Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan

Kehamilan membawa banyak perubahan dalam tubuh perempuan. Tahukah Sahabat Sehat bahwa perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun dan pernah hamil 3 kali atau lebih memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks?

Diperkirakan, ini terjadi karena peningkatan paparan infeksi HPV melalui aktivitas seksual. Penelitian juga menunjukkan perubahan hormonal selama kehamilan membuat perempuan lebih rentan terhadap infeksi HPV atau pertumbuhan kanker. Perempuan hamil juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga memungkinkan infeksi HPV dan pertumbuhan kanker.

Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan

Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan

Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Menurut data dari Globocan 2018, sekitar 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker serviks. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks.

Vaksin HPV

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus), yang disebabkan oleh tipe 16 dan 18 (sebanyak 70% kasus di dunia). Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Cara penularan virus HPV disebabkan melalui kontak atau hubungan seksual.

Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, virus HPV dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu bivalen dan tetravalent yang beredar. Bivalen mengandung 2 tipe HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sedangkan vaksin tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (tipe 6, 11, 16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

Bisakah Vaksinasi HPV Diberikan Jika Sudah Berhubungan Seksual?

Idealnya, vaksinasi HPV diberikan pada usia mulai 9 tahun dan sebelum perempuan aktif secara seksual. Hal ini karena tingkat kekebalan tubuh paling tinggi dan perubahan mukosa atau selaput lendir di leher rahim perempuan lebih rentan terinfeksi HPV.

Vaksinasi diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian:

  • Dosis pertama
  • Dosis kedua: 1-2 bulan setelah penyuntikan pertama (tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan, apakah bivalen ataukah kuadrivalen)
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah penyuntikan pertama.

Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

Meskipun efektivitas vaksin lebih tinggi pada remaja dan mereka yang belum aktif secara seksual, perempuan yang sudah menikah tetap bisa mendapatkan manfaat perlindungan dari vaksinasi HPV.

Namun, bagi perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual maka juga direkomendasikan untuk melakukan Pap smear satu sampai 3 tahun sekali untuk melihat adanya resiko terkena infeksi virus HPV.

Baca Juga: Yuk, Kenali Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Rahim

Vaksin HPV Memberikan Perlindungan Bagi Ibu Hamil dan Janin

Vaksinasi HPV tidak dapat diberikan ketika ibu sedang hamil. Maka, vaksin ini sangat disarankan bagi calon pengantin agar kelak dapat memberikan sejumlah perlindungan bagi ibu dan janin, seperti:

  • Pada masa kehamilan, kutil kelamin dapat berkembang lebih cepat akibat pengaruh dari hormon kehamilan. Perubahan hormon menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di organ kewanitaan sehingga mudah terjadi keputihan dan lembab. Kondisi hamil juga merubah sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan virus mudah menginfeksi, sehingga terbentuklah kutil kelamin lebih cepat.
  • Pada saat melahirkan, kutil kelamin yang berukuran besar dapat terasa sangat nyeri dan dapat menyebabkan perdarahan pada proses melahirkan.
  • Mengurangi resiko bayi lahir prematur. Sejumlah penelitian yang dilakukan di Australia mengatakan bahwa vaksinasi HPV dapat memberikan manfaat dalam mencegah lebih dari 2000 kelahiran prematur di sejak diperkenalkannya vaksinasi HPV pada anak sekolah pada tahun 2007.

Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

Nah Sahabat Sehat, itulah pentingnya mencegah infeksi HPV melalui vaksinasi. Tidak hanya bermanfaat untuk Anda dan pasangan, tapi juga dalam melindungi calon bayi. Jika Sahabat Sehat belum vaksinasi HPV, jadwalkan segera vaksinasi Anda dan pasangan bersama Prosehat.

Layanan vaksinasi adalah layanan unggulan Prosehat dimana Anda dan pasangan dapat melakukan vaksinasi di rumah maupun di klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi atau Palmerah Jakarta Barat. Vaksinasi adalah investasi kesehatan dengan manfaat besar.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Perdoski.id. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV.
  2. IDAI. Sekilas tentang Vaksin HPV.
  3. CDC. HPV Vaccination: What Everyone Should Know.
  4. Planned Parenthood. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination.
  5. CDC. HPV Vaccine Information For Young Women.
  6. Miles, K. Human papillomavirus (HPV) during pregnancy.
  7. Emery, G. HPV vaccination during pregnancy shows no ill effects.
  8. Haryadi, R. Vaksin HPV Dapat Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur.
  9. Cancer.org. Risk Factors for Cervical Cancer.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com