Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 756 results

  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang […]

    Perhatikan Cara Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Benar

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang paling berisiko terinfeksi adalah orang yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID-19 atau petugas kesehatan yang merawat pasien. Sehingga setiap petugas kesehatan harus melindungi diri dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan tepat yaitu tepat dalam pemilihan jenis APD yang sesuai, cara pemakaian, cara pelepasan, dan cara pembuangan atau pencucian APD tersebut.

    APD bertindak sebagai penghalang antara bahan infeksius dengan kulit, mulut, hidung, atau mata (selaput lendir). Berikut adalah jenis APD yang direkomendasikan untuk disediakan dalam penanganan COVID-19:

    1. Masker bedah, masker ini terdiri dari 3 lapisan material sebagai penghalang fisik antara mulut dan hidung pengguna dengan kontaminan potensial di lingkungan.
    2. Masker N95, masker ini dirancang dengan segel ketat di sekitar hidung dan mulut untuk menyaring hampir 95% partikel yang lebih kecil <0,3 mikron. Masker ini dapat menurunkan paparan kontaminasi melalui
    3. Pelindung wajah, pelindung wajah umumnya terbuat dari plastik jernih transparan yang dapat menutupi hingga dagu. Pelindung ini digunakan sebagai proteksi ganda bagi tenaga kesehatan dari percikan infeksius pasien saat melakukan perawatan.
    4. Pelindung mata (goggles), pelindung mata ini menutup bagian mata yang merupakan mukosa dengan erat agar terhindar dari cipratan. Goggles digunakan pada saat tertentu seperti aktivitas yang kemungkinan risiko terciprat/tersembur besar, khususnya prosedur yang dapat menghasilkan aerosol.
    5. Gaun, gaun adalah pelindung lengan dan area tubuh yang lebih luas untuk tenaga kesehatan selama prosedur dan kegiatan perawatan pasien.
    6. Celemek (apron), celemek digunakan di luar gaun untuk menghindari penetrasi cairan infeksius.
    7. Sarung tangan, sarung tangan yang biasa digunakan terbuat dari bahan lateks karet, digunakan oleh tenaga kesehatan dari kontak cairan infeksius pasien.
    8. Pelindung kepala, pelindung kepala digunakan untuk menutupi bagian rambut, biasa penutup kepala ini digunakan sekali pakai saja.
    9. Sepatu pelindung, sepatu pelindung terbuat dari karet atau bahan tahan air, sepatu harus menutup seluruh kaki bahkan bisa sampai betis apabila gaun yang digunakan tidak mampu menutup sampai ke bawah.1

    Penggunaan APD digunakan dengan tepat sesuai dengan indikasi pemakaian berdasarkan risiko terpapar dan dinamika transmisinya. APD digunakan oleh orang berisiko terpajan dengan pasien atau material infeksius seperti tenaga kesehatan, petugas kebersihan, petugas instalasi sterilisasi, petugas laundry, dan petugas ambulans. Dinamika transmisi juga perlu diperhatikan pada tindakan yang dapat memicu penularan secara airborne harus menggunakan masker N95.

    GUNAKAN APD DENGAN TEPAT

    Cara memakai, melepas, dan mengumpulkan (disposal) dari APD juga harus tepat. Langkah-langkahnya:
    1. Sebelum memakai APD, pastikan untuk melepas semua barang dan perhiasan. Pakailah baju scrub dan sepatu bot, masuk ke area bersih di titik masuk unit isolasi. Pastikan semua ukuran APD sudah benar dan kualitasnya sesuai.

    1. Lakukan prosedur pemakaian APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih.
    2. Terapkan kebersihan tangan dengan mencuci tangan dibawah air bersih dan menggunakan sabun. Pakailah sarung tangan setelah itu baru gunakan gaun.

    4.Gunakan masker wajah serta pelindung wajah atau kacamata pelindung.
    5. Pakailah penutup kepala dan leher, setelah itu gunakan celemek.

    1. Terakhir, gunakan sarung tangan kedua.

    PERHATIKAN CARA MELEPAS APD

    Ingatlah untuk selalu melepaskan APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih. Pastikan juga tersedia tempat sampah infeksius (plastik warna kuning) karena pembuangan APD harus terpisah. APD yang dipakai ulang juga dipisahkan ke tempat linen infeksius dan dilakukan pencucian sesuai ketentuan.

    Langkahnya:
    1. Lepaskan apron dengan tubuh condong ke depan dan hati-hati menghindari kontaminasi tangan, apron yang sekali pakai dirobek pada bagian leher dan gulung ke depan.

    1. Terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung. Lepaskan sarung tangan luar dan buang dengan aman.
    2. Lepaskan penutup kepala dan leher dengan menghindari kontaminasi wajah dari bagian belakang ke depan, lalu buang secara aman dan kembali terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung.
    3. Lepaskan gaun dengan melepaskan ikatan terlebih dahulu, kemudian tarik dari belakang ke depan serta menggulungnya dari dalam ke luar dan dibuang dengan aman, setelah itu kembali terapkan kebersihan tangan kembali pada tangan yang bersarung.
    4. Lepaskan pelindung mata dengan menarik tali dari belakang dan melakukan kebersihan tangan.
    5. Lepaskan masker dari belakang kepala dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan kebersihan tangan.
    6. Lepaskan sepatu karet tanpa menyentuhnya dan tetap lakukan kebersihan tangan.
    7. Lepaskan sarung tangan bagian dalam secara hati-hati dengan teknik yang tepat yaitu digulung keluar pertama pada tangan kanan, pegang sarung tangan yang sudah terlepas dengan tangan kiri lalu lepaskan sarung tangan kiri membungkus sarung tangan kanan dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan melakukan kebersihan tangan kembali.

    Itulah serangkaian cara penggunaan dan melepaskan APD dengan tepat yang perlu Sobat ketahui, terutama bagi Anda yang memang membutuhkannya karena tuntutan profesi. Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Alat Pelindung Diri dalam Menghadapi Wabah COVID-19. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat; 2020.
    2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    Read More
  • PSBB Ditetapkan Pemerintah Setelah Social Distancing, Apa Itu PSBB?

    Sebagai upaya mencegah penyebaran SARS-CoV-2 yang menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang semakin tinggi di Indonesia, pemeritah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penangan virus corona. Selain itu Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, Agus Putranto juga menerbitkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dalam peraturan tersebut, Menkes berwenang untuk menetapkan PSBB di suatu wilayah berdasarkan permohonan gubernur/bupati/wali kota setempat.

    PSBB bersifat lebih ketat daripada social distancing karena diikat oleh peraturan, sehingga bukan lagi sekedar himbauan. Dengan terbitnya peraturan ini, aparat hukum dapat menindak masyarakat yang tidak mematuhi peraturan. Untuk dapat ditetapkan PBSS, suatu wilayah provinsi/kabupaten/kota harus memenuhi kriteria adalnya peningkatan jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit serta menyebar secara signifikan ke beberapa wilayah serta adanya kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Dalam bab tiga pelaksanaan PSBB, Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, Pasal 13, meliputi:

    1. Peliburan sekolah dan tempat kerja

    Peliburan sekolah dan tempat kerja dikecualikan bagi kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

    1. Pembatasan kegiatan keagamaan

    Pembatasan kegiatan keagamaan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas, dengan menjaga jarak setiap orang. Hal ini dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

    1. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya,

    Pembatasan tempat atau fasilitas umum dikecualikan untuk toko atau tempat yang menjual barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan peralatan medis, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk termasuk kegiatan olahraga. Serta terdapat pelarangan untuk kerumunan orang dalam kegiatan sosial dan budaya yang berpedoman pada pandangan lembaga adat resmi yang diakui pemerintah dan peraturan perundang-undangan.

    1. Pembatasan moda transportasi

    Pembatasan moda transportasi dikecualikan untuk moda transportasi penumpang baik umum atau pribadi dengan memerhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang, serta moda transportasi barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

    1. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

    Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan ini dikecualikan untuk kegiatan aspek pertahanan dan keamanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi bangsa dari ancaman dan gangguan, serta mewujudkan kemanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman kepada protokol dan peraturan perundang-undangan.

    PSBB tentunya akan berdampak pada kegiatan sehari-hari masyarakat dengan adanya penguatan peraturan-peraturan kegiatan penduduk. Pembatasan ini tentunya dilakukan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat di tingkat nasional dan daerah. Serta untuk mengurangi penularan COVID-19, setiap individu memiliki peranannya masing-masing dengan menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Tim detikcom . Permenkes Pedoman PSBB Terbit, Ini Isi Selengkapnya [Internet]. detiknews. Available from: https://news.detik.com/berita/d-4965472/permenkes-pedoman-psbb-terbit-ini-isi-selengkapnya
    2. Mahardhika A. PSBB Lebih Ketat dari Social Distancing, Ini Artinya [Internet]. detikHealth. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4966113/psbb-lebih-ketat-dari-social-distancing-ini-artinya
    3. 6 Poin Penting PSBB pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 untuk Cegah Corona [Internet].Available from: https://www.kompas.tv/article/74705/6-poin-penting-psbb-pada-permenkes-nomor-9-tahun-2020-untuk-cegah-corona?page=2
    4. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

     

    Read More
  • Gejala dari Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memang sangat menyerupai dengan gejala flu biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Common cold sendiri juga disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan terutama bagian atas seperti hidung dan tenggorokan. Kelompok Rhinoviruses merupakan penyebab 50% batuk pilek biasa, sisanya bisa disebabkan oleh Respiratory […]

    Waspada, Beda Batuk Gejala Flu Biasa dan Batuk Gejala Corona

    Gejala dari Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memang sangat menyerupai dengan gejala flu biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Common cold sendiri juga disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan terutama bagian atas seperti hidung dan tenggorokan. Kelompok Rhinoviruses merupakan penyebab 50% batuk pilek biasa, sisanya bisa disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus (RSV), virus parainfluenza, virus influenza, maupun Coronaviruses tipe lain yang menyerang manusia. Common cold  yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh sendiri, gejala yang ditimbulkan pun cenderung ringan. Ayo simak artikel di bawah ini agar dapat membedakan gejala common cold dengan COVID-19.

    Gejala-gejala dari common cold dimulai dengan hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, lalu akan muncul gejala batuk, pilek, demam, dan kurangnya kemampuan untuk mencium dan merasa. Sedangkan, common cold yang disebabkan oleh virus influenza biasanya memiliki gejala yang lebih berat dan disertai dengan demam yang lebih tinggi. Gejala ini kurang lebih sama pada anak-anak maupun orang dewasa, bisa berlangsung 7-10 hari namun bisa lebih lama terutama pada anak-anak, orang yang sudah lanjut usia, dan orang yang mengalami gangguan sistem imun. Orang dewasa dapat terkena common cold 2-4 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak bisa terkena penyakit ini 6-8 kali dalam setahun.

    Sama seperti gejala flu biasa, COVID-19 juga menginfeksi saluran pernafasan. Gejala yang paling sering ditemukan pada pasien COVID-19 adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Sebagian pasien, ada yang mengalami nyeri pada otot, hidung tersumbat, pilek, nyeri tenggorokan, dan diare. Gejala biasanya muncul ringan namun dapat memberat seiring waktu. Terdapat beberapa orang juga yang terinfeksi namun tidak bergejala dikenal juga sebagai penderita yang asimtomatik/silent carrier. Sebagian besar pasien (sekitar 80%) dapat sembuh dari penyakit ini tanpa tatalaksana yang khusus. Namun, 1 dari 6 orang yang terkena COVID-19 dapat bergejala berat dan mengalami sulit bernafas, biasanya terjadi pada orang yang lanjut usia atau yang sudah memiliki penyakit sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, maupun diabetes. Seseorang yang sudah mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas harus segera memeriksakan diri ke dokter karena merupakan gejala infeksi yang terjadi hingga ke saluran pernafasan bagian bawah yaitu organ paru-paru.

    Penularan common cold dan COVID-19 sama-sama melalui percik renik yang keluar saat batuk maupun bersin. Sehingga cara untuk melindungi diri dari kedua penyakit ini kurang lebih sama, yaitu dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, bila tidak ada sabun bisa menggunakan hand rub berbahan dasar alkohol. Menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain karena percikan cairan yang mengandung virus dapat keluar saat orang sedang batuk maupun bersin. Jangan memegang bagian mata, hidung maupun mulut karena tangan kita memegang banyak barang sehari-harinya yang dapat terkontaminasi dengan virus. Serta mengetahui etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian mulut dan hidung dengan tisu maupun bagian dalam siku, segera buang tisu dan cuci tangan.

    Penyakit COVID-19 menimbulkan gejala yang ringan hingga sangat berat, bahkan bisa mengancam nyawa. Sekilas gejala ringan dari COVID-19 memang mirip dengan flu biasa, namun bila memberat penyakit ini bisa menginfeksi hingga saluran nafas bagian bawah dan menyebabkan kesulitan bernafas dan komplikasi lainnya. Gejala utama dari penyakit ini pun adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering/batuk yang tidak berdahak. Sedangkan bila flu biasa gejala diawali dengan rasa hidung yang tersumbat maupun tenggorokan yang kering dan lama-kelamaan akan muncul gejala batuk dan bersin.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Upper Respiratory Tract Infection – StatPearls – NCBI Bookshelf [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532961/
    2. Facts About the Common Cold | American Lung Association [Internet]. Available from: https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/influenza/facts-about-the-common-cold
    3. CDC. Common Colds [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019. Available from: http://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
    4. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    5. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi […]

    Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

    Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi dan 170 orang yang meninggal.

    Menurut data dari the South China Morning Post newspaper, 1 dari 3 orang yang memiliki hasil tes positif terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit (silent carrier). Terdapat lebih dari 43.000 orang di Cina yang memiliki tes positif COVID-19 pada akhir bulan Februari namun tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Orang-orang tersebut ditempatkan di karantina dan dipantau, namun tidak dimasukkan dalam perhitungan resmi kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah Cina.

    Penelitian lain yang dilakukan pada penumpang kapal pesiar Diamond Princess, proporsi silent carrier sebesar 17.9%, sedangkan data dari penelitian yang dilakukan pada warga negara Jepang yang dievakuasi dari Wuhan proporsi pasien asimtomatiknya adalah 33.3%. Dengan mempertimbangkan jumlah virus yang ditemukan serupa pada pasien yang bergejala dan tidak bergejala, serta kemungkinan pasien yang tidak bergejala juga bisa menularkan COVID-19 ini, maka diperlukan tindakan preventif yang tegas untuk mengurangi penularan virus ini. Rekomendasi dari Center of Disease Control and Prevention (CDC) adalah seseorang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang asimtomatik juga perlu melakukan isolasi diri selama 14 hari.

    Salah satu kendala dalam mengumpulkan data secara global adalah adanya perbedaan cara setiap negara untuk melaporkan kasus COVID-19. The World Health Organisation (WHO) mengklasifikasikan semua orang yang memiliki hasil tes positif sebagai kasus terkonfirmasi walaupun asimtomatik, hal ini diterapkan di Korea Selatan. Di Cina sendiri klasifikasi ini diganti pada bulan Februari, sehingga hanya pasien yang bergejala yang dimasukkan sebagai kasus terkonfirmasi. Sedangkan, di Amerika Serikat, Inggris, dan Itali pasien yang asimtomatik tidak dites sama sekali, kecuali untuk para pekerja kesehatan yang sudah terpapar dengan virus lebih banyak.

    Penyebaran COVID-19 adalah melalui percik renik yang keluar saat orang sedang batuk maupun bersin. Maka risiko penyebaran penyakit ini tinggi pada orang yang bergejala dan sering batuk maupun bersin. Namun, banyak pasien hanya mengalami gejala ringan terutama pada awal perjalanan penyakit sehingga terkadang tidak merasa sakit. Para ilmuwan sampai sekarang masih meneliti lebih lanjut mengenai risiko penularan virus dari orang yang tidak bergejala.

    Physical distancing merupakan himbauan yang perlu diterapkan untuk menurunkan angka penularan penyakit agar situasi lebih mudah untuk dikendalikan. Setiap individu memiliki peranannya masing-masing seperti menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu dengan rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

    Ketentuan karantina diri yang berlaku di Indonesia dilakukan pada Orang dalam Pemantauan atau orang yang memiliki kontak erat dengan Pasien dalam Pengawasan (PDP). Karantina diri dilakukan selama 14 hari, selama masa karantina perlu dilakukan pemantauan setiap hari dengan pemeriksaan suhu tubuh dan skrining gejala harian.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    2. A third of virus cases may be ‘silent carriers’, classified data suggests [Internet]. South China Morning Post. 2020. Available from: https://www.scmp.com/news/china/society/article/3076323/third-coronavirus-cases-may-be-silent-carriers-classified
    3. Mizumoto K, Kagaya K, Zarebski A, Chowell G. Estimating the asymptomatic proportion of coronavirus disease 2019 (COVID-19) cases on board the Diamond Princess cruise ship, Yokohama, Japan, 2020. Eurosurveillance. 2020 Mar 12;25(10):2000180.
    4. Estimation of the asymptomatic ratio of novel coronavirus infections (COVID-19). – PubMed – NCBI [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32179137
    5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    6. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    7. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    Read More
  • Pernakah Sobat menghadapi banyak tekanan hingga merasakan stres? Mungkin akhir-akhir ini Sobat tertekan karena virus corona sedang menyebar hingga ke Indonesia. Membaca artikel tentang virus corona yang sahih atau tanpa sumber yang akurat seperti hoax atau terbawa suasana untuk menimbun barang-barang berlebihan juga termasuk sumber stres. Stres dalam waktu singkat mungkin tidak dirasakan dampaknya pada […]

    Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Pernakah Sobat menghadapi banyak tekanan hingga merasakan stres? Mungkin akhir-akhir ini Sobat tertekan karena virus corona sedang menyebar hingga ke Indonesia. Membaca artikel tentang virus corona yang sahih atau tanpa sumber yang akurat seperti hoax atau terbawa suasana untuk menimbun barang-barang berlebihan juga termasuk sumber stres. Stres dalam waktu singkat mungkin tidak dirasakan dampaknya pada tubuh Sobat. Namun stres dalam jangka waktu lama dapat menurunkan imun hingga mengganggu keseimbangan imun tubuh. Alhasil Sobat pun lebih rentan terhadap infeksi penyakit termasuk virus corona. Bagaimanakah stres dapat terhubung dengan terganggunya imun tubuh? Kita akan membahas definisi dari stres itu sendiri, bagaimana proses respon tubuh terhadap stres, hingga keadaan yang menyebabkan imun terganggu karena stres.

    Stres emosional adalah khawatir besar yang disebabkan oleh situasi sulit. Situasi sulit ini dapat dialami oleh kondisi di sekitar Sobat seperti kepanikan atau ketakutan akan suatu kondisi. Stres juga merupakan suatu proses dinamis yang dipengaruhi oleh bagian kognitif dari seseorang. Mengalami stres merupakan suatu hal yang normal. Durasi stres yang dapat dialami dapat berupa singkat atau lama. Contoh bentuk stres yang dialami saat singkat seperti saat dikejar lebah atau saat ingin berbicara di umum. Stres lama dapat berupa gangguan depresi atau gangguan panik yang menimbulkan tekanan dalam jangka waktu lama. Contoh yang saat ini dapat terjadi adalah kekhawatiran atau ketakutan berlebih yang berjalan dalam waktu lama selama pandemik virus corona.

    Stres dalam jangka waktu lama bersifat buruk untuk tubuh karena tubuh mengeluarkan hormon-hormon stres yang mengganggu daya tahan tubuh Sobat seperti kortisol. Kortisol merupakan suatu hormon dalam golongan Glukokortikoid. Hormon ini dikeluarkan tubuh saat mengalami stres. Proses ini dimulai dari sistem Hypothalamus Pituitary Adrenal (HPA) Axis akan mengeluarkan Corticotropin Releasing Hormone (CRH), hormon CRH menyebabkan  kelenjar adrenal mengeluarkan Glukokortikoid yang berupa Kortisol. Dalam jangka waktu singkat, hormon kortisol bersifat protektif untuk tubuh. Fungsi kortisol adalah sebagai respon anti radang dalam tubuh. Namun jika terjadi paparan hormon kortisol dalam jangka waktu lama, tubuh menjadi tidak sensitif terhadap hormon tersebut sehingga respon untuk menurunkan radang pada tubuh terganggu. Hal ini menyebabkan peningkatan respon radang tubuh. Semua proses ini pada akhirnya akan mengganggu keseimbangan imun tubuh. Penelitian menunjukkan hal serupa terlihat pada pasien dengan gangguan depresi mayor dan gangguan panik.

    Pada kondisi imun tubuh yang terganggu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. Tidak hanya itu, bahkan penelitian menunjukkan kondisi tersebut dapat memperpendek umur.7 Penyakit-penyakit kronis yang sering dijumpai pada umumnya juga disebabkan oleh paparan respon radang tubuh dalam jangka waktu lama. Salah satu contoh dari penyakit kronis ini adalah penyakit jantung dan pembuluh darah berupa atherosclerosis atau penyumbatan pembuluh darah.7,8 Kondisi peningkatan respon radang dalam tubuh untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan luka pada pembuluh darah. Luka ini dapat berkembang, lalu menjadi suatu penyumbatan pembuluh darah.

    Apabila Sobat sedang dalam stres karena banyak tekanan dari kondisi saat ini, tenanglah dan luangkan waktu sejenak. Lakukan kegiatan-kegiatan untuk menenangkan diri Sobat seperti meditasi atau hobi yang Sobat gemari di rumah dengan keluarga. Untuk sementara waktu hindari membaca artikel tentang virus corona. Jika Anda ingin membaca informasi tentang virus Corona, bacalah dari website yang sahih seperti World Health Organization (WHO) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Jangan terbawa suasana panik untuk menimbun barang-barang yang tidak diperlukan. Stres dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan imun tubuh terganggu, sehingga tubuh menjadi rentan untuk infeksi dan penyakit-penyakit kronis lain. Pastikan kondisi Sobat tetap sehat baik secara fisik maupun emosional.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Stress Meaning in the Cambridge English Dictionary [Internet]. [cited 2015 Sep 5]. Available from: http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/stress
    2. Butler G. Definitions of stress. Occas Pap R Coll Gen Pract. 1993;(61):1.
    3. Habib Yaribeygi A. The impact of stress on body function: A review [Internet]. PubMed Central (PMC). 2020. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5579396/
    4. Liu Y, Wang Y, Jiang C. Inflammation: The Common Pathway of Stress-Related Diseases. Frontiers in Human Neuroscience. 2017;11.
    5. Takahashi A, Flanigan M, McEwen B, Russo S. Aggression, Social Stress, and the Immune System in Humans and Animal Models. Frontiers in Behavioral Neuroscience. 2018;12.
    6. Hou R, Garner M, Holmes C, Osmond C, Teeling J, Lau L et al. Peripheral inflammatory cytokines and immune balance in Generalised Anxiety Disorder: Case-controlled study. Brain, Behavior, and Immunity. 2017;62:212-218.
    7. Rohleder N. Chronic Stress and Disease. Insights to Neuroimmune Biology. 2016;:201-214.
    8. Esler M. Mental stress and human cardiovascular disease. Neuroscience & Biobehavioral Reviews. 2017;74:269-276.
    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat: Apakah wanita hamil memiliki […]

    Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat:

    1. Apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19?

    Sejauh ini para ilmuwan masih meneliti lebih lanjut mengenai dampak COVID-19 pada wanita hamil. Saat ini, data yang dimiliki masih terbatas, namun sampai sekarang belum ada bukti ilmiah adanya risiko gejala penyakit yang lebih berat pada wanita hamil dibandingkan populasi umum lainnya. Gejala penyakit yang lebih berat seperti pneumonia lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit yang mendasari sebelumnya, dan orang yang memiliki penurunan kerja sistem kekebalan tubuh.1,2

    Namun, seorang wanita yang sedang hamil memang mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya termasuk kinerja sistem imun tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan infeksi saluran pernafasan. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengetahui cara melindungi diri dari COVID-19.1,3

    1. Bagaimana cara melindungi diri dari COVID-19?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Menghindari untuk memegang bagian mata, hidung, dan mulut.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin serta menghindari berpergian ke tempat yang ramai.
    • Pergi memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas.1,4
    1. Dapatkah bayi yang baru lahir tertular COVID-19 dari ibunya?

    Sampai saat ini risiko penularan pada janin atau bayi selama masa kehamilan dan persalinan masih belum diketahui. Sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.5

    1. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan saat hamil dan persalinan bagi ibu yang mengalami infeksi COVID-19?

    Semua wanita hamil yang merupakan pasien suspek atau terkonfirmasi infeksi COVID-19 memiliki hak untuk tetap mendapatkan pelayanan antenatal dan persalinan berkualitas tinggi yaitu:

    • Mendapatkan pelayanan dengan hormat dan bermartabat.
    • Mendapatkan informasi yang jelas dari tenaga kesehatan.
    • Mendapatkan strategi penghilang rasa nyeri yang sesuai.
    • Dapat memilih pendamping yang diinginkan untuk menemani saat persalinan.
    • Dapat bergerak bebas dan memilih posisi persalinan pilihan.1,5
    1. Apakah persalinan harus melalui operasi caesar?

    Tidak selalu. Metode persalinan spontan maupun operasi caesar ditentukan oleh indikasi kebidanan sesuai dengan kondisi ibu hamil.1

    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 menyusui?

    Boleh. Ibu dengan COVID-19 diperbolehkan untuk menyusui bayinya namun harus lebih memperhatikan hal berikut:

    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar menggunakan masker bila tersedia.
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
    • Rutin membersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh.1
    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 memegang bayinya?

    Boleh. Menyusui, memegang bayi, dan berada dalam satu ruangan dengan bayinya diperbolehkan. Namun, tetap ditekankan untuk rutin mencuci tangan, membersihkan permukaan yang sering disentuh, dan mengetahui etika batuk dan bersin yang benar.1

     

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24;0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. Kourtis AP, Read JS, Jamieson DJ. Pregnancy and Infection. N Engl J Med. 2014 Jun 5;370(23):2211–8.
    4. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    5. MD HF. Pregnant and worried about the new coronavirus? [Internet]. Harvard Health Blog. 2020. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/pregnant-and-worried-about-the-new-coronavirus-2020031619212
    Read More
  • Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    Otomatis ini membuat Sobat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih. Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda. Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    1. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    1. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi. Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4. Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama. Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular. Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera. Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga. Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sobat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan berkaitan dengan informasi corona, Sobat dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), penting bagi Sobat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 […]

    Panduan COVID-19 untuk Anak-anak

    Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), penting bagi Sobat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1

    1. Apakah COVID-19 itu?

    COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2

    1. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?

    Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah. Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia dibawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,3

    1. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?

    Area terjangkit di Indonesia: DKI Jakarta, Jawa Barat (Kabupaten Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung), Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Solo, Semarang, Magelang), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Utara (Manado), Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.1

    1. Apa itu Orang dalam Pemantauan (ODP)?

    Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.4

    1. Pasien dalam Perawatan (PDP)?
    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    • Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4
    1. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi ODP, apakah anak menjadi ODP juga?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    1. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    1. Apa saja tanda dan gejala COVID-19 pada anak?

    Tanda dan gejala COVID-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5

    1. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernafas pada anak?

    Hitunglah jumlah pernafasan anak dalam waktu satu menit. Nafas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit. Saat menghitung nafas anak, jangan lupa perhatikan sesak nafas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1

    1. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

    Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam. Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5

    1. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19 ?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6

     

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan terkait informasi corona, Sobat pun dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang […]

    Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang disebutkan di atas, menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga sama pentingnya. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah menjaga asupan nutrisi setiap harinya.

    Pada dasarnya, tubuh kita sudah memiliki sistem imun yang dapat melawan sakit penyakit. Bila ada virus atau bakteri yang disebut juga sebagai antigen masuk ke dalam tubuh, maka akan segera dikenali oleh sistem imun dan terjadi serangkaian proses biokimia yang dapat menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen tersebut. Proses pembentukan antibodi ini membutuhkan waktu 1-2 minggu. Bila sistem imun orang tersebut kuat, maka infeksi akan teratasi. Tubuh sendiri dapat mengingat jenis antigen yang sudah pernah menyerang tersebut, sehingga bila tubuh terpapar dengan antigen yang sama, proteksi antibodi akan terbentuk dengan lebih cepat.

    Status gizi yang kurang maupun berlebih juga dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Status gizi kurang seringkali dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga. Kebutuhan nutrisi manusia dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Berikut nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk mendukung kerja sistem imun kita:

    1. Karbohidrat

    Karbohidrat adalah sumber energi yang penting untuk kerja sistem imun. Terdapat karbohidrat simpleks yang mudah diserap untuk menghasilkan energi, bisa didapatkan dari nasi, roti, gula, dan buah-buahan, serta karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses penyerapan yang lebih lama, didapatkan dari gandum, sereal, biji-bijian, dan sayuran. Kebutuhan karbohidrat adalah 45-60% dari kalori harian yang dikonsumsi.

    1. Protein

    Protein berguna untuk bahan dasar pembentukan sel, mendukung kerja sistem imun, serta mengatur kerja enzim dan hormon. Protein akan dipecah menjadi asam amino di dalam tubuh. Kurangnya asam amino sendiri akan mengganggu kerja dari sistem imun dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit. Kebutuhan protein adalah 15-20% dari asupan kalori harian. Protein bisa didapatkan dari daging, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    1. Lemak

    Lemak berperan penting dalam penyerapan vitamin A, D, E, dan K, lemak juga merupakan sumber energi bagi tubuh, 1 gram lemak dapat menghasilkan 2 kali lipat energi dibandingkan protein dan karbohidrat. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak yang juga dapat meningkatkan respon sistem imun. Asam lemak sendiri dibagi menjadi lemak jenuh dan tidak jenuh. Lemak tidak jenuh mengandung omega-3 dan omega-6. Kebutuhan lemak adalah 25-30% dari asupan kalori harian. Sumber makanan yang mengandung lemak adalah minyak, kacang, daging, ikan, dan alpukat.

    1. Vitamin

    Vitamin berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, fungsi sistem saraf, pencernaan, dan imun tubuh. Kurangnya vitamin dapat menurunkan produksi sel imun. Sebagian besar vitamin tidak dapat dibentuk dari dalam tubuh, sehingga perlu didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Vitamin C dan E dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sumber vitamin bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, lemon, strawberi, kiwi, brokoli, dan tomat. Vitamin E bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran, dan minyak sayur seperti minyak jagung dan olive oil.9,10

    1. Mineral

    Mineral adalah zat tidak berwarna yang dapat ditemukan dari nutrisi dan penting untuk mempertahankan fungsi sel. Mineral sendiri tidak dapat dibentuk di dalam tubuh sehingga didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah selenium, zinc, dan besi. Mineral bisa didapatkan dari daging merah, ikan, hati ayam, dan bayam.

    Nah, Sobat itulah sederet nutrisi yang perlu diperhatikan agar kita tetap fit selama masa pandemi ini. Bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan berkaitan dengan informasi corona, Sobat dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, atau klik link prosehat.com/wa. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/managing-stress-anxiety.html
    3. Murin CD, Wilson IA, Ward AB. Antibody responses to viral infections: a structural perspective across three different enveloped viruses. Nat Microbiol. 2019;4(5):734–47.
    4. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet];9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    5. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012.02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    6. Slavin J, Carlson J. Carbohydrates. Adv Nutr. 2014 Nov 1;5(6):760–1.
    7. Watford M, Wu G. Protein. Adv Nutr. 2018 Sep 1;9(5):651–3.
    8. Boston 677 Huntington Avenue, Ma 02115 +1495‑1000. Types of Fat [Internet]. The Nutrition Source. 2014. Available from: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/
    9. Carr AC, Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients [Internet]. 2017 Nov 3;9(11). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5707683/
    10. Moriguchi S, Muraga M. Vitamin E and immunity. Vitam Horm. 2000;59:305–36.
    Read More
  • Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Penyebaran virus ini bisa […]

    6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona

    Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari.

    Penyebaran virus ini bisa dari orang ke orang terutama melalui droplets yaitu percikan yang keluar saat batuk dan bersin yang dapat menyebar hingga 1 meter. Percikan yang mengandung virus ini dapat hidup di permukaan tertentu selama beberapa jam bahkan hari. Dengan mengetahui metode penularannya, maka metode efektif untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak memegang area wajah, mengetahui etika batuk dan pilek yang benar, menggunakan masker bila sakit, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala, dan mengurangi berpergian ke tempat umum yang ramai orangnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti supermarket. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk belanja yang aman:

    1. Menjaga jarak dari karyawan dan pembeli lainnya

    Tetaplah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain selama berada di dalam supermarket. Ambilah waktu untuk mengantri atau membeli ke area yang lain terlebih dahulu bila area barang yang perlu Sobat beli masih ada orang lain.

    1. Rencanakan keperluan makanan selama seminggu

    Dengan merencanakan makanan selama seminggu, Sobat akan tahu apa saja yang harus dibeli. Ini akan mecegah Sobat bingung apa yang harus dibeli saat belanja dan lebih menghemat waktu. Jangan hanya mengandalkan makanan kaleng yang tahan lama, pastikan tetap membeli makanan yang bernutrisi sehat seperti buah dan sayur yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun yang kuat.

    1. Buatlah daftar belanja

    Catatlah barang-barang yang diperlukan sesuai dengan kategorinya, sebaiknya jangan terpaku pada satu produk tertentu, siapkan alternatif lainnya bila produk yang dicari tidak ada. Dengan begitu kegiatan belanja akan menjadi lebih cepat dan tepat karena tidak perlu berlama-lama untuk mencari barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    1. Tidak perlu belanja beramai-ramai

    Cukup satu orang saja yang belanja untuk keperluan keluarga agar kondisi di supermarket tidak ramai, proses belanja menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk setiap pembeli menjaga jarak dengan orang lain.

    1. Belanja secukupnya saja

    Walaupun kegiatan berbelanja sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu kali seminggu. Namun, Sobat tidak perlu menimbun banyak barang akibat sedang panik. Hal ini dapat merugikan masyarakat luas karena barang tersebut akan menjadi sulit untuk didapatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Belilah barang-barang sesuai dengan kebutuhan secukupnya saja.

    1. Perilaku bersih dan sehat

    Bila Sobat dalam kondisi yang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena penggunaan masker diprioritaskan hanya untuk orang yang sakit dan tenaga medis saja. Cukup mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah belanja. Hindari untuk memegang bagian wajah selama belanja. Setelah sampai di rumah, segera membersihkan diri dan barang-barang yang dibawa dari supermarket sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

    Itulah beberapa tips belanja aman di supermarket agar terhindar dari virus corona. Sobat tidak perlu panik dan melakukan pelindungan diri yang berlebihan. Dengan mengetahui cara penularan penyakit COVID-19 ini diharapkan Sobat dapat menangkap hal-hal penting yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu dihindari.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan terkait informasi corona, Sobat pun dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. How Can You Safely Grocery Shop in the Time of Coronavirus? Here’s What Experts Suggest [Internet]. Time. Available from: https://time.com/5810782/grocery-store-safety-coronavirus/
    4. Zelman KM, MPH, RD, LD. 10 Tips for Healthy Grocery Shopping [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-tips-for-healthy-grocery-shopping
    5. Parker-Pope T. Who Knew Grocery Shopping Could Be So Stressful? The New York Times [Internet]. 2020 Mar 26 Available from: https://www.nytimes.com/2020/03/26/well/eat/coronavirus-shopping-food-groceries-infection.html
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja