Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 1120 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda. Sangat […]

    Pentingnya Memberi Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia di Masa Pandemi

    Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda.

    Sangat penting juga agar Sahabat Sehat berhati-hati agar tidak terjadi kondisi twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan. Untuk mencegah influenza pada lansia, salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin influenza. Tetapi apakah vaksin influenza sepenting itu untuk lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Agar Orang Tua dan Lansia Tidak Terkena Flu

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan di rumah untuk mencegah infeksi influenza pada orang tua atau lansia yang Sahabat Sehat sayangi:

    • Bantu keperluannya, terutama apabila dia perlu ke fasilitas umum
    • Pastikan kebutuhan konsumsi makanan bergizi tercukupi
    • Pastikan istirahat (terutama tidur) cukup, dan berkualitas
    • Bersihkan rumah secara berkala agar tidak menjadi sarang vius
    • Bantu siapkan peralatan protokol kesehatannya seperti masker, dan hand sanitizer
    • Hindari bertemu orang luar, terutama yang tidak diketahui pasti kondisi kesehatannya

    Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh dan agar siap terhadap virus flu, orang tua dan lansia sebaiknya diberikan vaksin influenza atau atau kerap disebut vaksin flu.

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Orang Tua saat Pandemi

    Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%.

    Pada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit dapat terlindungi dari influenza apabila menerima vaksinasi influenza. Beberapa manfaat yang didapat para orang tua dan lansia setelah mendapatkan vaksin flu antara lain:

    • Jika demam atau flu akan lebih cepat sembuh
    • Terhindar dari gejala pilek dan bersin-bersin yang umum dirasakan orang flu
    • Menghindari terjadinya Twindemic, suatu keadaan menderita covid dan flu secara bersamaan
    • Tubuh akan lebih bugar karena terhindar dari gejala-gejala flu yang menurunkan semangat kerja

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Setiap vaksin tentu memiliki efek samping. Biasanya efek samping ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang efek sampingnya tidak terasa. Namun ada juga yang mengeluhkan efek samping yang cukup berat. Biasanya efek samping vaksin influenza akan hilang kurang dari 24 jam.

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin influenza, yaitu:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Dapat melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Sebuah penelitian membandingkan efek samping pemberian vaksin influenza dosis tinggi dan dosis standar. Efek samping kerap dialami pada pemberian vaksin influenza dosis tinggi. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami pasca pemberian vaksin influenza :

    • Sakit kepala
    • Nyeri pada lokasi suntikan
    • Nyeri otot
    • Lemas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting seputar vaksin flu untuk orang tua atau lansia. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik […]

    Cara Mengajari Anak Supaya Mau Pakai Masker dengan Benar

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendekatan Persuasif adalah Kunci Keberhasilan Cara Mengajari Anak Pakai Masker

    Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya.

    Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik si kecil agar terbiasa menggunakan masker dengan baik dan benar.

    Cara Mengajari Anak Pakai Masker dengan Baik dan Benar

    Seiring meningkatnya kasus Covid-19 pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut menghimbau agar anak mulai diajarkan menggunakan masker. Sebelumnya World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa anak yang berusia 12 tahun ke atas diperkenankan menggunakan masker, terutama jika berada di tempat umum dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengajarkan anak menggunakan masker ? Mari simak penjelasan berikut.

    Perhatikan Usia Anak

    Anak berusia 12 tahun keatas diwajibkan menggunakan masker seperti orang dewasa, terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain. Selain itu, kondisi tubuh anak lebih rentan dan lebih beresiko tertular Covid-19.
    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, penggunaan masker dipertimbangkan berdasarkan beberapa hal berikut :

    • Intensitas penularan di suatu daerah
    • Kemampuan anak menggunakan masker
    • Ketersediaan masker
    • Pengawasan orang dewasa untuk membantu memakai dan melepas masker dengan aman.

    Sementara untuk kelompok anak yang berusia dibawah 5 tahun, belum dianjurkan menggunakan masker sebab anak belum mampu menggunakan masker dengan benar tanpa dibantu orang lain. Oleh sebab itu, hindarkan si kecil di bawah 5 tahun dari interaksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

    Selain itu, orang tua juga wajib melihat dampak menggunakan masker pada perkembangan belajar dan psikososial anak. Konsultasikan juga dengan guru serta tenaga kesehatan jika dirasa ada masalah jika anak menggunakan masker selama kegiatan belajar mengajar.

    Gunakan Cara Mengajar Penggunaan Masker Secara Persuasif

    Sahabat Sehat perlu mengajari pentingnya penggunaan masker. Ajari si kecil dengan pendekatan antara orang tua dengan anak. Agar Si Kecil mau menggunakan masker, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Ajak Si Kecil Saat Memilih Masker

    Ketika Sahabat Sehat membeli masker, ajaklah Si Kecil memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Selain itu, ajak Si Kecil membuat dekorasi tambahan pada masker seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker yang digunakan.

    Memberi Contoh Menggunakan Masker

    Anak-anak umumnya selalu meniru tindakan orang tua. Jadi berikan Si Kecil contoh cara menggunakan masker, serta cara melepaskan masker setelah digunakan. Bukankah ada pepatah, cara paling baik mengajari anak adalah dengan menjadi contoh bagi si kecil. Jadi cara mengajari anak pakai masker bisa dilakukan dengan Sahabat Sehat disiplin menggunakan masker sehingga si kecil akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

    Beri Informasi Manfaat Menggunakan Masker

    Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar dari Covid-19. Apabila Si Kecil kurang mengerti, berikan ilustrasi dari tayangan video agar mudah dipahami. Jika Si Kecil merasa takut, coba dengarkan pendapatnya lebih dahulu.

    Buat Jadwal Rutin Menggunakan Masker

    Langkah selanjutnya adalah dengan mengajak anak berlatih menggunakan masker. Cobalah meminta Si Kecil mengenakan masker selama di rumah dalam kurun waktu tertentu agar terbiasa. Berikan penghargaan, misal memberi cemilan kesukaannya jika Si Kecil berhasil menggunakan masker selama kurun waktu yang telah ditentukan.

    Pilih Masker yang Nyaman

    Anak yang tidak memiliki riwayat sakit apapun dapat menggunakan masker kain atau masker non-medis. Namun bagi anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, dianjurkan menggunakan masker medis. Sahabat Sehat perlu memastikan masker berukuran pas dan dapat menutupi area hidung, mulut dan dagu anak.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengajarkan Si Kecil menggunakan masker. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    • World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19): Children and masks [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 Aug 21; cited 2021 Aug 26].
    • Ikatan Dokter Anak Indonesia. FAQ Pemakaian Masker [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 27; cited 2021 Aug 26].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid. Lantas […]

    5 Dampak Infeksi Covid Disertai Flu pada Tubuh Penderita

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Anosmia dan Pilek Menjadi Gejala Infeksi Covid Disertai Flu

    Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid.

    Lantas apa ciri dari tubuh yang menderita twindemic covid diserta flu ini? Apa dampaknya pada tubuh? Bagaimana penangaan dan pencegahannya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kasus Infeksi Covid Disertai Flu Kerap Terjadi

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Infeksi bakteri dan virus yang bersamaan dengan Covid-19 meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit dan meningkatkan angka kesakitan.

    Diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat harus menjaga tubuh agar terhindar dari Covid maupun virus influenza.

    Beberapa dampak infeksi covid jika disertai infeksi influenza antara lain adalah:

    • Gejala covid menjadi lebih parah, misal demam menjadi lebih panjang
    • Anosmia bisa disertai dengan pilek sehingga anosmia tidak disadari penderita
    • Gejala covid menjadi lebih lama daripada kebanakan orang lain yang terkena virus ini
    • Meningkatkan risiko butuh perawatan intensif
    • Risiko kritis hingga meninggal akibat paparan covid menjadi lebih tinggi

    Tips Menghindari Infeksi Covid yang Disertai Influenza

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan untuk mencegah infeksi influenza dan Covid-19 selama masa pandemi, yaitu:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
    • Beristirahatlah sejenak di rumah jika kurang enak badan
    • Menggunakan masker untuk menutupi area wajah dan hidung
    • Menghindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol setelah menyentuh benda di fasilitas umum.
    • Hindari menyentuh area wajah, apabila di luar rumah dan belum mencuci tangan
    • Membersihkan rumah secara rutin dan membuka jendela agar ventilasi udara tetap baik.
    • Menerima vaksin influenza
    • Konsumsi buah dan sayur, serta multivitamin
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Itulah beberapa hal yang menjadi gejala infeksi covid disertai flu yang kerap terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini […]

    Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Ini Jawaban dari Pertanyaan Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza di Indonesia

    Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam.

    Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini wajar karena vaksin influenza terdiri dari beberapa tipe dan beberapa jenis. Sahabat Sehat, penasaran apa saja tipe dan jenis vaksin influenza? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Virus Penyebab Influenza

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan.

    Terdapat 4 jenis virus influenza, yaitu tipe A, B C, dan D. Virus influenza tipe A dan B menyebabkan epidemi musiman, yang dikenal dengan “musim flu”. Virus influenza tipe C umumnya dianggap ringan dan tidak menyebabkan epidemi. Sementara virus influenza tipe D kerap menyerang hewan ternak. Sementara belum dapat dipastikan dapat menginfeksi manusia atau tidak.

    Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Setiap jenis vaksin flu berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu strain virus influenza. Sahabat Sehat, kini di Indonesia tersedia dua macam vaksin influenza yang terdiri dari:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu:

    • 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan
    • 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Waktu yang Tepat Untuk Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Walaupun sudah divaksin dengan vansin influenza, Sahabat Sehat masih perlu melakukan pencegahan infeksi influenza. Terutama di masa Covid-19 ini.

    Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi influenza:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Tetap dirumah jika merasa kurang enak badan, agar dapat mengembalikan daya tahan tubuh
    • Gunakan masker dan pastikan menutupi area wajah dan hidung
    • Hindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh berbagai benda di fasilitas umum
    • Gunakan sabun dan air bersih mengalir saat mencuci tangan (atau gunakan hand sanitizer)
    • Hindari menyentuh area wajah apabila berada di luar rumah (dan belum mencuci tangan)
    • Membersihkan rumah secara rutin
    • Menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi buah dan sayur serta minum air putih yang cukup
    • Mengelola stress dengan baik.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Fasilitas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Demikianlah informasi singkat mengenai ada berapa jenis vaksin influenza di Indonesia ini. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.

    Referensi:

    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Kasus seseorang yang kena Covid lagi setelah sembuh semakin banyak saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Oleh sebab itu, seseorang yang sembuh dari Covid harus tetap menjaga diri dan melakukan protokol kesehatan agar tidak tertular lagi. Banyak masyarakat […]

    3 Penyebab Seseorang Bisa Kena Covid Lagi Setelah Sembuh

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Kemungkinan Kena Covid Lagi Setelah Sembuh Selalu Ada

    Kasus seseorang yang kena Covid lagi setelah sembuh semakin banyak saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Oleh sebab itu, seseorang yang sembuh dari Covid harus tetap menjaga diri dan melakukan protokol kesehatan agar tidak tertular lagi.

    Banyak masyarakat beranggapan bahwa tubuh menjadi kebal setelah sembuh dari Covid-19. Sehingga kini banyak masyarakat mulai abai menerapkan protokol kesehatan.Sahabat Sehat, apakah benar bahwa setelah terinfeksi Covid-19, tubuh menjadi kebal terhadap infeksi virus SARS-COV 2 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apakah Bisa Kena Covid Lagi Setelah Sembuh?

    Sahabat Sehat, Pusat Pengendalian Penyakit atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) mengungkapkan bahwa kasus re-infeksi atau terinfeksi kembali Covid-19 cukup jarang terjadi namun bukan berarti bahwa benar-benar aman.

    Penelitian dari University of Missouri School of Medicine dan MU Health Care mengatakan bahwa sekitar 0,7% pasien yang terinfeksi ulang Covid-19 mengalami gejala yang berat. Sementara sisanya, pasien memiliki gejala yang ringan. 

    Sementara penelitian dari Public Health of England mengungkapkan bahwa pasien yang terinfeksi kembali Covid-19 hanya sebesar 16% dan hanya 7% pasien yang memiliki gejala berat. Namun perlu diingat bahwa hal ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

    Sebuah penelitian di Oxford menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh alami (antibodi) akan terbentuk setelah seseorang terinfeksi Covid-19 dan dapat memberikan perlindungan bagi tubuh dari infeksi Covid-19 hingga 6 bulan.

    Ada beberapa penyebab seseorang bisa kena Covid lagi setelah sebelumnya sembuh, yaitu:

    Melakukan Kontak dengan Penderita Covid

    Sembuh dari Covid bukan berarti tidak mungkin lagi kena Covid. Jadi adalah hal yang wajar jika seorang penyintas akan terkena Covid jika melakukan kontak dengan sesama penderita Covid.

    Virus Masih Ada Dalam Tubuh

    Bisa jadi virus masih ada dalam tubuh dan hanya tidur sementara waktu. Ketika daya tahan tubuh melemah, virus akan kembali aktif dan menyebabkan seseorang kembali jatuh sakit. Oleh sebab itu, sangat disarankan melakukan test PCR untuk mendeteksi masih ada atau tidaknya DNA virus di dalam tubuh.

    Terkena Covid Varian Lain

    Saat ini ada beberapa varian Covid yang sudah terdeteksi. Seseorang sangat mungkin untuk terkena Covid varian lain. Maka dari itu, protokol kesehatan harus selalu dilakukan agar tidak terkena virus Corona varian apapun.

    Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang pernah terkena Covid-19 masih bisa terkena Covid kembali. Juga masih ada risiko seseorang yang pernah terkena Covid untuk mengalami Covid lagi dengan gejala berat.

    Tips Mencegah Infeksi Ulang Covid-19

    Seseorang yang terinfeksi Covid kembali dapat mengalami gejala berbeda-beda. Ada yang tidak mengalami gejala, ada yang mengalami gejala ringan, namun ada juga yang justru mengalami gejala yang lebih berat.

    Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu melakukan pencegahan agar tidak terkena Covid lagi. Cara terbaik agar tidak kena Covid lagi setelah sembuh adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti:

    • Menggunakan masker
    • Menjauhi kerumunan
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
    • Menjaga jarak
    • Membatasi mobilisasi jika tidak darurat
    • Meningkatkan imun tubuh dengan istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi
    • Mengikuti program vaksinasi, termasuk bagi para penyintas Covid-19

    Saya sudah pernah kena Covid, kok harus vaksinasi lagi? Ya, walaupun sudah pernah terkena Covid, penyintas sebaiknya tetap melakukan vaksinasi untuk memastikan sistem kekebalan tubuh bekerja optimal terhadap virus Covid-19.

    Pentingnya Vaksinasi Covid-19

    Walaupun sudah pernah terinfeksi Covid-19, masyarakat tetap harus melakukan vaksinasi agar tubuh mendapatkan perlindungan maksimal dan mencegah kemungkinan terinfeksi virus SARS-COV 2 kembali. 

    Sesuai dengan yang disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit dalam (PAPDI), penyintas Covid-19 dapat diberikan vaksinasi paling cepat setelah 3 bulan dinyatakan sembuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal berikut:

    Tubuh masih mempunyai kekebalan tubuh alami 

    Alasan utama penyintas Covid-19 baru dapat diberikan paling cepat setelah 3 bulan sejak sembuh adalah karena para penyintas Covid-19 masih mempunyai kekebalan tubuh alami setelah sembuh.

    Plasma konvalesens bisa meniru kekebalan tubuh

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bagi para penyintas Covid-19 untuk menunggu paling cepat 3 bulan sejak sembuh sebelum  mendapatkan vaksin Covid-19 sebab apabila sebelumnya mendapatkan penanganan antibodi monoklonal dan plasma konvalesen dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, maka tubuh tidak memberikan respon yang baik terhadap vaksin yang disuntikkan. Hal ini disebabkan karena antibodi monoklonal dan plasma konvalesens dapat meniru respons imun tubuh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting mengenai peluang kena Covid lagi setelah sembuh dari penyakit tersebut. Bagi para penyintas Covid-19, pastikan juga untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap patuhi protokol kesehatan.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dewi B. Setelah Sembuh dari Covid-19, Mungkinkah Tertular Lagi? [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Feb 09; cited 2021 Aug 19].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Covid-19 and Your Health [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Aug 06; cited 2021 Aug 19].
    3. Qureshi A. Study Finds COVID-19 Reinfection Rate Less Than 1% for Those with Severe Illness [Internet]. USA : University of Missouri. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 Aug 19].
    4. Beusekom M. Previous COVID-19 may cut risk of reinfection 84% [Internet]. USA : University of Minnesota. 2021 [updated 2021 April 12; cited 2021 Aug 19].
    5. Crescione M. If You Had COVID-19, Can You Get the Delta Variant? [Internet]. USA : Healthline. 2021 [updated 2021 July 09; cited 2021 Aug 19].
    6. Farmita A. 2 Alasan Penyintas Covid-19 Harus Menunggu 3 Bulan untuk Divaksin [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Aug 06; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Banyak cara mengatasi biang keringat pada bayi. Namun pastikan Sahabat Sehat hanya memilih cara yang terbukti aman bagi kulit si kecil. Ya, kulitnya masih sangat sensitif. Sembarangan memilih produk anti biang keringat justru dapat menyebabkan masalah kulit yang lebih serius. Biang keringat yang membuat […]

    6 Cara Aman dan Alami Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi dengan Cepat dan Aman

    Banyak cara mengatasi biang keringat pada bayi. Namun pastikan Sahabat Sehat hanya memilih cara yang terbukti aman bagi kulit si kecil. Ya, kulitnya masih sangat sensitif. Sembarangan memilih produk anti biang keringat justru dapat menyebabkan masalah kulit yang lebih serius.

    Biang keringat yang membuat permukaan kulit kemerahan dan menimbulkan rasa gatal dan perih kerap kali membuat Si Kecil menjadi rewel dan terlihat kurang nyaman. Sahabat Sehat, bagaimana cara yang baik dan benar, serta aman untuk mengatasi biang keringat pada bayi ? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Biang Keringat

    Biang keringat atau disebut juga miliaria adalah kondisi ketika kulit mengalami iritasi akibat penyumbatan pori-pori oleh keringat. Biang keringat biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil kemerahan dengan sensasi gatal dan perih. Biang keringat kerap dialami bayi dan anak-anak, terlebih saat cuaca panas dan lembab. Biang keringat pada umumnya terjadi pada area tubuh berikut :

    • Leher
    • Bagian belakang leher
    • Dada
    • Area popok, terutama di bagian pinggang dan selangkangan
    • Lipatan tubuh seperti ketiak, lipatan siku, lipatan paha, dan belakang lutut
    • Kulit kepala

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

    Jika tidak disertai dengan infeksi pada kulit, biang keringat pada umumnya dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun rasa gatal dan tidak nyaman yang ditimbulkan akibat biang keringat dapat menyebabkan Si Kecil menjadi rewel. Jika sudah rewel, biasa saja dia tidak mau tidur siang, tidak mau makan, atau akan terus menangis sepanjang hari.

    Oleh sebab itu, Sahabat Sehat sebagai orang tua perlu untuk tahu bagaimana mengatasi biang keringat pada si kecil yang masih bayi tersebut. Berikut beberapa cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi biang keringat pada si kecil:

    Hindari Udara Panas dan Lembab

    Atur  suhu ruangan menjadi lebih sejuk, gunakan alat penyejuk ruangan seperti AC atau kipas angin untuk mengurangi rasa panas. Jika Sahabat Sehat sedang berada di luar rumah, jangan lupa membawa kipas angin kecil atau kipas angin portable.

    Kenakan Pakaian Nyaman

    Pilihlah pakaian yang berbahan dasar serat alami seperti katun, sebab lebih mudah menyerap keringat. Sementara jenis pakaian yang berbahan kain sintetis, seperti nilon dan polyester dapat memerangkap panas. Kenakan longgar pada Si Kecil agar tidak mudah berkeringat.

    Jaga Kebersihan Tubuh

    Agar biang keringat Si kecil cepat mereda, jaga kebersihan kulit Si Kecil dengan memandikan secara rutin serta gunakan sabun dan produk kulit khusus bayi. Gunting kuku Si Kecil secara berkala dan gunakan sarung tangan bayi agar Si Kecil bayi tidak menggaruk dan melukai kulitnya. 

    Hindari Air Panas

    Selanjutnya, Sahabat Sehat sebaiknya memastikan suhu air saat memandikan Si Kecil. Mandikan Si Kecil dengan air hangat suam-suam kuku, jika air terlalu panas justru akan memicu keluarnya keringat. Jangan lupa membersihkan semua permukaan dan lipatan kulit bayi.

    Oleskan Lotion Bayi

    Gunakan lotion yang memiliki kandungan calamine, oxide, zinc, dan diphenhydramine hydrochloride sebab efektif untuk meredakan rasa gatal pada kulit bayi. Oleskan pada kulit Si Kecil yang bermasalah setelah kulit dibersihkan dan dalam keadaan kering.

    Oleskan Lidah Buaya

    Lidah buaya memiliki berbagai manfaat, salah satunya dapat mengurangi rasa gatal akibat biang keringat. Sensasi dingin yang ditimbulkan oleh lidah buaya mampu meredakan rasa panas, kemerahan dan gatal pada kulit Si Kecil. Oleskan sedikit lidah buaya pada area kulit yang bermasalah dan biarkan mengering, lalu bersihkan dengan handuk yang lembab. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara mengatasi biang keringat pada bayi yang bisa dipilih. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk kulit bayi, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fiona D. 13 Obat Biang Keringat pada Bayi, Ampuh Lho Moms! [Internet]. Indonesia : Orami. 2021 [updated 2021 March 21; cited 2021 Aug 19].
    2. Ding K. Heat rash in babies and children [Internet]. USA : Baby Center. 2020 [updated 2020 July 24; cited 2021 Aug 19].
    3. Carmaciu C. How can I treat my baby’s heat rash?[Internet]. 2018 [updated 2018 Feb; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sebenarnya banyak manfaat sunat dewasa yang sudah diakui secara medis. Namun sayang, masih ada saja perdebatan mengenai manfaat sunat. Sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi, merupakan proses pelepasan atau pemotongan kulit yang menyelubungi ujung penis. Sunat biasanya dilakukan pada masa kanak-kanak […]

    7 Manfaat Sunat Dewasa Menurut Pandangan Ahli Kesehatan

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Manfaat Sunat Dewasa Bagi Kesehatan

    Sebenarnya banyak manfaat sunat dewasa yang sudah diakui secara medis. Namun sayang, masih ada saja perdebatan mengenai manfaat sunat. Sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi, merupakan proses pelepasan atau pemotongan kulit yang menyelubungi ujung penis. Sunat biasanya dilakukan pada masa kanak-kanak sebab lebih mudah dilakukan. Tetapi jika ingin sunat di usia dewasa juga tidak menjadi masalah.

    Sahabat Sehat tidak perlu takut jika ingin disunat saat dewasa. Karena pada umumnya sunat saat dewasa tidak mengganggu kesuburan dan tidak mempengaruhi hubungan seksual. Apabila sunat dilakukan saat dewasa maka risiko juga bertambah. Risiko tersebut misalnya durasi proses penyembuhan luka sunat yang bisa berlangsung jauh lebih lama. Namun dibalik risiko tersebut, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan bersunat.

    Manfaat Sunat Dewasa Bagi Pria

    Sunat pada dewasa membutuhkan prosedur pembiusan, baik bius lokal, bius separuh badan, maupun bius total. Setelahnya, penis akan dijepit dengan alat penjepit khusus dan kulit ujung penis akan dipotong. Pada area tersebut akan diolesi salep dan dibungkus dengan menggunakan kain kasa.

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa manfaat sunat secara medis yang dilakukan pada saat dewasa :

    Menjaga kebersihan area kemaluan

    Ujung kepala penis yang telah disunat akan lebih sering terkena air saat mandi. Hal ini membuat area tersebut menjadi lebih bersih dan terhindar dari penumpukan smegma.

    Mengurangi risiko penyakit menular seksual

    Sunat dapat mengurangi risiko penyakit kelamin seperti infeksi Human Papillomavirus (HPV), herpes dan sifilis. Hal ini dapat terjadi karena ujung kepala yang disunat akan lebih mudah dibersihkan.

    Menghindari resiko fimosis

    Beberapa pria kerap kesulitan menarik bagian kulup karena memiliki lubang yang kecil sementara kepala penis semakin membesar (fimosis). Jika kulup penis sering ditarik, dapat menimbulkan pembengkakan pada kepala penis (balanitis). Dengan di sunat, Sahabat Sehat dapat menghindari resiko terjadinya fimosis.

    Menghindari resiko paraphimosis

    Paraphimosis merupakan kondisi ketika kulup penis tidak dapat ditarik kembali pada posisi semula, sehingga tersangkut di belakang kepala penis dan menghambat aliran darah penis. Paraphimosis merupakan kondisi darurat medis sebab apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian jaringan penis.

    Mengurangi risiko infeksi kandung kemih

    Jika Sahabat Sehat telah disunat, sisa urin yang mungkin tertinggal di ujung penis akan lebih mudah dibersihkan. Hal ini tentunya akan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

    Menurunkan resiko kanker prostat

    Menurut penelitian, mereka yang telah disunat memiliki kemungkinan terkena kanker prostat lebih kecil daripada yang tidak disunat. Walaupun demikian, hal ini tetap harus didukung dengan pola hidup yang sehat.

    Meningkatkan kepuasan seksual pasangan

    Dengan di sunat, ujung kepala penis lebih sensitif terhadap rangsangan seksual di area kemaluan sehingga pria dapat merasakan kepuasan seksual yang lebih baik.

    Perawatan Luka Pasca Sunat

    Walaupun manfaat sunat dewasa sangat banyak bagi kesehatan, namun ada risiko dalam melakukan sunat. Oleh sebab itu, prosedur sunat harus dilakukan secara ketat. Pastikan sunat dilakukan oleh profesional, menggunakan peralatan yang higienis, serta segera mendapatkan perawatan luka pasca sunat.

    Pasca menjalani prosedur sunat, penis dapat terlihat kemerahan, memar, bengkak, serta nyeri. Secara umum proses pemulihan dapat berlangsung dalam kurun waktu sekitar 1-3 minggu. Agar Sahabat Sehat cepat pulih, lakukan beberapa tips berikut :

    • Hindari melakukan aktivitas berat dan olahraga berat seperti berlari, bersepeda, serta latihan beban
    • Hindari celana ketat dan pilih celana yang longgar serta berbahan menyerap keringat.
    • Minum obat sesuai anjuran dokter 
    • Bersihkan penis setelah kain kasa dilepas, dengan kain atau handuk hangat. Jika luka tampak kering, penis dapat dibilas dengan sabun yang lembut.
    • Hindari hubungan seksual atau masturbasi hingga luka tampak kering.2,3

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai manfaat sunat dewasa dari sisi kesehatan. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. RSUP Dr.Sardjito. Manfaat Sunat Bagi Kesehatan [Internet]. Indonesia : RSUP Dr.Sardjito; [cited 17 August 2021].
    2. RSUP Dr.Soeradji. Manfaat Sunat (Sirkumsisi) Untuk Kesehatan [Internet]. Indonesia : RSUP Dr.Soeradji; [cited 17 August 2021].
    3. Sondang E, Trisna A. Prosedur Sunat Dewasa dan Manfaatnya bagi Kenikmatan Seks Pria [Internet]. Indonesia : theAsianparents; [cited 17 August 2021].
    4. Holland K. Adult Circumcision: Procedure, Care, Recovery, Results, and More [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 19 May 03; cited 2021 Aug 17].
    5. Villines Z. Adult circumcision: Recovery, procedure, and benefits [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 Sep 30; cited 2021 Aug 17].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebagai cara mencegah penyakit kelamin maka diperlukan perilaku seks yang aman. Juga tentunya ditunjang dengan pola hidup yang sehat. Ya, jangan sampai Sahabat Sehat tertular penyakit menular seksual atau dalam istilah awam adalah penyakit kelamin. Berbagai penyakit menular seksual diketahui dapat berdampak pada kondisi tubuh, dan jika ibu […]

    Agar Tidak Tertular, Ini 8 Cara Mencegah Penyakit Kelamin

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mencegah Penyakit Kelamin Menular Menurut Para Ahli

    Sebagai cara mencegah penyakit kelamin maka diperlukan perilaku seks yang aman. Juga tentunya ditunjang dengan pola hidup yang sehat. Ya, jangan sampai Sahabat Sehat tertular penyakit menular seksual atau dalam istilah awam adalah penyakit kelamin.

    Berbagai penyakit menular seksual diketahui dapat berdampak pada kondisi tubuh, dan jika ibu hamil terinfeksi penyakit menular seksual dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi janin. Sahabat Sehat, bagaimana perilaku seks yang aman untuk mencegah penyakit menular seksual? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mencegah Penyakit Kelamin Menurut Para Ahli

    Penyakit kelamin diketahui sudah sejak dahulu dikenal dalam peradaban manusia. Namun penyebab munculnya penyakit kelamin baru diketahui dengan jelas di era modern ini. Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit kelamin ini, para ahli dapat menentukan solusi agar tidak tertular penyakit ini.

    Berikut ini adalah 7 cara paling efektif menurut para ahli untuk mencegah penularan penyakit kelamin:

    Pendidikan Seksual Sejak Dini

    Kini Sahabat Sehat perlu memberikan pengenalan seputar seksual sejak dini, yang dapat mulai diajarkan pada remaja. Beri pemahaman kepada anak mengenai area genital tubuh, cara menjaga kebersihan area genital, serta dampak hubungan seks bebas. Dengan mengajarkan pendidikan seks sejak dini, dapat dihindari perilaku seks bebas dan kehamilan di luar nikah.

    Hindari Berganti Pasangan Seksual

    Sahabat Sehat dianjurkan memiliki pasangan seksual yang tetap, dan hindari berganti-ganti pasangan seksual sebab beresiko tertular penyakit menular seksual dari pasangan seksual lainnya.

    Jaga Kebersihan Kemaluan

    Bersihkan kemaluan dengan air bersih baik sebelum dan sesudah berhubungan seksual, serta ganti pakaian dalam apabila terasa lembab. Dengan menjaga higienitas kemaluan, Sahabat Sehat dapat menghindari infeksi kuman dan parasit di kemaluan.

    Menggunakan Alat Kontrasepsi

    Alat kontrasepsi seperti kondom, mampu membantu mencegah penularan infeksi menular seksual serta mencegah kehamilan. Gunakan kondom berbahan dasar lateks, dan sekali pakai.

    Gunakan Pakaian Dalam & Alat Mandi Pribadi

    Untuk menjaga higienitas pada area kemaluan, Sahabat Sehat dianjurkan menggunakan pakaian dalam serta alat mandi pribadi. Demikian pula apabila Sahabat Sehat berada di tempat umum, misalnya sauna dan pusat kebugaran. 

    Hindari Obat Terlarang dan Alkohol

    Kebanyakan pengguna obat-obatan terlarang serta minuman beralkohol, turut terjebak dalam aktivitas hubungan seks bebas. Sahabat Sehat dianjurkan menghindari konsumsi obat terlarang dan alkohol, serta mengalihkan dengan melakukan berbagai aktivitas lain yang lebih bermanfaat misalnya berolahraga, mendekatkan diri secara agama, maupun melakukan hobi yang disukai.

    Jaga Imun Tubuh

    Beberapa jenis penyakit kelamin disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur yang dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh selama imun tubuh dalam keadaan baik.  Oleh sebab itu, sangat penting menjaga imun tubuh dengan istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, serta berolahraga secara teratur.

    Namun perlu diingat, sebaik apapun kondisi tubuh, risiko terjangkit penyakit kelamin tetaplah tinggi jika tidak didukung pola hidup sehat dan perilaku seks aman.

    Melakukan Vaksinasi

    Langkah yang tidak kalah penting selanjutnya adalah dengan mengikuti vaksinasi. Kini telah tersedia vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, kanker anus, maupun kutil kelamin. Selain itu, vaksinasi Hepatitis B dapat mencegah infeksi virus Hepatitis B yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara mencegah penyakit kelamin atau infeksi menular seksual. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi HPV dan Hepatitis B, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat.  

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Orang Tua Jangan Lengah, Lakukan Ini Untuk Cegah IMS Pada Remaja [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. 2019 [updated 2019 Sep 04; cited 2021 Aug 19].
    2. Arquilla E. STI Prevention for Sexual Health [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 Nov 04; cited 2021 AUg 19].
    3. Johnson T. Understanding Sexually Transmitted Disease Prevention [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 April 19; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebagian besar orang menganggap masalah lansia susah makan akibat nafsu makan menurun merupakan hal wajar. Padahal tidaklah demikian! Masalah susah makan ini sebenarnya bisa saja merupakan peringatan dini dari adanya masalah kesehatan yang serius. Jika Sahabat Sehat tengah merawat lansia di rumah, sebaiknya […]

    5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Lansia Susah Makan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Penyebab Lansia Susah Makan Serta Cara untuk Mengatasinya

    Sebagian besar orang menganggap masalah lansia susah makan akibat nafsu makan menurun merupakan hal wajar. Padahal tidaklah demikian! Masalah susah makan ini sebenarnya bisa saja merupakan peringatan dini dari adanya masalah kesehatan yang serius.

    Jika Sahabat Sehat tengah merawat lansia di rumah, sebaiknya jangan menyepelekan hal ini sebab menurunnya nafsu makan dapat menyebabkan lansia kekurangan gizi dan mempengaruhi kondisi kesehatannya. Sahabat Sehat, apa saja penyebab nafsu makan lansia menurun serta bagaimana cara mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Faktor Utama Penyebab Lansia Susah Makan

    Terdapat berbagai penyebab hilangnya nafsu makan pada lansia. Selain diakibatkan oleh proses penuaan, penurunan nafsu makan juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut :

    Masalah Gigi

    Gigi yang mulai tanggal, maupun penggunaan gigi palsu yang tidak pas dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat makan sehingga menurunkan selera makan.

    Kondisi Psikologis

    Munculnya perasaan kesepian, cemas, kesedihan dapat berdampak pada penurunan nafsu makan. Masalah ini terjadi terutama pada mereka yang ditinggalkan oleh orang-orang yang sebelumnya dekat dengan mereka.

    Efek Samping Obat

    Kehilangan nafsu makan dan munculnya rasa mual merupakan efek samping yang paling umum terjadi akibat mengkonsumsi obat, misalnya obat pereda nyeri, kemoterapi, dan obat antidepresan. 

    Menderita Penyakit Kronis

    Berbagai penyakit kronis seperti dementia, penyakit Alzheimer, gangguan fungsi ginjal, maupun kanker dapat berdampak pada menurunnya nafsu makan. Oleh sebab itu, lansia yang tiba-tiba kehilangan nafsu makan perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan karena gejala tidak nafsu makan bisa menjadi tanda adanya penyakit kronis.

    Faktor Hormon dan Kemampuan Indera Perasa

    Seiring waktu, hormon dan enzim di dalam tubuh menjadi tidak lagi sama seperti masa muda. Rangsangan merasa lapar dan ingin makan bisa menghilang di masa tua. Apalagi jika ditambah dengan menurunnya kemampuan penciuman, serta indera pengecapan akan menurunkan nafsu makan secara drastis

    Namun bagaimanapun juga mengkonsumsi makanan sehat harus tetap dilakukan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk meminta mereka yang tidak nafsu makan agar tetap mengkonsumsi makanan-makanan sehat.

    Tips Meningkatkan Nafsu Makan Lansia

    Agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi, berikut ini beberapa cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk meningkatkan nafsu makan lansia:

    Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

    Sahabat Sehat dapat mengajak lansia untuk makan bersama dengan anggota keluarga lainnya agar lansia merasa dicintai, sehingga dapat meningkatkan nafsu makannya.

    Buat jadwal makan tetap

    Berikan makanan sesuai jadwal setiap harinya, serta beri cemilan sehat seperti potongan buah segar disela-sela makan utama. Dengan makan sesuai jadwal, rasa lapar akan muncul sesuai jam makan seharusnya. 

    Bantu lansia saat makan

    Temani lansia saat makan dan tawarkan bantuan jika mengalami kesulitan. Selain memudahkan lansia saat makan, hal ini turut menurunkan resiko lansia tersedak makanan atau minuman saat makan.

    Perhatikan kesehatan gigi dan mulut

    Merawat kesehatan gigi dan mulut pada lansia sangatlah penting sebab lansia rentan mengalami kesulitan makan, terlebih saat mengalami sariawan, sakit gigi, gigi goyang dan sebagainya. Memeriksakan ke dokter gigi secara rutin juga dapat dilakukan guna melakukan perawatan gigi. 

    Perhatikan obat yang dikonsumsi

    Jika lansia memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya perhatikan obat apa saja yang perlu dikonsumsi Konsultasikan dengan dokter mengenai cara penggunaan dan efek sampingnya. Jika lansia mengalami penurunan nafsu makan setelah konsumsi obat, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter.

    Beri multivitamin dan susu

    Selanjutnya, Sahabat Sehat dapat memberikan tambahan multivitamin untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada lansia. Bagi lansia yang sulit makan, berikan susu sebagai salah satu cara tetap memenuhi asupan gizi harian.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab dan cara mengatasi nafsu makan lansia yang menurun. Jika Sahabat Sehat berminat pada produk multivitamin dan suplemen, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Geriatri. Tips Mengatasi Susah Makan pada Lansia [Internet]. Indonesia : Geriatri. 2018 [updated 2018 Dec 02; cited 2021 Aug 18].
    2. Yaneff J. Loss of Appetite in Elderly: Symptoms, Causes, and Natural Treatment [Internet]. 2017 [updated 2017 April 28; cited 2021 Aug 18]. USA : Doctors Health Press.
    3. Anderson S.. What are Medical Reasons for Loss of Appetite in the Elderly? [Internet]. USA : Healthfully. 2017 [updated 2017 July 18; cited 2021 Aug 18].
    4. Kalbe Nutritionals. Lansia Susah Makan? Ini Tipsnya Agar Gizinya Tetap Terpenuhi [Internet]. Indonesia : Kalbe Nutritionals. 2020 [updated 2020 June 05; cited 2021 Aug 18].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya Sahabat Sehat bisa mencegah kanker serviks sejak dini dengan melakukan 2 hal. Vaksinasi HPV serta pola hidup yang sehat. Sayangnya, tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker serviks tergolong rendah. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering diderita para wanita, selain kanker payudara. Kanker serviks disebabkan karena […]

    7 Cara Terbaik Untuk Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Panduan Cara Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

    Sebenarnya Sahabat Sehat bisa mencegah kanker serviks sejak dini dengan melakukan 2 hal. Vaksinasi HPV serta pola hidup yang sehat. Sayangnya, tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker serviks tergolong rendah.

    Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering diderita para wanita, selain kanker payudara. Kanker serviks disebabkan karena pertumbuhan sel abnormal dan ganas pada sel di leher rahim, yaitu merupakan bagian dalam organ reproduksi wanita yang menghubungkan bagian bawah rahim dengan vagina. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara mencegah kanker serviks ? Mari simak penjelasan berikut 

    Faktor Risiko Kanker Serviks

    Diketahui infeksi virus Human Papillomavirus (HPV), merupakan salah satu faktor penyebab dari kanker serviks.  Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai kondisi yang meningkatkan risiko kejadian kanker serviks yaitu :

    • Berganti pasangan seksual
    • Hubungan seks di usia dini
    • Sistem kekebalan tubuh yang rendah, misal pada penderita HIV/Aids
    • Sedang mengkonsumsi obat penekan sistem imun
    • Transplantasi organ
    • Merokok
    • Efek samping obat

    Berdasarkan beberapa penelitian diketahui bahwa jika ibu hamil mengkonsumsi obat Diethylstilbestrol (DES), janin beresiko menderita kanker serviks jenis clear cell adenocarcinoma di kemudian hari.

    Gejala Kanker Serviks

    Pada stadium dini, kanker serviks bisa saja tidak menimbulkan gejala. Pada stadium lanjut, kanker serviks ditandai dengan :

    • Perdarahan vagina setelah berhubungan intim
    • Perdarahan diluar masa haid
    • Perdarahan vagina setelah menopause.
    • Keputihan yang lembab, dapat disertai darah, dan berbau tidak sedap
    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubungan seksual
    • Darah haid lebih banyak dan lebih lama dibandingkan biasanya

    Tips Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

    Kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Untuk mencegah kanker serviks, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    • Hindari berganti-ganti pasangan seksual
    • Konsumsi buah dan sayur
    • Beristirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap optimal
    • Berolahraga secara rutin
    • Hindari merokok
    • Melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala.
    • Mengikuti vaksinasi HPV

    Pemeriksaan pap smear dapat mendeteksi kondisi serviks pra-kanker, sehingga dapat segera mendapatkan penanganan. Pemeriksaan pap smear dapat mulai dilakukan sejak berusia 21 tahun, atau disarankan bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual.

    Pentingnya Vaksin HPV

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin HPV, yaitu vaksin bivalen yang mengandung 2 tipe virus HPV (tipe 16 dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim, serta vaksin tetravalen yang mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim serta kutil kelamin.

    Pemberian vaksin HPV diberikan mulai pada usia 10-13 tahun sebanyak 2 dosis. Pada anak berusia 16-18 tahun atau remaja akhir, diberikan vaksin HPV sebanyak 3 dosis.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai mencegah kanker serviks sejak dini yang perlu segera diterapkan. Jika Sahabat Sehat berminat mengikuti vaksinasi HPV, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat yang memiliki beberapa keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Cervical Cancer [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2021 June 17; cited 2021 Aug 18].
    2. Cancer Net. Cervical Cancer: Screening and Prevention [Internet]. USA : Cancer Net. 2020 [updated 2020 Nov; cited 2021 Aug 18].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja