Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Solusi Terbaik Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Gejala Anak Susah Tidur Malam Serta Solusi Mengatasinya

Selain dapat mengganggu kesehatan si kecil, gejala anak susah tidur malam akan membuat Sahabat Sehat agak kerepotan mengurusnya. Terutama ketika Sahabat Sehat sudah cukup lelah bekerja sepanjang hari.

Sama halnya dengan orang dewasa, Si Kecil pun dapat mengalami sulit tidur atau yang dikenal sebagai Insomnia. Jika tidak segera diatasi, insomnia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga proses tumbuh kembangnya. Bagaimana cara mengatasi insomnia yang dialami Si Kecil ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

Yuk Kenal Lebih Dahulu Apa Itu Insomnia pada Anak

Insomnia adalah salah satu gangguan kesehatan yang membuat penderitanya tidak mampu memulai atau mempertahankan tidur di malam hari. Hal ini tentunya berdampak pada kualitas tidur Si Kecil.  Padahal seperti yang kita tahu, di masa pertumbuhan, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan orang dewasa.

Sahabat Sehat, berikut adalah jumlah kebutuhan jam tidur yang ideal untuk Si Kecil :

  • Bayi ( usia 4 – 12 bulan) : 12 – 16 jam (termasuk tidur siang)
  • Balita ( usia 1 – 2 tahun) : 11 – 14 jam (termasuk tidur siang)
  • Anak-anak (3 – 5 tahun) : 10 – 13 jam (termasuk tidur siang)
  • Anan-anak (6 – 12 tahun) : 9 – 12 jam
  • Remaja (13 – 18 tahun) : 8 – 12 jam

Penyebab Utama Anak Susah Tidur di Malam Hari

Sahabat Sehat, berdasarkan penelitian dari Sleep Medicine Review terungkap beberapa alasan penyebab anak susah tidur malam yaitu :

Faktor Biologis

Faktor biologis seperti temperamen, dan usia anak dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur. Anak yang rewel dan temperamental dapat mengakibatkan kesulitan beradaptasi dengan jam tidur malam. Namun pada umumnya, semakin bertambah usia anak, maka resiko sulit tidur akan semakin menurun.

Anak yang tidur siang terlalu lama juga akan mengalami masalah sulit untuk tidur di malam hari. Ini karena reaksi tubuh yang menganggap sudah cukup beristirahat. Oleh sebab itu, pastikan untuk membatasi jam tidur siang anak. Ini untuk memastikan dia dapat beristirahat kembali dengan nyenyak di malam hari.

Faktor Psikologis

Faktor psikologis seperti perilaku Si Kecil, serta riwayat menderita gangguan mental seperti trauma psikologis, cemas, depresi, dan sulit fokus, dapat berpengaruh pada sulitnya memulai tidur.

Interaksi anak dan orang tua juga menjadi faktor penting. Sahabat Sehat dianjurkan menemani Si Kecil  hingga tertidur untuk menurunkan resiko gangguan tidur pada Si Kecil.

Faktor Lingkungan

Kini tidak jarang anak-anak mulai dikenalkan dengan gadget. Namun Sahabat Sehat perlu mewaspadai penggunaan alat elektronik atau gadget, sebab dapat menjadi penyebab utama Si Kecil mengalami sulit tidur. Kondisi lingkungan yang panas, serta berisik turut menyebabkan Si Kecil sulit tidur.

Untuk memahami suasana seperti apa agar anak bisa tidur nyenyak, cobalah untuk menemaninya tidur. Pastikan melihat apa saja yang kerap membuatnya terbangun, dan kondisi seperti apa yang biasanya membuat dia lebih cepat terlelap.

Solusi Jika Anak Susah Tidur Malam

Beberapa solusi bisa dilakukan untuk memastikan anak dapat tidur lebih cepat malam hari. Solusi yang bisa Sahabat Sehat lakukan antara lain:

  • Ciptakan Suasana Tidur yang Nyaman

    Misalnya dengan menjadikan kamar lebih bersih, udaranya lebih sejuk, dan suasana kamar yang lebih tenang. Selain itu, perhatikan juga si kecil lebih suka tidur dengan lampu padam atau lampu menyala.

    Membuat kamar dengan aroma tertentu dapat membantu lebih mudah tertidur. Beberapa aroma yang disarankan seperti jeruk, lavender, dan melati. Pastikan memilih aromatherapi yang aman dan tidak mengganggu kesehatan pernafasan anak.

  • Atur Jadwal Tidurnya

    Menjaga konsistensi waktu tidur di jam yang sama setiap hari dapat merangsang otaknya untuk terbiasa mengantuk di jam tersebut. Hal ini akan membantunya tidur lebih teratur.

    Namun perlu diingat jam tidur ini harus disesuaikan dengan usia anak. Ketika anak sudah tidak memiliki masalah susah tidur, pengaturan jadwal tidur ini bisa ditiadakan, terutama ketika anak beranjak SMA.

  • Atur Pola Makan Anak

    Ketika anak makan di malam hari, cobalah atur pola makannya. Berikan pengertian pada si kecil untuk tidak makan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak di malam hari. Juga jangan terlalu banyak minum karena dapat membuatnya sulit tidur, bahkan jika sudah tidur ada risiko terbangun karena ingin buang air kecil.

    Selain itu, makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan saat malam hari harus dijaga dengan baik. Beberapa makanan tidak disarankan untuk dikonsumsi anak di malam hari karena dapat membuatnya lebih terjaga, misalnya cokelat hitam dan minuman bersoda (selain tentunya kopi dan teh yang mengandung kafein).

  • Buat Rutinitas Sebelum Tidur

    Rutinitas yang sama setiap hendak tidur akan membantu anak beradaptasi untuk kegiatan selanjutnya, yaitu tidur dengan lelap. Rutinitas yang perlu dilakukan sebelum tidur adalah menyikat gigi, mencuci kaki dan wajah, memakai baju tidur, dan berdoa, serta diakhiri dengan selamat tidur antara orang tua dengan anak.

    Untuk mengatur kedisiplinan anak, pastikan dia melakukan rutinitas sebelum tidur hanya setelah selesai mengerjakan PR, setelah menyiapkan kebutuhan untuk besok di sekolah, dan setelah dia merapikan mainan-mainannya.

  • Tanyakan pada Si Kecil Alasan Dia Susah Tidur

    Sebagai orang tua kita harus memahami masalah anak dari sudut pandang si kecil. Oleh sebab itu, sangat disarankan menanyakan alasan si kecil belum bisa tertidur meskipun sudah larut malam.

    Beberapa jawaban yang biasa diberikan anak semisal dia sebenarnya takut tidur sendirian, merasa kasurnya kurang nyaman, atau merasa tidak mengantuk karena sudah cukup tidur siang. Dari informasi ini maka Sahabat Sehat sebagai orang tua dapat menentukan solusi terbaik yang bisa dilakukan.

  • Ajak dia Bermain atau Berolahraga Bersama di Sore Hari

    Kebanyakan penyebab anak susah tidur malam adalah karena masih merasa segar bugar sehingga merasa belum mengantuk. Sebagai orang tua, Sahabat Sehat bisa mengatasi masalah ini dengan melakukan kegiatan bersama di sore atau malam hari. Misalnya mengajak jalan-jalan sore, berolahraga bersama, bercengkerama atau bermain bersama si kecil, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

    Kegiatan di sore dan malam hari yang dilakukan bersama si kecil akan membuat Sahabat Sehat semakin dekat dengan anak. Selain itu, si kecil juga akan lebih mudah mengantuk dan tertidur lelap nantinya.

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyebab dan tips mengatasi insomnia yang dialami Si Kecil. Apabila gejala anak susah tidur malam masih terjadi meski sudah melakukan beberapa tips di atas, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan pertolongan dan tindakan yang dibutuhkan.

Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Weber M. Childhood Insomnia and Sleep Problems [Internet]. USA : HelpGuide. 2020 [updated  2020 Nov; cited 2021 July 30].
  2. The Conversation. 10 reasons kids develop sleep problems, and how parents can help [Internet]. 2020 [updated 2020 June 30; cited 2021 July 30].
  3. Ianelli V. How to Help Your Child If They Have Insomnia [Internet]. 2021 [updated 2021 Feb 12; cited 2021 July 30]. Available from: https://www.verywellfamily.com/insomnia-and-children-2634255 
  4. Dasgupta R. Everything You Need to Know About Insomnia [Internet]. USA : Healthline.
  5. Przeworski A. 8 Tips to Improve Your Child’s Sleep [Internet]. USA : Psychology Today. 2013 [updated 2013 Oct 03; cited 2021 July 30].

Chat Asisten ProSehat aja