Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Lansia

Showing 1–10 of 22 results

  • Ketika berat badan lansia turun sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun menjadi masalah jika terjadi secara drastis dan terus menerus. Oleh sebab itu, jika ada lansia yang berat badannya terus menurun secara drastis, maka Sahabat Sehat perlu untuk segera memberikan pertolongan. Proses menua akan dialami setiap manusia. Saat proses penuaan akan terjadi perubahan pada kondisi […]

    Berat Badan Terus Menurun saat Lansia, Apa Penyebabnya?

    Ketika berat badan lansia turun sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun menjadi masalah jika terjadi secara drastis dan terus menerus. Oleh sebab itu, jika ada lansia yang berat badannya terus menurun secara drastis, maka Sahabat Sehat perlu untuk segera memberikan pertolongan.

    Proses menua akan dialami setiap manusia. Saat proses penuaan akan terjadi perubahan pada kondisi tubuh. Perubahan tersebut diantaranya terjadi perubahan pada elastisitas kulit dan warna rambut hingga penyusutan berat badan. Hal tersebut dapat terjadi pada wanita maupun pria.

    Berat Badan Terus Menurun saat Lansia, Apa Penyebabnya

    Berat Badan Terus Menurun saat Lansia, Apa Penyebabnya?

    Hal yang turut menjadi perhatian adalah jika lansia mengalami penurunan berat badan tidak terkontrol, sebab dikhawatirkan hal ini menjadi tanda adanya kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Sahabat Sehat, apa saja penyebab berat badan lansia terus menurun ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Berat Badan Lansia Turun Drastis

    Sebenarnya penurunan berat badan pada lansia adalah hal yang wajar. Namun jika penurunan terjadi secara drastis, apalagi sampai terus menerus dan tampak tidak normal maka perlu mendapatkan penanganan serius.

    Beberapa faktor berikut diperkirakan menyebabkan penurunan berat badan yang cukup drasti pada lansia,  diantaranya:

    Pengaruh Hormon

    Diketahui bahwa seseorang berusia lanjut memiliki hormon peptida yang lebih banyak. Hormon peptida mengirim sinyal kepada otak saat lambung terisi penuh dan mudah merasa kenyang.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Berkurangnya Massa Otot

     Saat Sahabat Sehat memasuki usia 30 tahun, biasanya terjadi penurunan massa otot sekitar 3-8% per dekade. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya sarcopenia di usia senja. Sarcopenia adalah kondisi ketika massa otot turun perlahan seiring bertambahnya usia akibat metabolisme tubuh. 

    Baca Juga: Berikut ini Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Depresi

    Jaringan Menyusut

    Selain massa otot yang berkurang, pada usia 30 tahun ke atas tubuh akan mengalami proses penyusutan secara perlahan. Tak hanya itu saja, berbagai organ tubuh lainnya seperti otot, ginjal, dan hati juga akan kehilangan sebagian sel-selnya.  Sejumlah jaringan tubuh yang hilang tersebut dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, seperti mengurangi total kadar air dalam tubuh lansia. Meski jumlah lemak dalam tubuh akan meningkat, tetapi lapisan lemak yang terdapat dibawah kulit hanya tersisa sedikit saja.

    Masalah Kesehatan

    Adanya masalah kesehatan tertentu yang diderita oleh lansia juga menjadi faktor yang menyebabkan berat badan lansia turun. Beberapa contoh penyakit yang dapat menyebabkan penurunan berat badan pada lansia antara lain penyakit diabetes melitus, depresi,  asam lambung, maupun kanker.

    Oleh sebab itu, demi mencegah penyakit-penyakit tersebut semakin serius, pastikan untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, pengobatan dapat dilakukan sejak dini sehingga proses penyembuhan akan lebih tinggi peluangnya.

    Baca Juga: Berbagai Jenis Penyakit yang Kerap Dialami Lansia

    Solusi Mengatasi Penurunan Berat Badan yang Tidak Wajar

    Jika Sahabat Sehat memiliki anggota keluarga yang berusia lanjut di rumah dan mengalami penurunan berat badan, sebaiknya jangan menganggap sepele kondisi tersebut. Pasalnya penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lama pada lansia bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu pada tubuh. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut di rumah:

    • Lakukan pemantauan berat badan lansia secara berkala. 
    • Pantau nafsu makan lansia, pastikan konsumsi makanan tercukupi
    • Berikan makanan bergizi seimbang, seperti buah, sayur, serta suplemen
    • Berikan tambahan seperti protein whey, atau susu kepada lansia. 
    • Ajak lansia berolahraga secara teratur.
    • Hindarkan para lansia dari rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
    • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah semua hal mengenai masalah berat badan lansia turun secara drastis. Untuk mengembalikan berat badan dan membantu memenuhi kebutuhan gizi lansia, Sahabat Sehat dapat memberikan suplemen dan susu lansia yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian lansia. 

    Baca Juga: Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Medline Plus. Aging changes in body shape: MedlinePlus Medical Encyclopedia.
    2. Gaddey H. Unintentional Weight Loss in Older Adults.
    Read More
  • Hore, libur telah tiba! Masa ini pasti sangat ditunggu-tunggu oleh anak sekolah. Libur sekolah artinya bersantai menikmati waktu sambil bermain dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya. Tapi, sayangnya tidak semua orang tua bisa cuti kerja bersamaan dengan si Kecil. Oleh karena itu, sebagian anak mungkin berlibur bersama kakek dan nenek yang selalu menunggu kehadiran cucunya. Tahukah […]

    Tips Sehat Kakek Nenek Selama Liburan Bersama Cucu

    Hore, libur telah tiba! Masa ini pasti sangat ditunggu-tunggu oleh anak sekolah. Libur sekolah artinya bersantai menikmati waktu sambil bermain dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya. Tapi, sayangnya tidak semua orang tua bisa cuti kerja bersamaan dengan si Kecil. Oleh karena itu, sebagian anak mungkin berlibur bersama kakek dan nenek yang selalu menunggu kehadiran cucunya.

    Tips Sehat Kakek Nenek Selama Liburan Bersama Cucu

    Tips Sehat Kakek Nenek Selama Liburan Bersama Cucu

    Tahukah Sahabat Sehat bahwa kedua kelompok ini, anak dan lanjut usia (lansia), merupakan kelompok rentan? Ya, karena kekebalan tubuhnya yang tidak prima seperti orang dewasa muda, mereka lebih rentan terserang penyakit. Tidak hanya penyakit fisik, tapi juga mental. Maka, ikuti tips ini agar kakek dan nenek tetap fit selama liburan bersama cucu!

    Fleksibel dengan anak-anak

    Liburan dengan anak-anak artinya harus siap dengan perubahan jadwal atau rencana. Bisa jadi cucu Anda menginginkan waktu tidur yang lebih lama di pagi hari atau menonton kartun kesukaannya dahulu sebelum berangkat menuju tempat kunjungan yang sudah direncanakan. Tidak perlu dipusingkan. Jika tempat yang akan dikunjungi tidak memiliki waktu yang terbatas atau ditentukan, Anda bisa gunakan waktu yang berkualitas ini untuk ikut bersantai bersama cucu.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Pertimbangkan keinginan cucu

    Kakek dan nenek adalah sosok orang dewasa tambahan diluar keluarga intinya yang dapat membuat cucu merasa aman, senang, bisa berbicara tentang apapun, dan menjadi sumber kebijaksanaan sehingga menjadi rumah kedua baginya. Maka, wajar jika saat liburan mereka ingin menggunakan waktunya bersama Anda.

    Liburan bersama cucu tidak melulu harus jalan-jalan. Melakukan aktivitas menyenangkan lainnya yang ia sukai juga akan cukup membuatnya bahagia selama Anda ikut melakukannya bersama-sama. Atau, Anda juga bisa mengenalkan jenis permainan yang Anda sukai saat kecil dan bermainlah bersamanya.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan ‘Medical Check Up’

    Lakukan medical check up

    Berlibur bersama cucu memerlukan tenaga ekstra, terutama jika mereka masih kecil dan lincah. Maka, asupan makanan dan waktu istirahat kakek dan nenek juga harus terpenuhi dengan cukup. Tapi, jangan sampai sembarang makan ya, Sahabat Sehat! Sebab hal ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan dapat memperburuk kesehatan jika Anda memiliki penyakit komorbid.

    Pastikan Anda sudah melakukan medical check up sebelum menerima kunjungan cucu. Dengan melakukan medical check up, Anda dapat mendeteksi dini sebuah gangguan dan mendapatkan penanganannya sedari awal.

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Vaksinasi

    Seperti yang disebutkan di awal, anak dan lansia adalah kelompok yang rentan terhadap penularan penyakit. Kedua kelompok ini dapat saling menularkan dan tertular penyakit. Salah satu penyakit yang mudah sekali ditularkan adalah influenza atau flu.

    Walau penyakit ini sering diremehkan, sebenarnya flu dapat berakibat berat bagi kelompok rentan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia (paru-paru basah) dan perburukan penyakit penyerta seperti jantung dan asma. Maka, sangat disarankan bagi kakek dan nenek untuk melakukan vaksinasi flu setiap satu tahun sekali agar selalu terlindungi, apalagi jika berencana untuk jalan-jalan.

    Selain vaksin flu, disarankan juga agar lansia mendapatkan vaksin pneumonia dengan jenis PCV-13 dan/atau PPSV-23. Vaksin ini melindungi lansia dari 13 hingga 23 jenis kuman penyebab pneumonia (paru-paru basah). Mengingat penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara alami pada lansia, vaksin ini dapat memberikan manfaat besar bagi lansia.

    Baca Juga: Kenali 3 Vaksinasi yang Penting untuk Lansia

    Sahabat Sehat, itulah tips sehat bagi kakek dan nenek agar liburannya bersama cucu selalu menyenangkan. Gunakan waktu liburan ini sebagai momen spesial bagi kakek nenek dan juga cucu.

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan vaksinasi dan medical check up umum atau tertentu, Prosehat siap membantu Anda. Cukup pesan jenis medical check up dan vaksinasi yang diinginkan melalui website atau Chat Admin ProSehat, dan tim medis Prosehat akan mengunjungi Anda di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda. Layanan ini juga bisa dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat.

    Ayo jaga kesehatan selama liburan panjang. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Focus on the Family. No-Stress Grandparenting During the Holidays. 2019.
    2. PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa. 2021.
    Read More
  • Olahan daging kambing banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada yang membuatnya menjadi sate, tongseng, gulai, oseng-oseng, dan lain-lain. Walau nikmat rasanya, banyak yang “mengkambing hitamkan” daging kambing sebagai penyebab kolesterol tinggi. Apakah benar seperti itu? Apa Bedanya Lemak Jenuh dan Tak Jenuh? Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga bisa didapat melalui makanan yang mengandung lemak. […]

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi?

    Olahan daging kambing banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada yang membuatnya menjadi sate, tongseng, gulai, oseng-oseng, dan lain-lain. Walau nikmat rasanya, banyak yang “mengkambing hitamkan” daging kambing sebagai penyebab kolesterol tinggi. Apakah benar seperti itu?

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi?

    Apa Bedanya Lemak Jenuh dan Tak Jenuh?

    Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga bisa didapat melalui makanan yang mengandung lemak. Ada tiga jenis lemak, yaitu lemak jenuh, tidak jenuh, dan trans. Lemak jenuh umumnya berasal dari hewan, seperti daging merah, unggas, dan olahan susu.

    Sedangkan, lemak tak jenuh lebih banyak ditemui di berbagai makanan seperti kacang-kacangan dan juga minyak nabati. Jenis lemak tak jenuh ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, namun lemak jenuh justru bisa meningkatkannya bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Kandungan Gizi Daging Kambing

    Daging kambing mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, omega-3 hingga vitamin B, K, dan E. Jenis lemak pada daging kambing adalah lemak jenuh dan tak jenuh. Setiap kandungan nutrisi ini diperlukan oleh tubuh untuk berfungsi dengan baik, namun hanya dalam jumlah tertentu.

    Setiap 100 gram daging kambing memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut: air 70 gram, protein 16 gram, lemak 9 gram, kalsium 11 gram, fosfor 124 mg, besi 1 mg, natrium 96 mg, kalium 268 mg, seng 4 mg, vitamin B1 0,09 mg, vitamin B2 0,23 mg, dan vitamin B3 5 mg.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Daging Kambing dan Kolesterol Tinggi

    Pengolahan dan potongan daging kambing juga berpengaruh terhadap kadar kolesterol. Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi saat mengonsumsi daging kambing, selain jumlah asupan. Bagaimana cara menyiasatinya?

    Potongan daging kambing bagian kaki dan has dalam (tenderloin) memiliki jumlah lemak yang paling sedikit dibanding potongan lainnya. Maka, untuk mengurangi kolesterol yang terkandung saat memakannya, bagian kaki kambing dan has dalam adalah pilihan yang lebih baik.

    Agar Sahabat Sehat bisa menikmati daging kambing tanpa khawatir kolesterol, dianjurkan juga untuk mengolahnya dengan cara memanggang (barbecue, roast) atau dibuat sup. Mengolah daging kambing dengan cara digoreng sebaiknya dihindari karena akan menambah kadar lemak jenuh dan trans saat dikonsumsi. Jangan lupa juga untuk membuang bagian lemak sebelum dimasak.

    Seimbangi juga dengan sayur dan buah-buahan karena hal ini bisa mengurangi kolesterol yang akan diserap oleh tubuh. Konsumsi olahan daging kambing tidak lebih dari 3 kali dalam seminggu.

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Dampak Kolesterol Tinggi

    Orang dengan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh akan meningkatkan risiko timbulnya penyakit, misalnya penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

    Kolesterol tinggi erat sekali hubungannya dengan penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, lemak menumpuk di dinding arteri, yang disebut juga sebagai aterosklerosis. Ketika arteri menyempit, aliran darah ke jantung ikut terhambat dan menyebabkan kurangnya pasokan darah ke jantung. Akibatnya, penderita akan mengalami serangan jantung. Terjadinya penyakit stroke mirip dengan serangan jantung. Bedanya, lokasi kejadian terjadi pada pembuluh darah otak. Pada stroke, pembuluh darah yang tersumbat bisa menjadi pecah.

    Diabetes dapat memengaruhi kadar kolesterol dengan cara yang berbeda dibanding kedua penyakit sebelumnya. Pada pasien dengan diabetes, ia cenderung akan mengalami peningkatan trigliserida, penurunan HDL (“kolesterol baik”) dan peningkatan LDL (“kolesterol jahat”). Jika gula darah tidak dikontrol dengan baik, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis.

    Setelah aterosklerosis terbentuk, jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Memompa darah dengan ekstra pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya tekanan darah tinggi.

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Lakukan Medical Check Up Rutin

    Mengetahui kadar kolesterol sangat penting agar dapat terkendali. Tidak hanya bagi orang dengan penyakit komorbid, tapi juga bagi orang yang sehat. Perlu juga diingat bahwa kadar kolesterol tidak dapat diketahui dari bentuk tubuh. Maka, orang gemuk dan orang kurus sama-sama berpotensi memiliki kadar kolesterol yang tinggi jika tidak menjalankan hidup yang sehat.

    Untuk mengetahui kondisi tubuh Anda, Sahabat Sehat dapat melakukan medical check up yang rutin. Jika Anda termasuk sehat, medical check up bisa dilakukan setiap satu tahun sekali. Namun, jika Anda memiliki penyakit komorbid, misalnya riwayat diabetes melitus, penyakit jantung, dan sebagainya, maka pemeriksaan medical check up perlu dilakukan lebih sering, terutama pemeriksaan yang berkaitan dengan penyakit komorbidnya.

    Salah satu tujuan dari medical check up adalah agar dapat mendeteksi dini gangguan kesehatan sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih awal. Dengan demikian, cost pengobatan juga akan lebih murah dan kemungkinan sembuh atau terkontrol akan lebih baik.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan ‘Medical Check Up’

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan medical check up, Prosehat memiliki berbagai paket medical check up sesuai kebutuhan Anda. Mulai dari medical check up umum hingga yang lebih spesifik seperti pemantauan diabetes agar kesehatan Anda selalu terjaga.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Healthline. Lamb and Cholesterol: What You Need To Know. 2017.
    2. P2PTM Kemenkes. Ancaman Tersembunyi Dalam Hidangan Daging Kambing. 2018.
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat kerap merasakan kaki terasa pegal secara tiba-tiba terutama pada dini hari, bengkak, kemerahan dan terasa hangat bila dipegang? Bila ya, bisa jadi hal ini merupakan salah satu gejala dari asam urat. Apabila dibiarkan lama, tentu saja akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan komplikasi lainnya. Sahabat Sehat, apa itu asam urat dan penyebabnya? Mari […]

    Kaki Sering Terasa Pegal, Waspada Asam Urat

    Apakah Sahabat Sehat kerap merasakan kaki terasa pegal secara tiba-tiba terutama pada dini hari, bengkak, kemerahan dan terasa hangat bila dipegang? Bila ya, bisa jadi hal ini merupakan salah satu gejala dari asam urat.

    Apabila dibiarkan lama, tentu saja akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan komplikasi lainnya. Sahabat Sehat, apa itu asam urat dan penyebabnya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kaki Sering Terasa Pegal, Waspada Asam Urat

    Kaki Sering Terasa Pegal, Waspada Asam Urat

    Apa Itu Asam Urat?

    Penyakit asam urat atau dalam istilah medis disebut dengan gout, merupakan salah satu jenis peradangan pada sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi, seperti jari-jari kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Area sendi yang paling sering diserang adalah pada ibu jari kaki.

    Pada kondisi normal, asam urat larut didalam darah dan dikeluarkan melalui urin. Namun pada kondisi tertentu, asam urat menumpuk di darah dalam jumlah yang berlebihan sehingga mengalami gangguan dalam proses pembuangan asam urat tersebut. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Faktor Risiko Asam Urat

    Radang sendi akibat asam urat dapat diderita semua usia, meski paling sering dialami lansia atau setelah menopause. Berikut adalah beberapa kondisi yang meningkatkan resiko terjadinya radang sendi akibat asam urat, yaitu: 

    • Kegemukan
    • Menderita suatu penyakit, seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, diabetes melitus, dan gangguan fungsi ginjal.
    • Efek samping obat-obatan, misal obat diuretik
    • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung purin, seperti daging merah, jeroan dan makanan laut (misalnya tuna, mussels, scallops dan sarden), serta alkohol.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Rendah Purin!

    Gejala Asam Urat

    Sebagian orang dengan asam urat tinggi didalam darah tidak menyebabkan gejala apapun, kondisi seperti ini dinamakan asimptomatik hiperurisemia. Sedangkan pada kondisi akut, keluhan dialami sekitar 3-7 hari. Berikut ini gejala yang dapat Sahabat Sehat rasakan apabila kadar asam urat meningkat:

    • Nyeri pada sendi yang terasa mendadak, terutama dialami pada malam dan dini hari. Lokasi tersering pada jari kaki (ibu jari), pergelangan kaki, siku dan lutut.
    • Bengkak, kemerahan dan teraba hangat pada sendi
    • Sulit digerakkan
    • Demam.

    Baca Juga: 3 Makanan Penyebab Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

    Pencegahan Asam Urat

    Berikut ini beberapa hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mencegah naiknya asam urat di dalam darah:

    1. Hindari makanan tinggi purin, seperti daging merah, makanan laut dan sayuran hijau. Selain itu, jeroan, daging babi, scallops, kerang, kacang-kacangan, jamur juga mengandung tinggi purin.
    2. Hindari makanan dan minuman tinggi gula, seperti minuman bersoda dan jus (karena gulanya lebih cepat diserap dibandingkan dengan mengkonsumsi buah utuh).
    3. Minum air putih yang cukup minimal 6-8 gelas per hari.
    4. Hindari minuman beralkohol sebab dapat menyebabkan tubuh semakin kekurangan cairan (dehidrasi) yang dapat memperberat kinerja ginjal.
    5. Turunkan berat badan untuk menghindari kelebihan berat badan sebab jika berat badan berlebih maka berpotensi meningkatkan kadar asam urat didalam darah.
    6. Konsumsi makanan berserat, seperti buah kering, gandum dan sayur untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah.

    Baca Juga: 10 Persiapan Travelling Bagi Anda yang Memiliki Asam Urat

    Nah Sahabat Sehat, itulah penyakit radang sendi akibat kadar asam urat yang meningkat dalam darah. Untuk menjaga daya tahan tubuh, lengkapi asupan nutrisi dengan mengkonsumsi multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Khatri M. Gout Pictures — Learn About the Symptoms, Causes, and Treatments. USA : WebMD. 2020.
    2. Watson S. Everything You Need to Know About Gout. USA : Healthline. 2021.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Gout. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020.
    4. Hamijoyo L. Apakah Nyeri Sendi Saya Akibat Asam Urat? Kenali Gout – Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Indonesia : Reumatologi.or.id. 2011.
    5. Mayo Clinic. Gout – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic. 2021.
    6. Iftikhar N. Natural Ways to Reduce Uric Acid in the Body. USA : Healthline. 2019.
    Read More
  • Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit atau dalam keadaan cukup istirahat atau dengan kondisi tenang. Diperkirakan sebanyak 1.28 milyar orang dengan rentang usia 30-79 tahun di seluruh […]

    Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh?

    Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit atau dalam keadaan cukup istirahat atau dengan kondisi tenang.

    Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh

    Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh?

    Diperkirakan sebanyak 1.28 milyar orang dengan rentang usia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, dua pertiganya berasal dari negara dengan penghasilan menengah kebawah. Sebanyak 46% pasien hipertensi tidak menyadari bahwa mereka memiliki darah tinggi, dan kurang dari 42% pasien sudah didiagnosis hipertensi dan mendapat pengobatan hipertensi.

    Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian pada usia muda dan terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan dengan rentang tahun 2010 sampai 2030 akan terjadi peningkatan pasien hipertensi sebesar 30%. Sahabat Sehat, bagaimana dampak hipertensi bagi tubuh ? Mari simak penjelasan berikut.

    Komplikasi Hipertensi

    Sahabat Sehat, apabila tekanan darah tinggi tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada organ tubuh seperti :

    • Kerusakan pada pembuluh darah arteri

    Pembuluh darah arteri yang sehat lentur, kuat dan elastis sehingga dapat mengalirkan darah yang membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh terutama bagi organ vital didalam tubuh. Hipertensi menyebabkan tekanan yang terlalu tinggi pada pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan sumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    • Gangguan pada jantung

    Pada jantung, hipertensi dapat memicu timbulnya berbagai kondisi berikut :

    1. Penyakit Jantung Koroner

    Pembuluh darah arteri yang membawa oksigen dan nutrisi bagi otot jantung rusak akibat tekanan darah yang terlalu tinggi. Akibatnya, terjadi sejumlah gangguan pada jantung seperti angina (nyeri dada), gangguan irama jantung (aritmia) dan terjadi gagal jantung.

    2. Perbesaran Jantung

    Akibat tekanan darah yang terlalu tinggi, menyebabkan jantung perlu berusaha lebih tinggi untuk memompa darah sehingga menyebabkan otot jantung membesar. Kondisi ini akan mengakibatkan gagal jantung, serangan jantung dan kematian jantung mendadak.

    3. Gagal Jantung

    Gagal jantung diakibatkan karena tekanan darah tinggi yang berlangsung lama mengakibatkan otot jantung tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh akan berkurang.

    Baca Juga: Hipertensi? Stop Konsumsi 7 Asupan Berikut!

    • Kerusakan pada otak

    Otak merupakan salah satu organ yang sangat sensitif terhadap aliran darah dan suplai oksigen. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan pada otak seperti stroke, demensia sampai gangguan fungsi kognitif.

    • Kerusakan ginjal

    Ginjal berfungsi menyaring cairan dan darah untuk membuang zat yang sudah tidak dibutuhkan melalui urin. Ketika tekanan tinggi di dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Gangguan pada pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan gangguan berupa glomerulosclerosis sampai terjadinya gagal ginjal.

    • Gangguan pada mata

    Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah mata (retina), sehingga dapat menyebabkan gangguan pada mata seperti retinopati, choroidopathy, sampai kerusakan saraf mata (optic neuropathy) sampai terjadinya perdarahan pada mata sampai hilangnya penglihatan.

    • Gangguan fungsi seksual

    Impotensi atau gangguan ereksi umumnya dapat menyerang siapapun, baik usia tua maupun muda. Impotensi atau gangguan fungsi ereksi dapat disebabkan karena berbagai faktor seperti stress, masturbasi yang berlebihan, kebiasaan menonton film porno, kelelahan, kegemukan, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga, gangguan hormon, penyakit tertentu (misalnya, hipertensi, diabetes melitus dan gangguan metabolik lainnya) maupun akibat efek samping dari obat-obatan tertentu (misalnya, obat-obatan hipertensi).

    Penderita hipertensi beresiko menderita disfungsi ereksi karena tekanan darah tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah arteri mengeras dan menyempit (arteriosklerosis), sehingga aliran darah menuju organ vital menjadi terganggu yang artinya semakin sedikit darah yang mengalir ke penis.

    Selain dari faktor gangguan pembuluh darah akibat hipertensi, obat-obatan hipertensi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Seperti misalnya obat jenis diuretik, dan beta bloker.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai dampak hipertensi bagi tubuh. Untuk mendeteksi hipertensi sejak dini, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan RI. Hipertensi , Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah – Direktorat P2PTM.
    2. World Health Organization. Hypertension.
    3. Mayo Clinic. High blood pressure (hypertension) – Symptoms and causes.
    4. Mayo Clinic. How high blood pressure can affect your body.
    5. LeBrun N. 10 Complications of High Blood Pressure.
    6. Nazario, MD B. High Blood Pressure and Erectile Dysfunction.
    7. Mayo Clinic. High blood pressure and sex: Overcome the challenges.
    Read More
  • Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai […]

    Berbagai Jenis Penyakit yang Kerap Dialami Lansia

    Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi.

    Berbagai Jenis Penyakit yang Kerap Dialami Lansia

    Berbagai Jenis Penyakit yang Kerap Dialami Lansia

    Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai 26,20%. Namun pada tahun 2020, Indonesia berhasil mencapai titik terendah untuk angka kesakitan lansia yaitu sebanyak 24,35%, angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 24 dari 100 lansia mengalami sakit dalam sebulan terakhir.

    Pada umumnya, penyakit yang dialami lansia merupakan penyakit yang tidak menular dan bersifat degeneratif. Artinya, penyakit yang disebabkan karena adanya faktor dan proses penuaan. Seperti misalnya penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, rematik dan cedera. Penyakit tersebut bersifat kronis, menyebabkan disabilitas atau kecacatan pada lansia dan berbiaya besar.

    Kesadaran lansia terhadap keluhan kesehatan yang diderita sudah cukup baik. Mayoritas lansia mengobati keluhan kesehatan dengan mengobati diri sendiri atau berobat jalan sebanyak 96,12%. Namun masih ada sekitar 4 dari 100 orang lansia yang enggan mengobati keluhan kesehatannya.

    Sahabat Sehat, apa saja penyakit yang kerap diderita lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyakit yang Kerap Diderita Lansia

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit yang sering dialami oleh lansia yaitu :

    Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang paling sering dialami oleh pasien lansia, yaitu sebanyak 54%. Tekanan darah tinggi adalah kondisi saat jantung memompa darah dengan kuat namun pembuluh darah sempit sehingga aliran darah menjadi tertahan sehingga tekanan pada pembuluh darah menjadi tinggi.

    Hipertensi  dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya seperti stroke dan serangan jantung. Berikut ini hal yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah, antara lain:

    • Menjaga berat badan agar tetap normal
    • Mengendalikan stress
    • Batasi konsumsi alkohol dan juga garam
    • Olahraga secara teratur
    • Periksa tekanan darah secara teratur ke fasilitas kesehatan terdekat.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Kadar Kolesterol Tinggi

    Sebanyak 47% lansia mengalami kadar kolesterol tinggi didalam darah, hal ini dapat menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan pembekuan darah sehingga memicu gangguan jantung. Berikut ini gaya hidup yang dapat mengurangi resiko tingginya kolesterol darah:

    • Hindari merokok dan juga mengkonsumsi alkohol
    • Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur
    • Kendalikan berat badan 
    • Hindari makanan yang mengandung lemak berlebih.

    Artritis

    Sebanyak 31% lansia mengalami penyakit peradangan pada sendi atau yang disebut dengan artritis, yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada sendi. Artritis biasanya terjadi pada wanita berusia lebih dari 60 tahun keatas.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya artritis:

    • Olahraga secara teratur selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu seperti aerobic, dan pemanasan ringan 
    • Mengendalikan berat badan agar meringankan beban sendi kaki dalam menopang berat badan.
    • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera sendi
    • Hindari merokok.

    Baca Juga: Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Penyakit Jantung Koroner

    Sebanyak 29% lansia mengalami penyakit jantung koroner yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen untuk memompa darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan plak ini berasal dari kolesterol yang menumpuk di dalam pembuluh darah secara bertahun-tahun sehingga menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah.

    Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya :

    • Hindari mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, gula dan garam
    • Tidur minimal 7 jam setiap malam
    • Management stress
    • Olahraga kardio secara teratur seperti jalan pagi, berlari, berenang atau bersepeda.

    Diabetes

    Diketahui sekitar 27% lansia menderita diabetes, yang diakibatkan karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau tubuh resisten terhadap insulin sehingga menyebabkan gula darah terlampau tinggi didalam darah. Akibatnya kadar gula darah meningkat dan tubuh kekurangan energi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

    Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah naiknya gula darah, antara lain:

    • Makan makanan sehat, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung gula, karbohidrat dan kalori.
    • Olahraga minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
    • Turunkan berat badan sebanyak 5-7% dari berat badan saat ini apabila sudah termasuk pre-diabetes.

    Baca Juga: Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Gangguan Ginjal

    18% pasien lansia mengalami gangguan ginjal kronis atau CKD (Chronic Kidney Disease) atau menurunnya fungsi ginjal seiring bertambahnya usia. Pasien dengan CKD memiliki resiko lebih besar juga timbulnya gagal ginjal dan gagal jantung. Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya CKD:

    • Mengenal apa saja faktor yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal misalnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tak terkontrol.
    • Memeriksakan secara rutin fungsi ginjal, dengan tujuan mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan ginjal.

    Gangguan Jantung

    Sekitar 14% lansia diketahui menderita gangguan jantung yang menyebabkan pasokan darah dan juga nutrisi ke organ tubuh tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi jantung mungkin akan membesar, memompa darah lebih cepat dibanding dengan yang tubuh butuhkan sehingga akan menimbulkan gejala seperti cepat lelah, nyeri kepala, mual kebingungan dan menurunnya nafsu makan. Satu-satunya cara mencegah terjadinya gangguan jantung adalah dengan memeriksakan kesehatan jantung secara berkala dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

    Baca Juga: Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Depresi

    Sekitar 14% lansia mengalami depresi dengan gejala perasaan sedih, merasa tidak berdaya, kelelahan yang berkepanjangan, sulit untuk menentukan tujuan atau sulit mengambil keputusan, kehilangan nafsu makan, kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas.

    Banyak hal yang dapat dihindari agar tidak terjadi depresi saat lansia, antara lain :

    • Management level stress dengan meditasi, berbicara dan berbagi masalah yang sedang dialami dengan kerabat terdekat.
    • Makan makanan sehat dan teratur. Makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat berpengaruh pada mood, selain itu, makanan yang sehat dapat meningkatan pelepasan hormon endorphin (hormon bahagia). 
    • Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol serta makanan manis.
    • Olahraga yang teratur
    • Berkonsultasi dengan dokter apabila sudah mengalami gejala depresi seperti gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

    Penyakit Alzheimer

    Sebanyak 11% lansia mengalami alzheimer atau penyakit demensia tipe lainnya, yang ditandai dengan hilangnya daya ingat dan kemampuan berpikir serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Demensia bukan merupakan penyakit akibat proses penuaan, tetapi disebabkan karena adanya perubahan fungsi otak dari waktu ke waktu. Faktor yang memperbesar terjadinya resiko demensia antara lain keturunan, riwayat keluarga yang mengalami alzheimer, gaya hidup (tidak terlalu banyak aktivitas fisik). 

    Untuk mengurangi resiko demensia, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti :

    • Meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga
    • Tidur cukup, minimal 7 jam per hari
    • Pilih makanan yang sehat (makanan junk food, dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan otak).

    Gangguan Pernapasan

    Sebanyak 11% lansia mengalami gangguan pernapasan berupa PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Penyakit ini merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan gejala batuk terus menerus, nyeri pada dada dan kesulitan bernapas serta nafas pendek. Penyebab PPOK antara lain merokok, perokok pasif, maupun akibat menghirup bahan kimia beracun dan debu yang dapat mengiritasi paru-paru.

    Baca Juga: Apa itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis penyakit yang kerap dialami lansia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di RS.
    2. Kata Data. Angka Kesakitan Lansia di Indonesia 2015-2019.
    3. Ayu R. Cetak Rekor Terendah, Angka Kesakitan Lansia Jadi 24,35% pada 2020.
    4. Madeline R. Vann M, Pat F. Bass III M. The 15 Most Common Health Concerns for Seniors.
    5. The National Council on Aging. The Top 10 Most Common Chronic Conditions in Older Adults.
    6. Daily Caring. 10 Most Common Chronic Diseases in Older Adults: Tips to Prevent and Manage.
    Read More
  • Seiring bertambahnya usia, Sahabat Sehat mungkin mudah merasa khawatir akan kondisi kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang mungkin Sahabat Sehat alami yaitu demensia. Sahabat Sehat, apakah ada cara untuk mencegah demensia? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Demensia ? Demensia diartikan sebagai hilangnya ingatan, serta ketidakmampuan dalam menjalani pekerjaan dan aktivitas kehidupannya secara mandiri. Kondisi […]

    3 Langkah Yang Harus Anda Lakukan Untuk Mencegah Demensia

    Seiring bertambahnya usia, Sahabat Sehat mungkin mudah merasa khawatir akan kondisi kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang mungkin Sahabat Sehat alami yaitu demensia. Sahabat Sehat, apakah ada cara untuk mencegah demensia? Mari simak penjelasan berikut.

    3 Langkah Yang Harus Anda Lakukan Untuk Mencegah Demensia

    3 Langkah Yang Harus Anda Lakukan Untuk Mencegah Demensia

    Apa Itu Demensia ?

    Demensia diartikan sebagai hilangnya ingatan, serta ketidakmampuan dalam menjalani pekerjaan dan aktivitas kehidupannya secara mandiri. Kondisi ini dapat disebabkan karena berbagai hal misal cedera ataupun proses penuaan. 

    Bagaimana Mencegah Demensia ?

    Untuk mencegah demensia, Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan berbagai hal berikut di rumah :

    1. Olahraga teratur

    Rutin melakukan latihan fisik dipercaya dapat menurunkan risiko demensia hingga 50%. Selain itu, olahraga juga dapat memperlambat kerusakan pada mereka yang telah menunjukan adanya masalah kognitif. Lakukan kombinasi olahraga kardio dan latihan kekuatan otot. Bagi pemula, Sahabat Sehat dapat memulainya dengan olahraga jalan santai atau berenang.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    2. Mengikuti aktivitas sosial

    Dengan tetap terlibat dalam aktivitas sosial, Sahabat Sehat dapat melindungi diri dari penyakit demensia di kemudian hari. Lakukan beberapa aktivitas berikut dirumah :

    • Mengikuti aktivitas sukarelawan.
    • Bergabung dengan komunitas lokal atau grup sosial.
    • Mengunjungi pusat komunitas lokal.
    • Mengikuti kelas kelompok (seperti senam, pengajian, atau keterampilan).
    • Menjalin hubungan baik dengan tetangga.
    • Membuat acara mingguan dengan teman-teman.
    • Berekreasi bersama keluarga.
    • Menjaga pola makan

    Baca Juga: Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Mengatur pola makan menjadi salah satu langkah efektif dalam mengurangi terjadinya peradangan dan dapat melindungi otak Sahabat Sehat. Mengonsumsi makanan manis dan karbohidrat olahan berlebih seperti tepung putih, nasi putih, dan pasta dapat memicu lonjakan besar pada gula darah sehingga akan mempengaruhi kinerja otak. Sebaiknya konsumsi buah, sayur, serta kendalikan berat badan agar tidak berlebih. 

    Konsumsi lemak omega 3. DHA yang terkandung dalam lemak omega 3 terbukti dapat membantu mencegah penyakit demensia dengan mengurangi plak beta-amyloid.

    Sumber makanan yang banyak mengandung omega 3 yakni berbagai jenis ikan air dingin seperti ikan salmon, tuna, mackerel, trout, sarden dan rumput laut. Selain itu, omega 3 juga dapat dipenuhi dari suplemen minyak ikan.

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    3. Melatih mental

    Untuk mencegah demensia, Sahabat Sehat harus terus melatih otak misalnya belajar bahasa asing, berlatih alat musik, atau mempelajari berbagai keterampilan baru untuk melatih otak.

    • Permainan asah otak dan strategi seperti bermain puzzle, tebak gambar, dan lainnya turut dapat melatih mental Sahabat Sehat. 
    • Mengelola stress

    Depresi dan stress kronis yang berlangsung terus-menerus dapat sangat membebani otak dan berujung pada penyusutan di area memori utama. Kondisi ini akan menghambat sel saraf, dan meningkatkan risiko penyakit demensia.

    Latihan pola pernapasan, berdoa, meditasi, refleksi, dan ibadah lainnya secara teratur dapat membuat mental Sahabat Sehat lebih kuat terhadap pemicu stress yang mungkin akan dihadapi.

    Baca Juga: Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun?

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips yang dapat dilakukan untuk mencegah demensia. Untuk mencegah demensia, Sahabat Sehat dapat mencukupi asupan gizi dengan mengkonsumsi buah dan sayur serta multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Smith M, Segal J, Robinson L. Preventing Alzheimer’s and Dementia—or Slowing its Progress.
    2. Alzheimer’s Society. How to reduce your risk of Alzheimer’s and other dementias.
    3. Better Health Channel. Dementia – reducing your risk.
    4. Alzheimer’s gov. Reducing Your Risk for Dementia.
    5. National Health Service. Dementia guide.
    Read More
  • Stroke akan terjadi saat pembuluh darah di otak pecah dan mengalami pendarahan, atau ketika terjadi penyumbatan aliran darah di otak. Pecahnya atau adanya penyumbatan pada pembuluh darah membuat darah dan oksigen tidak mengalir hingga jaringan otak. Tanpa oksigen, sel-sel dan jaringan otak akan rusak dan perlahan akan mati dalam beberapa menit. Sahabat Sehat, apa saja […]

    Tanda dan Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai

    Stroke akan terjadi saat pembuluh darah di otak pecah dan mengalami pendarahan, atau ketika terjadi penyumbatan aliran darah di otak. Pecahnya atau adanya penyumbatan pada pembuluh darah membuat darah dan oksigen tidak mengalir hingga jaringan otak. Tanpa oksigen, sel-sel dan jaringan otak akan rusak dan perlahan akan mati dalam beberapa menit.

    Tanda dan Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai

    Tanda dan Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai

    Sahabat Sehat, apa saja gejala stroke yang harus diwaspadai ? Mari simak penjelasan berikut. 

    Gejala Stroke

    Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit stroke dipengaruhi oleh seberapa luas area otak yang mengalami perdarahan atau sumbatan. Beberapa tanda-tanda berikut ini patut untuk diwaspadai sebagai gejala umum stroke, antara lain:

    • Kelumpuhan
    • Mati rasa atau kelemahan di wajah, lengan, dan kaku terutama di salah satu sisi tubuh
    • Kesulitan dalam berbicara atau memahami ucapan
    • Bicara cadel
    • Kesulitan melihat pada satu atau kedua mata
    • Kesulitan berjalan
    • Gangguan keseimbangan
    • Pusing
    • Sakit kepala berat secara tiba-tiba

    Stroke merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan medis secepatnya. Jika Sahabat Sehat atau orang lain mengalami beberapa gejala di atas, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Baca Juga: Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

    Komplikasi Stroke

    Stroke dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti berikut :

    • Trombosis Vena Dalam

    Sebagian besar penderita stroke dapat mengalami penggumpalan darah di tungkai sehingga  mengalami kelumpuhan. Hal ini terjadi akibat terhentinya pergerakan pada otot tungkai, sehingga membuat aliran pembuluh darah balik kaki menjadi terganggu.

    • Hidrosefalus

    Terjadinya penumpukan cairan otak di dalam rongga jauh di dalam otak. Kondisi ini umumnya dialami oleh penderita stroke akibat pendarahan otak. 

    • Disfagia

    Stroke dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem refleks menelan, sehingga mengakibatkan makanan dan minuman masuk ke dalam saluran pernapasan.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Jika Sahabat Sehat mengalami berbagai gejala diatas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Sangat dianjurkan untuk menghubungi keluarga atau pengasuh agar menemani Sahabat Sehat saat menuju ke fasilitas kesehatan. 

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala stroke. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Plan N. Stroke care.
    2. Hopkins Medicine. Stroke.
    3. Healthline. Stroke: Symptoms, Causes, Treatment, Types & More.
    4. Web MD. What Do You Know About Strokes? 
    5. American Stroke Association. About Stroke.
    Read More
  • Depresi pada lansia dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan. Sayangnya masih banyak yang mengabaikan kondisi mental para lansia. Kasus depresi ini banyak terjadi dan rentan dialami lansia yang harus tinggal seorang diri karena anak-anaknya harus pergi merantau. Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang seringkali dialami oleh lanjut usia (lansia). Banyak sekali faktor resiko serta […]

    Berikut ini Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Depresi

    Depresi pada lansia dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan. Sayangnya masih banyak yang mengabaikan kondisi mental para lansia. Kasus depresi ini banyak terjadi dan rentan dialami lansia yang harus tinggal seorang diri karena anak-anaknya harus pergi merantau.

    Berikut ini Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Depresi

    Berikut ini Alasan Mengapa Lansia Rentan Mengalami Depresi

    Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang seringkali dialami oleh lanjut usia (lansia). Banyak sekali faktor resiko serta alasan yang dikaitkan dengan meningkatnya kejadian depresi pada usia lanjut. Kemajuan dalam bidang kesehatan di Indonesia disertai dengan peningkatan sosial ekonomi dan pengetahuan masyarakat berakibat pada peningkatan kesejahteraan rakyat yang akhirnya meningkatkan harapan hidup. Peningkatan ini menyebabkan jumlah penduduk yang tergolong lanjut usia semakin bertambah setiap tahunnya.1,2

    Memahami Penyebab dan Gejala Depresi pada Lansia

    Seiring dengan bertambahnya usia, proses penuaan yang terjadi tidak dapat dihindari dan setiap individu akan mengalami perubahan  baik pada fisik atau tubuhnya dan juga dengan mentalnya. Disamping itu, para lansia juga harus dihadapkan dengan berbagai permasalahan seperti perubahan kedudukan sosial, kehilangan pekerjaan (pensiun), resiko terkena penyakit, serta kehilangan orang yang mereka cintai.

    Kejadian depresi pada lansia seringkali tidak terdeteksi, salah diagnosis ataupun bahkan tidak mendapatkan penanganan. Gejala depresi seringkali dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. Padahal depresi pada usia lanjut dapat berakibat buruk, dan apabila tidak ditangani dengan baik maka dapat menurunkan kualitas hidup lansia bahkan menyebabkan kematian.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk tahu apa saja yang dapat menyebabkan lansia mengalami depresi, gejala depresi, serta cara menangani depresi pada mereka yang lanjut usia.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Faktor Penyebab Depresi Pada Lansia

    Depresi pada lansia juga disebut sebagai late life depression. Lansia rentan sekali terhadap depresi. Biasanya disebabkan karena beberapa faktor risiko, misalnya:

    Masalah Kesehatan

    Lansia rentan menderita penyakit degeneratif (penyakit yang terjadi akibat proses penuaan), seperti misalnya osteoarthritis, stroke dan penyakit lainnya yang menyebabkan kecacatan atau penurunan daya ingat mengakibatkan kualitas hidup lansia menurun. Hal ini sering kali sebagai pemicu seseorang terjadi depresi.

    Kesepian dan Rasa Terisolasi

    Faktor-faktor seperti tinggal dan hidup sendirian tanpa interaksi sosial, lingkaran sosial yang semakin sempit, perpisahan akibat kematian dan tidak bekerja (masa pensiun) akan memicu terjadinya depresi pada lansia.

    Krisis Identitas

    Masa pensiun akan menyebabkan hilangnya identitas, status, kepercayaan diri, keamanan finansial dan meningkatkan resiko terjadinya depresi. Selain itu keterbatasan fisik pada aktivitas yang biasanya dikerjakan dan dinikmati juga akan mempengaruhi tujuan hidup para lansia.

    Baca Juga: Kenali 3 Vaksinasi yang Penting untuk Lansia

    Ketakutan

    Rasa takut akan penyakit yang sedang dialami dan takut akibat kematian akan menjadikan lansia rentan terjadi rasa cemas atau gelisah. Selain itu, masalah keuangan dan juga kesehatan juga dapat menjadi pemicu terjadinya depresi.

    Kesepian Akibat Kehilangan Orang yang Disayangi

    Kematian teman, anggota keluarga, pasangan adalah penyebab depresi yang paling sering dialami lansia.  Selain menimbulkan rasa kehilangan dan kesendirian, hal ini juga menyebabkan rasa duka yang dapat menyebabkan perasaan tertekan yang berujung pada depresi.

    Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bahwa penyebab depresi pada lansia tentunya berbeda dengan depresi pada usia muda. Pada usia lanjut, depresi berkaitan dengan kondisi penyakit kronis dan disabilitas (membutuhkan bantuan orang lain untuk aktifitas sehari-hari). Depresi pada usia lanjut akan berisiko pada masalah kesehatan seperti gangguan jantung, serangan jantung hingga timbul kematian apabila tidak diatasi dengan cepat.

    Gejala Depresi Pada Lansia

    Sangat penting untuk memahami kondisi kesehatan seorang lansia. Kerap kali para lansia tidak mengatakan apa yang sedang mereka rasakan. Sahabat Sehat, berikut ini adalah berbagai gejala yang dapat diidentikkan dengan kemungkinan mengalami depresi di usia lanjut:

    • Mudah merasa lelah
    • Sulit tidur dan mudah terbangun
    • Mudah tersinggung
    • Bingung
    • Mencari perhatian
    • Berat badan menurun
    • Nyeri pada tubuh
    • Muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri
    • Tidak dapat berkonsentrasi.

    Depresi yang dialami para lanjut usia dapat meningkatkan risiko bunuh diri, terutama pada laki-laki lanjut usia. Rata-rata yang berusia 80-84 tahun akan memiliki kecenderungan 2x lipat untuk melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan mereka yang berada pada usia muda. Oleh karena itu, apabila keluarga yang sudah lanjut usia dan mempunyai gejala seperti diatas, jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter psikiatri.

     

    Tips Mencegah Depresi Pada Lansia

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai tips yang dapat dilakukan untuk mencegah depresi pada lansia. Berikut ini perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan:

    • Meningkatkan aktivitas fisik lansia, misalnya berkebun
    • Mencoba hobi dan kesenangan baru
    • Berkunjung ke rumah keluarga atau kerabat terdekat
    • Makan makanan bergizi dan teratur
    • Jadwalkan waktu tidur dengan teratur.
    • Jangan biarkan lansia untuk tinggal seorang diri.
    • Bergabung dengan grup sosial khusus lansia.

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Demikianlah beberapa poin penting mengenai depresi pada lansia yang perlu kita ketahui bersama. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Prabhaswari L, Luh Putu Ariastuti N. GAMBARAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PETANG I KABUPATEN BADUNG BALI 2015.
    2. How to spot the signs and detect depression in elderly people.
    3. Fulghum Bruce, PhD D, Casarella, M J. Depression in Older Adults.
    4. J. Legg, Ph.D., CRNP T, Krans B. Geriatric Depression (Depression in Older Adults).
    5. BPAC. Depression in elderly people.
    Read More
  • Jantung merupakan salah satu organ yang paling penting bagi tubuh karena tugasnya adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk memeriksa kesehatan jantung, mungkin Sahabat Sehat telah mendengar berbagai macam jenis pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan darah, rekam jantung, hingga Computerized Tomography scan (CT-scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung. Salah satunya terdapat sebuah tes yang dinamakan […]

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Jantung merupakan salah satu organ yang paling penting bagi tubuh karena tugasnya adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk memeriksa kesehatan jantung, mungkin Sahabat Sehat telah mendengar berbagai macam jenis pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan darah, rekam jantung, hingga Computerized Tomography scan (CT-scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung. Salah satunya terdapat sebuah tes yang dinamakan Tes Treadmil Jantung.

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Tes treadmil jantung merupakan suatu bentuk pemeriksaan stres kardiovaskular yang menggunakan alat treadmil, elektrokardiografi (EKG) atau alat rekam jantung dan alat tensi. Tes ini dilakukan agar dokter dapat mengetahui seberapa baik jantung Sahabat Sehat menghadapi beban saat beraktivitas.

    Saat beraktivitas, tubuh Sahabat Sehat memerlukan lebih banyak oksigen maka jantung akan bekerja lebih berat. Tes treadmil dapat menilai apabila peredaran darah pada pembuluh darah jantung berkurang. Selain itu, tes ini juga dapat membantu dokter menentukan jenis olahraga apa yang diperbolehkan untuk Sahabat Sehat.

    Bagaimana Prosedur Tes Treadmill Jantung ?

    Saat melakukan tes treadmil jantung, ada beberapa prosedur yang akan dilakukan. Beberapa prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Dipasangkan alat rekam jantung (EKG) dan alat tensi untuk memonitor jantung.
    2. Mesin treadmil akan dinyalakan, kecepatan akan perlahan ditingkatkan dan kemiringan dari treadmil akan semakin menanjak.
    3. Selama tes treadmill, pemeriksaan EKG dan tensi dilakukan berulang.
    4. Tes akan berlangsung selama beberapa menit, tes dapat dihentikan apabila target tercapai.
    5. Setelah tes dihentikan, Sahabat Sehat akan dipersilahkan untuk beristirahat dan akan dilakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG) dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah kembali.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Dokter akan meminta Sahabat Sehat melakukan tes treadmil jantung untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner. Apabila Sahabat Sehat memiliki keluhan seperti nyeri dada dan pemeriksaan jantung (EKG) hasilnya normal, maka tes treadmil dapat dilakukan untuk melihat kondisi jantung Sahabat Sehat saat menghadapi beban aktivitas.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah menjalani prosedur medis pada jantung juga disarankan oleh dokter untuk menjalani tes ini sebagai evaluasi kondisi jantung. Tes treadmil jantung juga dapat membantu untuk menentukan tingkat batasan aman berolahraga untuk Sahabat Sehat.

    Temukan: Berbagai Produk untuk Kebutuhan Jantung Anda

    Kondisi yang Tidak Diperkenankan Melakukan Tes Treadmil

    Terdapat beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan tes treadmill, misalnya : 

    • Riwayat serangan jantung dalam 2-3 hari yang lalu
    • Nyeri dada tidak stabil yang belum diatasi dengan pengobatan
    • Denyut jantung yang tidak teratur hingga mengganggu keseimbangan tubuh. 

    Sahabat Sehat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan tes treadmil jantung. Pemeriksaan tes treadmil jantung dapat dikatakan relatif murah dibandingkan pemeriksaan lain untuk jantung. Tes ini juga tidak melibatkan sinar radiasi sehingga aman untuk dilakukan. Salah satu keterbatasannya berupa Sahabat Sehat harus dapat berjalan hingga berlari untuk melakukan tes tersebut dan menimbulkan kelelahan.

    Baca Juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan saat Skrining Penyakit Jantung

    Kegunaan Tes Treadmill Jantung

    Secara umum, tes treadmil jantung dilakukan untuk mendiagnosis apakah Sahabat Sehat menderita penyakit jantung koroner. Tes ini dapat menilai kondisi jantung Sahabat Sehat saat sedang melakukan aktivitas. Tes treadmil termasuk tes yang sederhana, aman, dan relatif tidak mahal. Hasil dari pemeriksaan tes treadmil kemudian dibaca dan dinilai oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. 

    Baca Juga: Mengenal Gagal Jantung Kongestif dan Pencegahannya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tes treadmill jantung. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan treadmill jantung, konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Vilcant V, Zeltser R. Treadmill Stress Testing.
    2. American Heart Association. Exercise Stress Test.
    3. Garner K, Pomeroy W, Arnold J. Exercise Stress Testing: Indications and Common Questions.
    4. Medscape. Treadmill Stress Testing: Background, Indications and Contraindications, Technical Considerations.
    5. Medline Plus. Stress Tests: MedlinePlus Medical Test.
    Read More

Showing 1–10 of 22 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com