Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Cara Membedakan Demam Tifoid dan Demam Berdarah Pada Si Kecil

Demam merupakan salah satu keluhan yang kerap dijumpai Si Kecil. Moms mungkin bingung apa penyebab demam Si Kecil? Demam umumnya menunjukan bahwa terjadi proses peradangan pada tubuh, yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. 

Salah satu penyebab demam pada Si Kecil yakni demam tifoid dan demam berdarah. Moms, bagaimana cara membedakan kedua penyakit tersebut jika gejala awalnya sama-sama ditandai dengan demam? Mari simak penjelasan berikut.

Cara Membedakan Demam Tifoid dan Demam Berdarah Pada Si Kecil

Cara Membedakan Demam Tifoid dan Demam Berdarah Pada Si Kecil

Apa Gejala Demam Tifoid ?

Demam tifoid merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penularan bakteri terjadi secara fecal – oral, artinya ditularkan melalui kotoran penderita nya yang mencemari makanan maupun minuman. 

Apabila Mama mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak bersih maka beresiko menderita demam tifoid. Bakteri masuk ke saluran cerna lalu menginfeksi melalui saluran cerna dan menimbulkan gejala seperti:

  • Demam, terutama pada malam hari
  • Nyeri perut
  • Diare atau konstipasi
  • Nyeri kepala
  • Lemas
  • Tidak nafsu makan.

Untuk memastikannya, Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan darah untuk mengetahui apakah keluhan Si Kecil disebabkan oleh demam tifoid atau akibat hal lain.

Si Kecil yang menderita demam tifoid memerlukan penanganan yang cepat dan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi. Penanganan pada demam tifoid berupa pemberian antibiotik dan obat-obatan lain untuk mengurangi keluhannya. Kebersihan juga harus dijaga agar dapat mencegah infeksi bakteri tifoid. Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

Vaksin Tifoid Dapat Mencegah Tipes

Sahabat Sehat dapat mencegah tipes, salah satunya dengan menerima vaksin tifoid. Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin untuk mencegah tipes, yaitu:

  • Vaksin tifoid capsular Vi polisakarida

Diberikan melalui suntikan, mulai dapat diberikan pada usia diatas 2 tahun dan dapat diulang setiap 3 tahun.

  • Vaksin tifoid oral Ty21a 

Vaksin diberikan per oral, mulai dapat diberikan pada usia diatas 6 tahun dan dikemas dalam 3 dosis dengan interval pemberian selang sehari (hari 1,3, dan 5). Dapat diulang pemberiannya setiap 3-5 tahun sekali.

Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

Demam berdarah

Berbeda dengan demam tifoid, demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue (DENV). Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk betina spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk tersebut ditemukan banyak hidup di iklim tropis, sehingga menyebabkan Indonesia menjadi negara kedua terbanyak kasus demam berdarahnya.

Kenaikan kasus demam berdarah kerap terjadi seiring dengan musim hujan. Beberapa gejala khas demam berdarah, yakni:

  • Demam
  • Nyeri kepala hebat
  • Nyeri otot
  • Nyeri pada belakang mata
  • Kemerahan pada kulit

Demam pada demam berdarah dapat berlangsung sekitar 2-7 hari, setelah itu demam akan menurun dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus demam berdarah dapat berlanjut menjadi demam berdarah berat, yang ditandai dengan:

  • Nyeri perut
  • Mual muntah
  • Nafas cepat
  • Perdarahan dari gusi atau hidung
  • Muntah darah ataupun BAB berdarah.

Penanganan untuk demam berdarah bersifat suportif yakni bertujuan untuk mengurangi gejala serta menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak kekurangan cairan (dehidrasi).

Baca Juga: Wajib Tahu! Kenali Fase Demam Berdarah dan Penanganannya

Nah Sahabat Sehat, itulah cara membedakan demam tifoid dan demam berdarah pada Si Kecil. Apabila Si Kecil memiliki gejala seperti diatas, sebaiknya periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. NHS UK. Typhoid fever.
  2. Bhandari J, Thada P, DeVos E. Typhoid Fever.
  3. World Health Organization. Typhoid.
  4. World Health Organization. Dengue and severe dengue.
  5. Haryanto B. Indonesia Dengue Fever: Status, Vulnerability, and Challenges.
  6. Centre for Disease Control and Prevention. Dengue.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com