Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks-Pasien Covid-19

Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan berakhirnya kemudian membuat sebuah fenomena long Covid atau Covid berkepanjangan berdasarkan laporan WHO pada 9 September 2020. Long Covid adalah istilah untuk gejala-gejala yang dialami pasien pasca-infeksi Covid-19. Keluhan yang terjadi biasanya berupa mild symtomps atau gejala ringan, dan rata-rata mengalami gejala lebih dari 3 minggu bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami oleh pasien. Adapun Covid berkepanjangan ini bukanlah virus. Demikian yang ditegaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, seperti dilansir Tirto.id.

fenomena long covid, long covid, long covid-19

Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

Fenomena yang dahulunya bernama post-covid syndrome ini merupakan gejala sisa yang muncul setelah pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Ini dapat terjadi akibat proses ketika sakit kemudian menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomis yang akhirnya memengaruhi secara fungsional. Eks pasien Covid-19 yang berisiko terkena long Covid adalah mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid. Begitu juga dengan lanjut usia. Meski begitu, eks pasien dalam kelompok umur 19 hingga 59 tahun tanpa komorbid ternyata juga dapat mengalaminya.

Gejala-gejala Terkena Long Covid

Seperti halnya Covid-19, fenomena long Covid ini juga dimulai dari sebuah gejala. Meski begitu gejala-gejala yang dialami berbeda berdasarkan sifat dan durasinya. Jika pada Covid-19, gejala yang dialami bersifat akut dan berlangsung harian dan bulanan, pada long Covid bisa berlangsung menetap seminggu hingga bulanan. Gejalanya sendiri cukup bervariasi dari gejala kelelahan kronis hingga depresi. Long Covid sendiri mempunyai dua gejala, yaitu, fisik dan psikis.

Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

Gejala Fisik

Untuk gejala fisik yang dialami adalah sebagai berikut:

  • Rasa lelah berlebihan
  • Gangguan napas
  • Nyeri sendi
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pegal-pegal

Gejala Psikis

Sedangkan untuk gejala psikis adalah adanya gangguan pada kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan pengalaman psikis yang dialami pasien Covid-19 selama sakit, dan akan masih dirasakan setelah sembuh. Jika dibiarkan hal ini dapat mengakibatkan depresi berkepanjangan. Karena itulah, mereka yang terkena gejala psikis ini membutuhkan pendampingan di rumah sakit oleh psikiater.

Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, dari Suspek hingga Kematian

Cara Mendeteksinya

Pasien dengan gejala long Covid ini tentunya bisa dideteksi. Cara mendeteksinya adalah dengan 4 tahapan, yaitu:

  • Ananesis
  • Pemeriksaan fisik,
  • Riwayat penyakit sebelumnya
  • Pemeriksaan penunjang untuk menentukan ada tidaknya gejala long Covid

Pada tahapan anamnesis dilakukan wawancara kepada pasien mengenai gejala-gejala yang dialaminya setelah dirawat dan diterapi  di rumah sakit sebagai pasien Covid-19. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik yang menggunakan pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung hingga pemeriksaan molekuler.

Cara Dinyatakan Sembuh

Untuk dapat dinyatakan sembuh dari long Covid, pasien harus mempunyai hasil tes PCR swab yang negatif. Meski demikian, pasien yang telah melakukan perawatan Covid-19 cukup lama dapat masih dinyatakan positif pada hasil tes swabnya dengan menilai CT value. Hasil positif tersebut kemungkinan terjadi karena masih ada serpihan virus yang terdeteksi PCR, namun kemungkinan menularkan virus ke orang lain semakin kecil. Jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien positif Covid-19 dapat mengakhiri masa isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala. Setelah masa tersebut potensi penularan virus dapat semakin kecil.

Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

Fenomena Long Covid tidak dapat diremehkan sebab dapat menyebabkan depresi dan kecemasan yang berlebihan jika tidak ditangani. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Sehat. Supaya Sahabat dapat terlindungi dari Covid-19 sehingga tidak mengalami Covid berkepanjangan, yuk tetap disipilin dalam melaksanakan 3M, dan jangan lupa untuk rapid test dan PCR swab di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Media K. Mengenal Long Covid dari Gejala, Deteksi hingga Dinyatakan Sembuh Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/31/170200923/mengenal-long-covid-dari-gejala-deteksi-hingga-dinyatakan-sembuh?page=all
  2. Fenomena Long Covid-19 Bisa Muncul pada Semua Pasien yang Sembuh | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/fenomena-long-covid-19-bisa-muncul-pada-semua-pasien-yang-sembuh.html
  3. Taher A. Perhimpunan Dokter Paru: Long COVID Mengintai Eks Pasien Corona – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://tirto.id/perhimpunan-dokter-paru-long-covid-mengintai-eks-pasien-corona-f7HK
  4. Media K. Fenomena Long Covid, Ancaman Bagi Penyintas Covid-19 yang Perlu Diwaspadai [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/04/06145931/fenomena-long-covid-ancaman-bagi-penyintas-covid-19-yang-perlu-diwaspadai

Chat Asisten ProSehat aja