Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 31–40 of 723 results

  • Saat membaca pemberitaan mengenai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), seringkali digunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Apakah Sobat sudah mengetahui perbedaanya? Kapankah harus memeriksakan diri ke Rumah Sakit? Mari simak artikel di bawah ini. COVID-19 adalah jenis penyakit baru yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. […]

    Perbedaan Orang dalam Pemantauan dan Pasien dalam Pengawasan COVID-2019

    Saat membaca pemberitaan mengenai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), seringkali digunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Apakah Sobat sudah mengetahui perbedaanya? Kapankah harus memeriksakan diri ke Rumah Sakit? Mari simak artikel di bawah ini.

    COVID-19 adalah jenis penyakit baru yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SARS-COV-2. Setidaknya ada dua jenis coronavirus lainnya yang menimbulkan gejala berat seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.

    Berdasarkan definisi operasional yang keluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,

    • Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah:
      Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
      DAN
      Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan
      DAN
      Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
    • Pasien dalam Pengawasan (PDP) adalah:
    1. Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    1. Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    2. Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
    • Kasus konfirmasi adalah seseorang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.
    • Kontak probabel adalah PDP yang diperiksa untuk COVID-19 tetapi tidak dapat disimpulkan.4

    Apabila ditemukan kasus PDP maka perlu dilakukan pemantauan dan penelusuran lebih lanjut terhadap kontak erat termasuk keluarga maupun petugas kesehatan yang merawat pasien. Kontak erat risiko rendah wajib dilakukan observasi selama 14 hari, apabila PDP dinyatakan negatif COVID-19 maka kegiatan pemantauan dapat dihentikan, bila PDP dinyatakan probabel/positif COVID-19 maka digolongkan sebagai kontak erat risiko tinggi. Kontak erat risiko tinggi wajib dilakukan observasi dan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium setempat, apabila hasil pemeriksaan laboratorium positif maka pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan.4

    ODP wajib melakukan isolasi diri di rumah dan dilakukan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium setempat. ODP perlu dipantau secara berkala untuk dievaluasi apabila terjadi perburukan gejala selama 14 hari. Bila hasil pemeriksaan positif maka pasien di rujuk ke rumah sakit rujukan, begitu pula bila ODP memenuhi kriteria PDP selama pemantauan 14 hari tersebut segera di rujuk ke rumah sakit rujukan. Pemantauan yang dilakukan dalam bentuk pemeriksaan suhu tubuh dan skrining gejala harian yang dilakukan oleh petugas kesehatan setempat. Jenis pemeriksaan spesimen pada COVID-19 bisa diambil dari uji usap hidung, tenggorok, pemeriksaan dahak, dan jaringan saluran pernafasan. Spesimen dikirim ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan dengan metode spesimen Polymerase Chain Reaction (PCR).

    Kini setelah Sobat Sehat telah mengetahui perbedaan keduanya, yuk kita sama-sama lebih menjaga kesehatan pribadi dan selalu waspada. Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020.

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019
    2. Wuhan novel coronavirus: epidemiology, virology and clinical features [Internet]. GOV.UK. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.gov.uk/government/publications/wuhan-novel-coronavirus-background-information/wuhan-novel-coronavirus-epidemiology-virology-and-clinical-features
    3. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 19]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

     

    Read More
  • Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online. Tak jauh berbeda dengan himbauan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat dapat […]

    Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Semakin hari berita seputar virus corona (COVID-19) semakin menyebar dimana-mana. Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan kebijakan untuk  beraktivitas dari rumah, seperti belajar di rumah bagi para pelajar dan mahasiswa, serta pegawai juga melakukan tugasnya dari rumah atau dengan sistem online.

    Tak jauh berbeda dengan himbauan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat dapat melakukan social distancing atau pembatasan interaksi. Menurut Anies, kedisiplinan social distancing amat penting dan amat instrumental dalam menjaga agar penyebaran kasus COVID-19 bisa selesai.
    Social distancing juga sudah dilakukan sejumlah negara dalam penanganan virus corona. Lantas, apa yang dimaksud Social Distancing?

    Ada beberapa pendapat seputar Social Distancing, antara lain menurut Center for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang merupakan badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Sementara menurut Katie Pearce dari John Hopkins University, social distance atau social distancing adalah sebuah praktek dalam kesehatan masyarakat untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang sehat guna mengurangi peluang penularan penyakit.  Tindakan ini bisa dilakukan dengan cara seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta menghindari keramaian.

    JAGA JARAK LIMA LANGKAH

    Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Prahastuti, menginstruksikan masyarakat mematuhi pembatasan sosial untuk menghindari penularan. Salah satu bentuk pembatasan sosial adalah menjaga jarak hingga lima langkah.

    “Social distancing artinya menjaga jarak sosial dengan orang lain yaitu lima langkah,” ujar Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat video conference yang ditayangkan melalui akun youtube saluran BNPB, Rabu (18/3).

    Hal ini tentu sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa masyarakat harus menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain ketika berinteraksi dan jangan bersentuhan.

    LANGKAH-LANGKAH SOCIAL DISTANCING

    1. Hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara.
    2. Tidak perlu mengunjungi pusat keramaian seperti mall atau tempat wisata.
    3. Jika terpaksa keluar rumah, usahakan TIDAK berjabat tangan dengan orang lain. Jika harus menggunakan fasilitas umum seperti KRL atau menekan tombol lift, sering-seringlah mencuci tangan.
    4. Jangan lupa terapkan etika batuk dengan benar yaitu menggunakan siku lengan sehingga partikel air liur (droplet) tidak menyebar.
    5. Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter.

    Nah, Sobat Sehat, tentunya kita berharap COVID-19 segera berlalu dari Indonesia, agar kita bisa beraktivitas seperti semula. Melakukan social distancing termasuk langkah tepat untuk memutus mata rantai virus corona. Mungkin kita perlu meniru negara lain seperti Korea Selatan. Dilansir dari voa news, dampak suksesnya praktek social distancing di Korea Selatan terlihat dari negara ini yang tidak perlu melakukan lock down. Hal tersebut berimbas pada perekonomian negara tersebut yang cenderung lebih stabil jika dibandingkan Italia dan Iran.

    Oleh karena itu, yuk Sobat Sehat bersama-sama menerapkan social distancing, dan menyebarkan pentingnya manfaat social distancing.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Referensi:

    1. Cegah Corona dengan Social Distancing, Apa Itu? | Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: republika.co.id/berita/q7dnp7370/cegah-corona-dengan-social-distancing-apa-itu
    2. Apa Arti Social Distancing yang Disebut Bisa Mencegah Penyebaran Corona Baru? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 19 March 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4203725/apa-arti-social-distancing-yang-disebut-bisa-mencegah-penyebaran-corona-baru
    Read More
  • Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati.  Risiko membeli obat online: […]

    Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati. 

    Risiko membeli obat online:

    1. Kemungkinan obat yang dijual palsu
    • Alamat atau tempat pihak yang menjual obat tidak diketahui
    • Obat berasal dari sumber tidak jelas
    • Tidak ada jaminan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
    1. Pasien tidak mendapatkan informasi lengkap terkait obat (cara pakai, dosis, efek samping), sehingga: konsumsi obat berlebihan, timbul efek samping, dapat menyebabkan keracunan/kematian.

    Obat aman menurut BPOM:

    • Obat diproduksi oleh industri farmasi resmi dengan alamat jelas
    • Terdapat Nomor Izin Edar, tanggal kadarluarsa, nomor bets, dan identitas produk lain. Daftar izin edar dapat dicek pada website BPOM (pom.go.id) datau aplikasi Cek BPOM/BPOM mobile.
    • Obat digunakan sesuai aturan yang tertulis pada kemasan atau petunjuk profesional kesehatan.
    • Obat diperoleh dari sarana resmi sehingga pasien dapat berkonsultasi terkait efek yang tidak diinginkan.

    BPOM menganjurkan agar cerdas dalam memilih produk dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa).

     

    Tanda-tanda yang perlu diperhatikan saat membeli obat online (FDA)
    Farmasi online palsu (penipu) Farmasi online yang aman
    Anda dapat membeli obat resep tanpa resep yang valid dari dokter Membutuhkan peresepan yang valid dari dokter atau profesional kesehatan lain yang memiliki izin
    Tidak menyediakan apoteker yang teregistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda Farmasi teregistrasi oleh negara
    Menawarkan harga yang sangat rendah yang tidak rasional Menyediakan apoteker yang tergistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda
    Mengirimkan spam atau e-mail untuk menawarkan obat murah Farmasi ada di dalam negara dan memberikan data alamat
    Menawarkan untuk mengirimkan obat ke seluruh dunia  

     

    Pertimbangan lain saat membeli obat online:

    • Pastikan cara pembayaran yang aman (terutama saat mengisi data pribadi)
    • Jangan tertipu Kalimat iklan tidak berarti apabila tidak berdasarkan bukti ilmiah.
    • Jangan self-diagnose. Hindari mencari gejala di internet dan hubungi dokter apabila membutuhkan pengobatan.
    • Laporkan situs yang menjual obat palsu.

    Referensi:

    1. Cerdas dalam Memilih Produk dengan Cek Klik dan Apk Cek BPOM [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    2. Ariyulinda N. Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia [Internet]. 2018 [cited 11 March 2020];15(1):37-48. Available from: http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/10/pdf
    3. Buying Online Drugs Safely [Internet]. UW Health. 2020 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.uwhealth.org/health/topic/special/buying-online-drugs-safely/abo1556.
    4. Jangan Membeli Obat Online [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    5. How to Buy Medicines Safely From an Online Pharmacy [Internet]. U.S. Food and Drug Administration (FDA). 2018 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-buy-medicines-safely-online-pharmacy
    6. Medicines and Healthcare products Regulatory Agency. Know what you’re buying! [Internet]. Gov.uk. 2016 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.gov.uk/government/news/know-what-youre-buying

     

    Read More
  • Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri. Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih? Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya Kenapa? Situs […]

    Trik Anti Rugi Belanja Online

    Kemacetan, kesibukan, hingga rayuan diskon menjadi alasan banyak orang lebih memilih membeli kebutuhannya melalui belanja online. Jangan terlena atau terlalu asyik memilih barang-barang incaranmu, hingga lengah dan berakhir dengan rugi sendiri.

    Dengan tips belanja online dengan aman berikut ini, dijamin keasyikannya gak bakal berkurang. Apa saja sih?

    • Pilih Situs Belanja Online yang Terpercaya

    Kenapa? Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya. Situs terpercaya sudah banyak kok di Indonesia. Pintar memilihnya ya!

    • Pilih Seller dengan Reputasi Terbaik

    Meski sudah “berselancar” di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya. Kebanyakan situs belanja online kini sudah menggunakan sistem reputasi untuk seller-nya, jadi pastikan kamu membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

    • Gunakan Rekening Bersama

    Dengan sistem ini, pembayaran tidak akan langsung ke penjual jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi. Penjual baru bisa mendapatkan uang tersebut ketika pembeli sudah mengkonfimasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau penjual “nakal”, maka uang akan kembali kepada pembeli.

    • Teliti Membaca Deskripsi Produk

    Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincarnya. Jika tidak teliti membaca, bisa jadi kecewa. Jika sudah teliti dan masih tidak sesuai kondisi barang saat diterima, Anda bisa ajukan keluhan untuk meminta penggantian barang atau pengembalian uang.

    • Jangan Pakai Wifi Public Ya!

    Risiko yang paling sering terjadi  saat belanja online adalah pencurian identitas dan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satu cara menghindarinya, sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online. Lebih baik menggunakan jaringan internet pribadi lho!

    • Jangan Lupa Menyimpan Bukti Transaksi

    Ini sangat penting! Jangan pernah lupa menyimpan bukti transaksi. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang apa yang dibeli. Sudah siap belanja online dong?!

    • Hati-hati Dengan Social Engineering
      Tahukah bahwa jenis penipuan yang paling marak saat berbelanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengincar korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli bertransaksi di luar situs, atau meminta data rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP. Lindungi terus data rahasiamu dengan tidak memberikannya kepada pihak manapun.
    • Perhatikan Syarat dan Ketentuan Yang Berlaku
      Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya. Pastikan kamu sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi. Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila kamu ikut mematuhi aturan yang berlaku.
    Read More
  • Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar […]

    Kenali 8 Hak Konsumen Saat Belanja Online

    Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian kita saat ini. Alasan praktis, cepat dan mudah menjadi faktor utama para konsumen melakukannya. Namun tak jarang kita kecewa dengan layanan dari penjual (seller), layanan customer service maupun produk barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

    Sobat Sehat yang sudah menjadi pelanggan setia ProSehat apakah pernah mengalaminya? Besar harapan kami tentulah jangan sampai Anda menerima layanan yang kurang berkenan. Untuk itu, Sobat perlu mengetahui lebih lanjut bagaimana cara aman belanja online serta trik menjadi konsumen yang cerdas. Simak ulasan berikut ini:

    Sebagai pembeli online, tahukah Sobat jika Anda memiliki hak-hak sebagai konsumen yang secara garis besar mempunyai perlindungan atau hak-hak yang sama dengan belanja offline. Namun, dalam transaksi jual beli/belanja secara online terdapat sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen. Transaksi atau belanja online mengacu pada PP No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbedaan transaksi atau belanja online dan offline-lah yang mendasari dibuatnya Peraturan ini.

    Secara umum, ada 8 hak-hak konsumen belanja secara umum, antara lain:

    1. Hak memilih jasa/barang.
      2. Hak mendapat informasi atas barang/jasa yang akan dikonsumsi secara benar, jelas, dan jujur.
      3. Hak dilayani dengan perlakuan baik dan tidak diskriminasi.
      4. Hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan, dalam mengonsumsi barang/jasa.
      5. Hak ganti rugi dan kompensasi.
      6. Hak didengar keluhan dan pendapatnya.
      7. Hak kondisi barang/jasa terjamin sesuai nilai tukar.
      8. Hak mendapat perlindungan hukum dan advokasi, serta upaya penyelesaian sengketa.

    Sebaliknya, para penjual online juga memiliki sejumlah kewajiban, yaitu:

    • Mempunyai itikad baik.
    • Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan. barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
    • Melayani dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif.
    • Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku.
    • Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi.
    • Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan.
    • Bila barang tidak sesuai dengan perjanjian, bersedia memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian.

    Nah, sebagai konsumen yang cerdas, tentu Sobat tak ingin kapok setelah berbelanja online bukan? Untuk berbelanja online yang aman, langkah pertama yang harus Sobat lakukan adalah memilih penjual online atau e-commerce yang sudah terpercaya. Lalu jika Anda terlanjur mengalami pengalaman buruk, tugas utama Sobat adalah mengumpulkan semua bukti transaksi dengan pelaku usaha online, kemudian apabila Anda masih ragu untuk melaporkan atau menempuh jalur hukum, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa hukum sekaligus untuk mendapatkan dampingan hukum dari seorang praktisi hukum terutama yang memiliki bidang perlindungan konsumen.

    Selain itu, bagi Sobat Sehat yang masih setia berbelanja online di ProSehat, jangan ragu lagi untuk menerima layanan kami. Bahkan Anda bisa mendapatkan informasi kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Selamat belanja online di ProSehat.

    Referensi:

    1. hukumonline.com/klinik. 2020. Ulasan Lengkap : Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Belanja Online. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
      2. beritajualbeli.com. 2020. Inilah 8 Hak Konsumen Belanja Di Online Shop – Beritajualbeli.Com. [online] Available at: [Accessed 12 March 2020].
    Read More
  • Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini. Gejala […]

    Waspadai  Penularan COVID-19 di Tempat  Kerja

    Saat ini, dunia dihebohkan dengan munculnya jenis virus baru yang menyebabkan gejala menyerupai batuk pilek biasa, tetapi penularannya sangat cepat dan berbahaya. Virus ini disebut dengan corona atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19. Sekitar 95.748 kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 3.286 kematian dan 53.423 orang sembuh dari penyakit akibat virus ini.

    Gejala klinis dapat muncul 2 hingga 14 hari setelah terpapar yang menyebabkan batuk, pilek, demam dan sesak napas. Seluruh gejala menunjukkan adanya infeksi pernapasan akut, tetapi dapat berlanjut lebih parah menyebabkan pneumonia (radang paru), sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, serta kematian.

    Nah, mengapa virus ini menyebar sangat cepat hingga ke berbagai penjuru dunia?Hal ini karena virus menular melalui cairan (droplet) yang dikeluarkan dari batuk, bersin penderita atau dari permukaan benda yang terpapar cairan tersebut. Sebagai contoh, bila Sahabat mau rapat di tempat kantor bersama atasan yang baru saja pulang dari luar negri. Lalu, beliau ternyata mengalami gejala COVID-19 dan menutup hidung ketika bersin dan cairannya mengenai meja. Sahabat tidak sengaja mengenai permukaan meja tersebut, maka risiko terkena virus ini menjadi meningkat. Permukaan benda seperti meja, kursi, ponsel, laptop, dsb dapat menjadi sarana transmisi virus ini.

    Selain itu, tempat keramaian, sekolah, kantor merupakan tempat dimana berkumpulnya orang banyak dengan latar belakang penyakit, pekerjaan, dan riwayat travelling yang berbeda, sehingga meningkatkan risiko penularan COVID-19. Dapatkah Sahabat bayangkan bila virus ini mulai menyebar di kantor?Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19 di tempat kerja?Yuk, kita simak beberapa tips berikut.

    Pastikan tempat kerja Sahabat bersih dan higenis

    Pastikan semua permukaan benda di sekitar meja Sahabat seperti ponsel, laptop, kursi, dsb dibersihkan setiap hari. Hal ini karena kita tidak mengetahui siapa saja yang akan menularkan cairan batuk yang berisi virus tersebut ke tempat Sahabat bekerja.

    Cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun atau gunakan hand-rub sanitizer

    Cucilah tangan sahabat dengan benar menggunakan air dan sabun selama lebih kurang 20 detik atau gunakan pembersih antiseptik di tangan untuk mencegah penularan COVID-19. Tempelkan poster yang berisi cara mencuci tangan yang benar di kantor, sehingga rekan kerja Sahabat juga dapat melakukannya.

    Jagalah saluran pernapasan agar tetap bersih dan sehat

    Bila Sahabat atau rekan kerja sedang batuk dan pilek, pakailah masker yang dapat menutupi hidung dan mulut. Kemudian, etika batuk dan bersi juga harus dijaga. Ketika sedang batuk atau bersin, gunakan sapu tangan atau lengan bagian dalam untuk menutupinya. Bila Sahabat menggunakan tangan, maka segera cuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan virus/bakteri penyebabnya.

    Pemberitahuan saat hendak dinas ke luar negara lain

    Bila Sahabat diberikan tugas untuk bepergian ke luar negri, maka pastikan untuk menghubungi otoritas setempat mengenai kondisi di sana. Bila Anda memiliki riwayat bepergian ke luar negri (negara yang memiliki kasus COVID-19) tetapi tidak memiliki gejala, maka lakukan pengawasan terhadap diri sendiri selama 14 hari bila ada gejala yang timbul. Bila Anda memiliki gejala COVID-19 sepulang dari luar negri, maka isolasikan diri anda di rumah termasuk dari keluarga serta langsung kontak dinas kesehatan setempat.

    Nah, ini saatnya kita sadar akan bahaya COVID-19, terutama bagi mereka yang sering travelling ke luar negri. Namun, jangan khawatir, tetap wasapada dan terus lakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini.

    Referensi:

    1. World Health Organization. Getting your workplace ready for COVID-19.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
    Read More
  • Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai […]

    Cermat Bedakan Flu Biasa dan Corona

    Apakah Sobat pernah mengalami flu biasa? Saat mengalami flu biasa, Sobat tentu akan merasa hidung tersumbat, kadang disertai batuk dan demam. Itu merupakan tanda dan gejala infeksi saluran napas atas. Namun akhir ini dunia dihebohkan dengan virus baru yang bernama Coronavirus (COVID-19). Virus Corona dimulai di Negara Cina, Wuhan, kemudian menyebar ke berbagai negara. Sampai saat ini belum didapatkan pengobatan dan vaksin yang khusus untuk virus Corona tersebut. Infeksi Corona memiliki beberapa tanda dan gejala yang sama seperti flu.1,2 Kalau begitu bagaimanakah kita membedakan keduanya?

    Flu biasa atau Common Cold merupakan infeksi saluran napas atas (ISPA). Pada umumnya, flu biasa disebabkan oleh virus, terutama Human Rhinovirus (HRV) yang menyebabkan >50% ISPA. Penyebab lain yang menyebabkan flu biasa adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, bakteri dan lain-lain. Tanda dan gejala yang timbul adalah batuk, pilek, bersin, nyeri tenggorokan dan demam. Selama 5-7 hari tanda dan gejala tersebut akan hilang. 3 Flu biasa dapat ditularkan melalui droplet dari orang terinfeksi yang dikeluarkan saat bersin atau batuk. Droplet ini dapat menginfeksi Sobat jika masuk ke saluran pernapasan atau mulut. Pencegahannya mudah, jagalah kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker saat sedang sakit. Jika tidak memiliki masker, Sobat dapat melakukan etika batuk dengan benar untuk mencegah droplet tersebar.4 Untuk pengobatan flu biasa jarang diperlukan antibiotik karena penyebab terseringnya adalah virus. Pengobatan terutama ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala.

    Virus Corona berbeda dan lebih berbahaya dibandingkan flu biasa karena menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tanda dan gejala yang timbul saat terinfeksi virus corona adalah demam, batuk, dan sesak napas. Tanda dan gejala timbul setelah 2-14 hari terpapar dengan virus tersebut.1 Hingga saat ini, virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara, diantaranya yaitu Cina, Korea, Jepang, Singapore, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan akhir-akhir ini Indonesia dengan 2 kasus baru.5

    Penularan virus corona terjadi melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi, sama seperti dengan flu biasa. Droplet dapat menginfeksi Sobat juga, masuk melalui saluran pernapasan, mulut, atau mata.1,2 Untuk pencegahan sama seperti flu biasa yakni selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan pada saat yang tepat dan pakailah masker jika Sobat sedang sakit. Droplet akan tertahan dengan masker sehingga tidak tersebar ke orang lain. Hal ini kurang efektif jika orang sehat yang menggunakan masker, karena tidak ada droplet yang dihentikan.6 Pengobatan dan vaksin yang spesifik untuk virus Corona belum ditemukan sampai saat ini. Pengobatan sama dengan flu biasa, ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala yang memperberat tubuh menjalankan fungsi normalnya.

    Sudah jelaskah Sobat mengenai perbedaan flu biasa dengan Corona? Keduanya merupakan infeksi virus, namun flu biasa pada umumnya hanya menyebabkan infeksi saluran napas atas sedangkan virus corona menyebabkan infeksi saluran napas bawah. Tentu dampaknya akan lebih berat jika terjadi infeksi saluran napas bawah. Pastikan Sobat selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. Jika Sobat kontak dengan keluarga atau teman yang memiliki riwayat berpergian ke Negara Cina dalam waktu dekat dan mengalami tanda dan gejala virus Corona, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Blaas D, Fuchs R. Mechanism of human rhinovirus infections. Molecular and Cellular Pediatrics. 2016;3(1).
    4. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html
    5. Common Colds [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
    6. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 42 [Internet]. WHO; 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    Read More
  • Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapur, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua […]

    5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan infeksi virus Corona. Virus ini pertama ditemukan di Cina, khususnya di kota Wuhan. Virus Corona yang diberikan nama COVID-19 oleh CDC dan WHO sudah menyebar keluar dari negara Cina. Dari data terbaru WHO, virus Corona sudah menginfeksi orang-orang di Korea, Jepang, Singapur, Australia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kambodia, hingga benua Eropa, Amerika dan Indonesia dengan 2 kasus baru.

    Para ahli menemukan bahwa rata-rata virus Corona menginfeksi orang berusia diatas 49 tahun. Pasien virus Corona yang mengalami gejala berat juga ditemukan pada usia tua dengan penyakit lain seperti darah tinggi dan diabetes. Dengan kata lain, virus Corona lebih sering ditemukan pada pasien dengan sistem imun yang lemah. Jika demikian, bagaimanakah caranya Sobat meningkatkan imun tubuh untuk dapat melawan virus Corona? Kita akan membahas beberapa cara yang mudah dan mungkin sepele, namun sangat penting untuk menjaga agar sistem imun tubuh kita tetap prima!

    1. Memiliki pola makan yang baik dan benar

    Makan merupakan hal yang sehari-hari Sobat lakukan bukan? Makan merupakan asupan gizi utama agar sistem imun tubuh dapat bekerja dengan baik. Buatlah jadwal untuk makan 3 kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam dengan teratur. Tubuh kita akan membentuk jam tubuh yang bergantung dari jadwal pola makan Sobat.

    Selain itu, makanan yang Sobat makan haruslah makanan yang bergizi. Pastikan Sobat mendapatkan makronutrien yaitu karbohidrat, protein, dan lemak dengan kandungan yang cukup. Jangan lupa untuk konsumsi mikronutrien yaitu vitamin dan mineral yang didapatkan dari buah dan sayur. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 3-5 porsi buah dan sayur setiap harinya.

    1. Jaga tingkat hidrasi tubuh

    Makan memang penting, namun tak kalah juga untuk Sobat minum. Air mungkin mudah diremehkan, tetapi air sangat penting agar sistem imun tubuh kita bekerja. Tubuh kita 60% terdiri dari air. Selain untuk sistem imun tubuh Sobat, air juga memiliki banyak peran yang penting agar setiap sel dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Minumlah 5-8 gelas sehari agar kebutuhan hidrasi Sobat terpenuhi.

    1. Istirahat dengan cukup

    Sistem imun dan sel tubuh Sobat meregenerasi saat Sobat sedang tidur. Tidur yang cukup merupakan hal yang penting karena sel-sel baru akan dibentuk untuk menggantikan sel-sel yang sudah mati. Hal ini akan menjaga agar sistem imun tubuh Sobat tetap berjalan dengan prima esok harinya. Pastikan untuk tidur selama minimal 8 jam dalam satu hari.

    1. Berolahraga dengan rutin

    Tubuh yang beraktivitas dengan rutin akan menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal. Dengan menjaga tubuh tetap berjalan dengan sehat, maka sistem imun tubuh juga akan berjalan dengan baik. Disarankan untuk berolahraga aerobik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang untuk dewasa.

    1. Hindari merokok

    Sobat pasti sudah mengetahui efek merokok pada tubuh bukan? Merokok dapat menurunkan imun tubuh dengan berbagai cara. Kimia-kimia yang dihirup saat merokok merupakan racun dan radikal bebas yang merusak sistem imun tubuh. Selain itu, racun dan radikal bebas juga dapat merusak sistem pembuluh darah, sistem pernapasan, dan lainnya dalam tubuh sehingga fungsi tubuh tidak dapat berjalan dengan normal. Ini juga pada akhirnya mengakibatkan sistem imun tubuh Sobat tidak efektif dalam melawan infeksi.

    Sekarang Sobat sudah mengetahui beberapa cara untuk meningkatkan imun tubuh. Tidak sulit bukan untuk melakukan hal tersebut? Menjaga sistem imun tubuh Sobat tidak hanya membantu dalam melawan virus Corona, tapi juga dari berbagai penyakit menular lainnya. Jangan lupa untuk menerapkan hal tersebut untuk Sobat, keluarga dan teman agar dapat terhindar dari infeksi virus Corona dan juga penyakit menular lain.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/
    4. del Rio C, Malani P. 2019 Novel Coronavirus—Important Information for Clinicians. JAMA. 2020;.
    5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    6. Publishing H. How to boost your immune system – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
    7. 8 tips for healthy eating [Internet]. nhs.uk. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nhs(dot)uk/live-well/eat-well/eight-tips-for-healthy-eating/
    8. The Water in You: Water and the Human Body [Internet]. Usgs.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.usgs.gov/special-topic/water-science-school/science/water-you-water-and-human-body?qt-science_center_objects=0#qt-science_center_objects
    9. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit influenza memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui […]

    Kenali Pentingnya Vaksin Influenza

    Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit influenza memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui percikan air liur jarak dekat baik dari udara maupun kontak dengan bekas percikaan penderita saat batuk atau bersin.

    Gejala yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, sehingga ada kasus yang mungkin membutuhkan rawat inap di rumah sakit, bahkan ada juga yang dapat menyebabkan kematian. Gejala yang berat seringkali akibat adanya komplikasi dari penyakit ini, risiko komplikasi pada penyakit influenza meningkat pada penderita dengan usia lebih dari 65 tahun, anak di bawah 5 tahun serta seseorang dengan kondisi medis tertentu sebelumnya. Angka kejadian penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia sekolah, sekitar 5-18 tahun namun sangat jarang menimbulkan gejala yang berat.

    Vaksin influenza merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit flu. Vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara memasukan virus ke dalam tubuh. Virus yang dimasukan ini sudah diinaktivasi atau dilemahkan terlebih dahulu sehingga tidak akan membahayakan lagi. Saat sistem kekebalan tubuh sudah mengenal jenis virus tersebut, maka ketika ada virus sebenarnya yang menyerang tubuh, akan lebih mudah bagi tubuh kita untuk segera melawannya. Terdapat dua jenis vaksin influenza yaitu vaksin trivalen dan vaksin quadrivalen. Vaksin trivalent berfungsi untuk melindungi dari dua jenis virus influenza tipe A, H1N1 dan H3N2, serta satu virus influenza tipe B. Bedanya, vaksin quadrivalen dilengkapi oleh dua jenis virus influenza tipe B.

    Pemberian vaksin influenza sebaiknya diulang setiap setahun sekali, karena virus influenza mudah untuk bermutasi, sehingga isi dari vaksin pun akan berbeda setiap tahunnya, hal ini ditentukan oleh pertimbangan para ahli yang dapat memprediksi jenis virus influenza apa saja yang akan menyebabkan penyakit paling banyak pada tahun itu. Vaksinasi bisa dilakukan kapan saja namun dianjurkan sebelum terjadinya puncak tertinggi angka kejadian kasus influenza, sehingga biasanya diberikan pada akhir bulan Oktober. Untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza memerlukan 2 dosis yang diberikan dalam jarak 4 minggu, diulang dengan dosis yang sama.

    Vaksin dapat diberikan pada semua orang berusia lebih dari 6 bulan, terutama pada:

    • Anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun,
    • Seseorang berusia lebih dari 50 tahun,
    • Seseorang dengan penyakit kronis paru-paru (termasuk asma), jantung (selain hipertensi), ginjal, hati, saraf, darah, dan kelaianan metabolik seperti diabetes,
    • Seseorang dengan kondisi imunokompromais seperti pengidap HIV/AIDS,
    • Wanita yang sedang atau akan hamil pada puncak musim influenza,
    • Seseorang dengan obesitas berat (BMI >40 kg/m2)
    • Petugas kesehatan yang memiliki kontak dengan penderita influenza.

    Sedangkan pemberiannya harus berhati-hati pada seseorang yang sedang sakit, baik dengan atau tanpa demam, memiliki riwayat mengalami sindrom Guillain-Barre dalam 6 minggu sebelumnya, riwayat asma, dan alergi telur karena telur merupakan salah satu komponen dari vaksin influenza.

    Vaksin influenza memiliki angka keefektifan yang cukup tinggi yaitu dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia, serta 80% efektif untuk mencegah terjadinya kematian pada orang lanjut usia.

    Sekilas memang gejala Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) yang menjadi pandemik baru-baru ini sangat mirip dengan influenza, yaitu batuk, pilek, demam, dan nyeri kepala, namun jenis virus penyebab kedua penyakit ini berbeda. Vaksin influenza hanya efektif untuk mengurangi angka kejadian kasus batuk pilek yang disebabkan oleh berbagai jenis virus influenza, namun tidak efektif untuk batuk pilek yang disebabkan oleh COVID-19. Vaksin untuk COVID-19 sendiri saat ini belum ada, masih dalam proses pembuatan oleh para ahli. Cara paling efektif untuk menjaga diri Sobat dan orang sekitar dari COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, batuk pada bagian dalam siku Sobat, serta menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang sedang batuk atau bersin.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. About Flu | CDC [Internet]. 2020 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/about/index.html
    2. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    3. CDC. Children & Influenza (Flu) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/highrisk/children.htm
    4. ACIP. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). CDC; 2019.
    5. Influenza (Seasonal) [Internet]. [cited 2020 Mar 3]. Available from: who(dot)int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    6. CDC. Who Should and Who Should NOT Get Vaccinated [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/prevent/whoshouldvax.htm
    7. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. [cited 2020 Mar 4]. Available from: who(dot)int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    Read More
  • Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar […]

    Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi agar Tidak Terserang Corona?

    Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar seafood di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok. Sampel dari pasien yang menunjukkan adanya infeksi virus Corona tipe baru yaitu 2019-nCoV. Pada tanggal 11 Febuari 2020, Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO (World Health Organization) memberi nama virus tersebut  Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

    Menurut data dunia saat ini, masih ada kasus aktif Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang pada tanggal 2 Maret 2020 lalu ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Baca Juga: Vitamin Untuk Kamu yang Suka Begadang

    Cara penularan terutama menginfeksi dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala yang ringan seperti common cold dan faringitis sampai gejala lebih berat seperti SARS atau MERS serta beberapa tipe virus Corona lainnya dapat menyebabkan diare. Sama seperti infeksi virus lainnya, infeksi virus Corona sangat dipengaruhi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh, begitu juga tatalaksananya yaitu pemberian obat sesuai gejala serta meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh sedang rendah, sedang melakukan perjalanan yang membuat sistem imun turun, serta keadaan cuaca (pada musim dingin atau semi) dapat meningkatkan penularan infeksi virus Corona.

    Karena pada dasarnya  infeksi virus Corona sama seperti infeksi virus pada umumnya yang membutuhkan daya tahan tubuh, maka salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Apakah benar vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh?

    Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa vitamin C terbukti dapat meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pertahanan tubuh seperti neutrofil (sel tubuh yang melawan kuman patogen seperti virus), meningkatkan antioksidan tubuh, serta meningkatkan sel T (T-cell) yang berfungsi sebagai penangkal kuman patogen di dalam tubuh. Sehingga, fungsi vitamin C dapat sebagai pencegah dan terapi pasien dengan infeksi saluran napas dan infeksi sistemik.

    Baca Juga: 5 Vitamin Penambah Stamina yang Harus Dicoba

    Penelitian lainnya menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C sebanyak 200 mg setiap hari akan menurunkan risiko flu, serta menurunkan durasi terkena flu pada 8% dewasa dan 14% anak-anak. Dosis vitamin C yang diperlukan pada dewasa yang sehat hanya sebanyak 90 mg untuk laki-laki dan 75 mg pada perempuan per harinya. Apabila dosis vitamin C yang dikonsumsi melebihi 2000 mg, maka akan timbul berbagai efek samping seperti mual, muntah, nyeri perut dna diare. Vitamin C didapatkan dari berbagai makanan sehari-hari seperti strawberry, jeruk dan tomat.

    Selain vitamin C, ada beberapa cara yang dapat Sobat lakukan untuk menghindari diri dari penularan infeksi virus corona, antara lain:

    Gambar 1. Pencegahan lain infeksi Corona virus

    1. Meningkatkan daya tahan tubuh (mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, suplemen vitamin C, tidur cukup minimal 6 jam per hari, olahraga setiap hari minimal 30 menit).
    2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau alkohol minimal 60% atau hand sanitizer.
    3. Menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk.
    4. Membersihkan benda yang sering dipegang setiap hari seperti handphone, komputer serta gagang pintu.
    5. Tetap tinggal di rumah apabila sedang sakit untuk mencegah penularan ke orang sekitar.
    6. Menggunakan masker medis sesuai standar apabila sedang flu.
    7. Hindari kontak dengan pasien yang terinfeksi.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    3. AC C, S M. Vitamin C and Immune Function. NCBI [Internet]. 2017 [cited 3 March 2020];017 Nov 3;9(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29099763
    4. Can vitamin C prevent a cold? [Internet]. Harvard Health Publishing. 2017 [cited 3 March 2020]. Available from: health.harvard.edu/cold-and-flu/can-vitamin-c-prevent-a-cold
    5. Sparks H. Health gurus advise lethal vitamin doses to fight coronavirus [Internet]. Nypost.com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nypost(dot)com/2020/02/27/phony-health-gurus-are-advising-deadly-vitamin-doses-to-fight-coronavirus/

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 diunduh dari website klikpdpi(dot)com pada tanggal 3 maret 2020.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja