Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya

Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung pada musim tertentu. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi CMV sebesar 50% sehingga wanita hamil dengan usia produktif memiliki resiko terjadinya infeksi primer CMV.

Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya

Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya

Cytomegalovirus menyebabkan infeksi pada janin dengan angka insidensi mencapai 2% dari semua bayi lahir hidup atau sebanyak 7 per 1000 kelahiran hidup. Sebanyak 12,7% bayi yang terinfeksi memperlihatkan gejala saat lahir dan sebanyak 13,5% bayi tidak memperlihatkan gejala saat lahir namun gejala berkembang di kemudian hari, termasuk gangguan pendengaran sensorineural saat usia anak-anak.

Virus ini menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang dengan diabetes melitus dan HIV. Penularan CMV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, termasuk saat hubungan seksual, transplantasi organ atau donor darah. Virus CMV ini ternyata juga dapat menular dari ibu ke janin saat di dalam kandungan, persalinan dan menyusui.

Gejala Infeksi Cytomegalovirus

Infeksi CMV kongenital dapat muncul tanpa gejala (asimptomatik) atau dengan gejala (simptomatik). Satu dari setiap 200 kelahiran bayi berpotensi mengalami infeksi CMV, dan dari 5 bayi yang terinfeksi CMV mengalami gangguan jangka panjang. Berikut ini gejala CMV kongenital pada bayi baru lahir:

  • Rash atau ruam kemerahan
  • Jaundice atau kulit kekuningan di bagian badan dan mata
  • Mikrosefali (kepala kecil)
  • Berat badan lahir rendah
  • Hepatosplenomegali (pembesaran organ hati dan limpa)
  • Kejang
  • Retinitis (gangguan pada retina mata)
  • Kelenjar getah bening membengkak.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Sebagian bayi yang lahir dengan gejala CMV kongenital kemungkinan besar akan memiliki gejala jangka panjang, seperti:

  • Gangguan pendengaran 
  • Perkembangan motorik terhambat sehingga menyebabkan gangguan koordinasi tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Mikrosefali
  • Kejang
  • Gangguan perkembangan intelektual
  • Pneumonia berat seperti sesak napas, batuk dan nyeri dada
  • Gangguan pencernaan yang ditandai dengan kesulitan menelan, nyeri perut dan diare berdarah.

Baca Juga: Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan

Diagnosis CMV Kongenital

Infeksi CMV kongenital dapat didiagnosis dengan menguji air liur bayi baru lahir, urin atau darah. Specimen ini harus dikumpulkan untuk pengujian dalam dua hingga tiga minggu setelah bayi baru lahir untuk memastikan apakah ada infeksi virus CMV.

Namun, pada ibu hamil yang diduga terkena infeksi CMV, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berupa:

  • USG kehamilan untuk mendeteksi dini adanya kelainan pada janin
  • Amniosentesis (pemeriksaan air ketuban) untuk mendeteksi adanya keberadaan virus CMV jika memang ditemukan kelainan pada janin.

Baca Juga: Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

Pengobatan CMV

Untuk bayi dengan tanda-tanda infeksi CMV kongenital saat lahir, obat antivirus, terutama valgansiklovir dapat meningkatkan pendengaran dan perkembangan si kecil. Namun, valgansiklovir memiliki efek samping yang serius dan perlu dikonsultasikan lebih dahulu dengan dokter yang menangani. Pengobatan yang cepat dan tepat akan meminimalisir komplikasi akibat infeksi virus CMV.

Baca Juga: Mengapa Ibu Hamil Membutuhkan Vaksin Tetanus?

Pencegahan infeksi CMV

Upaya pencegahan infeksi CMV sangat penting dilakukan, terutama bagi ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh rendah, dan orang dengan penyakit kronis. Berikut adalah cara mengurangi risiko terinfeksi CMV, antara lain:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, terutama sebelum dan sesudah kontak dengan anak-anak dan cairan tubuh orang lain.
  2. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, seperti mencium bibir dan berbagi makanan dari tempat makan yang sama.
  3. Hindari penggunaan alat pribadi secara bersamaan seperti alat makan, dan sikat gigi.
  4. Lakukan pemeriksaan TORCH saat merencanakan kehamilan.
  5. Hindari melakukan hubungan seksual berisiko dengan berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom dengan orang yang riwayat kehidupan seksualnya tidak diketahui.

Baca Juga: Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Rampengan, N. DIAGNOSIS INFEKSI SITOMEGALOVIRUS PADA BAYI DAN ANAK.
  2. CDC. About Cytomegalovirus and Congenital CMV Infection.
  3. FKUI. Teliti Dampak Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Akibat Infeksi CMV kongenital serta Faktor Risiko yang Memengaruhi.
  4. CDC. Babies Born with Congenital Cytomegalovirus (CMV).
  5. CDC. CMV Fact Sheet for Pregnant Women and Parents.

Chat Dokter 24 Jam