Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 91–100 of 647 results

  • Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan. DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. […]

    Kenali Perbedaan DHF, Chikungunya, Leptospirosis

    Sobat pernah mendengar tentang DHF (Dengue High Fever), Chikungunya, Leptospirosis? Mungkin sekilas Anda mengetahui informasi terkait penyakit-penyakit tersebut, tapi sudahkah Anda memahami penyebab dan perbedaan ketiganya? Hal yang patut jadi perhatian ialah gejala dari penyakit tersebut cukup mirip dan sering terjadi pada musim penghujan.

    DHF dan Chikungunya adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Seekor nyamuk pembawa virus ini dapat menginfeksi lebih dari selusin orang-seumur hidup nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti lebih cenderung menyebarkan demam berdarah dan nyamuk tipe Aedes albopictus lebih cenderung menyebarkan virus chikungunya. Tak jarang seseorang dapat terinfeksi dua virus tersebut secara bersamaan. Sedangkan leptospira merupakan infeksi bakteri yang sering ditemukan baik di daerah pedesaan dan perkotaan, dimana faktor lingkungan dan gaya hidup memengaruhi perkembangan penyakit ini. Bakteri leptospira ditularkan ke manusia melalui kontak tidak langsung lewat urin atau jaringan hewan yang terinfeksi.

    Baca Juga: Nyamuk Pembunuh No 1 Dunia

    Gejala awal dari DHF dan chikungunya sangat mirip yaitu demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada bagian mata, nyeri sendi, ruam dan lesu. Gejala kelelahan yang diakibatkan oleh kedua penyakit virus ini dapat berlangsung berminggu-minggu bahkan hingga bulan. Dalam beberapa kasus bahkan nyeri sendi dapat bertahan sampai beberapa bulan, atau bahkan tahun.

    Sedangkan gejala leptospira dapat terlihat setelah masa inkubasi 1 atau 2 minggu, yang terkadang tidak menunjukkan gejala, tapi dapat pula menyebabkan gejala demam tinggi yang mirip dengan DHF dan chikungunya, nyeri kepala, muntah, diare, ruam kulit dan penyakit kuning (pada kulit dan mata dapat terlihat lebih kuning). Sehingga, ketika Sobat menemukan gejala-gejala tersebut, segeralah berobat ke dokter terdekat untuk dilakukan beberapa tes darah sederhana untuk membedakan penyakit.

    Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan diagnosis dari gejala-gejala dari DHF, chikungunya serta leptospirosis, yaitu dengan tes darah sederhana. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi virus DHF atau virus chikungunya selama beberapa hari dalam darah selama beberapa hari setelah infeksi atau antibodi terhadap virus tersebut. Tes ini dilakukan oleh dokter jika ada kecurigaan pasien menderita infeksi DHF atau chikungunya.

    Penyakit chikungunya jarang berakibat fatal, tapi DHF dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

    Pemeriksaan leptospira dapat dilakukan dengan tes darah sederhana dan memeriksa darah Sobat untuk mengetahui apakah Sobat memiliki antibodi terhadap leptospira, yang menandakan bahwa Sobat sedang terinfeksi bakteri tersebut. Jika Sobat telah memiliki infeksi ini sebelumnya, maka hasil ini dapat mengakibatkan hasil positif palsu, sehingga dokter mungkin saja meminta untuk melakukan tes ulang seminggu kemudian untuk memastikan hasilnya benar. Selain itu pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah tes DNA. Cara ini lebih tepat dalam menentukan diagnosis, tapi mahal dan membutuhkan waktu yang lama.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Penyakit DHF dan chikungunya tidak memiliki obat khusus. Jika Sobat merasa menderita kedua penyakit tersebut, maka Sobat dapat mengonsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri dan menghindari obat-obatan jenis aspirin karena dapat menyebabkan perdarahan. Sobat juga tentunya perlu beristirahat, banyak minum cairan, dan mengunjungi dokter terutama jika gejala bertambah buruk.

    Leptospirosis dapat diobati dengan menggunakan antibiotik dan dokter mungkin juga akan menyarankan Sobat mengonsumsi obat penurun demam untuk mengurangi gejala demam dan nyeri otot. Leptospira akan berlangsung selama 1 minggu dan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya. Bila gejala bertambah parah seperti gejala gagal ginjal, meningitis (infeksi selaput otak), dan masalah paru-paru, maka Sobat sebaiknya segera berobat ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

    Itulah perbedaan dan terapi dari DHF, Chikungunya dan Leptospirosis. Jika Sobat mulai memiliki gejala yang kita bahas di atas, segeralah konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut sakit yang diderita. Untuk informasi kesehatan lainnya, bisa diperoleh melalui www.prosehat.com atau install aplikasi di google play atau app store. Atau jika Anda membutuhkan produk kesehatan, dapat menghubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Differences between dengue and chikungunya – ttsh.com.sg/about-us/newsroom/news/article.aspx?id=4999, diakses pada tanggal 7-1-2019
    2. Dengue virus infection : Clinical manifestations and diagnosis – uptodate.com/contents/dengue-virus-infection-clinical-manifestations-and-diagnosis, diakses pada tanggal 7-1-2019
    3. Dengue vs Leptospirosis, diagnosis and treatment from the first contact – medtube.net/science/wp-content/uploads/2014/03/Dengue-vs.-Leptospirosis-diagnosis-and-treatment-from-the-first-contact.pdf, diakses pada tanggal 7-1-2019
    4. Dengue fever – webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#1, diakses pada tanggal 7-1-2019
    5. Chikungunya virus – cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html, diakses pada tanggal 7-1-2019
    Read More
  • Diet adalah salah satu cara yang banyak dilakukan untuk menurunkan berat badan. Saat ini sudah banyak sekali metode diet yang bermunculan. Salah satu diet yang cukup populer untuk menurunkan berat badan adalah diet ketogenik atau yang umum disebut sebagai diet keto. Ternyata selain diet keto, tidak berapa lama kemudian muncul diet ketofastosis, yaitu gabungan dari […]

    Cara Diet Ketofastosis untuk Turunkan Berat Badan

    Diet adalah salah satu cara yang banyak dilakukan untuk menurunkan berat badan. Saat ini sudah banyak sekali metode diet yang bermunculan. Salah satu diet yang cukup populer untuk menurunkan berat badan adalah diet ketogenik atau yang umum disebut sebagai diet keto. Ternyata selain diet keto, tidak berapa lama kemudian muncul diet ketofastosis, yaitu gabungan dari diet ketogenik dan fastosis. Diet ini terdiri dari beberapa tahap yang perlu dilalui dan memerlukan komitmen dan niat yang tinggi untuk menjalaninya seumur hidup, tidak boleh onoff yang justru dapat merusak metabolisme tubuh. Wah, Sobat tentu penasaran kan? Yuk kita simak lebih lanjut.

    Diet ketofastosis adalah gabungan antara proses diet ketogenik dan fastosis. Lalu apa makna keduanya? Ketogenik merupakan suatu pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis sendiri adalah fasting on ketosis, artinya puasa dalam keadaan ketosis. Fastosis bukanlah sebuah pola makan melainkan suatu gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup. Ketosis adalah kondisi dimana organ liver manusia memproduksi ‘keton’ untuk digunakan sebagai bahan bakar utama penghasil energi dalam tubuh, terutama otak. Ketosis akan terjadi ketika tubuh tidak lagi menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, tapi lemak, dimana hasil metabolismenya akan menghasilkan keton.

    Sebelum memulainya, Sobat harus benar-benar memahami sebelumnya mengenai diet ketofastosis. Diet ini terdiri dari 70-80% lemak, 15-25% protein, dan 5% karbohidrat. Terdapat 3 fase di dalam diet ini, yaitu:

    • Fase 1: Induksi (3 hari – 2 minggu). Fase ini adalah fase memicu adaptasi awal tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi. Fase ini mengombinasikan puasa (intermittent fasting/IF) selama 16-18 jam sehari dengan menu makanan yang sangat rendah karbohidrat (dibawah 10 gram per hari). Menu makanan selama fase ini adalah lemak hewani (ikan, ayam, telur, dan daging) serta harus dimasak dengan menggunakan atau menambahkan unsur lemak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, mentega, santan, keju, krim susu, dan sebagainya. Pada fase ini tidak boleh mengandung unsur sayuran atau buah.
    • Fase 2: Konsolidasi (1 minggu – 1 bulan). Fase ini adalah fase unsur nabati seperti sayur mulai dimasukkan dalam menu makanan. Unsur buah belum boleh dimasukkan dalam fase ini. Fase tersebut menambahkan jumlah asupan karbohidrat sehari namun tetap tidak boleh lebih dari 15 gram per hari. Sayur yang dikonsumsi adalah sayuran tinggi serat seperti brokoli, bayam, sawi, bok choy, kangkung, kol, buncis, kacang panjang, kembang kol, dan sebagainya. Durasi puasa IF ditambahkan menjadi 18-20 jam. Pada fase ini tubuh sudah mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Pada fase tersebut, Sobat harus mengontrol gula darah puasa setiap 3 hari atau 1 minggu sekali, dan harus selalu di bawah 80 mg/dL (untuk melihat efek penambahan karbohidrat dari sayuran). Jika ternyata penambahan sayuran ini menaikkan gula darah puasa dari zona optimal tersebut, maka harus kembali ke fase pertama untuk menurunkannya kembali.

    Baca Juga: Hubungan Obesitas dengan Jantung Koroner

    • Fase 3: Maintenance (selama program berlangsung atau menjadi gaya hidup sehat). Pada fase ini, unsur nabati seperti buah sudah dimasukkan. Pada fase ini, sayur dan buah harus memerhatikan jenis dan takaran saji per harinya agar tetap menjaga gula darah di bawah 80 mg/dL. Total asupan karbohidrat per hari dengan penambahan dari buah adalah maksimal 20 gram per hari (berat buah maksimal 100 gram dan dikonsumsi dengan sumber lemak seperti santan, whip cream atau cream cheese). Buah yang dapat dikonsumsi adalah buah tinggi serat dan rendah karbohidrat seperti alpukat, strawberry, blueberry, mulberry, raspberry, blackberry, belimbing, dan sebagainya. Durasi puasa IF ditambah menjadi 20-23 jam. Pada fase ini tubuh sudah terbiasa dan telah beradaptasi menggunakan lemak sebagai bahan bakar energi tubuh.

    Dalam menjalankan diet ini, baik sedang dalam fase manapun, sedang waktu berpuasa atau tidak, disarankan untuk mengonsumsi Immunator Honey, yaitu suplementasi yang berguna untuk mencegah penurunan metabolisme dari efek pembatasan kalori yang terjadi secara alami.

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga Bagi Penderita Diabetes

    Mungkin yang akan menjadi pertanyaan Sobat, apakah semua orang aman dan diperbolehkan untuk menjalani diet ini? Diet ini tidak dianjurkan pada pasien dengan gangguan ginjal, diabetes yang tidak terkontrol, nefropati diabetes, kanker jenis tertentu (dietary fat-related cancer) dan lansia. Ingat loh sahabat, diet yang seimbang tetap harus mengutamakan kebutuhan tubuh akan bahan makanan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jangan lupa, untuk olahraga teratur dan kelola stress agar berat badan impian anda tercapai.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Apa bedanya diet ketogenik dan diet ketofastosis? Diupdate 16 April 2018. Diakses 10 November 2018. Available at: hellosehat(dot)com/hidup-sehat/nutrisi/beda-diet-ketogenik-dan-diet-ketofastosis/
    2. Ketofastosis: fastosis on ketosis. Diupdate 8 September 2016. Diakses 10 November 2018. Available at: ketofastosis.com/fastosis-fasting-on-ketosis
    3. I-KetoFast. Diakses 10 November 2018. Available at: ketofastosis.com/download
    4. Coconut ketogenic (fastosis). Diakses 10 November 2018. Available at: foodketo.com/QwudSd34exUU/Panduan%20CocoKeto%20Indonesia%20v1.2.pdf
    5. Lukito W. Menyikapi diet yang populer di masyarakat: ketofastosis. Diupdate 10 Februari 2018. Diakses 10 November 2018. Available at: idicabangtangerang(dot)org/upload/20180213113025-1.%20dr.%20Widjaja%20L-Ketofastosis-PIT-IDI-Tangerang-10022018.pdf
    Read More
  • Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus […]

    Diet, Amankah Bagi Penderita Penyakit Kronis?

    Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus beserta komplikasinya, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) beserta komplikasinya.

    Penyebab penyakit kronis atau penyakit degeneratif ini sebagian besar disebabkan gaya hidup dan pola makan yang tidak tepat. Penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia tentunya saling berkaitan, dimulai dari pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam pembuluh darah, dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis), kerusakan ini dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya disebabkan karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak, selain itu merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%.

    Baca Juga: 7 Makanan Memicu Kolesterol

    Salah satu cara agar terhindar dari penyakit kronis adalah menghindari makanan yang kurang baik sehari-hari. Namun, apakah aman melakukan diet apabila kita terlanjur didiagnosis mempunyai penyakit kronis seperti tingginya gula darah, darah tinggi maupun penyakit jantung koroner? Tentu saja aman, selama melakukan diet dengan cara yang tepat, hanya dengan mengurangi porsi makanan atau jumlah kalori yang masuk setiap harinya, tidak melakukan diet yang ekstrim atau berlebihan serta tetap menjaga aktivitas fisik seperti halnya olah raga.

    Berikut ini anjuran diet serta perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pasien dengan penyakit kronis:

    1. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat berlebih

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, tapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan cadangan lemak tubuh. Hal ini disebabkan karbohindat mengandung senyawa gula. Secara garis besar terdapat dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat simpleks didapatkan dari makanan seperti kue kering, puding, jus, roti, soda, cokelat, permen. Sedangkan karbohidrat kompleks ditemukan pada makanan seperti kacang polong, gandum, roti dan nasi. Karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian yang diperlukan tubuh. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko obesitas (berat badan berlebih) sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke akibat sumbatan plak lemak, diabetes serta penyakit jantung koroner.

    1. Mengurangi asupan garam yang berlebihan

    Batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah yang akan meningkatkan beban kerja jantung. Cara mengurangi garam tidak hanya dengan mengurangi garam dapur saja, tapi juga mengurangi makanan yang asin seperti biskuit, keripik, keju, serta berbagai makanan ringan lainnya.

    1. Mengurangi asupan gula yang berlebihan

    Seperti yang telah dijelaskan pada asupan karbohidrat di atas, asupan gula dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa. Bagi pasien dengan gula darah tinggi dapat mengganti asupan gula dengan gula low calories atau dengan gula jagung.

    Baca Juga: Teh Hijau Bisa Menurunkan Kolesterol? Masa Sih?

    1. Menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak (terutama lemak jenuh)

    Meningkatnya kolesterol dalam darah terutama LDL (Low Density Lipoprotein), meningkatkan penumpukan lemak sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis).Bagi pasien dengan penyakit kronis, dapat mengganti asupan lemak dengan lemak yang tak jenuh seperti minyak ikan yang mengandung omega 3, mengganti minyak zaitun atau olive oil saat menggoreng makanan, mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh seperti alpukat, kacang almond, ikan tuna, salmon.

    1. Memperbanyak asupan serat setiap harinya

    Bahan makanan yang mengandung serat seperti sayur, gandum serta buah-buahan sangat baik bagi pasien dengan penyakit kronis untuk tetap menjaga berat badannya. Hal ini disebabkan serat dapat meningkatkan perasaan kenyang lebih lama sehingga seseorang yang mengonsumsi cukup serat akan jarang merasa lapar dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan ringan.

    1. Menghindari minuman yang mengandung kafein

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Umumnya kandungan kefein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    1. Memperbanyak minum air putih

    Air putih selain baik bagi kesehatan, ternyata dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama pada saluran pencernaan. Konsumsi air putih dengan kadar yang cukup akan mengurangi kebiasaan minum minuman manis yang mengandung kalori serta menurunkan kebiasaan konsumsi makanan ringan karena memberikan efek kenyang yang lebih lama. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari atau setara dengan dua liter air.

    1. Melakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur

    Apabila seseorang telah berhasil menurunkan berat badan dengan menjaga pola makanan dan asupan kalori per hari, maka aktivitas fisik juga diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tidak mudah naik kembali. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan bagi pasien dengan penyakit kronis dapat dilakukan dengan olah raga ringan seperti jalan kaki minimal 30 menit sampai 1 jam per hari selama minimal 5 hari dalam satu minggu, bersepeda santai, berenang, senam, tai chi, yoga dan senam lantai.

    1. Menghindari kebiasaan merokok

    Mengurangi kebiasaan merokok sangat penting untuk dilakukan bagi seseorang yang sehat atau bagi penderita penyakit kronis. Hal ini disebabkan rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya yang akan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, zat yang bersifat candu ini akan mempercepat detak jantung, menaikkan kerja jantung serta merusak elastisitas pembuluh darah sehingga mempercepat terjadinya arterosklerosis (pembuluh darah kehilangan elastisitasnya). Hal ini menyebabkan terjadinya serangan jantung. Rokok juga menyebabkan otak kekurangan oksigen dan perdarahan otak akibat kerusakan pembuluh darah otak.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    Pada intinya, cara melakukan diet pada pasien dengan penyakit kronik tidak dapat dilakukan secara agresif karena asupan kalori yang cukup masih dibutuhkan untuk sumber energi pasien. Contohnya, bagi penderita diabetes, apabila melakukan diet secara agresif maka gula darah akan turun drastis sehingga menyebabkan pasien lemas sampai kehilangan kesadaran. Diet bagi penderita penyakit kronis dianjurkan dengan cara mengurangi porsi makan secara bertahap, serta melakukan aktivitas fisik yang rutin demi mencapai berat badan yang ideal.

    Nah, itulah sederet informasi diet untuk penderita penyakit kronis. Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sami, W. and Ansari, T. (2016). Type 2 diabetes mellitus: Link between diet, HbA1c and complications. Australasian Medical Journal, [online] 9(9). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5426415/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    2. Skerrett, P. and Willett, W. (2010). Essentials of Healthy Eating: A Guide. Journal of Midwifery & Women’s Health, [online] 55(6), pp.492-501. Available at: aafp.org/afp/2018/0601/p721.html [Accessed 9 Nov. 2018].
    3. UCSF Medical Center. (2018). Diet and Congestive Heart Failure. [online] Available at:  ucsfhealth.org/education/diet_and_congestive_heart_failure/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    4. (2018). Diet and Heart Failure. [online] Available at: webmd.com/heart-disease/heart-failure/dietary-guidelines-heart-failure [Accessed 9 Nov. 2018].
    5. int. (2018). Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia. [online] Available at: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf [Accessed 9 Nov. 2018].
    Read More
  • Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga […]

    6 Cara Mengatasi Uban yang Efektif

    Rambut uban seringkali terlihat keren, sebab uban seringkali menjadi tanda kebijakan. Namun, memiliki rambut uban di usia yang muda dapat menjadi masalah. Penelitian membuktikan bahwa faktor genetik berperan penting dalam memiliki rambut uban. Selain itu, stres dan nutrisi yang tidak cukup juga ikut memengaruhi. Faktor genetik tidak akan dapat diubah, tapi dapat dipengaruhi dengan menjaga gaya hidup sehat. Oleh karena itu, makan makanan sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, namun juga membantu menjaga warna rambut agar tetap hitam selama beberapa tahun ke depan.

    Berikut ini adalah 6 makanan yang dapat mengatasi uban yang efektif:

    Buah-buahan dan sayur-sayuran

    Buah dan sayur bersifat penting bagi tubuh. Penelitan terbaru menunjukkan bahwa bukanlah kehilangan pigmen rambut yang menyebabkan rambut menjadi uban, tapi karena menumpuknya hidrogen peroksida pada folikel rambut yang mengakibatkan perubahan warna ini. Hidrogen peroksida secara alami diproduksi di dalam tubuh sebagai produk sampingan hasil metabolisme rutin tubuh. Zat ini juga dibentuk sebagai hasil paparan sinar X, perokok pasif, stres, dan polusi udara. Selain itu, kandungan hidrogen peroksida yang tinggi dapat menjadi gejala penuaan, seperti kerutan, artritis, degenerasi otak, dan penyakit jantung.

    Baca Juga: 5 Olaharaga Terbaik Untuk Kesehatan Jantung

    Bagaimana cara memerangi hidrogen peroksida? Caranya cukup mudah. Cukup mengonsumsi antioksidan yang lebih banyak. Buah dan sayur memiliki kandungan antioksidan yang membantu menurunkan proses penuaan dan menjaga rambut tetap sehat dan baik. Makanan yang seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi? Anda tidak perlu mengonsumsi buah dan sayuran yang mahal dan eksotis. Cukup makan buah lokal musiman. Hal ini disebabkan buah seperti itu lebih segar dan cenderung lebih nikmat dan bernutrisi. Selain itu, Anda juga dapat mendukung petani lokal.

     

    Konsumsi Indian Goosebery (Amla)

    Pada obat tradisional dari India, amla dianggap sebagai salah satu herbal yang membantu awet muda. Amla dianggap sangat baik untuk mencegah rambut uban – dalam istilah Ayurvedic, gejala kelebihan pitta doscha (kelebihan panas tubuh). Amla membantu mendinginkan dan menurunkan pitta dosha. Selain itu, amla jug amengandung banyak vitamin C, antioksidan dan nutrien lain – yang membantu memperlambat kerontokan rambut dan timbulnya rambut uban, sebagai penundaan gejala penuaan.

    Konsumsi Bawang

    Mengonsumsi bawang sehari dapat membantu menghindarkan terjadinya rambut uban. Bawang kaya akan antioksidan yaitu enzim katalase, yang membantu mengembalikan warna rambut secara alami. Selain itu, fitonutrien pada bawang bersamaa dengan vitamin C, asam folat, dan tembaga akan membantu menunda rambut uban. Konsumsi bawang adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembalikan warna rambut. Sleain itu, penggunaan jus bawang pada kulit kepala Anda dapat mengurangi pembentukan hidrogen peroksida. Nyatanya, masker rambut dengan jus bawang telah digunakan sejak lama untuk mengobati rambut uban. Bahkan, bawang dapat membantu mencegah kerontoan rambut dan membantu tumbuh kembang rambut menjadi lebih cepat, halus, dan mengkilap.

    Konsumsi Kacang almond

    Kacang almond terbukti mencegah rambut uban. Makan makanan kaya antioksidan adalah salah satu cara untuk menghindarkan hidrogen peroksida dari dalam tubuh. Selain tubuh kita mampu mengonversi hidrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Hal ini akan dibantu dengan bantuan enzim katalase – yang dikenal sebagai antioksidan. Namun, semakin bertambahnya usia, maka tubuh akan memproduksi semakin sedikit enzim katalase. Alhasil, peroksida akan meningkat menyebabkan peningkatan rambut uban. Bahkan faktor stres dan nutrisi yang rendah akan menyebabkan kadar katalase menurun. Namun, kacang almond diketahui dapat meningkatkan enzim katalase di dalam tubuh. Oleh karena itu, kacang ini dapat mencegah rambut uban dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kacang almond juga kaya akan vitamin E yagn baik bagi kulit.

    Bagaimana cara mengonsumsi almond? Cukup rendam almond semalaman di dalam air dan konsumsi pada pagi hari bersamaan dengan sarapan. Bahkan, Anda juga dapat mengonsumsi almond dalam keadaan kering, sebagai cemilan. Proses perendaman akan meningkatkan kandungan nutrient dan menyebabkan kacang almond lebih bersifat basa sehingga mudah dicerna.

    Gunakan Minyak kelapa

    Minyak kelapa dapat memberikan keajaiban bagi rambut – dari ketombe hingga menghaluskan, bahkan memperlebat rambut. Minyak kelapa merupakan pengobatan yang sederhana dan efektif untuk menjaga rambut. Minyak kelapa adalah salah satu bahan yang dapat mencegah rambut menjadi uban.  Hal ini disebabkan kelapa kaya akan antioksidan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak

    Konsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin B12

    Defisiensi vitamin B12 akan mengakibatkan peningkatan jumlah rambut uban, kelelahan, napas pendek, dan kebingungan. Vitamin B12 terdapat pada makanan hewani seperti daging, ikan, telur, susu, dan produk susu lainnya. Rambut uban yang disebabkan defisiensi vitamin B12 dapat dikembalikan dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin B12. Namun, jika Anda seorang vegetarian, maka vitamin B12 dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi suplemen.

    Oleh karena itu, segeralah mengonsumsi 6 makanan yang telah terbukti mencegah terjadinya rambut uban untuk menghindari penuaan dini.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Top 3 food to reduce and prevent grey hair. [Internet]. Available at; hairbuddha.net/tired-of-fighting-grey-hair/ (1.12.18)
    2. 8 makanan yang mencegah timbulnya uban. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/gaya/8-makanan-yang-mencegah-timbulnya-uban.html (1.12.18)

    Read More
  • Para wanita muda saat ini telah memberikan perhatian lebih terhadap pola makan yang diterapkannya. Hal ini diperlukan untuk menjaga berat badan ideal, serta bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Pola makan sehat akan menghindarkan seorang wanita dari metode penurunan berat badan yang tidak sehat. Hal terpenting adalah menjaga diet seimbang yang merupakan rahasia kesehatan dan kebugaran […]

    8 Jenis Makanan Baik untuk Kesehatan

    Para wanita muda saat ini telah memberikan perhatian lebih terhadap pola makan yang diterapkannya. Hal ini diperlukan untuk menjaga berat badan ideal, serta bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Pola makan sehat akan menghindarkan seorang wanita dari metode penurunan berat badan yang tidak sehat. Hal terpenting adalah menjaga diet seimbang yang merupakan rahasia kesehatan dan kebugaran tubuh.

    Berikut ini adalah 8 makanan yang dianggap paling baik untuk kesehatan tubuh, yaitu:

    Kacang almond

    Kacang almond diketahui kaya akan nutrien, yang mencakup magnesium, vitamin E, zat besi, kalsium, serat, dan riboflavin. Kacang almond adalah makanan yang membantu menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh. Kacang almond termasuk salah satu cemilan yang menyehatkan jantung, bahkan almond diketahui memiliki serat yang lebih banyak dibandingkan kacang lainnya.

    Baca Juga: Efek Berat Badan Terhadap Jantung

    Oatmeal

    Oatmeal terbuat dari gandum. Konsumsi oatmeal telah meningkat sekitar 20 tahun terakhir karena manfaatnya bagi kesehatan. Penelitan membuktikan bahwa kandungan serat yang larut pada sereal membantu menurunkan kadar kolesterol. Pada tahun 1997, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui bahwa makanan dengan kadar oat yang tinggi dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan jantung pada labelnya apabila dikombinasikan dengan diet rendah lemak. Oat kaya akan karbohidrat kompleks dan serat larut air yang akan memperlambat pencernaan dan menstabilkan glukosa darah. Oatmeal juga kaya akan vitamin B, asam lemak omega 3, folat, dan kalium.

    Brokoli

    Brokoli kaya akan serat, kalsium, kalium, asam folat, dan fitonutrien. Fitonutrien adalah senyawa yang dapat mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Brokoli mengandung vitamin C dan beta karoten yang berfungsi sebabai antioksidan. 100 gram brokoli dapat menyediakan sekitar 150% asupan harian vitamin C yang direkomendasikan, dengan dosis yang cukup besar akan memperpendek durasi gejala pilek. Bahan lain yang terdapat di brokoli adalah sulforfan yang diketahui memiliki aktivitas antikanker dan antiinflamasi. Namun, brokoli yang dimasak terlalu lama akan menghancurkan nutrien yang terkandung di dalamnya. Mengonsumsi brokoli dalam keadaan mentah atau direbus dalam jangka waktu singkat adalah cara terbaik untuk mengonsumsinya.

    Buah Apel

    Apel adalah sumber antioksidan terbaik, yang melawan radikal bebas. Radikal bebas akan merusak substansi yang dihasilkan tubuh dan mengakibatkan perubahan yang tidak diinginkan. Radikal bebas terlibat dalam proses penuaan dan beberapa penyakit. Beberapa studi pada binatang menunjukkan bahwa antioksidan yang ditemukan pada apel (polifenol) akan memperpanjang waktu hidupnya. Penelitian pada Florida State University menunjukkan bahwa apel merupakan “buah ajaib”. Wanita lansia yang mengonsumsi apel secara rutin tiap hari akan mengalami 23% penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) dan 4% peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) setelah 6 bulan konsumsi.

    Buah Blueberry

    Blueberry kaya akan serat, antioksidan, dan fitonutrien. Tidak seperti mineral dan vitamin, fitonutrien tidak bersifat esensial dalam menjaga tubuh tetap hidup. Namun, fitonutrien akan membantu mencegah terjadinya penyakit dan membantu menjaga tubuh agar bekerja sebagaimana seharusnya. Berdasarkan studi yang dilakukan pada Harvard Medical School, para lansia yang mengonsumsi banyak blueberry (dan strawberry) akan mengalami lebih sedikit penurunan kognitif, dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengonsumsi. Penelitian pada Texas Woman’s University membuktikan bahwa blueberry akan membantu mengatasi obesitas. Polifenol yang ditemukan pada blueberry telah terbukti dapat mengurangi perkembangan sel lemak (adipogenesis), yang menginduksi pemecahan lipid dan lemak (lipolisis). Konsumsi blueberry secara rutin akan mengurangi risiko hipertensi sekitar 10% karena kandungan senyawa bioaktif, antosianin.

    Ikan berlemak

    Contoh ikan berlemak adalah salmon, tuna, sarden, dan ikan teri. Jenis ikan ini memiliki minyak pada jaringan tubuh dan sekitar lambung. Dagingnya mengandung sekitar 30% minyak, khususnya asam lemak omega 3. Minyak pada ikan ini sangat bermanfaat bagi jantung dan sistem saraf. Minyak ikan bermanfaat bagi pasien dengan kondisi inflamasi, seperti artritis. Minyak ikan ini juga kaya akan vitamin A dan D. Selain itu, studi pada UCLA’s Johnson Comprehensive Cancer menunjukkan bahwa progresi kanker prostat dapat diperlambat saat pasien mengonsumsi diet rendah lemak dengan suplemen minyak ikan.

    Telur

    Telur adalah sumber protein lain yang dapat dengan mudah ditambahkan pada diet seimbang. Telur mengandung vitamin lain, mencakup vitamin B2, yang dikenal dengan riboflavin, dan vitamin B            12 yang sangat penting untuk energi dan sel darah merah. Telur juga merupakan sumber baik bagi asam amino esensial leusin, yang berguna bagi perkembangan sintesis protein pada otot. Kuning telur mengandung kebanyakan vitamin dan mineral. Kuning telur mengandung asam lemak dan kolesterol, namun, penelitian menunjukkan bahwa telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Benarkah Stress Pemicu Sakit Jantung?

    Sayuran hijau

    Studi menunjukkan bahwa asupan sayuran hijau yang banyak, seperti bayam atau kubis, dapat menurunkan risiko perkembangan diabetes tipe 2. Sebagai contoh, bayam kaya akan antioksidan, khususnya saat belum dimasak, direbus, atau dimasak dengan tingkat rendah. Bayam merupakan sumber vitamin A, B6, C. E, dan K yang sangat baik, begitu juga selenium, niasin, zink, fosfor, tembaga, asam folat, kalium, kalsium, seng, betain, dan zat besi.

    8 jenis makanan di atas sangat baik untuk kesehatan dan perlu diterapkan dalam menu diet seimbang sehari-hari. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencoba makanan tersebut dan buktikan manfaatnya bagi tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    Nordqvist C. What are the top health foods? 2017. [Internet]. Available at: medicalnewstoday.com/articles/245259.php (1.12.18).

     

    Read More
  • Merasa stres? Saat deadline pekerjaan mulai menumpuk dan seluruh tanggal di kalender telah di-book, hal terakhir yang ingin didengarkan adalah menghindarkan vending machine. Namun, apa kenyataannya? Siapa yang memiliki waktu untuk makan makanan sehat? Ketika mengatasi  stres, apa yang akan dimakan biasanya membantu melegakan ketegangan pada diri Anda.  Beberapa makanan bahkan  dapat membantu menstabilkan gula […]

    Coba 4 Makanan Sehat ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Merasa stres? Saat deadline pekerjaan mulai menumpuk dan seluruh tanggal di kalender telah di-book, hal terakhir yang ingin didengarkan adalah menghindarkan vending machine. Namun, apa kenyataannya? Siapa yang memiliki waktu untuk makan makanan sehat? Ketika mengatasi  stres, apa yang akan dimakan biasanya membantu melegakan ketegangan pada diri Anda.  Beberapa makanan bahkan  dapat membantu menstabilkan gula darah, bahkan respon emosional tubuh.

    Berikut ini terdapat 4 makanan sehat yang dapat mengatasi stres Anda, yaitu:

    Yogurt

    Bakteri pada lambung akan berkontribusi pada stres. Penelitian menunjukkan bahwa sinyal otak akan menuju ke lambung, yang menyebabkan stres dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan; jalur komunikasi dapat melalui cara lain juga, yaitu dari lambung ke otak. Studi UCLA di tahun 2013 pada wanita sehat menunjukkan bahwa konsumsi probiotik yang terdapat pada yogurt akan mengurangi aktivitas otak pada area yang mengontrol emosi, mencakup stres dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi yogurt tanpa probiotik. Studi ini masih tergolong kecil, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi hasil ini – namun, yogurt dapat dianggap kaya akan kalsium dan protein.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Perlu Kamu Coba

    Salmon

    Saat Anda sedang mengalami stres, hal ini akan menyebabkan timbulnya hormon khawatir, seperti adrenalin dan kortisol. Asam lemak omega 3 yang terdapat pada salmon memiliki aktivitas antiinflamasi yang dapat membantu melawan efek negatif dari hormon stres. Pada sebuah studi yang dibiayai oleh Natinoal Institutes of Health, Oregon State University, mahasiswa kedokteran mengonsumsi suplemen omega 3 memiliki reduksi kekhawatiran sekitar 20% dibandingkan dengan kelompok yang diberikan plasebo. Satu kali sajian 3 ons dari salmon yang dimasak dapat memiliki lebih dari 2,000 miligram omega 3, yang menggandakan asupan harian yang telah direkomendasikan American Heart Association pada orang dengan penyakit jantung.

    Cokelat hitam

    dark chocolate

    Cokelat hitam dikenal sebagai chocoholic: konsumsi cokelat hitam secara rutin akan membantu mengatur kadar stres pada seorang individu (hanya sebuah gigitan, bukan seluruh batangan cokelat). Penelitan membuktikan bahwa konsumsi cokelat dapat mengurangi kadar hormon stres, seperti kortisol. Selain itu, antioksidan di dalam cocoa akan memicu dinding pembuluh darah untuk melakukan relaksasi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. cokelat hitam mengandung substansialami natural yang akan menciptakan rasa euphoria yang serupa dengan perasaan seperti disayangi. Cobalah mengonsumsi cokelat dengan kandungan cocoa minimal 70%. Namun, perlu diingat bahwa cokelat merupakan makanan kaya kalori, oleh karena itu jaga porsi cokelat yang akan dikonsumsi.

    Baca Juga: 8 Makanan Membantu Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

    Susu

    Susu yang difortifikasi adalah sumber terbaik dari vitamin D, nutrient yang dapat meningkatkan kebahagiaan. Studi 50 tahun oleh London’s UCL Institute of Child Health menemukan bahwa hubungan antara penurunan kadar vitamin D dan peningkatan risiko panik dan depresi di antara 5,966 pria dan wanita. Individu yang mengonsumsi kadar vitamin D yang cukup akan menurunkan risiko gangguan panik dibandingkan dengan individu yang mengonsumsi kadar vitamin D dengan sangat rendah. Makanan lain yang kaya akan vitamin D mencakup salmon, kuning telur, dan sereal yang telah difortifikasi.

    Konsumsi makanan diatas dapat membantu meredakan stres, apalagi ditambah dengan berolahraga dan diet yang sesuai. Hal ini akan mengurangi tingkat stres dalam diri individu dan memungkinkan seseorang mengalami rasa kebahagiaan yang lebih, terkait dengan peningkatan kesehatan tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Funston L. 12 superfoods for stress relief. [internet]. Available at: health.com/food/12-superfoods-for-stress-relief?slide=113019#113019 (1.12.18)

    2. Pevzner H. 7 foods for stress relief. [Internet]. Available at: eatingwell.com/article/284470/7-foods-for-stress-relief/ (1.12.18)

     

    Read More
  • Tinggal beberapa hari lagi Kita akan menyambut tahun 2019. Apakah sudah merencanakan daftar resolusi yang ingin dicapai atau yang belum tercapai ditahun 2018 ini? Resolusi yang sering ingin dicapai antara lain kuliah lagi, naik jabatan, membeli rumah, menikah hingga memiliki anak. Agar semua keinginan Anda bisa terwujud, berikut 7 cara sukses agar resolusi di tahun […]

    7 Cara Sukses Agar Resolusi di Tahun 2019 Berhasil

    Tinggal beberapa hari lagi Kita akan menyambut tahun 2019. Apakah sudah merencanakan daftar resolusi yang ingin dicapai atau yang belum tercapai ditahun 2018 ini? Resolusi yang sering ingin dicapai antara lain kuliah lagi, naik jabatan, membeli rumah, menikah hingga memiliki anak. Agar semua keinginan Anda bisa terwujud, berikut 7 cara sukses agar resolusi di tahun 2019 berhasil:

    1. Evaluasikan Resolusi Anda di Tahun 2018

    Sebelum memulai atau merencanakan resolusi Anda di tahun 2019, lakukanlah evaluasi resolusi Anda di tahun ini. Pasti ada kan resolusi atau impian yang belum Anda capai, maka evaluasi memang sangat dibutuhkan.

    Bila Anda sudah menemukan resolusi-resolusi apa yang belum dicapai, maka temukanlah kendala-kendala saat Anda ingin menjalankannya. Misalnya, saat Anda ingin melanjutkan pendidikan S2 ternyata tertunda karena kurangnya data saat mendaftar atau biaya yang masih kurang. Hal itu bisa jadi pertimbangan bila Anda ingin melakukannya lagi di tahun depan.

    1. Tulislah Daftar Resolusi Anda

    Bila Anda sudah mengevaluasi semuanya, maka yang harus Anda lakukan saat ini yaitu membuat tulisan atau daftar resolusi. Bila Anda sering lupa, Anda bisa menggunakan kertas warna-warni yang sudah Anda tulis dan tempelkan di tempat yang mudah Anda lihat setiap harinya. Bila itu merepotkan, gunakan aplikasi Goals Planner untuk mempermudah Anda mencapai resolusi di tahun 2019.

    1. Tetap Fokus

    Terus fokus satu titik itu salah satu bait dalam lagu di Asian Games. Para atlet bisa mencapai medali karena mereka fokus dengan latihan dan latihan. Hal itu tentu bisa jadi pertimbangan Kita untuk mencapai sesuatu, seperti resolusi.

    Setelah Anda mendapat semua keinginan yang ingin dicapai, maka fokuslah pada poin-poin tersebut. Jangan lupa jelaskan secara spesifik setiap resolusi Anda agar mempermudah mendapatkan goals tersebut.

    1. Resolusi yang Realistis

    Nah, pastikan resolusi yang Anda pilih tetap realistis atau masuk akal, ya. Contoh resolusi berlebihan itu seperti tahun depan bisa pergi ke bulan atau menikah dengan bintang Korea. Pilihlah resolusi yang baik untuk masa depan Anda seperti tidak lagi datang terlambat ke kantor atau bisa menabung uang. Kalau hanya khayalan sih sah-sah aja, asal jangan dimasukkan ke dalam list resolusi loh ya.

    1. Minta Dukungan dari Orang Sekitar

    Mungkin Kita akan malu menceritakan resolusi Kita ke orang lain. Mungkin karena takut tidak tercapai atau dikatakan sombong dari orang-orang sekitar. Mengatakan kepada teman atau keluarga tentang tujuan Anda mungkin dukungan Mereka dapat meningkatkan semangat Kita untuk mencapainya. Serta menghindari Anda dari kegagalan mencapai resolusi itu.

    1. Komitmen

    Komitmen menjadi kata-kata yang harus selalu Anda ingat. Anda harus memiliki komitmen di setiap resolusi yang Anda buat atau yang ingin dicapai. Buanglah pikiran negatif Anda dan jangan pernah ragu atas apa yang sudah Anda susun dan ditulis.

    1. Kesehatan Salah Satu Kunci Sukses

    Percaya nggak sih kalau kesehatan adalah segalanya? Ya, termasuk dalam mencapai kesuksesan. Lalu apa yang harus Saya lakukan? Sobat harus segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti melakukan diet seimbang, olahraga teratur dan membuang pikiran negatif sehingga  Anda akan lebih mudah mencapai resolusi di tahun 2019.

    Itulah 7 cara sukses agar resolusi Anda di tahun 2019 bisa terwujud. Jadi sudah siap menempuh 2019? Agar lebih siap lagi, jangan lupa konsultasikan kesehatan Anda melalui Asisten kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Ingat Sehat Ingat ProSehat.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    Liputan6.com. “5 Cara Efektif Agar Resolusi 2017 Bisa Tercapai”. liputan6(dot)com/bisnis/read/2819886/5-cara-efektif-agar-resolusi-2017-bisa-tercapai. Diakses 11 Oktober 2018

     

    Read More
  • Tidak terasa ya,Sobat semakin dekat dengan akhir tahun. Ada rencana liburan kemana nih? Apakah mau liburan di dalam negeri atau luar negeri? Tapi harus ingat, sebelum Kita pergi berlibur pastikan kita mengetahui Travelling Diseases yang ada di setiap negara agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Berikut Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi […]

    Perhatikan Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak Dikunjungi Turis

    Tidak terasa ya,Sobat semakin dekat dengan akhir tahun. Ada rencana liburan kemana nih? Apakah mau liburan di dalam negeri atau luar negeri? Tapi harus ingat, sebelum Kita pergi berlibur pastikan kita mengetahui Travelling Diseases yang ada di setiap negara agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya. Berikut Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis:

    1. Thailand

    Punya rencana ke negeri gajah putih? Thailand memang memiliki pesona yang indah, terutama pada pantai yang indah dan ratusan candi yang masih berdiri kokoh. Sebelum tersihir dengan pesonanya, ketahui terlebih dahulu Travelling Diseases di Thailand.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Anda bisa saja terserang Hepatitis A melalui makanan atau air yang terkontaminasi di Thailand. Hal ini karena pengolahan air di sana belum terstruktur dengan baik.
    Typhoid Vaksinasi ini sangat disarankan saat berkunjung ke Thailand. Tifoid tidak hanya menyebar melalui makanan atau air, penyebaran juga dapat terjadi saat Kita tinggal dengan orang sekitar atau mengunjungi kota-kota kecil dan pedesaan.
    Hepatitis B Perlu diwaspadai terhadap jarum yang telah terkontaminasi, hubungan seksual, dll agar terhindar dari hepatitis B.
    Japanese Encephalitis Bila Anda merencanakan perjalanan ke Thailand lebih dari satu bulan, maka vaksinasi Japanese Encephalitis menjadi pertimbangan untuk Anda.
    1. Singapura

    Bila Anda sudah menonton film Crazy Rich Asian, pasti ingat semua tempat yang menawan seperti ini. Singapura menjadi salah satu negara yang paling banyak dikunjungi turis, tidak terkecuali turis asal Indonesia. Hal ini karena Singapura dekat dengan Indonesia dan harga tiket kesana yang cukup murah, sehingga negara ini menjadi tempat favorit untuk berlibur. Sebelum ke Singapura, alangkah baiknya cek Travelling Diseases yang ada disana.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Walaupun negara Singapura termasuk negara yang maju dan dengan sistem pengairan yang baik. Akan tetapi perlu diwaspadai nih, karena Hepatitis A bisa menyerang Anda melalui makanan dan minuman yang Anda santap.
    Typhoid Seperti sebelumnya, penyakit Typhoid atau tifus ini bisa menyerang Anda melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
    Hepatitis B Waspada terhadap jarum yang telah terkontaminasi, hubungan seksual agar terhindar dari hepatitis B.
    Yellow Fever Apabila Anda pernah melakukan perjalanan ke negara endemis Yellow Fever, maka Anda akan diminta Pemerintah Singapura bukti vaksinasi Yellow Fever. Jadi untuk mencegah hal itu, lakukanlah vaksinasi Yellow Fever sebelum pergi ke luar negeri.
    Rabies Perlu Anda waspadai apabila berjalan-jalan ke Singapura. Hal ini karena kelelawar sering berkeliaran di Singapura, maka vaksinasi rabies direkomendasikan untuk Anda. Jadi perlu diwaspadai ya.
    1. Jepang

    prosehat liburan ke jepang 1

    Arigatou Gozaimazu pasti Anda sudah mengetahui dari mana kata ini berasal. Ya, Negara Jepang menjadi salah satu negara yang didatangi para turis. Selain pemandangannya yang indah akan tetapi budaya disana masih kental, seperti perayaan Shichi-go-san, Tango no Sekku dan Seijin no Hi merupakan salah satu perayaan untuk anak-anak di Jepang.

    Sebelum Anda melakukan perjalanan ke negara matahari terbit ini, pastikan mengetahui Travelling Diseases disana.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Saat berjalan-jalan, jangan makan makanan yang sembarangan, ya. Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi terjamin kebersihannya untuk menghindari terpapar virus Hepatitis A.
    Hepatitis B Waspadailah kontak langsung dengan jarum yang telah terkontaminasi hepatitis B yang dapat berasal dari jarum tatoo, tindik dan hindari berhubungan seksual dengan penderitanya.
    Rabies Beberapa tempat di Jepang seperti di Arashiyama, Zao hingga Miyagi banyak berkeliaran hewan-hewan yang lucu. Walaupun lucu, Anda tetap perlu mewaspadai jika beberapa hewan tersebut ternyata rabies. Mencegah hal itu, pastikan untuk melindungi diri Anda dengan vaksinasi Rabies.
    Japanese Encephalitis Hati-hati nih bila melakukan perjalanan ke Jepang. Hal ini karena di tahun 2002, Jepang mengalami wabah Japanese Encephalitis. Virus ini dapat ditularkan melalui perantara nyamuk, babi atau burung.
    1. Korea Selatan

    Siapa sih yang tidak ingin bertemu para Idol Korea? Selain pesona para idolnya yang menarik perhatian, pemandangan di negara ini juga sangat indah. Bangunan-bangunan kerajaannya pun masih terawat dengan baik. Jadi, nggak salah Korea Selatan menjadi destinasi  pilihan bukan hanya pecinta Kpop tapi orang-orang biasa seperti kita. Perlu diingat nih, sebelum pergi kesini pastikan untuk mengetahui Travelling Diseases di Korea Selatan.

    Vaksinasi Alasan Kenapa Harus Vaksinasi?
    Hepatitis A Konsumsilah makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya agar Anda terhindar dari virus hepatitis A.
    Hepatitis B Penyebaran virus hepatitis B, dapat berasal dari hubungan seksual dengan penderitanya, jarum suntik yang tidak steril dan saat membuat tattoo yang dapat meningkatkan risiko hepatitis B.
    Rabies Di Korea Selatan, banyak anjing, kelelawar dan mamalia lainnya yang ada disana. Nah, perlu Anda waspadai saat berada disana. Hal ini karena bisa saja hewan-hewan tersebut menggigit Anda saat melancong ke negeri Kpop.
    Japanese Encephalitis Liburan atau tinggal lebih dari sebulan, dianjurkan melakukan vaksinasi  Japanese Encephalitis. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah vaksinasi ini tepat saat Anda memutuskan berlibur ke luar negeri.

    Itulah Travelling Diseases pada 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis. Pastikan berkonsultasi pada asisten kesehatan maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Liburan jadi aman dan nyaman… Selamat berlibur.

    Referensi:

    1. Liputan 6. “10 Negara Ini Paling Banyak Dikunjungi Turis Selama Tahun 2017”. liputan6.com/lifestyle/read/3173758/10-negara-ini-paling-banyak-dikunjungi-turis-selama-tahun-2017. Diakses pada 24 September 2018
    2. CDC. “Destination for Travelers”. wwwnc.cdc.gov/travel/destinations/list. Diakses pada 24 September 2018
    3. Match. “Rangkaian Acara di Jepang Selama Satu Tahun”. matcha-jp.com/id/307. Diakses pada 24 September 2018

     

    Read More
  • HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini melemahkan sistem imun manusia dengan cara menghancurkan sel–sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit. Tahap akhir dari infeksi HIV yang berlangsung lama disebut dengan AIDS(acquired immunodeficiency syndrome). Dibandingkan manusia dengan sistem imun normal, penderita HIV/AIDS jauh lebih mudah terkena infeksi. Keadaan inilah yang […]

    5 Jenis Perilaku Seksual Berisiko Tertinggi Bisa Tertular HIV

    HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini melemahkan sistem imun manusia dengan cara menghancurkan sel–sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit. Tahap akhir dari infeksi HIV yang berlangsung lama disebut dengan AIDS(acquired immunodeficiency syndrome).

    Dibandingkan manusia dengan sistem imun normal, penderita HIV/AIDS jauh lebih mudah terkena infeksi. Keadaan inilah yang menyebabkan HIV/AIDS sangat ditakuti, karena tubuh sama sekali tidak memiliki pertahanan terhadap bakteri/virus/jamur/parasitlain dan akanberujung pada kematian. Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk HIV/AIDS, tetapi dengan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat terkontrol. Yuk, kita cermati lebih lanjut bagaimana cara penularan HIV, apa saja perilaku yang rentan tertular HIV, serta pencegahannya.

    Bagaimana Cara Penularan HIV?

    HIV dapat menular kepada setiap orang, tanpa memandang orientasi seksual, ras, jenis kelamin, maupun usia. Penularan tersebut diteruskan melalui cairan tubuh penderita, tapi tidak semua cairan tubuh mengandung HIV, melainkan hanya darah, semen, cairan rektum, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Jika cairan tubuh tersebut mengenai kulit yang sedang luka, lapisan lendir, atau langsung disuntikkan ke dalam pembuluh darah, maka HIV akan masuk ke dalam tubuh kita.

    Mitos yang Salah Mengenai Cara Penularan HIV

    Faktor Risiko Tertular HIV?

    Berkaitan dengan cara penularan HIV, berikut ini adalah beberapa faktorrisiko yang membuat seseorang rentan tertular HIV:

    1. Hubungan seksual berisiko

    HIV tergolong ke dalam penyakit infeksi menular seksual (IMS) dan penularan paling banyak terjadi melalui hubungan seksual. Di negara berkembang termasuk Indonesia, penularan heteroseksual (berhubungan seksual dengan lawan jenis) merupakan cara penularan terbanyak, diikuti penularan homoseksual.

    Risiko penularan semakin tinggi dengan perilaku seksual yang tidak aman, seperti memiliki banyak pasangan seksual, berhubungan dengan pasangan yang terinfeksi HIV, tidak menggunakan proteksi kondom. Selain itu, pasangan homoseksual memiliki risiko lebih tinggi terutama bagi individu yang menerima penis (bottom partner) dimana risiko terinfeksi HIV meningkat 13 kali lipat.

    1. Penggunaan jarum suntik bersamaan

    Menggunakan jarum suntik bersamaan dapat meningkatan risiko seseorang tertular HIV. Hal inikarena saat berbagi jarum suntik, HIV yang berada di darah ikut berpindah antar individu.HIV dapat hidup pada jarum suntik yang sudah digunakan, selama kurang lebih 42 hari. Perilaku ini seringkali dilakukan oleh para pengguna narkoba suntik.

    1. Menerima darah dari penderita HIV

    Diperkirakan >90% individu yang menerima darah dari penderita HIV ikut terinfeksi. Tidak hanya dari menerima transfusi darah yang umumnya terdiri dari sel darah merah saja, menerima produk darah apapun (sel darah putih, trombosit, dan plasma) dapat menularkan HIV. Selain itu, penerima donor organ dari penderita HIV juga berisiko tertular virus ini.

    1. Bekerja sebagai tenaga medis

    Tenaga medis dan laboran yang terpapar cairan tubuh penderita HIV memiliki risiko sangat tinggi untuk tertular, terutama jika pekerjaannya melibatkan penggunaan benda tajam. Umumnya penularan pada tenaga medis terjadi akibat tertusuk benda tajam atau terpapar cairan tubuh penderita HIV pada kulit yang sedang luka.

    1. Lahir dan menerima ASI dari ibu yang terinfeksi HIV

    Ibu yang terinfeksi HIV berisiko menularkan kepada janinnya selama masa kehamilan (via plasenta), kelahiran, dan saat menyusui. Saat ini, semua ibu hamil direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan HIV. Jika hasilnya positif, ibu hamil harus segera mengonsumsi antiretroviral therapy (ARV) dan akan disarankan untuk melahirkan secara section caesarean untuk mengurangi risiko penularan selama proses kelahiran. Bayi yang lahir dari ibu dengan HIV positif juga akan mendapat ARV selama 4–6 minggu.

    Cara Penularan HIV

    Bagaimana Cara Mencegah Tertular HIV?

    Mengingat belum tersedianya vaksin untuk HIV sampai saat ini, cara terbaik untuk mencegah penularan HIV adalah dengan menghindari perilaku yang berisiko tinggi tertular HIV. Namun, seringkali perubahan perilaku tersebut sulit diterapkan pada beberapa individu karena tuntutan pekerjaan, maka selain mencegah melakukan perilaku tersebut, pemeriksaan rutin HIV sangat penting untuk dilakukan. Hasil survey mengatakan sekitar 16–18% dari > 1,1 juta penduduk di Amerika Serikat yang terinfeksi HIV tidak menyadari keadaan mereka. Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemeriksaan HIV menjadi pemeriksaan rutin medis dan semua orang berusia 13–64 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan HIV minimal satu kali. Bagi individu yang memiliki perilaku yang rentan tertular HIV, harus diperiksa lebih sering.  Deteksi dini infeksi HIV dan pengobatan yang tepat dengan antiretroviral therapy (ARV) cukup efektif dalam memperlambat replikasi virus di dalam tubuh kita untuk mencapai ke tahap AIDS.

    Satu hal lagi yang penting untuk diketahui, jika Anda merasa dalam 3 hari terakhir telah mengalami kontak langsung dengan cairan tubuh penderita HIV, segera kunjungi institusi kesehatan untuk meminta post-exposure prophylaxis (PEP) yang merupakan obat pencegahan terinfeksi HIV. PEP ini hanya bermanfaat jika diberikan dalam 72 jam pertama setelah paparan, jadi janganlah menunda untuk segera melapor ke tenaga kesehatan.

    Nah, bagi Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Anal Sex | HIV Risk and Prevention | HIV/AIDS | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: cdc.gov/hiv/risk/analsex.html
    2. Injection Drug Use | HIV Risk and Prevention | HIV/AIDS | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: cdc.gov/hiv/risk/drugs/index.html
    3. Kasper DL, Fauci AS, Hauser S, et al. Harrison’s principles of internal medicine (19th ed). New York: McGraw Hill Companies, Inc. 2015.
    4. Preventing Mother-to-Child Transmission of HIV Understanding HIV/AIDS [Internet]. AIDSinfo. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/20/50/preventing-mother-to-child-transmission-of-hiv/
    5. Who Is at Risk for HIV? [Internet]. HIV.gov. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: hiv.gov/hiv-basics/overview/about-hiv-and-aids/who-is-at-risk-for-hiv
    Read More
  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPVialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 […]

    HIV & HPV, Apakah Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPVialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (veruka vulgaris), kutil kelamin (condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasuskanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalantubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasi pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi,sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah.Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami. Jika Anda masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja