Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 1399 results

  • Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya! Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga […]

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Terhadap Covid-19

    Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya!

    Vaksin Flu Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Terhadap Covid-19

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Terhadap Covid-19

    Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga halnya bagi pelancong dari luar negeri yang berwisata ke Indonesia.

    Anda tetap perlu waspada saat mengunjungi keramaian. Apalagi kalau si Kecil belum divaksinasi Covid-19, atau jika Anda bepergian dengan orang lanjut usia (lansia), atau bersama orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

    Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi flu (influenza) sebelum bepergian.

    Mengapa Vaksin Flu Penting?

    Vaksin Flu melindungi diri dari infeksi virus influenza. Selain menyebabkan gejala seperti flu (demam, nyeri otot, pilek, batuk, dll), virus ini dapat menyebabkan sakit berat jika daya tahan tubuh Anda tidak bagus saat terinfeksi.

    Contoh komplikasinya seperti paru-paru basah (pneumonia), infeksi telinga, dan memperburuk kondisi gagal jantung, asma, dan diabetes bila Anda memilikinya.

    Yang lebih mengkhawatirkan, virus ini terus bermutasi layaknya sifat virus pada umumnya. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan untuk meng-update vaksin flu setiap satu tahun sekali.

    Pastikan Keluarga sudah mendapatkan vaksinasi flu sebelum mudik: Paket Vaksinasi Flu ke Rumah

    Bagaimana Vaksin Flu Melindungi Terhadap Covid-19?

    Sebuah penelitian terhadap 27.000 partisipan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa angka kematian lebih rendah pada mereka yang terinfeksi Covid-19 dan sudah divaksin influenza. Selain itu juga menunjukkan rendahnya kebutuhan perawatan intensif dan penggunaan bantuan alat nafas pada pasien Covid-19 yang telah divaksinasi influenza.

    Maka, vaksin flu adalah perlindungan ekstra yang bisa Anda berikan untuk diri sendiri, anak, dan keluarga terhadap risiko penularan berbagai penyakit menular.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya

    Pelindung Bagi Balita

    Sekitar satu setengah tahun yang lalu vaksin Covid-19 berhasil diciptakan dan diedarkan untuk digunakan oleh seluruh masyarakat berusia 6 tahun ke atas secara bertahap.

    Tetapi, hingga kini belum ada lampu hijau untuk penggunaan vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Sedangkan, virus ini ada dimana-mana dan anak-anak sudah memulai interaksi dengan lingkungan seperti sedia kala.

    American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua anak sehat berusia 6 bulan ke atas divaksinasi influenza sebagai perlindungan terbaik terhadap flu, terutama dengan COVID-19, virus dan penyakit pernapasan lainnya yang beredar.

    Dosis Vaksin Flu

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu.

    Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja seperti dewasa, termasuk ibu hamil.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Nah Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksin flu bagi anak dan dewasa. Tidak hanya melindungi terhadap flu, tapi juga berbagai macam penyakit menular lainnya.

    Segera konsultasikan dengan dokter Prosehat melalui Chat Dokter 24 jam untuk mendapatkan vaksinasi flu bagi Anda dan keluarga. Bila bisa mendapatkan perlindungan ekstra, kenapa tidak?

     

    Ditulis oleh: dr. Monica C
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza Prevention: Information for Travelers [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Before You Travel [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    3. Conlon A, et al. Impact of the influenza vaccine on COVID-19 infection rates and severity. American Journal of Infection Control Volume 49, Issue 6, June 2021, Pages 694-700.
    4. The Importance of Flu Vaccines as the COVID Pandemic Continues. [Internet]. 2021.

     

    Read More
  • Sebelum Anda menentukan menu makanan saat lebaran nanti, kami ingatkan bahwa pola makan dengan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi. Di tengah meriahnya suasana […]

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Sebelum Anda menentukan menu makanan saat lebaran nanti, kami ingatkan bahwa pola makan dengan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi.

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan sampai Anda tumbang selesai Lebaran! Yuk, simak ulasannya.

    Siapa Berisiko Kolesterol Tinggi?

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berbadan besar atau dengan berat badan berlebih. Perawakan normal atau kurus pun bisa memiliki kolesterol tinggi bila ia menjalankan gaya hidup yang tidak sehat.

    Kolesterol tinggi biasa ditemui pada orang dengan faktor risiko seperti di bawah ini, antara lain:

    1. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
    2. Pola makan tinggi lemak jenuh (daging-dagingan, produk olahan susu) / lemak trans (sebagian besar kue-kuean, makanan beku olahan seperti nugget dan sosis, keripik, dll)
    3. Obesitas atau overweight
    4. Kurang aktivitas fisik/ sedentary lifestyle
    5. Merokok
    6. Konsumsi alkohol secara rutin
    7. Usia tua
    8. Wanita menopause
    9. Diabetes tipe 2

    Konsultasi seputar kesehatan Anda dan Keluarga: Chat Dokter ProSehat

    Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Jantung dan Otak

    Tubuh kita membutuhkan lemak untuk diubah menjadi energi dan berfungsi, tapi tubuh membutuhkan lemak yang sehat, yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fats).

    Terlalu banyak lemak jahat (lemak jenuh) dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di arteri (pembuluh darah). Lemak jenuh meningkatkan kolesterol jahat (LDL), dan LDL yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Periksa Kolesterol Sebelum Lebaran atau Setelah Lebaran?

    Baik Anda memiliki risiko terhadap kolesterol atau tidak, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Bedanya, orang yang sudah menderita kolesterol tinggi disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering dibanding yang sehat. Salah satunya untuk melihat respon obat dalam menurunkan kolesterol dan dampaknya terhadap organ tubuh lain yang sakit.

    Dalam kondisi khusus seperti Lebaran, tidak ada salahnya Anda memeriksakan kolesterol sebelum dan sesudah Lebaran. Untuk memeriksa kadar kolesterol, Anda disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10-12 jam. Bedanya, puasa untuk pemeriksaan kolesterol membolehkan Anda minum air putih (bila sedang tidak dalam kondisi berpuasa Ramadhan).

    Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Jenis Kolesterol yang Diperiksa

    Ini adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui profil lemak/ kolesterol Anda, yaitu:

    Kolesterol Total

    Total dari kadar HDL, LDL, dan trigliserida. Normalnya kurang dari 200 mg/dL.

    HDL (high density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Normalnya 60 mg/dL atau lebih.

    LDL (low density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyumbat pembuluh darah. Normalnya kurang dari 100 mg/dL.

    Trigliserida

    Yaitu lemak yang disimpan. Trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Normalnya kurang dari 150 mg/dL.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Konsultasikan Hasil Dengan Dokter

    Setelah Anda menerima hasil pemeriksaan kolesterol, segera konsultasikan hasilnya dengan dokter. Dokter akan menganalisa hasil pemeriksaan dan mendiskusikan rencana terapi bersama Anda.

    Anda bisa bertemu langsung dengan dokter di fasilitas kesehatan atau panggil dokter ke rumah, atau melalui layanan Chat Dokter 24 jam dari Prosehat untuk kenyamanan Anda.

    Sahabat Sehat, walau makanan Lebaran sangat menggugah selera, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis makanan dan porsinya. Terutama bagi Anda yang sudah memiliki penyakit kronis.

     

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion. LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol [internet]. Atlanta: CDC; 2020.
    2. Mayo Clinic. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol [internet]. New York: Mayo Clinic; 2020.
    Read More
  • Perjalanan Mudik Lebaran bisa memakan waktu yang cukup lama, Siapkan obat-obatan berikut ini agar mudik Keluarga Anda tetap sehat dan nyaman. Tidak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir bulan Ramadhan. Sebagian besar masyarakat pasti ingin sekali melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman karena ada larangan mudik selama 2 tahun kemarin akibat naiknya kasus COVID-19. Agar […]

    Obat-Obatan yang Wajib Disiapkan Sebelum Mudik Lebaran

    Perjalanan Mudik Lebaran bisa memakan waktu yang cukup lama, Siapkan obat-obatan berikut ini agar mudik Keluarga Anda tetap sehat dan nyaman.

    Tidak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir bulan Ramadhan. Sebagian besar masyarakat pasti ingin sekali melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman karena ada larangan mudik selama 2 tahun kemarin akibat naiknya kasus COVID-19.

     Obat-Obatan yang Wajib Disiapkan Sebelum Mudik Lebaran

    Obat-Obatan yang Wajib Disiapkan Sebelum Mudik Lebaran

    Agar mudik berjalan dengan lancar dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terutama bagi pasien-pasien dengan penyakit kronis tertentu yang perlu mengkonsumsi obat-obatan setiap hari.

    Persiapan Obat-obatan untuk Gangguan Kesehatan Ringan

    Obat-obatan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan, misalnya pusing/ sakit kepala dan mual, bisa menggunakan obat bebas atau bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep Dokter.

    Berikut ini beberapa jenis obat-obatan yang bisa Anda siapkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan ringan:

    1. Pereda nyeri sekaligus penurun panas atau demam seperti analgesik dan antipiretik (ibuprofen atau parasetamol).
    2. Mengatasi diare, seperti oralit.
    3. Obat anti mabuk perjalanan.
    4. Obat sakit maag berupa antasida.
    5. Obat anti alergi seperti CTM.
    6. Obat-obatan lainnya yang mungkin diperlukan seperti obat gosok atau cairan mentol sebagai penghangat tubuh, obat pembersih luka, cairan antiseptik, pertolongan saat luka seperti plester dan perban.

    Konsultasi seputar kesehatan Anda dan Keluarga: Chat Dokter ProSehat

    Persiapan Obat-obatan untuk Penyakit Kronis

    Penyakit berat tidak dapat diobati sendiri secara swamedikasi, umumnya menggunakan obat-obatan yang harus diresepkan oleh dokter.

    Untuk itu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan perjalanan. Jika tidak memungkinkan, ada baiknya untuk menunda waktu mudik hingga kondisi tubuh sehat kembali. 

    Jika tetap harus melakukan perjalanan, mintalah saran dari dokter dan tanyakan pada apoteker cara penggunaan obat dan penyimpanannya selama perjalanan.

    Bawalah persiapan obat-obatan lebih banyak sebagai cadangan. Jika memerlukan, mintalah copy resep dari dokter agar dapat ditebus di daerah tujuan bila jadwal kepulangan tertunda.

    Berbagai penyakit kronis seperti :

    • Kencing manis atau diabetes melitus
    • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
    • Asma
    • Kolesterol tinggi
    • Asam urat
    • Peradangan sendi atau artritis.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membawa Obat Dalam Perjalanan Mudik

    Berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat membawa obat-obatan dalam perjalanan mudik lebaran :

    1. Siapkan wadah khusus penyimpan obat agar tidak tercecer.
    2. Di dalam kendaraan ataupun rumah, letakkan ditempat yang mudah untuk dicari namun jauhkan dari jangkauan anak-anak.
    3. Simpan obat-obatan di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya matahari langsung atau mesin kendaraan.
    4. Masukkan obat ke dalam kantung obat dan diberi keterangan fungsi obat dan cara penggunaannya.
    5. Jangan menyimpan obat terlalu lama didalam kendaraan.

    Baca Juga: Tips Mudik Lebaran Tanpa Perlu Takut Mabuk Perjalanan

    Tips Penting Sebelum Mudik

    Selain obat-obatan, berikut ini beberapa hal yang penting selama mudik lebaran :

    Istirahat yang cukup

    Pastikan Anda dan keluarga memiliki istirahat yang cukup sebelum berangkat terutama bagi pemudik yang menggunakan jalan darat, mengingat waktu sampai ke tempat tujuan tidak dapat diprediksi.

    Bergantian menyetir

    Penting untuk bergantian menyetir dengan anggota keluarga lainnya agar bisa beristirahat bagi pemudik yang membawa kendaraan pribadi. 

    Melakukan peregangan

    Lakukan peregangan kecil di rest area atau tempat istirahat lainnya.

    Jangan menahan buang air kecil

    karena dapat berakibat infeksi saluran kencing.

    Berangkat setelah berbuka

    Berangkat mudik setelah berbuka puasa bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa.

    Tidak membeli makanan sembarangan

    Jangan membeli makanan dan minuman sembarangan mengingat kebersihan dan kualitas makanan sangat penting untuk menghindari diare selama masa mudik lebaran.

    Kondisi badan dalam keadaan sehat

    Pastikan anda dan keluarga dalam kondisi yang sehat baik jasmani maupun rohani.

    Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, agar perjalanan Anda terasa nyaman, selalu persiapkan segala halnya dengan cermat sebelum berangkat mudik apapun moda transportasinya. Jika Sahabat Sehat memiliki penyakit kronis atau merasa sakit saat diperjalanan, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam untuk mendapatkan saran yang terbaik. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Referensi

    1. Farmalkes.kemkes.go.id. 2018. Persiapkan Obat Sebelum Mudik | Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
    2. Fk.ui.ac.id. 2019. Tips Mudik Sehat di Era Digital – Info Sehat FKUI
    3. Riyandi, R., 2019. Peserta JKN Diimbau Ambil Obat Sebelum Mudik
    4. Conrad Stoppler, MD, M. and W. Marks, MD, J., 2022. Travel Medicine Kit.
    5. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Travelers with Chronic Illnesses.
    6. Staff.blog.ui.ac.id. 2014. Lengah Saat Mudik, Musibah Menanti – Dokter Ari’s Blog.
    Read More
  • Imunisasi lengkap sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anak mendapatkan perlindungan yang tepat agar tidak mengalami gejala yang parah. Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai […]

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Imunisasi lengkap sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anak mendapatkan perlindungan yang tepat agar tidak mengalami gejala yang parah.

    Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan protokol kesehatan, kasus Covid-19 terus melandai hingga kini.

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Dari kejadian pandemi, kita bisa memahami betapa pentingnya vaksinasi dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Sama halnya juga dengan imunisasi anak yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun.

    Sayangnya, selama pandemi Covid-19 banyak anak-anak yang melewati jadwal imunisasi rutinnya karena kekhawatiran orang tua akan paparan virus corona. Sehingga, cakupan imunisasi turun drastis.

    Menanggapi kondisi ini, pemerintah dengan sigap mengimbau orang tua dan tenaga kesehatan untuk melakukan dan menggencarkan kegiatan Imunisasi Kejar, terlebih dengan kasus Covid-19 yang sudah menurun.

    Booking Imunisasi anak kini lebih mudah, manfaatkan layanan di Prosehat: Imunisasi Anak di Rumah

    Apa yang dilakukan saat Imunisasi Kejar?

    Imunisasi Kejar sangat penting untuk dilakukan karena anak perlu dilindungi dari berbagai macam penyakit menular yang seharus bisa dicegah dengan vaksinasi. Terlebih, dengan belum adanya vaksinasi Covid-19 untuk anak balita, imunisasi rutin menjadi perlindungan utama baginya.

    Saat melakukan Imunisasi Kejar, orang tua butuh berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui vaksin apa saja yang anaknya perlu kejar. Karena, jadwal imunisasi kejar disesuaikan dengan usia anak saat ini, jenis vaksin yang terlewatkan, dan kondisi kesehatannya.

    Misalnya, anak berusia 18 bulan (1,5 tahun) yang belum diimunisasi setelah usia 6 bulan memerlukan imunisasi MR (campak dan cacar Jerman), hepatitis B, polio, DPT, HiB, dan PCV. Adapula tambahan imunisasi lainnya seperti varisela dan hepatitis A.

    Dengan jumlah vaksin yang multipel seperti ini, diperlukan saran dari dokter untuk penjadwalan yang terbaik bagi anak. Namun, dengan adanya vaksin combo, orang tua tidak perlu khawatir anaknya disuntik berkali-kali. Sebagian jenis vaksin sudah tergabung dalam satu suntikan. Sehingga anak pun bisa lebih nyaman.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Mengapa perlu imunisasi lengkap?

    Imunisasi adalah cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular yang memiliki dampak berat. Apalagi, daya tahan tubuh anak belum sempurna dan tidak semua anak memiliki daya tahan tubuh yang baik.

    Dalam proses imunisasi, virus dan bakteri yang sudah dilemahkan akan dimasukkan ke dalam tubuh agar dapat merangsang timbulnya daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga menurunkan risiko komplikasi sakit berat, kecacatan, dan kematian.

    Ada 15 jenis imunisasi lengkap yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan didukung oleh Pemerintah, yaitu:

    1. BCG – melindungi dari infeksi tuberkulosis (TBC).
    2. Hepatitis B – melindungi dari virus hepatitis B yang menyebabkan peradangan dan merusak hati.
    3. Polio – melindungi dari virus polio yang menyebabkan paralisis (tidak bisa menggerakkan tubuh).
    4. DPT – melindungi dari virus penyebab difteri, pertussis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini bisa berakibat fatal bila terinfeksi.
    5. MR – melindungi dari virus measles (campak) dan rubella (cacar Jerman) yang dampak beratnya yaitu pneumonia (paru-paru basah), meningitis, dan radang sendi.
    6. HiB – melindungi dari infeksi meningitis (radang selaput otak) yang berakibat fatal pada anak-anak.
    7. PCV – melindungi dari virus pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi darah.
    8. Rotavirus – melindungi dari virus penyebab diare. Diare adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di Indonesia.
    9. Influenza – melindungi dari virus penyebab flu yang dampak beratnya adalah pneumonia.
    10. Hepatitis A – melindungi dari peradangan hati.
    11. HPV – melindungi dari virus penyebab kanker serviks dan kelamin.
    12. Tifoid – melindungi dari virus penyebab tipes yang mudah sekali ditemui di Indonesia.
    13. Varisela – melindungi dari cacar air yang dampak beratnya termasuk pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan herpes zoster di kemudian hari.
    14. Japanese encephalitis (JE) – melindungi dari pembengkakan otak bila digigit nyamuk terinfeksi JE.
    15. Dengue – melindungi dari virus dengue yang rentan menyebabkan syok bila terinfeksi.

    Dengan imunisasi lengkap sesuai rekomendasi dan jadwal dari IDAI, anak-anak dan keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang optimal dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jadi, jangan tunda lagi jadwal imunisasinya. Segera lindungi anak-anak kita dari bahayanya penyakit karena mencegah selalu lebih baik dari mengobati.

    Baca Juga: Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Jika Sahabat Sehat memerlukan konsultasi dengan dokter dan layanan imunisasi di rumah atau klinik, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

     

    1. Vaccines and Immunization. [Internet] WHO. 2021 August 31 (cited 2022 April 13).
    2. Omer SB, Salmon DA, Orenstein WA, deHart P, Halsey N. Vaccine Refusal, Mandatory Immunization, and the Risks of Vaccine-Preventable Diseases. NEJM 2009; 360: 1981-88.
    3. Jadwal Imunisasi IDAI 2020. [Internet]. 2021 Januari 29 (cited 2022 April 27).
    Read More
  • Pemerintah kembali menerbitkan aturan terkait kegiatan halal bihalal menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Hal ini masih berkaitan dengan upaya menekan risiko penularan Covid-19. Melalui Surat Edaran Nomor 003/2219/SJ yang terbit pada 22 April 2022 kemarin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan aturan terkait aktivitas halal bihalal PPKM kepada seluruh gubernur, bupati, dan […]

    Inilah Aturan Terbaru Halal Bihalal PPKM Seluruh Indonesia

    Pemerintah kembali menerbitkan aturan terkait kegiatan halal bihalal menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Hal ini masih berkaitan dengan upaya menekan risiko penularan Covid-19.

    Melalui Surat Edaran Nomor 003/2219/SJ yang terbit pada 22 April 2022 kemarin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan aturan terkait aktivitas halal bihalal PPKM kepada seluruh gubernur, bupati, dan walikota. Kebijakan ini telah disesuaikan dengan level kasus Covid-19 di setiap kota dan kabupaten. 

    Inilah Aturan Terbaru Halal Bihalal PPKM Seluruh Indonesia

    Inilah Aturan Terbaru Halal Bihalal PPKM Seluruh Indonesia

    Syarat Halal Bihalal

    Sesuai Level PPKM

    Pelaksanaan kegiatan halal bihalal harus disesuaikan dengan level daerah kabupaten/ kota yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. 

    Selain itu, para kepala daerah diminta untuk memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1.

    Kepala daerah juga perlu mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berlaku. 

    Konsultasi masalah kesehatan Anda dan Keluarga secara online, silahkan klik: Chat Konsultasi Dokter ProSehat

    Jumlah Tamu Halal Bihalal Dibatasi

    Kegiatan halal bihalal PPKM dapat digelar dengan menyesuaikan jumlah tamu sesuai dengan level dari PPKM dari setiap wilayah. 

    Kapasitas jumlah tamu:

    • PPKM level 3: 50 persen
    • PPKM level 2: 75 persen
    • PPKM level 1: 100 persen

    Makanan dan Minuman Dibawa Pulang

    Selanjutnya, untuk daerah PPKM level 1 dengan kapasitas lebih dari 100 orang, diwajibkan untuk menyediakan makanan dan minuman kemasan yang bisa dibawa pulang, artinya tidak diperkenankan menyediakan makanan/ minuman untuk dikonsumsi di tempat (prasmanan).

    Kasus Covid Melandai Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Tetap Waspada 

    Lebaran tahun 2022 pemerintah tak hanya membolehkan kegiatan halal bihalal, tetapi juga mudik. Ini akan menjadi tahun pertama dibolehkannya mudik setelah dua tahun sebelumnya mudik dilarang karena situasi pandemi virus corona. Pemerintah pun telah menetapkan tanggal 2 dan 3 Mei 2022 sebagai hari libur nasional Idul Fitri 1443 Hijriah. Sementara, cuti bersama ditetapkan selama 4 hari yakni 29 April dan 4-6 Mei 2022.

    Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta untuk membuat peraturan lebih lanjut di daerahnya masing-masing dengan terus memperkuat disiplin protokol kesehatan.

    Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Masker Kain Saja Tidak Disarankan

    Setiap individu yang melakukan perjalanan mudik lebaran wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yakni: mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, dan memakai masker.

    Hal ini diatur dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 16 tahun 2022 tentang ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri (PPDN) pada Masa Pandemi Covid-19 yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada 2 April 2022. 

    Peraturan tersebut mengatur tentang larangan penggunaan masker kain saat melakukan perjalanan mudik lebaran. Sebab, Covid-19 masih belum hilang. Sebaiknya gunakan masker KN95 atau masker medis dilapis masker kain pada bagian luarnya saat mudik. 

    menggunakan masker dobel

    Infografik: Liputan 6

    Selain itu, pelaku perjalanan juga diwajibkan mengganti masker setiap empat jam, serta membuang limbah masker dengan cara yang benar.

    Berikut sejumlah poin lainnya terkait pengetatan protokol kesehatan pada pelaku perjalanan mudik Lebaran 2022:

    Mencuci tangan

    Mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain.

    Menjaga jarak

    Menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan.

    Tidak berbicara

    Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara.

    Tidak makan dan minum

    Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

    Baca Juga: Tips Mudik Lebaran Tanpa Perlu Takut Mabuk Perjalanan

    Sahabat Sehat, inilah aturan terbaru dari Pemerintah terkait halal bihalal dan penggunaan masker untuk melindungi diri selama libur Lebaran tahun 2022. Ikuti peraturannya dan pastikan Anda pergi dalam keadaan sehat. Berkonsultasilah dengan dokter dan periksakan kesehatan dasar Anda sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Choerunisa, T., 2022. Dilarang Makan-Minum Saat Halal Bihalal, Benarkah? Ini Aturan Resminya.
    2. Media, K., 2022. Aturan Lengkap Halalbihalal Lebaran 2022
    3. Media, K., 2022. Kasus Covid-19 Melandai Jelang Lebaran, Tetap Waspada dan Tak Abai Halaman all – Kompas.com.
    4. Pinandhita, V., 2022. Mudik Lebaran 2022 Wajib Pakai Masker 3 Lapis, Begini Aturan Lengkapnya.
    Read More
  • Persiapan kuliah di luar negeri harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Persiapkan perlindungan diri untuk menjelajah Australia dengan vaksinasi lengkap. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia. Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 […]

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Persiapan kuliah di luar negeri harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Persiapkan perlindungan diri untuk menjelajah Australia dengan vaksinasi lengkap. Selain menyiapkan dokumen akademis, negara dan universitas yang dituju mewajibkan calon mahasiswa menunjukkan bukti vaksinasi rutin, termasuk negara Australia.

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021 Australia menjadi salah satu negara yang paling diminati oleh calon mahasiswa atau pelajar dari negara Indonesia.

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Agar dapat menikmati pendidikan berkualitas tinggi dan leluasa menjelajah setiap bagian dari Australia, pastikan kamu sudah memiliki kekebalan tubuh yang bagus melalui vaksinasi. Tidak hanya vaksinasi terhadap Covid-19 yang sedang marak, tapi juga jenis lainnya yang tidak kalah penting. Simak penjelasan berikut.

    Vaksinasi Covid-19

    Saat ini vaksinasi Covid-19 sudah menjadi syarat wajib untuk masuk ke seluruh negara.

    Berikut ini jenis vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia:

    • Dua dosis dengan jarak pemberian minimal 14 hari:
      • Astra Zeneca Vaxzevria
      • Astra Zeneca Covishield
      • Pfizer/Biontech Comirnaty
      • Moderna Spikevax ot Takeda
      • Sinovac Coronavac
      • Bharat Biotech Covaxin
      • Sinopharm BBIBP-CorV, untuk pasien dibawah usia 60 tahun
      • Gamaleya Research Institute Sputnik V
      • Novavax/Biocelect Nuvaxoid
    • Atau 1 dosis dari vaksin:
      • Johnson & Johnson / Janssen-Cilag COVID Vaccine

    Pemberian vaksinasi COVID-19 ini paling lambat diberikan 7 hari sebelum melakukan perjalanan ke Australia.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Australia dikagetkan dengan kemunculan virus Japanese encephalitis yang baru muncul pada Maret 2022 lalu. Virus ini telah menginfeksi 17 warga dan menyebabkan 2 diantaranya meninggal dunia. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi.

    Walau virus ini tidak menular antar manusia, sehingga mungkin tidak akan membawa ancaman sebesar virus Corona, akan tetapi konsekuensi dari infeksi virus ini tidak dapat dianggap enteng.

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan atau infeksi otak (ensefalitis) yang serius, ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Tidak hanya dewasa, anak-anak juga dapat terinfeksi virus ini, terutama usia 0-14 tahun.

    Baca Juga: Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin Hepatitis A dan B

    Vaksin hepatitis A dan B biasanya sudah dilengkapi saat usia anak-anak. Namun, ada baiknya Anda meng-update status kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis karena ada kemungkinan kadar antibodi sudah menurun.

    Kedua jenis virus ini sama-sama menyebabkan peradangan hati. Bedanya, virus hepatitis B menyebabkan kerusakan hati yang berkelanjutan. Maka, penting sekali untuk memiliki perlindungan terhadap kedua penyakit menular ini.

    Vaksin Rabies

    Vaksinasi rabies direkomendasikan oleh Australia jika Anda berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan yang meningkatkan risiko terkena gigitan kelelawar ataupun hewan lainnya yang terinfeksi.

    Vaksin Flu

    Virus influenza adalah jenis virus yang mudah ditemukan dimana-mana dan menjadi masalah kesehatan global karena galur virus influenza terus menerus bermutasi.

    Selain melindungi terhadap virus influenza, vaksin flu juga melindungi dari penyakit meningitis atau peradangan selaput otak. Lakukan vaksinasi flu setiap setahun sekali untuk perlindungan optimal.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR melindungi diri dari campak, gondongan, dan cacar Jerman (rubella). Meskipun penyakit ini umumnya ditemui pada anak-anak, orang dewasa masih memiliki risiko tertular dan menularkan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum pernah atau tidak diketahui riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, segera luangkan waktu untuk melakukan vaksinasi. Tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi syarat kuliah, Sahabat Sehat juga menjadi lebih leluasa bereksplorasi selama di Australia.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    2. Australia Government Department of Health. 2022. Vaksin COVID-19.
    3. Australia Government Department of Health. 2022. Communicable diseases.
    4. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus, Japanese Encephalitis, tak Bisa Diremehkan |Republika Online
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    7. Kemkes.go.id. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    8. Yoanita SpA, d., 2020. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak – Primaya Hospital.
    9. Australia Online Visa. 2022. Vaccines needed to travel to Australia.
    10. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J., 2020. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    11. Cdc.gov. n.d. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination | CDC.
    Read More
  • Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia. UNESCO Institute for Statistic 2021 menunjukkan ada 10 negara utama yang menjadi tujuan para pelajar Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, […]

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Sistem pendidikan berkualitas yang dimiliki oleh sejumlah negara maju menjadi sebuah pertimbangan para pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Apalagi semakin banyak kampus dan negara yang menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia.

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Mahasiswa Luar Negeri

    UNESCO Institute for Statistic 2021 menunjukkan ada 10 negara utama yang menjadi tujuan para pelajar Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Belanda, Turki, dan Kanada.

    Dari daftar negara-negara yang diminati oleh calon mahasiswa Indonesia tersebut ada beberapa negara yang menjadi tempat endemis meningitis, seperti Amerika Serikat, Australia, beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah. Pemberian vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri ini penting untuk mencegah penularan meningitis yang mungkin menginfeksi mahasiswa di negara lain.

    Apa itu meningitis?

    Meningitis merupakan peradangan pada selaput lapisan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Meningitis terkadang sulit dikenali karena gejala awalnya mirip dengan gejala flu biasa seperti demam dan nyeri kepala.

    Kondisi medis lainnya dapat menyebabkan meningitis antara lain cedera kepala, kanker, efek samping obat, dan komplikasi infeksi pada area tubuh lainnya.

    Kuman meningokokus, kuman penyebab meningitis, tersebar di seluruh dunia. Namun, lebih sering ditemukan di negara endemik terutama di Afrika yang dikenal sebagai African meningitis Belt (sabuk meningitis benua Afrika) yang membentang dari Senegal di bagian barat hingga ke Etopia di timur dengan total 26 negara didalamnya.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Meningitis, Flu dan MR ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Gejala Meningitis

    Pada fase awal, gejala meningitis sangat mirip dengan gejala influenza. Seiring berkembangnya penyakit, gejala meningitis juga bertambah. Secara umum, gejala meningitis meliputi:

    • Demam tinggi
    • Leher kaku
    • Nyeri kepala hebat disertai mual sampai muntah hebat
    • Sulit untuk berkonsentrasi
    • Kejang
    • Mengantuk dan kesulitan untuk berjalan 
    • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
    • Penurunan nafsu makan
    • Kemerahan pada kulit.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Mencegah Meningitis

    Pencegahan meningitis dilakukan dengan tujuan mengurangi resiko penularan. Langkah-langkahnya antara lain:

    1. Cuci tangan setiap selesai beraktivitas atau sebelum makan.
    2. Menjaga kebersihan tubuh.
    3. Memasak makanan sampai matang terutama bila sedang hamil.
    4. Gunakan masker bila sedang sakit.
    5. Hindari kontak dengan pasien yang sedang terinfeksi.
    6. Jangan berbagi makanan atau minuman yang sedang dimakan atau barang pribadi (pisau cukur, lipstick, sikat gigi).
    7. Berperilaku hidup sehat (olahraga teratur dan cukup istirahat minimal 7-9 jam).
    8. Vaksinasi meningitis (meningokokus).
    9. Lengkapi imunisasi.

    Vaksinasi Meningitis

    Ada beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis. Maka, selain pemberian vaksin meningokokus, pastikan juga Anda mendapatkan jenis vaksin lainnya karena terdapat perlindungan dari jenis kuman lain yang juga dapat menyebabkan infeksi meningitis.

    Jenis vaksin yang dapat mencegah meningitis adalah:

    • Vaksinasi Pneumokokus (PCV)
    • Vaksin HiB
    • Vaksin MMR
    • Vaksin Meningokokus ACWY.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, menetap di luar negeri dalam jangka waktu lama atau sebentar membutuhkan perlindungan yang bagus terhadap penyakit-penyakit menular, terutama penyakit yang endemik di negara tersebut. Tentunya penting melakukan vaksin meningitis untuk mahasiswa luar negeri. Lengkapi kebutuhan vaksinasi Anda segera agar kekebalan tubuh sudah terbentuk sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    2. Aisyah, N., 2022. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. A. Mbaeyi, S. and A. McNamara, L., 2022. Meningococcal Disease. [online] CDC Centers of Disease Control and Prevention.
    4. Master PIE (Media Sharing Termini Penyakit Infeksi Emerging), 2018.
    5. Suharjanti I, T Pinzon R. PANDUAN PRAKTIK KLINIS NEUROLOGI. PERDOSSI; 2016.
    6. Meningitis | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020.
    7. Meningitis – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2021.
    8. Cassoobhoy, MD, MPH A. Meningitis (Bacterial, Viral, and Fungal) [Internet]. WebMD. 2020.
    9. Meningitis – Vaccination [Internet]. nhs.uk. 2021.
    Read More
  • Mabuk perjalanan umumnya kerap dialami oleh orang yang bepergian menggunakan mobil, bis, kereta api, kapal laut, ataupun pesawat terbang. Perjalanan mudik yang cenderung panjang dan memakan waktu berjam-jam sering kali membuat pemudik tidak menikmati perjalanannya. Khususnya bagi orang yang mudah mabuk kendaraan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.  Lantas, bagaimana cara menyiasati kondisi ini? […]

    Tips Mudik Lebaran Tanpa Perlu Takut Mabuk Perjalanan

    Mabuk perjalanan umumnya kerap dialami oleh orang yang bepergian menggunakan mobil, bis, kereta api, kapal laut, ataupun pesawat terbang.

    Perjalanan mudik yang cenderung panjang dan memakan waktu berjam-jam sering kali membuat pemudik tidak menikmati perjalanannya. Khususnya bagi orang yang mudah mabuk kendaraan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. 

    Lantas, bagaimana cara menyiasati kondisi ini? Jangan khawatir, Anda tidak perlu mabuk kendaraan saat mudik Lebaran tahun ini dengan mengikuti tips berikut ini. 

    Tips Mudik Lebaran Tanpa Perlu Takut Mabuk Perjalanan

    Tips Mudik Lebaran Tanpa Perlu Takut Mabuk Perjalanan

    Kenapa Seseorang Mengalami Mabuk Perjalanan?

    Mabuk perjalanan atau motion sickness disebabkan oleh adanya perbedaan “informasi” yang diterima oleh otak dari bagian tubuh yang merasakan atau melihat gerakan. Akhirnya, otak tidak dapat mengetahui apakah Anda bergerak atau diam.

    Contohnya, saat di dalam kendaraan, mata seolah melihat pepohonan yang bergerak sedangkan sendi dan otot merasa bahwa tubuh diam tidak bergerak. Kondisi ini membuat otak kesulitan memproses informasi apakah tubuh diam atau bergerak, sehingga memicu keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin. 

    Selalu Sedia Produk Kesehatan untuk Meredakan Mabuk Perjalanan, silahkan cek: Pesan Produk Kesehatan

    Pastikan Keluarga sudah mendapatkan vaksinasi flu sebelum mudik: Paket Vaksinasi Flu Dewasa ke Rumah

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami mabuk perjalanan, diantaranya:

    • Usia 2 – 12 tahun
    • Kurang istirahat
    • Perilaku membaca buku atau bermain handphone di dalam perjalanan
    • Perubahan hormon, seperti menstruasi, hamil, atau minum pil KB
    • Riwayat mabuk perjalanan di keluarga
    • Kondisi lainnya, seperti penyakit Parkinson atau migrain

    Cara Menghilangkan Mabuk Perjalanan

    Apabila gejala yang Anda rasakan masih tergolong ringan, kurangi keluhan dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

    • Duduk santai sambil mendengarkan musik
    • Duduk sambil memejamkan mata, atau tiduran bila memungkinkan
    • Melihat kejauhan
    • Buka jendela mobil atau naik ke dek kapal untuk menghirup udara segar
    • Minum air putih yang cukup
    • Konsumsi snack ringan, seperti biskuit
    • Minum air jahe atau mengunyah permen jahe atau peppermint
    • Hirup minyak angin atau aromaterapi
    • Ubah posisi tubuh

    Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Pengobatan Mabuk Perjalanan

    Mabuk perjalanan sebenarnya bukanlah kondisi yang serius dan dapat diatasi dengan meminum obat anti mabuk sebelum berangkat atau saat gejala muncul. 

    Jika tips diatas tidak mampu menghilangkan gejala mabuk perjalanan yang Anda alami, cobalah untuk mengonsumsi obat berikut:

    • Antihistamin (cyclizine, diphenhydramine, dimenhidrinate, dan meclizine)
    • Hyoscine atau scopolamine
    • Antidopaminergic (promethazine dan metoclopramide)
    • Obat lain, seperti alprazolam, ephedrine, diazepam, prochlorperazine, dan ondansetron.

    Tidak semua obat-obatan ini bisa ditebus bebas. Obat antihistamin, seperti dimenhidrinat adalah jenis obat anti mabuk yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Sementara obat lainnya membutuhkan resep dokter. 

    Obat-obatan tersebut sebaiknya diminum 1 – 2 jam sebelum melakukan perjalanan. Meski efektif, obat anti mabuk juga dapat menimbulkan efek samping seperti mengantuk, sakit perut, denyut nadi cepat, dan mulut kering.

    Tips Mencegah Mabuk Perjalanan

    Agar perjalanan Anda tetap lancar dan menyenangkan, cobalah beberapa hal berikut agar terhindar dari mabuk selama perjalanan. Diantaranya:

    Jika naik mobil atau kereta

    • Duduklah di kursi paling depan atau di dekat jendela
    • Pilih kursi yang menghadap searah dengan arah laju kendaraan

    Jika naik kapal laut

    • Pesanlah tempat duduk yang berada di bagian depan, tengah, atau dek bagian atas kapal

    Jika naik pesawat

    • Pilihlah tempat duduk dekat sayap pesawat atau dekat jendela
    • Arahkan pendingin udara ke wajah Anda.

    Selain itu, beberapa hal berikut ini juga perlu Anda lakukan:

    1. Hindari membaca buku atau menatap layar gadget selama perjalanan
    2. Tidak mengonsumsi makanan berminyak dan pedas
    3. Hindari mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol sebelum dan selama di perjalanan
    4. Jangan mengonsumsi makanan berat secara berlebihan sebelum melakukan perjalanan
    5. Perbanyak minum air putih
    6. Buka jendela kendaraan jika memungkinkan
    7. Jika harus duduk selama berjam-jam di perjalanan, cobalah berjalan-jalan di dalam kereta, pesawat, atau kapal laut. Sedangkan jika menggunakan mobil, berhentilah sejenak di area peristirahatan untuk menggerakan anggota tubuh. 

    Baca Juga: Mengapa Perlu Vaksin Hepatitis A Sebelum Bepergian?

    Sahabat Sehat, perjalanan mudik tentunya akan terasa lebih menyenangkan jika tidak disertai pusing, mual dan muntah. Oleh sebab itu, jika memiliki riwayat atau pernah mengalami mabuk kendaraan, ingatlah untuk selalu mempersiapkan obat mabuk perjalanan di tas Anda dan terapkan cara menghindarinya seperti tips di atas. Untuk Sahabat Sehat yang perlu mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk dosis yang sesuai.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. nhs.uk. 2022. Motion sickness.
    2. Topics, H., 2022. Motion Sickness: MedlinePlus.
    3. Cleveland Clinic. 2022. Motion Sickness: Symptoms & Treatment.
    4. Mayoclinic.org. 2022. Antihistamine, Decongestant, And Analgesic Combination (Oral Route) Description and Brand Names – Mayo Clinic.
    5. Rice, f., 2022. What Causes Motion Sickness? – Treatment | familydoctor.org.
    6. WebMD. 2022. Why Do I Get Motion Sickness?
    Read More
  • Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita.  Di Indonesia, Sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah di tahun […]

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Setiap 20 detik seorang anak balita meninggal karena penyakit paru-paru basah. Penyakit yang disebut pneumonia dalam istilah medisnya, adalah penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular pada anak balita. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), paru-paru basah menyumbang 15 persen dari total kasus kematian anak balita. 

    Di Indonesia, Sekitar 800.000 anak mengidap paru-paru basah di tahun 2016 dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya. Inilah cara mencegah paru-paru basah pada Anak. Moms, sebenarnya penyakit ini mudah untuk dicegah. Ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini untuk menurunkan risiko penularan.

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

    Penyebab Paru-paru Basah

    Paru-paru basah adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua paru-paru dan akan menghambat pertukaran oksigen.

    Anak yang terinfeksi akan mengalami batuk, demam, nafas cepat, dan tampak kesulitan menarik nafas. Pada kasus berat, anak akan merasa sesak nafas hingga bibirnya kebiruan, tidak bisa makan dan minum, muntah, dan tidak sadarkan diri.

    Penyebab dari paru-paru basah bermacam-macam, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Kuman-kuman ini umum ditemui di lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan polusi udara yang berat.

    Cegah Paru-Paru Basah Pada Anak, Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 6 Bulan ke Rumah

    Cara Mencegah Paru-Paru Basah pada Anak

    Moms, bantu si Kecil agar terhindar dari penularan paru-paru basah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah-langkahnya adalah seperti di bawah ini:

    ASI Eksklusif

    ASI yang eksklusif terbukti memberikan kekebalan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit menular pada anak. Untuk anak yang sudah melewati masa ASI eksklusif, berikan MPASI dan makanan sehari-hari bergizi seimbang.

    Imunisasi Lengkap

    Imunisasi lengkap sesuai anjuran Jadwal Imunisasi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Selain imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah, berikan anak imunisasi yang spesifik melindunginya terhadap pneumonia atau penyakit menular lainnya yang dapat menyebabkan pneumonia. Contohnya vaksin Hib, pneumokokus (PCV), dan influenza.

    Mencuci Tangan

    Mencuci tangan dengan benar perlu diajarkan dan dibiasakan pada anak karena jutaan kuman menempel di tangan. Disarankan agar mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Bila air tidak tersedia, Moms bisa mengajarkannya menggunakan hand sanitizer.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Membiasakan mencuci tangan memiliki dampak besar terhadap kesehatan anak. Kegiatan sederhana ini akan menghindarinya dari penyakit-penyakit menular seperti pneumonia dan diare.

    Kurangi polusi udara di dalam rumah

    Mengurangi pulusi udara di rumah, seperti asap rokok. Orang tua atau anggota keluarga yang merokok sebaiknya tidak merokok dalam satu ruangan dengan balita maupun menggendongnya sebelum mengganti pakaian.

    Tidak berbagi peralatan makan

    Jangan berbagi peralatan dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi diri dari paparan virus atau bakteri yang bisa saja didapatkan dari orang lain saat berbagi peralatan makan. Selain itu, langkah ini juga berlaku untuk tisu wajah dan saputangan.

    Menghindari orang sakit

    Hindari kontak fisik dengan orang sakit, Anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, oleh karena itu ia lebih rentan tertular penyakit. Maka, jauhkan dia dari orang sedang sakit. 

    Baca Juga: Manfaat Imunisasi Hib Bagi Bayi dan Kapan Harus Diberikan

    Sahabat Sehat, itulah cara mencegah paru-paru basah pada anak. Mudah bukan? Ajarkan anak untuk mulai berperilaku bersih sejak dini agar ia terbiasa juga menjalani hidup bersih di kemudian hari.

    Jangan lupa untuk melengkapi imunisasinya dengan segera. Bila Moms khawatir untuk membawanya ke fasilitas kesehatan, pilihlah alternatif imunisasi di rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WebMD. 2022. What to Know About Pneumonia in Children.
    2. Childrenscolorado.org. 2022. Pneumonia In Children | Children’s Hospital Colorado.
    3. Stanfordchildrens.org. 2022. default – Stanford Children’s Health.
    4. Dallas, M. and Sanjai Sinha, M., 2022. Pneumonia in Children: What You Need to Know.
    5. IDAI | Cara Mudah Hindari Pneumonia Pada Anak.
    Read More
  • Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa pulang kampung karena kasus tinggi Covid-19, Lebaran tahun 2022 kali ini Anda sudah bisa kembali bertemu keluarga di luar kota. Seperti mesin mobil yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, tubuh kita juga perlu diperiksa kesiapannya untuk pulang kampung.  Perlu diketahui sebelum mudik lebaran, Pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin selain […]

    Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa pulang kampung karena kasus tinggi Covid-19, Lebaran tahun 2022 kali ini Anda sudah bisa kembali bertemu keluarga di luar kota. Seperti mesin mobil yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, tubuh kita juga perlu diperiksa kesiapannya untuk pulang kampung. 

    Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Perlu diketahui sebelum mudik lebaran, Pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin selain vaksin Covid-19 diperlukan oleh anak muda hingga lansia. Jangan tunggu hingga ada keluhan baru memeriksakan kesehatan, karena pencegahan selalu lebih baik dari pengobatan. Bagaimana langkahnya? Yuk, lihat ulasannya di bawah ini.

    Pemeriksaan Tekanan Darah 

    Perjalanan mudik biasanya dilakukan beberapa hari sebelum hari Lebaran. Artinya, Anda masih dalam keadaan berpuasa. Bila Anda tidak minum air putih yang cukup saat sahur atau setelah berbuka, atau bila cuaca sedang panas terik, Anda berisiko mengalami dehidrasi. dehidrasi akan menyebabkan tekanan darah Anda turun drastis (hipotensi) hingga membuat Anda merasa lemas.

    Maka, sebelum berangkat, periksakan tekanan darah Anda. Bila hasilnya di batas bawah tekanan darah normal (90/60 mmHg), sebaiknya Anda tunda keberangkatan hingga tekanan darah Anda lebih optimal di atasnya (100-120/70-80 mmHg).

    Pastikan Keluarga sudah mendapatkan vaksinasi flu sebelum mudik: Paket Vaksinasi Flu Dewasa ke Rumah

    Selain itu, Lebaran biasanya identik dengan makanan yang berlimpah dan gurih. Bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadar tekanan darah penting untuk diketahui.

    Jangan lakukan perjalan bila tekanan darah Anda lebih dari 180/120 mmHg karena akan berisiko baik selama perjalanan maupun saat di kampung halaman.

    Minumlah obat-obatan pengendali darah tinggi Anda secara rutin. Tidak hanya saat perjalanan, tapi setiap hari dimulai dari sebelum akan melakukan perjalan, dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Dengan begitu, tekanan darah Anda akan lebih stabil selama Lebaran. Tapi, jangan sampai makannya tidak terkontrol ya.

    Pemeriksaan Gula Darah

    Makanan berbuka puasa dan makanan lebaran juga identik dengan makanan yang tinggi gula. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kadar gula darah.

    Gula Darah yang tinggi dapat mengganggu kerjanya insulin dalam tubuh. Bila berlanjut, dapat menyebabkan diabetes serta komplikasi lainnya.

    Bila Anda berencana untuk memeriksakan kesehatan saat bulan Ramadhan sebelum perjalanan, periksakan gula darah puasa. Bila terakhir Anda sahur jam 4.30 pagi, maka lakukan pemeriksaan 8-10 jam kemudian, jangan lebih dari itu karena akan mempengaruhi hasil.

    Kadar gula darah puasa yang normal ialah kurang dari 100 mg/dL. Sementara kadar gula darah sewaktu yang normal ialah 80-130 mg/dL.

    Di luar bulan Ramadhan dan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, skrining diabetes direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun bagi orang berusia 45 tahun ke atas, atau usia yang lebih muda dari 45 tahun dengan faktor risiko utama, seperti overweight/ obesitas, aktivitas fisik kurang, dan memiliki keturunan diabetes. 

    Baca Juga: 10 Persiapan Travelling Bagi Anda yang Memiliki Asam Urat

    Pemeriksaan Kolesterol Darah

    Kolesterol dapat ditemui di banyak jenis makanan Lebaran seperti makanan yang mengandung santan, daging merah, makanan laut, dan jeroan. Maka, tes kolesterol menjadi pemeriksaan yang tidak kalah penting.

    Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah arteri koroner. Tes kolesterol dapat membantu menentukan risiko penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak, atau disebut juga aterosklerosis.

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berperawakan gemuk. Jadi, tetap cek kolesterol Anda baik Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi atau tidak.

    Pemeriksaan Asam Urat

    Makanan yang tinggi purin, tinggi gula, dan tinggi lemak dapat menyebabkan asam urat meningkat.

    Selain itu, asam urat yang tinggi juga dapat disebabkan dan berkaitan dengan penyakit lain seperti diabetes, radang sendi, batu ginjal, bahkan keganasan.

    Makanan tinggi purin tidak selalu sayuran berwarna hijau ya, Sahabat Sehat. Contoh makanan tinggi purin adalah jeroan, tahu, tempe, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan ikan teri.

    Kadar asam urat dapat bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Nilai normalnya adalah 1,5 – 6,0 mg/dL untuk wanita dan 2,5 – 7,0 mg/dL untuk pria. Tanda dan gejala asam urat antara lain sendi jari tampak bengkak dan merah, disertai rasa nyeri.

    Lindungi Diri Dengan Vaksinasi

    Selain penyakit Covid-19, masih ada penyakit menular lain yang mungkin muncul dalam pertemuan besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Diantaranya influenza, hepatitis A, dan tipes (tifoid).

    Ketiga jenis penyakit ini mudah penularannya. Influenza ditularkan melalui droplet, sedangkan hepatitis A dan tipes dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Maka, tidak ada salahnya Anda mendapatkan vaksinasi ini dulu agar Anda terlindungi. Bagi orang lanjut usia (lansia), vaksinasi PCV juga dapat diberikan.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi perlindungan yang sebaiknya Anda lakukan sebelum pulang kampung. Pastikan Anda mendapatkan asupan makan dan minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. Makan dengan bijak selama Lebaran agar Anda tidak sakit setelah Hari Raya.

    Bila Anda memiliki penyakit penyerta lainnya, konsultasikan dengan dokter pemeriksaan apalagi yang dibutuhkan.

    Baca Juga: Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. NHS. Blood Pressure Test [internet]. Leeds: NHS ; 2021.
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. CERAMAH Cek tekanan darah mandiri di rumah [internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
    3. Pipitt K. Diabetes Mellitus: Screening and Diagnosis [internet]. Salt Lake City: Am Fam Physician; 2016.
    4. Mayo Clinic. Cholesterol Test [internet]. New York: Mayo Clinic ; 2021.
    5. NHS. Gout [internet]. Leeds: NHS; 2021.
    Read More
Chat Dokter 24 Jam