More
  • Salah satu keluhan yang dialami penderita diabetes adalah rasa gatal pada kulit. Rasa gatal karena diabetes memang sangat mengganggu. Untuk mendiagnosa diabetes tentu memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan gula darah. Rasa gatal yang dialami penderita diabetes dapat terasa mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi gatal yang dialami penderita diabetes ? […]

    7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Salah satu keluhan yang dialami penderita diabetes adalah rasa gatal pada kulit. Rasa gatal karena diabetes memang sangat mengganggu. Untuk mendiagnosa diabetes tentu memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan gula darah. Rasa gatal yang dialami penderita diabetes dapat terasa mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

    7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi gatal yang dialami penderita diabetes ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Kulit Gatal Pada Penderita Diabetes

    Terdapat berbagai penyebab kulit terasa gatal yang dialami penderita diabetes, berikut diantaranya : 

    • Infeksi jamur

    Jamur candida albicans adalah penyebab tersering infeksi jamur pada kulit penderita diabetes. Infeksi jamur ditandai dengan kulit tampak kemerahan dan terasa gatal, yang dapat ditemukan pada area lipatan tubuh, misalnya di bawah lipatan payudara, ketiak, dan lipat paha. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    • Kulit kering

    Kulit penderita diabetes kerap kali terasa kering akibat kadar gula darah yang tinggi. Selain itu, gula darah yang tinggi meningkatkan resiko infeksi pada kulit dan gangguan sirkulasi sehingga menyebabkan kulit kering dan terasa gatal.

    • Gangguan aliran peredaran darah

    Aliran darah yang buruk dapat menyebabkan gatal dan kerap dialami pada area paha bawah (depan betis). Selain itu, kondisi seperti necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD), yang diakibatkan perubahan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gatal pada kulit. 

    Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Cara Mengatasi Gatal Pada Penderita Diabetes

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai cara mengatasi dan mencegah kulit gatal yang kerap dialami penderita diabetes :

    • Mengontrol kadar gula darah

    Jika kadar gula darah berada dalam batas normal maka dapat mencegah komplikasi, serta menjaga agar kulit tetap kering. Cara mengontrol gula darah yaitu dengan mengkonsumsi obat antidiabetes secara teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan tetap normal, kurangi garam, dan olahraga rutin. 

    • Selalu waspada

    Diabetes sering mengakibatkan gangguan saraf tepi, yang disebut neuropati sehingga penderita diabetes kerap merasakan kesemutan maupun timbulnya luka pada kulit. Penderita diabetes dianjurkan memeriksa kulit dan pastikan apakah ada luka baru atau luka lama yang tidak kunjung sembuh.

    • Segera obati luka pada kulit

    Sahabat Sehat dianjurkan agar segera mengobati luka kecil yang tidak kunjung sembuh untuk mencegah infeksi pada kulit.

    • Menjaga kebersihan kulit

    Dengan menjaga kebersihan kulit, Sahabat Sehat dapat mencegah infeksi pada kulit. Saat berjalan di luar rumah, gunakan alas kaki yang ukurannya sesuai dengan kaki. Pilih alas kaki yang rata, dan sol sepatu yang menyerap goncangan atau tekanan (shock-absorbing sole) untuk mengurangi tekanan pada telapak kaki, dan mencegah timbulnya luka diabetes yang umumnya terjadi di telapak kaki. 

    • Jaga kulit agar tidak terlalu kering dan basah

    Jaga kondisi kulit, agar tidak terlalu lembab ataupun terlalu kering terutama area lipatan seperti lipat ketiak, antara jari-jari kaki, dan lipat paha. Keringkan tubuh setelah mandi dan ganti pakaian jika terasa berkeringat. Lembab kan kulit bila kulit dirasa terlalu kering. Pelembap yang dianjurkan ialah pelembap yang tidak mengandung pewangi. 

    • Pilih produk kulit yang tepat

    Saat mandi sebaiknya gunakan produk kulit yang lembut. Hindari deodorant atau sabun yang mengandung pewangi karena dapat mengiritasi kulit sensitif dan menimbulkan rasa gatal.

    • Jaga kelembaban kulit

    Waktu terbaik untuk mengaplikasikan pelembab kulit ialah segera setelah mandi, saat kulit masih lembab. Hindari menggosok kulit dengan handuk dan keringkan area lipatan tubuh dengan seksama, seperti lipatan ketiak, lipatan paha, dibawah payudara, dan antara jari-jari kaki. 

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengatasi rasa gatal pada penderita diabetes. Untuk memantau kondisi penderita diabetes dan mendeteksi dini penyakit diabetes, segera lakukan pemeriksaan gula darah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. American Diabetes Association. Diabetes Complications – skin complication.
    2. American Academy of Dermatology Association. Diabetes: 12 warning signs that appear on your skin.
    3. Jaliman D. Diabetes Skin Care Tips.
    Read More
  • Ketahui Dampak Diabetes saat Hamil. Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis) yang ditandai dengan peningkatan gula dalam darah. Pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan banyak masalah pada organ-organ tubuh. Contohnya dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, jantung, dan lainnya. Namun bagaimana bila yang menderita diabetes adalah ibu […]

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Ketahui Dampak Diabetes saat Hamil. Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis) yang ditandai dengan peningkatan gula dalam darah.

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan banyak masalah pada organ-organ tubuh. Contohnya dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, jantung, dan lainnya. Namun bagaimana bila yang menderita diabetes adalah ibu yang sedang hamil. 

    Sahabat Sehat, apa dampak pada janin jika ibu hamil menderita diabetes? Mari simak penjelasan berikut.

    Diabetes Pada Kehamilan

    Seorang ibu dapat mengalami beberapa tipe diabetes pada saat kehamilan. Diabetes tersebut dapat terjadi sebelum kehamilan (yaitu Diabetes Tipe 1 atau Tipe 2), maupun Diabetes Gestasional yakni kondisi ketika ibu hamil tidak memiliki riwayat penyakit diabetes namun menderita diabetes selama hamil. 

    Pada kondisi Diabetes Gestasional, setelah melahirkan maka kadar gula darah ibu yang mengalami tipe ini akan kembali normal. Namun jika kadar gula darah tidak kembali normal maka akan didiagnosa sebagai Diabetes Tipe 2. 

    Dapatkan: Paket Pemeriksaan Awal Kehamilan

    Dampak yang Dialami Janin Jika Kadar Gula Darah Ibu Hamil Meningkat 

    Kondisi gula darah yang tinggi saat hamil dapat mempengaruhi kondisi janin karena peredaran darah ibu terhubung dengan peredaran darah janinnya. Berikut adalah beberapa dampak gula darah tinggi bagi janin:

    Cacat Lahir

    Pembentukan organ-organ tubuh seperti otak, jantung, paru, dan ginjal terjadi pada saat 8 minggu pertama kehamilan. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi proses pembentukan organ tersebut sehingga dapat timbul cacat pada organ-organ tersebut.

    Berat Bayi Berlebih

    Gula darah yang berlebih dapat menyebabkan berat badan janin menjadi berlebih dibandingkan usianya, kondisi ini disebut Makrosomia. Tubuh janin dapat memproduksi insulin untuk menggunakan gula yang berlebih ini. Tubuh janin akan mengubah gula yang berlebih tersebut menjadi deposit lemak sehingga janin akan bertubuh besar. Kelainan ini yang dapat menyulitkan proses persalinan karena bayi yang besar cenderung lebih sulit untuk dilahirkan.

    Baca Juga: Awas, Batuk Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin! Ini Solusinya

    Lahir Prematur

    Dalam sebuah penelitian didapatkan bahwa ibu yang menderita diabetes saat hamil memiliki risiko untuk melahirkan janinnya secara terlalu cepat atau prematur.8 Kondisi diabetes saat hamil dapat menyebabkan air ketuban menjadi berlebih sehingga dapat merangsang kelahiran yang lebih cepat dari seharusnya.

    Gangguan Pernafasan Setelah Lahir

    Janin memerlukan waktu untuk bertumbuh dan berkembang dalam rahim ibunya. Salah satunya adalah untuk “mematangkan” parunya untuk persiapan proses bernafas saat ia di lahirkan. Apabila kelahiran tersebut terjadi sebelum waktunya atau prematur, maka paru-paru dari janin belum siap. Keadaan ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan bagi janin saat lahir.

    Gula Darah Rendah

    Selamat dalam rahim ibu yang mengalami diabetes, janin dapat memproduksi hormon insulin yang tinggi untuk dapat menggunakan gula dalam darah yang tinggi. Saat bayi lahir maka aliran gula darah yang tinggi dari ibunya berhenti namun tubuhnya masih memproduksi insulin dalam jumlah yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kadar gula darah bayi. Kondisi gula darah yang rendah dapat mengakibatkan kesadarannya menurun, gangguan jantung, hingga kejang.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak diabetes saat hamil pada kondisi janin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh
    : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Diabetes. USA : World Health Organization.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Diabetes and Pregnancy. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Pregnancy if You Have Diabetes. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
    4. University of Rochester Medical Center. Diabetes During Pregnancy: Risks to the Baby. USA : University of Rochester Medical Center.
    5. Hopkins Medicine. Gestational Diabetes Mellitus (GDM). USA : Hopkins Medicine.
    6. Verywell Family. How Gestational Diabetes Affects Mothers, Babies, and the Birth Process. USA : Verywell Family.
    7. March of Dimes. Preexisting diabetes. USA : March of Dimes.
    8. Kajantie E, Osmond C, Barker D, Eriksson J. Preterm Birth–A Risk Factor for Type 2 Diabetes?: The Helsinki Birth Cohort Study. Diabetes Care. 2010;33(12):2623-2625.
    Read More

Showing 1–10 of 62 results

Chat Dokter 24 Jam