Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 111–120 of 1353 results

  • Sebelum merencanakan Studi ke luar negeri, lakukan vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri. Calon mahasiswa harus melakukan persiapan tersebut. Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya. Data dari […]

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Sebelum merencanakan Studi ke luar negeri, lakukan vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri. Calon mahasiswa harus melakukan persiapan tersebut.

    Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya.

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021, ada 10 negara yang menjadi tujuan para pelajar di Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Turki dan Kanada.

    Hampir semua negara memiliki penyakit endemik tertentu, yaitu penyakit menular yang berjangkit di suatu daerah. Misalnya hepatitis A, malaria, Japanese encephalitis, dan lain-lain. Untuk itu, sebelum merencanakan kuliah di luar negeri, calon mahasiswa harus melakukan persiapan pencegahan dengan vaksinasi.

    Pilih Vaksin yang Mana?

    Untuk memilih jenis vaksin, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu daftar vaksinasi yang disyaratkan oleh negara dan/atau universitas yang dituju. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk penjadwalan vaksinasinya.

    Selain melihat riwayat vaksinasi yang sudah dilakukan, dokter juga perlu tahu negara tujuanmu karena ada beberapa penyakit endemik di negara-negara tertentu.

    Contohnya, daerah yang endemik penyakit Japanese encephalitis seperti Malaysia, Filipina, dan Australia akan mewajibkan vaksinasi Japanese encephalitis, sedangkan vaksin ini tidak masuk ke vaksinasi wajib bila kamu kuliah di Amerika.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Berikut ini beberapa contoh vaksinasi yang biasanya dilakukan sebelum berpergian atau rencana menetap di luar negeri, antara lain:

    • Meningitis

    Pemberian vaksinasi meningitis bertujuan untuk melindungi calon mahasiswa dari penyakit meningitis. Beberapa vaksinasi yang digunakan untuk mencegah meningitis.

    • Demam Kuning (Yellow Fever)

    Jika hendak melakukan perjalanan dan menetap di negara Afrika (Gana, Kenya dan Nigeria) disarankan untuk melakukan vaksinasi Demam Kuning atau Yellow Fever. Selain itu, bila kamu akan melakukan transit selama lebih dari 12 jam di Afrika, maka vaksin ini akan dibutuhkan.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    • Hepatitis A dan B

    Hepatitis A dan B sama-sama menyebabkan peradangan hati, namun virus hepatitis B bisa sampai menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Salah satu negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    • Tifoid dan paratifoid

    Vaksinasi tifoid dilakukan untuk mencegah penyakit tifoid (tipes) saat melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi tifoid tinggi misalnya negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    • Influenza

    Apabila hendak berlibur saat musim hujan seperti saat ini, ada baiknya untuk melakukan vaksinasi flu dulu sebelumnya.

    • Japanese Encephalitis

    Japanese encephalitis merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pada musim hujan, risiko penularan menjadi meningkat.

    • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) 

    Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga diberikan bagi orang dewasa. Hal ini karena penyakit mumps (gondongan), measles (campak) dan rubella (campak jerman) sangat mudah penularannya.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    • Vaksin Rabies

    vaksin rabies direkomendasikan terutama bagi individu yang berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan atau berinteraksi dengan hewan.

    Nah Sahabat Sehat, ternyata penting sekali ya untuk membekali diri dengan imunitas yang kuat, apalagi jika akan berkunjung atau menetap lama di luar negeri yang budaya dan pola penyakitnya berbeda dengan di Indonesia. Jangan sepelekan vaksinasi karena mencegah penyakit itu lebih baik dan tidak sebanding dengan pengorbanannya bila terinfeksi. Yuk, segera jadwalkan rencana vaksinasimu dengan dokter.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Pininta Kasih, A. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah.
    2. Aisyah, N. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Vaksinasi jadi syarat yang harus dipenuhi sebelum kuliah di luar negeri, jenis vaksin yang perlu dilengkapi untuk setiap negara tentu berbeda. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah kurang lebih 20 jenis penyakit menular yang membahayakan. Menurut data dari World Health Organization (WHO), 2-3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit menular seperti difteri, influenza, dan […]

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi jadi syarat yang harus dipenuhi sebelum kuliah di luar negeri, jenis vaksin yang perlu dilengkapi untuk setiap negara tentu berbeda.

    Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah kurang lebih 20 jenis penyakit menular yang membahayakan. Menurut data dari World Health Organization (WHO), 2-3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit menular seperti difteri, influenza, dan campak setiap tahunnya dapat dihindari melalui pemberian vaksinasi.

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi merupakan sebuah kunci dalam kesehatan primer dan semua orang berhak mendapatkan vaksinasi. Dengan manfaat vaksin yang begitu baik, maka banyak negara yang mengharuskan para pelajar untuk melengkapi vaksinasinya sebelum melanjutkan studinya ke negara tersebut.

    Herd immunity Melindungi Masyarakat

    Salah satu tujuan pemberian vaksin adalah untuk mencapai herd immunity, yaitu ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut. 

    Dengan herd immunity maka orang yang mungkin tidak dapat menerima vaksin karena kondisi tertentu tetap terlindungi dari penyakit tersebut karena komunitas di sekitarnya.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Lengkapi Vaksinasi Sebelum Kuliah

    Persiapan vaksin yang perlu dilengkapi untuk setiap negara berbeda-beda, pastikan Anda sudah tahu syarat vaksin ke luar negeri untuk negara yang dituju.

    Misalnya, untuk pelajar yang akan melanjutkan kuliahnya ke United Kingdom, direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin berikut sebelum keberangkatan:

    1. Polio
    2. Tdap
    3. Influenza
    4. MMR
    5. Hepatitis A
    6. Hepatitis B
    7. Varicella
    8. HPV
    9. Meningitis
    10. Covid-19

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Sedangkan, negara-negara tujuan di Asia memiliki pola penyakit yang berbeda sehingga rekomendasi vaksinasinya juga berbeda. Selain jenis vaksin di atas, perlu pula ditambahkan vaksin berikut:

    1. Japanese encephalitis
    2. Tifoid
    3. Rabies

    Jangan lupa juga untuk melengkapi dosis vaksin Covid-19 karena sudah merupakan syarat vaksin ke luar negeri untuk bepergian ke luar negeri.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia dan berbagai negara di dunia sudah memberikan izin penggunaan darurat pada 10 jenis vaksin COVID-19, yakni Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Convidencia, dan Zifivax.5 Vaksin Covid-19 bisa Anda dapatkan di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Vaksinasi Beberapa Bulan Sebelum Keberangkatan

    Sebagian vaksin membutuhkan dosis multipel dengan jarak waktu beberapa minggu antara dosis pertama ke berikutnya untuk dapat mendapatkan efek perlindungan yang optimal.

    Maka, disarankan agar Anda melakukan vaksinasi dari jauh-jauh hari, minimal 8-12 minggu sebelum keberangkatan.

    Bila Anda tidak yakin harus mempersiapkan vaksin apa saja, Anda dapat menghubungi kedutaan negara tersebut atau universitas yang dituju untuk informasi lebih lanjut.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Konsultasi Dokter untuk Jadwal Vaksinasi

    Apabila Anda sudah menentukan negara yang dituju dan sudah mengetahui syarat vaksin ke luar negeri yang diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan vaksinasi.

    Terdapat beberapa vaksin yang mungkin sudah diberikan saat Anda masih kecil, sehingga pemeriksaan antibodi untuk vaksin tersebut diperlukan untuk mengetahui Anda memerlukan booster atau tidak.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Sahabat Sehat, vaksin merupakan salah satu metode yang dinilai efektif untuk mencegah penyakit menular. Pastikan Anda telah melengkapi vaksinasi Anda sebelum berangkat kuliah ke luar negeri agar terlindungi selama menetap di sana. Konsultasikan dengan dokter untuk saran jadwal vaksinasi yang terbaik.

    Sahabat Sehat, itulah syarat vaksin ke luar negeri yang diperlukan untuk bepergian ke mancanegara dalam jangka waktu pendek dan panjang. Mencegah penyakit-penyakit ini penting dan lebih murah dibandingkan perawatan di rumah sakit jika terinfeksi. Melindungi diri dengan vaksin artinya menurunkan risiko sakit berat, komplikasi, kecacatan, dan kematian. Bila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. NHS UK. Why vaccination is safe and important.
    2. WHO. Vaccines and immunization.
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI.
    4. CDC. Studying Abroad.
    5. Satgas Covid 19. TENTANG VAKSINASI COVID-19.
    Read More
  • Moms, masa ujian sekolah sebentar lagi tiba. Pasti anak-anak sudah mulai banyak meluangkan waktu untuk mengkaji ulang pelajaran-pelajaran yang lalu ya. Untuk yang akan kenaikan kelas ke jenjang sekolah lebih tinggi dan tingkat universitas, masa ujian menjadi waktu yang menegangkan. Nah, jangan sampai anak-anak kelelahan dari belajar terlalu lama ya, Moms. Katanya sih kelelahan bisa […]

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Moms, masa ujian sekolah sebentar lagi tiba. Pasti anak-anak sudah mulai banyak meluangkan waktu untuk mengkaji ulang pelajaran-pelajaran yang lalu ya. Untuk yang akan kenaikan kelas ke jenjang sekolah lebih tinggi dan tingkat universitas, masa ujian menjadi waktu yang menegangkan.

    Nah, jangan sampai anak-anak kelelahan dari belajar terlalu lama ya, Moms. Katanya sih kelelahan bisa menyebabkan tipes, betulkah begitu? Moms, yuk simak tips agar anak terhindar dari tipes menjelang waktu yang penting dalam masa pendidikannya!

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Benarkah Kelelahan Sebabkan Tipes?

    Tipes adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini menginfeksi saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

    Salah satu faktor penyebab tipes adalah kelelahan. Sama seperti mesin, perlu diingat bahwa tubuh juga perlu istirahat agar dapat tetap berfungsi baik dalam menjalani tugasnya. Jika tidak, sistem kekebalan tubuh pun akan mengalami penurunan performa sehingga tidak mampu melindungi si pemilik tubuh dalam melawan penyakit. 

    Terlalu sibuk dan lama belajar hingga tidak makan dan istirahat dengan teratur adalah beberapa alasan mengapa anak lebih mudah terserang penyakit. Membagi waktu untuk belajar, makan, dan istirahat menjadi sulit sehingga mendorong anak untuk jajan atau memilih makanan yang mudah diakses tanpa memikirkan gizi dan kebersihannya. Jika tidak dipilih dengan baik, anak rentan terinfeksi tipes atau demam tifoid.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Cegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Moms, bantu persiapkan anak meraih hasil yang terbaik baginya. Dampingi ia agar kegiatannya tetap seimbang, tetap sehat, dan ia mampu fokus saat ujian nanti. Ikuti tips di bawah ini ya, Moms.

    Atur waktu belajar

    Luangkan waktu rutin setiap hari untuk mengulang pelajaran dan belajarlah hanya pada waktu tersebut. Istirahat selama 10-15 menit setiap satu jam belajar. Waktu istirahat ini bisa digunakan juga untuk stretching agar otot-otot relaks.

    Makan teratur 3 kali sehari

    Asupan makanan bergizi seimbang sangat dibutuhkan sehari-hari, terutama di saat beban otak lebih tinggi seperti belajar menjelang ujian. Moms, berikan ia makanan yang tinggi protein untuk meningkatkan kemampuan otaknya dalam mencerna dan memahami pelajaran, sayur dan buah untuk vitamin dan serat, juga karbohidrat agar ia memiliki cukup tenaga. Tidak lupa, pastikan anak minum air putih minimal 8 gelas sehari.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Istirahat yang cukup

    Dalam waktu “genting” seperti ini, jangan anggap istirahat sebagai membuang waktu, ya! Justru istirahat sangat penting perannya agar anak mampu berkonsentrasi. Luangkan minimal 7 jam untuk tidur malam. Tidur malam tidak bisa digantikan atau dicicil dengan tidur siang atau waktu lainnya ya, Moms.

    Jangan lupa mandi

    Mandi adalah salah satu cara untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Anak boleh mandi menggunakan air hangat atau air biasa. Selain menyegarkan tubuh, tubuh juga menjadi bersih dan wangi.

    Vaksinasi tifoid untuk melindungi dari dalam

    Memberikan kekebalan tubuh melalui vaksinasi adalah salah satu langkah tepat dalam mencegah penyakit. Agar terhindar dari tipes, Moms dapat berikan anak vaksinasi tifoid. Vaksinasi ini hanya diperlukan satu kali suntik setiap tiga tahun. Jika Moms ingin memberikan perlindungan ekstra, anak juga bisa mendapatkan kombinasi vaksin tifoid dan hepatitis A karena hepatitis A juga ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi seperti tipes.

    Moms, itulah tips jitu dalam mencegah tipes menjelang ujian sekolah. Sudahkah anak Moms divaksinasi tifoid dan/ atau hepatitis A? Yuk segera jadwalkan vaksinasinya bersama Prosehat. Vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan dari Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu atau di Palmerah Jakarta Barat, namun anak bisa juga divaksinasi di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan anak.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Healthline. How many hours of sleep do you really need?
    2. Learning Habbit Hole. How many hours a day can you effectively study?
    3. IDAI. Jadwal Imunisasi Anak 2020.
    4. Prosehat. Manfaat Vaksin Tifoid.
    Read More
  • Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin flu. Kesehatan menjadi faktor yang penting diperhatikan dan dipersiapkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri. Agar terlindungi selama menempuh pendidikan dan terhindar dari risiko kemungkinan terinfeksi penyakit menular, calon mahasiswa disarankan untuk melakukan […]

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin flu.

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri

    Mengapa Vaksin Flu Penting Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Kesehatan menjadi faktor yang penting diperhatikan dan dipersiapkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri. Agar terlindungi selama menempuh pendidikan dan terhindar dari risiko kemungkinan terinfeksi penyakit menular, calon mahasiswa disarankan untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke luar negeri. 

    Dari sekian banyak jenis imunisasi dasar yang telah dilengkapi saat kanak-kanak, calon mahasiswa tetap membutuhkan vaksin tambahan seperti vaksin influenza. 

    Flu Menurunkan Produktivitas 

    Tubuh yang sakit akan sangat mempengaruhi mood dan kelancaran studi. Kasus influenza banyak menyebabkan seseorang untuk absen dari sekolah, kuliah, atau kerja. Hal ini akhirnya mengganggu produktivitas penderita.

    Sayangnya, penyakit pernafasan ini sering dianggap sepele karena dianggap sama dengan batuk pilek biasa (common cold atau selesma). Padahal, common cold dan influenza adalah dua penyakit yang berbeda dimana influenza memiliki konsekuensi risiko komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia (paru-paru basah) dan meningitis.

    Sebagai langkah pencegahan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan vaksinasi influenza sebelum berangkat studi ke luar negeri.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Negara dengan Musim Flu

    Vaksin influenza wajib dilakukan bagi mahasiswa yang akan kuliah di negara-negara seperti di Britania Raya, Eropa, Amerika, Australia, dan lainnya. Ini karena negara-negara tersebut mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah menyebar. 

    Influenza biasanya terjadi pada saat memasuki musim dingin atau penghujan dan musim gugur. Walaupun sebenarnya virus ini ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi bisa saja berlangsung hingga akhir Mei.

    Sementara di negara-negara beriklim tropis seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, dan lainnya, kondisi ini berisiko besar terjadi sepanjang tahun. 

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Perbarui Vaksin Flu Setiap Tahun

    Flu sebenarnya dapat sembuh sendiri dengan istirahat, asupan bergizi, dan obat-obatan tertentu. Tapi, untuk apa melalui itu semua jika bisa dicegah? Apalagi kalau harus sakit saat jauh dari keluarga dan harus mengeluarkan biaya perawatan yang tidak murah di negeri orang.

    Menurut CDC, vaksin influenza efektif menurunkan risiko seseorang tertular flu sebesar 40 sampai 60 persen. Vaksinasi flu disarankan untuk diulang setiap tahunnya agar kekebalan tubuh dalam keadaan optimal.

    Vaksinasi influenza dapat diberikan kepada siapa saja mulai usia di atas 3 bulan. Namun, yang paling penting adalah kelompok rentan, yakni anak kecil, ibu hamil, usia lanjut, penderita penyakit kronis, autoimun, serta orang yang tinggal di negara dengan musim flu. 

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Pilihan Jenis Vaksin Flu

    Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia sudah mencakup vaksin untuk mencegah infeksi virus influenza tipe A dan B, yakni:

    • Vaksin influenza trivalen: 2 strain influenza A (H1N1 dan H3N2) dan 1 strain influenza B, 
    • Vaksin influenza kuadrivalen: 2 strain influenza A dan 2 strain influenza B (victoria dan yamagata).

    Kekebalan tubuh mulai terbentuk setelah 2 minggu vaksinasi. Jika terinfeksi, orang yang sudah divaksin cenderung hanya mengalami flu ringan dibanding yang tidak divaksin. Ini disebabkan tubuhnya sudah dapat mengenali virus yang menyerang sedari awal sehingga tubuh tau bagaimana harus melawannya.

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya melakukan vaksinasi influenza sebelum kuliah di luar negeri. Jika Sahabat Sehat pergi dalam keadaan terlindungi dari berbagai penyakit menular, kekhawatiran orang tua, keluarga, dan pasangan akan penularan penyakit menular pun akan teratasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Ayo bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat menempuh pendidikan dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. RS Pondok Indah. Pentingnya Vaksin Influenza.
    2. CDC. Flu Virus.
    3. WHO. Influenza.
    Read More
  • Jerman merupakan salah satu tujuan negara terpopuler saat ini untuk melanjutkan studi karena kurikulum pendidikannya yang bermutu tinggi. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan studi lanjut di Jerman, ada beberapa hal administrasi yang tentu perlu disiapkan terlebih dahulu. Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebelum Sahabat Sehat sekolah disana. Hal ini berhubungan […]

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Jerman merupakan salah satu tujuan negara terpopuler saat ini untuk melanjutkan studi karena kurikulum pendidikannya yang bermutu tinggi. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan studi lanjut di Jerman, ada beberapa hal administrasi yang tentu perlu disiapkan terlebih dahulu.

    Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebelum Sahabat Sehat sekolah disana. Hal ini berhubungan dengan beberapa penyakit yang endemis, maupun untuk mencegah kenaikan angka kasus sebuah penyakit. Apa saja vaksin yang direkomendasikan untuk sekolah di Jerman?

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Vaksinasi untuk perlindungan selama di Jerman

    Saat ini Jerman merupakan sebuah negara yang memang tidak mewajibkan seluruh warga negaranya untuk melakukan vaksinasi, namun tenaga kesehatan Jerman tetap merekomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi. Untuk Sahabat Sehat yang ingin melanjutkan sekolah di Jerman, German Vaccination Commission merekomendasikan vaksinasi terhadap penyakit-penyakit berikut:

    • Difteri, pertusis, tetanus (DPT)

    Vaksin terhadap 3 penyakit ini sudah ada di Indonesia dan terdapat dalam 1 jenis vaksin yaitu DPT. Tetanus merupakan penyakit yang dapat membuat otot menjadi kaku, diphtheria dapat menyebabkan paralisis dan kesulitan bernafas, sedangkan pertusis dapat menyebabkan paru-paru basah, batuk hingga kekurangan oksigen.

    • Haemophilus Influenzae b (Hib)

    Bakteri Hib dapat menginfeksi tubuh sehingga menimbulkan beberapa proses peradangan seperti radang sending, paru, bahkan selaput otak. Hal tersebut akan menimbulkan berbagai macam tanda dan gejala yang dapat membahayakan nyawa.

     

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    • Polio (OPV atau IPV)

    Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus polio. Virus ini menyerang saraf pada tubuh, sehingga menyebabkan paralysis pada berbagai saraf yang penting seperti saraf tungkai bawah bahkan saraf untuk bernafas sehingga dampaknya sangat fatal.

    • Hepatitis B

    Penyakit hepatitis B merupakan radang pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyakit ini dapat berjalan dalam waktu singkat atau lama. Hepatitis B merupakan sebuah faktor risiko untuk gagal fungsi hati hingga terjadinya kanker hati.

    • Pneumococcus (PCV)

    Vaksin terhadap bakteri ini dapat melindungi Sahabat Sehat dari infeksi paru-paru basah. Paru-paru basah atau nama lainnya pneumonia dapat menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen di paru sehingga suplai oksigen ke organ tubuh yang vital seperti otak dan jantung menurun dan berdampak fatal.

    • Rotavirus

    Rotavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan diare atau bab cair. Diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi.

    Baca Juga: Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    • Meningococcus C (Neisseria meningitidis)

    Bakteri meningococcus merupakan sebuah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi selaput otak atau meningitis. Vaksin meningitis sangat bermanfaat karena dapat menghindari penyakit meningitis yang sangat merugikan saraf-saraf otak.

    • Measles, Mumps, Rubella (MMR)

    Terdapat vaksin yang sudah dapat memberikan kekebalan terhadap 3 penyakit ini yaitu MMR. Ketiga penyakit ini sangat menular sehingga vaksin untuk mencegah peningkatan angka kasus yang pesat diperlukan.

    • Chickenpox (Varicella)

    Cacar air merupakan nama lain dari varicella. Virus ini sangat menular seperti MMR, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan pada persarafan atau cacat pada janin bila ibu hamil terinfeksi.

    • HPV (Human Papillomavirus)

    HPV merupakan sebuah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Dengan mendapatkan vaksin HPV baik wanita maupun laki-laki, maka kanker serviks dapat dihindari.

    Vaksin yang disebutkan diatas merupakan vaksin yang direkomendasikan oleh German Vaccination Commission. Sebagian vaksinasi di atas sudah dilakukan saat anak-anak dan mungkin memerlukan booster untuk meningkatkan antibodi.

    Dengan mendapatkan vaksin, Sahabat sehat dapat melindungi diri dari infeksi penyakit-penyakit tersebut dan juga melindungi orang sekitar dengan menghentikan rantai penularan. Konsultasikan dahulu dengan dokter jika Sahabat Sehat memerlukan masukan jenis vaksin mana perlu didahulukan.

    Baca Juga: Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. Handbook Germany. German Vaccination Schedule.
    3. Reiseziel I. Tropeninstitut.de – Ihr Reiseziel: Deutschland.
    4. CDC. Tdap (Tetanus, Diphtheria, Pertussis) VIS.
    5. Mass.gov. Haemophilus influenzae type B (Hib).
    6. WHO. Poliomyelitis.
    7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hepatitis B.
    8. CDC. Pneumococcal Vaccination.
    9. Hersi K, Gonzalez F, Kondamudi N. Meningitis.
    10. Bailey A, Sapra A. MMR Vaccine.
    11. Papaloukas O, Giannouli G, Papaevangelou V. Successes and challenges in varicella vaccine.
    12. Lei J, et al. Human Papillomavirus Infection Determines Prognosis in Cervical Cancer.
    Read More
  • Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting. Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. […]

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting.

    Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. Hal ini dikarenakan kebanyakan negara-negara di Asia memiliki sanitasi air dan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum baik.

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Bagaimana dengan menetap di negara-negara maju, seperti di Amerika atau Eropa? Yuk simak ulasannya agar Anda bisa terlindungi sebelum keberangkatan dan bisa menikmati pendidikan tanpa khawatir penyakit menular. 

    Persiapan Vaksinasi Sebelum Keberangkatan

    Apabila Sahabat Sehat berencana untuk belajar di luar negeri, sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memastikan Anda aman dan sehat selama perjalanan. 

    Perbanyak Informasi

    Anda dapat mencari tahu penyakit apa yang banyak ditemui atau yang menjadi risiko di negara tersebut. Hal ini bisa didapat dari informasi di Internet, universitas atau sekolah yang dituju, atau bagian imigrasi.

    Pastikan Anda sudah update semua vaksin rutin

    Vaksin rutin bagi dewasa adalah vaksin dasar yang didapat saat anak-anak, yaitu Hepatitis B, Polio, MMR, Tdap (saat anak-anak bernama DPT). Kelima vaksin ini perlu untuk diupdate atau booster agar tingkat kekebalannya cukup untuk melindungi Anda. Selain ini ada juga vaksinasi yang disarankan seperti influenza, hepatitis A, PCV, dan lain-lain.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Bawa semua dokumen vaksinasi Anda

    Semua catatan yang menjadi bukti Anda telah divaksinasi harus dibawa serta saat Anda pergi keluar negeri. Ini karena kemungkinan universitas dan imigrasi akan mempertanyakannya. 

    Kewajiban vaksinasi ini sebenarnya bukan hanya untuk melindungi diri, namun juga untuk mencegah terjadinya wabah di negara tujuan karena beragamnya orang berkumpul dari segala penjuru dunia.

    Setiap vaksinasi harus dicatat dan distempel resmi yang disetujui pada formulir kuning yang berjudul “Sertifikat Vaksinasi Internasional”, sebagaimana yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Formulir atau kartu yang tidak dicap dengan benar berisiko tidak diterima oleh otoritas kesehatan di banyak negara. 

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Rekomendasi Vaksinasi

    Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diperlukan calon siswa yang akan kuliah di luar negeri, diantaranya:

    • Vaksin Tdap (tetanus, difteri dan pertusis), polio dan meningokokus (meningitis), terutama bagi yang akan tinggal di asrama. 
    • Vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR)
    • Vaksin hepatitis A dan B
    • Vaksin PCV untuk menurunkan risiko infeksi pneumonia dan meningitis.
    • Vaksin influenza, terutama dalam menghadapi musim flu akhir/ awal tahun.
    • Vaksin HPV
    • Vaksin Tifoid untuk melindungi terhadap kontaminasi makanan/ minuman dari kuman Salmonella typhi.

    Sebagian besar universitas meminta calon mahasiswa untuk vaksinasi sebelum melanjutkan pendidikan di negara tersebut. Beberapa diantaranya juga menawarkan layanan vaksinasi di kampus untuk mahasiswa Internasional.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Harga Vaksinasi untuk Sekolah Di Luar Negeri

    Selain jenis-jenis vaksin, Sahabat Sehat yang hendak pergi belajar di luar negeri juga perlu mempersiapkan dana untuk mendapatkan vaksin internasional. Pasalnya, setiap fasilitas kesehatan memiliki harga vaksinasi yang bervariasi. Apalagi jika melakukannya di luar negeri seperti yang ditawarkan oleh universitas.

    Jadi, ada baiknya jika Sahabat Sehat melengkapi vaksinasi sebelum keberangkatan agar efek perlindungan dari vaksin juga sudah bekerja.

    Optimalkan rencana pendidikan Anda bersama Prosehat dengan layanan vaksinasi study sebagai berikut:

    Layanan Vaksinasi di Klinik*
    Vaksinasi Meningitis dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 320.000
    Paket Vaksinasi Meningitis + Flu 4 Strain dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 590.000
    Vaksinasi Yellow Fever dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 700.000
    Paket Vaksinasi Yellow Fever & Flu 4 Strain  Rp. 890.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) ke rumah Rp. 710.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) + Flu 4 strain ke rumah Rp. 900.000
    Vaksinasi Hepatitis A dan B 1 kali suntik ke rumah Rp. 890.000
    Vaksinasi Tifoid ke rumah Rp. 660.000
    Vaksinasi Japanese Encephalitis ke rumah Rp. 800.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 1 kali suntik ke rumah Rp. 1.700.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 3 kali suntik ke rumah Rp. 4.500.000
    Vaksinasi PCV-13 ke rumah Rp. 1.200.000
    Vaksinasi PCV-13 + Flu 4 strain ke rumah Rp. 1.400.000

    *harga di Klinik Kasih (klinik mitra Prosehat), Palmerah, Jakarta Barat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Cek website Prosehat untuk update harga terkini.

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai vaksin wajib sebelum studi di luar negeri. Pemberian vaksin tetap menjadi syarat meski Sahabat Sehat sekolah di negara maju. Mencegah segala risiko gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus tertentu selama Pendidikan lebih baik daripada mengobati.

    Baca Juga: Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar Sahabat Sehat terlindungi, aman, dan nyaman selama pendidikan. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan berbagai jenis vaksin dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Studying Abroad.
    2. University of the South. Study Abroad Travel and Vaccinations.
    3. International Student Exchange Programs. Immunizations.
    4. The Times of India. Flying abroad for studies? Make sure you know your university’s vaccination requirements.
    Read More
  • Bagi Sahabat Sehat yang hendak melanjutkan pendidikan atau berwisata ke Mesir, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan, yaitu melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit di negara tersebut. Ada tiga penyakit yang paling umum terjadi di Mesir, yaitu diare, demam tifoid (tipes), dan hepatitis A. Bila dilihat dari jenis penyakitnya, penyakit-penyakit ini berkait erat […]

    Syarat Perjalanan Ke Mesir Bagi Mahasiswa dan Turis

    Bagi Sahabat Sehat yang hendak melanjutkan pendidikan atau berwisata ke Mesir, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan, yaitu melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit di negara tersebut.

    Syarat Perjalanan Ke Mesir Bagi Mahasiswa dan Turis

    Syarat Perjalanan Ke Mesir Bagi Mahasiswa dan Turis

    Ada tiga penyakit yang paling umum terjadi di Mesir, yaitu diare, demam tifoid (tipes), dan hepatitis A. Bila dilihat dari jenis penyakitnya, penyakit-penyakit ini berkait erat dengan kebersihan lingkungan dan diri, serta sanitasi air.

    Jadi, vaksinasi memang sangat diperlukan agar pendidikan dan wisata tidak terganggu selama di Mesir. Lantas seberapa bahayakah penyakit-penyakit itu? Simak ulasannya di bawah ini.

    Tifoid dan Hepatitis A Menular dari Makanan

    Demam tifoid merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Selain saluran pencernaan, bakteri ini juga berkembang di hati dan darah.

    Sedangkan, penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A yang menyerang hati hingga bisa terjadi peradangan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Kedua penyakit ini sama-sama ditularkan melalui makanan dan air/ minuman yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi Salmonella typhi atau virus hepatitis A. Artinya, jika penyaji makanan/ minuman yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan benar setelah buang air besar, maka risiko tertular penyakit tersebut menjadi tinggi.

    Komplikasi yang dapat terjadi dari infeksi tifoid antara lain perdarahan usus dan peradangan otot jantung. Virus hepatitis A sendiri jarang menyebabkan dampak jangka panjang, namun bisa terjadi infeksi hepatitis A berulang dan sindroma pasca hepatitis (sindroma kelelahan kronis).

    Lengkapi Vaksinasi untuk Imunitas Optimal

    Berikut ini vaksinasi yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) bagi Sahabat Sehat yang akan ke Mesir:

    Hepatitis A dan B

    Hepatitis disebabkan oleh infeksi dari virus, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi dari zat beracun dan penyakit autoimun.

    Tifoid

    Tifus dapat menyebabkan demam, sakit kepala, hingga muncul ruam merah di kulit.

    Yellow Fever

    Penyakit ini endemis di benua Afrika. Interaksi atau tinggal dalam lingkungan yang berisiko akan meningkatkan kemungkinan penularan demam kuning.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Rabies

    Beraktivitas di luar ruangan, berkemah, berpetualang, mengunjungi ke daerah pedesaan di Mesir dan bekerja dengan hewan atau laboratorium yang menangani spesimen hewan berisiko terhadap virus rabies. 

    Meningitis

    Vaksinasi meningitis merupakan vaksinasi wajib bagi pelaku perjalanan menuju ke timur tengah dan juga Mesir. Meningitis pernah menyebabkan banyak kematian di Mesir, dua diantaranya adalah mahasiswa Indonesia.

    Polio

    Walau Mesir dinyatakan bebas polio sejak 2004, risiko penularan tetap ada mengingat pendatang yang keluar masuk ke negara tersebut.

    1. Measles, Mumps dan Rubella (MMR)
    2. Tdap atau DPT (Difteri Pertusis dan Tetanus)
    3. Chickenpox/ cacar air
    4. Influenza
    5. Pneumonia

    Angka kematian yang disebabkan oleh influenza dan pneumonia di Mesir mencapai 22.109 atau 3,98% dari total kematian di Mesir. Komplikasi dari infeksi influenza dapat menyebabkan pneumonia yang meningkatkan kemungkinan komplikasi yang lebih berat seperti meningitis dan sepsis.

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksinasi yang diperlukan untuk menetap di Mesir jangka waktu pendek dan panjang. Mencegah penyakit-penyakit ini penting dan lebih murah dibandingkan perawatan di rumah sakit jika terinfeksi. Melindungi diri dengan vaksin artinya menurunkan risiko sakit berat, komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Baca Juga: Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Indexmundi.com. Egypt Major infectious diseases – Demographics.
    2. Passporthealthusa.com. Travel Vaccines and Advice for Egypt | Passport Health.
    3. Centers of Disease Control and Prevention. Egypt.
    4. Egypt Onlinevisa. Egypt Health Advice: Vaccines Required for Egypt.
    5. World Life Expectancy. Influenza and Pneumonia in Egypt.
    Read More
  • Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat. Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain […]

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat.

    Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain mendapatkan manfaat perlindungan, vaksinasi lebih hemat biaya dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat perawatan di rumah sakit jika terinfeksi.

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ancaman penyakit menular ada dimana-mana, di negara maju sekalipun. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk mensyaratkan vaksinasi bagi wisatawan dan pelajar sebelum kedatangannya. Jangan sampai pendidikan terganggu atau kegiatan terganggu selepas pulang berlibur. Vaksinasi apa saja yang biasanya dibutuhkan? Yuk simak ulasannya.

    Bagaimana Cara Vaksin Bekerja?

    Vaksinasi adalah suatu cara sederhana, aman dan efektif yang dapat melindungi seseorang dari bahaya penyakit menular sebelum melakukan kontak dengan sumber penyakit tersebut. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, daya tahan tubuh yang spesifik terhadap penyakit tertentu akan terbentuk dan menjadikan sistem imun lebih kuat.

    Vaksin mengandung bakteri atau virus mati atau yang dilemahkan sehingga tidak mempunyai risiko bahaya bagi penerima vaksin.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Rekomendasi Vaksinasi bagi Wisatawan dan Pelajar

    Vaksin turut menjaga kesehatan mulai dari bayi baru lahir, anak hingga dewasa. Di seluruh negara termasuk Indonesia, pemerintah mewajibkan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi dasar, misalnya Hepatitis B, BCG, polio, HiB, DPT, dan MR. Dan ketika dewasa, beberapa imunisasi dianjurkan untuk diulang.

    Ada pula beberapa vaksinasi tambahan yang wajib dilakukan bila seseorang berkunjung ke negara lain atau menetap di negara yang endemik terhadap suatu penyakit menular tertentu.

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Berikut ini jenis vaksinasi yang perlu dilengkapi sebelum keberangkatan:

    Meningitis

    Sebelum bepergian ke Timur Tengah dan Afrika, disarankan untuk melakukan vaksinasi meningitis, karena pada daerah tersebut endemis meningitis. Selain vaksin meningitis, vaksinasi lain yang juga melindungi diantaranya vaksin PCV, Haemophilus influenzae type B (HiB), dan MMR.

    Demam Kuning (Yellow Fever)

    Disarankan bagi yang hendak melakukan perjalanan atau menetap di negara Afrika.

    Hepatitis A dan B

    Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan. Negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    Tifoid

    Vaksinasi tifoid terutama diperlukan bila melakukan perjalanan ke negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Influenza

    Bepergian saat musim flu meningkatan risiko tertular virus flu. Walau kesannya penyakit ini tidak berbahaya, virus influenza menyumbang banyak kasus pada anak-anak dan lansia. Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

    Japanese Encephalitis (JE)

    Kegiatan di luar ruangan serta akomodasi tempat tinggal tanpa AC dan kelambu untuk menghindari nyamuk menjadi beberapa faktor risiko tertular virus Japanese encephalitis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Negara yang termasuk endemi JE antara lain Australia, Cina, Jepang atau Korea Utara.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Orang dewasa yang memerlukan vaksinasi MMR yaitu yang berada di lingkungan berisiko tinggi, yaitu:

    • Tenaga kesehatan
    • Wisatawan internasional
    • Orang yang tinggal didaerah dengan jumlah kasus Mumps, Measles dan Rubella tinggi.

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, melengkapi vaksinasi sangat disarankan dan sudah terbukti dapat mengendalikan penularan penyakit. Selain itu, dengan vaksinasi risiko sakit berat dan komplikasi juga menurun dan lebih hemat (cost effective) dibanding biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi. Tidak hanya dalam segi materi, seseorang yang sakit juga kehilangan waktunya untuk bekerja dan menikmati waktu bersama keluarga dan kerabat.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat akan melanjutkan pendidikan di luar negeri atau melakukan perjalanan ke luar negeri, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan sudah memiliki kekebalan tubuh yang optimal. Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Mulya. Vaksinasi Pada Dewasa – RSUP Dr. Sardjito
    2. WHO. Vaccines and immunization: What is vaccination?
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia? Beberapa penyakit memiliki daerah endemisnya masing-masing. Hal tersebut berhubungan dengan berbagai faktor, termasuk iklim sebuah atau bahkan beberapa negara. Salah satu penyakit tersebut adalah Japanese Encephalitis (JE) yang paling sering ditemukan di benua Asia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan […]

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia?

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Ketahui Pentingnya Vaksin Japanese Encephalitis di Asia

    Beberapa penyakit memiliki daerah endemisnya masing-masing. Hal tersebut berhubungan dengan berbagai faktor, termasuk iklim sebuah atau bahkan beberapa negara. Salah satu penyakit tersebut adalah Japanese Encephalitis (JE) yang paling sering ditemukan di benua Asia.

    Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, sama dengan cara penularan demam berdarah dengue dan chikungunya.1 Meskipun penyakit tersebut jarang, komplikasi yang timbul dari Japanese Encephalitis dapat membahayakan Sahabat Sehat. Apa itu Japanese Encephalitis? Mengapa wajib mendapatkan vaksin untuk Japanese Encephalitis bila kuliah atau traveling di Asia?

    JE menyebabkan Radang Otak

    Japanese Encephalitis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dinamakan Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang termasuk dalam famili virus Flaviviridae. Menurut World Health Organization (WHO), JEV merupakan penyebab utama radang jaringan otak pada beberapa negara di Asia dengan angka kejadian sebesar 68.000 kasus setiap tahunnya.

    Meskipun infeksi Japanese Encephalitis jarang menimbulkan gejala, terdapat angka kasus fatal sebesar kurang lebih 30%. Sebagian yang mengalami radang jaringan otak memiliki kemungkinan 30-50% untuk mengalami gangguan persarafan.

    Penularan penyakit Japanese Encephalitis disebabkan oleh sebuah nyamuk spesies Culex. Secara umum, nyamuk ini dijumpai pada daerah pedesaan, lokasi produksi beras dengan irigasi air. Daerah tersebut dijumpai berdekatan dengan daerah kota pada beberapa negara Asia. Pada negara dengan beberapa musim, infeksi Japanese Encephalitis memiliki puncaknya yaitu pada musim panas dan gugur terutama saat sedang banyak hujan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Tanda dan Gejala JE

    Infeksi Japanese Encephalitis jarang menimbulkan tanda dan gejala. Kurang dari 1% penderita Japanese Encephalitis yang dapat mengalami tanda dan gejala.2 Tetapi bila timbul, maka tanda dan gejalanya dapat berupa demam, nyeri kepala, mual muntah, penurunan kesadaran, lemah untuk bergerak, hingga kejang terutama pada anak.

    Hal-hal tersebut terjadi karena virus ini dapat melewati sistem pertahanan otak, masuk ke jaringan otak dan menyebabkan peradangan. Hingga saat ini tidak ada obat yang secara langsung dapat membunuh virus Japanese Encephalitis. Tatalaksana yang diberikan bersifat suportif, yaitu untuk meringankan tanda dan gejala, juga mempercepat proses penyembuhan dengan meminimalisasi komplikasi.

    Baca Juga: Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Cegah JE dengan Vaksinasi

    Dengan adanya vaksin untuk Japanese Encephalitis, Sahabat Sehat dapat mencegah terjadinya infeksi penyakit tersebut. Vaksin ini wajib diberikan bagi yang akan berkuliah dan traveling di Asia karena penyakit ini endemis pada beberapa negara Asia.

    Sebagai pencegahan dengan harga yang relatif murah dibandingkan perawatan nantinya, maka vaksin sangat dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, komplikasi dari infeksi Japanese Encephalitis berupa gangguan persarafan dapat dihindari.

    Vaksin Japanese Encephalitis yang digunakan merupakan virus hidup yang dilemahkan. WHO merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese Encephalitis di area endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal selama lebih dari 1 bulan di daerah endemis, termasuk berkuliah.

    Baca Juga: Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Sahabat Sehat yang berencana untuk kuliah di Asia, vaksin Japanese Encephalitis merupakan hal yang wajib. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini dapat menyebabkan komplikasi yang buruk berupa gangguan persarafan, kejang, bahkan kematian meskipun jarang dijumpai. Dengan pemberian vaksin, maka Sahabat Sehat dapat mencegah infeksi virus ini.

    Jadwalkan vaksinasi Japanese Encephalitis bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik/ rumah sakit mitra Prosehat ataupun di rumah untuk kenyamanan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Japanese encephalitis [Internet]. Who.int. 2022.
    2. Japanese Encephalitis [Internet]. cdc.gov. 2022 .
    3. Mulvey P, Duong V, Boyer S, Burgess G, Williams D, Dussart P et al. The Ecology and Evolution of Japanese Encephalitis Virus. Pathogens. 2021;10(12):1534.
    4. Hsieh J, St. John A. Japanese encephalitis virus and its mechanisms of neuroinvasion. PLOS Pathogens. 2020;16(4):e1008260.
    5. MENGENAL JAPANESE ENCEPHALITIS [Internet]. idai.or.id. 2022.
    Read More
  • Pendidikan Kedokteran saat ini masih menjadi salah satu pilihan terfavorit para lulusan SMA di Indonesia. Namun, untuk menjadi dokter, bukanlah perkara sederhana. Mahalnya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia menjadi salah satu masalah dan pertimbangan calon mahasiswa untuk menempuh Pendidikan kedokteran. Filipina adalah salah satu negara tujuan alternatif untuk pendidikan kedokteran umum dan lanjutan (spesialis). Pasalnya, […]

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan?

    Pendidikan Kedokteran saat ini masih menjadi salah satu pilihan terfavorit para lulusan SMA di Indonesia. Namun, untuk menjadi dokter, bukanlah perkara sederhana. Mahalnya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia menjadi salah satu masalah dan pertimbangan calon mahasiswa untuk menempuh Pendidikan kedokteran.

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan?

    Filipina adalah salah satu negara tujuan alternatif untuk pendidikan kedokteran umum dan lanjutan (spesialis). Pasalnya, biaya pendidikan kedokteran di sana masih lebih murah dibanding Indonesia.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum calon mahasiswa kedokteran menetap dan memulai pendidikan di Filipina. Selain persyaratan dokumen akademik, universitas dan pemerintah setempat juga mewajibkan agar calon mahasiswa melengkapi status vaksinasinya. Yuk, cari tau apa saja vaksin yang diperlukan sebelum kuliah di Filipina!

    Vaksinasi dasar dan booster

    Gaya hidup, keberagaman pendatang dari seluruh dunia, dan status vaksinasi masyarakat menjadi beberapa faktor yang memengaruhi jenis penyakit di negara tersebut serta kecepatan penularan sebuah penyakit.

    Bagi calon mahasiswa, imunisasi dasar sudah pasti harus dilengkapi. Contohnya adalah BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, campak, dan Hib.  Selain itu, ada pula vaksin lain yang perlu diberikan jika belum pernah, atau diberikan ulang sebagai booster, misalnya:

    1. Varisela (cacar air)
    2. DTP
    3. Flu (influenza)
    4. MMR
    5. Polio.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksinasi yang disarankan

    Mahasiswa kedokteran akan sering berinteraksi dengan orang sakit selama pendidikannya, selain juga terpapar dari lingkungan. Berikut adalah rekomendasi vaksinasi bagi mahasiswa kedokteran:

    • Hepatitis A dan B

    Penyakit hepatitis A mudah ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi, serta hubungan seksual anal (dubur). Sedangkan, hepatitis B ditularkan melalui kontak cairan tubuh dan darah.2,5 Keduanya akan sering ditemui di fasilitas kesehatan ketika mahasiswa kontak dengan pasien.

    • Tifoid

    Tifoid merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Filipina dan dapat ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi.

    • Yellow Fever

    Walau demam kuning atau yellow fever bukan penyakit yang banyak ditemukan di Filipina, namun dengan beragamnya pendatang dari seluruh penjuru dunia akan meningkatkan risiko infeksi.

    • Japanese encephalitis (JE)

    Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini biasanya ditemukan di daerah pedesaan, namun belakangan ini sudah ditemukan juga di daerah sekitar perkotaan. Jika terinfeksi, orang tersebut dapat mengalami ensefalitis atau radang otak yang bisa berakibat fatal.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    • Rabies

    Anjing yang terinfeksi rabies banyak ditemukan di Filipina. Bagi Sahabat Sehat yang sering beraktivitas di luar ruangan, berpetualang, mengunjungi ke daerah pedesaan dan bekerja dengan hewan atau sampel laboratorium, penting untuk mendapatkan vaksinasi ini.

    • Pneumonia

    Vaksinasi Pneumonia merupakan vaksinasi wajib yang direkomendasikan oleh CDC sebelum para pengunjung melakukan perjalanan internasional termasuk Filipina terutama untuk mencegah tertularnya virus pneumonia melalui udara atau mencegah komplikasi infeksi penyakit saluran pernapasan dan influenza yang menyebabkan pneumonia. 2,6 Penyakit ini akan sering ditemui di fasilitas kesehatan saat mahasiswa kontak dengan pasien.

    • Influenza

    Vaksinasi Influenza juga merupakan vaksinasi wajib yang direkomendasikan oleh CDC dan dilakukan setahun sekali.7 Virus influenza akan banyak ditemukan di fasilitas kesehatan dan di lingkungan sehari-hari.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksinasi yang diperlukan jika Sahabat Sehat akan melanjutkan studi ke Filipina. Sebagai calon mahasiswa kedokteran yang akan banyak bersinggungan dengan penyakit, Sahabat Sehat harus membekali diri dengan cukup kekebalan tubuh. Vaksinasi adalah salah satu cara yang efektif.

    Segera jadwalkan vaksinasi yang Sahabat Sehat perlukan bersama Prosehat. Layanan vaksinasi di Prosehat adalah layanan unggulan yang dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat dan juga di rumah. Vaksinasi bersama Prosehat aman, nyaman, dan mudah!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. KOMPASIANA. 2014. Kuliah Kedokteran Mahal, Lari ke Tiongkok dan Filipina.
    2. Christian, J., 2019. Infectious disease crisis in the Philippines.
    3. Travel Vaccinations. 2022. Vaccinations for Philippines – Travel Vaccinations.
    4. Kemenkes RI. 2019. Wabah Polio di Filipina, Indonesia Terus Waspada.
    5. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for Philippines | Passport Health.
    6. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Philippines Travel Information.
    7. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Who Needs a Flu Vaccine
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com