Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 1–10 of 1272 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebanyak 39 sekolah di Ibu Kota yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100%, telah ditutup sementara. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat pada Senin (17/1/2022) malam.  Berdasarkan data yang […]

    Pemprov DKI Menghentikan Sementara PTM 100% di 39 Sekolah

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di DKI Jakarta Dihentikan di 39 Sekolah

    Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di DKI Jakarta Dihentikan di 39 Sekolah

    Sebanyak 39 sekolah di Ibu Kota yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100%, telah ditutup sementara. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat pada Senin (17/1/2022) malam. 

    Berdasarkan data yang ada, total yang ditutup ada 39 sekolah, namun ada sekitar 9 sekolah yang telah dibuka kembali. sekolah yang ditutup sementara ini tersebar di wilayah DKI, yakni di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. 

    Sementara itu dari total keseluruhan tercatat sebanyak 67 civitas sekolah terpapar Covid-19, 62 diantaranya adalah peserta didik, 2 pendidik, dan 3 tenaga kependidikan. Dari data ini, disimpulkan bahwa lebih banyak siswa terpapar COvid-19 bukan di sekolah, di perjalanan, atau di rumah. Pasalnya, secara umum hanya ada 1, 2 orang yang terpapar di setiap sekolah. Meski ada 1 sekolah yang terpapar 9 orang, yakni SMKN 35 Jakarta. Namun, hal ini masih dalam proses penelusuran. 

    Lebih lanjut, Ariza mengatakan bahwa DKI Jakarta hingga saat ini masih memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM 100%. Ini karena Ibu Kota saat ini masih menyandang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Meski demikian pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintahan pusat. 

    Daftar 39 Sekolah di DKI Jakarta yang Pelaksanaan PTM-nya Ditutup Sementara:

    1. SDN Serdang 07 
    2. SDN Johar Baru 03 
    3. SDN Papanggo 01 
    4. SDS Kinderfield
    5. SMP Islam Tambora 
    6. SDN Cengkareng Barat 05 
    7. SDN Mangga Besar 15 Pagi 
    8. SMK Negeri 35 Jakarta 
    9. SMAN 53 Jakarta 
    10. SMA Negeri 109 Jakarta
    11. SMA Negeri 49 Negeri 
    12. SMP Labschool Kebayoran 
    13. SMP Islam Andalus 
    14. SMA Labschool Kebayoran 
    15. SMK Asisi 
    16. SMP Azhari Islamic School Rasuna 
    17. SMA Negeri 6 Jakarta 
    18. SMA Negeri 71 
    19. SMK Malaka 
    20. SMP Negeri 252 
    21. SMP Negeri 62 
    22. SDN Jati 01 
    23. SMA Pelita 3 
    24. SDN Susukan 08
    25. SDN Ceger 02 
    26. SDN Kelapa Dua Wetan 01 
    27. SMKS Insan Teknologi 
    28. SMA Negeri 113 Jakarta 
    29. SDN Susukan 04 Pagi 
    30. SD Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi 
    31. SD Negeri Cipete Utara 09 Pagi 
    32. SMA Muhammadiyah 3 Jakarta 
    33. SDS Batu Karang 
    34. SPK SMPS Highfield 
    35. SDN Susukan 08 Pagi 
    36. TK Islam Birrul Amin
    37. PKBM 10 Guntur 
    38. Holy Angels School Meruya Utara 
    39. SDN 05 Cijantung (probable Omicron)

    Omicron Melonjak, Menteri Nadiem Minta Sekolah Perketat Prokes saat PTM 100%

    Meski sebanyak 39 sekolah telah ditutup sementara akibat melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron, tetapi ada banyak pula sekolah yang masih melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen. Untuk itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim meminta seluruh warga sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat PTM. 

    Nadiem menjelaskan PTM 100% akan terus dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 21 Desember 2021. Oleh karenanya, euphoria kembali ke sekolah tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan protokol kesehatan, terlebih pandemi Covid-19 varian Omicron saat ini sedang melonjak naik.

    Peraturan ini mengatur tentang pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) serta perkembangan situasi pandemic Covid-19 di Lingkungan satuan Pendidikan. Kepala Dinas Kota Bandung, Hikmat Hidayat menambahkan, Kota Bandung telah melaksanakan PTM 100 persen setelah mematuhi daftar periksa pelaksanaan PTM terbatas. 

    Selain itu, seluruh guru di Kota Bandung dan siswa 12 tahun keatas telah divaksinasi, sedangkan bagi siswa usia 6 – 12 tahun baru sekitar 34,2 persen yang sudah divaksinasi. Ia juga menegaskan bahwa vaksinasi bagi pelajar bukanlah syarat dalam melakukan PTM terbatas. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai Pemerintah DKI Jakarta yang menutup sementara aktivitas PTM di 39 sekolah akibat Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti pemeriksaan Covid-19 ke rumah, multivitamin, maupun imunisasi anak dan dewasa, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Suara. Covid-19 Omicron Melonjak, Menteri Nadiem Minta Sekolah Perketat Prokes Saat PTM 100 Persen
    2. Edukasi Okezone. Pemprov DKI Tutup Sementara PTM 100% di 39 Sekolah Berikut Daftarnya
    3. VOI. 2022. Wagub DKI: 39 Sekolah Ditutup Akibat Kasus COVID-19
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Anak yang tidak mau makan memang membuat orang tua khawatir. Namun sebaiknya hindari sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan. Karena sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan dikhawatirkan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Ketika anak kurang nafsu makan, otang tuanya pasti merasa cemas […]

    Perlukah Anak Mengkonsumsi Vitamin Penambah Nafsu Makan?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Ketika Anak Tidak Mau Makan Maka Orang Tua Bisa Menentukan Perlu Tidaknya Vitamin untuk Penambah Nafsu Makan Anak

    Anak yang tidak mau makan memang membuat orang tua khawatir. Namun sebaiknya hindari sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan. Karena sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan dikhawatirkan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan.

    Ketika anak kurang nafsu makan, otang tuanya pasti merasa cemas sekaligus khawatir. Karena asupan nutrisi dan gizi harian akan mempengaruhi pertumbuhan dan masa depannya nanti. Lantas apakah yang kurang nafsu makan perlu untuk segera diberi vitamin penambah nafsu makan? Mari simak dari beberapa poin berikut ini:

    Penyebab Si Kecil Kehilangan Nafsu Makan

    Nafsu makan anak memang tidak bisa ditebak, terkadang lahap dan pada hari lain bisa saja Si Kecil malas makan. Anak susah makan pada umumnya disebabkan karena Si Kecil tidak menyukai rasa atau tekstur makanan yang disajikan. Hal ini dapat dipicu akibat kebiasaan Si Kecil mengkonsumsi makanan manis atau makanan yang mengandung penyedap rasa. Kebiasaan ini dapat membuat Si Kecil merasa makanan lain, seperti sayuran dan buah terasa lebih hambar. 

    Selain itu ada beberapa penyebab lain yang membuat Si Kecil kehilangan nafsu makannya, seperti:

    • Adanya masalah kesehatan seperti sakit tenggorokan, demam, batuk, pilek, dan ruam.
    • Kebiasaan waktu makan yang tidak teratur
    • Anak terlalu banyak mengkonsumsi cairan, seperti jus di jeda waktu makan 
    • Tidak banyak bergerak sehingga energinya tidak terbakar. 

    Salah satu penyebab anak kurang nafsu makan adalah karena sakit. Oleh sebab itu, untuk menjaga daya tahan tubuhnya, bantu imunitas anak dengan memberikannya imunisasi yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan layanan imunisasi anak, silahkan cek: Layanan Imunisasi Anak

    Jika tidak mengalami beberapa hal di atas dan anak masih tetap aktif, Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab penurunan nafsu makan biasanya hanya berlangsung sementara. Namun bila Si Kecil sudah tidak nafsu makan selama lebih dari satu minggu, segera konsultasikan kondisinya ke dokter.

    Perlukah Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Anak?

    Pada anak yang terlihat sehat dan tumbuh secara normal, vitamin penambah nafsu makan sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Namun apabila anak tiba-tiba kurang nafsu makan dan orang tua merasa perlu memberi vitamin penambah nafsu makan, maka sebaiknya penuhi dahulu nutrisi si kecil dengan memberikannya makanan-makanan bergizi. Sangat disarankan juga untuk memberikan si kecil makanan-makanan yang dapat merangsang nafsu makannya.

    Makanan bergizi yang sebaiknya diberikan adalah makanan dan minuman yang kaya akan vitamin V, vitamin D, zat besi dan kalsium. Beberapa contoh makanan tersebut antara lain:

    Susu dan Produk Olahannya
    Misalnya yoghurt, keju, mentega, dan margarin. Susu UHT ataupun sarapan sereal yang diberi susu juga bisa menjadi menu makanan bergizi yang merangsang nafsu makan anak. Makanan-makanan dari olahan susu ini penting untuk si kecil karena mengandung kalsium, vitamin D, dan fosfor.

    Sayur dan Buah-Buahan
    Beberapa jenis buah yang bisa diberikan antara lain alpukat dan pisang. Berikan juga sayur mayur dalam menu makan si kecil. Jika si kecil tidak suka sayur mayur, orang tua dapat mengolah sayur mayur menjadi makanan lain, misalnya sop yang banyak sayurnya, atau mencoba menu olahan bakwan isi sayur yang biasanya disukai si kecil.

    Protein Hewani
    Protein hewani sangat penting bagi pertumbuhan si kecil. Berikan ikan, daging ayam, daging sapi, hati ayam, hati sapi, atau telur bagi si kecil agar dia mendapatkan protein hewani. Selain mengandung protein, makanan-makanan tersebut juga mengandung zat besi dan zink yang tinggi sehingga dapat meningkatkan nafsu makan si kecil.

    Kondisi Anak Perlu Penambah Nafsu Makan

    Saat Si Kecil tidak nafsu makan, orang tua cenderung panik dan terburu-buru memberikannya suplemen penambah nafsu makan. Padahal sebagian besar anak tidak membutuhkan suplemen tambahan karena nutrisi yang diperlukan Si Kecil masih dapat diperoleh dari berbagai sumber alami. 

    Oleh sebab itu, pemberian suplemen penambah nafsu makan anak biasanya baru akan diberikan apabila telah direkomendasikan oleh dokter. Dokter akan memberikan suplemen penambah nafsu makan untuk anak jika anak mengalami kondisi khusus, seperti:

    • Kelainan genetik atau cacat bawaan lahir yang membuat anak mudah kekurangan gizi
    • Menderita penyakit tertentu, seperti asma, diare, infeksi, kanker, atau penyakit kurang gizi lainnya
    • Anak pemilih makanan (picky eater)
    • Gangguan tumbuh kembang
    • Pola makan khusus, seperti pola makan vegetarian atau vegan
    • Anak terlalu sering mengonsumsi makanan olahan atau cepat saji
    • Anak terlalu banyak minum soda

    Jika dokter menyarankan untuk memberikan Si kecil suplemen tambahan, sebaiknya pilihlah suplemen yang dirancang sesuai usia anak. Pastikan vitamin dan mineral yang terkandung di dalam suplemen tersebut tidak melebihi takaran saji per hari. 

    Rekomendasi Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak

    Ada beberapa jenis vitamin yang dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan pada anak dan melengkapi nutrisinya,yakni :

    Vitamin A
    Nutrisi penting ini perlu dipenuhi dalam mendukung proses tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh. Misalnya dalam memelihara kesehatan mata dan kulit, mendukung pertumbuhan tulang yang kuat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Anak usia 1 – 9 tahun membutuhkan vitamin A sekitar 400 – 500 RE setiap harinya.

    Vitamin B Kompleks
    Dapat membantu anak lebih aktif dan berenergi, serta meningkatkan nafsu makannya. Selain itu nutrisi ini juga berperan penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya.

    Vitamin C
    Memiliki sifat antioksidan yang mampu menjaga daya tahan tubuh anak untuk tetap kuat serta membantu tubuhnya menyerap zat besi dari makanan secara optimal. Zat besi bermanfaat dalam memproduksi sel darah merah, mencegah anemia, dan merangsang nafsu makan anak.

    Vitamin D
    Berfungsi dalam meningkatkan penyerapan kalsium dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, nutrisi ini juga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan tulang. Anak usia 1 tahun keatas membutuhkan asupan vitamin D skitar 15 mikrogram (mcg) per harinya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan vitamin untuk anak yang dapat membantu kesehatan dan pertumbuhannya, silahkan cek: Layanan Pesan Vitamin untuk Kesehatan Anak

    Selain keempat vitamin tersebut, ada beberapa zat gizi lain yang juga dapat meningkatkan nafsu makan pada anak seperti zinc serta omega 3 dan 6 yang terkandung dalam minyak ikan. 

    Tips Mengatasi Anak yang Tidak Nafsu Makan

    Memahami penyebab anak tidak nafsu makan akan membantu Sahabat Sehat menentukan cara terbaik dalam mengatasi kondisi tersebut. Berikut beberapa tips yang dapat dicoba untuk menyiasati Si Kecil yang tidak nafsu makan, yakni:

    Cari Tahu Apakah Masih dalam Tahap Wajar

    Pahami bahwa penurunan nafsu makan merupakan hal yang wajar dialami oleh anak usia 2 – 5 tahun. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak yang cenderung mulai melambat pada usia tersebut.

    Sajikan Makanan dalam Kondisi yang Disukai Anak

    Sajikan makanan bergizi dengan tekstur dan rasa yang sesuai dan disukai Si Kecil. Jika anak sulit menghabiskan makanan dengan porsi biasa, sajikan makanan dalam porsi yang lebih kecil namun berikan lebih sering.

    Berikan Makanan Baru yang Sehat dan Disukai Anak

    Cobalah untuk memperkenalkan makanan baru secara bertahap kepada anak. Bisa dengan mencoba memberikan anak cemilan yang sehat dan kaya nutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, atau yogurt. Namun hindari memberikannya dalam jumlah besar atau pada saat menjelang waktu makan.

    Ajak Anak Berolahraga

    Setelah aktivitas fisik yang menguras energi, nafsu makan akan bertambah. Cobalah ajak anak untuk lebih sering beraktivitas fisik, seperti bermain dan berolahraga bersama. Baca juga: Cara Mengatasi Anak Susah Makan

    Jika beberapa tips ini telah dilakukan dan anak tetap menolak untuk makan hingga berat badannya berkurang dan menggangu tumbuh kembangnya, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai tips mengatasi Si Kecil yang tidak nafsu makan serta multivitamin yang dapat diberikan. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti pemeriksaan Covid-19 ke rumah, multivitamin, dan imunisasi, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Perlukah suplementasi vitamin dan mineral pada bayi dan anak?
    2. Mayo Clinic. Children’s nutrition: 10 tips for picky eaters
    3. About Kids Health. Appetite slump in toddlers
    4. Healthline. Appetite Stimulant: Types, Methods, in Adults, in Toddlers, and More
    5. Medical News Today. The 5 best vitamins to boost metabolism
    6. Mayo Clinic. Do young kids need a daily vitamin?
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh : dr. Monica C Israel telah mengkonfirmasi kasus Flurona pertama. Kasus ini merujuk pada seseorang yang terinfeksi flu dan Covid-19 secara bersamaan. Flurona pertama kali terdeteksi pada seorang wanita hamil yang belum melakukan vaksinasi Covid-19. Saat ini, wanita tersebut mengalami gejala yang ringan dan dirawat di […]

    Bisakah Mencegah Flurona dengan Vaksin Flu? Ini Jawabannya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Flurona Dapat Dicegah Jika Sudah Vaksin Flu dan Vaksin Covid

    Israel telah mengkonfirmasi kasus Flurona pertama. Kasus ini merujuk pada seseorang yang terinfeksi flu dan Covid-19 secara bersamaan. Flurona pertama kali terdeteksi pada seorang wanita hamil yang belum melakukan vaksinasi Covid-19. Saat ini, wanita tersebut mengalami gejala yang ringan dan dirawat di rumah Sakit Beilinson du Petah Tikva Israel.

    Ketua Satgas COVID-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Zubairi Djoerban memaparkan yang perlu diketahui dari Flurona adalah ini bukan varian baru dari COVID-19.2  Sangat sulit bagi tenaga kesehatan dan peneliti untuk menentukan gejala khusus yang dialami bila seseorang terkena Flurona, karena gejalanya hampir sama.

    Sahabat Sehat, apakah yang dimaksud dengan Flurona? Mari simak penjelasan berikut.

    Bagaimana Seseorang Dapat Menderita Flurona?

    Influenza dan COVID-19 dapat ditularkan melalui cipratan air liur penderita nya. Menurut Centers of Disease Control and Prevention, seseorang dapat dengan mudah terpapar kedua jenis virus ini secara bersamaan sebab ketika seseorang terinfeksi influenza dapat menurunkan sistem imun turun yang berimbas pada meningkatnya resiko terinfeksi Covid-19.

    Lihat Juga: Infeksi Covid yang Disertai Infeksi Flu

    Virus Covid-19 memiliki virulensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan infeksi virus influenza, dengan infeksi paru-paru dan kerusakan paru-paru dan juga tingkat kematiannya. Para peneliti mengatakan bahwa infeksi influenza dan Covid-19 secara bersamaan dikaitkan dengan peningkatan rawat inap dan juga tingkat kematiannya.

    Dalam salah satu penelitian yang dilakukan pada tahun 2021, diketahui bahwa virus influenza AH1N1 adalah salah satu virus yang paling sering terdeteksi pada penderita Covid-19 di Arab Saudi. Diketahui sebanyak 2 per 3 pasien kritis Covid-19 meninggal akibat infeksi bersamaan antara Covid-19 dan influenza A H1N1. 

    Salah satu penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan menunjukan bahwa dengan masuknya virus influenza di dalam tubuh dapat memudahkan virus Covid-19 menyebar dalam tubuh. Reseptor ACE-2 merupakan salah satu reseptor yang digunakan virus Covid-19 untuk masuk ke dalam tubuh, dan diketahui bahwa jumlahnya meningkat sebagai respon terhadap masuknya virus influenza.

    Gejala yang Ditimbulkan

    Covid-19 memiliki gejala yang mirip dengan flu. Bedanya Covid-19 cenderung menyebabkan keparahan. Namun demikian, tetap saja ada beberapa perbedaan gejala antara Covid dengan flu. Selain itu, Flurona juga memiliki gejala yang perlu diwaspadai. Lihat Juga: Gejala Omicron Mirip Flu Biasa

    Gejala Covid-19

    Sahabat Sehat, berikut adalah gejala Covid-19 yang paling umum :

    • Demam
    • Batuk kering
    • Kelelahan
    • Kehilangan kemampuan indera penciuman dan pengecap rasa

    Gejala Covid-19 yang tidak terlalu umum :

    • Nyeri otot dan persendian
    • Sakit tenggorokan
    • Diare
    • Konjungtivitis atau peradangan pada mata
    • Sakit kepala
    • Ruam pada kulit atau perubahan warna pada jari tangan dan kaki

    Gejala Covid-19 yang serius, yakni :

    • Napas pendek hingga sulit bernapas
    • Nyeri dada
    • Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak

    Sejumlah ahli mengungkapkan bahwa dengan melakukan vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan keparahan penyakit.

    Gejala Flu

    Berikut ini gejala flu, yakni:

    • Demam
    • Nyeri otot
    • Kedinginan dan keringat
    • Sakit kepala
    • Batuk kering
    • Sesak nafas
    • Kelelahan
    • Hidung berair dan tersumbat
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit mata.5

    Gejala Flurona

    Gejala Flurona merupakan gejala kombinasi antara Covid-19 dan Flu yang kurang lebih hampir sama. Namun apabila seseorang menderita Flurona, dikhawatirkan gejalanya akan lebih parah yaitu kemungkinan terjadinya peradangan paru (pneumonia), dan infeksi otot jantung (Miokarditis) yang dapat menyebabkan kematian.

    Cara Pencegahan Flurona

    Saat ini banyak sekali pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, termasuk salah satunya adalah vaksinasi Covid-19 dan vaksin Influenza. Selain itu, Sahabat Sehat dapat melakukan berbagai hal berikut:

    • Menggunakan masker 
    • Menghindari kontak dekat dengan orang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter atau 6 kaki
    • Menghindari keramaian di ruangan yang berventilasi buruk
    • Menerapkan etika batuk dan bersin
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
    • Membersihkan dan mendesinfeksi permukaan atau benda yang mungkin sering dipegang dan terkontaminasi virus penyebab flu atau Covid-19.

    Lantas apakah flurona bisa dicegah dengan vaksin influenza?

    Berdasarkan penelitian sejauh ini, seseorang yang sudah menerima vaksin flu dan vaksin covid akan kecil risikonya mengalami gejala parah saat terpapar kedua jenis virus tersebut. Meski demikian, vaksin tidak boleh berdiri sendiri. Artinya, untuk mencegah Flurona tidak bisa hanya dengan vaksin flu saja, atau hanya dengan vaksin covid saja.

    Oleh sebab itu, pastikan untuk menerima vaksin covid dan juga mengambil vaksinasi flu. Untuk mendapatkan vaksinasi flu terdekat, silahkan gunakan layanan berikut ini: Layanan Vaksin Flu ke Rumah

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai Flurona yang merupakan infeksi bersamaan influenza dan Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. CNBC Indonesia. Kasus Pertama Flurona di Dunia Dari Israel
    2. CNN Indonesia. Kenali Gejala Flu dan Covid-19, Antisipasi Flurona
    3. Strick K. Flurona: what we know so far about the rare new double infection
    4. Miller K. COVID-19 and flu co-infection isn’t common, but doctors say more cases could be coming
    5. Stacey M. Flurona: Yes, you can get COVID-19 and flu at the same time
    6. Walker M. ‘Flurona’: When you’re hit with double whammy infections of flu

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Tidak jajan sembarangan menjadi salah satu cara mencegah hepatitis A. Namun hal ini sulit dilakukan oleh orang yang suka kulineran. Untungnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap sehat sambil jajan makanan dan minuman di berbagai tempat. Nah Sahabat Sehat, bagaimana […]

    Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mencegah Hepatitis A Penting Bagi Sahabat Sehat yang Senang Jajan Makanan di Luar

    Tidak jajan sembarangan menjadi salah satu cara mencegah hepatitis A. Namun hal ini sulit dilakukan oleh orang yang suka kulineran. Untungnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap sehat sambil jajan makanan dan minuman di berbagai tempat.

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana mencegah terinfeksi hepatitis A bagi yang sering makan diluar ? Mari simak penjelasan berikut ini:

    Penyebab Hepatitis A

    Terdapat beberapa jenis dari virus hepatitis, namun salah satu yang sering ditemukan akibat sanitasi yang buruk adalah penyakit hepatitis A. Hepatitis A merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Data dari World Health Organization mengatakan bahwa pada tahun 2016 terdapat 7.134 orang yang meninggal akibat hepatitis A diseluruh dunia.

    Penyakit hepatitis A kerap ditemukan pada negara berkembang yang memiliki tingkat sanitasi kurang baik.Makanan dan minuman yang kotor akibat sanitasi yang buruk dapat menularkan berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit tersebut dapat berupa tifoid, diare hingga hepatitis. 

    Gejala Hepatitis A

    Gejala yang dapat diakibatkan hepatitis A, yakni demam, mual muntah, diare, nyeri perut, pegal-pegal, hingga warna kulit menjadi kuning.

    Pemeriksaan laboratorium dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis hepatitis A. Hasil tes darah yang menunjukan adanya antibodi terhadap virus hepatitis A, dapat menegakkan diagnosis bahwa seseorang terinfeksi hepatitis A.

    Cara Mencegah Hepatitis A saat Kulineran

    Virus hepatitis A menular dengan cara fecal – oral, yaitu dari feses penderita hepatitis A yang kemudian masuk ke tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terpapar kotoran akibat sanitasi yang buruk. Bisa juga karena seseorang berjalan tanpa alas kaki di daerah yang masih kurang baik dalam hal sanitasi.

    Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit hepatitis A:

    Rajin Mencuci Tangan

    Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir pada saat sebelum dan sesudah makan, untuk membunuh virus yang mungkin terdapat pada tangan Sahabat Sehat sehingga transmisi melalui makanan dapat dihindari.

    Bersihkan Buah dan Sayur

    Buah dan sayur yang dibeli mungkin sebelumnya terpapar oleh kotoran yang mengandung hepatitis A. Bersihkan dahulu sebelum mengkonsumsi buah dan sayuran yang mentah.

    Hindari Makanan Mentah

    Lebih baik lagi untuk menghindari makanan-makanan mentah. Masak terlebih dahulu makanan Sahabat Sehat. Dengan demikian, kuman, virus, dan parasit mati dan tidak membahayakan tubuh.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Vaksin untuk virus hepatitis A sudah tersedia. Sahabat Sehat dapat melakukan vaksinasi untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis A. IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A setelah anak berusia 2 tahun dalam 2 dosis. Dosis ke-2 diulang setelah 6 bulan sampai 12 bulan berikutnya, namun bagi Sahabat Sehat yang sudah dewasa dan senang kulineran juga bisa mengambil vaksin hepatitis A sehingga risiko terkena hepatitis A menjadi lebih rendah.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah

    Jangan Berbagi Barang Pribadi

    Berbagai kulineran di luar mungkin akan menawarkan anda sendok logam. Walaupun terlihat bersih, namun bisa jadi sendok tersebut tidak higienis. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk hanya menggunakan sendok sekali pakai atau membawa sendok dan sedotan pribadi dari rumah. Jangan meminjamkan barang tersebut kepada orang lain.

    Itulah beberapa cara mencegah hepatitis A yang perlu dilakukaan, khususnya oleh mereka yang suka jajan atau kulineran di berbagai tempat. Jika memiliki pertanyaan seputar hepatitis A, segera manfaatkan layanan konsultasi dokter gratis yang bisa didapatkan di Prosehat.

    Referensi

    1. Iorio N, John S. Hepatitis A
    2. World Health Organization. Hepatitis A
    3. Medline Plus Medical Encyclopedia. Preventing hepatitis A
    4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal Hepatitis A pada Anak
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Menjaga daya tahan tubuh menjadi cara mencegah batuk pilek paling efektif. Apalagi musim penghujan memang identik dengan batuk pilek. Sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu […]

    6 Cara Mencegah Batuk Pilek dan Flu Selama Musim Hujan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Menjaga Imunitas Tubuh Menjadi Cara Mencegah Batuk Pilek yang Paling Efektif

    Menjaga daya tahan tubuh menjadi cara mencegah batuk pilek paling efektif. Apalagi musim penghujan memang identik dengan batuk pilek. Sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu panas. Hal ini menyebabkan risiko flu dan batuk pilek jadi lebih tinggi di musim penghujan.

    Oleh sebab itu, beberapa pencegahan harus dilakukan agar tubuh tidak terkena pilek. Terutama bagi anak-anak yang sedang memasuki semester baru di sekolah. Juga bagi orang dewasa yang harus bekerja dengan kondisi fit agar pekerjaan bisa selesai dengan baik.

    Cara Mencegah Batuk Pilek saat Musim Hujan

    Sebenarnya perubahan cuaca tidak berperan langsung dalam menyebabkan seseorang sakit, namun virus penyebab flu dapat berkembang biak dengan mudah dan menyebar pada suhu udara yang lebih rendah. 

    Infeksi yang disebabkan oleh rhinovirus dapat menimbulkan pilek ringan. Namun pada kasus yang lebih parah, rhinovirus juga dapat menyebabkan penyakit kronis seperti pneumonia dan bronkitis terutama pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. 

    Virus ini umumnya akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung, namun karena di dalam rongga hidung terdapat mekanisme pertahanan yang dapat membantu tubuh melawan gangguan mikroba maka hidung akan mengeluarkan lendir sebagai salah satu bentuk pertahanan.

    Udara dingin saat musim hujan dapat menurunkan suhu di saluran hidung serta memperlambat pembersihan lendir. Akibatnya, virus akan bertahan lebih lama di rongga hidung dan berpotensi lebih besar untuk masuk ke dalam tubuh. Saat virus berhasil masuk ke dalam sistem pertahanan, maka sistem kekebalan tubuh akan mengambil alih melawan virus tersebut. 

    Secara umum Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut untuk mencegah pilek ketika musim hujan tiba, yakni:

    Rajin Mencuci Tangan

    Cuci tangan dengan benar dan sering merupakan langkah terpenting dalam mencegah penyebaran kuman, virus, maupun bakteri. Dengan menjaga diri Anda sendiri sehat, maka Anda juga turut mengurangi kemungkinan penyebaran kuman ke orang lain. Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

    • Basahi tangan dan oleskan sabun
    • Busakan sabun ke seluruh permukaan tangan dan gosok sekitar 20 detik
    • Bilas tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir
    • Keringkan tangan dengan udara atau handuk bersih

    Pastikan juga untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, merawat luka atau saat terluka, sebelum dan setelah makan, sebelum menyentuh wajah, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hidung, setelah menyentuh binatang, atau setelah menyentuh sampah. 

    Gunakan Hand Sanitizer

    Air dan sabun mungkin tidak akan selalu tersedia, maka Sahabat Sehat tidak memiliki pilihan lain untuk mencuci tangan selain menggunakan hand sanitizer. Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% agar tangan menjadi bersih. Berikut cara penggunaan hand sanitizer yang benar, yakni:

    • Tuang beberapa tetes (gel) atau semprotkan (cair) hand sanitizer ke salah satu telapak tangan
    • Gosok-gosokkan kedua tangan hingga gel tersebut menyebar
    • Gosong hingga hand sanitizer mengering
    • Lakukan gerakan gosok tersebut sekitar 20 detik

    Vaksinasi Influenza

    Sahabat Sehat mungkin mengira flu hanyalah penyakit ringan, namun perlu diketahui bahwa penyakit ini telah memakan korban hingga puluhan ribu orang setiap tahunnya dan ratusan ribu lainnya dirawat di rumah sakit. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki gangguan daya tahan tubuh,  serta berusia lebih dari 65 tahun, dianjurkan mendapatkan vaksin pneumonia untuk memberikan perlindungan terhadap komplikasi yang disebabkan oleh flu. 

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali dan menjadi cara mencegah batuk pilek yang sangat direkomendasikan, khususnya saat musim penghujan.

    Penuhi Asupan Vitamin

    Saat menyadari bahwa tubuh kekurangan vitamin atau mineral tertentu, Sahabat Sehat dianjurkan memenuhi asupan vitamin dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi maupun suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh misalnya vitamin C yang dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    Selain itu, vitamin C juga cukup mudah ditemukan di berbagai jenis makanan, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun jika dirasa masih kurang, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

    Gaya Hidup Sehat

    Dengan mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat, maka sistem kekebalan tubuh Sahabat Sehat juga akan tetap sehat. Artinya, tubuh akan menjadi lebih kuat dalam melawan serangan penyakit. Terapkan gaya hidup sehat, seperti mengkonsumsi makan makanan sehat, olahraga teratur, cukup tidur, dan menghindari pemicu stres akan membantu memperkuat sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

    Minum Air yang Cukup

    Cara mencegah batuk pilek serta flu jugga bisa dilakukan dengan meminum air putih setiap hari. Minum cukup air setiap hari akan membantu tubuh Sahabat Sehat berfungsi sebagaimana mestinya. Minumlah air putih minimal delapan gelas atau 2 liter per hari. Jika urin tampak berwarna kuning muda, artinya Sahabat Sehat telah cukup minum air. Sementara jika urin tampak berwarna kuning gelap, artinya Sahabat Sehat kurang minum air.

    Lihat Juga: Cara Mengatasi Karyawan yang Sering Sakit Flu

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai cara mencegah batuk pilek selama musim penghujan. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk mendapatkan layanan vaksinasi flu dari Prosehat, silahkan cek: Layanan Vaksinasi Flu Prosehat

    Referensi:

    1. Verywell Health. Simple Tips to Prevent Catching the Cold or Flu
    2. Sunshine Hospitals. Tips to Avoid Flu in Rainy Season
    3. Verywell Health. Can Cold Weather Make You Sick?
    4. WebMD. Ways to Boost Your Immune System
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Ditinjau oleh : dr. Monica C Rasa nyeri membuat sulit untuk menelan makanan. Gejala ini biasa disebut difagia. Penyebabnya banyak. Mulai dari radang hingga difteri. Masalah ini tidak boleh diabaikan, apalagi jika si kecil yang mengalami gejala ini. Kondisi nyeri saat menelan pada anak-anak tentu dapat menyebabkan anak menjadi […]

    Jangan Remehkan Nyeri Saat Menelan, Bisa Jadi Itu Difteri

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Ketika Anak Merasa Nyeri Saat Menelan Maka Bisa Jadi Itu Gejala Difteri

    Ketika Anak Merasa Nyeri Saat Menelan Maka Bisa Jadi Itu Gejala Difteri

    Rasa nyeri membuat sulit untuk menelan makanan. Gejala ini biasa disebut difagia. Penyebabnya banyak. Mulai dari radang hingga difteri. Masalah ini tidak boleh diabaikan, apalagi jika si kecil yang mengalami gejala ini.

    Kondisi nyeri saat menelan pada anak-anak tentu dapat menyebabkan anak menjadi rewel dan nafsu makannya menurun. Hal tersebut tentu kurang baik untuk tumbuh kembangnya. Salah satu penyebab nyeri menelan adalah akibat infeksi difteri, yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yaitu suatu bakteri gram positif anaerob.

    Risiko Kasus Difteri di Indonesia

    Difteri ditularkan melalui cairan pernapasan pasien yang terkena difteri. Pada daerah endemis difteri, 3%-5% orang sehat bisa menjadi pembawa kuman atau yang disebut karier. Kuman difteri hidup dalam debu atau udara luar sampai dengan 6 bulan. Pada tahun 2014, jumlah kasus difteri sebanyak 296 kasus dengan kasus meninggal 16 orang. Dari 22 provinsi yang melaporkan adanya kasus difteri, provinsi tertinggi ada di jawa timur yaitu 295 kasus yang berkontribusi sebanyak 74%.

    Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) mencatat bahwa ada 7097 kasus difteri dilaporkan diseluruh dunia pada tahun 2016. Diantara jumlah kasus tersebut, Indonesia menyumbang sebanyak 342 kasus.

    Sejak tahun 2011, Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat sebanyak 3353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai 2016 sehingga dengan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3353 orang yang menderita difteri diketahui 110 diantaranya meninggal dunia, hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi lengkap.

    Penularan Penyakit Difteri

    Penularan difteri terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

    • Percikan ludah (dari bersin dan batuk)
    • Menyentuh borok atau luka penderita difteri

    Penularan umumnya terjadi di daerah dengan lingkungan pada penduduk dan kebersihan lingkungannya tidak terjaga dengan baik.

    Gejala Difteri Pada Anak

    Kesulitan menelan belum tentu karena difteri. Gejala sulit menelan ataupun rasa nyeri saat menelan bisa disebabkan oleh beberapa sebab. Misalnya radang tenggorokan, ada radang amandel, adanya abses (penumpukan nanah) di rongga tenggorokan, dan ada tumor pada rongga mulut/tenggorokan.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk memeriksakan ke dokter untuk mencari tahu apa penyebab si kecil merasa nyeri saat menelan makanan. Atau setidaknya cari tahu apakah si kecil benar-benar mengalami difteri dengan melihat gejala lain yang muncul selain nyeri saat menelan.

    Gejala difteri umumnya akan muncul sekitar 2-5 hari setelah si kecil terinfeksi kuman penyebab difteri.  Sebagian anak mungkin tidak menunjukkan gejala apapun termasuk demam. Namun, sebagian lagi akan mengalami gejala yang sangat ringan seperti gejala flu. Berikut adalah berbagai gejala difteri yang dapat dialami Si Kecil, yaitu:

    • Selaput warna putih keabu-abuan pada tenggorokan dan amandel
    • Demam (kerap diiringi pilek)
    • Sulit bernapas dan suara serak
    • Nyeri pada tenggorokan (dan terutama saat makan)
    • Detak jantung meningkat
    • Mengi (suara seperti siul saat menarik atau menghembuskan napas)
    • Pembesaran kelenjar getah bening di leher
    • Pembengkakakn pada langit-langit mulut
    • Berkeringat dingin

    Butuh Layanan Dokter Anak? Manfaatkan: Layanan Dokter Anak ke Rumah

    Segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jangan biarkan menunda penanganan karena difteri dapat menjadi komplikasi difteri yang tentunya akan berbahaya untuk anak.

    Komplikasi Difteri Pada Anak

    Komplikasi yang dapat dialami akibat racun dari kuman difteri dapat sangat berbahaya. Difteri dapat mengganggu kerja beberapa organ pada tubuh, termasuk pada:

    • Otot dan juga katup jantung
    • Gangguan irama jantung
    • Tertutupnya saluran pernapasan oleh selaput (pseudomembran)

    Baca Juga: Tips Cegah Anak Terinfeksi Difteri

    Untuk mencegah komplikasi dan bahaya dari difteri pada anak, kasus difteri harus ditangani segera yakni dengan pemberian obat-obatan. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik seperti penisilin untuk membantu mengatasi kuman difteri dalam tubuh.

    Pencegahan Difteri

    Pencegahan difteri dapat dilakukan dengan cara pemberian vaksin difteri. Pada anak, biasanya vaksinasi difteri diberikan dalam bentuk kombinasi DPT-HB-Hib. Vaksinasi ini dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit menular seperti difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, meningitis dan pneumonia yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe B.

    Pemberian vaksinasi dasar ini wajib diberikan bagi anak-anak sebanyak 3 kali yaitu pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan. Pemberian vaksinasi difteri lanjutan diberikan dalam bentuk vaksinasi Td yaitu kombinasi vaksinasi tetanus dan difteri yang diberikan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS yaitu pada usia 5 tahun dan bagi yang berusia diatas 12 tahun diberikan vaksinasi Td/Tdap yang dapat diberikan selama 10 tahun sekali.

    Butuh imunisasi difteri untuk anak ataupun vaksin difteri untuk dewasa?
    Dapatkan layanan vaksinasi difteri: Pesan Layanan Vaksin Difteri Sekarang

    Referensi

    1. Hartoyo E. Difteri Pada Anak. Sari Pediatri. 2018;19(5):300.
    2. Dinas Kesehatan Kulon Progo. DIFTERI [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Kulon Progo. 2021 [cited 15 December 2021].
    3. Latupeirissa D. RS Pondok Indah [Internet]. Indonesia : RS Pondok Indah Group. 2021 [cited 15 December 2021].
    4. Pearl B. Diphtheria (for Parents) [Internet]. Indonesia : Kids Health.org. 2021 [cited 15 December 2021].
    5. Zingman B, Watson L, Fraser M. Diphtheria in Children [Internet]. USA : University of Rochester Medical Center. 2021 [cited 15 December 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Vaksin combo DPT Hib Hepatitis sangat penting bagi kesehatan anak. Sayangnya masih banyak anak yang belum menerima vaksin sejak lahir. Hal ini menyebabkan anak beresiko tertular penyakit akibat tidak adanya sistem kekebalan tubuh alami yang melindungi dari penyakit tertentu.  Data dari Direktorat Pencegahan […]

    Semua Tentang Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis untuk Anak

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemberian Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis Pada Bayi Usia 5 Bulan

    Pemberian Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis Pada Bayi Usia 5 Bulan

    Vaksin combo DPT Hib Hepatitis sangat penting bagi kesehatan anak. Sayangnya masih banyak anak yang belum menerima vaksin sejak lahir. Hal ini menyebabkan anak beresiko tertular penyakit akibat tidak adanya sistem kekebalan tubuh alami yang melindungi dari penyakit tertentu. 

    Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2016 tercatat sebanyak 1,7 juta orang anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

    Pentingnya Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis

    Imunisasi adalah kegiatan pemberian kekebalan pada seseorang agar terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi, yaitu polio, difteri, tetanus, pertussis, tuberkulosis, campak, hepatitis B, hepatitis A, influenza, meningitis akibat haemophilus tipe B.2

    Imunisasi mengandung zat (kuman, racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan) yang merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi spesifik yang dapat bertahan dalam jangka waktu tertentu untuk melawan kuman maupun bakteri yang menginfeksi ke dalam tubuh dikemudian hari.3

    Upaya pencegahan penyakit menular harus dapat dilakukan sedini mungkin. Bayi yang berusia 0-12 bulan harus mendapatkan delapan jenis imunisasi, yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Hib, PCV dan campak dalam 16 kali suntikan. Dengan banyaknya suntikan maka akan membuat semakin padatnya jadwal vaksinasi yang harus diberikan pada seorang anak. Selain itu, akan bertambahnya jumlah kunjungan yang mempengaruhi besarnya biaya yang harus disiapkan dan menambah rasa kurang nyaman bagi anak dan juga orang tua. Imunisasi kombinasi mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu kali suntikan saja. 

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) menyetujui penggunaan imunisasi yang dapat digabungkan dengan didukung berbagai bukti klinis dan terbukti tidak mengurangi potensi dan keamanan imunisasi bila diberikan bersamaan.

    Imunisasi kombinasi atau disebut juga imunisasi combo, yang terdiri dari DPT-Hepatitis B dan HiB (Haemophilus influenza B) mengandung kuman penyebab difteri, tetanus, hepatitis B rekombinan, haemophilus influenza B. Imunisasi combo dari vaksin combo DPT Hib Hepatitis dapat memberikan manfaat terhindar dari berbagai penyakit berikut:

    Difteri

    Infeksi bakteri pada tenggorokan dan saluran pernapasan, yang dapat menyebabkan kesulitan bernafas. Jika anak mengalami difteri, akan ada selembar materi tebal dan abu-abu menutupi bagian belakang tenggorokan. Hal ini akan membuat si kecil sulit bernapas.

    Tetanus

    Penyakit yang menyerang sistem saraf akibat infeksi pada luka yang terkontaminasi bakteri penyebab tetanus. Tetanus sangat berbahaya. Penyakit ini menyebabkan kontraksi otot yang menyakitkan, terutama pada rahang dan leher. Hal ini dapat mengganggu kemampuan untuk bernapas, dan akhirnya menyebabkan kematian.

    Pertussis

    Penyakit yang menyerang sistem pernapasan, ditandai dengan batuk berat dan kesulitan bernapas. Gejala berat dan serius akan tampak pada anak berusia dibawah 1 tahun.

    Hepatitis B

    Infeksi hepatitis B menyerang hati dan ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh penderita hepatitis B seperti cairan sperma, vagina, serta dari ibu hamil ke janin.

    Haemophilus Influenza B

    Infeksi bakteri yang menyebabkan radang pada selaput otak (meningitis) dan peradangan epiglotis di belakang tenggorokan (epiglottitis).

    Jadwal Imunisasi Kombinasi DPT Hib Hepatitis

    Sahabat Sehat, imunisasi kombinasi DPT-Hepatitis B- Haemophilus Influenza B dapat diberikan kepada bayi dalam tiga dosis yaitu :

    • Dosis pertama diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan
    • Dosis kedua diberikan ketika sudah berusia 5 bulan
    • Dan pemberian dosis yang terakhir diberikan ketika bayi berusia 6 bulan

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Sahabat Sehat, dimasa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, ini Rinciannya [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. 2020 [updated 2020 Jan 09; cited 2021 Sep 21].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Vaksin Kombinasi [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014 [updated 2014 April 15; cited 2021 Sep 15].
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2021 [updated 2021 Jan 29; cited 2021 Sep 21].
    4. Orami. Kapan Harus Memberikan Imunisasi Pentabio untuk Bayi? Berikut Penjelasannya [Internet]. Indonesia : Orami.co.id. 2021 [updated 2021 July 11; cited 2021 Sep 21].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh : dr. Monica C Penyakit yang sering dialami lansia sangatlah beragam. Mulai dari penyakit ringan, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengetahui apa saja jenis penyakit yang biasanya akan muncul saat memasuki usia lanjut sangatlah penting. Dengan mengetahui apa saja penyakit yang berisiko muncul saat memasuki […]

    Penyakit yang Sering Dialami Lansia dan Cara Mencegahnya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia Dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lansia

    Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia

    Penyakit yang sering dialami lansia sangatlah beragam. Mulai dari penyakit ringan, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengetahui apa saja jenis penyakit yang biasanya akan muncul saat memasuki usia lanjut sangatlah penting. Dengan mengetahui apa saja penyakit yang berisiko muncul saat memasuki lansia, persiapan bisa dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit tersebut.

    Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi.

    Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai 26,20%. Namun pada tahun 2020, Indonesia berhasil mencapai titik terendah untuk angka kesakitan lansia yaitu sebanyak 24,35%, angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 24 dari 100 lansia mengalami sakit dalam sebulan terakhir.

    Penyakit yang Sering Dialami Lansia

    Pada umumnya, penyakit yang dialami lansia merupakan penyakit yang tidak menular dan bersifat degeneratif. Artinya, penyakit yang disebabkan karena adanya faktor dan proses penuaan. Seperti misalnya penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, rematik dan cedera. Penyakit tersebut bersifat kronis, menyebabkan disabilitas atau kecacatan pada lansia dan berbiaya besar.

    Kesadaran lansia terhadap keluhan kesehatan yang diderita sudah cukup baik. Mayoritas lansia mengobati keluhan kesehatan dengan mengobati diri sendiri atau berobat jalan sebanyak 96,12%. Namun masih ada sekitar 4 dari 100 orang lansia yang enggan mengobati keluhan kesehatannya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit yang sering dialami oleh lansia yaitu:

    Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang sering dialami lansia dimana sebanyak 54% lansia mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi saat jantung memompa darah dengan kuat namun pembuluh darah sempit sehingga aliran darah menjadi tertahan sehingga tekanan pada pembuluh darah menjadi tinggi. Hipertensi  dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya seperti stroke dan serangan jantung. Berikut ini hal yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah, antara lain :

    • Menjaga berat badan agar tetap normal
    • Mengendalikan stress
    • Batasi konsumsi alkohol dan juga garam
    • Olahraga secara teratur
    • Periksa tekanan darah secara teratur ke fasilitas kesehatan terdekat

    Kadar Kolesterol Tinggi

    Sebanyak 47% lansia mengalami kadar kolesterol tinggi didalam darah, hal ini dapat menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan pembekuan darah sehingga memicu gangguan jantung. Berikut ini gaya hidup yang dapat mengurangi resiko tingginya kolesterol darah:

    • Hindari merokok dan juga mengkonsumsi alkohol
    • Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur
    • Kendalikan berat badan 
    • Hindari makanan yang mengandung lemak berlebih.

    Artritis

    Sebanyak 31% lansia mengalami penyakit peradangan pada sendi atau yang disebut dengan artritis, yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada sendi. Artritis menjadi penyakit yang sering dialami lansia wanita. Khususnya biasanya terjadi pada wanita berusia lebih dari 60 tahun keatas.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya artritis :

    • Olahraga secara teratur selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu seperti aerobic, dan pemanasan ringan 
    • Mengendalikan berat badan agar meringankan beban sendi kaki dalam menopang berat badan.
    • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera sendi
    • Hindari merokok

    Penyakit Jantung Koroner

    Sebanyak 29% lansia mengalami penyakit jantung koroner yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen untuk memompa darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan plak ini berasal dari kolesterol yang menumpuk di dalam pembuluh darah secara bertahun-tahun sehingga menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya:

    • Hindari mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, gula dan garam
    • Tidur minimal 7 jam setiap malam
    • Management stress
    • Olahraga kardio secara teratur seperti jalan pagi, berlari, berenang atau bersepeda

    Diabetes

    Diketahui sekitar 27% lansia menderita diabetes, yang diakibatkan karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau tubuh resisten terhadap insulin sehingga menyebabkan gula darah terlampau tinggi didalam darah. Akibatnya kadar gula darah meningkat dan tubuh kekurangan energi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

    Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah naiknya gula darah, antara lain :

    • Makan makanan sehat, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung gula, karbohidrat dan kalori.
    • Olahraga minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
    • Turunkan berat badan sebanyak 5-7% dari berat badan saat ini apabila sudah termasuk pre-diabetes.

    Gangguan Ginjal

    18% pasien lansia mengalami gangguan ginjal kronis atau CKD (Chronic Kidney Disease) atau menurunnya fungsi ginjal seiring bertambahnya usia. Pasien dengan CKD memiliki resiko lebih besar juga timbulnya gagal ginjal dan gagal jantung. Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya CKD :

    • Mengenal apa saja faktor yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal misalnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tak terkontrol.
    • Memeriksakan secara rutin fungsi ginjal, dengan tujuan mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan ginjal.

    Gangguan Jantung

    Sekitar 14% lansia diketahui menderita gangguan jantung yang menyebabkan pasokan darah dan juga nutrisi ke organ tubuh tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi jantung mungkin akan membesar, memompa darah lebih cepat dibanding dengan yang tubuh butuhkan sehingga akan menimbulkan gejala seperti cepat lelah, nyeri kepala, mual kebingungan dan menurunnya nafsu makan.

    Satu-satunya cara mencegah terjadinya gangguan jantung adalah dengan memeriksakan kesehatan jantung secara berkala dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

    Depresi

    Penyakit yang sering dialami lansia berikutnya adalah depresi. Sekitar 14% lansia mengalami depresi dengan gejala perasaan sedih, merasa tidak berdaya, kelelahan yang berkepanjangan, sulit untuk menentukan tujuan atau sulit mengambil keputusan, kehilangan nafsu makan, kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas.

    Banyak hal yang dapat dihindari agar tidak terjadi depresi saat lansia, antara lain :

    • Management level stress dengan meditasi, berbicara dan berbagi masalah yang sedang dialami dengan kerabat terdekat.
    • Makan makanan sehat dan teratur. Makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat berpengaruh pada mood, selain itu, makanan yang sehat dapat meningkatan pelepasan hormon endorphin (hormon bahagia). 
    • Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol serta makanan manis.
    • Olahraga yang teratur
    • Berkonsultasi dengan dokter apabila sudah mengalami gejala depresi seperti gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

    Lihat Artikel Lainnya: Manfaat Pergi Berlibur

    Penyakit Alzhaimer

    Sebanyak 11% lansia mengalami alzheimer atau penyakit demensia tipe lainnya, yang ditandai dengan hilangnya daya ingat dan kemampuan berpikir serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Demensia bukan merupakan penyakit akibat proses penuaan, tetapi disebabkan karena adanya perubahan fungsi otak dari waktu ke waktu. Faktor yang memperbesar terjadinya resiko demensia antara lain keturunan, riwayat keluarga yang mengalami alzheimer, gaya hidup (tidak terlalu banyak aktivitas fisik). 

    Untuk mengurangi resiko demensia, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti :

    • Meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga
    • Tidur cukup, minimal 7 jam per hari
    • Pilih makanan yang sehat (makanan junk food, dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan otak).

    Gangguan Pernapasan

    Sebanyak 11% lansia mengalami gangguan pernapasan berupa PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Penyakit ini merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan gejala batuk terus menerus, nyeri pada dada dan kesulitan bernapas serta nafas pendek. Penyebab PPOK antara lain merokok, perokok pasif, maupun akibat menghirup bahan kimia beracun dan debu yang dapat mengiritasi paru-paru.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis penyakit yang sering dialami lansia di seluruh dunia. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk kesehatan seperti multivitamin, pemeriksaan laboratorium, maupun konsultasi Dokter 24 Jam, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Referensi:

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di RS [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014 [cited 23 November 2021].
    2. Kata Data. Angka Kesakitan Lansia di Indonesia 2015-2019 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
    3. Ayu R. Cetak Rekor Terendah, Angka Kesakitan Lansia Jadi 24,35% pada 2020 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
    4. Madeline R. Vann M, Pat F. Bass III M. The 15 Most Common Health Concerns for Seniors [Internet]. USA : Everyday Health.com. [cited 23 November 2021].
    5. The National Council on Aging. The Top 10 Most Common Chronic Conditions in Older Adults [Internet]. USA : The National Council on Aging. 2021 [cited 23 November 2021].
    6. Daily Caring. 10 Most Common Chronic Diseases in Older Adults: Tips to Prevent and Manage [Internet]. USA : DailyCaring. 2021 [cited 23 November 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh: Redaksi Prosehat Ditinjau oleh: dr. Monica C Wajar untuk melepas emosi dengan menangis. Selain itu, ada beberapa manfaat menangis lainnya bagi kesehatan dan kecantikan wanita. Namun tentunya manfaat ini bisa didapatkan hanya jika intensitas menangis tidak berlebihan. Berdasarkan studi dari Frontiers in Psychology, menangis dapat melepaskan senyawa oksitosin dan endorphin dalam tubuh sehingga mampu […]

    7 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan dan Kecantikan Wanita

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Manfaat Menangis untuk Meredakan Stres Akan Makin Terasa Jika Ditemani Seseorang yang Siap Menjadi Pendengar

    Manfaat Menangis untuk Meredakan Stres Akan Makin Terasa Jika Ditemani Seseorang yang Siap Menjadi Pendengar

    Wajar untuk melepas emosi dengan menangis. Selain itu, ada beberapa manfaat menangis lainnya bagi kesehatan dan kecantikan wanita. Namun tentunya manfaat ini bisa didapatkan hanya jika intensitas menangis tidak berlebihan.

    Berdasarkan studi dari Frontiers in Psychology, menangis dapat melepaskan senyawa oksitosin dan endorphin dalam tubuh sehingga mampu membuat seseorang merasa lebih baik, meringankan sakit fisik, serta memperbaiki kondisi emosional. Hal tersebut mampu mempengaruhi kesehatan dan kecantikan seorang wanita.

    Manfaat Menangis Bagi Kesehatan dan Kecantikan

    Beberapa orang mungkin akan menahan air mata karena enggan terlihat lemah. Padahal secara ilmiah menangis adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang. Menangis juga akan memberi dampak baik bagi kesehatan fisik dan mental.

    Adapun manfaat menangis menurut berbagai penelitian antara lain adalah:

    Memulihkan Kesehatan Mental

    Emosi yang tertahan dapat menimbulkan stres. Hal ini tentu kurang baik bagi tubuh. Menangis dapat melepaskan racun dan hormon pemicu stres dari tubuh. Menangis juga memberi efek menenangkan sehingga benar-benar dapat membantu menjaga kesehatan mental karena seseorang yang menangis tubuhnya akan mengaktifkan sistem parasimpatis (PNS) yang membantu menjadi lebih rileks.

    Meningkatkan Kualitas Tidur

    Seseorang yang mengalami tekanan batin dan masalah pada mental akibat stres biasanya akan mengalami masalah susah tidur, ataupun gangguan tidur lainnya. Menangis untuk menghilangkan beban pikiran yang ada selama ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan demikian, setelah bangun tubuh akan terasa lebih segar.

    Ingin tidur lebih nyenyak, cek solusinya di sini: Aromaterapi Agar Tidur Lebih Nyenyak

    Menormalkan Tekanan Darah

    Menangis juga memiliki manfaat menormalkan tekanan darah. Pada orang dengan tekanan darah yang sedang tinggi, menangis dapat menurunkan tekanan darah. Bagi orang dengan tekanan darah rendah, menangis dapat membantu meningkatkan tekanan darah ke kondisi ideal.

    Menjaga dan Melindungi Lapisan Mata

    Selain tubuh, mata juga membutuhkan air untuk tetap terhidrasi. Saat menangis, air mata yang keluar akan membantu mata untuk terhidrasi kembali sehingga akan meningkatkan kemampuan dalam memfokuskan mata serta meningkatkan penglihatan secara keseluruhan.

    Selain itu, menangis juga bermanfaat dalam melindungi mata dari berbagai zat asing yang membahayakan, seperti debu, partikel kotoran, atau serbuk-serbuk kayu yang beterbangan. Partikel kecil tersebut dapat masuk ke mata dan menimbulkan iritasi, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada mata. Air mata juga mengandung senyawa lisozim, yakni bahan kimia antibakteri yang diproduksi secara alami oleh tubuh dalam melawan infeksi.

    Membersihkan Hidung

    Sebenarnya, saluran air mata terhubung ke bagian dalam hidung. Saat menangis, air mata tidak hanya akan membersihkan mata tetapi juga akan membersihkan saluran hidung dari berbagai zat yang dapat menyebabkan iritasi. Itulah sebabnya saat menangis hidung akan berair dan mengeluarkan lendir.

    Mengatasi Masalah Kulit

    Kulit mudah berjerawat? Manfaat menangis ternyata secara tidak langsung membantu memerangi jerawat di wajah. Air mata mengandung senyawa lisozim. Ketika menangis, tubuh meningkatkan produksi lisozim. Secara teori, lisozim dapat memerangi jerawat dan bakteri jahat yang biasanya membuat berbagai masalah kulit wajah.

    Membuat Wajah Lebih Cerah dan Segar

    Dengan menangis, stres akan berkurang, bahkan hilang. Selain itu, masalah di mata akan berkurang, tidur lebih nyenyak, kualitas hidup akan meningkat. Hal-hal tersebut akan membuat wajah lebih rileks sehingga akan tampil lebih cerah dan segar. Jadi ketika ada masalah berat, tidak apa-apa untuk menangis. Karena menangis bukan berarti lemah.

    Meski menangis merupakan hal normal dalam meluapkan emosi seperti kesedihan, kegembiraan, atau frustasi, serta memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, namun, kadang kala menangis juga menjadi tanda adanya depresi. Sahabat Sehat perlu mewaspadai jika mengalami keluhan berikut :

    • Sering menangis tanpa alasan yang jelas
    • Telah mempengaruhi aktivitas sehari-hari
    • Sulit berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau membuat keputusan
    • Merasa lelah dan kehilangan energi
    • Disertai rasa bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya
    • Merasa pesimis atau putus asa
    • Mempengaruhi kualitas tidur (sulit tidur atau bahkan terlalu banyak tidur)
    • Tidak nafsu makan atau makan berlebihan
    • Timbul keinginan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri

    Jika Sahabat Sehat atau orang sekitar mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya anjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Lihat Artikel Lainnya: Beda Muntah dan Gumoh

    Jika memerlukan bantuan konsultasi terkait masalah kesehatan mental, ataupun masalah lainnya yang membuat ingin menangis karena tidak tahu harus berkonsultasi ke mana, manfaatkan layanan konsultasi dokter dari Prosehat. Gratis dan ditangani oleh profesional, hubungi: Layanan Konsultasi Dokter Gratis

    Referensi:

    1. Penn Medicine. Why You Should Cry – 5 Reasons to Let It All Out [Internet]. USA : Penn Medicine; [cited 2021 Nov 17].
    2. Cleveland Clinic. Why We Cry and What Tears Are Made Of [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 17].
    3. Medical News Today. 8 benefits of crying: Why do we cry, and when to seek support [Internet]. USA : Medical News Today; [cited 2021 Nov 17].
    4. American Academy of Ophthalmology. Facts About Tears [Internet]. USA : American Academy of Ophthalmology; [cited 2021 Nov 17].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Gejala telapak kaki sering terasa panas seperti terbakar kemungkinan besar karena gangguan saraf tepi. Masalah ini harus segera diatasi. Jangan sampai masalah gangguan pada saraf tepi atau biasa disebut neuropati perifer semakin menjadi masalah yang serius. Karena jika dibiarkan, bisa saja terjadi […]

    Penyebab Telapak Kaki Sering Terasa Panas dan Solusinya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Telapak Kaki Sering Terasa Panas Kerap Dialami Penderita Diabetes

    Gejala telapak kaki sering terasa panas seperti terbakar kemungkinan besar karena gangguan saraf tepi. Masalah ini harus segera diatasi. Jangan sampai masalah gangguan pada saraf tepi atau biasa disebut neuropati perifer semakin menjadi masalah yang serius. Karena jika dibiarkan, bisa saja terjadi kelumpuhan.

    Oleh sebab itu, bagi Sahabat Sehat yang merasa memiliki gejala telapak kaki yang terasa panas seperti terbakar, maka sangat disarankan untuk mencari tahu penyebab masalah. Dengan demikian, Sahabat Sehat dapat menentukan tindakan lanjutan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

    Penyebab Telapak Kaki Sering Terasa Panas

    Umumnya gejala telapak kaki sering terasa panas terjadi karena adanya gangguan saraf tepi atau biasa disebut neuropati perifer. Neuropati Perifer biasanya dialami oleh penderita gula darah tinggi (diabetes melitus) karena adanya kerusakan saraf di bagian tepi yang biasanya terjadi pada saraf tungkai. Kerusakan saraf pada bagian tungkai menyebabkan saraf bagian tepi mengirim sinyal ke otak walaupun tidak ada luka pada tungkai.

    Neuropati sangat umum terjadi. Diperkirakan sebanyak 25%-30% penduduk Amerika Serikat menderita neuropati. Kondisi seperti ini mempengaruhi orang-orang pada berbagai usia. Namun, bertambahnya usia tentunya akan bertambah juga resiko terhadap gangguan saraf tepi ini. Diantara statistik lain yang sering dikutip, neuropati biasanya terjadi pada :

    • 60-70% penderita diabetes melitus
    • 30-40% orang yang sedang menjalani terapi kanker dan kemoterapi
    • 30% terjadi pada orang yang menderita gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS.3

    Walaupun masalah ini kerap terjadi, namun bukan berarti masalah gangguan saraf tepi harus dibiarkan. Pastikan untuk segera melakukan penanganan yang tepat sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat.

    Faktor Utama Penyebab Gangguan Saraf Tepi

    Diabetes dan penyalahgunaan alkohol merupakan penyebab tersering terjadinya gangguan saraf tepi. Namun ada juga faktor lain yang menjadi sumber masalah ini. Berikut adalah berbagai penyebab gangguan saraf tepi, yaitu :

    • Masalah diabetes
    • Gangguan ginjal kronis
    • Kekurangan vitamin B12, asam folat dan vitamin B6
    • Gangguan penyerapan vitamin B 
    • Efek samping minuman beralkohol
    • Gangguan hormon tiroid 
    • Penyakit lyme
    • HIV/AIDS
    • Efek penggunaan obat HIV yang berlebihan
    • Amyloid polyneuropati
    • Efek samping dari obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi
    • Kelebihan dosis B6amiodarone, isoniazid, dan metformin.
    • Keracunan logam berat seperti merkuri dan arsen
    • Vasculitis atau peradangan pembuluh darah
    • Sarkoidosis
    • Gangguan pembuluh darah arteri tepi (Peripheral Artery Disease)

    Diabetes tipe 1 dan 2 merupakan penyebab tersering terjadinya rasa panas dan terbakar pada telapak kaki. Gejala ini terjadi pada penderita diabetes karena adanya gangguan pada sistem saraf tepi tubuh (tungkai) terutama saraf perasa (sensorik) pada kaki dan tungkai.

    Kadar gula darah yang tinggi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tepi, terutama pada jangka panjang. Gula darah tinggi akan menghambat sinyal saraf ke otak serta melemahkan suplai darah yang mengandung oksigen ke saraf tepi.

    Untuk mengecek gula darah bisa dilakukan ke klinik yang menyediakan layanan pengecekan gula darah. bisa juga dengan melakukan pengecekan gula darah secara mandiri. Untuk melakukan pengecekan gula darah secara mandiri, Sahabat Sehat dapat membeli perlengkapan pengecekan gula darah melalui tautan berikut: Alat Cek Gula Darah

    Gejala Neuropati Perifer Bukan Hanya Telapak Kaki Terasa Panas

    Walaupun gejala telapak kaki yang terasa panas merupakan gejala gangguan saraf tepi namun bisa jadi telapak kaki terasa panas terjadi kerena faktor lainnya. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena aktivitas berjalan kaki yang berlebihan sehingga terjadi peradangan pada area telapak kaki (plantar fasciitis). Bisa juga karena penggunaan alas kaki yang tidak nyaman.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami dengan baik apa sebenarnya gejala pada seseorang dengan masalah gangguan neuropati perifer. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala gangguan pada sistem saraf tepi antara lain:

    • Sensasi terbakar atau panas pada telapak kaki
    • Mati rasa pada area tungkai atau telapak kaki
    • Paresthesia atau kesemutan
    • Nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk, berdenyut atau terbakar pada telapak kaki
    • Sensitif terhadap sentuhan
    • Gangguan koordinasi
    • Kelemahan otot hingga lumpuh
    • Munculnya gejala telapak kaki terasa terbakar meski tidak berjalan jauh
    • Telapak kaki terasa panas meski sudah menggunakan alas kaki yang nyaman

    Penanganan Neuropati Perifer

    Pemeriksaan ke dokter sangat diperlukan untuk mengatasi masalah gangguan saraf tepi. Pemeriksaan ke dokter dan pengobatan medis perlu segera dilakukan jika mengalami beberapa gejala berikut:

    • Rasa nyeri yang hebat, kesemutan sampai mati rasa pada kaki
    • Tubuh terasa lemah dan hilangnya keseimbangan tubuh
    • Luka pada kaki yang tidak disadari penyebabnya

    Jika membutuhkan konsultasi dokter terkait masalah Neuropati Perifer, Sahabat Sehat bisa memanfaatkan layanan konsultasi dokter gratis dari ProSehat. Konsultasi sekarang: Layanan Konsultasi Dokter Gratis

    Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya gangguan saraf tepi pada telapak kaki.

    Lihat Artikel Lainnya: PPKM Level 3 Nataru Batal

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai gangguan saraf tepi yang dapat menyebabkan telapak kaki sering terasa panas serta solusi mengatasinya. Bagi penderita kencing manis (diabetes) dianjurkan memantau kadar gula darah secara rutin untuk meminimalisir komplikasi, salah satunya adalah gangguan saraf tepi.

    Referensi:

    1. Robinson J, Hoffman M. Burning in Feet: Causes and Treatments [Internet]. USA : WebMD. 2020 [cited 15 November 2021].
    2. Morrison W, Hecht M. Burning in Feet: 15 Causes, Home Remedies, in Diabetes, and More [Internet]. USA : Healthline. 2019 [cited 15 November 2021].
    3. Cleveland Clinic. Neuropathy (Peripheral Neuropathy) [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2019 [cited 15 November 2021].
    4. Cleveland Clinic. Burning Feet Syndrome (Grierson-Gopalan Syndrome) [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2018 [cited 15 November 2021].
    5. Mayo Clinic. Peripheral neuropathy – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [cited 15 November 2021].
    6. Han S, Carey E. Peripheral Neuropathy: Symptoms, Causes, and More [Internet]. USA : Healthline. 2021 [cited 15 November 2021].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam