Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Kuliah di Jerman Perlu Vaksin Campak Jerman?

Dengan meredanya pandemi Covid-19 saat ini, beberapa dari Sahabat Sehat mungkin berpikir untuk melanjutkan kuliahnya di luar Indonesia. Salah satu negara terpopuler untuk melanjutkan studi adalah negara Jerman.

Kuliah di Jerman Perlu Vaksin Campak Jerman

Kuliah di Jerman Perlu Vaksin Campak Jerman?

Sebelum pergi ke Jerman, tentu ada beberapa hal yang Sahabat Sehat perlu siapkan, salah satunya melengkapi vaksinasi. Namun pernahkah Sahabat Sehat mendengar sebuah penyakit yang bernama campak Jerman? Apakah itu campak Jerman dan perlukah Sahabat Sehat mendapatkan vaksin terhadap penyakit tersebut sebelum pergi untuk studi di Jerman?

Campak Jerman menginfeksi anak dan dewasa

Penyakit yang dinamakan campak Jerman atau sebutan lainnya Rubella disebabkan oleh sebuah virus RNA dengan genus Rubivirus. Virus ini sering dijumpai menginfeksi anak kecil dan dewasa yang belum menerima vaksin Rubella.

Dengan ditemukannya vaksin Rubella pada tahun 1969, angka kejadian Rubella sudah menurun drastis. Meskipun demikian, infeksi Rubella masih terjadi di beberapa negara, sehingga pemberian vaksin Rubella masih dianjurkan termasuk oleh negara Jerman.

Rubella dapat ditularkan melalui droplet yang diproduksi saat batuk atau bersin oleh seseorang yang terinfeksi. Apabila droplet tersebut kontak dengan mukosa mata, hidung, atau mulut orang yang kekebalan tubuhnya rendah, maka infeksi Rubella dapat terjadi. Infeksi tersebut lebih rentan terjadi pada anak-anak dimana sistem imun mereka belum sempurna dan juga dewasa yang belum divaksinasi atau mengalami kondisi imun yang terganggu.

vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

Gejala Campak Jerman

Ketika seseorang terinfeksi Rubella maka akan timbul beberapa tanda dan gejala yang berupa:

  • Demam sedang
  • Batuk pilek
  • Mata merah
  • Nyeri kepala
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Ruam merah yang timbul pertama dari bagian kepala kemudian meluas ke seluruh tubuh.

Gejala tersebut dapat timbul 2-3 minggu setelah seseorang terinfeksi dan umumnya sembuh dalam 1 minggu.

Namun Rubella dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya apabila terjadi pada seorang ibu yang sedang hamil baik pada ibu maupun janinnya. Komplikasi dapat berupa pneumonia pada ibu, cacat pada janin seperti kebutaan, gagal jantung, bahkan angka meninggal yang tinggi.

Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

Vaksin MMR mencegah cacar Jerman

Terdapat beberapa cara untuk mencegah infeksi campak Jerman. Mencuci tangan dan menjaga kebersihan merupakan salah satu hal dikarenakan penularan terjadi akibat droplet.

Selain itu vaksinasi juga dapat mencegah infeksi dari penyakit tersebut. Negara Jerman tidak mewajibkan seluruh warga negaranya untuk mendapatkan vaksin, namun tenaga kesehatan Jerman tetap merekomendasikan untuk mendapatkan vaksin terhadap campak Jerman.

Terdapat beberapa vaksin yang direkomendasikan, salah satunya adalah vaksin Measles, Mumps, dan Rubella (MMR). Vaksin untuk Rubella sudah termasuk dalam vaksin MMR dan dapat diberikan pada anak kecil maupun dewasa. Vaksin MMR sudah dapat diberikan pada anak usia 9 bulan.

Bagi Sahabat Sehat yang ingin melanjutkan kuliah di Jerman memerlukan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 28 hari antara vaksin pertama dan vaksin kedua. Efek samping dari vaksin tersebut dapat berupa merah pada lokasi penyuntikan, nyeri atau pegal.

Vaksin merupakan sebuah hal yang sangat menguntungkan bagi Sahabat Sehat karena dapat membantu mencegah suatu penyakit. Dengan mencegah infeksi, maka komplikasi dari campak Jerman juga dapat dihindari dan menjalani pendidikan pun nyaman.

Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

Ayo lengkapi vaksinasimu bersama Prosehat. Layanan vaksinasi Prosehat dapat dilakukan di klinik Prosehat di Bekasi Satu atau Palmerah Jakarta Selatan, ataupun di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat.

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Leonor M, Mendez M. Rubella.
  2. WHO. Rubella.
  3. CDC. Rubella (German Measles, Three-Day Measles).
  4. NHS UK. Rubella (German measles).
  5. Handbook Germany. German Vaccination Schedule.
  6. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination: What Everyone Should Know.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com