Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

10 Bahaya Hepatitis B pada Bayi!

Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus hepatitis B merupakan jenis yang paling sering menyebabkan peradangan hati yang bersifat kronis (lama) dan sangat berbahaya. Di dunia terdapat 240 juta orang yang menderita hepatitis B kronis dan 75%-nya berada di Asia, termasuk Indonesia.

Akibat dari bahaya hepatitis B ditambah belum adanya pengobatan yang dapat seutuhnya menyembuhkan penyakit tersebut, sampai pada tahun 2015, setiap tahun masih terdapat kematian sebanyak 600.000 orang penderita hepatitis B. Pada bayi, faktor risiko paling besar untuk mendapat infeksi hepatitis B adalah paparan terhadap ibu yang menderita hepatitis B selama proses kehamilan dan persalinan. Sebanyak 90% bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B, baik secara normal atau operasi sesar, juga akan mendapat infeksi hepatitis B kronis jika tidak diberikan penanganan yang tepat saat lahir.

Hepatitis B disebut sebagai jenis hepatitis yang sangat berbahaya karena dari 100% bayi yang baru tertular infeksi, hanya 5% yang akan pulih dan berhasil membentuk kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis B, sedangkan 1 – 5% akan dengan cepat berkembang menjadi infeksi yang parah sampai menyebabkan kematian dini, dan sisanya (90 – 94%) akan berlanjut menjadi infeksi kronis yang merupakan cikal bakal terbentuknya jaringan parut hati (sirosis) atau bahkan kanker hati.

Berikut ini akan kita kupas 10 bahaya hepatitis B pada bayi serta gejala yang mungkin muncul, sehingga bisa membantu orang tua untuk lebih waspada, terutama jika sang ibu selama kehamilannya menderita hepatitis B.

1. Kematian sel hati

Virus hepatitis B secara spesifik menyerang sel hati. Virus akan masuk kedalam sel dan merusak struktur serta metabolisme sel, menyebabkan kematian sel. Infeksi yang baru terjadi seringkali tidak menimbulkan gejala, tapi kematian sel hati dapat dideteksi dengan meningkatnya kadar enzim hati.

2. Terbentuk jaringan parut (sirosis hati)

Saat jaringan hati rusak, ia akan membuat sel baru untuk menggantikan kerusakan, dan pada prosesnya dapat terbentuk jaringan parut. Keberadaan jaringan parut ini mengganggu fungsi hati. Pada sirosis hati yang luas, gejala seperti mudah lelah, mudah luka dan berdarah, mual, atau warna kulit menjadi kuning dapat muncul.

3. Penyumbatan saluran empedu (kolestasis)

Sel hati juga memproduksi bilirubin (zat yang memberi warna kuning pada urin dan  feses). Pada kondisi kerusakan hati, bilirubin tidak bisa keluar dari hati menuju ke usus, sehingga akan terserap kembali ke darah dan mengakibatkan perubahan warna kulit menjadi kuning.

4. Penurunan fungsi otak akibat zat berbahaya (ensefalopati hepatikum)

Fungsi hati yang terganggu untuk membuang zat berbahaya dalam tubuh mengakibatkan zat tersebut tetap beredar dalam darah dan mencapai otak. Hal tersebut bisa menimbulkan gangguan kesadaran, mudah lupa, bicara terpatah – patah, tangan gemetar, yang merupakan gejala dari ensefalopati hepatikum.

5. Penyakit sendi

Gejala pada hepatitis B tidak hanya disebabkan aktivitas virus, tapi juga respon imun dari tubuh manusia. Dalam perjalanan penyakitnya, bagian tubuh yang terikat dengan bagian dari virus akan beredar dalam darah dan dapat mengendap di sendi sehingga mengakibatkan nyeri sendi (atralgia).

6. Peradangan ginjal

Peradangan ginjal diakibatkan mekanisme imun yang sama seperti pada nyeri sendi. Jika terjadi, maka fungsi ginjal juga akan terganggu.

7. Sindrom Guillain-Barré

Sindrom ini juga didasari oleh mekanisme imun, yang ditandai dengan kelumpuhan otot yang berawal dari anggota gerak bawah dan menjalar ke bagian atas tubuh. Kelumpuhan yang sudah mencapai otot dada sangat berbahaya karena dapat mengganggu pernapasan.

8. Gangguan pembekuan darah (koagulopati)

Koagulopati terjadi karena terganggunya fungsi hati dalam membentuk faktor pembekuan darah.

9. Kanker hati

Kanker hati adalah kanker ke – 6 terbanyak di dunia dan 55% dari kasus kanker hati disebabkan oleh virus hepatitis B.

10. Kematian

Hepatitis B memiliki angka kematian tertinggi di antara jenis hepatitis lainnya. Jika bayi lahir dari ibu dengan hepatitis B dan tidak mendapat penanganan tepat, bahaya hepatitis B yang paling ditakuti ini dapat terjadi.

Berita baiknya, 10 bahaya hepatitis B tersebut dapat dicegah! Bagi ibu hamil yang sedang menderita hepatitis B tidak perlu hilang harapan, karena saat ini di Indonesia telah diterapkan program vaksinasi khusus untuk bayi yang lahir dari ibu yang positif menderita hepatitis B. Program tersebut berupa pemberian Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dan vaksin hepatitis B sebanyak satu kali sebelum bayi berusia 12 jam.

Pada bayi yang lahir dari ibu tanpa hepatitis B, hanya diberikan vaksin hepatitis B saja, tanpa HBIG. HBIG memiliki cara kerja yang berbeda dengan vaksin hepatitis B. Sesuai dengan namanya, HBIG merupakan imunoglobulin, yaitu antibodi spesifik yang sudah siap memberikan proteksi bagi tubuh bayi terhadap virus hepatitis B, tapi fungsi proteksi ini hanya sementara (3 – 6 bulan). Oleh karena itu, diperlukan juga pemberian vaksin hepatitis B yang merupakan virus yang sudah dilemahkan, sehingga memicu tubuh bayi membentuk antibodinya sendiri terhadap virus hepatitis B.

Pada bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B, tidak ada pengecualian untuk pemberian vaksin hepatitis B, termasuk bayi prematur dengan berat badan lahir < 2.000 gram. Namun, pada bayi yang lahir dari ibu tanpa hepatitis B, jika lahir dengan berat badan lahir < 2.000 gram, maka pemberian vaksin hepatitis B ditunda sampai bayi berusia 1 bulan.

Setelah vaksin pada hari pertama kelahiran, setiap bayi tetap harus melengkapi jadwal imunisasi hepatitis B sebanyak tiga kali, yaitu saat usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Jadwal ini berlaku secara nasional di Indonesia, sehingga bisa didapatkan di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk untuk bayi yang lahir dari ibu tanpa hepatitis B. Pemberian HBIG dan empat dosis vaksin hepatitis B memiliki efektivitas sebesar 85 – 95% dalam mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Vaksin hepatitis B ini telah terbukti aman, tetapi sama seperti vaksin lainnya, efek samping seperti nyeri di bagian tubuh yang disuntik atau demam mungkin terjadi setelah vaksinasi. Namun, hal tersebut merupakan efek samping ringan yang akan hilang setelah 1 – 2 hari, sehingga vaksinasi tetap memberikan keuntungan yang lebih besar, yaitu terlindunginya bayi dari bahaya hepatitis B, khususnya kematian dini.

Nah, jika Anda ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis B, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis B, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi

  1. Borgia G, Carleo M, Gaeta G, Gentile I. Hepatitis B in pregnancy. World Journal of Gastroenterology. 2012;18(34):4677-4683.
  2. Hepatitis B Vaccine Safety Vaccines | Vaccine Safety | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2015 [cited 5 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/hepatitis-b-vaccine.html
  3. Michielsen P, Ho E. Viral hepatitis B and hepatocellular carcinoma. ActaGastroenterol Belg. 2011;74(1):4-8.
  4. Nelson N, Jamieson D, Murphy T. Prevention of Perinatal Hepatitis B Virus Transmission. Journal of the Pediatric Infectious Diseases Society. 2014;3(1):S7-S12.
  5. Nelson. Textbook of Pediatrics. Edisi ke-20. Philadelphia: Elsevier, 2016.
  6. Purwono P, Juniastuti, Amin M, Bramanthi R, Nursidah, Resi E et al. Hepatitis B Virus Infection in Indonesia 15 Years After Adoption of a Universal Infant Vaccination Program: Possible Impacts of Low Birth Dose Coverage and a Vaccine-Escape Mutant. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 2016;95(3):674-679.
  7. Yano Y, Utsumi T, Lusida M, Hayashi Y. Hepatitis B virus infection in Indonesia. World Journal of Gastroenterology. 2015;21(38):10714-10720.

 

Produk Terkait

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked