Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 1032 results

  • Ditinjau oleh: dr.Monica Cynthia Dewi Artis Aurel Hermansyah baru-baru ini menceritakan bahwa Ia telah mengalami keguguran. Sebelum lebaran, Aurel mengaku sempat alami pendarahan dan perut terasa nyeri.  Nah Sahabat Sehat, apa saja faktor resiko penyebab keguguran ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Keguguran ? Keguguran adalah kondisi terhentinya kehamilan pada saat usia kandungan belum […]

    Calon Ibu Wajib Tahu ! Kenali Faktor Resiko Penyebab Keguguran

    Ditinjau oleh: dr.Monica Cynthia Dewi

    Artis Aurel Hermansyah baru-baru ini menceritakan bahwa Ia telah mengalami keguguran. Sebelum lebaran, Aurel mengaku sempat alami pendarahan dan perut terasa nyeri. 

    Nah Sahabat Sehat, apa saja faktor resiko penyebab keguguran ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Keguguran ?

    Keguguran adalah kondisi terhentinya kehamilan pada saat usia kandungan belum mencapai 20 minggu. Sekitar 10-20% wanita hamil pernah mengalami keguguran, namun persentase keguguran bisa saja lebih tinggi karena banyaknya wanita yang tidak sadar bahwa sedang mengandung.

    Apa Saja Faktor Resiko Penyebab Keguguran ?

    Sahabat Sehat, berikut beberapa faktor resiko yang meningkatkan potensi terjadinya keguguran:

    1. Kelainan Genetik Janin

    Sekitar 50% kasus keguguran berkaitan dengan kelainan kromosom janin yang dapat menyebabkan kondisi hamil kosong (Blighted Ovum), kematian janin dalam kandungan dan hamil anggur (Mola Hidatidosa).

    2. Usia Ibu

    Dari sebuah penelitian menunjukan bahwa risiko keguguran meningkat hingga 12-15% pada wanita hamil yang berusia sekitar 20 tahun dan resiko keguguran meningkat mencapai 25% pada wanita hamil yang berusia sekitar 40 tahun.

    3. Kondisi Kesehatan Ibu

    Gangguan kesehatan berikut dapat berdampak pada proses perkembangan janin, yaitu : kencing manis yang tidak terkontrol dengan baik, gangguan hormon, kelainan pada rahim dan serviks, gangguan kelenjar tiroid, tekanan darah tinggi, hingga penyakit autoimun. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit, sebaiknya melakukan kontrol rutin ke dokter terutama selama masa kehamilan.

    4. Infeksi Selama Hamil

    Infeksi seperti rubella (cacar jerman), CMV (cytomegalovirus), HIV, klamidia, gonore, sifilis, vaginosis bakterial selama hamil diketahui meningkatkan resiko keguguran.

    5. Efek Samping Obat

    Obat-obatan seperti misoprostol, retinoid, dan obat pereda nyeri meningkatkan resiko keguguran. Sahabat Sehat sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum konsumsi obat selama masa kehamilan.

    6. Pola Hidup

    Pola hidup yang kurang baik seperti merokok dan konsumsi alkohol selama masa kehamilan, dapat meningkatkan resiko keguguran. Selain itu, berat badan Ibu yang kurang ataupun berat badan berlebih turut meningkatkan resiko keguguran.

    7. Riwayat Keguguran Berulang

    Wanita yang memiliki riwayat keguguran 2 kali atau lebih secara berturut-turut memiliki resiko kembali mengalami keguguran di kehamilan selanjutnya. 

    Bagaimana Mencegah Keguguran ?

    Untuk mencegah keguguran, Sahabat Sehat disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

    1. Rutin kontrol ke dokter selama masa kehamilan
    2. Hindari faktor resiko seperti merokok dan minuman beralkohol, serta hindari konsumsi obat tanpa saran dokter.
    3. Konsumsi susu ibu hamil dan multivitamin

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai faktor resiko keguguran sehingga Sahabat Sehat dapat lebih waspada selama masa kehamilan. 

    Baca juga : 4 Hal Penting dari pemeriksaan kehamilan antenatal care

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Janati F. Tangis Aurel Hermansyah Pecah Cerita Alami Pendarahan hingga Keguguran [internet]. Indonesia : Kompas; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.kompas.com/hype/read/2021/05/19/130421866/tangis-aurel-hermansyah-pecah-cerita-alami-pendarahan-hingga-keguguran
    2. Cleveland Clinic. Miscarriage [internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage
    3. The National Health Service. Miscarriage [internet]. UK : The National Health Service; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/causes/#:~:text=Things%20that%20increase%20your%20risk&text=in%20women%20under%2030%2C%201,pregnancies%20will%20end%20in%20miscarriage
    4. Mayo Clinic. Miscarriage [internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 19 Mei 2021]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298#:~:text=Certain%20uterine%20abnormalities%20or%20weak,increase%20the%20risk%20of%20miscarriage.
    Read More
  • Tanggal 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi. Hari Hipertensi Sedunia kali ini mengambil tema “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer!”, berfokus pada tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi yang saat ini masih tergolong rendah. Disamping konsumsi obat penurun tekanan darah, penderita Hipertensi […]

    Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Tanggal 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi. Hari Hipertensi Sedunia kali ini mengambil tema “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer!”, berfokus pada tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi yang saat ini masih tergolong rendah.

    Disamping konsumsi obat penurun tekanan darah, penderita Hipertensi harus menerapkan pola makan yang sehat seperti kaya akan serat, potasium dan magnesium, serta mengurangi asupan natrium dalam makanan. 

    Bagi Sahabat Sehat penderita hipertensi, berikut rekomendasi buah-buahan yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah :

    buah pencegah dehidrasi

    1. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi, blueberry, blackberry, raspberry, hingga cranberry mengandung vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan jenis antosianin yang dapat menurunkan tekanan darah.

    2. Pisang 

    Menurut American Heart Association, kandungan potasium dalam buah pisang dapat mengurangi efek buruk natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Sehingga buah pisang disarankan bagi penderita tekanan darah tinggi.

    3. Bit 

    Dari sebuah penelitian diketahui bahwa penderita hipertensi yang rutin konsumsi satu cangkir jus bit setiap hari selama empat minggu memiliki tekanan darah yang terkontrol dengan baik. Kandungan nitrat anorganik dalam buah bit diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    4. Kiwi 

    Kiwi mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    5. Semangka

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat Sehat konsumsi adalah semangka. Kandungan asam amino L-citrulline dan L-arginine pada semangka diketahui berperan dalam melancarkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

    6. Melon

    Buah melon kaya akan kalium, sehingga cocok untuk penderita hipertensi. Selain itu melon juga dapat mencegah risiko dehidrasi, menjaga sistem imun karena mengandung vitamin C, serta melancarkan sistem pencernaan. 

    7. Delima 

    Buah yang selanjutnya yang baik bagi penderita hipertensi adalah delima. Kandungan kalium dan polifenol dalam buah delima berperan sebagai antioksidan dan dipercaya mampu menurunkan tekanan darah.

    8. Jeruk

    Buah jeruk seperti jeruk peras, lemon, hingga jeruk nipis kaya akan vitamin C, vitamin A dan mineral lainnya yang dapat menurunkan tekanan darah. 

    9. Tomat 

    Sahabat Sehat, buah tomat kaya akan potasium dan likopen yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mencegah penyakit kanker, serta menjaga kesehatan jantung.

    10. Alpukat

    Selain untuk kesehatan kulit, buah alpukat juga berperan untuk menurunkan tekanan darah. Alpukat kaya akan vitamin dan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang baik untuk tekanan darah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah yang dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain menjaga asupan makanan, bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi disarankan untuk rutin berolahraga sehingga berat badan tetap ideal, mengelola stress dengan baik, serta rutin kontrol ke dokter.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Hipertensi, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. CNN Indonesia. Hari Hipertensi Sedunia: Ukur Tekanan Darah Secara Akurat [internet]. Indonesia : CNN Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210517123348-255-643257/hari-hipertensi-sedunia-ukur-tekanan-darah-secara-akurat
    2. Afifah M. 8 Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi [internet]. Indonesia : Kompas; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://health.kompas.com/read/2021/03/16/060100368/8-buah-untuk-menurunkan-darah-tinggi?page=all
    3. Hafidha S. 10 Buah Penurun Darah Tinggi, Cocok untuk Penderita Hipertensi [internet]. Indonesia : Liputan 6; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://hot.liputan6.com/read/4409338/10-buah-penurun-darah-tinggi-cocok-untuk-penderita-hipertensi 
    Read More
  • Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang belum mengetahui proses penelusuran (tracing) pada kasus Covid-19. Lantas bagaimana cara Kementerian Kesehatan menelusuri kasus Covid-19 di Indonesia ? Mari simak penjelasan berikut ini ! Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), pelacakan kontak erat pada kasus Covid-19 meliputi identifikasi orang yang mungkin terpapar virus SARS-CoV-2 dan pemantauan harian […]

    Sahabat Sehat, Bagaimana Cara Tracing Kasus Covid-19 di Indonesia ?

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang belum mengetahui proses penelusuran (tracing) pada kasus Covid-19. Lantas bagaimana cara Kementerian Kesehatan menelusuri kasus Covid-19 di Indonesia ? Mari simak penjelasan berikut ini !

    pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

    Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), pelacakan kontak erat pada kasus Covid-19 meliputi identifikasi orang yang mungkin terpapar virus SARS-CoV-2 dan pemantauan harian selama 14 hari. Tujuannya agar menghentikan proses penularan virus dengan membatasi mobilisasi orang yang menderita Covid-19. 

    WHO mendefinisikan “kontak” sebagai setiap orang yang berkontak langsung atau berada dalam jarak 1 meter selama setidaknya 15 menit dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, meski penderita Covid-19 tersebut tidak mengalami gejala apapun. Individu yang berkontak langsung dengan penderita Covid-19 harus menjalani karantina mandiri selama periode pemantauan 14 hari, untuk membatasi penyebaran Covid-19.

    Menurut WHO ketika diterapkan secara sistematis, pelacakan kontak dapat memutus rantai penularan Covid-19. Fokus pelacakan dilakukan pada lingkup rumah tangga, petugas kesehatan, serta tempat tertutup yang berisiko tinggi seperti asrama, panti sosial, rumah perawatan, dan fasilitas berjangka panjang lainnya.

    Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkapkan bahwa sistem 3T (testing, tracing, treatment) yang dilakukan di Indonesia telah salah sasaran. Sebagian masyarakat yang melakukan pemeriksaan Covid-19 (testing) adalah mereka yang mau bepergian, bukan orang yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau riwayat tinggal di wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

    Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD pada acara Kick Off Simulasi Contact Tracing oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kantor Kelurahan Krukut Jakarta Barat, Kamis 25 Februari 2021 mengungkapkan bahwa metode kontak tracing merupakan tulang punggung dalam upaya mengatasi COVID-19. Diperlukan pula sosialisasi hingga tingkat desa agar tidak  mengucilkan orang yang sedang melakukan isolasi mandiri.

    Seiring dengan ditingkatkannya aktivitas kontak tracing di Indonesia, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pada konferensi pers daring mengenai Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis 18 Maret 2021 mengungkap bahwa kini pelacakan kasus atau tracing di Indonesia sudah sesuai dengan standar WHO yakni mencapai 1/1.000 per hari.

    Nah, bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19 atau baru saja bepergian ke wilayah yang melaporkan transmisi lokal Covid-19 sebaiknya segera lakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Rizal J. Mengenal Proses Contact Tracing Pasien Corona, Bagaimana di Indonesia? [internet]. Indonesia: Kompas; [cited 17 Mei 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/28/154300865/mengenal-proses-contact-tracing-pasien-corona-bagaimana-di-indonesia-?page=all
    2. Putri C. Pengakuan Mengejutkan Menkes: Dari Vaksin ke Tracing Salah [internet]. Indonesia : CNBC Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.cnbcindonesia.com/news/20210122142044-4-218042/pengakuan-mengejutkan-menkes-dari-vaksin-ke-tracing-salah
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Wamenkes Sebut Tugas Contact Tracer Hilangkan Stigma Pengucilan [internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.kemkes.go.id/article/view/21022700004/wamenkes-sebut-tugas-contact-tracer-hilangkan-stigma-pengucilan.html
    4. Bona M. Satgas Klaim Tracing Indonesia Sudah Capai Standar WHO [internet]. Indonesia : Berita Satu; [cited 17 Mei 2021]. Available from : https://www.beritasatu.com/kesehatan/747785/satgas-klaim-tracing-indonesia-sudah-capai-standar-who 
    Read More
  • Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.      Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak […]

    Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.   

     

    Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak merah hingga reaksi lokal ditempat suntikan. Karena itu, yuk kenali dan cara mengatasi reaksi imunisasi si kecil, berikut ini:

    1. BCG (Tubercolosis)

    Reaksi : Dalam 2-6 minggu setelah si kecil imunisasi BCG maka akan timbul bisul kecil yang membesar dan luka dapat terbuka (ulserasi) selama 2 hingga 4 bulan yang akan sembuh secara perlahan dan berganti kulit pada bisul tersebut.

    Cara mengatasinya : Jika luka tersebut mengelurkan cairan, maka Bunda dapat mengkompresnya dengan cairan antiseptik. Segeralah membawa si kecil ke dokter bila cairan tersebut semakin banyak, luka semakin membesar atau semakin parah.

    Produk Terkait:

    2. Hepatitis B

    Reaksi: Setelah imunisasi Hepatitis B, biaasnya timbul demam namun tidak tinggi, timbul kemerahan pada tempat penyuntikan, bengkak, rasa nyeri disekitar sendi dan rasa mual.

    Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi reaksi tersebut, dianjurkan untuk si kecil minum lebih banyak baik ASI ataupun air buah. Saat si kecil demam, gunakanlah pakaian yang tipis lalu bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

    Produk Terkait:

    Namun jika demam belum turun, berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam. Saat si kecil demam boleh Bunda seka dengan air hangat. Apabila reaksi tersebut semakin berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    3. DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

    Reaksi : reaksi yang dapat terjadi setelah imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) ini antara lain terjadi demam tinggi, si kecil menjadi sedikit rewel, timbul kemerahan pada tempat suntikan, nyeri serta pembengkakan. Reaksi ini tidak akan berlangsung lama Bunda, kurang lebih selama 2 hari.

    Cara Mengatasinya : Cara mengatasinya yaitu beri si kecil minum lebih banyak dapat berupa ASI atau air buah. Sama seperti penanganan pada imunisasi Hepatitis B, beri pakaian yang lebih tipis jika si kecil demam, kompreslah bekas suntikan yang nyeri dengan air dingin, apabila demam dapat diberikan parasetamol 15 kg/kgbb setiap 3-4 jam dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    Si Kecil di perbolehkan mandi atau cukup diseka dengan air hangat dan bila reaksi si kecil lebih berat dibandingkan sebelumnya maka bawalah si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    4. Polio

    Reaksi: Pemberian imunisasi polio pada umumnya tidak memberikan dampak apapun. Namun sebagian kecil anak yang telah melakukan imunisasi akan merasa pusing, diare ringan dan nyeri otot.

    Cara Mengatasinya: karena reaksi ini jarang terjadi maka Bunda tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan apapun.

    Produk Terkait: Imunisasi 3 Bulan Komplit ke Rumah

    5. Campak dan MMR

    Reaksi: Hal yang dapat terjadi pasca imunisasi campak dan MMR yaitu berupa rasa tidak nyaman disekitar bekas penyuntikan.

    Terjadi beberapa gejala-gejala lain yang timbul  5-12 hari setelah penyuntikan seperti demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus atau tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telingan yang dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR.

    Cara Mengatasinya: Berilah si kecil minum lebih banyak seperti ASI atau air buah, jika demam gunakan pakaian yang tipis, kompreslah area bekas suntikan yang nyeri dengan menggunakan air dingin, bila demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimum 6 kali dalam 24 jam. Untuk membersihkan si kecil cukup disekan menggunakan air hangat. Apabila reaksi tersebut berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    Produk Terkait: Vaksinasi Campak ke Rumah

     

    6. DT (Diteri, Tetanus)

    Reaksi : Reaksi pasca imunisasi DT (Difteri, Tetanus) biasanya timbul kemerahan, bengkak dan nyeri sekitar bekas suntikan.

    Cara Mengatasinya: Kompreslah area bekas suntikan yang terasa nyeri dengan menggunakan air dingin. Bunda tenang saja karena imunisasi ini tidak memerlukan tindakan khusus.

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    Bila si kecil mengalami demam setelah imunisasi dan tak kunjung turun setelah diberi obat, maka periksakan ke dokter. Selalu catat apa yang dialami si kecil untuk imunisasi ke dua dan selanjutnya.

    Untuk mendapatkan kenyamanan imunisasi si kecil dan layanan imunisasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber:

    Trisbiantara, Irene. “Apa Saja Efek Samping Setelah Imunisasi?”. tanyadok.com

    IDAI. “Penjelasan Kepada Orang Tua Mengenai Imunisasi”. idai.or.id

    Read More
  • Sebentar lagi Lebaran tiba, dan tentunya Sahabat Sehat akan melaksanakan salat Idul Fitri. Seperti tahun sebelumnya, Lebaran tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Persyaratan Salat Tarawih 2021 di Luar Rumah Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada Selasa 4 Mei 2021 meminta kepada umat Islam untuk  melaksanakan ibadah salat Idul […]

    Wajib Tahu! Protokol Kesehatan Salat Idul Fitri 2021 di Luar Rumah

    Sebentar lagi Lebaran tiba, dan tentunya Sahabat Sehat akan melaksanakan salat Idul Fitri. Seperti tahun sebelumnya, Lebaran tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

    salat idul fitri 2021

    Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Persyaratan Salat Tarawih 2021 di Luar Rumah

    Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada Selasa 4 Mei 2021 meminta kepada umat Islam untuk  melaksanakan ibadah salat Idul Fitri di rumah saja.

    Menurutnya salat Idul Fitri bersifat tidak wajib sedangkan menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat adalah hal yang wajib.

    Meski demikian, Menteri Agama meminta kepada masyarakat yang tetap ingin melaksanakan salat Idul Fitri di luar rumah untuk memperhatikan status wilayahnya.

    Apabila termasuk dalam wilayah zona kuning dan merah, masyarakat diminta untuk sama sekali tidak melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah.

    Sedangkan apabila wilayah termasuk zona hijau dan oranye,  diperbolehkan melaksanakan salat Idul Fitri dengan ketentuan pembatasan kapasitas tempat beribadah hingga 50% serta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

    Ketentuan ini sebenarnya sudah tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 yang kemudian diubah ke dalam SE Nomor 4 Tahun 2021.

    Selain salat Idul Fitri, pelaksanaan kegiatan pada malam Takbiran atau malam sehari sebelum Lebaran juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Baca Juga: Protokol Kesehatan Silaturahmi Lebaran

    Menteri Agama juga meminta masyarakat merayakan malam Takbiran di rumah masing-masing untuk menghindari penyebaran Covid-19.

    Bagaimana Protokol Kesehatan Saat Salat Idul Fitri?

    Berikut protokol kesehatan yang perlu Sahabat Sehat lakukan saat melaksanakan salat Idul Fitri di luar rumah:

    • Memakai masker saat keluar rumah, baik berupa masker medis maupun masker kain
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir maupun hand sanitizer
    • Membawa perlengkapan salat sendiri dari rumah
    • Menjaga jarak minimal 1 meter
    • Setelah salat dan mendengarkan ceramah, sebaiknya langsung pulang ke rumah
    • Hindari bersalaman secara langsung dengan orang lain
    • Jika Sahabat Sehat merasa kurang sehat, misalnya sedang batuk, demam, sesak napas, dan pilek, sebaiknya melaksanakan salat di rumah saja.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai protokol kesehatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan saat melaksanakan salat Idul Fitri di luar rumah.

    Baca Juga: Cara Melindungi Diri dari Kerumunan di Tengah Pandemi

    Ingin konsultasi seputar protokol kesehatan maupun pemeriksaan Covid-19? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Kemenag: Shalat Idul Fitri 2021 Boleh di Masjid dengan Prokes Ketat – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/kemenag-shalat-idul-fitri-2021-boleh-di-masjid-dengan-prokes-ketat-geHm> [Accessed 5 May 2021].
    2. 2021. Panduan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dari Kemenag. [online] Available at: <https://news.detik.com/berita/d-5536345/panduan-pelaksanaan-sholat-idul-fitri-1-syawal-1442-h-dari-kemenag> [Accessed 5 May 2021].
    3. co.id. 2021. Menag Imbau Masyarakat Gelar Sholat Idul Fitri di Rumah | IHRAM. [online] Available at: <https://ihram.co.id/berita/qsl5wd313/menag-imbau-masyarakat-gelar-sholat-idul-fitri-di-rumah> [Accessed 5 May 2021].
    4. id. 2021. Protokol Ibadah di Masjid Saat New Normal Menurut Maklumat DMI – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/protokol-ibadah-di-masjid-saat-new-normal-menurut-maklumat-dmi-fEzv> [Accessed 5 May 2021].
    Read More
  • Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut. Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan […]

    4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut.

    ibu melahirkan


    Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan terdepan dalam menghadapi Covid-19. Tak ketinggalan protokol kesehatan untuk ibu hamil.

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Protokol diperlukan mengingat Corona adalah virus yang mudah menyebar dan cepat masuk ke dalam sistem pernafasan utama seperti paru-paru. Apalagi ibu hamil merupakan orang yang mudah terpapar virus tersebut karena daya tahan tubuh yang menurun. 

    Tidak hanya ibu hamil, bayi yang dikandung juga terpapar virus sehingga setelah dilahirkan harus segera dijauhkan dari sang ibu.

    Meskipun penelitian belum bisa dengan pasti mengungkapkan tingkat penularan tersebut. Adanya Corona yang mempunyai efek sangat mematikan juga membuat ibu hamil menjadi enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau mengikuti kelas khusus ibu hamil. Ketakutan juga ditambah dengan belum adanya standarisasi yang lengkap untuk APD tenaga medis.

    Lalu seperti apakah protokol atau pedoman kesehatan untuk ibu hamil pada masa pandemi atau new normal? Simak poin-poin di bawah ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Toto Wisnu Hendarto dari PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

    1. Memulai Pencegahan dengan Membaca KIA

    Seperti yang sudah diumumkan oleh WHO pada akhir 2019 bahwa untuk mencegah dan memutus penyebaran virus Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik.

    Perihal mencuci tangan yang baik dan benar ini juga ada dalam buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang telah direvisi.

    Di dalam buku pegangan utama tersebut juga dijabarkan bahwa mencuci tangan untuk ibu hamil harus memakai juga hand sanitizer dengan kandungan alkohol sebanyak 70% apabila sabun cuci tangan tidak tersedia.

    KIA untuk Corona ini juga memuat beberapa poin penting seperti penggunaan masker untuk mencegah cipratan air liur, baik langsung maupun tidak langsung.

    Kemudian menghindari kontak dengan tidak bepergian ke daerah-daerah rawan Corona serta tidak berinteraksi dengan hewan-hewan penyebab virus tersebut seperti kelelawar, tikus, dan musang.

    2. Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Protokol Covid-19

    Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang harus dilakukan untuk ibu hamil supaya bisa mengetahui kesehatan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan terpercaya milik pemerintah atau swasta.

    Namun dalam masa pandemi atau new normal ini, diusahakan agar bumil tidak terlalu menunggu lama dalam memeriksakan kehamilan. Karena itu, perlu dibuat perjanjian antara ibu hamil dan pihak pemeriksa.

    Untuk panduan pemeriksaan kesehatan, bumil dapat membaca panduannya melalui KIA 2020 yang telah direvisi. KIA juga memuat beberapa risiko tanda bahaya yang mesti diketahui oleh si ibu hamil untuk bayi yang dikandungnya.

    Apabila si ibu hamil merasa ada tanda bahaya seperti yang termuat dalam KIA, disarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Baca Juga: 9 Tips ASI setelah melahirkan


    Untuk masa pandemi ini, petugas kesehatan bisa mendatangi rumah supaya ibu hamil bisa menghindari virus Corona, dan ibu hamil dapat mengikuti kelas pelatihan kehamilan secara online. Apabila bumil terindikasi terkena Covid-19, pemeriksaan USG bisa ditunda sampai masa isolasi berakhir.

    Untuk ibu hamil yang terindikasi terkena Covid-19 juga memerlukan beberapa penanganan khusus seperti tidak memberikan tablet tambah darah, petugas kesehatan melakukan antenatal care selama 14 hari setelah isolasi, dan pembentukan tim multi-disiplin yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, serta pemberian konseling.

    3. Ketahui Beberapa Tingkatan Pelayanan

    Toto Wisnu Hendarto juga memaparkan tingkatan pelayanan kelahiran pada masa pandemi dan new normal. Terdapat tiga level seperti yang tercantum di KIA 2020 hasil revisi yaitu,

    • Level I untuk kemampuan penanganan dasar
    • Level II A dan B untuk kemampuan penanganan khusus
    • Level III A dan B untuk penanganan dasar namun subspesial 
    • Level III C dan D untuk penanganan lanjutan

    Level-level ini diberikan kepada fasilitas kesehatan sesuai dengan standar dan APD yang dimiliki untuk pengananan ibu hamil saat pandemi. Juga sesuai dengan status yang disandang si ibu hamil apakah penderita atau bukan. Jika ia penderita, tentu harus diketahui status penderitanya.

    Untuk level 1 di Indonesia berlaku ketentuan pelayanan umum seperti pasca kelahiran bayi, yaitu 37-42 minggu, dengan berat berkisar di 2.500-4.000 gram. Sedangkan pelayanan luar biasa ada pada level III plus.

    Karena level atau tingkatan yang berbeda, tentu saja APD yang digunakan juga berbeda seperti level III harus menggunakan delivery chamber.

    4. Pemberian Pelayanan untuk Bayi Baru Lahir

    Bayi yang baru lahir rentan terkena Corona dikarenakan belum mempunyai daya imunitas yang bagus. Untuk hal ini dalam pemaparannya IDAI memberikan 4 tahapan periode waktu dalam penanganan pasca-kelahiran.

    • Tahapan pertama adalah berdasarkan detik (30 detik)
    • Tahapan kedua berdasarkan jam (6-12 jam)
    • Tahapan ketiga berdasarkan hari (47-72 jam)
    • Tahapan  keempat berdasarkan minggu

    Pada tahapan pertama penanganan yang perlu dilakukan adalah resusitasi neonatal kurang lebih 30 detik yang meliputi pemberian kehangatan, pemberian posisi kepala untuk bernafas, pengeringan, dan perangsangan taktil.

    Apabila dalam tahapan ini bayi terindikasi Corona, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan prosedur aerosol generated secara isolatif.

    Pada tahapan kedua prosedur yang perlu dilakukan adalah neonatal esensial, pemberian vitamin K1, antibiotik, dan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang?

    Apabila bayi terkena Corona, neonatal esensial tetap dilakukan namun dengan melakukan isolasi selama 14 hari. Pada kategori ketiga perawatan yang perlu dilakukan adalah rooming in, pemeriksaan detak jantung, dan pemeriksaan hipotiroidisme.

    Apabila bayi terkena Covid-19 langkah yang perlu dilakukan adalah isolasi khusus berdasarkan protokol Covid-19, dan boleh meninggalkan rumah sakit.

    Tahapan terakhir adalah berdasarkan minggu yaitu dimulainya pemberian ASI secara terkontrol, monitor berat badan, dan monitor metabolisme bilirubin.

    Jika bayi pada tahapan ini terkena Corona, prosedur yang dilakukan adalah identifikasi final berdasarkan protokol Covid-19.

    Nah, itulah 4 poin penting dari IDAI mengenai prosedur melahirkan pada masa pandemi. Semoga bermanfaat bagi para ibu hamil yang ingin tetap melahirkan dalam keadaan sehat dan aman.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Semenjak diperkenalkan pada akhir 2020 dan mulai dipakai pada awal Februari 2021 oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19, GeNose C19 telah ditetapkan menjadi salah satu pemeriksaan alternatif untuk perjalanan darat, laut, dan udara. Baca Juga: Beragam Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Ada GeNose! Tes […]

    Hal Penting Sebelum Melakukan Pemeriksaan GeNose C19!

    Semenjak diperkenalkan pada akhir 2020 dan mulai dipakai pada awal Februari 2021 oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19, GeNose C19 telah ditetapkan menjadi salah satu pemeriksaan alternatif untuk perjalanan darat, laut, dan udara.

    GeNose C19

    Baca Juga: Beragam Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Ada GeNose!

    Tes Covid-19 yang dibesut oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mempunyai keunggulan yaitu tingkat akurasi mencapai 97% dengan hasil yang dapat diperoleh dalam kurun waktu mencapai 2-3 menit. Pemeriksaan GeNose dibanderol harga mulai dari Rp 15.000,-

    Cara penggunaan GeNose termasuk mudah, Sahabat Sehat hanya perlu meniupkan udara ke dalam kantung khusus yang disediakan petugas lalu akan dianalisis melalui alat.

    Tentu pemeriksaan ini tidak begitu terasa menyakitkan, jika dibandingkan dengan pemeriksaan Covid-19 lainnya seperti tes rapid antigen, tes rapid antibodi maupun tes swab PCR.

    Meski begitu ada beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat perhatikan saat memutuskan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C19 agar hasilnya akurat. Mari simak penjelasan berikut !

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Covid-19 Buatan Negeri Sendiri!

    Perhatikan Hal Penting Berikut Sebelum Melakukan Pemeriksaan GeNose C19

    Tidak Merokok

    Untuk mendapatkan hasil yang akurat, bagi Sahabat Sehat yang akan melakukan pemeriksaan GeNose disarankan untuk tidak merokok, makan, dan minum dalam kurun waktu 30 menit sebelum pemeriksaan.

    Merokok diketahui dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan GeNose C19. Jika Sahabat Sehat terlanjur merokok, pemeriksaan sampel akan ditunda hingga 30 menit lalu Sahabat Sehat diminta untuk minum air putih dan berkumur sebelum diperiksa.

    Hindari Makanan Bergas

    Sahabat Sehat disarankan untuk menghindari makanan bergas seperti durian, jengkol, dan petai. Selain itu, hindari minuman kopi dan alkohol yang diketahui dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan GeNose C19.

    Hindari Memakai Parfum, dan Produk Lain yang Berbau Menyengat

    Produk seperti parfum dan produk lain yang berbau menyengat sebaiknya dihindari agar akurasi pemeriksaan GeNose C19 tetap terjaga.

    Alasan medis yang mendasari semua larangan tersebut adalah karena dapat terjadi reaksi metabolisme jika bakteri atau patogen lainnya ikut masuk ke dalam pernapasan, dan dapat terbentuk senyawa yang mudah menguap. Hal ini diperkirakan dapat mengganggu sinyal dari alat GeNose C19.

    Melatih Pernapasan

    Pemeriksaan GeNose C19 dilakukan dengan cara meniupkan udara ke dalam sebuah kantong khusus, sehingga Sahabat Sehat perlu melatih pola pernapasan terlebih dahulu.

    Latihan pernafasan bisa dilakukan dengan cara menarik nafas perlahan dan bertahap sebanyak 2 kali melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut. Kantung tidak harus penuh dalam sekali tarikan dan hembusan nafas.

    Jeda Waktu Jika Pemeriksaan Dilakukan Lebih dari 2 Kali

    Supaya akurasi GeNose C19 tetap terjaga, Sahabat Sehat hendaknya memberi waktu jeda selama 30 menit jika ingin mengulang pemeriksaan GeNose C19 lebih dari 2 kali.

    Selain menjaga akurasi, hal ini juga bertujuan untuk mencegah Sahabat Sehat mengalami refleks vagal yang mengakibatkan kondisi leher tercekik akibat menarik nafas dalam secara berulang-ulang.

    Baca Juga: Tes Covid-19 5 Menit

    Nah Sahabat Sehat, itulah hal-hal yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan alat GeNose C19 sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat.

    Sahabat Sehat juga bisa melakukan pemeriksaan GeNose C19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 2021. Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri • ProSehat. [online] Available at: <https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/genose-dan-cepad> [Accessed 4 May 2021].
    2. Mediatama, G., 2021. Jangan lakukan hal ini jika ingin hasil tes Covid-19 dengan GeNose akurat. [online] PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Available at: <https://kesehatan.kontan.co.id/news/jangan-lakukan-hal-ini-jika-ingin-hasil-tes-covid-19-dengan-genose-akurat?page=all> [Accessed 4 May 2021].
    3. Panduan Operasi GeNose C-19.
    Read More
  • Jenis pemeriksaan Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Sebelumnya, Covid-19 dapat dideteksi melalui tes rapid antibodi dan rapid antigen, tes swab PCR, GeNose C19 dan kini ada pemeriksaan baru yang disebut tes molekuler isotermal. Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test Hingga Swab (PCR) Tes molekuler isotermal diklaim memiliki sensitivitasnya mencapai 95%, spesifitas mencapai […]

    Baru! Tes Molekuler Isotermal Sebagai Alternatif Pemeriksaan Covid-19

    Jenis pemeriksaan Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Sebelumnya, Covid-19 dapat dideteksi melalui tes rapid antibodi dan rapid antigen, tes swab PCR, GeNose C19 dan kini ada pemeriksaan baru yang disebut tes molekuler isotermal.

    tes molekuler isotermal

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test Hingga Swab (PCR)

    Tes molekuler isotermal diklaim memiliki sensitivitasnya mencapai 95%, spesifitas mencapai 97% dengan waktu tunggu pemeriksaan selama 5-13 menit. Sehingga tes molekuler isotermal dianggap memiliki keunggulan daripada tes swab antigen maupun tes swab PCR.

    Bagaimana cara kerja tes molekuler isotermal ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut!

    Bagian dari Jenis Tes Molekuler

    Tes molekuler bekerja dengan cara mendeteksi materi genetik dari virus sehingga lebih cepat menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Tes molekuler terbagi ke dalam dua macam, yaitu tes swab PCR dan tes molekuler isotermal.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Perbedaan Tes Molekuler Isotermal dan Tes Swab PCR

    Sahabat Sehat, meski tes molekuler isotermal mirip dengan tes swab PCR namun ternyata tes molekuler isotermal memiliki perbedaan yang terletak pada teknologinya.

    Tes swab PCR memiliki proses pra analitik yang cukup panjang mulai dari melakukan swab pada rongga hidung dan faring (nasofaring) lalu membawa sampel swab ke laboratorium Biosafety Level-2 dalam bentuk tabung untuk kemudian melalui proses deaktivasi dan ekstraksi virus.

    Selanjutnya, dimasukkan ke mesin PCR yang membutuhkan waktu sekitar 2-4 jam. Hasil pemeriksaan dari tes swab PCR didapatkan dalam kurun waktu 1-3 hari.

    Sementara itu, pada proses awal tes molekuler isotermal ternyata tahapan awalnya sama dengan tes swab PCR  yaitu dengan mengambil sampel pada rongga hidung dan faring (nasofaring) dengan alat swab. Namun, sampel langsung dimasukkan ke sebuah alat dan waktu tunggu hasil sekitar 5-13 menit.

    Mengatasi Kendala Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia

    Kehadiran tes molekuler isotermal ini dapat mengatasi kendala pemeriksaan Covid-19 di Indonesia yang masih jauh dari harapan akibat terbatasnya fasilitas laboratorium untuk tes swab PCR, yang saat ini masih merupakan standar pemeriksaan untuk Covid-19.

    Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Dilansir dari CNN Indonesia, Caroline Riady, Deputy President Director Siloam Hospital Group mengungkapkan bahwa dengan adanya tes molekuler isotermal maka hasil pemeriksaan akan diketahui lebih cepat sehingga dapat diberi penanganan sejak dini.

    Tes Molekuler Isotermal Praktis dan Mudah Dibawa Ke Mana Saja

    Sahabat Sehat, tes molekuler isotermal dapat menjadi acuan untuk melakukan pemeriksaan yang bersifat darurat seperti seperti di ruang gawat darurat, ruang operasi, hingga ruang rawat inap. Tes molekuler isotermal ini bersifat portable alias mudah dibawa ke tempat pasien berada.

    Berapa Harga Tes Molekuler Isotermal ?

    Rata-rata tes molekuler isotermal dipatok dari harga ratusan ribu, tergantung di tiap RS dan fasilitas kesehatan.

    Sahabat Sehat, itulah mengenai tes molekuler isotermal yang merupakan salah satu pemeriksaan alternatif untuk mendeteksi Covid-19 dengan akurasi tinggi dan hasil yang cepat.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk tes Covid-19 termasuk tes swab PCR, tes rapid antigen, serta GeNose C19, dapat  Sahabat Sehat peroleh di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Group, S., 2021. Siloam Luncurkan Tes Molekuler, Deteksi Covid Kurang 15 Menit. [online] gaya hidup. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201120175122-260-572530/siloam-luncurkan-tes-molekuler-deteksi-covid-kurang-15-menit> [Accessed 4 May 2021].
    2. Republika Online. 2021. Siloam Hadirkan Tes Molekuler Terbaru untuk Covid, Apa Itu? |Republika Online. [online] Available at: <https://www.republika.co.id/berita/qk4n1b370/siloam-hadirkan-tes-molekuler-terbaru-untuk-covid-apa-itu> [Accessed 4 May 2021].
    3. 2021, L., 2021. Tes Molekuler Isotermal Lebih Akurat Deteksi Virus Corona. [online] rri.co.id. Available at: <https://rri.co.id/palembang/iptek/934792/tes-molekuler-isotermal-lebih-akurat-deteksi-virus-corona> [Accessed 4 May 2021].

     

     

     

    Read More
  • Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit. Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui Sembelit saat bulan puasa biasanya […]

    Sembelit Saat Puasa, Simak Gejala, Penyebab, dan Cara pengobatannya!

    Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

    sembelit saat puasa

    Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit.

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui

    Sembelit saat bulan puasa biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan dan minimnya asupan serat serta cairan yang masuk kedalam tubuh.

    Selain itu, mengonsumsi berbagai jenis takjil seperti gorengan, es buah, makanan manis, dan hidangan bersantan juga dapat memicu sembelit saat puasa. Lalu apa saja gejala sembelit yang perlu diketahui?

    Gejala Sembelit Selama Bulan Ramadan

    Beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami sembelit, diantaranya:

    • Kesulitan buang air besar (kurang dari 3 kali dalam seminggu)
    • Memiliki tinja yang padat dan keras
    • Seperti ada penyumbatan di rektum
    • Merasa tidak dapat sepenuhnya mengosongkan feses dari dalam dubur.

    Tinja memerlukan pergerakan pada otot-otot dinding usus yang berkontraksi agar dapat terdorong keluar pada saat buang air besar.

    Namun, apabila jumlah tinja dalam dalam usus belum sampai pada batas tertentu untuk diproses, maka kontraksi pada usus pun menjadi berkurang sehingg dapat menyebabkan sembelit.

    Penyebab Sembelit Saat Berpuasa

    Berhubungan dengan proses kontraksi pada pergerakan usus, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit selama bulan puasa:

    1. Kurang asupan makanan

    Selama Ramadhan, jumlah asupan makanan yang dikonsumsi akan berkurang karena puasa sehingga tubuh akan kekurangan bahan untuk pembentukan feses.

    Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka belum cukup untuk membentuk feses yang yang lunak namun tetap padat.

    2. Kurang serat

    Komponen utama dalam pembentukan tinja yang sempurna adalah serat pada makanan. Sebaliknya, jika asupan serat yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan harian akan menyebabkan kita mengalami sembelit.

    Hal ini karena serat memegang kendali penuh akan sistem pencernaan, jika serat didalam tubuh tercukupi, maka feses dalam usus akan menyerap air dengan baik sehingga feses akan menjadi lunak dan mudah dikeluarkan ketika buang air besar.

    3. Dehidrasi

    Disaat berpuasa, tentunya seseorang akan mengalami dehidrasi. Terhentinya asupan cairan dan elektrolit yang terus dikeluarkan oleh tubuh menyadi salah satu penyebab terjadinya dehidrasi.

    Baca Juga: Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Apalagi jika berkegiatan juga di lingkungan yang panas atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Asupan air yang kurang dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan ketika buang air besar.

    4. Kadar gula darah rendah

    Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan efek umum dari puasa. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang berenergi, cepat dan sering merasa lelah dan lemah ketika berpuasa.

    Sehingga akan berakibat pada pergerakan pada otot-otot usus menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi yang berpuasa untuk mengonsumsi buah kurma yang manis ketika berbuka.

    Cara Pengobatan Rumahan untuk Sembelit

    • Biasakan untuk sering minum air, karena air dapat mengembalikan cairan tubuh dan akan membuat organ tubuh kembali bekerja dengan baik.
    • Mengonsumsi makanan kaya serat, terutama serat yang dapat larut dan tidak difermentasi. Misalnya seperti pada sayuran buncis, gandum, biji-bijian, maupun kacang-kacangan.
    • Rutin olahraga dipercaya dapat meningkatkan kontraksi dalam usus sehingga feses akan bergerak dan terdorong. Saat puasa, anda dapat mencoba olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, atau jogging.
    • Meminum Senna atau obat pencahar herbal merupakan solusi yang aman dan efektif dalam mengobati sembelit. Senna mengandung senyawa tanaman yang biasa disebut glikosida yang berfungsi merangsang saraf diusus dan dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Senna dapat diperoleh tanpa resep dari dokter.
    • Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik. Probiotik dipercaya dapat membantu mencegah timbulnya sembelit kronis, karena didalamnya mengandung bakteri hidup yang menguntungkan secara alami di dalam usus.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik, seperti bawang-bawangan, daun bawang, pisang, dan buncis. Karena prebiotik yang terkandung dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan membuat tinja menjajdi lebih lunak.
    • Coba dengan menghindari produk susu, karena ada beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap produk susu. Seseorang yang mengidap intoleransi terhadap produk susu atau laktosa dapat mengalami sembelit.

    Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu. Namun sahabat sehat tidak perlu cemas, karena sembelit dapat dicegah dan mudah diobati dengan pengobatan rumahan dan metode alami lainnya.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Namun apabila sembelit masih berlajut, sahabat dapat konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan pengobatan yang tepat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sembelit saat puasa, ini penyebab dan cara mengatasinya!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/sembelit-saat-puasa> [Accessed 29 April 2021].
    2. com. 2021. 13 home remedies to relieve constipation naturally. [online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. 8 Tips Mencegah Sembelit Saat Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/05/05/034500468/8-tips-mencegah-sembelit-saat-puasa?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika ada yang perlu sahabat sehat tanyakan, langsung saja konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.


    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200424140306-255-496956/7-bahaya-tidur-setelah-sahur-bagi-kesehatan> [Accessed 28 April 2021].
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/tidur-setelah-sahur> [Accessed 28 April 2021].
    3. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan. [online] Available at: <https://hgs.uhb.nhs.uk/how-to-stay-healthy-during-ramadan/> [Accessed 28 April 2021].

     

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja