Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Kenali Penyebab Miss V Keluar Darah Pasca Hubungan Seksual

Perdarahan dari vagina (Miss V) saat atau setelah berhubungan seks bisa membuat kaget, bingung, dan cemas. Kabar baiknya, mayoritas kejadian ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius. Hal ini dikenal sebagai perdarahan pasca hubungan seksual atau postcoital bleeding.

Kenali Penyebab Miss V Keluar Darah Pasca Hubungan Seksual

Kenali Penyebab Miss V Keluar Darah Pasca Hubungan Seksual

Sebanyak 9% wanita usia subur akan mengalami perdarahan Miss V setelah berhubungan seks yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi mereka. Antara 46% hingga 63% wanita pasca menopause akan mengalami kekeringan vagina, gatal, nyeri tekan, atau perdarahan saat atau setelah berhubungan seks dikarenakan perubahan hormon yang mempengaruhi jaringan vagina dan menyebabkan perdarahan. Perdarahan ringan yang muncul sesekali biasanya bukan hal yang serius. Tetapi, jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, penting untuk mencari tahu penyebabnya.

Penyebab perdarahan pasca hubungan seksual

Perdarahan pasca hubungan seksual dapat dialami oleh wanita segala usia. Pada orang yang lebih muda dan belum mengalami menopause, sumber perdarahan biasanya berada di leher rahim/ serviks. Sedangkan, pada mereka yang telah mengalami menopause, sumber perdarahan lebih bervariasi, seperti di serviks, rahim, labia, dan uretra. Bagi orang pasca menopause, kanker serviks lebih sering menjadi penyebab perdarahan pasca hubungan seksual. Namun, ada kondisi-kondisi umum lainnya yang juga bisa menjadi penyebab, seperti:

1. Infeksi

Beberapa infeksi  menyebabkan peradangan pada jaringan vagina dan mengakibatkan perdarahan, antara lain:

  • Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)
  • Infeksi menular seksual (sexually transmitted disease)
  • Radang pada serviks (cervicitis)
  • Radang pada vagina (vaginitis)

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

2. Atrofi vagina

Atrofi vagina adalah kondisi dimana dinding vagina menipis dan meradang. Kondisi ini sering dialami oleh wanita perimenopause (periode menuju menopause) dan menopause, serta wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan indung telur (ovarium). Saat wanita tidak mengalami menstruasi lagi, tubuh akan mengurangi produksi hormon estrogen sehingga tubuh akan memproduksi lebih sedikit cairan pelumas pada vagina sehingga vagina mudah kering dan meradang. Selain itu, vagina juga menjadi kurang elastis, jaringannya menjadi lebih rapuh, aliran darah berkurang, dan rentan terhadap robekan dan iritasi. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri, dan perdarahan saat berhubungan seksual.

3. Vagina yang kering

Vagina yang kering dapat menyebabkan perdarahan. Selain sindrom genitourinaria, kekeringan pada vagina dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • Menyusui
  • Melahirkan
  • Pengangkatan indung telur (ovarium)
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat flu, obat asma, antidepresan, dan obat-obatan anti-estrogen
  • Kemoterapi dan radioterapi
  • Terjadinya penetrasi sebelum wanita terangsang sepenuhnya saat berhubungan seksual
  • Vaginal douching (menggunakan cairan pembersih vagina)
  • Menggunakan produk kebersihan wanita, deterjen pakaian, kolam renang yang mengandung zat yang mempengaruhi kondisi vagina
  • Sindrom Sjögren (penyakit peradangan pada sistem imun, yang mengurangi kelembaban tubuh)

Baca Juga: Penyebab Sulit Menahan Buang Air Kecil dan Cara Mencegahnya

4. Polip

Polip adalah pertumbuhan jaringan yang berbentuk tangkai dan menggantung. Kebanyakan dari polip adalah jinak, namun sebagian tumbuh menjadi ganas/ kanker. Polip sering ditemukan di sekitar serviks dan rahim. Gerakan pada polip dapat mengiritasi jaringan sekitar dan menyebabkan perdarahan.

5. Robekan dinding vagina

Aktivitas seksual yang terlalu kuat/ kasar dapat menyebabkan luka kecil atau lecet pada dinding vagina. Hal ini cenderung terjadi pada wanita dengan vagina kering.

6. Kanker

Perdarahan vagina yang timbul sewaktu-waktu bisa menandakan adanya kanker serviks atau kanker vagina. Sekitar 11% dari perdarahan pasca hubungan seksual adalah gejala awal kanker serviks atau kanker vagina.

Baca Juga: 5 Ciri dan Bentuk Vagina Sehat yang Penting Diketahui Kaum Hawa

Kiat mengatasi perdarahan Miss V

Mengatasi perdarahan Miss V tergantung dari penyebabnya dan perlu dikonsultasikan dengan dokter. Penyebab perdarahan akan menentukan terapi yang akan diberikan, misalnya terapi hormon bila disebabkan oleh menopause. Bila penyebab perdarahan adalah kekeringan vagina dan gesekan saat berhubungan, maka Anda dapat menggunakan lubrikan/ pelumas sebelum berhubungan.

Ada tiga jenis lubrikan, yaitu lubrikan berbahan dasar air, silikon, dan minyak. Bila pasangan menggunakan kondom, gunakan lubrikan berbahan dasar air, karena lubrikan yang berbahan dasar minyak dapat merusak kondom. Berhubungan seksual secara perlahan dan berhenti saat merasa nyeri juga membantu mengurangi risiko perdarahan. Perlu diketahui juga bahwa lubrikan yang dipakai secara rutin dapat diserap oleh dinding vagina sehingga meningkatkan kelembaban vagina dan mengembalikan pH vagina yang alami.

Berikut adalah tanda-tanda penyerta perdarahan pasca berhubungan seksual yang perlu diwaspadai dan memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter, diantaranya:

  • Perdarahan pada vagina pasca menopause
  • Vagina terasa gatal atau terbakar
  • Rasa terbakar atau tersengat saat berkemih
  • Nyeri berhubungan seksual
  • Perdarahan banyak
  • Nyeri perut hebat
  • Nyeri punggung bawah
  • Mual/ muntah
  • Keputihan pada vagina yang tidak biasa.

Jenis pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan oleh dokter pun beragam sesuai hasil pemeriksaan awal, antara lain pemeriksaan dengan spekulum, pap smear, biopsi, USG transvaginal, dan sebagainya.

Baca Juga: Awas, Penyebab Miss V Gatal Bisa Jadi Ada Kencing Manis

Sahabat Sehat, bila Anda mengalami perdarahan Miss V pasca hubungan seksual, jangan segan untuk mencari tahu penyebabnya sedini mungkin. Selain berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan terapi yang tepat, bicarakan juga dengan pasangan Anda.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Cornforth T, Rainford M. Vaginal Bleeding During or After Sex.
  2. Kim HK, Kang SY, Chung YJ, Kim JH, Kim MR. The Recent Review of the Genitourinary Syndrome of Menopause.
  3. Kay C. What Causes Bleeding After Sex?
  4. Machalinski A, Pathak N. Bleeding After Sex.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com