Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh?

Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit atau dalam keadaan cukup istirahat atau dengan kondisi tenang.

Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh

Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh?

Diperkirakan sebanyak 1.28 milyar orang dengan rentang usia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, dua pertiganya berasal dari negara dengan penghasilan menengah kebawah. Sebanyak 46% pasien hipertensi tidak menyadari bahwa mereka memiliki darah tinggi, dan kurang dari 42% pasien sudah didiagnosis hipertensi dan mendapat pengobatan hipertensi.

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian pada usia muda dan terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan dengan rentang tahun 2010 sampai 2030 akan terjadi peningkatan pasien hipertensi sebesar 30%. Sahabat Sehat, bagaimana dampak hipertensi bagi tubuh ? Mari simak penjelasan berikut.

Komplikasi Hipertensi

Sahabat Sehat, apabila tekanan darah tinggi tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada organ tubuh seperti :

  • Kerusakan pada pembuluh darah arteri

Pembuluh darah arteri yang sehat lentur, kuat dan elastis sehingga dapat mengalirkan darah yang membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh terutama bagi organ vital didalam tubuh. Hipertensi menyebabkan tekanan yang terlalu tinggi pada pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan sumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

  • Gangguan pada jantung

Pada jantung, hipertensi dapat memicu timbulnya berbagai kondisi berikut :

1. Penyakit Jantung Koroner

Pembuluh darah arteri yang membawa oksigen dan nutrisi bagi otot jantung rusak akibat tekanan darah yang terlalu tinggi. Akibatnya, terjadi sejumlah gangguan pada jantung seperti angina (nyeri dada), gangguan irama jantung (aritmia) dan terjadi gagal jantung.

2. Perbesaran Jantung

Akibat tekanan darah yang terlalu tinggi, menyebabkan jantung perlu berusaha lebih tinggi untuk memompa darah sehingga menyebabkan otot jantung membesar. Kondisi ini akan mengakibatkan gagal jantung, serangan jantung dan kematian jantung mendadak.

3. Gagal Jantung

Gagal jantung diakibatkan karena tekanan darah tinggi yang berlangsung lama mengakibatkan otot jantung tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh akan berkurang.

Baca Juga: Hipertensi? Stop Konsumsi 7 Asupan Berikut!

  • Kerusakan pada otak

Otak merupakan salah satu organ yang sangat sensitif terhadap aliran darah dan suplai oksigen. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan pada otak seperti stroke, demensia sampai gangguan fungsi kognitif.

  • Kerusakan ginjal

Ginjal berfungsi menyaring cairan dan darah untuk membuang zat yang sudah tidak dibutuhkan melalui urin. Ketika tekanan tinggi di dalam darah dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Gangguan pada pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan gangguan berupa glomerulosclerosis sampai terjadinya gagal ginjal.

  • Gangguan pada mata

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah mata (retina), sehingga dapat menyebabkan gangguan pada mata seperti retinopati, choroidopathy, sampai kerusakan saraf mata (optic neuropathy) sampai terjadinya perdarahan pada mata sampai hilangnya penglihatan.

  • Gangguan fungsi seksual

Impotensi atau gangguan ereksi umumnya dapat menyerang siapapun, baik usia tua maupun muda. Impotensi atau gangguan fungsi ereksi dapat disebabkan karena berbagai faktor seperti stress, masturbasi yang berlebihan, kebiasaan menonton film porno, kelelahan, kegemukan, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga, gangguan hormon, penyakit tertentu (misalnya, hipertensi, diabetes melitus dan gangguan metabolik lainnya) maupun akibat efek samping dari obat-obatan tertentu (misalnya, obat-obatan hipertensi).

Penderita hipertensi beresiko menderita disfungsi ereksi karena tekanan darah tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah arteri mengeras dan menyempit (arteriosklerosis), sehingga aliran darah menuju organ vital menjadi terganggu yang artinya semakin sedikit darah yang mengalir ke penis.

Selain dari faktor gangguan pembuluh darah akibat hipertensi, obat-obatan hipertensi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Seperti misalnya obat jenis diuretik, dan beta bloker.

Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai dampak hipertensi bagi tubuh. Untuk mendeteksi hipertensi sejak dini, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Hipertensi , Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah – Direktorat P2PTM.
  2. World Health Organization. Hypertension.
  3. Mayo Clinic. High blood pressure (hypertension) – Symptoms and causes.
  4. Mayo Clinic. How high blood pressure can affect your body.
  5. LeBrun N. 10 Complications of High Blood Pressure.
  6. Nazario, MD B. High Blood Pressure and Erectile Dysfunction.
  7. Mayo Clinic. High blood pressure and sex: Overcome the challenges.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com