Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

10 Ciri – ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

Hepatitis B merupakan salah satu varian hepatitis, yaitu penyakit peradangan pada organ hati, yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Ciri – ciri terkena hepatitis B dapat dikenali bila Anda mengetahui sifat virus dan gejala-gejala yang ditimbulkan virus ini.

Berbeda dengan hepatitis A dan E yang penularannya secara fekal-oral (lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi), hepatitis B ditularkan lewat masuknya cairan tubuh orang yang terinfeksi (cairan mani, air ludah, dan darah) ke tubuh orang sehat.

Beberapa contoh penyebab tertularnya hepatitis B:

  • lewat luka terbuka,
  • jarum suntik yang dipakai bergantian,
  • hubungan seksual,
  • penggunaan alat bersamaan (misalnya sikat gigi, pisau cukur, atau alat-alat medis),
  • kontak erat dan lama,
  • serta ditularkan selama kehamilan atau proses kelahiran dari ibu yang sakit ke bayi yang dikandungnya.

Di Indonesia, orang yang terinfeksi HBV sebesar 3-20% dan diduga sebagian besar terinfeksi melalui transmisi vertikal (dari ibu yang sakit ke bayi).

Hepatitis B termasuk salah satu jenis hepatitis yang ditakutkan, karena infeksinya dapat berkembang menjadi kronis (menahun). Beberapa data yang perlu kamu ketahui tentang hepatitis B adalah sebagai berikut:

  • 95-99% infeksi hepatitis B hanya bersifat akut dan dapat sembuh sendiri, tetapi 1-5% berkembang menjadi kronis.
  • 70% anak yang terinfeksi hepatitis B akut tidak menunjukkan gejala,
  • dan 90% infeksi yang terjadi pada bayi berusia kurang dari satu bulan (biasanya ditularkan secara vertikal dari ibu) berkembang menjadi kronik.

Apabila infeksinya menunjukkan gejala, maka gejala-gejala yang timbul antara lain:

1. Gejala Prodromal

Gejala prodromal merupakan istilah bagi gejala-gejala awal adanya infeksi oleh suatu penyakit, tetapi biasanya tidak spesifik untuk penyakit tersebut. Pada hepatitis B, jarak antara masuknya virus ke tubuh seseorang hingga gejala awalnya muncul dapat berkisar dari 30 hingga 180 hari, dengan jarak tersering 8-12 minggu. Gejala awal untuk hepatitis akut sangat bervariasi, misalnya tidak nafsu makan, mual, muntah, mudah lelah, lemas, nyeri-nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, dan fotofobia (mata silau). Gejala prodromal ini biasanya mereda ketika gejala-gejala lain yang lebih spesifik muncul, yaitu kira-kira satu hingga dua minggu setelah gejala awal pertama timbul.

2. Gejala-gejala Infeksi Saluran Napas Atas

Gejala-gejala Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan yang ditandai nyeri tenggorokan, nyeri menelan, dan tenggorokan kemerahan juga termasuk dalam gejala prodromal. Gejala-gejala ini memang tidak spesifik dan sering muncul pada berbagai infeksi virus. Maka, jangan heran apabila gejala ISPA menjadi tanda awal dari infeksi hepatitis yang tidak berhubungan dengan saluran pernapasan.

3. Demam

Demam yang muncul pada infeksi hepatitis B tidak sesering demam pada infeksi hepatitis A atau E. Bila terdapat demam, biasanya berkisar antara 38-39oC. Terkadang dapat juga demam tersebut mencapai suhu 39,5-40oC, tetapi hal ini lebih jarang terjadi.

4. Perubahan Warna Urin dan Kotoran

Hati yang membengkak akibat peradangan dapat mengganggu kelancaran saluran empedu. Salah satu tanda paling awal dari sumbatan ini adalah urin (air kencing) berubah warna menjadi lebih gelap seperti teh, serta kotoran berubah warna menjadi keputihan seperti dempul. Perubahan warna ini biasanya terjadi satu hingga lima hari sebelum penderita hepatitis terlihat kuning.

5. Kuning

Hepatitis seringkali disebut sebagai ‘sakit kuning’, sehingga terdapat kesan bahwa kuning adalah ciri seseorang terkena hepatitis B. Namun, pada kenyataannya hanya sebagian orang dengan hepatitis yang terlihat kuning, dan tidak semua orang yang kuning menderita hepatitis. Kuning muncul bila sumbatan saluran empedu mencapai taraf dimana empedu dialihkan ke darah dan kadarnya dalam darah cukup tinggi untuk menimbulkan warna kuning. Warna kuning paling cepat muncul pada bagian putih mata, kemudian ke daerah wajah, tangan, dada, perut, dan terakhir kaki.

6. Nyeri Perut Kanan Atas

Seperti yang telah disebutkan, hepatitis merupakan peradangan pada hati. Hati yang meradang dapat membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga rasa nyeri di sekitar tempat organ tersebut yaitu pada perut kanan atas. Hati yang membengkak dapat teraba oleh dokter di bawah tulang iga terbawah pada daerah perut kanan.

7. Pembengkakan Limpa

Sekitar 10-20% penderita hepatitis B mengalami pembengkakan pada organ limpa, yaitu salah satu organ dalam sistem pertahanan tubuh yang terletak pada perut kiri atas. Apabila organ limpa ini bengkak, organ tersebut dapat teraba membesar ke arah pusar.

8. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Leher

Sama seperti pembengkakan limpa, sekitar 10-20% penderita hepatitis B mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Kelenjar getah bening leher merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh. Jumlahnya banyak, sehingga bila terjadi pembengkakan, dapat teraba lebih dari satu benjolan pada daerah leher.

9. Hepatitis Fulminan

Hepatitis fulminan merupakan istilah bagi hepatitis yang gejalanya sangat berat. Meskipun jarang (0,1-1% dari seluruh kasus hepatitis B), hepatitis B yang bersifat fulminan mengancam nyawa. Kebanyakan penderita hepatitis B fulminan mengalami tanda-tanda gagal hati berupa perut membesar karena terdapatnya cairan di perut, tubuh bengkak, disertai gangguan kesadaran (misalnya sulit diajak bicara, cenderung tidur, mengamuk, atau tidak sadar) dan dapat berlanjut menjadi kondisi koma.

10. Gejala Hepatitis Kronis

Sesuai yang telah disebutkan, gejala-gejala prodromal biasanya hilang mereda waktu satu hingga dua minggu saat gejala-gejala yang lebih spesifik dan berat muncul. Namun, bila gejala prodromal tidak hilang sepenuhnya, disertai pembengkakan hati yang tidak kunjung reda dalam waktu enam bulan, kita perlu mencurigai apakah orang tersebut menderita hepatitis kronis. Hepatitis kronis biasanya terjadi pada infeksi hepatitis B pada bayi.

Perlu diingat bahwa banyak orang yang terinfeksi hepatitis B tidak mengalami semua gejala yang telah disebutkan di atas. Terkadang, gejala yang muncul hanya beberapa gejala prodromal saja kemudian sembuh sendiri tanpa berlanjut ke gejala lain yang lebih spesifik sehingga orang tersebut tidak pernah tahu bahwa ia pernah terinfeksi hepatitis B. Namun, bila Sobat menemukan ciri terkena hepatitis B pada diri Anda maupun orang lain, konsultasilah ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Nah, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis B, salah satu solusi pencegahannya dengan melakukan vaksin hepatitis. Kini Anda tak perlu bingung, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis B, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka:
1. Jules L. Dienstag. Acute Viral Hepatitis. Dalam: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19 ed. New York: McGraw Hill; 2015. hlm. 2004–22.
2. Yuen M-F, Chen D-S, Dusheiko GM, Janssen HLA, Lau DTY, Locarnini SA, dkk. Hepatitis B virus infection. Nat Rev Dis Primer. 7 Juni 2018;4:18035.
3. Kenali Hepatitis B [Internet]. IDAI. [dikutip 30 Juni 2018]. Tersedia pada: idai.or.id

WhatsApp Asisten Maya saja