Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak
Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1.
Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700% dalam jangka waktu 10 tahun. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 1220 anak penyandang diabetes melitus tipe-1 di Indonesia. Sementara pada tahun 2021, pada bulan maret 2021 terdapat sekitar 1.282 orang anak di Indonesia yang menderita diabetes melitus tipe 1.
Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Daizi, Sp.A(K), mengungkapkan bahwa diabetes yang terjadi pada anak adalah diabetes melitus tipe 1, sisanya sekitar 10% dari total pasien anak adalah diabetes melitus tipe 2. Sahabat Sehat, apa Gejala awalnya diabetes pada anak ? Mari simak penjelasan berikut.
Tipe Diabetes Melitus
Diabetes melitus dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan diabetes pada kehamilan atau gestasional. Pada anak, yang sering diderita adalah jenis diabetes melitus tipe 1. Kondisi ini disebabkan karena adanya kekurangan insulin akibat kerusakan sel kelenjar pankreas akibat proses autoimun.
Faktor Resiko Diabetes Melitus Pada Anak
Diabetes melitus tipe 1 dipengaruhi berbagai faktor antara lain, faktor genetik dan lingkungan, dan proses autoimun. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1, penyakit diabetes tipe 2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia dan diet atau asupan makanan yang tidak sehat atau tidak seimbang serta merokok.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan angka kejadian faktor resiko DM tipe 2 yaitu sebesar 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan 10,8% menderita obesitas.
Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis
Gejala Diabetes Pada Anak yang Wajib Diketahui
Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala diabetes yang dapat dialami Si Kecil yaitu :
- Berat badan berlebih atau obesitas
- Sering merasa haus
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Mudah merasa lapar
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Berkurangnya massa otot.
- Mudah lelah dan lemas
- Pandangan kabur
- Luka yang sulit sembuh
- Kerap mengalami infeksi, misalnya pada gusi, vagina atau saluran kemih.
- Kulit terasa gatal dan kering.
- Rasa kebal dan kesemutan pada kaki.
Pada kenyataannya, gejala tersebut seringkali tidak terlihat dengan jelas sehingga seringkali tidak di sadari. Selanjutnya, mungkin saja Si Kecil dapat mengalami “Kegawatdaruratan Diabetes” yang ditandai dengan keluhan nyeri perut, sesak nafas, muntah berulang, dehidrasi dan bahkan penurunan kesadaran.
Penanganan diabetes melitus tipe 1 berupa pemberian obat, pengaturan pola makan, menjaga agar berat badan tetap ideal, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. Penyakit diabetes melitus tipe 1 memerlukan pengobatan seumur hidup hingga dewasa. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1 yang tidak dapat dicegah, penyakit diabetes melitus tipe 2 pada anak dapat dicegah dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur.
Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah
Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai Gejala awal diabetes pada anak. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- Pulungan, A., Annisa, D. and Imada, S., 2019. Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak: Situasi di Indonesia dan Tata Laksana.
- Direktorat P2PTM. Anak Juga Bisa Diabetes.
- Dwinanda R. IDAI: 1.346 Anak Indonesia Alami Diabetes Melitus Tipe 1.
- American Diabetes Association. Type 1 Diabetes – Symptoms.
- Sachi K. Jangan Anggap Sepele! 10 Gejala Penyakit Diabetes pada Anak dan Cara Mencegahnya.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diabetes Mellitus pada Anak dan Remaja.
![Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1. Data Ikatan Dokter […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Gejala-Awal-Diabetes-Pada-Anak.jpg)

![Vaksin HPV: Efektif dan Melindungi Jangka Panjang Dalam upaya menjaga menjaga kesehatan reproduksi wanita, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) masuk ke dalam program imunisasi rutin di Indonesia. Sebelumnya, hanya 11 jenis vaksin yang ditetapkan Kemenkes dalam program imunisasi rutin, namun kini bertambah menjadi 14 jenis vaksin, termasuk di dalamnya vaksin HPV. Tak hanya itu, vaksin kanker serviks […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Vaksin-HPV-Efektif-dan-Melindungi-Jangka-Panjang.jpg)

![Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah! Moms, apakah waktu Anda terbatas untuk membawa Si Kecil imunisasi di fasilitas layanan kesehatan? Apakah Si Kecil trauma dibawa ke rumah sakit? Jika ya, Moms tak perlu lagi khawatir karena kini sudah tersedia layanan imunisasi ke rumah di Bekasi dari Klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu. Manfaat Imunisasi Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Warga-Bekasi-Sekarang-Imunisasi-Anak-Bisa-di-Rumah.jpg)
![Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 sudah dimulai. Kegiatan ini diawali di 7 Kabupaten/ Kota di Kepulauan Riau dengan sekitar 24 ribu sasaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi. […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Imunisasi-Anak-di-Rumah-Bagi-Warga-Jakarta.jpg)

![Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya Pada dasarnya bayi yang baru lahir telah memiliki kekebalan tubuh pasif yang diperoleh dari ibunya sewaktu di dalam kandungan. Namun kekebalan tubuh tersebut hanya dapat bertahan dalam hitungan bulan, bahkan hanya dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, sehingga bayi diwajibkan menerima imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Salah satu imunisasi wajib yang […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Timbul-Bisul-Setelah-Imunisasi-BCG-Begini-Penjelasannya.jpg)
![Prosedur Pemeriksaan IVA untuk Mendeteksi Kanker Serviks Pemeriksaan IVA adalah salah satu pemeriksaan yang berperan penting dalam pendeteksian kanker serviks. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) kanker leher rahim atau yang dikenal juga sebagai kanker serviks merupakan jenis kanker keempat tertinggi di dunia dengan estimasi sebesar 604.000 kasus baru yang ditemukan pada tahun 2020. Dari perkiraan 342.000 kasus kematian akibat kanker serviks […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Prosedur-Pemeriksaan-IVA-untuk-Mendeteksi-Kanker-Serviks.jpg)
![Tahapan dan Cara Membaca Hasil Tes Pemeriksaan Pap Smear Pap smear merupakan pemeriksaan yang umum dilakukan wanita, terutama yang sudah menikah. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemeriksaan Pap smear dan bagaimana cara memahami makna dari hasilnya? Mari kita bahas satu per satu. Apa itu Pap Smear? Pap smear atau disebut juga dengan Pap test adalah prosedur skrining terhadap potensi kanker serviks (leher rahim). […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Tahapan-dan-Cara-Membaca-Hasil-Tes-Pemeriksaan-Pap-Smear.jpg)
![Pentingnya Pemeriksaan Hepatitis B Sebelum Donor Darah Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela lalu disimpan di bank darah untuk kemudian digunakan oleh pasien yang membutuhkan. Semua orang dapat menjadi pendonor darah jika memenuhi syarat. Sebelum mendonorkan darah, para calon pendonor akan diminta untuk mengisi kuesioner seputar kondisi kesehatannya dan faktor risiko penyakit. Kemudian, pendonor akan diperiksa oleh tenaga […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Pentingnya-Pemeriksaan-Hepatitis-B-Sebelum-Donor-Darah.jpg)
![Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung pada musim tertentu. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi CMV sebesar 50% sehingga wanita hamil dengan usia produktif memiliki […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Gejala-Penyakit-Cytomegalovirus-CMV-dan-Pencegahannya.jpg)
![Kenali Hustle Culture dan Dampak Negatifnya Bagi Kesehatan Apakah Anda familiar dengan istilah “hustle culture”? Istilah ini sedang marak diucapkan dan dibahas oleh kaum milenial sejalan dengan budaya baru yang sedang dihadapinya. Seperti apa itu? Hustle culture adalah dorongan untuk bekerja lebih keras, lebih kuat, dan lebih cepat dengan mengerahkan kapasitas maksimum diri setiap hari demi mencapai tujuan/ target dengan lebih cepat. Budaya […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Hustle-Culture-dan-Dampak-Negatifnya-Bagi-Kesehatan.jpg)
