Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

Kembali pulih seperti sedia kala adalah harapan setiap orang yang sakit. Pada penyakit-penyakit tertentu, seperti stroke, pemulihan memerlukan terapi khusus untuk mengembalikan fungsi tubuh. Bagi sebagian orang yang mengalami stroke dapat lebih cepat kembali pulih seperti sedia kala. Namun, pada beberapa kasus tertentu, gejala stroke justru bertahan lebih lama. Oleh karena itu, menjalani terapi pasca stroke sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke.

Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

Terapi pasca stroke merupakan salah satu dari berbagai perawatan yang harus dilakukan oleh penderita stroke agar cepat pulih. Latihan yang dilakukan selama terapi memiliki peran penting dalam memulihkan dan menjaga kondisi kesehatan fisik serta mental penderitanya. Selain itu, terapi pasca stroke juga bertujuan untuk mengembalikan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari, serta memelihara fungsi otak yang masih dapat dipertahankan.

Seperti apa terapinya? Mari simak penjelasannya.

Pentingnya Menjalani Terapi Pasca Stroke

Stroke terjadi saat pembuluh darah di otak pecah atau aliran darah yang menuju ke otak terhambat akibat adanya sumbatan. Setelah terkena stroke, penderita umumnya akan mengalami penurunan fungsi otak yang ditandai dengan gangguan mengingat, bergerak, dan berbicara. Hal ini tentunya akan menghambat penderita dalam menjalani rutinitasnya.

Penderita stroke biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama pasca perawatan di rumah sakit. Hal ini menyebabkan munculnya gangguan kesehatan baru, seperti infeksi saluran kencing, cedera karena jatuh, pembentukan gumpalan darah, hingga pneumonia.  Menjalani terapi pasca stroke dapat mencegah dan memperbaiki kondisi tersebut.

Tingkat keparahan stroke berbeda-beda pada setiap orang. Oleh sebab itu, kemungkinan masing-masing penderita stroke untuk kembali pulih seperti semula juga dapat berbeda-beda. Namun, dengan menjalani terapi, kondisi penderita stroke bisa jauh lebih baik dibanding penderita yang tidak menjalani terapi pasca stroke sama sekali. 

Dapatkan: Layanan Fisioterapi ke Rumah dari ProSehat

Jenis terapi pasca stroke yang umum dilakukan

Terapi pasca stroke dapat dilakukan dalam 24-48 jam setelah kondisi penderita stabil dan akan didampingi oleh terapis khusus. Terapi dapat meliputi terapi fisik, wicara, okupasi, dan sebagainya. Dokter akan merekomendasikan terapi yang diperlukan dan aman bagi penderita. Berikut beberapa jenis terapi pasca stroke yang dapat dilakukan oleh penderita:

  • Terapi meningkatkan kemampuan fisik

Terapi ini dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan fisik yang melemah setelah mengalami serangan stroke. Untuk melatih kemampuan fisik atau kemampuan motorik pasien, terapis akan fokus pada kekuatan otot dan koordinasi tubuh yang tentunya telah disesuaikan dengan kondisi pasien.

Misalnya, apabila penderita stroke mengalami kesulitan mengunyah makanan, maka latihan fisik akan fokus untuk melatih kemampuan mengunyah makanan. Namun, jika stroke menyebabkan sebagian tubuh mengalami kelumpuhan, latihan fisik akan fokus untuk meningkatkan kembali kemampuan dan variasi gerakan pada bagian tersebut. 

Pada kondisi tertentu, pasien mungkin akan diminta untuk menggunakan alat bantu terlebih dahulu, seperti tongkat, kursi roda, atau walker. Selain itu, ankle brace atau penjepit pergelangan kaki juga dapat digunakan untuk membantu pergelangan kaki agar tetap stabil dan kuat untuk menopang massa tubuh saat sedang latihan berjalan kaki. 

  • Terapi fisik dengan bantuan teknologi

Saat ini terapi fisik juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Terapi jenis ini memiliki banyak variasi, salah satunya dilakukan dengan menstimulasi otot yang lemah menggunakan kekuatan listrik. 

Terapi ini bertujuan untuk membuat otot tersebut berkontraksi sehingga dapat membantu mengembalikan kekuatan otot. Selain itu, ada pula terapi yang menggunakan perangkat robotik yang dapat membantu bagian tubuh yang lumpuh untuk melakukan gerakan repetitif atau berulang. 

  • Terapi kognitif dan emosi

Stroke tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, namun juga dapat memengaruhi seseorang dalam berbicara, memahami ucapan orang lain, dan sebagainya. Itulah mengapa stroke bisa melemahkan mental penderitanya.

Hal ini dapat dipicu oleh rasa sedih, putus asa, dan beberapa faktor lainnya karena perubahan yang terjadi pada tubuhnya. oleh karena itu, selain menjalani terapi fisik, penderita stroke juga membutuhkan terapi kognitif dan emosi untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya. 

Terapi ini bisa membantu meningkatkan kembali kemampuan kognitifnya, seperti mengingat, memproses informasi, mengambil keputusan serta kemampuan bersosialisasi yang menurun akibat stroke. Selain itu, menjalani terapi bicara juga dapat mengembalikan kemampuan bicara pasien yang melemah, serta meningkatkan kemampuannya dalam mendengar dan menulis saat menjalani terapi ini. 

Tergantung keparahan pasiennya, dokter bisa juga merekomendasikan penggunaan antidepresan atau obat-obatan sejenis lainnya bila dinilai diperlukan. 

  • Terapi alternatif

Pada kasus tertentu, penderita stroke mungkin merasa lebih nyaman untuk menjalani terapi alternatif, seperti akupuntur, pijat, mengonsumsi obat-obatan herbal, ataupun terapi oksigen. Meski demikian, terapi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Untuk itu, sebelum melakukan terapi alternatif, pastikan bahwa dokter Anda mengetahui rencana terapi yang akan Anda lakukan. Selain itu, alangkah baiknya jika mengutamakan terapi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. 

Baca Juga: 4 Jenis Vitamin yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Faktor memengaruhi keberhasilan terapi pasca stroke

Terapi pasca stroke akan memberikan dampak baik bagi pasien bila dilakukan dengan benar dan konsisten, serta dimulai sedini mungkin dengan arahan dari dokter. Selain tiga hal tersebut, hal lain yang memengaruhi keberhasilan terapi pasca stroke antara lain:

  • tingkat keparahan dari kerusakan pada otak
  • usia
  • intensitas dan frekuensi dari terapi yang dijalani
  • kondisi kesehatan lainnya
  • kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien, dan
  • keluarga atau pendamping pasien yang memberikan dukungan serta kerjasama dalam membantu pasien menjalani terapi.

Baca Juga:  Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

Sahabat Sehat, dari penjelasan di atas bisa dipahami bahwa peran terapi pasca stroke sangat penting bagi penderita. Melalui terapi, diharapkan kualitas hidup bisa menjadi lebih baik. Tidak lupa, dukungan dari orang-orang terdekat juga memegang peranan penting dalam pemulihan. Pilihlah terapis profesional dan rutin berkonsultasi dengan dokter untuk hasil yang optimal.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

 

Referensi

  1. Cleveland Clinic. 2022. Stroke Rehabilitation & Stroke Recovery.
  2. Uofmhealth.org. 2022. Emergency Stroke Therapy | Michigan Medicine
  3. Cdc.gov. 2022. Recovering From Stroke | cdc.gov.
  4. Ninds.nih.gov. 2022. Post-Stroke Rehabilitation Fact Sheet | National Institute of Neurological Disorders and Stroke.
  5. Healthline. 2022. Stroke Recovery: Rehabilitation, Recovery, and Complications.
  6. WebMD. 2022. Stroke: Overview & Symptoms.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com