Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Hepatitis B – Faktor Risiko, Gejala, Penangan, Pengobatan, Pencegahan

Penyakit hepatitis B sering terdengar oleh Sobat semua dan dikaitkan dengan orang yang gemar mendapatkan tato dan tindik serta mereka yang menggunakan narkoba suntik dengan pemakaian jarum suntik tidak steril atau penggunaan bersama. Padahal, bukan mereka saja, loh yang dapat tertular virus ini. Nah, Sobat pasti ingin tahu lebih jauh mengenai hepatitis B. Yuk, mari kita simak.

Penyakit hepatitis B adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B.

Virus Hepatitis B dapat ditemukan pada semua orang di dunia dengan 300 juta penduduknya adalah pembawa virus(carrier).1 Virus ini menular melalui darah, semen, atau cairan tubuh lain dari penderita hepatitis B. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seks tanpa pengaman, transfusi darah, penggunaan jarum bersama pada orang yang menggunakan narkoba suntik atau peralatan suntik lainnya, tatto, akupuntur, dan perawatan wajah yang menggunakan jarum yang tidak steril, penggunaan pencukur atau sikat gigi bersama, serta penularan dari ibu hamil yang menderita hepatitis B ke janin yang dikandungnya. Risiko penularan bergantung pada jumlah virus yang masuk dan seberapa sering Sobat kontak dengan penderita. Penyakit ini tidak menular melalui makanan, air, penggunaan alat makan bersama, pelukan, ciuman, berpegangan tangan, batuk dan bersin.

Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush?

Faktor Risiko Hepatitis B

Beberapa orang memiliki risiko tinggi tertular penyakit hepatitis B ini, antara lain:

  • Tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, orang yang bekerja di laboratorium, dsb)
  • Mereka yang memerlukan transfusi darah atau produk darah
  • Pasien yang sedang melakukan cuci darah
  • Pengguna narkoba suntik
  • Tahanan penjara
  • Pengguna tato dan tindik pada tubuh
  • Penerima transplantasi organ tubuh
  • Mereka yang tinggal bersama penderita dan melakukan kontak seksual dengan penderita
  • Wisatawan yang tidak melakukan vaksinasi hepatitis B saat berpergian

Gejala Hepatitis B

Sobat mungkin belum tau apa saja gejala dari penyakit Hepatitis B ini. Anak di bawh 5 tahun dan dewasa yang sedang mengalami penurunan sistem imun tubuh seringkali tidak merasakan gejala penyakit ini, tetapi  sekitar 30%-50 persen penderita diatas 5 tahun akan mengalami beberapa gejala seperti demam, penurunan nafsu makan, rasa lelah yang hebat, mual muntah dan nyeri perut, nyeri sendi, kemerahan pada kulit dan yang paling sering ditemukan adalah badan yang menguning (dapat dilihat melalui mata dan tangan-kaki) serta urin yang berwarna gelap. Jangka waktu masuknya virus ke dalam tubuh hingga timbulnya gejala adalah 3 hingga 4 bulan. Pada hepatitis B akut, penanda penyakit ini yaitu HbsAg dapat menghilang dan fungsi hati dapat kembali normal. Sedangkan pada hepatitis B kronik, virus akan tetap berada di tubuh lebih dari 6 bulan. Penderita heptitis B pada usia tua, riwayat kanker hati dalam keluarga, konsumsi alkohol dan terinfeksi dengan hepatitis C berisiko tinggi terkena kanker hati.2,5

Beberapa pemeriksaan dapat digunakan sebagai penanda dari hepatitis B, yaitu HbsAg yang bila positif menandakan adanya infeksi akut ataupun kronis, dan Anti-HbsAg yang akan timbul setelah pemberian vaksinasi sebagai tanda adanya kekebalan tubuh. Nah, tentunya Sobat tidak akan bingung lagi pada saat melakukan pemeriksaan di laboratorium.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B

Pada penyakit Hepatitis B yang bersifat akut, tidak ada pengobatan spesifik yang dapat diberikan. Terapi diberikan untuk menghilangkan gejala demam, mual,  muntah, dsb. Sedangkan pada hepatitis B kronis tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, mencegah penularan dari ibu hamil ke janin dan virus yang kembali hidup, serta mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Pengobatannya menggunakan obat-obat anti virus yang diberikan selama 4 hingga 12 bulan dengan angka kesembuhan yang minimal.1,6

Pencegahan Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B dapat dicegah dengan melakukan imunisasi Hepatitis B. Bayi baru lahir mendapatkan 4 kali suntikan imunisasi Hepatitis B, yaitu saat lahir dan saat berusia 2,3,4 bulan. Bayi yang lahir dari ibu penderita hepatitis B memerlukan vaksin Hepatitis B dan Imunoglobulin hepatitis B (HBIG) pada 12 jam pertama setelah kelahiran. Pada orang dewasa, suntikan diberikan sebanyak 3 kali dengan waktu pemberian bulan ke-0, 1, dan 6. Pemberian imunisasi akan merangsang tubuh untuk menghasikan antibodi yang akan melindungi dari Virus Hepatitis B

Penelitian menunjukkan antibodi yang telah terbentuk karena imunisasi pada bayi baru lahir akan menjadi negatif pada 15-50% di 5 hingga 10 tahun mendatang. Hal ini menyebabkan pentingnya pemberian penguat (booster) agar jumlah antibodi dalam tubuh kembali meningkat sehingga risiko tertulari pun akan  menurun.

Vaksin dapat diberikan secara tunggal atau kombinasi dengan vaksin lain seperti DTP-Hep B, DTP-Hib-Hep B, DTP Hib-inactivated poliovirus-HepB, Hib-HepB, dan hepatitis A-HepB. Lalu, adakah reaksi yang dapat terjadi setelah mendapatkan vaksinasi ini?Jangan khawatir, Sobat, reaksi ringan dapat terjadi dalam 24 jam pertama setelah pemberian seperti pegal di tempat suntikan, kemerahan, sakit kepala dan pembengkakan ringan. Reaksi berat dapat terjadi bila kita memiliki alergi terhadap komponen vaksin, seperti alergi terhadap ragi yang dapat menimbulkan reaksi anafilaksis setelah vaksin.

Selain imunisasi, penyakit hepatitis B dapat dicegah dengan menggunakan jarum steril pada pembuatan tato dan tindik, akupuntur atau perawatan kecantikan lain, serta tindakan medis oleh tenaga kesehatan. Bila pasangan anda terinfeksi hepatitis B, maka gunakanlah pengaman pada saat melakukan hubungan seksual.

Penyakit hepatitis B ternyata sangat mengerikan, ya. Oleh karena itu, pencegahan memang lebih baik daripada pengobatan. Segera datang ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi lengkap sehingga Sobat dapat terlindungi dari penyakit HepatitisB. Tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan vaksinasi ini. Mari kita cegah penularan Hepatitis B dengan pemberian vaksinasi Hepatitis B.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Maslim Y. Waspadai Hepatitis B. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Viral Hepatitis. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov (03.07.2018).
  3. Martinelli D, Fortunato F, Simsek G, Prato R. Epidemiology and prevention of Hepatitis B and C. In: Serviddio G editor. Practical Management of Chronic Viral Hepatitis. 1st edition. 2013.
  4. Stasi C, Silvestri C, Voller F. Emerging trends in epidemiology of hepatitis B virus infection. Journal of Clinical Translational Hepatolology.2017;5(3):272–276.
  5. Kwon SY, Hong Lee C. Epidemiology and prevention of hepatitis B. The Korean Journal of Hepatology. 2011;17:87-95.
  6. European Association for the Study of the Liver. EASL 2017 clinical practice guidelines on the management of Hepatitis B virus infection. Journal of Hepatology. 2017; 67: 370-398

Produk Terkait

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked