Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 51–60 of 1124 results

  • Feses berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan faktor makanan yang Sahabat Sehat konsumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan gejala dari suatu penyakit.  Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan feses berwarna gelap, serta solusi terbaik jika Sahabat Sehat mengalami masalah ini. Penyebab Feses Berwarna Gelap Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, […]

    5 Jenis Penyakit dengan Ciri Keluar Feses Berwarna Gelap

    Gangguan Fungsi Hati Menyebabkan Feses Berwarna Gelap Kehitaman

    Feses berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan faktor makanan yang Sahabat Sehat konsumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan gejala dari suatu penyakit. 

    Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan feses berwarna gelap, serta solusi terbaik jika Sahabat Sehat mengalami masalah ini.

    Penyebab Feses Berwarna Gelap

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, feses yang berwarna lebih gelap bisa disebabkan  akibat faktor makanan. Namun hal ini juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit. Makanan yang berwarna biru tua, ungu, maupun hitam seperti blueberry, suplemen tablet tambah darah yang mengandung zat besi, ataupun obat yang mengandung bismuth subsalicylate dapat menyebabkan feses berwarna gelap.

    Selain itu, berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan feses berwarna gelap :

    1. Pendarahan Saluran Cerna Bagian Atas

    Biasanya pendarahan saluran cerna bagian atas turut diikuti gejala seperti muntah darah atau muntah cairan hitam, kram perut, sesak nafas, pusing, dan mudah lelah. Perdarahan saluran cerna dapat disebabkan karena iritasi saluran cerna, infeksi pencernaan, ataupun efek samping obat-obatan.

    2. Sirosis Hati

    Sirosis hati atau disebut juga pengerasan hati dapat ditandai dengan feses yang berwarna  gelap, bahkan hitam seperti kopi. Pada kondisi sirosis ringan, warna feses mungkin masih seperti biasanya

    3. Radang Kerongkongan

    Peradangan pada kerongkongan, atau disebut juga Esofagitis kerap kali dialami penderita asam lambung akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Pada kasus peradangan kerongkongan, terjadi iritasi dan pendarahan di kerongkongan sehingga darah turun dan keluar bersama feses. Hal inilah yang menyebabkan warna feses berubah menjadi lebih gelap.

    4. Luka pada Usus Dua Belas Jari

    Usus dua belas jari dapat terluka akibat beberapa hal, misalnya infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Luka ini bisa semakin berat jika Sahabat Sehat mengkonsumsi obat pereda nyeri, kondisi psikis (stress, cemas), maupun akibat makanan yang asam. Luka pada usus dua belas jari dapat menyebabkan warna feses berubah menjadi lebih gela

    5. Kanker Saluran Cerna

    Salah satu gejala kanker pada saluran cerna adalah adanya perubahan warna feses. Namun, umumnya disertai keluhan lain seperti penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai hal penyebab feses berwarna gelap. Deteksi dini dapat membantu Sahabat Sehat mendapatkan penanganan lebih cepat, sehingga meminimalisir komplikasi. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut silahkan klik fitur chat yang tersedia di pojok kanan bawah halaman ini, atau hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Penulis: R. Ivan
    Ditinjau Oleh: Dr. Monika Chyntia

    Referensi
    Niddk – Mengenai Gastrointestinal Bleeding. Sesuai konten pada 26 Juli 2021
    Medlineplus – Dengan Judul “Black or tarry stools”. Sesuai konten pada 26 Juli 2021

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut. Berapa Lama Waktu […]

    Sering Susah Tidur ? Coba Lakukan Tips Berikut

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    tidur sehabis makan sahur

    Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut.

    Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal ?

    Sahabat Sehat, secara umum bagi orang dewasa berusia 18-60 tahun membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam per hari. Sementara pada lansia berusia diatas 61 tahun keatas membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per hari. Selanjutnya pada kelompok anak, durasi tidur yang dibutuhkan tergantung dari usia anak. Rata-rata anak membutuhkan waktu tidur 8-10 jam atau lebih.

    Baca Juga : Duh Sering Susah Tidur Malam Hari Nih

    Penyebab Sulit Tidur

    Sulit tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal baik pengaruh kondisi fisik maupun kondisi psikis, seperti :

    • Menderita suatu kondisi medis

    Kondisi medis seperti gangguan jantung dan paru, gangguan sendi, maupun infeksi kronis, seperti hepatitis dan infeksi HIV/AIDS dapat berdampak pada kualitas tidur seseorang

    • Gangguan psikologis. 

    Contohnya depresi, gangguan cemas, gangguan bipolar, maupun gangguan kepribadian, diketahui berdampak pada kualitas tidur.

    • Efek samping obat. 

    Beberapa jenis obat, seperti obat antidepresan, obat golongan adrenergik (salbutamol, terbutaline, metilfenidat, dexamfetamin), kortikosteroid, dan golongan opioid (morfin, tramadol, kodein, oxycodone, dll) dapat mempengaruhi kualitas tidur.

    • Faktor genetik atau keturunan keluarga.
    • Pola hidup yang tidak teratur. 

    Sebagai contoh, waktu kerja yang tidak menentu, olahraga tidak teratur, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol, diperkirakan dapat berdampak pada kualitas tidur

    Baca Juga : 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang

    Tips Atasi Sulit Tidur

    Nah Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan di rumah untuk memperbaiki kualitas tidur:

    • Usahakan tidur di jam yang sama setiap hari
    • Ciptakan suasana tidur yang baik, seperti mengatur lampu, suasana lingkungan yang hening, dan suhu ruangan yang sejuk.
    • Baringkan diri di tempat tidur ketika sudah merasa mengantuk.
    • Hindari berbaring di tempat tidur sambil melakukan aktivitas lain, seperti bermain gadget, atau membaca. 
    • Batasi bermain ponsel atau komputer di malam hari
    • Hindari konsumsi minuman berkafein seperti teh, soda, kopi serta minuman beralkohol di malam hari
    • Hindari makan dan minum mendekati jam tidur. Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat menyebabkan naiknya asam lambung, sementara minum terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya keinginan buang air kecil.
    • Berolahraga teratur, minimal 30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu. Olahraga dapat mendukung proses metabolisme tubuh lancar dan menjaga kualitas tidur.
    • Batasi tidur siang. Tidur siang terlalu lama dapat mempengaruhi durasi tidur dimalam hari. Idealnya waktu tidur siang hanya 20-30 menit.
    • Kelola stress dengan baik

    Baca Juga : Tidur Anda Tetap Berkualitas

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara mengatasi sulit tidur yang cukup mudah dipraktekkan di rumah. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Valente S. Evaluating and Managing Insomnia: Non-pharmacological Treatments. Journal of Sleep Disorders & Therapy.2015;4(2):1-4.
    2. Cunnington D, Junge M. Clinical Updates Chronic insomnia: diagnosis and non-pharmacological management. British Medical Journal. 2016:1-6.
    3. Winkelman JW. Insomnia Disorder. The New England Journal of Medicine. 2015;375(15):1437-44.
    4. St-Onge MP, Mikic A, Pietrolungo. Effects of Diet on Sleep Quality. American Society for Nutrition. 2016;7:938-49.
    5. Centers for Disease Control and Prevention. How Much Sleep Do I Need? [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2017 March 02; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.cdc.gov/sleep/about_sleep/how_much_sleep.html
    6. Khatri M. 10 Tips to Beat Insomnia [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 30; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.webmd.com/women/guide/insomnia-tips

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak […]

    Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri ? Jangan Panik, Lakukan Latihan Pernapasan Berikut

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    gagal jantung kongestif

    Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak penjelasan berikut ini.

    Langkah Latihan Pernapasan

    Berikut beberapa langkah dalam melatih pola pernapasan bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani isolasi mandiri dirumah :

    • Tarik Nafas Dalam

    Sahabat Sehat dianjurkan menarik nafas dalam melalui hidung, lalu tahan selama 2 detik dan hembuskan melalui mulut. Gerakan ini dapat diulang sebanyak 4 hingga 5 kali.

    • Mobilisasi Otot Dada

    Gerakan ini bertujuan untuk melatih otot yang menempel pada dada, termasuk otot sisi samping, otot depan dan belakang dinding dada. Letakkan kedua tangan pada dada bagian samping, lalu tarik nafas panjang. Tekan perlahan dada mengikuti gerakan pernapasan pada saat membuang nafas.

    • Batuk Efektif

    Tarik nafas dalam lalu hembuskan seperti akan batuk, dengan posisi mulut terbuka. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga tiga kali. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat membuka mulut menganga dan tarik nafas dalam lalu hembuskan melalui mulut.

    Produk Terkait : Sesak Nafas

     

    • Gerakan Pursed Lip Breathing

     

    Siapkan tisu dan pegang dengan posisi di depan mulut, lalu tarik nafas dalam dan hembuskan udara ke arah tisu. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga 4-5 kali.

    • Gerakan AROM Exercise Ringan

    Gerakan seluruh anggota tubuh, seperti tangan, kaki, dan kepala yang diikuti dengan gerakan nafas ringan. Ulangi gerakan ini hingga 8-10 kali. Latihan ini bertujuan untuk melemaskan otot bahu, pundak, hingga kaki.

    • Jalan Sekitar Tempat Tidur

    Sahabat Sehat dianjurkan berjalan di sekitar tempat tidur, yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh. Ulangi gerakan ini sebanyak 5-10 kali.

    • Miring Kanan dan Kiri

    Ketika Sahabat Sehat berbaring, posisikan tubuh miring ke arah kanan, terlentang, dan ke arah kiri setiap 2 jam sekali.

    Baca Juga : Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah

    Tanda Bahaya Selama Isolasi Mandiri

    Selama Sahabat Sehat menjalani isolasi mandiri, sebaiknya persiapkan alat seperti termometer dan oksimeter untuk memantau suhu tubuh serta kadar saturasi oksigen dalam tubuh yang dapat dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan malam hari. Waspadai bila mengalami keluhan berikut selama isolasi mandiri :

    • Sulit menarik nafas
    • Frekuensi nafas dalam satu menit melebihi 20 x per menit
    • Dada terasa nyeri, atau batuk disertai nyeri dada
    • Demam (suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih) yang tak kunjung mereda meski sudah konsumsi obat
    • Bibir dan ujung jari tampak kebiruan atau ungu
    • Sulit makan dan minum
    • Kadar saturasi oksigen dalam tubuh mencapai 95% atau lebih rendah.

    Jika mengalami keluhan diatas, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

    Baca Juga : Posisi Proning untuk Mengatasi Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai latihan pernapasan untuk membantu mengatasi sesak nafas selama menjalani isolasi mandiri. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Azizah K. 5 Latihan Pernapasan Bagi Pasien COVID-19 untuk Redakan Sesak Napas [Internet]. Indonesia : Detik Health. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 22]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5634281/5-latihan-pernapasan-bagi-pasien-covid-19-untuk-redakan-sesak-napas/2
    2. Kawal Covid-19. Cara Isolasi Mandiri yang Benar [Internet]. Indonesia : Kawal Covid-19. 2021 [updated 2021 May 31; cited 2021 July 22]. Available from : https://kawalcovid19.id/content/1931/cara-isolasi-mandiri-yang-benar
    3. National Hospital Surabaya. Breathing Exercise Untuk Pasien Covid-19 Sesak Nafas? Jangan Panik [Internet]. Indonesia : Youtube National Hospital Surabaya. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.youtube.com/watch?v=kF4e6ju0WLk

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan […]

    Perlukah Pemeriksaan Kesuburan Bagi Pria ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan bagi pria ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai pentingnya pemeriksaan kesuburan bagi pria.

    Penyebab Ketidaksuburan Pria

    Sahabat Sehat, ternyata tidak hanya kondisi tubuh wanita saja yang penting untuk terjadinya proses kehamilan. Namun, kondisi tubuh pria turut berperan dalam proses kehamilan. Beberapa hal berikut dapat menyebabkan ketidaksuburan pada tubuh pria :

    • Kualitas sel sperma yang kurang baik

    Jumlah sel sperma yang kurang (oligozoospermia), tidak adanya sel sperma dalam cairan ejakulasi (azoospermia), maupun kelainan bentuk sperma dapat mengakibatkan  sulitnya terjadi proses pembuahan.

    • Ejakulasi retrograde.

    Kondisi ini menyebabkan sperma di ejakulasi ke dalam kandung kemih, sehingga sulit membuahi sel telur.

    • Kelainan bawaan, misalnya kelainan pada bentuk saluran sperma (vas deferens). Beberapa pria terlahir tanpa memiliki saluran sperma, sehingga hal ini berdampak pada sulitnya memiliki keturunan. 
    • Sumbatan pada organ reproduksi

    Adanya sumbatan pada testis maupun penis dapat mengakibatkan terhambatnya pengeluaran sel sperma saat ejakulasi

    • Antibodi anti-sperma

    Adanya antibodi dalam tubuh yang melawan sperma, sehingga sel sperma tidak dapat membuahi sel telur

    • Kelainan pada testis

    Sebagai contoh, infeksi pada testis, kanker testis, riwayat operasi pada testis, kelainan bawaan pada testis, trauma testis, maupun kelainan undescended testis (testis tidak turun ke skrotum) dapat mengakibatkan sulitnya proses pembuahan.

    • Kelainan hormon

    Kondisi rendahnya hormon testosteron, disebut sebagai Hipogonadisme yang berdampak pada penurunan produksi sel sperma. Kondisi ini dapat disebabkan akibat tumor, penggunaan obat terlarang, maupun kelainan bawaan Sindrom Klinefelter.

    • Obat-obatan

    Beberapa jenis obat, misalnya Sulfasalazine, antibiotik, kemoterapi, obat terlarang seperti mariyuana dan kokain, serta beberapa jenis obat herbal diketahui berdampak pada kesuburan pria.

    Baca Juga : 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Bagaimana Cara Mengetahui Kesuburan Pria ?

    Jika Sahabat Sehat ingin memastikan penyebab belum memiliki keturunan, sebaiknya lakukan pemeriksaan baik pada tubuh istri dan tubuh suami. Berikut beberapa pemeriksaan yang penting dilakukan untuk memastikan kesuburan seorang pria :

    • Pemeriksaan Fisik

    Pada pemeriksaan fisik dapat diketahui kelainan pada testis, misalnya varikokel (pelebaran pembuluh darah balik di testis), infeksi testis, maupun kelainan lainnya yang dapat terlihat saat diperiksa secara langsung.

    • Analisa Semen

    Pada pemeriksaan ini, cairan semen ditampung dan diperiksa kondisi sel spermanya. Akan dinilai jumlah, bentuk, serta kecepatan gerak sel sperma.

    • Pemeriksaan Hormon Testosteron

    Hormon testosteron berperan dalam produksi sel sperma. Adanya gangguan hormonal turut berperan pada kesuburan pria.

    Layanan Terkait : Paket Pemeriksaan Kesuburan Laki-laki Prodia Clinic

    • Pemeriksaan Antibodi Anti-Sperma

    Beberapa pria memproduksi antibodi yang abnormal sehingga melawan sel sperma saat proses membuahi sel telur. Pemeriksaan antibodi anti-sperma dapat mendeteksi kelainan ini sehingga dapat ditangani lebih lanjut.

    • Pemeriksaan Genetik

    Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang dapat berdampak pada sulitnya memiliki keturunan

    • Pemeriksaan Lainnya

    Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan, sebagai contoh adalah tes darah. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit diabetes, penyakit tiroid, infeksi menular seksual,maupun obat-obatan yang turut berdampak pada kesuburan pria.

     Layanan Terkait : Kimia Farma Lab Panel Kesuburan untuk Pria

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab ketidaksuburan pada pria dan beragam pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahuinya. Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat seperti beristirahat yang cukup, konsumsi buah dan sayur, hindari merokok, serta mengelola stress dengan baik.

    Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan kesuburan, segera manfaatkan layanan Prosehat yang bekerjasama dengan Prodia. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/male-fertility-tests
    2. Anna L. Tes Kesuburan yang Perlu Dilakukan Pria dan Wanita [Internet]. Indonesia : Kompas. 2018 [updated 2018 Sep 25; cited 2021 July 22]. Available from : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/25/083200020/tes-kesuburan-yang-perlu-dilakukan-pria-dan-wanita?page=all
    3. National Health Services. Infertility [Internet]. USA : National Health Services. 2020 [updated 2020 Feb 18; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/
    Read More
  • Bopeng, Kulit Tidak Mulus, Atau Hipertropi Kulit Karena Jerawat? Bagaimana Mengatasinya?

    Bekas jerawat sering kali meresahkan masyarakat terutama kaum hawa. Menurut teori, jaringan parut bekas jerawat terjadi akibat gangguan saat proses penyembuhan jerawat. Terbentuknya jaringan parut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu peningkatan atau hilangnya/rusaknya jaringan kolagen. Hilangnya/rusaknya jaringan merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, hal inilah yang menyebabkan adanya bopeng pada area bekas jerawat. Hal lain yang perlu diketahui adalah adanya 4 macam tipe jaringan parut bekas jerawat yaitu:

    a. Ice pick

    Merupakan parut yang sering ditemukan dengan tipe jaringan parut bekas jerawat yang sempit dan dalam. Kedalaman parut tipe ini biasanya kurang dari 2 mm. Dari permukaan tampak seperti kulit yang telah ditusuk oleh alat penusuk es, sehingga dinamakan tipe ice pick.

          

     

    b. Boxcar

    Merupakan tipe parut yang juga sering ditemukan dengan bentuk yang lebar, dapat dangkal (<0,5 mm) atau dalam (>0,5 mm), tepi vertikal yang tajam dan batas yang jelas berbentuk bulat atau oval (diameter 1,5-4 mm).  Tipe ini lebih lebar dibandingkan ice pick.

       

    c. Rolling

    Merupakan tipe parut yang dangkal, lebar yang tampak bergelombang dengan diameter > 4 mm.

      

    d. Hipertropi (penebalan jaringan parut).

    Merupakan tipe parut yang tampak meninggi, dan terdiri dari jaringan yang padat. Parut bekas jerawat tipe ini tumbuh lebih besar daripada aslinya. Namun, tipe parut ini termsuk jarang ditemukan, dan umumnya terjadi pada daerah punggung dan dada.

      

    Read More
  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan. Apa Itu […]

    Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, di masa kehamilan tentu perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter maupun bidan. Salah satu pemeriksaan yang diperlukan adalah tes darah untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat berdampak pada janin. Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai perlunya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan.

    Apa Itu TORCH ?

    TORCH adalah singkatan dari sekelompok penyakit infeksi yaitu Toxoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simpleks. Mari kita bahas satu per satu.

    Toksoplasmosis

    Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan pada feses kucing, maupun daging yang tidak dimasak dengan matang. Infeksi toksoplasmosis selama masa kehamilan dapat berdampak pada janin yaitu gangguan penglihatan dan pendengaran, retardasi mental, serta kejang.

    Baca Juga : Tes Kesehatan untuk Perempuan

    Rubella

    Rubella atau disebut juga cacar jerman, merupakan infeksi virus yang menyebabkan timbulnya bintik kemerahan pada kulit. Dampak pada janin jika ibu terinfeksi cacar jerman adalah keguguran, kematian janin dalam kandungan, lahir prematur, gangguan jantung, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta tumbuh kembang terhambat. 

    Cytomegalovirus

    Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu jenis virus yang dapat tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Infeksi CMV selama masa kehamilan beresiko menimbulkan gangguan penglihatan dan pendengaran, epilepsi, serta gangguan intelektual pada janin.

    Herpes Simpleks

    Virus herpes simpleks dapat ditularkan dari ibu ke anak pada saat proses persalinan melalui vagina, namun tidak menutup kemungkinan janin terinfeksi virus herpes simpleks pada saat masih dalam kandungan. Dampak infeksi virus herpes simpleks pada janin yaitu keguguran, lahir prematur, berat badan lahir rendah, gangguan saraf, gangguan pernafasan, hingga kejang.

    Kapan Pemeriksaan TORCH Dilakukan ?

    Sahabat Sehat, para pakar mengungkapkan bahwa pemeriksaan skrining TORCH dapat mulai dilakukan sejak kunjungan pertama ke dokter di masa kehamilan. Selain itu juga dapat dilakukan apabila ibu hamil memiliki keluhan yang mengarah pada infeksi TORCH.

    Selain pemeriksaan TORCH, Sahabat Sehat yang tengah mengandung juga dapat melakukan pemeriksaan lainnya seperti tes HIV, Hepatitis B, gula darah, maupun pemeriksaan kromosom untuk mendeteksi kelainan bawaan janin misalnya Down Syndrome.

    Baca Juga : Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Bagaimana Persiapan Sebelum Menjalani Pemeriksaan TORCH ?

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab pemeriksaan TORCH tidak membutuhkan persiapan khusus. Sebaiknya istirahat yang cukup serta hindari stress berlebih sebelum menjalani pemeriksaan. Informasikan ke dokter apabila akhir-akhir ini ada obat yang Sahabat Sehat konsumsi. 

    Tips Menjaga Kehamilan Selama Masa Pandemi Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, masa pandemi Covid-19 dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis. Mungkin sebelumnya Sahabat Sehat dapat leluasa mengunjungi tempat umum, namun kini lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja. Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah :

    • Kontrol kehamilan berkala

    Di masa pandemi Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap melakukan kontrol kehamilan. Lakukan pemeriksaan kehamilan minimal 3x yaitu pada usia kehamilan 11-12 minggu, usia kehamilan 20-24 minggu, serta di trimester ketiga pada usia kehamilan 32 minggu dan di atas 36 minggu.

    • Patuh menerapkan protokol kesehatan

    Jika Sahabat Sehat mengunjungi tempat umum, seperti rumah sakit, supermarket, dan tempat lainnya sebaiknya gunakan masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

    • Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Sahabat Sehat perlu memenuhi asupan gizi karbohidrat, protein, zat besi, asam folat, vitamin, dan kalsium. Konsumsi buah, sayur, lauk-pauk serta susu ibu hamil setiap hari untuk memastikan asupan gizi terjaga dengan baik.

    • Olahraga

    Selama dirumah, Sahabat Sehat dapat mencoba melakukan olahraga ringan misalnya yoga maupun senam ibu hamil dengan bantuan instruktur secara daring atau menonton tayangan olahraga melalui aplikasi di ponsel.

    • Kelola stress dengan baik

    Cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. Komunikasikan dengan pasangan atau menuliskan buku harian dapat menjadi satu cara untuk mengeluarkan unek-unek.

    • Istirahat yang cukup

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah hamil, jangan lupa untuk beristirahat baik di siang hari maupun malam hari terutama jika sudah mulai merasa lelah.

    Baca Juga : Mau Hamil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya pemeriksaan TORCH selama masa kehamilan serta berbagai tips menjaga kehamilan di masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan TORCH, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Fatmawati. Pemeriksaan TORCH pada Ibu Hamil dan Bayi [Internet]. Indonesia : RS Awal Bros; [cited 2021 July 15]. Available from : http://awalbros.com/others/pemeriksaan-torch-pada-ibu-hamil-dan-bayi/
    2. University of Rochester Medical Center. TORCH Panel [Internet]. UK : University of Rochester Medical Center; [cited 2021 July 15]. Available from : https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=torch_panel
    3. Ernst H. TORCH Screen [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.healthline.com/health/torch-screen
    4. CNN Indonesia. Cara Menjaga Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2020 [updated 2020 Oct 06; cited 2021 July 15]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200928170037-255-551945/cara-menjaga-kehamilan-pada-masa-pandemi-covid-19.
    Read More
  • Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.   Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang […]

    Perokok Berat? Ayo Cek Kanker Paru!

    Kini ada rekomendasi baru dari dokter ahli kanker, bahwa mereka usia 55-74 tahun yang pernah memiliki riwayat perokok berat (lebih dari satu bungkus per hari selama 30 tahun), perlu melakukan pemeriksaan terhadap adanya kanker paru.

     

    Panduan ini menyarankan pemeriksaan seperti CT-scan dada. Hal ini ditarik dari penelitian National Lung Screening Trial dari 26.000 orang yang menyebutkan kematian akibat kanker paru bisa diturunkan 20 persen bila dilakukan skrining terlebih dahulu.

    Namun demikian, mereka juga menyebutkan bagi mereka yang positif saat skrining CT-scan, lebih baik melakukan uji lainnya, termasuk prosedur yang invasif.

    Walau demikian, rekomendasi ini tidak berlaku bagi mantan perokok yang sudah berhenti merokok lebih dari 15 tahun yang lalu.

    Sumber: Journal of the American Medical Association, online May 20, 2012.

    Read More
  • Titik Terang Vaksin Kanker Paru

    Vaksin yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker paru menunjukkan hasil yang cukup memuaskan pada uji klinis awal di Inggris.

    Penelitian terhadap 148 pasien yang dilaporkan dalam jurnal Lancet Oncology, menunjukkan vaksinasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi memperlambat progresifitas kanker. Namun penelitian ini masih terbatas dan diperlukan penelitian dalam skala yang lebih besar.

    Vaksin ini menggunakan prinsip yang sama dengan vaksin pada umumnya, yaitu melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, dalam hal ini bukan virus atau bakteri melainkan sel kanker. Peneliti di Universitas Strasbourg menggunakan vaksin TG4010 yang merupakan modifikasi genetik dari virus pox.

    Pada percobaan ini, pasien kanker paru dengan jenis kecuali small cell carsinoma diberikan pengobatan kemoterapi standar di mana setengahnya divaksinasi dengan vaksin tersebut. Hasilnya, 6 bulan kemudian 43% pasien yang diberikan vaksinasi tidak mengalami progresifitas dari penyakit kankernya dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat vaksinasi sebesar 35% tidak mengalami progresifitas. Namun, dalam penelitian ini angka harapan hidup pasien yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi menunjukkan hasil yang hampir sama.

    Diharapkan penelitian ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan harapan kepada para penderita kanker paru.

     

    Sumber : www.bbc.co.uk/news/health

    Read More
  • Lima Penyebab Kanker Paru Pada Non-Perokok

    Walaupun rokok menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kanker paru, tidak semua kanker paru terjadi pada perokok atau mantan perokok. Di Amerika, setiap tahunnya 170.000 orang menderita kanker paru dimana 10% dari jumlah tersebut tergolong dalam orang yang tidak pernah merokok sama sekali. Setelah dilakukan penelitian maka disimpulkan terdapat beberapa faktor dan keadaan yang dapat menyebabkan kanker paru pada non-perokok.

    1. Menjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor resiko terkena kanker paru.  Non-perokok yang tinggal berdekatan dengan perokok mempunyai resiko 24% lebih besar menderita kanker paru dibandingkan dengan non-perokok lainnya. Setiap tahunnya, sekitar 3000 kematian akibat kanker paru di AS  terjadi pada perokok pasif.

    2. Gas Radon, gas yang terbentuk dari terurainya uranium, diketahui sebagai salah satu penyebab kanker paru. Diperkirakan 12% total kematian akibat kanker paru disebabkan oleh paparan terhadap gas Radon. Gas ini dapat menembus hampir seluruh lapisan seperti tanah, fondasi rumah, pipa-pipa, selokan dan celah-celah lainnya. Gas ini tidak terlihat dan tidak berbau namun dapat dideteksi dengan peralatan khusus.

    3. Asbes, merupakan material bangunan yang banyak digunakan untuk menahan panas maupun meredam suara. Serat mikroskopik yang terlepas dari asbes, berterbangan di udara dan dapat terhirup sampai ke paru-paru dan mengendap serta bertahan lama di dalam jaringan paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker paru dan kanker jenis mesotelioma. Para pekerja yang terpapar asbes memiliki resiko terkena kanker paru lima kali lebih besar dibandingkan pekerja lain yang tidak terpapar. Saat ini penggunaan asbes dibatasi bahkan dilarang dibeberapa negara.

    4. Faktor genetik, disinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kanker paru baik pada perokok maupun non-perokok.

    5. Polusi Udara dari kendaraan bermotor, industri, dan pembangkit listrik meningkatkan terjadinya resiko terkena kanker paru pada individu yang terpapar atau bekerja disana. diperkirakan 2000 kematian akibat kanker paru pertahun, disebabkan oleh polusi udara.

     

    Sumber: Medical Author: Melissa Conrad Stoppler, MD, Medical Editor: Jay W. Marks, MD www.medicinenet.com

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja