Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 21–30 of 675 results

  • Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan? Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa […]

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Dr. Trisna Haryo Prasetyo

    Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri

    Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan?

    Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa (tanpa tindakan operasi), dokter anestesi masih terasa kurang familiar bagi mereka.

    Nah, untuk mengenal lebih lanjut seputar bidang anestesi, yuk berkenalan dengan Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC, dokter anestesi yang akrab disapa Dokter Pras ini akan berbagi cerita:

    Q: Apa sih yang membuat Dokter Pras ingin menjadi dokter spesialis anestesi?

    A: Dulu sewaktu masih kuliah kedokteran, saya kok melihat Dokter Anestesi keren aja, bisa menolong pasien-pasien dalam keadaan kritis. Kalau dokter lain resusitasi pasien biasanya nggak berhasil, kalau dokter anestesi resusitasi kebanyakan berhasil. Selain itu, dokternya harus tetap tenang, tidak panik seberapapun tidak stabil kondisi pasien.

    Q: Orang awam terkadang mengenal anestesi sebagai bius, jika mendengar dokter anestesi disebut sebagai “dokter bius”, bagaimana opini pribadi Dokter Pras mendengarnya?

    A: Bisa dimengerti bahwa orang menyebut demikian karena itu yang dapat mereka pahami mengenai tugas dokter anestesi.

    Sebenarnya ilmu anestesi itu jauh lebih luas dari sekedar membius. Dokter anestesi mempersiapkan pasien mulai dari kondisi optimal sebelum operasi, menjaga keadaan pasien tetap baik sepanjang operasi berlangsung, memfasilitasi dokter bedah agar dapat melakukan operasi dengan baik dan nyaman sehingga keberhasilan operasi tinggi, menjaga agar tidak terjadi komplikasi pada pasien setelah operasi, lalu menjaga agar pasien tetap nyaman dan tidak nyeri sesudah operasi.

    Q: Apa saja tantangan maupun suka duka menjadi dokter anestesi?

    A: Rasanya sangat senang ya menjadi dokter anestesi, karena bisa membantu pasien sehingga tidak merasakan nyeri operasi. Namun memang waktunya sangat terbatas, terkadang saat sedang banyak yang harus dibantu, saya tidak sempat istirahat dengan cukup.

    Q: Dokter Pras punya pengalaman menarik dengan pasien atau keluarga pasien?

    A: Kalau sebelum operasi keadaan pasien mengkhawatirkan atau prognosis buruk, lalu kita sudah menceritakan semua kemungkinan terburuk pada keluarga pasien. Kemudian sepanjang operasi kita berupaya keras menjaga pasien tetap stabil dan akhirnya operasi berjalan lancar dan pasien pulih, rasanya sangat membahagiakan, tidak ternilai rasanya buat saya. Karena itulah di kemudian hari setelah menjadi dokter anestesi saya lanjut belajar lagi dan mengambil Konsultan Intensive Care (KIC)

    Q: Lalu, bagaimana tanggapan atau komentar keluarga Dokter Pras sendiri dengan profesi sekarang?
    A: Biasanya yang sulit masalah waktu, karena saya sebagai dokter anestesi harus setiap saat dan sewaktu-waktu siap dipanggil.

    Kebetulan istri saya juga dokter, sudah pasti lebih paham. Lalu, anak-anak sudah terbiasa dan mengerti bahwa ada orang lain yang lebih membutuhkan dan harus ditolong segera. Bahkan terkadang mereka ikut mengantar atau menunggui saya.
    Oh ya ada cerita lucu, pernah suatu kali ada kumpul-kumpul keluarga besar merayakan ulang tahun saya. Eh, malah saya tinggal karena mendadak ada panggilan he…he…he.

    Q: Menurut Dokter Pras, bagaimana dengan dunia anestesi di Indonesia? Sudah cukup baikkah?

    A: Ilmu anestesi berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Malah saat ini ilmu anestesi sudah berkembang menjadi beberapa sub bagian dan cukup maju. Namun demikian, kita tidak boleh berhenti mengembangkan diri serta tidak lupa benchmark juga ke negara-negara tetangga supaya tidak ketinggalan.

    Read More
  • Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi. Gangguan Menstruasi Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar […]

    Let’s Talk About Our Intimacy #Kamisehat

    Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi.

    Gangguan Menstruasi

    organ intim wanita

    Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar 28-35 hari. Nah, gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah amenore (tidak menstruasi), dysmenore (nyeri saat menstruasi), dan perdarahan abnormal.

    Infeksi Ginekologi yang sering terjadi

    Bagian kewanitaan wanita rentan terhadap infeksi. Beberapa infeksi yang sering terjadi antara lain alergi, gatal dan bengkak pada vulva, keputihan, infeksi saluran kemih, radang pada serviks, endometritis (peradangan pada lapisan rahim), infeksi saluran telur (hydrosalpingitis), dan abses ovarium (sel telur).

    Tumor organ reproduksi

    Tumor pada organ reproduksi sering terjadi pada wanita. Tumor jinak yang sering terjadi adalah kista simpel, kista endomertiosis dan miom uteri. Selain itu, tumor yang ganas juga dapat terjadi yang dapat menyebabkan perubahan bentuk pada organ reproduksi dan sering ditandai dengan mudah berdarah.

    Kanker mulut rahim (serviks)

    Penyebabnya adalah Human Papiloma Virus (HPV). Pencegahan kanker serviks adalah dengan deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan asam asetat (Tes IVA), pap smear, kolposkopi atau pemeriksaan HPV. Kemudian, pencegahan lain yang tak kalah penting adalah vaksinasi yang sudah dapat diberikan mulai usia 11 tahun.

    Kapan skrining dan deteksi dini dilakukan?

    Deteksi dini kanker serviks dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama, setiap 3 tahun untuk wanita usia 21-65 tahun, dan bila hasil pemeriksaan selama 10 tahun tidak ada kelainan maka pemeriksaan tidak lagi diperlukan pada wanita di atas 65 tahun.

    Apakah penyebab siklus haid perempuan menjadi lebih panjang atau pendek dari sebelumnya?

    Terjadinya perubahan siklus salah satunya dapat diakibatkan pengaruh dari hormonal. 

    Sebaiknya periksa ulang ke dokter untuk pemeriksaan USG dan konsultasi lengkap karena untuk siklus menstruasi dokter harus lengkap dalam memberikan penjelasan.

    Apakah pemeriksaan pap smear diperbolehkan bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual?

    Apakah sudah pernah berhubungan sexual? Bila sudah pernah berhubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan HPV dulu melalui pap smear, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Apakah diperlukan pemeriksaan pap smear bila ada keluhan keputihan yang berbau dan berubah warna? 

    Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan keputihan untuk mengetahui penyebab keputihan.

    Apakah KB IUD menimbulkan efek kesehatan pada organ intim wanita? 

    IUD merupakan jenis KB yang paling dianjurkan, bila ada masalah semua bisa diselesaikan dengan kontrol teratur, dan harus lebih memperhatikan kesehatan organ kewanitaan. Mulailah dengan menjaga organ intim Sahabat agar selalu bersih.

    Apakah wanita yang belum menikah wajib melakukan vaksinasi HPV?

    Bila sudah pernah melakukan hubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear dulu sebelum vaksinasi, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Berapakah peluang seorang anak dengan genetik kanker dari ayah dan ibu untuk berpeluang terkena kanker? Apakah faktor genetik merupakan faktor dominan seseorang bisa terserang kanker?

    Mutasi genetik yang diturunkan memiliki peran yang besar terhadap 5%-10% terhadap jenis kanker. Selain faktor genetik, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang terkena kanker seperti usia, konsumsi alkohol, terpapar zat kimia penyebab kanker, peradangan kronis, diet, hormon, infeksi, kegemukan, radiasi, sinar matahari dan rokok. 

    Apakah MSG/ penyedap rasa memegang peranan dominan dalam tumbuhnya sel kanker dalam tubuh kita?

    MSG dapat menjadi pencetus terjadinya mutasi atau perubahan sel, tetapi ini juga dalam jangka waktu lama tidak serta merta penyebab langsung dan dalam jangka waktu dekat.

    Bagaimana cara merawat bagian organ intim yang baik untuk menghindari terjadinya penumpukan bakteri, dan apakah boleh menggunakan sabun antiseptik tertentu untuk bagian intim tersebut dalam jangka waktu lama?

    Sebaiknya membersihkan organ intim secara higienis saja sudah cukup tidak perlu berlebihan karena pada dasarnya pada vagina terdapat banyak bakteri/flora normal.

    Apakah bila ada benjolan di daerah kelamin itu berbahaya?Padahal  belum pernah melakukan hubungan seksual

    Benjolan seperti itu biasanya terjadi pada daerah bibir vagina. Benjolan  terjadi karena infeksi akibat saluran yg tersumbat. Bila keluhan masih ada sebaiknya kontrol ke dokter.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan) – Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan studi survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pasca vaksinasi.

    Selain itu, perlu juga ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit […]

    Active Aging : Penyakit Degeneratif

    Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

    Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

    Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

    Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit DEGENERATIF.

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

    Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

    Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

    Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

    Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

    Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan maka darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

    Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

    Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

    Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

    MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

    Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

    Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

    Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

    Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

    Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

    Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

    Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

    Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

    Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

    Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

    Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

    Kenapa jika sudah terdiagnosa penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) […]

    Mari Cari Tahu lebih dalam tentang MonkeyPox

    Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) yang terinfeksi dari tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika tahun 2003.

    Kejadian Luar Biasa (KLB) Monkeypox terjadi di Nigeria tahun 2017. Kasus terakhir yang menarik perhatian adalah di Singapura, ada warga Nigeria yang menderita monkeypox dan 23 orang yang kontak erat dengannya sudah di karantina. Wilayah yang terjangkit Monkeypox global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast,  Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan)

    Monkeypox merupakan virus golongan orthopoxvirus yang menular dari hewan ke manusia. Hewan penular di negara terjangkit antara lain monyet,  anjing prairie, tupai, dan tikus Gambia. MonkeyPox menular dari hewan ke manusia melalui KONTAK LANGSUNG dengan darah, cairan tubuh/kulit hewan yang terinfeksi dan mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi. Penularan antar manusia sangat mungkin, tapi jarang.

    Masa inkubasi biasanya 6-16 hari tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Fase prodromal dapat berlangsung 1-3 hari, seperti demam sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Fase selanjutnya adalah fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Fase ini ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap mulai dari bintik.

    merah seperti cacar makulopapula lepuh berisi cairan bening (lepuh berisi nanah) kemudian mengeras krusta atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

    Beda Monkeypox, Smallpox (variola) dan Chickenpox (cacar air)

    Karakteristik Monkeypox Smallpox Chickenpox
    Cara penularan Kontak dengan: Darah, cairan tubuh, luka terbuka pada hewan,konsumsi

    daging terinfeksi

    Percikan air liur atau kontak langsung dengan tubuh penderita yang terinfeksi Kontak langsung

    dengan tubuh

    penderita yang

    terinfeksi

    Masa inkubasi 5-21 hari 7-19 hari 5-7 hari
    Gejala dan tanda Khas:

    Pembengkakan

    kelenjar getah bening

    Tidak ada

    pembengkakan

    kelenjar getah

    bening

    Ruam dengan

    vesikel yang gatal

    Cara pencegahan Tidak ada vaksin,

    hindari faktor risiko

    dan daerah endemis

    Pernah ada vaksin

    tapi tidak

    diproduksi lagi

    sejak 1980

    Vaksin varicella

    (98%) efektif

    Beratnya penyakit Gejala ringan tapi

    tingkat

    perburukannya

    1-10%

    Perdarahan organ

    dalam sehingga

    dapat memburuk

    20-60%

     

    Secara kasat mata monkeypox sulit membedakan dengan penyakit ruam lain seperti cacar air, campak, kudis, sifilis, alergi obat dan infeksi kulit karena bakteri. Diagnosis dengan tepat adalah dengan memeriksakan ke laboratorium.

    Perawatan Penderita Monkey Pox:

    • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi untuk monkey pox
    • Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul
    • Penderita akan diisolasi guna mencegah penularan pada fase erupsi
    • Daya tahan tubuh penderita menurun, sehingga rentan terkena penyakit lain

    Pencegahan Penularan Monkey Pox

    • Perilaku hidup bersih sehat dengan mencuci tangan dengan air sabun atau cairan pembersih desinfektan lain
    • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan daging yang tidak dimasak dengan baik
    • Hindari kontak fisik dengan penderita termasuk tempat tidur dan bajunya
    • Hindari kontak dengan hewan liar/ konsumsi daging hasil buruan
    • Bagi pelancong yang bepergian ke daerah endemis hendaklah memeriksakan diri bila ada gejala diatas dalam waktu < 3 minggu setelah pulang
    • Tenaga medis memakai alat pelindung diri ketika memeriksa pasien yang terinfeksi.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia […]

    Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase

    kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan resiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan resiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat utk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

     

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Digitalisasi  Faskes untuk Membangun Ekosistem  Digital Kesehatan yang Terhubung

    Semakin berkembangnya dunia digital menyebabkan konsumen sudah mengakses layanan/produk dari perusahaan secara digital. Perusahaan juga sudah melakukan automatisasi digital, artificial intelligence akan menggantikan peran profesi di seluruh dunia seperti smartwatch atau self-driving car. Bagaimana di dunia kesehatan?

    Industri kesehatan di Indonesia masih menghadapi tantangan interoperabilitas, transformasi digital, dan pengelolaan data. Masalah yang masih harus dihadapi:

    1. Sebanyak 1440 triliun rupiah habis untuk menangani masalah interoperabilitas setiap tahunnya. Interoperabilitas adalah diskoneksi antara satu entitas layanan kesehatan dengan yang lainnya, permasalahan rujukan antara klinik ke rumah sakit atau antar rumah sakit.
    2. Sebanyak 210 dari 504 kabupaten/kota belum memiliki jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan,
    3. Sebanyak 61% Daerah Tingkat II tidak melaporkan data kesehatan prioritas.

    Fasilitas kesehatan memainkan peranan penting dalam memperbaiki ekosistem kesehatan Indonesia. Belum terhubungnya pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan berbagai masalah untuk semua pihak, antara lain:

    1. Pasien tidak mengetahui kenapa klaim asuransinya ditolak
    2. Pihak asuransi sulit untuk melakukan validasi klaim dengan dokumen yang kurang lengkap.
    3. Jadwal dokter sering berubah dan tidak pasti
    4. Dokumen fisik harus dibawa dari klinik/RS rujukan
    5. Dokter membatalkan jadwal praktek karena operasi
    6. Dokter mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis sebelumnya di layanan kesehatan lain, sehingga harus mendiagnosa ulang.
    7. Dokter terbiasa menulis di kertas dan kesulitan bila harus berhadapan dengan komputer.
    8. Pengelola faskes khawatir berbagi rekam medis dengan pihak lain
    9. Pengelola faskes mengalami kesulitan proses verifikasi klaim dan pencairannya
    10. Pengelola faskes kesulitan untuk mendigitalisasikan rekam medis

    Menghubungkan semua stakeholder adalah kunci terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih baik. Dengan faskes yang telah terdigitalisasi dan terhubung dengan baik ke dokter, pasien, mitra asuransi & farmasi, serta pemerintah, akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih baik dan lebih siap dalam menerapkan sistem universal healthcare coverage (UHC) di Indonesia.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Home Care Visit

    Medical visit at home dapat menjadi salah satu solusi pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke layanan kesehatan dan menunggu antrian disana. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya Anda, terhindar dari macet, kelelahan saat di rumah sakit dan risiko penularan penyakit di Rumah Sakit.

    Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum medical visit:

    • Siapkan daftar pertanyaan atas masalah yang dihadapi terkait kondisi pasien
    • Siapkan diri untuk menceritakan sejelas mungkin terkait tanda dan gejala yang terjadi pada pasien
    • Siapkan diri dan dokumen-dokumen riwayat penyakit pasien
    • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan saat medical visit

    Sahabat dapat bertanya kepada petugas medis yang datang seputar kesehatan pasien:

    • Apa yang mungkin menyebabkan kondisi pasien terjadi?
    • Apa saja pilihan perawatan terbaik untuk pasien?
    • Apa manfaat perawatan yang dilakukan?
    • Apa dampak perawatan yang dilakukan terhadap pasien?
    • Mengapa perawatan yang dilakukan penting untuk diikuti?
    • Apa yang terjadi jika perawatan yang direkomendasikan tidak dilakukan?

    Pada kunjungan ke rumah terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan:

    1. Cek kondisi kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi.
    2. Perawatan medis di rumah seperti infus, perawatan luka, injeksi, vaksinasi, perawatan pasien dengan selang kencing, perawatan pasien dengan selang makan, trakeostomi, ventilator, kolostomi, dan sebagainya.
    3. Perawatan non-medis di rumah seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pasien (makan, mandi, mobilisasi, minum obat, dll).

    Perawatan kunjungan ke rumah dapat diperoleh melalui layanan kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, puskesmas, klinik atau homecare.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, […]

    Waspadai Monkeypox yang dapat Menyerang Anda

    Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, dan tikus.

    Gejala yang dialami adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Selain itu, timbulnya ruam kulit yang awalnya di wajah dan menyebar membuat masyarakat Gejala akan timbul 14-21 hari setelah pertama kali terinfeksi virus. Penyakit ini belum ada obatnya dan menghilang dengan pemberian obat untuk mencegah gejala yang timbul.

    Monkeypox berbeda dengan chicken pox (cacar air). Chicken pox (cacar air) disebabkan oleh virus Varicella zoster. Kedua penyakit memiliki gejala yang hamper sama, bedanya Monkeypox lebih ringan dari cacar air, tetapi dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Kemudian, cacar air dapat dicegah dengen pemberian vaksinasi cacar, sedangkan monkeypox juga dapat dicegah dengan vaksinasi smallpox.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-Jenis Vaksin

    Nah, supaya Sahabat terhindar dari penyakit ini, yuk kita lihat bagaimana pencegahannya,

    • Perilaku hidup bersih sehat
    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebabkan menularnya virus ini
    • Memakai sarung tangan dan pakaian peindung lainnya saat menangani hewan/manusia yang terinfeksi.
    • Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi penyakit ini
    • Menghindari bepergian ke daerah endemis penyakit ini seperti Afrika dan sekitarnya

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kantor Kesehatan Pelabuhan. Monkeypox Virus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
    2. Center for Diseases Control and Prevention. Monkeypox. 2015. Available at: cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html
    Read More
  • Pelayanan Kesehatan Vaskular Nasional dan Terpadu #DigiHealth

    Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita Diabetes Melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke diderita sebanyak 1,9 juta penduduk dan estimasi sebanyak 8% mengalami stenosis carotis sebanyak 152 ribu orang. Itulah profil penyakit vaskular di Indonesia.

    Vaskular atau pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar ke jantung dan vena merupakan pembuluh darah yang kembali ke jantung. Kedua pembuluh darah ini bila mengalami gangguan akan menimbulkan gejala yang berbeda di antara keduanya. Penyakit vaskular seringkali terjadi pada pembuluh darah tepi (perifer) kita. Contohnya adalah kaki diabetik serta varises (kelainan pada pembuluh darah vena).

    Penyakit vaskular seringkali menyerang organ kardiovaskular (jantung), neurovaskular (otak), dan nefrovaskular (ginjal). Selain itu, pembuluh darah bagian tepi (peripheral vascular) dan penyakit vena juga termasuk ke dalam penyakit vaskular.

    Profil pelayanan vaskular di Indonesia telah tersebar di beberapa provinsi. Pelayanan kesehatan vaskular terpadu terdiri dari profesionalisme, kolaborasi yang aktif dan dinamis serta teknologi untuk penanganan penyakit vaskuler secara optimal. Masing-masing lini harus diperkuat, dokter harus terlatih dalam menangani pasien dengan penyakit vaskular. Kemudian, kolaborasi harus dilakukan dengan dokter lain seperti internis atau dokter kulit. Teknologi yang digunakan dapat menunjang diagnosis penyakit vaskular seperti USG doppler yang dapat mendeteksi varises.

    Bagaimana mendeteksi penyakit arteri perifer di fasilitas pelayanan kesehatan I seperti Puskesmas atau klinik?

    Deteksi dini  penyakit arteri perifer di Puskesmas berdasarkan keluhan iskhemik bisa dari ringan hingga sedang maupun berat. Gejala yang dapat terjadi antara lain rasa kesemutan, kaki dingin pucat dan nyeri akral.

    Apakah alat diagnostik untuk melakukan USG vaskuler deteksi dini Kaki Diabetes?

    Simple USG dengan Linear Probe dan saturasi oksigen untuk kelima jari kaki.

    Apakah deteksi dini kelainan vaskular di kaki dapat menggunakan USG abdomen?

    USG Curve probe hanya utk Aorta Abdomen, sehingga sulit untuk digunakan dalam mendeteksi kelainan vaskular di kaki.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja