Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 101–110 of 1353 results

  • Jantung merupakan salah satu organ yang paling penting bagi tubuh karena tugasnya adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk memeriksa kesehatan jantung, mungkin Sahabat Sehat telah mendengar berbagai macam jenis pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan darah, rekam jantung, hingga Computerized Tomography scan (CT-scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung. Salah satunya terdapat sebuah tes yang dinamakan […]

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Jantung merupakan salah satu organ yang paling penting bagi tubuh karena tugasnya adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk memeriksa kesehatan jantung, mungkin Sahabat Sehat telah mendengar berbagai macam jenis pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan darah, rekam jantung, hingga Computerized Tomography scan (CT-scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung. Salah satunya terdapat sebuah tes yang dinamakan Tes Treadmil Jantung.

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Tes treadmil jantung merupakan suatu bentuk pemeriksaan stres kardiovaskular yang menggunakan alat treadmil, elektrokardiografi (EKG) atau alat rekam jantung dan alat tensi. Tes ini dilakukan agar dokter dapat mengetahui seberapa baik jantung Sahabat Sehat menghadapi beban saat beraktivitas.

    Saat beraktivitas, tubuh Sahabat Sehat memerlukan lebih banyak oksigen maka jantung akan bekerja lebih berat. Tes treadmil dapat menilai apabila peredaran darah pada pembuluh darah jantung berkurang. Selain itu, tes ini juga dapat membantu dokter menentukan jenis olahraga apa yang diperbolehkan untuk Sahabat Sehat.

    Bagaimana Prosedur Tes Treadmill Jantung ?

    Saat melakukan tes treadmil jantung, ada beberapa prosedur yang akan dilakukan. Beberapa prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Dipasangkan alat rekam jantung (EKG) dan alat tensi untuk memonitor jantung.
    2. Mesin treadmil akan dinyalakan, kecepatan akan perlahan ditingkatkan dan kemiringan dari treadmil akan semakin menanjak.
    3. Selama tes treadmill, pemeriksaan EKG dan tensi dilakukan berulang.
    4. Tes akan berlangsung selama beberapa menit, tes dapat dihentikan apabila target tercapai.
    5. Setelah tes dihentikan, Sahabat Sehat akan dipersilahkan untuk beristirahat dan akan dilakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG) dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah kembali.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Dokter akan meminta Sahabat Sehat melakukan tes treadmil jantung untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner. Apabila Sahabat Sehat memiliki keluhan seperti nyeri dada dan pemeriksaan jantung (EKG) hasilnya normal, maka tes treadmil dapat dilakukan untuk melihat kondisi jantung Sahabat Sehat saat menghadapi beban aktivitas.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah menjalani prosedur medis pada jantung juga disarankan oleh dokter untuk menjalani tes ini sebagai evaluasi kondisi jantung. Tes treadmil jantung juga dapat membantu untuk menentukan tingkat batasan aman berolahraga untuk Sahabat Sehat.

    Temukan: Berbagai Produk untuk Kebutuhan Jantung Anda

    Kondisi yang Tidak Diperkenankan Melakukan Tes Treadmil

    Terdapat beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan tes treadmill, misalnya : 

    • Riwayat serangan jantung dalam 2-3 hari yang lalu
    • Nyeri dada tidak stabil yang belum diatasi dengan pengobatan
    • Denyut jantung yang tidak teratur hingga mengganggu keseimbangan tubuh. 

    Sahabat Sehat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan tes treadmil jantung. Pemeriksaan tes treadmil jantung dapat dikatakan relatif murah dibandingkan pemeriksaan lain untuk jantung. Tes ini juga tidak melibatkan sinar radiasi sehingga aman untuk dilakukan. Salah satu keterbatasannya berupa Sahabat Sehat harus dapat berjalan hingga berlari untuk melakukan tes tersebut dan menimbulkan kelelahan.

    Baca Juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan saat Skrining Penyakit Jantung

    Kegunaan Tes Treadmill Jantung

    Secara umum, tes treadmil jantung dilakukan untuk mendiagnosis apakah Sahabat Sehat menderita penyakit jantung koroner. Tes ini dapat menilai kondisi jantung Sahabat Sehat saat sedang melakukan aktivitas. Tes treadmil termasuk tes yang sederhana, aman, dan relatif tidak mahal. Hasil dari pemeriksaan tes treadmil kemudian dibaca dan dinilai oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. 

    Baca Juga: Mengenal Gagal Jantung Kongestif dan Pencegahannya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tes treadmill jantung. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan treadmill jantung, konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Vilcant V, Zeltser R. Treadmill Stress Testing.
    2. American Heart Association. Exercise Stress Test.
    3. Garner K, Pomeroy W, Arnold J. Exercise Stress Testing: Indications and Common Questions.
    4. Medscape. Treadmill Stress Testing: Background, Indications and Contraindications, Technical Considerations.
    5. Medline Plus. Stress Tests: MedlinePlus Medical Test.
    Read More
  • Ketahui tips liburan ke luar negeri di masa transisi covid-19, Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu. Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu. Apalagi setelah angka kasus Covid-19 di Indonesia akhirnya mereda. Bagi orang tua yang akan bepergian ke luar negeri bersama Si Kecil, […]

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Ketahui tips liburan ke luar negeri di masa transisi covid-19, Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu.

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu. Apalagi setelah angka kasus Covid-19 di Indonesia akhirnya mereda. Bagi orang tua yang akan bepergian ke luar negeri bersama Si Kecil, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum pergi di masa transisi endemi Covid-19, terutama bagi balita yang belum bisa divaksinasi Covid-19. Yuk simak ulasannya!

    Vaksinasi adalah Kunci

    Saat naik pesawat, ruangan dalam pesawat terlihat tertutup dan kurang ventilasi. Namun, faktanya, setiap maskapai penerbangan pastinya memiliki sistem ventilasi yang baik dan dilengkapi dengan filter berkualitas tinggi.

    Dari beberapa pengamatan menyebutkan bahwa belum ada bukti kuat bahwa naik pesawat dapat meningkatkan risiko penularan virus Corona. Sehingga, saat mengajak Si Kecil naik pesawat, orang tua tidak perlu khawatir selama protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

    Namun demikian, bagi anak balita yang belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19, orang tua harus memastikan bahwa ia telah melengkapi imunisasi dasarnya. Akan lebih baik, bila imunisasi rekomendasi juga dilengkapi karena anak akan memiliki perlindungan ekstra saat berkunjung ke tempat baru.

    Bagi anak usia 6-17 tahun, vaksinasi Covid-19 sudah tersedia. Maka segera lengkapi kedua dosisnya.

    Lakukan imunisasi beberapa bulan sebelum keberangkatan karena vaksin memerlukan waktu sebelum bisa memberikan perlindungan efektif.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Mengajak Si Kecil Naik Pesawat

    1. Barang harus dalam kondisi bersih

    Bersihkan barang-barang yang sering dipegang anak, serta bersihkan tempat duduk atau meja yang hendak digunakannya.

    2. Barang menyesuaikan kebutuhan anak

    Siapkan barang-barang yang biasanya digunakan anak Anda, mulai dari yang utama seperti popok dan susu, hingga snack/ makanan dan mainan untuk menemaninya selama perjalanan.

    Siapkan barang-barang tersebut dan cuci terlebih dahulu sebelum dibawa berpergian dan masukkan ke dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi dengan kuman.

    3. Makanan dalam wadah yang tertutup rapat

    Perhatikan wadah atau kemasan makanan si kecil, usahakan ditaruh di wadah yang tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi kuman.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    4. Menggunakan masker

    Dalam rekomendasi WHO, anak balita tidak diwajibkan menggunakan masker. Sedangkan, anak 6-17 tahun diwajibkan menggunakan masker. Namun, bila orang tua dapat mensupervisi penggunaan masker pada anak balita, ia boleh menggunakannya dalam waktu yang tidak terlampau lama.

    Pilih masker sesuai dengan ukuran anak agar tidak terlalu ketat hingga membuatnya sulit bernapas, ataupun terlalu longgar sehingga memberi celah untuk kuman masuk.

    5. Jaga jarak aman minimal 1 meter antara anak dengan orang lain

    Ingatkan selalu pada anak untuk menjaga jarak fisik dan sosial ketika berpergian. Sebaiknya juga menjauhi orang yang sakit saat berada di luar rumah.

    6. Membawa hand-sanitizer

    Cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir. Bila tempat cuci tangan tidak ada, cuci bersih tangan menggunakan hand sanitizer terutama setelah menyentuh fasilitas umum.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    7. Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut

    Seringkali Si Kecill tidak sadar ketika menyentuh wajah sebelum ia mencuci tangan. Maka dari itu, orang tua perlu memperhatikan dan mengingatkan kebiasaan Si Kecil.

    8. Utamakan aktivitas di tempat terbuka

    Pilihlah tempat terbuka saat berpergian dan pilihlah tempat yang tidak terlalu banyak pengunjung.4,5 Bila Anda mengajak anak ke dalam ruangan, pastikan bahwa ruangan memiliki ventilasi yang baik dan tidak ramai orang.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Sahabat Sehat, itulah beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat perhatikan sebelum bepergian ke luar negeri. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa Si Kecil dalam keadaan optimal untuk bepergian jauh dan bila Anda perlu melengkapi imunisasinya agar ia dapat berlibur dalam perlindungan maksimal.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Karp, D. Is It Safe to Fly During COVID?
    2. Media, K. 4 Tips Liburan Bersama Bayi Saat Pandemi, Tidak Wajib Pakai Masker.
    3. Have Baby Will Travel. Travel After COVID-19 with Babies & Toddlers.
    4. Kirkilas. Is it safe for families to travel now?
    5. Unicef. Travelling with your family during COVID-19.
    6. WHO. CoronaVirus disease (Covid-19): Children and Masks.
    Read More
  • Disaat dunia bergulat dengan pandemi Covid-19, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) terus memastikan agar anak-anak mendapatkan vaksinasi Covid-19 Pada tanggal 2 November 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait vaksin Covid-19 bagi anak berusia 6 tahun ke atas. Sebagaimana diketahui, virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga […]

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Disaat dunia bergulat dengan pandemi Covid-19, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) terus memastikan agar anak-anak mendapatkan vaksinasi Covid-19

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19

    Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Pada tanggal 2 November 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait vaksin Covid-19 bagi anak berusia 6 tahun ke atas. Sebagaimana diketahui, virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Anak-anak bisa tertular dari orang tua, tamu, teman, guru, dan lain-lain, walau mungkin tidak bergejala.

    IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Covid-19 jenis Coronavac pada anak usia 6 tahun ke atas dengan dosis 3 ug atau 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi anak sebelum menjalani vaksinasi COVID-19. Diantaranya, kondisi fisik anak harus dalam keadaan sehat, tidak memiliki penyakit kronis tertentu, dan juga tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh misalnya obatan-obatan kanker dan pengobatan menggunakan steroid jangka panjang.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Dapatkah Anak Melakukan Vaksinasi COVID-19 saat Anak Pilek atau Flu?

    dr. Anggraini Alam, Sp. A (K), ketua UKK Infeksi Penyakit Tropis IDAI mengatakan bahwa anak dengan keluhan batuk, pilek dan demam sebaiknya ditunda dulu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sampai kondisi anak benar-benar sehat.

    Center for Disease Control Amerika Serikat (CDC) juga mengatakan bahwa tidak ada bukti penyakit akut seperti flu mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 atau meningkatkan reaksi alergi dan efek samping vaksin. Walau begitu, CDC tetap menganjurkan agar anak yang sedang sakit untuk menunda divaksinasi.

    Anak yang mengalami gejala mirip Covid-19 sebaiknya melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu dan menunggu untuk divaksinasi sampai kondisi kesehatan sudah membaik. Hal ini dikarenakan agar gejala flu yang sedang dialami tidak semakin parah akibat efek samping vaksinasi maka vaksinasi COVID-19 perlu ditunda hingga gejala Flu atau pilek mereda.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Kontra Indikasi Vaksinasi COVID-19

    Berikut ini kontraindikasi lainnya yang perlu diketahui untuk melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak:

    1. Anak mengalami defisiensi Imun Primer, penyakit autoimun yang tidak terkontrol.
    2. Penyakit Sindrom Guillain Barre, myelitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
    3. Anak yang didiagnosis kanker dan sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
    4. Sedang menjalani pengobatan Imunosupresan/ sitostatika berat.
    5. Demam 37,50 atau lebih.
    6. Baru saja sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan.
    7. Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan.
    8. Hamil.
    9. Hipertensi tidak terkendali.
    10. Diabetes melitus yang tidak terkendali.
    11. Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

    Sahabat Sehat, bila Si Kecil belum divaksinasi Covid-19, segera ajak ke sentra vaksin atau fasilitas kesehatan agar ia memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Bila ia juga belum melengkapi imunisasinya dikarenakan pandemi, sudah saatnya ia mengikuti Program Imunisasi Kejar. Sekarang imunisasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dan di rumah. Pilihlah yang nyaman bagi Moms dan Si Kecil.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi 

    1. WHO. COVID-19 Vaccines Advice.
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. IDAI Rekomendasikan Pemberian Vaksin COVID-19 Sinovac Pada Anak Usia 6 Tahun ke Atas.
    3. IDAI. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Pemberian Vaksin COVID-19 (Coronavac®) pada anak usia 6 tahun ke atas Pemutakhiran 2 November 2021.
    4. Desideria, B. Anak Batuk Pilek, Sebaiknya Tetap Ikut atau Tunda Vaksinasi COVID-19?
    5. Smith, J. and Miller, K. Can You Get the COVID-19 Vaccine if You’re Sick With Cold-Like Symptoms?
    Read More
  • Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat […]

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat divaksinasi Covid-19. Maka, imunisasi yang lengkap adalah solusinya.

    Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentunya anak akan lebih siap menghadapi berbagai virus dan penyakit di masa tumbuh kembangnya.

    Bila kunjungan ke rumah sakit atau klinik di masa pandemi menjadi mengkhawatirkan bagi Anda, kini sudah banyak tersedia pelayanan imunisasi di rumah oleh berbagai fasilitas kesehatan. Dengan demikian, anak dapat melengkapi imunisasinya tanpa harus keluar rumah.

    Kelebihan dari Imunisasi di Rumah

    Imunisasi penting sekali untuk dilengkapi agar terhindar dari wabah penyakit dan anak mendapatkan kekebalan tubuh yang ia perlukan. Melakukan imunisasi di rumah sakit, klinik, ataupun di rumah sama-sama bermanfaat. Namun, bagi orang tua yang khawatir untuk mengajak Si Kecil yang sehat ke rumah sakit atau klinik, imunisasi di rumah bisa menjadi alternatif.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Ada beberapa kelebihan dari imunisasi di rumah:

    1. Aman

    Sama dengan di fasilitas kesehatan pada umumnya, imunisasi di rumah juga dilakukan oleh dokter yang tersertifikasi dan kompeten. Vaksin disimpan di dalam carrier khusus dengan suhu penyimpanan yang disarankan agar kualitas vaksin terjaga. Selain itu, standar protokol kesehatan juga diterapkan. 

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    2. Praktis

    Registrasi biasanya dapat dilakukan melalui handphone. Anak bisa menunggu sambil bermain seperti biasa dengan leluasa di rumah dan waktu kedatangan tenaga kesehatan dapat disesuaikan dengan jadwal keseharian Anda dan Si Kecil. Bila Anda memiliki beberapa anak, Anda pun tidak perlu khawatir untuk meninggalkannya.

    3. Nyaman

    Bagi sebagian anak, kunjungan ke rumah sakit atau klinik adalah sebuah trauma. Anak-anak bisa menjadi tantrum dan histeris bertemu dokter atau saat perjalanan menuju ke rumah sakit atau klinik. Tetapi, bila dilakukan di rumah, di zona nyaman anak, maka kejadian-kejadian tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, vaksinasi di rumah juga sangat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan safety zone.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Apa yang harus dilakukan jika imunisasi terlambat?

    Bila anak terlewat jadwal imunisasinya, maka anak perlu segera melakukan Imunisasi Kejar. Konsultasikan dengan dokter untuk jadwal Imunisasi Kejar Si Kecil agar kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Imunisasi Kejar adalah upaya memberikan imunisasi bagi anak yang tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari waktu yang terjadwal.

    Dengan imunisasi kejar, anak menjadi terlindungi dan bersama-sama membentuk herd immunity/ imunitas kelompok. Bila imunitas kelompok terbentuk, maka KLB (kejadian luar biasa) atau wabah dapat dicegah.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun.
    Read More
  • Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek? Kuman Penyebab Pilek Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas […]

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa penyebabnya anak menjadi sering pilek?

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek Begini Cara Mencegahnya

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Kuman Penyebab Pilek

    Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas yang memicu peradangan, responnya berupa pembengkakan jaringan dan produksi mukus atau “ingus” yang berlebih. Namun terkadang tanda dan gejala yang dijumpai dapat lebih dari pilek, seperti demam, mual muntah, tubuh lemas, otot pegal-pegal, bahkan yang jarang namun dapat terjadi yaitu sesak nafas.

    Jumlah virus yang dapat menyebabkan pilek lebih dari 200 jenis virus, namun yang paling sering adalah rhinovirus. Virus tersebut dapat menular melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi. Saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet berisi virus dapat dikeluarkan dan dapat menginfeksi seseorang apabila masuk melalui hidung, mulut, atau mata.

    Pada anak kecil, pilek terjadi lebih sering karena beberapa hal:

    1. Anak memiliki sistem imun yang masih belum sempurna.
    2. Bermain dengan teman sebayanya yang sedang pilek dalam jarak yang dekat. Hal ini lebih sering dijumpai apabila anak sedang bersekolah, di penitipan daycare, atau berkumpul dengan teman-temannya.
    3. Tangan yang kotor menyentuh bagian hidung, mulut, atau mata menyebabkan infeksi virus sehingga menjadi pilek.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Penyebab Gejala Pilek Berat

    Pilek memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Tetapi terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pilek menjadi berat, contohnya saat kekebalan tubuhnya sedang turun, terinfeksi penyakit lain, atau dalam mengalami kelainan sistem imun (immunosuppressed). Virus pilek tersebut dapat menyebabkan sesak nafas karena menginfeksi hingga saluran napas bawah yang disebut dengan pneumonia atau paru-paru basah.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Kiat Mencegah Pilek Berulang

    Infeksi virus yang menyebabkan pilek tentu dapat dicegah, misalnya dengan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, juga sebelum menyentuh wajah. Selain itu apabila Anda yang sedang batuk atau bersin, maka disarankan untuk memakai masker agar droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker. 

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Secara umum pilek dengan gejala yang ringan tidak memerlukan obat-obatan seperti antibiotik. Obat yang diberikan dapat berupa obat demam dan untuk pengencer mukus saja. Selain itu makan, minum dan istirahat yang cukup bisa membantu imun tubuh anak untuk melawan infeksi tersebut.

    Sahabat Sehat, karena anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, maka orang tua perlu memberikan perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikuti kiat pencegahan pilek di atas agar Si Kecil senantiasa terlindungi.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health. Key Points About The Common Cold in Children.
    2. Pediatrics and Child Health. Colds in children.
    3. CDC. Common Cold.
    4. CDC. Cold Versus Flu.
    5. Pneumonia – What Is Pneumonia? | NHLBI, NIH.
    Read More
  • Persiapan untuk kuliah dan menjelajah australia harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia. Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati […]

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Persiapan untuk kuliah dan menjelajah australia harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia.

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati oleh calon mahasiswa atau pelajar dari negara Indonesia.

    Agar dapat menikmati pendidikan berkualitas tinggi dan leluasa menjelajah setiap bagian dari Australia, pastikan kamu sudah memiliki kekebalan tubuh yang bagus melalui vaksinasi. Tidak hanya vaksinasi terhadap Covid-19 yang sedang marak, tapi juga jenis lainnya yang tidak kalah penting.

    Vaksinasi Covid-19

    Saat ini vaksinasi Covid-19 sudah menjadi syarat wajib untuk masuk ke seluruh negara.

    Berikut ini jenis vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia:

    • Dua dosis dengan jarak pemberian minimal 14 hari:
      • Astra Zeneca Vaxzevria
      • Astra Zeneca Covishield
      • Pfizer/Biontech Comirnaty
      • Moderna Spikevax ot Takeda
      • Sinovac Coronavac
      • Bharat Biotech Covaxin
      • Sinopharm BBIBP-CorV, untuk pasien dibawah usia 60 tahun
      • Gamaleya Research Institute Sputnik V
      • Novavax/Biocelect Nuvaxoid Atau 1 dosis dari vaksin: Johnson & Johnson / Janssen-Cilag COVID Vaccine

    Pemberian vaksinasi COVID-19 ini paling lambat diberikan 7 hari sebelum melakukan perjalanan ke Australia.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Australia dikagetkan dengan kemunculan virus Japanese encephalitis yang baru muncul pada Maret 2022 lalu. Virus ini telah menginfeksi 17 warga dan menyebabkan 2 diantaranya meninggal dunia. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi.

    Walau virus ini tidak menular antar manusia, sehingga mungkin tidak akan membawa ancaman sebesar virus Corona, akan tetapi konsekuensi dari infeksi virus ini tidak dapat dianggap enteng.

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan atau infeksi otak (ensefalitis) yang serius, ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Tidak hanya dewasa, anak-anak juga dapat terinfeksi virus ini, terutama usia 0-14 tahun.

    Baca Juga: Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Vaksin Hepatitis A dan B

    Vaksin hepatitis A dan B biasanya sudah dilengkapi saat usia anak-anak. Namun, ada baiknya Anda meng-update status kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis karena ada kemungkinan kadar antibodi sudah menurun.

    Kedua jenis virus ini sama-sama menyebabkan peradangan hati. Bedanya, virus hepatitis B menyebabkan kerusakan hati yang berkelanjutan. Maka, penting sekali untuk memiliki perlindungan terhadap kedua penyakit menular ini.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin Rabies

    Vaksinasi rabies direkomendasikan oleh Australia jika Anda berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan yang meningkatkan risiko terkena gigitan kelelawar ataupun hewan lainnya yang terinfeksi.

    Vaksin Flu

    Virus influenza adalah jenis virus yang mudah ditemukan dimana-mana dan menjadi masalah kesehatan global karena galur virus influenza terus menerus bermutasi.

    Selain melindungi terhadap virus influenza, vaksin flu juga melindungi dari penyakit meningitis atau peradangan selaput otak. Lakukan vaksinasi flu setiap setahun sekali untuk perlindungan optimal.

    Baca Juga: Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR melindungi diri dari campak, gondongan, dan cacar Jerman (rubella). Meskipun penyakit ini umumnya ditemui pada anak-anak, orang dewasa masih memiliki risiko tertular dan menularkan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum pernah atau tidak diketahui riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, segera luangkan waktu untuk melakukan vaksinasi. Tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi syarat kuliah dan menjelajah australia, Sahabat Sehat juga menjadi lebih leluasa bereksplorasi selama di Australia.

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Australia Government Department of Health. Vaksin COVID-19.
    3. Australia Government Department of Health. Communicable diseases.
    4. Citra R, Dwinanda, R. Menyebar di Australia, Infeksi Virus Japanese Encephalitis tak Bisa Diremehkan.
    5. Kurniawan, R. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi.
    6. Prasetyo. Japanese Encephalitis.
    7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Japanese encephalitis disease correlates with numbers of rice filed area.
    8. Yoanita. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak.
    9. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    10. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    11. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    Read More
  • Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita.  Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada […]

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita. 

    Di Indonesia, sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah pada tahun 2016 dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya. 

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Moms, sebenarnya penyakit ini mudah untuk dicegah. Ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini untuk menurunkan risiko penularan.

    Penyebab Paru-Paru Basah

    Paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua paru-paru dan akan menghambat pertukaran oksigen.

    Anak yang terinfeksi akan mengalami batuk, demam, nafas cepat, dan tampak kesulitan menarik nafas. Pada kasus berat, anak akan merasa sesak nafas hingga bibirnya kebiruan, tidak bisa makan dan minum, muntah, dan tidak sadarkan diri.

    Penyebab dari paru-paru basah bermacam-macam, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Kuman-kuman ini umum ditemui di lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan polusi udara yang berat.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mencegah Paru-Paru Basah pada Anak

    Moms, bantu si Kecil agar terhindar dari penularan paru-paru basah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkahnya adalah seperti di bawah ini:

    ASI eksklusif

    ASI terbukti memberikan kekebalan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit menular pada anak. Untuk anak yang sudah melewati masa ASI eksklusif, berikan MPASI dan makanan sehari-hari bergizi seimbang.

    Imunisasi lengkap

    Sesuai anjuran Jadwal Imunisasi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Selain imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah, berikan anak imunisasi yang spesifik melindunginya terhadap pneumonia atau penyakit menular lainnya yang dapat menyebabkan pneumonia. Contohnya vaksin Hib, pneumokokus (PCV), dan influenza.

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Paru-Paru Basah pada Anak

    Mencuci tangan

    Mencuci tangan dengan benar perlu diajarkan dan dibiasakan pada anak karena jutaan kuman menempel di tangan. Disarankan agar mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Bila air tidak tersedia, Moms bisa mengajarkannya menggunakan hand sanitizer.

    Membiasakan mencuci tangan memiliki dampak besar terhadap kesehatan anak. Kegiatan sederhana ini akan menghindarinya dari penyakit-penyakit menular seperti pneumonia dan diare.

    Kurangi polusi udara di dalam rumah

    Mengurangi polusi udara seperti asap rokok. Orang tua atau anggota keluarga yang merokok sebaiknya tidak merokok dalam satu ruangan dengan balita maupun menggendongnya sebelum mengganti pakaian.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Tidak berbagi peralatan makan

    Tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi diri dari paparan virus atau bakteri yang bisa saja didapatkan dari orang lain saat berbagi peralatan makan. Selain itu, langkah ini juga berlaku untuk tisu wajah dan saputangan.

    Menghindari orang sakit

    Anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, oleh karena itu ia lebih rentan tertular penyakit. Maka, jauhkan dia dari orang sedang sakit. 

    Sahabat Sehat, itulah cara mencegah paru-paru basah pada anak. Mudah bukan? Ajarkan anak untuk mulai berperilaku bersih sejak dini agar ia terbiasa juga menjalani hidup bersih di kemudian hari.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Jangan lupa untuk melengkapi imunisasinya dengan segera. Bila Moms khawatir untuk membawanya ke fasilitas kesehatan, pilihlah alternatif imunisasi di rumah.

    Jika Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WebMD. What to Know About Pneumonia in Children.
    2. Children’s Hospital Colorado. Pneumonia In Children.
    3. Standford Children’s Health. Pneumonia in Children.
    4. Dallas, M. and Sanjai Sinha, M. Pneumonia in Children: What You Need to Know.
    5. IDAI. Cara Mudah Hindari Pneumonia Pada Anak.
    Read More
  • Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian. Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak […]

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus tanpa menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak di Indonesia, bahkan seluruh dunia, mengalami penurunan drastis. Artinya, banyak anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit menular.

    Oleh sebab itu, bagi Moms yang anaknya masih belum lengkap imunisasinya, segera lakukan imunisasi kejar (catch up immunization) untuk melindunginya.

    Jadwal Imunisasi Kejar

    Agar imunisasi dapat memberikan efek yang optimal, ada jadwal imunisasi yang harus diikuti sesuai saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020.

    Bagi Moms yang ingin mengejar imunisasi yang tertinggal, maka jadwalnya perlu dikonsultasikan dengan dokter karena jadwal tergantung dari jenis imunisasi yang akan diterima dan usia anak saat akan divaksinasi.

    Misalnya, bila saat ini si Kecil berusia 8 bulan dan ia belum melakukan imunisasi dasar DPT dan polio ketiga dan hepatitis B keempat, maka imunisasi dapat segera diberikan. Moms dapat pula menambahkan imunisasi rekomendasi misalnya rotavirus, PCV, dan influenza karena masih dalam batas waktu yang memungkinkan.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Amankah Imunisasi Kejar?

    Apakah aman mengejar ketertinggalan imunisasi sebanyak itu? Ya, pemberian beberapa jenis imunisasi dalam waktu yang bersamaan aman dilakukan bila sudah disesuaikan dengan rekomendasi dokter. Saat ini juga sudah ada vaksinasi combo, artinya dalam satu suntikan sudah terdapat beberapa jenis vaksin. Jadi, anak tidak perlu disuntik terlalu banyak dalam sekali waktu.

    Pemberian imunisasi yang terlalu cepat atau sudah melewati masa kejarnya (catch up time) dapat menyebabkan pembentukan imun yang tidak sempurna sehingga efektivitas vaksin yang diberikan dapat berkurang.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Jenis Imunisasi yang Diperlukan

    Pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi dasar bagi anak, yaitu Hepatitis B, polio, BCG, DTP, dan MR.

    Selain kelima imunisasi di atas, IDAI merekomendasikan imunisasi tambahan terhadap penyakit-penyakit menular lainnya yang umum ditemukan dan dapat berdampak fatal bila terinfeksi, antara lain vaksinasi Hib, PCV, rotavirus, influenza, Japanese encephalitis (JE), varisela, Hepatitis A, tifoid, HPV, dan dengue.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Mungkinkah Imunisasi Kejar di Rumah Saja?

    Ada kabar baik untuk para Moms karena imunisasi dapat dilakukan di rumah, maka Moms tidak perlu takut jadwal imunisasi si Kecil tertinggal.

    Ada beberapa keunggulan melakukan imunisasi di rumah, antara lain paparan terhadap Covid-19 jauh lebih kecil dan orang tua dan anak tidak perlu menunggu lama di dalam rumah sakit. Sehingga, anak dan orang tua bisa merasa lebih aman dan nyaman.

    Untuk vaksin yang digunakan saat imunisasi terdapat berbagai merk, sehingga Moms dapat bertanya terlebih dahulu merk apa yang digunakan, namun secara umum isi dari vaksin untuk imunisasi dasar si Kecil sama saja.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, pandemi Covid-19 belum selesai dan sayangnya belum ada vaksinasi Covid-19 bagi anak usia di bawah 6 tahun. Dengan demikian, pemberian imunisasi bagi si Kecil menjadi sangat penting. Segera lakukan imunisasi kejar bila ia belum mendapatkan perlindungan lengkap terhadap penyakit-penyakit menular.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. CDC. Reasons to Follow CDC’s Recommended Immunization Schedule.
    Read More
  • Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, persiapan kesehatan wajib diperhatikan. Salah satunya dengan melengkapi anjuran vaksinasi kuliah di luar negeri yang diwajibkan oleh setiap negara dan universitas sebelum Anda berangkat. […]

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

    Oleh karena itu, persiapan kesehatan wajib diperhatikan. Salah satunya dengan melengkapi anjuran vaksinasi kuliah di luar negeri yang diwajibkan oleh setiap negara dan universitas sebelum Anda berangkat. Apa saja contohnya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Tiap Universitas Berbeda

    Tidak semua sekolah atau universitas memiliki peraturan yang sama terkait vaksinasi kuliah di luar negeri. Kebutuhan vaksinasi biasanya dikaitkan dengan negara tujuan dan pendaftaran mata kuliah. Misalnya, calon mahasiswa kedokteran hewan memerlukan vaksinasi rabies, sedangkan vaksin ini tidak diwajibkan untuk calon mahasiswa non-kedokteran.

    Bila Anda belum melengkapi kebutuhan vaksinasi Anda, tak perlu khawatir karena pihak universitas akan menginformasikan kepada Anda jenis vaksinasi yang perlu dilakukan. 

    Waktu terbaik untuk melengkapi vaksinasi adalah 8-12 minggu sebelum keberangkatan. Ya, sebaiknya tidak mepet dengan waktu perkuliahan karena sebagian vaksin memerlukan dua hingga tiga dosis. Konsultasikan dengan dokter untuk penjadwalan terbaik bagi Anda. 

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Jenis Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Yellow Fever

    Apabila Anda berencana kuliah ke Amerika Selatan dan Afrika, maka diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi yellow fever sebelum keberangkatan. Yellow fever merupakan sebuah virus (Flavivirus) yang ditularkan dari gigitan nyamuk aedes dan haemagogus yang terinfeksi. Penyakit masih banyak ditemukan di negara-negara di Amerika Selatan dan Afrika.

    Setelah menerima suntikan vaksinasi kuliah di luar negeri, Anda akan memiliki sertifikat vaksinasi internasional yang berlaku selama sepuluh tahun. 

    Vaksinasi Meningitis

    Meningitis adalah kondisi pembengkakan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Vaksinasi meningitis menjadi syarat yang harus dipenuhi bagi Anda yang hendak kuliah di timur tengah, Afrika, dan United Kingdom (UK).

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Virus Japanese encephalitis dapat menyebabkan infeksi otak. Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini banyak ditemukan di daerah Asia dan sebagian Australia.

    Umumnya, membutuhkan waktu 5-15 hari untuk menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, muntah, dan sulit bergerak. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke negara-negara tersebut, sebaiknya lakukan vaksinasi Japanese Encephalitis sebelum jadwal keberangkatan.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Vaksinasi Hepatitis A sangat disarankan untuk calon mahasiswa yang akan kuliah di negara berkembang dimana tingkat sanitasinya masih rendah. Tapi, risiko ini tetap ada di negara maju karena penularan virus ini juga melalui rute fekal-oral. Artinya, bila seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan benar setelah buang air, lalu ia mengolah makanan, risiko penularan virus jadi meningkat.

    Sebelum pergi, pastikan untuk melakukan vaksinasi hepatitis A paling telatnya dua minggu sebelum jadwal keberangkatan untuk melindungi Anda selama setahun kedepan.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Vaksinasi Hepatitis B

    Untuk Anda yang akan kuliah di daerah endemis hepatitis B, seperti Amerika Selatan, Asia tengah, Asia Tenggara, dan Afrika, sebaiknya lakukan vaksinasi Hepatitis B sebelum keberangkatan. 

    Hepatitis B adalah virus yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, dan banyak terjadi pada orang dewasa.

    Vaksinasi Influenza

    Influenza sering kali dianggap sebagai penyakit sepele. Padahal, virus ini tidak hanya melindungi terhadap virus influenza, tetapi juga menurunkan risiko terjadinya meningitis bila seseorang terinfeksi influenza berat. 

    Vaksinasi influenza sebaiknya diberikan setiap tahun sekali karena virus ini kerap bermutasi. Maka tubuh juga perlu diperbarui imunitasnya. Karena virus ini umum ditemukan di seluruh dunia, maka ke negara manapun Anda melanjutkan kuliah, vaksinasi influenza sangat disarankan. 

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksinasi kuliah di luar negeri yang diperlukan. Mencegah penyakit-penyakit ini penting dan lebih murah dibandingkan perawatan di rumah sakit jika terinfeksi. Melindungi diri dengan vaksin artinya menurunkan risiko sakit berat, komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Yellow Fever Vaccine Recommendations.
    2. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes.
    3. Mayo Clinic. Hepatitis A – Symptoms and causes
    4. CDC. Studying Abroad.
    Read More
  • Pemberian vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri ini penting untuk mencegah penularan meningitis yang mungkin menginfeksi mahasiswa di negara lain. Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia. UNESCO Institute […]

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Pemberian vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri ini penting untuk mencegah penularan meningitis yang mungkin menginfeksi mahasiswa di negara lain. Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia.

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    UNESCO Institute for Statistic 2021 menunjukkan ada 10 negara utama yang menjadi tujuan para pelajar Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Belanda, Turki, dan Kanada.

    Dari daftar negara-negara yang diminati oleh calon mahasiswa Indonesia tersebut ada beberapa negara yang menjadi tempat endemis meningitis, seperti Amerika Serikat, Australia, beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

    Apa itu Meningitis?

    Meningitis merupakan peradangan pada selaput lapisan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Meningitis terkadang sulit dikenali karena gejala awalnya mirip dengan gejala flu biasa seperti demam dan nyeri kepala.

    Kondisi medis lainnya dapat menyebabkan meningitis antara lain cedera kepala, kanker, efek samping obat, dan komplikasi infeksi pada area tubuh lainnya.

    Kuman meningokokus, kuman penyebab meningitis, tersebar di seluruh dunia. Namun, lebih sering ditemukan di negara endemik terutama di Afrika yang dikenal sebagai African meningitis Belt (sabuk meningitis benua Afrika) yang membentang dari Senegal di bagian barat hingga ke Etopia di timur dengan total 26 negara didalamnya.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala Meningitis

    Pada fase awal, gejala meningitis sangat mirip dengan gejala influenza. Seiring berkembangnya penyakit, gejala meningitis juga bertambah. Secara umum, gejala meningitis meliputi:

    • Demam tinggi
    • Leher kaku
    • Nyeri kepala hebat disertai mual sampai muntah hebat
    • Sulit untuk berkonsentrasi
    • Kejang
    • Mengantuk dan kesulitan untuk berjalan 
    • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
    • Penurunan nafsu makan
    • Kemerahan pada kulit.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Mencegah Meningitis

    Pencegahan meningitis dilakukan dengan tujuan mengurangi resiko penularan. Langkah-langkahnya antara lain:

    1. Cuci tangan setiap selesai beraktivitas atau sebelum makan.
    2. Menjaga kebersihan tubuh.
    3. Memasak makanan sampai matang terutama bila sedang hamil.
    4. Gunakan masker bila sedang sakit.
    5. Hindari kontak dengan pasien yang sedang terinfeksi.
    6. Jangan berbagi makanan atau minuman yang sedang dimakan atau barang pribadi (pisau cukur, lipstick, sikat gigi).
    7. Berperilaku hidup sehat (olahraga teratur dan cukup istirahat minimal 7-9 jam).
    8. Vaksinasi meningitis (meningokokus).
    9. Lengkapi imunisasi.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Vaksinasi Meningitis

    Ada beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis. Maka, selain pemberian vaksin meningokokus, pastikan juga Anda mendapatkan jenis vaksin lainnya karena terdapat perlindungan dari jenis kuman lain yang juga dapat menyebabkan infeksi meningitis.

    Jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis adalah:

    • Vaksinasi Pneumokokus (PCV)
    • Vaksin HiB
    • Vaksin MMR
    • Vaksin Meningokokus.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, menetap di luar negeri dalam jangka waktu lama atau sebentar membutuhkan perlindungan yang bagus terhadap penyakit-penyakit menular, terutama penyakit yang endemik di negara tersebut. Lengkapi kebutuhan vaksinasi Anda segera agar kekebalan tubuh sudah terbentuk sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Aisyah, N. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. A. Mbaeyi, S. and A. McNamara, L. Meningococcal Disease.
    4. Master PIE (Media Sharing Termini Penyakit Infeksi Emerging). Meningitis Meningokokus.
    5. Suharjanti I, T Pinzon R. PANDUAN PRAKTIK KLINIS NEUROLOGI.
    6. CDC. Meningitis.
    7. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes.
    8. Cassoobhoy. Meningitis (Bacterial, Viral, and Fungal).
    9. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com